Tag: altcoin

  • Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    Sekilas crypto futures memang terkesan bisa memberikan keuntungan dalam waktu yang cepat, karena adanya leverage dan futures juga memberikan kesempatan bagi para traders untuk mendapatkan profit meskipun ketika pasar sedang sideways atau dalam kondisi bearish.

    Namun, meskipun terlihat sangat menggiurkan, futures juga tentunya membawa keuntungan dan risiko tersendiri.

    Sebelum kamu memutuskan untuk memindahkan modal yang ada di dompet spot kamu, yuk bedah risiko-risiko yang mungkin kamu akan hadapi saat mencoba futures!

    Risiko Leverage yang Memperbesar Kerugian

    Leverage menjadi salah satu fitur crypto futures yang menjadi alasan kenapa para trader memilih trading menggunakan futures daripada trading di spotleverage memungkinkan trader untuk membuka posisi lebih besar dari modal yang dimiliki dengan meminjam dana dari exchange.

    Misalnya, kamu melakukan trading crypto futures dengan leverage 10x, maka kamu bisa membuka posisi senilai 10 kali dari modal awal. Maka… dengan modal Rp1jt dan leverage 10x, kamu bisa mentransaksikan aset senilai Rp10jt. Berikut contoh perhitungan lebih lengkapnya:

    Bayangkan kamu punya modal awal Rp1.000.000 dan menggunakan leverage 10x.

    Tanpa leverage: Jika harga naik 5%, keuntunganmu = Rp1.000.000 × 5% = Rp50.000.

    Dengan leverage 10x: Posisi tradingmu jadi Rp10.000.000. Jika harga naik 5%, keuntunganmu = Rp10.000.000 × 5% = Rp500.000.

    Namun, jika harga justru turun 5%:

    • Tanpa leverage → rugi Rp50.000.
    • Dengan leverage 10x → rugi Rp500.000, yang berarti modal awal Rp1.000.000 bisa tinggal setengah, hanya dengan pergerakan 5%.

    Fitur ini memang bisa memperbesar potensi keuntungan, tetapi pada saat yang sama juga memperbesar potensi kerugian jika pergerakan harga tidak sesuai dengan analisa.

    Risiko Posisi Terlikuidasi

    Pasti kamu pernah mendengar istilah Margin Call dalam dunia crypto futures bukan? Nah, Margin Call merupakan surat cinta dari exchange karena menjadi tanda peringatan bahwa posisi trading kamu sudah berada di ambang batas risiko untuk posisi kamu ditutup atau terlikuidasi.

    Mekanisme likuidasi sendiri ini terjadi ketika kerugian pada posisi trading mencapai batas tertentu sehingga sistem secara otomatis menutup posisi tersebut untuk mencegah kerugian lebih besar.

    Contoh:

    • Kamu membuka posisi dengan modal Rp1.000.000 menggunakan leverage 10x.
    • Nilai kontrak jadi Rp10.000.000.
    • Jika harga turun 10%, kerugianmu Rp1.000.000, dan modal awal langsung habis.
    • Maka kamu akan mendapatkan Margin Call karena akunmu tidak lagi memenuhi syarat modal.
    • Jika kamu tidak menambah modal, modal awal kamu tadi Rp1.000.000 akan habis untuk menutupi kerugian dan posisi otomatis ditutup.

    Likuidasi sering terjadi ketika pasar bergerak sangat cepat dan trader menggunakan leverage tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, modal yang digunakan dalam posisi tersebut bisa habis untuk menutupi kerugian akibat leverage. Inilah mengapa manajemen risiko menjadi bagian penting dalam trading futures.

    Volatilitas Pasar Kripto yang Tinggi

    Volatilitas pasar sering kali menjadi incaran para trader karena dari volatilitas inilah trader bisa memanfaatkan pergerakan harga dan mendapatkan keuntungan. Pergerakan harga yang cepat dan tajam memungkinkan trader memperoleh profit dalam waktu singkat, terutama bagi mereka yang aktif menggunakan strategi jangka pendek seperti day trading atau scalping.

    Namun, tingginya volatilitas juga membawa risiko besar. Ketika digabungkan dengan penggunaan leverage futures, peluang profit memang bisa berlipat ganda, tetapi potensi kerugian pun otomatis meningkat.

    Oleh karena itu, memahami karakter pasar kripto dan menerapkan manajemen risiko yang tepat menjadi kunci agar volatilitas tidak berubah menjadi bumerang untuk strategi trading kamu.

    Risiko Overtrading

    Karena trading crypto futures memungkinkan kamu untuk menggunakan leverage dan membuka posisi dengan modal relatif kecil. Namun, kemudahan ini sering kali mendorong sebagian trader untuk melakukan overtrading, yaitu membuka posisi terlalu sering atau berlebihan tanpa strategi yang terukur.

    Overtrading biasanya terjadi ketika trader:

    • Terlalu sering masuk pasar tanpa rencana jelas kapan harus take profit atau cut-loss.
    • Berusaha mengejar kerugian dari trading sebelumnya (revenge trading).
    • Tidak memiliki disiplin dalam mengatur jumlah posisi dan risiko.

    Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerugian secara signifikan, karena semakin banyak posisi yang dibuka tanpa kontrol, semakin besar pula potensi modal menguap.

    Untuk menghindarinya, kamu perlu menjaga disiplin dan memiliki rencana trading yang jelas. Menentukan batasan jumlah transaksi, target keuntungan, serta strategi cut-loss akan membantu mengurangi risiko overtrading dan menjaga modal tetap terukur.

    Risiko Greed dan Spekulasi

    Crypto futures yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan trading kapan saja, karena aspek volatilitas yang tinggi dan dapat memberikan keuntungan cepat seringkali mendorong rasa serakah (greed) dan spekulasi berlebihan.

