Tag: bitcoin

  • Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dalam 24 jam terakhir. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level $70.587,56, turun tipis sekitar 0,32%.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,41 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $44,65 miliar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Meski penurunan hariannya kecil, pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi di tengah ketidakpastian arah pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $70.826, Tekanan Meningkat

    Pergerakan Harga: Sideways dengan Volatilitas Terbatas

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit, yakni $68.805,52 hingga $70.951,21.

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual dan beli relatif seimbang. Tidak ada dorongan kuat dari kedua sisi yang mampu menggerakkan harga secara signifikan.

    Dalam jangka pendek, kondisi ini sering disebut sebagai fase sideways atau konsolidasi, di mana pasar sedang “menunggu” katalis baru.

    Tren Historis: Pemulihan Masih Terbatas

    Jika dilihat dari performa historis, Bitcoin menunjukkan pola yang campuran:

    • 30 hari: naik 4,41%
    • 60 hari: turun 23,69%
    • 90 hari: turun 20,07%

    Kenaikan dalam 30 hari terakhir mengindikasikan adanya upaya pemulihan. Namun, penurunan tajam dalam jangka menengah menunjukkan bahwa tekanan bearish masih belum sepenuhnya hilang.

    Selain itu, dalam 7 hari terakhir, Bitcoin juga tercatat turun sekitar 1,25%, memperkuat sinyal bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi setelah volatilitas sebelumnya.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

    Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin saat ini antara lain:

    1. Ketidakpastian Makroekonomi

    Kebijakan suku bunga global dan data inflasi masih menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko.

    2. Minim Katalis Baru

    Tidak adanya berita besar atau perkembangan signifikan dalam ekosistem kripto membuat pasar cenderung bergerak datar.

    3. Psikologi Level $70.000

    Level ini menjadi area psikologis penting. Selama harga berada di sekitar titik ini, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi besar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam kondisi saat ini, beberapa level teknikal menjadi fokus utama trader:

    • Support utama: $68.800
    • Support lanjutan: $67.000
    • Resistance terdekat: $71.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $71.000, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan terbuka. Sebaliknya, jika harga turun di bawah $68.800, tekanan bearish bisa kembali meningkat.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang lesu, Bitcoin tetap menjadi acuan utama bagi pergerakan aset kripto lainnya.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,48 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimal jika seluruh suplai beredar.

    Meski demikian, Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pertumbuhan jangka panjang, meskipun jalannya kemungkinan akan penuh volatilitas.

    Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan arah yang belum jelas sehingga boleh dikatakan, outlook jangka pendeknya masih netral (sideways).

    Pasar membutuhkan katalis baru untuk menentukan arah berikutnya, baik berupa sentimen makro, arus masuk dana institusional, maupun perkembangan regulasi.

    Baca Juga: Dana Kripto Tembus $1 Miliar Lagi! Bitcoin Disebut Jadi Safe Haven Baru?

    Pergerakan harga Bitcoin hari ini yang relatif stabil mencerminkan keseimbangan antara tekanan beli dan jual.

    Dengan volatilitas yang mulai mereda, pasar tampaknya sedang bersiap untuk pergerakan besar berikutnya.

    Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen untuk mengamati pasar lebih dalam sebelum mengambil keputusan.

    Level $70.000 tetap menjadi kunci—baik sebagai support psikologis maupun penentu arah tren jangka pendek.

    Apakah Bitcoin akan kembali menguat atau justru melanjutkan koreksi? Jawabannya kemungkinan akan ditentukan oleh sentimen global dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Kripto Tembus $1 Miliar Lagi! Bitcoin Disebut Jadi Safe Haven Baru?

    Produk investasi kripto kembali mencatat arus masuk dana besar dengan total mencapai lebih dari US$1 miliar dalam sepekan terakhir. Tren ini memperpanjang periode inflow menjadi tiga minggu berturut-turut, meskipun pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik.

    Dikutip Cointelegraph, data ini memperkuat pandangan bahwa aset digital, khususnya Bitcoin, mulai dipandang sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Produk Investasi Kripto Catat Inflow Beruntun

    Berdasarkan laporan terbaru, crypto exchange-traded products (ETP) mencatat inflow sebesar US$1,06 miliar dalam satu minggu.

