Tag: aset kripto

  • DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

    Di tengah-tengah pandemi Covid-19 tidak semua sektor bisnis terimbas, melainkan ada pula yang semakin menunjukkan peningkatan dari sisi penghasilan. Salah satunya yakni proyek DeFi. Proyek ini mulai dikembangkan sejak 2019 lalu.

    Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

    Namun mulai mendunia selama pandemi ini berkat meroketnya salah satu aset DeFi, YFI, yang mampu mengalahkan keperkasaan koin digital Bitcoin baru-baru ini dengan menyentuh harga Rp 567 juta/YFI. Hal yang paling fenomenal lainnya adalah koin ini baru listing kurang dari 3 bulan lamannya dan sudah mampu meroket hingga Rp 567 juta/YFI. Kenaikan aset-aset digital YFI juga disebabkan perkembangan proyek DeFi di luar sana untuk meningkatkan inklusi keuangan lewat sistem keuangan tertutup. Di mana, sektor yang paling aktif digarap oleh proyek DeFi yakni pinjaman cryptocurrency.

    Namun dari banyaknya proyek DeFi yang digarap saat ini, ada salah satu cryptocurrency yang mendapatkan durian runtuh dari semakin banyaknya proyek DeFi di luar sana. Kira-kira teman-teman Coinvestor ada yang tahu nggak koin apa itu? Koin digital tersebut adalah cryptocurrency yang diciptakan oleh Vitalik Buterin, yaitu Ethereum (ETH).

    Menurut kamu, bagaimana sepak terjang Ethereum (ETH) sepanjang tahun ini? Tokcer, bukan? Berdasarkan pantauan Coinvestasi, harga Ethereum sepanjang 2020 sudah mengalami lonjakan hampir 200%. Salah satu penyebab utama dari kenaikan harga Ethereum (ETH) adalah proyek DeFi di luar sana banyak menggunakan platform blockchain dengan layanan smart contract-nya. Belum lagi, Ethereum (ETH) bisa dijadikan jaminan aset crypto untuk mendapatkan stablecoin. Tren bullish Ethereum dimanfaatkan oleh banyak investor untuk menjaminkan ETH di platform DeFi lendinguntuk mendapatkan stablecoin.

    Dengan harapan jaminan Ethereum (ETH) tersebut bisa mengalami peningkatan harga dan investor tidak perlu bingung untuk membayar bunga pinjaman tersebut. Sehingga, bunga pinjaman bisa ditutupi oleh kenaikan harga Ethereum di waktu-waktu mendatang.

    Menurut Josh Olsewicz, Analis, Brave New Coin, pada awal Juni 2020, memprediksi bahwa harga ETH bisa mencapai $750 atau Rp 10,4 juta/ETH. Tentunya prediksi ini bisa melihat dari fundamental dari platform Ethereum itu sendiri yang sudah digunakan selama bertahun-tahun, belum lagi adanya peningkatan dari proyek DeFi yang saat ini memang menjadi sektor blockchain teraktif di dunia.

    Baca Juga: Efek UNISWAP, Return Token Dalam Protokol Melambung Tinggi

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto! Membuka Peluang Investasi Baru

    Perusahaan investasi terbesar di dunia, BlackRock Inc., berencana menambahkan kontrak futures Bitcoin ke dalam dua dana kelolaannya. Akibatnya saat ini BlackRock menjadi salah satu perusahaan investasi yang membuka investornya ke dunia crypto.

    BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto

    Perusahaan investasi terbesar di dunia ini baru saja memperbarui pengajuan izin ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk dua dana kelolaannya. Pembaruan izin ini dilakukan untuk memasukan kontrak berjangka berbasis Bitcoin sebagai salah satu aset yang dikelola untuk dana investasi tersebut.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Dua dana investasi yang dimaksud adalah dana investasi bernama BlackRock Strategic Income Opportunities dan BlackRock Global Allocation Fund Inc. Dua dana investas ini bersifat seperti reksadana namun memiliki aset yang bervariasi dalam alokasi dananya.

    Kedua dana investasi tersebut terlihat muncul perizinannya pada Hari Rabu kemarin yang membuat mayoritas pasar terkejut akibat sebelumnya BlackRock bukan penggemar crypto. Perizinan ini menjadi bukti nyata bahwa BlackRock telah mulai tertarik untuk masuk ke dunia crypto, mengikuti mayoritas investor institusional lainnya.

    BlackRock merupakan perusahaan investasi terbesar di dunia akibat aset yang dikelolanya saat ini sebesar $8,7 Triliun. Jika perusahaan ini mulai masuk ke dunia crypto, kemungkinan besar dampaknya akan sangat besar mengingat dana yang dimilikinya.

