Tag: featured

  • Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

    Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.

    Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.

    Fokus Utama

    1. Makroekonomi Global
      • Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping dikonfirmasi pada awal April untuk renegosiasi tarif dagang, teknologi (chip war), dan stabilitas geopolitik. 
      • Tingkat perekrutan di AS mencapai level resesi di angka 3,3%, sama dengan krisis tahun 2020 dan merupakan level terendah dalam hampir 13 tahun terakhir.
      • Donald Trump menyatakan AS seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. 
    2. Makroekonomi Nasional
      • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
      • Wakil Menteri Keuangan menyebut pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV 2025 masih di bawah potensi dan optimist laju pertumbuhan pada kuartal I 2026 dapat melampaui angka tersebut.
      • Indonesia Corruption Watch (ICW) secara terbuka menyatakan bahwa penurunan skor Corruption Perception Index (CPI) Indonesia pada tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 
    3. Performa Pasar Kripto
      • Market Cap & Volume menyusut ke $2.30 Triliun (-6%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang terkoreksi ke level $131.76 (-7.12%). Tekanan jual ini semakin meremukkan mental pelaku pasar; indikator Fear & Greed ambruk ke angka 8, menandakan pasar sedang berada di fase ‘Extreme Fear’ atau ketakutan ekstrem yang lebih parah dari sebelumnya.
      • Sementara itu, CMC Altcoin Season Index turun ke skor 29/100. Angka ini menegaskan bahwa Bitcoin Season’ semakin mendominasi kendali pasar. Di tengah sentimen panik yang memuncak, likuiditas pasar terkunci sangat defensif dan belum ada keberanian sedikitpun untuk melakukan rotasi modal ke aset altcoin.
      • Sektor Moltbook and Openclaw (+102%) dan Bera Chain Ecosystem (+55.45%) mengambil alih narasi pasar dengan performa impresif di minggu ini. Token PIPPIN naik drastis sebesar (+183%), diikuti oleh BERA (+115%) dan SKR (+52.60%).
    4. Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
      • Bitcoin turun dari Support angka psikologisnya di 70K.
      • STBL (Stable) → Risiko distribusi suplai ekstrem (~57.7%).
      • Miner to Exchange Flow ➜ Arus masuk ke Exchange masif ~90.000 BTC.

    📌 Kesimpulan: Fokus pada sektor Moltbook and Openclaw dan Bera Chain Ecosystem yang saat ini menjadi primadona di tengah pasar yang berdarah. Jauhi keinginan untuk membeli aset yang menghadapi ‘tsunami’ suplai seperti Stable (STBL) (~57.7%) dan RollX (ROLL) (~28%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, manfaatkan diskon pasar saat ini untuk mencicil (akumulasi) proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Arbitrum (ARB) atau zkSync (ZK). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (8) dan dominasi Bitcoin Season (29) masih menguat, prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

    Makroekonomi Global

    China stablecoin
    China stablecoin
    • China memangkas kepemilikan U.S. Treasuries secara signifikan, kini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun (~$683 miliar) dari puncaknya $1,3 triliun. 
    • Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping dikonfirmasi pada awal April untuk renegosiasi tarif dagang, teknologi (chip war), dan stabilitas geopolitik. 
    • Donald Trump menyatakan AS seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. Menurutnya, pemangkasan 1% dapat menghemat $600 miliar dan mengurangi defisit.
    • Tingkat perekrutan di AS mencapai level resesi di angka 3,3%, sama dengan krisis tahun 2020 dan merupakan level terendah dalam hampir 13 tahun terakhir.
    • DPR AS mengesahkan RUU untuk mengakhiri tarif Presiden Trump untuk Kanada.

    Makroekonomi Nasional

    Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: Bloomberg.
    Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: Bloomberg.
    • Kemenkeu (Purbaya) dan Kemenkes mencairkan dana Rp15 miliar untuk mengaktifkan PBI-JKN bagi ~120.000 peserta yang terdampak penonaktifan.
    • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
    • Wakil Menteri Keuangan menyebut pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV 2025 masih di bawah potensi dan optimist laju pertumbuhan pada kuartal I 2026 dapat melampaui angka tersebut.
    • Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ada dua kandidat calon dewan pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) yang sudah ditetapkan dan akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
    • Indonesia Corruption Watch (ICW) secara terbuka menyatakan bahwa penurunan skor Corruption Perception Index (CPI) Indonesia pada tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

    Kalender Makroekonomi

    Feb 11, 2026 U.S. Nonfarm Payrolls (NFP)  U.S. Nonfarm Payrolls (NFP) 
    Actual: 130.00K 
    Forecast: 66.00K
    Previous: 48.00K→ Angka tenaga kerja AS secara mengejutkan melonjak ke 130.000, hampir dua kali lipat dari prediksi pasar (66.000) dan melesat jauh dibanding bulan lalu. Data yang “terlalu bagus” ini justru menjadi sentimen

    Bearish bagi kripto; pasar tenaga kerja yang masih sangat kuat (resilient) memberi alasan bagi The Fed untuk tetap Hawkish (menunda pemangkasan suku bunga), sehingga Dolar AS (DXY) berpotensi menguat dan menyedot likuiditas dari aset berisiko.

    Feb 11, 2026 U.S. Unemployment Rate  U.S. Unemployment Rate 
    Actual: 4.3% 
    Forecast: 4.4% 
    Previous: 4.4% → Tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,3%, lebih rendah dari prediksi dan bulan sebelumnya (4,4%).

    Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang semakin ketat (tight labor market), yang secara historis menjadi sinyal Bearish bagi aset berisiko seperti kripto; ekonomi yang terlalu kuat ini mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga (pivot), sehingga Dolar AS berpotensi menguat dan menekan likuiditas pasar global.

    Feb 12, 2026 U.S. Initial Jobless Claims  U.S. Initial Jobless Claims 
    Actual: – (Akan dirilis Jumat (13/2) malam) 
    Forecast: 222.00K 
    Previous: 231.00K → Pasar memprediksi penurunan klaim pengangguran ke 222.000, menandakan pasar tenaga kerja yang masih solid.

    Data ini krusial untuk arah pasar nanti malam; jika angka Actual dirilis lebih rendah dari prediksi (misal <220K), ini menjadi sinyal Bearish bagi kripto karena ekonomi AS dianggap terlalu “panas” (inflasi sulit turun).

    Sebaliknya, jika angka melonjak tinggi di atas ekspektasi (Bullish), itu menjadi indikator pelemahan ekonomi yang dapat “memaksa” The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

    Feb 13, 2026 U.S. Consumer Price Index (CPI) YoY U.S. Consumer Price Index (CPI) YoY
    Actual: – (Akan dirilis 13 Feb 2026) 
    Forecast: 2.5% 
    Previous: 2.7% → Inflasi tahunan AS diproyeksikan melandai ke 2,5%. Data CPI ini adalah Market Mover utama; jika angka Actual nanti dirilis lebih rendah dari ekspektasi (misal <2,5%), ini menjadi katalis Bullish kuat bagi kripto karena mengonfirmasi tren disinflasi, memberi lampu hijau bagi The Fed untuk segera Pivot (pangkas bunga).

    Namun waspada jika angka di atas 2,5% (Bearish), menandakan inflasi “membandel” (sticky inflation) yang akan menahan likuiditas Dolar tetap ketat dan menekan aset berisiko.

    Kesimpulan Data pasar tenaga kerja AS minggu ini (NFP melonjak 130K & Unemployment turun ke 4.3%) memberikan sinyal Bearish yang kuat bagi pasar kripto.

    Ekonomi AS yang terbukti masih terlalu “panas” dan resilient ini mematikan ekspektasi pemangkasan suku bunga (rate cut) dalam waktu dekat, sehingga Dolar AS (DXY) berpotensi menguat dan menyedot likuiditas dari aset berisiko.Saat ini, harapan terakhir pasar bertumpu pada rilis data inflasi (CPI) tanggal 13 Februari.

    Jika angka CPI gagal turun ke target 2.5% (tetap tinggi), pasar kripto berisiko menghadapi koreksi lanjutan karena narasi Higher for Longer (suku bunga tinggi ditahan lebih lama) akan kembali mendominasi sentimen global.

    Perkembangan Regulasi Kripto

    transaksi bitcoin di Korea Selatan
    • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025 mewajibkan exchange melaporkan transaksi kripto yang nilainya melebihi US$ 50.000.
    • Regulator Korea Selatan (FSS) memperketat pengawasan pasar kripto setelah insiden exchange lokal yang salah mendistribusikan reward hingga ribuan BTC per user (estimasi ~$44 miliar).
    • Bank terbesar Denmark, Danske Bank, resmi mengakhiri larangan produk kripto selama 8 tahun dan kini menawarkan ETP Bitcoin dan Ethereum kepada klien, didorong oleh permintaan yang meningkat dan regulasi yang lebih jelas.
    • Blockchain.com mendapatkan registrasi dari Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris untuk menjalankan bisnis aset kripto
    • Pertemuan di Gedung Putih antara perwakilan bank dan industri kripto soal Stablecoin berakhir tanpa kesepakatan.