    Bitcoin menjadi kontributor terbesar dengan arus masuk mencapai US$793 juta, diikuti oleh Ethereum dengan tambahan US$315 juta.

    Secara keseluruhan, selama tiga minggu terakhir, total inflow telah mencapai sekitar US$2,7 miliar.

    Bitcoin Dinilai Semakin Tahan terhadap Tekanan Global

    Kinerja positif ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

    Menariknya, aset kripto justru menunjukkan ketahanan dibandingkan aset tradisional, dengan total dana kelolaan (AuM) produk kripto meningkat sekitar 9,4% menjadi hampir US$140 miliar.

    Hal ini mendorong pandangan bahwa Bitcoin mulai dianggap sebagai “safe haven relatif” oleh sebagian investor.

    Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Ethereum Mulai Pulih, XRP Masih Tertekan

    Ethereum juga menunjukkan perbaikan dengan inflow signifikan, meskipun secara year-to-date masih mencatat sedikit arus keluar.

    Sementara itu, XRP mengalami tekanan dengan outflow sebesar US$76 juta dalam dua pekan terakhir.

    Di sisi lain, Solana mencatat inflow moderat sebesar US$9,1 juta, menunjukkan minat yang mulai tumbuh dari investor.

    ETF Bitcoin Jadi Penggerak Utama

    Sebagian besar inflow Bitcoin didorong oleh ETF spot di Amerika Serikat, yang mencatat arus masuk sebesar US$767 juta dalam sepekan.

    Ini menjadi streak inflow lima hari pertama di tahun 2026 untuk produk ETF Bitcoin.

    Meski demikian, secara keseluruhan ETF Bitcoin masih berada dalam posisi negatif sepanjang tahun, setelah mengalami outflow besar pada Januari dan Februari.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini penting secara onchain dan aliran modal karena menunjukkan minat institusional ke aset digital belum mati meski tekanan geopolitik masih tinggi.

    “Bitcoin tetap jadi penerima utama arus safe-haven relatif, sementara arus besar ke ETH memberi sinyal bahwa pasar mulai berani naik satu tingkat di risk curve; sebaliknya, outflow lanjutan dari XRP menunjukkan seleksi modal masih keras dan tidak semua aset ikut menikmati sentimen positif yang sama,” analisanya.

    Sentimen Pasar Masih Terbelah

    Menariknya, produk short-Bitcoin juga mencatat inflow sebesar US$8,1 juta, menandakan bahwa sebagian investor masih bersikap defensif.

    Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih terbelah, dengan sebagian melihat peluang kenaikan, sementara yang lain tetap berhati-hati terhadap risiko.

    Dengan tren inflow yang terus berlanjut, pasar kripto kini memasuki fase penting yang dapat menentukan apakah momentum ini akan berlanjut atau justru berbalik arah dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Serok Bitcoin Rp600M, Tapi XRP Justru Ditinggal Investor

    Arus dana institusional kembali mengalir deras ke Bitcoin, dengan BlackRock menyerap lebih dari US$600 juta BTC dalam sepekan. Di sisi lain, XRP justru menunjukkan tren berlawanan setelah mencatat arus keluar dari produk ETF.

    Dilaporkan BeInCrypto, data ini menegaskan pergeseran minat investor besar di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

    BlackRock Dominasi Pembelian Bitcoin

    Dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, ETF Bitcoin spot mencatat total inflow sebesar US$767 juta.

    Dari jumlah tersebut, produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar US$600,1 juta atau lebih dari 78% total arus masuk.

    Angka ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu pembeli institusional terbesar Bitcoin melalui instrumen yang teregulasi.

    Sementara itu, Grayscale justru mencatat arus keluar sebesar US$25,9 juta dari produknya.

    Selain Bitcoin, ETF berbasis Ethereum juga mencatat inflow sebesar US$160,9 juta dalam periode yang sama.

    Produk dari Fidelity menjadi kontributor utama dengan pembelian sekitar US$90,1 juta, meskipun ETF milik Grayscale kembali mengalami arus keluar.

    Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Di sisi lain, ETF Solana mulai menunjukkan tanda awal ketertarikan institusional dengan inflow sebesar US$10,7 juta.

