Tag Archives: hikmah

Doa Kamilin Tarawih Lengkap Arab, Latin dan Waktu Membacanya


Jakarta

Doa kamilin Tarawih merupakan bacaan yang dipanjatkan ketika jeda memasuki salat witir. Nantinya, ada seorang bilal yang memimpin pembacaan doa kamilin diikuti para jemaah.

Mengutip buku Misteri Kedua Belah Tangan karya Badruddin Hasyim Subky, ulama Muhammad bin Muhammad Al-Maghribi dalam Kitab Jamul Fawaid-nya menyatakan bahwa doa kamilin disusun oleh para ulama salaf. Sebab, pada zaman Nabi Muhammad SAW tidak ada salat Tarawih, melainkan qiyam Ramadan.

KH Ahmad Zarkasih melalui buku Sejarah Tarawih mengatakan bahwa kata “tarawih” itu adalah bentuk plural (jamak) dari tarwiih. Tarwiih adalah bentuk mashdar (kata sifat/hasil kerja) dari kata kerja rawwaha-yurawwihu.


Dahulu, Rasulullah SAW menyebutnya bukan dengan istilah Tarawih, tapi dengan nama qiyam Ramadan, yakni penghidupan malam Ramadan. Maksudnya ibadah untuk menghidup malam-malam Ramadan.

Dalam buku Panduan Lengkap Ibadah oleh Muhammad Al-Baqir dikatakan bahwa istilah salat Tarawih baru dipakai sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA. Kala itu Umar RA adalah orang pertama kali mengumpulkan kaum muslim untuk mengerjakan tarawih yang dipimpin imam dengan berjamaah di masjid. Tindakan Umar RA ini kemudian diikuti oleh para khalifah selanjutnya, hingga umat Islam sampai sekarang.

Sementara itu, istilah kamilin diambil dari kalimat pertama dalam doa seusai salat Tarawih ini. Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, doa kamilin dapat disebut sebagai doa memohon kesempurnaan iman.

Dalam doa kamilin banyak permohonan yang dimaksudkan untuk meneguhkan iman seorang muslim. Mengutip buku Tutorial Shalat Bagi Jama’ah ‘Umrah & Haji yang disusun oleh H. Brilly El-Rasheed, berikut bacaan doa kamilin tarawih lengkap dengan artinya.

Doa Kamilin Tarawih Arab, Latin dan Artinya

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Arab latin: Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfizhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilî n. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na’mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj’alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Kapan Waktu Membaca Doa Kamilin?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, doa kamilin dibaca ketika jeda Tarawih memasuki witir. Nantinya, doa dipimpin oleh seorang bilal dan diikuti oleh para jemaah.

Mengutip buku Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun oleh A R Shohibul Ulum, doa kamilin mengandung banyak harapan dan permintaan.

Isi Permohonan dalam Doa Kamilin

Merujuk pada sumber yang sama, setidaknya ada banyak permohonan yang terkandung dalam doa kamilin. Empat di antaranya sebagai berikut,

1. Kesempurnaan Iman

Cara meraih kesempurnaan iman dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang berlaku baik kepada istrinya.” (HR At-Tirmidzi)

Kandungan selanjutnya yang terdapat dalam doa kamilin ialah dapat menunaikan segala kewajiban. Hal ini dimaknai dengan bertakwa kepada Allah SWT dan menjauhi apa pun yang dilarang oleh-Nya.

3. Salat yang Terpelihara

Selanjutnya adalah harapan agar salat yang dikerjakan terpelihara. Diterangkan dalam sumber tersebut, hal yang perlu dipahami adalah Allah SWT tidak hanya memerintahkan salat, melainkan juga meminta kaum muslimin untuk memelihara dan menegakkannya.

Salat kaum muslimin harus lurus, tegak dan terpelihara. Dengan begitu, insyaallah kita akan dijauhi dari perbuatan keji dan mungkar.

4. Ikhlas Mencari Ridha Allah SWT

Ikhlas mencari ridha Allah menjadi harapan penyempurna. Artinya, semua amal ibadah harus ditujukan semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah SWT.

