Tag Archives: doa

Doa Setelah Sholat Witir, Bacaan Niat dan Tata Caranya Lengkap


Jakarta

Sholat witir adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan seusai Isya atau tarawih. Setelah mengerjakannya, ada doa setelah sholat witir yang bisa diamalkan.

Dalil mengenai sholat witir tercantum dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi SAW bersabda:

“Sholat witirlah kalian sebelum tiba waktu Subuh.” (HR Muslim)


Muh Hambali dalam bukunya yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari menjelaskan bahwa witir artinya ganjil. Oleh karena itu, sholat witir harus dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil.

Doa Setelah Sholat Witir: Arab, Latin dan Artinya

Menukil dari buku Doa & Zikir Muslimah susunan Tim Redaksi Qultummedia, doa setelah sholat witir berbunyi sebagai berikut.

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Arab latin: Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

Artinya: “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

Hukum Sholat Witir

Sebagai amalan sunnah, hukum pengerjaan sholat witir ialah sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan. Hukum ini merujuk pada pendapat Imam Syafi’i, Hambali dan Malik.

Meski demikian, ada pendapat lain yang menyebut wajib hukumnya mengerjakan sholat witir. Diterangkan dalam buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah oleh Ustaz Arif Rahman, Imam abu Hanifah berpendapat hukum sholat witir adalah wajib tetapi pendapat ini dianggap lemah daripada imam lainnya.

Jumlah Rakaat Sholat Witir

Masih dari sumber yang sama, jumlah rakaat sholat witir selalu ganjil. Amalan ini dapat dikerjakan paling sedikit satu rakaat atau bisa juga tiga rakaat.

Sebagaimana diterangkan dalam hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari,

“Salat witir adalah haq bagi setiap muslim. Barang siapa yang senang mengerjakan salat witir sebanyak tiga rakaat, silakan ia kerjakan. Dan barang siapa yang senang mengerjakan sholat witir sebanyak satu rakaat, silakan ia kerjakan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, & Ibnu Majah)

Bacaan Niat Sholat Witir

1. Niat Sholat Witir Satu Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَ

Arab latin: Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Niat Sholat Witir Tiga Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala,”

Tata Cara Sholat Witir

Masih dari buku yang sama, tata cara sholat witir sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Yang membedakan hanyalah pada niat.

Sholat witir dikerjakan dengan satu salam atau dua salam, baik dipisah maupun digabung antar rakaatnya. Surah yang dianjurkan untuk dibaca pada rakaat pertama sholat witir setelah Al Fatihah, yaitu surah Al A’la. Sementara di rakaat yang kedua dianjurkan untuk membaca surah Al Kafirun, lalu rakaat yang ketiga surah Al-Ikhlas.

Anjuran tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Rasulullah melakukan sholat witir tiga rakaat setelah Isya. Pada rakaat pertama membaca surat Al-A’la, rakaat kedua membaca surat Al Kafirun, dan rakaat ketiga membaca surat Al-Ikhlas.” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Itulah bacaan doa setelah sholat witir disertai niat dan tata caranya sesuai sunnah. Semoga bermanfaat.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Iftitah Pendek Sesuai Sunnah dan Artinya


Jakarta

Doa iftitah merupakan bacaan pembuka sholat. Doa ini dilafalkan setelah takbiratul ihram dan sebelum surat Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat.

Pembacaan doa iftitah dalam sholat ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasul SAW. Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi SAW menuturkan, “Rasulullah memulai sholat dengan membaca berbagai macam doa.”

“Dalam doa tersebut, beliau memuji Allah SWT, mengagungkan, dan menyanjung-Nya. Beliau memerintahkan orang yang tidak benar sholatnya untuk melakukan hal itu,” lanjut Syaikh Al-Albani.


Doa inilah yang dikenal dengan doa iftitah. Berikut bacaan doa iftitah pendek sesuai sunnah Nabi SAW.

Doa Iftitah Pendek: Arab, Latin, dan Artinya

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Latin: Subhaanakallaahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa ilaaha ghairuka.

Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah dengan segala puji-Mu (aku mensucikan-Mu), Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu; dan tidak ada Ilah (Tuhan) selain Engkau.”

Keterangan: Syaikh Said bin Ali Al-Qahthani dalam kitab Shalatul Mu’min menjelaskan bahwa doa Iftitah tersebut sesuai hadits yang diriwayatkan Muslim, Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim dari sejumlah sahabat yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Anas, Abu Sa’id, dan Abdullah bin Mas’ud.

