Bitcoin mengalami pergerakan harga yang cukup drastis hari ini, dimana harga meningkat dari angka 3,7 ke angka 3,8 juta dalam waktu beberapa jam saja. Namun salah satu Alternate Coin bernama BitBay (BAY) bahkan memiliki tingkat fluktuasi harga yang lebih mengesankan daripada Bitcoin. Pada tanggal 15 Maret 2015, BitBay mengalami kenaikan harga sebesar 36,1% dalam waktu 2,5 jam saja!
Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan pergerakan harga BitBay di pasar Bittrex melalui grafik di bawah ini.
Garis merah tersebut menunjukkan pergerakan harga BitBay yang meningkat cukup banyak dari pukul 19.30 hingga 22.00 WIB kemarin.
Harga dibuka pada angka 0.00000072 BTC untuk tiap coin BitBay yang diperdagangkan. Volume perdagangan BitBay juga masih sangat kecil yaitu 50.000 BAY pada pukul 19.30 WIB. Harga terus bergerak naik sampai akhirnya menyentuh titik tertinggi di angka 0.00000098 BTC/BAY sebelum harga turun kembali. Dari sana pergerakan harga terus naik turun secara tidak menentu, dan volume BitBay yang diperdagangkan pada jam tersebut meningkat sebanyak 18 kali lipat dari sebelumnya.
Jika dihitung dari harga pembuka, maka harga BitBay meningkat sebanyak 36,1% dalam waktu 2,5 jam saja! Jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan Bitcoin, bukan?
Dengan volume transaksi mencapai 175 juta rupiah perharinya, BitBay memiliki pasar yang cocok untuk Anda perhatikan karena tingkat volatilitasnya cukup tinggi. Sampai hari ini, BitBay masih menduduki peringkat ketiga dalam daftar cryptocurrency yang pergerakan harganya paling ekstrim. Jika Anda tertarik untuk mencoba peruntungan Anda di pasar ini, pastikan Anda sudah memiliki Bitcoin terlebih dahulu untuk memudahkan trading cryptocurrency Anda.
Dapatkan Bitcoin pertama Anda dengan Rupiah hanya di www.indodax.com !
Perusahaan kendaraan listrik Tesla Inc baru saja melaporkan keuntungan bersih perusahaan selama kuartal pertama 2021. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini melaporkan mendapatkan keuntungan bersih dari penjualan produknya senilai US$ 438 juta selama kuartal pertama 2021.
Di samping laba bersih dari penjualan produk dan aktivitas perdagangan perusahaan lainnya, Tesla pun mendapat keuntungan US$272 juta dari penjualan sebagai aset Bitcoin yang dimilikinya.
Seperti kita ketahui, Tesla memiliki aset Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar yang mereka beli pada bulan Februari 2021. Kepemilikan aset tersebut pun digenapi dengan kebijakan perusahaan yang menerima pembelian produknya menggunakan Bitcoin.
Dalam laporan keuangannya, Tesla menyebutkan bahwa keuntungan perusahaan pun disumbangkan oleh penjualan aset Bitcoin yang mereka miliki. Total keuntungan bersih dari penjualan aset digital ini hampir separuh dari nilai laba bersih perusahaan.
Sehingga Tesla mendapat keuntungan dari penjualan sebagian aset BTC sebesar US$272 juta dan dari penerimaan perusahaan di luar BTC sebesar US$ 438 juta.
“Tahun demi tahun, perusahaan mendapat dampak positif dari pertumbuhan volume, pertumbuhan pendapatan kredit regulasi, peningkatan margin kotor didorong oleh pengurangan biaya produk lebih lanjut dari penjualan Bitcoin,” tulis laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan.
Dalam sebuah cuitan, CEO Tesla mengatakan, bahwa “Tesla menjual 10% dari kepemilikannya pada dasarnya untuk membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca,” tulis Elon dalam cuitannya, Selasa, 27 April 2021.
Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!
Cara Kerja Mata Uang Digital
Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.
Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain.
Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).
Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).
Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia
Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!
Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.
Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.
Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah.
Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja, DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.
Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.
Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah.
Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.
BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.
Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.
Toko Token (TKO)
TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.
Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!
Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!
Seorang trader Bitcoin yang sukses akan fokus pada analisis teknis. Sebagai mata uang virtual yang tidak memiliki otoritas atau aturan dari lembaga lainnya, membuat harga Bitcoin sangat bergantung pada penggunanya, baik pembeli maupun penjual.
Jadi, analisis teknis yang tepat dan akurat sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan dari trading Bitcoin. Analisis teknis membantu Anda mengumpulkan beberapa petunjuk yang berguna dalam memprediksi nilai Bitcoin di masa depan dan juga dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mendapatkan keuntungan.
Miliki Target Individu
Terget individu membantu Anda memiliki tujuan yang jelas dalam melakukan trading Bitcoin. Jika Anda memiliki target individu maka Anda akan membuat rencana dan menurunkan sebagian besar risiko. Dalam trading Bitcoin, Anda belum tentu beruntung setiap hari.
Sementara, beberapa trader berpengalaman selalu mencari trader Bitcoin newbie dan menjerumuskan newbie dalam masalah besar. Artinya, trader berpengalaman bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar lalu pergi dengan semua uang Anda begitu saja.
Tentu Anda tidak menginginkan hal ini menimpa Anda. Jadi jika Anda memiliki target individu, maka itu akan menjaga Anda berada di jalur yang benar.
Miliki Batasan Waktu
Trading Bitcoin merupakan aktivitas di mana kebanyakan orang hanyut dalam emosi mereka sendiri, dan ini bisa menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu, sebelum terjun ke dunia trading Bitcoin, sebaiknya Anda memiliki batasan waktu yang tepat untuk memperhitungkan untung dan rugi.
Batasan waktu yang tepat ini bisa membantu mengurangi kerugian dan meningkatkan peluang keuntungan. Jika Anda menang, maka batasan waktu akan membantu Anda tetap untung. Sebaliknya, jika Anda kalah, maka batasan waktu akan meminimalkan kerugian Anda. Prinsipnya, lebih baik kehilangan sejumlah uang dari pada kehilangan semuanya.
Efisien Menangani Risiko
Trading Bitcoin penuh risiko, Anda harus tenang dan mengelolanya dengan baik. Kebanyakan orang berpikir bahwa cara trading cryptocurrency adalah hal yang mudah, tapi nyatanya kerugian lebih sering terjadi daripada keuntungan.
Kuncinya, fokuslah mengejar keuntungan sedikit demi sedikit karena minim resiko dari pada mengejar keuntungan besar tapi sangat berisiko. Selain itu, cobalah berinvestasi lebih banyak di pasar likuid agar Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan cepat dan meminimalkan kerugian.
Jangan Terkecoh Harga Rendah
Harga rendah memang selalu menarik, sama halnya dalam aktivitas trading Bitcoin. Sebagian besar trader tertarik pada cryptocurrency dengan harga rendah dan memperjualbelikannya dengan Bitcoin. Ini adalah kesalahan besar karena meskipun harganya terjangkau, tetapi nilai pasarnya cukup rendah.
Jadi, alih-alih fokus pada harga mata uangnya, Anda harus lebih baik fokus pada nilai pasarnya karena itulah yang akan mendatangkan keuntungan bagi Anda. Ingatlah, Bitcoin adalah masa depan.
Namun, harus diperhatikan bahwa semua perdagangan mempunyai risk.
Bitcoin baru saja menyentuh harga tertinggi barunya di sekitar Rp949,4 Juta pada Rabu, 14 April 2021, pukul 13.14 WIB.
Dikabarkan bahwa walau saat ini sedang terkoreksi kembali, apresiasi Bitcoin belum terlihat selesai akibat masih memiliki potensi naik lebih tinggi.
Komisaris SEC Membantu Mendorong
Salah satu hal yang memberikan dorongan positif untuk Bitcoin adalah pernyataan dari Komisaris Securities and Exchange Commission (SEC).
Penyataannya membuat mayoritas investor Bitcoin terlihat tenang akibat kemungkinan adanya dorongan dari SEC terhadap keberlanjutan Bitcoin di pasar keuangan.
