Tag: btc

  • Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

    Kondisi market aset kripto dalam beberapa waktu terakhir mengalami banyak tekanan. Alhasil, penurunan market terus terjadi dan sejumlah aset kripto masih nyaman berada di zona merah dalam sepekan terakhir.

    Di samping itu, pasar crypto juga telah diguncang oleh stablecoin algoritmik dari TerraUSD (UST) yang nilainya runtuh dan gagal menjaga persamaan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Kemudian, LUNA, aset kripto di jaringan Terra juga kehilangan lebih dari 99% dari harga tertingginya.

    Dari dalam negeri, aturan pajak aset kripto telah resmi diberlakukan 1 Mei 2022. Ini juga menarik perhatian investor soal potensi industri kripto di Indonesia. Beberapa peristiwa di atas, membuat pelaku pasar mulai memikirkan masa depan dari industri aset kripto secara global maupun nasional.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyikapi kondisi market sebagai siklus yang terkadang naik dan turun. Maka, dari itu pelaku pasar perlu menyikapi kondisi ini dengan tenang dan sikap kehati-hatian.

    “Ruang kripto masih merupakan pasar baru di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

    Baca juga: Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

    Pasar Kripto akan Kembali Pulih

    Manda menambahkan melihat aksi jual yang luas di market, sepertinya tidak dapat dihindarikan, namun ini bukan saatnya untuk panik. Pasar kripto sebagian besar mulai kembali stabil. Jadi, jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto.

    Ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di China dan kekhawatiran tentang dampak wabah COVID-19 di sana juga berkontribusi terhadap kecemasan.

    “Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” katanya.

    Industi kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi yang dapat mengubah kehidupan. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. Sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    “Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” ucapnya.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Pajak Kripto Dorong Industri Tumbuh

    Industri aset kripto sudah masuk babak, ketika Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 resmi berlaku 1 Mei 2022. Beleid itu mengatur tentang pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto.

    Aturan tersebut sudah dijalankan oleh semua pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang terdaftar resmi di Bappebti. Mereka membuat skema masing-masing untuk memungut pajak dan menaati peraturan yang berlaku.

    “Langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi sebagai upaya untuk menciptakan same level of playing field dalam pemajakan instrumen investasi. Pedagang aset kripto kini semua telah menjalankan aturan tersebut sesuai dengan beleid PMK 68,” kata Manda.

    Pajak Kripto Indonesia Bikin Trader Terhuyung, Zipmex yang Tanggung!
    Ilustrasi pajak kripto Indonesia.

    Diharapkan dengan adanya aturan PMK 68 ini bisa mendorong pertumbuhan industri kripto di dalam negeri, karena ada kepastian hukum yang lebih kuat dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor. Para pelaku pasar dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui pajak transaksi aset kripto yang dibayarkan.

    Saat ini, asosiasi dan para pedagang aset kripto masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerapan PMK 68, besaran potongan dan dampaknya bagi investor. Diharapkan aturan ini bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi kripto di dalam negeri.

    Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengusaha Amerika Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin akan Menang

    Tahun 2022 ini, seperti mimpi buruk bagi Bitcoin, lantaran harganya yang terus merosot sejak ATH terakhirnya di November 2021 lalu. Harga Bitcoin tengah berada di dalam lembah curam yang gelap karena turun hingga 50 persen di Q2 2022. Pada saat harga BTC berada di $ 28.000.

    Para trader sekarang dipusingkan dengan hiruk pikuk harga cryptocurrency unggulan ini. Situasi saat ini tak lepas dari pengaruh kebijakan Fed yang manaikan suku bunga.

    Beragam reaksi pun tak bisa dihindari, terutama aksi jual besar-besaran karena banyak dari pelaku industry crypto yang memilih untuk lebih berhati-hati. Tetapi, beberapa orang yakin dengan ketahan koin ini hingga ada yang melihat penurunan harga Bitcoin sebagai suatu peluang emas untuk ‘buying the dip’ – seperti negara El Salvador yang kembali menggemukan dompet Bitcoin mereka baru-baru ini.

    Seperti memiliki keyakinan yang sama akan Bitcoin, pengusaha Amerika bernama Robert Kiyosaki juga percaya bahwa Bitcoin akan menang. Kiyosaki mengungkapkan dukungannya terhadap Bitcoin melalui Twitter. “Mengapa Bitcoin menang? A: Bitcoin akan menang karena Amerika dipimpin oleh 3 Stooges. #1 President Biden. Stooge #2 Sekertaris Keuangan Yellen. Stooge #3 Ketua Fed Powell. Saya percaya Bitcoin bukan 3 Stooges,” tweet Kiyosaki.

    Robert Kiyosaki
    Robert Kiyosaki.