Hadits tersebut dishahihkan Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Ibnu Taimiyah berkata, “Disebutkan dalam riwayat shahih dari Umar bin Khattab bahwasanya dia pernah membaca doa iftitah: ‘Subhaanakallaahumma wa bihamdika…’ secara jahr dengan maksud untuk mengajari banyak orang. Sekiranya hal ini bukan merupakan Sunnah masyru’ah (yang disyariatkan), tentu dia tidak mengajarkannya…”

Abu Bakar dan Utsman bin Affan dikatakan juga pernah membaca doa iftitah tersebut dalam sholat mereka.

Tata Cara Membaca Doa Iftitah

Menurut jumhur ulama, membaca doa iftitah dalam sholat hukumnya sunnah. Doa ini disunnahkan untuk dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum melafalkan surat Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat, baik sholat fardhu maupun sholat sunnah yang dilakukan munfarid atau berjamaah .

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, menjelaskan jika seseorang tidak membaca doa iftitah pada rakaat pertama sholat karena lupa maupun sengaja, maka tidak dianjurkan untuk membacanya pada rakaat kedua atau selanjutnya lantaran itu sudah bukan pada waktunya lagi.

Menurutnya, apabila doa iftitah dibaca pada rakaat kedua atau setelahnya, maka hukumnya menjadi makruh tapi tidak membatalkan sholat.

Bacaan doa iftitah terdapat beberapa macamnya. Dalam sholat, muslim cukup membaca salah satunya saja. Adapun doa iftitah hendaknya dibaca dengan suara pelan (sirr) karena sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

(row/fds)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa dan Zikir setelah Sholat Hajat


Jakarta

Sholat hajat adalah sholat sunah yang dapat dikerjakan umat Islam yang memiliki hajat atau keinginan. Ibadah ini bisa ditutup dengan membaca doa dan zikir setelah sholat hajat.

Sholat hajat dikerjakan sebanyak dua hingga 12 rakaat, dikerjakan dengan satu kali salam setiap dua rakaat. Dinukil dari buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits, sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, tetapi lebih utama dikerjakan pada sepertiga malam terakhir.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita ‘Azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, pada saat itu Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepadaku, pasti Aku kabulkan, barang siapa yang memohon kepadaku pasti Aku beri, dan barang siapa yang meminta ampun kepadaku pasti Aku ampuni.” (Diriwayatkan oleh jama’ah)


Gerakan dan bacaan sholat hajat dilakukan seperti sholat fardhu, perbedaan terletak pada niatnya. Adapun setelah melakukan sholat hajat, terdapat doa dan zikir yang bisa diamalkan.

Zikir setelah Sholat Hajat

Dikutip dari Amalan Praktis Shalat Hajat Wanita karya Deden, berikut bacaan zikir sholat hajat yang dilakukan setelah salam.

Pertama, dianjurkan membaca istighfar sebanyak 100 kali.

اسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ

Astaghfirullaahal ‘azhiim.

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.”

Bisa juga membaca istighfar yang lebih lengkap berikut.

اسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaha rabbii min kulli dzanbin waatuubuilaihi.

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah, Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu.”

Berikutnya, membaca sholawat sebanyak 100 kali dengan bacaan sebagai berikut.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ رِضَا الرِّضَا

Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin shalaat ar ridha wardha ‘an ashaabihir ridha ridha.

Artinya: “Ya Allah, berilah karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhai dan ridhailah para sahabat sekalian.”

Doa setelah Sholat Hajat

Setelah membaca zikir, dilanjutkan membaca doa sholat hajat sebagai berikut seperti dikutip dari 300 Doa dan Zikir Pilihan dari penerbit Gema Insani.

لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَكِيمُ الْكَرِيمُ . سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِاالْعَظِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرِّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمِ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمَّا إِلَّا فَرَجَتَهُ وَلَا حَاجَةً إِلَّاهِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَالرَّاحِمِينَ .

Laa ilaaha illall aahul hakiimul karii-mu. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin as-aluka muujibaatii rahmatika wa’azaai-ma maghfiratika wal-ghaniimata min kulli birri wassalaamata min kulli ismin laa tada’ lii dzanban illa gha-fartahu walaa hamman illa farrajtahu walaa haajatan illa hiya laka ridhan illa qadhaitahaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Tiada tuhan selain Allah Yang Mahahalim (bijak-sabar) lagi Mahamulia. Mahasuci Allah Tuhan Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu kepastian rahmat-Mu, perolehan dari tiap-tiap kebaikan dan keselamatan dari dosa (Ya Alllah) jangan Engkau biarkan diriku berdosa melainkan Engkau ampuni, tiada ada kesusahan melainkan Engkau bukakan jalan keluar dan tiada sesuatu yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau luluskan ya Allah Yang Maharahim dari semua yang rahim.” (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majad)

Berikutnya, memohon apa yang menjadi hajat sembari bersujud dan memperbanyak bacaan berikut.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

5 Doa untuk Orang Sakit Supaya Cepat Sembuh Sesuai Sunah


Jakarta

Menjenguk orang sakit dan mendoakannya termasuk dalam anjuran Rasulullah SAW. Berikut lima doa yang untuk orang sakit yang dapat dipanjatkan.