Hester Pierce, Komisaris dari SEC, menyatakan bahwa menurutnya melarang Bitcoin di Amerika, sama seperti melarang penggunaan internet. Ia menyatakan,
“Seperti yang sebelumnya pernah saya katakan, saya tidak melihat cara untuk melarang Bitcoin di Amerika. Pemerintah akan sangat bodoh untuk mencoba melarang Bitcoin di Amerika.”
Ia kemudian menyatakan bahwa Bitcoin merupakan sebuah fenomena keuangan yang telah diadopsi dan sudah mendewasa seiring berjalannya waktu.
Menurutnya, sangat penting untuk mendorong keberadaan Bitcoin akibat adopsinya yang semakin luas, dan Amerika yang menurutnya relatif sudah tertinggal dari negara lain.
Pierce juga menyatakan bahwa regulasi dibutuhkan untuk mendukung keberadaan Bitcoin dan crypto di Amerika. Ia menyatakan,
“Menurut saya pendekatan produktif untuk Bitcoin bukan dengan membiarkannya bergerak tanpa regulasi. Namun menurut saya diperlukan regulasi untuk mendorong pertumbuhan Bitcoin dan crypto secara menyeluruh.”
Pernyataan ini nampaknya dianggap positif oleh mayoritas pasar, akibat setelah adanya pernyataan tersebut, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan.
Dorongan Positif dari Coinbase
Apresiasi ke harga tertinggi baru ini dikabarkan juga memiliki hubungan dengan Coinbase, yang akan melaksanakan Initial Public Offering (IPO).
IPO adalah melantainya sebuah saham perusahaan di pasar modal, dan saham perusahaan Coinbase akan melantai di bursa saham Amerika.
Coinbase akan memiliki nama saham COIN yang akan menjadi bagian dari indeks Nasdaq-100, akibat tergolong sebagai saham teknologi.
COIN akan resmi diperdagangkan pada hari ini saat pasar saham Amerika di buka, namun terdapat informasi pasti.
Walaupun begitu, umumnya melantainya sebuah saham baru terjadi saat pasar akan ditutup, sehingga terdapat prediksi bahwa saham akan resmi di perdagangkan di akhir sesi.
Bursa crypto dengan volume $2.733.622.598 atau hampir Rp40 Triliun per hari ini, akan menjadi bursa crypto pertama yang melantai di pasar saham.
Diprediksi bahwa IPO ini akan membentuk jembatan lebih dekat antara saham dan crypto, sehingga adopsi crypto akan menjadi semakin luas.
Coinbase sendiri memiliki lebih dari 50 crypto yang tersedia untuk diperdagangkan di bursanya, termasuk Bitcoin.
Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 56 Juta pengguna dan mengayomi 7.000 investor institusional, dan 115.000 rekan di lebih dari 100 negara.
Mengingat hal tersebut, publikasi Coinbase akan semakin besar, yang menandakan potensi pengguna akan semakin meningkat.
Saham Coinbase dikabarkan akan diperdagangkan pada harga $250 atau Rp3,65 Jutaper lembar.
Namun harga saham sebelum melantai (Pre-IPO) di FTX terlihat sudah mencapai $592 atau Rp8,66 Juta.
Perbedaan positif atau Premium tersebut menandakan bahwa ketertarikan terhadap saham Coinbase sangat tinggi, yang dapat mendorong ketertarikan crypto juga lebih tinggi.
Bitcoin Masih Dapat Terus Naik
Mengingat Bitcoin adalah mata uang crypto yang paling besar dan paling terkenal, sentimen Coinbase ini diprediksi akan mendorong harganya naik lebih tinggi.
Beberapa analis dan investor besar seperti Michael Novogratz dari Galaxy Digital, Michael Saylor dari MicroStrategy, dan JPMorgan, menyatakan bahwa harganya masih dapat naik lebih tinggi.
Mayoritas analis lainnya juga memprediksi bahwa harga Bitcoin dapat naik melewati Rp1 Miliar pada pekan ini.
