Category Archives: Pluang

Harga Emas Hari Ini Tembus $5.500: Mengapa Rekor Ini Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan Diversifikasi

Breaking News

  • Bencana Domestik: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual masif sejak kemarin hingga pagi ini, memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) dan risiko pelemahan lanjutan.
  • Rekor Dunia: Kontras dengan Jakarta, harga emas dunia melambung tinggi menembus level psikologis $5.500 per troy ons, didorong oleh pelemahan Dolar AS yang mempercepat reli ini.
  • Katalis Utama: Ketidakpastian global yang meningkat dan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi bahan bakar utama yang membuat emas “supercharged”.
  • Solusi Pluang: Investor disarankan melakukan rotasi taktis. Kurangi eksposur pada saham lokal yang volatil, dan alihkan likuiditas ke Pluang Emas atau USD Yield untuk keamanan. Gunakan Aura AI untuk memvalidasi momentum sebelum masuk.

Dua Wajah Pasar di Hari yang Sama

Kamis ini, 29 Januari 2026, akan dicatat dalam buku sejarah investasi sebagai hari yang penuh ironi. Bagi investor yang hanya memegang aset di Bursa Efek Indonesia, hari ini adalah mimpi buruk. Layar ponsel merah membara, notifikasi kerugian bermunculan, dan kepanikan melanda grup-grup saham. Berita utama di mana-mana meneriakkan satu hal: IHSG Anjlok.

Namun, bagi investor yang memiliki wawasan global dan melakukan diversifikasi di Pluang, hari ini adalah hari kemenangan besar. Di saat aset kertas lokal berguguran, aset riil global justru terbang ke angkasa.

Emas, sang aset pelindung nilai abadi, tidak hanya naik. Ia meledak. Harga emas dunia secara resmi telah menembus level keramat $5.500 per troy ons. Ini adalah level All-Time High (ATH) baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Artikel ini hadir sebagai panduan darurat (Emergency Guide) bagi Anda yang sedang bingung melihat portofolio saham lokal yang menyusut. Kita akan membedah mengapa IHSG berdarah, mengapa Emas menjadi pahlawan (“Hero Asset”) di tengah kekacauan ini, dan langkah taktis apa yang harus Anda ambil sekarang menggunakan fitur-fitur canggih di aplikasi Pluang.

Anatomi Kejatuhan: IHSG dalam Zona Bahaya

Mari kita mulai dengan berita buruknya dulu agar kita bisa mencari solusinya.

1. Trading Halt dan Panic Selling

Pasar saham Indonesia sedang tidak baik-baik saja, tekanan jual yang begitu masif telah memicu mekanisme trading halt (penghentian perdagangan sementara) oleh bursa untuk mendinginkan pasar. Namun, alih-alih tenang, risiko pelemahan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pasca halt tersebut.

Ketika trading halt terjadi, psikologi pasar biasanya terguncang. Investor ritel yang panik berebut pintu keluar (“Rush to Exit”), yang justru memperparah penurunan harga. Saham-saham bluechip yang biasanya menjadi penopang indeks ikut terseret arus, menciptakan efek domino pada reksa dana saham dan portofolio ritel.

2. Absennya Katalis Domestik

Penurunan ini diperparah oleh minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Di saat ekonomi global mulai pulih, pasar Indonesia justru terlihat kehilangan momentum. Arus keluar modal asing (Capital Outflow) yang signifikan menandakan bahwa investor institusional global sedang memindahkan uang mereka ke tempat yang lebih menguntungkan dan aman. Ke mana mereka pergi? Jawabannya ada di bagian selanjutnya.

Sang Pahlawan: Emas Tembus $5.500

Jika IHSG adalah korban, maka Emas adalah pahlawan hari ini. Kenaikan harga emas kali ini bukan kenaikan biasa; ini adalah lonjakan parabolik.

1. Menembus Batas Psikologis

Harga emas melonjak di atas $5.500, sebuah tonggak sejarah baru. Sebelumnya, emas sempat melewati level $5.400 di tengah reli yang disebut “red-hot” oleh Straits Times, sebelum akhirnya menjebol resisten $5.500 hari ini. Kenaikan ke level $5.500 ini terjadi pada hari Rabu waktu setempat, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa.

2. Dolar Lemah, Emas Perkasa

Apa bahan bakarnya? Analis mencatat bahwa Dolar AS yang melemah menjadi pendorong utama yang “mengisi daya super” (supercharging) reli emas ini. Korelasi terbalik antara Dolar dan Emas bekerja sempurna. Ketika indeks Dolar (DXY) turun karena ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih lunak, emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, memicu aksi beli global.

3. Ketidakpastian yang Meningkat

Selain faktor Dolar, ketidakpastian global yang terus menumpuk (uncertainties mount) juga menjadi alasan mengapa investor institusional berbondong-bondong lari ke emas. Dalam situasi di mana pasar saham lokal (seperti IHSG) goyah, emas kembali berfungsi sebagai “Safe Haven” utama.

Mengapa Terjadi Divergensi Ekstrem?

Banyak investor pemula bertanya: “Kenapa IHSG hancur tapi Emas terbang? Bukankah kalau ekonomi buruk, semua turun?” Jawabannya: Tidak. Inilah yang disebut Divergensi Aset.

  1. Risk-Off vs Risk-On: Saat ini pasar sedang dalam mode Risk-Off (menghindari risiko) untuk aset negara berkembang seperti Indonesia. Investor asing menarik uang dari IHSG (yang dianggap berisiko tinggi).
  2. Flight to Safety: Uang yang ditarik dari pasar saham tersebut tidak hilang, namun hanya berpindah. Sebagian besar masuk ke Emas. Inilah mengapa kita melihat fenomena jungkat-jungkit: IHSG turun, Emas naik.

Kondisi ini menegaskan pentingnya memiliki akses ke pasar global. Jika Anda hanya memiliki akses ke pasar lokal (IHSG), Anda tidak punya tempat berlindung. Namun, pengguna Pluang memiliki keunggulan asimetris: mereka bisa langsung memindahkan aset dari saham lokal yang rugi ke emas global yang untung dalam satu aplikasi.

Strategi Penyelamatan Portofolio di Pluang

Jangan hanya diam melihat portofolio Anda menyusut. Lakukan tindakan penyelamatan sekarang. Berikut adalah langkah-langkah taktis menggunakan ekosistem Pluang.

Langkah 1: Hentikan Pendarahan (Stop the Bleeding)

Jika Anda memegang saham-saham gorengan atau saham lapis kedua di IHSG yang sudah turun tajam, pertimbangkan untuk melakukan Cut Loss atau Trim (kurangi posisi) jika analisa teknikal menunjukkan tren turun masih kuat. Jangan menangkap pisau jatuh.

Langkah 2: Rotasi ke Pluang Emas

Pindahkan likuiditas Anda ke Pluang Emas.

  • Dengan harga emas di $5.500, tren bullish sangat kuat.
  • Emas di Pluang adalah emas fisik digital yang likuid. Anda bisa beli dan jual kapan saja tanpa harus repot menyimpan fisik.
  • Strategi Entry: Meskipun harga sedang ATH, momentum masih kuat. Lakukan pembelian bertahap (Dollar Cost Averaging) untuk menghindari masuk all-in di pucuk.

Langkah 3: Parkir Dana di USD Yield

Jika Anda merasa harga emas $5.500 sudah terlalu tinggi dan takut koreksi, tapi juga takut masuk ke saham IHSG, gunakan jalan tengah.

  • Simpan dana Anda di USD Yield.
  • Anda mendapatkan imbal hasil Dolar ~3.38% p.a. (untuk member Pluang Plus).
  • Ini adalah posisi “Sniper”. Anda menunggu dengan tenang sambil mendapatkan bunga, siap menembak jika Emas koreksi atau jika IHSG sudah menemukan dasarnya (bottoming).

Analisis Teknikal: Menavigasi Harga di Langit Biru

Trading di harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High) seperti di $5.500 memerlukan teknik khusus karena tidak ada resisten historis di atasnya. Ini disebut kondisi “Blue Sky Breakout”.

Gunakan Web Trading Pluang untuk analisis lebih presisi di layar besar.

  1. Jangan Melawan Tren: Trend is your friend. Selama harga emas bertahan di atas garis Moving Average (MA) 20 dan 50 di grafik 4 jam atau harian, jangan mencoba melakukan Short Selling atau menebak puncak.
  2. Cari Support Baru: Level $5.400 yang sebelumnya ditembus kini berubah fungsi menjadi Support kuat.
  3. Strategi Buy on Dip: Pasang jaring antrian beli di area $5.400 – $5.450. Jika terjadi aksi profit taking sesaat, order Anda akan terjemput sebelum harga melanjutkan kenaikan.

Perspektif Jangka Panjang: Emas vs Fiat

Kenaikan emas ke $5.500 bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal devaluasi mata uang fiat. Berita bahwa Dolar yang lemah menjadi pendorong utama reli ini adalah pengingat bahwa menyimpan kekayaan dalam uang tunai (Cash) dalam jangka panjang adalah strategi yang merugi.

IHSG yang anjlok mungkin akan pulih dalam beberapa bulan atau tahun. Namun, daya beli Rupiah dan Dolar terus tergerus inflasi. Emas di $5.500 adalah bukti bahwa aset riil adalah pemenang jangka panjang.

