Category Archives: indodax

Empat Strategi Trading Terbaik Menggunakan Bollinger Bands

Bollinger Band (secara harfiah, diartikan sebagai Garis Bollinger) merupakan sebuah indikator teknikal yang sangat bagus untuk digunakan dalam trading, dan banyak trader yang mengaku bahwa Bollinger Band ini merupakan kunci dasar agar trading mereka selalu berbuah profit. Bollinger Band merupakan garis yang ditarik di dalam dan di sekitar struktur pergerakan harga suatu komoditas/saham yang diperdagangkan. Bollinger Band akan menunjukkan batas relatif dari kenaikan atau penurunan harga. Titik penting dari indikator Bollinger Band sebenarnya terletak pada pergerakan rata-rata harga yang menunjukkan tren jangka menengah dari suatu komoditas/atau saham, berdasarkan pada jangka waktu trading yang sedang Anda pantau. Indikator tren ini dikenal sebagai middle band. Kebanyakan aplikasi yang memaparkan grafik stock trading menitikkan garis tengah (middle band) pada pergerakan harga rata-rata dalam 20 periode. Garis atas (upper band) dan garis bawah (lower band) merupakan alat ukur untuk fluktuasi kenaikan dan penurunan harga. Kedua garis ini dihitung sebagai dua penyimpangan/deviasi standar dari garis tengah.

Grafik dibawah ini menunjukkan garis atas dan garis bawah untuk Bollinger Band.

Strategi Trading menggunakan Bollinger Band

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang pola-pola umum yang muncul dalam analisis teknikal seperti double tops, double bottoms, ascending triangles, symmetrical triangles, head and shoulders top atau head and shoulders bottom, dan lainnya. Indikator Bollinger Band bisa membantu Anda menganalisa lebih jauh dan membuat Anda mengerti karakteristik-karakteristik pergerakan harga saham seperti titik puncak dan titik terendah per harinya, apakah saham itu memiliki tren, dan apakah harganya fluktuatif atau tidak. Bisa jadi ketika Anda trading menggunakan Bollinger Band, Anda menemukan bahwa jarak antara satu garis Bollinger dengan garis lainnya terlihat sangat dekat. Hal ini menandakan bahwa saham tersebut sedang diperdagangkan dalam kisaran yang sempit. Titik inilah yang merupakan titik pemicu yang harus Anda pantau dan analisa apakah harga akan meningkat secara drastis, atau sebaliknya, anjlok. Kebanyakan, pergerakan harga yang drastis bermula dari tingkat fluktuasi yang rendah. Keadaan seperti ini disebut dengan “building cause” . Pernah mendengar peribahasa “calm before the storm”? Inilah saat-saat tenang sebelum ‘badai’ datang.

#1 – Double Bottoms dan Bollinger Band

Strategi Bollinger Band pada umumnya meliputi situasi double bottom. Bagian bawah (“bottom“) pertama yang muncul di formasi ini biasanya ditunjukkan dengan adanya volume perdagangan yang kuat dan penurunan harga yang tajam hingga melewati garis bawah Bollinger.  Contoh pergerakan ini biasanya menuju ke “automatic rally” (perlombaan harga yang terjadi secara natural). Puncak dari sebuah automatic rally biasanya muncul menjadi level pertama dari titik resistance yang berada di dasar “building process” yang terjadi sebelum harga saham tersebut bergerak naik. Ketika rally dimulai, harga cenderung untuk beberapa kali bergerak turun menyentuh harga rendah yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menguji kuatnya tekanan permintaan yang muncul ketika harga berada di titik terendah sebelumnya. Para analis yang menggunakan strategi Bollinger Band biasanya mencari kondisi seperti ini, khususnya yang tidak melewati garis bawah Bollinger. Hal ini menandakan bahwa kekuatan penawaran yang menekan harga saham terus ke bawah sudah berkurang, dan sekarang kondisi market sudah berubah dari yang awalnya dipenuhi oleh para penjual, menjadi kini dipenuhi oleh pihak pembeli. Anda juga perlu memperhatikan volume market, dan di kondisi ini, Anda akan melihat bahwa volume perdagangan sudah turun drastis.