    Adopsi Kripto oleh Institusi

    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
    • Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan optimisme bahwa target peningkatan jumlah konsumen/investor kripto sebesar 26% sepanjang 2026 realistis dicapai.
    • Bank of England memilih Chainlink untuk menguji “atomic settlement” pada aset yang ditokenisasi untuk menurunkan risiko gagal bayar.
    • Bank Sentral Malaysia (BNM) melalui Digital Asset Innovation Hub (DAIH) mengumumkan peluncuran tiga inisiatif yang melibatkan stablecoin mata uang lokal dan deposito tokenized. 
    • Robinhood meluncurkan public testnet untuk “Robinhood Chain”, sebuah Ethereum Layer 2 yang dibangun di atas Arbitrum.
    • Franklin Templeton dan Binance bekerja sama dalam program yang memungkinkan institusi menggunakan saham tokenized money market funds (Benji) sebagai jaminan perdagangan. 

    Performa Pasar Kripto Mingguan

    Minggu ini, pasar kripto memperlihatkan rotasi narasi yang sangat spesifik. Arus likuiditas yang sebelumnya terpaku pada “meme” kini mulai beralih drastis menuju narasi berbasis ekosistem (ecosystem plays) dan insentif komunitas. Dominasi infrastruktur baru seperti Berachain dan strategi airdrop farming menjadi tema utama, mengindikasikan bahwa investor sedang berlomba mengamankan posisi awal di proyek-proyek bervaluasi tinggi daripada sekadar berspekulasi buta.

    📈 Highlights:

    • Kebangkitan Ekosistem & Insentif 🐻 Sektor Bera Chain Ecosystem mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar +55.45%, divalidasi langsung oleh kenaikan token natifnya (BERA) yang terbang tinggi. Tren ini diperkuat oleh sektor Binance HODLer Airdrops yang melesat +53.56%.
    • Otomatisasi & Niche Market 🛠️ Di luar ekosistem besar, sektor niche seperti Moltbook and Openclaw memimpin klasemen dengan lonjakan +102%. Namun, yang patut diperhatikan adalah kenaikan sektor Trading Bots sebesar +29.29%. Hal ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar.
    • Top Gainers (Dominasi Pippin & Bera) 🚀 Juara performa minggu ini diraih oleh PIPPIN yang meroket tajam sebesar +183%, jauh meninggalkan pesaing lainnya. Di posisi kedua, BERA memimpin narasi minggu ini dengan kenaikan +115%, diikuti oleh SKR yang tumbuh solid sebesar +52.60%. Menariknya, sektor Pump Fun Ecosystem justru berada di posisi buncit Top 10 (+17.36%), mengonfirmasi bahwa demam meme mulai sedikit mendingin dibandingkan minggu-minggu sebelumnya.

    Pergerakan Harga Bitcoin

    Daily Chart Bitcoin – TradingView

    Daily Chart Bitcoin. Source: Tradingview (12 Feb 2026)
    Daily Chart Bitcoin. Source: Tradingview (12 Feb 2026)

    Pada minggu sebelumnya, Bitcoin diprediksi akan mencapai Fibonacci Extension di 1.618 (69,944), tetapi hal tersebut semakin merosot hingga Fibonacci 2.24 nya yang tidak diekspektasikan sebelumnya. Lalu, bagaimana selanjutnya?

    Pada timeframe daily, harga menunjukkan sudah broken dari support harga psikologis di 70K, pun ketika rebound dari harga psikologis 60K, Bitcoin hanya naik untuk turun lagi yang diindikasikan akan mengambil Liquidity di Fibonacci 2.24 (59,179) sebelum akhirnya kembali rebound. Tapi, kalau Rebound apakah artinya Reversal? Belum tentu. Bisa jadi ia hanya naik hanya untuk membentuk Lower High yang sudah ditunjukkan pada chart saat ini. Terus, gimana mint weeklynya?

    Timeframe Weekly sangat disayangkan sangat amat miris, izinn 🫸. Support terkuat yang sebelumnya dijebol dan kemungkinan akan mengejar MA 200(garis hijau) dan Ma 14 dan 50 sudah death cross, ditambah RSI <50. Menandakan bahwa kita memang lagi di fase bear market. Jadi, apa yang harus dilakukan? Jaga ketat kapital yang dimiliki saat ini, kalau bingung menghadapi volatilitas market menjelang Ramadhan. Bisa langsung nonton replay live Tokocrypto di Youtube yang membahas hal itu. Ingat, selain teknikal, psikologis juga penting.

    Daily:

    • Harga Bitcoin pada timeframe daily menunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan jebol dari area support.

    Weekly:

    • Harga Bitcoin pada timeframe weekly diprediksi menuju MA 200(garis hijau) sekaligus liquidity sebelumnya

    🔭 Short-Term Projection:

    Bullish Case:

    • Meski harga melemah, kemungkinan naik menunju Support Became Resistance kembali terjadi di Fibonacci 1.618 sekaligus angka psikologisnya 70K

    ⚠️ Bearish Case:Bitcoin sangat melemah dan kemungkinan akan menuju MA 200(garis hijau) sekaligus liquidity sebelumnya.

    Analisis Data On-Chain Bitcoin

    Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week

    Pasca guncangan volatilitas tinggi, Bitcoin kini terlihat sedang berkonsolidasi di rentang harga 70.000-60.000. Likuiditas memperlihatkan formasi “jepitan” yang jelas, di mana harga terjebak di antara tumpukan pesanan jual di atas dan jaring pengaman beli di bawah.

    • Resistensi ($69.000): Terlihat garis kuning cerah di level $69.000 yang kini bertindak sebagai strong resistance. Ini adalah area konsentrasi likuiditas posisi Short yang harus ditembus dengan volume besar agar harga bisa pulih kembali ke tren positif.
    • Lantai Pertahanan Terakhir ($60.000): Di sisi bawah, terdapat garis kuning yang sangat tebal dan terang di kisaran $60.000. Ini menandakan adanya antrean beli (bid wall) yang sangat masif, berfungsi sebagai bantalan terakhir untuk mencegah harga jatuh lebih dalam.

    🔍 Insight:

    • Pasar sedang dalam fase wait and see; kegagalan menembus resistance $69.000 berisiko besar memicu koreksi menuju ‘magnet’ likuiditas di level $60.000.

    Bitcoin: Miner to Exchange Flow

    Bitcoin kembali tertekan di kisaran harga $70.600 akibat gelombang distribusi masif dari sektor pertambangan (miners). Data on-chain memperlihatkan lonjakan aktivitas transfer dari dompet penambang menuju bursa Binance yang mencapai rekor tertinggi baru, memicu kekhawatiran akan tekanan jual lanjutan.

    • Distribusi Masif (~90.000 BTC): Sejak awal Februari, tercatat arus keluar miner-to-exchange ke Binance yang menembus angka akumulasi ~90.000 BTC. Batang hijau yang menjulang tinggi di ujung kanan grafik mengonfirmasi bahwa ini adalah level aktivitas pemindahan aset terbesar sejak tahun 2024, jauh melampaui rata-rata harian biasanya.
    • Likuiditas Operasional & Profit Taking: Pergerakan agresif ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penambang sedang memindahkan aset mereka untuk dilikuidasi guna menutup biaya operasional (OpEx) atau melakukan aksi ambil untung (profit taking).

    🔍 Insight: Aliran dana 90.000 BTC ke bursa adalah supply shock nyata; pasar membutuhkan waktu untuk menyerap likuiditas sebesar ini sebelum tren bullish dapat kembali terbentuk secara organik.

    Bitcoin: Long-Term Holder Spending

    Bitcoin saat ini resmi masuk ke fase redistribusi, bukan akumulasi. Data on-chain memperlihatkan ketimpangan ekstrem antara aksi jual investor lama dengan minat beli pasar yang menyusut drastis, menciptakan tekanan harga yang nyata.

    • Distribusi “Tangan Lama” (LTH Spending): Grafik menunjukkan lonjakan tajam pada garis biru, di mana cumulative outflow 30-hari dari pemegang jangka panjang mendekati level tertinggi siklusnya. Ini mengonfirmasi bahwa investor senior sedang gencar mencairkan keuntungan (profit taking) secara masif.
    • Krisis Permintaan (Negative Demand): Di saat suplai membanjir, indikator Apparent Demand Growth justru didominasi warna merah (negatif). Absennya bar hijau menandakan tidak adanya arus modal baru yang cukup kuat untuk menyerap likuiditas yang dilepas oleh para LTH tersebut.