Di Pluang, Anda tidak hanya melindungi nilai aset dari kejatuhan pasar saham hari ini, tapi juga melindungi daya beli Anda untuk masa depan.

Smart Screeners: Mencari Peluang Lain

Jika Anda merasa tertinggal kereta Emas, apakah ada peluang lain? Gunakan Smart Screeners di Pluang.

  • Sektor Saham AS (US Stocks): Saat IHSG merah, bursa AS seringkali hijau. Gunakan preset “Profitable Market Leaders” untuk mencari saham teknologi AS yang mungkin diuntungkan oleh pelemahan Dolar.
  • Crypto: Bitcoin sering disebut Emas Digital. Gunakan preset “Trend-Following” di Crypto untuk melihat apakah Bitcoin mengikuti jejak emas memecahkan rekor.

Kesimpulan: Jangan Tenggelam Bersama Kapal IHSG

Berita hari ini jelas: IHSG Anjlok dan berisiko melemah lebih lanjut, sementara Emas Tembus $5.500 dan mencetak rekor baru.

Sebagai investor, Anda memiliki pilihan. Anda bisa terus meratapi portofolio saham lokal yang merah, atau Anda bisa bertindak cepat menyelamatkan nilai aset Anda dengan memindahkannya ke kendaraan yang sedang melaju kencang: Emas Global.

Pluang menyediakan jembatan untuk perpindahan ini.

  1. Jual aset lokal yang berkinerja buruk.
  2. Beli Pluang Emas untuk menangkap reli $5.500.
  3. Gunakan USD Yield untuk manajemen risiko.

Jangan biarkan batas negara membatasi keuntungan Anda. Saat Jakarta hujan, Matahari bersinar di pasar Komoditas Global.

Langkah Aksi Sekarang: Buka aplikasi Pluang. Cek harga Emas saat ini. Jika masih kuat di atas $5.500, pertimbangkan untuk mengalokasikan setidaknya 20-30% portofolio Anda ke Emas sebagai “Asuransi” terhadap volatilitas pasar saham yang sedang tidak menentu.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar berdasarkan berita terkini (Breaking News). Investasi Saham dan Emas mengandung risiko pasar. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan. Lakukan riset mandiri (DYOR).

 



Sumber : pluang.com

10 Risiko Investasi Bitcoin dan Cara Menghindarinya

Bitcoin adalah salah satu mata uang virtual atau cryptocurrency yang sudah diperdagangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan investasi bitcoin semakin digandrungi banyak orang karena harganya yang diperkirakan terus naik. Agar tidak salah langkah, ketahui dulu seluk beluk investasi bitcoin.

1. Pasar Bergejolak dan Fluktuatif

Harga bitcoin terus berubah. Pada 6 November 2018, satu bitcoin bernilai US$6.461,01. Jika kamu kebetulan membeli bitcoin pada 17 Desember 2017, harganya mencapai US$20.000. Beberapa hari kemudian, pada tanggal 24, pembeli tidak dapat menjual investasi mereka dengan harga lebih dari US$14.626.

Pasar bitcoin terus berdesir bolak-balik. Dengan pasar yang tidak dapat diprediksi seperti itu, tidak ada yang tahu apakah kamu akan mendapatkan laba atas investasimu.

Untuk menghindari kerugian besar, perhatikan pasar dengan waspada. Lakukan investasi kecil; mereka akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

2. Kejahatan Cyber

Cryptocurrency berbasis teknologi, yang membuat investasi ini terbuka untuk serangan siber. Peretasan adalah risiko serius, karena tidak ada cara untuk mendapatkan kembali bitcoin Anda yang hilang atau dicuri.

Banyak laporan menunjukkan bahwa banyak pembeli kehilangan investasi mereka di bursa dan kerugian penambangan. Pertukaran lebih cenderung diretas – bahkan jika kamu memiliki perlindungan dompet pintar.

Selain itu, jika kamu memiliki dompet dan kamu lupa atau salah meletakkan kunci, jarang ada cara untuk mengambil koinmu. Teliti dompet cryptocurrency  dengan cermat untuk memastikan kamu memiliki opsi yang paling andal.

Baca juga: Memperkenalkan Bitcoin, Mata Uang Elektronik Sebagai Investasi Alternatif

3. Penipuan Transaksi

Selain peretasan, ada cukup banyak penipuan di pasar bitcoin. Pembeli dan penjual ingin berdagang bitcoin secara online, tetapi karena popularitas mereka meningkat, beberapa pertukaran ini bisa jadi palsu.

Biro Perlindungan Keuangan Konsumen dan Komisi Sekuritas dan Bursa telah memperingatkan terhadap transaksi ini di mana investor yang tidak curiga ditipu keluar dari bitcoin mereka dalam trading yang curang.

Kurangnya keamanan ini menimbulkan risiko besar bagi investor. Meskipun sistem telah dibuat untuk menangani masalah ini, keamanan tetap menjadi masalah besar.

4. Minim Regulasi

Saat ini, pasar bitcoin beroperasi tanpa peraturan utama. Pemerintah tidak memiliki pendirian yang jelas tentang cryptocurrency; pasar terlalu baru. Tidak dikenai pajak, yang membuatnya menarik sebagai peluang investasi.

Namun, kurangnya perpajakan dapat menyebabkan masalah jika bitcoin berperan sebagai persaingan untuk mata uang pemerintah. Saat ini, cryptocurrency bukanlah mata uang yang diterima secara luas, tetapi masa depan selalu berubah. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan pasar bitcoin dalam waktu beberapa tahun.

5. Ketergantungan Teknologi

Bitcoin adalah pertukaran online yang bergantung pada teknologi. Koin ditambang secara digital, ditukar melalui dompet pintar dan terus diperiksa menggunakan berbagai sistem. Tanpa teknologi itu, cryptocurrency tidak ada artinya.

Tidak seperti bentuk mata uang atau investasi lainnya, tidak ada jaminan fisik untuk mendukungnya. Dengan emas, real estat, obligasi, atau reksa dana, kamu memiliki sesuatu yang dapat ditukar.

Dengan mata uang yang 100% berbasis teknologi, pemilik bitcoin lebih rentan terhadap ancaman dunia maya, penipuan online, dan sistem yang dapat dimatikan.

Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

6. Penyembunyian Blok

Bitcoin baru dibuat dengan menyelesaikan persamaan matematika yang disebut “blok”, yang dibuat setiap kali ada pertukaran bitcoin secara online.

Kumpulan penambangan dapat menggunakan kekuatan komputasi untuk menambang blok dan menyembunyikannya dari penambang yang jujur ​​alih-alih melaporkan blok baru ke jaringan.

Pada dasarnya, ini adalah cara bagi beberapa orang terpilih untuk menuai manfaat, sementara yang lain tidak memiliki apa-apa.

7. Penggunaan Terbatas

Bitcoin mungkin merupakan langkah menuju pertukaran moneter baru; namun, hanya sedikit perusahaan yang menerimanya sebagai bentuk mata uang yang layak.

Saat ini, beberapa toko online, termasuk Overstock, Newegg, dan Monoprix, mengizinkan pertukaran mata uang kripto. Selain itu, pemilik bitcoin dapat menggunakan dana mereka untuk perjalanan dengan perusahaan seperti AirBaltic, Air Lituanica, dan CheapAir.com. Sayangnya, banyak perusahaan tidak mengenali bitcoin sebagai pertukaran yang sah.

8. Kerugian Finansial

Bitcoin telah disebut sebagai skema Ponzi, dengan orang-orang di atas mendapatkan keuntungan dari ketidaktahuan orang lain. Karena semakin banyak orang membeli bitcoin, itu menciptakan ekonomi gelembung.

Ketika gelembung pecah, bitcoin pada dasarnya akan menjadi tidak berguna; akan ada banyak orang yang memegang cryptocurrency, berniat menjual tetapi tidak dapat membongkar.

Tidak ada pengembalian investasi.

Baca juga: Apa Itu Cryptocurrency?

9. Mata Uang atau Investasi?

Cryptocurrency bisa menjadi pertukaran mata uang online yang efektif; namun, pembeli membeli bitcoin dengan tujuan berinvestasi sebanyak yang mereka lakukan dengan saham.

Beberapa bahkan berpikir bahwa bitcoin adalah peluang investasi yang solid untuk masa pensiun. Dengan pasar yang terus berubah, tidak ada regulasi dan tanpa agunan fisik, investor pada akhirnya bisa kehilangan semua yang mereka investasikan. 

Meskipun bitcoin berpotensi melunasi, cara terbaik untuk mendekati investasi ini adalah dengan hati-hati. Investasi kecil dan langkah kecil akan mencakup lebih banyak lahan.

10. Teknologi Masih Sangat Baru

Cryptocurrency masih merupakan teknologi yang sangat muda. Bitcoin muncul kira-kira 10 tahun yang lalu, dan itu belum berkembang menjadi sesuatu yang solid.

Dengan begitu banyak perubahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada yang tahu bagaimana pasar akan berkembang. Bitcoin seperti yang kita ketahui mungkin menjadi tidak berguna di masa depan.

