Category Archives: Domestik

10 Rekomendasi Penginapan Glamping di Puncak dengan View Ciamik


Jakarta

Penginapan glamping kini telah banyak diminati oleh wisatawan, terutama kaum millennial. Tentunya, pemandangan alam di sekitar glamping menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata ini.

Wisata glamping di puncak bisa jadi pilihan traveler yang mau menginap bersama keluarga. Selain fasilitas yang memadai seperti hotel berbintang, traveler bisa menghirup udara sejuk dikelilingi pemandangan yang memukau.

Rekomendasi Penginapan Glamping di Puncak

Glamping atau glamour camping menawarkan konsep penginapan dengan suguhan keindahan alam dan fasilitas yang memadai. Berikut beberapa rekomendasi tempat glamping di Puncak.


1. Puncak Langit

GlampingPuncak Langit (Instagram Puncak Langit)

Puncak langit menawarkan pengalaman glamping di tengah pepohonan pinus yang menyejukkan. Destinasi ini berada di atas ketinggian 1.300 mdpl, sehingga wisatawan bisa melihat keindahan alam dari ketinggian.

Menurut laman salah satu agen travel, terdapat paket tenda yang mencakup fasilitas toilet, mushalla, akses listrik dan juga dapur umum.

Lokasi: Puncak Megamendung Cisarua, Jl. Cipendawa, Bojong Koneng, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770.

2. Kampung Rimba Camp

Mengutip website Kampung Rimba Camp, area camping ini berlokasi di atas perbukitan yang begitu sejuk. Pemandangan kota masih bisa disaksikan dari tempat ini.

Selain menginap di glamping, ada pula rumah pohon dan rumah kayu sebagai tempat penginapan. Pada pagi harinya, wisatawan dapat berkeliling menaiki mobil jeep atau bermain di sungai.

Lokasi: Jl. Ciburial Kampung Baru Jeruk, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

3. Forest Garden Batulayang

Forest Garden Batulayang merupakan wisata dengan berbagai pilihan glamping di daerah pegunungan Surya Kencana Cisarua. Mulai dari glamping untuk 2 orang dengan 1 King bed hingga keluarga dengan 3 King bed.

Adapun beberapa fasilitasnya yaitu makan malam, sarapan pagi, snack, api unggun, jagung bakar, teh kopi hingga berbagai permainan. Mulai dari tenis meja, badminton, panahan, ATV, memancing sampai dengan tracking ke curug.

Lokasi: Jl. Kp. Pasir Jl. Ciburial, Manggis, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

4. Wisata Alam Sevillage

GlampingGlamping Foto: (Ig Wisata Alam Sevillage)

Wisata Alam Sevillage merupakan wisata alam dengan berbagai wahana sekaligus penginapan. Menurut instagram resminya, pilihan glamping yang ditawarkan mulai dari yang suite dengan fasilitas king bed, 2 extra bed, kitchen set, wifi hingga toilet, deluxe dengan tambahan balkon hingga superior yang cocok untuk jadi tempat liburan bersama teman-teman.

Adapun berbagai fasilitas lainnya mulai dari makan pagi, jagung bakar, sosis bakar hingga jungle track dan beberapa wahana permainan. Wahana yang tersedia di antaranya adalah flying fox, sky bike, sky swing, sky tree, helium dan helikopter.

Lokasi: Jalan Ziwa Besar, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

5. Forrester Glamping Co

Forrester Glamping Co adalah tempat glamping selanjutnya yang berada di tengah bukit dan pepohonan yang asri. Menurut instagram Forrester Glamping Co, satu set tenda glamping sudah termasuk breakfast, kipas angin, wifi, handuk snack, dan api unggun.

Adapun kegiatan serunya adalah trekking Curug Cibulao dan Curug Orok. Tersedia car double cabin yang akan mengantar wisatawan dari campsite ke curug.

Lokasi: Kawasan Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770

6. Wonderful Citamiang

Wonderful Citamiang menawarkan ketenangan di tengah alam ditemani suara aliran sungai dan angin yang berhembus. Glampingnya berhadapan langsung dengan sungai, sehingga kesejukan bisa begitu terasa.

Ada beberapa pilihan glamping seperti damar room dan juga pinus room. Untuk wisatawan yang suka berpetualang bisa mengikuti forest trip atau main paintball seru di hutan.

Lokasi: Jl. Ciliwung, Tugu Utara, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 167507.

7. Alinson Sunset Hill

GlampingGlamping Foto: (Ig Alinson Sunset Hill)

Alinson Sunset Hill merupakan salah satu spot sunset terbaik yang ada di Puncak, Bogor. Pilihan glampingnya ada couple hingga family tent.

Family Glampingnya memiliki kapasitas hingga 8 orang dan mempunyai space halaman pribadi. Melihat instagram resmi destinasi ini, beberapa fasilitasnya yaitu king bed, water heater, televisi, hingga free refill botol air. Menariknya banyak spot aesthetic berlatarkan pemandangan alam puncak yang begitu cantik!

Lokasi: Jl Raya Puncak, Tugu Utara, kec, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

8. Teras Bhumi

Teras BhumiTeras Bhumi Foto: (Ig Teras Bhumi)

Sensasi menginap di glamping mewah bisa traveler dari Teras Bhumi. Ada beberapa tipe glamping, di antaranya dome dengan luas kurang lebih 44,5 m2 dan snail dengan luas kurang lebih 48,5 m2. Ada juga family glamping dengan 3 bedroom dengan kapasitas maksimal 8 orang dewasa dan 3 anak.

Adapun fasilitasnya yaitu wifi, smart tv, AC, kamar mandi, shampo dan sabun, teko elektrik, handuk hingga dapur pribadi. Ada pula kolam renang yang cukup luas dan restoran dengan berbagai hidangan.

