Tag: bitcoin

  • Mata Uang Digital Justru Diprediksi Buat Bitcoin Melambung!

    Brian Kelly dari CNBC mengatakan bahwa dirinya percaya mata uang bank sentral dapat membuat Bitcoin dan pasar mata uang crypto melonjak ke harga yang lebih tinggi lagi.

    Dalam episode terbaru dari Fast Money, CEO dari perusahaan investasi mata uang digital BKCM itu mengatakan perbedaan mencolok antara pasokan tetap Bitcoin dan uang yang saat ini dicetak seakan tidak ada habisnya oleh pemerintah. Terlebih, sistem ini sepertinya tidak akan berbeda ketika mata uang fiat tersebut berubah menjadi digital.

    Berita Terkait: Ini 6 Alasan Bitcoin Lebih Baik dari Fiat

    Dolar, Euro, dan Yuan Digital Faktor Bitcoin Melambung

    “Terkait euro atau yuan atau dolar digital, (mereka) ini sebenarnya bukanlah saingan Bitcoin, karena proposisi nilai inti Bitcoin adalah ia memiliki pasokan tetap. Saya tidak dapat membayangkan ketika Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan mata uang digital yang memiliki pasokan tetap. Bahkan, menurut saya, akan lebih mudah bagi mereka untuk mencetak lebih banyak uang secara digital. Saya sebenarnya berpikir itu akan menambah risiko bagi pemegang mata uang fiat dan hal ini membuat alasan mengapa Bitcoin adalah produk seperti emas digital.”

    Brian Kelly tidak mengatakan secara spesifik terkait dengan tujuan dari harga Bitcoin, tetapi ia percaya rally pasca-halving terakhir pada Bitcoin belum berakhir.

    Baca Juga: Deutsche Bank: Mata Uang Digital Bank Sentral Akan Gantikan Uang Tunai!

    Ia juga menambahkan bahwa kemunduran yang ada pada Bitcoin mungkin disebabkan dari penjualan yang dilakukan oleh orang-orang yang membeli Bitcoin pada tahun 2017-2018.

    Dalam jangka panjang, ia memprediksi total nilai pasar keseluruhan Bitcoin akan mencapai lebih dari 3 miliar USD.

    “Biasanya, keuntungan baru akan didapatkan setahu setelah halving berlangsung, tetapi kali ini bahkan dengan waktu tujuh bulan kita sudah memasuki masa keuntungan tersebut…”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Citibank: Bitcoin Bisa Sentuh US$300 Ribu, Desember 2021

    Bank raksasa internasional Citibank mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bisa menyentuh  US$300 ribu per BTC pada Desember 2021.

    Ramalan agresif oleh bank raksasa itu “dibocorkan”, pada Sabtu 14 November 2020 oleh akun Twitter “Alex, @classicmacro”. Ramalan itu dalam tertuang dalam satu laporan khusus yang ditujukan Citibank kepada klien institusi.

    Baca Juga: Beli Bitcoin Tahun 2013, Senator Ini Konsisten Dukung Aset Kripto

    bitcoin

    Laporan yang diedarkan sangat terbatas itu berjudul sangat spesifik, yakni “Bitcoin: The 21 st Century Gold” yang disusun oleh Tom Fitzpatrick (Managing Director Citibank untuk Wilayah New York).

    Baca Juga: Pasang Sabuk Pengaman! Harga BTC Akan Terus Ngegas Hingga Desember 2021

    Fitzpatrick merujuk pada grafik mingguan Bitcoin dan menggunakan analisis teknikal (TA) dari tertinggi dan terendah sebelumnya, untuk menentukan sasaran US$318.000 pada Desember 2021.

    “Analisis teknikal semacam itu nilainya kecil. Sejauh ini tidak ada akurat dalam memrediksi target dengan technical analysis. Namun, yang kita tahu adalah harga kemungkinan akan terus naik,” komentar ClassicMacro.

    Eksekutif Citibank bank itu menggunakan “langkah eksponensial” Bitcoin 2010-2011 sebagai “tanda besar yang mengingatkan” pada pasar emas tahun 1970.

    bitcoin

    Emas telah mengalami 50 tahun kisaran harga US$20-35 yang dibatasi, sebelum penembusan terjadi setelah perubahan kebijakan fiskal oleh pemerintahan Nixon pada tahun 1971.

    Pemisahan emas dari mata uang fiat, pandemi COVID-19 dan keinginan bank sentral untuk mengejar kebijakan pelonggaran kuantitatif yang agresif dapat menyebabkan ledakan pertumbuhan harga Bitcoin di masa depan, menurut Fitzpatrick.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robert Kiyosaki: Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

    Robert Kiyosaki, pengusaha dan motivator ternama mengakui Bitcoin mampu mengalahkan kinerja emas dan perak. Pernyataan itu menegaskan lagi dukungannya terhadap Bitcoin, selain emas yang dia unggulkan sejak tahun 1971 sebagai store-of-value asset.

    Baca Juga: Perusahaan Investasi: Blockchain Akan Memimpin Globalisasi Digital

    “Bitcoin naik mengalahkan emas dan perak. Artinya sekarang Anda harus membelinya sebanyak yang Anda mampu. Dolar AS merana dan perak masih terjangkau. Selama dolar AS jatuh, bukan harga yang jadi pertimbangan untuk membelinya, tetapi seberapa banyak emas, Bitcoin dan perak yang kaumliki,” kata Kiyosaki melalui Twitter, 13 November 2020 lalu.

