Tag: blockchain

  • Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah terbuka terhadap perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk bergabung ke dalam pasar aset kripto yang tengah berkembang. Diharapkan perusahaan tersebut tidak mengabaikan aspek keterlacakan dan keamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pasar aset kripto.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan keterbukaan pemerintah ini menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto.

    “Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto. Terlebih saat ini sudah ada regulasi yang tegas terkait perdagangan kripto sebagai komoditi. Kemendag juga tengah dalam proses mendirikan bursa aset kripto, lembaga kliring dan kustodian untuk mendukung ekosistem aset kripto Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

    Potensi Besar Bisnis Kripto di Indonesia

    Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juni 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai 14,6 juta, naik dari akhir tahun 2021 hanya 11,2 juta.

    “Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4% dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan ke seluruh wilayah Indonesia,” tutur Manda.

    Sementara, total transaksi perdagangan untuk kripto periode Januari-Juni 2022 tembus Rp 212 triliun. Angka transaksi tersebut memang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, dengan periode yang sama Januari-Juni 2021 mencapai Rp 428 triliun. Hal ini terjadi lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

    Industri aset kripto juga bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu dengan investasi aset kripto, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, driver ojek online dan lainnya.

    Regulasi Bisnis Perusahaan Kripto Dalam Negeri

    Akhir-akhir ini runtuhnya ekosistem kripto membuat masyarakat dan investor khawatir. Banyak perusahaan kripto yang memasuki masa ‘gelap’ dalam menjalankan bisnis. Bagaimana dengan di Indonesia?

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Menurut Manda, investor kripto di Indonesia tidak perlu khawatir. Melihat market kripto yang memiliki volatil tinggi, regulator di Indonesia dalam hal ini Bappebti Kemendag sudah memperhitungkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Bappebti membuat aturan yang ketat untuk memberikan persetujuan kepada perusahaan atau pedagang aset kripto yang bisa menyelenggarakan transaksi. 

    “Peraturan tersebut menjadi landasan bagi pelaku pasar industri kripto untuk melakukan bisnis yang mencakup mekanisme perdagangan fisik aset kripto. Terlebih potensi bisnis di dalam negeri masih menjanjikan,” jelasnya.

    Kuatkan Aturan Bisnis Kripto

    Untuk dapat memperoleh persetujuan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan, pedagang kripto di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang dijelaskan dalam Peraturan Bappebti No. 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. 

    Dalam aturan tersebut, Pedagang Fisik Aset Kripto wajib memenuhi persyaratan memiliki modal disetor paling sedikit Rp 80 miliar dan mempertahankan ekuitas paling sedikit sebesar 80% dari modal yang disetor. Mereka harus membentuk Badan usaha Berbadan Hukum (PT) dan menempatkan dana transaksi pada rekening terpisah dengan modal.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Calon Pedagang Fisik Aset Kripto juga wajib menyediakan dan/atau membuka akses terhadap seluruh sistem yang dipergunakan kepada Bappebti dalam rangka pengawasan. Selain itu, pedagang juga wajib menyerahkan Laporan Posisi Keuangan; Laporan Laba Rugi Komprehensif; Laporan Perubahan Ekuitas; Laporan Arus Kas; dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

    Bappebti berharap peraturan itu tentu dapat memberikan manfaat, seperti memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, meningkatkan penanaman modal dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi negara melalui penerimaan perpajakan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh. Perkembangan ini juga sejalan dengan tingginya permintaan talenta pekerja untuk mengisi banyak posisi yang tersedia di industri teknologi yang masih baru ini.

    Anggota pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), Yos Ginting, mengatakan ada kurang lebih 569 perusahaan atau startup terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masuk kategori pengembang blockchain. Data ini menunjukan tingkat pertumbuhan yang signifikan dari pelaku usaha yang fokus pada pengembangan teknologi rantai blok.

    “Terkait potensi kripto dan blockchain,saya melihat waktu tu itu ketika mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia pada Maret 2018 anggotanya hanya tujuh atau sembilan sekarang sudah 39. Pertumbuhannya sangat baik, jika kita lihat di KOMINFO ada 569 perusahaan yang secara kategori pengembang blockchain, kalau potensi Indonesia saya rasa sangat besar,” kata Yos Ginting di acara Coinfest Asia 2022, Kamis (25/8).