Keadaan sakit termasuk dalam ujian Allah SWT. Akan tetapi, sakit juga dapat menjadi berkah sebagaimana Nabi Ayyub AS yang bertambah ketaatannya kepada Allah SWT setelah diuji sakit.

Menjenguk orang sakit mengandung banyak keutamaan. Dikutip dari buku Samudra Keteladanan Muhammad karya Nurul H. Maarif, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ahmad bin Hanbal, Rasulullah SAW mengibaratkan orang yang menjenguknya seakan-akan tengah berjalan sembari memetik buah-buahan surga, lalu duduk dan rahmat Allah SWT diturunkan dengan deras.


Bila menjenguknya di pagi hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya supaya ia mendapatkan rahmat hingga waktu sore. Bila menjenguknya sore hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya agar ia mendapatkan rahmat hingga pagi harinya.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Orang-orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun sering menjenguk sahabat-sahabatnya yang sakit. Beliau bahkan terkadang menjenguk orang yang membencinya. Akhlak yang sangat luhur dan terpuji ini hendaknya menjadi teladan seluruh umat Islam.

Ketika menjenguk orang sakit, Rasulullah SAW tidak lupa membaca doa. Berikut 5 doa untuk orang sakit sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Doa untuk Orang Sakit

Berdasarkan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, berikut doa yang dapat dibaca ketika menjenguk orang sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syifā’a illā syifā uka. Syifā’an lā yughādiru saqaman

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkan penyakit ini. Sembuhkanlah. Engkau Yang Maha menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.”

Doa Menjenguk Orang Sakit

Dikutip dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ahmad Zacky El-Syafa, doa ini dipanjatkan Rasulullah SAW ketika menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash yang tengah berbaring sakit.

اللَّهُمَّ اِشْفِ سَعْدًا ، اَللَّهُمَّ اِشْفِ سَعْدًا، اَللَّهُمَّ اِشْفِ سَعْدًا

Allaahumma isyfi sa’dan. allaahumma isyfi sa’dan. allaahumma isyfi sa’dan

“Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia.” (HR. Muslim)

Doa Menjenguk Orang Sakit 2

Doa ini diriwayatkan oleh Abud Dawud dan Tirmidzi. Menurut hadits Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, kemudian membaca doa “As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka” sebanyak tujuh kali, maka Allah akan menyembuhkan dari penyakit tersebut.” Berikut bacaannya,

أَسْأَلُ اللَّهِ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ

As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka (7 x)

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Agung Penguasa Arasy agar berkenan menyembuhkanmu (7x).” (HR Abu Dawud dan Tirmizi)

Doa Menjenguk Orang Sakit 3

Dikutip dari buku Doa Andalan Para Nabi karya Musthafa Murad, doa berikut juga dapat dibacakan ketika menjenguk orang sakit.

لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

Artinya: “Tidak apa-apa. Insya Allah ia menjadi pembersih dosa.”

Doa Rasulullah SAW ketika Menjenguk Sahabat yang Sakit

يَا سَلْمَانُ، شَفَى اللَّهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِينِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Ya salmaanu syafallaahu saqamaka, waghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii dii- nika wa jismika ila muddati ajalika

Artinya: “Wahai Salman… semoga Allah menyembuhkan penyakitmu dan mengampuni dosamu, memberikan kesehatan dalam agamamu, juga badan mu sampai kelak tiba ajalmu.” (HR Ibnu Sunni)

Adab Menjenguk Orang Sakit

Terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika menjenguk orang sakit, sebagaimana dijelaskan al-Qismul Ilmi Bi Madaril Wathan dalam bukunya Adab Muslim Sehari Semalam.

1. Tidak Berlama-lama Duduk di Samping Orang Sakit

Selain itu, hendaknya memilih waktu yang tepat untuk menjenguk dan tidak membebani orang yang dijenguk.

2. Menanyakan Keadaan

Hal ini dapat dilakukan dengan bertanya “Bagaimana kabarmu?” sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.

3. Mendoakan Kesembuhan

Diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah SAW berdoa ketika menjenguk orang yang tengah sakit. Hal ini dapat dilakukan dengan mengusap tangan kanan orang yang sakit sembari berdoa.