    Faktanya memang demikian, selama tahun 2020, emas hanya mampu tumbuh 50 persen. Sedangkan Bitcoin lebih disukai, hingga berkinerja baik hingga lebih dari 100 persen. Kini Raja Aset Kripto itu naik tinggi lebih dari US$16.000 per BTC.

    Bukan kali itu saja Kiyosaki berkicau mendukung Bitcoin, bahkan hampir setiap hari, termasuk di Kanal Youtube-nya.

    Yang terbaru sebelum itu, pada 4 November 2020 terkait pilpres AS, dia mengatakan siapapun nanti yang menang, tetaplah membeli emas, perak dan Bitcoin.

    “Bitcoin lahir pada tahun 2009, musuh nyata The Fed dan Kementerian Keuangan. Tetaplah membeli emas, perak dan Bitcoin,” kata penulis buku Rich Dad, Poor Daditu.

    Kaitan Bitcoin dengan melemahnya kinerja bank pernah ia utarakan pada Agustus 2020 lalu. Dia menyarankan lebih pro Bitcoin lagi, karena menurutnya bank akan mengalami krisis.

    Kiyosaki sangat terkenal dengan sikap moderatnya terhadap teknologi digital, khususnya yang terkait dengan teknologi keuangan alias fintech. Selain emas yang tetap ia sokong sejak ia berusia muda, kehadiran Bitcoin yang kian popular di kalangan generasi milenial saat turut mendapatkan dukungan Kiyosaki.

    Bahkan jauh sebelum resesi akibat pandemi COVID-19, Kiyosaki sudah jauh-jauh memprediksi ada gonjang-ganjing ekonomi akibat kegagalan bank sentral dan pasar saham yang memang sudah retak.

    Ketika itu ia menyarankan publik untuk memulai kembali mengakumulasi emas secara besar-besaran termasuk perak yang tergolong kurang popular.

    Dan pada Agustus 2020 lalu, kita menyaksikan harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dan perak melonjak gila-gilaan akibat resesi ekonomi yang belum pernah ada sebelumnya setelah tahun 2008, akibat pandemi parah.

    Di sisi lain, Bitcoin sebagai kelas aset baru yang sifat langkanya mirip seperti emas dan perak, didukung penuh oleh Kiyosaki. Sudah berulangkali dia bicara soal dukungannya itu di Twitter dan di beragam kesempatan, bahkan di channel Youtube-nya.

    Dia juga pernah bilang bahwa krisis akan menimpa sejumlah bank-bank besar, masih terkait dampak resesi saat ini. Oleh sebab itu, katanya masyarakat sangat disarankan mengakumulasi lebih lagi terhadap emas dan Bitcoin.

    “Mengapa Buffett keluar [menjual sebagian sahamnya] dari bank? Bank bangkrut. Krisis perbankan besar akan tiba tak lama lagi. Apakah kelak Bank Sentral AS dan Kementerian Keuangan akan mengambil alih sistem perbankan dan menggelontorkan lebih banyak uang kepada warga. Mungkin bukan waktunya memikirkan itu. Berapa banyak emas, perak dan Bitcoin yang Anda miliki?” kata Kiyosaki, 21 Agustus 2020 lalu.

    Pernyataan Kiyosaki itu mengacu pada langkah taipan Warren Buffett belum lama ini yang menjual sebagian sahamnya di sejumlah bank besar dan berinvestasi di perusahaan tambang emas, Barrick.

    Ia kembali menegaskan itu pada 22 Agustus lalu: “Buffett membeli untuk Menjual. Dia menjual [saham] CocaCola, Asuransi Geico, pisau cukur Gillette. Dia sekarang menjual emas Barrick. Emasnya berharga US$1000 untuk menambang. Dijual seharga US$2000. Barrick memiliki banyak emas untuk dijual di masa masa depan. Cerdas! Berapa banyak Bitcoin, emas dan perak yang harus Anda jual di masa depan?” 

    Baca Juga: Perbandingan Pasar Bitcoin dan Forex

    Sentimen Kuat dan Buas
    Selama tahun 2020 memang terbukti emas kalah dibandingkan Bitcoin. God’ Money itu hanya tumbuh 50 persen, sedangkan Bitcoin mampu tumbuh lebih dari 100 persen. Kini Raja Aset Kripto itu naik tinggi lebih dari US$16.000 per BTC.

    Beberapa aset kripto lain, seperti Ether (ETH), Cardano (ADA), Ripple (XRP) harganya diproyeksikan akan terus menguat di masa depan.

    Pun dari segi fundamental pun sangat apik, karena bank-bank mulai melirik aset kripto sebagai bagian dari layanannya kepada nasabah.

    Sebut saja di Korea Selatan, Swiss dan khususnya di Amerika Serikat, akibat restu oleh Badan Pengawas Dolar AS (OCC).

    Sejumlah bank-bank besar di AS sendiri malah terus menggenjot teknologi blockchain-nya sendiri agar sistem transfer uang mereka sama efisien dengan aset kripto masa kini.

