Tag: btc

  • Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

    Di tengah kekhawatiran ekonomi yang menyusutkan selera risiko investor, CEO Celsius Network mengatakan bahwa pasar kripto dan Bitcoin akan bangkit, inflasi tidak akan menghentikannya.

    Alex Mashinsky mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah wawancara bersama Kitco News, yang memperkirakan pasar kripto justru akan mulai pulih dari sini. Ia menambahkan:

    “[Bahkan] JP Morgan… mengeluarkan laporan minggu ini yang mengatakan bahwa mungkin aksi jual crypto berlebihan, dan mereka melihat rebound ke level 38.000 [USD per Bitcoin] dari tempat kita hari ini… Jadi saya pikir kita akan melihat pembalikan atas akhir pekan dan minggu depan.”

    Ia pun menilai bahwa, pasar Bearish saat ini memberi dampak baik untuk memisahkan para penipu dan spekulan dari industri kripto.

    Menurutnya, pasar kripto memiliki dua jenis pelaku pasar, yakni HODLer seperti Michael Saylor, Komunitas Celsius dan lainnya, dan juga ada para investor yang bersifat spekulan.

    Baca juga: Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya!

    Dengan kondisi bearish saat ini, para spekulan telah dihapuskan dari permainan, yang akan menghentikan aksi jual besar-besaran dan mulai beralih lagi ke kenaikan harga yang bagus. Ia mengatakan:

    “Ingat, ketika Bitcoin pulih, awalnya pulih 5 hingga 8 kali dari tempatnya, atau bahkan lebih.”

    Selain itu, Alex juga mengatakan bahwa ia masih percaya Bitcoin dapat menjadi aset pelindung nilai dari inflasi. Menurutnya, jika membandingkan periode satu dekade pada S&P versus inflasi versus Bitcoin, maka Bitcoin akan mengungguli keduanya.

    Menanggapi potensi inflasi, Alex tidak melihat itu akan mereda, karena ia memperkirakan AS tengah menuju puncak dari inflasi dan akan butuh waktu lebih lama bagi ekonomi AS untuk pulih dan memperbaikinya.

    Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

    Disisi lain, Alex juga mengatakan, inflasi harus dibawah 8% untuk Bitcoin rally dan jika inflasi masih diatas 8.3%, harga Bitcoin akan terus merosot.

    Pada tanggal 14-15 Juni, The Fed akan melakukan meeting lagi. Semua trader masih menunggu tanggal tersebut.

    Alex juga memberitahukan beberapa exchange yang dia ketahui sudah tidak melakukan likuidasi lagi dan banyak pengguna celsius menukarkan stablecoin mereka ke Bitcoin atau altcoin.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

    Bitcoin secara mengejutkan berhasil tembus ke harga di atas $ 31.000 untuk pertama kalinya setelah alami penurunan sejak 9 Maret lalu. Terpantau di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 09.00 harga BTC sudah di $ 31.567,48 atau naik 7% selama 24 jam terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ini momen yang baik untuk Bitcoin untuk terus melaju ke zona hijau, setelah selama sembilan pekan berturut-turut aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut mengalami penurunan beruntun.

    Afid menjelaskan pergerakan ini memecahkan rekor penurunan paling panjang bagi Bitcoin. Sepanjang Mei ini saja, BTC tercatat mengalami penurunan sekitar 22%.

    “Pencapaian ini sangat penting bagi pergerakan BTC selanjutnya. Jika BTC berhasil bertahan dan menebus di atas level $ 30.000, bisa merupakan momentum untuk reli hingga menembus SMA 50-hari di level $ 35.181,” katanya.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), pergerakan BTC menunjukan adanya divergensi positif yang artinya momentum bearish dapat melemah dan reli mungkin akan segera terjadi.

    Namun, jika harga turun dari resistensi overhead di level $ 30,528, jebakan bearish akan mencoba menarik BTC di bawah $ 28.630. Jika ini benar terjadi, target penurunan selanjutnya adalah di $ 24.601, menurut laporan Cointelegraph.

    Market Kripto Mulai Membaik

    Kenaikan Bitcoin yang capai lebih dari 7% dan menembus angka $ 31.000, didorong oleh investor global, karena pasar ekuitas Asia dan Eropa naik. Pasar Amerika juga ditutup untuk liburan Memorial Day.