Lokasi: Jl. Hankam Desa No.66, Leuwimalang, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

9. Damar Langit Resort

GlampingGlamping Foto: (Ig Damar Langit Resort)

Damar Langit Resort merupakan destinasi yang dikelilingi keindahan Gunung Gede, Pangrango dan juga Salak. Suasananya begitu asri dengan udara yang sejuk jauh dari perkotaan.

Adapun glampingnya menghadap ke pemandangan Gunung Salak. Beberapa fasilitasnya berupa AC, televisi, kamar mandi dalam, teh, kopi air mineral, air panas hingga breakfast.

Lokasi: Jl. Batu Sapi, desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, RT 6 RW 4, Puncak, Bogor.

10. Wildwoods Camp

GlampingWildwoods Camp (Instagram Wilwoods Camp) Foto: (Ig Wisata Alam Sevillage)

Wildwoods camp cocok untuk kamu yang mau staycation sambil melihat view pegunungan, tracking ke sungai dan BBQ-an di malam hari. Ada round tent dengan fasilitas berupa twin bed, meja, payung, toilet, water heater dan square tent dengan king bed, sofa meja, payung, kursi lipat dan bathtub dan shower.

Melihat instagram Wildwoods Camp, fasilitasnya berupa air mineral, handuk, sabun, sampo, bonfire, movie night, river trekking, mini cafe hingga BBQ. Wisatawan bisa menikmati pemandangan city light yang memukau.

Lokasi: Kampung Sirimpak RT 02/05 Megamendung Megamendung, Puncak, Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770

Itulah 10 rekomendasi wisata glamping di Puncak, Bogor. Semoga informasi ini membantumu!

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Rampasan Perang Belanda Dipamerkan di Galeri Museum Indonesia, Ini Cara Beli Tiketnya



Jakarta

Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran benda repatriasi dari Belanda. Pameran itu hanya berlangsung selama dua minggu.

Dilihat detikTravel dari akun Instagram resmi pada Selasa (28/11/2023), Galeri Nasional Indonesia memiliki hajatan berupa pameran bertajuk ‘Kembalinya Saksi Bisu Peradaban Nusantara’.

Sahabat Budaya dan Sahabat Galnas! sudah siap bertemu dengan artefak Indonesia hasil repatriasi Indonesia – Belanda yang kembali pulang beberapa waktu yang lalu?


Pameran Repatriasi menampilkan ratusan benda budaya Nusantara hasil repatriasi dan koleksi unggulan Museum Nasional Indonesia. Pameran ini memberikan kesempatan bagi publik untuk mengakses koleksi artefak yang telah kembali ke Tanah Air.”

Tulis akun itu pada keterangannya.

Pameran itu dibuka untuk umum pada 28 November-10 Desember. Lokasinya di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Totalnya ada 152 koleksi yang akan dipamerkan.

Cara Membeli Tiket:

1. Wajib registrasi online sebelum masuk ke ruang pamer.

2. Pastikan tiba di Galeri Nasional Indonesia paling lambat 15 menit sebelum sesi kunjungan yang dipilih.

3. QR Code registrasi hangus apabila sudah melebihi 15 menit setelah sesi dimulai dan pengunjung yang terlambat dapat melakukan registrasi online ulang dengan memilih sesi yang masih tersedia.

4. Pindai QR code registrasi pameran atau tunjukkan QR code registrasi pameran kepada petugas registrasi pameran.

Tata Tertib Saat Berkunjung:

1. Anak-anak dapat berkunjung dan wajib didampingi oleh orang dewasa. Anak-anak tetap wajib melakukan registrasi online dengan menggunakan nomor telepon dan e-mail milik orang tua/wali.

2. Tidak membawa tas ke dalam ruang pamer.

3. Tidak membuang sampah sembarangan.

4. Tidak melakukan aktivitas yang mengganggu dan/atau merusak fasilitas.

5. Selama berada di dalam ruang pamer:

  • a. Tidak membawa makanan dan minuman, senjata, bahan mudah terbakar, cairan kimia berbahaya, kereta bayi (stroller), benda-benda tajam dan runcing, bahan berbau menyengat, dan hewan peliharaan;
  • b. Wajib menjaga jarak dengan koleksi;
  • c. Tidak menyentuh koleksi dan media pameran;
  • d. Pengambilan gambar atau video diperbolehkan hanya di ruang arca dan ruang imersif;
  • e. Tidak membuat kebisingan/mengganggu pengunjung lain, termasuk menerima panggilan telepon;
  • f. Tidak merokok (tembakau dan elektrik); dan
  • g. Berlaku tertib.

6. Pengunjung wajib mengikuti arahan petugas:

  • a. Petugas berhak mengatur sirkulasi pengunjung; dan
  • b. Petugas berhak menegur dan menindak pengunjung yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tren Staycation di Hotel, Berkah dari Kebiasaan saat Pandemi COVID



Serang

Beberapa hotel di kota-kota besar Indonesia sudah menjelma menjadi tempat liburan tersendiri berkat aneka fasilitas yang ditawarkan. Masyarakat pun tak perlu jauh-jauh untuk liburan, cukup staycation di hotel di kotanya masing-masing.

Staycation di hotel ini sudah semakin ngetren dan ngegas akhir-akhir ini, seiring berbagai fasilitas baru yang ditawarkan hotel. Tak terkecuali di hotel yang berada di Kota Serang, Banten.

“Ada perubahan perilaku konsumen, biasanya kalau mau liburan ke Bali, staycation di hotel sana, tetapi sekarang bisa tinggal di hotel yang sama dengan kota mereka. Di sini juga terjadi seperti itu. Perubahan perilaku ini merupakan berkah dari kebiasaan saat pandemi COVID, jadi stay di Serang, minggunya check out,” ujar Doddy Fathurahman, Regional General Manager Archipelago saat ditemui beberapa waktu lalu.


