Tag: binance

  • Pi Network Luncurkan Mainnet, Jual atau Tahan PI?

    Pi Network akhirnya meluncurkan mainnet secara terbuka yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token PI setelah bertahun-tahun berada dalam sistem tertutup.

    Coinpedia mengabarkan pada Jumat (21/2/) bahwa langkah ini disambut antusias oleh para “pioneer,” sebutan bagi pemegang Pi, yang kini bisa menggunakan token mereka di luar ekosistem.

    Di sisi lain, sejak mulai diperdagangkan, harga Pi mengalami fluktuasi signifikan. Awalnya, token ini melonjak hingga $1,97 (Rp 32 ribu), tetapi kemudian turun ke kisaran $1,33 (Rp 21 ribu).

    Beberapa platform seperti OKX, Bitget, dan Bybit mencatat harga berbeda, dengan lonjakan sesaat di Bitget mencapai $3,40 (Rp 55 ribu) sebelum kembali anjlok.

    Keunikan Pi Network

    Berbeda dengan Bitcoin yang membutuhkan perangkat keras canggih untuk menambang, Pi Network memungkinkan pengguna menambang langsung dari ponsel mereka.

    Kemudahan ini membuat Pi memiliki jutaan pengguna bahkan sebelum mainnet diluncurkan. Selain itu, ekosistem Pi telah berkembang dengan lebih dari 100 aplikasi berbasis blockchain dalam berbagai sektor seperti DeFi dan gaming.

    Berkat keunikannya tersebut, beberapa bursa besar seperti OKX, HTX, Bybit, MEXC, Gate.io, BitMart, dan Bitget telah mendaftarkan Pi, tetapi Binance masih ragu.

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Binance bahkan mengadakan polling hingga 27 Februari untuk melihat apakah pengguna menginginkan Pi masuk ke platform mereka. Sementara itu, Coinbase, Kraken, dan Upbit belum memberikan komentar mengenai Pi.

    Haruskah Jual atau Tahan Pi?

    Meskipun peluncuran mainnet terbuka adalah pencapaian besar, harga Pi masih sulit diprediksi.

    Banyak pioneer telah menyimpan token mereka selama bertahun-tahun, dan jika mereka mulai menjual dalam jumlah besar, harga bisa turun lebih jauh.

    Namun, jika Binance dan bursa besar lainnya akhirnya mencantumkan Pi, permintaan dapat meningkat dan harga berpotensi naik. Bagi pemegang Pi, keputusan menjual atau menahan bergantung pada strategi investasi masing-masing.

    Jika yakin dengan masa depan ekosistem Pi, menahan mungkin menjadi pilihan terbaik. Namun, jika ingin mengambil keuntungan dari lonjakan harga awal, menjual sebagian bisa menjadi opsi.

    Peluncuran mainnet Pi Network menandai era baru bagi token ini. Meskipun masih ada ketidakpastian, adopsi lebih luas dan potensi listing di bursa besar bisa menjadi faktor utama dalam menentukan pergerakan harga ke depan.

    Pemegang Pi harus bijak dalam mengambil keputusan berdasarkan pergerakan pasar dan potensi jangka panjangnya.Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance dan Kraken Gagalkan Serangan Siber

    Dua bursa kripto terkemuka, Binance dan Kraken, berhasil menggagalkan upaya peretasan melalui rekayasa sosial (social engineering) yang sebelumnya menimpa Coinbase.

    Serangan siber ini menyoroti kerentanan dalam sistem keamanan bursa kripto dan pentingnya kewaspadaan terhadap taktik peretasan yang semakin canggih.

    Serangan Rekayasa Sosial: Taktik Baru Para Peretas

    Berbeda dengan serangan langsung ke sistem teknis, rekayasa sosial memanfaatkan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi sensitif.

    Dalam kasus Coinbase, peretas menyuap staf dukungan di luar negeri untuk mendapatkan akses ke data pribadi dan catatan manajemen akun pengguna.

    Akibatnya, Coinbase harus menanggung kerugian sekitar 400 juta dolar AS untuk mengatasi dampak insiden ini dan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.

    Baca Juga: Binance Umumkan Airdrop Token NXPC untuk Pemegang BNB

    Binance dan Kraken Lebih Siap

    Tidak seperti Coinbase, Binance dan Kraken memiliki sistem keamanan internal yang lebih kuat.

