Category Archives: Domestik

7 Tradisi Natal Unik yang Cuma Ada di Indonesia


Jakarta

Natal di Indonesia dirayakan dengan tradisi unik di sejumlah daerah. Tradisi ini dilakukan sebagai simbol kebersamaan secara turun-temurun.

Dikutip dari situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, inilah 7 tradisi perayaan Natal unik di Indonesia:

1. Marbinda/Marhobas (Sumatera Utara)

Marbinda merupakan tradisi menyembelih hewan, sedangkan Marhobas merupakan tradisi memasak hasil sembelih yang dilakukan oleh para pria. Kedua tradisi tersebut dilakukan setiap menjelang hari raya Natal oleh masyarakat Batak Toba di Sumatera Utara.


Tujuan dari Marbinda dan Marhobas adalah untuk mengeratkan kebersamaan masyarakat sekitar, membangun rasa gotong royong, serta sebagai wujud dari rasa syukur.

Hewan yang disembelih di Marbinda biasanya adalah hewan yang berkaki empat, seperti sapi, kerbau, atau babi. Hewan-hewan tersebut didapatkan dari hasil tabungan warga yang telah dikumpulkan selama berbulan-bulan.

Daging-daging hasil sembelih hewan-hewan ini kemudian dimasak lewat tradisi Marhobas, lalu dibagikan kepada warga.

Nah, yang lebih uniknya lagi nih Sobat Pesona, orang yang dipercaya untuk membagikan daging biasanya akan terpilih menjadi kepala desa di periode selanjutnya!

2. Rabo-rabo (Jakarta)

Tradisi Rabo-rabo dapat dijumpai di kawasan Cilincing, tepatnya di Kampung Tugu. Kampung yang disinggahi oleh sekelompok pemeluk agama Kristen berketurunan Portugis ini, menyimpan sebuah tradisi bernama Rabo-Rabo.

Dilakukan setiap menjelang hari Natal, tradisi yang memiliki arti “Ekor-Mengekor” dalam bahasa Kreol Portugis ini dilakukan dengan berkeliling kampung dan mengunjungi rumah-rumah sambil menyanyikan lagu keroncong.

Satu rombongan warga akan memulai Rabo-Rabo dengan mengunjungi Gereja terlebih dahulu untuk beribadah. Setelah itu, mereka langsung mengunjungi rumah-rumah warga sekitar.

Salah satu anggota keluarga dari setiap rumah-rumah yang dikunjungi tersebut nantinya harus ikut dalam rombongan layaknya ekor yang memanjang. Tradisi ini biasanya ditutup dengan pesta makan di rumah yang terakhir dikunjungi.

3. Wayang Wahyu (Jawa)

Pertunjukan Wayang Wahyu diambil dari berbagai kisah yang terdapat dalam Alkitab. Pertunjukan wayang yang seringkali dilakukan menjelang perayaan hari Natal di gereja-gereja tertentu di Jawa ini merupakan salah satu simbol inkulturasi budaya yang terbentuk #DiIndonesiaAja.

Pertama kali muncul pada tahun 1960an, pementasan Wayang Wahyu digunakan untuk mengingatkan umat Katolik untuk menjalin keharmonisan antar sesama.

4. Ngejot dan Penjor (Bali)

Pulau Dewata yang kental dengan agama Hindunya pun tak luput memiliki tradisi perayaan hari Natal yang unik. Sebagai tempat dengan toleransi agama yang masih terjaga, di Bali umat Kristen biasanya juga melakukan tradisi Ngejot dan Penjor menjelang perayaan Natal.

Kedua tradisi yang identik dengan umat Hindu ini juga seringkali dilakukan oleh umat Kristen serta Muslim. Ngejot sendiri merupakan tradisi di mana para warga saling membagikan makanan.

Makanan yang dibuat untuk tradisi Ngejot disesuaikan dengan agamanya masing-masing. Sedangkan Penjor merupakan bambu-bambu tinggi melengkung yang biasanya dipasang saat hari raya Galungan. Bambu-bambu tersebut dipasang di bagian rumah sebagai bentuk syukur terhadap anugerah Tuhan.

5. Kunci Taon (Sulawesi Utara)

Tradisi perayaan hari Natal yang satu ini bisa kamu jumpai di Kota Manado, Sulawesi Utara. Digelar sekaligus untuk memperingati akhir tahun, Kunci Taon biasanya dilaksanakan pada awal minggu bulan Desember dan berakhir pada awal bulan Januari.

Tradisi ini diawali dengan serangkaian ibadah di Gereja. Lalu, para umat Kristen akan berziarah ke makam kerabat. Biasanya saat berziarah mereka akan meletakkan lampu hias di atas makam kerabat mereka.

Tradisi Kunci Taon lalu ditutup dengan kegiatan pawai mengelilingi kampung sambil memakai kostum-kostum yang menarik.

6. Meriam Bambu (NTT)

Di Flores, Nusa Tenggara Timur, ada sebuah tradisi perayaan hari Natal yang seru banget. Sesuai dengan namanya, tradisi ini diisi oleh pesta meriam bambu yang meriah. Meriam bambu ini sendiri telah ramai dimainkan sejak tahun 80an hingga saat ini oleh warga setempat.