Doddy mengelola tiga hotel Archipelago di Banten yakni Aston Serang, Aston Anyer dan Aston Cilegon. Hotel Archipelago terbaru di Banten adalah Aston Serang Hotel & Convention Center yang baru dibuka pada Rabu, 4 Oktober 2023 lalu, bertepatan dengan HUT Banten yang ke-23.

Aston Serang Hotel & Convention Center terletak dekat kantor Gubernur Provinsi Banten. Hotel ini menawarkan 145 kamar elegan dengan pemandangan kota dan kolam renang sebagai pengalaman tak terlupakan untuk wisatawan yang melakukan perjalanan bisnis dan liburan.

Aston Serang Hotel and Convention CenterKamar deluxe di Aston Serang Hotel and Convention Center Foto: Dadan Kuswaraharja

Ada kamar suite Ofuro berukuran luas yang bertemakan Jepang dengan nuansa furnitur kayu dan bathtub kayu lengkap dengan ember kayu khas Jepang. Selain itu hotel tengah menyiapkan presidential suite yang lebih mewah.

Aston Serang Hotel and Convention CenterSuite Ofuro di Aston Serang Hotel and Convention Center Foto: Dadan Kuswaraharja

Kolam renangnya tergolong cukup luas yang dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak. Di seberangnya ada pendopo yang bisa digunakan untuk outbond perusahaan atau acara pernikahan outdoor.

Aston Serang Hotel and Convention CenterAston Serang Hotel and Convention Center Foto: Dadan Kuswaraharja

Aston Serang juga menawarkan berbagai fasilitas pertemuan untuk setiap kesempatan. Mulai dari pertemuan kecil hingga pertemuan perusahaan berskala besar dan pernikahan dengan dilengkapi oleh feature terkini di hotel-hotel internasional, videotron. Saat dikunjungi detikcom, hotel ini tengah menjamu pertemuan dari beberapa instansi pemerintah.

“Kami sangat mendukung pemerintah terutama dalam mengembangkan ekonomi bisnis dan pariwisata Serang pada khususnya dan Provinsi Banten pada umumnya. Kami pun turut memfasilitasi beberapa kegiatan pemerintahan, dengan menghadirkan Banten International Convention Center sebagai salah satu fasilitas hotel untuk acara-acara pertemuan,” ujarnya.

Yang menarik, meeting room di hotel ini memiliki fasilitas smoking room. Jadi tamu bisa bebas merokok sambil mengikuti rapat. “Exhaust-nya bagus, kalau ada 10 orang merokok asapnya tidak terlalu mengganggu,” ujarnya.

Hotel Aston Serang juga tengah membangun fasilitas tambahan seperti areal persawahan untuk membuat lingkungan di sekitar hotel terlihat lebih hijau, kemudian membangun parkiran motor yang lebih luas dan teduh, rumah pohon untuk teman bermain anak serta pembangunan fasilitas gym dan spa.

“Ada 2 hektar tanah di sekitar hotel, nanti di situ ada sawah yang akan dikelola masyarakat sekitar, hasilnya bisa dimanfaatkan. At least pemandangan di hotel jadi lebih hijau dan asri,” ujarnya.

Aston Serang juga tengah membangun ruangan karaoke di depan hotel. “Itu nanti tidak dijual untuk umum, hanya untuk tamu hotel, kalau ada meeting dari media, pemerintah, bisa sambil karaoke,” ujarnya.

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dian Sastro Effect, Ini 10 Tempat Populer dari Tayangan yang Dibintanginya


Jakarta

Aktris Dian Sastrowardoyo tercatat membintangi sejumlah tayangan yang mampu menyedot perhatian publik. Sejumlah latar dalam film dan series pun menjadi populer setelahnya.

Kepiawaian aktris yang akrab disapa Dian Sastro atau Disas itu memang tak diragukan. Sejumlah film seperti Ada Apa Dengan Cinta hingga yang terkini series Gadis Kretek, banyak dipuji karena memberikan kesan tersendiri bagi penonton.

Kesuksesan tayangan yang dibintanginya, mendorong penonton untuk mengunjungi lokasi yang menjadi latar dalam film dan series tersebut. Pada akhirnya, destinasi-destinasi tersebut juga mendorong pergerakan wisata domestik.


10 destinasi yang makin populer berkat Dian Sastro:

1. Pasir Berbisik Gunung Bromo

Di awal karirnya sebagai aktris, Dian Sastro membintangi film Pasir Berbisik yang dirilis pada 2001. Selain Dian Sastro, artis senior Christine Hakim juga ambil peran dalam film tersebut.

Seperti judulnya, film ini mengambil latar di Pasir Berbisik Gunung Bromo. Pasir berbisik merupakan hamparan pasir yang sangat luas yang membentang di area Bromo.

Pasir Berbisik ini berada di sebelah timur kawah Bromo yakni di ketinggian 2000 m dari permukaan laut. Pasir berbisik juga sering kali dijadikan bagian dari paket wisata Bromo.

2. Pasar Buku Kwitang

Di tengah serbuan pasar online, para penjual buku di Kwitang, Jakarta, masih tetap eksis. Biasanya mereka menjual buku-buku yang langka.Pasar Buku Kwitang. (Foto: Wisnu Heru Luhur)

Traveler penggemar Ada Apa dengan Cinta pasti tak asing dengan Pasar Buku Kwitang. Lokasi ini menjadi tempat Cinta (Dian Sastro) dan Rangga (Nicholas Saputra) melakukan kencan pertama.

Di Pasar Buku Kwitang ini, Rangga punya toko langganan yang dimiliki Gito Rolies. Saat kencan itu, Rangga mengajak Cinta ke toko tersebut di mana ia membeli buku lama.

