Tag: blockchain

  • Semangat Inspirasi dalam Industri Teknologi Blockchain

    “Women in Web3” menjadi topik hangat dalam perkembangan industri teknologi blockchain yang punya semangat keberagaman dan inklusivitas. Perempuan kini mempunyai peran yang kuat dalam pertumbuhan web3 dan blockchain, baik sebagai founder startup, developer, kreator dan lainnya.

    Dunia web3 telah membuka peluang baru bagi semua orang untuk berpartisipasi dalam dunia teknologi yang lebih terbuka dan transparan. Namun, terlepas dari manfaat potensial dari teknologi baru ini, perempuan terkadang menghadapi tantangan unik di ruang web3.

    Dari kurangnya keragaman dalam industri hingga bias gender, perempuan menghadapi kendala signifikan yang dapat mempersulit mereka untuk berkembang di dunia yang terdesentralisasi.

    Berangkat dari semangat untuk meningkatkan keberagaman dan inklusivitas dalam industri teknologi dan memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi perempuan yang tertarik untuk memulai karir di web 3.0, Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow “How Women Make the Leap into Web3“pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live.

    Acara yang dikhususkan untuk merayakan International Women’s Day (IWD) ini mengundang beberapa pembicara perempuan yang ahli di bidang masing-masing. Di antaranya, Mutia Rachmi, Founder and CEO of Back2our; Vanny Bananow, NFT Creators from Bananow; dan Juliana Soetjahja, IT Project Manager of Tokocrypto. Selama acara dimoderatori oleh Rahmani Nitiyudo, Co-Founder Fempire.id.

    “Masuk ke dalam dunia web3 ini adalah momen di mana saya berpikir, kalau ini terbuka sekali untuk para perempuan, untuk datang ke web3 mengenal seperti apa verse ini buat kita. Dan kita bisa jadi apa saja. Kita tidak harus menjadi orang lain. Jadi ini adalah momen yang sangat bagus bagi kita semua sebagai perempuan untuk belajar tentang teknologi juga,” kata Vanny.

    Karier di Web3

    Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow "How Women Make the Leap into Web3"pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow “How Women Make the Leap into Web3″pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Boston Consulting Group (BCG) dan People of Crypto Lab melakukan riset untuk melihat keragaman gender dari pendiri dan investor Web3 . Studi tersebut menggunakan database dari Crunchbase yang terdiri dari hampir 2.800 peserta global.

    Hasilnya mencolok. Hanya 13% startup Web3 menyertakan pendiri perempuan, dan hanya 3% perusahaan yang memiliki tim khusus perempuan. Mengenai perusahaan yang telah mengumpulkan lebih dari US$ 100 juta, tidak ada tim pendiri yang semuanya perempuan. Semua statistik ini lebih buruk dari rata-rata untuk startup pada umumnya.

    Sementara pangsa perempuan lebih tinggi sekitar 27% di perusahaan Web3, mereka sering ditemukan dalam peran nonteknis, seperti sumber daya manusia (SDM) dan pemasaran. Hal ini yang menjadi tantangan bagi Juliana yang bekerja di bidang teknis sebagai IT Project Manager di Tokocrypto.

    “Satu hal yang menjadi tantang selama berkarier di Tokocrypto itu waktu masuk membuat project NFT platform. Jadi benar di awal itu bingung, web3 ini apa? Terus dibuat platform NFT, jadi banyak pertanyaan in my mind. Terus semakin menyelami, semakin seru,” kata perempuan yang akrab disapa Juju.

    Teamwork dan environment team (Tokocrypto) yang sangat mendukung. Temen-temen di team product dan tech terutama sangat membantu dan membimbing saya untuk selalu terus berkembang,” ungkap Juju.

    Dobrak Stigma

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Saat Web3 terus berkembang, stigma terhadap perempuan di industri teknologi mengalami perubahan. Mutia Rachmi memberi saran bagi para perempuan yang ingin serius untuk mendalami dunia web3, baik sebagai jalan karier atau berkarya. Menurutnya, ubah pola pikir atau mindset yang membuat diri takut untuk berkembang.

    “Kita harus tahu dulu kekuatan kita. kalau kita terjebak dalam stigma, bahwa perempuan tidak cocok masuk ke tech industry. Jika kita bisa, mungkin barrier akan lebih mudah untuk menjadi bagian industri ini,” jelas Mutia.

    Aset kripto, NFT, metaverse, dan DeFi, semuanya didukung oleh teknologi blockchain, menunjukkan meningkatnya popularitas adopsi kripto di seluruh dunia. Kripto dan blockchain harus menguntungkan semua individu dengan menciptakan lebih banyak peluang kerja, menghilangkan hambatan terhadap kemandirian finansial dan sarana lain bagi orang-orang dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

    “Pemerintah menjadi kunci melihat potensi teknologi (web3) dan pihak swasta mengembangkan produknya lebih baik lagi, maka perkembangan akan melesat. Perempuan sudah berkontribusi di blockchain dan lebih spesifik lagi kripto. Adopsi kripto awal industri berkembang. Masyarakat awam yang paham terkait kripto dan blockchain maka trennya semakin positif,” tutur Mutia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Dukung Edukasi Web3 dan Blockchain untuk Perempuan

    Binance terus berkomitmen meningkatkan kesetaraan gender dalam dunia web3 dan blockchain. Dalam upaya tersebut Binance memberikan pendanaan untuk edukasi dan literasi web3 bagi para perempuan di seluruh dunia.

