Author: 38

  • Indonesia Disarankan Terapkan Rupiah Digital Berteknologi Blockchain

    Indonesia disarankan menerapkan rupiah digital berteknologi blockchain untuk meningkatkan mutu tata kelola keuangan dan menjaga kedaulatan negara.

    Munculnya aset kripto atau cryptocurrency (mata uang kripto) dan teknologi blockchain selama dekade terakhir, telah membawa kemungkinan baru dalam penerbitan dan penggunaan uang serta bentuk baru aset digital dan pasar yang menarik.

    Bersamaan dengan perkembangan lingkungan geopolitik, ekonomi dan sosial yang pesat, tumbuh juga kebutuhan dan standar baru untuk pembayaran digital dan alat tukar yang aman, dapat dipercaya, dan mudah digunakan.

    “Salah satunya adalah standar baru yang belakangan ini mulai gencar diterapkan di berbagai negara adalah mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC),” kata Gilang Bhagaskara, Director of Blocksphere Indonesia.

    Untuk mempercepat adopsi CBDC di Indonesia, baru-baru ini Blocksphere Indonesia yang bermitra dengan Consensys menerbitkan kembali laporan tinjauan adopsi CBDC yang berjudul “Laporan Resmi Consensys: Bank Central dan Masa Depan Uang Digital”. Laporan tersebut dapat diunduh di sini.

    Di dalam laporan itu disebutkan bahwa Indonesia disarankan menerapkan rupiah digital dalam konteks Central Bank Digital Currency (CBDC).

    “Selain dua hal itu, Indonesia berpotensi mempercepat inovasi keuangan digital dengan menerapkan mata uang digital bank sentral (CBDC),” kata Gilang Bhagasakara Director of Blocksphere Indonesia.

    Lanjut Gilang, sebagai sebuah negara kepulauan dengan geografi yang berkarakter desentralistik, Indonesia memiliki tantangan soal fragmentasi data di banyak sektor. Pun termasuk sektor keuangan, pembayaran dan peraturan ekonomi.

    Dengan CBDC yang berteknologi blockchain, Indonesia dapat mempercepat proses bisnis keuangan negara, baik di bidang ritel, antar bank, maupun antar negara.

    “Inovasi produk keuangan pun menjadi ringkas dan cepat berkat CBDC dan bisa menciptakan model bisnis baru yang menguntungkan bagi negara,” paparnya.

    Pandu Sastrowardoyo, VP of Consulting Blocksphere Indonesia & Supervisory Board Asosiasi Blockchain Indonesia menambahkan, bahwa CBDC pada prinsipnya berperan sebagai pelindung terhadap kedaulatan mata uang.

    “Dengan banyaknya penelitian, pengembangan dan penerapan mata uang digital akhir-akhir ini, baik yang dikelola oleh negara asing dan perusahaan swasta, legal maupun tidak, tentu ini adalah tantangan kompetitif terhadap rupiah. Ringkasnya, suka atau tidak, pengguna uang di Indonesia kini telah terekspos ke pengalaman pengguna mata uang digital, yang memiliki banyak kemudahan dan berdayajangkau internasional,” katanya.

    CBDC juga dapat membantu tata kelola keuangan di Indonesia. Transparansi yang menjadi basis dari rancangan teknologi itu, serta fitur kontra-perubahan (anti-tampering), bisa memperbesar auditabilitas dan pelacakan keuangan di seluruh Indonesia.

    Blocksphere adalah perusahaan teknologi informasi di Indonesia yang memiliki spesialisasi dalam pengembangan blockchain.

    Perusahaan yang didirikan pada tahun 2017 itu berpengalaman mengembangkan beragam solusi berbasis blockchain sejak teknologi itu mulai popular, di puluhan perusahaan berskala besar, baik nasional maupun mancanegara.

    Di Indonesia, Blocksphere merupakan mitra strategis Consensys, perusahaan terkemuka asal AS di bidang blockchain. Consensys juga dikenal sebagai pencipta teknologi Hyperledger Besu, termasuk sebagai inisiator public blockchain, Ethereum.

    Pada Agustus 2020, Consensys ini memperluas lingkup solusinya dengan membeli teknologi blockchain JPMorgan, Quorum. Dengan akuisisi teknologi ini, produk Hyperledger Besu kemudian bergabung ke dalam rumpun produk Consensys Quorum bersama GoQuorum.

    Selain itu, Consensys dipercaya oleh banyak negara untuk mengembangkan solusi CBDC, termasuk yang terbaru di Hong Kong.

    “Blocksphere siap menjadi mitra utama semua perusahaan di Indonesia dalam mengakses teknologi dan layanan Consensys. Khusus penerapan CBDC di Indonesia, Blocksphere siap bermitra dengan bank sentral,” pungkas Gilang.

    Baca Juga: Inilah Cara Praktis Deposit Bitcoin di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jack Dorsey: Blockchain dan Bitcoin (BTC) adalah Masa Depan Twitter

    Jack Dorsey, CEO Twitter mengatakan bahwa teknologi blockchain dan Bitcoin (BTC) adalah masa depan untuk Twitter. Tegasnya, Twitter sekarang berada di bisnis inovasi, dalam diskusi virtual “Oslo Freedom Forum 2020”, Jumat (25 September 2020).

    “Blockchain dan Bitcoin (BTC) mengarah ke masa depan. Mereka mengarah ke dunia, di mana konten akan eksis selamanya. Saat ini kami tidak lagi dalam bisnis hosting konten, tetapi kami berada dalam bisnis inovasi,” katanya.