    Keputusan yang didorong oleh emosi ini biasanya muncul ketika trader mengikuti emoji atau rasa serakah yang menjadi musuh utama para trader. Keputusan ini biasanya akan muncul ketika trader:

    • Melihat peluang profit instan dan langsung masuk pasar tanpa perhitungan.
    • Berusaha “balas dendam” atas kerugian sebelumnya dengan menambah posisi lebih besar.
    • Mengabaikan strategi manajemen risiko karena tergoda oleh potensi keuntungan cepat.

    Akibatnya, greed dan spekulasi berlebihan justru mempercepat kerugian. Posisi yang terlalu besar bisa menghabiskan margin dengan cepat, sementara frekuensi trading yang berlebihan meningkatkan biaya dan risiko likuidasi.

    Agar kamu terhindar dari hal ini, kamu perlu menjaga disiplin psikologis dan memiliki rencana trading yang jelas.

    Kesimpulan

    Itu dia risiko-risiko dari crypto futures yang perlu kamu pahami sebelum melakukan trading. Pastikan kamu trading di exchange crypto yang terdaftar di resmi di Indonesia yang mengikuti prosedur  yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • OpenSea Tunda Token SEA, Pasar NFT Terimbas

    Platform marketplace NFT terbesar, OpenSea, resmi menunda peluncuran token yang telah lama dinantikan, yakni SEA.

    Token tersebut sebelumnya dijadwalkan akan mulai diperkenalkan pada event yang direncanakan berlangsung pada 30 Maret, namun kini harus ditunda karena kondisi pasar kripto yang dinilai masih belum ideal.

    Keputusan ini mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati dari OpenSea di tengah volatilitas pasar aset digital yang masih tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Mendaftarnya

    Penundaan di Tengah Pasar yang Menantang

    Dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, OpenSea menyebut bahwa kondisi pasar saat ini menjadi faktor utama di balik penundaan peluncuran SEA.

    Ketidakpastian makro dan fluktuasi harga kripto membuat timing peluncuran token menjadi krusial, terutama untuk menjaga antusiasme pasar dan stabilitas harga saat listing.

    Langkah ini juga mengindikasikan bahwa OpenSea ingin menghindari risiko peluncuran token dalam kondisi sentimen lemah, yang berpotensi menyebabkan performa awal yang kurang optimal.

    Kampanye Rewards Dihentikan dan Refund Dibuka

    Sebagai bagian dari penyesuaian strategi, OpenSea juga mengumumkan bahwa kampanye rewards yang sedang berjalan akan segera dihentikan.

    Namun, untuk menjaga kepercayaan pengguna, platform ini memberikan opsi bagi pengguna tertentu untuk:

    • Mengajukan refund fee dari wave reward terbaru
    • Mendapatkan kompensasi atas partisipasi dalam program sebelumnya

    Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga loyalitas komunitas di tengah perubahan rencana yang cukup signifikan.

    Strategi Baru: Zero Fee Trading Selama 60 Hari

    Sebagai kompensasi sekaligus strategi untuk menjaga engagement, OpenSea menghadirkan kebijakan zero fee trading selama 60 hari, yang akan dimulai pada 31 Maret.

    Program ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi tanpa biaya, sebuah langkah agresif yang bertujuan untuk meningkatkan volume transaksi; mendorong eksplorasi fitur baru; sekaligus menarik kembali likuiditas ke platform.

    Selain itu, OpenSea juga memanfaatkan periode ini untuk menguji berbagai inovasi baru, seperti Cross-chain token trading, pengembangan mobile app, dan rencana peluncuran tools derivatif.

    Strategi ini menunjukkan bahwa meskipun peluncuran token ditunda, OpenSea tetap fokus pada pengembangan produk dan peningkatan pengalaman pengguna.

    Dampak ke Pasar NFT dan Sentimen SEA

    Penundaan peluncuran token SEA tentu memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar, terutama bagi trader yang menantikan potensi airdrop atau spekulasi harga.

    Terkait penundaan tersebut, Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kombinasi sinyal negatif dan defensif.

    “Untuk SEA, ini campuran sinyal negatif dan defensif: penundaan token jelas mengecewakan pasar, tapi zero-fee window menunjukkan OpenSea masih agresif membangun engagement sebelum token benar-benar diluncurkan. Jadi secara narasi, ini bukan dead catalyst, tapi jelas menunda momentum yang tadinya bisa memicu spekulasi lebih cepat,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun momentum jangka pendek tertunda, potensi jangka panjang masih tetap terbuka.

    Bukan Dead Catalyst, Tapi Momentum Tertunda

    Dalam konteks pasar kripto yang sangat bergantung pada sentimen dan narasi, peluncuran token sering kali menjadi katalis besar untuk lonjakan aktivitas dan harga.

    Namun, dengan penundaan ini, OpenSea tampaknya memilih untuk:

    • Mengoptimalkan produk terlebih dahulu
    • Membangun basis pengguna yang lebih kuat
    • Menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif

    Pendekatan ini bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih sehat, dibandingkan memaksakan peluncuran di tengah kondisi yang tidak mendukung.

    Persaingan Marketplace NFT Semakin Ketat

    Langkah OpenSea ini juga tidak bisa dilepaskan dari persaingan ketat di sektor marketplace NFT, di mana berbagai platform lain terus berinovasi dengan model insentif dan fitur baru.

    Dengan menghadirkan zero fee dan fitur lintas chain, OpenSea berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri ini.

    Baca Juga: NFT Solana Resmi Terdaftar di OpenSea

    Penundaan peluncuran token SEA oleh OpenSea menjadi sinyal bahwa bahkan pemain besar pun tidak kebal terhadap dinamika pasar kripto.

    Meski mengecewakan dalam jangka pendek, strategi zero fee dan fokus pada pengembangan produk menunjukkan bahwa OpenSea masih agresif membangun fondasi sebelum peluncuran token resminya.

