Category Archives: Domestik

Cakep Nih, Bisa Teriak ‘Mancing Mania Mantap!’ di Pantai Pelangi Bantul



Bantul

Ribuan orang memancing bersama di Pantai Pelangi, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul menyebut hal itu untuk mewujudkan objek wisata (obwis) tematik di Bantul, khususnya pantai.

Ketua Senopati Fishing Club, Bambang Saputro mengatakan selama ini jarang sekali event memancing yang memberikan apresiasi kepada komunitas mancing. Padahal di Jogja terdapat sekitar 30 komunitas mancing.

“Jadi kita adakan event yang mungkin agak berbeda sedikit, agak spesial. Karena mengapresiasi semua komunitas mancing itu tidak pernah terjadi, dan ini pertama kalinya,” kata Bambang kepada wartawan di Kretek, Bantul, Minggu (26/11/2023).


Apresiasi itu dengan menggelar mancing bersama di Pantai Pelangi dan memberi hadiah bagi pemancing yang mendapatkan ikan dengan bobot paling berat dengan total mencapai Rp 58 juta. Selain itu, untuk pemancing lain yang tidak keluar sebagai juara mendapatkan kesempatan memenangkan doorprize dengan total mencapai Rp 115 juta.

“Pesertanya antara 1.900 sampai 2.000 pemancing. Mereka tadi memancing bareng di Pantai Pelangi dengan batas Pantai Parangkusumo sampai Pantai Depok,” ucapnya.

Kenalkan Pantai Pelangi sebagai destinasi mancing

Bambang juga mengungkapkan alasannya memilih Pantai Pelangi untuk mengenalkan kepada masyarakat jika Bantul memiliki spot memancing di laut. Selain itu juga sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisata di Bantul khususnya Pantai Pelangi.

“Kita selalu buat event di tempat yang tidak terkenal. Contoh kita pernah buat event di salah satu pantai yang belum terkenal di Pacitan, Jawa Timur,” ujarnya.

“Akhirnya setelah event, pantai itu terkenal dan sekarang dikelola oleh Dinas Pariwisata Pacitan. Selanjutnya di Kebumen juga pernah membuat event di pantai yang kurang terkenal. Harapannya di sini juga gitu,” lanjut Bambang.

Sementara itu, Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah mengarahkan Pantai Pelangi sebagai salah satu spot mancing. Semua itu, kata Kwintarto, untuk mewujudkan obwis tematik di Bantul khususnya Pantai.

“Pantai Pelangi kita arahkan sebagai spot mancing sebagai bagian dari upaya bantul memiliki pantai-pantai yang sifatnya tematik. Seperti Parangtritis untuk wisata keluarga, di Depok untuk kuliner dan Pelangi mancing, dan sampingnya untuk olahraga kedirgantaraan termasuk nanti ada layang-layang di Parangkusumo,” ucapnya.

Di sisi lain, pemilihan lokasi event HUT ke-33 Senopati membuktikan Pantai Pelangi layak sebagai destinasi berkarakter untuk tempat memancing. Di mana semua itu bakal membantu mendongkrak sektor pariwisata di Bantul.

“Karena Bantul ke depannya bukan sekadar tempat wisata biasa tapi orang bisa memilih mau tematik apa, termasuk nanti desa-desa wisatanya. Caranya? Ya dengan membina hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat khususnya komunitas-komunitas,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di detikjogja.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Cara Lain Menikmati Bali: Berkuda Seperti Artis



Jakarta

Di balik pesona alam tropis dan kehidupan budaya yang luar biasa, Bali juga menawarkan olahraga rekreatif di alam terbuka. Aktivitas berkuda bisa menjadi pilihan para pelancong yang ingin menikmati keindahan alam sembari berolahraga.

Salah satu tempat berkuda di Bali yaitu Bali Horse Riding. Bali Horse Riding berdiri sejak tahun 2000 yang berlokasi di Pantai Saba, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Tempat berkuda ini dirintis oleh I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha.

Pada awalnya, perempuan berusia 47 tahun itu merintis bisnis wisata berkuda berkolaborasi dengan temannya. Lokasi berkuda berada di Tabanan, tepatnya di Pantai Yeh Gangga.


“Ya memang waktu itu saya belajar untuk pertama kali berkolaborasi atau joint venture,” terang Inda kepada detikBali beberapa waktu lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, Inda memutuskan untuk menjalankan bisnis tersebut sendiri dan berpindah lokasi di Pantai Saba. Ia membangun bisnis wisata berkuda karena ingin menambahkan aktivitas olahraga di pantai yang jarang dijumpai.