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Indonesia Tingkatkan Adopsi Blockchain

    Dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan tingkat adopsi dari teknologi blockchain. Menurut Yos Ginting saat mengisi acara Coinfest Asia dalam sesi “Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia?” Selain jumlah pengguna dari segi bisnis kategori blockchain yang memiliki kaitan erat dengan kipto juga terus tumbuh.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Menurut laporan LinkedIn dan exchange kripto, OKX, berjudul “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan pertumbuhan pekerja yang ada di industri blockchain Indonesia masuk dalam daftar teratas yang meningkat signifikan.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Menghasilkan Uang dengan Bermain Game Gods Unchained

    Gods Unchained adalah game blockchain Free-to-Play berdasarkan model Play-to-Earn. Dalam permainan petarung kartu ini, tujuan utamanya adalah membuat karakter Dewa pemain lawan menjadi nol atau sampai terkalahkan.

    Gods Unchained adalah salah satu game kripto paling populer saat ini dengan ribuan pengguna bermain secara aktif. Game ini pun dibangun di atas blockchain Ethereum dengan pertarungan PVP (player versus player) yang mirip dengan beberapa TCG (trading card game) populer seperti, Magic: The Gathering dan Hearthstone.

    Gamer mengalami pengalaman grafis yang memukau dan gameplay yang dirancang dengan baik dalam Gods Unchained. Saat bermain, gamer bisa mendapatkan kartu di blockchain dalam bentuk NFT (Non-Fungible Tokens).

    Kartu-kartu karakter Dewa ini harus dimiliki oleh para pemain untuk digunakan dalam permainan atau dijual untuk mendapatkan keuntungan yang adil dan itulah mengapa Gods Unchained Marketplace sangat dinanti oleh komunitas game blockchain.

    Ilustrasi game blockchain Gods Unchained. Foto: Gods Unchained.
    Ilustrasi game blockchain Gods Unchained. Foto: Gods Unchained.

    Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

    Cara Bermain Game Gods Unchained

    Gameplay Gods Unchained cukup mudah. Dua pengguna saling berhadapan di arena untuk menentukan siapa pemain yang lebih kuat. Pengguna memiliki opsi untuk memilih dari Nature, Light, Deception, Death, War, atau Magic. Tujuan pertarungan adalah untuk membuat kesehatan karakter Dewa pemain lawan menjadi nol.

    Semua pemain mengumpulkan setumpuk 30 kartu. Kartu-kartu ini termasuk karakter dengan kemapuan masing-masing. Semua kartu datang dengan biaya mana yang telah ditentukan sebelumnya. Setiap kartu juga dilengkapi dengan kemampuan berbeda yang dapat digunakan untuk membela Dewa karakter masing-masing.

    Gods Unchained adalah petarung kartu berbasis giliran yang berarti bahwa jika pengguna gagal melakukan gerakan dalam waktu yang ditentukan, giliran akan diteruskan ke pemain berikutnya. Satu-satunya cara untuk menang di sini adalah dengan mengakali lawan dan merumuskan strategi pertempuran yang efektif.

    Ilustrasi game blockchain Gods Unchained. Foto: Gods Unchained.
    Ilustrasi game blockchain Gods Unchained. Foto: Gods Unchained.

    Baca juga: Menimbang Penghentian Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    Bagaimana Cara Mendapatkan Uang di Gods Unchained

    Meskipun Gods Unchained gratis untuk dimainkan, ini memberikan banyak peluang bagi pengguna untuk mendapatkan uang dari permainan. Bagian terpenting dari ekosistem Gods Unchained adalah token GODS.

    Pengguna mulai bermain secara gratis dan diberi hadiah token GODS melalui Weekend Ranked rewards, Daily token rewards, Quests, Seasonal Rewards, Turnamen, dan mode permainan khusus. Mendapatkan token GODS membuka banyak peluang untuk menghasilkan uang.