    Lihat pula PayPal, Square dan MicroStrategy yang kian erat memeluk Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasang Sabuk Pengaman! Harga BTC Akan Terus Ngegas Hingga Desember 2021

    Bila kita flashback di 2017 lalu, tahun tersebut adalah tahunnya Bitcoin di mana koin digital ini mengalami kenaikan harga hingga berbulan-bulan dan mencapai level tertingginya di $20.000/BTC.

    Bitcoin saat ini berada di awal kenaikannya menuju menuju harga tertingginya. Namun menurut analis Willy Woo, pergerakan kenaikan harga Bitcoin belum mencapai titik tertingginya pada Desember 2021 nanti. Tentunya prediksi harga Bitcoin ini berbeda pandangan dengan berbagai prediksi yang dikemukakan di luar sana yang mengungkapkan bahwa harga BTC akan mencapai puncaknya dan berpotensi memecahkan rekor harga tertinggi sepanjang masa setelah 15 bulan pasca Bitcoin Halving atau tepatnya sekitar pertengahan 2021.

    Baca Juga: Berikut Tools yang Perlu Dikuasai Saat Trading Bitcoin

    Dalam salah satu dari banyak diskusi di Twitter baru-baru ini pada 11 November, pencipta Woobull, Willy Woo, mengungkapkan sebuah bukti bahwa kenaikan harga Bitcoin baru saja dimulai.

    Woo: RSI Bitcoin “baru saja pemanasan”

    Di sebuah tweet-nya, Willy Woo mengupload grafik yang menunjukkan bahwa RSI Bitcoin dianggap sama olehnya. Bila dibandingkan dengan RSI Bitcoin di awal 2017 dan saat ini.

    “Lingkaran hijau menunjukkan posisi kita dalam siklus makro ini. Awal dari bull run utama.”

    “RSI Bitcoin baru saja melakukan pemanasan. Vertikal merah adalah halvening, memberikan impuls guncangan pasokan naik.” RSI menunjukkan perilaku harga selama periode tertentu. Perhitungannya melibatkan penutupan rata-rata yang lebih tinggi dan lebih rendah selama periode tersebut.

    harga BTC meningkat

    Woo menggunakan RSI 365 hari miliknya sendiri, dan cara membacanya mengikuti dari posisinya selama pembaruan sebelumnya pada bulan Juli. Pada saat itu, Bitcoin mengakhiri periode yang disebut kompresi RSI, yang disertai serangkaian titik terendah dan tertinggi yang lebih rendah untuk harga BTC.

    Pada bulan Juli lalu, Woo memperkirakan bahwa kenaikan akan dimulai pada Q4 tahun 2020 dan mencapai 2021 – yang sejauh ini memang menjadi kenyataan. Saat ini, Woo menyarankan bahwa fase bullish baru yang terbentuk akan berakhir dalam waktu  sekitar 1 tahun.

    Baca Juga: Aneh Bin Ajaib! Koin DeFi Sedang Buntung, Tapi Jumlah User Baru Malah Meningkat

    “Pilihan saya Desember 2021, di mana pada bulan tersebut pemegang Bitcoin bisa menjual aset digitalnya untuk bayar pajak.” Jawab Willy Woo, saat ditanya perihal kemungkinan puncak tertinggi Bitcoin.

    Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan Bitcoin dianggap anomali. Lantaran, dalam periode tersebut mengalami koreksi harga. Dalam dunia trading, biasanya koreksi harga saat kondisi uptrend bisa disebabkan oleh adanya trader yang melakukan aksi ambil untung atau menjual Bitcoin yang dimiliki.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 7 Kesalahan Yang Dibuat Oleh Trader Bitcoin Baru

    FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out (takut ketinggalan kereta). FOMO dapat mengarahkan Anda untuk membuat keputusan trading yang mengerikan. Pedagang Bitcoin baru seringmembeli pada saat lonjakan harga, kemudian mereka kehilangan uang mereka ketika trend Retrace (perbalikan harga).

    Trader berpengalaman membeli penurunan, ketika orang lain takut, dan menjual dengan harga yang jauh lebih tinggi selama lonjakan Bullish. Pasar Bitcoin terbuka selama 24/7/365, jadi Anda selalu bisa menunggu waktu yang tepat untuk melakukan trading, pasar tidak akan ke mana-mana, jangan FOMO.

    Trading adalah cara Anda dapat menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat, namun Anda dapat kehilangannya dengan mudah. Jangan menggunakan terlalu banyak leverage jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda lakukan.

    Beberapa exchanger menawarkan sebanyak 100x margin trading, tetapi jika Anda kekurangan modal, atau diperdagangkan lebih dari yang Anda mampu untuk kehilangan, Anda dapat berakhir dalam masalah sangat, sangat cepat. Trading Anda tidak boleh lebih dari 2-5% dari total akun / bankroll Anda, dan Anda seharusnya tidak memiliki lebih banyak leverage 3x-5x jika Anda seorang trader baru.

    Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

    4.Membiarkan Rasa Takut dan Serakah Menguasai Fikiran

    Jika Anda memiliki kecemasan yang luar biasa atau keserakahan tentang posisi Anda, itu adalah tanda bahwa Anda mungkin melakukan trading apa yang Anda tidak mampu kehilangan, dan emosi yang diperkuat ini dapat menyebabkan Anda memacu saat keputusan tidak rasional.

    Alasan kami memiliki rencana perdagangan adalah agar emosi tidak membuat kami bereaksi negatif terhadap pergerakan harga yang tidak terduga. Jika Anda merasa takut atau terlalu rakus, itu harus menjadi peringatan bahwa Anda melakukan sesuatu yang salah.

