Category Archives: indodax

Harga Bitcoin Turun dari Puncaknya, Investor Diimbau Tetap Tenang

Jakarta, 30 Mei 2025 Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan pasar dengan posisi harga yang tengah berada di titik krusial setelah mencatat rekor tertinggi baru di level US$111.900 beberapa waktu lalu, namun kini mengalami koreksi turun ke sekitar US$105.000 pada saat berita ini ditulis, 30 Mei 2025.

Koreksi ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan jual yang dipicu oleh aksi ambil untung dan kekhawatiran pasar terhadap data ekonomi makro global, khususnya inflasi Amerika Serikat dan ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.

Kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami tekanan, tercatat turun lebih dari 1,7% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar aset kripto global saat ini tercatat sebesar $3,32 triliun, mengalami penurunan sebesar 1,97% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai $145,13 miliar.

Menanggapi hal ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma menyatakan, “Fluktuasi seperti ini merupakan bagian alami dari dinamika pasar kripto yang sangat reaktif terhadap sentimen global. Ketika harga menyentuh titik tertinggi historis, wajar bila terjadi aksi ambil untung. Namun penting untuk dipahami bahwa koreksi jangka pendek tidak selalu mencerminkan pelemahan fundamental Bitcoin.”

Antony menjelaskan bahwa dalam siklus pasar kripto, pergerakan tajam baik naik maupun turun sering kali membuka peluang strategis bagi investor yang disiplin dan memiliki perspektif jangka panjang.

“Para investor untuk memanfaatkan momentum ini sebagai waktu evaluasi ulang portofolio—apakah sudah sesuai dengan profil risiko, dan apakah strategi yang dijalankan sudah mempertimbangkan aspek manajemen risiko. Di tengah kondisi seperti ini, pendekatan rasional, bukan emosional, adalah kunci,” tambahnya.

Level harga antara US$100.000 hingga US$104.000 saat ini menjadi area yang banyak dipantau oleh investor, karena dianggap sebagai zona akumulasi potensial. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menyentuh level ini, ada potensi rebound yang bisa terjadi.

Kondisi pasar saat ini menuntut kewaspadaan lebih tinggi. Investor disarankan menggunakan fitur-fitur pengelolaan risiko seperti stop-loss, take-profit, dan diversifikasi portofolio untuk meminimalisir potensi kerugian.

“Pasar kripto bersifat sangat dinamis dan tidak selalu bergerak dalam garis lurus. Dalam kondisi seperti ini, bukan hanya pemahaman teknis yang dibutuhkan, tapi juga ketenangan berpikir dan kesiapan mental dari setiap investor. Penting bagi kita untuk melihat pasar secara menyeluruh, memahami konteksnya, dan tidak terjebak pada kondisi jangka pendek.”

Antony menekankan pentingnya peningkatan literasi dan kedewasaan dalam menghadapi fluktuasi pasar. Ia menyebut bahwa kepanikan justru sering muncul karena kurangnya pemahaman mendalam terhadap siklus pasar dan nilai fundamental aset digital itu sendiri.

“Koreksi harga bukan semata-mata sinyal negatif. Dalam banyak kasus, justru menjadi titik refleksi dan peluang untuk masuk ke pasar secara lebih terukur. Investor yang memiliki pandangan jangka panjang dan disiplin dalam strategi umumnya akan lebih siap menghadapi kondisi ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejarah Bitcoin menunjukkan bahwa koreksi adalah bagian dari perjalanannya sebagai aset yang terus berkembang. “Volatilitas memang tidak bisa dihindari, tapi bila didekati dengan perspektif yang tepat, justru bisa menjadi ruang belajar dan penempaan karakter sebagai investor,” tutup Antony.

 

***

Tentang INDODAX 

 

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 8,1  juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

 

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram: https://t.me/INDODAX room

Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX 

Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX 

Twitter: https://twitter.com/INDODAX 

Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX 

Facebook:https://www.facebook.com/INDODAX 

INDODAX Academy: https://INDODAX .com/academy

INDODAX Press Release: https://blog.INDODAX .com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

Kini Anda bisa Jual – Beli Bitcoin melalui Doku Wallet via Smartphone Android Anda!

