Category Archives: Domestik

Long Weekend, Saatnya Bersantai Sembari Dipijat Teman Tunanetra



Jakarta

Traveler yang mengisi long weekend dengan cara santai, bisa nih mencoba wisata pijat. Nah, tempat pijat di sini mempekerjakan teman-teman tunanetra hingga mendapat penghargaan lho.

Tempatnya bernama Kokuo Reflexology. Sudah cukup banyak gerainya yang tersebar di Indonesia bila traveler ingin bertandang. Tempat pijat ini menawarkan paduan teknik pijat refleksi Cina dan Jepang dengan teknik tradisional Indonesia.

Bagi traveler yang berada di wilayah Jabodetabek, tempat pijat ini bisa kok ditemukan di beberapa tempat di Jakarta, Tangerang, dan Tangerang Selatan.


Mengisi momen long weekend, pas banget nih memulihkan badan dengan pijat dan spa. Terdapat beberapa pilihan spa menarik seperti foot and body reflexology untuk menghilangkan pegal-pegal setelah melakukan aktivitas berat, athletic massage sebagai pijat yang mampu mengurangi kekakuan dan nyeri otot, hingga seitai massage yang merupakan kombinasi dari pijatan dan stretching. Adapun durasinya mulai dari 60-120 menit.

Eh, traveler tidak hanya dipijat sambil rebahan ditemani aroma terapi saja. Di sini, kamu dipijat juga bisa sembari menonton lho.

Salah satu lokasinya di Kokuo Signature at Bumi Pakubuwono. Tak hanya merasakan perawatan yang relaks, traveler dibikin nyaman melalui ambience Jepang yang dihadirkan, nuansa alam lewat kehadiran giant aquascape dengan aromaterapi dan fasilitas kamar premium. Traveler juga bisa menikmati relax yang maksimal lewat kehadiran theater room yang memungkinkan mereka dapat melakukan pijat sambil menonton Netflix. Santuy banget!

Memperkerjakan terapis tunantera

Selain memberikan kenyamanan untuk para tamunya, Kokuo Reflexology juga memperkerjakan terapis tunantera lho. Saat ini, sudah ada 40 terapis tunanetra yang sudah bergabung dalam Kokuo.

“Sebagai perusahaan yang fokus pada pemijatan refleksi, Kokuo berkomitmen untuk menggandeng komunitas netra dengan melatih dan memberikan keterampilan, juga mempekerjakan mereka. Kami ingin mereka terus memiliki daya saing tinggi, sama seperti orang normal pada umumnya. Karena itu, kami terus menyusun prosedur training yang inklusif. Hingga kini, sudah ada 40 terapis tunanetra yang sudah bergabung dalam Kokuo. Ke depan, kami akan terus membuka ruang bagi para kaum difabel,” kata Muhammad Nurrohim, Direktur Utama Kokuo Reflexology dalam keterangannya.

Menjadi salah satu jenis disabilitas terbanyak di Indonesia, penyandang tunanetra kian mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Meski demikian, keterbatasan penglihatan mereka nyatanya mampu memberikan mereka kelebihan berupa indra peraba yang lebih tajam. Hal ini yang mampu memberi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Salah satu terapis tunanetra, Andri Prayogo, bercerita mengenai perubahan hidupnya setelah kehilangan penglihatan. Dengan mendapatkan pelatihan dan bekerja, ada harapan dari rasa putus asanya setelah kecelakaan.

“Sejak mengalami kecelakaan di tahun 2009, saya sudah divonis tidak bisa melihat lagi. Tentu saya sempat berputus asa. Lalu, saya diajak untuk mengikuti pembinaan pijat. Kini, saya bisa bekerja di salah satu tempat pijat prestige seperti Kokuo. Saya
mampu mendapatkan penghasilan layak. Semua ini tentunya didapat karena adanya niat dan usaha,” cerita Andri.

Atas komitmennya tersebut, Kokuo Reflexology berhasil menerima penghargaan prestisius dari Kementerian Sosial RI dalam program Graduasi Program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengakui dan merayakan kontribusi signifikan para pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal dan nasional. Diberikan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, senantiasa memberi pengakuan resmi atas upaya dan pencapaian Kokuo Reflexology sebagai salah satu pemberdaya komunitas netra.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Wahana, Fasilitas, Tiket, dan Lokasi


Jakarta

Meski sudah tak seramai dahulu, Villa Kancil Kampoeng Sunda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih menjadi tempat wisata pilihan keluarga, terutama anak-anak.

Tempat ini cocok untuk outbound sekaligus edukasi pengenalan alam kepada anak-anak. Selain outbound, tempat ini juga memiliki wahana air untuk sekadar berenang atau bermain air.

Sebelum ke sana, simak dulu artikel ini untuk mengetahui apa saja wahana dan fasilitas di Villa Kancil Kampoeng Sunda. Ketahui juga tiket masuk dan biaya-biaya lainnya, serta lokasi dan jam bukanya.


Wahana Villa Kancil Kampoeng Sunda

Dilansir dari website dan akun Instagram resminya, wahana di Villa Kancil Kampoeng Sunda dibagi menjadi tiga, yaitu wahana air, wahana outbound, dan wahana lainnya.