Cara terbaik untuk mendekati peluang investasi baru ini adalah dengan hati-hati dan uji tuntas. Ambil langkah-langkah untuk mengamankan danamu, dan persiapkan dirimu untuk masa depan pasar.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Baca juga:



Sumber : pluang.com

Metode Investasi Cryptocurrency Paling Menguntungkan

Seperti yang telah kita ketahui, orang-orang yang melakukan investasi cryptocurrency di pasar bertahun-tahun yang lalu telah menghasilkan banyak uang. Metode investasi cryptocurrency yang para investor lakukan?

Sifat bitcoin dan mata uang virtual lainnya yang sangat tidak stabil memungkinkan para pemeluk sejatinya menghasilkan uang dengan perdagangan cryptocurrency bahkan hingga hari ini.

Di sepanjang panduan ini, kamu akan mempelajari metode paling menguntungkan untuk investasi cryptocurrency. Sebelum menceburkan diri ke pasar mata uang virtual ini, penting untukmu mempertimbangkan tips investasi berikut ini.

Pada dasarnya, yang penting saat kamu ingin melakukan investasi cryptocurrency, kamu harus melakukan riset yang mendalam terlebih dahulu.

Kemudian, kamu harus bisa merangkul volatilitas bitcoin atau mata uang virtual lainnya, dan jangan lupa menyimpan koin digitalmu dengan aman.

Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Kiat investasi cryptocurrency dalam kurun jangka panjang

Mungkin strategi atau metode investasi cryptocurrency terbaik adalah dengan mengadopsi pendekatan jangka panjang.

Di dalam komunitas cryptocurrency, orang-orang telah menciptakan istilah HODL (plesetan dari kata hold) untuk menggambarkan mentalitas beli dan tahan.

Proses investasi jangka panjang dalam mata uang digital bekerja mirip dengan investasi saham.

Baik pedagang mata uang crypto maupun pedagang saham membeli dengan harapan mendapatkan keuntungan. Ini bisa diperoleh dari kenaikan harga yang wajar dalam jangka panjang.

Secara intrinsik, dengan cara yang sama harga pasar saham cenderung bergerak ke atas tanpa henti, crash demi crash; harga cryptocurrency telah menunjukkan perilaku harga yang sama dari waktu ke waktu.

Keuntungan utama dari investasi jangka panjang dalam investasi cryptocurrency adalah memaksimalkan keuntungan, dan meminimalkan kerugian.

Rata-rata, investasi jangka panjang cenderung mengungguli investasi aktif. Namun, dengan strategi investasi ini, kita tidak dapat memperoleh keuntungan dari pasar yang sedang turun.

Solusi keuntungan dengan bitcoin

Solusi untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga Bitcoin dan mata uang crypto lainnya adalah dengan menggunakan sesuatu yang disebut Contract for Difference (CFD).

Jika kamu ingin memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan naik dan turun di ruang crypto, perdagangan CFD akan memungkinkan kamu untuk berspekulasi tentang perubahan harga di masa depan tanpa memiliki koin yang sebenarnya.

Pada akhirnya, perdagangan online adalah cara yang lebih baik untuk menghasilkan uang dengan investasi cryptocurrency.

CFD cryptocurrency memiliki keuntungan untuk menghilangkan faktor risiko umum yang terkait dengan investasi dalam mata uang digital dan menawarkan lebih banyak fleksibilitas kepada pedagang.

Flektibilitas itu di antaranya adalah kemampuan untuk pergi baik dalam jangka panjang atau pendek, likuiditas meningkat, menghilangkan risiko kehilangan koin, tidak ada dompet digital yang diperlukan, dan leverage hingga 1:20.

Jika kamu hanya ingin memanfaatkan fluktuasi harga harian di pasar cryptocurrency tanpa memiliki mata uang digital, perdagangan cryptocurrency CFD mungkin merupakan pendekatan terbaik untuk kamu.

Baca juga: Harga Bitcoin Meroket Usai PayPal Buka Layanan Cryptocurrency

Penambangan investasi cryptocurrency

Selain investasi cryptocurrency, penambangan cryptocurrency (cryptocurrency mining) adalah cara terbaik lainnya untuk menambahkan aliran pendapatan pasif baru ke dalam hidupmu.

Penambangan cryptocurrency atau cryptomining adalah proses di mana transaksi untuk berbagai bentuk cryptocurrency diverifikasi dan ditambahkan ke buku besar digital blockchain.

Cryptomining juga dikenal sebagai penambangan cryptocoin, penambangan altcoin, atau penambangan Bitcoin (khusus untuk Bitcoin, bentuk cryptocurrency yang paling populer).

Penambangan dalam investasi cryptocurrency telah meningkat baik sebagai topik atau aktivitas karena penggunaan cryptocurrency itu sendiri telah tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir.

Setiap kali transaksi mata uang crypto dilakukan, penambang mata uang crypto alias cryptominers bertanggungjawab untuk memastikan keaslian informasi dan memperbarui blockchain dengan transaksi tersebut.

Persaingan dalam proses cryptomining

Proses penambangan itu sendiri melibatkan persaingan dengan penambang lainnya untuk menuntaskan sebuah kode masalah matematika rumit. Penambang cryptocurrency pertama yang memecahkan kode dihadiahi dengan sebuah otoritas transaksi.

Dan sebagai imbalan atas layanan yang disediakan, penambang akan mendapatkan sejumlah kecil cryptocurrency mereka sendiri.

Namun, agar dapat bersaing dengan penambang lainnya, penambang mata uang digital ini membutuhkan komputer dengan perangkat keras khusus. Semakin hebat spesifikasi komputer, semakin besar kemungkinan memenangkan perlombaan dalam penambangan ini.

Dari penambangan Bitcoin hingga penambangan altcoin, kamu memiliki berbagai opsi untuk dipilih. Saat ini, proses penambangan telah menjadi sangat kompetitif dan tanpa perangkat keras yang tepat. Solusinya sedikit lebih sulit untuk menghasilkan keuntungan di penghujung hari.

Selain mendapatkan penghasilan pasif dari mata uang crypto, penambangan juga menawarkan padamu cara yang lancar untuk memperoleh bitcoin atau mata uang crypto lainnya tanpa perlu langsung membeli mata uang digital.

Sebagai alternatif, kamu dapat mencoba perdagangan online dalam investasi cryptocurrency. Cara ini yang bekerja dengan cara yang sama seperti perdagangan instrumen keuangan lainnya.

Volatilitas yang menyertai pasar cryptocurrency dapat diterjemahkan menjadi peluang menjanjikan yang dapat dimanfaatkan semua orang.

Namun, seperti halnya jenis investasi lainnya, pastikan kamu menerapkan teknik manajemen risiko yang baik sebelum menggunakan modal kamu untuk investasi cryptocurrency.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Sumber: The Capital

Simak juga:



Sumber : pluang.com

Keruntuhan “Black Friday” Logam Mulia: Mengapa Harga Emas dan Harga Silver Jatuh Serentak?

Kejadian ini mengejutkan investor yang telah terbiasa dengan reli “parabolik” selama setahun terakhir. Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar bursa New York hingga Shanghai, kita perlu membedah kombinasi antara politik Washington, pergerakan mata uang, dan perilaku spekulan global.

Beli SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Key Takeaways: Ringkasan Krisis Pasar

  • Sentimen Utama: Nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve memicu lonjakan Dolar AS, yang secara langsung menekan harga emas dan perak.

  • Skala Kejatuhan: Silver mencatatkan penurunan harian terburuk sejak 1980 (turun lebih dari 26%), sementara emas turun 9% dalam satu hari.

  • Pemicu Teknis: Terjadi fenomena forced selling (penjualan paksa) akibat margin call pada kontrak berjangka yang menggunakan daya ungkit (leverage) tinggi.

  • Faktor Eksternal: Penguatan Dolar mematahkan narasi “debasement trade” (perdagangan melawan penurunan nilai mata uang) yang selama ini mendukung logam mulia.

Data Pergerakan Harga Emas dan Harga Silver (Jumat Malam)

Berikut adalah rincian data penutupan pasar untuk memberikan gambaran skala volatilitas yang terjadi:

Instrumen Harga Penutupan (Spot) Perubahan Persentase Status Pasar
Spot Gold (XAU/USD) $4,895.22 /oz -9% Penurunan Terburuk 1 Dekade
Gold Futures $4,745.10 /oz -11.4% Deep Correction
Spot Silver (XAG/USD) $83.45 /oz -28% Penurunan Rekor Sejarah
Silver Futures $78.53 /oz -31.4% Terendah sejak Maret 1980

1. Efek Kevin Warsh: Angin Segar bagi Dolar, Petaka bagi Emas

Pemicu awal yang menyulut api di pasar adalah berita mengenai pilihan Presiden Donald Trump untuk kursi pimpinan Federal Reserve mendatang. Nama Kevin Warsh muncul sebagai kandidat kuat menggantikan Jerome Powell.

Pasar merespons nominasi Warsh sebagai sinyal “hawkish” atau kebijakan moneter yang lebih ketat. Warsh dikenal sebagai sosok pragmatis yang sangat menjunjung tinggi independensi bank sentral dan stabilitas nilai tukar. Hal ini secara instan memperkuat Dolar AS (Dollar Index naik sekitar 0,8%), yang membuat investasi pada harga emas menjadi jauh lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.