    Reli di market kripto pada akhir Mei ini, juga dipicu lonjakan ekuitas Asia di tengah laporan bahwa kota-kota besar China telah mulai melonggarkan pembatasan virus corona setelah berbulan-bulan lockdown secara ketat.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Investor optimis bahwa pembukaan kembali ekonomi di China dapat memicu peningkatan belanja konsumen yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam beberapa minggu mendatang dan dapat menunjukkan menaikan saham di wilayah tersebut.

    Secara umum reli juga terjadi di aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 8% menjadi sekitar $ 1.940. Cardano (ADA) menonjol di antara alternatif Ethereum, melonjak sekitar 14% menjadi sekitar $ 0,54.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

    Di tengah pasar Bearish yang menghantam dengan kuat pasar crypto, investor ternama asal AS, Tim Draper, masih mempercayai harga dari Bitcoin (BTC) akan mampu mencapai $ 250.000.

    Tim Drapper adalah seorang miliuner yang mempunyai kekayaan $ 1,2 miliar. Dia juga seorang investor awal di Coinbase, SpaceX, Tesla, Twitch, Twitter, dll.

    Dalam sebuah wawancara di YouTube dengan Scott Melkar, Draper melihat bahwa akan ada lebih banyak wanita yang mulai menggunakan aset crypto utama tersebut. Ini akan memperluas basis penggunaan aset crypto di masa mendatang.

    Ia mengatakan:

    “Semua wanita akan memiliki Bitcoin, dan akan membeli barang dengan Bitcoin.”

    Kenapa Wanita?

    Bukan sekadar asal bicara, memang kekayaan di AS kini didominasi oleh wanita, dengan persentase sebesar 51%. Porsi ini tentu dapat mendorong harga BTC menjadi lebih tinggi jika mereka mulai banyak masuk dan menggunakannya.

    Baca juga: Apa itu Whitelist NFT? Temukan Jawabannya di sini!

    Terlebih lagi, wanita juga belanja lebih banyak daripada pria.

    Dia Mengatakan:

    Wanita mengontrol lebih dari 80% dari belanja retail.

    Selain itu, ia memandang bahwa masih banyak sekali pebisnis ritel yang belum menyadari bahwa mereka dapat berhemat 2% jika menerima pembayaran dengan BTC, daripada kartu kredit dari perbankan.

    Tentu saja penggunaan BTC berpotensi meningkatkan keuntungan mereka karena memperlebar marjin mereka yang kini tipis.

    Menurutnya, harga Bitcoin akan bisa mencapai $ 250.000 pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 dengan berbagai perkembangannya saat ini.

    Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

    Menariknya, ia mengatakan akan menjadikan BTC sebagai mata uang resmi jika nantinya ia terpilih sebagai Presiden AS.

    Pada saat pers, harga Bitcoin berada di $ 29.400-an, mulai ada tanda-tanda kenaikan.

    Namun, jika kita menengok harga BTC saat ini, target yang ia utarakan tentu masih terlihat sangat sulit tercapai, terkesan mustahil, untuk di awal tahun depan karena ini butuh kenaikan hampir sepuluh kali lipat dari harga saat ini.

    Mungkin, jika targetnya dikendurkan lebih rendah, pasar masih dapat berpikir positif seperti dirinya. Tetapi, angka $ 250.000 itu memang sebuah target optimistis yang terlalu berlebihan, setidaknya melihat urusan regulasi dan sentimen global yang belum begitu mendukung perkembangan industri jelang pertengahan tahun ini.

    Baca juga: Analis: Empat Faktor Yang Menggerakkan Harga Bitcoin Di Tahun 2022

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

    Nilai dari mekanisme pembakaran (burning) token Shiba Inu (SHIB) melompat dengan hebat, sebanyak 800% dan mencetak rekor baru di 12,8 miliar token.

    Lonjakan fantastis tersebut datang setelah didistribusikannya hadiah bagi kontributor burning melalui portal pembakaran mereka di ShibaSwap. Para kontributor, yakni investor, akan mendapatkan hadiah berupa token yang berbeda ekosistem dengan SHIB, yaitu RYOSHI.