    5.Terus-Terusan Melihat Chart Harga

    Jika Anda terus-menerus terpaku pada layar komputer untuk memantau grafik Bitcoin, itu akan cenderung membuat diri Anda stres. Stres tidak baik untuk Anda atau orang-orang di sekitar Anda. Ini juga tidak memberi Anda Satoshi ekstra untuk masalah Anda.

    Berjalan-jalan, mencari udara segar, menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, Anda harus dapat bersantai jika Anda telah berhenti, tidak menggunakan terlalu banyak pengaruh, terjebak pada rencana perdagangan, dan tidak mempertaruhkan apa yang Anda tidak mampu dan kalah. Perdagangkan pergerakan harga makro jangka panjang, bukan perdagangan jangka pendek di mana volatilitas dapat menghapus uang dan mimpi Anda.

    6.Tidak Sabaran

    Pasar sering memasuki zona tanpa-perdagangan di mana trend sideways tidak menawarkan banyak peluang untuk perdagangan yang menguntungkan. Anda selalu dapat hanya duduk dan menunggu waktu Anda untuk pengaturan atau penembusan sempurna sebelum mengambil perdagangan berikutnya.

    Jangan berlebih-lebihan, dan jangan berdagang hanya demi perdagangan selama kondisi pasar yang tidak optimal. Ini dapat menyebabkan kematian dengan skenario pemotongan kertas di mana banyak perdagangan kecil, waktu yang tidak tepat melikuidasi akun Anda sedikit demi sedikit.

    7.Melawan Trend

    Banyak pedagang yang tidak berpengalaman gagal untuk menyadari bahwa ketika pasar sedang trend, perdagangan melawan trend sangat berisiko. Pedagang tanpa pengalaman tidak tahu bagaimana mengatur waktu keluar dan entri mereka untuk mengambil keuntungan jangka pendek dari perubahan harga, dan pedagang baru tidak boleh mencoba ini.

    Pedagang harus mengidentifikasi apakah pasar bergerak naik, turun atau sideways dan berdagang sesuai dengan momentum pasar. Melawan momentum pasar adalah cara pasti untuk dilikuidasi dan bangkrut!

    Trading Bitcoin sangat volatil, maka itu orang dapat kaya dan miskin secara mendadak.

    Berhati-hatilah ketika anda melakukan trading dalam bentuk apa-pun.

    Saya mempunyai satu aturan, yaitu HANYA TRADING APA YANG ANDA MAMPU HILANG.Jika anda punya tabungan Rp 1 juta, lakukan trading 10-20% dari uang itu.

    Sebagian orang menyatakan trading adalah judi, namun, untuk sebagian orang, trading adalah melihat chart dan mengambil KEPUTUSAN BENAR.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Joe Biden dan Persediaan Bitcoin: 5 Analisis Bitcoin Minggu Ini

    Presiden Amerika Terpilih, Joe Biden, hingga persedia Bitcoin di pasaran mempengaruhi harga Bitcoin beberapa waktu ini.

    Analisis dari faktor-faktor tersebut mengindikasikan aksi harga BTC yang akan terjadi selama beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Hasil Pemilu AS

    Perhatian pasar tertuju pada hasil pemilihan umum presiden di Amerika Serikat. Analis memperkirakan sentimen pasar akan terlihat ketika pembukaan Wall Street pada Senin ini.

    Pada pembukaan pasar, Jepang memimpin kenaikan pada pasar saham yang mencapai level tertinggi selama 29 tahun terakhir. Peristiwan ini kemudian dinamakan sebagai “bouncing Biden”, lantaran pengaruh terpilihnya presiden Amerika Serikat Joe Biden terhadap pasar dunia.

    Di sisi lain, Bitcoin sempat berada di nilai tertingginya pada kisaran Rp229 Juta, sebelum turun beberapa persen sebelum akhirnya pulih kembali ke kisaran Rp217 Juta.

    joe biden dan bitcoinHasil pemilihan umum ini sebenarnya belum usia, pasalnya presiden pertahana Donald Trump mengklaim akan menantang perhitungan suara. Hal ini menyebabkan beberapa kebingungan, ditambah belum matangnya sentimen pasar yang ada.Jika melihat prospek jangka panjang, para analis merasa Bitcoin dan emas akan menjadi aset “safe havens” terlepas dari kandidat mana yang akan memimpin AS ke depannya. Sebab, inflasi sudah menjadi bagian dari permasalahan ekonomi AS.

    Baca Juga: Analis Optimis Nilai Ether (ETH) Dapat Berlipat Ganda di Masa Depan!

    Dikutip dari Cointelegraph, Jerome Powell, ketua Federal Reserve, mengindikasikan adanya stimulus keungan lebih lanjut, dengan efek meningkatkan jumlah utang yanga dan menurunkan nilai dolar.

    Melihat hal tersebut, Michael Saylor selaku CEO MicroStrategy berpendapat pada cuitan pribadinya di Twitter,

    “Bitcoin adalah jaringan kripto yang dominan, diciptakan untuk menjadi aset safe havenyang ideal dan menjaga energi moneter dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan daya. Itu membuat #BTC menjadi solusi dari masalah lindung nilai bagi setiap investor. Hanya sedikit orang yang baru mengerti hal ini.”

