Tag Archives: hikmah

3 Doa Naik Kendaraan: Arab, Latin dan Artinya


Jakarta

Ada beberapa doa yang bisa dibaca sebelum bepergian menggunakan kendaraan. Doa ini ditujukan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar selamat selama perjalanan.

Menjelang Idul Fitri, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan mudik atau pulang ke kampung halaman. Kebiasaan ini menjadi tradisi di kalangan para perantau.

Perjalanan mudik ditempuh dengan berbagai cara, ada yang berkendara menggunakan moda transportasi darat, laut dan juga udara. Setiap perjalanan mudik Idul Fitri, tentu memiliki tujuan yang sama yakni agar bisa silaturahmi dengan orang tua ataupun sanak keluarga.


Untuk memohon diberikan perjalanan yang lancar dan aman, seorang muslim bisa memanjatkan doa sebelum naik kendaraan. Berdoa menjadi sebuah anjuran yang bisa dikerjakan kapanpun.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan orang yang sedang melakukan perjalanan. Orang-orang yang bepergian menjadi salah satu golongan yang doanya mustajab,

روينا في كتب أبي داود والترمذي وابن ماجه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهن دعوة المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالد على ولده

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Ada tiga doa mustajabah yang tidak disangsikan lagi, yaitu doa orang teraniaya, doa orang dalam perjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya,” (HR Abu Dawud, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah).

Doa Naik Kendaraan

Merangkum buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam oleh Anshari Taslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca doa sebelum melakukan perjalanan dan berkendara.

Di zaman Rasulullah SAW, kendaraan itu adalah kuda atau unta yang dimanfaatkan sebagai kendaraan darat. Ada pula kendaraan kapal sebagai moda transportasi air, baik di sungai maupun di laut.

Berdoa ketika hendak naik kendaraan menjadi salah satu amalan sunnah. Berikut beberapa doa naik kendaraan yang bisa dilafalkan saat hendak melakukan perjalanan.

1. Doa Naik Kendaraan Darat

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arab Latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

2. Doa Naik Kendaraan Laut

بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Arab Latin: Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim

Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

3. Doa Naik Kendaraan Udara

اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

Arab Latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

Bisa juga membaca doa berikut,

للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

Selain membaca doa naik kendaraan, usahakan juga untuk senantiasa melafalkan doa keselamatan dan memperbanyak dzikir.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa di Kampung Halaman, Dibaca Sebagai Ucapan Syukur


Jakarta

Bagi para perantau, melihat kampung halaman dan sanak keluarga adalah kebahagiaan yang tak terbendung. Sebagai ungkapan syukur, seorang muslim bisa mengamalkan doa.

Idul Fitri menjadi momen untuk kumpul keluarga di kampung halaman. Saling berkunjung untuk silaturahmi seolah menjadi tradisi yang sudah mendarah daging.

Kebahagiaan Hari Raya harus diungkapkan dengan syukur karena semua terjadi atas kehendak dan nikmat dari Allah SWT. Oleh karenanya seorang muslim dianjurkan untuk berdoa saat tiba di kampung halaman sebagai bentuk ucapan syukur.


Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk bersyukur. Dengan syukur, Allah SWT akan tambahkan nikmatnya.

Allah SWT berfirman,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Dalam hadits dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengatakan, ‘Alhamdulillah’ melainkan apa yang ia berikan itu lebih baik daripada yang ia ambil.” (HR Ibnu Majah)

Doa ketika Tiba di Kampung Halaman

Ungkapan syukur bisa dipanjatkan ketika tiba dengan selamat di kampung halaman.

Mengutip buku Aku Datang Memenuhi Panggilan-Mu: Panduan Doa dan Ibadah oleh Freddy Rangkuti dan Siti Haniah menjelaskan, sesampainya di kampung halaman, seorang muslim dianjurkan melaksanakan salat sunah 2 rakaat sebagai tanda syukur telah kembali dengan selamat. Salat ini disunnahkan untuk didirikan di masjid yang berada di dekat rumah.

Setelah selesai salat 2 rakaat, hendaklah mengucapkan doa.

Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat agar kampung halaman itu memberikan keberkahan bagi penduduknya. Berikut bacaan doa Rasulullah SAW ketika melihat kampung halaman.

