Tag: blackrock

  • Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

    Pergerakan market aset kripto pada akhir Juli lalu, cukup di luar dugaan. Pasalnya, pasca The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Kamis (28/7), justru membuat pasar saham dan kripto meroket. Lalu, apa penyebabnya?

    Perlu diketahui setelah suku bunga The Fed naik, harga Bitcoin (BTC) sendiri langsung naik cepat hingga US$ 23.300 dalam waktu 8 jam saja dari posisi US$ 21.600. Kenaikan juga terjadi pada saat data ekonomi baru AS ternyata berkinerja buruk -0,9% pada kuartal II 2022.

    Perusahaan manajemen investasi raksasa, BlackRock menilai anomali pergerakan ini disebabkan investor telah menyadari bahwa The Fed mengakui kenaikan suku bunga lebih besar daripada 75 basis poin, justru akan membawa ekonomi AS ke jurang resesi lebih cepat. Sebelumnya, The Fed sempat dikabarkan akan menaikkan suku bunga 100 basis poin.

    “Menurut kami alasan ini memberikan sedikit kelegaan ke pasar modal bahwa The Fed mengakui bahwa ada dampak negatif pada pertumbuhan, ekonomi, berdasarkan kebijakan mereka. Mereka menyadari ada dua sisi dari ini, yakni meluruhnya pertumbuhan untuk melawan inflasi, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya,” kata Head of BlackRock’s iShares Investment Strategy, Gargi Chaudhuri dikutip CNBC.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Banyak Spekulasi

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penyebab pergerakan yang anomali ini masih banyak spekulasi. Sebab melihat data historis, biasanya nilai market kripto akan langsung tertekan ketika terdapat perilisan data penting makroekonomi seperti inflasi. Sehingga investor akan menangkap tingginya inflasi memicu The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi.

    “Investor sudah pasti ingin kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Namun, tampaknya keputusan FOMC memberikan optimisme bahwa akhir pengetatan sudah di depan mata dan itu memicu reli yang bagus untuk aset berisiko yang membantu meningkatkan market,” kata Afid.

    Menurut data historis, beberapa pertemuan The Fed terakhir, menunjukkan bagaimana harga Bitcoin turun setidaknya 10% atau lebih setelah tiga pertemuan Fed terakhir pada bulan Maret, Mei dan Juni lalu. Sementara data historis tidak secara jelas menunjukkan bagaimana pasar akan bereaksi di masa depan, terutama di pasar kripto yang bergejolak dan tidak dapat diprediksi.

    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.
    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Bagaimana Pertemuan The Fed Dapat Pengaruhi Market Kripto

    Kenaikan suku bunga yang agresif tidak positif untuk harga kripto, dan para ahli mengatakan ketidakstabilan kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek.

    Aset berisiko seperti saham dan kripto telah sangat berkorelasi sejak awal 2022. Keduanya telah bergerak serentak dan telah berjuang untuk mendapatkan momentum apa pun tahun ini karena investor menarik diri sebagai tanggapan atas kenaikan suku bunga, lonjakan inflasi dan potensi resesi.

    Jika pasar saham turun karena kenaikan suku bunga, pasar kripto kemungkinan juga akan mengalami penurunan dan sebaliknya.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

    Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni lau.

    Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS The Fed.

    Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin, Siapa Dalangnya?

    Tragedi runtuhnya harga Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) membetot publik dunia, raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan Gemini malah dituding jadi dalangnya. Begitu naifkah Do Kwon, jikalau rumor ini terbukti benar?

    Harga Terra (LUNA) jatuh sejadi-jadi sebesar 99,66 persen dalam 24 jam terakhir, kini sekitar US$0,01487, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/5/2022) dini hari. Sedangkan stablecoin UST justru “labil”, turun lebih dari 42 persen di waktu yang sama, sekitar $ 0,3 saja. Ini situasi pelik nan rumit yang dimulai sejak 8 Mei 2022 lalu, bahkan blockchain Terra dipadamkan untuk sementara mulai kemarin. Sebelumnya, bursa kripto Binance dan Crypto.com sudah menangguhkan perdagangan aset yang terkait kedua kripto itu.

