Tag: defi

  • Pecah Rekor, XRP Ledger Miliki 7,24 Juta Dompet Aktif

    XRP Ledger (XRPL) mencatat tonggak penting dengan meraih 7,24 juta dompet aktif yang merupakan angka tertinggi sepanjang masa, sekaligus menandai lonjakan adopsi dan aktivitas DeFi yang masif.

    Menurut data CryptoQuant yang dilaporkan oleh ZyCrypto pada Senin (28/7), transformasi jaringan ini menunjukkan bahwa XRPL kini lebih dari sekadar platform pembayaran.

    Lebih dari itu, XRP Ledger mulai menjelma menjadi ekosistem DeFi yang penuh manfaat bagi para pemiliknya.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Akses US Treasuries di XRP Ledger dengan RLUSD dan OUSG

    Dorongan Besar dari AMM & Sidechain EVM

    Percepatan terjadi setelah integrasi Automated Market Makers (AMM) pada level-protokol dan peluncuran EVM-compatible sidechain.

    Keduanya memungkinkan pertukaran lintas chain, staking, dan liquidity pools yang semakin mempermudah pengguna baru bergabung ke dalam XRPL. Teknologi ini memicu pertumbuhan aktif dompet serta lonjakan transaksi harian.

    Perubahan ini berarti XRPL kini melampaui sekadar network pada Ripple: ia menjadi platform DeFi kompetitif yang mampu bersaing dengan Ethereum, BNB Chain, dan Solana dalam hal utilitas dan volume on-chain.

    Dampak ke Harga XRP & Kapitalisasi Pasar

    Lonjakan dompet dan aktivitas berkolerasi kuat dengan performa harga XRP. Token ini sempat menyentuh ATH baru di sekitar $3,65, naik sekitar 40% dalam sepekan terakhir.

    Kapitalisasi pasar XRP melampaui $200 miliar, didukung oleh minat baru dari pengguna ritel dan institusi.

    Walau kemudian terjadi koreksi ke kisaran $3,10, momentum jangka menengah tetap valid dengan jumlah transaksi on-chain dan jumlah dompet aktif sebagai indikator fundamental kuat.

    Alasan Lonjakan Adopsi XRPL

    1. UX & Biaya Rendah
      XRPL memungkinkan transaksi dalam waktu <5 detik dengan biaya paling murah di antara platform blockchain besar, sekitar $0,01 per transaksi.
    2. Interoperabilitas & Ekonomi Nyata
      Sidechain EVM mempermudah migrasi aplikasi Ethereum ke XRPL, sementara integrasi AMM berbasis protokol meningkatkan efisiensi likuiditas dan sinkronisasi harga.
    3. Pertumbuhan Akses Lintas Segmen
      XRPL kini digunakan untuk lintas instrumen keuangan (DeFi, tokenisasi aset, remitansi), memperluas jangkauan pengguna dari institusi hingga konsumen ritel.

    Tantangan & Poin Kritis untuk Investor

    • Volatilitas & Ekspektasi: XRP sempat mengalami koreksi sebesar 11–12% pasca reli harga. Level support kritis berada di zona $3,12. Pelanggaran bisa memicu koreksi lebih lanjut ke $3,00.
    • Futures & Leverage Tinggi: Open interest XRP di pasar derivatif mencapai rekor US$11 miliar, mengindikasikan eksposur besar terhadap risiko margin call dan likuidasi.
    • Sentimen Macro: Meskipun jangka panjang bullish, kondisi pasar yang mengarah ke dominasi Bitcoin dapat menurunkan aliran modal ke altcoin termasuk XRP.

    Outlook: Apakah Momentum Ini Akan Terus Berlanjut?

    Jika ekosistem XRPL mampu menjaga stabilitas teknis, peningkatan volume transaksi, serta penerimaan institusional dan ritel yang berkelanjutan, dompet aktif bisa meningkat ke kisaran 8 juta+ dalam beberapa bulan ke depan.

    Konsolidasi harga di atas level support $3,12–$3,25 bisa membuka jalur menuju target $3,80–$4,30 selanjutnya.

    Baca Juga: Harga XRP Tembus $3, Waktunya Tancap Gas!

    Secara keseluruhan, 7,24 juta dompet aktif menandai transisi XRPL menjadi platform DeFi dan De-FI-as-a-Service yang mapan.

    Teknologi protokol-level AMM dan EVM sidechain menjadi game-changer yang memicu lonjakan adopsi. Meskipun volatil, struktur on-chain dan dukungan institusional mendasari potensi XRP untuk kembali menyentuh rekor atau lebih tinggi.

    Sementara analisis teknikal menyarankan kehati-hatian dalam jangka pendek, adopsi nyata dan volume transaksi yang meningkat memberikan dasar kuat bagi potensi pertumbuhan jangka panjang XRP.

    Investor yang masuk di zona support saat ini bisa menemukan peluang re-rally di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga PENDLE Tembus 2.70 Dolar! Daftar Token DeFi yang Naik Hari Ini

    Pasar decentralized finance (DeFi) kembali memanas! Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar DeFi melonjak hingga 1.75% dan mencapai 83.12 miliar dolar AS.

    Lonjakan ini ikut mendorong performa beberapa token besar yang kini mencuri perhatian para trader dan analis. Dari PENDLE hingga BORG, berikut rangkuman token DeFi yang paling bersinar hari ini.

    Pendle (PENDLE): Naik Hampir 10% dalam Sehari, Jadi Bintang Utama

    Ilustrasi aset kripto Pendle. Sumber: Pendle.
    Ilustrasi aset kripto Pendle. Sumber: Pendle.

    Pendle menjadi salah satu token yang paling mencolok dengan kenaikan 9.68% dalam 24 jam dan 12.62% dalam sepekan terakhir. Dengan harga 2.70 dolar, kapitalisasi pasar PENDLE kini berada di 445.6 juta dolar. Volume perdagangan yang tembus 98 juta dolar mengindikasikan aktivitas pasar yang sangat aktif.

    Investor tampaknya mulai kembali melirik sektor yield tokenization yang memang menjadi fokus utama Pendle, terutama dengan makin ramainya ekosistem staking dan liquid restaking.

    Basic Attention Token (BAT): Comeback Manis dengan Lonjakan 22% dalam Seminggu

    Basic Attention Token (BAT), token yang terintegrasi dengan browser Brave, mencatatkan kenaikan besar dalam tujuh hari terakhir: 22.99%. Dalam 24 jam terakhir saja harganya naik 8.76%, menjadi 0.226 dolar.