    Baca jugaPrediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

    Pada 9 Maret lalu, Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk menyelidiki tentang manfaat dan risiko dari aset kripto. Hal ini sudah lama menimbulkan kegelisahan di industri crypto, dan sebagian pihak meyakini tindakan ini hanya akan membebani industri dari pada memberikan bantuan. Pandangan seperti ini muncul sejak Menteri Keuangan Amerika, Yellen, mengutarakan sikap kerasnya terhadap aset kripto pada bulan April lalu.

    “Konsumen harus dilindungi dari penipuan terlpas dari asset disimpan di neraca atau buku besar yang didistribusikan. Pencucian uang dan aktivitas terlarang lainnya harus dianggap illegal, dan tidak masalah apakah Anda menggunakan cek, kabel, atau aset kripto,” ucapnya.

    Sementara Ketua Fed, Powell, mengadvokasi regulasi stablecoin pada bulan Juli dan mengungkapkan rencana The Fed untuk CBDC potensial di depan Komite Layanan Keuangan DPR Amerika. The Fed baru saja menaikkan suku bunga yang kemudian memicu negara-negara lain juga turun menaikkan suku bunga mereka. 

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    Dari tweet Kiyosaki, tersirat bahwa Biden seolah telah memberikan kewenangan untuk Yellen dan Powell untuk memainkan regulasi crypto secara berkepanjangan. Kiyosaki sendiri tetap dengan keyakinannya akan kemenangan Bitcoin di atas gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga yang tengah berkembang saat ini.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

    Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak ‘sakit’ mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti.

    Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.

    Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26% ke $2.091,36 di waktu yang sama.

    Ilustrasi market kripto anjlok.
    Ilustrasi market kripto anjlok.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Beberapa nilai altcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09% dan 23,07%. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

    “Sentimen negatif dampak dari drama stablecoin TerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan bahwa stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan,” jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

    Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.

    “Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto,” ungkap Afid.

    Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin, Siapa Dalangnya?

    Tragedi runtuhnya harga Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) membetot publik dunia, raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan Gemini malah dituding jadi dalangnya. Begitu naifkah Do Kwon, jikalau rumor ini terbukti benar?

    Harga Terra (LUNA) jatuh sejadi-jadi sebesar 99,66 persen dalam 24 jam terakhir, kini sekitar US$0,01487, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/5/2022) dini hari. Sedangkan stablecoin UST justru “labil”, turun lebih dari 42 persen di waktu yang sama, sekitar $ 0,3 saja. Ini situasi pelik nan rumit yang dimulai sejak 8 Mei 2022 lalu, bahkan blockchain Terra dipadamkan untuk sementara mulai kemarin. Sebelumnya, bursa kripto Binance dan Crypto.com sudah menangguhkan perdagangan aset yang terkait kedua kripto itu.

    Sementara Do Kwon si Pendiri Terra jadi bulan-bulanan warganet pecinta kripto, karena dianggap gagal mengendalikan situasi, beredarlah kabar yang tak kalah derasnya, bahwa raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan bursa kripto Gemini adalah dalang dan otak di balik kekacauan ini.

    Pun lagi, terkuak pula masa lalu Do Kwon yang disebut oleh mantan karyawan Terraform Labs sebagai otak di balik proyek stablecoin yang gagal, yakni Basis Coin.

    Lantas, mengapa rumor BlackRock, Citadel dan Gemini dituding sebagai penyebab utama dan bukan pihak Terralabs? Ini fakta-faktanya.

    Baca Juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Tragedi Terra (LUNA) Diduga Akibat Manipulasi Pasar Sistematis 3 Perusahaan Ini

    Setidaknya ini semua berpangkal dari cuitan (lalu dihapus) Pendiri Cardano Charles Hoskinskon pada Rabu (11/5/2022) lalu. Ia mengunggah gambar berisikan teks tentang bagaimana cara ketiga perusahaan itu merusak harga Terra (LUNA) dan UST, termasuk Bitcoin secara sistematis. Gambar itu ia terlihat hasil screenshot dari aplikasi Telegram atas nama “Anna”.

    Berikut ringkasan isinya: BlackRock dan Citadel meminjam 100 ribu BTC dari Gemini. Kedua perusahaan menukar (swap) 25 ribu BTC itu menjadi UST. Lalu menghubungi Do Kwon dan mengatakan ingin menjual banyak Bitcoin (BTC) menjadi UST.

    Dengan alasan tak ingin mengguncang pasar Bitcoin dengan akan adanya transaksi jumbo itu, BlackRock dan Citadel meminta agar Do Kwon meminta potongan harga untuk UST itu. Kwon pun setuju dengan umpan itu dan mentransfer UST yang diminta, sehingga menekan tingkat likuiditas stablecoin itu.

    Di titik itulah BlackRock dan Citadel menjual semua Bitcoin mereka, termasuk UST. Itulah yang menyebabkan slippage yang besar dan memicu efek domino yang memaksa tekanan jual kuat untuk kedua aset itu.

