Tag Archives: hikmah

Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Terjemahannya


Jakarta

Doa pereda hujan dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Meski termasuk rahmat dan anugerah yang Allah SWT berikan, hujan yang turun secara terus menerus dapat mengakibatkan bencana alam.

Hujan lebat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama ketika memasuki musim penghujan. Pada saat itu, kaum muslimin dianjurkan meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Merangkum arsip detikHikmah, sewaktu zaman Rasulullah SAW pernah terjadi hujan deras yang menimbulkan kerugian, mulai dari akses jalan yang terputus hingga stok makanan yang membusuk. Dengan demikian, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam membaca doa pereda hujan.


Kumpulan Doa Pereda Hujan

Mengutip buku Fikih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, ada doa pereda hujan yang dapat diamalkan. Apabila seorang muslim membaca doa ini, niscaya langit menjadi cerah dan hujan berhenti.

Dari Anas bin Malik, berikut doa yang dilafalkan Nabi SAW ketika hujan turun terus menerus,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

Ketika hujan mulai mereda, kaum muslimin dapat membaca doa lainnya yang dicontohkan sang rasul dari riwayat hadits Zaid bin Khalid,

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah,” (HR Bukhari).

Selain itu, ada juga doa pereda hujan lain yang dapat dipanjatkan sebagaimana merujuk dari hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Keutamaan Waktu Turunnya Hujan

Turunnya hujan adalah waktu yang mustajab. Karenanya, umat Islam dianjurkan untuk berdoa pada saat hujan mengguyur.

Selain membaca doa turun hujan, kaum muslimin juga diperkenankan untuk memanjatkan doa tentang hajat dan keinginan kita.

Mengutip buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, dalam sebuah hadits Imam Syafi’i dikatakan,

“Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

Demikian doa pereda hujan dan bahasan terkaitnya. Semoga bermanfaat.

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Sebelum Ujian, Yuk Baca agar Lancar dan Diberi Kemudahan!



Jakarta

Doa sebelum ujian bisa dibaca dengan tujuan memohon kemudahan dari Allah SWT sehingga dapat mengerjakan ujian dengan lancar. Doa ini juga menjadi salah satu tanda seorang muslim beriman yang selalu mengingat dan melibatkan Allah SWT.

Dengan bertawakal maka perasaan hati akan merasa lebih tenang sehingga bisa mengerjakan ujian dengan lancar. Doa juga menjadi cara untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya yang meminta permohonan. Hal ini tegas tercatat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 186


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Seraya berdoa, tanamkan dalam hati bahwa pertolongan Allah SWT sangat dekat. Rezeki dan pertolongan yang diberikan juga bisa berupa banyak hal dan bisa datang dari arah yang tak diduga.

Hal ini termaktub dalam Surat At-Talaq Ayat 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Mengutip buku 13 Rahasia Doa Lulus Ujian oleh Ahmad Rifa’i Rif’an, selain berusaha dan berdoa seorang yang menjalani ujian juga harus bertawakal. Sertai juga dengan berbuat jujur.

Kejujuran akan membuahkan rasa bangga di jiwa. Dengan jujur, insya Allah pertolongan Allah akan mempercepat jalan sukses.

Rasulullah SAW, bersabda: “Hendaklah kamu semua bersikap jujur. Karena kejujuran membawa pada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur (shidiq). Jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membava ke neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan, akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab).”

Doa Sebelum Ujian

Doa sebelum ujian bisa dibaca agar diberikan kemudahan dalam ujian. Doa ini dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dan beberapa hadits riwayat lain.

1. Doa Nabi Musa

Doa yang pertama merupakan doa yang diucapkan Nabi Musa AS kepada kaumnya. Oleh karena itu, doa ini juga disebut dengan doa Nabi Musa. Sebaiknya doa sebelum ujian ini dibaca sebanyak 100 kali menjelang pelaksanaan. Bunyi bacaannya tercantum dalam firman Allah QS. Thaha ayat 25-28:

1. قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bacaan latin: rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28).

2. Doa memohon kemudahan

2. اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Bacaan latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

3. Doa memohon bantuan Allah SWT

3. رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

Bacaan latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

Artinya: “Wahai Rab-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit.”

4. Dalam sebuah riwayat dikatakan, barangsiapa yang merasa was-was maka dapat mengucapkan doa berikut.

Hadits ini datang dari Aisyah ra sebagaimana terdapat dalam kitab Ibnu Sunni.

آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ

Bacaan latin: A mannaa billaahi wa birusulihi

Artinya: “Aku beriman kepada Allah dan rasulnya.”

5. Dalam hadist riwayat Ibnu Hibban, dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Bacaan latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

Demikian bacaan doa sebelum ujian yang bisa dibaca. Iringi juga dengan melakukan amalan kebaikan seperti memperbanyak sholawat dan bacaan dzikir.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa ketika Ada Petir sesuai Hadits Rasulullah SAW


Jakarta

Doa ketika ada petir dapat dibaca saat hujan. Petir atau guntur seringkali muncul ketika musim hujan dengan suara bergemuruh.

Dalam Al-Qur’an, terkait petir disebutkan pada surah Ar Ra’d ayat 13,

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣


Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

Petir identik dengan kilatan listrik yang disertai suara gemuruh keras. Kerap kali, petir membuat siapa saja yang mendengar dan melihatnya ketakutan.

Doa ketika Ada Petir: Arab, Latin dan Arti

Dikutip dari Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, dalam kitab al-Muwatha‘, dari Abdullah bin Azzubair RA, ia berkata: ‘Sungguh, jika Rasulullah melihat petir dan mendengar guruh, beliau meninggalkan obrolan dan membaca,

سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

Nabi Muhammad SAW menganjurkan kaum muslimin membaca doa di atas sebanyak tiga kali, niscaya mereka akan terlindung dari petir dan suara gemuruhnya yang menakutkan. Imam Nawawi dalam Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar menyebut dalil lain yang berisi anjuran berdoa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

Masih dari sumber yang sama, berikut doa lain yang dapat dibaca ketika mendengar petir,

اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

Itulah doa yang dapat dibaca ketika ada petir. Jangan lupa baca ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Hadits tentang Taqwa, Disebut Sebagai Wasiat Rasulullah SAW


Jakarta

Hadits tentang taqwa perlu dipahami oleh kaum muslimin. Dalam Al-Qur’an, terkait taqwa disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 35,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al Maidah: 35)


Pengertian taqwa secara bahasa ialah menjaga. Sementara itu, menurut istilah taqwa dimaknai sebagai bentuk penjagaan diri seorang hamba terhadap kemurkaan Allah SWT dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Mengutip buku Quantum Takwa oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab, taqwa berarti penjagaan diri terhadap sesuatu yang sifatnya mengkhawatirkan. Taqwa dapat menjadi landasan utama seorang muslim untuk meraih ridha serta ampunan Allah SWT.

Tidak hanya melalui ayat Al-Qur’an, sifat taqwa juga dijelaskan dalam sejumlah hadits. Berikut kumpulan hadits tentang taqwa yang dinukil dari buku Metafora Hikmah: Perumpamaan dalam Alquran oleh Abi Abdullah At-Tirmidzi.

5 Hadits yang Membahas tentang Taqwa

1. Hadits Wasiat Bertaqwa

Dari Abu Dzar RA, Nabi SAW pernah berpesan kepadanya:

“Aku wasiatkan kepadamu untuk bertakwa kepada Allah dalam urusanmu yang rahasia maupun yang terang terangan. Jika kamu berdoa, berdoalah dengan baik! Janganlah kamu meminta sesuatu apapun kepada orang lain! Jangan kamu menyimpan amanat ; dan janganlah kamu memberi keputusan di antara dua orang!” (HR Ahmad)

2. Hadits Orang Bertaqwa Dianggap Keluarga Rasulullah SAW

Rasulullah SAW pernah ditanya perihal “Siapakah yang dimaksud dengan keluarganya?”

‘Siapa saja yang bertakwa,’ jawab Rasulullah SAW.” (HR Baihaqi)

3. Hadits Bertaqwa Sebagai Pesan Nabi SAW

Hadits tentang taqwa lainnya ialah disebutkan oleh Nabi SAW sebagai pesan dari sang rasul.