“Kalau orang ke pantai berenang, berjemur, itu kan udah biasa. Tapi kan kami pengen menambahkan sebuah aktivitas sport di sana,” ungkapnya.

Bali Horse Riding memiliki dua pilihan durasi berkuda, yaitu short ride selama 1 jam dengan harga Rp 795.000/orang (dewasa), Rp 585.000 (anak), dan Rp 2.590.000 (paket keluarga). Lalu paket full ride selama 1,5 jam dengan harga Rp 995.000/orang (dewasa), Rp 795.000/orang (anak), dan Rp 3.220.000 (paket keluarga).

Suasana berkuda di Bali Horse Riding, Pantai Saba, Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu. (Indah Dwi Hastuti-detikBali)Suasana berkuda di Bali Horse Riding, Pantai Saba, Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu. (Indah Dwi Hastuti-detikBali) Foto: Suasana berkuda di Bali Horse Riding, Pantai Saba, Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu. (Indah Dwi Hastuti-detikBali)

Selain itu, ada juga pilihan paket berkuda saat matahari terbit, pemotretan (photoshoot), pelatihan berkuda anak-anak, pesta ulang tahun, dan paket petualangan penuh untuk satu hari.

Terdapat tiga tingkatan level berkuda di Bali Horse Riding, yaitu beginner (pemula), intermediate (menengah), dan experience (berpengalaman). Setiap tingkatan level akan mendapatkan perlakuan pendampingan yang berbeda-beda.

Sementara itu, Manager Personal Bali Horse Riding Sumianto menerangkan peraturan berkuda yang harus diperhatikan oleh pengunjung yaitu berat badan maksimal 90 kilogram (kg).

Untuk memastikan keamanan pengunjung, Bali Horse Riding memfasilitasi helm berkuda dan pemandu untuk mendampingi pengunjung selama berkuda. Selain itu, sebelum mulai berkuda akan diberikan arahan terlebih dahulu oleh pemandu.

“Groom (pemandu) enam orang yang ahli untuk mendampingi dan memberi arahan kepada pengunjung,” terang Sumianto.

Sumianto menuturkan saat ini kuda yang terdapat di Bali Horse Riding sebanyak 14 ekor. Jenisnya yaitu Generasi 5 (G5) dan Generasi 6 (G6) campuran Australia.

Pengunjung yang datang ke Bali Horse Riding didominasi oleh wisatawan mancanegara dengan persentase sekitar 80 persen turis asing dan 20 persen wisatawan lokal. Rata-rata kunjungan wisatawan di Bali Horse Riding setiap bulannya berbeda-beda, bergantung pada musim liburan atau tidaknya.

“Untuk high season biasanya per bulan sekitar 700-an orang, kalau low season mungkin 350-an orang,” jelas Sumianto.

Sejumlah artis papan atas juga pernah berolahraga santai menunggangi kuda di Bali Horse Riding ini. Misalnya Zaskia Sungkar, Shireen Sungkar, Rizky Billar, Ashanty, Aurel Hermansyah, Feni Rose, Franky Sihombing, dan lainnya.

Salah satu pelancong yang pelesiran dengan berkuda adalah Agata Lonia Mashabela. Turis asal Afrika Selatan ini mengatakan baru pertama ke Bali dan menyempatkan untuk mencoba berkuda di Bali Horse Riding.

Agata baru pertama kali mencoba menunggangi kuda sembari berkeliling menikmati indahnya pantai di Bali. “Ya, ini pengalaman pertamaku mencoba berkuda dan itu sangat menyenangkan,” tutur perempuan berusia 31 itu.

Ia memilih paket berkuda short ride dan menurutnya harganya sangat sepadan dengan pengalaman dan kesenangan yang didapat.

Artikel ini telah tayang di detikBali

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Tebet Eco Park, Rasakan Sensasi Healing Gratis di Ibu Kota


Jakarta

Menjalani aktivitas sehari-hari di Kota Jakarta memang cukup melelahkan. Hadirnya kawasan terbuka hijau pun kerap menjadi dambaan bagi warga ibu kota untuk melepas penat dan stres.

Tebet Eco Park adalah taman kota seluas 7 hektare di Jakarta Selatan yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Tempat ini menjadi alternatif warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghirup udara segar di tengah-tengah padatnya kota.

Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Untuk mengunjungi taman kota Tebet Eco Park, detikers bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.


Berikut rute dan cara menuju Tebet Eco Park menggunakan kendaraan umum:

Pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park bisa menggunakan transportasi KRL Commuter Line. Stasiun KRL terdekat dengan lokasi Tebet Eco Park adalah Stasiun Cawang. Berikut caranya:

  • Naik KRL tujuan Bogor. Jika dari arah Jakarta Kota/Bekasi/Tangerang kamu bisa transit di Stasiun Manggarai.
  • Dari arah Bogor bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota atau Tanah Abang, kemudian turun di Stasiun Cawang.
  • Dari arah Bekasi bisa naik KRL tujuan Stasiun Manggarai, lalu naik KRL tujuan Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
  • Dari arah Tangerang bisa naik KRL tujuan Stasiun Duri, berikutnya naik KRL tujuan Stasiun Manggarai dan berganti kereta ke Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
  • Detikers juga bisa naik KRL turun Stasiun Kalibata, lalu dilanjut dengan naik MikroTrans JAK 18 (Stasiun Kalibata – Kuningan).

Bagi pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan TransJakarta, maka Halte TransJ terdekat dengan Tebet Eco Park adalah Halte BUMD.

Berikut daftar koridor TransJakarta yang melayani rute dengan tujuan turun Halte Tebet BUMD:

  • Koridor 7B (Kampung Rambutan-Blok M).
  • Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).
  • Koridor 9A (PGC 2-Pluit).
  • Koridor 9C (Pinang Ranti-Kota).
  • Koridor M7 (Kampung Rambutan-Harmoni).

Bagi kamu yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan MikroTrans. Berikut daftar koridor MikroTrans yang melayani rute dengan tujuan turun Tebet Eco Park:

  • MikroTrans No. JAK 43C (Sarana Jaya – Tebet Eco Park – St. Cawang)
  • MikroTrans No. JAK 43B (Tongtek – Cililitan (Tebet Eco Park-St. Cawang)).

Harga Tiket Tebet Eco Park

Untuk dapat masuk ke Tebet Eco Park, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Meski begitu, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di aplikasi JAKI. Setelah itu, pengunjung akan mendapatkan barcode sebagai akses masuk ke taman.

Fasilitas Tebet Eco Park

Fasilitas Tebet Eco Park terbilang cukup lengkap, mulai dari tempat duduk, toilet, mushola, area parkir, alat fitness, serta tenant makanan dan minuman.

Selain itu, ada juga beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung agar area taman tetap bersih dan nyaman. Peraturan tersebut di antaranya, tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh merusak taman hingga membawa hewan peliharaan.

Jam Operasional Tebet Eco Park

Tebet Eco Park dibuka setiap hari dengan 2 sesi jam buka.

  • Sesi pagi: 06.00-11.00 WIB.
  • Sesi sore: 13.00-18.00 WIB.

Rekomendasi Aktivitas Seru di Tebet Eco Park

Tebet Eco Park (TEP) adalah taman kota seluas 7,3 hektar yang dipenuhi dengan pepohonan dan tanaman hijau yang asri. Di sini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seru, di antaranya:

Infinity Link Bridge adalah sebuah jembatan penghubung antara Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan. Jembatan ini menjadi ikon utama Tebet Eco Park dengan tiang-tiang berwarna merah bergradasi di sampingnya.

Infinity Link Bridge berbentuk meliuk seperti angka delapan yang membelah pepohonan. Jembatan ini biasa digunakan pengunjung untuk jogging maupun berjalan santai.

2. Berjalan menyusuri rawa

Di Tebet Eco Park terdapat sebuah area unik bernama Wetland Boardwalk. Area ini merupakan kawasan rawa yang menyajikan keindahan tersendiri.

Di sini, kamu dapat berjalan di jalan setapak yang terletak di atas rawa-rawa. Selain indah, kawasan rawa-rawa ini juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai pengendali banjir dan untuk meningkatkan kualitas air.

Community Garden adalah sebuah tempat di Tebet Eco Park yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Di sini, detikers bisa bercocok tanam, berkebun, dan melakukan kegiatan edukasi alam lainnya.