    Pendanaan yang fokus pada edukasi ini dilakukan melalui Binance Charity, lembaga filantropi yang berada di bawah Binance. Donasi dipergunakan untuk memberdayakan perempuan di seluruh dunia melalui proyek pendidikan dan kemanusiaan.

    Hingga saat ini, Binance Charity telah mendukung lebih dari 51.000 perempuan di 10 negara, menyumbangkan lebih dari US$ 3 juta untuk inisiatif khusus perempuan termasuk 36.215 beasiswa. Binance percaya bahwa edukasi sangat penting untuk memastikan pemerataan akses ke keuangan digital dan keragaman suara yang lebih besar yang membentuk masa depannya.

    “Dalam lima tahun sejak BinanBinance Charity didirikan, kami telah membantu lebih dari 2 juta wanita melalui proyek edukasi dan kemanusiaan. Sayangnya, wanita masih terpengaruh secara tidak proporsional oleh masalah sosial utama yang sedang diupayakan untuk diatasi oleh kami, seperti ketidaksetaraan, akses minim ke edukasi, dan kemiskinan,” kata Kepala Binance Charity, Helen Hai.

    Beasiswa Binance

    Binance dukung kesetaraan gender edukasi web3 dan blockchain untuk perempuan. Sumber: Binance.
    Binance dukung kesetaraan gender edukasi web3 dan blockchain untuk perempuan. Sumber: Binance.

    Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Terus Hijau, Potensi Bull Run?

    Lebih lanjut Hai menjelaskan pada tahun 2022, Binance Charity telah memberikan beasiswa kepada para perempuan yang berada di negara Jerman, Nigeria, Kenya, Brasil, Prancis, Afrika Selatan, Australia, dan Ukraina, untuk mempelajari kursus terkait blockchain dan kripto di universitas, sekolah, dan organisasi nirlaba.

    Sementara itu, untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, Binance Charity memberikan memberikan donasi tambahan sebesar 100.000 dolar AS kepada Georgia’s Innovation & Technology Agency (GITA) untuk mendukung edukasi dan pelatihan Web3 untuk wanita.

    “Kami bangga dengan kemitraan baru kami dengan GITA, yang bertujuan untuk mendiversifikasi industri Web3 dengan menghilangkan hambatan keuangan untuk belajar dan mengembangkan kursus baru. Kami berharap beasiswa ini akan memungkinkan para wanita ini untuk mengejar hasrat mereka dan semakin memperkuat Georgia sebagai pusat wanita di bidang teknologi,” ucap Helen Hai.

    Bangun Komunitas Perempuan

    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Ingin Twitter Jadi Lembaga Keuangan, Libatkan Kripto?

    Binance memiliki rencana untuk pengembangan komunitas perempuan yang bisa menjadi tempat untuk berbagi wawasan, membangun koneksi, serta mendiskusikan peluang yang ditawarkan oleh web3. Binance menargetkan untuk mengembangkan ini di tingkat regional dan internasional dengan membuat acara dan menyatukan komunitas wanita yang diberi bekal untuk mengelola semua aspek web3.

    “Sebagai salah satu dari sedikit pemimpin perempuan di industri ini, saya memercayai bahwa kami memiliki misi, melalui Binance Charity dan Binance Academy, untuk membantu lebih banyak perempuan memahami teknologi web3 dan blockchain. Program edukasi dan magang kami bertujuan untuk memberdayakan wanita muda dengan pengetahuan dan keterampilan – agar mereka siap menghadapi disrupsi industri. Kami percaya bahwa siapa pun yang memiliki ide dapat mengubah dunia, tanpa memandang gender,” tutur Co-founder dan CMO Binance, Yi He.

    Binance telah membuat program untuk siswa magang dan sarjana, termasuk perempuan yang menawarkan lebih banyak akses ke karier dalam bidang pekerjaan di industri kripto. Perusahaan juga memberikan panduan dan bimbingan karier untuk perempuan melalui lokakarya, kursus edukasional yang berfokus pada berbagi pengalaman industri, serta menyelenggarakan program mentorship untuk perempuan dan sesi talenta khusus tentang cara memasuki dunia kerja web3.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam industri blockchain. Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2023, kami membuat artikel tentang perempuan di industri blockchain dan kripto. Menurut riset Blockchain Council, dalam dua tahun terakhir, jumlah perempuan yang bekerja di sektor blockchain meningkat dari 8% menjadi 12%.