Doa ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا بِهَا قَرَارًا وَرِزْقًا حَسَنًا

Arab Latin: Allâhummaj’al lanâ bihâ qarârâ, wa rizqan hasanâ

Artinya, “Tuhanku, jadikan kampung ini tempat tinggal kami dan jadikan desa ini sebagai rezeki yang baik.”

Kemudian bisa dilanjutkan dengan doa berikut z sebagaimana dijelaskan dalam buku Doa & Dzikir Umrah Amisya: Kumpulan Doa dan Dzikir Ibadah Umrah,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَصَرَنِي بِقَضَاءِ نُسُكِي وَحَفَظَنِيْ مِنْ وَعْتَاءِ السَّفَرِ حَتَّى أعُوْدَ إِلَى أَهْلِ . اَللهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي بَعْدَ الْعُمْرَةِ وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِيْنَ.

Arab latin: Alhamdulillaahil ladzzii nasharanii bi qadhaa’I nusukii wa hafadzanii min wa’tsaa’is safari hattaa a’uuda ilaa ahlii. Allaahummaa baarik fii hayaatii ba’dal umrati waj’alnii minash shaalihiin

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku untuk melaksanakan ibadah dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian sehingga aku dapat kembali lagi. Ya Allah, berkatilah dalam hidupku setelah melaksanakan umrah dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang saleh.”

Umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa begitu mulai memasuki kampung halaman. Mengutip Kitab Al-Fiqhu al-Islamiyyuu wa Adilatuhu karya Wahbah az-Zuhaili doa ketika melihat perbatasan kampung halaman,

باسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ خَيْرَها وَخَيْرَ أهلها وَخَيْرَ ما فِيها وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّها وَشَرّ أهلها وَشَرّ مَا فِيهَا

Arab Latin: Bismillâh allâhumma innî as-aluka khaira hâdzihi-s-sûqi wa khaira mâ fîhâ wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ. Allâhumma innî a’ûdzubika an ushîba fîhâ yamînan fâjiratan au shafqatan khâsiratan

Artinya: “Ya Allah, aku memohon Engkau memberiku kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan apa saja yang ada di dalamnya; dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini, kejahatan penduduknya, serta kejahatan apa pun yang ada di dalamnya.”

Demikian beberapa bacaan doa yang bisa dipanjatkan ketika tiba di kampung halaman. Semoga nikmat Allah SWT tercurah kepada seluruh hamba-Nya.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Keluar Rumah, Bepergian dan Naik Kendaraan untuk Pemudik



Jakarta

Doa adalah penghubung antara hamba dan Allah SWT. Karena dalam doa terdapat harapan, keinginan dan tujuan supaya dikabulkan. Dalam kondisi apapun sebaiknya berdoa, misalnya seperti sekarang musim mudik, sebelum keluar rumah dan melakukan perjalanan alangkah baiknya terlebih dahulu berdoa.

Jangan pernah remehkan doa, sebab doa adalah senjata bagi umat Islam. Allah SWT juga berfirman mengenai doa ini.

Surah Gafir Ayat 60 :


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

Artinya:Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Berikut ini doa keluar rumah, bepergian dan naik kendaraan:

Doa Keluar Rumah

Dari buku 24 Jam Hidup Dengan Doa dan Amal Harian Rasulullah karya Abu Bakar bin As Sina terdapat tiga doa keluar rumah.

Doa Pertama:

Abu’Abdurrahman memberitahukan kepada kami, Mahmud bin Ghailan memberitahukan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Manshur, dari Asy-Sya’bi, dari Ummi Salamah r.a. bahwasanya apabila Nabi Saw. keluar rumah, maka beliau berdoa:

بسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَ أَوْ نُزَلَ أَوْ نَظْلِمَ أَوْ نظْلَمَ أَوْ تَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari diserang atau menyerang, dizalimi atau menzalimi, dan diolok-olok atau mengolok-olok.”

Doa Kedua:

Abu Khalifah menceritakan kepada kami, Ya’la bin Muhammad Ash-Shalut An-Nuri memberitahukan kepada kami, Hatim bin Isma’il memberitahukan kepada kami dari ‘Abdullah bin Husain, dari ‘Atha’ bin Yasar, dari Suhail bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya apabila Nabi Saw. keluar dari rumahnya, maka beliau berdoa:

بسمِ اللهِ التَّلَانِ عَلَى اللَّهِ لَا حَولَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Artinya: “Dengan nama Allah, kami berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan karena pertolongan Allah.”