    Ketika para peretas mencoba menghubungi perwakilan dukungan mereka melalui Telegram untuk meminta informasi pelanggan seperti saldo akun dan alamat rumah, sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) di kedua bursa berhasil mendeteksi dan memblokir upaya tersebut.

    Ilustrasi hacker Lazarus Group. Sumber: Pixabay.

    Pelajaran Berharga bagi Industri Kripto

    Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh industri kripto. Metode peretasan semakin canggih, dan para pelaku tidak hanya fokus pada celah teknis, tetapi juga mencari “mata rantai terlemah” dalam organisasi, yaitu karyawan.

    Staf dukungan, terutama yang bekerja jarak jauh dan kurang terlatih dalam keamanan informasi, menjadi target yang rentan.

    bitcoin segera melonjak

    Ancaman yang Berkembang

    Serangan terhadap bursa kripto semakin terarah. Peretas tidak hanya berusaha membobol pertahanan, tetapi juga mencari celah melalui karyawan.

    Pelatihan keamanan informasi yang komprehensif bagi seluruh staf, terutama yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, menjadi sangat penting.

    Baca Juga: Ekonom Kraken Ramal Daftar Altcoin Bakal Melejit

    Keamanan Berlapis: Kunci Pertahanan

    Keberhasilan Binance dan Kraken menunjukkan pentingnya sistem keamanan berlapis.

    Selain perlindungan teknis yang kuat, bursa kripto juga harus berinvestasi dalam pelatihan karyawan, menerapkan protokol keamanan yang ketat, dan memanfaatkan teknologi seperti AI untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

    Masa Depan Keamanan Kripto

    Industri kripto harus terus beradaptasi dengan ancaman yang terus berkembang.

    Kerja sama antara bursa, penegak hukum, dan perusahaan keamanan siber sangat penting untuk mengembangkan strategi pertahanan yang efektif.

    Edukasi pengguna tentang praktik keamanan terbaik juga merupakan bagian penting dari upaya kolektif untuk melindungi aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volume DEX BNB Chain Tembus Tertinggi dalam 3 Bulan, Salip Ethereum

    BNB Chain mencatatkan lonjakan signifikan dalam aktivitas perdagangan terdesentralisasi (DEX), dengan volume harian mencapai $3,22 miliar pada 14 Mei – level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, berdasarkan data dari DefiLlama.

    Meski masih jauh di bawah rekor sepanjang masanya sebesar $12,99 miliar yang tercapai pada 19 Mei 2021, peningkatan ini menandai kebangkitan penting dalam aktivitas on-chain di jaringan yang didukung oleh Binance. Kenaikan ini mencerminkan minat pasar yang kembali tumbuh seiring kemajuan dalam pengembangan ekosistem dan pembaruan protokol strategis.

    Lonjakan Aktivitas Perdagangan

    Dilaporkan CryptoPotato, pengusaha kripto, Elja Boom, menyoroti lonjakan volume ini dalam unggahannya di platform X pada 15 Mei. Ia menyebut momentum ini sebagai tanda bergairahnya kembali ekosistem BNB Chain setelah periode lesu selama beberapa bulan terakhir.

    Pada hari yang sama, jaringan blockchain lain menunjukkan performa beragam. Solana menjadi yang teratas dengan volume DEX mencapai $4,549 miliar, mengungguli BNB Chain maupun Ethereum, yang mencatat volume sebesar $2,753 miliar. Sementara itu, Tron tertinggal jauh dengan volume sekitar $218,36 juta.

    Volume perdagangan di DEX merupakan indikator penting dalam dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi) karena mencerminkan tingkat likuiditas, minat pengguna, dan dinamika pasar secara keseluruhan.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Momentum Altcoin: Peluang Menarik BNB dan Solana di Mei 2025

    Rekor Volume 2025 dan Posisi BNB Chain

    Sepanjang tahun 2025, DEX di jaringan Solana menjadi yang paling aktif dengan mencatat volume harian tertinggi hampir $36 miliar pada 18 Januari. Sebagai perbandingan, BNB Chain mencapai $8,45 miliar pada 20 Januari, sedangkan Ethereum mencatatkan $7,65 miliar pada 3 Februari.

    Kenaikan volume terbaru di BNB Chain juga bertepatan dengan rencana besar untuk meningkatkan infrastruktur jaringan. Dalam pembaruan yang dirilis 12 Februari lalu, BNB Chain mengumumkan akan mengimplementasikan waktu blok di bawah satu detik, transaksi bebas gas, dan integrasi perangkat berbasis AI pada tahun ini.