Wahana Air

Ada sejumlah wahana air yang bisa dipilih sesuai usia anak. Beberapa wahana memerlukan tiket tambahan.

  • Kolam renang untuk anak-anak
  • Kolam renang untuk remaja hingga dewasa
  • Kolam rendam air hangat
  • Ember tumpah
  • Perosotan tinggi
  • Perosotan pendek
  • Kolam busa

Wahana Outbound

Wisata outbound menjadi andalan dari Villa Kancil. Ada sejumlah paket yang bisa dipilih sesuai usia. Beberapa permainan di area outbound, yaitu:

  • Jembatan keseimbangan
  • Perahu rakit balap
  • Panahan (archery)
  • Climbing board (wall climbing aman untuk anak)
  • Climbing bar
  • Smart step tire
  • Balance wood
  • Web tunnel
  • Swing rope
  • Hang bar
  • Log step level
  • Flying fox

Wahana Lainnya

  • Menanam padi
  • Menangkap ikan
  • Kereta mini
  • Becak mini
  • Perahu

Fasilitas Villa Kancil Kampoeng Sunda

Tempat wisata Villa Kancil memiliki fasilitas yang lengkap, antara lain sebagai berikut:

  • Mushola
  • Kamar ganti dan bilas
  • Toilet
  • Restoran
  • Tempat parkir luas
  • Gedung untuk rapat dan pernikahan

Tiket Masuk Villa Kancil Kampoeng Sunda

Tiket masuk ke Villa Kancil Kampoeng Sunda adalah Rp 35 ribu. Tiket ini sudah termasuk kolam renang waterboom, kolam mandi busa, kolam prestasi, spot selfie area, dan saung-saung untuk botram.

Daftar Harga Tiket Permainan Lain

Selain tiket masuk, ada juga biaya tambahan untuk beberapa permainan. Daftar harganya sebagai berikut:

  • Kereta mini Rp 10.000
  • Motor ATV Rp 25.000
  • Sewa pelampung Rp 10.000
  • Becak mini Rp 10.000
  • Kolam rendam air panas Rp 10.000
  • Flying fox dewasa Rp 25.000
  • Flying fox anak Rp 15.000
  • Perahu balap Rp 10.000/orang (minimal 5 orang)
  • Perahu kerbau Rp 10.000/orang (minimal 5 orang)

Paket Outbound

Buat kalian yang mau outbound, ada sejumlah paket yang ditawarkan. Ada paket untuk usia TK dan ada paket untuk usia SD.

Paket untuk usia TK harganya mulai dari Rp 85 ribu. Paket ini minimal untuk 20 anak. Jika kurang dari 20 anak, maka harga per anak ditambah Rp 20 ribu.

Paket ini termasuk tiket masuk, spot selfie bukit cinta, halang rintang (smart step, tire holes, climbing hole, samsak tinju, burma bridge, spider web, sliding and step ball, climbing web, low rope), papan kesimbangan, perahu rakit balap, tali keseimbangan, perahu kerbau, bertani, paralon bocor, menangkap ikan, wahana (kereta mini/bus mini/becak mini/flying fox).

Paket untuk usia SD harganya mulai dari Rp 95 ribu. Paket ini minimal untuk 30 anak. Jika kurang dari 20 anak, maka harga per anak ditambah Rp 20 ribu.

Paket ini termasuk tiket masuk, spot selfie bukit cinta, games paralon bocor, perahu rakit balap, halang rintang (smart step, tire holes, climbing hole, samsak tinju, burma bridge, spider web, sliding and step ball, climbing web, low rope), papan keseimbangan, perahu rakit balap, tali keseimbangan, perahu kerbau, bertani, paralon bocor, menanam padi, wahana (kereta mini/bus mini/becak mini/flying fox).

Lokasi dan Jam Buka

Lokasi Villa Kancil Kampoeng Sunda berada di Jalan Raya Desa Padamukti, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jam buka tempat wisata ini adalah pukul 08.00-17.00 WIB setiap hari. Khusus hari Jumat libur.

Itulah tadi ulasan mengenai Villa Kancil Kampoeng Sunda, mulai dari wahana, fasilitas, harga tiket, dan lokasinya.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

Jambi Ternyata Punya Gunung Sumbing, Ini Penampakannya



Jambi

Gunung Sumbing ternyata tidak hanya ada di Jawa Tengah, gunung dengan nama yang sama juga ada di Jambi. Mari berkenalan dengan gunung berapi ini.

Gunung Sumbing satu ini berada di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi. Gunung Sumbing di Jambi ini hampir serupa dengan Gunung Sumbing di Jawa Tengah.

Mereka berdua sama-sama gunung berapi. Bedanya, Gunung Sumbing di Jambi ini memiliki ketinggian 2.507 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan gunung Sumbing di Jawa Tengah memiliki ketinggian 3.371 mdpl.


Gunung Sumbing di Jambi termasuk tipe gunung berapi stratovolcano, artinya gunung api yang tersusun atas perselingan endapan piroklastika dan aliran lava.

Meski termasuk gunung berapi, namun sudah 100 tahun lebih gunung Sumbing di Jambi tidak erupsi. Gunung Sumbing tercatat dua kali mengalami erupsi, yaitu pada tahun 1909 dan 1921. Setelah itu, Gunung Sumbing belum pernah mengalami erupsi lagi sampai hari ini.