Dibawah ini adalah contoh dari situasi double bottom yang melewati garis bawah Bollinger dan akhirnya berujung pada automatic rally. Grafik ini menunjukkan pergerakan harga saham perusahaan First Solar Inc. pada tanggal 30 Juni 2011. Harga saham anjlok dan mencetak titik terendah baru dimana volume perdagangan mengalami penurunan 40% bila dibandingkan dengan situasi ‘swing low‘ terakhir. Ditambah lagi, terlihat bahwa candlestick sedang berjuang keras untuk tidak melewati garis bawah dan atas Bollinger. Keadaan ini berujung pada sebuah rally yang menyebabkan harga meningkat 12% dalam waktu dua haribollinger-bands-double-bottom1

#2 – Pemutarbalikan dengan Bollinger Bands

Satu lagi metode trading yang sederhana namun efektif adalah memantau harga saham yang semakin tidak terlihat ketika melewati garis atas atau bawah Bollinger. Anda hanya perlu menambahkan sedikit analisis candlestick ke dalam strategi ini. Contohnya, daripada Anda menjual saham pada saat harganya melewati garis atas Bollinger, sebaiknya Anda menunggu dan memantau pergerakan harga saham itu secara lebih jauh. Jika harga buka saham semakin meningkat dan harga tutupnya masih mendekati harga terendah pada periode tersebut, dan masih tetap secara keseluruhan berada diluar garis-garis Bollinger, biasanya situasi ini menjadi indikator yang baik untuk memprediksi bahwa harga saham akan turun dalam waktu dekat. Anda bisa mulai mengambil posisi untuk menjual saham dengan target exit di 3 area: (1) garis atas, (2) garis tengah dan (3) garis bawah. Dalam contoh di grafik dibawah ini, Anda dapat melihat pergerakan harga saham Direxion Daily Small Cap Bull 3x Shares (TNA) yang mengalami jarak harga yang menarik pada pagi hari dimana harga melewati garis-garis Bollinger namun ditutup pada harga 1 penny dibawah garis bawah. Seperti yang dapat Anda lihat di dalam grafik, candlestick terlihat cukup mengerikan. Harga saham tiba-tiba menurun dan anjlok hingga hampir 2% dalam waktu 30 menit saja, yang tentunya menjadi kesempatan yang bagus untuk menggali profit bagi para trader.

bollinger-band-reversal

#3 – Berjalan seiring dengan garis-garis Bollinger

Kesalahan terbesar yang biasa dilakukan oleh para analis-analis baru ketika menggunakan Bollinger Band adalah situasi dimana mereka menjual saham ketika harganya menyentuh garis atas, atau sebaliknya, membeli saham ketika harganya menyentuh garis bawah. Bapak Bollinger sendiri menyatakan bahwa ketika harga menyentuh garis atas atau garis bawah, belum tentu keadaan ini adalah saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Tidak hanya menganalisa, saya juga pernah trading langsung menggunakan strategi Bollinger Band ini secara berlanjut. Dengan menggunakan indikator-indikator teknikal lain dan membaca pola-pola yang ditunjukkan grafik, Anda justru bisa trading ketika harga saham ditutup di posisi atas/bawah garis atas dan bawah Bollinger.

Lihatlah contoh dibawah ini dan perhatikan ketatnya garis atas dan garis bawah Bollinger yang muncul sebelum harga menembus titik penting di dalam grafik. Sesuai perkataan saya diatas, ketika harga melewati atau menyentuh garis atas/bawah Bollinger, bukan berarti itu pertanda mutlak dimana Anda harus membeli/menjual saham. Coba perhatikan bagaimana volume perdagangan langsung meningkat pesat ketika harga menembus titik kritikal di dalam grafik dan mulai bergerak melewati garis Bollinger. Kondisi seperti ini bisa menjadi kesempatan Anda untuk menggali profit.

BSCBollingerBandExample

Saya ingin harga menyentuh garis tengah kembali. Garis tengah ditarik dari pergerakan harga rata-rata dalam 20 periode dan biasanya garis ini banyak Anda temukan di berbagai aplikasi grafik. Setiap saham memiliki pergerakan harga yang berbeda dan mungkin ada yang memprediksi harga dari 20 periode terakhir, ada juga yang tidak. Di beberapa kasus, Anda perlu mengubah harga rata-rata menjadi harga yang kira-kira bisa dijadikan penentu untuk harga berikutnya. Kurva ini merupakan pilihan yang tepat dan tentunya kita ingin mendapatkan lebih banyak peluang yang menguntungkan kita. Anda dapat menggunakan garis ini untuk merepresentasikan titik-titik support ketika harga turun dan di saat harga saham bergerak seiringan dengan garis-garis Bollinger. Anda bahkan bisa memasukkan posisi tambahan dalam trading saham ini bila menggunakan teknik ini.