    Peningkatan Infrastruktur untuk Dorong Adopsi

    Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi hingga 100 juta transaksi per hari dan menjadikan jaringan lebih ramah bagi pengguna dan pengembang.

    Selain itu, peluncuran stablecoin USD1 oleh World Liberty Financial (WLFI) – entitas yang memiliki hubungan dengan mantan Presiden AS Donald Trump – di jaringan BNB Chain dan Ethereum pada awal Maret juga ikut menambah daya tarik. Investasi sebesar $2 miliar dari perusahaan asal Abu Dhabi, MGX, yang akan diselesaikan menggunakan stablecoin tersebut melalui Binance, turut memperkuat momentum.

    Meskipun Ethereum masih memimpin sebagai jaringan Layer 1 utama dalam DeFi dengan total nilai terkunci (TVL) mencapai $60,96 miliar – meski mengalami penurunan 4,91% dalam 24 jam terakhir – kebangkitan volume BNB Chain menjadi sinyal bahwa kepercayaan pasar terhadap platform ini mulai pulih.

    Elja Boom bahkan menyatakan dengan percaya diri, “Musim BNB Chain telah kembali.”

    Baca juga: Binance Umumkan Airdrop Token NXPC untuk Pemegang BNB


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Umumkan Airdrop Token NXPC untuk Pemegang BNB

    Binance resmi mengumumkan peluncuran proyek ke-17 dalam program HODLer Airdrops BNB dengan menghadirkan token NXPC dari protokol Nexpace.

    Sebagai bagian dari pencatatan perdana, Binance akan membagikan 30 juta token NXPC (3% dari total suplai) melalui airdrop retroaktif kepada pengguna yang menyimpan BNB di fitur Simple Earn atau On-Chain Yields selama periode 5–9 Mei 2025 (UTC).

    Dilaporkan Coindoo, distribusi airdrop dimulai dalam tiga jam setelah pengumuman, sementara perdagangan spot NXPC dibuka pada 15 Mei 2025 pukul 07.30 UTC. Pasangan perdagangan yang tersedia meliputi NXPC/USDT, NXPC/USDC, NXPC/BNB, NXPC/FDUSD, dan NXPC/TRY. NXPC berjalan di jaringan BNB Chain dengan pasokan awal beredar sebesar 169,04 juta token (16,9%).

    Baca juga: Binance Coin (BNB) Lampaui BTC, ETH, dan XRP dalam Tren Bullish

    NXPC di Binance Alpha

    NXPC juga akan tersedia sementara di platform Binance Alpha mulai pukul 14.00 UTC hingga perdagangan spot aktif. Token ini ditandai sebagai aset tahap awal berisiko tinggi dengan label “seed tag”.

    Nexpace merupakan protokol yang membangun infrastruktur ekonomi untuk ekosistem kekayaan intelektual digital. Token NXPC dirancang sebagai aset imbalan utama dalam sistem tersebut, dengan tujuan memperbaiki distribusi nilai dan hak bagi kreator digital.

    Binance menyampaikan bahwa pengguna yang berpartisipasi dalam program Simple Earn atau On-Chain Yields dengan aset BNB secara otomatis memenuhi syarat untuk airdrop, tanpa perlu klaim manual. Penyetoran token NXPC ke dompet Binance dapat dilakukan satu jam setelah pengumuman.

    Laporan riset lengkap mengenai Nexpace dijadwalkan akan dirilis dalam waktu 24 jam.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Momentum Altcoin: Peluang Menarik BNB dan Solana di Mei 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Wallet Geser MetaMask Sebagai Dompet Web3 Terpopuler

    Dalam lanskap dompet kripto yang terus berkembang, Binance Wallet berhasil menggeser dominasi MetaMask sebagai dompet Web3 terpopuler.

    Menurut analisis dari investor ventura terkemuka yang dikutip oleh U.Today pada Kamis (15/5), terdapat tiga faktor utama yang mendorong pergeseran ini: integrasi KYC, pemanfaatan infrastruktur Trust Wallet, dan penawaran imbal hasil bawaan.

    1. Integrasi KYC: Menjembatani Web2 dan Web3

    Salah satu keunggulan Binance Wallet adalah adanya integrasi proses Know Your Customer (KYC).