    Membuat NFT

    Menggunakan token GODS sebagai biaya, pemain dapat menggunakan fitur Forge di Gods Unchained. Melalui fitur Forge, pemain dapat membuat NFT baru yang dapat digunakan dalam game atau dijual di marketplace. Pengguna yang memiliki dua kartu biasa yang identik dapat menggabungkannya untuk membuat kartu Meteorit yang memiliki nilai dunia nyata.

    Ilustrasi game blockchain Gods Unchained. Foto: Gods Unchained.
    Ilustrasi game blockchain Gods Unchained. Foto: Gods Unchained.

    Baca juga: Market Awal Pekan: The Fed Bikin Kripto Tak Berdaya, Awas Penurunan Tajam

    Staking Pools

    Staking Pools adalah salah satu cara termudah untuk menghasilkan di Gods Unchained. Hadiah staking didistribusikan ke semua pemain yang memenuhi syarat sebagai stakers aktif.

    Staking pool terdiri dari token GODS yang dikumpulkan dari aktivitas menempa dan akuisisi di pasar. Hadiah staking dapat diklaim untuk semua pengguna yang memenuhi syarat dalam interval tujuh hari.

    Governance dan Voting

    Melalui voting, pengguna dapat memenuhi syarat sebagai stakers aktif dan mendapatkan hadiah dari staking pool. Pemain dengan token GODS memenuhi syarat untuk memilih dalam proposal komunitas apa pun.

    Jika seorang pemain memiliki sejumlah token yang tersedia, mereka juga dapat memasukkan proposal dan anggota lain dapat memilihnya. Masalah pemungutan suara umum termasuk alokasi cadangan token, distribusi dana komunitas dan ekosistem, perubahan pasokan token, dan sponsor atau penerima hibah.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    Tokocrypto akhirnya meluncurkan website edukasi untuk mempelajari lebih dalam aset kripto dan blockchain. Website ini merupakan bagian dari TokoScholar, yaitu sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto.

    Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Al-faruq, mengatakan situs TokoScholar kini sudah bisa diakses oleh publik secara gratis melalui perangkat dekstop maupun mobile. Siapa pun dapat langsung bergabung dan memulai kursus mereka, belajar mengenai aset kripto dan blockchain mulai dari hal mendasar hingga level ahli.

    “Harapan adanya website tokoscholar.io ini sudah pasti untuk membuka literasi masyarakat mengenai aset kripto dan blockchain. Lalu dapat memberikan semua tools yang diperlukan agar siapapun yang mendaftar di TokoScholar sukses mempelajari materi kursus yang disediakan,” kata Dimas.

    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Keunggulan Belajar Kripto di Tokoscholar

    Dimas menjelaskan ada beberapa keunggulan yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang memulai kursusnya di Tokoscholar. Mulai dari akses dan biaya, karena TokoScholar adalah platform online learning yang terbuka 24 jam untuk pembelajaran. Selain itu secara biaya juga lebih unggul karena akses semua konten-kontennya gratis.

    “Kami juga bermitra dengan speakers, mentor, coach yang pastinya expert di bidang aset kripto. Semua konten dibuat sesuai dengan perkembangan latest crypto trends. Kemudian, nantinya semua teman-teman yang berhasil menyelesaikan kursus hingga tuntas akan mendapatkan sertifikasi penyelesaian belajar dalam bentuk NFT,” tutur Dimas.

    Konten pembelajaran di website TokoScholar pun beragam mulai dari teks, infografik, video. Semua bisa diakses oleh masyarakat secara gratis. Untuk mendapatkan akses tersebut, masyarakat bisa langsung membuka website tokoscholar.io, dan di setiap course yang ada bisa klik “Join As Partner” atau “Daftar Jadi Mitra”.

    “Untuk join di TokoScholar, tidak banyak persyaratan. Cukup registrasi seperti nama, universitas, dan akun Tokocrypto,” terangnya.

    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Misi TokoScholar

    TokoScholar tidak hanya menyediakan program self learning dari website-nya saja. Program edukasi lainnya, juga menawarkan workshop, seperti bootcamp intensive, seminar, dan webinar.