4. Mengingatkan Agar Bersabar atas Ketetapan Allah SWT

Hal ini juga bisa dilakukan dengan memberi semangat kepada orang yang sakit.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

4 Doa Nuzulul Quran Arab Beserta Artinya pada 17 Ramadan


Jakarta

Peristiwa Nuzulul Quran menandai waktu Al-Qur’an pertama kali diturunkan ke dunia pada 17 Ramadan. Ada bacaan doa yang dapat diamalkan pada malam Nuzulul Quran tersebut.

Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW yang melalui Malaikat Jibril. Dinukil dari Tafsir Salman susunan Tim Tafsir Ilmiah Salman ITB, Nabi Muhammad SAW yang tengah menyendiri di Gua Hira pada 17 Ramadan 610 M menerima wahyu pertama berupa surah Al-Alaq ayat 1-5.

Al-Qur’an juga diturunkan secara berangsur-angsur dan dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Al Isra ayat 106. Allah SWT berfirman,


وَقُرْءَانًا فَرَقْنَٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَٰهُ تَنزِيلًا

Artinya: ” Al-Qur’an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap .”

Dikutip dari buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, terdapat sebuah riwayat yang mengatakan Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dalam kurun waktu 23 tahun.

Hal ini berlandaskan pada riwayat dari Ibnu Abbas yang berbunyi, “Al-Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur- angsur kepada Rasulullah SAW sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu 23 tahun.” (HR Thabari An Nasai)

Sebagai muslim yang berpedoman teguh pada kitab suci Al-Qur’an, sudah sepatunya memperingati malam Nuzulul Quran dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an pada kehidupan sehari-hari. Adapun bacaan doa Nuzulul Quran yang muslim dapat amalkan pada malam Nuzulul Quran adalah sebagai berikut.

Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan

1. Bacaan Doa Malam Nuzulul Qur’an Versi Pertama

اللهم نور قلوبنا بنور هدايتك كما نورت الارض بنور شمسك ابدا ابدا برحمتك يا ارحم الراحمين

Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur’an, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur’an, wa hassin a’maalanaa bi dzikril qur’an, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur’an, wa adkhilnal jannata bi syafaa’til qur’an.

Artinya: “Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Al-Qur’an, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Al-Qur’an, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa’at Al-Qur’an.”

2. Bacaan Doa Malam Nuzulul Qur’an Versi Kedua

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Allahummagfir lii wa liwaalidayya arhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiroo

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku semenjak kecil.”

3. Bacaan Doa Malam Nuzulul Qur’an Versi Ketiga

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘aufuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.”

4. Bacaan Doa Khatam Al-Qur’an saat Malam Nuzulul Quran

Doa ini dapat dibaca saat setelah mengkhatamkan Al-Qur’an. Berikut bacaanya.

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Allahumarhamni bil qur’an. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohman. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimni minhu maa jahiltu. Warzuqnii tilawatahu aana allaili wa athrofannahar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

Keistimewaan Malam Nuzulul Qur’an

Menurut Abdurrazzaq Ash-Shadr dalam buku Berzikir Cara Nabi, ada beberapa keutamaan yang bisa yang terkandung di dalam Nuzulul Quran.

1. Bertepatan dengan Ramadan

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya oleh ‘Atiyah bin Al-Aswad, “Ada keraguan dalam hatiku tentang firman Allah, ‘Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, begitu juga firman-Nya, ‘Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi’, dan firman-Nya, ‘Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Al-Qadar.’ Sedangkan, Al-Qur’an ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Safar, dan bulan Rabi’?”

Ibnu Abbas menjawab, “Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan sekaligus pada bulan Ramadan di malam Qadar, malam yang diberkahi. Kemudian Al-Qur’an yang terpisah-pisah di beberapa tempat bintang diturunkan secara tartil dalam beberapa bulan dan hari.”

2. Karunia Besar dari Allah SWT

Berkaitan dengan poin sebelumnya, pada bulan Ramadan umat Islam akan mendapatkan karunia yang besar dari Allah berupa wahyu dan petunjuk-petunjuk, hal ini disampaikan di dalam surah Al Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَات ٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya: Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil).

3. Diampuni Dosanya yang Telah Lalu

Malam Nuzulul Quran juga bertepatan dengan Lailatul Qadar. Turut dijelaskan juga dalam sebuah hadits bahwa segala dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatulqadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari)

4. Malam Keberkahan

Malam Nuzulul Quran atau malam diturunkannya Al-Qur’an ke bumi disebut sebagai malam yang penuh berkah. Allah SWT berfirman dalam surat Ad Dukhan ayat 3,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan,”

5. Dicatatnya Takdir Tahunan

Malam Nuzulul Quran juga disebut sebagai malam di mana takdir tahunan dicatat. Dijelaskan dalam surah Ad Dukhan ayat 4 yang berbunyi,

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Artinya: “Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,”

Dilansir dari laman IAIN Madura, urusan yang dimaksud dalam ayat di atas meliputi urusan takdir terkait rezeki, hidup, mati, untung, dan sebagainya. Artinya, dengan mengerjakan amalan kebaikan selama malam Nuzulul Quran diharapkan juga mendapat takdir yang berkah selama setahun penuh.