    Potensi Dampak dari Investasi Baru

    Pada 2018, CEO dari BlackRock, Larry Fink, menyatakan bahwa mayoritas nasabah atau investornya tidak tertarik untuk investasi dalam dunia crypto. Namun baru-baru ini ia terlihat mulai tertarik dan terbuka terhadap Bitcoin yang sering kali dianggap sebagai emas digital.

    Baca Juga: Rencana IPO Semakin Kuat, Coinbase Jadi Perbincangan Panas

    Saat ini, juru bicara dari BlackRock masih menolak untuk memberikan tanggapan mengenai pengajuan izin tersebut. Tetapi, Rick Rieder, kepala investasi dari dana pengelolaan pendapatan tetap BlackRock, menyatakan bahwa permintaan terhadap Bitcoin akan terus naik yang membuat aset tersebut cocok sebagai investasi jangka panjang.

    Jika BlackRock melanjutkan rencananya untuk mulai mengalokasikan dana terhadap kontrak jangka panjang Bitcoin dan Bitcoin itu sendiri, kemungkinan besar dampaknya akan sangat besar.

    Kemungkinan besar investasi tersebut akan menjadi langkah awal menuju gerakan baru ke dunia crypto seperti layaknya Grayscale. Grayscale memulai investasi cryptonya melalui Bitcoin dan sudah berkembang jauh hingga menciptakan Reksadana berbasis beberapa crypto dan sudah mengelola hampir $600 Juta.

    Tidak menutup kemungkinan bahwa BlackRock dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih besar mengingat dana yang dikelola jauh lebih tinggi dari Grayscale. Kemungkinan besar jika investasi ini terjadi pasar crypto akan melihat apresiasi yang cukup signifikan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kisah Sukses Driver Online Jadi Trader Aset Kripto

    “Karena fokus jadi trader, saya bisa membangun rumah impian”

    Masa iya sih bisa gitu? Nyatanya, hal itu yang dialami oleh Rahman Suparman. Dulunya Rahman merupakan seorang driver online yang mengenal aset kripto di tahun 2018. Rahman mulai mencari tahu tentang aset kripto dan mulai trading dengan modal awal dari koin airdrops dan uang tabungan. “Butuh waktu yang lama hingga akhirnya bisa untung, gak bisa instan,” ujar Rahman saat ditemui oleh Tokocrypto.

    Saat pandemi terjadi, Rahman terkena imbasnya karena orderan yang mulai menurun. Dari situ, Rahman mulai memfokuskan diri untuk menjalani trading aset kripto sepenuhnya. Kegigihan yang dimiliki Rahman kemudian membawanya mendapatkan profit yang besar sehingga bisa membangun rumah impian dan mengganti motor yang dimiliki. “Semangat, giat, dan kemauan menganalisis market menjadi kunci agar bisa mendapatkan profit maksimal sehingga impian kita bisa tercapai.” tambahnya.

    Mimpi Rahman yang terwujud menjadi salah satu kisah nyata kesuksesan trading aset kripto. Hal ini membuktikan bahwa meski tergolong baru, tapi investasi aset kripto bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan memiliki niat kuat untuk belajar dan maju. 

    Mendukung mimpi – mimpi yang dimiliki trader seperti Rahman, Tokocrypto sebagai platform pertukaran aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti berusaha mendukung proses trading yang aman dan bisa memberikan penghasilan tambahan.

    Di tahun 2021 ini misalnya, Tokocrypto menjalankan program referral baru dimana memungkinkan para trader mendapatkan pendapatan pasif hingga 50% dari orang yang direferensikan. Caranya gimana?

    Gampang banget! Kalian bisa langsung masuk ke laman referral dan menentukan besaran komisi yang ingin kalian dapatkan dan bagikan. Tapi ingat, kalian harus lolos KYC level 1 dulu ya sebelum bisa membagikan kode referral ini!

    Setelah kode baru berhasil dibuat, kalian bisa langsung membagikannya melalui link atau QR code kepada teman, kolega, saudara, hingga keluarga yang mau jadi bagian dari crypto space Indonesia. Kalian bisa berbagi komisi dengan orang yang menggunakan kode referral kalian hingga 20% dan mendapatkan tambahan 30% dari biaya transaksi setiap yang kalian rekomendasikan melakukan jual beli aset kripto.

    Tunggu apalagi, daftar Tokocrypto sekarang! Serta raih keuntungan dan kesempatan mendapatkan pendapatan pasif seumur hidupmu!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perencana Keuangan yang Investasi Crypto Dikabarkan Naik 50%

    Survei menunjukkan bahwa perencana keuangan yang mulai investasi crypto telah mengalami apresiasi sebesar 50% dalam satu tahun. Apresiasi ini juga terjadi bersama alokasi dana pengguna jasa mereka yang berubah menjadi 10% dalam alokasi terhadap crypto.