    Pun lagi, baik BlackRock dan Citadel bahwa di aplikasi DeFi Anchor tersimpan banyak kripto Terra (LUNA) yang pada akhirnya mendorong pengguna menarik kripto mereka yang jumlahnya lebih besar daripada yang bisa diberikan oleh Anchor dalam imbalan.

    Karena aksi jual kripto LUNA semakin deras, tidaklah heran UST kehilangan pasak utamanya dan menjadikan nilainya tak lagi 1 banding 1 lagi terhadap dolar AS.

    BlackRock dan Citadel pun bisa membeli Bitcoin dengan harga diskon untuk membayar kembali pinjamannya kepada Gemini dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan. Ini jelas manipulasi pasar.

    Baca juga: Portofolio Perusahaan Warren Buffett Ini Justru Berinvestasi di Perusahaan Kripto

    Gemini dan BlackRock dan Sangkal Tuduhan Itu

    Gemini yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara itu pun langsung angkat bicara di Twitter dan menyangkal keras tuduhan itu.

    Gemini menyangkal melakukan kesalahan dan secara tegas menyatakan, bahwa mereka tidak pernah memberikan pinjaman semacam itu kepada pihak mana pun yang disebutkan dalam screenshot yang beredar. 

    “Kami membaca rumor yang merebak baru-baru ini, yang menggambarkan Gemini membuat pinjaman 100 ribu BTC ke perusahaan besar, membuat penjualan masif terhadap kripto LUNA. Gemini tidak pernah memberikan pinjaman seperti itu,” sebutnya.

    BlackRock menyangkal lebih keras lagi. “Rumor bahwa BlackRock memiliki peran dalam runtuhnya UST adalah keliru. Kami tidak pernah menjual dan membeli UST,” kata Logan Koffler, juru bicara BlackRock kepada Forbes.

    Kedua Perusahaan Semakin dalam di Bisnis Kripto

    Baik BlackRock dan Citadel tak asing di bisnis kripto ini. BlackRock  misalnya memainakn sentimen pasar sejak tahun 2020 dengan memuji-muji keunggulan Bitcoin sebagai aset masa depan. Langkah terbaru BlackRock adalah berinvestasi di Circle sebesar $ 400 juta. Perusahaan penerbit stablecoin USDC ini dikelola oleh bersama dengan bursa kripto ternama asal AS, yakni Coinbase.

    Sedangkan Citadel, pada Januari 2022, menerima investasi $ 1,15 miliar dari perusahaan ventura besar, yakni Sequoia Capital dan Paradigm, yang ingin menggunakan teknologi perusahaan untuk membawa kredibilitas ke pasar kripto.

    Di atas itu semua, pertanyaan besarnya adalah, jika itu benar terjadi, apakah begitu naifnya seorang Do Kwon memakan umpan perusahaan yang sebagian rekam jejaknya juga hitam, seperti yang dipaparkan di sini?

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Bisa Digunakan Sebagai Alat Pembayaran di Bioskop Ini

    Adopsi kripto sebagai alat pembayaran tampaknya berjalan dengan baik di jaringan bioskop ternama asal AS, AMC Theatres.

    Sang CEO, Adam Aaron, telah mengungkapkan total pembayaran kripto perusahaan di kuartal pertama, yang menyumbang lebih dari sepertiga pembayaran online mereka.

    Saat ini, AMC telah menerima beberapa kripto untuk metode pembayaran online mereka, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCH), Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB).

    Tentu saja, jaringan bioskop ternama tersebut memulai dengan mengadopsi BTC, untuk membeli tiket online mereka, dan terus menambah jumlah aset, dengan yang terbaru hadir adalah SHIB.

    Dalam panggilan pendapatan kuartal pertama perusahaan, Adam mengungkapkan bahwa aset kripto telah menyumbang 35% dari total pembayaran online untuk tiket.

    Adam pun mengatakan:

    “Secara keseluruhan, berbagai metode pembayaran baru ini, secara mengesankan, baru-baru ini mewakili sekitar 35% dari total pembayaran online kami.”

    Baca jugaSerangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA) 

    Selain pangsa pembayaran yang cukup besar dari kripto, AMC juga meraih peningkatan yang pesat, jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2021. Itu juga adalah andil dari pandemi yang menekan angka pada pendapatan tersebut.

    Diketahui, total pendapatan tumbuh dari $ 148,3 juta menjadi $ 785,7 juta, sementara rugi bersih turun dari $ 567,2 juta menjadi $ 337,4 juta.

    Tidak berhenti sampai di situ, Adam juga mengungkapkan bahwa AMC telah memiliki delapan program untuk menggandeng NFT.

    Kemungkinan, awal proyek telah diluncurkan pada beberapa bulan lalu, dan akan ada lagi di masa mendatang, yang memperdalam AMC untuk menyelam ke industri crypto.

    Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

    Kabarnya, dalam proyek NFT ini, AMC telah menawarkan 86.000 koleksi digital pada pembeli tike pre-sale film Spiderman tahun lalu.

