Tag: blackrock

  • BlackRock Pangkas Kepemilikan Bitcoin, Tambah Ethereum $69 Juta

    Raksasa manajer aset dunia, BlackRock, tengah melakukan penyesuaian signifikan pada portofolio aset digitalnya. Dalam langkah terbaru yang mencuri perhatian, BlackRock diketahui menjual Bitcoin senilai $561 juta dan membeli Ethereum senilai $69 juta, mengikuti tren pergeseran minat investor yang kini lebih condong ke ETF Ethereum dibanding Bitcoin.

    Arus Keluar Besar dari ETF Bitcoin BlackRock

    Dilaporkan Coingape, data on-chain mengungkap bahwa 5.362 BTC milik BlackRock telah dipindahkan ke Coinbase Prime dalam dua gelombang, yaitu pada 30 Mei dan 2 Juni. Transaksi ini mencerminkan nilai sekitar $561 juta, yang sejalan dengan jumlah arus keluar dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock dalam periode yang sama.

    • 30 Mei: Arus keluar sebesar $430,8 juta
    • 2 Juni: Arus keluar tambahan $130,4 juta
    • Total: $561 juta dalam dua hari

    Menurut analisis dari Onchain Lens, Bitcoin dikirim melalui beberapa batch transaksi berukuran 300 BTC menggunakan layanan institusional Coinbase Prime. Ini menunjukkan aset kemungkinan dijual, dialihkan, atau direalokasi untuk strategi investasi lainnya.

    Baca juga: Sinyal Bullish 2025: BlackRock Suntik $52,8 Juta ke Ethereum

    BlackRock Tambah Ethereum di Tengah Tren Positif ETF ETH

    Bersamaan dengan pengurangan eksposur pada Bitcoin, BlackRock juga mencatatkan pembelian 27.241 ETH dari Coinbase—senilai $69,25 juta. Langkah ini terjadi di tengah tren arus masuk yang konsisten ke ETF Ethereum, yang tampaknya menjadi fokus baru bagi investor institusional.

    Pada 2 Juni, iShares Ethereum Trust milik BlackRock mencatat arus masuk bersih $48,4 juta, disusul oleh dana Ethereum milik Fidelity yang mencatat $29,78 juta. Tidak ada ETF Ethereum lainnya yang mengalami arus masuk pada hari tersebut, menjadikan total arus masuk mencapai $78,17 juta dalam sehari.

    Secara keseluruhan, ETF Ethereum telah mengalami arus masuk selama 11 hari berturut-turut, dengan total akumulasi $3,12 miliar sejak peluncurannya. Angka ini memperkuat narasi bahwa Ethereum kini tengah menjadi primadona baru di kalangan investor institusional.

    Harga Bitcoin Turun, Investor Lakukan Rebalancing

    Harga Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi di level $112.000, namun kemudian turun ke kisaran $103.000, sebelum pulih tipis ke $106.600 pada 3 Juni. Penurunan ini mendorong banyak investor, termasuk institusi besar seperti BlackRock, untuk mengunci keuntungan dan menyeimbangkan ulang portofolio mereka.

    Analis Bloomberg, Eric Balchunas, mencatat bahwa penebusan dana dari ETF biasanya mendorong manajer aset untuk mengurangi kepemilikan secara proporsional—yang bisa menjelaskan pelepasan Bitcoin besar-besaran dari IBIT milik BlackRock.

    Meski terjadi penarikan besar, iShares Bitcoin Trust tetap menjadi salah satu pemegang BTC terbesar di dunia, dengan total kepemilikan lebih dari 661.000 BTC senilai sekitar $70 miliar. Sejak diluncurkan, dana ini telah menarik arus masuk senilai $48,439 miliar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Akuisisi 10% Saham IPO Circle

    BlackRock Inc., manajer aset terbesar di dunia, dilaporkan segera melakukan langkah yang dapat berpengaruh pada pasar kripto.

    Pasalnya, BlackRock berencana untuk mengakuisisi sekitar 10% saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana (IPO) Circle Internet Group Inc., perusahaan di balik stablecoin USD Coin (USDC).

    Detail IPO Circle

    Circle, yang mengelola USDC, stablecoin terbesar kedua setelah Tether (USDT), berencana untuk menawarkan 24 juta saham Kelas A dalam IPO-nya.

    Dari jumlah tersebut, 9,6 juta saham akan diterbitkan oleh perusahaan, sementara sisanya berasal dari pemegang saham yang ada, termasuk CEO dan salah satu pendiri Jeremy Allaire.