    Bagi pasar, ini bukan akhir dari katalis SEA, melainkan penundaan momentum yang bisa kembali muncul ketika kondisi pasar lebih mendukung.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lava Network Tambah 17 Chain, Perluas Infrastruktur Multi-Chain

    Proyek infrastruktur blockchain Lava Network terus memperkuat posisinya di sektor middleware dengan mengumumkan penambahan 17 integrasi chain baru pada 17 Maret.

    Langkah ini mencakup dukungan terhadap 9 ekosistem blockchain, memperluas jangkauan layanan Lava dalam menyediakan akses data, RPC, serta infrastruktur lintas jaringan.

    Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Lava untuk membangun jaringan data yang lebih luas dan efisien dalam mendukung kebutuhan developer dan aplikasi Web3 yang semakin kompleks.

    Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

    Memperluas Jangkauan Infrastruktur Multi-Chain

    Dengan penambahan 17 chain baru, Lava Network kini memiliki kapasitas yang lebih besar dalam melayani kebutuhan:

    • Remote Procedure Call (RPC)
    • Akses data blockchain real-time
    • Infrastruktur untuk aplikasi lintas chain

    Dalam ekosistem Web3, peran middleware seperti Lava menjadi semakin krusial karena banyak aplikasi membutuhkan konektivitas ke berbagai blockchain secara bersamaan.

    Dengan kata lain, semakin banyak chain yang didukung, semakin luas pula potensi penggunaan jaringan Lava oleh developer, protokol DeFi, hingga aplikasi NFT.

    Dampak ke Total Addressable Market (TAM)

    Dilaporkan CoinMarketCal, ekspansi ini secara langsung meningkatkan total addressable market (TAM) bagi Lava Network. Dengan menjangkau lebih banyak ekosistem blockchain, Lava membuka peluang untuk:

    • Menarik lebih banyak pengguna dan developer
    • Meningkatkan volume permintaan layanan RPC
    • Memperluas integrasi dengan protokol lain

    Semakin luas cakupan jaringan, semakin besar pula peluang Lava untuk menjadi salah satu pemain penting dalam infrastruktur data Web3.

    Infrastruktur Jadi Layer Kritis Web3

    Dalam beberapa tahun terakhir, sektor infrastruktur blockchain mengalami pertumbuhan pesat.

    Proyek seperti Lava Network bersaing dalam menyediakan layanan yang sebelumnya dianggap sebagai “lapisan belakang”, namun kini menjadi fondasi utama bagi ekosistem kripto.

    Middleware seperti Lava berfungsi sebagai penghubung antara Node blockchain dengan developer dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Tanpa infrastruktur yang andal, aplikasi Web3 tidak dapat berjalan secara optimal.

    Belum Tentu Berdampak Langsung ke Harga Token

    Meskipun ekspansi ini terlihat positif secara fundamental, dampaknya terhadap token **LAVA tidak selalu instan.

    Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa integrasi chain baru memang konstruktif, namun belum tentu langsung tercermin dalam peningkatan harga:

    “Untuk LAVA, ini cukup konstruktif karena memperluas total addressable market dan potensi penggunaan jaringan di level infrastruktur. Tetap saja, integrasi chain baru belum otomatis berarti revenue atau demand token langsung naik; pasar masih butuh bukti bahwa chain-chain tambahan itu benar-benar menghasilkan trafik dan penggunaan berulang.”

    Pernyataan ini menegaskan bahwa pasar kini semakin selektif dalam merespons perkembangan proyek, terutama di sektor infrastruktur.

    Tantangan: Mengubah Integrasi Jadi Trafik Nyata

    Salah satu tantangan utama bagi Lava Network adalah memastikan bahwa integrasi chain baru benar-benar digunakan secara aktif.

    Beberapa indikator yang perlu diperhatikan ke depan antara lain pertumbuhan jumlah request RPC, aktivitas developer di jaringan, integrasi dengan aplikasi populer, dan volume penggunaan lintas chain.

    Tanpa adanya peningkatan trafik nyata, ekspansi jaringan berisiko hanya menjadi pencapaian teknis tanpa dampak ekonomi yang signifikan.

    Potensi Jangka Panjang Tetap Terbuka

    Meski demikian, secara jangka panjang, langkah ini tetap memperkuat fondasi Lava Network sebagai penyedia infrastruktur multi-chain.

    Jika Lava berhasil mengonversi ekspansi ini menjadi adopsi nyata, penggunaan berulang, memonetisasi layanan.

    maka dampaknya terhadap ekosistem dan token LAVA bisa menjadi lebih signifikan.

    Tren Multi-Chain Semakin Dominan

    Langkah Lava juga sejalan dengan tren industri yang bergerak ke arah multi-chain dan interoperability.

    Alih-alih bergantung pada satu blockchain, banyak proyek kini memilih untuk:

    • Menjalankan aplikasi di beberapa chain
    • Mengoptimalkan biaya dan kecepatan transaksi
    • Menjangkau pengguna yang lebih luas

    Dalam konteks ini, penyedia infrastruktur seperti Lava memiliki posisi strategis untuk menjadi penghubung utama antar ekosistem.

    Baca Juga: Solana Kena Tsunami Likuidasi! Harga Jeblok ke $205 Gara-Gara Trump

    Penambahan 17 integrasi chain oleh Lava Network menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan dan utilitas jaringan di sektor infrastruktur blockchain.

    Meski belum tentu berdampak langsung pada harga token, ekspansi ini meningkatkan potensi adopsi dan memperbesar peluang Lava dalam ekosistem Web3 yang semakin kompetitif.

    Ke depan, fokus utama pasar akan tertuju pada apakah integrasi ini mampu menghasilkan trafik nyata dan penggunaan berkelanjutan, yang menjadi kunci utama dalam menentukan nilai jangka panjang proyek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan sebesar 5,86% ke level $0,175.

    Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil, menandakan bahwa pelemahan Pi lebih dipengaruhi oleh faktor internal dibanding sentimen pasar secara luas.

    Tidak adanya katalis positif serta kondisi likuiditas yang tipis menjadi faktor utama di balik penurunan harga ini.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Likuiditas Rendah Perbesar Dampak Tekanan Jual

    Salah satu penyebab utama penurunan harga Pi adalah kondisi pasar yang tergolong thin liquidity atau likuiditas rendah.

    Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat volume perdagangan Pi tercatat sekitar $39 juta, dengan rasio turnover hanya 0,0229.

    Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas transaksi relatif rendah dibandingkan kapitalisasi pasar, sehingga order book menjadi dangkal.

    Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual dalam jumlah kecil dapat menyebabkan penurunan harga yang tajam, memperbesar volatilitas, hingga memicu reaksi berantai dari trader jangka pendek.

    Dengan kata lain, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh struktur pasar dibandingkan faktor fundamental.

    Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

    Menariknya, penurunan harga ini tidak disertai dengan berita negatif besar atau peristiwa penting yang secara langsung memengaruhi Pi Network.

    Selain itu, data juga menunjukkan bahwa pasar kripto secara keseluruhan relatif stabil, dengan kapitalisasi total hanya naik tipis sekitar 0,23%.

    Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan Pi bersifat isolated movement, atau pergerakan yang terjadi karena dinamika internal aset itu sendiri, bukan akibat tekanan eksternal.

    Sensitivitas Tinggi terhadap Order Flow

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Sebagai aset dengan likuiditas terbatas, Pi memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap pergerakan order.

    Artinya, masuknya order jual dalam jumlah moderat bisa langsung menekan harga, kurangnya pembeli membuat harga sulit bertahan, atau volatilitas yang bisa meningkat tanpa perlu adanya katalis besar.

    Kondisi ini membuat Pi sering dikategorikan sebagai aset high-risk dalam jangka pendek, terutama bagi trader yang bergantung pada momentum.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi fokus pasar:

    • Support utama: $0,17
    • Support berikutnya: $0,16
    • Resistance terdekat: $0,185

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka Pi berpotensi memasuki fase konsolidasi di kisaran $0,17 hingga $0,185.

    Namun, jika level ini ditembus dengan volume yang meningkat, maka tekanan bearish bisa berlanjut menuju area $0,16 atau bahkan lebih rendah.

    Volume Jadi Kunci Arah Berikutnya

    Selain level harga, faktor penting yang perlu diperhatikan adalah volume perdagangan.

    Dalam kondisi saat ini, pasar membutuhkan peningkatan volume—setidaknya di atas $50 juta—untuk:

    • Mengonfirmasi perubahan tren
    • Menunjukkan masuknya minat beli baru
    • Mengurangi efek volatilitas akibat likuiditas rendah

    Tanpa peningkatan volume, pergerakan harga cenderung akan tetap lemah dan mudah tertekan.

    Prospek Jangka Pendek: Bearish dengan Potensi Konsolidasi

    Dalam jangka pendek, bias pergerakan Pi masih cenderung bearish, terutama jika tekanan jual belum mereda.

    Namun, jika harga mampu bertahan di atas level support utama, maka ada peluang untuk stabilisasi harga, konsolidasi dalam range sempit, dan persiapan untuk pergerakan berikutnya.

    Kondisi ini sering terjadi sebelum pasar menentukan arah yang lebih jelas.

    Risiko Altcoin dengan Likuiditas Tipis

    Kasus Pi ini kembali menegaskan risiko utama dalam berinvestasi di altcoin dengan likuiditas rendah.

    Beberapa risiko tersebut meliputi pergerakan harga yang tidak proporsional, ketergantungan tinggi pada sentimen jangka pendek, serta rentan terhadap manipulasi pasar.

    Oleh karena itu, investor perlu lebih berhati-hati dan memperhatikan indikator teknikal serta volume sebelum mengambil keputusan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

    Penurunan harga Pi Network sebesar 5,86% ke $0,175 mencerminkan lemahnya struktur pasar akibat likuiditas yang tipis dan minimnya katalis.

    Level $0,17 menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Pi mampu bertahan atau melanjutkan penurunan.

    Dalam kondisi seperti ini, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah volume perdagangan dan kekuatan support, karena keduanya akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.

    Jika tidak ada perubahan signifikan dalam minat beli, Pi berpotensi tetap berada dalam tekanan dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

    Platform decentralized exchange (DEX) PancakeSwap kembali memperluas inovasi produknya dengan meluncurkan AI World yang juga dikenal sebagai “Pancake Town”, sebuah lingkungan interaktif berbasis AI agent yang dapat diakses langsung melalui browser tanpa memerlukan instalasi tambahan.

    Peluncuran ini menjadi salah satu eksperimen terbaru di sektor DeFi (Decentralized Finance) yang mencoba menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan pengalaman pengguna yang lebih interaktif dan gamified.

    Melalui Pancake Town, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur DeFi dengan cara yang lebih visual dan intuitif, sekaligus memanfaatkan alat berbasis AI untuk menemukan peluang trading maupun yield farming.

    Baca Juga: Coinbase Pertimbangkan PancakeSwap, BNB Chain Catat Volume Rekor

    AI Agent untuk Membantu Aktivitas DeFi

    Salah satu fitur utama dalam Pancake Town adalah hadirnya berbagai AI Skills yang dirancang untuk membantu pengguna membuat keputusan dalam ekosistem DeFi.

    Menurut laporan Coinmarketcal, AI World Pancake Town membawa beberapa fitur bagi penggunanya, antara lain:

    1. Swap Planner
    Fitur ini membantu pengguna mencari rute swap terbaik antar aset kripto dengan mempertimbangkan faktor seperti harga, likuiditas, dan efisiensi biaya transaksi.

