Tag Archives: hikmah

Doa agar Hujan Deras, Mencontoh Rasulullah SAW di Masa Kekeringan


Jakarta

Doa agar hujan deras bisa diamalkan bila hujan tak kunjung turun. Bacaan doanya dapat mencontoh dari Rasulullah SAW yang beberapa kali mengamalkannya.

Dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, dikisahkan dalam sebuah hadits, ada sekelompok orang yang datang sambil menangis kepada Rasulullah SAW. Mereka meminta beliau berkenan berdoa agar turun hujan.

Setelahnya, Rasulullah SAW melafalkan sebuah doa dan hujan pun turun. Berikut ini adalah bacaan doa agar hujan deras yang dicontoh Rasulullah SAW.


3 Versi Bacaan Doa agar Hujan Deras

  • Doa agar Hujan Deras Versi Pertama

Menurut buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd Rohim, terdapat beberapa doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon turunnya hujan deras kepada Allah SWT. Salah satu doa tersebut adalah sebagai berikut,

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

Arab Latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii’an naafi’an ghoiro dhoorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepada kami hujan yang deras, yang membawa berkah, yang menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang datang dengan cepat dan tidak ditunda-tunda.”

  • Doa agar Hujan Deras Versi Kedua

Selain itu, ada juga doa lain yang mengacu pada hadits Rasulullah SAW.

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Arab Latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

  • Doa agar Hujan Deras Versi Ketiga

اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Bacaan latin: Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa-imika wansyur rohmataka wa ahyi baladakal mayyit

Artinya: “Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, hewan ternak, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan bumiMu yang tandus,”

Menurut Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab yang dikutip dari buku Syama’il Rasulullah tulisan Ahmad Mustafa Mutawalli, Hadi Rahman, dan Muflih Kamil, ada beberapa cara yang dilakukan beliau dalam melafalkan doa meminta hujan. Berikut ini 5 cara yang dilakukan Rasulullah SAW dalam meminta hujan.

  • Saat sedang khutbah di atas mimbar pada hari Jumat
  • Menjadwalkan suatu hari khusus agar orang-orang keluar bersama ke tempat sholat. Beliau keluar ketika matahari terbit dengan merendahkan diri, khusyuk, berwasilah, dan dalam keadaan tunduk
  • Membaca doa meminta hujan di atas mimbar Madinah pada hari selain Jumat. Tidak diketahui bahwa saat itu beliau melakukan sholat
  • Membaca doa Istisqa dengan posisi duduk di dalam masjid seraya mengangkat tangan
  • Berdoa meminta hujan di Ahjar Zait yang berdekatan dengan Dzuwara. Tepatnya di luar pintu masjid yang sekarang dikenal dengan nama Babussalam (kira-kira seukuran lemparan batu balok ke kanan dari luar masjid)

Ketentuan mengamalkan doa agar hujan deras menurut Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf dalam bukunya yang bertajuk Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat, dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya setelah melaksanakan sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Doa agar hujan deras juga dibaca pada saat waktu-waktu mustajab doa.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Berdoa Pakai Bahasa Indonesia setelah Salat, Begini Hukumnya


Jakarta

Rasulullah SAW mengajarkan berdoa dengan bahasa Arab. Bolehkah jika menggantinya dengan bahasa Indonesia?

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60)

Imam ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya menjelaskan, ayat tersebut berisi anjuran Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri.

Dalam menjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir turut menukil hadits Imam Al-Hafiz Abu Ya’la alias Ahmad ibnu Ali ibnul Musanna Al-Mausuli dalam kitab musnadnya, dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi SAW bersabda dalam hadits qudsi,

“Ada empat perkara, yang satu darinya untuk-Ku dan yang satu untukmu, dan yang satunya lagi antara Aku dan kamu, sedangkan yang terakhir antara kamu dan hamba-hamba-Ku. Adapun mengenai yang untuk-Ku ialah hendaknya engkau menyembah-Ku, tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Adapun yang untukmu dari-Ku ialah amal kebaikan apa pun yang engkau lakukan, Aku akan membalasnya untukmu. Dan adapun yang antara Aku dan kamu ialah engkau berdoa dan Aku yang memperkenankannya. Adapun yang antara engkau dan hamba-hamba-Ku ialah retakanlah untuk mereka apa yang engkau relakan untuk dirimu sendiri.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari An-Nu’man ibnu Basyir RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya doa itu ibadah.”