Selama ini, investor membeli emas karena takut akan intervensi politik terhadap Fed atau pelemahan Dolar yang berkepanjangan. Namun, figur Warsh menenangkan kekhawatiran tersebut dan merusak teori bahwa logam mulia akan menggantikan greenback sebagai cadangan devisa utama dunia.

2. Peran Spekulan Tiongkok: Dari Reli ke Keruntuhan

Sepanjang Januari 2026, harga emas dan harga silver didorong oleh gelombang uang panas dari spekulan di Tiongkok. Dari investor ritel hingga dana ekuitas besar di Shanghai dan Shenzhen, semua bertaruh pada kenaikan harga logam sebagai pelarian dari ketidakpastian ekonomi domestik.

Namun, ketika berita dari AS memicu pembalikan arah, para spekulan ini menjadi yang pertama keluar dari pintu darurat. Di pusat perdagangan logam Shuibei, Tiongkok, dilaporkan bahwa antrean pembeli yang sebelumnya mengular kini mulai mereda, berganti dengan sikap “tunggu dan lihat”. Ketika pasar Shanghai ditutup dan bursa AS dibuka, aksi ambil untung (profit taking) berubah menjadi kepanikan massal.

3. Badai Margin Call dan Penjualan Paksa

Matt Maley, ahli strategi ekuitas di Miller Tabak, menggambarkan situasi ini sebagai “kegilaan”. Banyak day trader masuk ke pasar perak dengan tingkat leverage yang sangat tinggi karena tergiur reli 135% sepanjang tahun 2025.

Ketika harga turun melewati level teknis tertentu, pialang secara otomatis melakukan margin call. Investor yang tidak mampu menambah dana jaminan dipaksa menjual posisi mereka (forced selling). Inilah yang menjelaskan mengapa penurunan perak jauh lebih ekstrem (lebih dari 30% pada kontrak berjangka) dibandingkan emas; pasar perak jauh lebih kecil dan lebih cair, sehingga tekanan jual sedikit saja bisa meruntuhkan harga dengan sangat cepat.

Analisis Fundamental: Apakah Narasi Logam Mulia Sudah Berakhir?

Meskipun kejatuhan ini terlihat seperti kiamat bagi trader harian, banyak pakar melihat ini sebagai “reassessment” atau penilaian ulang terhadap risiko konsentrasi. Katy Stoves dari Mattioli Woods menyamakan posisi emas saat ini dengan saham teknologi AI. Keduanya mengalami “crowding” atau penumpukan posisi di mana semua orang bertaruh pada arah yang sama. Ketika narasi tersebut sedikit saja goyah, terjadi efek domino yang sangat kuat.

Namun, secara fundamental, beberapa faktor pendukung jangka panjang masih ada:

  1. Ketegangan Geopolitik: Konflik yang melibatkan wilayah seperti Greenland, Iran, hingga Venezuela tetap menjadi faktor risiko yang bisa sewaktu-waktu memicu pembelian kembali aset safe haven.

  2. Diversifikasi Cadangan Devisa: Meski melandai, bank-bank sentral dunia (terutama di pasar berkembang) masih memiliki kecenderungan untuk melakukan diversifikasi di luar aset AS akibat kebijakan perdagangan Trump yang agresif.

  3. Permintaan Fisik: Penurunan harga ini justru bisa menjadi peluang bagi pembeli perhiasan dan emas batangan di Asia menjelang perayaan Imlek, di mana harga yang lebih rendah sering dianggap sebagai “diskon” besar.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor Selanjutnya?

Pasar saat ini sedang menunggu pembukaan perdagangan di Shanghai untuk melihat apakah investor Tiongkok akan melakukan “buy the dip” (membeli saat harga turun) atau justru melanjutkan aksi jual. Bank-bank besar di Tiongkok, seperti ICBC dan CCB, telah mulai menerapkan kendali kuota dan menaikkan batas deposit minimum untuk produk emas guna meredam risiko spekulasi berlebih.

Bagi Anda yang memantau harga emas dan harga silver, penting untuk diingat bahwa volatilitas setinggi ini jarang sekali berakhir dalam satu malam. Perlu waktu bagi pasar untuk membentuk basis harga baru setelah mengalami guncangan sebesar 26-30%.

Beli SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!



Sumber : pluang.com

Saingi Banyak Aset Lain, Ini Alasan Kamu Mesti Pilih Bitcoin!

Investasi bitcoin dan emas bisa dibilang aneh. Secara praktis keduanya tak dapat digunakan untuk pertukaran di dunia nyata. Janji Bitcoin sebagai mata uang digital yang dideregulasi hanya janji. Dan tak ada lagi orang membawa emas di saku untuk membeli barang atau jasa.

Meskipun keduanya sama-sama “ditambang”, satu-satunya aplikasi dunia nyata atau virtual mereka tampaknya hanya sebagai alat spekulasi murni—atau sebagai tempat berlindung yang aman.

Setiap kali ada bubble, orang berbondong-bondong investasi bitcoin atau emas. Harga satu ons emas dan satu bitcoin melonjak secara dramatis di kala bubble berlangsung.

Terutama setelah pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia memasukkan uang ke dompet konsumen dan kas bank karena COVID-19 menyebabkan resesi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Banyak investor tidak yakin di mana, jika ada, aset manapun dalam portfolio mereka. Inilah yang perlu kamu ketahui untuk memahami bagaimana investasi bitcoin dan emas dapat cocok dengan strategi investasimu.

Baca juga: Memperkenalkan Bitcoin, Mata Uang Elektronik sebagai Investasi Alternatif

Mengapa memilih investasi bitcoin

Bitcoin adalah sistem pembayaran elektronik yang berada di luar kendali pemerintah pusat manapun. Manusia telah menggunakan emas sebagai alat tukar selama 5.000 tahun sejak Mesopotamia kuno, sementara Bitcoin adalah alat tukar yang jauh lebih baru.

Bitcoin ditemukan oleh seseorang, atau sekelompok orang, yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto, pada tahun 2009.

Sebagai upaya pemula, Bitcoin telah mengalami perubahan harga yang liar selama hampir satu dekade lamanya.

Cryptocurrency naik menjadi hampir $20.000 per Bitcoin pada akhir tahun 2017, hanya turun menjadi kurang dari $4.000 pada akhir tahun 2018.

Baru-baru ini, cryptocurrency meningkat seiring dengan saham dan emas. Nilainya turun sekitar setengahnya menjadi sekitar $5.000 dari pertengahan Februari hingga pertengahan Maret, ketika investor memahami efek virus corona.

Namun, harganya melonjak menjadi hampir $11.500 lima bulan kemudian.

Harga dramatis dari bitcoin saingi banyak aset lain

Perubahan harga yang dramatis ini cenderung lebih besar daripada yang kamu lihat dengan emas. Sehingga mata uang digital tidak dapat dilihat sebagai cara menyimpan nilai, seperti yang diklaim oleh beberapa orang.

Fidelity baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membuat dana Bitcoin. Meskipun dana itu hanya akan tersedia untuk investor institutional besar dan terakreditasi.

Namun, jenis pergerakan ini pada akhirnya dapat meningkatkan likuiditas Bitcoin dan membantu memperlancar perubahan harga yang liar.

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Bitcoin

Mengapa investor membeli Bitcoin dan emas?

Baik investasi bitcoin dan investasi emas cenderung menarik investor ketika bank sentral di seluruh dunia turun tangan untuk menyelamatkan ekonomi yang sedang kesulitan.

Penalarannya adalah sebagai berikut. Pemerintah mengurangi nilai mata uang fiat mereka (mata uang yang didukung oleh kepercayaan penuh dan kredit suatu negara atau sekelompok negara) ketika mereka mencetak banyak uang dan menurunkan suku bunga mendekati nol.

Investor menanggapi dengan memasukkan uang ke dalam mata uang yang tidak dikendalikan pemerintah pusat. Jadilah mereka melakukan investasi bitcoin.

Selain itu, ketika tingkat suku bunga sangat rendah, dan terutama ketika suku bunga yang disesuaikan dengan inflasi negatif, investor kurang terpikat. Ini terutama dengan aset yang menawarkan imbal hasil, seperti obligasi dan saham yang membayar dividen.

Hal ini dapat menyebabkan efek di mana setiap investor baru terus menaikkan harga aset safe-haven mereka, meskipun mereka membeli dengan biaya yang semakin tinggi.

Perbedaan antara emas dan Bitcoin

Emas dan Bitcoin mewakili fase berbeda tentang bagaimana orang berpikir tentang uang.

Emas adalah mata uang selama ribuan tahun, dan mempertahankan nilai sebagian karena ketertarikan psikologis dan historis yang dimiliki investor terhadapnya.

Bitcoin, bersama blockchain, berharap suatu hari dapat menggantikan mata uang pemerintah sebagai sarana pertukaran pembayaran.

Sebagai investasi, emas adalah aset yang lebih matang. Dengan demikian cenderung mudah dimiliki.

Sementara untuk investasi bitcoin, cara paling umum untuk berinvestasi adalah dengan membuka akun di bursa khusus cryptocurrency, seperti Coinbase, dan benar-benar menukar dollar dengan mata uang digital untuk disimpan di dompet cryptocurrency digital.