    Meski relatif kecil, angka ini menunjukkan mulai terbukanya minat terhadap aset di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan aliran modal, ini menunjukkan rotasi institusional yang sangat selektif: uang besar masih nyaman menumpuk eksposur ke BTC dan mulai memberi ruang ke ETH serta SOL, tapi belum mau memberi dukungan yang sama ke XRP.

    “Pesan kasarnya jelas: pasar institusional saat ini lebih suka aset kripto yang likuid, mapan, dan punya jalur adopsi ETF yang lebih bersih daripada cerita yang masih menyisakan keraguan sentimen,” ungkapnya.

    XRP Jadi Pengecualian di Tengah Tren Positif

    Berbeda dengan aset lainnya, ETF XRP justru mencatat arus keluar sebesar US$28,07 juta dalam periode yang sama.

    Hal ini menjadikan XRP sebagai satu-satunya aset utama yang mengalami outflow di tengah tren masuknya dana ke produk kripto lainnya.

    Kondisi ini memperpanjang tren tekanan jual terhadap XRP sepanjang Maret, meskipun secara kumulatif total inflow ETF XRP sejak peluncuran masih berada di atas US$1,2 miliar.

    Indikasi Pergeseran Sentimen Institusional

    Perbedaan arus dana ini menunjukkan adanya kemungkinan rotasi investasi oleh pelaku institusional.

    Bitcoin tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh Ethereum dan mulai munculnya minat terhadap Solana, sementara XRP menghadapi tekanan dari sisi permintaan.

    Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah tren ini bersifat sementara atau mencerminkan perubahan strategi jangka panjang dari investor institusional.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasar serta perkembangan sentimen terhadap masing-masing aset kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Segar $1 Miliar Masuk! ETF Bitcoin Bikin Pasar Bergairah Lagi?

    Arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat kembali menguat, mencatat enam hari berturut-turut inflow dan hampir mencapai US$1 miliar sejak awal Maret. Tren ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin yang signifikan dalam periode yang sama.

    Data terbaru menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto mulai pulih meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

    ETF Bitcoin Catat Inflow 6 Hari Beruntun

    ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat inflow selama enam hari berturut-turut, menjadi tren terpanjang sejak Oktober 2025.

    Pada hari terakhir periode tersebut, ETF mencatat tambahan dana sebesar US$199,4 juta. Produk dari BlackRock dan Fidelity menjadi kontributor utama, masing-masing menyumbang US$139,4 juta dan US$64,5 juta.

    Secara total, sejak 9 Maret, inflow ETF Bitcoin telah mencapai sekitar US$962,8 juta.

    Harga Bitcoin Ikut Melonjak

    Sejalan dengan masuknya dana tersebut, harga Bitcoin juga mengalami kenaikan lebih dari 12%.

    Harga BTC naik dari sekitar US$65.960 menjadi US$74.250 dalam periode yang sama, mencerminkan hubungan erat antara arus dana institusional dan pergerakan harga pasar.

    Kenaikan ini juga menandai pemulihan setelah periode volatilitas yang dipicu oleh faktor makroekonomi global.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, arus dana ini menunjukkan permintaan institusional kembali agresif meski ketegangan geopolitik dan volatilitas minyak belum reda.

    “Kalau inflow ETF tetap konsisten, BTC punya bantalan demand yang kuat untuk menjaga momentum naik, tapi lonjakan FOMO juga bikin pasar lebih rawan pullback jangka pendek kalau aliran dana mulai melambat,” jelasnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    Sentimen Pasar Mulai Membaik

    Meskipun ketegangan geopolitik, khususnya terkait Amerika Serikat dan Iran, masih berlangsung, sentimen pasar kripto menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

    Dilaporkan Cointelegraph, beberapa laporan menyebutkan bahwa spekulasi mengenai potensi meredanya konflik turut mendorong kenaikan harga Bitcoin.

    Selain itu, indikator Fear & Greed Index juga mengalami peningkatan dan mulai keluar dari zona “Extreme Fear,” menandakan membaiknya kepercayaan investor.

    FOMO Kembali Muncul di Pasar

    Data dari Santiment menunjukkan bahwa tingkat fear of missing out (FOMO) di pasar kripto kini berada pada level tertinggi sejak awal Januari.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali melihat peluang pertumbuhan di sektor kripto dalam beberapa waktu ke depan.