    Perencana Keuangan Investasi di Crypto

    Survei yang digelar bersama ETF Trends, situs investasi terkenal di Amerika, memperlihatkan bahwa perencana keuangan yang investasi crypto terlihat naik. Hasil ini didapatkan dari survei ditarik dari 1.000 perencana keuangan yang mengikuti survei ini pada Desember 2020.

    Pada survei ini ditemukan juga bahwa sekitar 9,4% dari pengguna jasa mereka atau klien mereka memiliki crypto dalam portfolio investasi mereka. Angka ini merupakan apresiasi sekitar 6,3% dari tahun lalu.

    Dari survei tersebut, ditemukan juga bahwa dari perencana keuangan yang belum menginvestasikan dananya di crypto, 15% dikabarkan akan mulai investasi di 2021. Selain itu 2% dari mereka secara pasti akan mulai di awal tahun 2021 ini.

    Perencana keuangan terlihat lebih tertarik untuk menginvestasikan dananya pribadi dibandingkan dana kliennya pada mata uang crypto. Dari survei tersebut, sekitar 24% dari keseluruhan partisipan telah menginvestasikan dananya pada crypto.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    Penyebab Apresiasi Alokasi

    Ketidakpastian perekonomian dari pandemi Covid-19 terlihat menjadi penyebab apresiasi dalam alokasi investasi terhadap crypto. 54% dari responden tersebut mengkonfirmasi hal tersebut dengan menyatakan bahwa terdapat korelasi antara pandemi dan keuntungan dari crypto.

    Satu seperempat dari responden menyatakan bahwa investasi dilakukan bukan untuk mencari keuntungan namun untuk melindungi kekayaannya terhadap inflasi. Alasan ini sejalan dengan sentimen kegunaan crypto dalam pelindungan terhadap inflasi yang naik 9% dibanding tahun lalu.

    Permintaan dari klien para perencana keuangan ini juga terlihat naik dimana 81% perencana keuangan melaporkan permintaan untuk alokasi investasi ke crypto. Angka tersebut dikabarkan merupakan apresiasi permintaan klien sekitar 76% dibandingkan 2019.

    Potensi Masih Besar

    Walau terjadi pertumbuhan alokasi ke crypto, CIO dari Bitwise menyatakan bahwa survei ini hanya mencerminkan kurang dari 10% perencana keuangan di dunia. Tetapi angka ini justru bagus akibat masih ada kemungkinan lebih tinggi dalam apresiasi.

    Baca juga: Mengenal Reksadana Bitcoin Melalui Grayscale Bitcoin Trust

    Menurutnya, dari survei tersebut masih ada kemungkinan alokasi perencana naik mencapai dua kali lipat dari saat ini. CEO dari ETF Trends juga menyatakan bahwa saat ini perencana keuangan juga masih mencari aset alokasi terbaik dan terlihat bahwa mayoritas baru mulai menuju ke crypto.

    Angka penolakan terhadap crypto juga terlihat turun 10% dari 2019 yang terlihat dari pihak yang memprediksi Bitcoin akan turun ke $0. Sebaliknya, perencana keuangan yang memprediksi bahwa Bitcoin akan mencapai angka jutaan dalam 5 tahun naik sekitar 11%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 229 Aset Kripto yang Bisa Diperdagangkan di Indonesia

    Bappebti menerbitkan daftar 229 aset kripto yang bisa diperdagangkan di bursa aset kripto/crypto marketplace (calon pedagang fisik aset kripto) Indonesia. Di luar itu, wajib dilakukan delisting.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    “Dengan terbitnya peraturan Bappebti tersebut, diharapkan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi fisik aset kripto di Indonesia,” ujar Kepala Bappebti Sidharta Utama dalam keterangan resminya, dilansir dari Kompas, (11/1/2021).

    Sidharta menyebutkan Bappebti menetapkan 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di pasar fisik aset kripto.

    “Dengan demikian, wajib dilakukan delisting jenis aset kripto di luar dari jumlah tersebut, yang diikuti dengan kepastian langkah penyelesaian bagi pengguna,” tegas Sidharta.

    Sidharta menjelaskan, penerbitan peraturan itu juga dimaksudkan mencegah penggunaan aset kripto untuk tujuan ilegal, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, serta pengembangan senjata pemusnah massal.