Itulah bacaan doa kamilin Tarawih dan pembahasan terkaitnya. Jangan lupa dipanjatkan, ya!

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa saat Turun Hujan, Tergolong sebagai Waktu Mustajab


Jakarta

Doa saat turun hujan bisa diamalkan oleh kaum muslimin. Hujan tergolong sebagai rahmat yang Allah SWT berikan kepada makhluknya di muka bumi.

Diterangkan dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku oleh Masriyah Amva, hujan menjadi satu dari sekian banyak tanda kebesaran Allah SWT. Ketika hujan turun, maka pikiran dan perasaan seseorang akan merasa jauh lebih tenang, seperti lebih mengingat Tuhan dan jadi lebih bersyukur.

Meski demikian, hujan secara terus menerus dapat menimbulkan bencana. Ketika hal itu terjadi, maka umat Islam bisa mengamalkan doa saat turun hujan. Berikut kumpulan doanya.


Kumpulan Doa saat Hujan

1. Doa Saat Turun Hujan

Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H Hamdan Hamedan, berikut doa saat turun hujan yang bisa diamalkan.

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

Atau bisa juga membaca doa berikut ketika hujan turun lebat.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

2. Doa ketika Hujan Deras Disertai Petir

Petir merupakan kilatan yang muncul dengan suara gemuruh saat hujan. Mengenai petir disebutkan oleh Allah SWT dalam surah Ar Ra’d ayat 13,

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

Ketika hujan disertai petir, kaum muslimin bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali,

سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

Mengutip buku Terjemah Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawai yang diterjemahkan Ulin Nuha, dikatakan umat Islam yang membaca doa di atas akan terlindung dari petir dan suara gemuruhnya. Anjuran doa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Nabi SAW bersabda:

“Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

3. Doa setelah Turun Hujan

Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan doa setelah turun hujan.

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

4. Doa ketika Hujan Disertai Angin Kencang

اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

Benarkah Hujan Tergolong Waktu Mustajab?

Diterangkan dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian susunan Mahmud Asy-Syafrowi, Imam Syafi’i dalam al-Umm meriwayatkan hadits dengan sanad mursal, Rasulullah SAW bersabda:

“Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika salat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

Dalam hadits lainnya turut dikatakan mengenai mustajabnya doa ketika hujan turun. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Nabi SAW bersabda,

“Dua doa yang tidak pernah ditolak, yaitu doa pada waktu azan dan doa pada waktu hujan.” (HR Hakim)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Sholat Witir, Bacaan Niat dan Tata Caranya Lengkap


Jakarta

Sholat witir adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan seusai Isya atau tarawih. Setelah mengerjakannya, ada doa setelah sholat witir yang bisa diamalkan.

Dalil mengenai sholat witir tercantum dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi SAW bersabda:

“Sholat witirlah kalian sebelum tiba waktu Subuh.” (HR Muslim)


Muh Hambali dalam bukunya yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari menjelaskan bahwa witir artinya ganjil. Oleh karena itu, sholat witir harus dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil.

Doa Setelah Sholat Witir: Arab, Latin dan Artinya

Menukil dari buku Doa & Zikir Muslimah susunan Tim Redaksi Qultummedia, doa setelah sholat witir berbunyi sebagai berikut.

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Arab latin: Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

Artinya: “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

Hukum Sholat Witir

Sebagai amalan sunnah, hukum pengerjaan sholat witir ialah sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan. Hukum ini merujuk pada pendapat Imam Syafi’i, Hambali dan Malik.

Meski demikian, ada pendapat lain yang menyebut wajib hukumnya mengerjakan sholat witir. Diterangkan dalam buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah oleh Ustaz Arif Rahman, Imam abu Hanifah berpendapat hukum sholat witir adalah wajib tetapi pendapat ini dianggap lemah daripada imam lainnya.

Jumlah Rakaat Sholat Witir

Masih dari sumber yang sama, jumlah rakaat sholat witir selalu ganjil. Amalan ini dapat dikerjakan paling sedikit satu rakaat atau bisa juga tiga rakaat.