    Meskipun KYC bertentangan dengan prinsip desentralisasi, banyak pengguna baru merasa lebih nyaman dengan adanya verifikasi identitas.

    Langkah ini memungkinkan Binance Wallet menjembatani dunia Web2 yang terpusat dengan Web3 yang desentralisasi, menarik lebih banyak pengguna dari kalangan non-teknis.

    Baca Juga: Binance Turunkan Biaya Gas BSC Hingga 90%, Dorong Efisiensi

    2. Pemanfaatan Infrastruktur Trust Wallet

    Binance Wallet memanfaatkan infrastruktur Trust Wallet, dompet kripto yang telah diakuisisi oleh Binance.

    Dengan memanfaatkan teknologi dan likuiditas dari Trust Wallet, Binance Wallet dapat menawarkan pengalaman pengguna yang lebih lancar dan efisien.

    Hal ini memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dompet lain yang harus membangun ekosistemnya dari awal.

    3. Penawaran Imbal Hasil Bawaan

    Binance Wallet menawarkan fitur imbal hasil bawaan, memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan langsung dari aset kripto mereka tanpa perlu mengakses platform pihak ketiga.

    Fitur ini menarik bagi pengguna yang mencari cara sederhana untuk mengoptimalkan aset mereka, memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dompet lain yang tidak menawarkan layanan serupa.

    Dampak dan Prospek Ke Depan

    Keberhasilan Binance Wallet dalam menggeser MetaMask menunjukkan perubahan preferensi pengguna menuju solusi yang lebih terintegrasi dan user-friendly.

    Dengan menggabungkan keamanan, kemudahan penggunaan, dan fitur tambahan seperti imbal hasil, Binance Wallet menetapkan standar baru dalam industri dompet kripto.

    Namun, pendekatan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara desentralisasi dan kenyamanan.

    Integrasi KYC dan pemanfaatan infrastruktur terpusat dapat dianggap mengurangi prinsip desentralisasi yang menjadi dasar teknologi blockchain.

    Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk mempertimbangkan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi mereka saat memilih dompet kripto.

    Dengan terus berkembangnya ekosistem kripto, persaingan antara dompet seperti Binance Wallet dan MetaMask akan mendorong inovasi lebih lanjut, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna di seluruh dunia.

    Baca Juga: Harga Token ALPINE Naik 26% Usai Binance Umumkan Kontrak Futures


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Coin (BNB) Lampaui BTC, ETH, dan XRP dalam Tren Bullish

    Binance Coin (BNB) mencatat performa impresif dengan melampaui pertumbuhan harga harian Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP di tengah reli pasar kripto yang terus berlanjut. Peningkatan signifikan ini didorong oleh lonjakan volume perdagangan, aktivitas on-chain yang tinggi di jaringan BNB Chain, serta sentimen positif dari pengajuan ETF oleh VanEck.

    Kenaikan Harga dan Volume Perdagangan BNB Mengungguli Aset Kripto Lainnya

    Menurut laporan Coinspeaker, pada 10 Mei 2025, harga BNB tercatat mencapai $659,06, naik 4,36% dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 10% dalam sepekan. Meski pasar kripto secara umum mengalami pemulihan, termasuk Bitcoin yang menembus $103.000, pertumbuhan BNB didukung oleh lonjakan aktivitas di ekosistem BNB Chain.

    Sebagai perbandingan, BTC hanya mencatat kenaikan harian sebesar 0,94% dengan harga $103.841,10. ETH tumbuh 2,86% ke angka $2.411—kinerja yang cukup kuat setelah sebelumnya tertahan di level support $1.800. Sementara itu, XRP diperdagangkan pada $2,39 setelah naik 1,44% dalam 24 jam, menunjukkan ketahanan yang positif, tetapi tetap tertinggal dibandingkan BNB.

    Dalam hal volume perdagangan, BNB juga unggul dengan kenaikan 13,39% dalam sehari terakhir. Sebaliknya, BTC, ETH, dan XRP masing-masing mencatat penurunan volume sebesar 34,39%, 42,04%, dan 25,04%.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Minggu, 11 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Minggu, 11 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Kebangkitan BNB Chain: Adopsi Institusional dan Pertumbuhan DeFi

    Efek Positif dari Pengajuan ETF VanEck

    Kinerja BNB yang mengesankan ini turut didorong oleh berita pengajuan Exchange Traded Fund (ETF) oleh VanEck, yang menjadi ETF BNB pertama yang diajukan di Amerika Serikat. Pengajuan ini dilakukan melalui Formulir S-1 dan bertujuan memberikan eksposur terhadap BNB dalam kerangka peraturan yang sama seperti ETF Bitcoin dan Ethereum.

