Tag: blackrock

  • Pasar Berguncang, ETF Ethereum Pantang Goyang

    Dalam gelombang volatilitas pasar kripto yang belum mereda, satu fenomena menarik justru mencuri perhatian: ETF Ethereum milik raksasa manajemen aset BlackRock justru tetap kokoh tanpa satu pun arus keluar dana (outflows).

    Di saat sebagian besar investor memilih untuk menarik investasi mereka dari aset digital, ETF ini menunjukkan daya tahan yang mencerminkan kepercayaan institusional yang kuat terhadap masa depan Ethereum.

    Ketangguhan di Tengah Guncangan Pasar

    Selama beberapa pekan terakhir, pasar kripto secara keseluruhan mengalami tekanan signifikan.

    Bitcoin, Ethereum, dan berbagai altcoin lainnya menurun nilainya akibat kombinasi sentimen makroekonomi global, kebijakan suku bunga, dan tekanan regulasi yang terus membayangi.

    Namun, menariknya, ETF Ethereum yang diterbitkan BlackRock justru tidak mengalami penarikan dana. Ini bukan sekadar statistik biasa, tetapi sinyal penting bahwa investor besar tetap memandang Ethereum sebagai aset strategis jangka panjang.

    Baca Juga: 5 Cara Analisa Harga Ethereum Tanpa Harus Melihat Chart

    Apa Itu ETF Ethereum dan Mengapa Penting?

    ETF (Exchange Traded Fund) Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap harga Ethereum tanpa perlu langsung membeli dan menyimpan koinnya.

    Dengan ETF, para investor institusi seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, atau hedge fund bisa masuk ke dalam pasar aset digital dengan cara yang lebih teratur dan sesuai regulasi.

    Ketika ETF Bitcoin spot mulai mencuri perhatian sejak awal 2024, muncul pula ekspektasi terhadap peluncuran produk serupa untuk Ethereum.

    BlackRock, sebagai manajer aset terbesar di dunia, mengambil inisiatif dan meluncurkan ETF Ethereum yang kini terbukti menjadi instrumen tangguh di tengah krisis likuiditas kripto.

    Mengapa BlackRock Bisa Bertahan?

    Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa ETF Ethereum BlackRock tidak mengalami arus keluar dana:

    1. Kepercayaan terhadap Ethereum 2.0: Dengan transisi sukses Ethereum ke model konsensus Proof-of-Stake, jaringan Ethereum menjadi lebih hemat energi dan lebih siap untuk skala besar. Ini menjadi nilai jual yang kuat bagi investor institusional.
    2. Diversifikasi portofolio institusional: Banyak manajer investasi kini melihat Ethereum bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai bagian dari diversifikasi aset digital yang matang.
    3. Kepercayaan terhadap manajemen BlackRock: Reputasi BlackRock sebagai pengelola dana yang prudent memberikan kepercayaan lebih pada produknya, termasuk dalam sektor yang penuh risiko seperti kripto.
    4. Stabilitas relatif dibandingkan altcoin lain: Meski mengalami koreksi harga, Ethereum tetap dianggap sebagai salah satu aset digital paling mapan dan bernilai guna tinggi berkat ekosistem DeFi dan NFT yang terus berkembang.

    Implikasi Jangka Panjang bagi Pasar Kripto

    Keberhasilan ETF Ethereum BlackRock bertahan tanpa arus keluar dana di tengah gejolak pasar dapat menjadi preseden penting.

    Ini menunjukkan bahwa investor besar tidak begitu saja panik oleh volatilitas jangka pendek. Sebaliknya, mereka melihat peluang jangka panjang—baik dari sisi teknologi blockchain maupun potensi pertumbuhan ekonomi digital.

    Lebih jauh lagi, ini bisa memperkuat argumen bagi SEC dan regulator global untuk mempercepat persetujuan ETF kripto lainnya.

    Jika produk seperti ini bisa menunjukkan stabilitas dan likuiditas, maka pasar aset digital bisa menjadi lebih terintegrasi ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar

    ETF Ethereum milik BlackRock mungkin bukan headline harian seperti lonjakan harga Bitcoin atau meme coin viral.

    Namun, daya tahannya dalam menghadapi tekanan pasar memberikan pelajaran penting tentang arah masa depan investasi kripto.