Walau saat ini sedang koreksi, tekanan jual masih terlihat belum terjadi secara signifikan, bersama Kontrak Futures Bitcoin yang sudah naik jauh lebih tinggi.
Dari sisi teknikal, saat ini koreksi sedang terjadi namun belum memperlihatkan adanya tekanan jual yang terlalu signifikan.
Hal tersebut menandakan bahwa mayoritas investor dan trader masih terlihat positif dan masih memiliki persepsi bahwa Bitcoin akan terus naik.
Namun, umumnya setelah mencapai harga tertinggi yang diikuti oleh pergerakan keluar dari zona sebelumnya, koreksi untuk menguji kembali zona sebelumnya umumnya akan terjadi.
Grafik 4 Jam BTCIDR
Jika teori tersebut benar, maka kemungkinan besar koreksi akan kembali menuju sekitar Rp917 Juta hingga Rp887 Juta sebelum naik kembali.
Indikator RSI dan MACD memperlihatkan bahwa dorongan beli sudah terlihat jenuh sehingga mendukung potensi koreksi.
Namun melihat MA Cross yang masih berada di bawah harga dan masih terlihat positif, nampaknya koreksi hanya akan terjadi secara singkat sebelum naik kembali.
Saat ini batas atas yang harus ditembus berada di sekitar Rp940 Juta hingga Rp950 Juta sebelum dapat naik melebihi Rp1 Miliar.
Melihat banyaknya sentimen positif di sekitar Bitcoin dan crypto saat ini, kemungkinan besar target tersebut akan tercapai pada pekan ini.
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Ini menguatkan sinyal, bahwa perusahaan itu mendukung kuat nilai Bitcoin, setelah aset kripto besar itu dibeli oleh Tesla senilai US$1,5 milyarpada beberapa lalu.
Namun, Elon memastikan pembelian menggunakan Bitcoin itu untuk sementara hanya berlaku untuk wilayah Amerika Serikat.
“Pembelian dari wilayah di luar AS, berikutnya pada tahun ini juga,” lanjut Elon.
Pembelian Bitcoin berskala besar oleh Tesla beberapa waktu lalu, dilatarbelakangi oleh klaim, bahkan nilai uang dolar akan berpotensi terus meluruh di masa depan.
Itu yang disebut Tesla sebagai ancaman serius bagi kas perusahaan pembuat mobil listrik itu.
Diam-diam Microsoft ternyata memetakan pasar pengguna Xbox mereka. Ini terbukti dari survei terbaru mereka: Apakah Anda mau beli Game Xbox pakai Bitcoin?
Microsoft ditafsirkan mempertimbangkan pembayaran Bitcoin untuk toko daring bagi game konsol Xbox.
Pengguna Xbox diberikan survei untuk mengungkap pendapat mereka soal metode altenatif pembayaran itu.
Survei ini menanyakan pelanggan pandangan mereka soal pembayaran memakai Bitcoin. Jebrusura dari situs media sosial Reddit menyediakan foto survei tersebut padalaman diskusi Xbox Series X.
Survei tersebut dikirim kepada peserta program Insider milik Xbox. Belum ada pernyataan resmi soal survei itu dari Microsoft.
Pada tahun 2014, Microsoftmulai membuka pembelian konten Windows dan gamedengan Bitcoin bagi pengguna asal AS. Tetapi saat ini, Microsoft belum menerima pembayaran kripto di toko daring Xbox.
Sementara itu, Microsoft belum tampak akan mengikuti langkah Tesladan Square membeli Bitcoin bagi kas perusahaan.
CEO Microsoft Brad Smith berkata ia belum mendengar apapun soal kebijakan investasi yang melibatkan aset kripto.
Pendiri Microsoft Bill Gatesberkata perusahaannya tidak ada rencana menyusul investasi Tesla sebesar US$1,5 milyar ke dalam Bitcoin.
Gates sendiri bersikap netral terhadap Bitcoin dan mengklaim ia bukan investor. Ia mewanti-wanti terhadap investasi Bitcoin untuk sekedar mengikuti langkah Elon Musk.