4. Menyaksikan keseruan di Children Playground

Di Tebet Eco Park terdapat area bermain untuk anak atau children playground dengan sejumlah wahana yang bisa dimainkan. Ikon dari area ini adalah buaya raksasa berwarna cokelat. Di sini, kamu dapat menyaksikan keseruan anak-anak ketika bermain dengan ceria.

Nah, itulah informasi seputar lokasi, cara menuju, fasilitas, serta rekomendasi berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Tebet Eco Park. Bagaimana menurutmu healing di tempat ini, detikers?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Berburu Barang Antik di Pasar Triwindu Kota Solo



Surakarta

Bagi traveler yang sedang berburu barang antik, ada satu tempat di Solo yang wajib didatangi. Namanya Pasar Triwindu.

Lokasi Pasar Triwindu tidak jauh dari Pura Mangkunegaran, cukup berjalan lurus sedikit dari gerbang Pura Mangkunegaran. Dari gerbang itu, Pasar Triwindu berada di sebelah kiri jalan.

Di sini traveler akan melihat bangunan cukup besar dengan tanda bertuliskan ‘Pasar Triwindu’ di depannya. Dari depan sudah terlihat barang-barang jualan beberapa pedagang yang dipajang sepanjang pasar.


Pasar ini diresmikan pada tahun 2011 oleh Walikota Surakarta saat itu, Joko Widodo. Pasar ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1939 pada masa pemerintahan Mangkunegara VII, dibangun untuk merayakan kenaikan takhtanya yang ke 24. Istilah 24 tahun ini sering juga disebut tiga windu atau tri windu.

Menyusuri bagian dalam pasar ini terasa seperti menyusuri lorong waktu pada zaman-zaman kakek dan nenek dahulu. Setiap kios pada terisi dengan barang-barang dari penjual yang berbeda.

Pasar Triwindu, SurakartaPasar Triwindu, Surakarta (Lintia Elsi)

Barang-barang antik yang dijual ada beragam pilihannya, ada peralatan rumah tangga seperti piring-piring dan gelas kuno, rangkaian lampu gantung peninggalan zaman penjajahan, mainan tradisional, dan keris-keris.

Ada pula uang-uang kertas dan koin lama, televisi dan radio, patung, mesik ketik, koleksi keris, batik, hingga berbagai jenis kerajinan Jawa. Harga yang ditawarkan bisa mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Namun selain barang antik, pasar ini juga menjual kerajinan-kerajinan baru yang tetap sesuai dengan suasana pasar. Barang-barang di sini biasanya didapat dari pengoleksi dan pengrajin.

“Ada yang nyetor barang biasanya, barang yang udah dijual kolektor gitu kalau barang lama. Kalau barang baru itu ada perajinnya sendiri,” kata salah satu penjual.

Pasar Triwindu ini cukup menarik minat wisatawan terutama para kolektor barang antik dari luar kota yang mau datang jauh-jauh ke sini untuk melihat barang secara langsung. Saat datang ke sini, beberapa turis luar negeri juga terlihat berkeliling melihat barang.

“Tau tempat ini dari teman sesama kolektor juga, kebetulan saya baru mulai koleksi uang lama. Jadi mumpung ada day off saya coba ke sini, dari Balikpapan,” kata Hedi, salah satu pengunjung.

Selain para kolektor, pengunjung-pengunjung di sini juga banyak yang datang untuk sekadar melihat-lihat dan mengambil gambar karena lorong-lorong sempit pasar ini cukup populer untuk menghasilkan spot foto bergaya vintage. Namun, tentunya harus izin terlebih dahulu pada penjual di sekitar agar tidak mengganggu proses transaksi di pasar.

Pasar Triwindu ini buka mulai buka pada jam 09.00 – 16.00 WIB. Lokasinya ada Jalan Diponegoro, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Luar Negeri, Bangunan Klasik Eropa Ini Ternyata Ada di Solo



Kartasura

Tidak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk menikmati pesona bangunan Eropa klasik, sekitar 17 menit dari pusat kota Solo ada destinasi wisata unik yang kental dengan suasana Eropa zaman dahulu.

The Heritage Palace namanya, terletak di Jalan Permata Raya Dukuh Tegalmulyo, Honggobayan, Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bangunan The Heritage Palace merupakan bangunan bekas pabrik gula bernama Pabrik Gula Gembongan yang berdiri pada 1899. Karena berdiri pada masa kolonial Belanda, arsitektur bangunan ini pun identik dengan bangunan bergaya Eropa.


