Tag: blockchain

  • Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

    Mastercard telah bermitra dengan Polygon MATIC untuk memperkenalkan artis atau konten kreator baru ke dalam teknologi Web3. Program akselerator ini, akan mengajari lima artis pendatang baru yang berbeda, termasuk penyanyi, musisi, DJ, dan produser, untuk menggunakan teknologi blockchain untuk mengembangkan brand dan keterlibatan penggemar mereka.

    Ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan para artis tersebut dengan memanfaatkan blokchain, seperti efisiensi biaya, mencetak koleksi NFT sendiri untuk menumbuhkan keterlibatan penggemar online mereka, dan hadir dalam konser berbasis metaverse dan lainnya.

    Web3 memiliki potensi untuk memberdayakan artis pendatang baru yang dapat menumbuhkan basis penggemar, mendapatkan penghasilan, dan memperkenalkan media baru untuk ekspresi diri dan koneksi dengan cara mereka sendiri,” kata Ryan Watts, CEO Polygon Studios dikutip TechCrunch.

    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

    Baca juga: Solana dan Cardano Naik 21% Raih Kenaikan Tertinggi Bulanan

    Web3 dan Musik

    Tidak hanya dengan Polygon, hubungan antara Mastercard dan musik telah berjalan lama, karena perusahaan saat ini menjadi sponsor resmi Grammy dan bahkan mencoba-coba produksi musik, meluncurkan rekamannya sendiri pada tahun 2022. Pentingnya teknologi terdesentralisasi untuk Mastercard sudah jelas, karena berusaha untuk memberdayakan artis baru dalam ekosistem untuk mencapai relevansinya sendiri.

    “Musik adalah hasrat universal, menginspirasi kita, menggerakkan kita, dan menyatukan kita; Namun, rasanya mustahil bagi seniman pemula untuk menerobos masuk,” kata Raja Rajamannar, CMO Mastercard, memperkuat relevansi teknologi ini untuk perkembangan artis masa kini.

    Lima artis yang akan mengikuti program ini masih belum terpilih, mereka masih dapat mendaftar dan menunjukan karyanya. Program ini dijadwalkan akan dimulai pada musim semi 2023, dan penggemar juga akan dapat bergabung dengan para penampil ini, bekerja sama untuk mempelajari cara kerja teknologi blockchain dan web3.

    Baca juga: Lido DAO Naik 57% Dalam Seminggu, Bagaimana Prospek ke Depan?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3

    BNB Chain, sebuah blockchain yang terkait erat dengan exchange kripto, Binance, menjalin kerja sama dengan Google Cloud untuk mendukung pertumbuhan Web3 dan startup blockchain.

    Kolaborasi strategis ini berencana untuk menawarkan infrastruktur dasar, dukungan komputasi awan, dan akselerasi ke beberapa startup Web3 dan blockchain.

    Ada sekitar 150 proyek Web3 dan blockchain di bawah program akselerator yang berfokus pada token BNB juga akan mendapatkan akselerasi dan dukungan ke program startup Google Cloud.

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

    “Google Cloud adalah pemain Web2 yang sangat bagus dan benar-benar telah melakukan banyak hal tentang Web3. Penting bagi kami untuk bekerja dengan pemain besar yang memiliki visi besar, dan kami memiliki DNA dan visi yang sama,” kata Gwendolyn Regina, Investment Director of BNB Chain.

    Baca juga: Pengadilan Korsel Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Do Kwon

    Google Masuk ke Dunia Web3

    Kerja sama terbaru dengan BNB Chain ini mengikuti langkah percepatan Google ke dunia Web3. Awal tahun ini, Google Cloud menambahkan layanan deteksi ancaman malware penambangan kripto dan meluncurkan Tim Aset Digital khusus yang baru.

    Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
    Ilustrasi aset kripto BNB.

    Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

    Program Google for Startups Cloud Program memberikan kredit Google Cloud setiap tahun hingga 2 tahun untuk membantu bisnis tahap awal membangun dan mengembangkan proyek mereka.