Haruskah kamu Berinvestasi dalam Emas atau Bitcoin?

kamu tidak perlu berinvestasi dalam emas atau investasi bitcoin untuk memiliki portfolio yang terdiversifikasi dengan baik. Sebagian besar investor sebaiknya mengabaikan daya pikat mereka dan sebaliknya memiliki kombinasi dana indeks saham AS, dana indeks internasional, dan dana obligasi.

Sebagian besar perusahaan investasi besar menawarkan opsi berbiaya rendah, dan kamu dapat mengalokasikan berapa banyak kamu berinvestasi dengan masing-masing berdasarkan usia dan toleransi risiko kamu .

Jika kamu ingin membuat taruhan spekulatif pada emas atau investasi bitcoin, lakukan dengan bagian kecil, satu digit, dari aset kamu.

Tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa keduanya akan memberikan pengembalian yang lebih konsisten daripada strategi tradisional yang menekankan saham dan obligasi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik. Dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka. Sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Sumber: Forbes

Simak juga:



Sumber : pluang.com

Kesalahan Finansial yang Biasa Dialami Anak Muda Usia 20-an

Ketika kamu masih muda, kamu kerap melakukan kesalahan finansial. Padahal hal ini dapat dihindari jika kamu memiliki pengetahuan dalam keuangan pribadi sejak dini. Ini akan membantumu membentuk kebiasaan yang baik dan menjadi yang terdepan.

Beberapa kesalahan finansial yang kerap kamu lakukan adalah tidak menabung, tidak menginvestasikan uang, Tidak belajar tentang keuangan pribadi, membeli secara impulsif, dan tidak mengambil risiko.

Menghindari kesalahan finansial itu di usia dini sangat perlu dilakukan agar kamu tidak menyesal di kemudian hari. Apa saja kesalahan finansial yang kerap dilakukan generasi muda? Simak artikel berikut ini.

Baca juga: Apa Itu Loss Ratio?

Berbagai kesalahan finansial yang kerap dialami anak muda

Pertama, kesalahan finansial anak muda adalah tidak menabung. Ini akan selalu menjadi tantangan terbesar bagi semua orang.

Ini adalah sesuatu yang tampaknya tidak mungkin dilakukan banyak orang. Mereka lebih suka menghabiskan anggaran dengan berapa banyak yang mereka hasilkan selama seminggu, dua mingguan, atau bulanan. Tidak ada uang tersisa karena semuanya dipakai mendukung gaya hidup mereka.

Jangan melakukan hal seperti itu. Jika kamu bisa mulailah ubah apa yang kamu lakukan sekarang.

Gaya hidup itu tidak akan bertahan lama dan hanya berlangsung dalam jangka pendek. Pada usia 20 tahun, kamu seharusnya tidak memiliki masalah menabung.

Kedua, tidak menginvestasikan uang. Pada usia 20 tahun kamu harusnya sudah mulai berinvestasi.

Yang diperlukan hanyalah berinvestasi sedikit setiap bulan atau minggu dan kamu akan melihat seberapa cepat menabung dan menginvestasikan uang dengan kekuatan kebiasaan.

Kamu tidak akan menghasilkan uang dalam beberapa tahun, tetapi dalam jangka panjang kamu akan menghasilkan uang.

Kesalahan finansial ketiga adalah, kamu tidak belajar tentang keuangan pribadi. Jangan berharap untuk hanya membuang uang kamu ke dalam saham dan menjadi kaya. Buka rekening tabungan di bank manapun dan kumpulkan uang, atau buka kredit tanpa riset.

Luangkan waktu untuk pahami kondisi finansialmu!

Kamu perlu meluangkan waktu untuk mencari di web tentang bagaimana cara menghindari kesalahan finansial. Membaca artikel, menonton video, atau mengambil kelas tentang keuangan pribadi mungkin bisa jadi pilihan.

Pada gilirannya, kamu akan lebih memahami nilai belajar menabung dan cara membuatnya berhasil untukmu.

Apa rahasia yang perlu diketahui tentang bagaimana beberapa orang menjadi jutawan selain mereka yang memulai perusahaan? Melakukan investasi besar dan memahami nilai keuangan pribadi. Mata pelajaran ini seharusnya tidak membosankan untuk dipelajari karena itu uang kamu dan kamu mungkin tidak ingin hidup selalu berjuang.

Kamu perlu berpikir dalam 20 tahun dari sekarang saya ingin dapat menjalani hidup yang nyaman tanpa kekhawatiran yang dialami banyak orang setiap hari. Ketika semakin tua, kamu akan mendengar tentang ketidaksetaraan pendapatan atau bagaimana orang-orang kemungkinan besar akan meninggal dalam kelas pendapatan yang sama dengan mereka saat mereka dilahirkan.

Ya, itu benar, kamu memiliki kesempatan untuk memanfaatkan hal-hal yang dilakukan orang dengan uang. Semuanya dimulai dengan memiliki pemahaman yang mendalam tentang keuangan pribadi.

Baca juga: BoA Prediksi Harga Emas Bisa Capai Rp1,5 Juta Tahun Ini! Kok Bisa?

Membeli secara impulsif dan tidak mengambil risiko

Ini adalah satu hal lagi yang tampaknya membuat semua orang berjuang keras. Kamu melihat produk yang sangat keren yang selalu kamu inginkan dan sekarang punya uang untuk membelinya.

Hal berikutnya yang terlintas di kepala kamu adalah “saya harus mendapatkannya karena itulah yang selalu saya inginkan dan akan menggunakannya sepanjang waktu.”

Jadi, kamu pada akhirnya membeli produk itu dan kemudian berkata pada diri sendiri “mengapa saya membeli ini?” Dorongan ini berasal dari apa yang kamu dambakan semasa masih kecil dan sekarang kamu membeli secara impulsif karena uangnya ada.

Banyak orang pintar menyarankan bahwa untuk mengatasi masalah ini kamu perlu memberi kamu waktu untuk datang jika produk itu layak atau kamu bisa hidup tanpanya.

Untuk menghindari kesalahan finansial, kamu membuat keputusan yang lebih baik saat membeli apapun. Dan membuka kartu kredit juga tidak membantu karena kamu berpikir “oh aku bisa melunasi produknya nanti”, di mana kamu lupa dan di sini datang bunga mengetuk pintu.

Kamu adalah seorang anak muda berusia 20 tahun yang memiliki begitu banyak kehidupan di depan kamu. Ini adalah waktu yang terbaik untuk sedikit hidup. Ikuti minat kamu, hasilkan uang, hemat, gagal sedikit, belajar dari kesalahan itu dan jadilah orang yang sukses.

Belajarlah untuk melawan dorongan belanja secara impulsif di usia muda dan kamu akan bersyukur bertahun-tahun dari sekarang.

Kamu adalah seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki begitu banyak kehidupan di depanmu. Jadi hindarilah kesalahan finansial sebisa mungkin. Kamu memiliki waktu yang begitu cemerlang di hadapanmu.

Ini adalah waktu yang terbaik untuk sedikit menikmati hidup. Ikuti minat kamu, hasilkan uang, hemat, gagal sedikit, dan belajar dari kesalahan itu, dan jadilah orang sukses

Selalu hidup untuk menciptakan ketenangan, tetapi perhatikan dampak panjangnya, jangan melakukan kesalahan finansial seperti membuang semua uangmu dalam satu keranjang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik. Dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka. Sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Simak juga:



Sumber : pluang.com

Mengapa XLE Adalah “Hidden Gem” di Tahun 2026: Alasan Mengapa Sektor Energi Siap Mengalahkan Raksasa Teknologi

1. Pendahuluan: Dilema Valuasi Teknologi dan Kebangkitan Energi

Tesis investasi saya sederhana namun tajam: ketika pasar menyadari bahwa revolusi digital membutuhkan fondasi fisik yang masif, sektor Energi (XLE) akan menjadi penerima manfaat utama. Sektor teknologi saat ini berada dalam siklus belanja modal (CapEx) yang sangat intensif dan berisiko tinggi, sementara sektor energi menawarkan arus kas riil yang terabaikan. Ini adalah peluang kontrarian terbaik untuk tahun 2026 bagi mereka yang memahami bahwa “bahan bakar” AI bukan hanya sekadar kode, melainkan energi fisik.

Beli XLE di Sini!

2. Sektor yang Terlupakan: Alokasi di Bawah 3% di S&P 500

Salah satu anomali paling ekstrem dalam sejarah pasar modal modern adalah bobot sektor energi dalam indeks S&P 500 yang kini tertekan di angka 2,8%. Ini merupakan level rendah historis yang menempatkan energi sebagai underdog sejati. Secara matematis, jauh lebih mudah bagi sebuah sektor dengan basis kapitalisasi pasar sekecil ini untuk tumbuh secara eksponensial dibandingkan dengan raksasa teknologi bernilai triliunan dolar yang sudah jenuh secara valuasi.

Ketidakseimbangan ini menciptakan peluang rotasi sektor yang masif. Di saat utilitas mulai kehabisan napas karena keterbatasan infrastruktur, sektor energi memiliki fleksibilitas untuk tumbuh dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh sektor defensif lainnya. Energi bukan lagi sekadar pelengkap portofolio; ia adalah aset undervalued yang siap meledak ketika pasar mulai melakukan re-evaluasi terhadap aset riil.