Saat ini, Pasar Buku Kwitang menjadi lokasi favorit thrifting buku bagi anak muda. Traveler dapat menemukan buku-buku lama dan langka mulai harga Rp 10 ribu – Rp 500 ribu.

3. Gereja Ayam

Gereja AyamGereja Ayam. (Foto: Dwi Ari Setyadi for detikcom)

Gereja Ayam atau Rumah Doa Bukit Rhema merupakan destinasi yang populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2. Dalam film tersebut, Cinta dan Rangga mengunjungi bangunan unik yang terletak di kawasan Borobudur, Magelang itu.

Meskipun disebut Gereja Ayam, sebenarnya arsitektur bangunan itu menyerupai kepala merpati yang memiliki mahkota. Bangunan itu sudah eksis sejak 1992 dan didirikan sebagai lambang perdamaian dan pemersatu bangsa kala itu.

4. Punthuk Setumbu

Punthuk SetumbuPunthuk Setumbu. (Foto: Raina Widita Swasti)

Selain Gereja Ayam, Cinta dan Rangga di AADC 2 juga kencan ke Punthuk Setumbu. Tempat ini merupakan bukit yang pas dikunjungi untuk melihat matahari terbit.

Dari puncaknya, traveler dapat melihat Gunung Merapi dan Merbabu. Selain itu, pemandangan megahnya Candi Borobudur juga tampak di sana.

5. Istana Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko. (Foto: Putu Intan/detikcom)

Masih dari AADC 2, destinasi populer lainnya adalah Istana Ratu Boko. Di tempat ini, Rangga dan Cinta bernostalgia mengenang ayah Rangga sekaligus mengungkap kisah mengenai ibu Rangga.

Di sini, dialog antara Cinta dan Rangga terasa dalam karena terungkap kehidupan Rangga di New York setelah meninggalkan Cinta.

Istana Ratu Boko merupakan kompleks bekas istana yang kini hanya tersisa beberapa bangunan. Bangunan ini diperkirakan sudah ada sejak abad kedelapan. Selain itu, Ratu Boko juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Yogyakarta.

6. Rumah Sejarah Marga Thjia

Dian Sastro juga pernah membintangi film Aruna & Lidahnya. Film ini mengajak traveler untuk berkeliling Indonesia dan melihat kuliner-kuliner tradisional.

Salah satu lokasi populer dari film tersebut adalah Rumah Marga Tjhia di Singkawang, Kalimantan Barat. Rumah bergaya China itu menjadi lokasi Aruna (Dian Sastro) dan Farish (Oka Antara) makan choi pan.

Traveler juga dapat berkunjung ke sana. Bangunan itu sudah berdiri sejak 1902 dan cocok menjadi destinasi wisata nostalgia.

7. Jalan Sejahtera

Vihara Tri Dharma Bumi RayaVihara Tri Dharma Bumi Raya. (Foto: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kalbar)

Masih di Singkawang, destinasi lain yang populer dari film Aruna & Lidahnya adalah Jalan Sejahtera. Jalan ini merupakan pusat keramaian dari kota yang dihuni keturunan etnis Tionghoa itu.

Traveler dapat menemukan Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Jalan Sejahtera. Ini merupakan vihara tertua di Singkawang yang telah ada sejak 1878. J

elang Hari Raya Imlek dan Cap Gomeh, akan ada banyak perayaan dan ritual keagamaan di kawasan tersebut yang kerap menarik perhatian turis mancanegara.

8. Museum Kretek

Pengunjung mengabadikan diorama pembuatan rokok kretek. Museum ini menyimpan lebih dari 1.195 koleksi, seperti peralatan tradisional dan benda-benda promosi rokok di masa lalu serta diorama proses pembuatan rokok hingga foto-foto para pendiri pabrik kretek dan hasil produksinya.Museum Kretek. (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Terbaru, nama Dian Sastro melejit karena memerankan Dasiyah atau Jeng Yah dalam series Gadis Kretek yang tayang di Netflix. Salah satu destinasi populernya adalah Museum Kretek yang terletak di Getas Pejaten, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Di sana, traveler dapat melihat koleksi rokok kretek dari masa ke masa. Traveler juga dapat menggali pengetahuan mengenai asal-usul industri kretek di Indonesia.

9. Stasiun Tuntang

Stasiun Tuntang menjadi salah satu spot syuting Gadis KretekStasiun Tuntang menjadi salah satu spot syuting Gadis Kretek. (Foto: Wikimedia Commons/Alqhaderi Aliffianiko)

Masih dari series Gadis Kretek, Stasiun Tuntang juga banyak membuat traveler penasaran. Stasiun Tuntang terletak di perbatasan Semarang dan Salatiga.

Stasiun yang kini dilewati kereta wisata itu, pada zaman Belanda melayani pengiriman hasil perkebunan dari Ambarawa. Desain arsitektur Belanda yang khas membuat Stasiun Tuntang menarik perhatian penonton.

10. Candi Abang

Candi Abang di SlemanCandi Abang di Sleman. Foto: (rina_triha/d’Traveler)

Candi Abang dikisahkan sebagai lokasi makam Jeng Yah. Candi Abang muncul dalam episode terakhir Gadis Kretek.

Banyak yang belum tahu, Candi Abang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9 atau ke-10.

Candi tersebut terletak di puncak bukit dan bangunannya terbuat dari bata merah. Itulah sebabnya, candi ini disebut Candi Abang karena dalam bahasa Jawa abang artinya merah.

Sayangnya, saat ini Candi Abang menyisakan puing-puing. Sementara bangunan utamanya sudah runtuh.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Seharian di Asha Resort Bisa Ngapain Aja?