    Dengan market cap sebesar 338 juta dolar dan supply beredar di angka 1.49 miliar token, BAT kembali masuk radar investor yang mencari token fundamental dengan utilitas nyata di sektor digital advertising.

    River (RIVER): Stabil, Konsisten, dan Tetap Menguat

    RIVER
    RIVER

    RIVER mencatat pertumbuhan yang lebih kalem namun tetap solid. Harga berada di 3.86 dolar dengan kenaikan 8.38% dalam 24 jam. Dengan market cap 75 juta dolar, token ini semakin banyak diperhatikan trader yang mengincar aset berkapitalisasi menengah dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.

    Sky (SKY): Terbang Pelan Tapi Pasti

    Sky (SKY) dengan kapitalisasi pasar lebih dari 1 miliar dolar juga menunjukkan performa positif. Harga naik 8.29% dalam sehari dan 5.89% dalam sepekan, kini berada di kisaran 0.04687 dolar.

    Dengan volume perdagangan harian 25 juta dolar dan supply yang sangat besar, SKY tetap menjadi salah satu token DeFi dengan komunitas dan ekosistem yang kuat.

    SwissBorg (BORG): Solid di Tengah Tekanan Pasar

    SwissBorg (BORG)
    SwissBorg (BORG)

    SwissBorg (BORG) berhasil tumbuh 6.72% dalam 24 jam dan 2.52% dalam seminggu terakhir. Dengan harga 0.2889 dolar dan market cap 283 juta dolar, BORG mempertahankan momentumnya meskipun volume perdagangan relatif kecil yaitu 973 ribu dolar.

    Pertumbuhan stabil ini menunjukkan bahwa BORG tetap diminati investor yang mengincar proyek DeFi berbasis manajemen kekayaan.

    DeFi Sedang Bangkit, Investor Mulai Agresif

    Lonjakan market cap DeFi menunjukkan bahwa minat investor terhadap ekosistem keuangan terdesentralisasi sedang kembali meningkat. Token-token seperti PENDLE, BAT, SKY, dan BORG menjadi bukti bahwa sektor ini terus tumbuh dan memberikan peluang profit bagi para pelaku pasar.

    Dengan tren positif yang mulai terbentuk, pekan ini bisa menjadi momentum penting bagi seluruh token DeFi untuk kembali menarik arus modal besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

    Meteora adalah decentralized exchange (DEX) dan protokol likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana. Proyek ini berawal dari Mercurial Finance, yang kemudian direstrukturisasi oleh tim inti pada awal 2023 untuk mengembalikan kepercayaan komunitas sekaligus memodernisasi infrastruktur likuiditas di ekosistem Solana.

    Platform ini memperkenalkan model Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), menggantikan sistem pool statis Mercurial dengan mekanisme likuiditas adaptif berbasis rentang harga. Dengan DLMM, penyedia likuiditas dapat menempatkan aset dalam price bins tertentu sehingga tercipta pasar yang lebih dalam, efisien, dan stabil, terutama saat kondisi volatil.

    Saat ini, Meteora telah terintegrasi dengan protokol besar seperti Jupiter dan Raydium, yang membuat Meteora menjadi salah satu protokol lapisan likuiditas terbesar di jaringan Solana.

    Baca juga: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Meteora DEX

    Fitur DEX Meteora. Sumber: Meteora.ag

    Selain berfungsi sebagai protokol likuiditas yang memungkinkan berbagai Decentralized Exchange (DEX) lain melakukan swap aset secara efisien, pengguna juga bisa melakukan swap secara langsung di liquidity pool (LP) Meteora, sesuai dengan price bin liquidity.

    Teknologi DEX di Meteora (termasuk protokol likuiditasnya) beroperasi dengan kerangka kerja automated market-making adaptif yang secara dinamis mengoptimalkan distribusi likuiditas, perilaku harga, dan biaya transaksi secara real-time. Sistem ini dirancang untuk menciptakan pasar yang lebih efisien, stabil, dan ramah bagi penyedia likuiditas maupun trader di ekosistem Solana.

    Fungsionalitas Meteora dapat dipahami melalui beberapa mekanisme inti berikut:

    • Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM): Menggunakan price bins untuk mengaktifkan likuiditas dalam rentang harga tertentu, menjaga kedalaman pasar tetap efisien sesuai kondisi harga terkini.
    • Volatility-Based Fee Adjustment: Memantau fluktuasi harga secara berkelanjutan dan menyesuaikan biaya swap guna melindungi penyedia likuiditas saat terjadi pergerakan pasar yang cepat.
    • Swap Execution Process: Memecah transaksi menjadi bagian-bagian kecil yang melewati beberapa bins, dengan perhitungan biaya per bin untuk memastikan harga adil dan slippage rendah.
    • Composable Pool Architecture: Memungkinkan berbagai jenis pool berjalan berdampingan, mendukung strategi khusus untuk aset stabil, pasangan volatil, maupun peluncuran token baru.
    • Auto-Rebalancing Mechanism: Secara berkala menggeser likuiditas yang tidak aktif ke trading bins agar spread tetap ketat dan kedalaman pasar konsisten.
    • Onchain Integration Layer: Terhubung langsung dengan protokol Solana seperti Jupiter, untuk meningkatkan efisiensi routing serta pemanfaatan likuiditas lintas platform.

    Dynamic Liquidity

    Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) Meteora adalah sistem yang memungkinkan penyedia likuiditas (LP) mendapatkan keuntungan lebih optimal. Mekanisme ini bekerja dengan menyesuaikan biaya transaksi (dynamic fees) dan konsentrasi likuiditas secara otomatis sesuai kondisi pasar yang berubah-ubah. Dengan begitu, LP memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memaksimalkan pendapatan.

    Contoh distribusi likuditas dalam bentuk price bins. Sumber: Meteora.ag

    DLMM terinspirasi dari konsep Liquidity Book milik Trader Joe. Dimana likuiditas dari suatu pasangan aset dibagi ke dalam beberapa “price bins” atau kotak harga. Setiap bin memiliki harga tertentu, dan token yang ditempatkan di dalamnya bisa ditukar pada harga tersebut. Selama transaksi masih berlangsung di dalam bin yang sama, tidak akan terjadi slippage (selisih harga). Harga pasar akhirnya terbentuk dari gabungan seluruh bin yang aktif.

    Melalui DLMM, LP bisa memperoleh keuntungan dari beberapa sumber sekaligus: biaya transaksi reguler, dynamic fees yang meningkat saat pasar volatil, serta insentif tambahan dari program Liquidity Mining (LM) bila tersedia.