    Di tengah ketidakpastian, kepercayaan institusional terhadap Ethereum justru semakin menguat, dan itu menjadi sinyal bullish yang patut diperhatikan, terutama bagi mereka yang percaya bahwa dunia kripto baru saja memulai babak transformasi berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Kejutkan Pasar Kripto, Ajukan ETF Ethereum Staking ke SEC!

    Raksasa manajemen aset dunia, BlackRock, kembali membuat gebrakan di industri kripto. Perusahaan ini resmi mengajukan permohonan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat untuk meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) Ethereum berbasis staking.

    Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin BlackRock yang diluncurkan pada 2024. Produk tersebut mencatatkan kinerja luar biasa, bahkan melampaui pendapatan tahunan seluruh ETF tradisional BlackRock lainnya yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Keberhasilan itu kini menjadi sinyal positif bagi Ethereum, karena berpotensi menarik lebih banyak investor institusional dan konvensional ke ekosistem kripto terbesar kedua di dunia tersebut.

    Apa Itu Staking Ethereum?

    Dilaporkan Cryptonomist, staking merupakan mekanisme di mana pemilik aset kripto “mengunci” koin mereka untuk membantu jaringan memverifikasi transaksi. Sebagai imbalannya, investor akan memperoleh reward staking dalam bentuk aset yang sama, menyerupai dividen pada saham. Untuk Ethereum, imbal hasil staking umumnya berada di kisaran 3–4 persen per tahun (APY).

    Sejak 2022, Ethereum telah beralih dari mekanisme Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS). Perubahan ini menghilangkan proses penambangan dan menjadikan staking sebagai komponen utama dalam validasi transaksi jaringan Ethereum.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    ETF Ethereum Staking: Pilihan Baru Investor

    Sebelumnya, BlackRock telah memiliki ETF Ethereum, namun produk tersebut belum mengakomodasi fitur staking karena belum mendapat persetujuan regulator saat peluncuran. Alih-alih mengubah ETF yang sudah ada, BlackRock memilih mengajukan ETF baru khusus Ethereum staking.

    Jika disetujui, investor akan dihadapkan pada dua pilihan: ETF Ethereum yang hanya mengikuti pergerakan harga, atau ETF Ethereum yang sekaligus menghasilkan imbal hasil dari staking. Dengan tingginya minat investor terhadap produk berimbal hasil, ETF staking diperkirakan akan menjadi opsi favorit.

    Sebelum BlackRock, Grayscale tercatat sebagai manajer aset pertama yang meluncurkan ETF Ethereum staking pada Oktober 2025. Kehadiran produk Grayscale disebut membuka jalan bagi masuknya pemain besar lainnya, termasuk BlackRock.

    ETF vs Kepemilikan Langsung Kripto

    Meski ETF menawarkan kemudahan bagi investor tradisional, terdapat perbedaan mendasar dibandingkan kepemilikan kripto secara langsung (self-custody). Dalam ETF, aset kripto disimpan dan dikelola oleh pihak penerbit, sehingga investor tidak memiliki kontrol penuh atas aset tersebut.

    Konsekuensinya, transaksi jual beli hanya bisa dilakukan pada jam perdagangan pasar, serta dikenakan biaya pengelolaan tahunan. Sebaliknya, kepemilikan langsung melalui dompet kripto memungkinkan pengguna memindahkan, menukar, atau menjual aset kapan saja, dengan biaya terbatas pada ongkos transaksi jaringan.

    Karena alasan tersebut, sebagian investor tetap memilih self-custody wallet untuk mengelola aset kripto mereka secara mandiri, termasuk untuk memanfaatkan peluang staking di luar ETF.

    Dampak bagi Pasar

    Pengajuan ETF Ethereum staking oleh BlackRock dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya adopsi kripto oleh institusi keuangan global. Jika disetujui SEC, produk ini berpotensi memperluas akses investor tradisional ke Ethereum sekaligus memperkuat posisi aset kripto sebagai instrumen investasi berimbal hasil di pasar keuangan global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!

    Raksasa manajemen aset BlackRock kembali mengguncang industri kripto dengan mengajukan iShares Staked Ethereum Trust ETF, produk pertama perusahaan di Amerika Serikat yang memberikan eksposur langsung pada staking Ethereum bagi investor institusional.

    Langkah ini muncul setelah dana Ethereum BlackRock sebelumnya melampaui $11 miliar aset kelolaan, menandai meningkatnya minat pasar terhadap strategi kripto yang tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga menghasilkan imbalan (yield) dari staking.