“Dari Abi Najih Al-Irbadh bin Sariyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menasehati kami dengan sebuah pesan yang membuat hati takut dan air mata berlinang. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, wejanganmu ini seakan nasihat terakhir. Berilah kami nasihat.’ Rasulullah menjawab, ‘Aku berpesan kepadamu untuk bertakwa kepada Allah, patuh, dan taat sekalipun seorang budak Habsyi menjadi pemerintahmu.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

4. Hadits Anjuran Bertaqwa dalam Segala Keadaan

Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Bertakwalah kepada Allah bagaimanapun keadaanmu! Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya! Bergaullah dengan orang-orang dengan akhlak yang baik.” (HR At-Tirmidzi)

5. Hadits Taqwa Termasuk Doa Nabi Muhammad SAW

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nabi SAW berdoa:

“Ya Allah, datangkan untuk diriku ketaqwaannya! Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah yang terbaik yang menyucikannya! Engkaulah penolong dan penguasanya.” (HR Ahmad)

Itulah sejumlah hadits yang membahas tentang taqwa. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa, Aamiin ya rabbal alamin.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

3 Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah dan Keutamaannya



Jakarta

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa pada waktu pagi. Doa ini bisa dibaca sebelum memulai aktivitas agar senantisa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk membaca doa setiap waktu, termasuk ketika pagi hari. Anjuran-anjuran tersebut termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut beberapa ayat yang menerangkan tentang doa di pagi hari.

Surah Thaha ayat 130

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى ١٣٠


Artinya: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.”

Surah Al A’raf ayat 205

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥

Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”

Surah Shad ayat 18

اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ ١٨

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi.”

Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah

Terdapat beberapa doa pagi yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, berikut bacaan doa pagi Rasulullah SAW:

1. Doa pertama

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلَامِ وَكَلِمَةِ الإخلاصِ وَدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Bacaan latin: Asbahnaa ‘ala fithrotil islaami wa kalimatil ikhlash, wa diini nabiyyinaa muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa millati abiina ibroohiima, wamaa anaa minal musyrikiin

Artinya: “Kami menjalani pagi hari di atas kesucian (fitrah) Islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama nabi kami Muhammad saw, dan di atas millah (agama) bapak kami Ibrahim. Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (HR An Nasai)

2. Doa kedua

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

Bacaan latin: Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wabika namuutu wa ilaikan nusyuur

Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu pagi dan sore, dan dengan pertolongan-Mu kami hidup dan mati, dan kepada- Mu tempat kami kembali.” (HR An Nasai)

3. Doa ketiga

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ وَفِتْنَةٍ فِي الدُّنْيَا وَعَذَابِ فِي النَّارِ

Bacaan latin: Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillaahi laa ilaaha illallahahu wahdahu laa syariikalahu, allaahumma inni a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa suu’il kibari wa fitnatin fiddun yaa wa ‘adzaabin finnaar

Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu sore dan di sore hari kekuasaan bagi-Mu ya Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Engkau yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut, kikir, jeleknya sifat sombong, fitnah waktu di dunia, dan dari siksa api neraka.” (HR An Nasai)

Keutamaan Membaca Doa Pagi

Dirangkum dari buku Al-Matsurat Qubro & Dzikir Asmaul Husna, berikut keutamaan membaca doa dan dzikir pagi dan petang:

1. Ibadah yang mulia

Berdoa menjadi amalan yang mulia, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. HR. Timidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

2. Dicintai Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”. (HR Tirmidzi)

3. Meningkatkan ketakwaan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

“Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab : ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (HR Muslim)

4. Dijauhkan dari keburukan

Dari Ubadah bin Shamit ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

“Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata : Jikalau begitu saya akan memperbanyak (doa). Beliau bersabda : ‘”Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta”. (HR. Tirmizi)

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat, Yuk Amalkan!


Jakarta

Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah SWT berikan. Nikmat yang diberikan tidak hanya harta, melainkan juga kesehatan dan lain sebagainya.

Cara bersyukur kepada Allah SWT juga dapat dilakukan dengan memanjatkan doa kepada-Nya. Allah SWT bahkan berjanji menambah kenikmatan bagi hamba-Nya yang bersyukur.

Dalam surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat

Mengutip buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI serta buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H Hamdan Hamedan MA, berikut sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin dalam mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan.

1. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Pertama

Doa mensyukuri nikmat tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surat An Naml ayat 19:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

2. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kedua

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي صَبُوْرًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنَيَّ صَغِيرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا.

Arab latin: Allaahummaj-‘alnii syakuuran waj-‘alnii shabuuran waj-‘alnii fii ‘ainayya shaghiiran, wa fii a’yunin-naasi kabiiraa.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur kepada-Mu, sabar menerima cobaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku sendiri, tetapi besar dalam pandangan orang lain.”

3. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Ketiga

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأمْرِ وَالْعَزِيمَةِ عَلَى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَلِسَانًا صَادِقًا.

Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri wal ‘aziimati ‘alar-rusydi wa as-aluka syukra ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa as-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu niat yang kuat untuk mendapatkan petunjuk-Mu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mu dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur.” (HR. Nasa’i no. 1.304)

4. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Keempat

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِالنَّهَارِ وَجَاءَ بِاللَّيْلِ سَكَنًا نِعْمَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ الْحَمْدُ اللَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي يَوْمِي هَذَا فَرُبَّ مُبْتَلًى قَدِ ابْتُلِيَ فِيمَا مَضَى مِنْ عُمْرِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ وَفِي الْآخِرَةِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Alhamdulillahil ladzi dzahaba bin nahar wa jaa bil laili sakanan ni’matan minhu wa fadhlan. Allahummaj’alna laka minasy syakirin. Alhamdulillaahil ladzi ‘afani fi yaumi hadza farubba mubtalan qad ibtuliya fima madla min ‘umri. Allahumma ‘afini fima baqiya minhu wa fil akhirati wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang hari dan mendatangkan malam untuk waktu beristirahat sebagai nikmat dan karunia dari-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bersyukur kepada-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan aku hari ini. Telah banyak cobaan yang telah aku jalani dari umurku. Ya Allah, sehatkan aku dari sisa umurku, dan dikhirat lindungilah aku dari siksa neraka.”

5. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kelima

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شريكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الفكر.

Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi-ahadin min khalqika fa minka wahdaka laa syariika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru.

Artinya: “Ya Allah, nikmat apa pun yang ada padaku di waktu pagi atau yang ada pada setiap makhluk-Mu, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur.” (HR Abu Dawud no. 5.073 & HR. Baihaqi no. 4.459)

Itulah deretan doa yang dapat dipanjatkan untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

3 Versi Doa Sholat Istisqo, Amalan Meminta Turunnya Hujan


Jakarta

Doa sholat istisqo terdiri dari berbagai versi. Sholat istisqo sendiri artinya amalan yang dilakukan oleh kaum muslimin untuk memohon turunnya hujan.

Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 52,

وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ


Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.”

Sayyid Sabiq melalui Fikih Sunnah-nya mengatakan bahwa tidak ada waktu khusus pelaksanaan sholat istisqo. Dengan demikian, amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja selain pada waktu yang dilarang.

Kumpulan Doa Sholat Istisqo

Mengutip buku Super Lengkap Shalat Sunnah oleh Ubaidurrahim El-Hamdy, doa yang dibaca ketika Nabi SAW melaksanakan sholat istisqo terdiri dari sejumlah versi menurut hadits Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi.

Doa sholat istisqo dapat dibaca setelah mengerjakan amalan tersebut, berikut bunyinya.

اللَّهمَّ اسْقِنَا عَيْنَا مُغْنِنَا رَبَّنَا نَافِعًا غَيْرُ ضَارِ عَاجِلا غَيْرُ آحِلٍ.

Arab latin: Allaahumasqinaa ghaitsan mughiitsan naafi’an ghairu dhaarin ‘aajilan ghairu aajilan. marii-an

Artinya: “Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang menyejuk- kan, menggembirakan dan membawa manfaat serta tidak membawa mudharat, dengan segera tanpa ditunda.” (HR. Abu Dawud, Hakim, dan Baihaqi)

اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِكَ، وَاشْرُ رَحْمَكَ وَأَحْيِ بَلْدَكَ البَيتِ

Arab latin: Allaahumas qi ‘ibaadaka wa bahaa-imika, wan syur rah- mataka wa ahyi baldakal mayyit.

Artinya: “Ya Allah, hujanilah hamba-hamba-Mu dan juga binatang- binatang-Mu, tebarkanlah kasih sayang-Mu, dan hidup- kanlah negeri-Mu yang mati (gersang) ini.” (HR. Abu Dawud)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ لاإِلَهَ إِلَّا اللَّهَ فَعَلَ مَا يُرِيدُ اللَّهُم أَتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَّكَ أَنتَ الْغَنِي وَبَحْنُ الْفُقَرَاءَ، أُنزِلَ عَلَيْنَا الْغَيْتَ، وَاجْعَلْ مَا أَنزَلْتَ لنَا قُوةً وبلاغا إِلَى حِينٍ.