Sebagaimana diterangkan dalam hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari,

“Salat witir adalah haq bagi setiap muslim. Barang siapa yang senang mengerjakan salat witir sebanyak tiga rakaat, silakan ia kerjakan. Dan barang siapa yang senang mengerjakan sholat witir sebanyak satu rakaat, silakan ia kerjakan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, & Ibnu Majah)

Bacaan Niat Sholat Witir

1. Niat Sholat Witir Satu Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَ

Arab latin: Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Niat Sholat Witir Tiga Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala,”

Tata Cara Sholat Witir

Masih dari buku yang sama, tata cara sholat witir sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Yang membedakan hanyalah pada niat.

Sholat witir dikerjakan dengan satu salam atau dua salam, baik dipisah maupun digabung antar rakaatnya. Surah yang dianjurkan untuk dibaca pada rakaat pertama sholat witir setelah Al Fatihah, yaitu surah Al A’la. Sementara di rakaat yang kedua dianjurkan untuk membaca surah Al Kafirun, lalu rakaat yang ketiga surah Al-Ikhlas.

Anjuran tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Rasulullah melakukan sholat witir tiga rakaat setelah Isya. Pada rakaat pertama membaca surat Al-A’la, rakaat kedua membaca surat Al Kafirun, dan rakaat ketiga membaca surat Al-Ikhlas.” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Itulah bacaan doa setelah sholat witir disertai niat dan tata caranya sesuai sunnah. Semoga bermanfaat.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Gempa Bumi, Dibaca untuk Memohon Perlindungan


Jakarta

Gempa bumi adalah bencana alam yang sudah terjadi sejak zaman nabi terdahulu. Ketika hal itu terjadi, ada doa gempa bumi yang dapat dipanjatkan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al A’raf ayat 91,

فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ


Artinya: “Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka.”

Berikut doa gempa bumi yang bisa dibaca oleh umat Islam seperti dinukil dari Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

Kumpulan Doa Gempa Bumi dan Artinya dalam Islam

1. Doa Gempa Bumi Versi Pertama

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ومِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala tahtii.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi).”

2. Doa Gempa Bumi Versi Kedua

Ada juga doa gempa bumi versi lainnya yang dikutip dari buku Kumpulan Do’a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

3. Doa Gempa Bumi Versi Ketiga

Umat Islam juga bisa membaca doa yang dipanjatkan Nabi Nuh AS ketika memohon kepada Allah SWT untuk diselamatkan dari bencana alam. Berikut bunyi doanya yang termaktub dalam surah Hud ayat 47.

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbi innii ‘a’uu dubika ann as alaka maa laisa lii bihi ‘ilmun wa illaa tag firlii wa tar ham nii akum minal khaa siriin

Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepadaMu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.”

4. Doa Gempa Bumi Versi Keempat

Doa gempa bumi versi lain yang dapat dibaca juga disebutkan dalam buku Tiket ke Surga (Doa-doa Mustajab) oleh Abdul Majid dan Isfa’udin, berikut bunyinya.

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kehadiratMu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari keburukan atas apa yang terjadi dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepadaMu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.” (HR An Nasa’i)

Itulah doa yang bisa dibaca ketika gempa bumi. Semoga bermanfaat.

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa dan Zikir setelah Sholat Hajat


Jakarta

Sholat hajat adalah sholat sunah yang dapat dikerjakan umat Islam yang memiliki hajat atau keinginan. Ibadah ini bisa ditutup dengan membaca doa dan zikir setelah sholat hajat.

Sholat hajat dikerjakan sebanyak dua hingga 12 rakaat, dikerjakan dengan satu kali salam setiap dua rakaat. Dinukil dari buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits, sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, tetapi lebih utama dikerjakan pada sepertiga malam terakhir.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita ‘Azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, pada saat itu Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepadaku, pasti Aku kabulkan, barang siapa yang memohon kepadaku pasti Aku beri, dan barang siapa yang meminta ampun kepadaku pasti Aku ampuni.” (Diriwayatkan oleh jama’ah)


Gerakan dan bacaan sholat hajat dilakukan seperti sholat fardhu, perbedaan terletak pada niatnya. Adapun setelah melakukan sholat hajat, terdapat doa dan zikir yang bisa diamalkan.