Sebaliknya, kegagalan suatu saham dalam mengalami pergerakan harga di atas garis Bollinger menandakan bahwa kekuatan saham tersebut melemah. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk berpikir lebih lanjut dalam mengambil posisi atau mungkin ini saatnya Anda berhenti bermain dengan saham ini. Sebagai tambahan, kita harus melihat titik puncak dan titik terendah terbaru saat harga bergerak seiringan dengan garis-garis Bollinger.

#4 – Menekan Garis Bollinger

Strategi Bollinger band yang lain adalah dengan cara mengukur kapan akan terjadi situasi squeezekeadaan dimana tingkat penawaran atau permintaan menipis. Bapak Bollinger menciptakan sebuah indikator yang dikenal dengan “Band Width” (lebarnya jarak antara garis atas dan bawah). Rumus formula ini sangat sederhana yaitu (Nilai Garis Atas Bollinger – Nilai Garis Bawah Bollinger) / Nilai Garis Tengah Bollinger (pergerakan harga rata-rata). Ide dasarnya adalah, dengan menggunakan grafik sehari-hari, kita bisa melihat bahwa ketika indikator menyentuh titik terendah dalam 6 bulan terakhir, maka fluktuasi harga bisa diprediksi akan meningkat. Hal ini kembali lagi pada ketatnya jarak antara garis-garis Bollinger seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Aksi penekanan, atau squeeze terhadap garis indikator Bollinger ini bisa menandakan suatu bentuk pergerakan harga yang besar. Anda bisa menggunakan indikator tambahan seperti meningkatnya volume perdagangan, atau melihat apakah indikator akumulasi distribusi muncul atau tidak, atau apakah kisaran harga semakin sempit di hari-hari yang tingkat perdagangannya cukup sepi. Indikasi-indikasi tambahan ini bisa menambahkan bukti-bukti kuat untuk memprediksi potensi terjadi squeeze di garis-garis Bollinger ini.

Kita tetap harus memiliki batasan ketika trading menggunakan strategi ini karena kondisi seperti ini bisa saja menipu kita. Coba perhatikan grafik BSC dan lihat bagaimana harga saham meningkat pada pembukaan tanggal 26 September. Namun ternyata harga saham malah berputarbalik dan semua trader tertipu. Anda tidak perlu mendapatkan profit yang begitu besar dari trading, sehingga tidak perlu terburu-buru. Tunggu saja sampai ada kepastian jelas bahwa harga akan bergerak secara drastis, baru Anda membuat keputusan. Jika Anda benar, harga akan semakin bergerak ke arah yang telah Anda prediksikan. Coba perhatikan bagaimana harga dan volume perdagangan meningkat drastis ketika harga bergerak mendekati titik puncak yang sangat menipu (garis kuning).

Untuk poin saya yang “menunggu kepastian”, coba kita perhatikan bagaimana caranya menggunakan strategi Bollinger Band Squeeze untuk keuntungan kita. Dibawah ini adalah grafik Research in Motion Limited (RIMM) yang pergerakan harganya dimunculkan dalam periode 5-menit pada tanggal 17 Juni 2011. Coba perhatikan bagaimana jarak antara garis Bollinger sangat sempit menyambut morning gap.

tight-bollinger-bands

Saat ini, trader dapat mengambil pendekatan dasar dalam trading dengan cara menjual saham secara terbuka dengan asumsi bahwa tekanan penawaran yang muncul dari ketatnya jarak antar garis Bollinger bisa membuat harga saham semakin rendah. Pendekatan lain adalah dengan cara menunggu adanya kepastian bahwa hal tersebut akan terjadi. Jadi, cara yang tepat untuk diambil ketika situasinya seperti ini adalah (1) menunggu hingga candlestick bergerak masuk kembali ke dalam garis-garis Bollinger dan (2) pastikan bahwa ada beberapa bar yang tidak melewati titik terendah pada bar sebelumnya dan (3) jual pada saat harga turun menembus titik rendah dari candlestick yang pertama. Tiga persyaratan ini tidak sering Anda temukan di dalam market, namun ketika muncul, memprediksi harga menjadi sangat mudah. Dalam grafik dibawah ini, Anda dapat melihat pergerakan harga yang memenuhi persyaratan pendekatan ini.

bollinger-bands-gap-down-strategy

Sekarang mari kita lihat situasi yang mirip tapi dalam jangka panjang. Dibawah ini adalah grafik pergerakan saham Google pada tanggal 26 April 2016. Perhatikan bagaimana GOOG meningkat melebihi garis atas Bollinger dan turun kembali sampai masuk ke dalam area diantara garis-garis Bollinger, sampai akhirnya meningkat kembali melebihi harga puncak candlestick yang pertama. Situasi seperti ini bisa terbukti sangat kuat bila harganya berjalan seiringan dengan garis-garis Bollinger.