Gunung Sumbing di Jambi kerap kali menjadi tujuan bagi para pendaki sekaligus tempat wisata bagi para pecinta alam. Tidak hanya pesona alamnya yang memikat mata, jika beruntung traveler bisa bertemu dengan berbagai satwa menarik di sana.

Itu karena Gunung Sumbing termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Kawasan ini menjadi habitat bagi para satwa endemik di Sumatera seperti berbagai jenis burung, primata hingga hewan reptil lainnya.

Cara Menuju ke Gunung Sumbing

Traveler yang ingin naik Gunung Sumbing, bisa mengambil rute dari Jalan H Bumin Hasan menuju ke Gajah Mada di Jeletung. Kemudian ambil Jalan Lintas Sumatera ke Raya Boulevard di Mendalo Darat dan langsung menuju Muara Bulian.

Kemudian saat sudah sampai di Muara Tembesi, traveler langsung menuju ke Pulau Rengas selama kurang lebih 4 jam 50 menit dan terus menuju Tanjung Kasri sekitar 4 jam hingga akhirnya sampai ke tujuan.

Jarak tempuh dari Kota Jambi adalah 393 km, dengan waktu tempuh kurang lebih 9 jam 30 menit.

Tidak hanya bisa melakukan pendakian gunung dan menikmati pemandangan alam, di Gunung Sumbing traveler juga bisa bersantai di kolam mata air panas yang ada di sebelah barat daya kaki Gunung Sumbing.

Traveler bisa istirahat, sambil menikmati mandi-mandi dan berendam di kolam mata air panas tersebut. Dijamin tubuh yang lelah akan bisa segar kembali.

——

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Disebut Pernah Jadi Rumah Singgah Bung Karno, Kini Jadi Resto Sunda



Jakarta

Tak jauh dari Vila Riung Gunung yang menjadi rumah peristirahatan Presiden RI pertama Sukarno (Bung Karno), di Jalan Raya Puncak – Bogor ada rumah mungil yang disebut-sebut biasa menjadi persinggahan sang Presiden.

Lokasinya persis di seberang Monumen RE Martadinata dan Masjid Atta’awun. Hanya saja sejak Juni 2020, rumah itu disewakan menjadi kafe dan restoran yang cukup eksotis. Secret Garden, namanya.

“Pemilik restoran ini Pak Hari Taufik Muklis yang juga membuka restoran Secret Garden sebagai pemilik Secret Garden di Cianjur,” Manajer Operasional Secret Garden Indra Rusmana, Kamis (8/2/2024).


Restoran ini, dia melanjutkan, beroperasi mulai pukul 11.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Sebelumnya, bangunan yang disebut-sebut sebagai rumah singgah Bung Karno itu juga disewakan menjadi restoran Secret Forest, dan Kafe Puncak. Tapi keduanya tutup begitu ada pandemi Covid-19.

Secret Garden mengusung konsep bohemian ala Eropa Tengah. Sejumlah tanaman hias di dalam pot-pot kecil bisa ditemukan mulai dari teras depan, di setiap sudut ruangan dalam, hingga halaman belakang. Perlengkapan furniture dan ornamen yang menghiasinya serba jadul.

Bangunan induk yang berdiri sejak 1934 dengan material utama dari papan sebetulnya tak terlalu besar. Namun halaman depan untuk parkir bisa menampung hingga 10 kendaraan roda empat dan belasan roda dua.

interior restoran secret gardenInterior restoran secret garden (Foto: Sudrajat/detikcom)

Di halaman belakang ada beberapa gazebo dan lapangan cukup luas untuk anak-anak bermain.

Bila cuaca cerah atau sedikit berkabut, gazebo-gazebo di halaman belakang inilah yang menjadi incaran para pengunjung. Tak cuma bisa menikmati sejuknya kabut sambil menyeruput cappuccino, bandrek, atau teh kental di antara hijaunya pepohonan yang rimbun. Berlama-lama menatap megahnya Gunung Salak atau para atlet gantole yang melayang-layang bak burung raksasa tengah mencari mangsa.

Bagaimana dengan menu yang ditawarkan? Nah, ini dia. Meski berada di tataran Bumi Parahyangan, tepatnya di Jalan Raya Puncak Gadog Km 90, No 17, menu yang ditawarkan tak cuma makanan Sunda tapi juga Jepang.

“Sejak mulai dibuka pada Juni 2020 kami menyiapkan sekitar 50 menu Sunda dan Jepang. Ada nasi liwet, timbel, tutug oncom, dan ramen. Kalau untuk minuman selain teh dan aneka kopi kami punya bandrek, bajigur, dan lainnya,” kata Indra Rusmana.

Kami memesan paket nasi liwet untuk dua orang seharga Rp 96 ribu. Lauknya ayam bakar, tahu dan tempe, serta sambel dan lalapan (kol, timun, daun selada dan pokpohan. Untuk minumnya, kami memesan teh dan jeruk.