    Harga saham diperkirakan berada dalam kisaran $24 hingga $26 per saham, dengan target penggalangan dana sebesar $624 juta.

    Kabarnya, saham ini akan diperdagangkan dengan simbol ticker “CRCL”.

    Baca Juga: Sinyal Bullish 2025: BlackRock Suntik $52,8 Juta ke Ethereum

    Minat dari Investor Institusional

    Selain BlackRock, ARK Investment Management yang dipimpin oleh Cathie Wood juga menunjukkan minat untuk membeli saham dalam IPO ini, dengan rencana investasi hingga $150 juta.

    Permintaan terhadap saham Circle dilaporkan melebihi jumlah yang tersedia, menunjukkan minat yang kuat dari investor terhadap perusahaan ini.

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.

    Hubungan BlackRock dan Circle

    BlackRock sudah memiliki hubungan dengan Circle melalui pengelolaan Circle Reserve Fund, sebuah dana pasar uang pemerintah yang memegang sekitar 90% dari cadangan yang mendukung USDC.

    Pada akhir April 2024, dana ini melaporkan aset bersih hampir $30 miliar.

    Kinerja Keuangan Circle

    Menurut pernyataan pendaftaran Form S-1, Circle mencatat pendapatan sebesar $1,67 miliar pada tahun 2024, meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Namun, laba bersih perusahaan menurun dari $267,6 juta pada tahun 2023 menjadi $155,7 juta pada tahun 2024, penurunan sebesar 41,8%.

    Baca Juga: USDC Catat Rekor Aktivitas Tertinggi di Jaringan Ethereum

    Implikasi bagi Industri Kripto

    Langkah BlackRock untuk mengakuisisi saham signifikan dalam IPO Circle menunjukkan kepercayaan institusional terhadap masa depan stablecoin yang diatur seperti USDC.

    Ini juga mencerminkan integrasi yang semakin dalam antara keuangan tradisional dan aset digital.

    Dengan dukungan dari institusi besar seperti BlackRock dan ARK Invest, Circle berada dalam posisi yang kuat untuk memperluas pengaruhnya di pasar stablecoin dan mempercepat adopsi USDC dalam ekosistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Investasi Mubadala Abu Dhabi Terhadap ETF Bitcoin BlackRock

    Perusahaan asal Abu Dhabi, Mubadala, telah berinvestasi sebesar $436 juta atau senilai Rp 7 triliun di iShares ETF Bitcoin (IBIT) milik BlackRock.

    Dengan investasi ini, Mubadala menjadi pemegang saham IBIT terbesar ketujuh. Sehingga menunjukkan meningkatnya minat institusi terhadap Bitcoin.

    Dalam laporan SEC yang dirilis pada 14 Februari 2025, terungkap bahwa Mubadala telah mengakuisisi lebih dari 8,2 juta saham IBIT selama kuartal keempat 2024.

    Langkah ini menempatkan Mubadala di antara investor institusional besar lainnya seperti Goldman Sachs, Millennium Management, dan Symmetry Investments. James Seyffart, analis ETF dari Bloomberg, menyatakan bahwa ini adalah bukti semakin luasnya adopsi Bitcoin di kalangan institusi keuangan global.

    Sementara itu, Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menyoroti bahwa Mubadala hanyalah salah satu dari beberapa dana kekayaan sovereign di Abu Dhabi.

    Dikutip dari Coin Paprika, pernyataan dari para analis tersebut memunculkan spekulasi bahwa dana investasi milik negara lainnya juga mungkin akan terlibat dalam investasi ETF Bitcoin.

    Strategi ini sejalan dengan upaya Uni Emirat Arab untuk menjadi pusat blockchain global dengan regulasi yang progresif. Keputusan Mubadala mencerminkan tren lebih luas dalam adopsi Bitcoin oleh institusi di seluruh dunia.

    Bahkan, beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan strategis. Senator AS Cynthia Lummis merespons investasi ini dengan menyatakan bahwa persaingan global Bitcoin sedang berlangsung.

    “Saya sudah bilang, perlombaan telah dimulai. Saatnya Amerika menang,” cuit sang senator melalui media sosial X.

    Lummis juga telah memperkenalkan Bitcoin Act of 2024, yang mengusulkan agar pemerintah AS menjual sebagian cadangan emasnya untuk membeli Bitcoin.

    Rancangan undang-undang ini menargetkan akuisisi 1 juta BTC, setara dengan sekitar 5% dari total suplai Bitcoin yang ada saat ini.