    Pandemi Corona di Eropa

    Lambatnya pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi di dunia, membuat Bitcoin sempat menginjakan kakinya di level terendah di kisaran Rp58 Juta per BTC.

    Namun, lantaran sifatnya yang online, Bitcoin berhasil pulih dan bahkan melonjak lebih dari 70% dari nilai terendahnya tersebut. Beberapa analis dan tokoh besar seperti CEo Real Vision Raoul Pal dan salah satu pendiri Gemini, Tyler Winklevoss meramalkan ini baru menjadi permulaan untuk Bitcoin dan memprediksi Bitcoin akan lebih tinggi lagi di Q1 tahun 2021.

    Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed) Capai Nilai Tertinggi

    Indeks ini bisanya digunakan untuk melihat sentimen pasar, terutama investor. Menurut indeks ini, koreksi harga di atas Rp200 Juta sudah lebih melambat.

    Jika melihat nilainya, indeks ini menandai nilai tertinggi sejak Juni 2019 pada Senin lalu ketika Bitcoin melonjak menuju level tertingginya di kisaran Rp205 Juta. Padahal dua minggu lalu indeks ini masih berada di posisi netral.

    Para analis menganggap semakin dekat nilainya dengan angka 100, akan ada kemungkinan koreksi pasar yang cukup kuat yang akan terjadi.

    joe biden dan bitcoinMemperhatikan indeks pada hari Jumat lalu, analis pasar dari Cointelegraph, Michaël van de Poppe mengatakan nilai terendah saat ini ada pada kisaran Rp167 Juta, sebelum bisa mencapai Rp235 Juta.Ada beberapa level yang menurutnya harus diperhatikan berdasarkan nilai USD

    “Level yang harus diperhatikan; $13.700-14.100, $12.800-$13.200, dan $11,500-12.000 jika pasar memulai untuk koreksi.”

    Perusahaan Institusional Tetap Simpan Bitcoin dalam Jangka Panjang

    Volatilitas Bitcoin sangat tinggi dalam seminggu terakhir, apalagi jika dilihat dari pasar berjangka Bitcoin.

    Terdapat “kesenjangan” yang muncul ketika perdangan berjangka, mengingat ada semacam gap yang muncul antara pasar spot dan juga futures Bitcoin.

    Sementara itu, dilihat dari CME Bitcoin berdasarkan Grup, terdapat rekor minat terbuka dalam beberapa hari terakhir mencapai $934 Juta pada hari Jumat dengan volume perdagangan harian $764 juta.

    Dilihat dari laporan Commitments of Traders (COT) pada Jumat lalu, menunjukan ada dana lindung nilai pada harga Bitcoin saat ini.

    Di saat yang sama, investor institusional tetap menyimpan Bitcoin untuk waktu jangka panjang dengan nilai bullishnya saat ini.

    Kurangnya Pasokan Bitcoin, Tingkatkan Prospek Nilai Bitcoin

    Persedian Bitcoin yang kian menipis, dengan permintaan yang kian tinggi setiap harinya membuat prospek nilai Bitcoin menjadi semakin diuntungkan.

    Setelah gelombang banyaknya institusi besar yang menjadikan Bitcoin sebagai aset, adopsi Bitcoin semakin dekat.

    Tekanan ini diprediksi akan menaikan nilai Bitcoin terhadap USD ke depan. Seperti yang ditulis oleh Saifedean Ammous di buku berjudul “The Bitcoin Standard”,

    “Ada dua cara mengatasi kekurangan uang: 1- Bank Sentral menyediakan likuiditas; 2. Harga Makin Naik. Tidak ada cara yang benar atau salah; Selalu akan ada kosenkuensinya!”

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin di Harga $ 15.000 Kini Lebih Besar dari PayPal, Coca-Cola, Netflix, dan Disney

    Pada awal September tahun ini, kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) berada di sekitar $ 190 miliar ketika harga BTC berada di sekitar level $ 10.000.

    Namun, dalam dua bulan terakhir, harga Bitcoin naik melewati level $ 15.000 yang membuat kapitalisasi pasar Bitcoin melonjak dari $ 190 miliar menjadi sekitar $ 280 miliar. Hal ini telah membuat Bitcoin kini lebih berharga daripada kebanyakan perusahaan besar AS.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

    Jika valuasi Bitcoin dibandingkan dengan perusahaan publik di AS, itu akan menyamai perusahaan terbesar ke-18.

    Perusahaan terbesar ke-17 di AS adalah Home Depot dengan kapitalisasi pasar $ 306 miliar. Verizon tertinggal di belakangnya dengan penilaian $ 242 miliar, meninggalkan celah besar di antaranya yang tentu bisa diisi oleh BTC seandainya crypto utama ini adalah sebuah perusahaan.

    Perusahaan yang dilampaui Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir termasuk beberapa nama besar seperti Netflix, PayPal, BofA, Coca-Cola, Salesforce, dan Disney.

    Dan juga, Bitcoin saat ini masih berada di belakang tiga lembaga keuangan terbesar di AS berdasarkan valuasi, yaitu Visa, Mastercard, dan JPMorgan. Dan agar BTC dapat melampaui ketiganya, harganya harus mencapai level $ 23.000, atau kapitalisasi pasar $ 426 miliar.

    Namun, harga BTC harus mencapai sekitar $ 120.000 agar Bitcoin dapat mengejar Apple, perusahaan paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar $ 2 triliun.