Perjalanan dua jam dari Depok yang diwarnai kemacetan sejak Tajur hingga Gadog membuat kami lelah dan lapar sangat. Seperti orang kalap kami menyantap tandas semua hidangan dengan cepat.

paket nasi liwet di restoran Secret Garden PuncakPaket nasi liwet di restoran Secret Garden Puncak (Foto: Sudrajat/detikcom)

Si Sulung sempat celingak-celinguk dan cengar-cengir tanda masih lapar. Maklum porsi nasi liwetnya tergolong pas-pasan untuk ukuran kami.

Sebagai penyuka pedas, si Sulung juga mengeluhkan sambelnya yang dirasa kurang menyengat. “Iya, tapi aku mau cobain Ramennya,” kata dia saat saya menawarkan untuk menambah pesanan untuk menambal rasa laparnya.

Selepas makan berat, kami berkeliling halaman belakang sambil menyeruput kopi aren dan bandrek. Dari situlah kami perhatikan ternyata restoran ini punya dua bangunan utama yang terhubung oleh pintu yang dibiarkan terbuka.

Kusen jendela dan pintunya bercat merah. Ruang tamu dilengkapi dengan dua set sofa tua. Aneka suvenir berupa boneka hingga keramik anjing dan gajah terpajang di rak.

Saya pribadi lebih tertarik dengan beberapa foto Presiden RI pertama, Ir Sukarno alias Bung Karno. Salah satunya menampilkan si Bung bersama isteri keduanya, Hartini, serta beberapa sahabat seperjuangannya seperti Mr M. Yamin dan Mr Soepomo.

Di dinding yang lain terpajang bingkai foto artis film era 1970-an hingga akhir 1990-an Dana Christina dan suaminya, Hadi Sutoyo (alm).

Menurut Indra Rusmana, bangunan kedua tersebut awalnya selalu terkunci. Para pegawai Secret Garden pun tak bisa memasukinya. Namun sejak pertengahan 2023, pemiliknya Dana Christina mengizinkan untuk dimasuki para pengunjung restoran.

Soal koleksi foto-foto Bung Karno yang terpajang, ia melanjutkan, tak lepas dari hubungan antara pemilik bangunan sebelum Dana Christina dengan sang Proklamator.

Merujuk cerita yang didengarnya dari anggota keluarga Dana dan Hadi, Bung Karno dan Bu Hartini pernah beberapa kali singgah ke rumah tersebut sebelum beristirahat di Vila Riung Gunung yang berjarak tak sampai 1 km.

(jat/msl)



Sumber : travel.detik.com

Isinya 8 Rumah Saja, Tidak Lebih



Ciamis

Di Ciamis, ada sebuah kampung terpencil yang unik. Isi kampung itu hanya 8 rumah saja, tidak lebih. Kenapa?

Kampung Rumah 8, begitu warga mengenalnya. Kampung unik itu berada di desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis.

Lokasi kampung ini sangat terpencil, tepatnya di tengah hutan. Meski akses jalannya sangat sulit, warga Kampung Rumah 8 sudah berada puluhan tahun dan tidak mau pindah.


Sejarah Kampung Rumah 8

Ketua RT setempat, Eli Yuliana menjelaskan, Kampung Rumah 8 ini awalnya bernama blok Cidahu, Dusun Cibangban. Kampung ini hanyalah kampung biasa, bukan kampung budaya seperti Kampung Kuta atau Kampung Naga.

Warga yang tinggal saat ini, merupakan pewaris dari orang tuanya sejak puluhan tahun lalu. Ceritanya, orang tua zaman dulu membuat rumah yang lokasinya dekat dengan ladang, sawah dan perkebunan supaya lebih mudah menggarapnya.

Mereka pun memutuskan untuk membuat sebuah perkampungan. Awalnya rumah itu pisah-pisah, tapi pada akhirnya memutuskan membuat komplek perkampungan yang isinya ada 8 rumah.

“Memang sejak dulu tidak bertambah. Menurut cerita ada sejak masa kolonial. Sebetulnya mau ditambah juga tidak apa-apa, tapi tetap bertahan jumlahnya sampai sekarang,” jelasnya.

Naik Daun di Kalangan Offroader

Seiring berjalannya waktu, kampung ini banyak dikunjungi offroader dari berbagai daerah. Rupanya, di wilayah desa Bunter, terdapat track off-road di kawasan hutan jati yang jadi tujuan para offroader, baik lokal maupun luar daerah.

Lokasi Kampung Rumah 8 ini ternyata berada di tengah jalur off-road tersebut. Sehingga para offroader kerap memilih kampung itu menjadi rest area. Mereka beristirahat, makan, salat dan menjalani aktivitas lainnya di kampung tersebut.

Nama Kampung Rumah 8 itu juga dicetuskan oleh offroader yang kerap singgah di kampung tersebut sekitar 5 tahun yang lalu.

“Jadi kampung ini sering disinggahi oleh para offroader, rest areanya, makan siang di sini. Di Desa Bunter kan ada rute off road. Kemudian offroader itu memberi nama Kampung Rumah 8. Sehingga di kalangan offroader nama kampung ini sudah cukup terkenal. Mereka juga membantu untuk membuat musala,” ujar Eli.

Saat ini, ada 9 kepala keluarga dengan 28 jiwa yang menghuni Kampung Rumah 8 itu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada sebuah warung yang menyediakan dagangan yang cukup komplet, terutama sembako.