    2. Liquidity Planner
    Tool ini memungkinkan pengguna mengevaluasi berbagai liquidity pool (LP) untuk menemukan peluang penyediaan likuiditas dengan potensi imbal hasil yang menarik.

    3. Farming Planner
    Fitur ini membantu pengguna mengidentifikasi peluang yield farming terbaik dengan menampilkan informasi mengenai APR pool, risiko, serta potensi keuntungan yang tersedia.

    Melalui kombinasi fitur tersebut, PancakeSwap berupaya menyederhanakan proses analisis DeFi yang selama ini sering dianggap rumit bagi pengguna baru.

    Antarmuka Gamified untuk Pengalaman Baru

    Berbeda dengan dashboard DeFi tradisional yang cenderung berbasis tabel dan data teknis, Pancake Town menawarkan pendekatan yang lebih gamified.

    Dalam world interaktif ini, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur DeFi layaknya berada di sebuah kota digital. Setiap area atau fitur di dalamnya mewakili aktivitas tertentu seperti swap, staking, atau farming.

    Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan engagement pengguna serta membuat pengalaman eksplorasi DeFi menjadi lebih intuitif.

    Selain itu, karena platform ini berjalan langsung di browser, pengguna dapat mengaksesnya tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan atau melakukan instalasi perangkat lunak.

    Menggabungkan Fungsi AI dan DeFi

    Peluncuran AI World juga menunjukkan bagaimana sektor kripto terus bereksperimen dengan integrasi teknologi AI.

    Dalam beberapa tahun terakhir, narasi AI x Crypto menjadi salah satu tema yang semakin populer di industri blockchain.

    Banyak proyek mencoba memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi analisis data, otomatisasi trading, hingga pengalaman pengguna.

    Bagi PancakeSwap, integrasi AI dalam bentuk agent dan planner ini berpotensi membantu pengguna memahami kompleksitas DeFi dengan cara yang lebih sederhana.

    Potensi Dampak terhadap Token CAKE

    Peluncuran fitur baru ini juga memicu diskusi mengenai potensi dampaknya terhadap token asli ekosistem PancakeSwap, yaitu PancakeSwap (CAKE).

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, inovasi ini dapat menjadi katalis naratif yang menarik bagi komunitas, meskipun dampak langsung terhadap harga token masih belum tentu signifikan.

    “Untuk CAKE, ini menarik sebagai katalis naratif di persimpangan AI dan DeFi karena bisa meningkatkan rasa penasaran user dan engagement produk. Tapi ini masih lebih terlihat sebagai layer UX/gamifikasi daripada upgrade tokenomics inti, jadi dampak harga yang kuat kemungkinan butuh data penggunaan riil atau monetisasi yang jauh lebih konkret,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Secara tidak langsung, meskipun fitur ini dapat meningkatkan minat pengguna, pengaruhnya terhadap nilai token kemungkinan akan bergantung pada adopsi nyata dan aktivitas pengguna di platform.

    Persaingan di Sektor DeFi Semakin Ketat

    Inovasi seperti Pancake Town muncul di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor DeFi.

    Berbagai platform DEX dan protokol DeFi kini berlomba menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih ramah, terutama untuk menarik pengguna baru yang sebelumnya merasa kesulitan memahami mekanisme DeFi.

    Integrasi AI juga menjadi salah satu cara bagi proyek kripto untuk membedakan diri dari kompetitor, sekaligus mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.

    Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance

    Peluncuran AI World “Pancake Town” oleh PancakeSwap menandai upaya baru untuk menggabungkan teknologi AI dengan ekosistem DeFi melalui pengalaman yang lebih interaktif dan mudah diakses.

    Dengan fitur seperti Swap Planner, Liquidity Planner, dan Farming Planner, pengguna kini memiliki alat berbasis AI untuk menjelajahi peluang DeFi secara lebih efisien.

    Meski demikian, dampak jangka panjang terhadap token CAKE kemungkinan akan sangat bergantung pada seberapa besar adopsi pengguna terhadap fitur ini serta apakah platform mampu menciptakan model monetisasi yang berkelanjutan.

    Jika berhasil menarik minat pengguna secara luas, Pancake Town bisa menjadi contoh bagaimana AI dan DeFi dapat berpadu untuk menciptakan pengalaman finansial digital yang lebih cerdas dan interaktif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Verge Rilis Update MyVergies v1.1, Hadirkan Stealth Swap Tanpa KYC

    Proyek kripto berfokus privasi Verge (XVG) kembali menghadirkan pembaruan teknologi melalui rilis MyVergies v1.1, sebuah update yang membawa sejumlah peningkatan fitur keamanan, privasi, serta pengalaman pengguna pada aplikasi wallet mereka.

    Pembaruan ini memperkenalkan fitur stealth swap tanpa KYC melalui jaringan Tor, sekaligus menyertakan sejumlah penyempurnaan teknis seperti pembaruan Tor core, dukungan dark theme, serta penyegaran navigasi aplikasi agar lebih intuitif.

    Langkah ini menunjukkan upaya Verge untuk terus memperkuat identitasnya sebagai proyek kripto yang menekankan anonimitas transaksi dan privasi pengguna.

    Baca Juga: Bangkit Dari Tidur Panjang, Verge Melejit 42% Dalam Sepekan

    Stealth Swap Tanpa KYC Melalui Tor

    Menurut laporan Coinmarketcal, salah satu fitur utama dalam pembaruan MyVergies v1.1 adalah hadirnya stealth swap tanpa KYC yang dapat dilakukan melalui jaringan Tor.

    Teknologi Tor dikenal sebagai sistem jaringan anonim yang memungkinkan pengguna menyembunyikan alamat IP dan aktivitas online mereka dengan merutekan koneksi melalui berbagai node jaringan.

    Dengan integrasi ini, pengguna wallet Verge dapat melakukan transaksi atau pertukaran aset secara lebih privat tanpa harus melalui proses Know Your Customer (KYC) yang biasanya diperlukan pada banyak platform kripto.