    Pembuat Web3 akan dapat terhubung dengan anggota tim Google Cloud Startup Success dan pakar materi pelajaran teknis perusahaan di seluruh manajemen data, analisis data, kecerdasan buatan, machine learning, dan zero trust security. Lokakarya pengembang Web3, serta pelatihan dan sertifikasi Google Cloud, juga akan tersedia bagi peserta.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

    Bank Indonesia (BI) terus memberikan update terkait perkembangan proyek Rupiah Digital. Kabarnya BI akan melakukan perilisan proof of concept Rupiah Digital pada Juli 2023 dan menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat.

    BI sendiri telah menerbitkan Consultative Paper (CP) mengenai rencana pengembangan Rupiah Digital. CP ini merupakan tindak lanjut dari penerbitan White Paper Proyek Garuda: Menavigasi Arsitektur Rupiah Digital yang dirilis untuk publik pada November 2022 lalu.

    Penerbitan CP ini juga merupakan upaya untuk membuka ruang diskusi publik mengenai desain Rupiah Digital. CP ini menguraikan overview desain pengembangan Rupiah Digital tahap pertama (immediate state), yaitu wholesale Rupiah Digital cash ledger yang mencakup pengenalan teknologi dan fungsi dasar yang meliputi penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana.

    Desain pengembangan Rupiah Digital dimaksud telah mempertimbangkan hasil dari benchmarking terhadap praktik terbaik dari beberapa negara yang telah melakukan pengkajian dan eksperimen wholesale central bank digital currency (CBDC).

    Proof of Concept Rupiah Digital

    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.

    Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

    Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan proof of concept Rupiah Digital di pertengahan tahun 2023 dan telah bertemu dengan pemain-pemain potensial untuk menjadi wholesaler mata uang digital ini. Langkah ini untuk mendukung kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digital.

    “Insya Allah nanti sekitar Juli kami akan keluarkan proof of concept untuk Digital Rupiah mempersiapkan Indonesia sebagai negara Indonesia maju dengan digital, digitalisasi pembayaran dan juga digitalisasi rupiah,” kata Perry dikutip Antara pada Rabu (6/2).

    Perry menjelaskan Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yakni Digital Rupiah wholesale (w-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan untuk melayani transaksi wholesale, dan Digital Rupiah ritel (r-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk transaksi ritel.

    “Kami sudah ketemu dengan pemain-pemain besar yang kami pandang punya kemampuan untuk menjadi wholesaler,” ujar Perry.

    Tahap Penerbitan

    Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
    Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

    Baca juga: CEO Ark Invest Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 7,4 Miliar

    Pengembangan Rupiah Digital terdiri dari tiga tahap. Pada tahap pertama, pengembangan akan dimulai dengan w-Digital Rupiah untuk use case penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana antar pihak. Pada tahapan berikutnya, use case w-Digital Rupiah akan diperluas dengan use case tambahan yang mendukung transaksi di pasar keuangan.

    Pada tahap akhir, konsep integrated end-to-end w-Digital Rupiah to r-Digital Rupiah akan diujicobakan. Pendekatan itu memungkinkan eksplorasi berbagai alternatif desain Digital Rupiah guna memastikan nilai tambah yang paling optimal.

    Rupiah Digital akan dibangun dalam fitur desain yang tangguh dan memungkinkan pengembangan model bisnis baru yang inovatif, inklusif, dan mendorong efisiensi. Mata uang digital ini akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang memastikan resiliensi, baik dalam konteks keamanan maupun ketersediaan, misalnya, offline functionality, yang juga memastikan perluasan inklusi keuangan di daerah tertinggal.

    CBDC punya Bank indonesia ini juga akan dilengkapi fitur programmability yang memungkinkan pengembangan inovasi dan efisiensi keuangan, misalnya smart contract. Tokenisasi surat berharga juga akan dikembangkan untuk membuka peluang-peluang baru bagi pendalaman pasar keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Miliarder Ini Tak Heran Jika Harga Bitcoin Turun Jadi US$ 10 Ribu

    Di tengah kesengsaraan pasar kripto, miliarder ini tak heran jika harga Bitcoin (BTC) akan terus turun, hingga US$ 10.000.

    Saat ini, harga Bitcoin masih belum dapat pulih, terus turun dan mencetak low baru, meski dolar AS mulai melemah akibat langkah The Fed yang menaikkan suku bunga ke 75 basis poin.