    Untuk mewujudkan itu Dorsey mengharapkan organisasi nirlaba, Blue Sky untuk membuat protokol Twitter lebih terbuka, di mana pengguna dapat berkontribusi dan mengakses data. Kelak Twitter menjadi lebih desentralistik dan melibatkan partisipasi pengguna.

    “Blue Sky adalah organisasi nirlaba yang benar-benar terpisah dari perusahaan Twitter. Kami akan fokus menjadi kliennya, sehingga kami dapat membangun layanan dan bisnis yang menarik. Siapa pun dapat mengakses dan siapa pun dapat berkontribusi,” tegasnya.

    Dia menambahkan, lembaga nonprofit tersebut masih mencari setidaknya lima peran, yang ditugaskan untuk membuat platform blockchain publik khusus untuk Twitter.

    “Karakter itu adalah yang paling mendasar di Blockchain dan Bitcoin. Kuncinya adalah akan semakin banyak keterlibatan individu di Twitter,” ujar Dorsey.

    Blue Sky kali pertama diumumkan oleh Dorsey pada akhir tahun 2019 silam. Ia menyebut peran organisasi itu sebagai “Open, Decentralized Standard for Social Media“, sebagai sebuah standar baru bagi media sosial yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyimpan data, sekaligus sebagai sistem imbalan kepada penggunanya.

     

    “Akhirnya, teknologi baru telah muncul untuk membuat pendekatan desentralisasi lebih memungkinkan. Blockchain adalah solusi hosting yang desentralistik, terbuka dan tahan lama. Unik dari segi tata kelola, dan bahkan monetisasi. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi fundamentalnya ada di sana,” kata Dorsey kala itu.

    Baca Juga: Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wow! Kartu Debit Ini Bisa Simpan Bitcoin

    Kartu debit rupiah itu sudah biasa. Tapi, kartu debit buatan Binance dan Visa ini bisa menyimpan Bitcoin (BTC) dan Binance Coin (BNB). Diluncurkan perdana di Asia Tenggara, tak lama lagi Anda bisa mencicipinya.

    “Bursa aset kripto Binance hari ini memperkenalkan Binnce Card untuk menjembatani kesenjangan antara aset kripto dengan barang dan jasa. Binance Card adalah bagian dari upaya Binance untuk memperluas adopsi aset kripto secara global,” Josh Goodbody, nmedia.id/wow-kartu-debit-ini-bisa-simpan-bitcoin/card.binance.comDirektur Growth Binance kepada Blockchainmedia.id.

    Didukung oleh Visa, Binance Card memungkinkan semua pengguna Binance yang memenuhi syarat untuk melakukan beragam pembelian dan pembayaran dengan Bitcoin dan Binance Coin, baik secara online ataupun offline.

    “Binance Card akan diluncurkan perdana di wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan mendatang dan dilanjutkan di negara-negara lain. Kartu ini sudah bisa mulai dipesan sekarang. Selayaknya kartu debit biasa, Anda tidak akan dibebankan biaya rutin. Cukup pembayaran satu kali sebesar US$15 untuk setiap pemesan kartu baru,” jelas Josh. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wow! Penjelajahan Luar Angkasa Kelak Ditenagai Blockchain

    Pakar penjelajahan luar angkasa berpendapat bahwa teknologi blockchain bisa memainkan peran penting dalam industri tersebut, utamanya saat NASA mengembangkan rencana untuk kembali ke bulan dan menjelajah planet Mars.

    “Jika Anda melihat masa depan dan membayangkan rantai pasok (supply chain) berdasarkan sumber daya luar angkasa, hal tersebut mudah diangankan, terutama ketika transaksi terjadi melalui robot,” jelas Brian Israel, dosen hukum blockchain dan luar angkasa di Fakultas Hukum UC Berkeley, California AS.

    Baru-baru ini, NASA mengumumkan sedang mencari perusahaan swasta yang ingin pergi ke bulan dan mengambil sampel bebatuan sebelum tahun 2024. Bisa jadi blockchain akan segera dilibatkan.

    Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan, kemampuan melakukan pemanfaatan sumber daya di lokasi (in-situ resources utilization atau ISRU) akan sangat penting di Mars.

    Sebab itu, NASA harus siap mengembangkan teknik dan pengalaman dengan melakukan ISRU di permukaan bulan.

    Sejumlah pakar meyakini blockchain dapat membantu kegiatan luar angkasa termasuk rantai pasok, keamanan, pengaturan dan lainnya.

    Mantan astronot asal Kanada Chris Hadfield meramalan di bulan akan ditemukan sumber daya yang berharga bagi manusia di bumi, sehingga industri harus berpikir ke depan dan menemukan cara untuk membangun struktur eksplorasi tersebut.

    Ia menambahkan pengembangan industri luar angkasa akan menjadi peluang besar bagi blockchain.

    Blockchain dapat berperan penting dalam penciptaan aturan operasional di luar angkasa, terutama mengingat Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967 membatasi wilayah yurisdiksi setiap negara hanya di permukaan bumi.

    Bagaimana perusahaan yang beroperasi di bulan, Mars dan selebihnya akan berinteraksi satu sama lain tanpa adanya otoritas luar angkasa? Jawabannya bisa jadi adalah konsorsium perusahaan yang terlibat aktivitas luar angkasa dan dikelola smart contract.

    Menurut Israel, pengaturan luar angkasa dapat dipandu oleh tiga lapis hukum luar angkasa, yaitu kebijakan antar pemerintah dan sistem swasta berbasis aturan dengan ruang lingkup hukum yang ditentukan di Bumi.

    “Semakin saya mempertimbangkan pertumbuhan aktivitas luar angkasa dan teknologi blockchain serta lengkapnya lapisan pengaturan luar angkasa, akan muncul lapisan baru,” jelas Israel dalam kuliahnya.