Zikir setelah Sholat Hajat

Dikutip dari Amalan Praktis Shalat Hajat Wanita karya Deden, berikut bacaan zikir sholat hajat yang dilakukan setelah salam.

Pertama, dianjurkan membaca istighfar sebanyak 100 kali.

اسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ

Astaghfirullaahal ‘azhiim.

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.”

Bisa juga membaca istighfar yang lebih lengkap berikut.

اسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaha rabbii min kulli dzanbin waatuubuilaihi.

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah, Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu.”

Berikutnya, membaca sholawat sebanyak 100 kali dengan bacaan sebagai berikut.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ رِضَا الرِّضَا

Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin shalaat ar ridha wardha ‘an ashaabihir ridha ridha.

Artinya: “Ya Allah, berilah karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhai dan ridhailah para sahabat sekalian.”

Doa setelah Sholat Hajat

Setelah membaca zikir, dilanjutkan membaca doa sholat hajat sebagai berikut seperti dikutip dari 300 Doa dan Zikir Pilihan dari penerbit Gema Insani.

لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَكِيمُ الْكَرِيمُ . سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِاالْعَظِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرِّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمِ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمَّا إِلَّا فَرَجَتَهُ وَلَا حَاجَةً إِلَّاهِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَالرَّاحِمِينَ .

Laa ilaaha illall aahul hakiimul karii-mu. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin as-aluka muujibaatii rahmatika wa’azaai-ma maghfiratika wal-ghaniimata min kulli birri wassalaamata min kulli ismin laa tada’ lii dzanban illa gha-fartahu walaa hamman illa farrajtahu walaa haajatan illa hiya laka ridhan illa qadhaitahaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Tiada tuhan selain Allah Yang Mahahalim (bijak-sabar) lagi Mahamulia. Mahasuci Allah Tuhan Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu kepastian rahmat-Mu, perolehan dari tiap-tiap kebaikan dan keselamatan dari dosa (Ya Alllah) jangan Engkau biarkan diriku berdosa melainkan Engkau ampuni, tiada ada kesusahan melainkan Engkau bukakan jalan keluar dan tiada sesuatu yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau luluskan ya Allah Yang Maharahim dari semua yang rahim.” (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majad)

Berikutnya, memohon apa yang menjadi hajat sembari bersujud dan memperbanyak bacaan berikut.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Kamilin Pendek dan Terjemahannya, Dibaca Saat Salat Tarawih


Jakarta

Tarawih adalah salat yang hanya dikerjakan di malam bulan Ramadan. Tarawih bisa dikerjakan sendiri maupun berjamaah.

Dilansir dari buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani inilah dalil mengenai keutamaan bulan Ramadan:

“Siapa saja yang melaksanakan qiyamu Ramadan (Salat tarawih) karena iman dan hanya mengaharap pahal dari Allah. Maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (HR. Jamaah dari Abu Hurairah).


Selain itu, biasanya ketika melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid, ketika di sela-sela antara sesudah Tarawih dan sebelum Witir, imam atau bilal akan membacakan doa. Berikut ini doa kamilin pendek dan lengkap.

Doa Kamilin

Doa Kamilin Pendek

Dilansir dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar ditulis oleh Dra. Neni Nuraeni M.Ag berikut ini bacaan doa kamilin pendek.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَوَالِدَيْنَا وَعَنْ جَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ والمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma inná nas-aluka ridhaka wal jannata wa na’ûdzu bika min sakhathika wan näri, Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anná wa walidaina wa ‘an jami’il muslimina wal muslimáti birahmatika yá arhamar rahimina.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka ampunan, maka ampunilah kami, dan ampunilah ibu bapak kami, serta semua kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Penyayang.”

Doa Kamilin Panjang

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

Arab latin: “Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ’ilîn wa limâ ‘indaka thâlibîn wa li’afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn wa lin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn wa tahta liwâ’i Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wan hûrin “în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.”