    NFT tersebut dihadirkan dalam 100 desain yang berbeda, yang kabarnya akan “ramah lingkungan” karena dibangun di atas jaringan blockchain WAX.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

    Kondisi market aset kripto mulai merangkak naik, meski sulit untuk bangkit. Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil naik sedikit dalam 24 jam terakhir.

    Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, naik 1,24% ke $ 31.410 dalam sehari terakhir. Begitu juga dengan Ethereum (ETH) tumbuh 2,01% ke $ 2.368 per keping. Di saat yang sama, altcoin lain seperti BNB, Solana (SOL) dan XRP membukukan pertumbuhan di atas 2%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan fenomena pasar kripto yang mulai naik disebabkan oleh aksi buy the dip investor untuk mengakumulasi keuntungan lebih. Namun, overall market masih berpotensi terus mengalami penurunan, mungkin akan ada sedikit pullback di market, khususnya BTC.

    “Para investor ini mulai terpengaruh saran untuk melakukan aksi buy the dip, sehingga merasa bahwa beberapa aset kripto sudah bisa kembali diakumulasi. Sebagian kripto sudah mengalami fase jenuh jual atau oversold, jika dikaji menggunakan analisis teknikal,” kata Afid.

    Meski begitu, investor masih malu, belum secara all out untuk melakukan aksi beli di pasar kripto, setelah khawatir mengenai risiko yang terjadi pada stablecoin. Kecemasan tersebut berhulu dari drama stablecoin milik Terra Labs, UST, yang ternyata tidak bisa menjaga nilai tukarnya di level $ 1 untuk 1 UST.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    “Anjloknya nilai BTC dan terjadinya reserve asset dari UST, membuat sentimen negatif terhadap stablecoin. Tanda-tanda kelemahan dalam stablecoin, sebagai aset kripto yang lebih aman, tapi tidak terbukti semakin menakuti investor,” imbuh Afid.

    Menurut laporan CoinMarketCap, total nilai pasar kripto saat ini mencapai $ 1,4 triliun pada 10 Mei 2022, jauh dari puncaknya sepanjang masa sebesar $ 2,9 triliun pada awal November 2021. Harga aset kripto yang merosot, mencerminkan penurunan ekuitas di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif di seluruh dunia untuk mencegah inflasi yang tinggi. 

    Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. eCash (XEC)

    Analisis teknikal eCash (XEC).

    eCash (XEC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan kedua Mei 2022. XEC adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC.

    XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XEC berpotensi bullish karena pengumuman upgrade jaringan yang akan digelar.

    “Jaringan eCash ditingkatkan setiap tahun pada tanggal 15 Mei & 15 November. Artinya terdekat 15 Mei. Upgrade ini membuat investor mulai buy dan hold token untuk mendakat keuntungan, sehingga permintaan naik,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, XEC sedang mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir, namun perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006474 atau naik sekitar 27% dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.129.584.592. Pasokan yang beredar 19.056.104.673.313 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

    Baca juga: Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

    2. Kava (KAVA)

    Analisis teknikal Kava (KAVA).

    Pergerakan KAVA masih akan reli pada pekan ini. KAVA setidaknya sudah duduk nyaman dalam daftar aset kripto bullish selama beberapa pekan terakhir di Tokocrypto Market Signal.

    Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA akibat peluncuran mainnet Kava Network 1.0 yang kemungkinan besar akan dilakukan pada 10 Mei mendatang. Mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos.

    “Kava masih mencuri panggung untuk aset kripto yang potensi bullish. Sekarang sentimen positif datang dari peluncuran mainnet Kava Network yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 10 Mei mendatang. Ini sudah ditunggu pelaku pasar,” kata Afid.

    Lebih lanjut Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,43 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,22 atau naik 30% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #96, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 511.629.440. Pasokan yang beredar 189.555.5555 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. Secret Network (SCRT)

    Analisis teknikal Secret Network (SCRT).

    Secret Network berpotensi mengalami kenaikan harga, setelah terkoreksi dalam selama beberapa hari terakhir. Afid mengungkap Pembaruan mainnet besar-besaran pada jaringan Secret Network bisa membuat nilai token SCRT melonjak. 

    Dalam pengumumannya, upgrade mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar dan membantu memperkuat posisi Secret sebagai pusat privasi data Web3. Upgrade jaringan SCRT akan terjadi pada 11 Mei.

    “Secret Network akan upgrade mainnet besar-besaran pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 40% sampai harga kisaran $ 3,50 dari batas bawas $ 2,44,” katanya.

    Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

    Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 438.467.107. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    4. EOS (EOS)

    Analisis teknikal EOS (EOS).

    EOS adalah kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO. Sementara, EOS.IO beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

    Afid menjelaskan EOS berpotensi bullish pada pekan ini karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchainnya bernama Mandel. Hard fork kemungkinan besar akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

    Hard fork ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik, setelah sebelumnya mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,99 atau naik sekitar 28% dari $ 1,54 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.698.007.806. Pasokan yang beredar 989.139.050 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

    5. Bitcoin DOWN (BTCDOWN)

    Analisis teknikal Bitcoin DOWN (BTCDOWN).