    Hal itu sesuai rekomendasi standar internasional Financial Action Task Force (FATF) untuk melindungi pengguna aset kripto serta memfasilitasi inovasi dan pertumbuhan aset kripto di Indonesia.

    Baca Juga: Menimbang Ramalan Bitcoin Rp3 Milyar Tahun Ini

    Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id di peraturan itu, berikut daftar lengkap 229 aset kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia. Di luar daftar itu, bursa aset kripto di Indonesia (calon pedagang fisik aset kripto), wajib men-delisting-nya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Kripto Diklaim Punya Fundamental yang Aman

    Investasi aset kripto kini sedang naik daun dengan pertumbuhan yang baik di Indonesia. Di balik, pro dan kontranya yang terus datang silih berganti, para miners dan investor kripto tidak ada henti-hentinya meneruskan perjuangannya dalam mencari koin kripto.

    Karena hal ini, harga kripto menjadi melonjak naik. Salah satu koin kripto yang sedang melambung adalah Shiba Inu (SHIB) yang diluncurkan pada Agustus tahun 2020 lalu. Koin ini berhasil menyalip Doge, sebelum akhirnya kembali jatuh tersungkur jauh di bawahnya.

    Namun, koin ini bisa dikatakan salah satu koin kripto yang sukses karena berhasil naik hingga 800% pada Oktober lalu. Sayangnya, mata uang ini sangat sulit untuk diprediksi seperti mata uang yang lainnya.

    4 Rekomendasi Koin Kripto Fundamental yang Aman

    Untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal, maka para pemain perlu mengetahui beberapa koin kripto dengan fundamental yang bagus dan aman untuk dijadikan pilihan berinvestasi. Berikut kami berikan beberapa rekomendasi kripto yang fundamental.

    Elrond (EGLD)

    Ilustrasi kripto Elrond (EGLD).

    Ilustrasi kripto Elrond (EGLD).

    Elrond merupakan salah satu pilihan koin yang bisa dijadikan sebagai alternatif lain dari ETH yang kabarnya memiliki posisi yang cukup baik pada tahun 2022 ini. Meskipun kabarnya tidak semenarik SHIB, tetapi perlu diingat jika Solana merupakan salah satu platform smart contract terbaik tahun lalu.

    Ethereum memang merupakan smart contract kripto yang asli. Namun, saat ini sedang berdesak-desakan dengan jaringan yang padat dan biayanya yang melambung tinggi. Hal ini berarti pengguna dapat mengambil Solana yang memiliki kecepatan yang baik dengan biaya yang relatif rendah.

    Baca juga: Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

    Livepeer (LPT)

    Ilustrasi kripto Livepeer (LPT).

    Ilustrasi kripto Livepeer (LPT).

    Desentralisasi merupakan suatu hal yang cukup menarik mengenai teknologi blockchain. Hal ini bukan hanya berlaku untuk keuangan, karena Livepeer membawa pendekatan terdesentralisasi ke streaming video.

    Dalam situs web resminya dikatakan jika sekitar 80% dari total bandwidth internet digunakan untuk streaming video yang notabenenya memiliki harga yang mahal. Hal yang membuat harganya mahal yaitu proses transcoding, yakni memformat ulang video pada perangkat juga bandwidth yang berbeda.

    VeChain (VET)

    Ilustrasi kripto VeChain (VET).

    Ilustrasi kripto VeChain (VET).

    Koin kripto lainnya yang memiliki fundamental yang aman ialah VeChain. VeChain menjanjikan penggunaan kripto secara realtime. Kripto yang satu ini menggunakan teknologi blockchain untuk memantau dan membuat setiap langkah menjadi lebih efisien.

    Misalnya, VeChain menjalin mitra dengan Walmart untuk bisa melacak asal-usul dari suatu produk seperti sayuran. Seandainya terjadi wabah, maka sumber penyebabnya dapat ditelusuri dengan lebih mudah.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Teknologi yang serupa juga digunakan oleh produsen barang mewah untuk mencegah terjadinya pemalsuan produk mereka dan meningkatkan kepercayaan dari konsumen. Sementara itu, perusahaan lainnya menggunakan teknologi ini untuk melacak konsumsi karbon yang dihasilkan pada setiap langkah rantai pasokan.

    Wilder World (WILD)

    Ilustrasi kripto Wilder World (WILD).

    Ilustrasi kripto Wilder World (WILD).

    Di antara ke empat koin kripto ini, Wilder World (WILD) merupakan permainan yang paling berisiko. WILD menempati peringkat ke 327 di CoinMarketCap per 15 Februari 2022, namun saat ini masih belum banyak bursa yang menyediakan kripto ini. Hal ini karena, WILD masih belum terdaftar pada banyak bursa kripto utama.