    Sementara itu, analis mengantisipasi BTC untuk rmembentuk rally sepanjang tahun 2020 dan di awal 2021, mengharapkan BTC memasuki penemuan harga dan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa (ATH).

    Baca Juga: ETH 2.0 Akan Datang, Apakah Bagus Untuk Membeli ETH Sekarang?

    Dalam jangka panjang, investor dan analis cryptocurrency mengatakan bahwa persepsi Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang tahan lama akan mendorong penilaiannya.

    Tyler Reynolds, mantan alumni Google dan Morgan Stanley, mengatakan bahwa pasokan tetap Bitcoin membuatnya menarik sebagai aset lindung nilai terhadap pengeluaran pemerintah. Dia menuliskan :

    “Karena saat ini sedang terbentuk, kenaikan berikutnya akan dipimpin oleh BTC dengan narasi yang telah dikatakan oleh OG sejak 2011: Batas pasokan keras Bitcoin menjadikannya SoV yang tahan lama karena pemerintah mendevaluasi mata uang fiat mereka untuk mendukung pengeluaran pemerintah yang tidak dibatasi.”

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengamat: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh $20,000 Awal Tahun Depan

    Sejumlah pengamat aset kripto sepakat, bahwa penguatan hebat Bitcoin selama beberapa pekan terakhir akan diikuti oleh penguatan lebih hebat di masa mendatang. Pengamat lain malah meramalkan Bitcoin bisa kembali sentuh US$20 ribu pada tahun ini atau awal tahun 2021.

    “Pada dasarnya, Bitcoin saat ini jauh lebih kuat daripada tiga tahun lalu, karena sejumlah faktor. Misalnya halving , peningkatan adopsi institusi, penggunaan dalam transaksi barang dan jasa, termasuk perusahaan publik AS yang berinvestasi di Bitcoin, kemudian PayPal yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto,”kata Nicholas Pelecanos dari NEM, dilansir dari Forbes, 7 November 2020.

    Kata Pelecanos lagi, secara historis, Bitcoin berkinerja sangat baik pada akhir dan awal tahun. Jadi, dia tidak akan terkejut jika Bitcoin bisa harga tertinggi sepanjang massa, [yakni US$20 ribu] pada tahun ini atau di awal 2021.

    Pengamat lain, yakni Glen Goodman, menyoroti data terbaru dari Google Trends yang mencerminkan minat pencarian terhadap Bitcoin yang sedang melonjak, dibandingkan jauh beberapa pekan yang lalu.

    Dalam rentang 90 hari yang terakhir secara global, sejak 8 Agustus 2020 hingga 17 Oktober 2020, tren minat cenderung menurun, dari skor 74 menjadi 45. Namun, setelah medio Oktober 2020 itu, minat naik drastis, menjadi 100, sebagai skor tertinggi pada data Google Trends.

    Bagi Goodman, data itu mencerminkan arus minat pengguna Bitcoin dari kalangan retail. Bahkan ia mengakui itu sangat bagus bagi pasar Bitcoin, daripada lebih banyak dari kalangan institusi atau arus utama.

    “Orang yang terlambat datang ini adalah ‘tangan lemah’ yang cenderung panik dan menjual saat tanda bahaya pertama. Ini adalah fenomena yang sama yang kita lihat di semua pasar aset, bukan hanya aset kripto. Perkembangan Bitcoin dan aset kripto lain yang lambat dan stabil justru akan menghasilkan kenaikan harga yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

    Sebelumnya, nada prediksi serupa datang dari Mike McGlone, Analis di Bloomberg Intelligence pada 5 November 2020 lalu, melalui satu kajian khusus dan mendalam.

    Ia memrediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari US$35 ribu per BTC pada tahun 2021, berbanding harga 3 November 2020, US$13.700 per BTC.

    “Pasokan tahunan Bitcoin akan turun menjadi kurang dari 2 persen pada tahun depan. Jika Bitcoin Halving sebelumnya berfungsi sebagai penunjuk arah, maka pada tahun 2021 akan menjadi tahun naik yang kuat. Jika Bitcoin naik hanya seperempat dari sekitar 1.375 persen pada tahun 2017, tahun setelah pasokan harian Bitcoin baru turun menjadi 1.800 BTC, maka harga Bitcoin akan melebihi US$35.000 pada tahun 2021 berbanding sekitar US$13.700 per BTC pada 3 November 2020,” tegas McGlone, 4 November 2020.

    Volatilitas Rendah Berdampak Positif
    McGlone juga menyoroti pengaruh volatilitas Bitcoin yang rendah terhadap apresiasi harga Bitcoin yang tinggi.

    bitcoin kembali sentuh $20,000
    Tingkat volatilitas harga Bitcoin yang semakin rendah, sejak tahun 2010. Sumber: Bitinfocharts.com.

    Volatilitas Bitcoin yang menurun yang berbanding terbalik dengan aset lain menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul dan lebih cenderung terapresiasi jika pola masa lalu adalah panduannya. Grafik kami menggambarkan volatilitas Bitcoin 180 hari turun mendekati titik terdalam 2015, di sekitar 36 persen. Dan untuk pertama kalinya jatuh di bawah Indeks Saham Nasdaq 100. Dari Oktober 2015, ketika volatilitas mencapai titik terendah 2017, Bitcoin meningkat sekitar 8.000 persen,” tulis McGlone menyiratkan penguatan harga Bitcoin yang terus menerus.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

    Dead Cat Bounce merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam trading aset kripto. Istilah ini digunakan untuk menyebut suatu pola pergerakan aset dalam pasar. Trader yang terjebak Dead Cat Bounce disebut-sebut akan mengalami kerugian. Benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan mengenai Dead Cat Bounce berikut ini!