 

Halo, Bitcoiners!

Kabar baik bagi para pengguna Android diluar sana. Selain lewat aplikasi Dompet Bitcoin Indonesia, kini Anda juga bisa melakukan jual-beli Bitcoin secara instan dengan Rupiah melalui aplikasi Doku Wallet yang bisa diinstal di smartphone Anda.

Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mendownload aplikasi Doku Wallet di Google Play Store terlebih dahulu. Ketik “Doku Wallet” di kotak pencarian atau klik disini untuk mendownloadnya.

Setelah Anda terdaftar di Doku Wallet dan mengisi saldo Rupiah di akun tersebut, Anda bisa melakukan pembelian Bitcoin pertama Anda dengan cara memilih menu “Investasi” di dalam aplikasi tersebut. Klik “Trading Bitcoin” untuk melanjutkan.

Anda akan menemukan menu seperti yang tampak dalam screenshot terlampir. Disinilah Anda dapat membeli/menjual Bitcoin secara instan tanpa potongan biaya.

 

Anda bisa mendapatkan profit dengan cara membeli Bitcoin saat harga Bitcoin murah, dan menjualnya kembali saat harganya naik dan lebih mahal dari harga beli Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca FAQ yang tersedia di aplikasi.

Nikmati profit dari trading Bitcoin sekarang juga hanya di aplikasi Doku Wallet! Download sekarang!

 





Sumber : blog.indodax.com

Sewa Properti Bisa Pakai Bitcoin Di London

DuniaFintech.com – Kabar baik untuk Anda pengguna Bitcoin, dan mungkin sedang atau ingin berlibur di London. The Collective, sebuah hotel di London, kini menerima Bitcoin untuk pembayaran deposit sewa.

Untuk pertama kalinya negara Inggris telah mengaktifkan pembayaran Bitcoin di pasar perumahan Inggris. The Collective mengatakan bahwa hal itu sebagai respons terhadap banyaknya permintaan untuk menerima cryptocurreny yang sebagian besar berasal dari pelanggan internasional.

Calon penyewa dapat membayar deposit dengan Bitcoin mulai Senin kemarin. Pada akhir tahun ini rencananya juga akan menerima pembayaran sewa full dengan cryptocurrency.

Harga bitcoin mencapai rekor tertinggi $ 4.700 (£ 3,627) pada minggu lalu, meningkat 350% sejak awal tahun. Bitcoin adalah mata uang terdesentralisasi pertama di dunia dan tidak dikendalikan oleh pemerintah atau bank manapun.

Kenaikan dan penerapan cryptocurrency secara global, khususnya Bitcoin, adalah perkembangan yang menarik dalam bagaimana orang menyimpan nilai dan bertransaksi untuk barang dan jasa di seluruh dunia,” kata kepala eksekutif dan pendiri The Collective, Reza Merchant. “Dengan banyak penabung dan investor yang sekarang memilih dan menjadi lebih nyaman dengan cryptocurrency, orang akan berharap untuk dapat menggunakannya untuk membayar kebutuhan hidup, termasuk simpanan perumahan dan uang sewa.”

Namun Asosiasi Agen Pembelanjaan Residensial (Arla) sempat menyatakan keberatannya.

“Mungkin ada bagian pasar yang mau menerima Bitcoin sebagai imbalan pendapatan sewa tradisional,” kata David Cox, chief executive Arla Propertymark, tapi saya pikir pasar mata uang elektronik dan Bitcoin masih dalam tahap awal dan pasar perlu dikembangkan lebih dulu sebelum menjadi metode pembayaran utama untuk penyewaan.”

Sebanyak 550 kamar diluncurkan dengan harga sewa mulai dari £ 178 per minggu untuk ruang seluas 10 meter persegi, yang kini menerima deposit sewa dengan Bitcoin. Deposit standar adalah £ 500, untuk semua jenis unit dan ukuran. The Collective menjanjikan “konversi spot”, yang berarti akan menanggung risiko finansial sambil menahan deposit, dan akan mengembalikannya pada nilai semula saat masa sewa selesai.