Kini bangunan ini telah dioperasikan sebagai tempat wisata bersejarah, bangunannya pun telah diakui sebagai bangunan cagar budaya sejak 2018.

Untuk masuk ke sini pengunjung harus membayar tiket masuk dengan harga Rp 30 ribu, tiket ini berlaku untuk area outdoor berupa gedung klasik beserta tamannya. Pengunjung juga bisa membeli tiket terusan dengan harga Rp 55 ribu untuk weekdays dan Rp 65 ribu untuk weekend dan libur nasional, tiket ini bisa dipakai untuk area outdoor dan wahana indoor The Heritage Palace.

Wahana indoor ini terdiri dari Museum 3 Dimensi di mana pengunjung bisa berfoto di gambar-gambar dengan konsep dunia fantasi hingga tempat-tempat terkenal seperti Patung Liberty. Ada pula Museum Transportasi yang memperlihatkan koleksi mobil dan motor zaman dulu. Ada juga Omah Kwalik yaitu ruangan-ruangan dengan perabotan yang terpasang terbalik.

The Heritage Solo, KartasuraThe Heritage Solo, Kartasura (Lintia Elsi)

The Heritage Palace ini memiliki parkiran yang luas sehingga rombongan wisata dengan bus pun bisa masuk ke sini. Dari pintu masuk pengunjung akan langsung dihadapkan dengan taman, di sini terdapat dinding putih yang dihiasi dengan patung kuda di depannya. Pada bagian tengah taman ada air mancur kecil dengan pohon-pohon dan beberapa kursi yang mengelilinginya.

Berjalan maju sedikit, sampai lah pada bagian utama bangunan The Heritage Palace. Bangunan ini berdiri megah dengan beberapa bendera negara Eropa yang terpasang di dindingnya.

Di sudut-sudut area ini terdapat penjual minuman dan kursi-kursi sehingga pengunjung bisa beristirahat menikmati suasana di sini. Ada satu tangga menuju jembatan penghubung bangunan di mana pengunjung bisa berfoto dengan latar gedung klasik dari ketinggian.

“Bagus banget di sini, waktu liat di tiktok gitu saya kira ini di luar ternyata di Solo. Buat yang suka tempat-tempat estetik gitu harus ke sini sih, outdoor-nya aja udah keren,” kata Maria, salah satu pengunjung.

Selain itu, saat berjalan untuk keluar dari area ini, akan ada kawasan oleh-oleh dan foodcourt di depannya dengan pilihan makanan berat dan makanan ringan yang beragam.

Bagi yang sedang jalan-jalan ke Solo, tidak ada salahnya mencoba mampir ke destinasi satu ini. The Heritage Palace buka setiap hari, Senin-Kamis pada jam 09.00 – 16.00 WIB, sedangkan Jumat-Minggu pada jam 09.00 – 16.30 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Healing Maksimal di Teras Abang Camping Ground di Tepi Danau Batur



Bangli

Jika bosan dengan pengalaman libur yang monoton, traveler dapat mencoba kemping di tepi Danau Batur. Tak hanya udara segar, traveler akan dapatkan view Gunung Batur.

Tersembunyi di lanskap hijau Danau Batur, Teras Abang Camping Ground menjadi pilihan yang sip untuk pergi dari hiruk pikuk perkotaan. Menyajikan ketenangan sekaligus pemandangan danau dan gunung yang memanjakan mata.

Berada di Jalan Trunyan, Kintamani, Bangli, Teras Abang Camping dikelilingi oleh pegunungan yang hijau dan danau yang tenang, traveler dapat menikmati matahari terbenam yang menakjubkan dan langit malam yang penuh bintang. Udara yang segar membuat tempat ini cocok untuk healing.


Pesona Keindahan Teras Abang Camping Ground

Ketika traveler berkemah di sini, hiruk pikuk kota terasa semakin jauh. Udara pegunungan yang segar tentu memberikan ketenangan. Sinar matahari yang menciptakan refleksi di permukaan air danau akan menciptakan pemandangan yang memukau.

Terlebih Ketika traveler bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang selalu berhasil memanjakan mata. Pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk menikmati pemandangan di tepi Danau Batur.

Fasilitas Berkemah di Teras Abang Camping Ground

Saat menghabiskan waktu liburan di destinasi ini, traveler dapat menikmati berbagai fasilitas yang nyaman. Beberapa fasilitas yang traveler dapatkan yaitu:

1. Tenda Camping
Traveler dapat menyewa tenda yang telah disediakan di Teras Abang Camping Ground. Tenda-tenda ini umumnya dilengkapi dengan perlengkapan camping dasar, seperti matras dan sleeping bag, sehingga pengalaman berkemah menjadi lebih nyaman.