Kinerja koin asli Ripple, XRP nampak melemah di pasar. Namu ternyata, data dari platform informasi Santiment menunjukkan hal yang berbeda yaitu pertumbuhan whale XRP meningkat pesat. Setidaknya peningkatan terjadi di antara whale dengan 100.000 sampai 10.000.000 XRP.
Melansir zycrypto, whale dengan 100.000 menjadi 1.000.000, ini meningkat 19,7 persen dari 14.525 menjadi 17.387 whale sehingga menjadi kategori whale dengan kenaikan tertinggi. Whale yang memegang 10.000.000 atau lebih XRP meningkat 10,4 persen dari 280 menjadi 309.
Sementara mereka yang memegang 1.000.000 menjadi 10.000.000 koin tercatat peningkatan sekitar 2,2 persen, dari 1.307 menjadi 1.336 whale.
Sejak XRP tembus ATH pada Januari 2018 seharga $ 3,53, harganya terus menurun hingga hanya diperdagangkan senilai $ 0,274. Penurunan XRP terlepas dari kinerja altcoin lainnya seperti LINK yang mampu menjadi cryptocurrency terbaik.
Hal itu juga terlepas dari pertumbuhan Theter USDT yang stagnan hingga mampu meraih posisi ke-3 terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya.
Dengan meningkatnya jumlah whale pada XRP, menunjukkan kepercayaan investor pada koin ini sekaligus menunjukkan masa depan yang cerah untuk XRP.
Komunitas XRP atau yang dikenal sebagai XRP army merupakan komunitas crypto terkuat di dunia. Komunitas ini sudah bertahan lama, dan mereka percaya bahwa XRP akan mampu tembus harga $ 589.
Optimisme komunitas XRP menuai kritik, tapi adopsi harga secara masal adalah hal penting untuk mendorong tren harga naik. Semakin banyak whale yang terus menumpuk koin, maka harganya akan mengikuti. Meski pun, tidak tahu pasti kapan ini akan terjadi di XRP.
Pasar sempat mengalami kemunduran dengan Bitcoin yang mundur kembali ke $ 13.000, tapi Bitcoin telah bangkit dan begitu juga dengan XRP.
Melihat perkembangan Bitcoin, banyak ahli pasar yang percaya bahwa XRP juga akan mengikuti perkembangan kemudian. Meski tidak tahu kapan ini akan terjadi, tapi XRP merupakan altcoin yang siap tampil saat terjadi ledakan di pasar.
Setelah menjebol all time high (ATH) dan melaju lebih dari US$60 ribu, Bitcoin diprediksi ke US$63-80 ribu.
Setelah dip selama 7 hari dari US$58 ribu ke US$40 ribu, dilanjut dengan memanjat perlahan selama hampir 2 minggu, akhirnya Bitcoin kembali menembus titik tertingginya pada Sabtu, 13 Maret 2021.
Raja aset kripto itu diproyeksikan akan segera menuju US$63 ribu, bahkan berpotensi US$80 ribu. Hal ini didukung oleh beberapa aspek teknikal dan fundamental.
Sisi Teknikal: Fibonacci Extension di Timeframe Mingguan Hal pertama yang mendasari potensi kenaikan Bitcoin adalah Fibonacci extension di timeframe mingguan.
Proyeksi yang ditarik sejak ATH 2017 dan titik rendah 2019, memproyeksikan bahwa Bitcoin berpotensi menuju US$63,5 ribu di titik 3,618 dan US$80 ribuan di titik 4,618. Secara teori, para pelaku pasar akan mulai mengambil keuntungan di titik-titik tersebut. Sehingga kuat kemungkinan harga Bitcoin akan terus didorong ke sana.
Ditambah lagi, di timeframe harian, kita dapat melihat terbentuknya channel yang memproyeksikan harga dapat menuju zona US$60-70 ribu.
Faktor teknikal lainnya adalah Moving Average Exponential (EMA) 21 dan 55 yang sudah “merestui” Bitcoin untuk menjadi bullish.