Kepulauan Seribu

Pulau Seribu memiliki banyak pilihan pulau yang dapat disambangi. Salah satunya adalah pulau private Asha Resort yang naik daun belakangan ini.

Asha Resort belakangan ini viral dan tengah digandrungi banyak orang. Bahkan, tokoh terkenal hingga artis seperti Anya Geraldine pun terlihat sempat berkunjung dan menikmati pulau ini. Tak hanya Anya, artis nasional lain seperti Nikita Mirzani, Tyas Mirasih, Ivan Gunawan, Baim, Lesti Kejora dan suami juga pernah traveling ke sini.

Asha Resort adalah resor private yang dibangun di atas Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dengan speedboat dari dermaga kapal Baywalk Mall di Jakarta Utara.


Resor ini dapat dikunjungi baik dengan menginap atau one day trip, alias wisata satu hari. detikTravel bersama Disparekraf DKI Jakarta bersama rombongan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) berkesempatan mampir sejenak ke resor ini pada Senin (27/11/2023).

Berikut ini detikTravel rangkum beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di Asha Resort dalam kunjungan satu hari.

1. Hunting Foto

Asha Resort di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI JakartaHunting foto di Asha Resort Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)

Pulau Payung yang dikelola Asha Resort merupakan salah satu pulau yang memiliki pemandangan eksotis. Laut biru kehijauan, pohon luas berjajaran, hingga resor serta penginapan estetik membuat tempat ini menjadi viral.

Panorama menawan tersebut yang membuat aktivitas hunting foto di sini adalah agenda wajib. Traveler dapat memotret keindahan pulau, bibir pantai, hingga bangunan estetik. Selain itu, traveler juga dapat berpose di beberapa spot foto atau kursi yang berhadapan langsung ke pantai.

2. Bermain olahraga air

Snorkeling di Pulau PayungSnorkeling di sekitar Pulau Payung. (Istimewa)

Punya air berwarna biru kehijauan layaknya batu emerald, olahraga air tentunya satu hal yang tak boleh dilewatkan di sini.

Wahana air yang dapat dilakukan di sini adalah berenang di bibir pantai, mendayung kano dan paddle boat, hingga snorkeling.

Namun untuk aktivitas snorkeling tidak dapat dilakukan di sekitar Pulau Payung, melainkan traveler akan diajak menaiki perahu nelayan sekitar 10 menit menuju Pulau Gosong yang merupakan satu kawasan Asha Resort

3. Susur Pulau dengan ATV

Asha Resort di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI JakartaSusur Pulau dengan ATV di Asha Resort Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)

Salah satu wahana yang asyik dan sulit ditemui di tempat lain adalah susur pulau dengan menaiki ATV. Traveler akan diajak berkeliling beberapa menit untuk masuk ke dalam Pulau Payung.

Di pulau seluas 22 hektare ini, traveler akan menemui suasana tengah pulau yang ditumbuhi pepohonan dan dan tanaman yang cukup lebat. Aktivitas ATV ini seakan membuat traveler seperti penjelajah hutan sungguhan.

Adapun aktivitas ATV memiliki biaya yang variatif, yakni Rp 150 ribu per ATV untuk 15 menit, Rp 400 ribu per ATV selama 1 jam, atau Rp 500 ribu per ATV untuk seharian penuh.

4. Menikmati sajian resto

Asha Resort di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI JakartaMenikmati hidangan kelapa segar di Asha Resort, Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Salah satu yang dipunya Asha Resort adalah resto yang berhadapan langsung ke bibir pantai. Tempat ini menjadi tempat berkumpul dan menikmati hidangan bagi traveler.

Sajian makanannya beragam, meliputi western food, balinese food, latin, hingga lokal. Udang dan cumi di sini juga menjadi keunggulan tersendiri karena disebut diambil langsung dari para nelayan di sekitaran Kepulauan Seribu.

Untuk minumannya, traveler dapat memesan minuman alkohol ataupun non-alkohol. Minuman seperti lemon squash, lychee tea, es kopi susu, hingga es kelapa utuh bisa menjadi hidangan yang menyegarkan di sini.

Yang jadi menarik di sini adalah traveler dapat menikmati santapan dengan pemandangan langsung ke laut serta hiburan DJ atau live music yang digelar setiap hari.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengintip Kehidupan Elite Jawa di Istana Mangkunegaran Solo



Surakarta

Berkunjung ke Solo tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Pura Mangkunegaran. Kompleks keraton ini kediaman resmi dari Adipati Mangkunegara yang juga menyimpan peninggalan-peninggalan Kadipaten Mangkunegaran dan kebudayaan Jawa.

Pura Mangkunegaran ini berada di Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Pura Mangkunegaran didirikan pada tahun 1757 oleh Mangkunegara I, namun dulunya hanya berupa bangunan kecil. Baru pada 1815 direnovasi dan ditambah bagian-bagian baru sehingga jadi lebih luas.


Untuk masuk ke sini, setiap pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 30 ribu saja, kemudian akan langsung disediakan pemandu tur. Satu pemandu tur bisa membawa rombongan ataupun satu orang saja dengan bayaran seikhlasnya. Pengunjung diminta untuk memakai pakaian sopan, tidak diperkenankan memakai celana atau rok pendek.

Tur dimulai dengan mendatangi Pendopo Agung, masuk ke sini pengunjung harus melepas alas kaki terlebih dahulu. Di depan dan belakang pendopo terdapat patung singa berwarna emas yang disebut untuk penjagaan pendopo.

Di dalam pendopo ini juga ada beberapa gamelan yang masih dimainkan sampai sekarang, pengunjung bisa melihat pertunjukan gamelan yang disertai latihan menari setiap hari Rabu jam 11.30 WIB di sini.

Menurut pemandu tur Pura Mangkunegaran, ada satu mitos yang cukup dipercayai di pendopo ini. Yaitu, keinginan bisa terwujud jika bisa memeluk pilar utama pendopo.