    Sektor blockchain dan kripto juga menarik banyak perempuan, karena menawarkan hal baru yang tak lagi didominasi laki-laki. Saat ini, perempuan memiliki peran vital dalam perkembangan teknologi blockchain sejak pertama kali dikembangkan. Mereka juga berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan blockchain dan mencapai tingkat kesuksesan yang luar biasa.

    Dengan lebih banyak perempuan yang berhasil dalam profesi baru di bidang blockchain dan kripto, seperti developer, investor, trader, analis, dan lainnya dapat membuat industri berubah menjadi lebih baik.

    Perempuan dan Blockchain

    Juliana Soetjahja - IT Project Manager di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Juliana Soetjahja – IT Project Manager di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Kecintaannya pada bidang teknologi membawa Juliana Soetjahja akhirnya berlabuh menggeluti bidang blockchain dan kripto dalam dua tahun terakhir. Perempuan yang akrab disapa Juju ini merupakan IT Project Manager di Tokocrypto.

    Saat ini Juliana adalah perempuan satu-satunya di divisi Product & Technology Tokocrypto. Ia terlibat dalam pengembangan produk dan teknologi Tokocrypto, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia.

    Bekerja di bidang yang didominasi oleh laki-laki tidak membuat Juliana merasa kurang percaya diri. Ia bercerita hambatan atau kesulitan dalam pekerjaannya bisa mudah diatasi berkat kerja sama tim yang saling mendukung.

    Teamwork dan environment team yang sangat mendukung. Temen-temen di team product dan tech terutama sangat membantu dan membimbing saya untuk selalu terus berkembang,” ungkap Juju.

    Juju pertama kali bekerja di Tokocrypto sebagai freelance sejak tahun 2021. Ia pun mengakui kesenangnya menggeluti bidang blockchain dan kripto yang terkenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.

    “Kalau teknologi senangnya karena bisa selalu up to date, terus jadi kaya berasa ngikutin zaman yang terus berubah. Sama ngebuat kita untuk mau terus belajar dan update dengan hal-hal baru. Untuk kripto sendiri, tertariknya karena yang awalnya seperti cuman hanya koin saja. Ternyata juga banyak hal lain yang bisa dipelajari seperti NFT, launchpad dan lain sebagainya, kata perempuan kelahiran Sumenep, Madura.

    Peluang Karir

    Ilustrasi perempuan dan NFT.
    Ilustrasi perempuan dan NFT. Foto: Somag News.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

    Dunia kripto —smart contract, NFT, dan keuangan terdesentralisasi (DeFi)— yang didukung oleh teknologi blockchain memberi arti baru pada dominasi laki-laki. Ada tingginya minat pada perempuan di sektor kripto dapat dijelaskan dengan peluang karir besar.

    Bagaimanapun orang melihat pasar kripto ini adalah sektor ekonomi yang dinamis dan semakin penting. Sektor di mana perempuan seharusnya memainkan peran yang jauh lebih besar.

    Meningkatkan kesetaraan gender di dunia kripto tidak hanya akan membuka peluang karir baru bagi perempuan, tetapi juga akan membawa perubahan positif pada budaya kripto dan meningkatkan inovasinya.

    “Harus selalu ingin tahu dan belajar banyak karena perkembangan teknologi cukup cepat. Dan juga terutama di environment-nya dikarenakan kebanyakan laki-laki. Tetap semangat dan jangan takut untuk selalu meraih cita-cita. Dan kita (perempuan) juga bisa sama kuatnya dengan laki-laki,” pesan Juliana untuk perempuan yang ingin menggeluti profesi di bidang blockchain dan kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Kripto Neblio (NEBL), Project Bantu Perusahaan Bikin dApps

    Neblio (NEBL) menjadi salah satu aset kripto yang proyeknya mencuri perhatian di industri blockchain. Sejak didirikan pada tahun 2017, Neblio terus mengalami perkembangan.

    Seperti diketahui, blockchain adalah teknologi baru yang sangat berharga untuk bisnis skala kecil dan besar. Nablio hadir menjadi tools dan solusi perangkat lunak yang memudahkan adopsi blockchain secara luas.

    Penasaran dengan keunggulan dan keunikan proyek Neblio dan aset kripto NEBL? Simak selengkapnya artikel di bawah ini.

    Neblio (NEBL)

    Apa Itu Neblio (NEBL)?

    Neblio adalah platform yang dirancang untuk mempercepat dan menyederhanakan penerapan, serta pengembangan aplikasi terdistribusi pada blockchain Neblio dan jaringan blockchain lainnya di masa mendatang.

    Platform ini lahir pada awal 2017 karena kebutuhan akan alat intuitif dan solusi sederhana untuk mendorong adopsi teknologi blockchain di ruang bisnis perusahaan.

    Neblio telah membuat rangkaian solusi open-source software dan protokol token (NTP1) yang menyederhanakan pengembangan dan penerapan aplikasi yang memanfaatkan teknologi blockchain di industri seperti Supply Chain, Records Management, Gaming, Asset Tracking, Identity Management dan banyak lagi.