    Suplai Likuiditas

    Meteora sebagai penyuplai likuiditas bekerja melalui sistem Dynamic Vaults yang memungkinkan aset seperti USDC atau SOL disimpan dan dialokasikan secara otomatis ke berbagai protokol lending di ekosistem Solana. 

    Dengan dukungan keeper off-chain bernama Hermes, Meteora terus memantau tingkat APY, utilisasi pool, dan likuiditas cadangan untuk memastikan dana LP (Liquidity Providers) ditempatkan di posisi paling optimal.

    Mekanisme ini membuat likuiditas yang disetor tidak hanya diam di pool, tetapi aktif menghasilkan yield tambahan dari berbagai platform seperti Solend, Mango, Port Finance, dan lainnya.

    Cara kerja likuiditas Meteora. Sumber: Meteora.ag

    Selain itu, Meteora menjaga keamanan dana dengan sistem risk monitoring yang akan menarik likuiditas jika utilisasi pool melebihi ambang batas (misalnya 80%), sehingga aset tetap aman dan dapat ditarik kapan saja.

    Melalui integrasi API Meteora, likuiditas dari AMM maupun wallet dapat langsung masuk ke vault Meteora, lalu hasilnya didistribusikan kembali ke penyedia likuiditas. 

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto MET?

    Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah sederhana: masuk ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan MET/IDR, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Aryan khanwani. “Deep Dive on Meteora’s Dynamic Vaults” Diakses November 2025

    Data Wallet.Meteora Explained: Solana DEX, Liquidity Pools & MET Token” Diakses November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Meteora (MET) 2025-2026: Peluang dan Risiko

    Meteora (MET) muncul sebagai salah satu inovator di ekosistem DeFi Solana pada akhir 2025, dengan protokol liquidity yang dinamis dan efisien. Proyek ini menjanjikan perdagangan yang lebih aman, yield yang optimal, dan peluncuran token yang adil, menarik trader dan liquidity provider.

    Kira-kira bagaimana prediksi token Meteora (MET) di tahun 2025-2026 dan apa saja risikonya?

    Sekilas Mengenai Meteora

    Meteora adalah platform liquidity desentralisasi yang dibangun di atas blockchain Solana, bertujuan untuk merevolusi cara liquidity dikelola di DeFi. Protokol ini memperkenalkan Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), yang memungkinkan pool liquidity menyesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi pasar, sehingga meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi slippage. Selain itu, Meteora menyediakan vault untuk yield optimization, aggregator DEX, dan mekanisme fair launch untuk token baru.

    Token MET akan berfungsi sebagai utility dan governance, dengan total pasokan 1 miliar. Pada Token Generation Event (TGE) 23 Oktober 2025,dengan alokasi tim dan reserve vesting selama enam tahun untuk mencegah dump

    Proyek ini didukung oleh komunitas Solana yang kuat, dengan fitur seperti LP Stimulus Plan untuk insentif liquidity provider. Lihat harga token Meteora (MET) terbaru di Tokocrypto: Beli dan Trading Bitcoin & Crypto di Indonesia.

    Baca juga: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Peluang

    Meteora menawarkan beberapa peluang menarik bagi investor, terutama di tengah boom ekosistem Solana:

    1. Adopsi Solana yang Terus Meningkat: Solana dikenal dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah, membuat Meteora ideal untuk DeFi. Jika TVL Meteora terus naik, harga MET bisa mengikuti, sama halnya seperti proyek Solana lainnya seperti JUP atau RAY.
    2. Fitur Inovatif: DLMM dan vault yield memungkinkan yield farming yang lebih tinggi dibanding DEX tradisional. Integrasi dengan protokol lain seperti Jupiter juga bisa meningkatkan likuiditas dan adopsi.
    3. Insentif Komunitas: Program airdrop dan stimulus LP menarik lebih banyak pengguna, potensial menciptakan efek jaringan. 

    Risiko

    Meskipun menjanjikan, MET menghadapi risiko signifikan:

    1. Tekanan Jual Pasca-TGE: Dengan adanya sistem airdrop, ada potensi dump dari holder awal, bisa memberikan tekanan harga jangka pendek.
    2. Inflasi: Token masih belum 100% di-unlock dan butuh 6 tahun untuk unlock sepenuhnya, sehingga ada potensi inflasi.
    3. Volatilitas Pasar DeFi: Kompetisi dari DEX seperti Orca atau Raydium, ditambah regulasi crypto yang ketat, bisa menghambat pertumbuhan

    Prediksi Harga Meteora (MET) 2025–2026

    Prediksi harga MET bervariasi berdasarkan analisis teknis dan fundamental dari sumber terpercaya seperti BeInCrypto dan Blockworks. Secara keseluruhan, sentimen bullish untuk jangka menengah, tapi bearish jangka pendek karena volatilitas post-launch.

    Untuk 2025, harga diprediksi stabil dengan potensi naik jika adopsi meningkat. BeInCrypto memperkirakan range $0.329–$0.552, dengan rata-rata $0.432, didasarkan pada MA dan MACD yang netral. Faktor pengaruh: Peningkatan TVL dan breakout resistance di $0.33. 

    Perkriaan valuasi MET sesuai dengan revenue tahunannya jika dibandingkan dengan ORCA dan RAY. Sumber: Blockworks Research

    Sedangkan secara fundamental, hasil dari riset Blockworks dalam analisis pra-TGE, memperkirakan nilai wajar circulating market cap $450 juta–$1,1 miliar berdasarkan rasio P/S 6x–10x dibandingkan dengan Raydium dan Orca, yang menyiratkan harga potensial $0.94–$2.30 per token dengan circulating supply ~478 juta (meskipun harga saat ini lebih rendah karena kondisi pasar pasca-launch).

    Untuk 2026, Blockworks tidak memberikan prediksi spesifik untuk 2026, tapi menekankan potensi overvaluation jika market cap melebihi $2 miliar tanpa peningkatan revenue. Sedangkan BeinCrypto memberikan prediksi lebih optimis di harga $0.362–$0.607 (rata-rata $0.475) yang mungkin bisa dicapai, dan jika Solana terus dominan, harga bisa saja lebih tinggi.

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto MET?

    Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah sederhana: masuk ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan MET/IDR, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Blockworks. “Meteora’s TGE: What is fair value for MET?” Diakses November 2025

    BeInCrypto. “Meteora (MET) Price Prediction & Forecast 2025 – 2029” Diakses November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem

    Meteora, salah satu protol likuiditas terbesar di jaringan Solana baru saja merilis token asli miliknya (MET) melalui Token Generation Event (TGE) dengan total suplai 1 miliar token.

    Seiring DeFi yang terus berkembang, bisakah token Meteora (MET) merebut perhatian para investor kripto? Simak lebih lengkap mengenai suplai, distribusi, hingga utilitas dari token MET.

    Apa Itu Meteora (MET)?

    Token $MET, merupakan native token dari Meteora, sebuah protokol likuiditas terdesentralisasi yang berbasis pada jaringan Solana. Token MET diluncurkan sebagai bagian dari strategi baru dalam melakukan pendekatan berbasis komunitas.

    Token ini nantinya akan berfungsi sebagai “mesin” yang akan menggerakkan seluruh ekosistem. Secara resmi Meteora sendiri belum mengumumkan bagaimana utilitas dari token ini kedepannya, namun MET sudah mulai digunakan sebagai aset yang dapat di-stake pada platform Meteora untuk memperoleh fee dengan potensi hasil di atas rata-rata.

    Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Jadwal vesting dan token unlock MET. Sumber: Tokenomics.ai

    MET memiliki total supply maksimal sebanyak 1 miliar token (1.000.000.000 MET).

    Dikutip dari data Tokenomics, Per November 2025, MET memiliki 437.222.222 token yang telah di unlock (43,72%) dan beredar di pasar. Namun rilis resmi Meteora mengklaim token unlock saat TGE mencapai 48%.

    Total token yang masih terkunci dan total token yang masih terkunci sampai dengan 2031 adalah sebesar 562.777.778 atau sekitar 56,28% dari total suplai. Sedangkan rilis resmi dari Meteora mengklaim 52%.

    Lebih lengkap kamu bisa pelajari alokasi token dan distribusi token MET di bawah ini.

    Alokasi Distribusi Token

    Meteora memperkenalkan Phoenix Rising Plan sebagai strategi distribusi token $MET yang transparan dan berorientasi komunitas. Berikut rincian lebih lengkapnya:

    Tokenomics MET. Sumber: Meteora

    Sirkulasi Awal (48%)

    • 20% MET dialokasikan untuk Mercurial Stakeholders, sesuai dengan Meteora Plan, terbagi menjadi 15% dan 5% sebagaimana dijelaskan dalam Artikel Zen.
    • 15% MET dialokasikan untuk para pengguna Meteora melalui LP Stimulus Plan.
    • 3% MET dialokasikan untuk ekosistem Launchpads & Launchpool.
    • 2% MET dialokasikan untuk Off-Chain Contributors, yaitu pihak-pihak yang berkontribusi terhadap pertumbuhan Meteora.
    • 3% MET dialokasikan untuk Jupiter Stakers Stimulus Package, dengan tujuan memperbesar LP Army hingga 10 kali lipat, berasal dari cadangan TGE.
    • 3% MET dialokasikan untuk Centralized Exchanges, Market-Makers, dan pihak terkait lainnya, sebagai bagian dari sisa cadangan TGE.
    • 2% MET dialokasikan untuk M3M3 Stakeholders Package.

    Token yang Dikunci / Non-Sirkulasi (52%)

    • 18% MET ditujukan untuk tim, dengan vesting linear selama 6 tahun.
    • 34% MET ditujukan untuk Meteora Reserve, juga dengan vesting linear selama 6 tahun.
    Jadwal rilis resmi dari token MET. Sumber: Meteora

    Dengan distribusi suplai yang beredar di TGE yang mencapai 48%, Meteora mengklaim bahwa total suplai langsung beredar MET lebih tinggi dibandingkan standar proyek lain seperti $JUP (13,5%) dan HYPE (33,4%).

    Strategi ini mematahkan pola lama low-float/high-FDV yang sering muncul di dunia kripto, sehingga memastikan MET menjadi token yang layak dipegang tanpa bayang-bayang unlock berkepanjangan.

    Dengan distribusi awal yang besar, komunitas dan investor mendapatkan kepastian likuiditas serta peluang kepemilikan yang lebih sehat untuk jangka panjang.

    Utilitas MET dan Mekanisme Ekosistem Meteora

    Pasca Token Generation Event (TGE), Token MET sampai saat ini masih belum memiliki utilitas resmi, namun rilis resmi dari Meteora menyebutkan MET akan menjadi bagian sentral dari ekosistem Meteora. 

    Sedangkan beberapa utilitas yang diketahui sudah dan akan datang adalah sebagai berikut:

    • Insentif bagi penyedia likuiditas (LP) melalui pool likuiditas dinamis yang dibangun di jaringan Solana.
    • Insentif untuk staking dan penyedia likuiditas yang lebih tinggi dari rata-rata.
    • Alokasi reward (airdrop) untuk pengguna awal dan komunitas, untuk meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan.
    • Fungsi governance yang belum secara resmi diumumkan dan menjadi bagian dari utilitas token MET namun digadang-gadang akan segera hadir.

    Penutup

    Sebagai salah satu penyedia layanan likuiditas terdesentralisasi terbesar di jaringan Solana, Meteora memberikan potensi menarik bagi para investor yang ingin mendapatkan keuntungan dengan menjadi liquidity provider atau staking.

    Token MET yang dirilis pada saat TGE dengan total suplai yang terkunci mencapai 48% memposisikan MET sebagai token yang ramah komunitas, terlebih lagi dibarengi dengan airdrop. Namun investor masih perlu waspada terhadap perilisan token dalam jangka waktu 6 tahun yang bisa membuat suplai beredar naik 2x.

    Terlepas dari itu, strategi distribusi Meteora melalui Phoenix Rising Plan tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan keberlanjutan ekosistem.

    Nantikan listing resmi dari token Meteora (MET) di Tokocrypto dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli 

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Kamu pasti pernah mendengar platform Decentralized Exchange (DEX), bukan? Ternyata di balik DEX ada fondasi penting yang membuat seluruh ekosistem DeFi bisa berjalan lancar, yakni liquidity pools

    Tanpa likuiditas, transaksi di dunia kripto tidak akan terasa smooth dan mungkin kamu akan mendapatkan rentang harga yang berjauhan (spread tinggi), dan inilah alasan mengapa kamu perlu tau tentang platform Meteora.

    Sebagai salah satu inovasi di ekosistem Solana, Meteora menawarkan rangkaian produk inti seperti DLMM, DAMM v1, DAMM v2, dan DBC yang dirancang untuk mengelola likuiditas secara dinamis, aman, dan menguntungkan.