    🔍 Insight:

    • Kombinasi mematikan antara ‘banjir suplai’ dari investor lama dan hilangnya permintaan baru menegaskan bahwa pasar sedang mencari keseimbangan harga yang lebih rendah sebelum akumulasi bisa dimulai kembali.

    Binance BTC Volatility & Range Engine

    Bitcoin saat ini sedang mengalami guncangan turbulensi pasar yang ekstrem. Metrik volatilitas di bursa Binance menunjukkan lonjakan aktivitas harga yang sangat agresif saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran level $70.000, menandakan ketidakstabilan pasar yang akut.

    • Rekor Volatilitas Tertinggi (~1.51): Grafik mencatat lonjakan tajam pada 7-day annualized volatility (garis oranye) yang mencapai angka 1.51, level tertinggi sejak periode kelam tahun 2022. Angka ini jauh melampaui volatilitas 30-hari (0.81) dan 90-hari (0.56), mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.
    • Risiko Guncangan Harga: Pelebaran jarak antara volatilitas jangka pendek dan jangka panjang ini mengindikasikan kondisi pasar yang “kacau balau”. Para trader harus waspada karena pergerakan harga harian menjadi sangat lebar dan sulit diprediksi.

    🔍 Insight: 

    • Lonjakan volatilitas mingguan ke angka 1.51 adalah sinyal ‘lampu merah’ bagi para spekulan; pasar sedang dikuasai emosi ketakutan ekstrem yang sering kali memicu pergerakan harga irasional sebelum stabilitas kembali ditemukan.

    Altcoin Update

    Perkembangan Proyek Altcoin

    MegaETH mengumumkan dukungan resmi untuk ERC-8004 (standar reputasi agen AI) bekerja sama dengan tim Ethereum dAI. Ini memungkinkan penyedia layanan AI untuk mendaftar secara native, ditemukan dalam ekonomi agen, dan membangun reputasi on-chain dengan biaya transaksi ultra-rendah.

    Linea resmi mengaktifkan dukungan untuk “Trustless Agents” via standar ERC-8004. Ini membawa identitas terverifikasi dan reputasi portabel bagi agen AI di seluruh ekosistem Ethereum, memungkinkan koordinasi antar-agen yang lebih aman dan terpercaya.

    BNB Chain Developers mengumumkan adopsi standar ERC-8004 untuk mengatasi masalah identitas agen AI. Standar ini memungkinkan agen AI membawa identitas dan riwayat reputasi mereka lintas platform, tidak lagi terkunci dalam satu aplikasi (“walled gardens”).

    ERC-8004 resmi aktif di OP Mainnet untuk membantu agen AI membawa identitas, reputasi, dan “trust” yang bisa diverifikasi lintas platform. Fokus utamanya: agen yang dibangun pihak berbeda bisa saling memverifikasi tanpa bergantung pada satu aplikasi tertutup.

    Pudgy Penguins Memperkenalkan Kartu Pengu di Visa, bekerja sama dengan KAST. Hal ini bisa memperluas basis pengguna non-kripto dan meningkatkan relevansi ekosistemnya di sisi payments.

    Analisis On Chain Altcoin

    Data on-chain “Whale to Exchange Flow” XRP di Binance berada di level terendah historis meski harga turun tajam ke ~$1.42. Hal ini menunjukkan tekanan jual saat ini didominasi retail (panic selling), sementara whale justru menahan diri (holding).

    Data on-chain Ethereum menunjukkan cadangan ETH di exchange turun ke level terendah sejak 2024 (hanya ~16 juta ETH tersisa). Penurunan supply ini terjadi di tengah sentimen bearish, menciptakan ketidakseimbangan supply-demand.

    Di tengah penurunan sekitar enam minggu, data on-chain menunjukkan wallet besar mengakumulasi PEPE dalam jumlah sangat besar. Top 100 wallet dilaporkan menambah total sekitar 23.02 triliun PEPE dalam ~4 bulan terakhir, yang dipandang sebagai sinyal “smart money” menyiapkan potensi reversal.

    Meskipun harga token $ZEC turun 50% pasca-kabar tim ECC bubar, sentimen positif muncul dari donasi publik Vitalik Buterin ke Shielded Labs. Data on-chain juga menunjukkan >5 juta ZEC terkunci di shielded pool, menandakan holder privasi jangka panjang tidak panik jual.

    Pertumbuhan market cap USDT berbalik negatif untuk pertama kalinya dalam ~2 tahun. Data on-chain menunjukkan 60-day average perubahan market cap USDT turun ke zona negatif (terakhir kejadian serupa disebut di Q3 2023). Secara nominal, market cap USDT turun dari >$187B ke sekitar $184.3B sejak awal Januari. Di periode yang sama, Tether juga melakukan burn besar (contoh: 3.5B USDT pada 10 Feb, dan 3B USDT bulan sebelumnya).

    Token Unlock (16–20 Februari 2026)

    Memasuki pertengahan Februari 2026, pasar kripto kembali diuji dengan jadwal rilis token yang cukup padat. Fokus investor minggu ini tertuju pada kesenjangan ekstrem antara proyek yang melepas suplai masif (inflasi tinggi) dengan proyek yang hanya mengalami emisi rutin. Keseimbangan order book akan sangat sensitif, terutama pada aset-aset dengan kapitalisasi pasar kecil namun menghadapi unlock besar.

    🔍 Highlight Unlock

    • 🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Status “Zona Bahaya” minggu ini dipimpin oleh Stable (STBL) senilai 57.7% dari kapitalisasi pasarnya pada 16 Februari. Selain itu, waspadai RollX (ROLL) dan Yooldo (ESPORTS) yang masing-masing akan melepas 28% dan 24.9% suplainya. Proyek infrastruktur LayerZero (ZRO) juga masuk kategori ini dengan rilis 10.3%, angka yang cukup signifikan untuk aset dengan kapitalisasi pasar hampir $500 Juta.
    • 🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko moderat, volatilitas mungkin terjadi pada Magma Finance (MAGMA) yang akan melepas 5.59% token ke pasar. BabyBoom (BBT) dan Kaito (KAITO) sebenarnya masuk kategori tinggi (14.1% dan 13.5%), tetapi karena market cap-nya sangat kecil, volatilitasnya sering kali dianggap sebagai risiko spekulatif menengah bagi trader agresif.
    • 🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Arbitrum (ARB) dan zkSync (ZK) hanya mencatatkan inflasi suplai masing-masing sebesar 1.59% dan 1.97%. Aset populer lainnya seperti Manta Network (MANTA) (3.38%), Pudgy Penguins (PENGU) (1.12%), dan ApeCoin (APE) (1.61%) juga berada di zona aman. Rilis di bawah 5% seperti ini umumnya adalah insentif rutin ekosistem yang mudah diserap pasar tanpa merusak tren harga.

    💡 Analisis untuk Investor/Trader:

    • Jauhi “Ledakan Suplai” (STBL & ROLL): Hindari menahan posisi pada Stable (STBL) menjelang tanggal 16 Februari. Penambahan suplai beredar hingga 57% dalam satu hari adalah resep pasti untuk volatilitas ekstrem ke arah bawah. Biarkan pasar menyerap kejutan suplai tersebut sebelum mencoba masuk.
    • Waspada Tekanan pada LayerZero (ZRO): Dengan unlock sebesar 10.3% senilai ~$51 Juta, ZRO mungkin akan menghadapi tekanan jual dari investor awal. Trader jangka pendek bisa memanfaatkan potensi short jika level support teknikal ditembus saat token dirilis.
    • Saatnya Serok L2 (ARB & ZK): Bagi investor fundamental, periode unlock pada Arbitrum atau zkSync sering kali hanya menimbulkan “koreksi cantik”. Karena persentase rilisnya sangat minim (<2%), penurunan harga sesaat justru menjadi peluang emas untuk akumulasi (buy the dip) sebelum narasi Layer-2 kembali menguat.

    Proyeksi & Analisis

    Pasar kripto minggu ini kembali tertekan oleh gelombang koreksi lanjutan. Market Cap & Volume turun menjadi $2.30 Triliun (-6%). Didukung oleh CoinMarketCap 100 Index yang merosot lebih dalam ke level $131.76 (-7.12%). Sementara Indikator Fear & Greed juga ambruk ke angka tunggal, yakni 8, mempertegas status ‘Extreme Fear’ (Ketakutan Ekstrem) yang semakin parah dibandingkan minggu lalu. 

    Di sisi lain, CMC Altcoin Season Index turun kembali ke skor 29/100, menjauh dari zona musim altcoin. Angka ini menegaskan bahwa dominasi ‘Bitcoin Season’ masih sangat kuat. Di tengah ketidakpastian makro dan teknikal, investor cenderung defensif dan enggan mengambil risiko pada aset altcoin, menyebabkan likuiditas di pasar sekunder semakin kering.