    Sejak diluncurkan pada akhir April lalu, portal pembakaran tersebut telah menarik lebih banyak peserta dan jumlah token yang dibakar, untuk dihilangkan dari peredaran untuk selamanya, mengurangi pasokan tetapnya.

    Dan sejak hadirnya portal dan pendistribusian hadiah tersebut, para pendukung Shiba Inu, ShibaArmy, telah membakar sekitar 29,5 miliar token SHIB. Setelahnya, angka terus melesat hingga 42,47 miliar token.

    Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

    Ini adalah rekor yang luar biasa, menunjukkan betapa besar antusias para investor untuk menekan pasokan beradar SHIB, guna mengangkat harganya di masa depan. Setidaknya, itulah tujuan dari burning SHIB.

    Diketahui, ada satu alamat burn SHIB besar yang menghancurkan 1,3 miliar token sejauh ini. Itu telah menerima hampir $ 6,5000 dalam bentuk RYOSHI

    Portal Burning di ShibaSwap memungkinkan para peserta mendapatkan token RYOSHI. Dan untuk mengklaimnya, peserta harus menggunakan fitur “WOOF” pada ShibaSwap, mengunci aset mereka untuk mencegah peserta menjual RYOSHI mereka setelah didapatkan.

    Baca juga20 Pola Candlestick Pattern Lengkap Untuk Trading Saham, Crypto, Forex, Konfirmasi dan Open Posisi

    Namun, pada saat pers, harga SHIB berada di $0,00001185 menurut Coingecko. Walaupun ada pembaharuan yang begitu significan, harga tetap tidak kunjung naik. Ini dikarenakan Bitcoin masih indecisive kemana harga jalan.

    Saat pasokan terus menyusut, diharapkan kelak permintaan akan token SHIB juga akan meningkat melalui ekosistem mereka, seperti Metaverse, NFT, Game dan lainnya, sehingga permintaan tinggi di kala pasokan menipis, dapat mengangkat harganya lebih baik, bahkan mencetak ATH baru yang diidam-idamkan. Kita lihat saja!

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

    Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, salah satu perusahaan crypto terbesar di dunia baru saja mempublikasi analisis terkait Bitcoin melalui data on-chain

    Ia mengatakan bahwa saat ini Bitcoin memiliki potensi untuk mulai pulih akibat adanya beberapa tanda dari data on-chain atau data transaksi langsung dari blockchain.  

    Menurutnya saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi bahkan bisa bergerak naik. 

    Ia mempublikasi melalui Twitternya beberapa data yang membuktikan bahwa prediksinya kemungkinan besar akan benar. Berikut adalah tiga data on-chain yang ia gunakan.  

    1. Rasio Bitcoin dan Emas

    Data pertama yang digunakan adalah data rasio antara Bitcoin dan Emas dimana data tersebut membandingkan rasio antara harga Bitcoin dan Emas. 

    Menurut Timmer, data tersebut sering digunakan karena sudah menjadi dasaran untuk memprediksi pergerakan Bitcoin karena diikat dengan aset terlaris saat ini yaitu Emas. 

    3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
    Rasio Bitcoin dan Emas dari Fidelity

    Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

    Menurut grafik data tersebut, angka rasio saat ini berada di batas bawah yang baik sama dengan sebelum Bitcoin mengalami apresiasi signifikan di 2021 dan 2020. 

    Melihat grafik tersebut, jika angka tersebut terjaga di batas yang terlihat, maka kemungkinan besar Bitcoin akan mulai mengalami apresiasi kembali seperti Tahun 2020 dan Tahun 2021 walau tidak seperti sebelumnya melihat saat ini sedang bear market. 

    Jika bergerak kembali naik, maka Bitcoin akan melanjutkan konsolidasinya yang dimulai dari sejak akhir Tahun 2021. Kemungkinan besar Bitcoin akan kembali mencoba mencapai $ 50.000 jika data ini benar. 

    2. Dormancy Flow

    Data berikutnya yang ia gunakan adalah Dormancy Flow yang merupakan sebuah indikator yang melihat banyaknya Bitcoin yang dimiliki investor jangka panjang yang dijual. 