    Dalam prospektus awal tertanggal 5 Desember, BlackRock menjelaskan bahwa ETF ini akan mencerminkan performa harga ETH sekaligus mengumpulkan reward staking dari sebagian aset yang di-stake. Nilai aset bersih (NAV) trust akan ditingkatkan oleh reward tersebut, meski perusahaan mengingatkan adanya risiko regulasi dan operasional yang dapat mempengaruhi kinerja.

    Diperkuat Struktur Multi-Custodian: Coinbase, BNY Mellon, hingga Anchorage Digital

    Untuk menegaskan kepatuhan dan mengurangi risiko, BlackRock menyiapkan model kustodian berlapis:

    • Coinbase Custody akan menjadi penjaga aset ETH.
    • BNY Mellon bertindak sebagai kustodian kas sekaligus administrator.
    • Anchorage Digital Bank ditunjuk sebagai kustodian tambahan.

    BlackRock Fund Advisors akan menjadi trustee, sementara iShares Delaware Trust Sponsor LLC berperan sebagai sponsor.

    Struktur ini menunjukkan upaya BlackRock memosisikan produk tersebut sebagai infrastruktur institusional yang aman dan terstandarisasi.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    Tidak Operasikan Validator Sendiri, Andalkan Penyedia Staking Pihak Ketiga

    Alih-alih menjalankan node validator sendiri, BlackRock akan menggandeng penyedia staking pihak ketiga yang telah disetujui. Alokasi staking akan ditentukan berdasarkan performa, reputasi, dan tingkat keandalan penyedia.

    Dilaporkan Crypto News, reward dan risiko slashing menjadi faktor utama yang disebut dalam dokumen.

    ETF ini direncanakan listing di NASDAQ dengan ticker “ETHB”, dan akan menerbitkan serta menebus unit dalam paket 40.000 saham.

    Permintaan Institusional Mulai Bergeser ke Produk Kripto Berbasis Yield

    Pengajuan ETF staked ETH ini menegaskan perubahan strategi besar di kalangan investor institusional. Mereka tak lagi puas dengan produk kripto yang hanya menawarkan eksposur harga, melainkan mulai mencari instrumen tokenisasi yang menghasilkan pendapatan operasional.

    Jika disetujui regulator, ETF ini bisa memengaruhi bagaimana reward staking diklasifikasikan secara hukum, sebuah isu yang hingga kini masih terus dibahas di Amerika Serikat.

    BlackRock, dengan langkah ini, tampak berambisi memimpin fase baru adopsi aset digital.

    Sementara Itu, ETF Bitcoin BlackRock Catat Outflow Terburuk: $2,7 Miliar Keluar

    Di tengah inovasi baru ini, performa dana Bitcoin BlackRock justru berjalan sebaliknya. iShares Bitcoin Trust mencatat lima minggu berturut-turut penarikan dana, total lebih dari $2,7 miliar hingga 28 November.

    Penarikan berlanjut pada Kamis dengan tambahan $113 juta keluar, menempatkan ETF ini pada jalur rekor enam minggu outflow beruntun, meskipun harga Bitcoin relatif stabil.

    Fenomena ini memperlihatkan pergeseran sentimen investor, dari Bitcoin menuju instrumen kripto yang memberi imbal hasil, seperti staking Ethereum.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    BlackRock kembali menggemparkan industri kripto. Hanya empat bulan setelah SEC mengakui pengajuan mereka untuk mengizinkan staking dalam ETF Ethereum, raksasa investasi senilai $10 triliun ini resmi mendaftarkan entitas baru bernama iShares Staked Ethereum Trust.

    Menurut dokumen pendaftaran korporat di Delaware, trust tersebut secara resmi didirikan pada 20 November 2025. Langkah ini semakin menegaskan bahwa BlackRock bukan hanya mengandalkan ETF Ethereum biasa, tetapi juga bersiap membawa produk kripto ber-yield ke ranah institusional.

    Dominasi BlackRock di ETF Ethereum

    Saat ini, ETF Ethereum BlackRock dengan ticker ETHA adalah yang terbesar di dunia, mengelola lebih dari $13 miliar aset. Angka ini jauh meninggalkan pesaing terdekatnya, Fidelity, yang baru mengumpulkan sekitar $2.5 miliar ETH.

    Dengan kekuatan sebesar ini, kehadiran Staked Ethereum Trust berpotensi mengubah dinamika pasar ETF kripto secara signifikan. Jika SEC akhirnya merestui ETF Ethereum yang menghasilkan yield dari staking, industri bisa memasuki fase baru di mana aset kripto tidak hanya diperdagangkan, tetapi juga memberikan pendapatan pasif kepada investor tradisional.