    Selain itu, pembaruan ini juga menghadirkan peningkatan teknis berupa upgrade Tor core ke versi terbaru serta fitur tambahan yang memungkinkan pengguna melihat versi Tor yang digunakan langsung melalui menu dropdown aplikasi.

    Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus keamanan bagi pengguna yang mengutamakan anonimitas dalam transaksi kripto.

    Peningkatan Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

    Selain fitur privasi, update MyVergies v1.1 juga membawa sejumlah peningkatan dari sisi antarmuka aplikasi.

    Beberapa perubahan yang diperkenalkan antara lain:

    • Dukungan Dark Theme untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan dalam kondisi cahaya rendah.
    • Penyegaran navigasi aplikasi agar lebih mudah digunakan oleh pengguna baru maupun lama.
    • Perbaikan struktur tampilan menu sehingga berbagai fitur wallet dapat diakses dengan lebih cepat.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa tim pengembang Verge tidak hanya fokus pada keamanan dan privasi, tetapi juga berusaha meningkatkan user experience agar aplikasi lebih ramah pengguna.

    Peningkatan Infrastruktur Pengembangan

    Selain fitur yang langsung terlihat oleh pengguna, update ini juga mencakup berbagai perbaikan di sisi pengembangan perangkat lunak.

    Tim pengembang memperkenalkan otomatisasi workflow GitHub yang memungkinkan sistem secara otomatis mendorong binary artifacts pada setiap commit kode.

    Dengan sistem ini, proses pengembangan menjadi lebih efisien dan transparan karena setiap perubahan kode dapat langsung menghasilkan build terbaru dari aplikasi.

    Selain itu, pembaruan ini juga mencakup upgrade berbagai dependency perangkat lunak untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan aplikasi secara keseluruhan.

    Memperkuat Privasi Verge

    Sejak awal, Verge dikenal sebagai proyek kripto yang menempatkan privasi sebagai nilai inti dalam pengembangan teknologinya.

    Berbagai fitur seperti integrasi Tor dan fokus pada anonimitas transaksi menjadi bagian penting dari identitas proyek tersebut.

    Update MyVergies v1.1 dapat dilihat sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat posisi Verge di segmen kripto yang menekankan perlindungan privasi pengguna.

    Namun demikian, dampak pembaruan ini terhadap pasar masih menjadi bahan diskusi di kalangan analis kripto.

    Pandangan Analis Industri

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, pembaruan MyVergies v1.1 lebih tepat dipahami sebagai peningkatan aplikasi atau wallet daripada perubahan fundamental pada protokol Verge.

    “Untuk XVG, ini lebih tepat dibaca sebagai upgrade wallet/app yang memperkuat narasi privasi proyek, bukan perubahan inti protokol atau tokenomics. Efek pasarnya kemungkinan terbatas pada antusiasme komunitas niche dan spekulasi jangka pendek, karena adopsi yang lebih luas tetap butuh bukti penggunaan nyata dan integrasi yang lebih besar,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pandangan ini menunjukkan bahwa meskipun pembaruan tersebut penting bagi ekosistem Verge, pengaruhnya terhadap harga token kemungkinan akan sangat bergantung pada tingkat penggunaan nyata oleh komunitas.

    Baca Juga: Verge Terbang 28% dalam 24 Jam, Investor Mulai Incar Target $0.01

    Peluncuran MyVergies v1.1 oleh Verge membawa berbagai peningkatan yang memperkuat fokus proyek pada privasi dan keamanan pengguna.

    Fitur seperti stealth swap tanpa KYC melalui Tor, pembaruan keamanan jaringan, serta peningkatan antarmuka aplikasi menjadi langkah penting dalam pengembangan ekosistem Verge.

    Namun dari perspektif pasar, dampak pembaruan ini kemungkinan masih terbatas pada komunitas pengguna yang fokus pada privasi, kecuali jika fitur tersebut mampu mendorong adopsi yang lebih luas dan integrasi dengan layanan kripto lainnya di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

    Pasokan XRP di bursa kripto Binance menunjukkan tanda-tanda penurunan moderat, berdasarkan indikator terbaru yang mengukur keseimbangan antara suplai dan permintaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar terkait potensi pergerakan harga ke depan.

    Data menunjukkan bahwa meskipun belum masuk fase kelangkaan ekstrem, ketersediaan XRP di pasar saat ini relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.

    Indeks Kelangkaan XRP Tunjukkan Nilai Positif

    Berdasarkan data terbaru, XRP diperdagangkan di sekitar level US$1,41 dengan nilai scarcity index berada di kisaran 0,48.

    Dilaporkan Crypto Quant, nilai positif pada indikator ini menunjukkan bahwa jumlah XRP yang tersedia untuk diperdagangkan di Binance lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya.

    Secara umum, kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan pasokan yang tersedia di pasar, meskipun belum mencapai tingkat kelangkaan yang tinggi.

    Penarikan ke Wallet Pribadi Kurangi Pasokan

    Secara historis, peningkatan nilai scarcity index sering dikaitkan dengan berkurangnya suplai di bursa.

    Hal ini biasanya terjadi ketika investor memindahkan aset mereka ke wallet pribadi atau ketika aliran deposit ke bursa menurun.

    Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan baru. Ketika permintaan meningkat, harga cenderung bergerak lebih cepat karena jumlah aset yang tersedia untuk dijual terbatas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cenderung konstruktif karena tekanan jual langsung di exchange tidak sedang besar, tapi belum cukup ketat untuk dibaca sebagai sinyal squeeze ekstrem.

    “Kalau demand baru masuk, XRP bisa bereaksi lebih cepat; tanpa katalis tambahan, kondisinya masih lebih mirip supply sehat ketimbang setup ledakan harga.,” jelasnya.