    Saat ini data terlihat menunjukkan angka yang rendah yang menunjukkan investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang terlihat meningkat. 

    Timmer menyatakan bahwa dengan angka Dormancy Flow yang berada di angka terendah sejak Tahun 2014, Bitcoin memiliki harapan untuk tidak turun lebih jauh bahkan naik. 

    3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
    Bitcoin Dormancy Flow dari Fidelity

    Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

    Jika melihat pergerakan pada tahun 2014, saat itu adalah kondisi di mana bull run baru selesai dan crypto masuk ke bear market

    Pada saat itu pergerakan harga mayoritas crypto terlihat bergerak stagnan namun tidak turun lebih jauh setelah koreksi yang signifikan. 

    Apa bila mengacu pada pergerakan tersebut, kemungkinan besar saat ini Bitcoin akan mengalami konsolidasi yang panjang tapi tidak akan turun lebih jauh lagi terutama dari $ 28.000 yang merupakan batas bawah terkuatnya beberapa hari terakhir. 

    Data tersebut disandingkan dengan model permintaan yang dinamakan S-Curve Model yang mencerminkan prediksi harga Bitcoin. 

    Jika melihat pada model tersebut, kemungkinan besar jika disandingkan dengan data Dormancy Flow, kemungkinan Bitcoin hanya akan naik atau stagnan dan tidak akan turun lebih jauh. 

    3. Bitcoin Holder 

    Terakhir adalah data Bitcoin Holder yang merupakan data yang menunjukkan seberapa banyak investor Bitcoin jangka panjang yang menyimpan BTC-nya dan tidak menjual. 

    Terlihat bahwa walau terjadi penurunan harga Bitcoin hingga 60% mayoritas investor jangka panjang atau yang biasa disebut dengan holder masih belum menjual. 

    3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
    Data Bitcoin Hodlers dari Fidelity

    Baca juga: Ahli Strategi Bloomberg: Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

    Terlihat bahwa saat ini masih ada 13% dari seluruh investor jangka panjang yang masih menyimpan Bitcoin-nya dan tidak menjual walau koreksi signifikan. 

    Angka investor jangka panjang ini juga belum terlihat menurun sejak Tahun 2020 yang menandakan tekanan jual semakin berkurang secara garis besar. 

    Melihat data tersebut bahwa bisa dikatakan bahwa investor jangka panjang yang menjual terlihat menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harga Bitcoin turun lebih lanjut. 

    Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

    Menurut kesimpulan dari tiga data tersebut, bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut. 

    Jurrien Timmer menyatakan bahwa dengan data ini terdapat kesimpulan saat ini batas bawah Bitcoin terlihat kuat dan menjadi kesempatan yang baik untuk membeli. 

    Disclaimer

    Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

    Dua aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) memiliki satu kesamaan yaitu memiliki ketergantungan dengan utilitas kripto lain. WBTC menjadi aset digital ERC-20 yang didukung oleh Bitcoin (BTC) dengan cara 1:1.

    Sementara, Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas Kava. Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya.

    So, mari kenal lebih dekat dengan aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).

    Wrapped Bitcoin (WBTC)

    Apa Itu Wrapped Bitcoin (WBTC)?

    Wrapped Bitcoin (WBTC) adalah versi tokenized dari Bitcoin (BTC) yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH). Wrapped Bitcoin pertama kali diumumkan pada 26 Oktober 2018, dan resmi diluncurkan pada 31 Januari 2019.

    WBTC adalah bagian dari Wrapped Tokens project tidak didirikan oleh individu tetapi merupakan proyek gabungan dari tiga organisasi: BitGo, Kyber Network dan Ren.

    Wrapped Bitcoin (WBTC)
    Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

    WBTC sesuai dengan ERC-20 —standar kompatibilitas dasar dari blockchain Ethereum— memungkinkannya untuk diintegrasikan sepenuhnya ke dalam ekosistem pertukaran terdesentralisasi, layanan lending kripto, prediction markets, dan decentralized finance apps (dapps) yang diaktifkan ERC-20 lainnya.

