Tag: bitcoin

  • Indonesia Resmi Resesi, Bagaimana Nasib Bitcoin?

    Pandemi membuat banyak perekonomian dunia merosot tajam. Pada 5 November 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan masuk ke jurang resesi secara resmi.

    Resesi ekonomi ini disebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal III yang berada dalam level kontraksi di minus 3 persen secara tahunan. Jika melihat kembali kuartal II/2020, itu artinya pertumbuhan negatif ekonomi sudah mencapai 5,32 persen secara tahunan.

    Baca Juga: Pahami Perbedaan investasi Antara Saham dan Bitcoin

    Indonesia Resesi, Adakah Efek Bagi Bitcoin?

    Secara fundamental, Bitcoin berada di dalam jaringan blockchain terdesentralisasi. Itu artinya, tidak ada entitas pengendali utama. Namun, jika menilik kembali sejarah mata uang crypto, ada beberapa keterkaitan antara pasar crypto dan juga pasar tradisional biasa yang berada di Amerika Serikat dan bukan Indonesia.

    Misalnya saja, Bitcoin pernah mengalami anjloknya harga lebih dari 50% hanya dalam beberapa waktu pada Maret 2020 lalu ketika Pembatasan Sosial di seluruh dunia khususnya Amerika Serikat mulai diberlakukan seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini.

    indonesia resesi nasib bitcoinBeberapa analis juga pernah mengkorelasikan Bitcoin dan pasar saham AS, tetapi hal itu hanya pernah Bitcoin lakukan beberapa kali saja dan kemudian Bitcoin tidak terlihat lagi memiliki korelasi dengan aset lain. Ini mengacu kembali pada sistem Bitcoin yang terdesentralisasi dan mendunia.Berbeda dari Indonesia yang mengalami penurunan ekonomi, justru Bitcoin saat ini sedang mengalami pasar bullish dan kondisi pasar yang sangat baik. Hal ini bertepatan juga dengan momen pemilihan presiden di Amerika Serikat.

    Baca juga: Menanti Hasil Pemilu AS, Bitcoin Tembus $14.000!

    Pada saat penulisan Bitcoin berhasil menembus Rp209 Juta dan diprediksi akan terus melonjak hingga Rp215 juta di masa mendatang.

    Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin Bisa Capai Rp215 Juta Segera!

    BitcoinIDR

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump atau Biden Sama Saja, Posisi Bitcoin Tetap Diuntungkan

    Sangat sulit menakar pasti bagaimana kaitan antara pemilihan presiden AS dengan pasar aset kripto, terlebih-lebih Bitcoin. Namun, pelaku pasar melihatnya justru dipertimbangkan, bahwa Trump atau Biden yang menang, hasilnya sama saja, dolar bertambah banyak, menguatkan harga Bitcoin.

    “Sejauh ini baik-baik saja, pasar aset kripto tampak bagus, walau sulit mengatakan penyebab jelas Bitcoin mencapai US$14 ribu per BTC. Namun, pilpres AS tampaknya memainkan peran penting bagi sentimen pasar,” jelas Jason Deane, Analis di Quantum, dilansir dari Forbes, 3 November 2020

    Baca Juga: Beginilah Cara Pelaku Institusi Membantu Industri Penambangan Bitcoin Bertumbuh

    Deane juga menyoroti soal sentimen awal bahwa kemenangan Biden berdasarkan hasil hitung cepat saat ini, menandai stimulus oleh AS akan terus berlangsung dan jumlah kasus COVID-19 pulih dengan cepat.

    “Dalam skenario itu, Bitcoin sedikit banyak ‘menumpang’ yang menguatkan harganya, daripada faktor fundamental,” kata Deane.

    Sementara itu, Cory Klippsten dari Swan Bitcoin mengatakan, siapapun nanti presidennya, pelonggaran kuantitatif dan stimulus (menambahkan pasokan uang ke ekonomi-Red) oleh AS justru menguntungkan posisi Bitcoin.

    “Semua faktor makro adalah peluang bagi kenaikan harga Bitcoin,” katanya.