    Sementara Do Kwon si Pendiri Terra jadi bulan-bulanan warganet pecinta kripto, karena dianggap gagal mengendalikan situasi, beredarlah kabar yang tak kalah derasnya, bahwa raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan bursa kripto Gemini adalah dalang dan otak di balik kekacauan ini.

    Pun lagi, terkuak pula masa lalu Do Kwon yang disebut oleh mantan karyawan Terraform Labs sebagai otak di balik proyek stablecoin yang gagal, yakni Basis Coin.

    Lantas, mengapa rumor BlackRock, Citadel dan Gemini dituding sebagai penyebab utama dan bukan pihak Terralabs? Ini fakta-faktanya.

    Baca Juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Tragedi Terra (LUNA) Diduga Akibat Manipulasi Pasar Sistematis 3 Perusahaan Ini

    Setidaknya ini semua berpangkal dari cuitan (lalu dihapus) Pendiri Cardano Charles Hoskinskon pada Rabu (11/5/2022) lalu. Ia mengunggah gambar berisikan teks tentang bagaimana cara ketiga perusahaan itu merusak harga Terra (LUNA) dan UST, termasuk Bitcoin secara sistematis. Gambar itu ia terlihat hasil screenshot dari aplikasi Telegram atas nama “Anna”.

    Berikut ringkasan isinya: BlackRock dan Citadel meminjam 100 ribu BTC dari Gemini. Kedua perusahaan menukar (swap) 25 ribu BTC itu menjadi UST. Lalu menghubungi Do Kwon dan mengatakan ingin menjual banyak Bitcoin (BTC) menjadi UST.

    Dengan alasan tak ingin mengguncang pasar Bitcoin dengan akan adanya transaksi jumbo itu, BlackRock dan Citadel meminta agar Do Kwon meminta potongan harga untuk UST itu. Kwon pun setuju dengan umpan itu dan mentransfer UST yang diminta, sehingga menekan tingkat likuiditas stablecoin itu.

    Di titik itulah BlackRock dan Citadel menjual semua Bitcoin mereka, termasuk UST. Itulah yang menyebabkan slippage yang besar dan memicu efek domino yang memaksa tekanan jual kuat untuk kedua aset itu.

    Pun lagi, baik BlackRock dan Citadel bahwa di aplikasi DeFi Anchor tersimpan banyak kripto Terra (LUNA) yang pada akhirnya mendorong pengguna menarik kripto mereka yang jumlahnya lebih besar daripada yang bisa diberikan oleh Anchor dalam imbalan.

    Karena aksi jual kripto LUNA semakin deras, tidaklah heran UST kehilangan pasak utamanya dan menjadikan nilainya tak lagi 1 banding 1 lagi terhadap dolar AS.

    BlackRock dan Citadel pun bisa membeli Bitcoin dengan harga diskon untuk membayar kembali pinjamannya kepada Gemini dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan. Ini jelas manipulasi pasar.

    Baca juga: Portofolio Perusahaan Warren Buffett Ini Justru Berinvestasi di Perusahaan Kripto

    Gemini dan BlackRock dan Sangkal Tuduhan Itu

    Gemini yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara itu pun langsung angkat bicara di Twitter dan menyangkal keras tuduhan itu.

    Gemini menyangkal melakukan kesalahan dan secara tegas menyatakan, bahwa mereka tidak pernah memberikan pinjaman semacam itu kepada pihak mana pun yang disebutkan dalam screenshot yang beredar. 

    “Kami membaca rumor yang merebak baru-baru ini, yang menggambarkan Gemini membuat pinjaman 100 ribu BTC ke perusahaan besar, membuat penjualan masif terhadap kripto LUNA. Gemini tidak pernah memberikan pinjaman seperti itu,” sebutnya.