bollinger-bands-gap-up-strategy

Kesimpulan

Empat metode ini adalah metode yang sangat bagus untuk trading menggunakan garis-garis Bollinger. Saya tidak sering menggunakan banyak indikator di dalam grafik saya karena saya cenderung sering gelisah. Saya hanya menyimpan harga, volume dan garis-garis Bollinger di dalam grafik supaya lebih simple. Jika Anda merasa membutuhkan lebih banyak indikator di dalam analisis Anda, pastikan Anda mengujinya terlebih dahulu sebelum mulai trading.

 

Artikel diambil dan diterjemahkan dari “Top 4 Bollinger Bands Trading Strategies” karya Alton Hill yang bisa Anda akses disini: http://tradingsim.com/blog/bollinger-bands/





Sumber : blog.indodax.com

INDODAX Goes To Campus – Universitas Diponegoro

Halo Member INDODAX,

Kita ada Kegiatan INDODAX Goes To Campus lho!

Kali ini bekerjasama dengan kampus Universitas Diponegoro. Dengan tema “Kripto & Blockchain Sebagai Aset Masa Depan”.

Bersama:

?Antony Kusuma (VP Marketing INDODAX)

? Hari Rabu, 28 Mei 2025

⏰ Pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB

? Art Center, Universitas Diponegoro

Acara ini untuk Terbuka Untuk Umum, yuk ajak teman-teman kamu untuk ikutan yaaa!

Daftar : bit.ly/INDODAXGoesToUndip2025

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Harga Bitcoin Diprediksi akan Tembus Angka $1,645 pada Maret 2017

Terkait melonjaknya harga Bitcoin pada minggu pertama di bulan Maret 2017, muncul spekulasi bahwa harga Bitcoin akan tembus pada angka $1.645, yang turut dipicu dengan keputusan dari Securities and Exchange Commision nanti apabila menyetujui peraturan terkait penelitian Winklevoss Bitcoin ETF setelah hampir empat tahun menunggu. Adapun efek dari keputusan positif tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja Bitcoin, yakni sebagai berikut:

  1. Keuntungan Meningkat Hingga 68%

            Perusahaan analisis Needham & Company sempat menegaskan sebelumnya bahwa kemungkinan disetujuinya Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin milik Winklevoss bersaudara adalah 25%. Dengan disetujuinya ETF, masyarakat bisa lebih mudah berinvestasi atau berdagang Bitcoin, sehingga akan ada 300 juta dolar AS mengalir ke dalam bursa Bitcoin dalam 1 minggu pertama saja. Willy Woo, selaku analis pasar cryptocurrency, juga menyatakan tingkat probabilitas persetujuan Bitcoin ETF sekitar 25%. Analisis kuantitatif dan perusahaan riset, Emerita Capital, ikut pula menyuarakan pendapatnya bahwa kesempatan Bitcoin ETF disetujui adalah 35%, selebihnya 65% adalah kemungkinan penolakan. Kondisi tersebut membangun prediksi harga Bitcoin akan mencapai $1.645,45 atau meningkat sekitar 67,8 persen.

  1. Kemungkinan Ketidaksiapan Pasar di Cina

            Bitcoin ETF pertama yang berbasis di AS bisa disetujui, diasumsikan terjadi ketika dua Bitcoin Exchange besar di dunia (Huobi dan OKCoin) kembali membuka pelayanan kepada pengguna dalam melakukan penarikan Bitcoin mereka, yaitu setelah pengaplikasian sistem yang sejalan dengan prosedur KYC dan AML berhasil diterapkan. Menurut Spencer Bogart dari Needham & Company, peningkatan pelayanan yang dilakukan secara berkala tersebut merupakan nilai tambah untuk persetujuan Bitcoin ETF dalam rangka menyebarluaskan layanan trading Bitcoin agar lebih merata secara geografis di seluruh dunia. Namun, mengingat ETF memiliki sejarah panjang dalam menembus daerah baru untuk investasi Bitcoin, dan teknologi Bitcoin belum dimanfaatkan secara maksimal, kondisi ini akan tampak jelas bagi para user di Cina bahwa mereka tidak siap menjadi penggerak utama yang akan mendatangkan keuntungan dalam penggunaan teknologi Bitcoin.