Wallahu a’lam.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa dan Dzikir Setelah Shalat Dhuha, Bisa jadi Amalan Rutin


Jakarta

Doa dan dzikir setelah salat dhuha bisa menjadi amalan yang rutin dikerjakan tiap hari. Doa dan dzikir ini sunnah diamalkan pagi hari.

Salat dhuha dilakukan pagi hari dan bisa dikerjakan mulai dari 2 rakaat. Usai salat dhuha, jangan langsung beranjak karena bisa dilanjutkan dengan membaca doa dan dzikir.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:


“Salat dhuha itu mendatangkan rezeki serta menolak kemiskinan. Dan, tidak ada yang memelihara salat, kecuali orang-orang yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi).

Doa Setelah Salat Dhuha

Mengutip buku Amalan Sesudah Shalat ditulis oleh Ibnu Muhammad Salim inilah bacaan doa setelah salat Dhuha.

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَ الُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُك َ.

Arab-Latin: Allâhumma innad-dhuhâ dhuhâʼuka, wal-bahâʼa bahâ’uka, wal-jamâla jamâluka, wal-qudrata qudratuka, wal-quwwata quwwatuka, wal-ʻishmata ʻishmatuka,

Artinya: Ya Allah, waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuasan adalah kekuasaan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu dan perlindungan adalah perlindungan-Mu

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَ رْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْل ًا فَكَثَرْهُ،

وَإِنْ كَانَ كَثِيرًا فَبَارِكْ لِي فِيْهِ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدً ا فَقَرِّبْهُ.

Arab-Latin: Allâhumma in kâna rizqî fis samâ’i fa-anzilhu, wain kâna fil ar- dhi fa-akhrijhu, wain kâna muʻassaran fayassirhu, wain kâna qalîlan fakatstsirhu, wain kâna katsîran fabârik lî fîhi, wain kâna baʻîdan faqarribhu

Artinya: Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah; jika masih di dalam bumi, keluarkanlah; jika sukar, mudahkanlah; jika sedikit, banyakkanlah; jika sudah banyak, berilah keberkahan untukku; jika jauh, dekatkanlah.

بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُدْرَتِكَ وَقُوَّتِكَ وَعِصْم َتِكَ أَتِنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

Arab-Latin: Bihaqqi dhuhâʼika, wabahâʼika, wajamâlika, waqudratika, wa- ‘ishmatika, âtinî mâ âtaita ‘ibâdakas shâlihîn

Artinya: Berkat kebenaran waktu dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuasaan-Mu, kekuatan-Mu, perlindungan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab-Latin: Washallallahu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa-‘alâ âlihi wa- shahbihi wasallam.

Artinya: Semoga rahmat dan keselamatan dicurahkan kepada penglulu kami Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.

Dilansir dari buku Dzikir, Wirid, Doa, dan Shalawat Sehari-hari Sepanjang Tahun karya Sayyid M. Dzikri H, terdapat doa yang juga dapat dibaca usai salat dhuha.

Al-Isyraq (Wirid Dhuha)

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَص َحْبِهِ وَسَلَّمْ، تَبَرَّأْتُ مِنْ حَوْلِي وَقُوَّتِي وَاسْتَعَنْتُ بِحَوْلِ اللهِ وَقُوَّتِهِ.

Arab-Latin: Allaahumma willi wa sallim wa baarik ʻalaa sayyidinaa muhammadiw wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallim, tabarra-tu min haulii wa quwwatii wastaʼantu bi haulillaahi wa quwwatih.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, berilah keselamatan, dan berkahilah Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan para sahabat beliau. Aku berlepas diri dari kekuasaanku dan kekuatanku, serta meminta tolong dengan kekuasaan-Nya dan kekuatan-Nya.”

اَللَّهُمَّ اسْتُرْنِي وَاحْفَظْنِي فِي دِينِي وَأَهْلِي، وَمَالِي وَوَلَدِي، وَأ َصْحَابِي وَأَحْبَابِي بِسِتْرِكَ الَّذِي سَتَرْتَ بِهِ ذَاتِكَ، فَلَا عَيْنُ تَرَاكَ وَلَا يَدُ تَصِلُ إِلَيْكَ.

Arab-Latin: Allaahummasturnii wahfazhnii fii diinii wa ahli, wa maalii wa waladii, wa ashhaabii wa ahbaabii bi sitrikal ladzii satarta bihii dzatik, falaa ainun taraaka wa laa yadun tashilu ilaik.