“Warga di sini hampir semuanya petani, beternak atau perikanan. Penghuninya ada yang usianya sudah 90 tahun paling tua. Warga yang merantau ada, tapi anak-anaknya seperti ke Jakarta dan Bekasi,” ucapnya.

Eli menyebut meski jauh dari perkampungan lainnya dan terpencil, tapi warga di Kampung Rumah 8 tidak ada yang mau pindah. Mereka sudah merasa nyaman dan tidak ingin jauh dengan lahan yang sudah menjadi penghidupan mereka selama ini.

Cara Menuju ke Kampung Rumah 8

Setelah sampai kawasan hutan jati di desa Bunter, perjalanan harus dilanjutkan dengan menggunakan sepeda motor dengan ban khusus seperti motor trail.

Selain melewati hutan, akses jalannya masih tanah dan bebatuan. Ditambah lagi dengan jalannya yang kecil dan juga terjal naik turun, membuat perjalanan menjadi lebih menantang. Perjalanan menggunakan motor tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Kampung Rumah 8 di Kabupaten Ciamis.Kampung Rumah 8 di Kabupaten Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Sesampainya di Kampung Rumah 8, ternyata memang benar, cuma ada 8 rumah dalam satu kompleks di kampung itu. Ditambah ada sebuah musala kecil yang baru beberapa waktu lalu dibangun.

Kondisi rumahnya tidak jauh berbeda seperti rumah pada umumnya. Ada yang terbuat dari tembok, ada juga yang semi permanen terbuka dari kayu. Suasana kampung tersebut sangat nyaman dan adem, jauh dari hiruk pikuk atau pun suara kendaraan.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Contemporary Art Gallery, Hidden Gem Baru di Taman Mini



Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah adalah kawasan wisata yang menyuguhkan wisata tradisional juga modern dalam satu tempat. Terbaru, tempat ini punya galeri seni kontemporer yang estetik juga lho.

Galeri seni tengah digandrungi oleh masyarakat khususnya kaum muda. Galeri seni juga kerap kali menjadi tujuan museum date belakangan ini.

Salah satu yang menarik dan hidden gems adalah galeri seni kontemporer di TMII. Galeri ini baru saja dibuka pada 28 Oktober 2023 dan belum banyak traveler tahu keberadaannya.


detikTravel berkesempatan mampir melihat-lihat dalamnya pada Jumat (9/2/2024). Pada kunjungan kami, belum banyak pengunjung yang datang. Hanya hitungan jari saja yang terlihat.

Namun begitu, tak berarti galeri ini sebagai pertunjukan kacangan. Masuk ke sini, traveler akan disuguhkan oleh ornamen dan warna yang begitu artsy. Dengan cahaya terang dari sorotan lampu dan perpaduan warna di tembok, hingga ornamen yang pas.

Contemporary Art Gallery TMII pada Jumat (9/2/2024).Contemporary Art Gallery TMII pada Jumat (9/2/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

Masuk ke area galeri, yakni pada lantai dua, ada area pameran yang tak begitu lebar, namun memiliki beberapa ruangan yang bisa dieksplorasi. Sekitar ada empat ruangan yang menampilkan karya dan experience berbeda.

Pada saat kunjungan kami, galeri seni kontemporer ini sedang menyajikan pameran bertema “Someone, Something, Somewhere”. Pameran ini seolah membawa pengunjung untuk merasakan dampak plastik terhadap lingkungan dengan digambarkan di berbagai seni rupa.

Contemporary Art Gallery TMII pada Jumat (9/2/2024).Seni rupa di Contemporary Art Gallery TMII pada Jumat (9/2/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat berbagai kesenian dari limbah plastik, mulai dari lukisan, patung, hingga beragam seni rupa lainnya. Menariknya, traveler tak hanya dapat melihat-lihat pameran kritik ekologis ini lewat karya rupa, tetapi traveler juga bisa menikmatinya dalam perjalanan video melalui Virtual Reality (VR).

Di galeri ini, disuguhkan fasilitas VR yang pada pameran ini, membawa traveler ke dunia yang dipenuhi plastik. Traveler akan menjelajahi dunia yang berbeda, yang disebut masa depan dunia kita sekarang jika plastik tak diatur produksi dan pemakaiannya. Tak ada pohon, tak ada ekosistem, hanya lautan dan gunung-gunung plastik dalam perjalanan tersebut.

Contemporary Art Gallery TMII pada Jumat (9/2/2024).Area glow in the dark di Contemporary Art Gallery TMII pada Jumat (9/2/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

Selain ini, ada beberapa area lainnya yang menyuguhkan pengalaman unik. Misalnya area glow in the dark.

Bagi traveler yang penasaran berkunjung, bisa datang ke Contemporary Art Gallery yang berada di sisi Merchandise Center. Biaya masuknya sebesar Rp 25 ribu per orang, di luar biaya masuk TMII. Operasionalnya setiap hari pukul 8.00-17.00 WIB.

Khusus traveler yang penasaran ingin melihat pameran ini, bisa langsung datang karena waktu pameran yang temporer.