    BlackRock menyangkal lebih keras lagi. “Rumor bahwa BlackRock memiliki peran dalam runtuhnya UST adalah keliru. Kami tidak pernah menjual dan membeli UST,” kata Logan Koffler, juru bicara BlackRock kepada Forbes.

    Kedua Perusahaan Semakin dalam di Bisnis Kripto

    Baik BlackRock dan Citadel tak asing di bisnis kripto ini. BlackRock  misalnya memainakn sentimen pasar sejak tahun 2020 dengan memuji-muji keunggulan Bitcoin sebagai aset masa depan. Langkah terbaru BlackRock adalah berinvestasi di Circle sebesar $ 400 juta. Perusahaan penerbit stablecoin USDC ini dikelola oleh bersama dengan bursa kripto ternama asal AS, yakni Coinbase.

    Sedangkan Citadel, pada Januari 2022, menerima investasi $ 1,15 miliar dari perusahaan ventura besar, yakni Sequoia Capital dan Paradigm, yang ingin menggunakan teknologi perusahaan untuk membawa kredibilitas ke pasar kripto.

    Di atas itu semua, pertanyaan besarnya adalah, jika itu benar terjadi, apakah begitu naifnya seorang Do Kwon memakan umpan perusahaan yang sebagian rekam jejaknya juga hitam, seperti yang dipaparkan di sini?

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin BlackRock Dekati Kepemilikan BTC Satoshi Nakamoto

    Dalam kurun waktu enam bulan sejak diluncurkan, BlackRock Bitcoin ETF (IBIT) telah menjadi pemegang BTC terbesar ketiga di dunia. ETF ini berpotensi melampaui kepemilikan BTC Satoshi Nakamoto, sang pencipta Bitcoin, yang diperkirakan sebesar 1,1 juta BTC, dalam waktu satu tahun ke depan.

    BlackRock, sebagai manajer aset terbesar di dunia, telah mencatatkan kesuksesan besar dengan meluncurkan ETF Bitcoin tahun ini, yang langsung menjadi salah satu dana BTC terbesar di pasar. Jika tren akumulasi BTC terus berlanjut dengan kecepatan seperti saat ini, IBIT dapat mengambil alih posisi Satoshi Nakamoto sebagai pemilik BTC terbesar.

    Apakah BlackRock Bitcoin ETF Akan Menyalip Satoshi Nakamoto?

    Eric Balchunas, seorang ahli strategi ETF dari Bloomberg, membagikan daftar sepuluh pemegang BTC terbesar di dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa IBIT milik BlackRock telah menduduki posisi ketiga, dengan total 347.767 Bitcoin. Dua entitas yang berada di atas IBIT adalah Binance dengan 550.133 BTC, dan Satoshi Nakamoto dengan 1,1 juta BTC.

    Balchunas mencatat bahwa dengan perkembangan ini, IBIT berpotensi menjadi dana Bitcoin terbesar di dunia tahun depan. Selain IBIT, ETF Bitcoin lainnya dari Amerika Serikat, seperti FBTC milik Fidelity dan dua dana Grayscale—BTC dan GBTC—juga masuk dalam daftar sepuluh pemegang Bitcoin terbesar. Jika tren ini berlanjut, kepemilikan gabungan mereka dapat melampaui BTC yang dimiliki Satoshi Nakamoto pada Oktober tahun ini.

    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bitcoin dan Ethereum Melakukan Reli Menjelang Rilis Data Inflasi AS

    Dalam sebuah cuitan, Balchunas menegaskan bahwa BlackRock kemungkinan besar akan menempati posisi nomor satu pada akhir tahun depan dan diperkirakan akan bertahan di sana untuk waktu yang lama.