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan sholat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang sholeh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”

Demikian bacaan doa kamilin pendek dan panjang, semoga detikers bisa mengamalkannya.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Malam Lailatul Qadar dan Waktu Turunnya pada Bulan Ramadan



Jakarta

Salah satu malam istimewa yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini malaikat turun ke bumi, serta dianjurkan banyak memanjatkan doa kepada Allah SWT. Lantas bagaimana doanya?

Ungkapan malam lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr ayat 1-5:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ1


Bacaan latin: innā anzalnāhu fī lailatul-qadr

Artinya: 1. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ2

Bacaan latin: wa mā adrāka mā lailatul-qadr

Artinya: 2. “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ3

Bacaan latin: lailatul-qadri khairum min alfi syahr

Artinya: 3. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ4

Bacaan latin: tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr

Artinya: 4. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ5

Bacaan latin: salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr
Artinya: 5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Pengertian Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari buku Mukjizat Lailatul Qadar Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan ditulis oleh Arif M. Riswanto, lailatul qadar terdiri dari dua kata lailah dan al-qadar.

Lailah artinya malam atau waktu yang terbentang sepanjang tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Sedangkan Al-qadar berarti ukuran, penghormatan, takdir, sempit yang melapangkan, kekuatan, menyempurnakan, dan mempersiapkan.

Doa Malam Lailatul Qadar

Mengutip Kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi, inilah doa malam lailatul qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Arab latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

Imam an-Nawawi mengutip doa tersebut dari riwayat yang memiliki sanad shahih dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa’i, dan Kitab Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi juga menyatakan, “Hadits ini adalah hasan shahih.”

Waktu Malam Lailatul Qadar

Bila mengacu pada hasil sidang isbat pemerintah mengenai awal Ramadan 2024 yang jatuh pada 12 Maret 2024, malam ganjil pada hari terakhir Ramadan dimulai pada Minggu, 31 Maret 2024 malam. Berikut daftar lengkapnya.

21 Ramadan 1445 H: Minggu, 31 Maret 2024 malam Senin, 1 April 2024
23 Ramadan 1445 H: Selasa, 2 April 2024 malam Rabu, 3 April 2024
25 Ramadan 1445 H: Kamis, 4 April 2024 malam Jumat, 5 April 2024
27 Ramadan 1445 H: Sabtu, 6 April 2024 malam Minggu, 7 April 2024
29 Ramadan 1445 H: Senin, 8 April 2024 malam Selasa, 9 April 2024

Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam susunan PISS KTB dan TIM Dakwah Pesantren, tanda-tanda malam Lailatul Qadar disebutkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

Makna Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari buku Kedahsyatan Puasa Jadikan Hidup Penuh Berkah Karya M. Syukron Maksum dijelaskan makna yang terkandung atas keberadaan malam lailatul qadar.

Salah satu arti qadar adalah ketentuan tuhan yang berhubungan dengan hidup dan mati, suka dan duka, sehat dan sakit. Malam saat Allah menentukan takdir ciptaannya.

Seperti firman Allah SWT dalam surah Adh-Dukhan ayat 3-4:

إِنَّا أَنزَلْتَهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَرَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam yang diberkati. Sesungguhnya Kami selalu memberikan peringatan. Di malam itulah diatur segala urusan yang bijaksana (penuh hikmah.

Di malam lailatul qadar malaikat turun untuk menuliskan takdir kita untuk tahun berikutnya. Sebab itulah kita dianjurkan membaca doa-doa, memohon supaya Allah menuliskan takdir yang baik.

Qadar berarti kemuliaan, keagungan. Sebab pada malam itu terjadi 3 peristiwa mulia, yaitu: turun kitab suci Al-Qur’an, Al-Qur’an turun kepada mulia Nabi Muhammad SAW, dan kemuliaan juga bagi mereka yang menghidupkan malam lailatul qadar.

Demikianlah mengenai doa malam lailatul qadar, beserta waktu dan makna yang terkandung dalam kehadiran malam lailatul qadar. Semoga detikers bisa mendapatkan malam tersebut.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Berbuka Puasa dan Sunnah Rasulullah saat Berbuka


Jakarta

Berbuka puasa menjadi momen paling dinanti umat Islam yang menunaikan ibadah puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa dan meminta apapun sebelum berbuka.