    WBTC juga didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1: 1 melalui jaringan pedagang dan kustodian yang dipantau secara otomatis, memastikan bahwa harganya dipatok ke Bitcoin setiap saat dan memungkinkan pengguna untuk mentransfer likuiditas antara BTC dan jaringan ETH secara terdesentralisasi dan cara otonom.

    Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

    Apa yang Membuat Wrapped Bitcoin (WBTC) Unik?

    Dengan “membungkus” Bitcoin dalam standar ERC-20, WBTC memungkinkan integrasi penuh aset, seperti Bitcoin ke dalam ekosistem aplikasi terdesentralisasi keuangan canggih dan membawa likuiditas besar yang terkait dengan pasar BTC.

    Selain itu, Wrapped Bitcoin membuat pekerjaan menjadi lebih mudah secara signifikan untuk pertukaran, wallet, dan layanan pembayaran yang bekerja dengan Ethereum, daripada harus menjalankan dua node terpisah untuk jaringan ETH dan BTC, mereka dapat mendukung operasi WBTC hanya dengan node Ethereum.

    Terakhir, rata-rata waktu pemblokiran blockchain Ethereum yang lebih cepat —masing-masing sekitar 15 detik versus 10 menit— meningkatkan kecepatan transaksi WBTC, dibandingkan dengan Bitcoin yang sebenarnya.

    Wrapped Bitcoin (WBTC)
    Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

    Tidak ada jadwal penerbitan WBTC yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaliknya, WBTC secara otomatis dicetak atau dibakar setiap kali pengguna membeli atau menjual token mereka untuk Bitcoin melalui sistem pedagang dan kustodian.

    Karena Wrapped Bitcoin selalu didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1:1, jumlah token yang beredar secara langsung bergantung pada jumlah cadangan Bitcoin di jaringan WBTC. Pada Oktober 2020, jumlah itu hanya lebih dari 94.000 token, bernilai total sekitar $ 1 miliar.

    Peringkat WBTC di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 8.104.022.728. WBTC memiliki pasokan yang beredar dari 279.953 koin WBTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

    Kava Lend (HARD)

    Apa Itu Kava Lend (HARD)?

    Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas platform Kava yang memungkinkan lending dan peminjaman aset lintas blockchain. Kava Lend mendukung deposit sisi penawaran untuk BTC, XRP, BNB, BUSD, dan USDX. Platform akan memungkinkan pinjaman dengan jaminan berlebihan untuk aset yang didukung.

    Kava Lend (HARD)
    Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).

    Sementara, Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya.

    Token HARD adalah token tata kelola asli Kava Lend. Semua token HARD yang didistribusikan sebagai hadiah yang dikunci oleh smart contract. Pengguna yang mengklaim token HARD dengan jadwal vesting yang lebih lama akan menerima lebih banyak token. Opsi yang tepat untuk penukaran token tunduk pada pemungutan suara tata kelola atau governance voting.

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    Apa yang Membuat Kava Lend (HARD) Unik?

    Token HARD memiliki kasus penggunaan berikut:

    • Imbalan penambangan likuiditas: Token HARD diberikan kepada pengguna yang menyimpan dan/atau meminjam aset yang didukung.
    • Pemungutan suara tata kelola: Pemegang token HARD dapat berpartisipasi dalam evolusi Kava Lend melalui pemungutan suara tata kelola dan mendapatkan imbalan HARD dalam prosesnya.
    Kava Lend (HARD)
    Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).

    Peringkat HARD di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #549, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 27.003.880. HARD memiliki pasokan yang beredar dari 121.250.000 koin HARD dan maksimal pasokan 200.000.000 koin HARD.

    Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

    Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).

    Trading WBTC/BTC, WBTC/ETH, HARD/USDT, HARD/BUSD, HARD/BNB dan HARD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 17 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WBTC dan HARD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

    Ahli Strategy Bloomberg, Mike McGlone, mengatakan bahwa aset crypto utama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), akan menungguli pasar saham, karena nantinya volatilitas pada keduanya akan menyusut.

    Dalam wawancaranya dengan Yahoo Finance, Mike telah meyakini bahwa Bitcoin akan mendapatkan pembelian responsif yang lebih banyak di bawah pasar. 