Suara menggelegar yang tercipta dari permainan tersebut merupakan sesuatu yang seringkali ditunggu-tunggu saat menjelang Natal. Selain membuat gembira, bunyi dari meriam bambu juga dapat diartikan sebagai sambutan terhadap kelahiran Yesus Kristus.

7. Bakar Batu (Papua)

Tradisi perayaan hari Natal yang terakhir ini biasa dilakukan oleh umat Kristen di Papua. Tradisi yang dikenal sebagai Bakar Batu ini merupakan kegiatan memasak bersama menggunakan batu-batu yang dibakar.

Batu-batu tersebut diletakkan di dalam sebuah lubang yang telah digali dan dilapisi dengan daun pisang dan ilalang. Kemudian dilapisi lagi dengan daun pisang.

Setelah itu, daging babi dimasukkan ke dalamnya, lalu disusul oleh lapisan daun pisang dan batu-batu panas lagi. Setelah itu, susunan tersebut diisi dengan sayuran dan umbi-umbian.

Bahan makanan tersebut lalu ditutup lagi dengan daun pisang, ilalang, serta batu bakar. Tradisi ini dilakukan setelah misa Natal dan biasanya akan memakan waktu sekitar setengah hari.

Bakar Batu dilakukan sebagai upaya untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan serta untuk menjaga kebersamaan.

(pin/pin)



Sumber : travel.detik.com

Memukau! Pantai Slili Hidden Gems di Gunungkidul



Gunungkidul

Gunungkidul memiliki satu pantai yang bisa menjadi pilihan berlibur traveler, namanya Pantai Slili. Pantai ini tidak terlalu luas, namun pasir putihnya yang bersih dan batu karang di tepi pantainya menawan untuk dijadikan latar foto.

Pantai Slili berlokasi di Jalan Pantai Krakal, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam.

Harga tiket masuk pantai ini adalah Rp 10 ribu, bisa digunakan untuk masuk ke pantai lain di sekitarnya. Biaya parkir Rp 5 ribu untuk sepeda motor, dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.


Saat memasuki area pantai ini, pengunjung akan disambut dengan kesibukan penjual-penjual pakaian, makanan laut, dan oleh-oleh yang berjualan di pinggiran jalan masuk.

Ada sebuah kafe bernama Cafe de Slili yang tepat menghadap ke arah pantai, kafe ini kerap menjadi spot pilihan pengunjung yang ingin menghasilkan foto instagramable sambil menikmati kuliner pinggir pantai.

Di pantai ini juga banyak orang-orang yang menawarkan jasa foto dengan kamera profesional, jadi pengunjung tidak perlu ragu dengan hasil fotonya.

Di tepian pantai terdapat jejeran gazebo yang terbuat dari kayu dengan atap jerami dan daun kelapa, untuk bisa bersantai di sini pengunjung harus membayar sewa sebesar Rp 30 ribu.

Salah satu keunikan di pantai ini adalah dua tebing bukit yang terletak di sisi kanan dan kirinya, pengunjung boleh naik ke atasnya untuk melihat pemandangan dari ketinggian, namun harus berhati-hati karena jalannya cukup terjal dan licin.

Ombak pantai tidak terlalu besar sehingga pengunjung masih bisa berenang di tepi pantai ini, terumbu karang di dalamnya pun bisa terlihat tanpa harus menyelam jauh, beragam biota laut bisa traveler temukan di sini.

Tidak jauh dari Pantai Slili, traveler bisa menemukan pantai lain yaitu Pantai Krakal dan Pantai Sadranan. Cukup dengan berjalan kaki beberapa meter saja akan sampai ke pantai di sampingnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengunjungi banyak pantai sekaligus.

“Sukanya di sini itu ya karena pantainya banyak, gak satu tempat aja. Tadi udah dari Krakal terus Slili, jalan kaki aja nyampe. Nggak perlu bayar parkir, nggak perlu tiket masuk lagi,” kata Yuni, pengunjung Pantai Slili.

Pantai Slili dan pantai lain di sekitarnya ini buka 24 jam, jadi traveler tidak perlu terburu-buru dan bisa menikmati waktu sepuasnya di setiap pantai.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Liburan ala Eropa di Bali, Sini ke Kintamani



Bangli

Wisata Bali tak melulu pantai. Ada juga wisata dataran tinggi dengan pemandangan menawan bak di Eropa. Lokasinya di Kintamani.

Kawasan Penelokan di Kintamani, Bangli, Bali, viral di media sosial (medsos) karena disebut mirip Eropa. detikBali juga merasakan keindahan malam hari di Penelokan. Lampu anjungan dan kabut yang turun mengakibatkan pendar cahaya lampu terlihat agak meredup.

Suasana seperti di Eropa makin terasa karena di dekat anjungan terdapat sebuah kafe yang bentuk bangunannya seperti Colosseum. Kafe bernama Colosseum Bali itu kerap dijadikan latar bagi wisatawan berfoto saat malam hari.


Pengalaman serupa juga dikatakan Dayu Sinta. Warga Bangli itu mengajak sepupunya dari luar kota untuk menikmati sensasi foto saat malam hari di Penelokan. “(Sepupu) katanya penasaran, sekalian coba foto di anjungan, ala (foto) di Eropa yang viral,” kata perempuan berusia 20 tahun itu.