    “Salah satu upcoming class yang akan kami selenggarakan adalah financial literacy, di mana nantinya di kelas ini akan dijelaskan kiat kiat managing money dalam berinvestasi di kripto. Tujuannya agar teman-teman yang berpartisipasi paham tentang financial-nya sendiri sehingga mulai berani untuk mencoba berinvestasi,” jelas Dimas.

    TokoScholar juga baru saja membuat sebuah kurikulum mata kuliah berstandar DIKTI tentang Bitcoin, blockchain dan aset kripto. Kurikulum ini akan mulai diadopsi oleh perguruan tinggi yang sudah menjadi partner.

    Sejauh ini TokoScholar sudah menjalin mitra dengan UNS Surakarta, Telkom University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

    TokoScholar juga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    Bank Indonesia (BI) semakin dekat dengan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang bakal dikenal sebagai rupiah digital. Salah satu kabar terbaru adalah BI akan menggunakan teknologi blockchain untuk proses distribusinya.

    Dikutip Antara, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pihaknya kini sedang dalam proses seleksi pemain terbesar di perbankan atau perusahaan sistem pembayaran, yang akan ditunjuk atau diamanatkan untuk mendistribusikan rupiah digital.

    “Platform distribusinya nanti akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) blockchain dan perbankan yang ditunjuk akan memiliki dua akun, akun digital dan akun standar. Hanya bank yang bisa menggunakan DLT,” kata Perry dalam Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-16 dan Call for Papers di Jakarta, Kamis.

    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Rupiah Digital Distribusikan Secara Grosir

    Perry melanjutkan salah satu perwujudan transformasi dalam membangun bank sentral digital masa depan adalah dengan penerbitan CBDC. BI memilih untuk mendistribusikan rupiah digital secara wholesale atau grosir, artinya hanya kepada perbankan dan perusahaan sistem pembayaran yang besar.

    Di dunia, sebenarnya terdapat dua pilihan untuk mendistribusikan CBDC. Pertama, bank sentral hanya berfokus pada sistem grosir dengan memilih pemain besar secara sistemik, yang berarti berhubungan dengan suatu sistem atau susunan yang teratur.

    Pilihan kedua yakni perbankan dan perusahaan sistem pembayaran diamanatkan untuk mendistribusikan secara ritel. “Bank sentral lainnya di dunia cenderung memilih keduanya, yakni grosir dan ritel,” jelas Perry.

    Tiga Aspek Utama Penerbitan Rupiah Digital

    Soal pendistribusian rupiah digital akan menggunakan blockchain. Nantinya masyarakat juga akan ada dua akun bank yakni bank biasa dan digital, dengan begitu bisa menggunakan uang digital seperti di metaverse.

    ilustrasi blockhain di web3
    Ilustrasi blockhain. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

    Perry mengungkap peluncuran rupiah digital nantinya akan sebagai kedaulatan negara menjadi alat pembayaran yang sah. Untuk itu harus menyiapkan integrasi, interkoneksi, dan interoperabilitas. Menurutnya ada tiga aspek utama terkait penerbitan CBDC:

    • Pentingnya penerbitan CBDC sebagai salah satu mandat bank sentral dalam proses penciptaan uang digital mencerminkan pilar kedaulatan suatu negara dan sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah.
    • Distribusi CBDC dapat dilakukan melalui sistem wholesale dan/atau ritel dengan mengadopsi Distributed Ledger Technology (DLT).
    • Terdapat tiga prasyarat penerbitan CBDC. Prasyarat ini terdiri dari pengembangan conceptual design, membangun infrastruktur yang mengintegrasikan sistem pembayaran dengan pasar uang secara Integrated, Interconnected, Interoperability (3I), serta bersinergi bersama bank sentral lainnya mengembangkan platform digital CBDC terbaik yang mendukung ekspansi transaksi antar negara.

    Ke depan, Bank Indonesia terus mendorong inisiasi pengintegrasian sistem pembayaran antar negara utamanya regional ASEAN+5, di mana saat ini sudah terjalin kerja sama dengan Thailand dan Malaysia melalui dukungan penerapan QR Cross Border dan Local Currency Settlement (LCS).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak ahli yang memprediksi Indonesia akan memimpin pertumbuhan industri kripto dan blockchain di kawasan Asia Tenggara.