    Kenal kripto Neblio (NEBL), project blockchain bantu perusahaan bikin dApps. Foto: Neblio Network.
    Kenal kripto Neblio (NEBL), project blockchain bantu perusahaan bikin dApps. Foto: Neblio Network.

    Baca juga: Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

    Sesuai dengan whitepaper-nya, keterampilan pengembang yang tidak memadai dan kompleks diamati sebagai hambatan utama yang menghambat adopsi teknologi blockchain untuk mengembangkan aplikasi terdistribusi di dunia bisnis.

    Untuk mengatasi kesulitan ini, platform Neblio membuat rangkaian RESTful API (Application Programming Interfaces) yang bertujuan untuk memungkinkan pengembang berkomunikasi secara intuitif dengan jaringan tanpa memahami detail kompleks teknologi blockchain.

    RESTful API suite adalah kumpulan API dengan SDK (kit pengembangan perangkat lunak) yang membantu menyederhanakan bahasa pemrograman seperti JAVA. Selain itu, dokumen dan alat jaringan ini bertujuan untuk memungkinkan pengguna membangun token proyek mereka dengan cepat dan menetapkan metadata ke token individu untuk digunakan dalam aplikasi terdistribusi mereka.

    Apa yang Membuat Neblio (NEBL) Unik?

    NEBL adalah token utilitas dari platform Neblio yang diamankan oleh algoritma konsensus terdistribusi PoS (Proof-of-Stake) yang efisien. Jaringan memberi penghargaan kepada penggunanya karena mereka membuat blok blockchain baru dan memverifikasi setiap blok penuh dengan informasi dan transaksi yang menggerakkan jaringan. Aset mendorong pengguna untuk secara aktif mengoperasikan, mengatur, dan mengamankan jaringan melalui pertaruhan.

    Kenal kripto Neblio (NEBL), project blockchain bantu perusahaan bikin dApps. Foto: Neblio Network.
    Kenal kripto Neblio (NEBL), project blockchain bantu perusahaan bikin dApps. Foto: Neblio Network.

    Baca juga: Kripto dan Fintech Sumbang Pajak Rp 339 M ke Penerimaan Negara RI

    Untuk mendorong staking dan mengamankan jaringan, Neblio Network memberi penghargaan kepada pengguna atas waktu yang dihabiskan untuk staking. Jaringan diatur untuk menghasilkan koin baru dengan kecepatan yang bervariasi tergantung pada jumlah koin yang saat ini dipertaruhkan di jaringan pada waktu tertentu.

    Platform memberi penghargaan kepada pengguna setiap kali wallet mereka berhasil mempertaruhkan blok berikutnya dalam rantai melalui hadiah taruhan agar tetap terdesentralisasi, sehat, dan aman. Setiap hadiah pasak didasarkan pada usia koin dan jumlah NEBL di grup koin yang dipertaruhkan di blok blockchain berikutnya.

    Neblio (NEBL) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Neblio (NEBL).

    Trading NEBL/BTC, NEBL/USDT & NEBL/BUSD dapat dilakukan mulai tanggal 2 Desember 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran NEBL di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masuk Bisnis Web3, Amazon Bakal Rilis NFT Marketplace pada April 2023

    Perusahaan teknologi raksasa, Amazon mantap merambah bisnis di dunia web3. Dilaporkan Amazon akan merilis platform NFT marketplace pada bulan April mendatang.

    Amazon telah lama menguasai dunia e-commerce. Perusahaan milik Jeff Bezos itu mengungkap rencana untuk meluncurkan NFT marketplace sendiri. Rencana awal yang diresmikan pada Januari lalu, menyebutkan bahwa marketplace tersebut masih dalam pengembangan.

    Namun, detail pasti kapan pasar akan diluncurkan dan siapa yang akan memimpin inisiatif tersebut pada awalnya tidak tersedia. Menurut data terbaru yang dibagikan oleh The Big Whale, Amazon NFT marketplace akan diluncurkan pada 24 April 2023.

    Amazon NFT Marketplace

    Amazon bakal rilis NFT marketplace pada April 2023. Sumber: Watcher Guru.
    Amazon bakal rilis NFT marketplace pada April 2023. Sumber: Watcher Guru.

    Baca juga: Nayib Bukele: Bitcoin Tingkatkan 95% Ekonomi Pariwisata El Salvador

    Platform baru ini awalnya hanya dapat diakses oleh pengguna Amerika Serikat melalui tab “Amazon Digital Marketplace” di situs web. Negara lain secara bertahap akan segera dapat mengakses pasar.

    Pasar dilaporkan akan diluncurkan lebih awal; namun ditunda karena berbagai alasan, termasuk jatuhnya FTX. Masuknya Amazon ke ranah NFT terjadi pada saat popularitas NFT tidak mencapai puncaknya.

    Menurut detail yang diungkapkan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut, raksasa e-commerce tersebut akhirnya mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan NFT-nya. Pasar NFT baru juga akan fokus pada game berbasis blockchain untuk pengguna, di mana mereka bisa mendapatkan aset digital sebagai imbalannya.