Karena doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT. Lantas seperti apa doa berbuka puasa dan artinya?

Nabi Muhammad SAW bersabda:


ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ وَالصَّا ئِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ.

Artinya: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan (3) doa orang yang terzholimi.”

Bacaan Doa Berbuka Puasa

Ada dua versi bacaan yang dapat muslim baca ketika berbuka puasa.

Doa Buka Puasa Pertama

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ أُمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت ُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .

Arab-Latin: Alloohumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamarroohimiin

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku tunduk dan patuh, dan dengan rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang”

Doa Buka Puasa Kedua

Dilansir dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah yang ditulis oleh Wulan Mulya Pratiwi terdapat doa berbuka puasa lainnya yang pernah dilantunkan Rasulullah SAW saat berbuka puasa.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَ اءَ الله

Arab-Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2,357)

Anjuran Rasulullah saat Berbuka Puasa

Selain doa berbuka puasa, ada tiga hal yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan muslim bisa mengikutinya:

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Dilansir dari buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Budi Handrianto dianjurkan untuk menyegerakan berbuka jika memang telah masuk waktunya berbuka, Allah SWT tidak menyukai umatnya yang merasa hebat bisa menahan dirinya dan berlama-lama dalam berbuka puasa.

Seperti sabda Rasulullah SAW ini:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

2. Berbuka dengan Kurma dan Air

Anjuran Rasulullah SAW lainnya perihal berbuka selain menyegerakannya adalah berbuka dengan kurma dan air.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. ” (HR.Abu Daud no. 2,356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih).

3. Makan Sebelum Salat

Dari buku Mempercepat Datangnya Rezeki Dengan Ibadah Ringan yang ditulis oleh Dr. KH. Mukhlis Allyudin dan H. Enjang AS, M.Ag. M.Si dijelaskan ketika berbuka puasa sebaiknya makan dahulu mengisi perut sebelum melaksanakan salat.

Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW:

“Jika santapan malam sudah terhidang, dan salat sudah (akan) dilaksanakan, dahulukan santapan malam.” (HR. Al-Bukhari dari Anas bin Malik RA.).

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa sesudah Sholat Tahajud agar Permohonan Cepat Terkabul


Jakarta

Doa sesudah sholat Tahajud termasuk sunah Rasulullah SAW. Bacaannya tercantum dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Sholat Tahajud sendiri merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. Banyak keistimewaan yang terkandung dari sholat Tahajud, Nabi SAW bahkan bersabda dalam sebuah hadits,

“Kerjakanlah sholat malam, karena sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, juga sebagai penembus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindari penyakit pada badan.” (HR Imam Tirmidzi dan Ahmad)


Ustaz Ahmad Baei Jaafar melalui bukunya yang berjudul Terapi Shalat Sempurna menjelaskan bahwa tahajud artinya bangun malam. Sholat Tahajud adalah sholat yang dilakukan ketika bangun pada waktu malam hari.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 79,

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Doa sesudah Sholat Tahajud

Mengutip buku Doa-doa Mustajab oleh Abu Qalbina, setelah seluruh rangkaian sholat tahajud selesai dan mengucap salam, muslim bisa membaca doa sesudah sholat tahajud berikut ini.

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Arab latin: Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa’dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ’atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain membaca doa sesudah sholat tahajud, disebutkan dalam buku 10 Kesaksian Pengamal Tahajud susunan Hendri Kusuma Wahyudi, bisa juga membaca zikir. Bacaan zikir yang dimaksud seperti, memperbanyak istighfar atau memohon ampun.

Mengutip buku Fiqh Shalat Terlengkap oleh Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin-nya menyebut sejumlah adab berdoa. Antara lain sebagai berikut:

1. Pilih Waktu Terbaik

Waktu terbaik atau waktu istijabah tersebut adalah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT bagi umat Islam. Meskipun pada dasarnya berdoa tidak mengenal waktu dan tempat, umat Islam juga tetap perlu memperhatikan waktu-waktu mustajab dengan harapan doa dapat terkabul.