2. Toilet
Fasilitas toilet yang bersih dan terawat memastikan traveler nyaman selama berada di area camping ground. Tak hanya satu, di sini traveler dapat menemukan 4 toilet yang berada dekat dengan camping ground.

3. Restoran
Terdapat restoran di dalam kompleks camping ground yang menyajikan berbagai jenis hidangan. Traveler dapat menikmati makanan dan minuman setelah seharian beraktivitas di alam terbuka tanpa perlu khawatir membawa bekal.

Aktivitas Menarik di Teras Abang Camping Ground

1. Berkemah
Teras Abang Camping Ground menawarkan pengalaman berkemah yang autentik di tengah alam yang indah. Suara alam yang menenangkan dan keindahan pemandangan alam menjadi daya tarik utama aktivitas ini.

2. Fishing
Bagi traveler yang menyukai kegiatan memancing, area sekitar Teras Abang Camping Ground menyediakan lokasi memancing yang menarik. Traveler dapat mencoba keberuntungan mereka menangkap ikan di perairan sekitar.

3. Trekking
Terdapat jalur trekking yang mengelilingi area camping ground. Para pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam, melintasi hutan dan dataran tinggi, sambil menikmati udara segar.

4. BBQ
Sambil menghabiskan waktu di malam hari, traveler bisa melakukan kegiatan BBQ. Traveler bisa membawa bahan sendiri, pihak pengelola sudah menyediakan alat untuk BBQ.

Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan beragam aktivitas menarik, Teras Abang Camping Ground menjadi destinasi ideal bagi traveler para pencinta alam dan petualang.

Bagi traveler yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dengan berkemah dan menikmati berbagai aktivitas menarik di dalamnya, Teras Abang Camping Ground adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menengok Masjid Tempat Berkumpulnya Wali Songo di Cirebon



Cirebon

Masjid Jagabayan merupakan salah satu masjid bersejarah di Cirebon. Masjid ini pernah menjadi tempat berkumpulnya Wali Songo.

Masjid Jagabayan terletak di Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. Ketika detikJabar datang ke sana, juru kunci Masjid Jagabayan, Muhammad Faozan, menjelaskan sejarah berdirinya masjid ini.

Masjid Jabayan rupanya dibangun Pangeran Nalarasa. Dia merupakan utusan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran.


Awalnya, Pangeran Nalarasa diperintahkan untuk mencari putra Prabu Siliwangi yakni Pangeran Walangsungsang. Pencarian dilakukan setelah beredar kabar ada kerajaan baru yang berdiri tanpa seizin Padjajaran.

Akan tetapi, begitu sampai di Cirebon, Pangeran Nalarasa tak menemukan kerajaan itu. Pangeran Nalarasa malah menemukan pondok tempat santri belajar agama.

“Ternyata cuma ada pondok-pondok tempat orang mengaji dan secara tidak sengaja bertemu dengan Pangeran Walangsungsang tetapi Pangeran Nalarasa tidak menyadari bahwa yang ia temui adalah Pangeran Walangsungsang yang ia cari,” kata Faozan.

Pertemuan tersebut malah membuat Pangeran Nalarasa tertarik terhadap ajaran islam. Sehingga, Pangeran Nalarasa masuk islam di bawah bimbingan Pangeran Walangsungsang.

“Jadi bukannya membawa Pangeran Walangsungsang pulang, Pangeran Nalarasa malah masuk islam,” ujarnya.

Setelah masuk Islam Pangeran Nalarasa bertemu dengan Sunan Gunung Jati. Oleh Sunan Gunung Jati Pangeran Nalarasa diberikan sebuah gelar Tumenggung Pangeran Jagabayan yang arti seorang yang menjaga dari bahaya.

“Pada masa itu beliau langsung mendirikan sebuah Pos Penjagaan yang nantinya menjadi sebuah masjid dengan bentuk persegi,” katanya.

Pos itu jadi cikal bakal berdirinya masjid pada tahun 1437. Menurut Faozan, masjid Jagabayan juga kerap digunakan untuk berkumpulnya para Wali Songo.