    Apa Itu Meteora?

    Meteora merupakan protokol DeFi di blockchain Solana yang berfokus pada penyediaan likuiditas. Fitur utamanya mencakup DLMM (Dynamic Liquidity Management Module), dynamic pools, dynamic vaults, multitoken stable pools, non-pegged stable pools, hingga fitur minting memecoin dengan likuiditas terkunci secara terintegrasi.

    Secara sederna, Meteora memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan tanpa harus melakukan trading dengan menaruh aset seperti USDC atau SOL di dalam pool sebagai sumber likuiditas yang nantinya akan dipakai banyak aplikasi DeFi di Solana, sehingga pengguna mendapatkan keuntungan dari fee yang dihasilkan.

    Produk Meteora

    Meteora memiliki banyak produk yang ditawarkan kepada penggunanya, mulai dari DLMM sampai dengan Stake2Earn.

    DLMM (Dynamic Liquidity Market Maker)

    Meteora’s Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) pada dasarnya memberi penyedia likuiditas akses ke dynamic fees dan liquidity concentration yang terus menyesuaikan kondisi pasar secara real-time. Sistem ini dibuat agar LP (Liquidity Pool) punya fleksibilitas lebih besar dan bisa memaksimalkan pendapatan dari biaya transaksi.

    Contoh distribusi likuditas dalam bentuk price bins. Sumber: Meteora

    DLMM terinspirasi dari Liquidity Book milik Trader Joe, lalu di Meteora likuiditas sebuah pasangan aset dibagi menjadi beberapa price bins. Setiap bin punya harga tertentu, dan token yang disimpan di dalamnya tersedia untuk ditukar pada harga itu. Selama swap masih terjadi di dalam bin yang sama, tidak ada slippage. Harga pasar kemudian terbentuk dari gabungan seluruh bin tersebut.

    LP di DLMM bisa mendapatkan fee dari penyediaan likuiditas, dynamic fees saat volatilitas meningkat, serta Liquidity Mining (LM) jika tersedia.

    Presale Vault [Beta]

    Presale Vault adalah mekanisme yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam presale menggunakan token Solana apa pun. Setelah periode presale berakhir, pengguna bisa mengklaim token presale yang menjadi jatah mereka.

    Program Meteora Presale sendiri dirancang untuk sangat fleksibel, sehingga kreator bisa memilih berbagai mode partisipasi, mengatur siapa saja yang boleh ikut, serta menambahkan sistem vesting langsung dari awal. Ini membuat peluncuran token baik memecoin, utility token, maupun token Solana lainnya menjadi lebih aman dan sesuai strategi peluncuran yang diinginkan.

    Cara kerjanya: selama presale berlangsung, peserta menyetor token seperti SOL atau USDC, dan Jika presale berhasil, mereka dapat mengklaim token sesuai mode presale yang dipilih dan jadwal vesting yang ditetapkan.

    Alpha Vault

    Alpha Vault adalah mekanisme tambahan yang bekerja bersama Launch Pool untuk melindungi peluncuran token dari serangan sniper bot

    Dengan Alpha Vault, para genuine supporters bisa mendapatkan akses awal untuk deposit dan membeli token sebelum pool dibuka untuk trading publik. Karena membeli lebih awal, mereka bisa memperoleh token di harga paling awal sambil membantu menjaga peluncuran token tetap bersih dari aktivitas bot.

    Proses launch pool di Alpha Vault Meteora. Sumber: Meteora

    Proses Alpha Vault berlangsung dalam empat tahap setelah vault dibuat, sesuai alur pada gambar. Pertama, deposit period dibuka sebelum token diluncurkan, sehingga pengguna vault menjadi pihak paling awal yang bisa mengamankan token. Pada fase ini, pengguna bebas menyetor atau menarik USDC. 

    Setelah periode deposit ditutup, vault menggunakan seluruh dana yang terkumpul untuk membeli token sebelum pool mulai diperdagangkan publik. Begitu pembelian selesai, pool resmi aktif dan semua orang bisa mulai trading maupun menyediakan likuiditas. 

    Setelah itu, token dalam vault mulai di-unlock dan jadwal vesting langsung berjalan hingga akhirnya seluruh token dapat diklaim sepenuhnya.

    Stake2Earn

    Fitur Stake2Earn untuk memecoin. Sumber: Meteora

    Stake2Earn adalah fitur yang memungkinkan pemilik memecoin mendapatkan bagian dari trading fees yang dihasilkan oleh pool DAMM v1, khususnya bagi para top stakers.

    Bagi pemegang memecoin yang di staking, semua fee yang dikumpulkan dari pool akan masuk ke Stake2Earn fee vault, lalu dibagikan kepada top stakers sebagai bentuk reward.

    Sistem ini menawarkan cara baru untuk mendapatkan keuntungan dari memecoin, dimana bukan lagi siapa yang paling cepat menjual (race to dump), tetapi siapa yang paling banyak dan paling konsisten staking. 

    Metiks Protocol Meteora (Combined)

    Metriks protokol Meteora dan harga token $MET. Sumber DeFiLlama

    Secara metrik dari laman DefiLlama, Meteora menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat sebagai salah satu pusat likuiditas terbesar di Solana. TVL yang mencapai $701 juta memperlihatkan bahwa banyak aset pengguna terkunci di ekosistemnya, menandakan kepercayaan dan penggunaan yang tinggi. 

    Aktivitas trading juga sangat intens, terlihat dari fee tahunan yang diproyeksikan lebih dari $1 miliar, dengan $85 juta fee hanya dalam 30 hari terakhir dan $1,14 juta dalam 24 jam terakhir yang menunjukkan likuiditas Meteora benar-benar aktif digunakan. 

    Dalam 30 hari terakhir, volume trading di pool Meteora mencapai $29 miliar, mempertegas posisinya sebagai liquidity layer utama di Solana. 

    Sementara itu native token dari Meteora (MET) berada di harga $0,41 dengan market cap $198 juta dan FDV $414 juta.

    Token Meteora ($MET)

    Token MET merupakan token native dari ekosistem Meteora yang baru saja melewati fase Token Generation Event (TGE) pada tanggal 23 Oktober 2025. Dengan alokasi tokenimcs sebagai berikut:

    Alokasi token $MET. Sumber: Meteora

    Walaupun utilitas resminya belum diumumkan, namun Meteora mengklaim jika MET nantinya akan menjadi “mesin” yang akan menggerakkan seluruh ekosistem. Meskipun begitu token MET sudah mulai digunakan sebagai aset yang dapat di-stake pada platform Meteora untuk memperoleh fee dengan potensi hasil di atas rata-rata. Membuat MET tetap menawarkan nilai fungsional bagi pengguna sambil menunggu fitur utilitas resmi dirilis nantinya.