    Barang Fisik

    Selain itu, Amazon meletakkan dasar untuk memberi pelanggannya kemampuan untuk membeli NFT yang terkait dengan aset dunia nyata yang dikirimkan ke depan rumah mereka, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

    ilustrasi stok nft
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Berkinerja Baik di Februari 2023

    Pembeli Amazon, misalnya, akan dapat membeli NFT berorientasi mode yang diikat ke celana jeans – dan membayar dengan kartu kredit, kata sumber, sama seperti pembelian Amazon lainnya.

    Langkah tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dari langkah awal raksasa e-niaga tersebut dalam mengembangkan platform NFT , langkah yang sebelumnya dilaporkan oleh Blockworks. Dan perusahaan berencana untuk memberi tahu setiap pelanggan Amazon Prime – setidaknya di AS – tentang inisiatif koleksi digitalnya setelah ditayangkan, kata dua sumber tambahan.

    Niat Amazon adalah untuk membuat beberapa jenis blockchain pribadi, kata beberapa sumber — menambahkan bahwa tidak jelas apakah itu dapat terjadi melalui percabangan dari protokol yang ada. Beberapa sumber mengatakan itu juga tidak pasti, sepengetahuan mereka saat publikasi, apakah token Amazon akan menjadi bagian dari kesepakatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekosistem Blockchain & Aset Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

    Melihat perkembangan ekosistem blockchain, web3 dan aset kripto di Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Dua sektor industri yang saling berkaitan itu memiliki perkembangan yang masif dan punya potensi besar di masa depan.

    Dalam rangkaian Bulan Literasi Kripto 2023 ini, tidak ada salahnya kita melihat perkembangan dan potensi dari ekosistem blockchain dan juga aset kripto. Dalam sektor kripto yang dipandang sebagai instrumen investasi dan perdagangan, tentu setiap tahunnya mengalami perkembang terus menerus.

    Pertanyaannya adalah, apakah ekosistem yang mendukung investasi aset kripto, seperti blockchain dan web3 juga mengalami hal yang sama?

    Potensi Ekonomi Blockchain

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

    Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Teknologi blockchain bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan naik pesat 8 kali lipat pada tahun 2030.

    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

    Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersama dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030. Angka itu bisa mencapai 18 persen dari total PDB Nasional.

    Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan.

    Blockchain dan Web3 Jadi Primadona

    Di tengah bear market kripto yang menghantam di sepanjang tahun 2022, ada hal yang perlu dicatat terkait kemajuan ekosistem blockchain di Indonesia. Dari sisi pelaku usaha yang mulai memasuki bisnis di sektor blockchain, ada pertumbuhan yang signifikan.

    Laporan Indonesia Crypto Outlook 2022 mencatat data terakhir yang dihimpun dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat 569 perusahaan atau startup terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) yang masuk dalam kategori “Aktivitas Pengembangan Teknologi Blockchain” dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Industri (KBLI) 62014.

    Jumlah kategori dalam landscape pertumbuhan industri blockchain di Indonesia semakin bertambah. Jumlahnya pun naik dua kali lipat dari hanya 6 kategori pada tahun 2021 menjadi 12 di tahun 2022, artinya ada bukti bahwa ekosistem blockchain di Indonesia alami peningkatan.

    Indonesia Web3 Landscape 2022. Sumber: Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Indonesia Crypto Network (ICN).
    Indonesia Web3 Landscape 2022. Sumber: Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Indonesia Crypto Network (ICN).

    Baca juga: Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

    Ada enam kategori baru yang muncul dalam laporan tersebut adalah infrastructure, digital asset/DAPPS, community & ecosystem, active protocols, token, funds, NFT & Metaverse, dan Web3 gaming. Bertambahnya kategori ini tidak lepas dari munculnya berbagai inovasi dan tren baru di industri blockchain yang memiliki potensi.

    Hadirnya Rupiah Digital

    Salah satu momen yang paling membanggakan dari adopsi blockchain di Indonesia adalah keputusan Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT).

    Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yakni Digital Rupiah wholesale (w-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan menggunakan blockchain untuk melayani transaksi wholesale, dan Digital Rupiah ritel (r-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk transaksi ritel.

    Rupiah Digital merupakan alat pembayaran yang sah seperti halnya mata uang fiat dalam bentuk kertas maupun logam. Salah satu keunggulannya adalah nantinya bisa digunakan untuk membayar belanja hingga membeli rumah di dunia virtual atau metaverse.

    “Rupiah digital bisa untuk beli sepatu, bisa untuk beli rumah, mobil, dan untuk beli barang di metaverse. Bedanya dengan uang kertas, saat ini itu tidak bisa digunakan untuk membeli di metaverse,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Senin, 5 Desember 2022.

    Potensi NFT Indonesia

    Ilustrasi NFT.
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

    Saat market kripto alami koreksi pada awal tahun 2022, ada secercah harapan datang dari perkembangan Non-Fungible Token (NFT). Pasar NFT Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta industri NFT global. Sebuah perusahaan riset Research and Markets mengeluarkan prediksi nilai pasar NFT Indonesia bisa capai lebih dari Rp 200 triliun di tahun 2028.