Pura Mangkunegaran SoloTaman di Pura Mangkunegaran Solo (Lintia Elsi)

“Mitosnya itu terdapat di pilar utama yang besar di tengah ini, nah itu kalau kita meluk tangannya bisa nyatu, keinginannya bisa terwujud. Jadi yang ada mitosnya cuma 4 di tengah ini aja, kalau yang lainnya enggak,” katanya.

Tepat di depan pendopo ada Pringgitan, di sini terpasang foto-foto para Mangkunegara dan keluarga mereka. Di sini terdapat ruangan bernama Ndalem Ageng yang tidak boleh dimasuki oleh para pengunjung. Ruangan ini biasanya dibuka pada upacara adat tertentu.

Di dalam ruangan ini terdapat Krobongan yang sakral karena dianggap sebagai tempat pertemuan Dewi Sri yang merupakan dewi kesuburan dengan suaminya, Dewa Sadono, jadi Krobongan merupakan tempat raja untuk mendapatkan keturunan sejati.

“Dulu tempat ini boleh dimasuki wisatawan, jadi bisa lihat koleksi-koleksi di dalam. Tahun ini Juni sudah ditutup karena kebijakan dari Kanjeng Gusti karena beliau beranggapan kalau tempatnya masih sakral, takutnya dimasuki banyak orang nilainya jadi turun,” jelas pemandu tur lagi.

Di sebelah Pringgitan ini merupakan tempat tinggal keluarga Mangkunegara yang merupakan area privat sehingga pengunjung tidak boleh masuk ke area tersebut.

Namun tur ini akan membawa pengunjung ke area taman cantik dengan atap kaca serta kursi-kursi berwarna putih. Di sini juga ada galeri foto keluarga Mangkunegara dan tempat bersantai para putri Mangkunegara.

Terakhir, pengunjung bisa melihat area jamuan tempat menerima tamu-tamu penting dan area makan keluarga yang hanya digunakan pada saat tertentu saja karena sekarang masih dibuka untuk wisatawan kunjungi.

Area ini berada di bagian belakang kawasan Pura Mangkunegaran, bangunannya terlihat elegan dengan dinding kaca transparan dan air mancur di depannya. Kesan mewah didapatkan dari kursi-kursi dan pernak pernik yang dipoles dengan warna emas.

Pencinta wisata bersejarah pasti akan betah datang ke sini. Pengunjung boleh datang ke sini tanpa reservasi, Pura Mangkunegaran buka setiap hari jam 09.00 – 15.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Batik Kauman, Kampung Kuno Pusatnya Batik di Solo



Surakarta

Kampung Batik Kauman merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi oleh wisatawan dari luar Solo. Kampung yang terletak di tengah kota ini merupakan salah satu sentra batik tertua di Kota Solo.

Dulu Kampung Batik Kauman merupakan pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan. Mereka adalah orang-orang yang mempertahankan kebudayaan dan kesenian keraton, termasuk teknik membatik.

Tradisi membatik yang diwarisi secara turun-temurun menjadikan kampung ini pusat kegiatan dan produksi batik, terutama untuk batik yang dipakai keluarga keraton.


Untuk berkunjung ke sini, sebaiknya traveler berjalan kaki saja, karena jalan kampung ini tidak terlalu luas dan juga agar traveler bisa lebih menikmati suasananya.

Kampung Batik Kauman ini terletak di Jalan Trisula III No.1, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Ada gerbang penanda besar di tepi jalan sebelum masuk ke dalamnya.

Sepanjang menelusuri kampung ini traveler akan dimanjakan dengan arsitektur rumah-rumah ala Jawa-Belanda, rumah joglo, hingga limasan. Suasana kampung ini terasa seperti berada di kampung kuno. Keunikan bangunannya ini lah yang sering dijadikan wisatawan sebagai tempat berfoto.

Pada salah satu sudut kampung dipasang papan tanda dari nama usaha-usaha batik yang ada di dalamnya. Area ini terlihat beragam dengan dekorasi-dekorasi unik dari pemilik usaha batik ini, ada area dengan suasana alam dilengkapi dengan tumbuhan hijau menggantung dan tetesan air, ada pula dekorasi payung menggantung yang mencolok di sisi jalan.

Di sini, terdapat industri batik rumah tangga yang beragam modelnya dengan menyediakan variasi ragam dan jenis batik dengan harga yang berbeda-beda. Produk-produk batik yang tersedia di sini mencakup batik klasik yang memiliki motif standar tradisional, batik cap, dan juga batik yang mengkombinasikan teknik cap dan tulis.

Bukan hanya bisa membeli, Kampung Batik Kauman juga menawarkan kesempatan yang untuk wisatawan agar dapat mengunjungi rumah industri batik dan melihat proses produksi, beberapa tempat juga menyediakan workshop untuk belajar membatik.

Selain itu traveler juga bisa sambil kulineran di sini, karena ada coffee shop dan restoran yang menyediakan pilihan menu kuliner nusantara dan mancanegara di sini.

Tak hanya wisata batik, Kampung Kauman juga terkenal dengan wisata religi seperti adanya Masjid Agung Surakarta yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram Islam di sini. Tidak heran banyak wisatawan yang tertarik untuk datang melihat sisa-sisa sejarah kehidupan kerajaan zaman dulu ini.

“Karena kan katanya ini kampung bersejarah ya, kebetulan saya suka wisata sejarah gitu. Batik ada, rumah-rumah dulu ada, masjid juga ada, komplit sih di sini nggak ngebosenin,” kata Aqia, salah satu pengunjung.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Healing Sejenak ke Asha Resort, Berikut Tips One Day Trip di Sini!