    Ia menambahkan Pengaturan Luar Angkasa 3.0 akan bersifat inter-operator, yaitu hukum privat yang dibangun atas kontrak antara operator kapal luar angkasa, di mana semua pemangku kepentingan, baik publik dan privat, bermain secara seimbang.

    Agar sistem pengaturan berbasis smart contract ini bekerja, dibutuhkan pihak-pihak yang mengunci nilai yang besar ke konsorsium sebagai bagian dari kontrak agar taat kepada aturan, juga menangani potensi sanksi.

    Terlepas dari hal tersebut, peran blockchain di bidang penjelajahan luar angkasa belum ditetapkan, tetapi sifat desentralistik dapat menjadi aspek yang penting di masa depan.

    Seiring teknologi ini berkembang, smart contract dapat digunakan untuk membuat operator satelit yang menegakkan aturan satu sama lain, sebuah sistem yang meregulasi dirinya sendiri.

    Baca Juga: Walaupun Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Tetap Gandeng Blockchain

    anda dapat membaca artikel ini kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: 4 Peluang Mendorong Kapitalisasi Bitcoin Jadi $ 3 Triliun Di 2025

    Fakta bahwa cryptocurrency adalah non-sovereign, artinya tidak ada orang yang mengatur. Ini menunjukkan kekayaan pengguna tidak dapat disita oleh pemerintah atau melalui inflasi fiat.

    “Jika probabilitas itu rata-rata 5% secara global, kapitalisasi pasar Bitcoin, atau nilai jaringan, dapat melonjak lebih dari 10 kali lipat dari $ 200 miliar menjadi $ 2,5 triliun,” jelas analis.

    Bitcoin sebagai emas digital adalah pendapat lain dari analis Ark Invest. Namun, penggemar crypto menilai Bitcoin lebih dari pada emas karena portable dan dapat diversifikasi – sifat yang tentu berbeda dengan logam mulia.

    Bitcoin yang hanya menangkap 10% dari pangsa pasar emas saja, dapat mendorong nilainya menjadi $ 1 triliun – meningkat 5x lipat dari saat ini $ 200 miliar.

    4.Bitcoin Sebagai Lindung Nilai Terhadap Devaluasi Mata Uang

    Pendapat terakhir yaitu nilai Bitcoin berpotensi meningkat signifikan dalam 5 tahun ke depan, sehingga mampu bertindak sebagai lindung nilai terhadap fiat yang melemah. Bitcoin hadir sebagai sarana penyelamat yang layak bagi warga yang telah tidak percaya lagi dengan fiat karena inflasi dan hiperinflasi dalam beberapa kasus.

    Jika Bitcoin dapat meraih 5% dari basis moneter global, selain dolar AS, yen, yuan, dan euro, maka kapitalisasi pasar kripto dapat mencapai $ 1,2 triliun.

    Kesimpulannya, “Bitcoin menawarkan salah satu profil risiko-penghargaan yang paling menarik di antara aset, karena analisis kami menunjukkan bahwa Bitcoin harus berskala dari sekitar $ 200 miliar hari ini untuk menjadi $ 1-5 triliun kapitalisasi jaringan selama 5 – 10 tahun ke depan.”

    Baca Juga: Pelajari Strategi Day Trading Agar Lebih Untung

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan pada $ 10.676,53 dengan kapitalisasi pasar $ 197 miliar. Menurut ARK Invest, kapitalisasi pasar $ 3 triliun pada tahun 2025 Berarti bitcoin akan dihargai lebih dari $ 140.000.

    Apakah ini mungkin terjadi? Sangat mungkin, karena Bitcoin sudah dilirik oleh investor institusi. Beberapa minggu lalu, perusahaan Microstrategy membeli total $420 juta dalam Bitcoin. Dan bisa dipastikan, akan ada perusahaan lainnya yang mengikuti gaya ini.

    artikel ini bisa anda baca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Dulu menabung rasanya tidak jauh dari emas, uang, atau ikutan deposito di bank. Tapi seiring berjalannya waktu, menabung atau investasi itu banyak caranya, yang paling baru sih ada Bitcoin!Bitcoin dikenalkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, seorang anonim yang menghadirkan Bitcoin atau aset digital ini sebagai “protes” terhadap kondisi ekonomi saat itu. Jika menghitung usia aset ini yang baru menginjak 11 tahun masih terbilang sangat muda dan baru dibandingkan emas yang sudah ada sejak zaman dulu.

    Lalu apa itu Bitcoin?

    Bitcoin adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi rumit dan bekerja di jaringan canggih bernama blockchain. Bitcoin dapat digunakan sebagai alat pembayaran di tempat yang sudah menyediakan pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Aset ini juga bisa didapatkan dengan membelinya di bursa cryptocurrency tanpa perlu ke bank konvensional.

    Jika Bitcoin dapat disebut sebagai mata uang, pertanyaan selanjutnya adalah berapa nilai Bitcoin?

    Nilai Bitcoin selalu berubah seiring waktu, saat pertama kali dikenalkan ia bahkan tidak bernilai. Tapi seiring berjalannya waktu Bitcoin memiliki nilai hingga ribuan dolar. Harga Bitcoin tertinggi terjadi di tahun 2017, yakni menyentuh $20.000 setara dengan 2 Milyar. Kemudian, di tahun 2020 ini, 1 Bitcoin dihargai dikisaran harga $9.000 atau jika dirupiahkan adalah Rp130 jutaan.

    Karena harga Bitcoin yang berada di ribuan dollar, aset ini pun bisa dijadikan pertimbangan sebagai alat investasi.