    Harga Bitcoin Turun ke US$ 10.000

    Berdasarkan laporan Finbold, miliarder dan CEO dari DoubleLine Capital, Jeffrey Gundlach, yakin bahwa harga Bitcoin akan turun jauh dari US$20.000, yang dianggap orang-orang sebagai titik potensial untuk membangun pijakan pemulihan.

    Jeffrey beranggapan bahwa harga kripto utama akan terus turun, tidak lebih dari US$10.000, yang telah ia ungkapkan dalam wawancara CNBC’s Closing Bell: Overtime.

    Saat pewawancara menanyakan prediksi Jeffrey tentang seberapa rendah Bitcoin akan jatuh, ia mengatakan bahwa tren kripto jelas tidak positif saat ini.

    Baca juga: Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi

    “Pada Juli tahun lalu, Bitcoin naik menjadi US$60.000 atau lebih, kemudian turun menjadi US$30.000… Pada akhirnya itu akan jatuh dan kemudian harus bangkit kembali tetapi terus masuk, sepertinya sedang dilikuidasi. Jadi saya tidak bullish pada US$20.000 atau US$21.000 pada Bitcoin. Saya tidak akan terkejut sama sekali jika harganya mencapai US$10.000,” tambahnya.

    Di sisi lain, sudut pandang Jeffrey tampak berseberangan dengan ahli strategi komoditas dari Bloomberg, Mike McGlone, yang justru melihat US$20.000 sebagai titik terendah untuk BTC, alias bottom level.

    Baca juga: Era Bearish Pasar Kripto Semakin Tegas, Kapan Akan Berakhir?

    Mike pun meyakini bahwa BTC nantinya akan menjadi produk investasi penting, sehingga harganya akan melesat ke US$100.000 pada tahun 2025, satu tahun pasca halving terbaru BTC.

    Dan yang patut disorot saat ini adalah, kekhawatiran terjadinya resesi, pasca langkah agresif the Fed dalam menaikkan suku bunga. Beberapa analis memperkirakan ini akan terjadi pada pertengahan 2023.

    Dan jika resesi terjadi, maka pernyataan Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan terlaris, Rich Dad Poor Dad, akan menjadi kenyataan.

    Robert berpendapat bahwa, AS akan jatuh ke dalam resesi karena ulah the Fed, sehingga emas, perak dan Bitcoin akan menyelamatkan kekayaan Anda. Ia pun mengatakan bahwa ini layak untuk dibeli sebanyak-banyaknya.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

    Prediksi harga Bitcoin berdasarkan bagan “Bitcoin Cycle Repeat”, bisa mencapai US$ 209 ribu per BTC pada tahun 2025. Halving 2024 adalah salah satu komponen terpentingnya. Bagan pun harus dianggap sebagai sekadar teori. Bagan yang mirip, yakni S2F karya PlanB, sudah dikritik tajam oleh Vitalik Buterin.

    Dengan tren saat ini, harga Bitcoin diprediksi bisa menjadi US$ 209 ribu pada Oktober 2025. Harga itu ditandai sebagai harga puncak tertinggi setelah Halving (after halving top) tahun 2024.

    Angka prediksi, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai FOMO (fear of missing opportunity) itu, berdasarkan data dari bagan (chartBitcoin Cycle Repeat dari situs BuyBitcoinWorldWide.

    Ada belasan bagan lain yang cukup berfaedah membantu Anda belajar lebih banyak tentang konsep, teori dan model proyeksi. Situs itu sebelumnya berdomain Digitalik.net yang sangat popular dan diakusisi oleh BuyBitcoinWorldWide pada tahun lalu.

    Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

    Bagan itu menunjukkan bagaimana jadinya jika dari perubahan harga hari ini, atau pada hari lain di masa lalu, akan mengulangi polanya dari siklus sebelumnya. Satu siklus penuh adalah 1458 hari (4 tahun) dan data di bagan itu diperbarui setiap 5 menit.

    “Bagan Bitcoin Cycle Repeat menggunakan pergerakan rata-rata harga BTC selama 1.458 hari terakhir dan mengulangi pergerakan tersebut lagi untuk memprediksi harga setiap hari selama 1.458 hari ke depan. Bagan ini juga menampilkan harga teratas setelah halving sebelumnya serta puncak setelah setiap halving yang akan datang,” tertera di bagian penjelasan bagan itu oleh pengelola situs.