    Fluktuasi Arus Masuk ke ETF Bitcoin

    Arus masuk ke ETF Bitcoin spot terus berfluktuasi, dengan minggu lalu mencatatkan arus keluar yang cukup besar. Namun, minggu ini dimulai dengan catatan positif, di mana ETF BTC AS berhasil mencatat arus masuk lebih dari $27 juta pada Senin, 13 Agustus. ETF ARKB milik Ark Invest menjadi yang terbesar dengan arus masuk $35,4 juta, diikuti oleh IBIT BlackRock dengan arus masuk sebesar $13,4 juta. Di sisi lain, ETF BITB milik Bitwise dan GBTC milik Grayscale mengalami arus keluar masing-masing sebesar $17,1 juta dan $11,8 juta.

    Pemulihan Bitcoin Menjelang Data CPI AS

    Harga Bitcoin mengalami kenaikan 1,5% menjadi $60.000 menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat. Data CPI untuk bulan Juli ini sangat penting bagi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga pada bulan September. Saat ini, pasar memberikan probabilitas 50-50 untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 bps atau 50 bps.

    Meskipun volatilitas masih tinggi, dana kripto tetap berhasil menarik arus masuk sebesar $176 juta minggu lalu, dengan ETF Ethereum menjadi pendorong utama.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri BlackRock Prediksi Kembali Bangkitnya Pasar Kripto

    Robert Kapito, salah satu pendiri BlackRock mengantisipasi kebangkitan pasar kripto yang dipicu oleh cadangan uang tunai hampir US$9 triliun. Ketika investor mengamati keputusan The Fed, Kapito memperingatkan adanya pergeseran dinamika dan menekankan posisi strategis BlackRock.

    Kapito menawarkan prospek pasar yang optimis dan hati-hati, memperkirakan potensi kebangkitan. Dalam penilaiannya, ia menunjuk pada jumlah hampir US$9 triliun yang saat ini disimpan dalam dana pasar uang dan alternatif tunai di bank.

    Kumpulan modal yang besar ini, menurut Kapito, berpotensi memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar ekuitas sehingga menjadi kekuatan yang harus diwaspadai pada periode-periode mendatang.

    Tren Positif

    Kapito menyoroti tren penting yang berkontribusi terhadap dinamika pasar ekuitas: Pergeseran preferensi investor terhadap aset kripto. Kecenderungan ini berperan dalam kontraksi pasar ekuitas, sehingga mendorong Kapito untuk menggarisbawahi pentingnya memperhatikan lanskap yang terus berkembang ini.

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Potensi Profit Top Altcoin Minggu Ini Jelang Halving

    Selain itu, ia menekankan bahwa keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga di masa depan akan memainkan peran penting dalam membentuk perilaku investor, terutama dengan latar belakang pertumbuhan ekonomi AS yang kuat dan tekanan inflasi yang terus-menerus.

    Posisi strategis BlackRock

    BlackRock, bersama sekelompok pemimpin industri terpilih, mempertahankan posisi yang kuat di arena manajemen aset, menguasai sekitar 75% total aset. Robert Kapito, dalam kapasitasnya sebagai Presiden BlackRock, menggarisbawahi pentingnya strategis dari cadangan uang tunai yang cukup besar yang disimpan di pasar uang.

    Dia sebelumnya menyoroti potensi realokasi dana tersebut ke obligasi, yang menunjukkan pendekatan proaktif BlackRock dalam memanfaatkan tren pasar berkembang.

    Selain itu, pembaruan terbaru BlackRock pada prospektus Bitcoin ETF mencerminkan komitmen perusahaan terhadap inovasi dan kemampuan beradaptasi. Dengan memposisikan dirinya sebagai penyedia solusi investasi yang komprehensif, BlackRock bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien institusional yang terus berkembang, termasuk dana pensiun, dana abadi, dan dana kekayaan negara.

    Meskipun alternatif-alternatif tersebut saat ini hanya mewakili 3% dari total aset yang dikelola BlackRock, alternatif-alternatif tersebut menyumbang 10% biaya yang jauh lebih tinggi, yang menggarisbawahi kepentingan strategisnya terhadap aliran pendapatan perusahaan secara keseluruhan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Suntikkan Dana Miliaran, Harga Solana Naik Jadi Rp 2,4 Juta

    Solana (SOL) kembali mencuri perhatian setelah laporan mengungkapkan bahwa BlackRock, manajer aset digital terbesar di dunia, membawa dana pasar uang berbasis blockchain miliknya ke jaringan Solana.