    Dampaknya terlihat jelas dalam aktivitas jaringan BNB Chain, yang mengalami lonjakan alamat aktif hingga lebih dari 2 juta dan transaksi harian yang melonjak ke angka 8 juta. Ini menunjukkan adopsi yang kian luas, terutama dari institusi dan pelaku DeFi.

    Laporan dari Standard Chartered juga mencatat bahwa BNB Chain memiliki struktur yang lebih terpusat dan sederhana dibanding Ethereum maupun Solana, yang justru memberikan stabilitas lebih besar di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

    Baca juga: VanEck Ajukan ETF BNB Pertama di AS, Harga Binance Coin Melonjak


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Turunkan Biaya Gas BSC Hingga 90%, Dorong Efisiensi

    Binance secara resmi mengumumkan pemotongan besar-besaran biaya gas pada dompet Binance Wallet di jaringan Alpha Binance Smart Chain (BSC). Inisiatif yang diusulkan oleh pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), ini menurunkan tarif biaya gas menjadi hanya sepersepuluh dari sebelumnya.

    Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya transaksi, menjadikan BSC lebih menarik sebagai platform bagi pengembang dan pengguna aplikasi terdesentralisasi (dApps). Respons positif dari komunitas menegaskan potensi lonjakan aktivitas jaringan berkat kebijakan ini.

    Strategi Efisiensi Binance di Jaringan BSC

    Menurut Coincu, pengguna dompet Binance kini bisa menikmati biaya transaksi yang jauh lebih murah, sejalan dengan misi Binance untuk memperkuat skalabilitas jaringan dan memperbaiki pengalaman pengguna.

    Penurunan ini juga memberikan dampak signifikan terhadap token BNB, yang digunakan sebagai alat pembayaran biaya transaksi di jaringan BSC. Dengan biaya yang lebih rendah, Binance berupaya memperkuat posisi kompetitifnya di pasar keuangan terdesentralisasi.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNBUSDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Kebangkitan BNB Chain: Adopsi Institusional dan Pertumbuhan DeFi

    Pengumuman tersebut mendapat sambutan hangat dari komunitas kripto. Dukungan terbuka dari CZ melalui media sosial turut mendorong antusiasme, sementara para pengembang dan pengguna menyambut baik potensi penghematan dan peningkatan efisiensi.

    “Biaya gas untuk Binance Wallet di Alpha BSC telah turun sekitar 90%, meningkatkan efisiensi jaringan dan penghematan biaya pengguna.” – Changpeng Zhao, Pendiri Binance

    Dampak Positif bagi BNB

    Menariknya, sejarah mencatat bahwa penyesuaian biaya gas sebelumnya di BSC telah memicu peningkatan aktivitas transaksi, terutama di masa bullish pasar kripto.

    Saat ini, BNB diperdagangkan di kisaran $666,66, dengan kapitalisasi pasar mencapai $93,93 miliar menurut data CoinMarketCap. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir juga melonjak hingga $2,42 miliar, naik 17,78%, sementara harga BNB naik 6,18% dalam periode yang sama.

    Analis dari Coincu menilai bahwa pemangkasan biaya ini bisa memperkuat posisi BNB di pasar, membuka peluang bagi adopsi yang lebih luas dan menarik lebih banyak pengembang ke dalam ekosistem Binance.

    Baca juga: VanEck Ajukan ETF BNB Pertama di AS, Harga Binance Coin Melonjak


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto dan Binance Academy Edukasi Potensi Web3 di Yogyakarta

    Tokocrypto dan Binance Academy, bersama Coinvestasi, sukses menggelar rangkaian perdana Web3 University Tour 2025 yang berlangsung pada 29 April 2025 di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

    Edukasi ini berhasil menarik hampir 700 pendaftar, mencerminkan antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa terhadap industri Web3. Program ini bertujuan memperluas pemahaman generasi muda terhadap ekosistem Web3 sekaligus membuka akses terhadap peluang karir dan inovasi teknologi masa depan.