Doa Ketiga:

Abu ‘Arubah memberitahukan kepada kami, Al-Musayyab bin Wadhih menceritakan kepada kami, Hajaj bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ishak bin ‘Abdullah bin Abi Thalhah, dari Anas bin Malik, dia berkata:

Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu hendak keluar dari rumahnya, maka berdoalah:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan karena pertolongan Allah. Maka pada saat itu dikatakan, ‘Kamu dijaga, ditunjukkan, dan dipenuhi.’ Nabi bersabda: Maka setan pun menjauhinya. Lalu setan itu bertemu dengan setan lain dan berkata, ‘Bagaimana mungkin kamu dapat menggoda orang yang telah dijaga, di cukupi, dan ditunjukkan?.”

Doa Keselamatan

Dari buku 101 Doa Anak Saleh karya Tim Darul Ilmi terdapat doa keselamatan, doa naik kendaraan, dan doa bepergian.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَائَةِ الْأَعْدَاءِ

Arab-Latin: Alloohumma innii a’uudzu bika min jahdil balaa-i wa darkisy syaqoo-i wa suu-il qodoo-i wa syamaatatil a’daa-i.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kengerian musibah, menemui kesengsaraan, qadha yang buruk dan merasa senangnya musuh.”

Doa Naik Kendaraan Laut

بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Arab-Latin: Bismillaahi majraahaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim.

Artinya: “Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf lagi Pengasih.” (Imam Nawawi, Al-Adzkar, hal: 190)

Doa Naik Kendaraan Darat

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هُذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لمُنقَلِبُونَ .

Arab-Latin: Subhaanal ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun.

Artinya: “Mahasuci Tuhan yang memudahkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan kepada Allah kami kembali.” (Sunan Abu Daud, Al-Jihad: 2235. Sunan At-Tirmidzi, Ad-Da’awat ‘an Rasulillah: 3368)

Doa Ketika Bepergian

أمِنْتُ بِاللهِ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ الا بالله .

Arab-Latin: Aamantu billaahi, i’tashomtu billaahi, tawakkaltu ‘alalloohi walaa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: “Aku beriman kepada Allah, berlindung kepada-Nya dan berserah diri kepada-Nya (pula). Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.” (Sunan Tirmidzi, Ad-Da’awat ‘an Rasulillah: 3348)

Doa Ketika Singgah di Suatu Tempat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Arab-Latin: Alloohumma innii a’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kalimat- kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala apa yang terjadi.”

Doa Setelah Sampai di Tujuan

الْحَمدُ لِلَّهِ الَّذِي سَلَّمَنِي وَالَّذِي آفَانِي وَالَّذِي جَمَعَ الشَّمْلَ بِي.

Arab-Latin: Alhamdulillaahil ladzi sallamanii walladzii aawaanii wal ladzii jama’asy syamla bii.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkan ku dengan keluargaku.”

Demikian doa keluar rumah, doa bepergian, dan doa naik kendaraan. Untuk mendapatkan perlindungan Allah SWT perbanyaklah berdoa.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal dan Keutamaan yang Terkandung



Jakarta

Doa untuk orang meninggal adalah amalan sunnah Rasulullah SAW. Bacaan ini dipanjatkan kepada sesama muslim yang wafat, baik keluarga maupun kerabat.

Mengutip Buku Induk Doa dan Zikir oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Abu Firly Bassam Taqiy, doa untuk seseorang yang meninggal unia bertujuan agar Allah SWT mempermudah jalan mereka menuju akhirat dan mendapat ampunan atas dosa-dosanya. Mereka yang bertakziah dan mendoakan saudaranya akan diganjar pahala.

Pada dasarnya, takziah atau berbelasungkawa artinya menasihati untuk sabar dan menceritakan hal-hal yang menghibur hati orang yang ditinggal mati serta meringankan kesedihannya. Nabi SAW bersabda,


“Barangsiapa yang berbelasungkawa kepada wanita yang ditinggal mati anaknya, kelak dia diberi pakaian burdah di dalam surga.” (Imam Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Abu Musa RA dalam hadits At-Tirmidzi, umat Islam dianjurkan mengucap istirja saat seseorang meninggal dunia. Kalimat istirja itu berbunyi sebagai berikut,

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Arab latin: Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

Artinya: “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”

Lantas, apa doa untuk orang meninggal yang bisa dipanjatkan?