Artinya: “Ya Allah, lindungilah diriku dan jagalah agamaku, keluargaku, hartaku, anakku, para sahabatku, dan kekasihku dengan perlindungan yang Engkau gunakan untuk melindungi Dzat-Mu. Tidak ada mata yang bisa melihat-Mu dan tangan yang bisa sampai kepada-Mu”.

يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، إِحْجَبْنِي عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ، بِقُدْرَتِكَ ي َا قَوِيٌّ يَا مَتِينُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، بِكَ أَسْتَعِينُ.

Arab-Latin: Yaa arhamar raahimiin, ihjabnii ‘anil qaumizh zhaalimiin, bi qudratika yaa qawiyyu yaa matiin, yaa arhamar raahmiin, bika astaʼiin.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, lindungilah diriku dari kaum yang zhalim dengan kemampuan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Kuat, Maha Kokoh, lagi Maha Pengasih, aku memohon pertolongan kepada-Mu”.

Dzikir Setelah Salat Dhuha

Dijelaskan dalam buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim. Berikut bacaan dzikir salat dhuha,

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ

Arab-latin: Robbighfirlii wa tub ‘alayya innaka antat tawwaabul ghofuur.

Artinya: “Ya tuhan kami, ampunilah kami dan terimalah tobat kami, sesungguhnya engkau adalah Dzat yang menerima tobat lagi maha pengampun.”

Di samping itu, menurut buku Sifat dan Mukjizat Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah karya Almas Abyan Al-Fatih, ada beberapa kalimat dzikir lainnya yang bisa diamalkan muslim.

Membaca Ya Razzaq dan Ya Fatah 113x
يا فَتَّاحُ.

Arab-latin: Yaa fattaаh.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Membuka.”

Dan, membaca kalimat berikut 113 kali:

يا رَزَّاقُ.

Arab-latin: Yaa razzaaq.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Memberi rezeki.”

Membaca Ya Hayyu dan Ya Qayyum 111x
يا حَيُّ.

Arab-latin: yaa hayyu.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup.”

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan berikut:

يَا قَيُّوْمُ

Arab-latin: Yaa qayyum.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Berdiri sendiri

Membaca Ya Ghaniyyu dan Ya Mughniy 100x
يَا غَنِيٌّ

Arab-latin: Yaa ghaniyyu.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya.”

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan berikut:

يَا مُغْنِي.

Arab-latin: Yaa mughniy.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Memberi Kekayaan.”

Dzikir bisa diakhiri dengan membaca surah Al Waqiah.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Doa Malam Lailatul Qadar dan Waktu Turunnya pada Bulan Ramadan



Jakarta

Salah satu malam istimewa yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini malaikat turun ke bumi, serta dianjurkan banyak memanjatkan doa kepada Allah SWT. Lantas bagaimana doanya?

Ungkapan malam lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr ayat 1-5:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ1


Bacaan latin: innā anzalnāhu fī lailatul-qadr

Artinya: 1. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ2

Bacaan latin: wa mā adrāka mā lailatul-qadr

Artinya: 2. “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ3

Bacaan latin: lailatul-qadri khairum min alfi syahr

Artinya: 3. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ4

Bacaan latin: tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr

Artinya: 4. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ5

Bacaan latin: salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr
Artinya: 5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Pengertian Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari buku Mukjizat Lailatul Qadar Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan ditulis oleh Arif M. Riswanto, lailatul qadar terdiri dari dua kata lailah dan al-qadar.

Lailah artinya malam atau waktu yang terbentang sepanjang tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Sedangkan Al-qadar berarti ukuran, penghormatan, takdir, sempit yang melapangkan, kekuatan, menyempurnakan, dan mempersiapkan.

Doa Malam Lailatul Qadar

Mengutip Kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi, inilah doa malam lailatul qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Arab latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

Imam an-Nawawi mengutip doa tersebut dari riwayat yang memiliki sanad shahih dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa’i, dan Kitab Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi juga menyatakan, “Hadits ini adalah hasan shahih.”

Waktu Malam Lailatul Qadar

Bila mengacu pada hasil sidang isbat pemerintah mengenai awal Ramadan 2024 yang jatuh pada 12 Maret 2024, malam ganjil pada hari terakhir Ramadan dimulai pada Minggu, 31 Maret 2024 malam. Berikut daftar lengkapnya.