The Collective didesain untuk tempat tinggal mahasiswa, namun bisa juga untuk mereka yang memulai karir di London. Fasilitasnya yang luas menawarkan konsep abad ke-21, dan hewan peliharaan tidak diijinkan tinggal di gedung tersebut.

Kepala teknologi kolektif, Jon Taylor, mengatakan:

“Salah satu penghalang terbesar popularitas Bitcoin membuatnya lebih ramah konsumen, dan kami yakin ini akan menjadi mapan sebagai cara mudah untuk membayar deposit.”

Source : DuniaFintech





Sumber : blog.indodax.com

Sepak Terjang Teknologi Blockchain di Negara-Negara Maju

Teknologi Blockchain kini semakin mendunia. Blockchain yang disebut sebagai teknologi yang bergerak di balik keberhasilan cryptocurrency seperti Bitcoin, memiliki metode unik untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi tanpa perlu mengandalkan sistem perbankan yang ada. Teknologi yang disebut-sebut sebagai penemuan terbesar kedua setelah internet ini semakin dipercaya untuk diaplikasikan pada berbagai sektor penting di negara-negara maju.

Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan pengumuman dari Bank Sentral Rusia yang memercayakan Blockchain sebagai teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi transaksi perbankan di sektor keuangan negaranya. Bank-bank besar di Rusia seperti Alfa Bank, Sberbank dan VTB, mulai memusatkan perhatian untuk lebih mendalami teknologi tersebut. Keputusan ini memberikan sinyal bahwa Bank Sentral Rusia bermaksud untuk menjadi sosok pemimpin yang berperan penting dalam rangka bereksperimen dan mengaplikasikan teknologi Blockchain dalam sektor keuangan negara.

Pimpinan Bank Sentral Rusia, Olga Skorobogatova mengemukakan bahwa: “Tujuan utama asosiasi FinTech ini mencakup pengembangan dan pengenalan teknologi Blockchain sebagai solusi untuk memastikan perkembangan pasar keuangan Rusia. Hal ini juga merupakan langkah untuk mempromosikan digitalisasi ekonomi di Rusia.”

Selain dalam sektor keuangan, pemerintah Rusia juga mengeksplorasi konsep-konsep teknologi Blockchain untuk digunakan dalam menghitung suara masyarakat saat pemilihan umum dan juga untuk menyimpan surat-surat berharga. Konsep teknologi penyimpanan surat-surat berharga dalam teknologi Blockchain ini akan direalisasikan pula di Swedia dimana mereka akan menggunakan Blockchain untuk menyimpan sertifikat tanah penduduknya. Rencana tersebut dipelopori oleh lembaga Swedish National Land Survey dan startup Blockchain¸ Chromaway, yang didukung oleh perusahaan konsultan Kairos Future dan penyedia layanan telepon Telia. Hingga kini, proyek tersebut terus bergerak maju dan akan dijadwalkan akan launching pada awal Maret, 2017.

Tak hanya di Rusia dan Swedia, perkembangan pesat teknologi Blockchain juga menarik perhatian pemerintah India. Dalam rangka mendorong kemajuan negaranya, sebuah rencana kontroversial akan direalisasikan, dimana negara tersebut akan memindahkan sistem keuangan negara dari kas fisik ke sistem digital. Institute For Development and Research in Banking Technology (IDRBT), yang didirikan oleh Reserve Bank Of India (RBI), telah menyerukan investigasi bagaimana teknologi Blockchain bisa mencapai tujuan tersebut, dan bagaimana teknologi ini tidak hanya membantu sebuah lembaga dalam melatih sumber daya manusianya di bidang teknologi, tapi juga bermanfaat untuk pengelolaan aset yang lebih efisien. Di samping itu, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengimbau masyarakatnya untuk merangkul uang digital bersamaan dengan dibuatnya undang-undang untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

Berita baik terkait sepak terjang teknologi Blockchain terdengar pula dari negara superpower Amerika Serikat, dimana The US Food and Drug Administration (FDA), sebagai instansi yang bertanggung-jawab untuk menyetujui dan mengatur produk medis di negara itu, mencanangkan program pengolahan data medis dengan menggunakan teknologi Blockchain. FDA bekerja sama dengan IBM Watson Health akan mengeksplorasi bagaimana data dari catatan medis secara elektronik, uji klinis, dan data kesehatan lainnya dapat diolah dengan lebih baik dan diaudit menggunakan teknologi Blockchain. Dalam laporannya tertulis, “Untuk menjaga adanya jejak audit dari semua transaksi yang terjadi pada buku besar, teknologi Blockchain akan memberikan akuntabilitas dan transparansi dalam proses pertukaran data.”