    Meski demikian, analis tetap mengingatkan bahwa kondisi pasar masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, sehingga pergerakan harga dapat berubah dengan cepat.

    Dengan kombinasi arus dana yang kuat dan sentimen yang mulai pulih, pasar kripto saat ini memasuki fase penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $70.826, Tekanan Meningkat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (19/3), BTC diperdagangkan di level $70.826,33 atau turun sekitar 4,35% harian.

    Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pasar global dan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,416 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $46,68 miliar.

    Sementara itu, jumlah suplai yang beredar telah menyentuh 20 juta BTC, mendekati batas maksimum 21 juta yang menjadi karakteristik utama aset ini.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis ke $74.230, Kenapa?

    Pergerakan Harga: Melemah dalam Jangka Pendek

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan harga terendah $70.503,86 dan harga tertinggi $74.279,23.

    Penurunan sebesar lebih dari $3.000 dalam sehari mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat, terutama setelah BTC gagal mempertahankan level di atas $74.000.

    Meski demikian, jika dilihat dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mencatat kenaikan tipis sekitar 1,99%.

    Hal ini menunjukkan bahwa koreksi saat ini bisa jadi merupakan bagian dari konsolidasi setelah pergerakan naik sebelumnya.

    Tren Historis: Volatilitas Masih Tinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Melihat data historis, volatilitas Bitcoin masih tergolong tinggi dalam beberapa bulan terakhir:

    • 30 hari: naik 3,84%
    • 60 hari: turun 25,55%
    • 90 hari: turun 18,66%

    Penurunan tajam dalam rentang 60 hingga 90 hari menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah periode volatilitas ekstrem.

    Namun, kenaikan dalam 30 hari terakhir memberi sinyal bahwa ada upaya pemulihan, meskipun belum sepenuhnya stabil.

    Faktor Tekanan: Sentimen Makro dan Profit Taking

    Penurunan harga Bitcoin kali ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi antara lain:

    1. Sentimen Makroekonomi

    Kebijakan suku bunga tinggi dan data inflasi yang belum mereda membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

    2. Aksi Ambil Untung

    Setelah sempat mendekati level resistance kuat di atas $74.000, banyak trader memilih mengamankan profit, memicu tekanan jual jangka pendek.

    3. Psikologi Pasar

    Level $70.000 menjadi area psikologis penting. Ketika harga mendekati atau menembus level ini, volatilitas biasanya meningkat karena reaksi emosional pelaku pasar.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, ada beberapa level penting yang menjadi acuan trader:

    • Support utama: $70.000
    • Support lanjutan: $68.000
    • Resistance terdekat: $74.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $70.000, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam bisa meningkat.

    Sebaliknya, untuk kembali ke tren bullish, BTC perlu menembus resistance di $74.000 dan mempertahankan momentum di atasnya.

    Dominasi Pasar Tetap Kuat

    Meskipun harga sedang terkoreksi, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%.

    Kondisi ini menegaskan posisinya sebagai aset kripto utama yang menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang mencapai $1,487 triliun menunjukkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

    Bitcoin saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Selisih ini menunjukkan bahwa masih ada ruang pertumbuhan jangka panjang, meskipun jalannya kemungkinan tidak mulus.

    Baca Juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun?

    Penurunan harga Bitcoin sebesar 4,35% hari ini mencerminkan tekanan jangka pendek yang cukup signifikan.

    Namun, dalam konteks yang lebih luas, pergerakan ini masih bisa dianggap sebagai bagian dari konsolidasi pasar.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level $70.000 sebagai kunci utama. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap ada. Namun jika tidak, tekanan jual bisa berlanjut dalam waktu dekat.

    Di tengah volatilitas tinggi, disiplin manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi siapa pun yang terlibat di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Balik Arah? Pembeli Muncul Usai Tekanan Jual Besar

    Aktivitas pembelian Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan setelah periode tekanan jual yang kuat sepanjang Februari 2026. Data terbaru mengindikasikan adanya pergeseran sentimen pasar, meskipun kondisi makro global masih belum sepenuhnya mendukung aset berisiko.

    Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat serta ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung ketat dari Federal Reserve.

    Tekanan Makro Masih Membayangi Pasar

    Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, khususnya terkait Iran, pasar global masih menghadapi ketidakpastian.