Arab latin: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Laa ilaaha illaallaahu yaf’alu maa yuriid, allaahumma antallaahu laa ilaaha illaa anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqaraa’, anzil ‘alainal ghait- sa, waj’al maa anzalta lanaa quwwatan wa ballaaghan ilaa hiinin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemu- rah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pem- balasan, (Al-Fatihah 2-4). Tiada Tuhan selain Allah Yang Melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Ya Allah, Engkau Allah yang tiada Tuhan selain Engkau. Engkau kaya dan kami tidak memliki apa-apa. Turunkanlah hujan kepada kami. Dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan yang menembus waktu.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Itulah doa sholat istisqo yang dapat dibaca selesai mengerjakan amalan sunnah tersebut. Jangan lupa dipanjatkan ya!

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Artinya


Jakarta

Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada para hamba-Nya. Hujan juga disebut sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

“Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)


Meski demikian, hujan yang turun terus menerus dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Saat hal tersebut terjadi, ada sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin.

Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Arti

1. Doa Pereda Hujan Versi Pertama

Menukil buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, doa pereda hujan ini diamalkan Rasulullah SAW untuk meminta langit cerah. Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Nabi Muhammad SAW,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan. (HR Bukhari).

2. Doa Pereda Hujan Versi Kedua

Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

3. Doa Pereda Hujan Versi Ketiga

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

Itulah sejumlah doa pereda hujan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, Aamiin ya rabbal alaamiin.

(aeb/aeb)



Sumber : www.detik.com

5 Hadits tentang Sholat Jenazah, Ini Penjelasannya


Jakarta

Sholat jenazah dikerjakan sebagai bentuk doa bagi orang yang sudah meninggal. Menurut ijma’ ulama, hukum pengerjaannya ialah fardhu kifayah.

Menukil buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 oleh Prof Wahbah Az-Zuhaili, maksud dari fardhu kifayah ialah kewajiban mengamalkannya menjadi gugur setelah sebagian muslim mengerjakannya.

Muhamad Bagir melalui buku Fiqih Praktis-nya menyebutkan bahwa sholat jenazah boleh dikerjakan di setiap waktu, meski waktu terlarang sholat sekali pun. Namun, jika tidak ada alasan yang mendesak, maka sepatutnya untuk melaksanakan pada waktu diperbolehkannya sholat.


Bahkan, dalam sejumlah hadits juga dijelaskan terkait sholat jenazah. Berikut deretan haditsnya,

Hadits tentang Sholat Jenazah

Mengutip buku Fiqih Lengkap Mengurus Jenazah karya M Nashiruddin al-Albani berikut sejumlah hadits yang membahas tentang sholat jenazah,

1. Pahala Bagi yang Menyolatkan Jenazah

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

Artinya: “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR Bukhari)

2. Anjuran Salat Jenazah

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim mati lalu disholatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan doa mereka akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

3. Sholat Jenazah Dapat Memberi Syafaat

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

Artinya: “Tidaklah seorang mayit disholatkan (dengan sholat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (doa mereka) akan diperkenankan.” (HR Muslim)

4. Pahala Sholat Jenazah Seraya Mengiringinya

« مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

Artinya: “Barangsiapa sholat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qirath. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qirath.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qirath?” “Ukuran paling kecil dari dua qirath adalah semisal gunung Uhud,” jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Muslim)

5. Sholat Jenazah Memiliki Empat Kali Takbir

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّ وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

Artinya: “Rasulullah SAW mengabarkan kematian Najasyi (gelar bagi raja Habasyah) kepada orang-orang pada hari kematiannya, lalu beliau pergi bersama mereka menuju tempat sholat untuk mensholatkannya, dan beliau bertakbir empat kali.” (HR Muslim)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Sebelum Ulangan, Amalkan agar Diberi Kemudahan


Jakarta

Doa sebelum ulangan dapat dibaca sebelum ujian berlangsung. Meski telah berusaha dengan belajar, berserah diri kepada Allah SWT sudah menjadi hal yang sepatutnya dilakukan kaum muslimin.

Anjuran berdoa sendiri termaktub dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al Mu’min ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Berikut kumpulan doa sebelum ulangan yang bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin sebagaimana dinukil dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi.

Kumpulan Doa Sebelum Ulangan

1. Doa Sebelum Ulangan Versi Pertama

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Arab latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

2. Doa Sebelum Ulangan Versi Kedua

اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

Arab latin: Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan.

Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

3. Doa Sebelum Ulangan Versi Ketiga

بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

Arab latin: Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina.

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

4. Doa Sebelum Ulangan Versi Keempat

اللَّهُمَّ لَا سَهُلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan, wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa

Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

5. Doa Sebelum Ulangan Versi Kelima

اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

Itulah kumpulan doa sebelum ulangan disertai arab latin dan artinya. Jangan lupa dibaca ya!

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com