3. “Power Cliff”: Mengapa AI Sebenarnya Adalah Taruhan untuk Energi

Pasar sering kali gagal memetakan hubungan simbiosis antara pusat data AI dan kebutuhan listrik yang stabil. Kita sedang menuju apa yang saya sebut sebagai “Power Cliff”—titik di mana ambisi teknologi menabrak realitas keterbatasan pasokan energi.

Pusat data modern—atau yang disebut CEO NVIDIA Jensen Huang sebagai “AI Factories”—membutuhkan energi dalam jumlah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di sinilah Gas Alam muncul sebagai pemenang rahasia. Gas alam adalah sumber daya yang stabil, melimpah, dan terjangkau di Amerika Serikat, menjadikannya bahan bakar ideal untuk menjaga “pabrik” ini tetap menyala 24/7.

“Pabrik AI menerima data sebagai input, namun mereka membutuhkan energi yang sangat besar untuk menghasilkan ‘kecerdasan’ sebagai output. Gas alam akan menjadi tulang punggung dari kebutuhan infrastruktur ini, memberikan keuntungan langsung bagi emiten dengan eksposur gas alam yang besar dalam indeks XLE.”

4. Arus Kas Nyata vs. Spekulasi AI yang Berisiko

Terdapat perbedaan fundamental dalam disiplin modal. Sektor teknologi tengah melakukan transisi berbahaya dari model bisnis capital-light menuju capital-intensive demi membangun infrastruktur AI dengan ROI yang masih spekulatif. Sebaliknya, sektor energi telah mengadopsi disiplin modal yang sangat ketat, fokus pada profitabilitas dibandingkan sekadar volume produksi.

Berikut adalah keunggulan fundamental XLE dibandingkan sektor teknologi yang mulai menunjukkan risiko “house of cards”:

  • Valuasi yang Atraktif: XLE menawarkan titik masuk yang jauh lebih masuk akal dibandingkan XLK yang harganya sudah mencerminkan optimisme berlebihan.
  • Neraca Keuangan yang Tangguh: Fokus pada pelunasan utang dan disiplin belanja modal membuat sektor energi memiliki daya tahan tinggi dalam skenario ekonomi yang memburuk.
  • Imbal Hasil Nyata: Melalui dividen yang stabil dan program buyback saham yang agresif, perusahaan energi memberikan imbal hasil hari ini, bukan janji keuntungan AI di masa depan.

5. “Reconstruction Trade”: Katalis Geopolitik Venezuela

Tahun 2026 menandai babak baru geopolitik dengan perubahan rezim di Venezuela, pemilik cadangan minyak terbesar di dunia (303 miliar barel). Ini bukan sekadar berita politik, melainkan stimulus infrastruktur masif bagi penyedia jasa energi AS.

Chevron (CVX) memiliki keunggulan strategis sebagai “last man standing” di Venezuela melalui General License 41, memungkinkannya untuk segera meningkatkan produksi sementara kompetitor lain masih harus memulai dari nol. Namun, peluang sesungguhnya terletak pada rincian teknis: minyak Venezuela bersifat “heavy and sour” (berat dan asam) yang sering dijuluki “lumpur” (sludge). Kilang minyak di Teluk AS, seperti milik Valero (VLO), dirancang khusus untuk memproses minyak jenis ini. Kembalinya pasokan “lumpur” murah ini akan memperlebar margin pemurnian Valero secara signifikan dibandingkan saat mereka harus menggunakan substitusi yang mahal.

Selain itu, raksasa seperti Exxon Mobil (XOM) akan diuntungkan secara langsung dari penghapusan “war risk discount” pada aset mereka di Guyana setelah ancaman invasi dari rezim Venezuela sebelumnya sirna. Bagi penyedia jasa ladang minyak seperti SLB dan Halliburton (HAL), pembangunan kembali infrastruktur Venezuela yang telah usang adalah paket stimulus masif yang akan menyerap peralatan mereka yang menganggur dengan tarif premium.

6. Sinyal Kuantitatif: Dari “Sell” Menjadi “Buy”

Bagi analis makro yang berbasis data, indikator kuantitatif baru-baru ini memberikan sinyal yang tidak bisa diabaikan. Setelah berada dalam zona “Sell” sejak April 2025 karena momentum harga minyak yang lesu, SA Quant baru saja memberikan rating “Buy” untuk XLE.

Harga minyak mentah WTI saat ini berada di kisaran terendah dalam lima tahun terakhir (mid-$50s). Secara historis, rentang harga berada di antara $40 hingga $120. Reversi harga ke angka moderat $80 saja sudah cukup untuk memicu lonjakan pendapatan dan arus kas yang luar biasa bagi sektor energi. Meskipun ada kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan, fleksibilitas Saudi Arabia melalui Saudi Vision 2030 untuk memotong produksi akan mencegah jatuhnya harga, memastikan pasar tetap seimbang.

7. Kesimpulan: Menatap Masa Depan 2026

Risiko terbesar bagi tesis ini adalah kejutan ekonomi (Black Swan), mengingat konsumsi menyumbang 70% dari PDB AS. Jika terjadi penurunan tajam pada daya beli masyarakat, sektor teknologi dengan valuasi tinggi akan terpukul paling keras. Dalam skenario stagflasi sekalipun, aset energi—terutama infrastruktur midstream dengan kontrak take-or-pay—akan menunjukkan ketahanan yang jauh lebih baik.

Memasuki 2026, rotasi dari spekulasi AI menuju realitas energi fisik bukan lagi kemungkinan, melainkan keniscayaan. XLE adalah instrumen yang menawarkan disiplin modal, dividen yang solid, dan katalis pertumbuhan dari re-industrialisasi global.

Pertanyaannya sederhana: “Saat AI mengubah dunia, apakah Anda akan bertaruh pada kode aplikasinya, atau pada energi fisik yang membuatnya tetap menyala?”

Beli XLE di Sini!



Sumber : pluang.com

Fenomena “Demam Emas” 2026: Rekor Harga US$5.500, Antrean Mesin Otomatis, dan Koreksi Mendadak

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa emas masih memegang takhta sebagai aset safe haven sekaligus instrumen investasi yang sangat likuid di tengah ketidakpastian ekonomi.

Beli SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

“Smart Gold Store”: Solusi Cepat Saat Harga Melambung

Di sebuah mal di Shanghai, mesin kuning cerah milik Kinghood Group menjadi pusat perhatian. Mesin ini bukan ATM biasa; ini adalah Smart Gold Store Machine yang mampu menimbang, menguji kadar kemurnian, hingga mencairkan logam mulia secara otomatis dan transparan.

Beberapa poin menarik dari fenomena ini antara lain:

  • Transparansi Teknologi: Mesin ini menggunakan gelombang cahaya untuk mengukur puritas emas dan menampilkan timbangan secara live melalui video feed. Hal ini meningkatkan kepercayaan konsumen dibandingkan toko emas tradisional.

  • Keuntungan Berlipat Ganda: Seorang warga bernama Wu menceritakan pengalamannya menjual cincin warisan ayahnya. Cincin yang dulu dibeli seharga 1.000 yuan puluhan tahun lalu, kini laku terjual 10.000 yuan (sekitar US$1.400).

  • Proses Instan: Hanya dalam hitungan menit setelah emas dimasukkan dan diproses (dilebur dalam mesin), dana hasil penjualan langsung ditransfer ke rekening bank penjual di hari yang sama.

Emas dan Tradisi Imlek: Mengapa Pasar Emas China Selalu “Meledak” di Akhir Tahun?

1. Psikologi Konsumen: Keberuntungan dalam Angka

Emas di China memiliki ikatan emosional yang jauh lebih kuat dibandingkan wilayah lain di dunia. Berdasarkan riset konsumen global tahun 2019:

  • 70% konsumen di China percaya bahwa emas membawa keberuntungan (dibandingkan hanya 57% secara global).

  • Signifikansi Budaya: Emas melambangkan supremasi kaisar dan kemakmuran. Membeli emas bertema shio (seperti emas bertema Tikus pada tahun 2020) dianggap sebagai investasi spiritual untuk memulai rotasi 12 zodiak dengan baik.

2. Lonjakan Penjualan Ritel dan Bonus Akhir Tahun

Data dari National Bureau of Statistics selama dua dekade terakhir (1998–2019) menunjukkan pola yang konsisten: Desember adalah bulan puncak penjualan ritel emas.

  • Daya Beli: Peningkatan konsumsi emas didorong secara langsung oleh pembayaran bonus akhir tahun. Riset membuktikan adanya korelasi positif di mana pendapatan yang lebih tinggi menghasilkan konsumsi emas yang lebih besar.

  • Tradisi Gifting: Praktik memberikan amplop merah (Hongbao) berisi emas dari senior ke junior setelah ucapan “Gong Xi Fa Cai” menjadi motor penggerak utama volume penjualan perhiasan dan koin emas.

3. Statistik Rantai Pasok dan Pergerakan Harga

Permintaan fisik yang masif menjelang Imlek menciptakan tekanan pada pasokan, yang tercermin dalam angka-angka berikut:

A. Arus Keluar Shanghai Gold Exchange (SGE)

Manufaktur perhiasan dan pemurni emas mulai sibuk sejak November untuk memenuhi stok ritel.