    Klippsten mengakui sentimen pasar terhadap Bitcoin masih sangat besar, karena penurunan sekecil apapun aset kripto itu, selalu saja ada yang membeli.

    Pernyataan Klippsten itu merujuk pada aksi perusahaan publik Square dan MicroStrategy yang berinvestasi di Bitcoin, belum lama ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beginilah Cara Pelaku Institusi Membantu Industri Penambangan Bitcoin Bertumbuh

    Pelaku institusi kini telah memasuki industri penambangan aset crypto, mendorong terciptanya solusi tingkat perusahaan, tetapi juga menawarkan solusi baru untuk tantangan yang ada, menurut Igor Runets, pendiri dan CEO BitRiver, penyedia layanan penambangan yang berbasis di Rusia.

    Sempat hampir bangkrut di tahun 2016, Runets pun menghadapi dua pilihan yaitu menyatakan kebangkrutan pada data pusat yang didedikasikan untuk perangkat tersebut, atau membelinya dan mengubahnya menjadi bisnis colocation.

    Baca Juga: Hot Wallet dan Cold Wallet, Mana yang Lebih Aman?

    Dia pun memilih opsi kedua sehingga membentuk BitRiver. Ia mengatakan:

    “Segera setelah pusat data mulai menghasilkan keuntungan, saya mengumpulkan uang dari investor internasional.”

    Ia mengklaim bahwa mereka saat ini adalah “pusat data terbesar yang menawarkan layanan colocation penambangan Bitcoin di Rusia dan Asia Tengah, dan beroperasi secara menguntungkan.”

    Runets, bagaimanapun, telah memperhatikan beberapa trend yang menjadi lebih menonjol akhir-akhir ini, mengatakan bahwa:

    “Salah satu tren utama dalam industri pertambangan adalah masuknya pelaku institusi dan, sebagai hasilnya, pengenalan layanan tingkat perusahaan baru untuk industri pertambangan.”

    Adapun, masuknya institusi keranah ini dapat memberikan kemungkinan solusi seperti yang diungkapkan oleh Runets:

    “Saat penambangan menjadi lebih dilembagakan, pelaku institusional juga menawarkan solusi baru untuk tantangan yang ada di industri pertambangan.”

    Ia menambahkan dengan memberikan contoh kemitraan yang baru-baru ini diumumkan antara Foundry dan MicroBT, produsen perangkat keras penambangan crypto utama yang berbasis di China, sebagai yang terakhir bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya di Amerika Utara dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan bagi pembeli mesin pertambangan di Amerika Utara.

    Baca Juga: Bitcoin Sudah Turun, Bagaimana Prediksi Selanjutnya?

    Sejalan dengan hal tersebut, dalam waktu dekat, BitRiver berencana untuk meningkatkan penawaran produknya kepada investor institusional secara global, khususnya mereka yang belum mengenal penambangan cryptocurrency. Pendiri BitRiver pun mengatakan:

    “Produk-produk ini memberi investor pengalaman produk investasi tradisional tanpa perlu masuk ke seluk-beluk ekonomi penambangan Bitcoin.”

    Untuk dampaknya, tentu ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat luas kepada crypto disaat banyak pemain bermodal besar yang terjun kedalamnya, termasuk keranah penambangan crypto, yang akan mendongkrak angka persentase dari adopsi masal dan juga sentimen positif untuk Bitcoin agar dapat terus bertumbuh ke target optimisme, level $ 20.000 yang merupakan level tertinggi sepanjang masanya, dan mungkin akan menembusnya ke level yang lebih tinggi yang belum bisa Anda bayangkan. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2 Tokoh Ini Percaya Bitcoin Lebih Baik dari Emas!

    Lagi, perdebatan sengit antara Bitcoin dan emas kembali mencuat. Mengingat Bitcoin baru-baru ini rally meninggalkan posisi terendahnya dan diharapkan akan bergerak melaju ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

    Menurut beberapa laporan, bahkan analis JP Morgan, Nikolaos Panigirtzoglou menjelaskan bahwa di masa mendatang Bitcoin akan bisa menyaingi emas sebagai aset. Ia juga percaya mata uang crypto nantinya akan lebih berharga dibandingkan dengan hanya dijadikan sebagai penyimpan nilai.