    Meskipun kebijakan pemerintah federal terhadap Bitcoin masih belum pasti, beberapa negara bagian di AS telah mengambil langkah mandiri dalam mendukung investasi kripto.

    Lebih dari 20 negara bagian telah memperkenalkan atau mengesahkan undang-undang yang mendukung investasi aset digital.

    Para pemimpin industri melihat perkembangan ini sebagai indikasi bahwa AS sedang menuju menjadi negara yang lebih ramah terhadap Bitcoin, didorong oleh inisiatif negara bagian serta meningkatnya minat institusional.

    Investasi besar Mubadala di ETF Bitcoin BlackRock bukan hanya sinyal kepercayaan terhadap Bitcoin, tetapi juga memperkuat peran Abu Dhabi dalam ekosistem kripto global.

    Dengan dukungan regulasi yang kuat dan investasi institusional yang terus meningkat, masa depan Bitcoin semakin cerah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Suntik $52,8 Juta ke Ethereum

    BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, melakukan pembelian Ethereum (ETH) senilai $52,8 juta, menandai langkah signifikan dalam adopsi institusional terhadap aset kripto.

    Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ethereum sebagai aset digital utama tetapi juga memicu sentimen positif di pasar altcoin secara keseluruhan.

    Dampak Langsung pada Pasar

    Setelah pengumuman pembelian tersebut, harga Ethereum mengalami kenaikan signifikan.

    Pada saat transaksi, Bitcoin News melaporkan pada Sabtu (24/5) bahwa harga Ethereum diperdagangkan sekitar $3.850 per koin.

    Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap dukungan institusional dan potensi pertumbuhan Ethereum di masa depan.

    Baca Juga: Taruhan Besar BlackRock di Ethereum: Dana BUIDL Capai $2,7 Miliar

    Efek pada Altcoin dan Pasar Kripto

    Sementara itu, investasi besar BlackRock di Ethereum juga berdampak positif pada altcoin lainnya.

    Koin seperti Solana (SOL) dan Cardano (ADA) mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 4,2% dan 3,7% dalam 24 jam setelah pengumuman.

    Hal ini menunjukkan bahwa dukungan institusional terhadap Ethereum dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset digital lainnya.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Konvergensi Pasar Tradisional dan Kripto

    Langkah BlackRock ini mencerminkan tren konvergensi antara pasar keuangan tradisional dan dunia kripto.

    Dengan meningkatnya minat institusional terhadap aset digital, batas antara kedua pasar ini semakin kabur, membuka peluang baru bagi diversifikasi portofolio dan inovasi keuangan.

    Baca Juga: Ethereum dan Litecoin Mulai Menguat, Web3 AI Jadi Sorotan

    Secara keseluruhan, pembelian Ethereum oleh BlackRock senilai $52,8 juta merupakan indikator kuat dari meningkatnya adopsi institusional terhadap aset kripto.

    Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ethereum di pasar tetapi juga memberikan dorongan positif bagi altcoin lainnya.

    Dengan semakin banyaknya institusi keuangan yang memasuki pasar kripto, masa depan aset digital tampak semakin cerah dan menjanjikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana BUIDL Capai $2,7 Miliar

    BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, kembali menunjukkan komitmennya terhadap teknologi blockchain melalui dana BUIDL (USD Institutional Digital Liquidity Fund).

    Dana ini telah mengalokasikan sekitar $2,7 miliar ke dalam ekosistem Ethereum, menjadikannya sebagai pemain dominan dalam pasar treasury yang ditokenisasi. Langkah ini menandai integrasi yang semakin erat antara keuangan tradisional dan dunia aset digital.

    Apa Itu Dana BUIDL?

    Diluncurkan pada Maret 2024, BUIDL adalah dana pasar uang yang ditokenisasi, memungkinkan investor institusional untuk mendapatkan eksposur terhadap aset-aset likuid seperti uang tunai, surat utang negara AS, dan perjanjian pembelian kembali (repo) melalui token blockchain.

    Setiap token BUIDL didukung satu banding satu dengan dolar AS, menawarkan stabilitas harga dan potensi imbal hasil yang mirip dengan surat utang negara.

    Investor menerima dividen harian yang dihasilkan dari aset-aset jangka pendek tersebut, menjadikan BUIDL sebagai alternatif menarik bagi mereka yang mencari likuiditas dan keamanan dalam dunia kripto.