    Web3 University Tour menyajikan berbagai topik menarik dan interaktif, diantaranya; peluang karir di industri web3. Tidak hanya itu, hadir juga Bonifacio sebagaiProject Lead TKO Token, yang mengulas posisi strategis Indonesia dalam peta perkembangan Web3 di Asia Tenggara serta potensi lokal yang dapat dikembangkan.

    Industri Web3 yang Berkembang

    Web3 University Tour 2025 pada 29 April 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sumber: Tokocrypto.
    Web3 University Tour 2025 pada 29 April 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Prestige: Solusi Eksklusif untuk VIP & Institusi

    Adapun, sesi terakhir dimeriahkan workshop interaktif bertajuk Crypto Class yang dibawakan oleh Yanzero, Founder Belajar DeFi, Web3 Dev Jogja, dan Core Dev Factor Fi. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar blockchain dan kripto secara mudah dan aplikatif.

    “Industri Web3 yang terus berkembang saat ini masih berada di fase awal, khususnya di Indonesia. Melalui rangkaian Web3 University Tour ini, kami berharap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada mahasiswa bahwa potensi Web3 sangat besar, baik dari sisi pengembangan karier, proses pembelajaran, maupun dalam menciptakan proyek berbasis Web3 yang mampu mendorong inovasi lokal,” tutur Stephen McAllister, Binance Academy Team Lead.

    Untuk menguji pemahaman peserta, acara ditutup dengan sesi Cumlaude Web3, sebuah kuis interaktif yang menghadiahkan merch eksklusif dan sertifikat kepada tiga peserta terbaik. Salah satu peserta nantinya akan dipilih dan dinobatkan sebagai Student Ambassador Binance Academy dan akan mendapatkan akses mentoring, dukungan proyek regional, serta kesempatan eksklusif di jaringan global Binance Academy.

    Komitmen Edukasi Web3 dan Kripto

    Web3 University Tour 2025 pada 29 April 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sumber: Tokocrypto.
    Web3 University Tour 2025 pada 29 April 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa, rangkaian edukasi masih berlanjut keesokan harinya melalui event OBRAS “Obrolan Komunitas” yang juga mendapatkan antusias tinggi dari komunitas dan masyarakat umum di kota Yogyakarta.

    OBRAS adalah inisiasi Tokocrypto yang rutin diselenggarakan setiap bulannya, berkolaborasi dengan komunitas lokal dan projek web3 untuk memberikan wawasan dan perkembangan industri.

    “Tahun 2024, Tokocrypto berhasil menyelenggarakan lebih dari 135 event edukasi di lebih dari 20 kota dan 20 kampus, melibatkan lebih dari 200.000 peserta sebagai aksi nyata dalam upaya memajukan pendidikan web3, blockchain, dan kripto di Indonesia,” tutur Wan Iqbal, CMO Tokocrypto.

    “Dan di tahun ini, kami akan menjangkau lebih luas dan banyak lagi mahasiswa, komunitas dan masyarakat umum dengan harapan meningkatnya pemahaman dari sisi pengembangan karir, proses pembelajaran, maupun dalam menciptakan proyek berbasis Web3 yang mampu mendorong inovasi lokal,” tambahnya. 

    Web3 University Tour 2025 akan berlanjut ke berbagai kota lainnya di Indonesia, dengan fokus untuk membantu generasi muda memahami Web3 dan potensinya, diikuti rangkaian OBRAS, Obrolan Komunitas. Dapatkan informasi jadwal dan tempat, hanya di kanal social media Coinvestasi dan Tokocrypto.

    Baca juga: Siap Jadi Ahli Kripto? Ikuti Kelas Online Trading dari Tokocrypto!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Didukung Binance, Harga Altcoin DeFi Melambung

    Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, mengumumkan dukungan perdagangan untuk dua altcoin DeFi: Maple Finance (SYRUP) dan Kamino Finance (KMNO).

    Sontak, pengumuman ini menyebabkan lonjakan harga signifikan pada kedua token tersebut, terutama SYRUP.

    Maple Finance (SYRUP): Lonjakan Harga 42%

    Maple Finance adalah platform DeFi yang berfokus pada pemberian pinjaman institusional, menawarkan pinjaman dengan suku bunga tetap kepada peminjam terakreditasi yang didukung oleh jaminan substansial.

    Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan kontrak pintar, Maple Finance bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pasar kredit tradisional.

    Setelah pengumuman Binance, harga SYRUP melonjak 42% dalam sehari, diperdagangkan pada $0,242.