  1. Dolar Menguat

Tak bisa dipungkiri bahwa transaksi Bitcoin dalam dolar AS telah meroket akhir-akhir ini, bahkan sebelum serangkaian regulasi diterapkan oleh bursa di Cina, dan harga jual relatif stabil di angka $1.000 meskipun tidak sepenuhnya bursa besar di Cina berpartisipasi. Awal keuntungan para pengguna Bitcoin akan terus berlanjut dengan transaksi dolar AS pada saat dimulainya operasi ETF, yang diimbangi dengan pengalaman para user dan seberapa lama mereka fokus pada pasar Bitcoin.

  1. Shorting Bitcoin

Shorting Bitcoin merupakan praktek umum. Dengan sekian banyak ETF yang beroperasi di seputar dunia Bitcoin, bisa mencegah atau memudahkan praktek tersebut dilanjutkan. Hal tersebut juga bisa memengaruhi harga Bitcoin. Needham & Company mengamati akan terjadi sedikit kerugian terhadap harga Bitcoin apabila ETF ditolak, sementara Emerita Capital menargetkan harga Bitcoin mencapai $3.678 jika ETF disetujui pada tahun 2017.

Terkait pemberitaan di atas, kenaikan harga Bitcoin merupakan nilai positif dari teknologi Bitcoin, dan bukti bahwa Bitcoin semakin diminati masyarakat di dunia. Pandangan tersebut bertolak pada salah satu sifat harga Bitcoin yang juga bergantung pada hukum permintaan dan penawaran. Dimana semakin banyak permintaan maka harga juga semakin meningkat. Bitcoin memiliki kekuatan tersendiri untuk bertahan pada setiap faktor fundamental yang beredar, yaitu saat harga menurun karena pemberitaan negatif, kita bisa memanfaatkannya dengan membeli, dan saat harga naik karena pemberitaan yang positif, kita bisa memanfaatkan momen itu dengan menjual. Dengan demikian keuntungan menggunakan Bitcoin bisa dinikmati dalam setiap kondisi. Bagi Anda yang mungkin baru mengenal Bitcoin di saat harga sedang tinggi dan merasa berat untuk membelinya, Anda bisa segera menepis kekhawatiran tidak bisa membeli Bitcoin. Di www.Indodax.com kita bisa membeli Bitcoin dengan harga minimal Rp. 1.000 saja. Anda tidak perlu bingung mengeluarkan kocek yang banyak untuk bisa memiliki Bitcoin ketika harga melonjak naik.

Teknologi Blockchain yang terkandung dalam Bitcoin juga terbukti memiliki kekuatan tersendiri, sehingga beberapa teknologi dikembangkan dengan menggunakan platform Bitcoin. Sebagai contoh yang terjadi di tahun 2016, dimana  MIT Media Lab meluncurkan perangkat lunak berlisensi open source yang dapat digunakan untuk membuat, menampilkan, dan memverifikasi sertifikat elektronik dengan memanfaatkan teknologi Bitcoin.

 

 

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/bitcoin-price-will-surge-to-1645-in-march-if-winklevoss-etf-gets-green-light-research

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

 

PERHATIAN Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.

 





Sumber : blog.indodax.com

Trading Class INDODAX (Juni 2025)

Halo Member INDODAX,

Trading Class INDODAX kembali hadir! Yuk ikutan Class Trading For Living dari INDODAX Academy.

Di class ini kalian bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang cara trading yang tepat dan bijak dari M. Yoga Agustian (Community INDODAX)

Class ini dibuka GRATIS untuk umum setiap hari Jumat 13 juni dan 20 Juni (Minggu 2 & Minggu 3) selama bulan Junii 2025 pukul 15.00-17.00 WIB.

Selain edukasi, Kamu juga berkesempatan untuk mendapat benefit Recording Class dan Merchandise untuk 5 orang terpilih.

Jadi tunggu apa lagi, buruan daftarkan diri kalian di class  ini, eksklusif hanya untuk 200 peserta Online Class dan 50 peserta untuk offline class, dapatkan kesempatan untuk mendapatkan merchandise eksklusif dari INDODAX! Periode pendaftaran Trading Class INDODAX ini dibuka hingga 10 Juni 2025.

Link pendaftaran: bit.ly/TradingClassJuni2025

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Indodax.com akan hadir dalam TechnoFair 2017 di Universitas Gunadarma, Depok!

Halo, Bitcoiners!