    Dominasi di Ethereum dan Ekspansi ke Blockchain Lain

    Sebagian besar dana BUIDL, sekitar 92%, ditempatkan di jaringan Ethereum, menjadikannya sebagai blockchain utama untuk operasi dana ini.

    Namun, BlackRock tidak berhenti di situ. Perusahaan ini telah memperluas jangkauan BUIDL ke tujuh blockchain lainnya, termasuk Solana, Aptos, Arbitrum, Avalanche, Optimism, dan Polygon.

    Langkah ini menunjukkan strategi diversifikasi BlackRock untuk memanfaatkan berbagai ekosistem blockchain guna mencapai efisiensi dan skalabilitas yang lebih baik.

    Baca Juga: Prediksi Harga Ethereum: Menuju $2.200 dan Sinyal Bullish

    Pertumbuhan Pesat dan Dampaknya terhadap Pasar

    Sejak peluncurannya, BUIDL telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan nilai aset yang dikelola meningkat dari $667 juta menjadi $2,7 miliar dalam waktu singkat.

    Pertumbuhan ini mencerminkan minat yang tinggi dari investor institusional terhadap produk keuangan yang ditokenisasi.

    Dengan menggabungkan stabilitas dan imbal hasil dari aset tradisional dengan efisiensi dan transparansi teknologi blockchain, BUIDL menawarkan solusi inovatif bagi kebutuhan investasi modern.

    Tokenisasi Aset Dunia Nyata: Tren yang Meningkat

    Langkah BlackRock dalam meluncurkan BUIDL mencerminkan tren yang lebih luas di industri keuangan, yaitu tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA).

    Dengan tokenisasi, aset tradisional seperti surat utang negara dapat diperdagangkan dan dikelola secara efisien di blockchain, membuka peluang baru untuk likuiditas dan aksesibilitas.

    Beberapa perusahaan keuangan besar lainnya, seperti Franklin Templeton dan Fidelity, juga telah memasuki ruang ini dengan produk serupa, menunjukkan bahwa tokenisasi aset bukan lagi konsep masa depan, melainkan realitas yang sedang berkembang.

    Dengan dana BUIDL, BlackRock tidak hanya memimpin dalam adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan tradisional, tetapi juga menetapkan standar baru untuk integrasi antara dunia keuangan konvensional dan aset digital.

    Dominasi BUIDL di Ethereum dan ekspansinya ke berbagai blockchain lain menunjukkan bahwa masa depan keuangan mungkin akan semakin terdesentralisasi, efisien, dan inklusif.

    Baca Juga: Solana dan Ethereum: Sinergi Positif dalam Ekosistem Web3


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menuju $2.200 dan Sinyal Bullish

    Harga Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat setelah mencapai titik terendah di sekitar $1.550.

    Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $1.845,06, mencerminkan peningkatan minat beli dan potensi tren naik yang berkelanjutan.

    Pemulihan dari Dukungan Kuat

    Setelah mengalami penurunan ke area $1.550–$1.670, Ethereum berhasil memantul dan menembus zona resistensi penting antara $1.700 dan $1.800.

    Pembentukan pola triple bottom pada grafik harian mengindikasikan kemungkinan pembalikan tren dari bearish ke bullish.

    Penutupan harian di atas $1.800 dapat menandai perubahan struktur pasar yang signifikan.

    Aktivitas Whale dan Indikator Teknikal

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 4 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 4 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Indikator teknikal menunjukkan sinyal positif dengan crossover bullish pada Exponential Moving Averages (EMA) jangka pendek.

    Selain itu, lonjakan transaksi besar oleh whale pada bulan April menunjukkan akumulasi ETH oleh pelaku pasar besar, yang dapat memberikan dukungan kuat untuk kenaikan harga lebih lanjut.

    Baca Juga: Ethereum Alami Lonjakan Aktivitas Institusional dan Metode On-Chain, Tanda Bullish?

    Target Harga dan Level Kunci

    Analis memperkirakan bahwa penutupan harian di atas $2.200 akan mengkonfirmasi tren bullish, membuka jalan menuju target berikutnya di $2.300 dan $2.700.

    Namun, kegagalan untuk mempertahankan harga ETH di atas $1.800 dapat menyebabkan penurunan kembali ke level dukungan di $1.700 atau bahkan $1.650.

    Dukungan dari Inflow ETF dan Minat Institusional

    Masuknya dana ke dalam Ethereum Exchange-Traded Funds (ETF), termasuk penambahan 37.537 ETH oleh BlackRock, menunjukkan minat institusional yang meningkat terhadap ETH.