Doa untuk Orang Meninggal

Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan ketika ada seseorang yang meninggal.

1. Doa untuk Orang Meninggal Versi Pertama

Doa untuk orang meninggal versi pertama ini bisa dipanjatkan ketika mendengar kabar duka. Berikut bacaannya,

إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

Arab latin: Innalillahi wa inna ilahi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi’illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.

Artinya: “Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskan-lah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikan-ah catatannya di illiyyin. Ganti-lah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Jangan-lah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”

2. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kedua

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

Arab latin: Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

3. Doa untuk Orang Meninggal Versi Ketiga

Apabila seseorang yang meninggal adalah wanita, maka bisa membaca doa untuk orang meninggal berikut ini,

للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Arab latin: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah, dan lepaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungi-lah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

4. Doa untuk Orang Meninggal Versi Keempat

Jika saudara muslim yang meninggal berjenis kelamin pria, maka doa yang dapat dipanjatkan ialah sebagai berikut.

لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Arab latin: Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah dan lepaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

5. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kelima

Doa untuk orang meninggal versi kelima ini bisa dipanjatkan saat melakukan takziah. Bacaannya sebagai berikut,

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

Arab latin: A’dlamallahu ajraka wa ahsana aza’aka wa ghafaraka li mayyitika

Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.”

إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Arab latin: Inna lillahi taala ma akhadza wa lahu ma a’tha wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musamma famurha faltashbir wa tahtasib

Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang dia ambil dan dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Membaca Doa untuk Orang Meninggal

Diterangkan dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr terbitan Griya Ilmu, Nabi Muhammad SAW berkunjung ke makam para sahabatnya. Ia mendoakan mereka, meminta rahmat, serta memohon ampunan atas dosa para sahabat.

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali melalui Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 2 terjemahan M Abdul Ghoffar, menyebut sebuah hadits yang menunjukkan Nabi SAW menganjurkan umat Islam mendoakan sesamanya yang sudah meninggal dunia.

“Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.” (HR Muslim)

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Masuk Kuburan dan Adabnya yang Perlu Dipahami Muslim


Jakarta

Doa masuk kuburan dibaca ketika memasuki area pemakaman. Biasanya, masyarakat muslim Indonesia melakukan ziarah kubur pada momen-momen tertentu, seperti jelang Ramadan dan Idul Fitri atau bahkan bertepatan dengan hari raya tersebut.

Anjuran ziarah kubur dijelaskan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadits. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan, sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan kamu pada hari akhirat.” (HR Muslim)


Mengutip buku Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual susunan Purwadi, tradisi ziarah kubur dimaksudkan untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Kata ziarah sendiri diserap dari bahasa Arab, yaitu ziyarah yang artinya kunjungan.

Ulama hadits Syekh Al Albani dalam kitab Ahkaamul Janaa’iz wa Bid’ihaa yang diterjemahkan A.M. Basalamah menuliskan bahwa ziarah kubur termasuk amalan yang disunnahkan.

Dari Aisyah RA, ia berkata Nabi SAW bersabda,

“Tak seorang pun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya.”

Doa Masuk Kuburan: Arab, Latin dan Arti

Mengutip buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Jilid 6 karya Moenawar Chalil, setidaknya ada sejumlah versi doa masuk kuburan. Seperti apa? Berikut bacaannya.

1. Doa Masuk Kuburan Versi Pertama

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيَّتُهَا الأَرْوَاحُ الْقَانِيَةُ. وَالأَبْدَانُ الْبَالِيَةُ وَالْعِظَامُ النَّخِرَةُ الَّتِى خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِاللَّهِ مُؤْمِنَةٌ. أَللهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنا

Arab latin: Assalamu’alaikum ayyatuhaal ‘arwaahul qaaniyat. Wal abdaanul baaliyatu wal’ithomunnakhiratul ti kharajat minaddunyaa wa hiyabillahi mu’minat. Allahumma adkhil ‘alaihim rawkhaan minka wa salaaman minna.

Artinya: “Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas kamu, hai semua roh yang rusak tubuhnya dan badan-badan yang busuk serta tulang-tulang yang hancur, yang telah keluar dari dunia, padahal ia beriman kepada Allah. Ya Allah, masukkanlah kepada mereka itu kelapangan dari Engkau dan kesejahteraan dari kami.”