    Karena tidak diperuntukkan sebagai acuan utama dan akurat, menurut BuyBitcoinWorldWide, angka proyeksi 1.458 hari mendatang harus dianggap hanya sebagai perkiraan.

    “Keakuratan bagan ini sangat bergantung pada ‘perilaku Bitcoin’ untuk berulang dengan sempurna. Pun ada banyak alasan mengapa Bitcoin mungkin berkinerja baik ataupun sebaliknya dibandingkan tren 1.458 hari sebelumnya. Maka, bagan ini harus dilihat sebagai teori saja,” tulis BuyBitcoinWorldWide, dengan catatan harga acuan berdasarkan data dari CryptoCompare.

    Dan entah karena memang kebetulan, pada 17 Januari 2020, berdasarkan bagan itu, harga Bitcoin diprediksi akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) baru pada Oktober 2021.

    Faktanya yang diketahui publik, ATH terkini adalah pada 8 November 2021 di kisaran US$69 ribu. Bagan Bitcoin Cycle Repeat menerakan ATH itu sebagai “after halving top” di harga US$67.549.

    Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

    Nah, ketika artikel ini ditulis, Jumat (24/6/2022) dini hari, harga BTC di bagan itu tertera US$ 20.300 per BTC dengan acuan harga Kamis (23/6/2022)-price end of day, berdasarkan data CryptoCompare.

    Dengan sandaran itu, berdasarkan prinsip dan variabel bagan, harga puncak setelah Halving ke-4 tahun 2024 diprediksi bisa mencapai US$ 209.851 pada 27 Oktober 2025.

    prediksi harga bitcoin

    Dalam rentang waktu yang pendek, dengan harga harian yang serupa, harga BTC diprediksi menjadi US$ 10.051 pada 2 Desember 2022. Harga itu “dianggap” sebagai support level terbesar yang melentingkan harga kripto itu berada di atas Moving Average (MA) 200 hari dan MA 1458 hari.

    Perlu ditegaskan kembali, bahwa bagan ini harus dianggap sebagai teori saja dan tidak boleh dijadikan acuan utama dalam mengambil keputusan, pasalnya bagan ini lebih mengarah pada teknikal dan tentu saja tidak memasukan faktor makroekonomi, sebagaimana model Stock-to-Flow (S2F) rancangan PlanB, yang dinilai oleh Vitalik Buterin “sangat berbahaya.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

    Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggunakan teknologi blockchain dalam pengolahan data penduduk Indonesia. BPS akan menerapkan blockchain pada platform digital data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai bagian dari reformasi birokrasi BPS pada 2023.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan penggunaan blockchain akan menjaga akurasi dan akuntabilitas data. BPS juga berupaya membangun Regsosek yang mengintegrasikan seluruh data ke dalam sistem reformasi perlindungan sosial. Setiap gugus data yang saling terintegrasi dapat dibagi-pakai oleh kementerian/lembaga (k/l) hingga pemerintah daerah (pemda).

    “Kami akan gunakan teknologi blockchain supaya akurasi data, akuntabilitas data, dan sejarah data tercatat dengan baik sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Jadi ini adalah sekaligus merupakan tugas BPS dalam perpres 132 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional,” kata Margo dikutip Antara, Rabu (1/2).

    Integrasi Data

    Ilustrasi blockchain.
    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    Margo berharap Regsosek tidak hanya menjadi gugus data yang baru, tanpa ada integrasi dengan sistem data yang lain. Untuk melakukan integrasi, setiap gugus data harus terkoneksi dengan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

    Harapannya, sistem data yang menggunakan teknologi blockchain itu terhubung pula dengan gugus data lainnya seperti data perkawinan dan perceraian, serta data lain sebagainya.

    Dengan Regsosek, BPS tengah berupaya mendapatkan data terkait kondisi infrastruktur dasar kebutuhan masyarakat, dan terakhir menyangkut kondisi geografis dan kemudahan akses wilayah. Jika dapat diketahui bisa memberikan treatment dan kebijakan sesuai dengan kapabilitas dan kebutuhan masing-masing daerah.