21 Ramadan 1445 H: Minggu, 31 Maret 2024 malam Senin, 1 April 2024
23 Ramadan 1445 H: Selasa, 2 April 2024 malam Rabu, 3 April 2024
25 Ramadan 1445 H: Kamis, 4 April 2024 malam Jumat, 5 April 2024
27 Ramadan 1445 H: Sabtu, 6 April 2024 malam Minggu, 7 April 2024
29 Ramadan 1445 H: Senin, 8 April 2024 malam Selasa, 9 April 2024

Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam susunan PISS KTB dan TIM Dakwah Pesantren, tanda-tanda malam Lailatul Qadar disebutkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

Makna Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari buku Kedahsyatan Puasa Jadikan Hidup Penuh Berkah Karya M. Syukron Maksum dijelaskan makna yang terkandung atas keberadaan malam lailatul qadar.

Salah satu arti qadar adalah ketentuan tuhan yang berhubungan dengan hidup dan mati, suka dan duka, sehat dan sakit. Malam saat Allah menentukan takdir ciptaannya.

Seperti firman Allah SWT dalam surah Adh-Dukhan ayat 3-4:

إِنَّا أَنزَلْتَهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَرَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam yang diberkati. Sesungguhnya Kami selalu memberikan peringatan. Di malam itulah diatur segala urusan yang bijaksana (penuh hikmah.

Di malam lailatul qadar malaikat turun untuk menuliskan takdir kita untuk tahun berikutnya. Sebab itulah kita dianjurkan membaca doa-doa, memohon supaya Allah menuliskan takdir yang baik.

Qadar berarti kemuliaan, keagungan. Sebab pada malam itu terjadi 3 peristiwa mulia, yaitu: turun kitab suci Al-Qur’an, Al-Qur’an turun kepada mulia Nabi Muhammad SAW, dan kemuliaan juga bagi mereka yang menghidupkan malam lailatul qadar.

Demikianlah mengenai doa malam lailatul qadar, beserta waktu dan makna yang terkandung dalam kehadiran malam lailatul qadar. Semoga detikers bisa mendapatkan malam tersebut.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Perjalanan Jauh Sesuai Ajaran Rasulullah SAW


Jakarta

Berdoa ketika hendak beraktivitas, termasuk melakukan perjalanan jauh, adalah hal yang dianjurkan bagi umat Islam agar apa yang dilakukan mendapat berkah, rahmat, dan rida Allah SWT. Berikut doa perjalanan jauh yang dapat dipanjatkan.

Doa perjalanan jauh menjadi hal yang banyak dicari umat Islam menjelang berakhirnya bulan Ramadan. Pasalnya, banyak umat Islam berencana mudik ke tempat asal atau kampung halaman, yang tidak jarang mengharuskan perjalanan jauh. Doa perjalanan jauh dapat dipanjatkan untuk memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Selain itu, mengutip buku Kedahsyatan Doa Orang-orang Teraniaya karya Abdul Hamid, waktu dalam perjalanan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini dijelaskan dalam hadits.


Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan): doa seorang musafir, doa orang yang dizhalimi, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Merangkum buku Taddabur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad dan buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan yang bersandar pada sejumlah hadits, berikut bacaan doa perjalanan jauh sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Doa Perjalanan Jauh

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ketika hendak melakukan perjalanan jauh Rasulullah SAW naik ke untanya, bertakbir tiga kali, lalu membaca doa berikut,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

Allahumma inna nas-aluka fi safarinä hädal birra wat-taqwa, wa minal ‘amali ma tarda, allahumma hawwin ‘alaina safarana häda wațwi ‘annă bu’dah, allahumma antaşşahibu fissafari wal halifatu fil ahli, allahumma inni a’ūdu bika min wa’täis safari wa kaabatil manzari wa süil munqalabi fil mali wal ahli.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga.” (HR Muslim)

Doa Pulang dari Bepergian

Rasulullah SAW membaca doa ini ketika kembali dari ekspedisi, haji, atau umrah.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ . لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آيْبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ. صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ
وَحْدَهُ

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa Ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay-in-qadiir. Aa-yibuna, taa-ibuuna, ‘aa-biduna, li-rabbinaa haamiduuna. Shadaqallaahu wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazamal- ahzaaba wahdah.

Artinya: “Allah Mahabesar (tiga kali, di atas tempat yang tinggi). Tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertobat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad), dan mengalahkan musuh-Nya sendirian.” (HR Bukhari)

Doa Naik Kendaraan

بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنتَ.

Bismillaahi wal hamdulillah Subhaanalladzii sakh-khara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamun-qalibuun. Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah. Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Subhaanakallaahumma innii zhalamtu nafsii faghfir lii, fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Mahabesar (3x). Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Berbuka Puasa dan Sunnah Rasulullah saat Berbuka


Jakarta

Berbuka puasa menjadi momen paling dinanti umat Islam yang menunaikan ibadah puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa dan meminta apapun sebelum berbuka.

Karena doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT. Lantas seperti apa doa berbuka puasa dan artinya?