B. Impor Emas Nasional

China meningkatkan impor secara signifikan untuk menutupi celah antara produksi domestik dan permintaan musiman.

C. Premium Harga Lokal

Hukum permintaan dan penawaran bekerja secara nyata pada harga emas di China.

Mengapa Ini Penting Bagi Investor?

China adalah konsumen emas terbesar di dunia. Tradisi menyimpan emas sebagai mas kawin atau hadiah kelahiran kini bertransformasi menjadi strategi profit taking yang masif.

Saat harga emas menyentuh angka US$5.600, sentimen pasar beralih dari “akumulasi” menjadi “likuidasi”. Bagi banyak keluarga di China, kenaikan harga ini bukan sekadar angka di layar monitor, melainkan kesempatan nyata untuk menambah dana pensiun atau memperkuat arus kas rumah tangga.

3 Bahan Bakar Utama: Mengapa Harga Emas Meroket?

Lonjakan hingga level US$5.500 ini tidak terjadi tanpa alasan. Setidaknya ada tiga faktor makro yang saling berkaitan:

  1. Ketidakpastian Politik “Trump 2.0”: Kebijakan tarif agresif Presiden Donald Trump, termasuk ketegangan terkait isu pengambilalihan Greenland, membuat investor khawatir akan stabilitas perdagangan global dan melemahnya nilai tukar Dolar AS.

  2. Tensi Geopolitik Global: Konflik di Ukraina dan Gaza yang belum mereda, ditambah gejolak politik di Washington, memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven utama.

  3. Aksi Borong Bank Sentral & Paus Kripto: Bank sentral (terutama China) terus menambah cadangan emas. Selain itu, pemain besar digital seperti Tether kini memiliki cadangan emas yang dilaporkan melampaui cadangan beberapa negara kecil.

Mengapa Harga Emas Tiba-Tiba “Slump” di Awal Februari?

Meski sempat menyentuh awan, harga emas mengalami koreksi tajam (turun sekitar 10% dari puncaknya) dalam beberapa hari terakhir. Penyebab utamanya adalah:

Faktor Kevin Warsh & Stabilitas Fed: Ketakutan pasar bahwa Trump akan memilih Ketua The Fed yang terlalu “penurut” sempat memicu reli emas sebagai lindung nilai inflasi. Namun, munculnya nama Kevin Warsh sebagai calon kuat—yang dipandang pasar sebagai figur yang lebih moderat dan disiplin terhadap inflasi—memberikan rasa tenang. Investor pun mulai melakukan aksi profit taking (ambil untung) secara massal, yang memicu penurunan harga logam mulia secara cepat.

Korelasi Emas dan Silver

1. Hubungan “Safe Haven” yang Sama

Emas dan perak sama-sama dianggap sebagai aset logam mulia (precious metals). Ketika dunia sedang tidak stabil (seperti isu tarif Trump atau konflik geopolitik yang disebutkan di artikel sebelumnya), investor akan menghindari aset berisiko seperti saham dan beralih ke logam mulia sebagai tempat berlindung. Karena emas menjadi sangat mahal, banyak investor ritel yang merasa “ketinggalan kereta” akhirnya beralih membeli perak sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

2. Korelasi Positif dan Gold-to-Silver Ratio

Dalam dunia investasi, ada indikator yang disebut Gold-to-Silver Ratio (Rasio Emas terhadap Perak). Rasio ini mengukur berapa ons perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas.

  • Ketika harga emas naik terlalu tinggi, rasio ini menjadi sangat lebar (emas dianggap terlalu mahal dibanding perak).

  • Investor melihat ini sebagai peluang arbitrase: mereka akan membeli perak karena menganggap perak “salah harga” atau masih terlalu murah (undervalued). Aksi beli massal inilah yang kemudian mendongkrak harga perak.

3. Sifat “High Beta” (Lebih Agresif)

Perak sering disebut sebagai “emas dengan steroid”.

  • Pasar perak jauh lebih kecil dan kurang likuid dibandingkan pasar emas.

  • Artinya, dengan jumlah uang yang sama, dampak kenaikan harga pada perak akan jauh lebih besar secara persentase.

  • Logikanya: Jika emas naik 1%, perak seringkali bisa naik 2% atau 3%. Inilah yang membuat perak sangat menarik bagi spekulan saat tren emas sedang bullish.

4. Permintaan Ganda: Investasi + Industri

Berbeda dengan emas yang mayoritas digunakan untuk cadangan bank sentral dan perhiasan, lebih dari 50% permintaan perak berasal dari industri (elektronik, panel surya, dan kendaraan listrik).

Kesimpulan & Strategi untuk Sobat Cuan

Meskipun terjadi volatilitas jangka pendek, harga emas saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Emas telah membuktikan perannya sebagai diversifikasi portofolio yang tangguh di dunia yang penuh ketidakpastian.

Strategi yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Manfaatkan Koreksi: Penurunan harga pasca-rekor bisa menjadi peluang untuk Buy on Weakness atau mencicil beli bagi kamu yang memiliki pandangan jangka panjang.

  • Tetap Diversifikasi: Emas adalah jangkar, namun tetap imbangi dengan aset lain untuk menjaga keseimbangan portofolio saat volatilitas komoditas sedang tinggi.

  • Gunakan momen koreksi ini untuk melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) atau cicil beli secara bertahap. Emas tetaplah instrumen diversifikasi yang tangguh di dunia yang penuh ketidakpastian

Beli SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!



Sumber : pluang.com

Apa Perbedaan Investasi dan Trading? Simak di Sini!

Ada dua pendekatan umum untuk menghasilkan uang dari pasar. Yang pertama adalah berinvestasi (investing), dan kedua adalah perdagangan (trading). Namun, perbedaan investasi dan trading mungkin tidak mudah dipahami oleh pemula.

Banyak orang berdagang saham dan membingungkan mereka dengan berinvestasi. Di sini kita akan membahas perbedaannya dengan trading.

Sederhananya, perbedaan investasi dan trading adalah, jika investasi bertujuan menciptakan kekayaan dalam jangka panjang dengan membeli perusahaan bagus dan menahannya untuk jangka waktu lama, maka trading bertujuan menghasilkan keuntungan dengan sering membeli dan menjual saham.

Contoh investasi adalah jika kamu membeli saham hari ini dan berkomitmen memegang saham itu selama tiga tahun ke depan. Di sini kamu yakin bahwa harga saham itu akan jauh lebih tinggi setelah tiga tahun dibandingkan sekarang.

Sementara, contoh trading adalah jika kamu membeli saham di pagi hari ini dan berkomitmen menjual saham pada malam hari (sebelum pasar tutup di hari yang sama). Di sini kamu yakin akan mendapat untung dengan perbedaan harga jual dan beli.

Baca juga: Apa Itu Hedge Fund (Lindung Nilai)?

Memahami perbedaan investasi dan trading

Jangka waktu untuk berinvestasi adalah jangka panjang dan banyak jangka waktunya bahkan bisa sampai beberapa dekade.

Kita bisa menemukan banyak orang berinvestasi untuk anak atau cucu mereka. Faktanya, banyak orang mewarisi saham yang dibeli oleh orang tua mereka dan mungkin bernilai jutaan hari ini.

Di sisi lain, jangka waktu trading adalah jangka pendek. Bisa menit, jam, hari, atau beberapa minggu.

Terkadang periode trading bahkan kurang dari satu menit ketika trader membeli atau menjual saham dengan pergerakan eksplosif dan segera mendapatkan keuntungan.

Lebih jauh lagi, sikap orang-orang yang menyikapi perbedaan investasi dan trading ini berbeda. Para investor cenderung memilih investasi yang sehat dan bebas stres untuk menciptakan kekayaan dalam jangka panjang.

Namun, trader cenderung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Mereka juga menyukai permainan trading dan menganggapnya sebagai hiburan.

Seorang Investor cenderung melakukan investasi yang sehat dan santai. Sementara itu di sisi lain, trader secara aktif terlibat dalam pasar dan membutuhkan waktu dan kehadiran mereka untuk menghasilkan keuntungan.

Baca juga: Apa Itu Basis Risk?

Perbandingan dasar

Untuk memahami lebih dalam perbedaannya dan trading, kita harus melakukan perbandingan dasar sebagai berikut.

Dari segi tujuan, investasi bertujuan menciptakan kekayaan dalam jangka waktu yang lama dengan membeli dan menahan. Sedangkan trading bertujuan menghasilkan keuntungan dengan sering membeli dan menjual saham.

Jika terjadi fluktuasi pasar harian, hal ini tidak akan memengaruhi investor karena mereka bertujuan investasi untuk jangka panjang. Sementara itu para trader cenderung mendapatkan keuntungan dari fluktuasi pasar harian dengan membeli dan menjual saham.

Perbedaan berikutnya adalah dalam hal penambahan manfaat. Di sini investor menikmati fasilitas seperti bonus, dividen, pemecahan saham, dan lain-lain.

Di sini trader memegang saham hanya untuk interval pendek dan karenanya tidak menikmati fasilitas ini.

Perbandingan mendasar dari kedua hal ini berikutnya adalah terkait elemen pelindung.