    🔮Outlook Minggu Depan:

    ✅Harga Bitcoin pada menunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan jebol dari area support.

    • Bullish case: Meski harga melemah, kemungkinan kembali naik menunju Support Became Resistance terjadi di Fibonacci 1.618 sekaligus angka psikologisnya 70K
    • Bearish case: Bitcoin sangat melemah dan kemungkinan akan menuju MA 200(garis hijau) sekaligus liquidity sebelumnya.

    Zona likuidasi & teknikal:

    • Zona $69.000 ➜ Menjadi resistance terdekat; tumpukan likuiditas di level ini kini bertindak sebagai tembok tebal yang menghambat pemulihan harga. 
    • Zona $60.000 ➜ Area support (batas bawah) paling krusial yang berfungsi sebagai likuiditas terakhir untuk mencegah harga jatuh lebih dalam.

    Narrative utama: 

    • Sektor Moltbook and Openclaw (+102%) dan Bera Chain Ecosystem (+55.45%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi infrastruktur baru dan strategi airdrop farming
    • Token PIPPIN mencatat kenaikan masif sebesar (+183%), disusul oleh BERA (+115%) dan SKR (+52.60%).

    On-chain Insight & Derivatif:

    • Miner to Exchange Flow ➜ Arus masuk ke Exchange masif ~90.000 BTC.
    • LTH Spending & Demand ➜ Pasar masuk fase redistribusi.
    • Volatility Index ➜ Volatilitas mingguan meroket ke level 1.51, rekor tertinggi sejak 2022.

    Fokus pada sektor Moltbook and Openclaw dan Bera Chain Ecosystem yang saat ini menjadi primadona di tengah pasar yang berdarah. Jauhi keinginan untuk membeli aset yang menghadapi ‘tsunami’ suplai seperti Stable (STBL) (~57.7%) dan RollX (ROLL) (~28%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, manfaatkan diskon pasar saat ini untuk mencicil (akumulasi) proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Arbitrum (ARB) atau zkSync (ZK). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (8) dan dominasi Bitcoin Season (29) masih menguat, prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

    Edukasi Kripto

    ERC-8004: “KTP & Raport” Resmi untuk AI Agent! 

    Selama ini, AI Agent (seperti bot trading atau asisten DeFi) di blockchain itu seperti “hantu”—kita tidak tahu siapa mereka, siapa pembuatnya, atau apakah mereka bisa dipercaya. ERC-8004 hadir untuk mengubah itu dengan memberikan Identitas dan Reputasi yang sah secara on-chain.

    Didukung oleh tim dari MetaMask, Ethereum Foundation, Google, dan Coinbase, standar ini menciptakan “Pasar Tenaga Kerja” untuk AI.

    Kenapa ERC-8004 Revolusioner?

    1. Agent sebagai NFT (Identity Registry) 🛂 Setiap AI Agent kini memiliki “Paspor” berbentuk NFT (ERC-721). Ini bukan sekadar gambar, tapi berisi data “siapa saya”, “apa skill saya” (misal: jago arbitrase, jago analisa), dan “di mana dompet saya”. Ini membuat Agent bisa dikenali, dilacak, dan tidak bisa dipalsukan.
    2. Sistem “Bintang 5” On-Chain (Reputation Registry) ⭐ Bayangkan sistem rating Uber/Gojek tapi untuk AI. Jika sebuah Agent bekerja dengan baik (misal: profit konsisten), user bisa memberi reputasi positif yang tercatat selamanya di blockchain. Sebaliknya, jika Agent menipu atau gagal, reputasinya hancur dan tidak akan ada yang mau mempekerjakannya lagi.
    3. Verifikasi Kerja (Validation Registry) ✅ Kita tidak perlu “percaya buta”. Standar ini memungkinkan pihak ketiga (validator) untuk memeriksa apakah tugas yang dikerjakan Agent benar-benar valid (menggunakan teknologi seperti zkML atau TEE). Jadi, kita membayar Agent hanya jika kerjanya terbukti beres.

    💡 Insight: “ERC-8004 mengubah AI dari sekadar ‘chatbot pintar’ menjadi ‘Pekerja Digital Otonom’ yang memiliki karir, reputasi, dan gaji sendiri. Ini adalah langkah awal menuju ekonomi di mana manusia dan AI bisa berkolaborasi (atau saling mempekerjakan) tanpa rasa takut ditipu.”

    Pengumuman

    Promo Imlek Tokocrypto: Raih Angpao Bitcoin & Cashback hingga Rp100 Juta!

    Kabar gembira buat kamu yang ingin naik kelas jadi anggota VIP di Tokocrypto! Dalam rangka merayakan momen spesial ini, Tokocrypto bagi-bagi Angpao Bitcoin dengan total hadiah fantastis bagi pengguna yang aktif melakukan trading.

    Periode Event: 11 Februari 2026 – 10 Maret 2026

    Skema Hadiah & Persyaratan

    Promo ini berlaku bagi pengguna individu yang sudah verifikasi KYC Level 1, dengan detail sebagai berikut:

    1. Pengguna Baru (Daftar 11 Feb 2025 – 10 Mar 2025)

    • Deposit: Minimal akumulasi Rp250 Juta → Bonus Rp888.000.
    • Trading: Minimal akumulasi Rp1,5 Miliar → Bonus Rp4.168.000.
    • Total Hadiah: Bisa dapet hingga Rp5.056.000.

    2. Pengguna Lama

    • Berlaku untuk user dengan volume trading di bawah Rp1,5 Miliar dalam 30 hari terakhir.
    • Cukup capai akumulasi trading Rp1,5 Miliar selama periode event untuk dapet cashback Rp5.056.000.

    3. Bonus Spesial: VIP Reactivation & Upgrade

    • Reaktivasi VIP: User VIP yang tidak aktif cukup trading minimal Rp1,5 Miliar untuk bonus tambahan Rp888.000.
    • Upgrade Level: Naikkan level VIP kamu selama periode campaign dan dapatkan ekstra Rp888.000.

    Catatan Penting:

    • Pendaftaran: Wajib mendaftar melalui menu Reward Hub.
    • Bentuk Hadiah: Semua cashback akan diberikan dalam bentuk Token Bitcoin (BTC).
    • Kuota Terbatas: Hanya tersedia untuk 10 peserta pertama yang memenuhi syarat.

    Jangan lewatkan kesempatan jadi bagian dari Prestige Tokocrypto dan bawa pulang Angpao Bitcoin kamu!

    Baca juga: Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 13 Februari 2026: Tekanan Jelang Akhir Pekan?

    Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (13/2) menunjukkan pergerakan campuran dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. ME meroket 30% ke $0,1847 pada Jumat (13/2), diikuti MOODENG yang naik 21% ke $0,052154, serta 0G yang menguat 15% hingga $0,645. Kenaikan ini mencerminkan rotasi modal ke altcoin berisiko tinggi di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

    Dari sisi sentimen global, laporan dari Standard Chartered memproyeksikan Bitcoin berpotensi turun ke $50.000 sebelum menemukan titik akumulasi ideal. Di saat yang sama, Ether dan XRP tengah menguji level support krusial. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Jelang Akhir Pekan

    • ME meroket 30% ke level $0,1847 hari ini, Jumat (13/2).
    • MOODENG naik 21%, kini diperdagangkan $0,052154.
    • 0G melesat 15% hingga menyentuh $0,645.

    Standard Chartered: BTC Bisa Turun ke $50.000, Waktunya Beli

    • Standard Chartered sebut Bitcoin berpotensi turun ke $50.000.
    • Ether dan XRP uji support penting di tengah volatilitas.
    • Indeks Fear & Greed capai level ketakutan ekstrem dan panik.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    XRP Dekati Titik Terendah Saat RLUSD Capai Rekor

    • XRP masuki tren bearish dalam beberapa bulan terakhir.
    • Pasokan stablecoin Ripple (RLUSD) tembus $1,5 Miliar.
    • XRP oversold dan bentuk pola falling wedge.

    Efek Tokenisasi Citi $2,6 Triliun terhadap Prediksi Harga Solana

    • Harga Solana turun pasca ekspansi jaringan Citigroup.
    • Ekspansi solana pesat, alamat aktif tembus 118 juta.
    • Pola head and shoulders Solana berpotensi turun ke $50.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ASTER Naik ke $0,70, Aster Chain Mainnet Resmi Meluncur Maret

    Aster, decentralized perpetual exchange yang disebut mendapat dukungan dari pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ), mengumumkan rencana peluncuran mainnet layer-1 miliknya, Aster Chain, pada Maret 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform X pada Rabu, sebagai bagian dari roadmap Aster untuk tahun 2026.