    Menurut laporan The Coin Republic pada Minggu (4/5), inflow ini dapat memberikan stabilitas harga dan mendorong kenaikan lebih lanjut.

    Melihat kondisi tersebut, Ethereum menunjukkan momentum positif dengan dukungan teknikal dan fundamental yang kuat.

    Penutupan harian di atas $2.200 akan menjadi konfirmasi penting untuk kelanjutan tren naik.

    Namun lagi-lagi, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mempertimbangkan risiko yang ada.

    Baca Juga: Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    Sebagai salah satu pengelola aset terbesar di dunia, langkah BlackRock dalam pasar kripto senantiasa mendapat sorotan.

    Baru-baru ini, data menunjukkan bahwa selama lima hari perdagangan terakhir, BlackRock telah membuang Ethereum senilai mendekati $250 juta melalui dana ETF spot mereka.

    Kontan, ini dinilai sebagai sebuah aksi besar yang mengundang pertanyaan tentang arah investasi institusional terhadap Ethereum.

    Kapan & Berapa Banyak?

    Menurut data aliran ETF Ethereum spot yang dirangkum oleh Finbold pada Senin (29/9), dana ETHA ETF yang dikelola BlackRock mengalami outflow besar pada pekan yang berakhir 26 September 2025.

    Puncak penjualan terjadi pada 26 September, ketika dana tersebut melepas hampir $200 juta dalam satu hari, angka terbesar dalam rentang periode tersebut.

    Sebelumnya, pada 24 September, terjadi penarikan $26,5 juta, dan pada 22 September, sekitar $15,1 juta. Jika dijumlahkan, total net sales dalam pekan itu mencapai $241,5 juta dari BlackRock saja.

    Aksi ini tidak berdiri sendiri — keseluruhan pasar ETF Ethereum juga mencatat pengeluaran besar. Produk seperti Fidelity FETH, Grayscale ETHE, Bitwise ETHW, serta dana dari VanEck, Franklin, 21Shares, dan Invesco turut mengalami aliran keluar signifikan.

    Jika diakumulasikan, terdapat lebih dari $766 juta dana keluar dari ETF Ethereum dalam lima hari tersebut.

    Motif Dibalik Pelepasan ETH

    Berbagai spekulasi muncul mengenai motif di balik aksi ini. Beberapa faktor yang mungkin mendorong keputusan BlackRock:

    1. Rebalancing portofolio & pengamanan laba
      Setelah reli harga signifikan, institusi cenderung merealisasikan sebagian keuntungan atau mengurangi eksposur ke aset volatil.
    2. Sentimen yang melemah terhadap Ethereum
      Bila pandangan institusional terhadap Ethereum menjadi kurang optimis—karena regulasi, persaingan layer-1, atau stagnasi teknologi—maka keluar dana bisa menjadi manifestasi perubahan strategi.
    3. Dominasi Bitcoin & arus modal ke aset “lebih aman”
      Dengan dominasi Bitcoin yang terus naik, investor institusional mungkin beralih sebagian dari Ethereum ke Bitcoin atau instrumen kripto yang dianggap lebih defensif.
    4. Tekanan teknis & level support yang rentan
      Waktu aksi keluar ini bertepatan dengan perlawanan harga ETH untuk menjaga level support penting. Bila support lemah, institusi mungkin memutuskan mengurangi posisi.

    Dampak Terhadap Ethereum & Signal Pasar

    • Tekanan ke level support
      Dengan aksi besar seperti ini, Ethereum berada di ujung pengujian support penting seperti $4.000. Bila support gagal dipertahankan, harga bisa mengalami koreksi lebih dalam.
    • Likuiditas & volatilitas meningkat
      Outflow institusional sebesar ini bisa mempersempit ruang gerak harga ETH, menambah volatilitas—terutama di pasar ETF dan spot.
    • Sinyal “fragilitas” kepercayaan institusional terhadap Ethereum
      Jika institusi sebesar BlackRock mulai mengurangi eksposur ETH secara nyata, sentimen pasar bisa bergeser ke posisi yang lebih hati-hati terhadap altcoin besar.
    • Efek domino pada dana ETF lainnya
      Karena pasar spot ETH sangat terkait dengan produk ETF-nya, aksi satu dana besar bisa memicu reaksi di dana lainnya—baik sebagai pengaruh psikologis maupun aliran keluar komersial.