    Bitcoin dan Emas

    Bitcoin sebagai alat investasi juga kerap kali dibandingkan oleh emas, karena sejauh ini emas memang memiliki nilai yang cukup stabil dan sudah bertahan sejak lama. Tapi daripada dibandingkan ternyata Bitcoin dan emas itu punya kesamaan. Apa saja kesamaan mereka ?

    Simak artikel ini sampai habis, dan dapatkan jawaban untuk memilih investasi emas atau Bitcoin.

    Jumlah terbatas

    Persamaan pertama dari Bitcoin dan emas adalah jumlah mereka yang terbatas. Bitcoin hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta koin saja dan hingga saat ini sudah ada 80% Bitcoin yang ditambang dan diperkirakan mata uang kripto paling populer itu akan habis di tahun 2140.

    Kemudian dilansir dari Gold.org per 2019 diperkirakan jumlah emas yang berhasil ditambang adalah 197,576 ton. Jumlah tersebut jika disetarakan kurang lebih akan muat di tiga kolam renang berstandar Olimpiade. Masih diambil dari sumber yang sama, saat ini jumlah emas tanah diperkirakan ada sisa 54.000 ton saja, dan ini diprediksi akan habis kurang dari 20 tahun lagi.

    Karena keduanya memiliki jumlah terbatas, maka saat persediaannya habis, keberadaan mereka akan sangat langka, dan ini akan menjadi keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki aset tersebut.

    Apa keuntungannya? 

    Tentu saja harganya akan semakin mahal! Karena Anda akan memiliki barang yang sudah sangat langka di dunia. Bahkan Bitcoin di tahun-tahun mendatang memiliki prediksi hingga ratusan dolar. Salah satu penyebabnya adalah karena ia makin langka dan susah didapatkan.

    Jadi, ketika Anda memiliki aset yang jumlahnya terbatas ini, Anda bisa memanfaatkannya untuk jadi kaya raya dengan menyimpannya dan menjualnya saat harganya meroket.

    Safe Haven Asset 

    Emas selalu jadi tempat yang aman dan pilihan pertama ketika orang-orang mau berinvestasi untuk berjaga-jaga di tengah krisis. Hal ini dikarenakan harga emas yang cenderung stabil dan naik ketika krisis terjadi, sehingga bisa dijadikan semacam “pengaman” ketika ekonomi sedang buruk. Namun, di zaman sekarang ada lagi Bitcoin yang bisa dijadikan pilihan sebagai aset masa kini yang bisa dijadikan investasi saat krisis melanda.

    Contoh terbaru adalah ketika WHO menetapkan pandemi Covid-19. Saat itu Bitcoin memang harus anjlok dan buat para pemiliknya khawatir. Namun tidak butuh waktu lama kini Bitcoin cukup stabil berada di $9.000-an ketika pandemi masih berlangsung dan krisis ekonomi global semakin mengancam. Oleh karena itu aset kripto tertua ini mulai dipandang sebagai aset yang cukup aman ketika ada kesulitan keuangan.

    Tidak Dikontrol Pemerintah

    Bitcoin bekerja di jaringan blockchain yang bebas campur tangan pemerintah dan sulit untuk diretas. Pemerintah tidak mengatur bagaimana Bitcoin diciptakan atau di distribusi. Semua sudah diatur oleh Satoshi Nakamoto, seseorang/sekelompok yang menciptakan Bitcoin. Pemerintah pun akhirnya tidak memiliki kontrol langsung atas Bitcoin.

    Hal ini pun dialami oleh emas, pemerintah tidak bisa menentukan harga emas sesuka hati karena harga aset ini dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Mengingat jumlah emas yang terbatas, makin sedikit maka harganya bisa terdorong naik. Kemudian pemerintah tidak bisa menambah pasokan Bitcoin dan emas ketika aset ini habis.

    Aset Pribadi tanpa Bank 

    Bitcoin dan emas sama-sama bisa menjadi aset pribadi  tanpa harus kita laporkan ke pihak lain atau membelinya melalui bank konvensional. Anda dapat membeli Bitcoin di bursa dan emas di toko emas atau tempat lainnya dan tidak perlu melaporkannya kepada pemerintah. Anda dapat mengontrol penuh kedua aset ini.

    Baca Juga: S&P 500 Akan Melonjak Menuju ATH Baru: Akankah Bitcoin Mengikuti?

    Investasi Bitcoin atau Emas ?

    Hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset yang cukup spekulatif dibandingkan dengan emas. Sebetulnya hal ini wajar, karena emas sudah ada sejak lama dan berhasil melewati banyak krisis dan ujian selama ada digunakan sebagai alat pembayaran atau investasi. Sedangkan Bitcoin masih terbilang baru dan masih butuh waktu untuk dikenalkan dan diadopsi di berbagai aspek kehidupan.

    Karena itu Bitcoin bisa sangat mengungguli emas karena ada teknologi canggih dibaliknya, yakni Blockchain. Kemudian, Bitcoin juga akan mengalami adopsi massal ke masyarakat dunia, sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan menggunakan Bitcoin. Jika hal ini terwujud maka kapitalisasi pasar aset ini akan semakin besar dan kesempatannya untuk menyaingi emas yang terbuka lebar.

    Menurut analis Bloomberg Intelligence Morgan Barna mengatakan, daripada membandingkan Bitcoin dan emas sebagai aset yang berlawanan. Mereka berdua ini dapat dijadikan aset investasi yang saling melengkapi sebuah portofolio investasi.