    Bitcoin DOWN (BTCDOWN) sedang mengalami peningkatan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang yang secara keseluruhan sedang tertekan dan menurun turut berpengaruh positif pada BTCDOWN.

    “Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai $ 0,02866 dari $ 0,02319,” kata Afid.

    BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2878, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Bitcoin (BTC)

    Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

    Bitcoin kemungkinan besar akan terus terpuruk pada pekan kedua Mei 2022. BTC melompat kembali setelah sempat menyentuh level $ 29.370 pada tanggal 10 Mei lalu. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan titik support terkuat BTC saat ini berada di $ 30.500.

    “Analisis teknikal BTC sedang perlahan kembali turun, setelah sempat rebound naik sedikit. Belum ada sentimen positif yang bisa menggerakan harga untuk terus naik,” kata Afid.

    Kemungkinan besar pola pergerakan BTC akan naik terlebih dahulu ke harga $ 32.000. Kemudian, dapat lanjut turun menuju ke harga $ 29.000-$ 28.000 atau turun sekitar 9% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 597.637.296.279. Jumlah koin yang beredar 19.036.600 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

    2. Ethereum (ETH)

    Analisis teknikal Ethereum (ETH).

    Ethereum pun bernasib sama seperti Bitcoin. Afid melihat dari segi analisis teknikalnya ETH dapat terjerembab lebih dalam.

    “ETH kemungkinan besar akan melanjutkan tren bearish di pekan ini. Dari sisi teknikal saat ini ETH sedang bergerak turun, setelah mengalami koreksi melihat harganya yang sudah berada di batas atas pergerakan harga,” ungkapnya.

    Kemungkinan besar ETH masih dapat bergerak turun menuju sekitar $ 2.001 atau anjlok 11% dari harga $ 2.289 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 286.148.671.899. Jumlah koin yang beredar 120.729.130 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    3. Terra (LUNA)

    Analisis teknikal Terra (LUNA).

    Terra (LUNA) mengalami penurunan tajam sejak awal Mei 2022. LUNA benar-benar menukik tajam dalam harga dan kapitalisasi pasar sejak aksi jual besar-besaran.

    Menurut Afid, saat ini sedang ada turbulensi di seluruh ekosistem Terra sehingga tidak bisa mempertahankan nilainya terhadap dolar, sehingga turun ke level $ 0,67 pada Selasa (10/5). 

    “Nilai LUNA telah anjlok bergerak turun tajam. LUNA kini seimbang dengan nilai dolar AS. Sehingga menyebabkan likuidasi besar-besaran pada posisi leverage dan menurunkan kapitalisasi pasarnya. Investor menjadi panik mengakibatkan aksi jual lebih banyak,” jelas Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, LUNA sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar LUNA dapat terus bergerak menuju harga $ 10,67 atau turun sekitar 44% dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat LUNA di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 5.402.913.692. Pasokan yang beredar 397.570.628 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    4. BarnBridge (BOND)

    Analisis teknikal BarnBridge (BOND).

    BarnBridge (BOND) adalah token ERC-20 utilitas asli yang digunakan untuk pengintaian dan tata kelola pada platform BarnBridge. Sebagai mekanisme tata kelola, pemegang obligasi yang dapat memberikan suara pada pembaruan platform BarnBridge.

    Menurut Afid, berdasarkan analisis teknikalnya, BOND sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar BOND dapat terus bergerak menuju harga $ 4,09 atau turun sekitar 13% dari harga $ 4,76 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat BOND di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #567, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 31.833.269. Pasokan yang beredar 6.697.847 koin BOND dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

    5. JasmyCoin (JASMY)

    Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

    JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

    Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0.01075 dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY bleum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

    Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #370, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $70.067.207. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50,000,000,000 koin JASMY.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

    Harga Bitcoin mencapai $ 29.990 pada 10 Mei 2022, kenapa harga Bitcoin tiba-tiba turun?

    1. Luna

    BTC senilai $ 1,4 miliar dipindahkan dari sebuah dompet yang terikat dengan Luna Foundation Guard pada hari ini, bersamaan dengan runtuhnya harga Bitcoin.

    Data dari blockchain bahwasannya LFG atau luna foundation ini mengahabiskan asset BTC nya sebesar 42.530 dari dompet LFG, dan belum diketahui tujuan dari LFG ini mengahabiskan asset BTC sebesar 42.530 ini.

    Tetapi ada sebuah spekulasi bahwa dana tersebut dibagi menjadi 2 bagian dana, yang dimana 12.500 BTC dan 30.000 BTC melakukan pertukaran ke wallet cryptocurrency OKEX.

    Langkah tersebut dilakukan kurang dari satu hari.