    Prospek & Apa yang Harus Dipantau Selanjutnya

    1. Apakah BlackRock Pulih Posisi?
      Bisa jadi ini hanya langkah sementara. Apakah mereka akan kembali membeli ETH setelah konsolidasi harga? Apakah mereka akan alihkan sebagian ke instrumen lain seperti BTC?
    2. Bagaimana reaksi dana ETF Ethereum lain?
      Aliran keluar massal di satu dana bisa menjadi preseden tekanan bagi dana lain. Perhatikan bagaimana Grayscale, Fidelity, Bitwise merespons di hari-hari mendatang.
    3. Ketahanan support Ethereum
      Jika ETH mampu mempertahankan level support di zona $4.000 atau sedikit di bawahnya, maka pasar mungkin menahan “keterpurukan” lebih dalam. Namun jika support rusak, penurunan signifikan bisa terjadi.
    4. Sentimen global & regulasi
      Keputusan regulasi, kebijakan moneter, dan pergeseran arus modal makro akan sangat memengaruhi apakah institusi kembali tertarik ke Ethereum atau malah melepas lebih jauh.

    Baca Juga: Mantan Eksekutif Ripple di BlackRock Prediksi XRP, Bisa Tembus Berapa?

    Aksi BlackRock melepaskan sekitar $ 241,5 juta Ethereum dalam seminggu bukanlah sabotase harga, tetapi sinyal institusional yang harus diperhatikan.

    Ini menegaskan bahwa sentimen institusional terhadap Ethereum — baik dari sisi ekspektasi keuntungan, ketakutan risiko, maupun alokasi aset sangat mempengaruhi dinamika pasar kripto besar.

    Bagi investor ritel maupun pengamat pasar, tindakan ini menggarisbawahi bahwa pasar kripto kini bukan hanya soal hype dan spekulasi, tetapi juga tentang bagaimana institusi besar mengatur strategi masuk-keluar mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terbongkar! Kripto Ini Jadi Target Investasi Rp32 Triliun dari BlackRock

    Dalam dunia keuangan tradisional, BlackRock dikenal sebagai salah satu pengelola aset terbesar di dunia.

    Keputusan BlackRock untuk membuat dana ter-tokenisasi senilai $2 miliar melalui BUIDL fund mencerminkan tren yang semakin kuat: menggabungkan keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

    Hal yang menarik untuk dicermati adalah kemungkinan bahwa dana ini akan diperluas agar “hidup” di XRP Ledger (XRPL).

    XRPL, yang sejak lama dikenal dalam ekosistem Ripple, memiliki karakteristik cocok untuk aplikasi institusional: kecepatan transaksi, efisiensi biaya, dan stabilitas protokol.

    Integrasi BUIDL ke XRPL bisa menjadi titik balik sekaligus bukti bahwa blockchain semakin diterima di ranah keuangan arus utama.

    Baca Juga: Mantan Eksekutif Ripple di BlackRock Prediksi XRP, Bisa Tembus Berapa?

    RLUSD sebagai Jembatan Likuiditas

    Kunci dari alokasi ini adalah RLUSD, stablecoin berbasis dolar yang akan menjadi “mata uang pertukaran” di dalam ekosistem tokenized fund.

    Dalam skema yang direncanakan, investor yang memegang saham di dana tokenized (misalnya di BUIDL) dapat menukarnya ke RLUSD secara on-chain, 24/7, lewat kontrak pintar yang dijalankan di XRPL.

    Dengan demikian, perpindahan antara dana tradisional (tokenized fund) dengan aset digital (stablecoin) bisa dilakukan dengan likuiditas tinggi dan efisiensi.

    Integrasi ini juga memungkinkan modal institusional untuk “menaiki jembatan” dari finansial tradisional ke aset digital dengan gesekan minimal.

    Ripple dan Securitize sudah bekerja sama untuk mengaktifkan integrasi ini, memastikan bahwa sistem smart contract dan mekanisme likuiditas bisa berjalan lancar dalam ekosistem XRPL.

    Dampak Institusional & Kenaikan Adopsi RWA

    Jika BUIDL benar-benar diluncurkan di XRPL, dampaknya bisa sangat besar:

    1. Peningkatan Kepercayaan Institusi
      Kehadiran BlackRock di XRPL akan menjadi endorsement kuat terhadap kemampuan teknis dan keamanan jaringan ini. Banyak institusi lain mungkin akan mempertimbangkan XRPL untuk proyek tokenisasi mereka.
    2. Ekspansi Aktivitas RWA di XRPL
      XRPL sudah mulai menarik proyek-proyek RWA besar seperti Guggenheim, VERT, dan Dubai Land Registry. Integrasi BUIDL akan memperkuat posisi XRPL sebagai salah satu blockchain top untuk aktivitas aset dunia nyata.
    3. Likuiditas Tokenized Fund
      Dengan pertukaran ke RLUSD yang selalu tersedia, dana tokenized seperti BUIDL menjadi jauh lebih likuid daripada model tokenisasi tradisional yang mungkin masih terikat jam pasar.
    4. Penguatan Narasi “Bridge antara TradFi dan DeFi”
      Implementasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dapat bersinergi.