Pada kesempatan lain, Pimpinan Federal Reserve AS, Janet Yellen berpendapat bahwa, “Blockchain adalah teknologi penting yang bisa berdampak pada transaksi yang terjadi di seluruh sistem keuangan. Kini sudah ada banyak lembaga keuangan yang melihat potensinya dan berusaha mengaplikasikan teknologi ini ke dalam sistem mereka sendiri. Blockchain bisa menjadi jalan untuk membuat perubahan besar khususnya di bagian transparansi suatu transaksi dan bagaimana transaksi itu dapat terjadi secara efisien.”

 

Sumber:

Russia’s Central Bank Adds Blockchain-Friendly Firm to FinTech Working Group

As India Goes Cashless, its Central Bank Researches Blockchain

US Food and Drug Administration to Study Blockchain Healthcare Applications

Sweden’s Blockchain Land Registry to Begin Testing in March

Fed Chair Yellen: Blockchain is an ‘Important Technology’

 

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

PERHATIAN Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.





Sumber : blog.indodax.com

Selamat Tahun Baru Imlek 28 Januari 2017!

 

Halo, Bitcoiners!

Kami segenap manajemen dan karyawan Indodax.com mengucapkan selamat merayakan tahun baru Imlek pada tanggal 28 Januari 2017 ini. Gong Xi Fat Cai! Semoga hubungan kita bisa semakin erat di tahun ini, mendapatkan rejeki dan rahmat yang berlimpah, dan Anda bisa merasa semakin puas dengan layanan yang kami berikan.

Di weekend yang panjang ini, seluruh transaksi jual-beli, deposit dan penarikan di Indodax.com tetap diproses seperti biasa. Untuk kemudahan Anda, kami menyediakan mobile app (Android) Dompet Bitcoin yang bisa membantu Anda menjual/membeli Bitcoin tanpa perlu login ke browser. Baca detailnya disini.

Happy trading dan semoga profit Anda berlimpah tahun ini.

Salam profit,

Indodax.com





Sumber : blog.indodax.com

Ikut Survei, Dukung Riset Ekonomi Kripto!

Halo Member INDODAX,

Yuk, bantu kami dalam penelitian tentang kontribusi aset kripto terhadap perekonomian Indonesia! Dengan ikut survei ini, kamu turut membantu kami memahami perilaku investasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam aset kripto.

Isi surveinya di sini https://bit.ly/SurveiKriptov1 dan dapatkan kesempatan memenangkan total hadiah Rp1.500.000 untuk 3 orang pemenang!

Periode: 30 Mei – 20 Juni 2025

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Informasi Delisting: ACT, NXT, TITAN, OBSR, CIND & SOLVE

Halo Member INDODAX,

Sebagai crypto exchange yang aman dan tepercaya di Indonesia, INDODAX selalu berkomitmen untuk menyediakan aset kripto berkualitas untuk diperdagangkan.

INDODAX memutuskan untuk melakukan delisting aset kripto ACT, NXT, TITAN, OBSR, CIND & SOLVE yang akan dilakukan pada Kamis, 12 Juni 2025, pukul 14.00 WIB. Kami menghimbau Member INDODAX yang memiliki aset kripto ACT, NXT, TITAN, OBSR, CIND & SOLVE untuk melakukan withdrawal secara mandiri.

Setelah delisting dilakukan, member INDODAX tetap dapat melakukan withdrawal, namun tidak dapat melakukan deposit ataupun trading untuk aset kripto tersebut.