    Wilder World merupakan metaverse 5D yang dibangun pada jaringan Ethereum, yakni ruang tempat orang-orang bisa membuat dan memperjualbelilkan token yang tidak dapat ditukarkan atau biasa kita kenal dengan NFT.

    NFT sendiri memiliki sertfikat kepemilikan yang sama-sama berbasis digital. Meskipun digital, sertifikat ini tetap menjadi tanda kepemilikan resmi barang secara online. NFT juga memainkan peran yang cukup besar dalam Metaverse Wilder World dan game play-to-earn.  

    Baca juga: Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

    Disclaimer

    Artikel ini bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Perdagangan aset kripto memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Pastikan kamu menggunakan pertimbangan yang matang dalam membuat keputusan jual dan beli aset. Semua keputusan transaksi jual-beli adalah keputusan sendiri dan tidak dipengaruhi oleh pihak manapun. Risiko ditanggung masing-masing.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Tembus Rekor Perdagangan Crypto!

    Platform jasa pembayaran dan saat ini platform perdagangan crypto, PayPal, dikabarkan telah mencapai rekor baru dalam volume transaksi crypto.

    Dikabarkan bahwa PayPal telah mencapai $242 Juta dalam volume transaksi aset digitalnya, pada 11 Januari 2021. Namun rekor ini membuat pertanyaan apakah rekor tersebut disumbang oleh volume jual atau volume beli.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    PayPal Menembus Rekor

    Menurut data dari Nomics, perusahaan penyedia data pasar crypto, hari perdagangan kemarin telah mengalahkan rekor sebelumnya dalam volume. Sebelumnya, rekor volume perdagangan crypto tertinggi di PayPal adalah sebesar $129 Juta yang terekam pada 6 Januari 2021.

    Dilaporkan bahwa sejak 1 Januari 2021, volume perdagangan harian telah naik sekitar 950%. Apresiasi volume dari hanya sekitar $22,8 ini menjadi sebuah pencapaian baru untuk PayPal.

    Baca juga:Dari Hater Jadi Fans, PayPal Ketagihan Beli Bitcoin!

    Dengan apresiasi volume perdagangan PayPal yang terjadi pada saat apresiasi harga Bitcoin ke harga tertingginya, nampaknya saat ini ketertarikan terhadap PayPal terlihat terus naik. Ketertarikan ini terjadi dalam trader dan investor ritel yang nampaknya menjadi pengguna utama platform perdagangan crypto dari PayPal.

    Walau banyak pihak dari komunitas crypto yang mengakui adanya apresiasi pengguna yang dibawa oleh PayPal, masih terdapat beberapa kritik. Terdapat pihak yang mengkritik PayPal dalam membatasi pergerakan komunitas crypto di platformnya.

    Volume Jual Akibat Ritel

    Batas yang dimaksud adalah PayPal yang terlihat tidak memberikan akses kemudahan dalam penarikan dana. Kritik ini disampaikan oleh salah satu investor yang berspekulasi bahwa akibat adanya batasan ini, PayPal menjadi penyumbang untuk tekanan jual yang juga terjadi kemarin.

    Investor tersebut berspekulasi bahwa rekor yang dicapai oleh PayPal kemarin adalah akibat tekanan jual yang nampaknya datang dari pemain ritel. Investor tersebut berspekulasi bahwa mayoritas pengguna PayPal kemarin sedang mengambil keuntungan yang membuat volume tersebut adalah tekanan jual.

    Diskusi ini muncul setelah adanya pernyataan dari CEO Nexo, Antoni Trenchev yang berspekulasi bahwa koreksi Bitcoin kemarin terjadi akibat investor ritel yang mengambil keuntungan. Diskusi ini menyebar ke PayPal yang kebetulan di saat bersamaan mencapai rekor volume barunya.

    Baca juga: Sah! Sekarang Bisa Beli Crypto Langsung di PayPal

    Namun untuk pastinya hingga saat ini belum dapat diketahui akibat belum adanya informasi yang jelas dari PayPal. Tetapi untuk saat ini mayoritas pasar berspekulasi bahwa penyumbang terbesar koreksi kemarin adalah PayPal.

    Akibatnya banyak pihak juga yang berspekulasi bahwa jika terjadi pemulihan, pemulihan tersebut akan terjadi akibat ritel. Sehingga masih sangat mungkin ke depannya untuk terjadi koreksi kembali karena adanya potensi pengambilan untung kembali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Sepanjang awal tahun 2022, market aset kripto mengalami penurunan yang signifikan, jika dibandingkan pada November tahun lalu. Market dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada anjloknya nilai sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar (big cap), seperti Bitcoin, Ethereum, Tether dan lainnya.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat saat ini investor memang cenderung merespons negatif dan bersikap wait and see terkait sejumlah peristiwa global yang membuat nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya anjlok, sehingga membuat pasar kripto bergerak lambat. Namun, dibalik itu sebenarnya ada peluang untuk investor mengambil profit.