    Baca juga: BlackRock Bocorkan Rencana Gila! Triliunan Dolar Siap Masuk XRP

    Harga ETH Sempat Menguat, Meski Pasar Masih Bergejolak

    Kabar pendaftaran trust baru ini langsung memengaruhi pasar. ETH sempat rebound 2%, meski pemulihan tersebut bergerak seiring lonjakan pasar kripto yang terjadi setelah laporan pendapatan kuartalan Nvidia memicu kenaikan BTC kembali di atas $90.000.

    Namun secara keseluruhan, ETH masih tercatat turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Artinya, sentimen tetap campuran: optimisme jangka panjang bertabrakan dengan volatilitas jangka pendek.

    Sinyal Besar untuk Produk Kripto Ber-Yield

    Dilaporkan The Defiant, jika diluncurkan, staked Ethereum ETF akan menjadi produk kripto pertama dari BlackRock yang menawarkan yield bagi investor. Ini bukan hanya inovasi finansial—tetapi juga sinyal kuat bahwa produk aset digital berimbal hasil kini mulai diterima investor institusi.

    Analis memperkirakan, langkah berani ini dapat membuka pintu bagi produk serupa dari manajer aset lain seperti Fidelity, Ark Invest, hingga Franklin Templeton.

    Dengan reputasi sebagai pemimpin pasar, setiap pergerakan BlackRock cenderung menjadi standar baru di dunia keuangan tradisional maupun Web3.

    Kesimpulan

    Pendaftaran iShares Staked Ethereum Trust menempatkan BlackRock selangkah lebih dekat menuju era baru ETF kripto. Jika disetujui, investor institusi akan memiliki cara yang lebih mudah dan legal untuk menikmati hasil staking Ethereum tanpa harus berinteraksi langsung dengan dunia DeFi.

    Akankah ini jadi pemicu gelombang besar produk crypto-yield di Wall Street? Atau justru menandai awal integrasi penuh antara dunia keuangan tradisional dan blockchain?

    Satu hal pasti: BlackRock sedang memainkan langkah yang bisa mengubah wajah industri kripto selamanya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Diam-Diam Pindahkan Rp1,9 Triliun Bitcoin dan Ethereum

    BlackRock kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah memindahkan aset Bitcoin dan Ethereum senilai lebih dari 120 juta dolar AS atau sekitar Rp1,9 triliun ke Coinbase. Langkah ini memicu spekulasi adanya tekanan jual lanjutan di tengah arus keluar dana besar-besaran dari ETF kripto di Amerika Serikat.

    Berdasarkan data on-chain yang dirilis Arkham Intelligence dan Lookonchain pada 2 Januari 2026, BlackRock mentransfer 1.134 Bitcoin senilai sekitar 101 juta dolar AS serta 7.255 Ethereum senilai kurang lebih 22 juta dolar AS ke Coinbase Prime, layanan kustodian khusus institusi milik Coinbase.

    Pergerakan ETF Milik BlackRock

    Baca juga: BlackRock Kejutkan Pasar Kripto, Ajukan ETF Ethereum Staking ke SEC!

    Pergerakan ini terjadi tak lama setelah pasar ETF kripto mengalami outflow signifikan di penghujung 2025. Data Farside Investors dan SoSoValue mencatat bahwa pada 31 Desember, ETF Bitcoin spot di AS mengalami arus keluar bersih sebesar 348,1 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, ETF IBIT milik BlackRock menyumbang 99,05 juta dolar AS. Sementara itu, ETF Ethereum mencatat total outflow 72,06 juta dolar AS, dengan dana BlackRock kehilangan sekitar 21,5 juta dolar AS.

    Meski IBIT masih menjadi pemimpin pasar ETF Bitcoin dengan kepemilikan sekitar 770.791 BTC senilai 67,4 miliar dolar AS, tren arus keluar ini menandai perubahan sentimen investor. Secara keseluruhan, arus dana ETF Bitcoin tercatat negatif dalam delapan dari sembilan hari perdagangan terakhir, sedangkan ETF Ethereum negatif dalam lima dari enam hari terakhir.