    Dailyhodl melaporkan pada Selasa (26/3) bahwa langkah ini semakin memperkuat posisi Solana sebagai pesaing utama Ethereum dalam ekosistem blockchain.

    BlackRock dan Integrasi BUIDL ke Solana

    Menurut laporan Fortune, BlackRock telah menambahkan dana BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) senilai $1,7 miliar ke jaringan Solana.

    BUIDL merupakan dana pasar uang berbasis blockchain yang memungkinkan investor menyimpan dana dalam jangka pendek sambil tetap memperoleh imbal hasil.

    Sebelumnya, BUIDL diluncurkan di jaringan Ethereum dan kini Solana menjadi blockchain ketujuh yang kompatibel dengan dana tokenisasi tersebut.

    Integrasi ini menandai kepercayaan BlackRock terhadap Solana, yang dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah dibandingkan Ethereum.

    Dengan dukungan dari Securitize, mitra teknologi BlackRock, dana ini diproyeksikan akan melampaui $2 miliar dalam bentuk tunai dan obligasi Treasury AS pada awal April 2025.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Solana Naik 19% dalam Seminggu

    Seiring dengan tersebarnya kabar BlackRock yang menyuntikkan dana hingga miliaran, harga Solana mengalami lonjakan signifikan.

    Saat artikel ini ditulis, harga SOL diperdagangkan $145 (Rp 2,4 juta), naik hampir 19% dalam seminggu terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap peningkatan adopsi Solana dalam sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan tokenisasi aset.

    Keunggulan Solana dalam Keuangan On-Chain

    Menurut Lily Liu, Presiden Solana Foundation, aset keuangan berbasis blockchain memiliki keunggulan dibandingkan sistem tradisional karena memberikan fleksibilitas lebih bagi investor.

    Salah satu keunggulan utama BUIDL adalah kemampuannya untuk diperdagangkan 24/7, berbeda dengan pasar uang tradisional yang memiliki keterbatasan waktu transaksi.

    Michael Sonnenshein, COO Securitize, menambahkan bahwa inovasi ini membuat pasar uang lebih menarik dan mengatasi beberapa kekurangan yang ada dalam format tradisionalnya.

    Dengan begitu, Solana berpotensi menjadi platform utama untuk tokenisasi aset keuangan di masa depan.

    Masa Depan Tokenisasi Aset Keuangan

    Langkah BlackRock ini sejalan dengan visi jangka panjang CEO BlackRock, Larry Fink, yang menyatakan bahwa masa depan keuangan akan melibatkan tokenisasi semua jenis aset keuangan.

    Tokenisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi perdagangan, tetapi juga memperluas akses terhadap instrumen investasi bagi lebih banyak orang di seluruh dunia.

    Dengan semakin banyak institusi keuangan yang mengadopsi teknologi blockchain, Solana memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam transformasi keuangan digital.

    Apakah ini akan menjadi awal dari dominasi Solana di sektor keuangan on-chain? Jawabannya klasik: hanya waktu yang akan menjawab.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock dan NYSE Dorong Adopsi Staking ETF Ethereum

    BlackRock dan NYSE Arca tengah mendorong adopsi produk ini untuk meningkatkan daya tarik bagi investor institusional melalui Staking ETF Ethereum.

    Sebagaimana dikutip dari Ambcrypto para Minggu (23/3), Staking ETF Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan pemegang ETF mendapatkan imbal hasil tambahan dari staking Ethereum (ETH).

    BlackRock dan Dukungannya terhadap Staking ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar dunia, meyakini bahwa ETF Ethereum tanpa fitur staking masih kurang optimal.