Kepulauan Seribu

Asha Resort adalah pulau resor yang berada di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Payung. Tempat ini ternyata tak hanya menyajikan wisata menginap, tetapi dapat juga dikunjungi dalam satu hari.

Wisata One Day Trip atau pulang pergi ke Asha Resort dapat dilakukan oleh traveler. Ini memungkinkan bagi traveler yang ingin merasakan keindahan Pulau Payung yang private dengan budget yang lebih hemat. Selain itu, bagi traveler yang hanya ingin kabur sejenak dari kepenatan Jakarta, wisata ke sini sangat oke untuk dipilih.

Berkunjung seharian di sini, traveler dapat menikmati berbagai aktivitas seperti bermain kano, menyusuri pulau dengan ATV, snorkeling, menikmati sajian DJ, dan aktivitas lainnya.


Namun, tak banyak yang tahu bagaimana caranya liburan pulang-pergi ke pulau resor ini.

detikTravel merangkum beberapa catatan dan tips liburan sehari di Asha Resort:

1. Reservasi terlebih dulu

Seiring semakin populernya Pulau Payung dan Asha Resort kunjungan ke sini pun diwajibkan untuk reservasi terlebih dulu. General Manager Asha Resort, Aryo Nodya, menjelaskan jika traveler datang tanpa ada reservasi, maka kunjungannya akan ditolak. Dia beralasan soal kenyamanan dan keberlanjutan wisata di pulau itu.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kunjungan pada jadwal akhir pekan untuk tamu menginap di Asha Resort sudah full booked hingga akhir tahun. Adapun, penginapan di weekdays masih tersedia beberapa.

2. Naik dari pelabuhan Bay Walk Mall

Dalam kunjungan ke pulau ini, traveler dikenai biaya kapal pulang pergi sebesar Rp 400 ribu di weekdays dan Rp 550 ribu di weekend. Harga ini merupakan harga satu penumpang.

Nantinya traveler akan disediakan speedboat dan perlu menaikinya di pelabuhan BayWalk Mall. Untuk jadwal keberangkatan kapal pukul 10.00 WIB dan berangkat pulang dari pulau menuju kembali ke BayWalk Mall pukul 16.00 WIB.

3. Siapkan perlengkapan pribadi

Di Pulau Payung, terdapat aktivitas air menarik seperti bermain kano, berenang, ataupun snorkeling. Namun, bagi yang berkunjung secara One Day Trip, traveler harus mempersiapkan sendiri pakaian hingga alat mandi seperti sabun, shampoo, hingga handuk.

Selain itu traveler juga jangan lupa mempersiapkan pakaian renang ataupun pakaian ganti. Namun begitu, untuk urusan perlengkapan snorkeling seperti kacamata, snorkel, hingga pelampung sudah tersedia di sini.

4. Perhatikan Cuaca

Nah, karena pulau ini menyediakan banyak aktivitas luar ruangan, membuat cuaca menjadi bagian terpenting dalam aktivitas liburan ke sini.

Traveler perlu memperhatikan cuaca atau memilih cuaca yang cerah. Itu agar aktivitas liburan di Asha Resort dapat berjalan lancar.

Pasalnya, jika hujan turun, mungkin saja traveler hanya dapat menikmati liburan di area indoor yakni area restoran saja.

5. Siapkan Uang

Dalam liburan One Day Trip ke Asha Resort, kendati traveler tidak mengeluarkan biaya menginap, tetapi traveler harus menyiapkan budget lebih nih untuk bisa cobain semua wahana.

Untuk fasilitas yang gratis di sini adalah wahana paddle boat dan kano. Sedangkan aktivitas susur pulau dengan ATV memiliki biaya tersendiri, yakni Rp 150 ribu per ATV untuk 15 menit, Rp 400 ribu per ATV selama 1 jam, atau Rp 500 ribu per ATV untuk seharian penuh.

Sedangkan untuk snorkeling, biayanya juga bervariatif, tergantung dengan jumlah peserta. Adapun rinciannya adalah Rp 400 ribu per orang dengan jumlah peserta 2-3 orang, Rp 300 ribu per orang dengan jumlah peserta 4 orang, dan Rp 250 ribu per orang untuk 5 peserta atau lebih.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket dan Aturan


Jakarta

Rumah Hantu Kota Tua menjadi spot wisata baru bagi traveler yang berkunjung ke Kota Tua, Jakarta Barat. Berada di sebuah bangunan tua, suasana makin mencekam.

Rumah hantu ini merupakan event temporer yang berlangsung selama 15 hari. Tepatnya pada 23 November 2023 hingga 7 Januari 2024. Wahana ini cocok sekali bagi pengunjung yang ingin mencari adrenaline dan uji nyali.

Pada kunjungan detikTravel ke lokasi Rabu (29/11/2023), terlihat antrean pengunjung yang antusias memasuki wahana ini. Antrian tersebut terdiri dari dewasa, anak muda, hingga rombongan anak sekolah.


Lalu bagi traveler yang penasaran dan belum sempat berkunjung, berikut detikTravel rangkum informasi terkait wahana ini.

Lokasi

Rumah Hantu Kota Tua berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Wahana ini dibuka di Gedung Cipta Niaga, yakni bangunan yang sama dengan lokasi berdirinya Pasar Cipta Niaga.

Jika kebingungan, traveler dapat mencari lokasi Cafe Batavia, yakni cafe dengan ciri khas warna hijau yang berada tepat di depan Museum Sejarah Jakarta. Nah, Rumah Hantu Kota Tua ini berada tepat di sisi bangunan Cafe Batavia. Nantinya, traveler akan mudah menemui tempat ini karena tersedia plang yang cukup besar dan antrian pengunjung.