    “Emas memiliki sifat investasi yang lebih baik dalam beberapa kasus dibandingkan dengan bitcoin, tetapi bitcoin pun demikian terhadap emas,” ujar Morgan dilansir dari Bloomberg pada 2019 lalu.

    Ia juga mengatakan jika Bitcoin di sisi lain memiliki potensi untuk memberikan nilai lebih besar bagi investor dibandingkan dengan emas.

    Jadi, apa pilihan aset investasimu di masa depan ? Bitcoin, emas atau mau mencoba keduanya?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

    Zaman sekarang ini investasi bukan merupakan hal yang asing lagi, apalagi di tengah kondisi global yang tidak bisa diprediksi, kemudian mata uang yang selalu inflasi membuat investasi atau menabung sebuah aset menjadi hal yang patut diperhatikan demi hidup nyaman di masa depan.Salah satu investasi yang selalu memiliki peminat dari waktu ke waktu adalah properti, investasi ini biasanya dikaitkan dengan kepemilikan tanah, apartemen, rumah atau apapun yang berkaitan dengan bangunan. Hal ini wajar, karena pada realitanya harga properti dari tahun ke tahun bisa naik berkali-kali lipat, apalagi kalau kamu memilih lokasi yang strategis.Investasi properti masih jadi favorit bagi generasi baby boomer atau yang lahir tahun 60an, tapi dilansir dari Fintech Magazine, bagi kalangan milenial  (1991-1996)  dan GenZ yang lahir sesudah era itu justru memilih Bitcoin sebagai alat investasi.Apa itu Bitcoin? Jawabannya dapat kamu temukan di sini

    Lalu apa keuntungan investasi Bitcoin dibandingkan dengan properti dan bagaimana perbandingan keuntungannya?

    Jawaban Bitcoin vs Properti dapat kamu temukan di artikel berikut ini.

    Keuntungan Investasi di Bitcoin

    Cryptocurrency, yang paling populer di antaranya adalah Bitcoin. Ini adalah salah satu opsi investasi terbaru yang tersedia. Mata uang digital ini bertindak sebagai alat tukar global sebagai alternatif uang. Bitcoin didukung oleh teknologi blockchain.

    Jumlah Terbatas

    Salah satu manfaat besar dari investasi bitcoin adalah mata uang ini  terbatas hanya berjumlah 21 juta saja. Jadi ketika suplai ini habis, maka Bitcoin tidak akan diproduksi lagi. Harga Bitcoin akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kelangkaan Bitcoin.

    Modal Kecil

    Untuk memulai investasi ini pun tidak perlu modal besar seperti properti, karena kamu tidak perlu membeli 1 BTC untuk bisa investasi, bisa dimulai dari Rp50.000 atau Rp100.000 kamu sudah bisa memiliki sejumlah kecil BTC dan bisa terus ditambah seperti menabung. Dengan begitu investasi ini pun termasuk terjangkau oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

    Terhindar dari Inflasi

    Karena Bitcoin tidak diatur oleh suatu negara atau lembaga tertentu, Bitcoin terhindari dari inflasi. Pergerakan harganya berkaitan dengan hukum supply dan demand. Selain itu, Bitcoin tidak perlu perawatan bulanan seperti properti.

    Namun, sama besarnya dengan semua fasilitas ini, ada beberapa kekurangan dari aset ini.  Bitcoin adalah aset tidak berwujud, ada sedikit ruang untuk kesalahan dalam pertukaran. Mata uangnya sepenuhnya digital, yang membuatnya terbuka untuk serangan cyber terutama jika kamu menyimpannya di exchange yang sepenuhnya terhubung di internet.

    Tetapi jika kamu menyimpannya di cold wallet ini keamanan akan cukup terjaga.  Juga, meskipun hanya ada sedikit jumlah Bitcoin, ada banyak jenis cryptocurrency lain yang tersedia yang dapat meningkatkan pasar

    Keuntungan Investasi di Properti

    Properti juga merupakan investasi nyata, kamu bisa  menarik uang darinya dan mengembalikan nilainya. Dengan pembelian atau penjualan yang tepat, kamu bisa mendatangkan uang sambil memberi nilai pada aset yang dapat dijual. Keuntungan dari investasi ini antara lain:

    Aset Berwujud

    Properti adalah aset yang bisa kamu lihat dan rawat secara langsung, kamu juga akan mengetahui jika aset kamu mengalami kerusakan dan bisa meminta perbaikan dengan klaim asuransi

    Investasi Serbaguna

    Kamu bisa menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan tambahan setiap bulan dari biaya  yang diberikan orang lain.

    Harga Naik

    Properti sejauh ini selalu memiliki harga dengan tren positif setiap tahun harganya naik karena faktor inflasi dan kekuatan pasar. Bahakn diasumsikan properti bisa mengalami kenaikan 20% setiap tahunnya, sehingga harga properti akan makin mahal setiap tahun apalagi jika lokasi yang dipilih strategis.

    Tapi, ada kekurangan untuk investasi properti yakni beban perawatan yang besar, investasi padat modal yang artinya makin besar modal yang dimiliki maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapat. Selanjutnya, investasi properti tidak begitu terjangkau karena kamu harus menyediakan tabungan yang cukup banyak untuk membeli sebuah properti.

    Selain itu kamu masih akan dibebankan dengan pajak seperti PPH dan BPHTB. Besarnya pajak PPH adalah 5% yang dikenakan bagi penjual dan untuk BPHTB sebesar 5% dikenakan bagi pembeli, sehingga pengeluaran tiap bulan atau tahun bisa bertambah.

    Perbandingan Keuntungan Investasi dalam 10 Tahun

    Setelah mengetahui keuntungan hingga kekurangan dua aset ini, maka kini saatnya untuk membandingkan keuntungan yang bisa di dapatkan jika kita berinvestasi Bitcoin ys properti.