    Namun, sangat disayangkan bahwa UST hanya seharga 67 cents pada saat penulisan ini. Menurut beberapa riset, ada Whale yang menjual $ 285 juta UST pada 7 Mei, yang mengakibatkan UST menjadi $ 0 ,98. Harga Luna pun sudah turun 44.4%, menjadi $ 33,81.

    Baca juga7 Cara Mendapatkan Uang dari Bitcoin, Dari Mining Hingga Airdrops

    2. The Fed

    Seperti yang diketahui FED atau biasa disebut dengan FederalReserve dari Bank sentral Amerika Serikat (AS) telah resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen, yang diumumkan pada hari Rabu (4/5).

    Kenaikan tersebut bisa dibilang merupakan kenaikan yang terbesar selama dua dekade itu dilakukan untuk mengatasi lonjakan inflasi harga yang merupakan tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

    The Fed juga telah membeli saham obligasi untuk menjaga suku bunga rendah dan arus cash flow selama pandemi berlangsung, tetapi tetap saja lonjakan harga yang memaksa the fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat.

    Maka sekarang bisa dikatakan untuk kenaikan suku bunga akan mendorong dana federal ke kisaran 0,75 persen sampai dengan 1 persen. Keputusan tersebut yang mengakibatkan kenaikan suku bunga.

    Baca juga: Di Tengah Penurunan Pasar, El Salvador Borong 500 Bitcoin

    3. Saham Amerika

    Diketahui juga banyak saham tech yang anjlok akhir–akhir ini yang mengakibatkan penurun terhadap bitcoin juga. Itu berdasarkan selama ini orang–orang melakukan investasi untuk kripto karena lebih diunggulkan dan lebih terjamin tetapi itu merupakan sebuah hubungan yang dimana saham dengan sektor pengembangan teknologi dapat memengaruhi harga Bitcoin.

    Dan tentunya kondisi ini bisa dikatakan gambling jika semuanya beralih ke kripto secara bersamaan. Karena disatu sisi pemilik saham harus memikirkan cara untuk menstabilkan harganya kembali agar terciptanya keseimbangan pasar di sektor teknologi.

    Faktor utama yang mengakibatkan investor pindah haluan ke kripto ialah karena suku bunga The Fed atau bank sentral amerika mengalami kenaikan bunga menjadi 0,75 persen bahkan bisa sampai menjadi 1%.

    Dalam analisa Cryptoharian, BTC sangat mungkin akan turun lebih dalam menjadi $ 29.000-an. Namun, $ 30.000 adalah support yang kuat dan jika bisa terpantul dari harga saat ini, $ 34.500 adalah target yang harus ditembus sebelum ke $ 37.000 dan $ 40.000.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Di Tengah Penurunan Pasar, El Salvador Borong 500 Bitcoin

    Ketika grafik pasar kripto didominasi dengan warna merah, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, menghabiskan $ 15 juta lagi dari dana negaranya untuk 500 Bitcoin (BTC).

    Presiden El Salvador Nayib Bukele telah mengumumkan pembelian Bitcoin lainnya di tengah gejolak pasar kripto saat ini.

    Melalui Twitter, Bukele mengklaim telah membeli tepat 500 Bitcoin dengan rata-rata $ 30.744 dolar masing-masing pada hari Senin.

    Presiden, yang telah mengaku melakukan pembelian Bitcoin dari teleponnya menggunakan uang negara, menyebut pembelian itu sebagai “buy the dip”.

    Pada hari ini, Bitcoin telah menutup grafik mingguan dengan harga berwarna merah ke-6 berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2014.

    Ini juga mencapai titik harga terendah sejak Juli 2021 dan lebih dari 50% di bawah level tertinggi sepanjang masa.

    Baca juga: Tertarik Bermain The Sandbox Game? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

    Bitcoin runtuh serendah $ 31.000 sebelumnya hari ini, menghapus $ 300 juta dalam minat terbuka dari pasar kripto dalam waktu satu jam.

    Namun, Bukele tidak pernah menjadi orang yang takut pada pasar. Dia telah dikenal untuk membeli lebih banyak BTC setiap kali harganya turun, berniat mengumpulkan sebanyak mungkin.

    Dana Moneter Internasional telah berulang kali meminta presiden untuk membatalkan adopsi BTC di El Salvador, dengan alasan volatilitas tersebut. Bukele telah memecat mereka di setiap kesempatan.

    Pembelian Bitcoin besar terakhir El Salvador adalah pada bulan Januari ketika mengamankan 410 BTC seharga $ 15 juta.

    Sebagai perbandingan, pembelian 500 koin hari ini berharga sekitar $ 15,3 juta. Ini membawa perkiraan kepemilikan Bitcoin negara itu menjadi sekitar 2301.