    Baca juga: XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

    Fluktuasi Indeks Cerminkan Dinamika Pasar

    Meski saat ini menunjukkan kelangkaan moderat, data historis juga mencatat bahwa indeks ini sering mengalami fluktuasi tajam.

    Pada beberapa periode sebelumnya, nilai indeks sempat turun ke wilayah negatif yang dalam, menandakan peningkatan pasokan di bursa akibat arus masuk aset yang lebih besar.

    Kondisi tersebut biasanya beriringan dengan meningkatnya tekanan jual atau kecenderungan investor untuk melepas aset mereka.

    Pasar Masih Dalam Kondisi Seimbang

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini, nilai indeks menunjukkan bahwa pasar XRP berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

    Pasokan memang terbatas, namun belum berada pada tingkat yang sangat rendah seperti yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.

    Situasi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar tidak terlalu kuat, tetapi juga belum ada tanda-tanda kekurangan likuiditas yang signifikan.

    Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga XRP dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh perubahan permintaan baru di pasar, terutama jika terjadi peningkatan minat beli dari investor.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

    Aktivitas perdagangan Ethereum menunjukkan perubahan signifikan, dengan volume transaksi di pasar futures kini tercatat lebih dari enam kali lipat dibandingkan pasar spot. Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan langsung terhadap ETH di tengah tekanan makroekonomi global.

    Perubahan struktur pasar ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat.

    Volume Futures Dominasi Perdagangan ETH

    Data terbaru menunjukkan bahwa rasio volume spot terhadap futures Ethereum di Binance turun ke level terendah sejak 2023, yang merupakan periode akhir dari fase bear market sebelumnya.

    Saat ini, volume perdagangan futures ETH tercatat lebih dari enam kali lebih besar dibandingkan volume di pasar spot.

    Dilaporkan Crypto Quant, dominasi pasar derivatif ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan lebih banyak didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan permintaan riil di pasar spot.

    Open Interest ETH Turun Signifikan

    Selain itu, open interest Ethereum di Binance juga mengalami penurunan yang cukup besar.

    Sejak Januari 2026, open interest tercatat turun sekitar 400.000 ETH atau setara hampir US$4 miliar. Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka di pasar derivatif.

    Meski demikian, tingginya volume futures menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih didominasi oleh kontrak jangka pendek, bukan akumulasi aset secara langsung.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur seperti ini bikin pasar ETH lebih rapuh karena harga lebih banyak digerakkan leverage daripada demand spot yang sehat.

    “Selama arus beli spot belum pulih, risiko whipsaw, squeeze singkat, dan dump lanjutan masih tinggi,” jelasnya.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Tekanan Makro Pengaruhi Sentimen Pasar

    Kondisi ini tidak terlepas dari tekanan makroekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

    Data inflasi terbaru menunjukkan core CPI berada di level 2,5% secara tahunan, sementara core PCE mencapai 3,1%.

    Kenaikan harga energi serta inflasi yang masih tinggi membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

    Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang juga turut menekan minat investor terhadap aset digital.

    Ethereum Jadi Salah Satu yang Terdampak

    Di antara aset kripto utama, Ethereum menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kondisi ini.

    Melemahnya permintaan di pasar spot menunjukkan bahwa minat investor terhadap ETH saat ini masih terbatas.

    Beberapa analis juga menyebut kemungkinan adanya tekanan tambahan dari penjualan oleh entitas besar seperti Ethereum Foundation atau tokoh industri, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

    Dengan kombinasi faktor makro dan perubahan struktur pasar, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan di pasar spot serta perkembangan kondisi ekonomi global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 7,01% ke level $0,186.

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang justru cenderung menguat, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Kondisi ini menandakan bahwa pelemahan Pi lebih dipengaruhi oleh faktor internal altcoin, khususnya aksi profit taking dan rotasi modal investor dari aset berisiko tinggi.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

    Altcoin Melemah di Tengah Reli Bitcoin

    Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto tercatat naik sekitar 1,49%, menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum masih positif. Namun, tidak semua aset ikut menikmati kenaikan tersebut.

    Indikator Altcoin Season Index justru turun sekitar 8%, mengindikasikan bahwa investor mulai mengalihkan dana mereka dari altcoin ke aset yang dianggap lebih stabil seperti Bitcoin.

    Fenomena ini sering terjadi setelah periode volatilitas tinggi pada altcoin, di mana investor memilih untuk mengunci keuntungan dan mengurangi risiko.

    Dalam kasus Pi, tekanan jual semakin kuat karena sebelumnya token ini sempat mengalami lonjakan signifikan.

    Efek Profit Taking Setelah Reli Besar

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dalam sepekan terakhir, Coinmarketcap mencatat harga Pi sempat melonjak lebih dari 30% hingga mendekati $0,30, didorong oleh sentimen positif seperti update Pi Day dan spekulasi listing di exchange besar seperti Kraken.

    Namun, lonjakan cepat tersebut sering kali diikuti oleh koreksi tajam ketika trader mulai mengambil keuntungan.

    Penurunan harga saat ini menunjukkan bahwa banyak investor jangka pendek mulai keluar dari posisi mereka, terutama setelah momentum hype mulai mereda.

    Selain itu, data menunjukkan bahwa volume perdagangan turun sekitar 4,68%, yang menandakan kurangnya minat beli baru untuk menahan tekanan jual.

    Tidak Ada Katalis Negatif Baru

    Menariknya, penurunan harga Pi kali ini tidak dipicu oleh berita negatif atau perubahan fundamental yang signifikan.

    Sebagian besar diskusi di komunitas masih berfokus pada peristiwa sebelumnya seperti Pi Day dan volatilitas pasca-listing.

    Hal ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi lebih merupakan reaksi alami pasar terhadap lonjakan harga sebelumnya, bukan akibat sentimen negatif baru.