    Kepala Aset Digital BlackRock, Robbie Mitchnick, menegaskan bahwa staking dapat meningkatkan imbal hasil dan selaras dengan mekanisme proof-of-stake Ethereum.

    Proposal NYSE Arca untuk ETF Staking

    Bukan hanya BlackRock, NYSE Arca telah mengajukan proposal ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk memungkinkan staking pada Bitwise ETF Ethereum.

    Jika disetujui, langkah ini akan merevolusi ETF berbasis Ethereum dengan menghadirkan pendapatan tambahan dari staking rewards.

    Tren Staking Ethereum yang Terus Berkembang

    Data terbaru dari Dune Analytics menunjukkan bahwa Kraken dan Blockdaemon memimpin pertumbuhan staking ETH.

    Sementara Coinbase mengalami arus keluar besar. Platform seperti Lido, stakefish, dan Upbit tetap mempertahankan aliran staking yang stabil.

    Potensi Dampak bagi Investor dan Pasar ETF

    Jika staking ETF Ethereum mendapat persetujuan, investor dapat menikmati keuntungan ganda, eksposur harga Ethereum dan pendapatan pasif dari staking.

    Produk ini dapat menarik lebih banyak investor institusional yang mencari instrumen investasi kripto dengan imbal hasil tambahan.

    Tantangan Regulasi

    Meski menjanjikan, regulasi masih menjadi hambatan utama. SEC selama ini cenderung berhati-hati terhadap produk investasi kripto, terutama yang melibatkan staking.

    Persetujuan proposal NYSE Arca dapat menjadi preseden bagi pengembangan produk berbasis Ethereum lainnya.

    Staked ETH ETF berpotensi menjadi terobosan besar dalam dunia investasi Ethereum.

    Dengan dukungan BlackRock dan NYSE Arca, serta tren staking yang terus meningkat, produk ini bisa membuka peluang baru bagi investor. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan regulator.

    _________________

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock: Staking Bisa Meningkatkan Performa ETF Ethereum

    BlackRock, perusahaan investasi global, menyatakan bahwa penambahan fitur staking dapat meningkatkan performa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum.

    Hal ini diungkapkan oleh Robert Mitchnick, kepala aset digital BlackRock, dalam Digital Asset Summit di New York seperti dilaporkan Yolowire pada Sabtu (23/3).

    Staking: Solusi untuk Ethereum ETF yang Lesu

    Sejak diluncurkan musim panas lalu, minat terhadap ETF Ethereum terbilang lemah. Menurut Mitchnick, salah satu faktor utama penyebabnya adalah ketidakmampuan dana tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari staking.

    Staking adalah metode bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif dengan mengunci aset kripto mereka di jaringan blockchain untuk periode tertentu.

    Dengan staking, investor bisa mendapatkan tambahan keuntungan tanpa harus menjual aset mereka.

    Namun, saat ini fitur staking masih belum tersedia untuk ETF Ethereum dan Bitcoin di pasar kripto.

    Mitchnick menegaskan bahwa staking memiliki peran penting dalam menghasilkan imbal hasil investasi di sektor ini.

    Oleh karena itu, jika ETF Ethereum dapat menerapkan fitur staking, minat investor kemungkinan akan meningkat secara signifikan.

    Tantangan Regulasi untuk Staking dalam ETF

    Meskipun staking dapat memberikan keuntungan bagi investor, ada hambatan regulasi yang harus dihadapi.

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) hingga kini menganggap layanan staking sebagai potensi sekuritas yang tidak terdaftar berdasarkan Howey Test. Akibatnya, staking dalam ETF hingga saat ini masih belum bisa diterapkan.

    Namun, Mitchnick tetap optimistis bahwa di bawah regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, staking dapat diadopsi dalam ETF Ethereum.

    Jika hal ini terjadi, ETF berbasis Ethereum dapat memiliki daya tarik yang lebih tinggi bagi investor.