    “Biasanya, para investor dan trader aset kripto kawakan akan masuk ke pasar dan mengambil keuntungan saat harganya sedang turun. Istilahnya buy the dip. Investor punya insting bahwa penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya,” kata Afid.

    Ilustrasi Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Ilustrasi Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Afid menambahkan bahwa setiap investor pasti punya karakter masing-masing. Kebanyakan investor yang berpengalaman akan melakukan buy the dip dengan tujuan melindungi nilai kekayaan. Makanya, tak heran jika mereka langsung memborong sebuah aset saat harganya tengah anjlok. 

    Sementara itu, investor yang memborong aset kripto di harga murah, bisa saja kemudian dijual kembali saat pasar merangkak pulih dan harganya menunjukkan tren peningkatan kembali. Namun, perlu diingat kembali bahwa investasi aset kripto itu berisiko tinggi dan sangat spekulatif, perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    “Melakukan riset terlebih dahulu mengenai aset kripto yang akan dibeli. Membeli aset kripto sesuai kemampuan dana yang dimiliki dan gunakan “uang dingin”. Investor juga bisa melakukan diversifikasi aset atau istilahnya jangan taruh telur dalam satu keranjang,” saran Afid.

    Ada beberapa tips yang Afid ungkap untuk mengambil cuan di tengah keruntuhan pasar kripto. Adapun pendekatan mana yang terbaik, investor perlu memutuskan sendiri. Tips ini akan sangat bergantung pada toleransi risiko investasi masing-masing investor, serta keyakinan mereka soal pasar akan bergerak selanjutnya.

    1. Jangan FOMO dan FUD

    Investor kripto yang baik akan tetap mengikuti berita dan tren terbaru di market. Namun, terlalu banyak informasi pasti bisa menjadi hal yang buruk. Mental investor akan bergejolak sehingga bisa melakukan keputusan yang tidak tepat, seperti FOMO (fear of missing out) dan FUD (fear, uncertainty, and doubt).

    “Biasanya saat market anjlok, investor akan bersikap FOMO dan FUD. Keduanya adalah istilah umum di dunia, dan dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat pada keputusan untuk membeli dan menjual. Hal tersebut bisa berdampak buruk, karena keputusan tidak didasari oleh akal yang sehat,” kata Afid. 

    Ingat, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, dan tak ada saran yang lebih baik daripada melakukan penelitian sendiri. Saat mempelajari tentang pembaruan di pasar kripto, selalu coba dan konfirmasi dengan berbagai sumber.

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

     

    2. Tetapkan Tujuan yang Jelas, Diversifikasi, dan Beli sesuai Kemampuan

    Afid menjelaskan sebagian besar investor yang cerdas memilih untuk memegang sejumlah jenis aset kripto yang berbeda dalam jangka panjang untuk mendiversifikasi portofolio mereka. Investor kripto harus menentukan strategi perdagangan mereka, dan buat keputusan yang tepat untuk cut loss dan take profit. 

    “Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk merencanakan masa depan dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerugian. Jangan terlena melihat market anjlok, lalu membeli sejumlah aset kripto yang banyak, tapi tanpa riset,” tuturnya.

    Investor dapat mempertimbangkan strategi tetap seperti mengeluarkan dana khusus untuk investasi kripto dalam jumlah kecil secara berkala. Hal ini untuk mengurangi sifat greedy yang biasanya terjadi pada investor.

    Baca juga: Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    Salah satu opsi teraman untuk menghindari volatilitas kripto dan melindungi diri, selama penurunan pasar adalah dengan mengonversi beberapa kepemilikan kripto volatil menjadi aset yang lebih stabil. 

    “Ini dapat membantu investor ‘mengunci’ keseimbangan portofolio mereka dan mengurangi risiko dan tingkat stres di pasar anjlok,” kata Afid.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    4. HODL dan Pemikiran Jangka Panjang

    Afid mengatakan jika nilai aset kripto yang dimiliki telah turun sejak pembeliannya, disebut kerugian yang belum direalisasi. Maka dari itu, sebaiknya aset kripto yang diyakini akan bernilai jangka panjang disarankan untuk melakukan hodl dan hanya dijual dengan harga kurang dari harga pembelian.

    “Di saat market krisis, memegang kripto yang memiliki nilai tinggi atau big cap mungkin lebih menguntungkan daripada menjual dalam jangka pendek,” katanya.