2. Doa Masuk Kuburan Versi Kedua

Ibnus Sunni meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

Arab latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyari mina kaana rasuulul mu’miniina wal mu’minaati wal muslimina wal muslimaati wassholihiina wassholihaat, wa inna insyaa allahu bikum laa khiquun

Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu.”

3. Doa Masuk Kuburan Versi Ketiga

Ibnu Abbas RA berkata dalam riwayat At Tirmidzi, “Rasulullah SAW pernah berjalan melalui kuburan di Madinah. Beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (ahli kubur), lalu beliau mengucapkan,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ الله لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

Arab latin: Assalaamu’alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullahu lanaa walakum, antum salafnaa wa nakhnu bil ‘atsari

Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, wahai ahli kubur. Mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu mendahului kami dan kami menyusul kamu di belakang.”

Adab Ziarah Kubur

Setelah membaca doa masuk kuburan, ada sejumlah adab yang perlu diperhatikan kaum muslimin. Berikut adabnya yang dinukil dari buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa susunan Sopian Riduan.

  1. Berwudhu
  2. Membaca doa masuk kuburan
  3. Menghadap ke arah kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir
  4. Berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT, berikut doa ziarah yang dapat dipanjatkan

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Arab latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun, as’alullahal ‘aafiyata lanaa wa lakum.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

  5. Setelah berdoa dianjurkan untuk membaca surah Al Fatihah
  6. Membaca ayat-ayat pendek
  7. Tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan
  8. Tidak melakukan hal yang berlebihan

Itulah doa masuk kuburan dan adabnya yang perlu diperhatikan. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Hadits tentang Puasa Syawal, Amalan Sunnah yang Dianjurkan Nabi SAW


Jakarta

Hadits tentang puasa Syawal menjelaskan terkait keutamaan amalan tersebut. Pada dasarnya, bulan Syawal memiliki sejumlah keutamaan jika diisi berbagai amalan sunnah.

Meski dinamakan puasa Syawal, amalan ini tidak dikerjakan pada permulaan Syawal atau 1 Syawal. Sebab, permulaan Syawal bertepatan dengan Idul Fitri yang mana haram hukumnya apabila seorang muslim melaksanakan puasa di hari tersebut.

Dari Abu Sa’id Al Khudri RA, ia berkata:


“Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Muslim)

Hadits tentang Puasa Syawal

1. Hadits Ketentuan Puasa Syawal

Ketentuan tentang puasa Syawal sebanyak enam hari, didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut,

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim)

Mengutip buku Yang Harus diketahui dari Puasa Syawal oleh Ahmad Zarkasih, Lc. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut memiliki sanad yang mencapai derajat shahih. Adapun banyaknya pahala yang diterima atau dihasilkan oleh umat Muslim yang menjalankan puasa Syawal merupakan anugerah Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad.

2. Hadits Keutamaan Puasa Syawal

Hadits lainnya juga menjelaskan keutamaan puasa Syawal dalam redaksi berbeda,

“Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah)

3. Hadits Anjuran Puasa Syawal

Selain hadits-hadits sebelumnya, ada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan nada serupa,

“Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Puasalah di Bulan Syawal.” Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah)

4. Hadits Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Berdasarkan buku Rumedia-The Tausiyah tulisan David Alvitri, Salah satu hukum berpuasa Syawal adalah dilaksanakan mulai sejak tanggal dua Syawal. Hal ini seperti dalam hadits yang disebutkan oleh Abu Sa’id al-Khudri:

“Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah).” (HR Muslim)

Haruskah Puasa Syawal Dilaksanakan Berturut-turut Selama 6 Hari?

Menurut buku Daqu Method dalam Tinjauan Pendidikan Islam oleh Tarmizi As Shidiq, Imam Syafi’i dan Imam An-Nawawi berpendapat puasa Syawal lebih dianjurkan untuk diamalkan selama enam hari secara berurutan mulai dari awal bulan, yaitu 2-7 Syawal.

Hal senada diyakini oleh mazhab Hambali dalam buku Dialog Lintas Mazhab Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar. Dikatakan, lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal tanpa terputus.

Meski demikian, dijelaskan melalui buku Dalam Naungan Bulan Penuh Kemuliaan: Fikih Ramadan 4 Mazhab tulisan Gus Arifin, ulama mazhab Syafi’i menyebut puasa Syawal yang diamalkan secara dipisah atau dilakukan pada akhir Syawal juga tetap memiliki keutamaan dalam pengamalannya.