    Dilaporkan Coinlaw.io, tekanan pasar juga diperparah oleh jatuh tempo opsi kripto senilai 2,2 miliar dolar AS yang mencakup Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana. Titik “max pain” Bitcoin berada di level 88.000 dolar AS, yang dinilai menambah potensi tekanan penurunan harga. Analis CryptoQuant memperingatkan bahwa jika outflow ETF berlanjut, harga Bitcoin berisiko turun di bawah 90.000 dolar AS dan bahkan bisa mengarah ke area 50.000 dolar AS.

    Pergerakan Harga Kripto

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski demikian, tidak semua sinyal bersifat negatif. Data Glassnode menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang mulai berhenti menjual aset mereka, yang mengindikasikan adanya ketahanan di tengah tekanan pasar.

    Dari sisi harga, pasar kripto masih menunjukkan pergerakan campuran. Bitcoin tercatat naik 1,78% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 89.412 dolar AS, sementara Ethereum menguat 2,25% ke level sekitar 3.048 dolar AS. Volume perdagangan Ethereum juga meningkat 7,12%, menandakan aktivitas pasar yang masih tinggi.

    Hingga kini, BlackRock belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan di balik transfer aset tersebut. Ketidakjelasan ini membuat pelaku pasar tetap waspada, mengingat setiap langkah manajer aset terbesar di dunia kerap menjadi sinyal penting bagi arah pasar kripto ke depan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pegang 350.000 BTC, ETF BlackRock Kini Lebih Besar dari Coinbase

    Dominasi exchange kripto mulai mendapat tantangan serius. ETF Bitcoin milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), kini mencatat volume perdagangan harian yang menyaingi Binance dan bahkan melampaui Coinbase hingga dua kali lipat.

    ETF Mulai Geser Peran Exchange

    Berdasarkan data dari Kaiko, IBIT saat ini mencatat volume transaksi harian di kisaran $16 miliar hingga $18 miliar. Angka ini jauh di atas Coinbase yang berada di kisaran $6 miliar–$8 miliar, dan mulai mendekati Binance sebagai pemimpin likuiditas global.

    Dikutip BeInCrypto, lonjakan ini menunjukkan bahwa produk keuangan berbasis regulasi semakin menjadi alternatif utama bagi investor, khususnya institusi, dibandingkan platform kripto tradisional.

    IBIT sendiri kini menguasai sekitar 70% pangsa volume di antara ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan dalam kategori ini.

    Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    Volume Tinggi, Tapi Dana Tidak Selalu Masuk

    Meski aktivitas perdagangan IBIT meningkat pesat, aliran dana ke ETF Bitcoin tidak sepenuhnya sejalan. Sepanjang kuartal pertama 2026, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sebesar $496 juta.

    Pada dua bulan pertama, tekanan cukup besar dengan total dana keluar mencapai $1,8 miliar, seiring penurunan harga Bitcoin sebesar 23,8%—menjadi performa kuartal pertama terburuk sejak 2018.

    Namun, situasi mulai membaik di bulan Maret dengan masuknya dana sebesar $1,32 miliar, mengakhiri tren negatif yang berlangsung sejak Oktober 2025.

    Aliran Dana Mulai Stabil di Awal April

    Memasuki April, ETF Bitcoin kembali mencatat arus masuk meski masih terbatas. Pada 2 April, total net inflow mencapai $8,99 juta, dipimpin oleh Fidelity FBTC sebesar $7,29 juta.

    Sementara itu, ETF Ethereum justru mengalami tekanan dengan arus keluar mencapai $71,17 juta, termasuk penarikan terbesar dari produk BlackRock ETHA.

    Volume Tinggi Bukan Berarti Permintaan Baru

    Analis menilai tingginya volume perdagangan tidak selalu mencerminkan masuknya dana baru ke pasar. Aktivitas tersebut bisa berasal dari strategi hedging, rebalancing portofolio, atau transaksi jangka pendek.

    Hal ini menjelaskan mengapa volume IBIT melonjak, tetapi secara keseluruhan ETF Bitcoin masih mencatat performa kuartalan yang lemah.

    Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai tanda perubahan struktur pasar kripto. “Meningkatnya volume ETF seperti IBIT menunjukkan pergeseran preferensi investor, khususnya institusi, dari exchange kripto ke instrumen yang lebih terregulasi,” jelas mereka.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, mereka juga menekankan bahwa volume tinggi belum tentu berarti minat baru.
    “Perlu dibedakan antara aktivitas trading dan arus modal masuk. Saat ini, sebagian besar volume kemungkinan berasal dari strategi manajemen risiko, bukan akumulasi jangka panjang,” tambahnya.