    Menurutnya, BTC yang dalam jangka panjang akan bergerak naik, setelah the Fed mengalami kekalahan, yang tentu saja akibat dari perbuatan mereka sendiri.

    Menyoroti hilangnya pasark dari USDT setelah masalah LUNA dan UST, Mike menggarisbawahi bahwa setiap terjadi hantaman pada Tether USD, ini biasanya akan menjadi semacam tanda Bear dalam jangka pendek di pasar dan Bottom untuk Bitcoin.

    Baca juga: Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

    Baginya, crash saat ini yang melanda pasar crypto adalah cara untuk “membersihkan” aset-aset spekulatif, salah satunya seperti UST dari Terra, sedangkan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah untuk menjadi jaminan digital sosial.

    Dari sudut pandangnya, meningkatnya sentimen risk-off membuat pasar crypto dan saham jatuh, karena aset crypto adalah investasi yang berisiko.

    “Ketika the Fed menaikkan suku bunga, pembersihan terhadap aset spekulatif mulai terjadi, itu termasuk pada token seperti Dogecoin dan Shiba Inu.”

    Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom? Berapa Target Harga Menurut Cryptoharian?

    Secara teknis, Mike melihat bahwa titik support yang baik adalah $ 30.000 untuk BTC dan $ 2.000 untuk ETH. Ia menambahkan:

    “Pasar saham akan tetap turun karena Fed mau pasar saham turun untuk mengurangi inflasi, Bitcoin dan Ethereum akan turun juga, tetapi mereka tidak turun separah saham.”

    The Fed sudah bertekat untuk menaikan suku bunga hingga pasar netral. Mereka memiliki berbeda pendapat dengan kata Netral. Menurut Alex Kruger, netral berada di 2%-3%. Harga pasar berjangka berada di 3,25% di bulan Desember.

    Namun, menurut analis Rekt Capital, Bitcoin telah kehilangan Kijun sebagai support. Kehilangan ini, support sudah menjadi resistensi dan secara historis Bitcoin akan turun lebih dalam.

    Volatilitas pasar crypto Bitcoin dan Ethereum pun terlihat telah menurun, yang pada akhirnya ini akan membawanya menjadi aset yang benar-benar jangka panjang dan dapat mengungguli emas, serta saham, secara luas.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Musim Jual Bitcoin Belum Reda, Bearish Masih Mengintai

    Harga Bitcoin masih belum aman saat ini. Meski, tergolong sideways di level $ 29-30 ribu, aksi penjualan Bitcoin masih terus berlangsung. Hal ini menandakan musim bearish masih mengintai. 

    Pada perdagangan hari ini, 17 Mei 2022, Bitcoin diperdagangkan di level $ 30,374, naik sekitar 3% selama 24 jam terakhir. Sejumlah altcoin pun terapresiasi satu digit. Meski, secara keseluruhan kondisi pasar masih belum aman.

    harga bitcoin
    BTC/USDT 1 day. Tradingview

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Dikutip dari Cointelegraph, sentimen jangka pendek masih menandakan bearish. Hal ini terlhat dari sentimen dari sejumlah indikator, di antaranya, fear and greed indeks Bitcoin masih berada pada level ketakutan ekstrem. 

    Selain itu, exchanges inflow BTC berdasarkan data CryptoQuant masih cukup tinggi. Ini menadakan aksi jual masih akan terus berlanjut. Data Cryptoquant menunjukan cadangan BTC yang masuk ke bursa, perhari ini meningkat 3% atau masuk sekitar 200 ribu koin.

    Bitcoin: Exchange Inflow (Total) – All Exchanges

    Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

    Berdasarkan analisis teknikal dari Cointelegraph, pergerakan BTC saat ini berpotensi menenggelamkan BTC ke level support di harga $ 28.805. 

    Namun, jika harga rebound dari $ 28.805, pembeli diperkirakan kembali mencoba mendorong BTC ke rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari ($ 33.646). Ini adalah level yang penting untuk diperhatikan karena penembusan dan penutupan di atasnya dapat mengindikasikan bahwa bulls mencoba untuk kembali. Pasangan ini kemudian bisa naik ke simple moving average (SMA) 50 hari ($ 39.300).