    Di tahun 2019, dilansir dari Kompas.com harga properti satu unit rumah berada di kisaran harga Rp500 juta.  Kita akan membeli rumah tersebut dengan menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR), dilansir dari data Bank Indonesia di triwulan ke tiga 2019 jumlah pembelian rumah menggunakan KPR mencapai 76,02%.

    kpr10 tahun
    Simulasi perhitungan cicilan rumah dalam 10 tahun

    Di sini ada contoh perhitungan sistem KPR menggunakan Bank BTN. Kami akan mengambil properti dengan harga 500 Juta tanpa subsidi. Sehingga uang muka awal adalah Rp75.000.000. Dengan jenis suku bunga flat, dan suku bunga tahunan 8.99%

    Setelah dihitung secara umum menggunakan simulasi yang diberikan oleh Bank BTN, kami harus mengeluarkan uang hingga Rp112.975.600 di pembayaran pertama. Ini termasuk biaya di muka, notaris, asuransi, dan lainnya. Kemudian cicilan selama 10 tahun akan dibayarkan dengan nominal Rp6.725.600 dalam 120 bulan dan rumah itu baru jadi milik pribadi sepenuhnya.

    Jika disederhanakan, maka paling tidak kamu harus memiliki modal minimal  Rp113 juta, dengan gaji yang stabil di kisaran Rp12.000.0000-Rp15.000.000 agar cicilan dan kebutuhan lain tetap terpenuhi. Modal yang terbilang sangat besar, dengan pengembalian yang tidak terlalu cepat. Karena jika kamu ingin menjualnya kembali, paling tidak harus menunggu hingga 10 tahun lagi.

    Sedangkan, mari kita ambil perbandingan harga Bitcoin tertinggi di 2019 yg berharga $7.335.29 setara dengan Rp108 jutaan. Jadi, dengan modal yang sama kamu bisa mendapatkan 1 BTC tanpa harus mencicilnya.  Kemudian, tinggal disimpan hingga menunggu harganya naik. Di 2020 ini harga BTC berada di kisaran $9.000 setara dengan Rp133.000.000.

    Artinya, dalam satu tahun kamu sudah mendapatkan keuntungan Rp25 juta jika menjual BTC yang kamu beli tahun lalu dan dijual tahun 2020. Tetapi jika kamu membeli properti, maka kamu justru harus mengeluarkan uang untuk cicilan hingga 10 tahun ke depan.

    Kesimpulannya, Bitcoin vs Properti dari segi modal akan lebih untung jika investasi di BTC daripada properti. Karena kamu sudah dapat membeli 1 BTC, sedangkan di properti kamu baru melakukan pembayaran awal, dan dalam satu tahun pun belum terlihat keuntungan berarti ditambah lagi akan ada biaya tambahan untuk merawat rumah, sedangkan BTC dalam satu tahun itu berhasil naik dan tanpa uang tambahan apapun.

    Tabel BTC dan Properti Siapa yg Lebih Untung 2

    Keuntungan dalam 10 tahun jika diasumsikan properti akan naik 20%/tahun dan kamu akan lunas mencicil KPR per Januari 2030.

    Menurut laporan dari Crypto Research Team harga BTC di 2030 diprediksi akan menyentuh $397.277, jika di rupiahkan di kurs saat ini maka nilainya adalah 5.8 Milyar Rupiah. 

    Dalam kata lain dari segi modal dan pengembalian keuntungan,  maka Bitcoin vs Properti lebih menguntungkan BTC dibandingkan properti, dan kamu masih tetap bisa beli properti dengan keuntungan yang kamu dapatkan dari Bitcoin.

    Disclaimer

    Artikel ini adalah artikel perbandingan antara investasi Bitcoin vs Properti yang dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan informasi dan perkiraan investasi mana yang lebih menguntungkan. Artikel ini bukan merupakan anjuran atau saran dalam berinvestasi, karena investasi apapun harus atas kesadaran dan kemampuan pribadi tanpa ada unsur paksaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Alasan Bitcoin Bisa Wujudkan Kebebasan Finansial

    Bitcoin adalah alat investasi masa kini, dengan menggunakan Bitcoin kita bisa meraih kebebasan finansial. Karena dengan modal minim mulai dari Rp100.000 saja kita bisa mendapatkan return yang berkali-kali lipat. Hal ini dikarenakan Bitcoin fluktuatif sehingga harganya bisa naik dengan sangat cepat.

    Baca Juga: Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Berinvestasi dengan aset ini bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar dan cepat, sehingga kebebasan finansial bisa mudah didapat.

    Lalu apa sih itu kebebasan finansial?

    Kebebasan finansial adalah ketika kamu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, punya tabungan yang cukup, ada pendapatan tambahan yang jumlahnya menyamai pendapatan bulanan, bebas hutang dan cicilan serta memiliki kebebasan untuk menabung tanpa ada halangan.

    Terus bagaimana caranya untuk bebas finansial?

    Cara bebas finansial yang bisa kita lakukan adalah dengan menabung atau investasi dengan menggunakan Bitcoin.

    Baca Juga: Cara Beli Bitcoin Mudah untuk Pemula

    Berikut ini beberapa alasan Bitcoin yang bisa membantumu meraih kebebasan finansial

    Mulai 100 Ribu Aja

    Bahkan untuk yang penghasilannya minim tetap bisa untuk menabung dengan Bitcoin. Karena Bitcoin itu bisa dibagi, jadi meski harga 1 Bitcoin adalah 100 juta misalnya, kamu tetap bisa punya Bitcoin dengan harga Rp100.000, dengan  mendapatkan 0 koma sekian persen BTC.