“Pamerannya temporer gitu. Kemarin tiga bulan, ini sebulan kalau nggak salah. Karena kita nyiapin wadah gratis lah bagi anak-anak muda yang ingin berkreasi tetapi masih memiliki keterbatasan biaya mungkin buat sewa tempat. Jadi kita kasih tempat tapi nanti kita kurasi bareng-bareng,” imbuh Digital & Media Relation Manager TMII, Novera Mayang Sari, saat ditemui detikTravel di lokasi, Jumat (9/2/2024).

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Terpencil di Ciamis Punya Pantangan: Jangan Ngomong Sembarangan!



Ciamis

Ada sebuah kampung terpencil yang unik di Ciamis. Kampung itu hanya terdiri dari 8 rumah dan lokasinya di tengah hutan. Kampung itu juga punya pantangan.

Pantangannya adalah dilarang ngomong sembarangan atau dalam bahasa Sundanya, dilarang sompral alias mengucapkan hal-hal yang negatif dan menyinggung orang.

Jika melanggar pantangan tersebut, maka pengunjung itu bisa-bisa tidak akan pulang. Mereka tiba-tiba saja akan kesasar di tengah hutan dan tidak dapat menemukan jalan keluar.


Ya, mitos tersebut dipercayai oleh warga Kampung Rumah 8, sebuah kampung terpencil nan unik di Ciamis. Pengunjung yang datang atau melintas di kawasan hutan di Kampung Rumah 8 ini harus bersikap baik.

Jangan sesekali menyampaikan ucapan atau hal-hal yang tidak sopan, sehingga dapat menyinggung pihak yang tidak ingin disinggung.

Beberapa pemburu hewan atau pun pengunjung yang melakukan aktivitas off-road di hutan sekitar Kampung Rumah 8 mengaku pernah mengalami hal itu.

Namun beruntung, mereka berhasil menghubungi warga yang ada di Kampung Rumah 8 dan langsung diantar ke luar dari hutan jati yang mengelilingi kampung tersebut.

“Jadi memang di sini aura mistisnya masih ada. Orang luar yang datang ke sini sering nyasab (kesasar). Itu mungkin bicara tidak sopan. Seiring terjadi seperti itu,” ujar Eli Yuliana, Ketua RT di Kampung Rumah 8, Sabtu (10/2/2024).

Kejadian pengunjung kesasar di tengah hutan jati itu tidak tergantung pada waktu. Bisa terjadi pada siang hari atau pun malam hari.

Eli pun mewanti-wanti bila memasuki kawasan hutan di kampungnya untuk senantiasa bersikap sopan dan berdoa terlebih dahulu.

“Jadi niatnya harus baik-baik, kalau ada pikiran negatif itu kemungkinan akan sasab (tersasar),” ucapnya.

Kampung Rumah 8 di Kabupaten Ciamis.Kampung Rumah 8 di Kabupaten Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Menurut cerita Eli, beberapa waktu lalu ada pemburu yang malam-malam kesasar di wilayahnya. Kemudian ada juga ada orang yang sedang trail adventure di siang hari tidak dapat menemukan jalan keluar dari hutan.

“Jadi yang naik motor trail itu mengaku hanya kuar-kuir (bolak-balik) saja di tempat yang sama. Kemudian orang itu menghubungi warga di Kampung Rumah 8. Akhirnya ditunjukkan jalan ke luar,” ucapnya.

Eli menyebut dengan adanya kisah mistis ini, Kampung Rumah 8 pun aman dari hal-hal kejahatan seperti pencurian.

“Paling yang ada di sini hewan seperti babi, monyet, landak, tapi selama tidak mengganggu Insyalloh aman tidak menyerang,” tutupnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Melihat Dusun Pecinan di Klaten, Sisa Geger Zaman Mataram



Klaten

Di Klaten ada sebuah dusun Pecinan. Konon, dusun ini menyimpan peninggalan peristiwa Geger Pecinan pada zaman Mataram berabad-abad silam.

Dusun Pecinan itu berada di wilayah desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten. Dusun tersebut konon merupakan perkampungan etnis Tionghoa di masa Kerajaan Mataram Kartasura.

Dari pusat kota Klaten, dusun Pecinan berjarak sejauh 25 kilometer ke arah Solo. Kalau dari Kartasura, Sukoharjo, jaraknya cuma sekitar 10 kilometeran.


Berada di tepi jalan Jogja-Solo, dusun itu tak tampak sebagai kampung Pecinan pada umumnya. Tidak ada bangunan bergaya etnis Tionghoa atau jejak kebudayaannya di sana.

Satu-satunya yang terkait etnis Tionghoa hanya kompleks makam di utara dusun yang terdapat beberapa kuburan Tionghoa.

Masuk ke dusun tersebut juga tidak ada gapura berarsitektur naga liong atau lampion. Satu-satunya penunjuk hanya beberapa plang papan nama bertuliskan RT dan RW Pecinan di pojok-pojok dusun.

“Kalau sejarahnya saya tidak tahu. Cuma di Utara dusun itu ada makam China, di Utara sungai,” ungkap warga Dusun Pecinan, Desa Kepanjen, Yatmi (66) dengan bahasa campuran Jawa, Kamis (8/2/2024) pekan lalu.