    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA, mengatakan ekosistem aset kripto di Indonesia terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Indonesia diprediksi akan menjadi pemimpin sentral ekosistem kripto dan blockchain di Asia Tenggara.

    Menurut Irena, setiap negara punya pertimbangannya masing-masing dalam pengadopsian aset kripto, baik dari sisi regulasi dan manfaatnya. Misalkan, di Amerika serikat, kesadaran untuk mengadopsi kripto sudah terbangun sejak 2013. Hal tersebut didasarkan atas pemahaman dan perlakuan Bitcoin yang sudah dianggap sama seperti sebuah properti.

    Adapula Jepang yang menjadi pemimpin dari penerapan mata uang kripto dalam sistem hukum negaranya. “Jepang juga memiliki jumlah trader bitcoin terbesar dengan akumulasi total transaksi mencapai 40% transaksi bitcoin dunia di Q4 pada 2017,” ujar Irena dikutip Antara.

    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.
    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.

    Baca juga: Mengenal Mushroom Mob NFT, Proyek ‘Jamur’ Digital Fokus di Kesehatan Mental

    Adopsi Kripto dan Blockchain di Berbagai Negara

    Australia menjadi salah satu negara yang maju soal adopsi kripto dan blockchain. Masyarakat Negeri Kangguru itu sedang mengadopsi teknologi transaksi Bitcoin dan aset kripto dengan rentang waktu penerapan dua tahun. Switzerland adalah salah satu negara yang menjadi rumah dari perusahaan terkemuka terkait pengembang teknologi blockchain di dunia.

    Switzerland bahkan disebut sebagai “CryptoValley” yang serupa dengan Silicon Valley di AS. Swiss menawarkan platform yang sangat kuat untuk peningkatan pertumbuhan ekosistem aset kripto global. Mulai dari infrastruktur yang mumpuni, talenta kerja kelas dunia dan lain sebagainya.

    Selain itu, akses terhadap pemerintahan Swiss yang ramah kripto lewat penerimaan pembayaran pajak dengan kripto dan sistem pemilihan berbasis blockchain.

    Di kawasan Asia lainnya, ada China yang menerima teknologi terkait dengan tangan terbuka. Saat ini, China merupakan rumah bagi berbagai usaha rintisan berbasis blockchain.

    Dari sisi perbankan, terdapat konsorsium yang menyatakan akan maju dan mendalami blockchain. Terakhir dari sisi pemerintah China, mereka secara aktif mendukung top aset kripto dan platform smart contact.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Aset Kripto Investasi Spekulatif

    Menurut Irena, kripto masih merupakan aset investasi yang spekulatif. Hal tersebut mengacu pada kondisi natural dari aset kripto yang masih belum stabil. Volatilitas dari nilai aset yang cepat justru bisa menimbulkan ketidakpastian bahkan kekacauan.

    “Penerapan mata uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) diharapkan dapat berjalan di seluruh dunia untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama,” jelas Irena.

    Lebih lanjut, Irena mengemukakan pada dasarnya penggunaan teknologi yang berkembang dalam sektor keuangan ini bisa berpotensi mencapai tujuan dari prinsip berkelanjutan. Terutama dalam menumbuhkan dan mempromosikan proyek-proyek berbasis pembangunan yang berkelanjutan.

    Namun, menurut Irena, hingga hari ini dan beberapa tahun kedepan, penggunaan CBDC tidak akan menggantikan secara utuh uang yang ada. Orang tidak bisa dipaksa untuk menggunakan mata uang digital. Karena hal tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi banyak pihak. Dengan demikian, penggunaan CBDC dan mata uang negara-negara perlu digunakan secara bersamaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Pertumbuhan industri blockchain di Indonesia tampaknya terus bergeliat. Dampak positifnya, bisa ciptakan lapangan pekerjaan dan ternyata jumlah pertumbuhan pekerja di industri ini terus meningkat setiap tahunnya.