    Dilaporkan Crypto Briefing, peluncuran mainnet ini akan menjadi langkah besar bagi Aster, yang sebelumnya telah menjalankan testnet pada awal Februari 2026 setelah melewati tahap uji coba whitelisted pada akhir 2025. Tim menyebut testnet tersebut telah menarik lebih dari 50.000 partisipan sebelum memasuki fase produksi penuh melalui mainnet.

    Fokus Infrastruktur Baru dengan Fitur Privacy-First

    Menurut tim Aster, peluncuran Aster Chain dirancang untuk memperkuat infrastruktur platform dengan menghadirkan jaringan khusus yang mendukung produk-produk on-chain Aster. Selain itu, jaringan layer-1 ini juga ditujukan untuk mendukung pengembang melalui tools builder serta menyediakan integrasi fiat on/off-ramp.

    Aster Chain disebut membawa pendekatan privacy-first, yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan jaringan tersebut.

    Baca juga: Aster Resmi Rilis Testnet L1, Harga ASTER Naik 17% ke $0,55

    Upgrade DEX: Governance, Staking, hingga Real-World Asset Trading

    Selain peluncuran mainnet, Aster juga menyatakan bahwa tahun 2026 akan difokuskan untuk peningkatan DEX secara community-driven. Sejumlah inisiatif yang disiapkan meliputi sistem governance berbasis native token, staking untuk meningkatkan partisipasi pengguna, serta perluasan fitur trading berbasis aset dunia nyata.

    Aster menargetkan ekspansi ke produk real-world assets (RWA), termasuk pasar perpetual berbasis saham (stock perpetual markets). Langkah ini dinilai dapat memperluas penawaran synthetic trading Aster, tidak hanya terbatas pada aset kripto.

    Harga ASTER Menguat ke $0,70

    Di tengah pengumuman tersebut, token Aster (ASTER) tercatat menguat sekitar 9% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0,70. Kapitalisasi pasar ASTER berada di level sekitar $1,73 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar $278 juta.

    Dalam tujuh hari terakhir, ASTER tercatat naik sekitar 29%, meski dalam 90 hari terakhir masih mengalami penurunan lebih dari 33%. Total suplai maksimum ASTER tercatat sebesar 8 miliar token, sementara suplai beredar saat ini berada di angka sekitar 2,48 miliar token.

    Dengan peluncuran mainnet yang dijadwalkan pada Maret, pasar kini menunggu detail lebih lanjut terkait implementasi fitur privacy-first serta bagaimana Aster akan mengembangkan ekosistem DEX dan produk derivatifnya sepanjang 2026.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dengan fokus pada inovasi fitur trading seperti TWAP dan privasi on-chain, Aster mencoba membedakan diri dari kompetitor DEX tradisional yang mulai jenuh.

    “Ekspansi roadmap ini sangat krusial untuk menarik trader profesional yang membutuhkan eksekusi cepat namun tetap menjaga anonimitas dan keamanan aset mereka secara desentralisasi,” analisanya.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

    Artikel Sentient ini disusun oleh Tim Research Tokocrypto untuk memberikan gambaran dan analisis awal mengenai proyek Sentient, termasuk potensi pengembangan teknologi AI open-source Sentient dalam ekosistem AI dan aset kripto global.

    Perkembangan sektor Artificial Intelligence (AI) dalam industri kripto saat ini masih didominasi oleh sistem tertutup (closed-source), di mana pengembangan teknologi dan kontrol pengambilan keputusan umumnya berada di bawah satu entitas terpusat. Di tengah meningkatnya tren AI agent yang dapat berinteraksi secara langsung dengan ekosistem on-chain, kebutuhan terhadap AI yang bersifat terbuka (open-source) semakin menguat. Dalam konteks ini, Sentient muncul sebagai proyek yang menawarkan pendekatan berbeda dengan membangun ekosistem AI terbuka yang dapat dikembangkan secara kolektif oleh komunitas.

    Sentient memosisikan diri sebagai “rumah” bagi AI open-source, di mana AI agent tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga dapat digunakan secara terdesentralisasi. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan prinsip dasar industri kripto yang menekankan keterbukaan dan sistem tanpa izin (open & permissionless). Dengan demikian, Sentient menjadi salah satu proyek yang menarik perhatian di tengah berkembangnya narasi AI agent economy dalam pasar kripto.

    Apa Itu Sentient?

    Sentient merupakan platform AI open-source yang bertujuan membangun sistem AI tingkat lanjut menuju Artificial General Intelligence (AGI). Berbeda dari pengembangan AI konvensional, Sentient mengedepankan pendekatan komunitas, di mana proses pengembangan, logika reasoning, hingga pengambilan keputusan tidak dikendalikan oleh satu pihak. Sentient membangun teknologi inti yang bersifat open-source sehingga developer dapat menciptakan AI agent secara permissionless dan mengintegrasikannya langsung ke dalam ekosistem kripto.

    Untuk mendukung visi tersebut, Sentient menghadirkan infrastruktur dan sistem tata kelola berbasis blockchain agar proses pengembangan AI dapat berlangsung secara transparan dan terdistribusi.

    Tokenomics Sentient dan Peran $SENT

    Dalam ekosistem Sentient, token utama yang digunakan adalah $SENT. Token ini berada di bawah kontrol DAO (Decentralized Autonomous Organization) dan berfungsi sebagai alat untuk mendanai pertumbuhan ekosistem serta memberikan reward berbasis kontribusi komunitas. Selain itu, $SENT juga memiliki fungsi untuk staking, governance, serta kebutuhan pembayaran layanan AI.

    Distribusi token $SENT menunjukkan dominasi porsi untuk komunitas. Sebanyak 44% dialokasikan untuk komunitas dan airdrop, 22% untuk tim, 19,55% untuk ekosistem dan R&D, 12,45% untuk investor, serta 2% untuk public sale. Struktur ini memperlihatkan fokus Sentient terhadap pembangunan jangka panjang berbasis partisipasi komunitas.

    Baca juga: United Stables Hadir sebagai Stablecoin Baru untuk Dorong Adopsi Massal

    Cara Kerja Sentient: Menggabungkan AI Pipeline dan Blockchain

    Sentient mengintegrasikan AI pipeline dengan blockchain untuk menciptakan ekosistem AI terdesentralisasi. AI pipeline digunakan untuk mengelola proses kurasi data dan pengembangan model AI, sementara blockchain berperan sebagai fondasi tata kelola, kepemilikan, dan sistem insentif.

    Model AI yang dihasilkan dalam ekosistem Sentient dapat ditokenisasi dan ditempatkan di on-chain, sehingga kepemilikan serta penggunaan model dapat dikelola secara transparan melalui smart contract. Melalui sistem governance, komunitas yang berkontribusi dalam pengembangan AI agent juga dapat memperoleh reward sesuai kontribusi yang diberikan.

    GRID: Infrastruktur Utama Sentient untuk AI Agent

    Produk utama Sentient adalah GRID, yakni infrastruktur open-source yang dirancang untuk membangun AI agent secara transparan dan terukur. GRID memungkinkan komunitas menilai performa AI agent dan model reasoning secara objektif, sekaligus menyediakan mekanisme audit untuk membangun kepercayaan.

    GRID juga berperan sebagai penghubung antara teknologi AI dan insentif ekonomi. Artinya, kontribusi komunitas maupun penggunaan AI agent dapat dikaitkan langsung dengan kepemilikan, reward, serta tata kelola on-chain. Hal ini menjadikan GRID sebagai fondasi penting bagi visi Sentient untuk menciptakan sistem AI yang benar-benar terdesentralisasi.

    Cara Menggunakan GRID

    Bagi developer, penggunaan GRID dilakukan dengan cara menghubungkan (plug-in) model, agent, data, atau tools AI yang mereka bangun ke dalam infrastruktur GRID. Sementara itu, bagi pengguna, GRID dapat diakses melalui Sentient Chat, di mana pengguna dapat memilih berbagai AI agent dan model reasoning yang tersedia.

    Selain melalui Sentient Chat, builder maupun pengguna juga dapat mengakses GRID secara langsung melalui layanan berbayar seperti penggunaan API key. Skema ini membuka peluang monetisasi sekaligus meningkatkan utilitas token $SENT dalam ekosistem.

    Ekosistem Sentient dalam GRID

    Sentient mencatat bahwa GRID saat ini telah memiliki lebih dari 110 partner. Ekosistem tersebut mencakup lebih dari 50 AI agent, 50 penyedia data, enam model AI, serta lebih dari 10 penyedia komputasi. Beberapa komponen pendukung yang telah terintegrasi meliputi Sentient Chat, Dobby, Model Fingerprinting Library, dan Open Deep Search.

    Partner GRID berasal dari ekosistem Web2 dan Web3, termasuk Napkin, Exa, Caldo, Kaito, Messari Co-Pilot, The Graph, hingga EigenLayer. Hal ini menunjukkan bahwa Sentient tidak hanya membangun infrastruktur internal, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas ekosistem.