Kemudian beliau SAW membaca firman-Nya: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina. (QS Ghafir: 60)

Rasulullah SAW mengajarkan berdoa pada setiap kesempatan, termasuk setelah salat. Doa yang diajarkan nabi menggunakan bahasa Arab. Lantas, bagaimana hukumnya jika berdoa menggunakan bahasa sesuai daerah tempat tinggal, seperti bahasa Indonesia?

Hukum Berdoa Menggunakan Bahasa Indonesia

Para ulama telah menjelaskan hukum berdoa menggunakan bahasa Indonesia. Imam Abu Wafa menjelaskan dalam buku Panduan Shalat Rasulullah, berdoa menggunakan bahasa Indonesia dalam pandangan ulama Syafi’iyah terbagi ke dalam dua hukum, yakni doa yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits, dan yang bukan dari Al-Qur’an dan hadits.

Pertama, doa yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits boleh dipanjatkan bagi orang yang tidak mampu berbahasa Arab dan tidak boleh bagi orang yang mahir berbahasa Arab. Pendapat lain memperbolehkan bagi siapa saja, dan lainnya mengatakan tidak boleh bagi siapa pun karena tidak darurat.

Kedua, orang boleh berdoa dengan bahasa non Arab jika doa yang dipanjatkan bukan berasal dari Al-Qur’an dan hadits, asalkan doa tersebut adalah doa yang mubah dan tidak mengandung kata-kata permusuhan atau mengandung dosa dan tidak pula kata-kata yang memutus hubungan kerabat.

Kebolehan memanjatkan doa dengan bahasa Indonesia turut dijelaskan M. Quraish Shihab dalam buku Shihab & Shihab. Selain itu, Abu Aunillah Al-Baijury dalam Buku Pintar Agama Islam menerangkan, jika tidak bisa menggunakan bahasa Arab, boleh menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah masing-masing, sebab Allah Maha Mengetahui terhadap semua bahasa hamba-hamba-Nya.

Namun, jika doa yang dimaksud dalam hal ini adalah doa-doa yang berada dalam salat, maka tidak boleh jika menggantinya dengan bahasa Indonesia. Ini merupakan pendapat Imam an-Nawawi dan para ulama lainnya.

Imam an-Nawawi mengatakan dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab sebagaimana dinukil Ustaz Abdul Somad dalam buku 77 Tanya-Jawab Seputar Shalat,

“Tidak boleh membuat-buat doa yang tidak ma’tsur (bukan dari Al-Qur’an dan sunnah), kemudian diucapkan dalam bahasa asing (bukan Arab), tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, salat menjadi batal disebabkan perbuatan tersebut.”

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

5 Contoh Doa 17 Agustus 2023 dalam Islam untuk Upacara HUT RI


Jakarta

Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) digelar pada Kamis, 17 Agustus 2022. Sesuai dengan pedoman dari Kementerian Sekretariat Negara, pelaksanaan upacara disisipi dengan pembacaan doa upacara bendera.

Pedoman pelaksanaan upacara itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-761 /M/S/TU.00.04/08/2023 tentang Pedoman Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI Tahun 2023. Edaran tersebut berisikan pedoman upacara di tingkat pusat hingga daerah.

Sebelum teks doa dibacakan, petugas pembaca doa diimbau menjelaskan bahwa doa upacara dibacakan secara agama Islam dan mempersilakan kepada peserta upacara yang tidak beragama Islam untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.


Adapun teks bacaan doa upacara bendera 17 Agustus 2023 dalam Islam dapat menggunakan naskah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Berikut bacaan doa selengkapnya.