    Baca juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Pendapat analis ini juga didasari dengan fakta bahwa Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar cukup besar untuk disandingkan dengan jumlah keseluruhan Exchange-Trade FundsEmas dan juga total emas dalam bentuk batangan dan koin yang ada.

    Meskipun Bitcoin masih dalam perjalanan panjang untuk bisa benar-benar menyaingi emas, dengan adanya beberapa investor besar dan pengadopsian mata uang crypto, ini cukup untuk mendorong Bitcoin berjalan lebih jauh lagi.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

    Selain, Nikolaos Panigirtzoglou, Michael Saylor sebagai CEO MicroStrategy juga mengemukakan pendapat bahwa Bitcoin jauh lebih baik dari pada emas.

    Dilansir dari wawancara bersama media seputar berita finansial, Real Vision, jutawan tersebut membeberkan bahwa Bitcoin lebih baik daripada emas. Ia juga mengatakan bahwa perusahaannya MicroStrategy akan menyimpan Bitcoin bahkan hingga 100 tahun.

    Baca Juga: Yuan Digitan Ampuh Tebas Dominasi Dollar?

    Tidak hanya disandingkan dengan emas, CEO ini juga percaya bahwa Bitcoin merupakan sebuah aset jangka panjang dan dapat menjadi penyelamat banyak negara dengan keadaan ekonomi dan mata uang yang sedang runtuh.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peluang Tambahan Penghasilan dari Bitcoin Saat Pandemi

    Aset kripto seperti Bitcoin seringkali dianggap sebagai alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan di tengah krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19, karena Bitcoin terus berkinerja dengan baik.

    Pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi semua orang. Tidak hanya mempengaruhi likuiditas UMKM dan bisnis sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi sistem ekonomi yang lebih luas dan pasar mata uang digital.

    Penghasilan Tambahan dari Bitcoin

    Pandemi ini menciptakan banyak peluang bagi penggemar teknologi blockchain terutama para penambang bitcoin. Sejumlah aset digital, salah satunya adalah aset kripto kerap menunjukkan kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi dikarenakan pandemi ini.

    Sebagai contoh, pada Maret 2020, prospek aset kripto terlihat lemah ketika harga Bitcoin (BTC) turun drastis dalam satu minggu namun kemudian melambung hingga ke posisi tertinggi sampai saat ini dalam waktu singkat , karena volume perdagangan yang meningkat tiga kali lipat. Kondisi ini memungkinkan para penambang untuk menambang bitcoin lebih banyak lagi.

    Hal ini menunjukkan bagaimana aset kripto mampu bangkit hebat, jauh lebih cepat daripada jenis investasi lainnya. Bahkan setelah tiga bulan berada di level US$9 ribuan per BTC, pada 28 Juli 2020 dini hari, Raja Aset Kripto itu mampu menembus level psikologisnya, US$10 ribu menjadi lebih dari US$11 ribu per BTC.

    Berita Terkait: Bitcoin Capai $10.000, Pertama Kali Dalam Tujuh Minggu

    Momentum ini bisa dimanfaatkan bagi masyarakat Indonesiauntuk mencari tambahan penghasilan dari bitcoin ini. Investasi aset kripto dapat dijadikan pilihan untuk meningkatkan penghasilan tambahan dari trading bitcoin dan tentunya dapat mendongkrak perekonomian.

    Selain itu, investasi aset kripto juga dapat menjadi pilihan bagi para trader dan investor untuk menutup kerugian akibat menurunnya kinerja investasi lain yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

    Indonesia adalah salah satu negara yang sudah melegalkan aset kripto sebagai sebuah komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sebagai sebuah aset digital. Di Indonesia sendiri terdapat 13 pedagang aset kripto yang sudah terdaftar secara legal dan formal di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

    “Memilih pedagang aset kripto yang sudah terdaftar secara resmi itu penting, karena dengan terdaftar di Bappebti artinya pedagang aset kripto tersebut telah mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dalam menjalankan bisnis jual-beli aset kripto dan juga untuk melakukan perlindungan terhadap pelanggan aset kripto”, kata Teguh Harmanda, COO bursa aset kripto Tokocrypto, Selasa (28 Juli 2020).