Jangan khawatir karena aset kripto kamu yang kamu miliki tetap aman dan akses withdrawal akan dibuka sampai pemberitahuan berikutnya.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Pengumuman terkait penarikan Rupiah di Indodax.com menyambut PILKADA 2017

 

Halo, Bitcoiners!

Pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017 nanti, akan diadakan acara Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) secara serentak di 101 daerah berbeda di Indonesia. Mari kita sukseskan PILKADA 2017 dan pastikan suara kita terhitung demi membangun masa depan Indonesia yang lebih baik!

Berhubung pada tanggal tersebut jam kerja bank lokal ditiadakan, dengan ini kami umumkan kepada seluruh member VIP bahwa penarikan rupiah yang berada diatas nominal satu juta Rupiah ke rekening bank selain CIMB Niaga dan BRI akan diproses pada tanggal 16 Februari 2017 mengikuti jadwal kerja bank. Penarikan yang dilakukan oleh member dengan rekening bank CIMB Niaga dan BRI, tetap diproses seperti biasa, begitu juga dengan semua proses deposit, jual dan beli Bitcoin dan Rupiah.

Terimakasih banyak karena sudah setia menggunakan layanan kami, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

Turunnya Harga Bitcoin Timbulkan Peluang Besar Bagi Penggunanya

Kabar kurang baik datang secara tiba-tiba dari dua bursa Bitcoin terbesar di China, Huobi dan OKCoin, tentang dinonaktifkannya fitur penarikan digital asset berupa Bitcoin dan Litecoin yang sebelumnya dapat dilakukan tanpa jeda oleh para penggunanya. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, para trader di market Huobi dan OKCoin dipaksa harus mengendapkan saldo Bitcoin dan Litecoinnya di kedua bursa tersebut dalam kurun waktu 1 bulan dan hanya diperbolehkan untuk menarik saldo Chinese Yuan saja hingga kedua bursa ini secara resmi mengeluarkan prosedur Anti Pencucian Uang yang sejalan dengan regulasi pemerintah lokal.

Terkejut, para trader secara seketika menjual Bitcoin dan Litecoin yang mereka miliki kembali ke Chinese Yuan, dan faktor inilah yang diindikasi sebagai penyebab merosotnya harga Bitcoin sebesar 9% dimana harga tersebut mengalami penurunan dari $1.060 ke $959 di seluruh pasar Bitcoin di dunia. Aksi penghentian withdrawal ini dilakukan pada tanggal 9 Januari 2017, setelah berlangsungnya pertemuan antara 9 bursa Bitcoin di Cina dengan People’s Bank of China (PBoC).

Huobi dan OKCoin adalah dua bursa terbesar di China yang mengendalikan sekitar 25% dari total volume perdagangan Bitcoin di seluruh bursa yang ada di dunia. Kedua bursa tersebut memproses transaksi Bitcoin dan Litecoin senilai kurang lebih $ 55 juta setiap harinya. Kini mereka mengumumkan bahwa PBoC meminta mereka untuk meng-upgrade sistem anti pencucian uang yang mereka aplikasikan, dalam rangka memastikan bahwa mereka telah sejalan dengan undang-undang keuangan lokal dan regulasi seputar transaksi keuangan.

Media lokal, Shanghai Observer melaporkan bahwa: “Pada pemeriksaan awal yang dilakukan pada OKCoin dan Huobi, terbukti bahwa mereka menyediakan platform margin trading yang melanggar aturan, sehingga terjadi fluktuasi harga yang tidak lazim di pasar. Selama pemeriksaan, telah ditemukan juga bahwa platform tersebut belum menjalankan prosedur Anti Pencucian Uang yang sesuai dengan peraturan.”

Para pelanggan OKCoin dan Huobi tidak menerima surat pemberitahuan ataupun peringatan apapun sebelum keputusan itu diumumkan. Penghentian penarikan dana Bitcoin dan Litecoin ini mengakibatkan seluruh bursa Bitcoin global menjadi panik, sehingga berdampak pada terjunnya harga Bitcoin yang sedang dalam tahap pemulihan harga dari penurunan harga sebelumnya. Kendati demikian, OKCoin dan Huobi berusaha memberikan ketenangan kepada para pelanggan mereka dengan cara menyatakan bahwa penarikan saldo bisa dilakukan oleh para pelanggan jika upgrade telah selesai sesuai yang direncanakan, yaitu hanya sekitar 1 bulan.