    Baca juga: NFT Mulai Pudar? Volume Penjualan Mingguan Anjlok 30%

    6 prediksi Presiden El Salvador untuk BTC

    Pada 02 Januari 2022, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, telah memberikan 6 poin prediksi positif untuk kinerja Bitcoin (BTC) di tahun 2022 ini pada 2 Januari melalui Twitter.

    Tahun 2021, El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di bawah kepresidenan Bukele.

    Hal itu bertujuan sebagai tindakan balasan terhadap inflasi yang meningkat di negara yang di pimpin presiden Bukele, El Salvador.

    Sejak legalisasi, presiden mengakuisisi sebanyak 1370 BTC untuk cadangan negara dan menginvestasikan kembali keuntungannya.

    Investasi yang belum direalisasi ke dalam proyek-proyek infrastruktur baru termasuk rumah sakit dan sekolah di negara tersebut.

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022

    Bitcoin dan Ethereum membawa mayoritas kripto koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir, mengikuti kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Amerika. 

    Koreksi ini melanjutkan pergerakan sejak Maret 2022 yang membawa Ethereum dan Bitcoin untuk turun cukup signifikan hampir mencapai 50% dari harga tertingginya. 

    Walau begitu, terdapat beberapa analisis data onchain yang menyatakan bahwa ada kemungkinan pasar kripto akan pulih di pekan depan yang mendorong apresiasi baru untuk mayoritas kripto. 

    Transaksi Bitcoin dan Ethereum Meningkat

    Sejak koreksi di awal Maret 2022, whale atau investor besar terlihat berhasil mendapatkan keuntungan dalam pergerakan apresiasi dalam koreksi besar. 

    Keuntungan tersebut disebabkan oleh adanya pembelian saat mayoritas aset bergerak turun, dan kemudian menjualnya secara perlahan saat mulai naik. 

    Banyak analisis yang memprediksi bahwa saat ini pergerakan yang sama kemungkinan besar akan terjadi, melanjutkan konsolidasi atau pergerakan harga menyamping sejak Januari 2022. 

    Analisis ini didukung oleh laporan dari Santiment perusahaan yang memberikan analisis serta data mengenai transaksi langsung dari blockchain

    Pada akhir pekan lalu, tercatat bahwa Santiment melaporkan pembelian Ethereum (ETH) dalam jumlah terbesar pada akhir pekan dibandingkan tiga tahun terakhir. 

    “Dalam jaringan Ethereum terdapat 3,4 kali peningkatan transaksi saat mayoritas investor berada dalam kerugian (saat harga ETH di bawah Rp45 Juta) dibandingkan dalam keuntungan (saat harga ETH di atas Rp45 Juta). Ini adalah transaksi tertinggi sejak 18 November 2018.”

    Santiment

    Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
    Data Transaksi Ethereum dari Santiment

    Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    Pada hari Jumat, 6 Mei 2022, Santiment menyatakan bahwa transaksi beli Bitcoin juga mengalami apresiasi, satu hari setelah mayoritas kripto koreksi. 

    Tertulis bahwa Bitcoin mengalami transaksi sebanyak 1,17 Juta kali transaksi beli yaitu angka tertinggi sejak 2 Desember 2021. 

    Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
    Data Transaksi Bitcoin dan Santiment

    Transaksi ini memberikan asumsi bahwa banyak investor besar atau whale yang melakukan pembelian saat harga koreksi signifikan di Kamis 5 Mei 2022 setelah pernyataan dari Bank Sentral Amerika. 

    Data ini juga didukung oleh laporan dari Glassnode yang menyatakan bahwa jumlah stablecoin yang masuk ke exchange menuju 5 Mei 2022 terlihat meningkat. 

    Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
    Data Transaksi Stablecoin USDT dari Glassnode

    Baca juga: Instagram Siap Integrasi dengan NFT dari Ethereum, Polygon, Solana, Flow

    Meningkatnya stablecoin yang masuk ke bursa atau exchange umumnya menjadi pertanda mulainya whale membeli saat harga koreksi. 

    Dapat dilihat dari grafik di atas pada 4 Mei 2022 hingga 5 Mei 2022 pergerakan stablecoin yang masuk mengalami apresiasi yang terjadi bersama transaksi terbesar, menurut Santiment

    Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan terjadi dorongan beli yang tinggi secara perlahan, menandakan ada kemungkinan pemulihan secara perlahan jika tidak ada sentimen negatif lainnya. 

    Pertanda Positif Lainnya

    Sejak Januari 2022, mayoritas whale terlihat melakukan pembelian lebih sering terhadap Bitcoin dan Ethereum yang menjadi pertanda positif untuk kedua kripto tersebut. 

    Zycrypto melaporkan bahwa akibat strategi pembelian tersebut, telah membuat peningkatan dalam jumlah investor yang masuk ke kategori whale

    Hal ini berarti membuat bukti jelas bahwa investor yang mengikuti whale akan mendapatkan kesempatan menjadi whale. Saat ini angka investor jangka panjang juga terlihat meningkat walau dalam keadaan rugi. 