Dari cerita Yatmi, di dusunnya tidak ada warga yang beretnis Tionghoa. Makamnya pun tidak khusus untuk orang Tionghoa, tapi juga masyarakat sekitarnya.

“Dulu Bong Cino, tapi tidak semua orang China yang dikubur, itu makam umum. Tapi masuknya Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari,” jelas Yatmi.

Lisna, warga lainnya mengatakan kuburan Cina tidak hanya ditemukan di makam umum. Tapi di utara dusun pernah ada beberapa makam China.

“Dulu ada kuburan China di pekarangan selatan sungai tapi sudah dibongkar. Sekarang pada jadi rumah,” kata Lina kepada detikJateng.

Ketua RW 1 Dusun Pecinan, Desa Kepanjen, Endri Yunanto menambahkan, tidak ada yang tahu pasti nama dusunnya. Hanya ada cerita tutur turun-temurun dulunya menjadi tempat pelarian etnis Tionghoa.

“Riwayat pastinya kita tidak tahu. Hanya konon di sini dulu banyak warga China pelarian ketika ontran-ontran di Keraton Kartasura. Sehingga dulu banyak ditemukan makam China, tidak hanya di Utara kampung yang sekarang jadi makam tapi juga di tengah kampung,” tutur Endri.

Makam-makam di tengah kampung itu, sekarang sudah tidak ada lagi. Makam sudah dibongkar, dipindahkan atau jadi pemukiman.

“Sudah tidak ada tapi itu belum lama dibongkar. Karena dibangun, kemudian diratakan padahal dulu banyak di tengah kampung, di tengah kebun tapi karena dibangun rumah ya dibongkar atau dipindah,” lanjut Endri.

Kuburan etnis Tionghoa di Utara kampung Pecinan, Delanggu, Klaten, Kamis (8/2/2024).Kuburan etnis Tionghoa di Utara dusun Pecinan, Klaten Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Dihubungi terpisah, Pegiat Cagar Budaya Kabupaten Klaten, Hari Wahyudi mengatakan, permukiman etnis Tionghoa di Klaten tersebar merata. Keberadaan mereka terkait pabrik gula.

“Di dekat pabrik gula pasti ada bangunan kolonial, bangunan Pecinan, juga ada makam China dan makam Belanda atau kerkoff. Etnis Tionghoa itu dekat dengan Eropa, mereka dipekerjakan sebagai ahli akuntansi di pabrik Eropa,” ungkap Hari.

Menurut penelusuran dari berbagai sumber, geger Pecinan Kartasura merupakan konflik politik di tahun 1740-1743 yang diawali dari kekerasan terhadap etnis Tionghoa di Batavia (Jakarta) oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Konflik itu kemudian melebar dengan penyerbuan pasukan China yang bergabung dengan pasukan Jawa menyerang benteng keraton Mataram Kartasura (Sukoharjo) karena bersekutu dengan VOC.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Nongkrong Asik di Kemang, Ada Live Music dan Buka 24 Jam!


Jakarta

Kemang, Jakarta Selatan jadi kawasan favorit terutama kalangan muda-mudi buat nongkrong bareng pasangan serta kawan-kawannya. Di sana, kamu bisa menemukan deretan kafe, tempat makan, hingga klub yang dapat dikunjungi.

Tapi, kalau bingung cari tempat nongkrong di Kemang yang asik, buka 24 jam, sampai ada live music-nya, cek uraian di bawah ini, ya!

Tempat Nongkrong Favorit di Kemang

Nah, berikut tempat nongkrong di Kemang yang asik. Beberapa di antaranya terdapat live music dan buka 24 jam, lho.


1. Roti Bakar Kemang

Roti Bakar Kemang terletak di Jalan Ampera Raya No. 5B, Kemang Timur, Jakarta Selatan. Tempat ini cocok buat kumpul-kumpul karena areanya luas dan buka selama 24 jam. Ada rooftop juga kalau ingin menikmati suasana malamnya.

Tersedia berbagai macam menu makanan dan minuman di sini. Ada roti bakar, roti maryam, dan pisang bakar dengan sejumlah pilihan topping. Ada juga menu nasi, mie, pasta, serta dessert yang bisa dicicipi. Untuk minumannya tersedia sejumlah kopi, latte, dan boba.

2. Eighty Nine Eatery & Spirits

Jika ingin ke tempat yang cozy dan aesthetic di Kemang, bisa ke Eighty Nine Eatery & Spirits. Lokasinya di Jalan Kemang Raya No. 89, Bangka, Jakarta Selatan. Kamu dapat berkunjung ke sini dari jam 09.00 pagi sampai 12.00 malam.

Di sini, kamu bisa nongkrong sambil menikmati makanannya yang terkenal enak. Sejumlah menu mulai dari salad, rice bowl, mie, pasta, pizza, dessert, hingga makanan ringan dapat ditemukan. Menu minumannya tersedia berbagai kopi, non-kopi, jus, serta mocktails.

3. Roti Romi

Ada lagi nih tempat nongkrong di Kemang yang buka 24 jam, yakni Roti Romi. Alamatnya berada di Jalan Kemang Raya No. 23, Bangka, Jakarta Selatan. Tempat ini pas banget jadi solusi kelaparan di malam hari.