Wallahu’alam bishawab.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Berangkat Perjalanan, Bisa Dibaca saat Pulang Mudik


Jakarta

Doa berangkat perjalanan bisa diamalkan saat pulang mudik lebaran. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita senantiasa memanjatkan doa ketika akan melakukan berbagai aktivitas.

Imam An-Nawawi melalui kitabnya yang berjudul Al-Adzkar menyebut bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa ketika ingin melakukan perjalanan. Dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata:

“Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta.” (HR Muslim)


Kumpulan Doa Berangkat Perjalanan

1. Doa Berangkat Perjalanan Versi Pertama

Mengutip buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

2. Doa Berangkat Perjalanan Versi Kedua

Berikut doa berangkat perjalanan lainnya yang berasal dari riwayat Muslim dan disebutkan dalam buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi,

اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

3. Doa Berangkat Perjalanan Versi Ketiga

Pada riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

4. Doa Berangkat Perjalanan Versi Keempat

Selain itu, melalui buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi, doa yang perlu diamalkan ketika berangkat perjalanan.

(3x) الحَمْدُ للِه

Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

Itulah sejumlah doa berangkat perjalanan yang bisa diamalkan. Semoga bermanfaat.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan, Lengkap dengan Tata Caranya


Jakarta

Doa mandi wajib setelah berhubungan badan wajib diamalkan oleh kaum muslimin ketika hendak bersuci dari hadats besar. Perintah mandi wajib tercantum dalam surah Al Maidah ayat 6,

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ … 6

Artinya: “…Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah…”


Setidaknya ada sejumlah hal yang jadi penyebab mandi wajib. Menukil dari buku Pendidikan Islam Informal susunan Romlah, perkara itu antara lain:

  • Sehabis melakukan hubungan badan
  • Apabila seorang muslim mengeluarkan air mani
  • Selesai haid atau nifas

Sebelum melakukan mandi wajib, kaum muslimin harus membaca niat atau doa. Hal ini termasuk ke dalam rukun mandi wajib.

Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa mandi wajib setelah berhubungan badan.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

Tata Cara Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

Mengutip dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan badan,

  • Membaca doa mandi wajib setelah berhubungan badan
  • Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
  • Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
  • Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
  • Berwudhu
  • Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
  • Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
  • Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

Doa setelah Mandi Wajib

Selain niat, ada juga doa yang disunnahkan untuk dibaca selesai melaksanakan mandi wajib. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

Itulah doa mandi wajib setelah berhubungan badan dilengkapi tata cara dan bacaan setelah melakukannya. Semoga bermanfaat.

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Bacaan setelah Wudhu sesuai Sunnah Rasulullah SAW dan Keutamaan Mengamalkannya


Jakarta

Bacaan setelah wudhu termasuk ke dalam sunnah Nabi SAW. Doa ini didasarkan dari sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)

Wudhu sendiri bertujuan untuk membersihkan diri dari hadats kecil. Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi terjemahan Geis Umar Bawazier mengartikan wudhu sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Wudhu bisa dimaknai bersuci sebelum mengerjakan salat.


Bacaan setelah Wudhu

Mengutip buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi bacaan setelah wudhu yang bisa dipanjatkan.

1. Bacaan setelah Wudhu Versi Panjang

أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

2. Bacaan setelah Wudhu Versi Pendek

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

Tata Cara Wudhu sesuai Sunnah

Mengutip buku Fikih Sunnah Wanita oleh Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi SAW.

1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

2. Membaca basmalah

3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

4. Berkumur tiga kali

5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

8.Mengusap kepala tiga kali

9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

11. Panjatkan bacaan setelah wudhu

Keutamaan Mengamalkan Bacaan setelah Wudhu

Diterangkan oleh DR H Sagiran dalam buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ dimaknai sebagai orang-orang yang bertobat.

Dari tobat tersebut dimaknai sebagai bersuci dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita.

Memanjatkan bacaan setelah wudhu niscaya akan dijadikan orang-orang yang suci oleh Allah SWT. Wallahu’alam bishawab.

Itulah bacaan setelah wudhu dilengkapi tata cara dan keutamaan mengamalkan. Semoga bermanfaat.