    Dengan capaian volume yang hampir menyamai exchange terbesar dunia, IBIT menjadi bukti bahwa batas antara pasar keuangan tradisional dan kripto semakin tipis.

    Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas harga Bitcoin serta kondisi makroekonomi global yang memengaruhi minat investor terhadap aset digital.

    Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust


    nvestasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Integrasi Chronicle ke Fund BUIDL

    Raksasa manajer aset global, BlackRock, kembali memperkuat posisinya di sektor real-world assets (RWA) dengan menambahkan lapisan verifikasi baru ke produk on-chain andalannya, BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL).

    Menurut laporan The Block, kali ini BlackRock menggandeng Chronicle untuk menghadirkan sistem verifikasi data yang lebih transparan dan dapat diaudit secara independen.

    Langkah ini menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenized fund, dari sekadar eksistensi di blockchain menuju infrastruktur keuangan digital yang benar-benar siap digunakan oleh institusi besar.

    Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    BUIDL: Tokenized Fund Terbesar di Pasar

    BUIDL saat ini merupakan salah satu dana on-chain terbesar di dunia, dengan total aset sekitar US$1,7 miliar.

    Portofolio utamanya terdiri dari US Treasury, instrumen overnight repo, dan aset likuid berisiko rendah.

    Produk ini dirancang untuk memberikan eksposur ke instrumen pasar uang tradisional, namun dengan efisiensi dan transparansi blockchain.

    Chronicle: Lapisan Verifikasi Baru

    Integrasi Chronicle memungkinkan BUIDL menghadirkan data holding-level yang dapat diverifikasi secara independen oleh berbagai pihak, termasuk investor institusional, protokol DeFi, hingga manajer aset dan alokator modal.

    Fitur utama yang ditawarkan meliputi transparansi komposisi aset secara real-time, verifikasi ketersediaan dana, validasi integritas data, serta informasi “freshness” atau pembaruan data.

    Artinya, investor tidak lagi hanya mengandalkan laporan berkala, tetapi dapat memverifikasi kondisi dana secara langsung di blockchain.

    Jembatan antara DeFi dan TradFi

    Langkah ini juga memperkuat posisi BUIDL sebagai jembatan antara dunia keuangan tradisional (TradFi) dan decentralized finance (DeFi).

    Dengan adanya verifikasi granular, BUIDL kini lebih kompatibel untuk digunakan dalam protokol DeFi sebagai collateral, strategi yield berbasis institusi, dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Hal ini menjawab salah satu tantangan terbesar dalam adopsi RWA, yaitu kepercayaan terhadap data dan transparansi.

    Evolusi Tokenized Fund

    Sebelumnya, banyak proyek tokenisasi hanya berhenti pada tahap “membawa aset ke blockchain”. Namun, tanpa transparansi dan standar data yang memadai, adopsinya terbatas.

    Dengan integrasi Chronicle, BUIDL menunjukkan evolusi baru:

    1. Phase 1: Tokenisasi aset
    2. Phase 2: Likuiditas on-chain
    3. Phase 3: Verifikasi dan audit real-time

    Dengan demikian, tokenized fund kini bergerak menuju standar infrastruktur keuangan institusional yang sesungguhnya.

    Fondasi Baru untuk RWA

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini merupakan bentuk adopsi nyata yang akan berdampak besar pada industri.

    “Ini adopsi yang sangat nyata karena tokenized fund mulai bergerak dari sekadar “ada di chain” menjadi “bisa diaudit dan dipakai” dengan standar data yang lebih mirip infrastruktur institusional sungguhan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, saat BlackRock menambah lapisan verifikasi seperti ini, pasar sedang melihat fondasi teknis untuk RWA yang bukan cuma likuid, tapi juga makin dapat dipercaya oleh modal besar.

    Garis besarnya, transparansi tetap menjadi kunci utama untuk menarik modal institusional dalam skala besar.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Integrasi ini membawa beberapa implikasi strategis:

    1. Meningkatkan Kepercayaan Investor

    Data yang dapat diverifikasi secara independen mengurangi risiko informasi asimetris.

    2. Mendorong Adopsi Institusional

    Standar transparansi yang lebih tinggi membuat produk lebih menarik bagi institusi besar.

    3. Memperkuat Narasi RWA

    Tokenisasi aset dunia nyata semakin dianggap sebagai sektor serius dalam kripto.