    “Jadi melihat si miskin ini spektrumnya 360 derajat, bisa dari kapabilitas individu dan keluarga, kondisi infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan penyangga masyarakat, dan bisa menggambarkan kantong-kantong kemiskinan dari kondisi geografis dan kemudahan akses wilayah. Dengan melihat data statistik 360 derajat (statistical dataverse 360°), maka kita bisa melihat program yang cocok di setiap wilayah itu apa (mengingat antar daerah memiliki karakteristik yang berbeda),” jelas Kepala BPS.

    Pemerintah Indonesia dan Blockchain

    Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
    Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

    Baca juga: Elon Musk Ungkap Fitur Pembayaran Kripto di Twitter, Harga DOGE Naik?

    BPS bukan menjadi lembaga pemerintahan yang mulai mengadopsi teknologi blockchain. Sebelumnya yang ramai diberitakan adalah Bank Indonesia yang tengah merancang Rupiah Digital dengan blockchain atau distributed ledger technology (DLT).

    Bank Indonesia semakin dekat dengan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang bakal dikenal sebagai Rupiah Digital. Salah satu kabar terbaru adalah BI akan menggunakan teknologi blockchain untuk proses distribusinya.

    Dikutip Antara, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pihaknya kini sedang dalam proses seleksi pemain terbesar di perbankan atau perusahaan sistem pembayaran, yang akan ditunjuk atau diamanatkan untuk mendistribusikan rupiah digital.

    “Platform distribusinya nanti akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) blockchain dan perbankan yang ditunjuk akan memiliki dua akun, akun digital dan akun standar. Hanya bank yang bisa menggunakan DLT,” kata Perry.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inovasi Cerdas Lawan Pencucian Uang

    Seiring dengan berkembangnya Asia Tenggara sebagai pusat global untuk aset kripto, kebutuhan untuk memerangi Anti-Pencucian Uang (AML) semakin penting untuk dilaksanakan.

    Menurut laporan, transaksi kripto ilegal terus meningkat, dengan lebih dari US$17 miliar yang terkait dengan exchange yang tidak berizin, perdagangan ilegal, dan aktivitas pencucian uang di wilayah ini antara tahun 2022 dan 2023. Indonesia, dengan pasar kriptonya yang berkembang pesat, berada di garis depan dalam memerangi ancaman ini.

    Pada Indonesia Blockchain Week 2024, Tokocrypto dengan bangga akan menyelenggarakan sesi “Memperkuat Masa Depan Keuangan: Bagaimana Bursa Kripto dan Ekosistem Blockchain Memerangi Pencucian Uang”, yang akan menampilkan panel ahli terkemuka, termasuk perwakilan dari Kedutaan Besar AS, Bareskrim Polri, dan PPATK.

    Sesi ini, yang dipimpin oleh CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, dan Azizah Mutia Karim, VP of Legal, Compliance & Government Relations di Tokocrypto, akan membahas bagaimana exchange kripto, penegak hukum, dan regulator dapat bekerja sama untuk meningkatkan praktik AML di kawasan ini.

    Kolaborasi Penguatan Ekosistem

    Indonesia Blockchain Week (IBW) 2024.
    Indonesia Blockchain Week (IBW) 2024.

    Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2024 Siap Digelar di Jakarta

    Meskipun sudah ada kemajuan signifikan, Asia Tenggara masih menghadapi tantangan besar terkait transaksi kripto anonim, yang memiliki potensi digunakan untuk mendanai aktivitas seperti narkotika, perjudian ilegal, dan bentuk kejahatan terorganisir lainnya.

    Dengan memanfaatkan proses Know Your Customer (KYC) dan pemantauan transaksi yang canggih, exchange kripto seperti Tokocrypto memainkan peran penting dalam mengidentifikasi aktivitas mencurigakan. Melalui sesi ini, kami bertujuan untuk mengedukasi industri dan memberdayakan peserta agar dapat menerapkan langkah-langkah AML-CTF yang lebih efektif, dengan tujuan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih aman dan terlindungi.