    Tokocrypto sendiri adalah pedagang aset digital kripto pertama yang terdaftar secara legal di Bappebti yang menyediakan fasilitas bagi masyarakat Indonesia yang ingin mencari alternatif investasi dan meningkatkan literasi keuangan digital, jelas teguh. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • South Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

    Meski pasar crypto secara keseluruhan telah bertumbuh dengan baik, terutama beberapa aset yang menjadi alat pembayaran. Namun ada pandangan yang menarik yang khusus dilayangkan kepada Bitcoin (BTC).

    Belum lama ini, crypto utama ini telah menjadi cameo di acara populer South Park setelah lebih dari satu dekade dan perasaan terpecah atas episode tersebut. Ini memprediksi masa depan untuk Bitcoin tetapi menyebut kelas aset sebagai skema Ponzi dengan gaya satir yang khas.

    Dalam sebuah episode di musim ke-24 pertunjukan. Bitcoin dan crypto yang dipilih adalah satu-satunya cara bertransaksi yang dapat diterima di masa depan. Episode berjudul “Pasca COVID” berlatar 40 tahun ke depan saat dunia mencapai tahap akhir pandemi dan manusia membayar barang dengan kartu Bitcoin melalui kode QR.

    Baca jugaPompliano: Bitcoin $100.000 Sudah Dekat

    Dalam episode tersebut, protagonis Stan Marsh memasuki sebuah motel bernama Super 12 Motel Plus mencari akomodasi untuk malam itu. Di dunia baru, nama merek memiliki kata “super” dan “plus” yang melekat padanya dan tanda di meja bertuliskan “ONLY Bitcoin.”

    “Ini masa depan – kita semua telah memutuskan bahwa perbankan terpusat dicurangi sehingga kami lebih percaya pada skema Ponzi terbang-demi-malam,” ujar resepsionis motel memberi tahu Stan.

    Referensi Bitcoin sebagai skema Ponzi diambil telah membuat produser acara dikecam oleh beberapa maksimalis Bitcoin. Namun, yang lain melihat humor dalam episode yang sejalan dengan sifat satir South Park dan mengambil hikmah bahwa aset tersebut akan diadopsi secara luas di masa depan.

    Baca jugaKenalkan Penyimpanan Terdesentralisasi, Crust Bermitra dengan BSC

    Pada tahun 2009, acara tersebut melemparkan ejekan pada lembaga keuangan tradisional setelah krisis keuangan global.

    Episode berjudul “Margaritaville” mengikuti ayah Stan yang membawanya ke bank untuk belajar tentang pentingnya tabungan dan meminta dia untuk menyetor $100. Stan dengan ragu-ragu mendekati bankir dan menyerahkan uang kepadanya, sementara bankir memberi tahu dia tentang peluang investasi.

    “Kita bisa menaruh cek itu di reksa dana pasar uang, lalu kita akan menginvestasikan kembali pendapatannya ke rekening mata uang asing dengan bunga majemuk aaa dan itu hilang,” kata bankir itu kepada Stan yang bingung.

    Tidak hanya South Park, banyak kartun lainnya seperi The Simpson mengatakan bahwa BTC menjadi pembayaran.

    Pada intinya, apa yang dulu meragukan Bitcoin kini sudah sangat optimis terhadapnya. Fundamental dan dukungan kuat dari banyak institusi telah membuat BTC menjelma menjadi sebuah mata uang digital yang kuat untuk bersaing di era ekonomi digital.  Sehingga, apa yang diramalkan di acara tersebut kemungkinan akan benar terjadi. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Bitcoin Terbesar Baru Saja Terpecahkan, Berapa Ya Nilainya?

    Dengan harga Bitcoin yang terus mendekati $13.000, salah satu dompet crypto dikabarkan baru saja melakukan transaksi Bitcoin dengan memindahkan uang sebesar lebih dari $1 miliar.