    Lonjakan ini mencerminkan antusiasme pasar terhadap listing mendadak di platform perdagangan utama.

    Baca Juga: Altcoin Tertekan Menjelang Token Unlock Besar di Minggu Ini

    Kamino Finance (KMNO): Kenaikan Harga 3%

    Kamino Finance adalah platform DeFi berbasis Solana yang dirancang untuk menyederhanakan proses penghasilan hasil (yield generation) dengan manajemen likuiditas otomatis.

    Meskipun menerima dukungan perdagangan yang sama dari Binance, KMNO mengalami kenaikan harga yang lebih moderat sebesar 3% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada $0,078.

    Tag “Seed” dari Binance

    Kedua token ini diberi label “Seed” oleh Binance, yang menunjukkan bahwa mereka berada pada tahap pengembangan awal dan mungkin belum memiliki produk atau basis pengguna yang mapan.

    Token dengan label ini cenderung sangat volatil dan membawa risiko investasi yang lebih besar dibandingkan aset yang lebih matang.

    Dengan demikian, dukungan perdagangan mendadak dari Binance terhadap SYRUP dan KMNO menunjukkan minat yang meningkat terhadap proyek DeFi baru.

    Meskipun membawa peluang keuntungan, investor harus berhati-hati terhadap volatilitas dan risiko yang terkait dengan token tahap awal.

    Baca Juga: Kirgistan Gandeng Binance untuk Majukan Ekosistem Kripto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • VanEck Ajukan ETF BNB Pertama di AS, Harga Binance Coin Melonjak

    VanEck, perusahaan manajemen aset asal Amerika Serikat, secara resmi mengajukan dokumen Form S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) pertama yang berbasis Binance Coin (BNB) di Amerika Serikat.

    Langkah ini menandai tonggak penting dalam integrasi aset kripto ke dalam pasar keuangan tradisional.

    Detail Pengajuan ETF BNB oleh VanEck

    ETF yang diajukan oleh VanEck dirancang untuk memberikan eksposur langsung terhadap harga spot BNB, token asli dari BNB Chain milik Binance.

    Menariknya, ETF ini juga mencakup fitur staking, memungkinkan dana yang dikelola untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penyedia staking terpercaya.

    Pengajuan ini dilakukan setelah VanEck mendaftarkan entitas trust di Delaware pada awal April 2025, sebagai persiapan peluncuran ETF BNB.

    Baca Juga: Kirgistan Gandeng Binance untuk Majukan Ekosistem Kripto

    Dampak Terhadap Harga BNB

    Menurut laporan The Coin Republic pada Selasa (6/5), pengumuman pengajuan ETF ini memberikan dorongan positif terhadap harga BNB.

    Saat ini, BNB diperdagangkan di kisaran $597,27, mengalami kenaikan sekitar 0,8% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan juga meningkat sebesar 14% menjadi $1,43 miliar.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 6 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 6 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, BNB menunjukkan pola konsolidasi dalam formasi segitiga simetris sejak Februari.

    Analis memperkirakan bahwa penembusan di atas level resistensi $615 dapat mendorong harga menuju $640–$650.

    Implikasi Lebih Luas dan Prospek Masa Depan

    Pengajuan ETF BNB oleh VanEck mencerminkan meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Jika disetujui, ETF ini akan menjadi yang pertama di AS yang menawarkan eksposur langsung terhadap BNB, membuka peluang bagi investor ritel dan institusional untuk berpartisipasi dalam ekosistem BNB melalui instrumen yang diatur.

    Selain itu, fitur staking dalam ETF ini dapat menarik investor yang mencari pendapatan pasif dari aset kripto mereka.

    Dengan potensi imbal hasil sekitar 2,5% dari staking BNB, ETF ini dapat menjadi alternatif menarik bagi portofolio investasi yang berorientasi pada pendapatan.

    Langkah VanEck dalam mengajukan ETF BNB pertama di AS menandai perkembangan signifikan dalam adopsi aset kripto oleh pasar keuangan tradisional.

    Dengan potensi persetujuan dari SEC, ETF ini dapat membuka jalan bagi produk serupa di masa depan dan memperkuat posisi BNB sebagai salah satu aset kripto terkemuka di dunia.

    Baca Juga: Sorotan Pasar Kripto Hari Ini: BNB Uji Level Kritis


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com