Faktor teknis pada Bitcoin, yakni EMA 21 dan 55 yang sudah di-test, channel yang memproyeksi pergerakan Bitcoin ke zona US$60-70 ribu.
Faktor Fundamental: Banyaknya Institusi yang Membeli Bitcoin dan Stimulus Faktor fundamental yang mungkin mempengaruhi bullish-nya Bitcoin adalah semakin banyaknya perusahaan besar yang membeli Bitcoin dan menjadikannya sebagai aset dalam perbendaharaan mereka, seperti Microstrategy dan Grayscale Bitcoin Trust.
Selain itu, kabar bahwa semakin banyaknya investor retail yang mulai melek aset kripto dan menggunakan stimulus check yang diberikan oleh Amerika Serikat, semakin memperkuat momentum bullish dari Bitcoin.
Apakah Ini Pucuk Atas? Sejalan dengan semakin naiknya Bitcoin, penulis merasa perlu juga mengingatkan bahwa “bull run” bagi Bitcoin sudah berlangsung selama 1 tahun, dimulai sejak “Corona crash” Maret tahun lalu.
Harga Bitcoin naik dari sekitar US$4 ribu, ke US$60 ribu dalam setahun, naik 15 kali lipat. Alangkah baiknya jika kita juga berhati-hati jika koreksi datang. Happy trading!
Perlu pola pikir yang berbeda jikalau membincangkan Bitcoin. Itu ditegaskan lagi oleh pengusaha asal AS, Raoul Pal. Dia mengatakan, gegara Bitcoin, pasar aset kripto global kelak bisa bernilai US$200 triliun.
Pal mengacu pada kapitalisasi pasar aset kripto Bitcoin yang pada bulan lalu genap mencapai US$1 triliununtuk kali pertama, ketika harganya mencapai lebih dari US$50 ribu per BTC.
Ketika artikel ini disusun, nilai pasar aset kripto keseluruhan mencapai US$1.688.092.747.028, berdasarkan data dari Coinmarketcap.com. Tentu angka ini masih sangat jauh dari prakiraan Pal.
Guna mencapai nilai pasar US$200 triliun itu, menurut Pal, Bitcoin adalah faktor utamanya, selain aset kripto besar lainnya.
Total kapitalisasi pasar aset kripto saat ini. Sumber:Coinmarketcap.com.
Ketika nilai itu tercapai, maka pantaslah semakin tersedot dana dari kelas aset lain, seperti saham, obligasi dan emas.
“Pasar aset kripto akan bernilai ratusan triliun dolar. Anda dapat menerima perubahan itu atau melawannya, tetapi Anda mau tak mau harus memahaminya, karena laju inovasi juga meningkat secara eksponensial,” kata Pal dalam serangkaian cuitannya belum lama ini.
Mantan manajer Goldman Sachs itu menambahkan, bahwa banyak analis dan investor saat ini kehilangan gambaran besarnya karena mereka melihat Bitcoin melalui kacamata investasi biasa, seperti saham atau obligasi.
“Bagi yang memahami pasar aset kripto dengan pemahaman pasar tradisional, maka tak heran menilai kelas aset kripto ini sebagai bubbledan alokasi modal yang ganjil,” katanya.
Pal memang tak memungkiri ada proyek aset kripto yang bermunculan lalu tiarap lalu wafat. Tetapi, dia menyoroti, tidak sedikit pula yang bertahan berkat inovasi dan adaptasinya.
Pendiri dan CEO Real Vision itu juga terus mencermatipasar emas. Ia menilai logam mulia itu diperdagangkan pada level kritis.
Ia mengacu pada arus keluar modal dari pasar emas menuju Bitcoin yang sangat besar, sesuatu yang sebelumnya dicatatkan jelas oleh Bloomberg Intelligence dan JPMorgan Chase.
“Emas sekarang mengabaikan nilai dolar, nilai tukarnya dan kaitan lainnya. Harga emas juga jatuh begitu saja setiap hari. Emas mungkin memiliki peluang tinggi untuk berbalik arah, tetapi jika tidak, kita mungkin melihat aura spekulatif hilang dari pasar emas,” imbuhnya.