Tertarik untuk mengetahui tentang Bitcoin dan teknologi Blockchain secara lebih lanjut? Ini kesempatan Anda untuk mendapatkan informasi terkini mengenai digital asset terbesar di dunia karena Indodax.com akan hadir di acara TechnoFair 2017 di Depok! Acara ini diselenggarakan di Universitas Gunadarma Kampus E yang terletak pada Jalan Komjen. Pol .M. Jasin No.9, Tugu, Cimanggis, pada tanggal 10 – 11 Maret 2017. Kami akan membuka booth disana,  jadi bila Anda ingin mendapatkan merchandise menarik dari kami, jangan lupa untuk mampir ya!

Bagi Anda yang tertarik untuk menghadiri sesi seminar bersama Indodax.com yang bertemakan “Bitcoin and Blockchain: Progressive Technology Investment and Innovation”, datanglah ke Auditorium L25, Kampus L Universitas Gunadarma (Cengkareng City Resort Boulevard No. 75 Jl. Raya Kamal, Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta) pada pukul 13.00 WIB hari Jum’at, tanggal 10 Maret 2017.

Acara seminar dan pameran ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya. Untuk info lebih lanjut, hubungi Jibril Hartri (085781601196) atau Fanny Ardiansyah (089646952557).

See you there, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

Ingin beli Pulsa, Voucher Game, Token Listrik dan Merchandise Bitcoin? Dapatkan semuanya di TokoBitcoin!

 

Halo, Bitcoiners!

Bila Anda ingin membeli pulsa, token listrik atau voucher game online secara instan menggunakan Bitcoin, rasanya Anda sudah pernah mendengar nama TokoBitcoin. Tapi tahu tidak, TokoBitcoin kini juga menghadirkan berbagai jenis merchandise Bitcoin yang tentunya sangat keren untuk dijadikan koleksi Anda!

Tokobitcoin.com hadir untuk memberikan layanan pembelian pulsa, token listrik, voucher game online dan merchandise Bitcoin menggunakan teknologi Bitcoin. Tentu saja semua transaksi tetap dilakukan dengan berbasis pada mata uang Rupiah, tapi Anda cukup membayar dengan meng-scan QR Code di layar saja. Transaksi pembelian pulsa, token listrik dan voucher game online akan terproses secara instan, dan merchandise Bitcoin Anda akan diproduksi pada hari yang sama!

pulsa

Provider yang didukung untuk pembelian pulsa dan paket internet meliputi: KartuHALO, SimPATI, Mentari, XL, Kartu AS, AXIS, IM3, Smartfren, 3, FLEXI, ESIA, dan BOLT. Klik disini untuk membeli pulsa.

token listrik

Untuk membeli token listrik (PLN), klik disini.

voucher game

Untuk membeli voucher game online, klik disini. Kami menjual berbagai voucher seperti: COC, DigiCash, FastBlack, GameWave, GARENA, Gemscool, GOGAME, GooglePlay, Lyto, Mainkan, Megaxus, MOBIUS, MOGPLAY, MOLPOINTS, MyCard, ORANGEGAME, PlayPoint, Steam Wallet, VTC.

Ingin mendapatkan merchandise Bitcoin yang super stylish? Klik disini, Bitcoiners!

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi langsung situs Tokobitcoin.com atau kontak tim kami di [email protected].

Happy shopping, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

INDODAX Umumkan Pergantian CEO, Perkuat Strategi Jangka Panjang

Halo Member INDODAX,

INDODAX sebagai platform jual beli aset kripto pertama dan terbesar di Indonesia mengumumkan perubahan struktur kepemimpinan. Terhitung sejak 19 Mei 2025, Oscar Darmawan resmi menjabat sebagai Chairman INDODAX, sementara William Sutanto, yang sebelumnya menjabat sebagai CTO, kini diangkat sebagai CEO.

Perubahan ini mencerminkan langkah strategis INDODAX untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri aset digital yang semakin kompleks. Dalam peran barunya, Oscar akan fokus memperkuat arah strategis jangka panjang perusahaan dan membangun kemitraan strategis, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, William akan memimpin operasional perusahaan dan mendorong pertumbuhan bisnis dengan fokus pada inovasi produk, kepatuhan regulasi, serta penguatan posisi INDODAX di pasar lokal dan global.

Dengan lebih dari 8 juta pengguna terdaftar dan volume transaksi bulanan mencapai Rp24 triliun, INDODAX terus menunjukkan komitmennya sebagai pelopor dan pemimpin di industri kripto Indonesia. Pergantian kepemimpinan ini menegaskan kesiapan INDODAX dalam menghadapi tantangan baru serta memperkuat ekosistem blockchain di Tanah Air.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Bergabunglah dalam Bandung Digital Meetup di Harris Hotel tanggal 18 Maret 2017!