    Menurut laporan LinkedIn dan bursa kripto, OKX, bertajuk “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan bahwa pekerja yang ada di industri blockchain secara global telah meningkat 76% dibanding tahun lalu. Menariknya, Indonesia masuk dalam daftar negara teratas yang memiliki pertumbuhan positif.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8 untuk kategori ini, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengamini hasil riset yang dikeluarkan oleh LinkedIn dan OKX. Menurutnya, meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Baca juga: Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

    Mencari Bakat di Industri Blockchain

    Manda menambahkan blockchain adalah salah satu tren teknologi terpanas di dunia saat ini. Tetapi menemukan bakat yang tepat dengan keterampilan prasyarat yang diperlukan untuk menguasai tools dan regulasi baru dalam teknologi blockchain adalah tugas yang sulit.

    “Kripto dan blockchain jelas merupakan industri yang sangat rumit yang membutuhkan keahlian khusus. Tapi, itu tidak berarti perusahaan harus membatasi diri pada rekrutmen yang sudah akrab dengan kripto atau aktif di dalamnya. Kami di asosiasi melihat siapa pun bisa memiliki kesempatan bekerja di industri ini. Artinya dia harus memiliki kemauan dan inovatif untuk mengimbangi perkembangan industri yang tumbuh pesat,” kata Manda.

    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi startup blockchain. Foto: Pixabay.

    Manda memberikan informasi mengenai posisi yang menjanjikan di industri blockchain untuk jangka waktu yang panjang. “Pekerjaan blockchain developer sangat diminati terlepas dari perubahan masa depan kripto. Sementara, perusahaan blockchain akan terus memanfaatkan keahlian mereka yang sekarang dapat diterapkan di berbagai industri,” jelasnya.

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Syarat Keterampilan Pekerja di Industri Blockchain

    Lebih lanjut, menurutnya ada sejumlah keterampilan yang harus dipahami oleh para calon pekerja di industri blockchain, di antaranya:

    1. Pemahaman yang sangat baik tentang teknologi blockchain.
    2. Pemahaman yang kuat tentang kriptografi dan prinsip-prinsip keamanan.
    3. Pengetahuan tentang smart contract.
    4. Kemauan yang kuat untuk belajar dan keterbukaan untuk beradaptasi.

    Untuk mensiasati kekurangan pekerja di industri blockchain, banyak perusahaan yang mulai menjalankan program internship khusus dan bootcamp untuk menjaring talenta-talenta terbaik.

    Seperti halnya Tokocrypto yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi Blockchain

    Tokocrypto menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk membangun sebuah ekosistem inovasi dan literasi dalam mendukung transformasi teknologi blockchain dan aset kripto. Melalui ekosistem ini, para akademisi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan industri aset kripto di Indonesia.

    Kolaborasi ini diwujudkan melalui TokoScholar, sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto. TokoScholar bersama UKI akan mendirikan Pojok Kripto, dedicated space pertama di kota Jakarta yang dikhususkan untuk pengembangan riset dan inovasi soal blockchain.

    Kehadiran Pojok Kripto di UKI merupakan innovation center ketiga yang didirikan oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebelumnya, Pojok Kripto telah berdiri di Telkom University dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan pendirian Pojok Kripto di lingkungan kampus merupakan bentuk upaya Tokocrypto untuk meningkatkan literasi dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Pendirian pusat penelitian dan pengembangan tersebut diharapkan dapat memberi akses kepada seluruh Sivitas Akademika di UKI.

    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.
    COO Tokocrypto, Teguh K. Harmanda (kanan) dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis (kiri) melakukan penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.

    “Sebagai perusahaan teknologi yang bertujuan mengubah kehidupan melalui teknologi blockchain dan aset kripto, Tokocrypto berkomitmen untuk terus tumbuh dan mengembangkan layanan inovatifnya melalui peningkatan literasi yang tinggi di masyarakat. Kami bangga menyambut kolaborasi dengan UKI sebagai kelanjutan komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan inovasi teknologi blockchain dan kripto di Indonesia,” kata Manda.

    Manda berharap Pojok Kripto di UKI bisa menjadi one-stop place agar para akademisi dan masyarakat umum bisa lebih memahami dan merasakan manfaat dari adopsi teknologi blockchain secara optimal. Dengan edukasi bisa melahirkan inovasi penerapan teknologi yang memberikan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat secara luas.