    Selain itu, likuidasi di pasar derivatif seperti futures dan options juga menjadi pertanda potensi pemulihan kembali. 

    Melihat likuidasi yang mencapai $ 100 Miliar pada 5 Mei 2022 hingga 6 Mei 2022 ada kemungkinan pergerakan yang sama akan terjadi. 

    Dari sisi makroekonomi, terlihat bahwa pada pekan depan, yaitu 16 Mei 2022 hingga 22 Mei 2022 tidak ada publikasi data yang penting yang bisa mempengaruhi dolar AS atau kripto. 

    Melihat kondisi ini terdapat kemungkinan bahwa pemulihan di akhir pekan ini atau awal pekan depan menjadi suatu hal yang mungkin. 

    Tanda Bitcoin dan Ethereum Bisa Naik di Pertengahan Mei 2022
    Pergerakan Harian Bitcoin dan Ethereum

    Baca juga: Michael Saylor: Bitcoin adalah Aset yang Paling Tidak Berisiko dalam Portofolio Pensiun

    Dapat dilihat bahwa untuk saat ini Ethereum dan bitcoin masih memiliki pergerakan yang sama bahkan sejak awal 2022. Terlihat bahwa sejak awal 2022, Ethereum telah turun 33,58% dan Bitcoin turun 27,82%. 

    Jadi jika salah satu naik kemungkinan mayoritas pasar crypto juga akan naik melihat keduanya adalah crypto terbesar saat ini. 

    Untuk Bitcoin, batas bawah yang harus dijaga berada pada Rp 466,2 Juta hingga Rp 407,9 Juta dan untuk Ethereum adalah Rp 33,5 Juta hingga Rp 29,1 Juta. Jika kedua batas tersebut ditembus kemungkinan besar akan terjadi koreksi berlanjut signifikan.  

    Disclaimer

    Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin adalah Aset yang Paling Tidak Berisiko dalam Portofolio Pensiun

    Michael Saylor, Pendiri dari perusahaan MicroStrategy yang telah mengadopsi banyak Bitcoin dalam perbendaharaannya, mengatakan bahwa orang-orang harus menambahkan Bitcoin ke dalam portofolio pensiun mereka.

    Pernyataan tersebut datang sebagai tanggapan Saylor atas keputusan perusahaan investasi kelas wahid, Fidelity Investments, untuk menghadirkan produk opsi Bitcoin untuk paket 401(k), alias paket rencana pensiun.

    Pada konferensi pendapatan perusahaannya, Saylor pun menganggap Bitcoin sebagai aset yang jauh lebih baik daripada emas.

    Ia pun menjelaskan:

    “Menganggap (Bitcoin) sebagai emas digital adalah statement yang meremehkan. Ini benar-benar uang tersulit dalam sejarah dunia. Jika Anda mau meninggalkan sesuatu untuk cucu Anda atau jika Anda menginginkan dana pensiun, Apa yang saya mau adalah uang komoditas yang lebih baik daripada komoditas karena quantitas Bitcoin sangat limited.”

    Michael Saylor, Pendiri MicroStrategy

    Baca Juga: Maksimalkan Cuan dengan Beli Koin Duluan

    Melihat kondisi ekonomi global yang meresahkan saat ini, ia menilai orang-orang masih takut untuk menanamkan uang mereka di pasar saham dan obligasi.

    Dan dalam menanggapi itu, Saylor mengatakan bahwa Bitcoin merupakan aset yang paling tidak berisiko jika dijadikan bagian dari portofolio hari tua.

    Langkah Fidelity adalah sebuah jawaban atas hal tersebut, yang dinilai akan mengubah cara orang merencanakan dana pensiun mereka dengan aset kripto. Ini minim risiko dalam jangka panjang.

    Baca JugaPrediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

    Pada tanggal 31 Maret, Microstrategy memiliki sekitar 129 ribu Bitcoin yang setara dengan $ 4,6 miliar. Mereka tidak rugi karena membeli Bitcoin dengan rata-rata $ 31.000.

    Michael Saylor juga menekankan bahwa perusahaanya, Microstrategy tidak akan menjual Bitcoin dan akan HODL aset ini untuk jangka panjang.

    Memang, kehadiran produk dari perusahaan sekelas Fidelity tentu akan dapat perhatian lebih dari para perencana dana, sehingga porsi investasi pada aset kripto, terutama Bitcoin, akan meningkat dari sini. Dunia mulai bergeser ke arah industri kripto yang tahan banting dalam jangka panjang.

    Jika dilihat dari teknikal analisis, Bitcoin masih tidak berperforma bagus. Di channel Youtube Cryptoharian, sudah menandakan penurunan lebih lanjut mungkin akan terjadi lagi.

    Pada saat harga BTC berada di $ 36.000-an dan total kapitalisasi market berada di descending channel untuk 24 hari, yakni hanya sisa $ 1,65 triliun.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com