 

Halo, Bitcoiners!

Mari bergabung dalam acara Digital Meetup di Bandung, Jawa Barat! Event ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 18 Maret 2017 di Harris Hotel and Conventions (Festival Citylink Bandung) dari pukul 09.00 WIB.

Dalam seminar ini, kita akan bersama-sama membahas tentang monetisasi digital, dan bagaimana caranya menghasilkan profit jutaan Rupiah dengan memanfaatkan mobile traffic. Acara ini akan dihadiri oleh pembicara-pembicara yang sudah berpengalaman penuh dalam bidang affiliate marketing seperti Benjamin Yong, Thanh Truong, Rully Kustandar, dan Ajay BlazBluz. CEO Bitcoin Indonesia, Bapak Oscar Darmawan, juga akan menjadi pembicara utama dalam seminar ini jadi jangan lupa untuk hadir ya!

Acara ini terbuka untuk umum, tanpa pungutan biaya sedikitpun! Segera daftarkan diri Anda di situs mereka: bandungdigitalmeetup.com

Sampai jumpa di Bandung, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

Menyambut Babak Baru dalam Kepemimpinan Industri Kripto

Jakarta, 20 Mei 2025 – Dunia kripto bergerak cepat dan dinamis, exchange pertama dan terbesar di Indonesia, INDODAX, ikut menyesuaikan langkah. Mulai 19 Mei 2025, Oscar Darmawan akan mengambil peran baru sebagai Chairman, sementara William Sutanto resmi menjadi CEO (Chief Executive Officer) INDODAX setelah sebelumnya menjabat sebagai CTO (Chief Technology Officer). Pergantian posisi ini mencerminkan upaya perusahaan untuk terus berkembang dan merespons dinamika industri aset digital yang kian kompleks.

Dalam posisi barunya, Oscar akan lebih fokus membentuk arah strategis jangka panjang serta memperkuat relasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri. Ini merupakan bagian dari langkah menyeluruh INDODAX untuk terus bertumbuh di tengah lanskap blockchain yang terus berubah.

“Setelah 11 tahun lebih, saya merasa saatnya membawa energi baru di kursi CEO. Saya yakin William dengan pengalamannya di sisi produk dan teknologi akan mampu membawa INDODAX ke level berikutnya. Saya sendiri akan tetap aktif mendorong strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Oscar Darmawan.

Oscar menambahkan bahwa William Sutanto sudah dikenal luas di kalangan komunitas kripto berkat kontribusinya dalam mengembangkan teknologi platform INDODAX sejak awal berdiri. “Penunjukan ini diharapkan dapat membawa semangat dan perspektif baru untuk menjawab tantangan industri kripto yang terus berkembang,” ujar Oscar.

Pergantian ini menjadi bagian dari komitmen INDODAX untuk terus tumbuh dan berinovasi, menghadirkan layanan aset kripto yang aman, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan pasar masa kini.

“Merupakan suatu kehormatan untuk terus menjadi bagian dari perjalanan INDODAX dalam peran baru sebagai Chairman. Dengan pengalaman panjang yang kami miliki, saya yakin INDODAX akan terus menjadi pemimpin dalam industri ini,” ujar Oscar Darmawan.

“Sebagai Chairman, saya akan terus mendukung visi strategis perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia. Dengan fokus pada inovasi berkelanjutan dan kemitraan strategis, saya yakin INDODAX akan semakin memperkokoh posisinya sebagai pemilik market share terbesar di dalam industri  crypto exchange,” imbuhnya.

Selain itu, INDODAX mengucapkan terima kasih kepada Oscar Darmawan atas dedikasi dan kepemimpinannya selama lebih dari satu dekade. Oscar Darmawan telah membawa INDODAX menjadi crypto exchange pertama dan terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Dengan lebih dari 8 juta member terdaftar dan volume transaksi bulanan mencapai Rp24 triliun, INDODAX terus memimpin industri crypto exchange di Indonesia. Platform ini juga berhasil menarik lebih dari 10.000 anggota baru setiap hari dengan total aplikasi yang telah diunduh lebih dari 8 juta kali.