    Asal Usul Fenomena Dead Cat Bounce

    Fenomena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak hanya berlaku pada trading aset kripto. Justru sebaliknya, fenomena ini sudah ditemukan jauh sebelum kripto muncul. Istilah ini mulai digunakan di Wall Street untuk menyebut saham yang sejenak naik dan kemudian mengalami penurunan terus-menerus.

    Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

    Saat itu, tepatnya pada Desember 1985, pasar saham Singapura dan Malaysia tiba-tiba mengalami lonjakan setelah sebelumnya terus turun karena resesi. Jurnalis Financial Times, Horace Brag dan Wong Sulong, kemudian menyebut fenomena tersebut dengan istilah “Dead Cat Bounce”.

    Memahami Apa Itu Dead Cat Bounce

    Apa Itu Dead Cat Bounce

    Sebenarnya, istilah Dead Cat Bounce dipilih karena kucing yang sudah mati sekalipun bisa memantul tinggi asal titik jatuhnya juga tinggi. Aset kripto yang mengalami Dead Cat Bounce pun juga sama.

    Lalu, apa itu Dead Cat Bounce yang berlaku pada pasar trading kripto? 

    Jadi, Dead Cat Bounce dalam aset kripto menggambarkan kondisi di mana sebelumnya posisi aset tinggi dan kemudian mengalami tren penurunan yang berkelanjutan, tetapi akan ada kemungkinan aset tersebut tiba-tiba mengalami lonjakan. Sayangnya, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan justru menjadi “sinyal” untuk penurunan yang lebih besar pada waktu mendatang.

    Cara Mengenali Dead Cat Bounce

    Cara Mengenali Dead Cat BounceFenomena aset yang memantul ini sebenarnya bisa dikenali. Ini karena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada tiga tahapan yang menandai datangnya Dead Cat Bounce yaitu:

    1. Tahap pertama

    Terjadi penurunan nilai aset yang amat  tajam dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

    2. Tahap kedua

    Nilai aset tiba-tiba melonjak, seolah sedang terjadi pembalikan tren.

    3. Tahap ketiga

    Nilai aset kembali turun, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan pada tahap pertama. Seperti pada tahap pertama, tren penurunan ini juga akan berlangsung lama.

    Jika diperhatikan, fenomena ini mirip dengan technical rebound (TR). Hanya saja, lonjakan nilai aset pada Dead Cat Bounce terjadi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan tidak lebih dari satu hari. Koreksi nilai pun sulit untuk diprediksi karena fenomena ini baru dapat dikenali saat tahapannya sudah berlangsung.

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor yang saling memengaruhi, hingga kemudian menimbulkan dampak yang besar. Berikut ini faktor penyebab terjadinya Dead Cat Bounce:

    1. Spekulasi Investor

    Salah satu penyebab utama Dead Cat Bounce adalah adanya spekulasi dari para investor itu sendiri. Saat nilai aset kripto turun, akan banyak yang mengira bahwa penurunan tersebut hanya sementara dan nilai aset akan segera kembali. Hal tersebut diperparah dengan anggapan bahwa aset yang mengalami tren penurunan memang sudah ada di titik terendahnya.

    Melihat situasi tersebut, wajar jika investor kemudian membeli banyak aset yang sedang turun. Saat aset banyak terjual, otomatis tren penurunannya akan berhenti. Hal ini menimbulkan ilusi bahwa aset akan kembali naik.

    2. Pasar yang Fluktuatif

    Penyebab lainnya adalah karena kondisi pasar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pasar kripto sangat fluktuatif. Berbagai kondisi bisa memengaruhi naik-turunnya harga aset. Saat terbit pemberitaan negatif, nilai aset akan terjun. Sebaliknya, saat kabar positif muncul, maka nilai aset akan langsung naik.

    Situasi yang sangat dinamis tersebut jelas mudah menimbulkan ketertarikan. Satu berita positif saja bisa mendorong investor untuk menjual aset kripto mereka karena nilai aset sedang naik. Dampaknya, akan muncul sentimen pasar positif yang hanya berlangsung sementara.

    Fenomena Dead Cat Bounce memang menurunkan peluang untuk mendapat keuntungan dari trading aset kripto. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Cara terbaik untuk menghindari risiko semacam ini adalah dengan membekali diri dengan pengetahuan mengenai pasar aset kripto.

    Nah, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi dan update terbaru mengenai pasar aset kripto di Tokonews, outlet berita dari Tokocrypto yang membahas teknologi blockchain, aset digital, dan aset kripto baik dalam maupun luar negeri. Pastikan Anda juga follow Twitter dan Instagram Tokocrypto!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mendapatkan Faucet Crypto dan Hal yang Harus Diwaspadai

    Untuk bisa mendapat aset kripto, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Mulai dari cara yang umum seperti jual beli aset ataupun trading hingga cara yang sedikit tidak biasa semacam faucet crypto. Melalui cara tersebut, Anda bahkan bisa mendapatkan aset kripto secara gratis. Bagaimana caranya dan amankah metode tersebut untuk mengumpulkan aset kripto tambahan?