    Tantangan dan Catatan Penting

    Meskipun rencana sangat menjanjikan, realisasi teknis dan regulasi menjadi tantangan utama. Integrasi kontrak pintar, keamanan protokol, dan kepatuhan regulasi akan menjadi aspek yang krusial.

    Ada risiko bahwa adopsi tidak langsung besar: institusi mungkin hendak “menunggu” dahulu bukti kerja XRPL yang sudah digunakan oleh dana sekelas BUIDL.

    Volatilitas nilai stablecoin RLUSD, kepatuhan terhadap regulasi AS atau global, serta kemungkinan hambatan likuiditas saat volume besar juga harus diperhitungkan.

    Implikasi Bagi Investor dan Komunitas XRP

    Bagi pemegang XRP dan komunitas XRPL, langkah ini bisa menjadi katalis penting.

    Potensi permintaan token, peningkatan penggunaan jaringan, serta reputasi institusional dapat mendorong apresiasi jangka panjang.

    Bagi investor di ranah kripto dan aset digital, ini menjadi sinyal bahwa institusi besar tidak lagi sekadar “mengawasi” blockchain, tapi mulai aktif berpartisipasi melalui alokasi modal nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Buang Ethereum Senilai Rp14 Triliun, Beralih ke Bitcoin!

    Portofolio kripto raksasa manajer aset global, BlackRock, mengalami perubahan besar dalam sepekan terakhir. Data blockchain mengungkapkan bahwa perusahaan ini melepas Ethereum (ETH) dalam jumlah jumbo lebih dari $900 juta, sekaligus memperkuat kepemilikan Bitcoin (BTC)-nya.

    Menurut laporan intelijen on-chain dari Arkham yang dikutip Finbold, posisi Ethereum BlackRock turun drastis dari 3,78 juta ETH (senilai $16,82 miliar pada 5 September) menjadi 3,66 juta ETH ($15,91 miliar pada 12 September). Artinya, dalam waktu hanya tujuh hari, BlackRock mengurangi kepemilikan sebesar 115.950 ETH, setara $913 juta atau sekitar Rp14 triliun.

    Dilaporkan Finbold, akibat penjualan besar ini, pangsa Ethereum dalam portofolio kripto BlackRock anjlok dari 16,7% menjadi 15,7%, semakin menjauh dari posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

    BlackRock Tambah Koleksi Bitcoin Lebih dari $2 Miliar

    Di sisi lain, BlackRock justru semakin agresif mengakumulasi Bitcoin. Data menunjukkan kepemilikan BTC meningkat dari 747.470 BTC ($83,53 miliar) menjadi 751.400 BTC ($85,62 miliar) dalam periode yang sama. Penambahan sebesar 3.930 BTC ini bernilai lebih dari $2,09 miliar, membuat dominasi Bitcoin dalam portofolio kripto BlackRock naik dari 83,2% menjadi 84,4%.

    Langkah ini mempertegas arah strategi BlackRock yang lebih bullish terhadap Bitcoin dibanding Ethereum.

    Kepemilikan Ethereum BlackRock. Sumber: Arkham.
    Kepemilikan Ethereum BlackRock. Sumber: Arkham.

    Aset Kripto BlackRock Tembus $101,5 Miliar

    Meski melepas ETH dalam jumlah besar, total nilai portofolio kripto BlackRock justru melonjak menembus $101,53 miliar per 12 September. Pemulihan ini ditopang oleh reli Bitcoin mingguan sebesar 1,97% serta keuntungan signifikan dari posisi altcoin seperti SPX (+23,28%) dan TUA (+61,15%).

    Sebaliknya, Ethereum justru tertahan, turun 2,43% ke $4.345, sehingga memicu kerugian lebih dari $900 juta yang belum terealisasi di alokasi ETH BlackRock. Meski begitu, ETH masih menjadi aset kripto terbesar kedua dalam portofolio BlackRock, jauh di atas aset minor lain seperti IMAGE ($561.000) dan JOE ($6.880).