    Selain itu, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dinilai sangat kecil, dengan probabilitas sekitar 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang.

    Fokus pasar kini tertuju pada sinyal kebijakan ke depan, termasuk kemungkinan kembali munculnya wacana kenaikan suku bunga.

    Kondisi ini umumnya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti kripto.

    Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Volume Mulai Berpihak ke Pembeli

    Meski demikian, data menunjukkan adanya perbaikan dalam struktur permintaan Bitcoin.

    Volume perdagangan di bursa besar seperti Binance dan Coinbase mulai menunjukkan dominasi pembeli dibandingkan penjual.

    Perubahan ini tercermin dari indikator volume delta 30 hari yang kini kembali ke wilayah positif.

    Sebelumnya, pada 16 Februari, volume delta tercatat sangat negatif, dengan -US$145 juta di Binance dan -US$88 juta di Coinbase, menandakan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar.

    Kini, angka tersebut berbalik menjadi positif, masing-masing sekitar +US$21 juta dan +US$14 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal awal bahwa struktur pasar Bitcoin sedang pulih karena buyer mulai kembali menyerap supply di spot market, bahkan saat tensi geopolitik dan peluang pemangkasan suku bunga masih buruk untuk aset berisiko.

    “Tapi likuiditas pasar masih tipis, jadi sinyal ini belum cukup buat teriak breakout; kalau tren beli berlanjut dan makin tebal, baru range sekarang punya peluang pecah ke atas,” analisanya.

    Sinyal Awal Pemulihan, Namun Belum Kuat

    Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan minat beli setelah periode dominasi penjual.

    Namun, para analis menilai bahwa tren ini masih dalam tahap awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

    Likuiditas pasar kripto juga masih relatif terbatas, sehingga pergerakan harga masih rentan terhadap perubahan sentimen secara cepat.

    Potensi Dorong Pergerakan Harga

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika tren peningkatan aktivitas pembeli ini berlanjut, hal tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap pergerakan harga Bitcoin.

    Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat membuka peluang bagi Bitcoin untuk keluar dari fase konsolidasi yang saat ini masih berlangsung.

    Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makroekonomi global serta respons investor terhadap kebijakan moneter yang akan datang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menguat Tipis ke $74.230, Kenapa?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan tipis dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 0,31% ke level $74.230,70.

    Meskipun kenaikan ini relatif kecil, pergerakan tersebut mencerminkan stabilitas pasar setelah reli dalam beberapa hari terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,48 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $40,25 miliar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di pasar global.

    Baca Juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Pergerakan Harga Masih Terjaga Stabil

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit dengan harga terendah $73.444,23 dan level tertinggi di angka $74.872,98.

    Pergerakan ini menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya.

    Dalam jangka sangat pendek, BTC bahkan sempat mengalami koreksi kecil sebesar -0,37% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya tekanan jual ringan di area resistance.

    Namun secara keseluruhan, tren jangka pendek masih cenderung positif.

    Kinerja Jangka Menengah Masih Campuran

    Jika melihat performa dalam beberapa periode, Tokocrypto melihat pergerakan raja kripto tersebut dengan kondisi berikut:

    • 7 hari: +6,09%
    • 30 hari: +8,07%
    • 60 hari: -22,07%
    • 90 hari: -14,49%

    Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

    Kenaikan dalam 30 hari terakhir menjadi sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul, meskipun tren jangka menengah belum sepenuhnya bullish.

    Volume Perdagangan Masih Solid

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan sebesar $40,25 miliar menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih cukup tinggi, meskipun tidak sebesar lonjakan volume pada fase rally sebelumnya.

    Volume yang stabil ini mengindikasikan likuiditas pasar tetap terjaga, tidak ada kepanikan besar di sisi jual, atau pasar cenderung menunggu katalis berikutnya.

    Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga biasanya akan cenderung sideways sebelum terjadi breakout.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level teknikal penting:

    • Support terdekat: $73.400
    • Resistance utama: $75.000

    Jika Bitcoin mampu menembus level $75.000, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika harga turun di bawah $73.400, maka BTC berpotensi kembali menguji level psikologis di sekitar $72.000.

    Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, yang berarti masih terdapat ruang pertumbuhan yang cukup besar dalam jangka panjang.