    Ethereum dalam Tren Penurunan

    Saat ini, Ethereum mengalami masa sulit dengan penurunan nilai sekitar 40% sepanjang tahun ini.

    Bahkan, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini mencatat kinerja kuartal pertama terburuk sejak peluncurannya pada 2015.

    BlackRock, yang menerbitkan iShares Ethereum Trust ETF (ETHA), juga mengalami dampak negatif dengan penurunan nilai hingga 43% sepanjang tahun ini.

    Dengan kondisi ini, adopsi staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan performa aset tersebut di pasar.

    BlackRock melihat staking sebagai solusi potensial untuk meningkatkan daya tarik ETF Ethereum yang saat ini masih lesu.

    Namun, tantangan regulasi dari SEC bisa menjadi penghalang utama dalam penerapan fitur ini.

    Jika regulasi ke depan lebih mendukung, staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan keuntungan bagi para investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Dukung Staking untuk ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar di dunia, menunjukkan minat kuat terhadap mekanisme staking untuk ETF Ethereum.

    Robert Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock dalam wawancara dengan Theblock, menyatakan bahwa staking dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik Ethereum ETF di pasar.

    Menurut Mitchnick, semua ETF Ethereum yang diluncurkan sebelumnya tidak memiliki fitur staking.

    Padahal, staking dapat meningkatkan potensi keuntungan bagi investor melalui yield tambahan.

    Jika mekanisme ini disetujui, diharapkan lebih banyak investor tertarik untuk berinvestasi di produk ETF Ethereum.

    NYSE Arca Ajukan Perubahan Aturan

    Bersamaan dengan optimisme BlackRock, NYSE Arca mengajukan perubahan aturan yang memungkinkan Bitwise Ethereum ETF untuk melakukan staking.

    Langkah ini diikuti oleh beberapa pemain besar lainnya, seperti Grayscale, 21Shares, dan Fidelity, yang juga mengajukan proposal serupa.

    Dengan adanya pengajuan ini, diharapkan regulator seperti SEC dapat memberikan izin bagi ETF Ethereum untuk memperoleh keuntungan tambahan dari staking.

    Saat ini, SEC di bawah kepemimpinan baru tampak lebih terbuka terhadap inovasi di sektor aset kripto.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Keuntungan bagi Investor

    Jika SEC menyetujui mekanisme staking untuk ETF Ethereum, para penerbit dana dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil staking tanpa harus menjual aset utama mereka.

    Hal ini akan meningkatkan daya tarik ETF Ethereum sebagai instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

    Meski demikian, masih terdapat tantangan teknis dan regulasi yang harus diselesaikan sebelum mekanisme ini dapat diterapkan sepenuhnya.

    Namun, jika berhasil, langkah ini dapat menjadi perubahan besar dalam ekosistem investasi kripto.

    Perbandingan dengan ETF Bitcoin

    Meskipun ETF Ethereum telah menarik investasi miliaran dolar, pencapaiannya masih jauh di bawah ETF Bitcoin.

    Sebagai contoh, ETF Ethereum milik BlackRock memiliki aset kelolaan sekitar $2,3 miliar, sedangkan ETF Bitcoin milik perusahaan yang sama mencapai hampir $48 miliar.

    Dengan diperbolehkannya staking, ETF Ethereum berpotensi mendapatkan momentum baru untuk mengejar ketertinggalan dari ETF Bitcoin dan menarik lebih banyak investor institusional maupun ritel.

    Adanya dorongan dari BlackRock dan langkah proaktif dari NYSE Arca menunjukkan bahwa pasar ETF Ethereum sedang menuju perubahan besar.

    Jika staking diperbolehkan, ETF Ethereum dapat menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan bagi investor.

    Keputusan SEC dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu bagi masa depan ETF Ethereum di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Borong 2.660 BTC, Bitcoin Jadi Alternatif Moneter?

    BlackRock, raksasa manajemen aset dengan total dana kelolaan mencapai USD 11,5 triliun (sekitar Rp 181 ribu triliun), kembali menunjukkan ketertarikannya pada Bitcoin.