“Masjid yang didirikan oleh Pangeran Jagabayan tersebut konon sering digunakan oleh para Wali Sanga untuk berkumpul karena pada masa itu masjid Sang Cipta Rasa yang ada di Keraton masih belum didirikan,” katanya.

Berita ini sudah tayang di detikJabar.

(pin/pin)



Sumber : travel.detik.com

Stasiun Gadis Kretek di Dunia Nyata, Ternyata Ada di Semarang



Jakarta

Serial Gadis Kretek menyita perhatian publik. Salah satu latar dalam adegan yang terkenal adalah stasiun kereta api. Ternyata, stasiun itu eksis di dunia nyata.

“Temui saya di stasiun minggu depan, saya akan pulang.”

Itulah potongan dialog yang diucapkan Mas Raja kepada Jeng Yah saat mereka bertemu di stasiun kereta api. Stasiun kereta api ini bukan sengaja dibangun demi kepentingan syuting melainkan menggunakan bangunan yang memang sudah ada sejak zaman Belanda.


Mengutip postingan PT Kereta Api Indonesia di X, stasiun yang menjadi latar Gadis Kretek itu adalah Stasiun Tuntang yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.

Stasiun ini adalah stasiun kereta api kelas III dengan gaya arsitektur “Chalet NIS”. Gaya ini banyak digunakan di stasiun-stasiun awal abad ke-20.

Stasiun Tuntang dibangun pada 1871 dan mulai beroperasi pada 21 Mei 1873. Namun, bangunan yang sekarang eksis itu sudah direnovasi dan merupakan generasi kedua yang berasal dari tahun 1905.

Meskipun stasiun kecil, Stasiun Tuntang punya peran penting dalam mengangkut hasil perkebunan. Pengiriman karet, gula, kopi, dan coklat dari Ambarawa pasti melewati Stasiun Tuntang.

Selain itu, Stasiun Tuntang tempo dulu juga menjadi tempat transit dari layanan bus milik NIS yang memiliki trayek Stasiun Tuntang – Kota Salatiga. Pada 1921, layanan bus tersebut kemudian diakuisisi oleh perusahaan otobus swasta, Eerste Salatigasche Transport Onderneming (ESTO).

Pada 1 Juni 1970, Stasiun Tuntang sempat non aktif. Alasannya, stasiun ini kalah saing dengan moda transportasi lain dan kendaraan pribadi. Stasiun lantas beralih fungsi sebagai museum.

Sampai pada 2002, ketika jalur Ambarawa – Tuntang kembali dibuka, Stasiun Tuntang dilewati kereta uap wisata atau kereta diesel vintege. Dengan kata lain, saat ini Stasiun Tuntang aktif menerima kereta wisata.

Tak hanya itu, stasiun ini juga menjadi tempat penyimpanan sebagian lokomotif diesel. Rencananya, Stasiun Tuntang akan menjadi museum lokomotif diesel.

(pin/fem)





Sumber : travel.detik.com

Terungkap, Ini Makna Angka 46 di Nama Gedung BNI Titik Nol Jogja



Yogyakarta

Bila traveler melintasi Titik Nol Jogja, pasti tak asing dengan Gedung BNI 46. Rupanya, angka 46 itu memiliki makna tersendiri.

Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yunanto Eko Prabowo, menjelaskan angka 46 di belakang BNI itu merujuk pada peresmian bank tersebut.

“(Diresmikan) Tahun 1946, sejak diresmikan, BNI 46 mulai beroperasi dan berkembang di seluruh Indonesia setelah dari MAVRO tadi,” jelas Yunanto saat ditemui di Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Selasa (21/11/2023).


Mengutip situs Dinas Kebudayaan Kota Jogja, gedung itu resmi beroperasi pada 5 Juli 1946 atas prakarsa Margono Djojohadikusumo.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946 dengan tujuan kelancaran ekonomi dan keuangan masyarakat Jogja. BNI 46 kemudian diresmikan oleh Wakil Presiden, Mohammad Hatta dan sejak saat itu bank-bank BNI mulai beroperasi dan berkembang di Indonesia.

Sebelum menjadi gedung BNI 46, bangunan itu difungsikan sebagai kantor asuransi Belanda bernama Nederlandsch Indische Levensverekeringen en Lijfrente Maatschappij atau yang di singkat NILLMIJ.

Selain itu, gedung ini juga digunakan sebagai kantor dagang dan makelar Belanda. Maka dari itu, dalam satu gedung terdapat sejumlah perusahaan di dalamnya.