    Ke depannya, sesi ini tidak hanya akan membahas strategi saat ini, tetapi juga menilik perubahan regulasi dan teknologi di industri kripto masa depan. Dengan perubahan lanskap global, sikap proaktif Indonesia—diperkuat oleh kolaborasi internasional—akan menjadi kunci dalam membentuk ekosistem keuangan yang aman dan transparan. Kerja sama lintas batas dengan organisasi seperti Bareskrim Polri, serta integrasi alat intelijen blockchain, akan membantu mencegah eksploitasi kripto untuk tujuan ilegal.

    Diskusi ini menjadi langkah penting dalam membangun ruang kripto yang kuat dan patuh secara global, menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam memerangi kejahatan keuangan.

    Mau lebih tahu lagi tentang IBW?  >> klik ke situs IBW Beli tiket sekarang >> link ke loket.com (https://www.loket.com/event/ibw2024)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisnis Travel dengan Teknologi Blockchain

    Bisnis travel dengan teknologi blockchain merupakan solusi menarik yang bisa kita pelajari. Bisnis pariwisata selalu menjadi industri yang dinamis dan evergreen, karena kebutuhan manusia untuk bepergian dan berlibur tidak pernah surut.

    Namun, di balik pesonanya, industri pariwisata menghadapi beberapa tantangan signifikan yang memengaruhi kenyamanan dan efisiensi layanan.

    Beberapa masalah yaitu: biaya transaksi internasional yang tinggi, fluktuasi mata uang, serta keterbatasan metode pembayaran yang tersedia di berbagai negara sering kali menjadi penghalang.

    Untuk alasan ini, para pebisnis memanfaatkan teknologi blockchain kripto. Banyak platform perjalanan kini mampu menawarkan solusi yang lebih efisien, lebih murah, dan lebih aman.

    Artikel ini akan mengulas bagaimana kripto sudah dapat digunakan untuk keperluan liburan, serta platform-platform terkemuka yang mengintegrasikan teknologi ini.

    Tantangan dalam Industri Travel Tradisional

    Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan wisatawan untuk kemudahan dalam memesan dan mengelola perjalanan semakin meningkat. Namun, ada beberapa tantangan utama yang sering dihadapi dalam bisnis perjalanan, antara lain:

    1. Biaya transaksi internasional yang tinggi

    Banyak wisatawan internasional harus membayar biaya tambahan saat melakukan transaksi antar negara, terutama jika menggunakan kartu kredit atau metode pembayaran tradisional lainnya. Biaya ini seringkali tidak transparan dan membuat total biaya perjalanan menjadi jauh lebih mahal dari perkiraan awal.

    2. Fluktuasi mata uang

    Wisatawan yang bepergian ke negara dengan mata uang yang berbeda sering kali menghadapi ketidakpastian karena fluktuasi nilai tukar. Nilai tukar mata uang yang terus berubah-ubah dapat memengaruhi anggaran perjalanan.

    3. Keterbatasan akses ke metode pembayaran

    Tidak semua platform perjalanan atau penyedia layanan di seluruh dunia menerima metode pembayaran yang sama. Hal ini bisa menyulitkan wisatawan untuk membayar layanan atau mengelola transaksi selama perjalanan mereka.

    Dengan semua masalah ini, teknologi kripto muncul sebagai solusi potensial yang dapat mengatasi beberapa tantangan utama di atas.

    Kripto sebagai Solusi Pembayaran Travel

    Baca juga: Pahami Pengertian Financial Planning dan Caranya bagi Pemula!

    Mata uang kripto kini telah diadopsi secara luas oleh berbagai platform perjalanan. Hal ini mempermudah wisatawan untuk membayar layanan tanpa harus khawatir dengan masalah konvensional seperti biaya transaksi tinggi atau fluktuasi nilai tukar.

    Berikut adalah beberapa platform terkemuka yang telah mengintegrasikan pembayaran kripto dalam layanan mereka:

    1. Travala.com

    Travala.com adalah salah satu platform pemesanan perjalanan berbasis blockchain terkemuka di dunia. Di platform ini pengguna bisa membayar dengan berbagai mata uang kripto, serta menawarkan harga yang bisa mencapai 40% lebih murah dibandingkan platform pemesanan tradisional. Dengan integrasi teknologi blockchain dan tokenisasi melalui kripto asli mereka, AVA, pengguna mendapatkan keuntungan tambahan seperti insentif dalam bentuk token.