Dayu menjelaskan meski tinggal di Bangli, ia tidak bosan menghabiskan waktu di Kintamani. Sebab, objek wisata dan akomodasi baru yang cocok menjadi tempat foto terus bermunculan. “Sekarang ini kan banyak tempat camping yang asyik,” ujar dia.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli, I Gede Putu Budiastawa, sejumlah pihak berupaya menambah sejumlah fasilitas di kawasan itu. Misalkan, sejumlah kafe kekinian mulai bermunculan di Penelokan.

Bahkan sejumlah kafe itu menawarkan layanan melihat matahari terbit dengan latar Danau Batur dan Gunung Batur pada wisatawan. Hal itu menambah daya tarik Kintamani.

“Kami harap wisatawan yang berkunjung bisa lebih nyaman. Atraksi wisata dan fasilitas yang bertambah mengakibatkan kepuasan wisatawan juga bertambah,” kata Budiastawa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli mengusulkan membangun trototar lebar di pinggir Danau Batur pada tahun depan. Tujuannya, agar wisatawan bisa menikmati objek wisata tersebut sambil berjalan kaki.

“Dengan kondisi Kintamani yang mulai menggeliat, makin ramai kunjungan, penerimaan PAD (pendapatan asli daerah) meningkat juga,” Budiastawa berharap.

Artikel ini sudah tayang di detikBali.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ide Nongkrong di Jakarta: Main di Blok M



Jakarta

Blok M seperti kembali ke masa jayanya dulu, menjadi tempat nongkrongnya anak-anak muda gaul di Jakarta. Sekarang, di Blok M, apa yang kamu cari, semuanya ada di sini.

Jika menari lokasi kumpul yang mudah dijangkau transportasi umum, banyak pilihan dan bisa menyesuaikan kantong, mungkin yang terlintas dalam pikiran kaula muda adalah Blok M. Semua moda transportasi umum di Jakarta bisa menjangkau kawasan Blok M.

Mulai dari MRT (bisa turun di Stasiun Blok M atau ASEAN), KRL (turun di Stasiun Kebayoran, lanjut dengan Transjakarta atau ojek online), dan Transjakarta (turung di Halte Blok M atau CSW).


Nah, detikcom telah merangkum nih, pilihan nongkrong di Blok M yang bisa kamu pilih untuk liburan Natal dan Tahun Baru.

1. Taman Literasi

Seputar Taman Literasi Blok M: Info Lokasi dan Cara BerkunjungTaman Literasi Blok M Foto: Yasmin Nurfadila/detikTravel

Berkumpul di Taman Literasi bisa nih bersama teman-teman. Di sana ada perpustakaan, area outdoor lengkap dengan bangkunya, hingga pilihan kafe. Kamu bisa pilih, mau gratis menikmati MRT bolak-balik dan menunggu senja atau bercengkerama di salah satu tenant di sana. Baca buku juga asyik.

Di sini ada toilet, dan ruang salat. Jadi berlama-lama di sini nyaman kok.

2. M Bloc Space

Suasana berwisata di Mbloc Space.Suasana berwisata di Mbloc Space. Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Dulunya, M Bloc Space merupakan komplek perumahan tempat pegawai Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan gedung tempat produksi uang. Pada tahun 2019, dialihfungsikan sebagai creative hub.

M Bloc Space juga memiliki sejumlah tenant makanan. Di antaranya ada Suwe Ora Jamu, Tokyo Skipjack, Titik Temu Coffee, hingga Kedai Tjikini, Mr. Roastman, Chickro, Tokyo Skipjack, hingga Retavvu Deli.

Di sini juga ada galeri seni dan beragam event menarik yang digelar. Coba saja cek media sosialnya untuk informasi ya.

3. Uma Oma Cafe

Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Sesuai dengan namanya, saat masuk ke sini kamu akan disambut oleh nenek-nenek berwajah ceria menyapa dan membukakan pintu. Kafe sekaligus restoran ini terdiri dari tiga lantai.

Tak hanya dilayani oleh oma-oma, kafe pun didekorasi senyaman mungkin dengan beragam pernak-pernik yang khas sekali dipunyai oleh nenek-nenek. Seperti, rantang makanan, porselen yang menghiasi dinding, hingga karpet khas ruang tengah untuk kumpul-kumpul.

Operasional Kafe Uma Oma pada Senin-Jumat, mulai pukul 10.00 WIB-22.00 WIB. Sedangkan saat weekend buka mulai 09.00 WIB-22.00 WIB.

Terkait momen libur Natal dan Tahun Baru, Uma Oma tetap buka. Jadi traveler yang sedang mencari rekomendasi tempat untuk kumpul keluarga di momen liburan, Uma Oma bisa jadi pilihan.

Harga makanan di sini mulai dari Rp 20 ribuan, dan minuman mulai dari Rp 10 ribuan.

4. Kafe Sunyi

Kafe Sunyi di Kebayoran Baru, Jakarta SelatanKafe Sunyi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Kafe ini berada di Jalan Barito no 31, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasinya hanya 15 menit berjalan kaki dari Halte Busway CSW atau MRT Blok M. Kafe ini dekat Taman Ayodia.