5 Contoh Naskah Doa 17 Agustus 2023 dalam Islam

1. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Pertama

Bismillaahirrahmaanirrahiim… Alhamdulillaahi Rabbil’aalamiin…

Wassholaatu wassalaamu’ala asyrofil ambiyaa’i walmursaliin wa’ala aalihi sahbihi ajma’iin…

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu. Engkaulah Sang Pencipta alam semesta ini, Engkaulah Dzat yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Rahim,

Atas segala rahmat dan karunia-Mu, hari ini kami seluruh bangsa Indonesia, kembali dapat memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78. Tambahkanlah curahan kasih sayang-Mu sebagai berkah bagi kami mengisi kemerdekaan menuju negeri yang adil dan makmur di bawah Ridho-Mu.

Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

Jadikanlah peringatan upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari buruk sangka, percekcokan, perselisihan, dan perpecahan.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

Masih panjang perjuangan bangsa kami dan masih jauh pula perjalanan sejarah bangsa kami, oleh karena itu hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Mantapkanlah tekad kami untuk membangun negara dan bangsa, agar menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun,

Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, para pemimpin dan para pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hambaMu yang beruntung.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina ‘adzabannar…

Rabbana taqabbal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrahim…

Walhamdulillahirabbil ‘alamin.

2. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Kedua

Ya Allah, ya Tuhan kami, ampunilah kami, para pemimpin kami, dan segenap rakyat kami; Engkaulah sebaik-baik pengampun.

Ya Allah, ya Tuhan kami, rahmatilah kami, para pemimpin kami, dan segenap rakyat kami; Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat.

Ya Allah, ya Tuhan kami ilhamilah kami para pemimpin kami dan rakyat kami untuk mensyukuri nikmat anugerah-Mu.

Ilhamilah kami untuk mensyukuri nikmat negeri indah anugerah-Mu dengan menjaga keindahannya.

Ilhamilah kami untuk mensyukuri nikmat bangsa ramah anugerahmu dengan menjaga keramahannya.

Ilhamilah pemimpin-pemimpin kami untuk mensyukuri nikmat anugerah-Mu dengan memahami dan mengayomi rakyat yang mereka pimpin.

Ilhamilah kami dan pemimpin-pemimpin kami untuk mensyukuri nikmat anugerah-Mu dengan menyadari tanggung jawab masing-masing kami.

Ilhamilah kami untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan anugerah-Mu secara tulus mengisinya dengan kerja nyata bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuat, berilah kami kekuatan untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat. Menatap masa depan, menyongsong Indonesia maju bermartabat.

Ya Allah, ya Tuhan kami, ampunilah dan rahmatilah kami dan kabulkanlah doa kami.

3. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Ketiga

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa

Segala puji kami panjatkan ke hadirat-Mu atas nikmat tidak terhingga yang Engkau berikan kepada bangsa kami. Atas rida dan kuasa-Mu, Engkau bebaskan kami dari belenggu penjajahan.

Karenanya, perkenankanlah kami pada hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita, memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan bangsa kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana

Dengan semangat proklamasi kemerdekaan ini, berikanlah rida-Mu yang tak terputus pada kami, untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejajar, dan berkompetisi dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia.

Teguhkan persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat menapak dengan kokoh kuat dalam membangun bangsa tercinta ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih

Curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pahlawan kami yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ampunilah segala kesalahan mereka dan terimalah budi baik dan keikhlasan pengorbanan mereka, serta tinggikan derajat dan muliakan mereka, dalam golongan hamba-hamba-Mu yang syuhada

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

Dengan sifat ‘Afuwwun Ghafuur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pahlawan kami, serta dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Perkenankan doa kami, Ya Allah.

4. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Keempat

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Pagi ini, kami,
Para pemimpin dan seluruh rakyat bangsa ini,
Bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahkan puja-puji,
Kami bersyukur, atas 78 tahun kemerdekaan bangsa dan negara kami, serta anugerah yang tak terbilang dan tercurah di bumi pertiwi

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
Beri kami petunjuk agar peringatan proklamasi kemerdekaan ini bisa menjadi
momentum merekatkan kesatuan dan persatuan.
Anugerahi kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah
Negeri ini punya cita, mudahkanlah dalam menggapainya
Hindarkanlah nusantara kami dari bencana dan marabahaya

Teguhkan rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, dan gotong royong dalam membangun bangsa. Sehingga, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dapat diwujudkan segera

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
Jangan tinggalkan kami dalam kesendirian dan ketidakberdayaan
Beri kami petunjuk serta kekuatan untuk membawa negeri ini ke arah kemajuan

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampunilah semua dosa kami
Dosa orangtua dan guru-guru kami.
Ampuni para tokoh bangsa dan para pemimpin kami
Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami,
Mereka yang telah korbankan jiwa raga, darah dan air mata dalam upaya memerdekakan negeri ini,
Masukkan mereka ke surga-Mu, muliakan kedudukan mereka di sisi-Mu

Ya Allah
Kami terus berharap limpahan rahmat-Mu
Kami terus meminta keluasan ampunan-Mu
Kiranya Engkau juga mengabulkan doa hamba-hambaMu
Aamiin

5. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Kelima

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِ
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa,

Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu. Engkaulah Sang Pencipta alam semesta ini, Engkau-lah Dzat yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Rahim,

Atas segala rahmat dan karunia-Mu, hari ini kami seluruh bangsa Indonesia, kembali dapat memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.

Tambahkanlah curahan kasih sayang-Mu sebagai berkah bagi kami mengisi kemerdekaan menuju negeri yang adil dan makmur di bawah ridho-Mu.

Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

Jadikanlah peringatan upacara proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari buruk sangka, percekcokan, perselisihan, dan perpecahan.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana,

Masih panjang perjuangan bangsa kami dan masih jauh pula perjalanan sejarah bangsa kami, oleh karena itu hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa, agar menjadi bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengampun,

Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, para pemimpin dan para pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau dzat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hamba-Mu yang beruntung. Aamiin

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

(rah/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Malam Tirakatan 17 Agustus, Ini Contoh Bacaannya


Jakarta

Tirakatan adalah tradisi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI). Tradisi ini digelar pada malam 17 Agustus setiap tahunnya untuk mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa yang salah satunya melalui pembacaan doa malam tirakatan 17 Agustus.

Dikutip dari laman Repository Universitas Gadjah Mada (UGM), malam tirakatan 17 Agustus dapat mencakup serangkaian kegiatan seperti doa bersama, ceramah sejarah, pertunjukan seni, hingga momen untuk pemberian hadiah kepada pemenang lomba-lomba 17 Agustus yang telah diselenggarakan sebelumnya. Pada dasarnya, rangkaian acara sesuai dengan kesepakatan panitia yang menggelar.

Menurut tulisan ilmiah dari Indonesia Moslem Tradition and Nationality (Case Study of Malam Tirakatan in Yogyakarta) yang terbit dalam Jurnal Al Qalam UIN Banten, malam tirakatan adalah bentuk akulturasi antara tradisi muslim di Indonesia dan rasa nasionalisme.


Berdasarkan studi tersebut, melalui malam tirakatan, umat Islam Indonesia dan masyarakat senantiasa menjaga negaranya dan mengingat sejarah nenek moyang mereka yang telah mengorbankan diri untuk kemaslahatan.

Doa yang bisa diamalkan ketika melakukan doa bersama salah satunya adalah doa seperti yang dikutip dari laman MTSN 2 Kudus, laman Kementerian Agama Karanganyar, dan situs Pemerintah Kota Salatiga.

3 Contoh Bacaan Doa Malam Tirakatan 17 Agustus

1. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Pertama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ يُ وَافِي

نِعَمَوُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّ نَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَ نْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ

عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ

وَصَحْبِوِ اَجْمَعِيْن

Arab Latin: “Bismillāhirraḥmānirraḥīm Alḥamdu lillāhi rabbilʿālamīn * ḥamdan shākhirīn ḥamdan ḥamdan an-nāʿimīn yu wāfīniʿamahu wa yukāfīʾu mazīdahu * yā rabbana lakal-ḥamdu kamā yanbaghī lijālali wajhika waʿaẓīmi sulṭānik * Allāhumma ṣalli wa sallim ʿalā sayyidinā Muḥammadin wa ʿalā ālihi wa ṣaḥbihi ajmaʿīn”

Ya Allah Tuhan yang Maha Kuasa

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu, atas nikmat tidak terhingga yang Engkau berikan pada bangsa kami. Atas rida dan kuasa-Mu Engkau bebaskan kami dari belenggu penjajahan.