    Namun, untuk mencapai level tersebut, pasar membutuhkan kombinasi faktor seperti arus masuk dana institusional, kebijakan moneter global yang lebih longgar, hingga adopsi yang semakin luas.

    Sentimen Pasar: Menunggu Katalis Baru

    Kenaikan tipis hari ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase wait and see.

    Investor tampaknya menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan lebih signifikan, seperti data ekonomi global, perkembangan regulasi kripto, dan arus dana ke produk investasi berbasis Bitcoin

    Tanpa katalis tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dalam range saat ini.

    Dominasi Bitcoin Tetap Kuat

    Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor utama yang mendukung valuasinya.

    Selain itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama bagi pergerakan altcoin.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

    Dengan demikian, harga Bitcoin hari ini yang berada di level $74.230 mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil dengan kecenderungan bullish ringan.

    Meski kenaikannya terbatas, struktur pasar masih mendukung potensi pergerakan naik jika resistance kunci berhasil ditembus.

    Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan bergerak dalam fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru.

    Level $75.000 menjadi titik penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya bagi Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Stablecoin kini semakin menunjukkan peran penting dalam ekosistem kripto, dengan data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa aset ini telah berkembang menjadi infrastruktur utama dalam keuangan digital berbasis blockchain.

    DIlaporkan Crypto Quant, pertumbuhan jumlah pengguna dan kapitalisasi pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa stablecoin tidak lagi sekadar alat trading, tetapi juga digunakan secara luas dalam berbagai aktivitas finansial.

    Adopsi Stablecoin Terus Meningkat

    Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan stablecoin berbasis ERC-20 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai sekitar US$300 miliar. Aset seperti USDT dan USDC mendominasi pasar dan menjadi sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset digital.

    Selain digunakan di bursa kripto, stablecoin juga banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi, termasuk untuk aktivitas pinjam-meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pembayaran on-chain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, pertumbuhan stablecoin sekarang lebih mencerminkan utilitas finansial nyata daripada spekulasi murni.

    “Selama permintaan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, dan infrastruktur DeFi terus naik, stablecoin akan tetap jadi rel utama adopsi onchain,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

    Digunakan Berbeda di Setiap Negara

    Penggunaan stablecoin juga menunjukkan perbedaan signifikan di berbagai wilayah, tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing negara.

    Di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang yang tidak stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alternatif “dolar digital”. Nigeria menjadi salah satu contoh dengan tingkat adopsi yang tinggi, di mana masyarakat memanfaatkan USDT dan USDC untuk melindungi nilai aset dan melakukan transaksi peer-to-peer.

    Sementara itu, di India dan Filipina, stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan remitansi. Di Amerika Serikat, penggunaan lebih terfokus pada pasar keuangan sebagai sumber likuiditas untuk trading dan aliran modal institusional.

    Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Alat Trading

    Perbedaan pola penggunaan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi menjadi infrastruktur finansial yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

    Jepang juga mulai memasuki ruang ini setelah adanya perubahan regulasi, dengan munculnya stablecoin berbasis yen seperti JPYC yang berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

    Secara keseluruhan, data on-chain memperlihatkan bahwa stablecoin kini berkembang dari sekadar pasangan trading menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi 22.337 BTC senilai sekitar US$1,57 miliar atau setara lebih dari Rp25 triliun.

    Langkah ini memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

    Pembelian Bitcoin Masif Berlanjut

    Berdasarkan laporan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pembelian dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per Bitcoin.

    Harga tersebut berada di bawah rata-rata akumulasi keseluruhan perusahaan yang tercatat sekitar US$75.696 per BTC.

    Dilaporkan Cointelegraph, pembelian ini juga menjadi salah satu dari lima transaksi terbesar yang pernah dilakukan Strategy, melanjutkan tren akumulasi agresif setelah sebelumnya membeli hampir 18.000 BTC dalam pekan sebelumnya.

    Total Kepemilikan Tembus 761.000 BTC

    Dengan tambahan pembelian terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 761.068 BTC.

    Perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$57,61 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin tersebut.

    Jumlah ini setara dengan lebih dari 3% dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

    Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

    “Pesannya ke pasar keras dan jelas: Strategy masih menjadikan BTC sebagai aset inti treasury, dan selama akses ke pasar modal tetap lancar, mereka akan terus jadi salah satu pendorong adopsi institusional paling agresif di dunia kripto,” katanya.

    Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

    Dibiayai dari Penjualan Saham

    Pembelian Bitcoin tersebut didanai melalui penjualan saham preferen perpetual perusahaan, yaitu STRC, serta saham biasa.

    Dalam periode yang sama, Strategy menjual sekitar 11,9 juta saham STRC dan mengumpulkan dana sekitar US$1,18 miliar, yang mencakup sekitar 75% dari total nilai pembelian Bitcoin.

    Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham biasa (MSTR) dengan nilai sekitar US$396 juta.

    Strategi Pendanaan dan Target Jangka Panjang

    Strategy terus mengandalkan strategi pembiayaan melalui pasar modal untuk mendukung akumulasi Bitcoin.

    Produk saham preferen STRC disebut menjadi salah satu instrumen yang paling likuid di pasar, memungkinkan perusahaan mengakses dana dalam jumlah besar secara cepat.

    Dengan total kepemilikan saat ini, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC tambahan untuk mencapai target 1 juta BTC.

    Untuk mencapai target tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, perusahaan perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC per minggu.

    Langkah agresif Strategy ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangan korporasi mereka.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 1,4% ke level $74.646,70.

    Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar yang terlihat dari lonjakan volume perdagangan harian.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (17/3), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,49 triliun, sementara volume transaksi dalam 24 jam melonjak ke $58,45 miliar.

    Angka ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor di tengah sentimen pasar yang mulai menguat.

    Baca Juga: Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

    Pergerakan Harga: Stabil dengan Tren Naik

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $72.912,41 dan harga tertinggi $75.988,40.

    Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih terjaga, namun dengan kecenderungan naik. Secara intraday, BTC sempat mengalami tekanan kecil dengan penurunan 0,49% dalam 1 jam terakhir, tetapi secara keseluruhan masih bertahan dalam tren positif.

    Jika dilihat dari performa yang lebih luas:

    • 7 hari: +7,09%
    • 30 hari: +5,9%
    • 60 hari: -21,88%
    • 90 hari: -14,41%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi jangka menengah, momentum jangka pendek mulai kembali menguat.

    Lonjakan Volume Jadi Sinyal Penting

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu indikator paling menonjol dalam pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $58 miliar.

    Volume yang tinggi biasanya menandakan minat pasar meningkat, likuiditas yang lebih kuat, dan potensi pergerakan harga yang lebih berkelanjutan.

    Kombinasi antara kenaikan harga dan volume ini sering dianggap sebagai sinyal bullish, karena menunjukkan bahwa kenaikan tidak terjadi secara tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

    Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

    Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan dengan peringkat 1 dan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di kisaran $1,56 triliun, memperlihatkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Dominasi Bitcoin yang kuat juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

    • Support terdekat: $72.900
    • Resistance kuat: $76.000

    Jika Bitcoin mampu menembus level $76.000, maka peluang untuk melanjutkan tren naik ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika terjadi koreksi dan harga turun di bawah $72.900, maka BTC berpotensi kembali menguji area support berikutnya di kisaran $70.000.

    Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

    Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Hal ini menunjukkan bahwa ruang untuk pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama jika didukung oleh faktor-faktor seperti:

    • Arus masuk dana institusional
    • Adopsi yang semakin luas
    • Stabilitas makroekonomi global

    Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

    Sentimen Pasar: Cenderung Positif

    Kenaikan harga Bitcoin saat ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih optimistis.

    Dalam beberapa hari terakhir, BTC berhasil mempertahankan tren naik yang konsisten, didukung oleh peningkatan volume dan stabilitas harga di atas level kunci.

    Selain itu, kenaikan sebesar $792 dalam sehari menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, meskipun belum masuk ke fase rally agresif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

    Harga Bitcoin hari ini yang naik ke $74.646 menandakan bahwa pasar mulai kembali mendapatkan momentum positif.

    Didukung oleh lonjakan volume dan pergerakan harga yang stabil, BTC berpotensi melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

    Namun, investor tetap perlu mencermati level resistance di $76.000 serta menjaga kewaspadaan terhadap potensi koreksi jangka pendek.

    Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa semakin mendekati fase pemulihan penuh setelah koreksi besar dalam beberapa bulan terakhir.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com