Kafe ini memperkerjakan rekan-rekan tuli sebagai pekerjanya, jadi untuk memesan kamu harus menggunakan bahasa isyarat. Nanti ada kok panduan cara memesan. Jadi kamu bisa sekalian belajar dan berinteraksi dengan pekerja di sini.

Kamu tak usah khawatir, jika tidak bisa langsung menggunakan bahasa isyarat. Kamu bisa menggunakan bahasa tubuh atau gerak bibir. Atau lebih mudahnya tuliskan saja dalam note ponsel mu ingin memesan apa atau butuh apa. Lalu, tunjukkan kepada pekerja di sini.

Kafe ini juga ramah disabilitas. Selain bahasa isyarat, tempat ini juga ramah bagi pengguna kursi roda karena ada jalan khusus menuju ke dalam kafe. Juga beberapa penunjuk arah, seperti pemesan dan toilet tersedia dalam huruf Braille.

Teruntuk harga makanan dan minuman mulai dari Rp 20 ribuan. Untuk jam operasional Minggu-Kamis 09.00 WIB-22.00 WIB, sedangkan Jumat-Sabtu pukul 09.00 WIB-23.00 WIB.

5. Berburu kuliner di aneka restoran Jepang

Banyak restoran Jepang yang bisa kamu temukan di kawasan Blok M Square dan kamu akan melihat kedai-kedai yang terapat lampu lampion di depannya.

Kamu bisa pilih, mau makan ramen, takoyaki atau produk-produk Jepang bisa juga kok. Beberapa resotran yang bisa kamu datangi diantaranya Little Tokyo Blok M, Kaihomaru, Futago Ya, Kira-kira Ginza dan lainnya.

Nah yang ingin berbelanja produk Jepang datang saja ke supermarket Papaya Fresh ya.

6. Makan gultik dan nasi bebek Madura

Kawasan Bulungan Blok M terkenal dengan kuliner gultiknya. Salah satu yang terkenal adalah Gultik Barito atau populer dengan sebutan Gultik Stiker yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 8 menit dari Blok M Plaza. Lokasi tepatnya di dekat Taman Ayodya, Jl. Melawai Raya No No.189 A2. Gultik ini dijajakan Pak Yanto sejak tahun 2000.

Lalu, mengarah ke GOR Lapangan Bulungan, mulai sore hari ada sebuah gerobak motor yang jadi incaran foodies. Di depan gerobaknya terpajang spanduk bertuliskan ‘Nasi Bebek Extra Pedas Mbak Ru’ah’.

Seporsi nasi bebek goreng dengan siraman bumbu hitam khas Madura jadi menu andalan di sini. Harganya Rp 20.000 dengan porsi yang mengenyangkan.

7. Kuliner Korea di Nolda Pocha

Kamu yang suka nonton drama Korea pasti sering melihat warung tenda yang buka saat malam hari. Nah, nuansa itu bisa kamu rasakan di Melawai, tepatnya di Nolda Pocha.

Menu-menu yang disajikan antara lain adalah tteokbokki, clams ramyeon, korean fried chicken, hingga soju tanpa alkohol yang disebut solju. Menu di sini ramah Muslim kok, karena semua makanan di sini sengaja dibuat untuk semua kalangan dan mereka tak menyediakan menu babi dan alkohol.

Untuk harga menu di sini terbilang terjangkau karena satu porsi makanan bisa dinikmati beramai-ramai. Harganya mulai Rp 19 ribu – Rp 120 ribu.

Nolda Pocha Melawai buka setiap hari dengan jam operasional Senin – Kamis pukul 15.00 – 22.00 WIB dan Jumat – Minggu 15.00 – 24.00. Pengunjung dapat melakukan reservasi langsung di lokasi mulai pukul 14.30 WIB.

8. Berburu kuliner viral

Banyak tempat viral yang disebutkan di TikTok. Mulai dari yang manis-manis sampai makanan berat. Sebut saja Claypot Popo, Haka Dimsum, Kopi Tuku, Filosofi Kopi, Bakmi Joh Melawai, Kedai Rukun Yakarta dan banyak lagi.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Puri Agung Karangasem



Karangasem

Puri Agung Karangasem bukan istana biasa. Istana yang satu ini terbilang istimewa dengan arsitekturnya yang unik. Sudah begitu, ternyata istana ini dibangun setelah Raja Karangasem berhasil berkuasa di Pulau Lombok.

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menyebut Kerajaan Karangasem mulai eksis pada abad ke 17. Kerajaan Karangasem bahkan telah melakukan ekspansi kerajaan hingga ke Pulau Lombok.

Kerajaan Karangasem, yang menguasai Lombok kala itu, membawa kerajaan ini ke masa kejayaannya. Saat menyerang Lombok, di Karangasem terdapat kekosongan kekuasaan. Agar tidak berlama-lama kerajaan lowong, ditugaskanlah I Gusti Gede Putu untuk kembali ke Puri Kelodan untuk mengendalikan pusat kerajaan.

Pada abad ke 18, pusat Kerajaan Karangasem dipindahkan dari Puri Kelodan ke Puri Gede. I Gusti Gede Putu kemudian digantikan oleh Ida A.A. Gde Djelantik (Stederhouder I) dan memindahkan kekuasaan Kerajaan Karangasem ke Puri Kanginan atau Puri Maskerdam.