    Perbandingan Sentient dengan Kompetitor

    Jika dibandingkan dengan proyek AI crypto lain seperti Bittensor dan Fetch.AI, Sentient memiliki diferensiasi yang lebih menonjol pada pendekatan full-stack dan fokus open-source AGI. Sentient membangun arsitektur GRID yang mengkoordinasikan AI end-to-end, sementara Bittensor lebih menitikberatkan pada subnet machine learning berbasis insentif, dan Fetch.AI fokus pada ekonomi AI agent serta koordinasi layanan peer-to-peer.

    Token dalam Sentient juga memiliki peran lebih luas karena digunakan untuk governance, staking, reward, serta pembayaran kualitas AI. Berbeda dengan Bittensor yang fokus pada reward performa ML, dan Fetch.AI yang lebih banyak digunakan untuk governance dan biaya layanan.

    Katalis Harga: Faktor Pendukung dan Risiko

    Dari sisi peluang, katalis utama yang dapat mendorong kenaikan harga $SENT adalah meningkatnya adopsi GRID oleh developer, menguatnya narasi AI open-source dan AI agent economy, serta implementasi nyata utilitas token untuk pembayaran, staking, dan governance.

    Namun, proyek ini juga memiliki risiko penurunan harga. Beberapa faktor yang dapat menjadi tekanan antara lain inflasi tokenomics, adopsi GRID yang tidak memenuhi ekspektasi pasar, serta persaingan ketat dari proyek AI terdesentralisasi lain maupun AI berbasis Web2 yang terus berkembang cepat.

    Kesimpulan

    Sentient merupakan proyek AI crypto yang berfokus pada pengembangan AI open-source dan terdesentralisasi. Dengan GRID sebagai infrastruktur utama, Sentient berupaya menghubungkan AI, sistem on-chain, serta insentif ekonomi dalam satu ekosistem terintegrasi. Potensi jangka panjang token $SENT sangat bergantung pada kemampuan proyek ini mendorong adopsi GRID oleh developer dan pengguna, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor AI crypto.

    Sentient tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto. Pembelian SENT bisa dilakukan di Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan SENT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Cap USDT Turun ke $184,3 Miliar, Sinyal Bear Market Datang?

    Pergerakan terbaru Tether (USDT) memunculkan sinyal yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan market cap USDT kini berbalik menjadi negatif setelah sebelumnya mencatat ekspansi selama hampir dua tahun. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa likuiditas di pasar kripto mulai menyusut dan risiko fase bearish kembali meningkat.

    Sebagai stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, USDT sering digunakan sebagai indikator masuk atau keluarnya modal dari pasar kripto. Ketika suplai USDT meningkat, itu biasanya menandakan adanya likuiditas baru yang siap masuk ke aset kripto seperti Bitcoin. Sebaliknya, ketika pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif, hal tersebut mengindikasikan bahwa modal justru keluar dari pasar.

    Data CryptoQuant: Pertumbuhan USDT Masuk Zona Negatif

    Data CryptoQuant menunjukkan bahwa rata-rata 60 hari perubahan market cap USDT berubah menjadi negatif pada Februari 2026. Terakhir kali kondisi serupa terjadi adalah pada kuartal ketiga 2023.

    Grafik tersebut memperlihatkan korelasi erat antara harga Bitcoin dan pertumbuhan market cap USDT. Ketika suplai USDT mengembang, likuiditas baru masuk dan mendukung reli harga. Namun, ketika pertumbuhan negatif, daya beli melemah dan reli cenderung lebih rapuh serta mudah terkoreksi.

    Analis Crypto Tice menyatakan bahwa secara historis, kenaikan berkelanjutan Bitcoin jarang terjadi ketika suplai stablecoin sedang menyusut. Artinya, selama kontraksi USDT berlangsung, potensi kenaikan harga cenderung terbatas.

    Market Cap USDT Turun dari $187 Miliar ke $184,3 Miliar

    Dilaporkan BeInCrypto, data CoinGecko menunjukkan bahwa sejak awal Januari, kapitalisasi pasar USDT turun dari lebih dari $187 miliar menjadi sekitar $184,3 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas burn besar-besaran oleh Tether.

    Pada 10 Februari, Whale Alert melaporkan bahwa Tether membakar 3,5 miliar USDT. Sebelumnya, perusahaan juga membakar 3 miliar USDT pada bulan lalu. Data CryptoQuant mencatat bahwa dua pembakaran ini merupakan yang terbesar secara beruntun dalam sejarah.

    Burn tersebut terjadi ketika investor menukar USDT kembali ke mata uang fiat. Tether kemudian menghapus USDT yang ditebus dari peredaran untuk menjaga keseimbangan cadangan dan mempertahankan patokan 1:1 terhadap dolar AS.

    Seorang investor bernama Ted menyebut bahwa tren suplai USDT kini berada dalam fase penurunan untuk pertama kalinya sejak kuartal pertama 2025 dan menilai kondisi tersebut sebagai sinyal yang kurang positif bagi pasar.

    Sinyal Sideways atau Penurunan Lebih Dalam?

    Meski demikian, data historis memberikan perspektif tambahan. Sejak 2022, periode ketika rata-rata 60 hari pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif biasanya berlangsung sekitar dua bulan. Fase tersebut sering bertepatan dengan pergerakan Bitcoin yang cenderung sideways dan pembentukan local bottom.

    Contohnya terjadi pada November 2022 hingga Januari 2023 serta Agustus hingga Oktober 2023. Dalam periode tersebut, pasar bergerak stagnan sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.

    Namun, dalam skenario yang lebih bearish, Bitcoin disebut berpotensi turun di bawah $43.000 apabila level support kunci di $63.000 gagal bertahan. Dengan likuiditas yang menyusut, reli harga berisiko menjadi rapuh dan lebih rentan terhadap aksi jual.

    Secara keseluruhan, berbaliknya pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk memantau dinamika likuiditas. Apakah ini awal fase bearish baru atau sekadar konsolidasi sebelum pemulihan, akan sangat bergantung pada arah permintaan dan stabilitas pasar dalam beberapa bulan ke depan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi suplai stablecoin biasanya dibaca sebagai penurunan likuiditas “amunisi” pasar, membuat reli BTC/kripto lebih rapuh dan rentan sell-off.

    “Secara historis, fase ketika metrik ini negatif sering berkorelasi dengan pasar sideways atau penurunan lanjutan sebelum recovery beberapa bulan berikutnya. Intinya: selama stablecoin supply menyusut, pasar cenderung berada di fase risk-off/demand lemah,” katanya.

    Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siap-siap! Chiliz Rilis Strategi Baru Sambut Piala Dunia 2026

    Platform fan engagement berbasis blockchain, Chiliz, resmi merilis roadmap strategis tiga fase menuju gelaran Piala Dunia FIFA 2026.

    Menurut laporan BeInCrypto pada Rabu (11/2), roadmap ini menandai perubahan arah signifikan dalam strategi bisnis Chiliz, dengan dua fokus utama: ekspansi agresif ke pasar Amerika Serikat dan transformasi Fan Token ke model omnichain.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya Chiliz untuk memanfaatkan momentum salah satu event olahraga terbesar di dunia, sekaligus memperluas utilitas Fan Token di luar ekosistem tertutup (walled garden) yang selama ini menjadi ciri khas Chiliz Chain.

    Baca Juga: Pendiri Chiliz Alokasikan 38 Juta CHZ Bantu Pengguna FTX Terdampak

    Tiga Fase Roadmap Menuju FIFA World Cup 2026

    Dalam roadmap terbarunya, Chiliz membagi strategi pengembangan menuju 2026 ke dalam tiga fase utama.

    Meskipun detail teknis tiap fase akan dirilis bertahap, garis besar strateginya cukup jelas: memperluas basis pengguna, meningkatkan utilitas token, dan menyiapkan infrastruktur lintas-chain yang lebih fleksibel.

    Salah satu sorotan terpenting adalah rencana peluncuran Fan Token untuk tim nasional, bukan hanya klub sepak bola seperti yang selama ini mendominasi ekosistem Chiliz.

    Ini membuka segmen pasar baru yang jauh lebih luas, mengingat basis pendukung tim nasional umumnya melampaui fanbase klub.

    Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Chiliz melihat peluang besar untuk menjangkau pasar Amerika Utara, khususnya AS yang selama ini relatif kurang tersentuh oleh model Fan Token tradisional.

    Fokus Ekspansi ke Pasar Amerika Serikat

    Amerika Serikat menjadi target utama dalam roadmap ini. Pasar AS dikenal memiliki ekosistem olahraga yang sangat besar, komersial, dan terintegrasi dengan teknologi digital.

    Dengan mendekatnya Piala Dunia 2026, minat publik AS terhadap sepak bola diperkirakan meningkat signifikan.