    5. Lihat Peluang di Market Kripto

    Ketika pasar kripto jatuh, ada peluang tahu ke mana harus mencari cuan. Investor yang tajam melihat jendela peluang baru, pasti memanfaatkan ‘diskon’ dan menghasilkan keuntungan.

    “Bahkan dalam tren turun, masih akan ada puncak dan lembah kecil saat pasar berfluktuasi. Investor yang telah memoles keterampilan teknik analisis mereka dapat memperoleh keuntungan di sini, menggunakan pengetahuan itu untuk memprediksi pergerakan jangka pendek dan memanfaatkannya dengan membeli posisi terendah dan menjual harga tertinggi,” pungkas Afid. 

    Untuk melihat peluang yang terjadi di market kripto setiap minggunya, sehingga meraih profit, investor bisa simak Tokocrypto Market Signal yang terbit di TokoNews. Dalam ulasannya akan dibahas lima koin/token yang berpotensi bullish dan bearish selama satu pekan ke depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    Menciptakan aliran pemasukan pasif dan terkelola dengan baik menjadi awal kemakmuran jangka panjang, apalagi di saat pandemi seperti sekarang. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan passive income. Hal yang menarik, Anda tidak perlu menguras banyak energi dan waktu, biarkan asetmu bekerja dengan sendirinya dan membawa ekstra cuan. Kalian sudah tahu belum, kalau passive income juga bisa didapatkan dengan cerdas lewat instrumen investasi kripto? Tak banyak memang yang menyadari bahwa passive income dari investasi juga sangat menjanjikan. Apalagi jika bisa mengelola investasi dengan bijak, kalian punya peluang untuk mendapatkan passive income secara maksimal.

    Tokocrypto sebagai platform pertukaran aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, kembali mengadakan program inisiatif untuk mengajak orang disekitar kalian menjadi partner dalam membangun industri kripto Indonesia dan sekaligus memberikan kesempatan mendapatkan pendapatan pasif seumur hidup. Referral program yang baru saja diluncurkan di penghujung akhir tahun 2020 ini adalah pengganti program Referral TKO, yaitu program berbasis komisi dimana memungkinkan kalian mendapatkan pendapatan pasif hingga 50% dari orang yang kalian referensikan. 

    Tidak hanya itu, kalian juga dapat berbagi komisi dengan orang yang menggunakan referral kalian hingga 20%, dan kalian masih mendapatkan 30% dari biaya transaksi setiap mereka melakukan  jual beli aset kripto. Cara mendapatkan kode referral untuk kalian bagikan sangat mudah, yaitu dengan masuk ke laman referral, dan tentukan besaran komisi yang ingin kalian dapatkan dan bagikan. Pastikan kalian telah lolos KYC level 1 untuk dapat mulai membagikan kode referrral. 

    Kalian dapat menggunakan kode referral lama kalian dengan pengaturan komisi sebesar 20% untuk kalian saja. Dan kalian dapat membuat kode baru, dimana kalian dapat berbagi dengan orang yang kalian referensikan sebagai potongan komisi hingga 20%. Setelah kode baru dibikin, kalian dapat membagikannya dengan kode baru tersebut, melalui link yang ada, atau gambar dengan QR code yang dapat kalian bagikan kepada siapapun yang ingin menjadi bagian dari crypto space di Indonesia.

    Dan setelah orang tersebut mendaftar menggunakan kode referral yang dia dapatkan, maka kalian dapat memperolah pendapatan pasif selamanya setiap mereka melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli, di aset kripto apapun. 

    Jadi, tunggu apa lagi? Daftar Tokocrypto sekarang, bagikan referral kalian dan dapatkan pendapatan pasif seumur hidup!

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anda Trader Crypto? Pahami Serba-Serbi Indikator VWAP

    Sebagai seorang trader pemula, Anda mungkin ingin mengetahui harga rata-rata dari sebuah aset kripto. Untuk mengetahui nilai rata-rata sebuah aset kripto, Anda perlu melakukan analisis teknis menggunakan indikator VWAP. 

    Indikator ini akan membantu Anda dalam mengetahui tren pasar keuangan. Apa itu VWAP dan apa saja manfaat yang didapatkan para trader jika menggunakan indikator ini? Simak penjelasan berikut!

    Apa itu VWAP Indicator?

    VWAP adalah kependekan dari Volume Weighted Average Price yang berarti sebuah tolak ukur trading untuk menunjukkan informasi harga rata-rata yang sudah diperdagangkan sepanjang hari. Harga rata-rata tersebut ditentukan berdasarkan volume dan harga aset kripto.