Pembangunan Puri Agung Karangasem dirintis oleh Raja Karangasem ke XV yaitu Ida A.A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Tahun 1908 Ida A.A. Gde Djelantik menunjuk keponakannya untuk menjadi raja yang bernama Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

Pada akhir abad ke XIX, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Karangasem terakhir yaitu bernama Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

“Untuk Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan kerajaan pada saat itu, jika dilihat dari arsitektur bangunan puri, Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan yang strukturnya masih utuh sampai sekarang,” kata Kosalia.

Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan Raja Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem adalah istana yang istimewa. Dibangun pada lahan dengan luas sekitar 2 hektar, keistimewaan puri ini karena arsitektur puri yang menggabungkan 3 budaya sekaligus, yaitu China, Eropa, dan Bali.

“Untuk arsiteknya itu adalah raja yang terakhir. Saat pengerjaan taman-tamannya, dibantu juga oleh arsitektur Belanda pada saat itu,” kata kata Kosalia.

Sebagai destinasi wisata heritage, sejak tahun 1970 an Puri Agung Karangasem sudah mulai dikunjungi oleh wisatawan. “Waktu saya masih SD, saya lihat orang-orang Eropa sudah banyak yang melihat puri sebagai tempat peninggalan sejarah,” ujar Kosalia.


Di balik arsitektur bangunan unik dan sip, ternyata ada cerita menarik dari Puri Agung Karangasem. Bagi traveler yang ingin mencoba destinasi bersejarah dengan arsitektur dan spot instagramable, Puri Agung Karangasem adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Mesra di Gunungkidul Dijuluki Miami-nya Jogja



Gunungkidul

Salah satu pantai di Gunungkidul, Yogyakarta yang sedang populer saat ini adalah Pantai Mesra. Pantai ini memiliki banyak spot-spot cantik untuk dijadikan tempat berfoto.

Pantai Mesra terletak di Jalan Pantai Kukup, Ngepung, Kemadang, Ngrawe, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Letaknya persis bersebelahan dengan Pantai Kukup, hanya dipisahkan oleh batu karang besar.

Untuk sampai ke pantai ini, traveler harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam jika berangkat dari kota Yogyakarta. Namun tidak perlu khawatir, karena akses jalan di sini sudah sangat bagus.


Sebelum sampai ke lokasi pantai, setiap pengunjung harus membayar tiket masuk dari arah jalan masuk sebesar Rp 10 ribu, setelah di area pantai cukup membayar biaya parkir saja sebesar Rp 3 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Pantai Mesra di Gunungkidul, YogyakartaPantai Mesra di Gunungkidul, Yogyakarta (Lintia Elsi)

Saat memasuki Pantai Mesra, traveler akan disambut dengan taman kecil dengan rerumputan hijau yang telah dilengkapi kursi dan lampu taman. Hal ini tidak akan traveler temui di pantai-pantai lain Gunungkidul dan menjadi saya tarik yang khas dari pantai Mesra.

“Berasa bukan di Jogja sih ini, dari beberapa pantai yang sudah saya datangi menurut saya Pantai Mesra ini yang paling bagus,” kata Murni, salah satu pengunjung.

Di sisi-sisi taman ini terdapat kios-kios yang berbaris rapi dengan bentuk dan warna seragam, di sini traveler bisa berburu es kelapa serta kuliner mulai dari makanan ringan hingga berat.

Terdapat pula rest area, mushola, serta toilet di sini. Traveler juga bisa menyewa payung atau tikar untuk dipakai di sekitar pantai.

Pantai Mesra ini tidak terlalu luas, di depannya terdapat beberapa pohon-pohon berukuran sedang serta tulisan ‘Pantai Mesra’. Pasirnya berwarna putih bersih dengan batu-batu karang besar yang menghiasi bibir pantai.

Di pinggiran tebing karang berdiri beberapa gazebo yang disewakan untuk pengunjung berteduh dan menikmati pemandangan pantai dari atas. Spot ini juga sempurna untuk menikmati sunset.

Pantai yang sering dijuluki Miami-nya Jogja ini memiliki ombak yang cukup besar sehingga para pengunjung dihimbau untuk tidak berenang di lautnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Kamuela Villas, Beri Kenyamanan dan Ketenangan Bernuansa Alam



Jakarta

Untuk vila mewah yang terjangkau, Kamuela Villas merupakan tempat unik yang menawarkan pengalaman mewah yang tenang dan tidak terlupakan. Akomodasi yang cocok sebagai tempat peristirahatan yang damai dengan pelayanan yang ramah, tempat liburan dengan privasi yang aman, serta kenyamanan dan ketenangan selama berlibur. Berikut adalah lima fitur yang membuat Kamuela Villas menjadi pilihan utama untuk liburan yang tidak terlupakan.

Kemewahan yang Terjangkau

Salah satu hal yang paling mencolok dari Kamuela Villas adalah harganya yang terjangkau untuk segala kemewahan yang ditawarkan. Berbeda dengan penyedia vila lain yang sering kali menjual dengan harga tinggi dengan layanan yang terbatas, Kamuela Villas berkomitmen untuk memberikan layanan istimewa tanpa menguras dompet tamu.