    Bagi Chiliz, ekspansi ke AS bukan sekadar soal branding, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan federasi sepak bola nasional, sponsor besar, serta platform teknologi lokal.

    Peluncuran Fan Token tim nasional dipandang sebagai pintu masuk strategis untuk menjangkau audiens mainstream yang belum tersentuh kripto secara mendalam.

    Transisi ke Model Omnichain

    Selain ekspansi pasar, perubahan paling fundamental dalam roadmap Chiliz adalah rencana transisi ke model omnichain.

    Model ini memungkinkan Fan Token tidak lagi terkunci secara eksklusif di Chiliz Chain, melainkan dapat diperdagangkan dan digunakan lintas jaringan blockchain.

    Langkah ini bertujuan mengatasi keterbatasan likuiditas dan utilitas yang selama ini menjadi kritik utama terhadap Fan Token.

    Dengan pendekatan omnichain, Fan Token berpotensi diperdagangkan di berbagai DEX lintas-chain, digunakan sebagai aset kolateral DeFi, dan terintegrasi dengan ekosistem Web3 yang lebih luas.

    Integrasi DeFi Wallet di Socios.com

    Sebagai bagian dari roadmap, Chiliz juga berencana mengintegrasikan dompet DeFi langsung ke dalam aplikasi Socios.com.

    Integrasi ini akan mempermudah pengguna ritel untuk mengakses fitur Web3 seperti swap, staking, dan interaksi lintas-chain tanpa harus keluar dari ekosistem Socios.

    Langkah ini menunjukkan upaya Chiliz untuk menjembatani pengalaman pengguna Web2 dan Web3, sekaligus meningkatkan retensi dan engagement pengguna Fan Token.

    Strategi Besar Mengarungi 2026

    Menanggapi roadmap ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perubahan arah Chiliz bersifat strategis dan tepat waktu.

    “Pivot ke tim nasional dan pasar AS adalah langkah strategis memanfaatkan hype Piala Dunia 2026. Transisi ke model omnichain juga krusial: membebaskan Fan Token dari ‘walled garden’ Chiliz Chain agar bisa diperdagangkan lintas-chain, meningkatkan likuiditas dan utilitas DeFi,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada eksekusi teknis dan kemitraan yang berhasil dibangun menjelang 2026.

    Implikasi bagi Ekosistem Fan Token

    Pergerakan harga Chilliz (CHZ/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chiliz (CHZ/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika roadmap ini terealisasi dengan baik, Chiliz berpotensi mengubah posisi Fan Token dari sekadar alat engagement menjadi aset digital dengan utilitas finansial nyata.

    Likuiditas yang lebih tinggi dan integrasi DeFi dapat menarik segmen pengguna baru, termasuk trader dan investor kripto yang sebelumnya kurang tertarik pada Fan Token.

    Namun, tantangan tetap ada, mulai dari regulasi di AS hingga persaingan dengan ekosistem blockchain lain yang juga mengincar sektor sports & entertainment.

    Baca Juga: Chiliz Masuk Digital Asset Treasury Berbasis CHZ, Sinyal Kuat Harga

    Roadmap tiga fase Chiliz menuju Piala Dunia FIFA 2026 menandai babak baru evolusi Fan Token.

    Dengan fokus pada pasar AS, peluncuran Fan Token tim nasional, dan transisi ke model omnichain, Chiliz berupaya keluar dari batasan lama dan mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka dan scalable.

    Bagi industri kripto, langkah ini menunjukkan bagaimana event global dan interoperabilitas blockchain dapat menjadi katalis pertumbuhan ekosistem Web3 di sektor olahraga dan hiburan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 11 Februari 2026: Kembali Konsolidasi, Ada Tekanan!

    Pasar kripto hari ini, Rabu (11/2) kembali bergerak dalam fase konsolidasi, namun sejumlah altcoin mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan. GHST memimpin reli dengan kenaikan tajam hingga 117% ke level $0,174, disusul DF yang menguat 71% ke $0,004843, serta ATM yang naik 38% menyentuh $1,257642. Pergerakan ini menunjukkan masih adanya minat spekulatif di tengah pasar yang belum menemukan arah jelas.

    Di sisi makro, Bitcoin tetap berada dalam tekanan bearish setelah turun drastis dari puncak $126.300 ke area $68.300. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Kembali Konsolidasi

    • GHST melonjak 117% hari ini, capai level harga $0,174.
    • DF tumbuh positif 71%, harga kini di level $0,004843.
    • ATM catat kenaikan signifikan 38% sentuh $1,257642.

    Analisis Harga Bitcoin Jelang Data NFP, Inflasi, dan KTT Gedung Putih

    • Bitcoin tetap bearish pekan ini, turun dari $126.300 ke $68.300.
    • Gedung Putih gelar KTT kripto besar pada Selasa depan.
    • AS akan rilis data inflasi dan tenaga kerja penting minggu ini.

    Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA*

    Doge & SHIB Anjlok Setelah Tembus Level Support Kunci

    • Doge tembus $0,10; tren bearish berlanjut dengan resistensi $0,105–$0,12.
    • Support Doge di $0,08; berisiko jatuh ke $0,07 jika tekanan berlanjut.
    • SHIB di $0,00000552; butuh balik ke $0,00000700 untuk pulih meski ada burn token.

    Prediksi Harga ETH: Analis Soroti Potensi Titik Terendah Historis

    • Metrik MVRV tunjukkan ETH di level terendah pasar; perdebatan harga memanas.
    • Michaël van de Poppe: ETH sangat undervalued dan siap pulih kuat.
    • Jao Wedson: Kapitulasi terjadi, namun risiko penurunan lanjutan tetap ada.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini

    Pasar altcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah mengalami tiga minggu penurunan tajam. Meski tekanan beli mulai kembali muncul, sentimen investor masih dipenuhi keraguan dan pasar belum sepenuhnya pulih. Namun, beberapa altcoin kini memiliki katalis yang berpotensi mendorong reli besar dalam pekan kedua Februari, sehingga meningkatkan risiko short liquidation secara signifikan.

    Dalam laporan terbaru, Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), dan Zcash (ZEC) disebut berpotensi memicu likuidasi lebih dari $3,1 miliar apabila harga bergerak naik dan para trader yang memasang posisi short gagal mengantisipasi risiko. Penurunan suplai di exchange serta membaiknya sentimen pasar disebut bisa memperbesar pergerakan harga di luar ekspektasi.

    Ethereum (ETH) Berisiko Picu Likuidasi $3 Miliar Jika Tembus $2.370

    Ethereum menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan karena peta likuidasi 7 hari menunjukkan potensi likuidasi dari posisi short jauh lebih besar dibanding posisi long. Hal ini mengindikasikan banyak trader masih memperkirakan penurunan lanjutan, terutama setelah ETH anjlok sekitar 40% sejak pertengahan Januari.

    Namun, tekanan bearish tersebut mulai menghadapi risiko baru. Data on-chain menunjukkan cadangan ETH di exchange kini hanya tersisa sekitar 16 juta ETH, level terendah sejak 2024. Arus keluar ETH dari exchange meningkat seiring sell-off yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengurangi suplai yang tersedia di pasar.

    Selain itu, lebih dari 4 juta ETH juga tercatat berada dalam antrean staking. Kondisi ini semakin menekan suplai likuid yang bisa diperdagangkan. Jika pemulihan harga ETH menguat akibat ketidakseimbangan suplai dan permintaan, maka posisi short dapat terjebak dalam tekanan likuidasi besar.

    Laporan tersebut menyebut bahwa jika ETH naik menuju $2.370 pada pekan ini, potensi likuidasi dari posisi short bisa mencapai $3 miliar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah setup klasik untuk “Short Squeeze”. Trader bertaruh harga turun (shorting), tapi supply fisik di exchange menipis. Jika harga rebound sedikit saja (misal ke $2.370), potensi likuidasi short bisa mencapai $3 miliar, memaksa pembelian paksa yang melambungkan harga lebih tinggi.

    Baca juga: Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

    Dogecoin (DOGE) di Bawah $0,10, Potensi Short Squeeze Menuju $0,109

    Dogecoin juga masuk daftar altcoin yang berisiko memicu likuidasi besar. DOGE kini turun di bawah $0,10, yang merupakan level terendahnya pada 2024. Berdasarkan peta likuidasi 7 hari, DOGE dapat memicu short liquidation hingga $98 juta apabila harga naik menuju $0,109 pada pekan ini.

    Dilaporkan BeInCrypto, sejumlah analis menilai skenario rebound tersebut masih realistis. Dalam jangka pendek, analis Trader Tardigrade mengamati pola Bull Flag, yang berpotensi mendorong DOGE bergerak ke arah $0,12 dalam waktu dekat.