    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia
    COO Tokocrypto, Teguh K. Harmanda (kiri) dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis (kanan) melakukan penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.

    Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis, menilai kerja sama dengan Tokocrypto dalam meningkatkan literasi dan inovasi blockchain menjadi langkah yang baik dan penting. Melalui kerja sama ini pula, diharapkan Sivitas Akademika UKI bisa mengembangkan pengetahuannya dan dapat mereka aplikasikan secara langsung dalam dunia nyata.

    “Kerja sama ini adalah wujud dari komitmen bersama kedua institusi untuk terus mengembangkan inovasi dari teknologi blockchain dan aset kripto. Berharap mahasiswa, dosen, ataupun peneliti bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan penelitian. Selain itu diharapkan dapat menghasilkan talenta terbaik dalam membangun dan mengembangkan industri aset kripto di masa depan,” kata Maksimus.

    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia
    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.

    Kolaborasi Tokocrypto bersama UKI ini akan memudahkan mahasiswa, dosen dan kalangan peneliti untuk mempelajari lebih jauh memahami teknologi blockchain, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya dengan tepat. Selain menghadirkan Pojok Kripto, Tokocrypto juga akan menyediakan kurikulum dan mengadakan seminar, workshop serta program magang untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa di dunia kerja, khususnya terkait sektor blockchain.

    Tokocrypto juga akan mendukung penuh segala bentuk penelitian berkaitan dengan blockchain dan aset kripto untuk dosen dan mahasiswa UKI. Melalui program Tokocrypto Research Grants bisa meningkatkan sumber penelitian blockchain dan aset kripto di Indonesia, serta memfasilitasi para akademisi untuk dapat membuat penelitian dari sektor tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Diam-diam Banyak Investasi di Perusahaan Blockchain dan Kripto

    Fakta unik baru ditemukan ketika Google ternyata diam-diam menjadi investor bagi banyak perusahaan di industri blockchain. Google memberikan modal melalui perusahaan induknya, Alphabet.

    Dikutip Cointelegraph, Alphabet diketahui menuangkan modal paling banyak ke dalam industri blockchain dibandingkan dengan perusahaan publik lainnya, total dengan investasi lebih dari US$ 1,5 miliar antara September 2021 dan Juni 2022.

    Dalam blog terbaru yang diterbitkan oleh Blockdata, Alphabet (Google) terungkap sebagai investor dengan kantong terdalam dibandingkan dengan 40 perusahaan publik teratas yang berinvestasi di perusahaan blockchain dan kripto selama periode tersebut.

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

    Google Investasi ke Web3 dan Kripto

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke dalam ruang, berkonsentrasi pada empat perusahaan blockchain termasuk Fireblocks, platform penyimpanan aset digital; Dapper Labs, perusahaan game Web3; Bitcoin Voltage, kripto infrastruktur; Dan Digital Currency Group, perusahaan modal ventura.

    Temuan ini sangat kontras dengan tahun lalu ketika Google mendiversifikasi upaya pendanaannya yang jauh lebih kecil senilai US$ 601,4 juta di 17 perusahaan berbasis blockchain, yang sekali lagi termasuk Dapper Labs, bersama dengan Alchemy, Blockchain.com, Celo, Helium, dan Ripple.

    Peningkatan investasi Google ke dalam industri blockchain konsisten dengan 40 perusahaan publik teratas lainnya, dengan total US$ 6 miliar diinvestasikan selama kurung waktu tersebut. Dibandingkan Januari 2021 hingga September 2021 hanya ada total investasi US$ 1,9 miliar dan US$ 506 juta di seluruh tahun 2020.

    Laporan Blockdata terkait berbagai perusahaan raksasa dunia investasi ke industri blockchain. Foto: Blockdata.
    Laporan Blockdata terkait berbagai perusahaan raksasa dunia investasi ke industri blockchain. Foto: Blockdata.