Beberapa waktu di antaranya yakni sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, antara azan dan ikamah, saat azan berkumandang, sujud dalam salat, dan saat turun hujan. Rasulullah SAW bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Artinya: “Dua doa yang tidak akan tertolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah SWT yaitu antara azan dan ikamah serrta berdoa ketika turun hujan.” (HR Abu Dawud)

2. Menghadap Kiblat

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 149-150,

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ١٤٩

Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Baqarah: 149)

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۙ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ – ١٥٠

Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah: 150)

3. Berdoa dengan Rendah Hati

Selanjutnya, muslim dianjurkan agar berdoa dengan wajar dan merendahkan diri serta tidak menggunakan kata yang berlebih-lebihan. Dalam Al-Qur’an surah Al A’raf ayat 55 disebutkan adab berdoa agar rendah hati dan bersuara lembut.

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ – ٥٥

Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

4. Berdoa dengan Rasa Harap

Adab berdoa selanjutnya yakni seorang muslim hendaknya berdoa dengan harap dan cemas. Sebab, ke-tawadhu-an dan kerendahan hati sangat disukai oleh Allah SWT. Allah juga berfirman dalam surah Al A’raf ayat 56,

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ – ٥٦

Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”

5. Tidak Terburu-buru

Berdoa hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak terburu-buru. Dari riwayat Ibn Mas’ud RA ia berkata, “Apabila Nabi Muhammad SAW berdoa, beliau berdoa tiga kali. Dan apabila meminta, beliau juga meminta tiga kali.”

Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat

Mengutip buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman, berikut tata cara sholat Tahajud 2 rakaat.

  • Membaca niat sholat Tahajud,

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: “Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”

Artinya: “Aku niat sholat sunah Tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca surah Al Fatihah
  • Membaca salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud pertama pada rakaat pertama
  • Duduk antara dua sujud
  • Sujud kedua pada rakaat pertama
  • Berdiri, lalu lakukan rakaat kedua dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti rakaat pertama sampai sujud kedua
  • Duduk dan membaca doa tahiyat akhir
  • Salam

Setelah salam umat Islam bisa melanjutkannya dengan membaca doa sesudah sholat Tahajud.

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa sebelum Pergi Mudik Lebaran, Dibaca agar Lancar dan Selamat


Jakarta

Jelang Hari Raya Idul Fitri, umumnya muslim Indonesia melakukan mudik ke kampung halaman. Kegiatan ini sudah seperti tradisi tahunan setiap lebaran.

Biasanya perjalanan mudik memakan waktu yang cukup lama. Tidak hanya berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari.

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya umat Islam memanjatkan doa ketika hendak melakukan sesuatu, begitu pula sebelum mudik. Doa tersebut dimaksudkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar selamat sampai tujuan.


Doa sebelum Pergi Mudik

Berikut doa sebelum pergi mudik yang disadur dari Instagram resmi Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.”

Doa Musafir Tergolong Mustajab

Pada dasarnya, orang yang melakukan perjalanan jauh termasuk musafir. Menurut hukum Islam, musafir adalah orang yang meninggalkan tempat tinggalnya dalam jarak tertentu dan berniat tinggal di tempat yang dituju dalam waktu tertentu, seperti dikutip dari buku Tuntunan Shalat Musafir oleh Aulia Fadhli.

Imam Ahmad, Imam Syafi’i dan Imam Malik menetapkan batas waktu seseorang yang dapat disebut musafir ialah empat hari. Sementara itu, Abu Hanifah mengatakan batas waktunya 15 hari.

Walau demikian, banyak pendapat yang mengatakan bahwa musafir adalah orang yang sedang bepergian untuk tujuan tertentu dengan perjalanan kurang lebih 70 km, dan orang tersebut tidak berencana menetap di daerah tertentu lebih dari tiga hari.

Secara sederhana, musafir dapat juga didefinisikan sebagai seseorang yang melakukan perjalanan dengan tujuan bukan untuk maksiat.

Doa dari seorang musafir dikatakan mustajab. Hal ini disebutkan dalam buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah susunan Muhammad Syafie el-Bantanie, sebagaimana merujuk pada hadits Nabi SAW, ia bersabda:

“Ada tiga jenis doa yang pasti dikabulkan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (safar) dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com