Meskipun suasana di dalamnya sangat mewah, villa-villa di Kamuela Villas memiliki harga yang wajar sehingga dapat mengakomodasi tamu dengan beragam selera. Kamuela Villas didesain untuk melayani kebutuhan wisatawan, mulai dari pasangan yang ingin liburan romantis hingga keluarga yang mencari tempat peristirahatan yang luas dan nyaman.

Layanan Ramah yang Dipersonalisasi Sesuai dengan Kebutuhan Tamu

Kamuela Villas bangga dengan pelayanannya yang ramah dan tidak intrusif, sehingga dapat melayani dengan sempurna para wisatawan yang mencari kenyamanan, privasi, dan layanan yang dipersonalisasi. Kamuela Villas menyatu dengan alam, menawarkan tempat peristirahatan yang tenang dengan nuansa hijau pepohonan eksotis dan tanaman hias yang memperkaya pengalaman selama menginap di sana.

Setiap vila didesain dengan cermat untuk menstimulasi seluruh indera dan memberikan pengalaman yang damai dan tenang. Desain Kamuela Villas menitikberatkan pada penggunaan cahaya alami, warna yang netral, dan menenangkan. Serta penggunaan bahan-bahan organik seperti kayu, rotan, batu, dan kain. Bentuk-bentuk persegi mendominasi desain arsitektur dan dekorasi interior, menciptakan rasa harmoni dan keseimbangan.

Salah satu aspek yang menonjol dari Kamuela Villas adalah komitmen untuk melestarikan nuansa dan budaya lokal. Pola batik dan ikat, serta aksesoris berwarna-warni yang didesain secara tradisional seperti cermin dan bantal aksen, meningkatkan nuansa kehidupan di Bali.Imersi budaya ini memungkinkan tamu untuk merasakan keindahan dan autentisitas tujuan wisata lokal sambil menikmati kenyamanan villa mewah.

tagsite

Kamuela Villas Lagoi Bay Bintan dok. Archipelago

Privasi dan Keamanan

Privasi adalah salah satu pertimbangan utama bagi banyak tamu vila. Kamuela Villas memberikan prioritas utama pada privasi dan keamanan tanpa meninggalkan kualitas layanan. Baik pasangan yang baru menikah, keluarga, pecinta alam, atau wisatawan yang sekadar mencari relaksasi, Kamuela Villas beserta Royal Kamuela menyediakan tempat perlindungan yang akan memikat hati Anda.

Villa-villa ini tersedia dalam berbagai jumlah kamar tidur. Baik satu, dua, atau tiga kamar tidur, sehingga tamu dapat memilih akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Setiap villa dilengkapi dengan dapur lengkap, ruang makan pribadi, kolam renang pribadi, area bersantai di bawah sinar matahari, kamar mandi dalam dan luar dengan bak mandi, serta cahaya alami yang berlimpah. Desain yang dirancang dengan baik ini memastikan bahwa tamu memiliki segala yang mereka butuhkan untuk tinggal yang santai dan nyaman.

Ketika banyak penyedia vila lain menggunakan gagasan ‘privasi’ sebagai alasan untuk mengurangi kualitas layanan, Kamuela Villas memahami bahwa privasi yang sejati dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap tamu. Kamuela Villas menawarkan layanan maksimal dan tidak intrusif dengan tanpa batasan atau pembatasan tersembunyi. Tamu dapat menyesuaikan tingkat interaksi dan layanan sesuai dengan preferensi mereka, menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi dan tidak terlupakan.

Aksesibilitas dan Kenyamanan

Kamuela Villas terletak di tempat-tempat indah dan strategis, menggabungkan yang terbaik dari kemewahan, serta alam konsep yang natural. Menawarkan ketenangan yang biasanya dikaitkan dengan lokasi yang jauh dari keramaian, sambil tetap mudah diakses dan dekat dengan pusat perkotaan.

Fitur unik ini membuat Kamuela Villas menonjol, karena tamu dapat menikmati lingkungan eksotis tanpa perlu melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan. Seluruh properti Kamuela Villas di Lagoi Bay, Bintan, atau Royal Kamuela Villas & Suites di Monkey Forest, Ubud, berada jauh dari hiruk-pikuk kota, namun tetap mudah diakses.

Lingkungan yang tenang diKamuela Villas memberikan kesempatan untuk melarikan diri dari kesibukan kehidupan sehari-hari, menjadikannya pilihan yang sempurna bagi wisatawan yang mencari relaksasi dan ketenangan.Kamuela Villas adalah destinasi yang ideal bagi mereka yang ingin memisahkan diri dari hiruk-pikuk duniawi dan terhubung kembali dengan alam.

tagsiteAtas: Royal Kamuela Villas & Suites at Monkey Forest, Ubud dok Archipelago

Destinasi yang Tenang

Kamuela Villas memberikan kesempatan kepada tamu untuk masuk ke dalam dunia ketenangan dan privat saat mereka menjelajahi tempat meditasi yang jauh dari keramaian ini. Vila-vila ini menyediakan tempat tenang yang terlindung dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Di manapun Anda memilih untuk menginap, baik itu Kamuela Villas di Lagoi Bay, Bintan, atau Royal Kamuela Villas & Suites di Monkey Forest, Ubud, Anda akan merasakan ketenangan dan kedamaian yang tiada duanya.