    Menurut data on-chain, pemegang dompet BTC tersebut memindahkan lebih dari 88.857 BTC atau bernilai $1,15 miliar – dengan biaya pengiriman hanya 0,00027847 BTC, atau setara $3,58 pada saat berita ini dipublikasikan. Koin-koin tersebut dikonfirmasi di blok 654.364 pada 26 Oktober.

    Baca Juga: Perusahaan Besar Dukung Bitcoin, Sebentar Lagi Giliran Bank

    Data dari platform analitik CrystalBlockchain, tampaknya menunjukkan bahwa pengguna mengirim koin dari alamat dompet yang diberi label sebagai dompet Xapo Bitcoin. Pada 2019 lalu, Coinbase Custody mengakuisisi bisnis institusional Xapo, ada kemungkinan bahwa $1,15 miliar dalam bentuk Bitcoin berasal dari bursa yang berbada di Amerika Serikat.

    Transaksi ini adalah pergerakan terbesar dari semua cryptocurrency berdasarkan nilai mata uang fiat, sebelumnya Bitfinex mencatat rekor sebagai pemegang transaksi Bitcoin terbesar pada bulan April lalu. Saat itu, mentransfer 161.500 BTC – $1,1 miliar – dengan biaya hanya $0,68.

    Walaupun sebenarnya, transaksi Bitcoin ini masih kalah banyak dibanding Mt. Gox, sebuah cryptocurrency exchange yang berbasis di Tokyo, Jepang. Yang memindahkan sebanyak 500.000 BTC atau kala itu bernilai $1,32 juta pada 16 November 2011 silam. Namun bila dikonversikan pada harga BTC/USD hari ini, transaksi yang terjadi pada 2011 silam tersebut bernilai $7 miliar.

    Baca Juga: Bank DBS Singapura Hadirkan Layanan Aset Digital

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Satu Faktor Utama Yang Perlu Bitcoin Atasi Sebelum Tembus $ 20.000

    Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi saham tradisional, tapi Bitcoin mulai menunjukkan bullish. Bitcoin tembus $13.725, berdasarkan Binance, hal ini akan mempermudah lonjakan Bitcoin untuk tembus $ 20.000.

    Namun, harga Bitcoin sangat cepat turun ke $13.100 dan ranging pada saat ini.

    Baca Juga: Bersiap! Ethereum 2.0 Akan “Segera” Rilis

    Tapi, para ahli pasar mengatakan ada satu faktor yang perlu Bitcoin atasi sebelum tembus $ 20.000. Mereka mengharapkan resistensi di zona $ 13.500 dan $ 14.250. Artinya jika pergerakan lebih lanjut ingin dicapai, Bitcoin harus menembus level resistensi $ 14.250 terlebih dahulu.

    Ahli pasar optimis bahwa Bitcoin pada akhirnya mampu melewati rintangan ini, karena Bitcoin sebelumnya sudah mampu menembus $ 12.000 – yang menjadi penghalang resistensi selama berminggu-minggu lamanya.

    Para ahli mengatakan, dengan ‘membereskan’ satu level resistensi utama ini, maka Bitcoin akan dengan mudah untuk menembus $ 20.000. Para ahli berasumsi Bitcoin mungkin saja tidak menembusnya dalam satu kesempatan, sebaliknya, Bitcoin mungkin perlu mencobanya beberapa kali.

    Menguji ulang level tersebut tidak selalu berarti bearish, karena pemimpin pasar telah mengatakan bahwa pengujian lebel dukunganresistensi adalah hal yang normal sebelum tren naik.

    Selain itu, dolar AS yang terus terdepresiasi, juga menunjukkan bahwa harga Bitcoin akan melonjak lebih tinggi – menyiratkan kemungkinan besar Bitcoin mampu menaklukan level $ 14.250.