Karenanya, perkenankanlah kami pada hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita, memperingati hari proklamasi kemerdekaan bangsa kami yang ke-78.

Ya Allah Tuhan yang Maha Bijaksana

Dengan semangat proklamasi kemerdekaan yang ke-78 ini, berikanlah inspirasi yang tak terputus pada kami, untuk mengiringi langkah kami, dalam membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejajar dan berkompetisi dengan bangsa-angsa maju lainnya di dunia.

Teguhkan persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat menapak dengan kokoh kuat dalam membangun bangsa tercinta ini.

Ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih

Curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pahlawan kami, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya negara kesatuan republik indonesia.

Ampunilah segala kesalahan mereka, dan terimalah budi baik dan keikhlasan pengorbanan mereka, serta tinggikan derajat dan muliakan mereka, dalam golongan hamba-hamba-Mu yang syuhada.

Ya Allah Tuhan yang Maha Melindungi

Pasca diterjang wabah COVID-19 yang pernah merajalela, semakin menyadarkan kami, bahwa betapa lemahnya kami tanpa pertolongan-Mu.

Karenanya ya Allah, dengan qudrat dan iradah-Mu mohon Engkau berkenan mengangkat segala wabah yang mungkin akan datang dari negeri tercinta ini. Sehat, kuatkan, dan tabahkan kami dalam menghadapinya.

Ya Tuhan yang Maha Pengampun

Dengan sifat afuwun ghofur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pahlawan kami, serta dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Perkenankan doa kami.

رَبَّ نَا اَتِناَ فِى الدُّنْ يَا حَسَنَةً وَفِى الَْْخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * وصَلَّى

اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ وَصَحْ بِوِ اَجْمَعِيْنَ * بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ

رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عِلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Arab Latin: “Rabbana atina fid-dunya yā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan wa qinā ʿadhāba an-nār * waṣalla Allāhu ʿalā sayyidinā Muḥammadin wa ʿalā ālihi wa ṣaḥbihi ajmaʿīn * bifaḍli subḥāna rabbika rabbil-ʿizzati ʿammā yaṣifuun * wa salāmun ʿalal-mursalīn wa al-ḥamdu lillāhi rabbil-ʿālamīn.”

2. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Kedua

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi robbil ‘alamin wash-sholatu wassalamu ‘ala asrofil anbiya wal mursalin wa’ala alihi washohbihi ajma’iin. Warhamnaa ma’ahum birohmatika ya arhamar rohimiin.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa pada saat ini kami seluruh bangsa Indonesia sedang bertafakur, memuji kebesaran-Mu memanjatkan doa syukur kehadirat-Mu atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa kami yang telah genap berusia 78 tahun. Untuk itu terimalah doa dan rasa syukur kami ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa

Berkat rahmat dan karunia-Mu serta semangat persatuan dan kesatuan yang membara, bangsa kami dapat mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia, untuk itu Ya Allah, dengan kekuasaan-Mu jua, berilah kemampuan kepada bangsa Indonesia untuk mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana

Hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya, jauhkan kami dari permusuhan dan perpecahan. Sadarkanlah kepada seluruh bangsa kami akan pentingnya persatuan dan kesatuan, kuatkan jiwa kami untuk tetap bersatu padu dalam kebersamaan dan jauhkan kami dari sifat iri dan dengki serta mementingkan diri sendiri, yang akan dapat menumbuhkan benih perpecahan dan disintegrasi.

Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan

Masa depan adalah milik anak cucu kami. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh Iman dan Taqwa, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan. Jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan, serta terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh sayang.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Para pahlawan dan syuhada yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Terimalah doa permohonan kami.

Rabana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘azzabannar.

3. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Ketiga

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahirobbil ‘alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalin sayyidina muhammadin waala alihi wasohbihi ajmain,

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah

Dengan segala kerendahan hati, kami mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu, karena Engkaulah Maha Pencipta Alam Semesta ini, Engkaulah yang mengatur dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya, kepada-Mu kami berserah diri dan kepada- Mu kami tawakal, kehadirat-Mu semua akan kembali.

Atas segala rahmat dan karunia-Mu, pada hari ini kami dapat berkumpul di tempat ini untuk menyambut peringatan Kemerdekaan Ke- 78 Republik Indonesia Tahun 2022.

Ya Allah, Ya Tuhan Kami,

Dengan semangat Proklamasi 1945, berikanlah kepada kami hidayah-Mu, sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kebersamaan menuju Indonesia yang aman, demokratis dan sejahtera.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

Perjuangan bangsa kami belum selesai, perjalanan sejarah bangsa kami masih jauh, oleh sebab itu, Ya Allah, hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya.

Jauhkanlah kami dari perpecahan dan permusuhan, berilah kami jalan keluar atas segala krisis, dan mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami.

Jadikanlah bangsa kami bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu,

Jadikanlah peringatan menyambut Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia ini, sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa kesatuan, persatuan dan kegotong-royongan di antara kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,

Ampunilah para syuhada pahlawan bangsa kami, serta terimalah amal perjuangannya, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui.

Ampuni pula semua kesalahan dan dosa kami, dosa orang tua kami, dan kabulkanlah permohonan dan doa kami. Aamiin ya rabbal alamin.

Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.

Demikian pembahasan mengenai contoh doa malam tirakatan 17 Agustus. Semoga bermanfaat dan selamat merayakan Hari Kemerdekaan.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

2 Rakaat sebelum Subuh Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya, Ini Haditsnya


Jakarta

Salat dua rakaat sebelum Subuh memiliki keutamaan lebih baik dari dunia dan seisinya. Amalan sunnah ini diterangkan dalam sejumlah hadits shahih.

Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menyebut hadits yang berasal dari Aisyah RA, bahwa Nabi SAW bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا رَوَاهُ الدُّنْيَا مُسْلِمٌ. وَفِي رِوَايَةٍ: «لَهُمَا أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ جميعا


Artinya: “Dua rakaat sebelum salat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan, “Dua rakaat sebelum Subuh itu lebih aku sukai daripada dunia dengan segala isinya.”

Imam Bukhari dan Muslim turut meriwayatkan masing-masing dalam Shahih-nya dengan redaksi,

كَانَ رَسُولُ اللهِ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى وَيُوَترُ برَكْعَة مِنْ آخر اللَّيْلِ وَيُصَلِّى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاةِ الْغَدَاةِ وَكَأَنَّ الْأَذَانَ بِأَذْنَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: “Rasulullah SAW biasa salat malam dua rakaat dua rakaat salam, dan pada akhir malam beliau salat Witir satu rakaat. Dan beliau juga biasa salat dua rakaat sebelum salat Subuh, seolah-olah beliau telah mendengar iqamah.” (Muttafaq ‘Alaih)

Makna dari hadits tersebut, kata Imam an-Nawawi, bahwa Rasulullah SAW bersegera melaksanakan dua rakaat salat sunnah sebelum Subuh (salat Fajar) seperti orang yang mendengar iqamah karena khawatir terlewat di awal waktu.

Dalam hadits lain, Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga amalan salat 2 rakaat sebelum Subuh itu. Aisyah RA berkata,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَي الْفَجْرِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: “Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu shalat sunnah melebihi dua rakaat sebelum salat Subuh.” (Muttafaq ‘Alaih)

Salat dua rakaat sebelum Subuh ini dikerjakan dengan pendek agar dapat melaksanakan salat fardhu dengan waktu yang luas, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin. Salat ini dikerjakan setelah muncul fajar shadiq (cahaya yang muncul di ufuk) dengan jelas.

Lebih lanjut Imam an-Nawawi menjelaskan, Nabi SAW bersegera mengerjakan salat sunnah dua rakaat sebagai bukti bahwa salat ini sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan.