    Oleh trader, VWAP digunakan sebagai alat konfirmasi tren dan membangun aturan perdagangan di sekitarnya. Misalnya, ketika harga berada di atas VWAP, mereka mungkin akan memilih posisi membeli/buy. Sebaliknya, jika harganya berada di bawah VWAP, mereka akan lebih memilih posisi menjual/sell

    Dari segi tampilan grafik, VWAP tampak mirip dengan Simple Moving Average. Namun, keduanya menghitung hal yang berbeda. VWAP menghitung jumlah dari harga yang dikalikan dengan volume, kemudian dibagi dengan total volumenya. Sementara itu, Simple Moving Average menghitung jumlah harga penutupan pada periode tertentu, kemudian membaginya dengan banyak periode.

    grafik vwap

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Hammer Candlestick dalam Trading Kripto

    Manfaat VWAP Indicator bagi Trader

    Para trader institusi menggunakan VWAP untuk berbagai manfaat seperti berikut ini:

    1. Indikator keluar masuk pasar

    Demi mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mereka memasuki atau keluar dari pasar. Hal ini berguna untuk meminimalisir risiko kerugian. Biasanya, trader akan menjual asetnya ketika harga berada di atas VWAP dan membeli ketika harga berada di bawah.

    2. Mengetahui trend pasar

    Sementara itu, untuk trader individual, VWAP memberikan informasi mengenai kepastian tren yang sedang terjadi di pasar. Indikator ini bisa digunakan untuk rentang waktu apa pun, seperti intraday atau detik, menit, jam, minggu, bulan, tahun, atau dekade. Jika Anda melakukan trading mingguan, jumlah nilai yang terakumulasi dimulai dari hari pertama trading pada minggu tersebut.

    Kelemahan VWAP Indicator

    Namun, VWAP memiliki sejumlah batasan. Nilainya didasarkan pada nilai historis dan tidak memiliki kualitas prediksi atau perhitungan secara inheren. Karena VWAP berlabuh ke kisaran harga pembukaan di hari tersebut, seiring berjalannya waktu, indikator akan menunjukkan ketertinggalan. 

    Hal ini terlihat dari perhitungan VWAP pada periode satu menit setelah 330 menit, yang akan sering menyerupai rata-rata pergerakan 390 di akhir perdagangan. Sebagai tambahan informasi, 330 menit merupakan panjang sesi perdagangan biasa.

    VWAP indicator

    Formula dan Cara Menggunakan VWAP indicator

    Untuk menghitung VWAP (Volume Weighted Average Price), Anda perlu menjumlahkan sejumlah dana yang diperdagangkan pada setiap transaksi. Kemudian, bagilah dengan total saham yang diperdagangkan. Berikut ini lima langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghitung VWAP:

    1. Temukan harga rata-rata aset yang diperdagangkan selama lima menit periode awal terlebih dahulu. Anda cukup menambahkan harga aset ketika harga tinggi, rendah, dan tutup. Kemudian, bagi tiga.

    2. Kemudian, kalikan hasil rata-rata aset kripto tersebut dengan volume periode yang Anda tentukan. Anda bisa mencatatnya pada spreadsheet di bawah kolom PV.

    3. Bagilah PV dengan volume periodenya. Hasil dari pembagian inilah yang disebut dengan nilai VWAP.

    4. Untuk menghitung nilai VWAP sepanjang hari, tambahkan terus nilai PV dari setiap periode di nilai sebelumnya.

    5. Setelah itu, bagilah total hasil yang Anda dapat dengan total volume hingga titik tertentu. Agar pencatatan lebih mudah, buatlah kolom untuk PV dan volume kumulatif. Kedua nilai tersebut akan menghasilkan nilai VWAP jika dibagi satu sama lain.

    Itulah penjelasan mengenai indikator VWAP, manfaat, serta cara menghitungnya. Menggunakan indikator ini bisa menjadi bantuan untuk Anda mengetahui tren pasar agar mampu membuat strategi untuk masa depan investasi dan trading Anda. Namun, indikator VWAP juga masih memiliki keterbatasan. Ada baiknya jika Anda juga memahami indikator lainnya agar bisa terhindar dari risiko kerugian.

    Selain itu, pastikan Anda berinvestasi pada platform yang sudah tepercaya, seperti Tokocrypto. Di platform ini, Anda akan mendapatkan berbagai informasi terkini mengenai mata uang kripto, cukup dengan klik tautan ini

    Yuk, dapatkan beragam informasi menarik lainnya dengan follow Twitter dan Instagram Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk bergabung di komunitas Tokocrypto, ya!





    Sumber : news.tokocrypto.com