    Berita Terkait: Inilah 3 Alasan Mengapa harga Bitcoin yang Turun Bukanlah Tanda Bearish

    Kelangkaan Bitcoin membuat para investor ritel dan institusional berbondong-bondong mengadopsi Bitcoin sebagai aset safe haven yang andal. Mike Novogratz baru-baru ini menggembar-gemborkan cryptocurrency. Selain itu, CEO Galaxy Gdigital juga menyuarakan hal serupa.

    “Berdasarkan penyesuaian risiko, $ BTC adalah taruhan yang lebih mudah pada hari ini dari pada sebelumnya. Bitcoin dipertaruhkan setiap hari,” katanya melalui Twitter.

    Terlepas dari semua bencana pandemi global Covid-19, tahun 2020 nampaknya benar-benar tahunnya Bitcoin. Survey Grayscale Investments, semakin banyak investor dolar AS yang tertarik dengan Bitcoin di tahun ini.

    “Lebih dari setengah invetor AS tertarik untuk berinvestasi di Bitcoin pada tahun 2020, lebih dari setengah (55%) responden survei menyatakan minatnya pada Bitcoin,” laporan resmi Grayscale Investments.

    Menurut Crypto Michael, analis crypto di Twitter, Bitcoin harus mampu menahan di $13.250-$13.325, jika tidak, harga akan kembali ke $12.700.

    Namun, jika dilihat dari grafik mingguan, BTC masih berada di trend bullish.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pandemi Menjadi Pemicu Grafik “Parabola” Bitcoin

    BTC yang merupakan pemimpin pasar cryptocurrency kembali stabil setelah jatuh ke $3.700 pada pertengahan Maret lalu ini, sekarang dinobatkan sebagai salah satu “investasi terbaik” yang tersedia.

    Kiyosaki berkomentar “Pemerintah AS mencetak sekitar $10 triliun dollar AS PALSU untuk menyelamatkan AS dari keterpurukan. FED mencetak uang tersebut untuk menyelamatkan Bank-Bank BAYANGAN”. Lalu ia juga menambahkan:

    “Dollar berada pada pasar bull untuk saat ini. Namun, ketika dollar masuk ke dalam pasar bear, Emas, Silver, dan Bitcoin akan menghadapi grafik parabola-nya (kenaikan). Itu adalah investasi terbaik saat ini. JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN.”

    Tonggak yang paling populer memanfaatkan narasi yang semakin lazim di kalangan pendukung Bitcoin dan bahkan lebih luas lagi. Dalam kondisi jutaan orang mencari tunjangan karena menjadi pengangguran, pasar saham secara paradoks justru menunjukkan peningkatan.Teori ini ada di balik pusat narasi mengenai pemerintah dan bank sentral menggunakan pandemi Covid-19 untuk menciptakan keadaan “neo-feodalisme”, menurut tuan rumah RT Max Keizer.Bank-bank sentral membeli ekuitas, dengan dalih hukum yang sebenarnya sangat diragukan, untuk memperkaya kelompok minoritas dan membuat para pelaku pasar utama tetap kuat secara finansial sementara peserta lain kalah dalam pertarungan.

    Hidup Uang Tunai!

    Tindakan bank sentral tersebut akhirnya berhasil membuat dolar menguat dan menyebabkan kehancuran pada pasar saham global pada bulan Maret lalu.

    Uang tunai, yang padahal disebut sebagai “sampah” oleh Ray Dalio pada bulan Januari sebelumnya, dipandang sebagai satu-satunya sebagai “juru selamat” oleh para investor. Kepanikan ini mengakibatkan tekanan likuiditas yang besar.

    Posisi Takhta Masih Goyah

    Terlepas dari slogan “Hidup Uang Tunai!” tersebut, beberapa pemimpin bisnis percaya bahwa waktu untuk uang tunai berjaya hanya sebentar. Hal ini disebabkan karena stimulus moneter yang secara agresif diterapkan dan diprakarsai oleh bank sentral.

    Menurut Mark W. Yusko, Pendiri Morgan Creek, Bitcoin adalah “yang selanjutnya” menempati takhta tersebut. Ia juga memprediksi gelombang kejut ekonomi yang sebanding dengan depresi hebat.

    Sementara itu, Kiyosaki berpendapat dolar hanya akan menghancurkan ekonomi dunia, dan krisis pandemi ini hanya akan memicu ledakannya.