    Dengan kata lain, pelemahan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh struktur pasar dan dinamika supply-demand, bukan faktor eksternal.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, Pi saat ini berada di area krusial yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support utama: $0,18
    • Resistance terdekat: $0,20 – $0,23

    Jika harga mampu bertahan di atas level $0,18, maka peluang rebound menuju area $0,20 hingga $0,23 masih terbuka.

    Namun, jika level support tersebut ditembus, maka Pi berisiko mengalami penurunan lebih dalam menuju area $0,14, yang menjadi zona support berikutnya.

    Prospek Jangka Pendek: Cenderung Bearish

    Dalam jangka pendek, bias pergerakan harga Pi cenderung bearish, terutama jika tekanan jual masih berlanjut dan volume beli belum kembali meningkat.

    Sebagai aset dengan karakter high-beta, Pi cenderung mengalami pergerakan yang lebih ekstrem dibandingkan Bitcoin, baik saat naik maupun turun.

    Artinya, ketika sentimen terhadap altcoin melemah, Pi biasanya akan mengalami penurunan yang lebih tajam.

    Namun di sisi lain, kondisi oversold dalam pasar altcoin juga dapat membuka peluang untuk rebound cepat jika sentimen kembali positif.

    Faktor yang Perlu Dipantau

    Beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat antara lain:

    • Pergerakan Altcoin Season Index sebagai indikator minat terhadap altcoin
    • Volume perdagangan harian Pi
    • Kemampuan harga bertahan di atas level $0,18
    • Perkembangan menuju Open Mainnet Pi Network

    Selain itu, kemampuan pasar untuk menyerap tekanan jual dari potensi unlock token juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas harga.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Penurunan harga Pi Network sebesar 7% ke $0,186 mencerminkan kombinasi antara aksi profit taking dan rotasi modal dari altcoin ke aset yang lebih stabil.

    Tanpa adanya katalis baru, pergerakan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar dan sentimen jangka pendek.

    Level $0,18 menjadi kunci utama dalam menentukan apakah Pi mampu stabil atau justru melanjutkan penurunan.

    Jika support ini bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika gagal, tekanan bearish bisa semakin dalam dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Erik Voorhees Borong ETH Rp900 Miliar, Sinyal Bullish?

    Pendiri ShapeShift, Erik Voorhees, dilaporkan kembali membeli Ethereum dalam jumlah besar setelah sebelumnya menjual sebagian kepemilikannya pada tahun lalu. Data on-chain menunjukkan bahwa tokoh kripto tersebut membeli Ethereum senilai lebih dari US$56 juta atau sekitar Rp900 miliar.

    Informasi ini diungkap oleh analis blockchain yang memantau aktivitas transaksi di jaringan Ethereum.

    Pembelian ETH Senilai $56 Juta

    Berdasarkan data dari Arkham yang dikutip oleh platform analitik Lookonchain, Voorhees membeli sekitar 23.393 ETH menggunakan sekitar 49,08 juta USDT melalui dua dompet kripto pada Minggu.

    Setelah laporan tersebut muncul, salah satu dompet yang teridentifikasi masih melakukan pembelian tambahan Ethereum dengan menukar jutaan USDT.

    Secara keseluruhan, dua dompet tersebut kini tercatat telah membeli sekitar 24.968 ETH dengan nilai sekitar US$56,5 juta.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Perubahan Strategi Setelah Menjual ETH

    Dilaporkan The Block, langkah ini menarik perhatian karena Voorhees diketahui sempat menjual sebagian besar Ethereum miliknya sekitar satu tahun lalu.

    Saat itu, ia menjual sekitar 12.886 ETH ketika harga Ethereum berada di sekitar US$3.324 per koin.

    Pembelian kembali dalam jumlah besar ini memunculkan spekulasi bahwa Voorhees mungkin melihat peluang baru dalam pergerakan pasar Ethereum saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau akumulasi sebesar ini benar, pesannya cukup jelas: pelaku lama yang pernah keluar dari ETH justru kembali masuk dalam ukuran besar saat sentimen Ethereum mulai membaik.

    “Secara onchain, pembelian seperti ini bukan jaminan tren naik permanen, tapi tetap penting karena menunjukkan conviction high-net-worth terhadap ETH sebagai aset inti, bukan cuma alat trading jangka pendek,” jelasnya.

    Aktivitas Dompet Kripto Terpantau

    Data blockchain menunjukkan bahwa salah satu dompet yang terlibat dalam transaksi, dengan alamat awal 0x3e6…Ef2f7, masih menyimpan sekitar 4,44 juta USDT serta 8,64 juta AETHUSDT.

    Sementara itu, dompet kedua dengan alamat awal 0x431…10c91 dilaporkan telah menggunakan seluruh saldo USDT-nya untuk membeli Ethereum.

    Selain membeli ETH, Voorhees juga diketahui membeli aset kripto berbasis emas tokenisasi.

    Investasi di Aset Emas Digital

    Beberapa hari sebelum pembelian Ethereum tersebut, Voorhees dilaporkan membeli token emas digital XAUT dan PAXG senilai sekitar US$23,7 juta.

    Aset tersebut merupakan stablecoin yang didukung oleh emas fisik dan biasanya digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar kripto.

    Indikasi Minat Institusional terhadap Ethereum

    Kembalinya Voorhees ke pasar Ethereum dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset tersebut.

    Tren ini juga terlihat dari meningkatnya arus dana ke produk ETF Ethereum spot yang tercatat menerima sekitar US$160,8 juta arus masuk bersih dalam pekan terakhir.

    Selain Voorhees, analis blockchain juga melaporkan bahwa Billy Luedtke, CEO Intuition Protocol dan salah satu pengguna awal Ethereum, membeli sekitar 7.769 ETH pada hari yang sama.

    Pada saat laporan ini disusun, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.265 per koin, naik sekitar 7% dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com