    Sebaliknya, jika harga tergelincir di bawah $ 28.805, BTC bisa turun ke $ 26.700. Jika support ini bisa dibobol, harga dapat melanjutkan tren turunnya dan harga mungkin turun ke $ 25.000 dan kemudian ke $ 21.800.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Arus Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA, Sudah Dijual Semua?

    Organisasi Terra LUNA, yakni Luna Foundation Guard (LFG) punya ribuan Bitcoin (BTC) yang sedianya untuk menstabilkan nilai UST. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Ke manakah Bitcoin miliaran dolar itu mengalir? Sudah dijual?

    Pada Maret 2022 lalu, LFG, organisasi asal Singapura yang terafiliasi dengan Terraform Labs, menggelar program praktik “Bitcoin Standard” agar nilai stablecoin UST tak hanya menggunakan kripto LUNA sebagai pasaknya.

    Jadilah terungkap kala itu, bahwa pembelian Bitcoin besaran-besaran sudah dilakukan sejak awal tahun.

    Hingga beberapa pekan lalu, LFG masih punya cadangan Bitcoin setara $ 3,5 miliar. Namun, setelah harga UST dan LUNA jatuh ke titik nadir, publik bertanya apakah benar BTC itu digunakan untuk menyelamatkan kedua kripto itu? Atau apakah sudah dijual semua dan menjadikan pasar kripto semakin kritis?

    Ada banyak jawaban. Salah satu yang cukup terperinci adalah hasil kajian Dr Tom Robinson dari lembaga penelitian Elliptic, pada Jumat (13/5/2022) lalu.

    “Pekan ini kita menyaksikan harga UST jatuh. Alih-alih nilainya setara 1 dolar AS, harganya malah jatuh menjadi $ 0,04. Pemegang UST bernilai miliaran dolar pun rugi sangat parah,” kata Tom di awal kajian itu.

    Nilai UST yang jauh di bawah 1 dolar. Sumber: Coinmarketcap.

    Baca juga: Cara Membaca Candlestick dengan Simpel dan Akurat

    LFG memang mencanangkan program sangat mencengangkan. Mereka berencana membeli Bitcoin setara $ 10 miliar dalam jangka panjang dan sekitar US$3 miliar dalam jangka pendek.

    Bitcoin sebanyak itu sedianya akan digunakan sebagai pasak nilai untuk UST, selain menggunakan kripto LUNA.

    “Antara Januari dan Mei 2022, ada sekitar 80.394 BTC senilai $ 3,5 miliar pada saat itu, dibeli oleh LFG,” sebut Tom.

    Ia melanjutkan, ketika nilai UST mulai turun pada 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan mulai membuang cadangan Bitcoin-nya itu dan membeli UST.

    Inilah langkah pertama untuk mencoba mempertahankan pasak UST agar tetap 1 banding 1 terhadap dolar AS.

    “Selama hari beberapa hari berikutnya, Bitcoin LFG itu justru dikosongkan. Saldonya kini nol. Nah, karena nilai stablecoin UST terus merosot, publik bertanya tentang nasib cadangan bitcoin LFG itu, dan apakah itu benar-benar digunakan untuk mendukung nilai stablecoin UST. Di sini kami punya jawabannya, setidaknya soal ke mana aliran dana BTC itu,” sebut Tom.

    Salah satu address milik Luna Foundation Guard (LFG) yang sudah kosong. Sumber: Blockchair.

    Baca juga: Michael Saylor: Kripto Longsor Akan Percepat Regulasi Stablecoin

    Melacak Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA

    Pada pagi hari 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan meminjamkan BTC senilai $ 750 juta ke perusahaan perdagangan OTC (over the counter) untuk membantu melindungi pasak UST.

    Pendiri Terralabs, Do Kwon, kemudian mengklarifikasi bahwa Bitcoin akan “digunakan untuk trading“.

    Pada waktu yang hampir bersamaan, 22.189 BTC (senilai $ 750 juta saat ini) dikirim dari address Bitcoin yang terkait dengan LFG, ke address baru.

    Kemudian malam itu, 30.000 BTC lainnya (senilai $ 930 juta pada saat itu) dikirim dari dompet LFG lainnya, ke address yang sama ini.

    Aliran dana BTC ke Gemini.