Nabi Muhammad SAW bersabda:


ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ وَالصَّا ئِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ.

Artinya: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan (3) doa orang yang terzholimi.”

Bacaan Doa Berbuka Puasa

Ada dua versi bacaan yang dapat muslim baca ketika berbuka puasa.

Doa Buka Puasa Pertama

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ أُمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت ُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .

Arab-Latin: Alloohumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamarroohimiin

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku tunduk dan patuh, dan dengan rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang”

Doa Buka Puasa Kedua

Dilansir dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah yang ditulis oleh Wulan Mulya Pratiwi terdapat doa berbuka puasa lainnya yang pernah dilantunkan Rasulullah SAW saat berbuka puasa.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَ اءَ الله

Arab-Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2,357)

Anjuran Rasulullah saat Berbuka Puasa

Selain doa berbuka puasa, ada tiga hal yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan muslim bisa mengikutinya:

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Dilansir dari buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Budi Handrianto dianjurkan untuk menyegerakan berbuka jika memang telah masuk waktunya berbuka, Allah SWT tidak menyukai umatnya yang merasa hebat bisa menahan dirinya dan berlama-lama dalam berbuka puasa.

Seperti sabda Rasulullah SAW ini:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

2. Berbuka dengan Kurma dan Air

Anjuran Rasulullah SAW lainnya perihal berbuka selain menyegerakannya adalah berbuka dengan kurma dan air.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. ” (HR.Abu Daud no. 2,356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih).

3. Makan Sebelum Salat

Dari buku Mempercepat Datangnya Rezeki Dengan Ibadah Ringan yang ditulis oleh Dr. KH. Mukhlis Allyudin dan H. Enjang AS, M.Ag. M.Si dijelaskan ketika berbuka puasa sebaiknya makan dahulu mengisi perut sebelum melaksanakan salat.

Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW:

“Jika santapan malam sudah terhidang, dan salat sudah (akan) dilaksanakan, dahulukan santapan malam.” (HR. Al-Bukhari dari Anas bin Malik RA.).

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul Afwa Fa’fu Anni saat Lailatul Qadar


Jakarta

Malam Lailatul Qadar diriwayatkan akan terjadi di salah satu malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan menggencarkan berbagai amalan untuk menyambutnya, salah satunya memanjatkan doa allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni.

Anjuran menggencarkan amalan ini bersandar pada salah satu keutamaan malam Lailatul Qadar yang dijelaskan di Al-Qur’an surah Al Qadr ayat 3.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ


Artinya: “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan tanpa Lailatul Qadar di dalamnya. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai yang sangat tinggi di mata Allah, lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan.

Doa Malam Lailatul Qadar

Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan ketika malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak bacaan doa khusus Lailatul Qadar, yaitu doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Diriwayatkan dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa’i, dan Kitab Ibnu Majah, dari Sayyidah Aisyah RA ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui datangnya Lailatul Qadar, apa yang harus kuucapkan?” Beliau menjawab,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan untuk menyambut malam Lailatul Qadar.

Melakukan Iktikaf

Rasululllah SAW senantiasa melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, bahkan menambah jumlah harinya menjadi 20 hari terakhir ketika beliau telah mendekati akhir hayatnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan Abu Maryam Kautsar Amru dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan.

Hal tersebut juga dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, “Rasulullah SAW selalu iktikaf setiap bulan Ramadan selama 10 hari. Namun pada tahun dimana beliau wafat, beliau iktikaf selama 20 hari.” (HR Al-Bukhari)

Menggencarkan Ibadah

Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, umat Islam dianjurkan untuk menggencarkan ibadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Ini meneladani Rasulullah SAW yang menggiatkan ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang dikeluarkan Bukhari dan Muslim.

Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki 10 hari terakhir, beliau menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat sarungnya.

Menggencarkan Qiyamul Lail

Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah RA, umat Islam dapat meneladani Rasulullah SAW yang menghidupkan malam ketika memasuki 10 hari terakhir dengan giat melakukan qiyamul lail atau salat malam.

Salat Tarawih

Menukil buku Mukjizat Lailatul Qadar karya Arif M. Riswanto, Tarawih adalah salah satu ibadah sunah yang dilakukan pada bulan Ramadan. Salat Tarawih dikerjakan di malam hari. Oleh karena itu, malam Ramadan umat Islam akan dihidupkan oleh salat Tarawih.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh iman dan muhasabah, dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari)

Memperbanyak Sedekah

Alexander Zulkarnaen dalam buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT menjelaskan bahwa Ramadan adalah Syahrul Muwasah atau bulan berbagi dan Syahrul Ijtimayyah atau bulan kepedulian sosial. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com