    Karena itu dengan nabung Bitcoin mulai Rp100.000 aja dan dilakukan dengan rutin lama-lama kamu akan mendapatkan  satu Bitcoin dan bisa dapat untung.

    Nah, kalau nabungnya 100 ribu perbulan, terus untungnya gimana?

    Di sini letak kerennya Bitcoin, mulai Rp100.000 bisa untung satu juta! Soalnya Bitcoin punya volatilitas yang besar di mana harga naik dan turunnya itu cepat. Misal, hari ini kamu beli 0 koma sekian persen BTC cuma Rp100.000 kemudian minggu depan harga BTC meroket dua kali lipat dan kamu jual BTC itu.

    Artinya kamu udah dapat untung Rp100.000 lagi. Ini kan kalau kamu punya 0 koma sepersekian BTC, kalau kamu punya satu BTC tentu aja untungnya akan lebih banyak bahkan bisa lebih dari pendapatanmu dalam setahun.

    Di sini kamu akan mendapatkan pendapatan berlipat ganda, yang bisa membuat tabungan jadi banyak dan membuatmu jadi bebas secara finansial.

    Baca Juga: Daftar Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia

    Tidak Memiliki Syarat dan Aturan yang Rumit

    Buat sebagian orang halangan dalam menabung adalah aturan dan syaratnya yang rumit, terutama jika mau menabung di saham atau deposito bank. Tapi syarat yang susah ini tidak ditemukan di Bitcoin.

    Kamu bisa memiliki Bitcoin tanpa pusing dengan banyak berkas. Cukup download aplikasi bursa yang sudah legal, kemudian isi data diri, upload dokumen seperti KTP dan lainnya kemudian deposit dan beli Bitcoin. Ini bisa kamu lakukan di mana saja bahkan sambil rebahan pun gak masalah.

    Pemerintah Gak Ikut Campur

    Buat negara demokrasi seperti Indonesia mungkin ini gak terlalu berasa efeknya. Tapi buat negara yang cukup otoriter. Bitcoin itu bagaikan penyelamat karena pemerintah gak bisa mencampuri warganya untuk investasi di Bitcoin, karena jaringan Bitcoin berdiri sendiri di jaringan canggih dan tidak bisa diatur oleh sembarang orang yang bernama blockchain.

    Karena ini warga negara pun bisa bebas investasi tanpa takut dihalang-halangi pemerintah, sehingga warga bisa merasakan kebebasan finansial karena bisa menabung dan mendapatkan pendapatan tambahan dari Bitcoin.

    Tanpa Pajak

    Jika investasi di properti akan ada pajak yang dibebankan setiap tahunnya, tapi di Bitcoin? Gak ada pajak yang dibebankan oleh pemerintah kepada pemilik aset ini. Sehingga keuntungan yang didapatkan pengguna Bitcoin tidak berkurang karena pajak.

    Hal ini tentu menguntungkan karena berinvestasi di sini berarti kamu bisa mendapatkan penghasilan yang murni tanpa dikenakan pajak yang besar,dan  akan membantumu untuk menabung demi meraih kebebasan finansial

    Alat Lindung Nilai

    Alasan Bitcoin kelima adalah aset ini terhindar dari inflasi, maka berinvestasi di sini bisa membuat nilai asetmu cukup aman. Karena ketika krisis melanda, Bitcoin bisa membantumu untuk dijadikan alat investasi. Ini  terbukti dari harganya saat krisis global  justru membaik, bahkan di Juli sempat menyentuh harga Rp160 jutaan. Ini tentu saja sangat menguntungkan buatmu yang ingin meraih kebebasan finansial meski sedang krisis sekalipun.

    Baca Juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?


    Kebebasan finansial tentu jadi harapan semua orang, cara untuk mendapatkannya adalah menabung atau investasi. Bitcoin bisa dijadikan alat investasi dengan modal minim dan bisa membantu banyak orang meraih kebebasan finansial.

    Jadi, sudah siap investasi Bitcoin demi kebebasan finansial di masa depan ?

    Bitcoin aset masa kini yang bisa membuatmu kaya di masa depan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terbukti Menang Melawan Saham, Emas, Minyak dan Dolar AS

    Sejak awal tahun 2020 hingga hari ini (year to date/ytd), Bitcoin mampu mengalahkan kinerja saham, emas, minyak dan indeks dolar AS. Ini mencerminkan sentimen positif terhadap Bitcoin sebagai kelas aset baru.

    Berdasarkan pantauan di MarketWatch siang hari ini, Bitcoin melejit hingga 50,63 persen sejak awal tahun (US$7.229 menjadi lebih dari US$10.800). Sedangkan Index Saham S&P 500 hanya mampu melaju di kisaran 2 persen. Sedangkan dalam tempo 30 hari masih minus 5,97 persen.

    Kinerja Bitcoin (BTC). Sumber: MarketWatch.
    Kinerja Indeks Saham S&P 500. Sumber: MarketWatch.

    Sementara itu indeks saham teknologi Nasdaq di rentang waktu serupa, cukup senang di 21 persen, dengan raihan minus 6,69 persen dalam 30 hari.

    Bagaimana dengan emas sendiri? Kendati emas mencetak imbal hasil bagus dalam setahun terakhir, yakni 24,01 persen, namun secara year to date, miring di 22,65 persen, sebagai akibat akumulasi koreksi cukup dalam setelah awal September 2020. Dalam 1 bulan saja emas terkoreksi hingga minus 5,49 persen.

    Kinerja Emas. Sumber: MarketWatch.