“Jadi kita lihat disini ada NHM (Nederlandsch Handel Maatschappij) ini kantor dagang, Escompto Maatschappij (lembaga keuangan swasta kedua setelah Bank of Java), dan juga bank makelar Buyn & Co, jadi beberapa perusahaan ada di satu kantor,” kata dia.

Kemudian, saat Jepang menduduki Jogja, Gedung BNI 46 digunakan untuk sebagai radio Jepang.

“Kemudian pada saat Jepang itu menduduki Jogja ini digunakan tentara Jepang sebagai kantor radio Jepang dengan nama Hoso Kyoku,” ujar Yunanto.

Namun, semenjak kekalahan Jepang, gedung tersebut kemudian difungsikan sebagai studio siaran radio MAVRO. MAVRO ini lah yang menjadi cikal bakal lahirnya Radio Republik Indonesia (RRI).

“Pasca-kekalahan Jepang lalu dimanfaatkan sebagai siaran radio Mataramsche Vereeniging voor Radio Omroep (MAVRO). Itu yang dulu disini, yang menjadi cikal bakal RRI. Pada masa itu RRI Jogja juga dinamakan sebagai radio perjuangan karena turut mengambil peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ucapnya.

Berita ini sudah tayang di detikJogja.

(pin/pin)



Sumber : travel.detik.com

Pengalaman Menginap di Apartemen Berasa Hotel, Pet Friendly Hotel



Tangerang

Di Jakarta dan sekitarnya, makin banyak apartemen yang diubah menjadi hotel atau service apartment, ada juga yang menyebutnya service residence.

Salah satunya Herloom Serviced Residence BSD. Hotel rasa apartemen ini merupakan Serviced Residence bintang 4 pertama di BSD, Tangerang. Herloom terletak dekat dengan ICE BSD, serta tiga menit saja dari area BSD Business District.

Traveler bisa parkir di area parkir bertingkat di Herloom. Area parkirnya cukup luas dan gratis untuk tamu hotel. Traveler yang menginap di sini akan merasa seperti sedang tidur di apartemen pribadi, lengkap dengan segala fasilitasnya.


Kami menginap di kamar tipe Studio Deluxe yang sudah tersedia fasilitas untuk kebutuhan keluarga seperti kitchen set, microwave, kulkas bahkan mesin cuci. Desain kamarnya sangat elegan dan mewah dengan nuasana warna oranye yang kentara, dan dipadankan dengan warna kontemporer.

Kamar studio deluxe dan Arooma Restaurant Herloom BSDKamar studio deluxe Herloom BSD Tangerang Foto: Herloom Serviced Residence BSD Tangerang

Kitchen setnya sendiri terletak persis di samping pintu utama, jadi begitu anda membuka pintu kamar, langsung terlihat kitchen set lengkapnya. Di seberangnya ada kamar mandi bernuansa industrial yang menawan.

Di kamar, Herloom sudah menyiapkan air mineral, tapi tamu juga bisa mengisi ulang air mineral dari dispenser yang disimpan di lorong-lorong kamar. Buat anak yang suka nonton, ada juga smart tv sebagai layanan standar.

Kamar studio deluxe dan Arooma Restaurant Herloom BSDArooma Restaurant Herloom BSD Foto: Herloom Serviced Residence BSD Tangerang

Herloom juga dilengkapi dengan kolam renang dan restoran Arooma yang menyajikan aneka makanan lezat.

Untuk menu breakfast, ada makanan tradisional dan western yang bisa dipilih-pilih traveler.

Di bagian bawah hotel juga ada mal-nya, yaitu Carstenz Mal yang menyediakan aneka kebutuhan traveler.

Bagi anda yang ingin yoga atau jogging dan berenang, anda bisa menuju lantai M. Di lantai ini juga Herloom menyediakan co-working space.

Pet Friendly Hotel

Herloom Serviced Residence BSD‘Pawcation’ di Herloom Serviced Residence BSD Foto: (dok. Herloom BSD)

Yang menarik, Herloom rupanya menyediakan kamar juga untuk mereka yang tidak bisa lepas dari hewan peliharaannya. Pastinya tarifnya lebih mahal dari kamar standar. Bagi mereka yang ingin ‘pawcation’ bareng hewan peliharaan bisa memilih kamar one bedroom atau two bedroom dengan tarif sekitar Rp 2 jutaan.

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com