Komitmennya terhadap ekosistem kripto yang sehat juga diakui melalui penghargaan Perusahaan Taat Pajak 2022. Sebagai pelopor industri blockchain di Indonesia, Oscar juga menjadi pemilik gelar dan rekor MURI menjadi orang pertama Master of Blockchain & Digital Currency yang mendukung perannya dalam memajukan teknologi ini di Indonesia.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada William Sutanto, teman dan partner setia yang turut mendirikan INDODAX bersama Oscar Darmawan. Sebagai Co-Founder dan mantan CTO, William telah membangun infrastruktur teknologi INDODAX sejak awal, serta memperkenalkan berbagai inovasi produk dan layanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Oscar, seluruh pemegang saham, dan jajaran direksi atas kepercayaan yang telah diberikan. Saya juga memohon dukungan dan arahan dari seluruh stakeholder untuk menjalankan tanggung jawab besar ini,” ujar William Sutanto.

Pria asal Semarang ini menegaskan komitmennya untuk membawa INDODAX semakin kompetitif, baik di pasar lokal maupun global.

“Saya menyadari tantangan yang semakin besar, mulai dari kepatuhan regulasi, kondisi pasar, hingga meningkatnya persaingan. Kami akan menghadapi semua itu dengan prinsip kehati-hatian dan strategi yang matang,” tegas William.

William juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sentimen negatif terhadap beberapa startup di Indonesia yang gagal dikelola dengan baik.

“Saya memastikan bahwa INDODAX akan terus dikelola secara pruden untuk menjaga kepercayaan konsumen, investor, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ke depan, William akan mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain dan peningkatan literasi kripto secara merata, baik melalui platform online maupun kegiatan offline.

“Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, saya yakin INDODAX dapat menjadi crypto exchange yang semakin terbesar, tepercaya, dan aman di Indonesia,” pungkasnya.

Pergantian ini juga mencerminkan kesiapan INDODAX untuk menghadapi tantangan dan peluang baru dalam industri kripto yang dinamis. Selama masa transisi, operasional perusahaan akan tetap berjalan secara normal, dan INDODAX berkomitmen untuk terus membangun ekosistem kripto yang positif di Indonesia melalui berbagai inisiatif yang relevan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, perusahaan akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis aset kripto.

 

***

Tentang INDODAX

 

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

 

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram: https://t.me/INDODAXroom

Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

Twitter: https://twitter.com/INDODAX

Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX INDODAX Academy  : https://INDODAX.com/academy

INDODAX Press Release: https://blog.INDODAX.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

Pemerintah Amerika Serikat Memperluas Penggunaan Teknologi Blockchain

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di negara Amerika Serikat, masa pemerintahan Donald Trump terus melakukan terobosan-terobosan baru yang mencengangkan. Salah satunya adalah memperluas pemakaian teknologi Blockchain di berbagai sistem pemerintahan dan sektor swasta. Dengan serius Regulator dan para pejabat negara tersebut menyoroti potensi teknologi Blockchain dan mendukung untuk mengadopsi teknologi itu di berbagai bidang, khususnya untuk merampingkan birokrasi, memberdayakan konsumen, dan mendorong kemajuan ekonomi negara.

Mark Calabria, Kepala Ekonom di negara tersebut menyatakan bahwa progres masa pemerintahan presiden Trump didukung oleh perkembangan teknologi Blockchain. Dia mengatakan bahwa adanya peluang yang memungkinkan pengaplikasian teknologi Blockchain lebih jauh digunakan dalam sistem pemerintahan, keuangan dan pada tempat lainnya, terutama karena departemen keuangan melakukan review secara keseluruhan pada sistem keuangan yang telah berjalan. David Schweikert dari the Republican Cochair, Arizona, lebih lanjut menekankan bahwa salah satu tujuan utama dibuatnya kebijakan ini adalah untuk mengimplikasikan potensi teknologi informasi ini sebagai utusan yang bisa bertindak antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Debbie Bucci, seorang arsitek Teknologi Informasi di Department of Health and Human juga mengemukakan tentang usahanya untuk mendorong eksplorasi teknologi Blockchain dalam departemennya. Pada tahun lalu departemennya itu pertama kali menerbitkan pernyataan bagaimana teknologi Blockchain bisa diterapkan dalam pengaturan kesehatan. Pada kesempatan lain, David Treat seorang Direktur Manajer dari Financial Services at Accenture, memperhitungkan penerimaan teknologi Blockchain bukan sekedar untuk kepentingan politik, melainkan sebagai bukti berlangsungnya pergeseran dari cara konservatif yang selama ini berjalan. Pendukung Blockchain mengatakan bahwa adopsi teknologi Blockchain oleh pemerintah akan membantu berjalannya sistem yang lebih baik pada berbagai sektor, dan terdapat bukti proses kejadian yang sedang terjadi.

 

Sumber:

http://www.coindesk.com/the-trump-administration-is-buying-into-blockchain-tech/

 

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.

 





Sumber : blog.indodax.com