    2. CheapAir

    CheapAir adalah salah satu platform travel yang memungkinkan pengguna memesan tiket pesawat, hotel, dan layanan terkait perjalanan lainnya menggunakan kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Dash. CheapAir telah lama menjadi pelopor dalam integrasi kripto di industri travel, memudahkan wisatawan melakukan pembayaran dengan berbagai pilihan mata uang digital.

    3. AirBaltic

    AirBaltic, maskapai penerbangan berbasis di Latvia, adalah salah satu perusahaan penerbangan pertama yang menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran untuk tiket pesawat. Dengan layanan penerbangan yang mencakup sebagian besar Eropa, AirBaltic menawarkan kesempatan bagi penumpang untuk memanfaatkan mata uang kripto dalam perjalanan udara mereka, menjadikannya salah satu maskapai penerbangan yang memelopori adopsi teknologi blockchain dalam dunia aviasi.

    4. Bitcoin.travel

    Bitcoin.travel berfungsi seperti agen perjalanan yang menghubungkan pengguna dengan berbagai platform pemesanan. Pengguna dapat membayar dengan mata kripto di platform-platform yang terhubung dengan Bitcoin.travel. Hal ini menciptakan fleksibilitas dalam metode pembayaran dan pilihan destinasi wisata.

    Manfaat Utama Kripto dalam Industri Travel

    1. Menghilangkan biaya transaksi lintas negara

    Salah satu keunggulan utama menggunakan kripto untuk membayar perjalanan adalah menghilangkan biaya transaksi internasional yang sering kali memberatkan. Dengan kripto, transaksi bisa dilakukan secara langsung antara pengguna dan penyedia layanan tanpa melalui perantara, yang biasanya mengenakan biaya tambahan.

    2. Transaksi yang lebih cepat dan efisien

    Teknologi blockchain memungkinkan transaksi dilakukan dengan lebih cepat dan efisien dibandingkan metode pembayaran tradisional. Tidak perlu menunggu berhari-hari untuk konfirmasi pembayaran internasional, sehingga layanan dapat diakses lebih cepat.

    3. Mengatasi fluktuasi mata uang

    Dengan menggunakan kripto, wisatawan tidak lagi perlu khawatir terhadap fluktuasi mata uang. Mata uang kripto bersifat global, sehingga nilainya tetap konsisten di seluruh dunia, mempermudah perencanaan anggaran perjalanan.

    Pembayaran Kripto di Indonesia

    Meskipun penggunaan kripto dalam industri travel semakin berkembang di berbagai belahan dunia, penting untuk diingat bahwa di Indonesia, transaksi keuangan wajib dilakukan dalam mata uang Rupiah. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Bank Indonesia, yang melarang penggunaan mata uang selain Rupiah untuk transaksi di dalam negeri.

    Oleh karena itu, meskipun platform internasional memungkinkan pembayaran dengan kripto, wisatawan di Indonesia harus tetap menggunakan Rupiah untuk transaksi lokal. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi mereka yang ingin memanfaatkan kripto sebagai alat pembayaran dalam negeri.

    Kesimpulan

    Dengan semakin banyaknya platform perjalanan yang menerima mata uang kripto, wisatawan memiliki lebih banyak opsi untuk merencanakan dan membayar liburan mereka dengan cara yang lebih efisien dan hemat biaya.

    Kripto tidak hanya menawarkan solusi untuk tantangan-tantangan dalam bisnis travel, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi lebih lanjut dalam industri yang terus berkembang ini.

    Sebagai salah satu industri paling vital dan terus bergerak maju, penerapan kripto dalam bisnis travel menjadi sebuah transformasi yang akan semakin memudahkan wisatawan di masa depan.

    Referensi: Crypto-Friendly Travels, Nowpayments



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

    Prospek pemanfaatan teknologi terbaru yakni Web3 akan menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate, menilai keberadaaan Web3 bisa menarik bagi pengembangan ekosistem digital nasional.