    4. Standar Baru Industri

    Proyek lain kemungkinan akan mengikuti model verifikasi serupa.

    Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    Langkah BlackRock menambahkan Chronicle ke BUIDL menandai evolusi penting dalam dunia tokenized finance.

    Dengan menghadirkan transparansi dan verifikasi data yang lebih mendalam, BUIDL kini tidak hanya menjadi produk on-chain, tetapi juga infrastruktur keuangan yang siap digunakan secara luas.

    Jika tren ini berlanjut, tokenized fund berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam integrasi antara DeFi dan TradFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Serok Bitcoin Rp600M, Tapi XRP Justru Ditinggal Investor

    Arus dana institusional kembali mengalir deras ke Bitcoin, dengan BlackRock menyerap lebih dari US$600 juta BTC dalam sepekan. Di sisi lain, XRP justru menunjukkan tren berlawanan setelah mencatat arus keluar dari produk ETF.

    Dilaporkan BeInCrypto, data ini menegaskan pergeseran minat investor besar di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

    BlackRock Dominasi Pembelian Bitcoin

    Dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, ETF Bitcoin spot mencatat total inflow sebesar US$767 juta.

    Dari jumlah tersebut, produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar US$600,1 juta atau lebih dari 78% total arus masuk.

    Angka ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu pembeli institusional terbesar Bitcoin melalui instrumen yang teregulasi.

    Sementara itu, Grayscale justru mencatat arus keluar sebesar US$25,9 juta dari produknya.

    Selain Bitcoin, ETF berbasis Ethereum juga mencatat inflow sebesar US$160,9 juta dalam periode yang sama.

    Produk dari Fidelity menjadi kontributor utama dengan pembelian sekitar US$90,1 juta, meskipun ETF milik Grayscale kembali mengalami arus keluar.

    Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Di sisi lain, ETF Solana mulai menunjukkan tanda awal ketertarikan institusional dengan inflow sebesar US$10,7 juta.

    Meski relatif kecil, angka ini menunjukkan mulai terbukanya minat terhadap aset di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan aliran modal, ini menunjukkan rotasi institusional yang sangat selektif: uang besar masih nyaman menumpuk eksposur ke BTC dan mulai memberi ruang ke ETH serta SOL, tapi belum mau memberi dukungan yang sama ke XRP.

    “Pesan kasarnya jelas: pasar institusional saat ini lebih suka aset kripto yang likuid, mapan, dan punya jalur adopsi ETF yang lebih bersih daripada cerita yang masih menyisakan keraguan sentimen,” ungkapnya.

    XRP Jadi Pengecualian di Tengah Tren Positif

    Berbeda dengan aset lainnya, ETF XRP justru mencatat arus keluar sebesar US$28,07 juta dalam periode yang sama.

    Hal ini menjadikan XRP sebagai satu-satunya aset utama yang mengalami outflow di tengah tren masuknya dana ke produk kripto lainnya.

    Kondisi ini memperpanjang tren tekanan jual terhadap XRP sepanjang Maret, meskipun secara kumulatif total inflow ETF XRP sejak peluncuran masih berada di atas US$1,2 miliar.

    Indikasi Pergeseran Sentimen Institusional

    Perbedaan arus dana ini menunjukkan adanya kemungkinan rotasi investasi oleh pelaku institusional.

    Bitcoin tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh Ethereum dan mulai munculnya minat terhadap Solana, sementara XRP menghadapi tekanan dari sisi permintaan.

    Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah tren ini bersifat sementara atau mencerminkan perubahan strategi jangka panjang dari investor institusional.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasar serta perkembangan sentimen terhadap masing-masing aset kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    BlackRock resmi meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) Ethereum berbasis staking yang langsung mencatat aktivitas perdagangan cukup tinggi pada hari pertama. ETF bernama iShares Staked Ethereum Trust (ETHB) tersebut membukukan volume perdagangan sekitar US$15,5 juta saat debutnya di pasar.

    Dilaporkan Cointelegraph, angka tersebut dinilai analis sebagai awal yang kuat bagi produk ETF kripto baru, meskipun masih berada di bawah volume yang dicatat oleh beberapa ETF staking Solana yang diluncurkan sebelumnya.

    Volume Perdagangan Hari Pertama

    Berdasarkan data Nasdaq, ETF ETHB mencatat sekitar 592.804 saham diperdagangkan pada hari pertama peluncurannya. Total nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$15,5 juta.