    Pasar minyak mentah tergolong sangat parah. Sejak awal tahun malah -34 persen. Minyak hanya tampak hijau dalam 3 bulan terakhir, yakni 4,93 persen.

    Dolar AS yang terbukti menguat selama beberapa pekan terakhir malah minus 1,88 persen sejak awal tahun. Dalam setahun saja minus 4,5 persen. Hal itu tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY).

    Kinerja Dolar AS. Sumber: MarketWatch.

    Indeks itu mengukur kekuatan dolar AS berbanding mata uang negara lain, yakni Euro (EUR), Yen (JPY), Poundsterling (GBP), Canadian dollar (CAD), Krona (SEK) dan Swiss Franc (CHF).

    Bitcoin Kalah Telak Berbanding Ether (ETH)
    Bitcoin memang cukup senang dengan capaian itu dibandingkan dengan aset tradisional lain. Namun di ranah aset kripto sendiri, kinerja Bitcoin (BTC) kalah telak dengan rivalnya, Ether (ETH), walaupun BTC masih terbaik dari segi kapitalisasi pasarnya yang masih nomor wahid.

    Ether sangat kuat hingga 181,91 persen sejak awal tahun (naik dari US$131,52 menjadi US$362,11). Dalam tiga bulan saja Ether terbang 57,25 persen dan selama setahun mencapai 111,79 persen!

    Pengguna Bitcoin Cs Bertambah
    Cambridge Centre for Alternative Finance di Universitas Cambridge, Inggris menyebutkan bahwa pengguna Bitcoin Cs (aset kripto) secara global saat ini mencapai 101 juta. Angka itu naik 189 persen berbanding tahun 2018, yakni 35 juta “unique users”. Pengguna dari kalangan institusi masih kecil.

    Hal itu tertuang dalam laporan hasil survei “3rd Global Cryptoasset Benchmarking Study” sepanjang 71 halaman. Survei digelar pada Maret-Mei 2020 dan laporan diterbitkan beberapa hari yang lalu. Mayoritas responden adalah dari kawasan Asia Pasifik dan Eropa.

    “Pada tahun 2018, berdasarkan survei edisi pertama jumlah pengguna aset kripto sekitar secara global mencapai 35 juta. Jumlah itu berdasarkan identitas pengguna yang terverifikasi di sejumlah bursa aset kripto dan penyedia layanan sejenis. Sedangkan pada survei ke-3 ini pengguna mencapai 101 juta di 191 juta akun,” sebut Cambridge dalam laporan itu.

    Menurut mereka, peningkatan pengguna sebesar 189 persen itu berdasarkan peningkatan jumlah akun (yang meningkat 37 persen), serta bagian akun yang lebih besar
    dikaitkan secara sistematis dengan identitas individu.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisakah Pemegang 0.28 BTC Termasuk 1% Orang Terkaya Di Dunia Suatu Hari Nanti?

    Nilai Bitcoin atau BTC sangat bergantung pada total ketersediaan koinnya yang terbatas, yaitu dipasok hanya 21 juta koin saja. Jika adopsi global terjadi secara massal, maka sebagian kecil nilai Bitcoin bisa menghasilkan kekayaan yang signifikan.

    Salah seorang trader Bitcoin bercuit, “hanya ada 0,0027 BTC untuk 7 miliar orang saat ini,” melalui Twitter dengan nama akun Davincij15 pada 22 September.

    Dia fokus terhadap kaitan antara total populasi di dunia dengan total pasokan Bitcoin. Pada awalnya, akun Davincij15 dikenal karena mengenang kembali masa-masa awal aset Bitcoin di tahun 2011 silam.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract

    “Jika Anda HODL 0,28 BTC, dan Bitcoin merupakan mata uang cadangan dunia, Anda akan menjadi 1% terkaya. Jadi HODLing 1 BTC berarti Anda mungkin memiliki 400x lebih banyak dari pada rata-rata orang lainnya (kasus terburuk).”

    Perhitungan matematis Davincij15 termasuk logis dan masuk akal sehat manusia, meskipun alur pemikirannya sangat bergantung pada beberapa faktor. Faktor utama adalah jika adopsi global Bitcoin terjadi secara massal.

    Saat ini, aset tersebut memiliki kapitalisasi pasar senilai $ 194 miliar. Di sisi lain, emas meiliki nilai kapitalisasi pasar $ 9 triliun. Artinya, Bitcoin masih membutuhkan pertumbuhan yang signifikan untuk bisa bersaing dengan emas – yang sudah dilihat dunia sebagai lindung nilai yang telah teruji dari masa ke masa.

    Sementara, dolar AS memegang pasokan yang beredar sebesar $ 1.98 triliun, berdasarkan data dari Federal Reserve AS. Namun, masih ada faktor-faktor lain di balik angka pasokan yang beredar tersebut. Sebenarnya, perbandingan angka yang tepat untuk dolar AS masih jauh lebih tinggi.

    Di tengah perbandingan pasokan aset-aset tersebut, kehadiran altcoin seakan menjadi cegukan yang berbeda. Jika sesorang berinvestasi dalam aset kripto lainnya, maka uang sudah dialihkan dari BTC, membuat aset tersebut lebih sulit untuk menjadi pilihan teratas dunia.

    Baca Juga: CEO MicroStrategy: Tidak Ada Rencana untuk Menjual Bitcoin dalam Waktu Dekat

    Namun, Bitcoin telah menjadi pusat perhatian dan membuat pertumbuhan yang baik pada tahun 2020. Termasuk terjadinya investasi dari perusahaan raksasa, MicroStrategy.



    Sumber : news.tokocrypto.com