Terkait pemberitaan tersebut, Akin Fernandez, seorang Sofware Engineer dan pemilik dari Bitcoin Startup Azteco, memprediksikan bahwa China tidak akan bisa lagi menikmati keuntungan dari Bitcoin, dan sebagai gantinya, negara-negara di Barat-lah yang akan mendominasi Bitcoin. Dia menyatakan bahwa, “Keputusan dilarangnya melakukan penarikan selama 30 hari di China ini adalah aksi bunuh diri dan pada akhir periode nanti diprediksikan akan terjadi kejutan dengan banyaknya orang yang beralih dari bursa-bursa di China ke perusahaan-perusahaan lain dengan jurisdiksi yang lebih baik di wilayahnya.”

Sebagai seorang trader Bitcoin yang telah sekian lama mengenal Bitcoin, tentu kita sudah memahami dengan baik bahwa naik dan turunnya pergerakan harga Bitcoin karena faktor fundamental dari pemberitaan yang tersebar di media bukanlah hal yang mengejutkan. Biasanya, apabila terjadi penurunan harga, kondisinya tidak akan berlangsung lama atau bersifat sementara. Seiring berjalannya waktu, ketika muncul pemberitaan baik terkait Bitcoin, harga biasanya akan cenderung naik kembali. Ditambah lagi, Bitcoin merupakan digital asset yang diperdagangkan secara global, bukan hanya di China saja. Mungkin berita ini membuat harga Bitcoin di China jatuh dan menimbulkan efek domino ke bursa-bursa yang lain, namun perlu kita ingat bahwa status permintaan terhadap Bitcoin dari masyarakat dunia tetap tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak cepat panik. Peluang yang bisa kita ambil dari penurunan harga Bitcoin untuk mendatangkan keuntungan adalah, dengan membeli Bitcoin pada saat harganya rendah untuk dijual kembali ketika harga melonjak naik.

Fakta lain yang bisa kita lihat adalah, ketika pasar Bitcoin di China sedang mengalami kemunduran karena permasalahan sistem Anti Money Laundering di dua bursa Bitcoin tersebut, Akin Fernandez justru berpikir bahwa negara-negara Barat memiliki peluang besar untuk mendominasi pasar Bitcoin. Ia berasumsi demikian karena seorang pengguna bisa dengan mudahnya memindahkan Bitcoin yang ada di dompetnya dari satu bursa Bitcoin ke bursa lainnya dan bermain di pasar yang lebih menguntungkan baginya. Kini, status harga Bitcoin berada kurang lebih 200-500 ribu Rupiah lebih mahal di pasar-pasar Barat seperti BitStamp dan CoinBase dibandingkan bursa Bitcoin di China. Hal ini menandakan bahwa kecenderungan masyarakat untuk membeli Bitcoin masih tinggi meskipun tidak dipicu oleh para trader di China yang kerap melakukan spekulasi harga.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/bitcoin-price-falls-9-overnight-as-2-chinese-exchanges-stop-withdrawals

https://cointelegraph.com/news/bitcoin-will-be-dominated-by-western-nations-china-will-be-vassal-nation-again

 

 

 

 

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

PERHATIAN Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.





Sumber : blog.indodax.com

Deposit & Withdrawal INDODAX During Ascension Day of Jesus Christ and Public Holiday

Halo Member INDODAX,

Sehubungan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis, 29 Mei 2025 dan Libur Bersama pada Jumat, 30 Mei 2025, berikut penyesuaian jadwal layanan deposit dan withdrawal di INDODAX:

Catatan:
Transfer RTGS & LLG tidak akan tersedia selama 29 Mei – 1 Juni 2025, sesuai dengan waktu operasional Bank Indonesia, dan akan kembali diproses pada tanggal Senin, 2 Juni 2025.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange

 





Sumber : blog.indodax.com