    Menurut laporan The Defiant, perusahaan ini baru saja membeli 2.660 BTC senilai USD 218 juta (sekitar Rp 3,4 triliun), menjadikannya sebagai salah satu pembelian terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir.

    Langkah ini bukan yang pertama bagi BlackRock. Sebelumnya, mereka telah melakukan serangkaian pembelian Bitcoin dengan total nilai mencapai USD 42,3 juta dan USD 45 juta dalam beberapa hari terakhir. Keputusan ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu institusi keuangan tradisional yang semakin serius dalam mengadopsi aset digital.

    Bitcoin: Alternatif Moneter Global

    Yang menarik, BlackRock secara terbuka menyebut Bitcoin sebagai “alternatif moneter global yang baru muncul.” Pernyataan ini mengindikasikan pergeseran besar dalam cara lembaga keuangan konvensional memandang aset kripto.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tidak hanya itu, BlackRock juga merilis video edukasi untuk para investornya mengenai aset digital. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengenalkan Bitcoin dan perannya dalam lanskap keuangan modern.

    Dengan semakin banyaknya institusi besar seperti BlackRock yang masuk ke pasar kripto, Bitcoin semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang lebih mainstream dan berpotensi menjadi bagian penting dari sistem keuangan global di masa depan.

    Apakah ini pertanda bahwa Bitcoin semakin diakui sebagai aset yang bisa bersaing dengan mata uang tradisional? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, tetapi satu hal yang pasti: adopsi institusional terhadap Bitcoin terus meningkat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • iShares Bitcoin Trust Milik BlackRock Catatkan Rekor Baru

    Di tengah kekhawatiran para investor kripto terhadap isu peretasan dan kebijakan Trump, sebuah anomali justru terjadi.

    iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin terbesar, mengalami penarikan yang memecahkan rekor.

    Pada transaksi tanggal 26 Februari, IBIT menorehkan rekor baru di tengah aksi jual berkepanjangan di sektor tersebut selama tujuh hari perdagangan terakhir.

    Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa IBIT kehilangan 5.002 BTC, senilai $418 juta, yang menandai arus keluar tertinggi dalam satu hari dari dana tersebut. Arus keluar ini melampaui rekor sebelumnya sebesar $332 juta yang ditetapkan pada bulan Januari.

    Hasilnya, IBIT, yang mengelola aset sekitar $48 miliar, memainkan peran penting dalam total arus keluar sektor secara keseluruhan sebesar $756 juta pada hari tersebut.

    ETF Bitcoin Lainnya

    Fidelity’s Wise Origin Bitcoin Trust (FBTC) juga mengalami tekanan jual yang signifikan, dengan investor menarik Bitcoin senilai $145,69 juta.

    Sementara itu, Ark 21Shares ETF Bitcoin (ARKB) mencatat arus keluar sebesar $60,46 juta, dan Grayscale’s Mini Bitcoin Fund mengalami penarikan sebesar $55,97 juta.

    Sebagaimana dikutip dari Cryptoslate pada Jumat (28/2), beberapa dana lainnya juga menghadapi aksi jual, meskipun pada level yang lebih rendah.

    Misalnya saja GBTC milik Grayscale yang merosot $22,66 juta. Sedangkan BTCO milik Invesco Galaxy mencatatkan penarikan $16,83 juta.

    ETF milik Bitwise merugi $13,65 juta, sementara BTCW milik WisdomTree dan EZBC milik Franklin Templeton melaporkan arus keluar masing-masing sebesar $11,52 juta dan $9,69 juta.

    Sementara itu, gelombang penjualan ini menyusul arus keluar yang lebih besar sebesar $937,7 juta pada tanggal 25 Februari, yang memperpanjang aksi jual beruntun selama tujuh hari.

    Selama seminggu terakhir, hampir $3 miliar telah keluar dari ETF Bitcoin, yang menggarisbawahi meningkatnya kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com