    Firma Research and Markets memprediksi industri NFT di Tanah Air diperkirakan akan tumbuh sebesar 50,8% secara tahunan hingga mencapai US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 lalu. Kemudian dalam jangka panjang, diproyeksikan akan tumbuh dengan stabil dan mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 35,8% selama 2022-2028. Nilai Pembelanjaan NFT di Indonesia akan meningkat dari US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 13.394 miliar atau sekitar Rp 200 triliun pada tahun 2028.

    Ekonomi digital Indonesia menurut Research and Markets tengah mengarah ke Web3, Metaverse, dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Akibatnya, konten kreator dari semua lapisan masyarakat menggunakan momentum yang berkembang untuk memasuki ruang kreatif industri digital yang baru tumbuh ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Cloud dan Tezos Bermitra Kembangkan Teknologi Web3

    Google Cloud telah bermitra dengan Tezos Foundation untuk mengembangkan aplikasi web3 dan menyediakan layanan baru bagi pelanggannya. Pengumuman kerja sama ini juga mendorong harga aset kripto Tezos (XTZ) melonjak.

    Dalam pengumuman kolaborasi terbaru, disebutkan Google Cloud akan menjadi validator di jaringan blockchain Tezos. Kemudian, Tezos akan membantu pelanggan korporat Google Cloud menerapkan node Tezos untuk mendukung inovasi web3 di blockchain-nya.

    Program baru Tezos ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pelanggan Google Cloud yang ingin membangun aplikasi Web3 dengan penerapan node dan pengindeks yang mudah di jaringan blockchain mereka, serta memudahkan perusahaan dan pengembang untuk menghosting dan menerapkan node.

    “Tezos sebagai sebuah ekosistem telah membangun reputasi dalam orientasi institusional dan B2B,” kata Mason Edwards, Chief Commercial Officer Tezos Foundation dikutip TechCrunch. “Ini akan memungkinkan kami untuk bergabung dengan institusi dan bahkan lebih masif ke dalam ruang ini. Ini akan menjadi bahan bakar semangat mendukung inovasi web3.”

    Kemitraan Strategis

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Risalah The Fed Bikin Market Kripto Tertahan, Kinerja Bitcoin Tak Optimal

    Tezos juga melihat kemitraan ini sebagai “sinyal yang sangat kuat” bagi komunitas pengembang untuk memiliki platform infrastruktur besar seperti Google Cloud, tambah Edwards.

    “Pengembang dan perusahaan Web3 mencari alat dan infrastruktur pengembang yang disempurnakan yang dapat membantu mempercepat jadwal produk mereka,” kata James Tromans, direktur teknik untuk web3 Google Cloud. “Pengembang mengetahui nilai teknologi hebat, dan kami melihat peluang untuk memberikan penawaran berbeda yang dibangun di atas fondasi yang juga mendukung banyak produk dan layanan yang ingin dibangun oleh pengembang blockchain.”

    Salah satu contoh bagaimana Google Cloud mencoba mengatasinya adalah melalui Blockchain Node Engine di Ethereum, layanan node khusus yang memanfaatkan Google Cloud untuk pengembangan aplikasi berbasis blockchain, ungkap Tromans.

    “Lebih banyak perusahaan, baik besar maupun kecil, juga ingin berpartisipasi secara on-chain,” kata Tromans. “Mereka menginginkan kemampuan membaca dan menulis on-chain untuk menerapkan aplikasi berbasis blockchain.”

    Perkembangan Tezos

    logo tezos
    Ilustrasi aset kripto Tezos. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Fresh Graduate Harus Tahu Skill Paling Dibutuhkan di Industri Blockchain

    Tezos adalah blockchain proof-of-stake open source yang memiliki lebih dari 2,3 juta akun yang didanai di 158,6 juta total transaksi, menurut situs webnya. Itu juga bermitra dan membangun dengan merek dan perusahaan besar seperti Manchester United, McLaren dan Société Générale, antara lain.

    Bulan lalu, Tezos bermitra dengan California DMV untuk membantu agensi mendigitalkan judul mobil dan menempatkan transfer judul pada blockchain pribadi yang dibangun Tezos untuk merampingkan operasi.

    “Lembaga memperhatikan dan menyadari ini akan menjadi ruang untuk disrupsi; apakah Anda seorang pengecer yang peduli dengan program loyalitas atau keterlibatan konsumen atau institusi besar, blockchain akan mengganggu sebagian industri Anda, ”kata Edwards.

    Menyusul pengumuman kemitraan dengan Google Cloud, XTZ, token asli Tezos, melonjak 14% dari US$ 1,19 menjadi US$ 1,36 dalam hitungan jam. Pada saat penulisan, XTZ diperdagangkan pada US$ 1,43 dengan kapitalisasi pasar US$ 1,1 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fresh Graduate Harus Tahu Skill Paling Dibutuhkan di Industri Blockchain

    Teknologi Blockchain telah mencipatakan lapangan kerja baru di era digital saat ini. Hal yang menjadi banyak pertanyaan adalah skill apa yang dibutuhkan untuk masuk ke industri blockchain yang masih tergolong baru, terutama bagi fresh graduate.