Jam Buka

Wahana ini buka setiap hari. Untuk jam bukanya yakni pukul 14.00 – 21.00 WIB (weekday) dan 13.00 – 21.00 WIB (weekend). Namun, yang perlu traveler perhatikan adalah adanya jam istirahat pukul 17.30 – 18.30 WIB di setiap hari.

Harga Tiket

Tiket pembelian wahana ini dapat dipesan secara on the spot. Harga masuk wahana ini juga cukup terjangkau, yakni Rp 25 ribu (weekday) dan Rp 30 ribu (weekend).

Selain informasi yang telah diberikan seperti di atas, terdapat juga beberapa peraturan yang perlu traveler taati ketika uji nyali di sini. Berikut beberapa peraturannya:

  • Dilarang masuk bagi penderita asma jantung dan epilepsi / ibu hamil / lansia
  • Dilarang mengambil gambar / video saat berada di dalam wahana
  • Dilarang berlarian dan saling dorong saat berada di dalam wahana.
  • Harap menjaga barang bawaan, kehilangan dan kerusakan bukan tanggung jawab pengelola.
  • Dilarang melakukan kekerasan terhadap talent dan crew.

Gimana? Traveler berani uji nyali di sini?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tengah Viral, Asha Resort di Pulau Payung Punya Apa Aja?


Jakarta

Asha Resort merupakan resor private yang tengah digandrungi dan banyak dikunjungi turis hingga artis. Ada apa saja di sini ya?

Terletak di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Asha Resort dikunjungi oleh beberapa artis nasional seperti Anya Geraldine, Nikita Mirzani, Tyas Mirasih, Ivan Gunawan, Baim, Lesti Kejora dan suami juga pernah traveling ke sini.

Lokasinya yang tak jauh dari daratan Jakarta sehingga cocok untuk healing sejenak menjadi keunggulan tersendiri bagi tempat ini.


Lalu, selain itu apa lagi hal menarik di resor ini?

Berikut detikTravel rangkum fasilitas dan hiburan di sini.

1. Penginapan estetik

Penginapan di Asha Resort, Pulau Payung, Kepulauan SeribuPenginapan di Asha Resort, Pulau Payung, Kepulauan Seribu. (Asha Resort)

Salah satu yang menarik perhatian dari resor ini adalah adanya penginapan estetik. Asha Resort memiliki penginapan dalam bentuk cabin, glamping, hingga villa.

Total jumlah kamarnya ada sekitar 15 kamar dengan 18 kabin room. Di sisi lain, tempat ini juga tengah melakukan pembangunan lagi 18 unit penginapan agar dapat menampung wisatawan.

2. Speedboat pribadi

Asha Resort di Pulau Payung, Kepulauan SeribuSpeedboat berlabuh di Asha Resort Pulau Payung, Kepulauan Seribu. (Weka Kanaka/detikcom)

Asha Resort yang mengelola wisata di Pulau Payung memiliki fasilitas yang tak main-main. Mereka bahkan menyediakan speedboat khusus bagi traveler yang ingin berkunjung ke pulau ini.

Sehingga traveler yang ingin berkunjung akan dapat langsung menuju datang ke pulau ini tanpa hopping island atau mengikuti rombongan wisatawan ke pulau yang lain.

Kapal ini tersedia bagi traveler yang telah reservasi dan dapat dinaiki pada dermaga di Baywalk Mall. Untuk biayanya yakni Rp 400 ribu per orang di Senin-Jumat dan Rp 550 ribu per orang di Sabtu dan Minggu.

3. Water sport

Snorkeling di Pulau PayungSnorkeling di sekitaran Pulau Payung. (Istimewa)

Salah satu yang menjadi daya tarik di tempat ini adalah fasilitas hiburan dan olahraga air. Meliputi bermain kano dan paddle boat di laguna, berenang dengan snorkeling atau diving, hingga berkeliling pulau dengan jetski.

Namun, hanya fasilitas bermain paddle boat dan kano saja yang gratis dinikmati wisatawan. Sisanya, traveler perlu merogoh kocek lagi dengan harga variatif.

Untuk snorkeling misalnya, traveler mesti merogoh kocek ratusan ribu. Itu karena aktivitas snorkeling tidak dilakukan di sekitar bibir pantai, melainkan traveler akan diajak dalam perjalanan sekitar 10 menit untuk menuju spot snorkeling.

Biayanya snorkeling yakni Rp 400 ribu per orang dengan jumlah peserta 2-3 orang, Rp 300 ribu per orang dengan jumlah peserta 4 orang, dan Rp 250 ribu per orang untuk 5 peserta atau lebih.

4. Susur pulau dengan ATV

Asha Resort di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI JakartaMain ATV di Asha Resort. (Weka Kanaka/detikcom)

Salah satu aktivitas yang menarik dan patut dicoba traveler jika berkunjung ke sini adalah susur pulau dengan ATV. Nantinya, traveler dapat menyusuri pulau yang memiliki luas sekitar 22 hektar dan melihat ke dalam pulau yang dipenuhi belukar dan pepohonan rimbun.

Bagi pengunjung yang menginap, ATV diberikan secara cuma-cuma. Sedangkan bagi traveler yang datang dengan One Day Trip, traveler akan dikenai biaya yakni Rp 150 ribu untuk 15 menit, Rp 400 ribu selama 1 jam, atau Rp 500 ribu untuk seharian penuh.

5. Panggung hiburan layaknya beach club

Asha Resort di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI JakartaPanggung hiburan di Asha Resort Pulau Payung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Daya tarik yang mungkin paling menarik dan membedakan pulau di Kepulauan Seribu lainnya adalah adanya panggung hiburan. Panggung ini digunakan untuk live music hingga live DJ.

Panggung tersebut berada di sisi restoran dan di sekitarnya berjajar cukup banyak kursi pantai. Sehingga suasananya mungkin mirip seperti beach club di Bali.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com