    “Masa depan khas Web 3.0 telah menawarkan terobosan dalam ranah digital yang terkait dengan teknologi blockchain, metaverse, dan konsep relevan lainnya seperti identitas digital,” ujarnya dalam Pembukaan NXC International Summit 2022 di Merusaka Hotel Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (31/08).

    Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan valuasi US$ 70 Miliar pada 2021 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 315,5 Miliar pada 2030.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.
    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.

    Baca juga: Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Asia

    Startup Web3 Indonesia Bisa Bersaing

    Johnny menyatakan keberadaan teknologi Web3 menjadi peluang yang menarik. Menurutnya, perkembangan terkini menunjukkan, jika perusahaan teknologi startup di sektor Web3 Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional.

    “Merupakan peluang menarik untuk memanfaatkan potensi teknologi Web3. Salah satu pencapaian yang patut dicatat adalah pencatatan lima paten global yang menandai penemuan dan inovasi grup WIR di bidang teknologi digital,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Kementerian Kominfo terus mendorong anak bangsa mewujudkan peluang yang begitu besar dengan membangun ekosistem teknologi secara komprehensif.

    “Kominfo sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, untuk upaya transformasi digital, berusaha menggelar infrastruktur digital agar lebih merata untuk semua orang di setiap bagian nusantara,” ungkap Menkominfo.

    Web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Pendiri Waves Crypto: Manipulasi Pasar Kripto Adalah Tanda Akhir Zaman

    Potensi Ekonomi Teknologi Web3

    Menkominfo, Johnny G. Plate, mengungkap generasi pertama Web3 yang dikenal dengan teknologi blockchain bisa menyediakan jaringan terdesentralisasi dan dapat dioperasikan semua orang menggunakan teknologi terkini.

    Mengutip hasil penelitian terbaru, ukuran pasar global Web 3.0 yang mencapai US$ 3,2 Miliar pada tahun 2021 dan diproyeksikan mencapai US$ 8,5 Miliar pada tahun 2030.

    Senada dengan Menkominfo, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di tanah air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.

    “Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masuk Industri Blockchain, GoTo Akuisisi Pedagang Aset Kripto

    PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diketahui mulai menjamah bisnis kripto. Hal ini diketahui pasca GoTo melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan aset kripto, PT Kripto Maksima Koin (KMK).

    Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), GoTo melakukan akuisisi melalui anak usahanya, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) atau GoPay. Transaksi pengambilalihan saham tersebut mencapai Rp 124,83 miliar.

    Sekretaris Perusahaan GOTO, R A Koesoemohadiani, mengatakan DKAB telah melakukan pembelian 50.000 lembar saham KMK pada 25 Agustus 2022. Secara rinci, DKAB memegang saham KMK sebesar 99,98%, sedangkan GOTO memiliki 0,02%.

    “Tujuan transaksi adalah perluasan kegiatan usaha perseroan melalui anak usaha,” kata Diani, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Senin (29/8).

    GoTo akuisisi Pedagang Aset Kripto PT Kripto Maksima Koin (KMK). Foto: GoTo.
    GoTo akuisisi Pedagang Aset Kripto PT Kripto Maksima Koin (KMK). Foto: GoTo.

    Baca juga: Kemendag Dorong Project Aset Kripto Indonesia Bisa Beri Daya Saing

    GoTo belum mengungkap langkah selanjutnya setelah melakukan aksi korporasi ini. Head of Corporate Communications, GoTo Financial, Alina Darmadi, menyatakan perusahaan belum ada rencana khusus, namun akan melakukan inkubasi atau berinvestasi ke dalam teknologi baru, khususnya teknologi blockchain.

    “kami terus melakukan inkubasi atau berinvestasi pada teknologi baru, agar kami dapat memanfaatkan kesempatan yang ada pada waktu yang tepat, dengan selalu mematuhi peraturan yang berlaku,” kata Alina.

    Profil Kripto Maksima Koin

    PT Kripto Maksima Koin sendiri tercatat telah memiliki nomor daftar di Bappebti Kementerian Perdagangan dengan nomor 003/BAPPEBTI/CP-AK/01/2022 dan tanggal izin yang terbit pada 28 Januari 2022. Maksima termasuk salah satu dari 25 pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Bappebti.

    Baca juga: Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

    Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Industri aset kripto ini bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain.



    Sumber : news.tokocrypto.com