    Baca juga: Harga Emas Makin Tinggi, Bagaimana dengan Bitcoin?

    Bitcoin Mengalahkan Kredensial Logam Mulia

    Lebih lanjut, Kiyosaki berpendapat bahwa solusinya ada pada Bitcoin. Cara ini akan membuat opsi untuk keluar dari model fiat.

    “Alasan saya mendukung Bitcoin hanya karena satu alasan, yaitu Anda bukan bagian dari sistem”.

    Sementara itu, emas telah mengalami peningkatan bahkan mendekati nilai All-Time-High-nya sejak tahun 2011 silam. Bahkan perak yang kurang dilihat seperti aset dibandingkan emas dan Bitcoin, mengalami kenaikan yang kuat sejak Maret lalu.

    Seperti yang dicatat oleh Saifedean Ammous, Penulis buku populer “The Bitcoin Standard”, bagaimanapun perak pada akhirnya akan menjadi mudah untuk diproduksi dibandingkan emas, dan hal tersebut membuatnya tidak dapat menjadi solusi yang benar-benar menarik.

    Bitcoin adalah bentuk uang yang paling kuat. Hal ini disebabkan karena Bitcoin merupakan bentuk uang pertama yang tidak dapat dimanipulasi oleh manusia untuk diproduksi secara cepat. Tidak seperti emas, produksinya dibatasi hanya oleh waktu manusia. Emas juga memiliki kelangkaan absolut.

    SumberSumber Artikel



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Optimis Harga Bitcoin Naik di Bulan Mendatang

    Bitcoin telah mengalami reli yang cukup kuat sejak posisi terendahnya pada dua minggu lalu. Raja mata uang crypto saat penulisan ini ditulis berada dikisaran Rp192,7 juta, jauh di atas posisi terendahnya selama koreksi pada September lalu di Rp155 juta. Banyak investor yang berharap, Bitcoin terus melaju ke arah yang lebih tinggi lagi di bulan-bulan mendatang.

    Baca Juga: ConsenSys dan Protocol Labs Integrasikan Filecoin Jadi Alat Pengembangan Ethereum

    Harapan ini juga didukung dengan beberapa indikator yang ada, seperti Indikator Satu Hari dari Fisher Transform. Indikator tersebut menunjukan Bitcoin berada di level tertinggi jangka menengah sejak Mei-Agustus tahun lalu, dan Februari tahun ini.

    Analis: Harga Bitcoin Bisa Lebih Tinggi di Bulan Mendatang

    Terlepas dari pergerakan harga di atas, beberapa analis memperkirakan Bitcoin akan menuju ke harga yang lebih tinggi lagi dalam beberapa bulan ke depan.

    Real Vision, outlet media keuangan terkemuka, beberapa waktu lalu mengeluarkan hasil Survei Bursa Real Vision terbaru. Dalam laporan tersebut, sebagian besar investor sangat optimis Bitcoin akan reli lebih tinggi lagi di bulan mendatang.

    Dengan melihat ekuitas dan mata uang seperti USD, EUR, AUD, dan lainnya yang mengarah lebih rendah, imbal hasil obligasi di Amerika akan turun, emas yang diprediksi akan meningkat tetapi sedikit, serta reli Bitcoin baru-baru ini, membuat sentimen positif terhadap pasar Bitcoin semakin kuat.

    Bill Barhydt, CEO Abra juga memunjukan sentimen positifnya terhadap Bitcoin. Bahkan, hingga saat ini portofolio mata uang crypto tersebut terus bertambah dan mencapai 50% dari portofolio keseluruhan.

    Baca Juga: Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    “Ada 3 alasan saya percaya… Fundamental, Teknis, dan Sentimen.”

    Banyak investor yang berharap, stimulus fiskal di Amerika nanti akan berpotensi mendorong BTC ke harga yang lebih tinggi lagi. Termasuk faktor, adanya devaluasi dolar AS yang membuat kenaikan Bitcoin di bulan-bulan mendatang semakin mungkin terjadi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com