    Pengguna juga masih dapat melakukan klaim airdrop sampai dengan 23 April 2026 melalui laman berikut: Meteora TGE – Airdrop.

    Tertarik untuk memulai investasi kripto? Yuk mulai perjalanan investasi dan trading kripto yang aman dan mudah di Tokocrypto, bursa kripto terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan nikmati biaya trading 0% dengan fitur beli atau jual!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli 

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Sumber:

    Meteora Docs. Diakses 17 November 2025

    CoinGecko. What Is Meteora DEX? Solana’s Fastest-Growing Liquidity Hub. Diakses 17 November 2025

    Gambar: X @MeteoraAG



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menilik 5 Token Yield Farming dengan Potensi Terbesar di Ekosistem DeFi

    Pasar yield farming sedang panas-panasnya! Total kapitalisasi seluruh token yield farming hari ini mencapai $27.98 miliar, naik 5.7% hanya dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menandakan kebangkitan sektor DeFi setelah periode stagnasi yang cukup lama.

    Berikut daftar Top Yield Farming Tokens dikutip CoinMarketCap, yang sedang mendominasi pasar, dari raksasa Uniswap hingga legenda PancakeSwap.

    1. Uniswap (UNI): Raja DEX yang Kembali Berjaya

    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    • Harga: $8.34
    • Kenaikan 24 Jam: +23.71%
    • Kenaikan 7 Hari: +62.17%
    • Market Cap: $5.26 Miliar
    • Volume (24h): $3.22 Miliar

    Uniswap kembali membuktikan dominasinya sebagai tulang punggung ekosistem DeFi. Lonjakan harga lebih dari 60% dalam seminggu menunjukkan minat besar terhadap UNI, terutama dengan meningkatnya volume trading di protokolnya. Investor mulai menyebut UNI sebagai “Ethereum-nya sektor DEX”.

    2. Aave (AAVE): Sang Raksasa Lending DeFi

    • Harga: $216.76
    • Kenaikan 24 Jam: +1.26%
    • Kenaikan 7 Hari: +9.87%
    • Market Cap: $3.31 Miliar

    Aave tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna yang mencari pinjaman kripto tanpa perantara. Walaupun kenaikannya tidak sebesar UNI, stabilitas dan volume perdagangan yang konsisten membuat AAVE tetap menjadi aset solid di sektor yield farming.

    3. PancakeSwap (CAKE): Si Manis dari Binance Smart Chain

    Pergerakan harga Pancakeswap (CAKE/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Pancakeswap (CAKE/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    • Harga: $2.59
    • Kenaikan 24 Jam: +2.49%
    • Kenaikan 7 Hari: +18.16%
    • Market Cap: $880 Juta

    CAKE kembali naik daun. Dengan insentif farming yang menarik dan komunitas kuat di Binance Smart Chain, token ini mulai dilirik kembali oleh para petani yield yang mencari APY tinggi dan biaya gas rendah.

    4. Curve DAO Token (CRV): Raja Likuiditas Stablecoin

    • Harga: $0.4959
    • Kenaikan 24 Jam: +1.76%
    • Kenaikan 7 Hari: +16.91%
    • Market Cap: $699 Juta

    CRV sempat tertekan beberapa bulan terakhir, namun kini mulai bangkit. Protokol Curve tetap menjadi pilihan utama untuk stablecoin yield farming dengan risiko rendah. Kenaikan dua digit dalam seminggu menunjukkan adanya arus modal baru yang mulai masuk ke sektor stablecoin liquidity.

    5. Compound (COMP): Klasik DeFi yang Tetap Tangguh

    • Harga: $33.67
    • Kenaikan 24 Jam: +2.46%
    • Kenaikan 7 Hari: +5.12%
    • Market Cap: $324 Juta

    Walaupun tidak sespektakuler Uniswap atau CAKE, COMP masih menjadi nama besar di dunia pinjam-meminjam aset kripto. Dengan reputasi kuat dan sistem tata kelola yang matang, COMP tetap menjadi aset penting bagi investor DeFi yang lebih konservatif namun ingin tetap produktif.

    DeFi Bangkit Lagi?

    Lonjakan harga di sektor yield farming menandakan optimisme baru di ekosistem DeFi. Investor mulai kembali berburu APY tinggi dan peluang likuiditas, terutama pada protokol mapan seperti Uniswap dan Aave. Dengan total kapitalisasi yang mencapai $27.98 miliar, tampaknya musim panen DeFi baru saja dimulai.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peretasan Protocol Balancer: $128 Juta Raib, Token BAL Anjlok

    Ekosistem decentralized finance (DeFi) kembali diguncang.

    Protocol Balancer (BAL) dilaporkan menjadi korban eksploitasi besar, dengan nilai aset yang diduga berhasil disedot mencapai $128,6 juta dari sejumlah vault protokol tersebut.

    Informasi ini diungkap oleh firma keamanan blockchain PeckShield, yang memantau aktivitas mencurigakan pada jaringan Ethereum.

    Baca Juga: Maverick Protocol Melejit 15%, Bukti Kebangkitan DeFi Dimulai?

    Transfer Aset Mencurigakan Terpantau di Blockchain

    Menurut catatan transaksi di Etherscan, ditemukan perpindahan dana dalam jumlah besar dari alamat resmi Balancer “0xBA1…BF2C8” ke dompet eksternal yang tidak diketahui. Aliran keluar tersebut mencakup:

    • 6.587 WETH (~$24,5 juta)
    • 6.851 osETH (~$26,9 juta)
    • 4.260 wstETH (~$19,3 juta)

    Total sementara menunjukkan bahwa puluhan juta dolar telah meninggalkan vault Balancer dalam serangkaian transaksi mencurigakan, indikasi kuat adanya eksploit smart contract yang masih berlangsung.

    Konfirmasi Resmi dari Balancer

    Melalui akun X (Twitter) resminya, tim Balancer mengonfirmasi adanya “potensi eksploit yang berdampak pada pool Balancer v2”.

    Mereka memastikan tim teknik dan keamanan sedang melakukan investigasi darurat, serta akan membagikan pembaruan resmi sesegera mungkin.