    Pengertian Faucet Crypto

    Faucet crypto sendiri sebenarnya merupakan sebuah aplikasi atau website yang membagikan bermacam-macam aset kripto dalam jumlah kecil.

    Mengapa aplikasi/website tersebut membagikan aset kripto?

    Aset tersebut diberikan kepada user sebagai hadiah. Bisa dibilang, metode faucet ini mirip program giveaway. Hanya saja, sebelum bisa mendapatkan aset kripto gratis, Anda diharuskan untuk melakukan beberapa misi.

    Misi yang dikerjakan pun tidak terlalu sulit. Kebanyakan aplikasi atau website hanya meminta Anda untuk menonton video iklan, menjawab pertanyaan kuis, mengunduh aplikasi, hingga yang paling sederhana, mengklik link. Semakin sulit misi yang harus dikerjakan, maka semakin besar pula jumlah aset yang akan diberikan.

    Faucet crypto pada dasarnya bukanlah cara instan untuk mendapatkan aset kripto dalam jumlah besar. Kebanyakan website bahkan menerapkan sistem deposit. Artinya, Anda baru bisa menarik aset yang terkumpul jika sudah mencapai angka tertentu.

    Cara mendapatkan faucet crypto

    Untuk mendapatkan aset kripto melalui metode faucet ini tidak sulit, 2 cara umum untuk mendapatkannya adalah:

    1. Kunjungi website penyedia layanan faucet

    Anda cukup mengunjungi website atau mengunduh aplikasi yang memang menyediakan layanan faucet. Tiap mata uang kripto memiliki website tersendiri. Namun, ada juga situs besar yang mengumpulkan beberapa website penyedia layanan faucet.

    2. Ikuti petunjuk misi

    Dalam situs-situs tersebut, Anda tinggal mengikut instruksi untuk bisa mendapat aset tambahan. Tiap situs punya aturan yang berbeda-beda. Ada yang mengharuskan Anda untuk mengunduh sebuah aplikasi, tapi ada juga yang memberikan tugas ringan seperti mengisi captcha.

    Setelah berhasil, aset yang Anda dapat akan tersimpan dalam dompet mikro dan bisa diambil saat telah mencapai jumlah tertentu.

    Jenis faucet crypto

    Jenis-jenis faucet crypto dibedakan menurut mata uang kripto yang akan Anda dapatkan. Jadi, ada faucet tersendiri untuk Bitcoin, Ethereum, Litecoin, hingga ZCash. Berikut adalah beberapa website yang bisa Anda tuju untuk mendapatkan aset melalui faucet:

    1. BestFaucetSites

    Faucet site

    Sumber:https://bestfaucetsites.com/

    Website satu ini menghubungkan Anda pada beberapa aplikasi atau website lain untuk mengumpulkan mata uang Bitcoin. Melalui Bestfaucetsites, Anda bisa mendapat Bitcoin dalam jumlah kecil, mulai dari 1 Satoshi atau sepersatujuta Bitcoin (0,00000001 BTC).

    2. Allcoins-pw

    Allcoin Faucet

    Sumber: https://allcoins.pw/

    Lebih memilih untuk mengumpulkan ETH atau altcoin lainnya? Anda bisa coba kunjungi Allcoins.pw. Website yang satu ini memang menawarkan aset kripto gratis melalui faucet. Anda cukup menyelesaikan beberapa tugas sederhana untuk mendapatkan ETH dan altcoin lain. Di website ini, Anda juga bisa menemukan beberapa jenis game.

    Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    3. Moon Litecoin

    Moon Litecoin hadir bagi Anda untuk meraup mata uang Litecoin atau LTC. Website ini terhubung dengan Coinpot.co, sebuah website yang mengelola dompet mikro untuk menyimpan aset kripto dalam jumlah kecil. Apabila Anda sudah mendapat cukup koin, bisa langsung ditarik tanpa ada fee tambahan.

    Tips mengidentifikasi faucet crypto yang resmi

    Faucet tips

    Meski faucet crypto menawarkan kemudahan untuk mendapatkan aset kripto tambahan, Anda sebaiknya tetap berhati-hati. Saat ini ada banyak website palsu yang mengiming-imingi pengunjungnya dengan aset faucet. Alih-alih memberikan aset, website tersebut justru berpotensi mengancam keamanan Anda.

    Mengenali situs faucet abal-abal tidak terlalu sulit. Biasanya, situs scam akan meminta data pribadi Anda seperti private key. Jika Anda menemukan website dengan ciri-ciri meminta data diri apalagi private key, segera tutup dan berpindah pada website lainnya.

    Melalui faucet crypto, Anda bisa mendapatkan aset kripto gratis dengan mudah. Namun, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam memilih website atau aplikasi penyedia faucet. Sebab, ada beberapa website palsu yang bisa mengancam keamanan data Anda.

    Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari website faucet palsu, yaitu dengan menyimak informasi mengenai kripto di Tokocrypto. Tokocrypto punya fitur andalan bernama Tokonews yang berisi informasi up-to-date tentang kripto, termasuk informasi mengenai faucet crypto. Klik di sini untuk langsung menuju Tokonews!



    Sumber : news.tokocrypto.com