    Apakah Ini Pertanda BlackRock Tinggalkan Ethereum?

    Perubahan alokasi ini menimbulkan spekulasi di pasar: apakah BlackRock mulai mengurangi eksposur terhadap Ethereum untuk fokus penuh pada Bitcoin?

    Dengan portofolio kripto yang kini didominasi lebih dari 84% BTC, langkah BlackRock bisa menjadi sinyal kuat arah kepercayaan institusional terhadap Bitcoin di siklus pasar saat ini.

    Namun, meski tertekan, posisi Ethereum di atas $15 miliar tetap menegaskan perannya sebagai “runner-up” dalam portofolio BlackRock.

    Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Menang Lawan SEC, BlackRock Masih Ogah Gelar ETF XRP

    BlackRock, manajer aset terbesar dunia, menegaskan bahwa mereka tidak berencana untuk meluncurkan ETF spot untuk XRP atau Solana (SOL) dalam waktu dekat.

    Kendati Ripple berhasil memenangkan sengketa hukum dengan SEC, keputusan ini menandai kelanjutannya tetap fokus pada Bitcoin dan Ethereum.

    Tekad Memilih yang Terpercaya: BTC & ETH

    Seorang juru bicara resmi BlackRock menyatakan bahwa saat ini mereka hanya akan memperkuat ETF berbasis Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Kendati investor dan analis sempat berharap inklusi altcoin seperti XRP atau SOL, posisi mereka jelas bahwa perluasan ini belum menjadi prioritas.

    Analisis ini juga menyentuh aspek internal perusahaan. Pergantian kepemimpinan mendefinisikan ulang strategi produk, mendorong fokus ke aset-aset utama yang telah memiliki regulasi dan adopsi kuat.

    Baca Juga: BlackRock Cetak Rekor: ETF Ethereum Tembus $10 Miliar

    Apakah Ada Pergeseran Strategis di Horizon?

    Di sisi lain, beberapa analis ETF, termasuk Nate Geraci, optimis bahwa BlackRock akan mengajukan ETF spot untuk XRP dan Solana di masa mendatang, namun dengan catatan menunggu kerangka regulasi yang lebih jelas.

    Geraci menyebut pendekatan indeksasi aset kripto sebagai bagian dari strategi multi-chain BlackRock, dan menyebut bahwa menolak altcoins seperti XRP dan SOL berarti mengabaikan peluang pasar yang berkembang.

    Apa Dampaknya bagi XRP dan Solana?

    • Likuiditas Institusional untuk XRP & SOL Masih Tertunda
      Tanpa ETF dari BlackRock, yang memiliki akses luas ke institusi dan dana ritel besar, potensi limpahan modal masih terbatas bagi altcoin seperti XRP dan SOL.
    • Momentum Adopsi Tertunda
      Ripple baru saja menyelesaikan sengketa hukumnya dengan sec; banyak pihak berharap ini membuka jalan bagi ETF XRP. Namun, keputusan BlackRock saat ini tidak memberi stimulus harga maupun akses mainstream.

    Lansekap ETF Altcoin di Pasar Global

    Meskipun BlackRock belum bergerak, banyak perusahaan lain telah melakukan lobby atau pengajuan terhadap SEC.

    Franklin Templeton, Bitwise, WisdomTree, Grayscale, hingga Canary Capital telah mengajukan spot ETF untuk XRP dan Solana.

    Namun, JP Morgan memperingatkan bahwa dana masuk untuk altcoin ETF kemungkinan akan lebih modest dibanding ETF Bitcoin atau Ethereum karena keterbatasan kesadaran dan fundamental token tersebut.

    Ringkasan Cepat

    Faktor Dampak Saat Ini
    BlackRock Fokus pada ETF BTC & ETH; tak ada rencana untuk XRP/SOL ETF
    Analisis Perkiraan: bisa ajukan setelah regulasi lebih jelas
    Pasar Altcoin XRP & SOL masih kekurangan akses institusi besar
    Persaingan ETF Banyak pemain lain sudah mulai mengajukan altcoin ETF
    Risiko & Peluang ETF altcoin tetap prospektif tapi menanti kepastian legal

    Baca Juga: Harga XRP Tertekan, Arus Keluar Holder Tembus Rekor 7 Bulan

    Bagi investor, ini berarti altcoin ETF masih mungkin datang, namun mungkin bukan dari BlackRock paling awal.

    Momentum sebenarnya bisa datang dari mana saja, tergantung pada regulasi dan strategi korporasi lainnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com