    Dalam beberapa jam, keseluruhan 52.189 BTC ini kemudian dipindahkan ke satu akun di bursa kripto Gemini, di AS, dengan beberapa transaksi.

    “Sayangnya, sulit untuk melacak aliran aset lebih lanjut atau mengidentifikasi apakah BTC itu dijual untuk mendukung harga UST,” Tom mengaku.

    Lanjutnya, ini menyisakan 28.205 BTC dalam cadangan Terra. Pada 01:00 UTC pada 10 Mei 2022, BTC itu dipindahkan secara keseluruhan, dalam satu transaksi, ke satu akun di Binance.

    Supply LUNA yang terus bertambah, kini menjadi lebih dari 6,5 triliun LUNA. Sumber: Messari.

    “Sekali lagi tidak mungkin untuk mengidentifikasi apakah aset ini dijual atau kemudian dipindahkan ke dompet lain,” katanya.

    Aliran BTC ke Binance.

    Tom menutup kajian itu dengan pernyataan, bahwa mereka yang ingin mendapatkan “ganti rugi” akibat runtuhnya UST, sangat bergantung pada status Bitcoin LFG itu.

    Kalimat itu dapat ditafsirkan, bahwa LFG bisa saja bertanggung jawab soal kerugian dan tidak transparan soal Bitcoin sebagai bagian dari pasak UST. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

    Di sela-sela pasar crypto yang sedang terhantam koreksi kuat yang menjadi bearish utama, Elon Musk datang dengan pandangan optimistisnya untuk Dogecoin (DOGE).

    Di awali dengan cuitan Billy Markus, yang mengatakan bahwa Pendiri Dogecoin ini menyukai DOGE karena itu memang token yang bodoh.

    Tak lama, Elon Musk mengatakan bahwa token meme tersebut memiliki potensi untuk bertindak sebagai mata uang.

    Tentu saja, ucapan pembakar jiwa tersebut telah menarik banyak sekali minat dan suka dari para pengikutnya, dengan komunitas dan pendukung DOGE yang berharap ini dapat mengangkat harga token.

    Pada saat itu, harga DOGE naik dari $ 0,0825 menjadi $ 0,0937. Dan, pada saat pers, harga Doge berada di $ 0,087.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Sebelumnya, Musk pun sempat mengatakan bahwa DOGE akan menjadi alat pembayaran yang lebih baik dari Bitcoin. Adopsi pada perusahaannya Tesla, menjadi sorotan utama, dan juga menautkan DOGE ke perusahaan sosial media yang telah diakuisisi, yakni Twitter, melalui fitur “Tip Jar,” menjadi harapan besar para investor.

    Meski tidak ada kejelasan dalam setiap prediksi tren harga, tetapi berbagai faktor dan keputusan pemimpinnya berpotensi membawa DOGE kembali bangkit, yang dapat diadopsi di lebih banyak tempat.

    Tentu saja, adopsi besar kemungkinan akan dimulai dari lingkup Elon Musk yang diharapkan terus meluas dan diikuti oleh perusahaan lain, sehingga peran DOGE sebagai metode pembayaran kian tersebar luas.

    Baca juga: Jack Dorsey Terhadap Bitcoin: Saya Tidak Melihat Harga BTC Setiap MENIT

    Tidak hanya Elon Musk, pemilik tim baketball Maverick, Mark Cuban sudah menggunakan Dogecoin sebagai alat pembayaran di toko bola basketnya.

    Dogecoin bukan sebuah token meme lagi menurut Cryptoharian.

    Pasar crypto pun beberapa hari ini tampak mencoba pulih, yang menjadi antisipasi baru para investor untuk menemukan, apakah bearish akan mulai breakhir, atau justru akan menjadi titik kejatuhan yang lebih hebat. Bearish benar-benar memegang kendali pasar, termasuk pada token DOGE.

    Secara teknikal, harapan DOGE untuk kembali bullish adalah harus dapat bergerak lebih tinggi dari $ 0,1. Jika tidak, maka bearish masih terlihat lebih baik untuk mendominasi, sehingga prospek adopsi ini akan lebih ke arah jangka panjang. Kita lihat saja! 

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com