    Beberapa platform analitik blockchain ternama seperti Nansen juga turut menandai transaksi tersebut sebagai aktivitas abnormal, menambah kredibilitas dugaan serangan besar ini.

    Analisis Awal: Bug Smart Contract Diduga Jadi Penyebab

    Pergerakan harga Protocol Balancer (BAL/USDT) pada Selasa, 4 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Protocol Balancer (BAL/USDT) pada Selasa, 4 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Mikko Ohtamaa, CEO dan co-founder Trading Strategy, menyebutkan melalui thread di X bahwa dugaan awal mengarah pada kegagalan pengecekan smart contract sebagai pemicu kebocoran tersebut.

    Menurutnya, tidak semua versi Balancer terdampak, namun risiko kerugian dapat melewati $100 juta jika fork Balancer v2 yang masih aktif ikut terpengaruh.

    PeckShield menambahkan bahwa serangan tersebut terlihat berlangsung di berbagai jaringan tempat Balancer beroperasi — tidak hanya di Ethereum.

    Respons Investor: Whale Lama Langsung Tarik Dana

    Di tengah serangan yang berjalan, platform analitik Lookonchain melaporkan satu alamat whale tidur (dormant) yang terakhir aktif lebih dari tiga tahun lalu tiba-tiba menarik seluruh asetnya sekitar $6,5 juta dari Balancer.

    Aksi ini diambil sebagai langkah defensif untuk mengamankan dana sebelum potensi kerugian meluas.

    Sekilas Tentang Balancer

    Balancer adalah protokol DeFi yang berfungsi sebagai decentralized exchange (DEX) dan automated portfolio manager di atas jaringan Ethereum.

    Protokol ini memungkinkan pengguna melakukan perdagangan token sekaligus menyediakan likuiditas dalam pool otomatis yang dapat menyeimbangkan portofolio sendiri.

    Sejak dirilis pada 2020, Balancer menjadi salah satu proyek penting di ruang DeFi dengan total value locked (TVL) lebih dari $350 juta di Ethereum, menurut data The Block.

    Harga Token BAL Turun Hampir 10%

    Efek langsung dari kabar eksploit ini terlihat pada harga token BAL yang turun sekitar 9,82%, menandai kekhawatiran pasar atas potensi dampak besar terhadap keamanan dan stabilitas protokol.

    Koreksi ini dipicu oleh panic sell menyusul laporan transaksi mencurigakan dan pengumuman resmi Balancer yang mengonfirmasi insiden tersebut.

    Baca Juga: Ekosistem DeFi Avantis: Perdagangan Leverage, RWA, hingga Forex

    Serangan DeFi Masih Jadi Ancaman Serius

    Kasus Balancer menambah daftar protokol DeFi yang menjadi korban serangan tahun ini, menegaskan bahwa eksploit smart contract masih menjadi risiko besar dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi.

    Dengan nilai aset yang hilang diperkirakan melebihi $128 juta, komunitas crypto kini menunggu langkah mitigasi Balancer dan respons keamanan lanjutan dari industri DeFi.

    Investors dan pengguna disarankan untuk sementara waktu menahan aktivitas di pool Balancer hingga ada kepastian dari tim keamanan protokol.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!

    Komunitas Aave (AAVE), salah satu pionir di dunia Decentralized Finance (DeFi), baru saja mengguncang pasar dengan proposal besar: rencana pembelian kembali (buyback) token AAVE senilai $50 juta per tahun.

    Langkah ambisius ini disusun oleh Aave DAO dan akan dijalankan melalui komite khusus untuk memperkuat nilai jangka panjang protokol serta mendukung harga token di pasar yang tengah bergejolak.

    Rencana ini bukan sekadar strategi harga, tetapi sinyal kuat bahwa DeFi semakin matang dan mulai mengadopsi praktik keuangan tradisional (TradFi) dalam hal manajemen perbendaharaan (treasury management) dan tata kelola (governance).

    Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

    Rencana Buyback: Langkah Strategis Aave Menjaga Nilai Token

    Dalam proposal yang diajukan ke forum tata kelola, komunitas Aave menyetujui alokasi anggaran tahunan sebesar $50 juta untuk melakukan pembelian kembali token AAVE dari pasar terbuka.

    Dana tersebut akan dikelola secara strategis oleh Aave Finance Committee (AFC) — sebuah komite khusus di bawah Aave DAO — yang bertugas menyesuaikan jumlah pembelian setiap minggu berdasarkan kondisi pasar dan volatilitas harga.

    “AFC bertanggung jawab untuk mengawasi penggunaan dana pembelian kembali yang fleksibel, menyesuaikan jumlah mingguan berdasarkan kondisi pasar,” tulis Komite Keuangan Aave (AFC) dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari Coincu pada Kamis (23/10).

    Langkah ini dipandang sebagai cara untuk meningkatkan dukungan terhadap ekosistem Aave, mengurangi jumlah token yang beredar, serta memberikan sinyal kepercayaan terhadap keberlanjutan protokol.

    Dalam dunia kripto yang sangat dinamis, kebijakan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana DAO dapat bertindak layaknya perusahaan publik dengan strategi keuangan yang matang.

    Data Pasar AAVE: Harga Turun, Tapi Sentimen Komunitas Tetap Positif

    Berdasarkan data CoinMarketCap, harga AAVE saat ini berada di kisaran $211,49, dengan kapitalisasi pasar mencapai $3,23 miliar. Meski begitu, tren harga beberapa bulan terakhir masih menunjukkan tekanan:

    • 🔻 Perubahan 24 jam: -5,39%
    • 🔻 Perubahan 30 hari: -21,49%

    Kinerja negatif ini tidak membuat komunitas kehilangan keyakinan. Sebaliknya, banyak pihak melihat buyback ini sebagai peluang kebangkitan harga jangka menengah, terutama bila pelaksanaannya disiplin dan transparan.

    Sementara itu, para analis di Coincu Research menilai bahwa inisiatif ini berpotensi menjadi tolok ukur baru bagi industri DeFi, membuka jalan bagi protokol lain untuk menerapkan kebijakan serupa.

    “Rencana pembelian kembali aset kripto dapat memicu adopsi luas strategi manajemen keuangan di sektor DeFi, menjembatani inovasi blockchain dengan praktik stabilitas finansial,” tulis laporan mereka.

    Mengapa Rencana Ini Penting untuk DeFi Secara Keseluruhan

    Sejak awal berdiri, Aave dikenal sebagai salah satu protokol pinjam-meminjam kripto terdepan, yang membuka jalan bagi berbagai platform DeFi modern seperti Compound dan MakerDAO.