    Baca juga: Habis Rayakan HUT RI Ke-77, Market Aset Kripto Kembali Merana

    Perusahaan Raksasa Masuk ke Industri Blockchain

    Investor korporat besar lainnya termasuk perusahaan manajemen aset BlackRock , yang menginvestasikan US$ 1,17 miliar, perusahaan perbankan investasi, Morgan Stanley, menginvestasikan US$ 1,11 miliar, dan perusahaan elektronik, Samsung, dengan investasi total US$ 979,2 juta.

    Seperti Google, Morgan Stanley dan BlackRock mengadopsi pendekatan yang lebih terkonsentrasi untuk berinvestasi hanya di dua hingga tiga perusahaan selama periode tersebut. Namun, Samsung sejauh ini merupakan investor paling aktif yang berinvestasi di 13 perusahaan berbeda.

    Data Blockdata tersebut juga menemukan bahwa perusahaan yang menawarkan beberapa bentuk solusi Non-fungible Token (NFT) telah menjadi investasi paling populer. Investasi yang tersisa telah dibagi antara perusahaan yang menyediakan Blockchain-as-a-Service (BaaS), infrastruktur, platform kontrak pintar, solusi penskalaan, dan platform penyimpanan aset digital.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Alami Pertumbuhan Jumlah Pekerja di Industri Blockchain

    Crypto winter emang tengah melanda, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah pekerja di industri blockchain tertinggi di dunia.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report” yang menyebutkan bahwa pekerja yang ada di industri blockchain secara global telah meningkat 76% dibanding tahun lalu. Amerika Serikat (AS), India, dan China adalah negara dengan jumlah pekerja blockchain terbanyak. Ketiga negara tersebut merupakan lokasi penting bagi pengembangan bisnis blockchain.

    Laporan penelitian juga menunjukkan bahwa permintaan akan talenta inti di industri blockchain telah bergeser dari berorientasi finansial ke kandidat dengan keterampilan teknis. Dalam hal jumlah lowongan pekerjaan, R&D specialists memenuhi banyak permintaan global, diikuti oleh pekerjaan di bidang information technology.

    Product management, marketing dan human resources tidak jauh ketinggalan. Dari sisi permintaan rekrutmen, kandidat finansial kini berada di peringkat keenam.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Jumlah Pekerja di Industri Blockchain Indonesia Meningkat

    Menariknya dalam laporan tersebut, dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8 untuk kategori ini, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%.

    Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 52%. Meski begitu, peringkat Indonesia berada di atas Polandia dan China, yang pertumbuhannya masing-masing mencapai 24% dan 12%.

    Sementara, India menempati peringkat pertama, dengan tingkat pertumbuhan 122%. Setelah itu, Kanada dan Singapura menyusul di posisi kedua dan ketiga. Masing-masing dengan persentase pertumbuhan 106% dan 92%.

    Industri Blockchain Terus Tumbuh

    Melesatnya jumlah pekerja di industri blockchain disebabkan oleh banyak faktor. Hadirnya metaverse, NFT, GameFi dan Web3 menjadi kunci pertumbuhan sektor blockchain secara global.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Regulasi Baru Bappebti Dorong Tingkat Keamanan Investor Kripto

    Penerapan blockchain yang sudah menjadi infrasruktur dasar dalam revolusi teknologi global belakangan ini. Selain itu, blockchain juga terus memperluas aplikasinya dengan optimalisasi di berbagai sektor industri dan kehidupan.

    Industri aset kripto dan blockchain masih menjadi fokus utama para investor modal ventura atau Venture capital (VC), meski market sedang lesu. Bitcoin turun hampir 70% dari level tertingginya pada akhir tahun 2021, ketika VC menarik kembali investasi di sektor lain, aktivitasnya di startup kripto dan blockchain tetap sibuk seperti biasanya.

    Menurut Dove Metrics, ada 160 investasi publik oleh VC kripto bulan Juli lalu dengan total pendanaan yang diraih mencapai US$ 1,91 miliar. JP Morgan mencatat sejauh ini pada tahun 2022, investasi VC di industri kripto dan blockchain telah mencapai US$ 18,3 miliar. Itu hampir tiga kali lipat jumlah yang diinvestasikan pada tahun 2020.



    Sumber : news.tokocrypto.com