    Berbicara tentang blockchain yang menjadi tren terbaru, bisa melihat banyak perusahaan di seluruh dunia sudah menginvestasikan jutaan untuk teknologi ini. Jika ingin memposisikan diri menjadi yang terdepan di masa depan, harus memahami blockchain dan mendapatkan talenta terbaik.

    Seperti halnya teknologi atau pasar baru, menemukan pengembang blockchain yang sempurna dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dapat menjadi tantangan bagi pemberi kerja. Padahal peluang ekonomi sangat besar bahkan menurut riset, industri blockchain dapat mencapai total kapitalisasi pasar sekitar US$ 163,8 miliar pada tahun 2029.

    Butuh Talenta

    Event ZOOMINAR "Blockchain 101" bersama Binance Academy, Digitalogi & Coinfolks pada Kamis (16/2). Sumber: Tokocrypto.
    Event ZOOMINAR “Blockchain 101” bersama Binance Academy, Digitalogi & Coinfolks pada Kamis (16/2). Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: HP Solana Mobile Saga Diisukan Meluncur Awal Maret, Harga SOL Naik?

    Pencarian online untuk pertanyaan seperti “Apa itu teknologi blockchain?” dan “peluang karir blockchain” telah meningkat secara konsisten dalam data pencarian Google. Pengeluaran di seluruh dunia untuk solusi blockchain mencapai US$ 11,7 miliar pada tahun 2022 dan dapat meningkat menjadi US$ 19 miliar pada tahun 2024. Teknologi Blockchain dapat membantu lembaga keuangan dalam menghemat hampir US$ 12 miliar per tahun.

    Praktisi Blockchain, Ali Akbar, mengatakan secara umum saat ini marak seseorang yang masuk dunia blockchain melalui trading kripto. Berangkat dari itu, akan timbul rasa penasaran akan manfaat dan adopsi teknologi blockchain yang luas.

    “Biasanya orang yang masuk ke blockchain itu untuk trading. Tapi sekarang siapa pun bisa belajar. Orang (lulusan) dari marketing bisa belajar blockchain. Developer bisa coding boleh masuk blockchain. Hal penting adalah selalu belajar dan pahami apa yang dipelajari. Akses belajar tentang blockchain sangat terbuka saat ini,” Kata Ali dalam acara Zoombinar “Blockchain 101” yang digelar Kamis (16/2).

    Passion di Industri Blockchain

    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

    Aspek terpenting dalam memilih tempat belajar teknologi blockchain akan fokus pada hasil pembelajaran mereka. Akankah kursus blockchain membantu seseorang mencapai manfaat apa pun untuk karier di blockchain?

    Kursus yang pilih untuk mempelajari dasar-dasar blockchain hanya dapat menawarkan manfaat untuk memulai perjalanan. Setelah dasar-dasarnya, diperlukan juga untuk mendalami konsep teknis dan berbagai komponen penting dalam ekosistem blockchain.

    Semua konten edukasi terkait blockchain yang lengkap tersedia di Binance Academy. Adam Smurthwaite, Growth Manager Binance Academy, menjelaskan pada dasar skill atau keterampilan yang dibutuhkan oleh industri blockchain sama dengan industri lainnya di era web 2.0.

    “Hampir semua pekerjaan yang ada sekarang di zaman web 2.0 akan ada juga di era web 3.0. Secara keseluruhan kita akan melakukan hal yang sama dan membutuhkan skill yang sama seperti sekarang. Terlebih kamu yang gemar coding dan menjadi developer akan memiliki jalan yang mudah untuk mengerti blockchain,” jelas Adam di acara yang sama.

    Untuk memulai mempelajari tentang blockchain dan aset kripto bisa menggunakan platform Binance Academy. Platform edukasi tersebut memiliki misi untuk memberikan edukasi mengenai potensi transformatif dari aset kripto dan teknologi blockchain.

    Binance Academy menawarkan lebih dari 280 artikel dan sejumlah video yang mencakup segala hal mulai dari keamanan komputer hingga ekonomi, yang tersedia dalam 21 bahasa. Panduan tersebut dibuat untuk memperkenalkan kepada semua orang secara ringan beberapa konsep utama yang dibutuhkan untuk memulai perjalanan di dunia teknologi blockchain.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Luncurkan Stablecoin di Jaringan Polygon

    Tether meluncurkan token USDT di jaringan Polygon. Stablecoin ini akan membantu mendukung ekosistem decentralized finance (DeFi) Polygon dengan menyediakan mata uang yang stabil bagi investor.

    Saat ini, stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu sudah tersedia di lebih dari 11 blockchainUSDT yang berpatok 1:1 dengan dolar AS, kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 72,4 miliar.