Bagi investor, berinvestasi di perusahaan yang secara fundamental kuat yang akan bangkit kembali ke nilai sebenarnya seiring waktu dan kerugian akan dipulihkan. Sementara trader menggunakan stop loss untuk membatasi kerugian.

Perbedaan yang paling kentara tentu saja adalah jangka waktunya. Investasi bisa berjangka panjang hingga tiga tahun atau bahkan berdekade. Sedangkan trading berjangka pendek misalnya hari atau minggu.

Strategi investor adalah menciptakan kekayaan dengan  bunga majemuk dan dividen, sedangkan trader bergantung pada waktu pasar, mereka harus jeli menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar saham.

Dari faktor risiko, perbedaannya juga sangat jauh. Investasi berisiko rendah tapi potensi pengembalian yang rendah dalam jangka pendek. Pengembalian bagus dalam jangka panjang.

Trading memiliki risiko tinggi tetapi potensi pengembalian yang lebih tinggi dalam jangka pendek.

Faktor yang memengaruhi pendekatan investasi adalah dasar-dasar bisnis seperti industri, ekonomi, keuangan, pasar, dan pesaing. Sementara untuk trading indikator teknis, psikologi pasar, pengelolaan uang, dan imbalan risiko.

Faktor keyakinan dalam pengelolaan investasi

Perbedaannya dengan trading lainnya adalah di faktor keyakinan. Dalam investasi ada keyakinan bahwa perusahaan akan berkinerja baik di masa depan dan akan memberi penghargaan kepada pemegang sahamnya.

Sementara dalam trading, harga saham akan bergerak searah untuk mencapai target keuntungan.

Hasil yang diharapkan investasi adalah 15-20% pengembalian per tahun, sedangkan di trading adalah 8-10% per bulan.

Perbedaan investasi dan trading terakhir adalah keterlibatan yang diperlukan. Investor melakukan investasi yang baik setelah mempelajari perusahaan secara mendalam, dan bisa bersantai kemudian.

Sedangkan trading membutuhkan keterlibatan aktif di pasar untuk menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar untuk membukukan keuntungan.

Kesimpulannya, kedua pendekatan ini adalah cara sukses untuk menghasilkan uang dari pasar saham. Namun, jika kamu berencana memilih salah satu pendekatan, pikirkan waktu yang bisa kamu habiskan sehari-hari untuk kegiatan pasar.

Jika kamu dapat menghabiskan waktu berjam-jam di pasar setiap hari, maka trading cocok denganmu. Jika tidak, berinvestasi lebih cocok untukmu.

Jadi, setelah memahami perbedaan investasi dan trading ini, kamu mau memilih yang mana untuk mencari keuntungan?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik. Dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka. Sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Simak juga:



Sumber : pluang.com

Investasi Cryptocurrency Dinilai Bermasalah? Simak Penjelasannya!

Apakah kamu ingin melakukan investasi cryptocurrency di Bitcoin atau mata uang virtual lainnya?  Apa kamu takut adanya investasi cryptocurrency bermasalah? Ada baiknya kamu memikirkannya dan coba memahaminya sebelum kamu telanjur menyelam lebih dalam.

Ini karena sebenarnya ada banyak masalah dengan berinvestasi di cryptocurrency.

Mata uang virtual dipandang sebagai masa depan uang moneter oleh banyak orang, dan investasi cryptocurrency dipandang sebagai model investasi yang sangat menjanjikan.

Bitcoin adalah contoh sempurna dari mata uang virtual baru ini. Bitcoin adalah mata uang virtual terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di blockchain.

Munculnya Bitcoin dan pengenalan blockchain ke dalam dunia kita sehari-hari bisa menjadi revolusioner. Dan blockchain diyakini akan menjadi game changer untuk industri layanan keuangan. Tapi, benarkah demikian?

Baca juga: Apa Itu Cryptocurrency?

Permasalahan dalam investasi cryptocurrency

Pada tahun 2018, nilai Bitcoin turun lebih dari 80% dalam satu bulan. Ini tentu membuat kita bertanya-tanya: apakah cryptocurrency sebenarnya adalah investasi atau spekulasi?

Permasalahan pertama, cryptocurrency tidak terikat pada fundamental. Saat kamu berinvestasi dalam suatu aset, kamu ingin mengetahui fundamental yang mendasarinya. Kenapa? Karena hanya dengan begitu kamu dapat mengetahui berapa nilai aset itu.

Saat kamu berinvestasi di saham, kamu ingin memeriksa neraca, pendapatan, pelaporan manajemen, dan banyak lagi.

Kamu membeli bagian dari perusahaan, yang berarti seiring dengan pertumbuhan perusahaan, nilai saham kamu akan tumbuh.

Dalam investasi cryptocurrency, tidak satu pun dari dasar-dasar ini tersedia.

Meskipun sulit untuk membandingkan saham dengan mata uang crypto, harus ada beberapa nilai dasar dari aset yang kamu investasikan.

Ini adalah masalah dengan cryptocurrency: mata uang virtual ini tidak memiliki fundamental dan karenanya tidak memiliki nilai nyata.

kamu membeli koin dan berharap lebih banyak orang ingin membeli koin nanti, yang berarti kamu bisa mendapatkan lebih banyak mata uang kembali nanti.

Menyoal pandangan umum tentang crytocurrency

Bagi banyak orang, cryptocurrency dipandang sebagai spekulasi murni. Permasalahan kedua, cryptocurrency sangat fluktuatif. Mayoritas investasi cryptocurrency terjadi di bursa terdesentralisasi, tanpa investor besar seperti dana pensiun.

Fakta ini, ditambah kapitalisasi pasar cryptocurrency yang relatif kecil, menghasilkan volatilitas yang luar biasa. Cryptocurrency bisa naik dan turun dua digit setiap hari. Cryptocurrency jauh lebih tidak stabil dibandingkan dengan S&P 500, emas, atau ekuitas global lainnya.

Permasalahan berikutnya, cryptocurrency masih tidak diatur. Banyak orang ingin mengadopsi cryptocurrency dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun, sangat sedikit bisnis yang benar-benar menerimanya sebagai pembayaran.

Bahkan ada beberapa negara yang membuat peraturan melarang penggunaan mata uang virtual ini, walau ada juga sedikit negara yang memperbolehkannya.

Karena cryptocurrency sangat tidak diatur, tidak ada yang dapat dilakukan pihak berwenang jika terjadi penipuan. Ada orang yang berinvestasi dalam koin tertentu yang ternyata penipuan.

Masalahnya adalah sangat sulit untuk mengetahui ke mana perginya uang kita dan siapa yang saat ini memilikinya. Berinvestasi dalam cryptocurrency sangat anonim, mungkin terlalu anonim.

Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Permasalahan cryptocurrency lainnya

Cryptocurrency dinilai terlalu anonim

Saat kamu berinvestasi dalam cryptocurrency, ada pentingnya kamu menjadi anonim.

Ada catatan dari setiap transaksi, dari situlah blockchain itu dibuat. Jika kamu memiliki kunci publik seseorang, kamu dapat melihat di blockchain berapa banyak mata uang yang mereka dapatkan.

Biasanya, orang sangat anonim dan kamu tidak tahu siapa di balik kunci publik. Itu berarti kamu tidak tahu dari mana uang itu berasal atau ke mana perginya uang itu.

Ini adalah masalah besar dengan cryptocurrency sementara itu juga merupakan fitur yang sangat penting.

Perdagangan cryptocurrency dapat digunakan untuk aktivitas kriminal, penggelapan pajak, dan pencucian uang.

Ya, mereka dapat melakukan hal yang sama dengan uang tunai, tetapi ini membuatnya sedikit terlalu mudah bagi mereka.

Ini adalah salah satu kelemahan utama dari sistem yang perlu diselesaikan sebelum semua orang akan terjun ke Bitcoin.

Cryptocurrency dianggap tidak ramah lingkungan

Di dalam mata uang virtual ini dikenal yang namanya mining atau penambangan. Cryptocurrency mining berarti banyak orang pada saat yang bersamaan mencoba membuat blok dari transaksi terbaru.

Orang yang melakukan mining paling cepat membuat blok dan mendapatkan hadiah berupa koin, misalnya Bitcoin.

Penambangan ini memerlukan banyak energi listrik karena prosesnya yang membutuhkan komputer super cepat. Para penambang bersaing mendapatkan koin yang terbatas, yang berarti mereka bersaing satu sama lain dan meningkatkan penggunaan daya energi secara konstan.

Saat ini, China memimpin penambangan Bitcoin. Di China, sumber energi utama adalah batu bara. Kita semua tahu bahwa ini adalah cara menghasilkan energi yang sangat tidak ramah lingkungan.

Apakah masuk akal untuk mengonsumsi begitu banyak energi untuk satu mata uang? Ada cukup banyak kekhawatiran seputar lingkungan saat ini.

Kesimpulannya, teknologi di balik cryptocurrency memang sangat menarik dan bisa berdampak besar pada dunia kita beberapa tahun ke depan.

Namun, seperti telah dijelaskan di atas, memang masih banyak permasalahan dalam investasi cryptocurrency.

Jadi, masihkah kamu tertarik untuk melakukan investasi cryptocurrency?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik. Dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka. Sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Simak juga:



Sumber : pluang.com