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Sujud Syukur Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Tata Caranya


Jakarta

Doa sujud syukur bisa dibaca saat mengamalkannya. Sujud syukur menjadi bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

Bersyukur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Dengan bersyukur, Allah SWT akan menambahkan lebih banyak nikmat-Nya. Dalil tentang anjuran dan perintah bersyukur banyak dijelaskan melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

Dalam surat Luqman ayat 12, Allah SWT berfirman,


وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Kemudian, anjuran untuk bersyukur juga dijelaskan dalam surat Az-Zumar ayat 7,

إِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا۟ يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Artinya: Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.

Rasulullah SAW menjadi sosok panutan yang senantiasa bersyukur. Salah satu bentuk syukurnya adalah dengan melakukan sujud syukur.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan, “Nabi SAW menyungkur alias bersujud.” Disebutkan bahwa beliau terus menerus bersujud selama 40 kali dalam setiap salat subuh. Menurut pendapat Imam Asy Syafi’i, yang dimaksud bukanlah sujud yang diwajibkan, melainkan sujud syukur.

Dalam hadits dari Abu Bakrah RA bahwa Rasulullah SAW berkata, “Apabila mendapat sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah beliau tunduk bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Taala.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Kemudian dalam hadits lain, disebutkan dalam riwayat At Tirmidzi, “Bahwasanya Nabi SAW jika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, maka beliau akan mengyungkur bersujud.” (HR Abu Daud)

Kemudian dari Abdurrahman bin Auf RA ia berkata,

“Nabi SAW keluar menuju bangunan tinggi lalu masuk ke dalam, menghadap kiblat, dan bersujud. Beliau memanjangkan sujudnya lalu mengangkat kepalanya. Beliau bersabda, ‘Jibril telah mendatangiku dengan membawa kabar gembira; ‘Sesungguhnya Allah telah bersabda untukmu: siapa saja yang bersholawat kepadamu, maka ia akan menyelamatkannya,’ Maka aku bersujud sebagai ungkapan terima kasihku kepada-Nya.” (HR Ahmad)

Merangkum buku Fiqih karya Hasbiyallah, dijelaskan sujud syukur adalah sujud sebagai tanda syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Sujud syukur juga menjadi tanda bahwa seorang hamba telah selamat dari marabahaya yang hampir menimpanya.

Bacaan Doa Sujud Syukur

Ketika melakukan sujud syukur, seorang muslim bisa membaca doa. Berikut beberapa doa yang bisa dibaca:

1. Doa Sujud Syukur Versi Pertama

سُبْحَانَ اللهِ والْحَمْدُ لِلَّهِ ولا إِلَهَ إِلَّا اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

Arab latin: Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar,”

2. Doa Sujud Syukur Versi Kedua

Dalam buku Doa dan Zikir Harian Nabi karya Imam Abu Wafa, ada juga doa sujud syukur lainnya yang bisa dipanjatkan. Bacaannya seperti ketika melakukan sujud pada salat wajib.

سُبحانَ ربِّيَ الأعلَى وبحمدِه

Arab latin: Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi

Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang tinggi dan pujian-Nya,”

3. Doa Sujud Syukur Versi Ketiga

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Arab latin: Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfirli

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, wahai tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku,”

4. Doa Sujud Syukur Versi Keempat

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Arab-latin: Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam’ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.

Artinya: “Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

Tata Cara Sujud Syukur

Sujud syukur hukumnya sunnah. Cara melakukan sujud syukur adalah sujud satu kali dan dilakukan di luar salat. Tidak ada patokan waktu melakukan sujud syukur, ketika sudah memanjatkan doa, maka diperbolehkan untuk bangun kembali.

Ketika hendak melakukan sujud syukur, seorang muslim tidak perlu bersuci dari hadas dan najis, tidak perlu bertakbir saat hendak sujud syukur dan juga tidak perlu mengucap salam sebagai penutup. Sujud syukur berbeda dengan sujud yang dikerjakan saat salat.

Saat melakukan sujud syukur, tidak ada keharusan suci dari hadas atau najis karena tidak ada hadits yang menjelaskan tentang hal demikian. Dalam hadits, tidak terdapat keterangan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam sujud syukur diharuskan bertakbir, hanya saja menurut ulama bahwa takbir dalam sujud syukur diperlukan.

Disebutkan dalam buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, sujud syukur dilakukan menghadap kiblat, kecuali bila sedang bepergian di atas kendaraan. Apabila sedang dalam kondisi tersebut, sujud syukur cukup dilakukan dengan isyarat ke mana pun kendaraan menghadap.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com