Kamuela Villas Lagoi Bay Bintan

Terletak di kawasan Teluk Lagoi yang alami dan mempesona di Bintan, Kamuela Villas menawarkan kombinasi eksklusif antara keindahan alam dan kenyamanan yang mewah. Dengan villa yang menyatu dengan alam, Kamuela Villas Lagoi Bay menawarkan tempat peristirahatan yang tenang dengan latar yang kehijauan, pepohonan eksotis, dan tanaman hias yang menciptakan sebuah oasis damai bagi para tamu.

Rasa aman yang ditawarkan oleh tempat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal bagi mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari dan tenggelam dalam keindahan alam.

Royal Kamuela Villas & Suites di Monkey Forest Ubud

Bagi mereka yang menginginkan pengalaman budaya dan artistik yang lebih mendalam, Royal Kamuela Villas & Suites di Monkey Forest Ubud adalah pilihan yang sempurna. Lokasinya tersembunyi di jantung kota Ubud yang menjadi pusat kebudayaan dan seni Bali.

Para tamu dapat menjelajahi nuansa seni yang berkembang, pasar tradisional, dan Sacred Monkey Forest Sanctuary yang terkenal, semuanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari vila mereka. Gabungan antara kekayaan budaya dan kemewahan modern menjadikan destinasi ini pengalaman yang unik dan tidak terlupakan.

“Di Kamuela Villas, komitmen kami adalah untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu kami. Kami percaya bahwa kemewahan sejati itu lebih dari sekadar akomodasi; melainkan mencakupi seluruh penciptaan momen-momen berharga yang terus terkenang di hati mereka yang berkunjung,” kata Presiden dan CEO Archipelago International John Flood, Selasa (26/12/2023).

“Kami memahami bahwa setiap wisatawan adalah individu yang unik, dan misi kami adalah untuk memprioritaskan serta memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, mulai dari momen ketika mereka menginjakkan kaki di tempat peristirahatan tenang kami hingga mereka pergi. Tim kami yang berdedikasi, bersama dengan pesona istimewa Kamuela Villas bertujuan untuk membuat setiap kunjungan menjadi kenangan abadi, memastikan bahwa para tamu membawa ketenangan dan kehangatan Kamuela bersama mereka dalam perjalanan mereka,” sambungnya.

Komitmen Kamuela Villas dalam menyediakan layanan yang terbaik dengan harga yang ramah di kantong, ditambah dengan integrasi alam dan budaya, membuat mereka menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari tempat perlindungan yang damai dan tidak terlupakan.

Apakah Anda merencanakan liburan romantis, liburan keluarga, atau petualangan alam, Kamuela Villas adalah tempat tujuan yang sempurna.

Booking liburan Anda sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.archipelagointernational.com dan ikuti @archipelagointernational di Instagram.

(Content Promotion/Kamuela Villas)



Sumber : travel.detik.com

Mengunjungi Minimarket Berpemandangan Surga yang Viral, Terbaik di Indonesia?



Bangli

Minimarket satu ini viral di media sosial. Alasannya adalah toko modern itu memiliki pemandangan bak di surga. Bisa jadi inilah minimarket dengan pemandangan termahal di Indonesia

Lokasi minimarket itu berada di Kintamani, Bali. Pemandangan spektakuler akan dirasakan oleh setiap traveler. Dipastikan mereka akan betah berlama-lama di sana.

Jika duduk di balkon belakang, traveler akan disuguhi pemandangan terbaik berlatar Gunung Batur. Eloknya kawasan Kintamani di Kabupaten Bangli itu menjadi pemanis saat Anda berbelanja atau sekadar menikmati kopi.


Saking ciamiknya, minimarket ini dinobatkan oleh warganet sebagai minimarket dengan pemandangan tercantik di Indonesia. Tak ayal banyak orang membahas tempat ini sehingga viral di media sosial.

Sebelumnya, pemilik akun @adtwiguna memamerkan pengalaman berkunjung ke minimarket itu awal dibuka dan mengunggah videonya di Instagram miliknya. Dalam unggahan itu, ia menyebut minimarket itu punya view tercantik di Indonesia.

Minimarket itu terletak di Jalan Raya Penelokan, Kintamani, Bangli. Cukup strategis karena berada di pinggir jalan besar dan berada di kawasan wisata.

Buka sejak awal Desember lalu, tempat nongkrong ini langsung kebanjiran pelanggan. Maklum, minimarket ini punya tempat spesial di balkon bagian belakang toko untuk ngopi dan sekadar santai. Pengunjung juga dapat bonus melihat gunung sambil healing.

Namanya saja toko berjejaring, tempat ini menjual barang yang sama, seperti makanan ringan, minuman, dan aneka kopi. Toko ini juga menyediakan fasilitas lengkap seperti kursi dan meja di bagian depan.

“Kebetulan mampir aja di sini habis dari air panas. Kan (minimarket) terkenal di medsos dari waktu lalu. Lumayan ngopi santai murah meriah,” kata Gede Sanjaya, pria asal Singaraja, baru-baru ini.

Musim liburan akhir tahun seperti saat ini, kawasan Kintamani sudah padat wisatawan sejak beberapa hari lalu. Mereka tidak hanya datang ke sejumlah destinasi yang ada seperti Toya Bungkah, Penglipuran dan sekitarnya.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi Tempat Wisata di Malioboro: Museum Benteng Vredeburg



Yogyakarta

Berwisata di Malioboro tak sekadar belanja atau nongkrong. Traveler juga dapat belajar sejarah di Museum Benteng Vredeburg.