Sesuai namanya, Roti Romi Kemang menyediakan roti jadul dengan berbagai topping. Selain itu, ada juga menu nasi lemak, bakmi, spaghetti, serta camilan seperti kentang goreng hingga chicken wing.

4. Anomali Coffee

Selanjutnya ada Anomali Coffee. Lokasinya di Jalan Kemang Raya No. 72, Bangka, Jakarta Selatan. Coffee shop ini buka pukul 07.00-22.00 setiap harinya. Meski areanya tidak begitu luas, tapi tempatnya comfy banget buat nongkrong.

Kamu dapat menyeruput minuman kopi dari berbagai varian biji kopinya di sini. Di samping itu, tersedia juga minuman non kopinya serta menu lain seperti pastry, dessert, dan camilan.

5. 1/15 Coffee

Tempat nongkrong comfy berikutnya, yaitu 1/15 Coffee yang terletak di Jalan Kemang Raya No. 37, Bangka, Jakarta Selatan. Kafe ini buka setiap harinya mulai pukul 07.00-21.00.

Sebagai coffee shop, 1/15 Coffee tentu saja menawarkan kopinya yang nikmat. Selain itu, ada juga berbagai menu nasi, dessert, serta makanan ringan.

6. Big Brother

Kalau mau ke klub yang asik buat nongki di Kemang, bisa ke Big Brother. Alamatnya di Jalan Taman Kemang No. 28, Bangka, Jakarta Selatan. Di sini terdapat live music lho kalau ingin sing along bareng teman-teman.

Kamu dapat memesan menu alkoholnya, seperti bir, cocktail, hingga soju. Selain itu, ada juga menu pizza, kentang goreng, chicken wings, dessert, hingga makanan ringan yang dapat dicicipi.

7. Chief Coffee

Chief Coffee berada di Jalan Kemang Raya No. 27, Bangka, Jakarta Selatan. Coffee shop ini buka jam 07.00-21.00 setiap harinya. Tempatnya cukup luas sehingga pas jadi tempat nongkrong.

Selain minuman kopinya, tersedia juga berbagai menu non kopinya yang bisa dijajal. Bukan hanya itu, ada pula makanan mulai dari mie, nasi, pasta, camilan serta dessert.

Itu dia tempat nongkrong di Kemang, Jakarta Selatan yang asik. Terlebih, sederet tempat di atas ada yang buka 24 jam dan tersedia live music buat sing along.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

Negeri di Atas Awan Ciamis yang Menakjubkan



Ciamis

Bukan fiksi, negeri di atas awan beneran ada di Ciamis. Tak percaya? Coba saja mampir ke wisata Puncak Bangku yang pemandangannya menakjubkan.

Fenomena negeri di atas awan merupakan hamparan awan atau embun yang menyelimuti sebuah wilayah yang bisa dilihat dari atas ketinggian. Di Ciamis, ada satu destinasi wisata yang memiliki fenomena itu. Namanya Puncak Bangku.

Kapan Bisa Melihat Negeri di Atas Awan Ciamis?

Fenomena negeri di atas awan di Puncak Bangku Ciamis hanya dapat dilihat pada pagi hari, antara pukul 06.00 sampai 08.00 WIB.


Untuk itu, bagi yang lokasinya berada di perkotaan Ciamis, pengunjung harus berangkat sangat pagi sekitar pukul 05.00 WIB menuju ke Puncak Bangku.

Itu pun kalau beruntung dapat melihat pemandangan fenomena hamparan awan di atas ketinggian. Ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat menyaksikan fenomena tersebut.

Selain harus pagi, harus diperhatikan kondisi cuaca juga. Fenomena itu muncul ketika pada sore hari sebelumnya ada hujan cukup lebat. Kemudian ada kondisi angin yang berhembus.

Kalau hembusan anginnya stabil, maka fenomena itu dapat terlihat. Tapi kalau anginnya kencang, maka pengunjung hanya akan melihat embun yang sangat tebal.

Sebelum berkunjung ke Puncak Bangku, alangkah baiknya mengontak pengelola yang tercantum pada media sosial. Atau kalau ada keluarga dan teman di sekitar lokasi yang bisa memastikannya.

Cara Menuju ke Wisata Puncak Bangku

Wisata Puncak Bangku Ciamis ini berada di Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Ciamis. Jaraknya sekitar 26 kilometer dari pusat perkotaan Ciamis, atau dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, baik itu motor atau mobil.

Dari Alun-alun Ciamis ambil ke arah Kawali. Nanti sebelum SPBU Baregbeg, belok kanan menuju Kecamatan Rancah. Di pertigaan Rancah, dekat Polsek Rancah, ambil jalur lurus menuju Kadupandak. Nanti di pinggir jalan, ada petunjuk jalan menuju Puncak Bangku.

Meski berada di ketinggian, Puncak Bangku ini dapat diakses langsung menggunakan kendaraan, karena berada di pinggir jalan desa.

Tidak ada tiket untuk memasuki kawasan tersebut. Pengunjung hanya membayar parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Fasilitas yang tersedia di sini seperti tempat parkiran luas, mushala, toilet, tempat duduk, saung-saung, spot selfie dan sejumlah warung yang menyajikan aneka kuliner.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com