    Sementara itu, analis Javon Marks menyoroti struktur tren jangka panjang Dogecoin yang menunjukkan Higher Highs (HH) diikuti Higher Lows (HL). Struktur ini dinilai sebagai sinyal kekuatan yang masih bertahan. Marks bahkan memproyeksikan bahwa jika Higher Lows tetap terjaga, DOGE bisa mengalami kenaikan lebih dari 640% hingga melampaui rekor tertinggi sebelumnya di sekitar $0,73905.

    Selain faktor teknikal, perhatian pasar terhadap Dogecoin juga dinilai berpotensi meningkat setelah Elon Musk sempat merespons pembahasan DOGE dari akun Tesla Owners Silicon Valley pada awal Februari.

    Zcash (ZEC) Turun 50%, Tapi Dukungan Vitalik Picu Sentimen Positif

    Zcash mengalami tekanan besar setelah turun sekitar 50% sejak 8 Januari. Penurunan ini terjadi usai pengumuman bahwa seluruh tim Electric Coin Company (ECC), pengembang inti Zcash, akan meninggalkan proyek. Sentimen negatif pasar yang lebih luas juga memperpanjang tren penurunan ZEC.

    Meski begitu, peta likuidasi ZEC menunjukkan dominasi potensi likuidasi posisi short, menandakan banyak trader masih bertaruh pada kelanjutan tren bearish. Namun, beberapa sinyal positif mulai muncul dalam beberapa hari terakhir.

    Salah satunya datang dari pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang diketahui memberikan donasi publik kepada Shielded Labs, kelompok pengembang yang berfokus pada pengembangan Zcash. Vitalik menegaskan bahwa privasi adalah elemen fundamental dalam blockchain dan bukan sekadar fitur tambahan. Aksi tersebut dinilai dapat membangkitkan kembali sentimen positif terhadap ZEC.

    Data dari zkp.baby juga menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta ZEC masih terkunci di Shielded pool meskipun harga mengalami penurunan tajam. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap teknologi privasi Zcash masih cukup kuat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dukungan Vitalik memvalidasi Zcash sebagai infrastruktur privasi penting (public good), bukan sekadar token spekulatif. Kenaikan shielded pool di tengah harga jatuh adalah divergensi bullish: “smart money” mengakumulasi/menahan aset privasi saat “weak hands” keluar karena FUD developer.

    Pasar Altcoin Mulai Pulih, Risiko Likuidasi Bisa Meledak

    Secara keseluruhan, pasar altcoin disebut mulai pulih setelah fase panic selling yang terjadi selama beberapa pekan. Analisis terbaru memperkirakan total kapitalisasi pasar kripto masih berpeluang kembali naik di atas $2,8 triliun.

    Pemulihan pasar yang dipadukan dengan katalis spesifik dari Ethereum, Dogecoin, dan Zcash dinilai dapat mendorong harga melesat lebih tinggi dari perkiraan pelaku pasar. Kondisi tersebut membuat risiko short liquidation semakin besar, terutama jika trader tidak siap menghadapi potensi reli mendadak dalam pekan kedua Februari.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

    Pergerakan Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil memantul dari level terendah $1.817.

    Rebound tersebut membuka peluang pemulihan lanjutan, dengan fokus pasar kini tertuju pada zona likuiditas krusial di $2.200.

    Menurut laporan Coincu, level ini dinilai sebagai area penentu arah tren, di mana penembusan yang meyakinkan berpotensi memicu reli lanjutan menuju kisaran $2.600.

    Pemulihan harga ETH ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih volatil.

    Namun berbeda dengan sejumlah altcoin lain, Ethereum justru menunjukkan ketahanan fundamental yang relatif solid, terutama dari sisi aktivitas jaringan dan ekosistem DeFi yang tetap ramai digunakan.

    Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

    Analisis Harga ETH: $2.200 sebagai Area “Make or Break”

    Secara teknikal, rebound dari area $1.817 menandakan adanya minat beli yang kuat di zona support utama.

    Area ini berfungsi sebagai dasar pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang terjadi pasca puncak harga Ethereum di akhir 2025.

    Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada level $2.200, yang dikenal sebagai zona likuiditas padat.

    Di area ini, tersimpan konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar, sehingga reaksi harga akan sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.200 dengan dukungan volume besar, maka struktur teknikal berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di kisaran $2.500–$2.600.

    Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lanjutan, dengan harga bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

    Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi Harga

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Berbeda dengan pergerakan harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum justru menunjukkan stabilitas yang kuat.

    Data terbaru mencatat Total Value Locked (TVL) Ethereum bertahan di angka $57,28 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama ekosistem DeFi global.

    TVL yang relatif stabil ini mencerminkan kepercayaan pengguna dan pengembang terhadap jaringan Ethereum, meskipun pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

    Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum meningkat menjadi sekitar 906.700, menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.

    Peningkatan alamat aktif ini mengindikasikan bahwa aktivitas transaksi, penggunaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta interaksi DeFi dan NFT masih berlangsung secara konsisten. Dengan kata lain, utilitas jaringan Ethereum tetap tinggi meskipun harga belum sepenuhnya pulih.

    Divergensi Positif: Harga vs Utilitas Jaringan

    Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini sebagai divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan.

    Saat harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya, aktivitas on-chain justru menunjukkan tren yang berlawanan.

    “Data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna justru tumbuh. Ini menandakan ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga (price base), di mana fundamental yang kuat berpotensi mendukung pemulihan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

    Volume Perdagangan Jadi Kunci Konfirmasi Tren

    Meski prospek terlihat menjanjikan, Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa konfirmasi volume tetap menjadi faktor krusial.

    Untuk memastikan bahwa breakout di atas $2.200 valid dan bukan false breakout, dibutuhkan lonjakan volume perdagangan yang signifikan.

    “Bagi trader, level $2.200 adalah area make or break. Breakout di sini dengan volume tinggi, di atas $20 miliar, akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid. Sebaliknya, kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” tambah Tim Research Tokocrypto.

    Tanpa dukungan volume, kenaikan harga berisiko bersifat sementara dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

    Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

    ETH di Persimpangan Penting

    Ethereum saat ini berada di fase penentuan arah. Rebound dari $1.817 membuka peluang reli lanjutan, namun zona $2.200 menjadi gerbang utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan tren.

    Di sisi lain, fundamental jaringan yang tetap kuat—ditopang TVL besar dan peningkatan alamat aktif—memberikan dasar yang solid bagi potensi pemulihan jangka menengah.

    Bagi investor dan trader, kombinasi antara analisis teknikal dan data on-chain menjadi kunci.

    Jika Ethereum mampu memanfaatkan momentum ini dengan breakout yang disertai volume tinggi, maka reli menuju $2.600 bukanlah skenario yang mustahil.

    Namun, kehati-hatian tetap diperlukan selama ETH masih berjuang di bawah area likuiditas krusial tersebut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 10 Februari 2026: Bitcoin Stabil di $70.000!

    Pasar kripto hari ini, Selasa (10/2) mencatat rebound tipis dengan sejumlah altcoin berkapitalisasi kecil memimpin penguatan. NKN melonjak tajam hingga 78% ke level $0,0091, diikuti GPS yang menguat 39% ke $0,0148, serta ZKP yang naik 41% menyentuh $0,1115. Lonjakan ini mencerminkan kembalinya minat spekulatif jangka pendek, meski secara keseluruhan struktur pasar masih belum sepenuhnya pulih.

    Di sisi utama pasar, Bitcoin cenderung bergerak mendatar di area $70.000. Tekanan jual yang masih tinggi membatasi ruang kenaikan, sementara akumulasi agresif dari whale membantu menahan harga pasca koreksi tajam sebelumnya. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound Tipis

    • NKN melonjak 78% hari ini, capai level harga $0,0091.
    • GPS tumbuh positif 39%, harga kini di level $0,0148.
    • ZKP catat kenaikan signifikan 41% sentuh $0,1115.

    Bitcoin Stabil di $70.000: Akankah BTC Naik atau Turun?

    • BTC bertahan di $70.000, namun tekanan jual tinggi batasi kenaikan.
    • Akumulasi agresif para whale menopang harga pasca koreksi tajam.
    • ETF dan data on-chain menunjukkan pasar stagnan tanpa tren jelas.

    Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA*

    Agenda Ekonomi AS Pekan Ini yang Bakal Gerakkan Bitcoin

    • Pidato Pejabat Fed Pengaruhi Likuiditas & Sentimen Jangka Pendek BTC.
    • Data Tenaga Kerja AS Bisa Picu Ekspektasi Penurunan Suku Bunga.
    • Data Inflasi CPI Jadi Penentu Arah Harga Kripto Selanjutnya.

    Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pekan Kedua Februari 2026

    • Axie Infinity naik 18%, menargetkan $1,65 jika momentum bullish bertahan.
    • Kite potensi cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.
    • Para pembeli KITE mempertahankan level support $0,150.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com