Museum Benteng Vredeburg berada di kawasan Malioboro atau tepatnya berada dekat Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Museum ini berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk Malioboro yang dipenuhi wisatawan tiap musim liburan.

Museum Benteng Vredeburg menyimpan koleksi berupa bangunan peninggalan Belanda serta diorama yang berisi kisah pembentukan negara Indonesia. Pada diorama-diorama itu traveler dapat mempelajari perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka, persiapan menuju kemerdekaan, kondisi pascakemerdekaan, hingga masa Orde Baru.


Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg. Foto: Putu Intan/detikcom

Sejarah ini dijelaskan dengan cara yang cukup menarik menggunakan patung, foto, dan lukisan. Selain itu terdapat fasilitas interaktif termasuk layanan audiovisual untuk membantu pengunjung mendapatkan pengetahuan.

Tak cuma mengenal sejarah, banyak juga pengunjung yang datang untuk berfoto. Benteng bersejarah itu memang memiliki arsitektur yang indah dan megah sehingga kerap diabadikan sebagai latar foto.

Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg. Foto: Putu Intan/detikcom

Jam Buka dan Harga Tiket

Museum Benteng Vredeburg buka Selasa-Minggu. Harga tiket bervariasi berdasarkan usia pengunjung. Berikut penjelasan lengkap mengenai jam buka dan harga tiket.

Jam Buka:

  • Selasa – Minggu : 07.30 – 16.00 WIB
Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg. Foto: Putu Intan/detikcom

Harga Tiket:

  • Wisatawan mancanegara : Rp 10.000
  • Wisatawan lokal
    – Dewasa perorangan : Rp 3.000
    – Dewasa rombongan : Rp 2.000
    – Anak-anak perorangan: Rp 2.000
    – Anak-anak rombongan : Rp 1.000

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yang Hijau-hijau di Jogja, Wisata Tepi Sawah di Geblek Pari Nanggulan



Yogyakarta

Traveler yang berencana menghabiskan Tahun Baru di Yogyakarta, coba deh mampir ke Kulon Progo. Di sana terdapat restoran tepi sawah yang menarik bernama Geblek Pari.

Geblek Pari belakangan ini viral di kalangan wisatawan pemburu pemandangan hijau. Restoran yang terletak di Nanggulan, Kulon Progo itu memang berdiri di pinggir sawah dan menawarkan nuansa pedesaan.

detikTravel sempat berkunjung ke Geblek Pari beberapa waktu lalu. Untuk menuju Geblek Pari, traveler harus melewati desa yang sempit. Namun perjuangan itu terbayar lunas dengan suasana asri di sana.


Restoran ini cukup luas. Daya tampungnya dapat mencapai 700 orang.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaGeblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Putu Intan/detikcom

Selain tempatnya yang nyaman, traveler juga dapat menikmati masakan tradisional khas desa Kulon Progo. Di sini, traveler tak perlu memesan makanan melainkan langsung mengambil nasi dan lauk di dapur.

Menu andalan di sini antara lain bronkos hingga oseng klompong. Jangan lupa juga untuk memesan geblek yang merupakan ikon Kulon Progo.

Geblek adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung tapioka dan bumbu bawang yang digoreng gurih. Geblek ini mirip dengan cireng di Jawa Barat.

Sebagai makanan khas Kulon Progo, geblek juga menginspirasi penamaan restoran ini. Koordinator Geblek Pari, Ardi, menjelaskan nama restoran itu memang mengangkat kekuatan geblek di Kulon Progo.

“Geblek makanan khas Kulon Progo seperti cireng. Pari itu padi. Jadi, Geblek Pari itu artinya makan geblek sambil lihat padi,” kata Ardi.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaMakan dengan view sawah di Geblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta (Foto: Putu Intan/detikcom)

Nama ini sangat cocok karena traveler dapat menikmati makanan sambil menikmati hijaunya persawahan dan perbukitan di Nanggulan. Suasananya sungguh syahdu dan menenangkan.

Bila sudah kenyang, traveler juga dapat berkeliling sawah dengan menyewa kendaraan. Geblek Pari menyewakan skuter hingga ATV untuk digunakan pengunjung.

“Harga sewa ATV per jam Rp 100 ribu. Kalau skuter per jam Rp 30 ribu – 40 ribu,” ujar Ardi.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaGeblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Putu Intan/detikcom

Sementara itu, traveler juga dapat belajar membatik di Geblek Pari. Untuk harganya bervariasi tergantung media untuk membatiknya. Untuk kipas harganya Rp 40 ribu, totebag Rp 40 ribu, dan kain Rp 25 ribu.

Betah singgah di Geblek Pari, traveler juga bisa menginap di homestay. Geblek Pari memiliki 2 homestay yang masing-masing dilengkapi 4 tempat tidur. Untuk harga sewa per malamnya adalah Rp 400 ribu.

Geblek Pari buka setiap hari dengan jam operasional Senin – Jumat pukul 08.00 – 20.00 WIB. Sedangkan Sabtu – Minggu pukul 07.00 – 20.00 WIB.

(pin/wsw)



Sumber : travel.detik.com