    Kini, dengan kebijakan buyback ini, Aave kembali menunjukkan inovasi — bukan pada teknologi semata, melainkan pada tata kelola ekonomi token.

    Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk:

    1. Mendukung harga token AAVE agar tetap stabil dalam jangka panjang.
    2. Mengurangi sirkulasi token di pasar, meningkatkan kelangkaan dan nilai intrinsik.
    3. Memperkuat kas internal DAO, tanpa harus bergantung pada mitra institusional eksternal.

    Namun, tidak semua pihak setuju. Sebagian anggota komunitas mempertanyakan apakah dana sebesar $50 juta sebaiknya digunakan untuk pengembangan produk atau ekspansi ekosistem alih-alih buyback.

    Perdebatan ini menyoroti dilema klasik di dunia kripto: antara menjaga nilai token dan mendorong inovasi teknologi.

    Apakah Buyback Akan Menjadi Tren Baru di DeFi?

    Diskusi di forum Aave menunjukkan kombinasi optimisme dan kehati-hatian.

    Banyak pemangku kepentingan percaya kebijakan ini bisa meningkatkan kepercayaan investor, terutama di tengah ketidakpastian pasar global.

    Jika strategi Aave terbukti berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain seperti Uniswap, Curve, atau MakerDAO akan mengikuti langkah serupa — menciptakan tren “DeFi Buyback Season.”

    Bagi investor, kebijakan ini menunjukkan bahwa DAO kini semakin matang, bukan hanya berfokus pada inovasi teknis, tetapi juga pada kestabilan ekonomi token dan nilai jangka panjang bagi komunitas.

    Baca Juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave

    Langkah Berani Aave Bisa Jadi Titik Balik DeFi

    Rencana pembelian kembali token AAVE senilai $50 juta menandai tonggak baru dalam evolusi tata kelola DeFi.

    Terlepas dari perdebatan internal, inisiatif ini menunjukkan keseriusan komunitas dalam mengelola aset digital secara profesional dan berkelanjutan.

    Dengan harga AAVE yang masih di bawah tekanan, strategi buyback ini bisa menjadi katalis untuk memulihkan kepercayaan pasar, sekaligus menjadi model bagi proyek DeFi lain dalam menghadapi fase baru industri keuangan terdesentralisasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aave Tembus $1 Triliun! Raksasa DeFi Ini Kian Dominan

    Protokol decentralized finance (DeFi) Aave resmi melampaui $1 triliun dalam volume pinjaman kumulatif, menjadikannya platform pertama di industri DeFi yang mencapai tonggak tersebut.

    CEO Aave Labs, Stani Kulechov, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa Aave kini menjadi tulang punggung sistem pinjaman on-chain global. Ia menegaskan bahwa Aave menargetkan posisi sebagai jaringan likuiditas terbesar dan paling efisien di dunia, yang dapat diakses oleh pengembang, bank, hingga perusahaan fintech secara default.

    Tonggak ini memperkuat posisi Aave sebagai pemimpin di sektor lending DeFi yang semakin berkembang.

    Ekspansi ke Institusi Lewat Aave Horizon

    Dikutip Cointelegraph, pertumbuhan Aave tidak lepas dari ekspansi ke sektor keuangan tradisional. Pada Agustus lalu, Aave Labs meluncurkan Aave Horizon, pasar pinjaman berbasis Ethereum yang dirancang khusus untuk institusi keuangan.

    Melalui platform ini, institusi dapat meminjam stablecoin dengan jaminan aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Beberapa nama besar seperti VanEck, WisdomTree, dan Securitize tercatat sebagai peserta awal dalam penawaran institusional tersebut.

    Langkah ini menandai upaya Aave menjembatani DeFi dan TradFi, sekaligus memperluas basis pengguna di luar komunitas kripto.

    Baca jjuga: BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

    TVL Capai $27,2 Miliar, Fee $83,3 Juta dalam 30 Hari

    Saat ini, Aave mengamankan lebih dari $27,2 miliar dalam total value locked (TVL), menjadikannya salah satu protokol lending terbesar di DeFi. Pengguna dapat menyetor aset kripto untuk memperoleh bunga atau meminjam secara instan dengan jaminan kripto.

    Dalam 30 hari terakhir, Aave menghasilkan lebih dari $83,3 juta dalam pendapatan biaya (fees), hampir empat kali lebih besar dibanding pesaing terdekatnya, Morpho.

    Aave memimpin sejumlah platform lending lain seperti Morpho, JustLend, SparkLend, Maple, Kamin Lend, dan Compound Finance, yang masing-masing memiliki TVL di atas $1 miliar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, angka T adalah bukti dominasi mutlak Aave sebagai tulang punggung (backbone) likuiditas on-chain global.

    “Meskipun ada konflik internal terkait pendanaan DAO vs Labs, performa pendapatan yang 4x lipat lebih besar dari kompetitor terdekatnya (Morpho) menunjukkan bahwa efek jaringan (network effect) Aave hampir mustahil untuk digoyang dalam waktu dekat,” jelasnya.

    Visi Tokenisasi Aset Dunia Nyata

    Kulechov juga menyoroti potensi tokenisasi “abundance assets” seperti energi surya, baterai penyimpanan energi, dan robotika tenaga kerja. Ia memperkirakan nilai gabungan sektor tersebut bisa mencapai $50 triliun pada 2050.

    Menurutnya, tokenisasi aset-aset tersebut dapat membuka peluang likuiditas baru bagi DeFi dan memperluas utilitas protokol seperti Aave dalam sistem keuangan global.

    Perdebatan Internal Soal Pendanaan Aave Labs

    Di tengah pencapaian tersebut, Aave juga menghadapi dinamika internal. Komunitas Aave tengah memperdebatkan proposal DAO yang menawarkan paket pendanaan hingga $42,5 juta dalam stablecoin dan 75.000 token AAVE kepada Aave Labs.

    Sebagai imbalannya, Aave Labs akan mengalihkan seluruh pendapatan dari produk bermerek Aave ke treasury DAO dalam model operasional yang didanai DAO.

    Proposal ini memicu perbedaan pandangan di antara pemegang token mengenai pembagian kendali pendapatan antara Aave Labs dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).

    Dengan volume pinjaman yang telah menembus $1 triliun dan ekspansi institusional yang terus berkembang, Aave mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap DeFi—meski tantangan tata kelola internal masih menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.

    Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com