    Analis ETF Bloomberg, James Seyffart, menyebut angka tersebut sebagai debut yang “sangat solid” untuk produk ETF baru.

    Meski demikian, volume tersebut masih lebih rendah dibandingkan ETF staking Solana yang diluncurkan sebelumnya. Bitwise Solana Staking ETF (BSOL), misalnya, mencatat volume sekitar US$55,4 juta pada hari pertama saat diluncurkan pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, REX-Osprey SOL + Staking ETF (SSK) mencatat sekitar US$33,7 juta pada debutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, angka debut US$15,5 juta ini dinilai solid untuk hari pertama, tetapi masih di bawah produk staking Solana sejenis seperti BSOL yang sempat mencatat US$55,4 juta dan SSK sekitar US$33,7 juta saat debut.

    “Secara onchain dan pasar, peluncuran ETHB penting karena menunjukkan ada permintaan institusional untuk eksposur ETH yang sekaligus menangkap yield staking sekitar 4% per tahun, sementara struktur biaya 0,25%—dipotong ke 0,12% untuk US$2,5 miliar AUM pertama—membuat produk ini cukup kompetitif untuk menguji appetite investor tradisional terhadap ETH yield-bearing exposure,” jelasnya.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Pindahkan Rp1,9 Triliun Bitcoin dan Ethereum

    ETF Ethereum dengan Fitur Staking

    Berbeda dengan ETF kripto biasa, iShares Staked Ethereum Trust tidak hanya berinvestasi pada Ether (ETH), tetapi juga melakukan staking aset tersebut di jaringan Ethereum.

    Melalui staking, aset ETH yang dimiliki oleh dana tersebut akan dikunci di jaringan blockchain untuk membantu proses validasi transaksi. Sebagai imbalannya, dana akan memperoleh staking reward yang diperkirakan sekitar 4% per tahun.

    Struktur portofolio ETF ini terdiri dari sekitar 80% Ether yang di-stake dan 20% Ether yang tidak di-stake.

    Hadiah staking akan didistribusikan kepada investor setiap bulan. Proses staking dilakukan melalui validator jaringan Ethereum yang dioperasikan oleh perusahaan seperti Figment, Galaxy Digital, dan Attestant.

    Bagian dari Ekspansi Produk Kripto BlackRock

    Peluncuran ETHB menambah daftar produk kripto yang dimiliki BlackRock. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah meluncurkan dua ETF kripto utama yaitu iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan iShares Ethereum Trust (ETHA).

    Sejak diluncurkan pada 2024, IBIT telah menarik arus dana sekitar US$62,8 miliar, sementara ETHA mencatat inflow sekitar US$11,9 miliar.

    ETF ETHB sendiri diluncurkan dengan total aset awal sekitar US$106,7 juta dan menggunakan Coinbase sebagai kustodian penyimpanan aset.

    Biaya Pengelolaan dan Rencana Produk Baru

    Produk ETF ini mengenakan biaya pengelolaan sebesar 0,25%. Namun BlackRock memberikan potongan biaya selama satu tahun pertama sehingga tarifnya menjadi sekitar 0,12% untuk aset hingga US$2,5 miliar.

    Selain ETHB, BlackRock juga dilaporkan tengah menyiapkan produk ETF Bitcoin Premium Income. Produk tersebut dirancang untuk menghasilkan pendapatan tambahan dengan menjual opsi covered call pada kontrak futures Bitcoin.

    Langkah ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan global dalam mengembangkan produk investasi berbasis aset kripto, terutama yang menawarkan potensi imbal hasil tambahan seperti staking.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Pecah Rekor Lagi Jadi US$ 76.000, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) pada harga US$76.000, atau sekitar Rp1,2 Miliar yang didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya, kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS, serta meningkatnya minat dari kalangan institusional.

    Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang menguat di pasar kripto. Ekspektasi investor terkait hasil Pilpres AS di mana Donald Trump mengungguli Kamala Harris.

    Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto.


    Selain itu, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin. Selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini.

    Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$621,9 juta pasca kemenangan Trump meningkat. CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin.

    “Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar,” ungkap Oscar. Oscar juga menggarisbawahi peran penting institusi besar dalam adopsi Bitcoin.

    “Adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan, terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock. Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang,” tambah Oscar.

    Oscar menguraikan bahwa permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang, memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi. “Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata,” jelas Oscar.

    Sebagai platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia, Indodax mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto. Indodax terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna

    Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/rrd)



    Sumber : finance.detik.com