    Polygon merupakan blockchain layer 2 di jaringan Ethereum, yang menawarkan transaksi cepat dengan biaya lebih rendah. Ada lebih dari 19.000 decentralized applications (dapps) yang beroperasi di jaringan ini.

    Polygon sejauh ini telah memproses lebih dari 1,6 miliar transaksi, memiliki lebih dari 142 juta alamat pengguna unik, dan memiliki total value locked (TVL) lebih dari $ 5 miliar.

    Baca juga: Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

    “Kami antusias untuk meluncurkan USDT di Polygon, (kami) menawarkan akses ke stablecoin paling likuid, stabil, dan tepercaya di ruang token digital, untuk komunitasnya,” kata Chief Technology Officer (CTO), Tether Paolo Ardoino, dalam keterangan resminya.

    Tether menjadi stablecoin yang paling banyak diadopsi dan saat ini sudah tersedia di jaringan Kusama, Ethereum, Solana, Algorand, EOS, Liquid Network, Omni, Tron dan Bitcoin Cash’s Standard Ledger Protocol.

    Kehilangan Kapitalisasi Pasar $ 10 Miliar

    USDT sempat ikut terguncang saat Terra ambruk pada pertengahan Mei lalu. Tak tanggung-tanggung, stablecoin ini kehilangan kapitalisasi pasarnya hingga $ 10 miliar.

    Berdasarkan data CoinGecko, kapitalisasi pasar USDT saat ini masih stabil di angka sekitar $ 73 miliar. Padahal, sebelum kejatuhan Terra, kapitalisasi pasarnya mencapai $ 84 miliar.

    Tether USDT merupakan stablecoin yang paling banyak digunakan oleh pasar kripto. Hal ini menjadikan USDT sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga setelah Bitcoin dan ETH.

    Baca juga: GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Samsung Gandeng Polygon Masuk ke Web3, Akankah MATIC Melonjak?

    Samsung telah bekerja sama dengan aplikasi streaming berbasis Polygon, Savage untuk menghadirkan gambar dan video berkualitas tinggi bagi pengguna Web3. Apakah kemitraan ini berpotensi menaikan harga kripto MATIC?

    Dikutip CoinGape, Savage, aplikasi streaming yang beroperasi di jaringan Polygon, telah bermitra dengan Samsung, produsen elektronik terkemuka, untuk memberikan akses kepada pengguna Web3 ke gambar & video berkualitas tinggi.

    Dalam pernyataannya di Twitter, Savage menyatakan bahwa kerja samanya dengan perusahaan akan membantu peningkatan solusi Web3 yang saat ini disediakannya. Savage mengklaim bahwa aplikasi Smart TV-nya dapat membantu integrasi tampilan IRL yang mulus.

    Pertumbuhan Polygon

    Baca juga: Jumlah Pengguna NFT di Polygon Lampaui Ethereum dan Solana

    Polygon mempertahankan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan aplikasi DeFi. Dengan tingkat penerimaan yang kuat, Polygon sekarang menampung lebih dari 53.000 proyek terdesentralisasi pada saat publikasi ini.

    Telah dilaporkan bahwa pada tahun 2022, Polygon bertanggung jawab atas fasilitasi lebih dari 960 juta transaksi, penerapan 778.000 smart contract, dan keterlibatan 234.000 pembuat smart contract.

    Kerja sama ini, hanya beberapa bulan yang singkat sejak Samsung dan Google mengumumkan perluasan kolaborasi mereka untuk meningkatkan pengalaman smart home. Untuk memperkuat posisinya di pasar dan mempertahankan posisinya sebagai nama smart home di industri barang elektronik dan teknologi, Samsung telah secara aktif membentuk kemitraan strategis.

    Harga MATIC Naik?

    Polygon (MATIC). Foto: Outlook India.
    Polygon (MATIC). Foto: Outlook India.

    Baca juga: Vitalik Buterin: Fokus Teknologi, Bukan Pergerakan Harga Kripto

    Token asli Polygon, MATIC, naik 2,5 persen selama 24 jam terakhir, dengan data on-chain menunjukkan bahwa Ethereum whale telah meraup lebih banyak token MATIC dalam periode tersebut.

    Seperti yang terjadi, harga MATIC saat ini diperdagangkan pada US$ 0,80. Kenaikan ini berbeda dengan peningkatan 2,27% selama tujuh hari terakhir, menurut CoinMarketCap.

    Baru-baru ini, platform metrik data blockchain, Santiment, mengungkapkan bahwa Polygon menempati peringkat di antara platform dengan aktivitas pengembang paling sedikit. Aktivitas pengembangan yang tinggi berarti akan meningkatkan harga token asli jaringan dalam jangka panjang.

    Sebaliknya, data Santiment menunjukkan bahwa aktivitas pengembangan di Polkadot dan Cardano jauh lebih tinggi daripada di Polygon. Oleh karena itu, MATIC dapat terus melakukan perdagangan sideways di tahun baru ini kecuali jika aktivitas pengembang ini meningkat.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com