Amalan setelah Salat Subuh

Ada sejumlah amalan sunnah berpahala besar lain yang bisa dikerjakan umat Islam setelah salat Subuh. Mengutip Al-arba’uunal muniiratu fil ajuuril Kabiirati’alal ‘amaalil yasiirati karya Iyadah bin Ayyub al-Kubaisi, berikut beberapa amalan sunnahnya:

  • Berdzikir dengan bacaan doa pagi dan sore sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, seperti istighfar, membaca doa sayyidul istighfar, tasbih, tahlil, dan tahmid, serta doa-doa lain yang mencakup bentuk syukur atas nikmat
  • Membaca doa mohon ampunan untuk umat Islam dan seluruhnya
  • Melanjutkan dengan i’tikaf di masjid jika sebelumnya melaksanakan salat Subuh berjamaah
  • Salat Dhuha semampunya asalkan konsisten
  • Menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif dan selaras dengan syariat Islam

Salat Dhuha sendiri termasuk amalan yang bernilai sedekah. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

Artinya: “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan salat Dhuha dua rakaat.” (HR Muslim

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Mohon Kemudahan dan Kemenangan, Yuk Baca saat Lomba 17-an!



Jakarta

Berdoa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat muslim. Bahkan Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa.

Ketika seseorang mengikuti sebuah kompetisi tentu harapannya adalah kemenangan. Demikian pula saat mengikuti lomba dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus.

Selain diperlukan usaha, seorang muslim juga bisa melafalkan doa agar diberi kemudahan sehingga dapat meraih gelar juara. Pada dasarnya semua doa adalah mustajab, tetapi bagaimana cara kita menempatkan doa yang kita panjatkan dengan penuh keikhlasan, itulah yang akan menjadikan kemustajaban sebuah doa.


Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri disebutkan bahwa doa adalah sebagian dari ibadah. Berdoa atau menyampaikan permohonan merupakan ciri ibadah seseorang kepada Yang Maha Kuasa.

Hampir semua orang menginginkan segala sesuatu dapat dicapai dengan mudah. Namun, hal itu tidak mungkin tanpa adanya perjuangan (usaha). Berdoa tanpa putus, khusyuk, penuh kesabaran dan keikhlasan merupakan salah satu bentuk usaha. Selain permohonan, kita juga perlu mengucapkan terima kasih kepada Alah SWT atas apa yang telah kita terima.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 186,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ada juga salah satu hadits yang menjelaskan tentang pentingnya doa. Rasulullah SAW bersabda,

“Tiap muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah atau dijauhkan Allah daripadanya suatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR. At Turmudzi).

Kumpulan Doa Keberuntungan dan Kemenangan

1. Doa Mohon Kemenangan

Berikut merupakan bacaan doa keberuntungan yang dinukil dari buku Doa dan Zikir Orang Sukses susunan Zaki Zamani,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

Arab latin: Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika, wa ‘aza’ima maghfiratika, was-salamata min kulli ithmin, wal-ghanimata min kulli birrin, wal-fawza bil- jannati, wannajata mina-nar

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang menyebabkan turunnya rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari setiap perbuatan baik, kemenangan dengan meraih surga dan keselamatan dari neraka,”

2. Doa Memohon Rahmat

Selain doa di atas, ada juga bacaan lainnya yang bisa dipanjatkan untuk memohon keberuntungan seperti dikutip dari buku Keajaiban Shalat 5 Waktu Bersama Nabi SAW karya Yanuar Arifin,

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Arab latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il-lam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin

Artinya: “Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat dzalim terhadap diri-diri kami. Dan jika Engkau tidak memberi ampunan untuk kami dan merahmati kami, sungguh benar-benar kami menjadi termasuk dari golongan orang-orang yang rugi,”

3. Doa Kemenangan dan Keselamatan

Mengutip dari Majalah Asy-Syariah Edisi 105 terbitan Oase Media, berikut doa keberuntungan versi lain yang bisa dipanjatkan,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الفلاح والنجاح

Arab latin: Allahumma inni as’alukal falaaha wannajaaha

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, keberuntungan dan keselamatan,”

4. Doa Kemenangan Rezeki Halal

Dalam buku Sapu Jagat Keberuntungan yang ditulis oleh Ahmad Mudzakir S Pd M Si, berikut doa yang bisa dipanjatkan untuk meraih kemenangan dan juga rezeki halal,

اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

Arab latin: Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairita’abin wala masyaqqatin walaa dhoirin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai in qadiir.”

Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu,”

Doa ini dapat dibaca ketika hendak mengikuti kompetisi. Namun hendaknya membaca doa kapanpun dan dimanapun agar pertolongan Allah SWT senantiasa menaungi. Semoga berhasil!

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa setelah Adzan Subuh: Arab, Latin, dan Artinya


Jakarta

Adzan subuh merupakan tanda masuk waktu salat. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca doa setelah adzan subuh.

Lafaz adzan subuh sedikit berbeda dengan adzan salat lima waktu lainnya. Yang membedakannya adalah lafaz ashashalatu khairum minan nawm yang diucapkan pada akhir adzan.

Setelah adzan subuh, dianjurkan membaca doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.


Anjuran Membaca Doa setelah adzan subuh

Dalam suatu riwayat dari at-Tirmidzi, diungkapkan bahwa doa yang diucapkan setelah adzan memiliki makna sebagai doa untuk keselamatan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam keterangan yang diberikan oleh Anas RA, ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menyampaikan, “Doa yang diucapkan antara panggilan adzan dan iqamah tidaklah ditolak.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Sunni, dan berbagai ulama hadits lainnya. at-Tirmidzi menyatakan bahwa hadits ini dapat dikategorikan sebagai hasan dan sahih.)

Imam Nawawi, dalam bukunya “ad-Da’wat” sebagaimana diuraikan dalam karyanya “al-Adzkar”, mencatat dari koleksi Jami’ at-Tirmidzi bahwa mereka bertanya kepada Nabi SAW, “Apa yang sebaiknya kami ucapkan, wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, “Mohonlah kepada Allah untuk mendapatkan keselamatan dalam dunia dan akhirat.”

Bacaan doa keselamatan dunia dan akhirat

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِيْ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ

Arab Latin: “Allahumma innî as-alukal-‘âfiyah fid-dunya wal-âkhirah”

Artinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat.”

Anjuran untuk berdoa setelah adzan juga dijelaskan dalam riwayat lain, dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, bahwa sungguh ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah para muazin telah melebihi keutamaan dari kami,” maka Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah sebagaimana yang mereka bacakan, jika (adzan) telah selesai, maka berdoalah niscaya Allah akan mengabulkannya.” (HR Abu Dawud)

Doa setelah Adzan Subuh

اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

Arab Latin: “Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii”

Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

Selain doa setelah adzan, terdapat juga anjuran untuk menjawab adzan. Berikut ini adalah penjelasannya.

Menjawab Adzan

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda, bahwa apabila mendengar adzan dikumandangkan, maka disunahkan bagi orang yang mendengarnya untuk mengucapkan dengan suara pelan seperti lafal yang diucapkan oleh muadzin. Namun ketika muadzin mengucapkan lafal,

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الفَلَاحِ

Arab Latin: “Hayya ‘ala-s-Salaah, hayya ‘ala-l-Falaah.”

Bagi orang yang mendengarnya disunahkan mengucapkan,

لا حَولَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Arab Latin: “La hawla wa la quwwata illa billahil ‘Aliyyil ‘adziim.”

Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Khusus pada adzan subuh sesudah lafal hayya ‘alal-falah diberi tambahan lafal,

الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Arab Latin: “As-salatu khayrun min an-nawm.”

Artinya: “Shalat itu lebih baik daripada tidur.”

Bagi orang yang mendengarkan disunahkan untuk menjawab dengan lafal berikut,

صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَاَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَالمَّا هِدِينَ

Arab Latin: “Sadaqta wa bararta wa ana ‘ala dhalika min al-mahdiyin.”

Artinya: “Engkau telah benar, berbakti, dan aku pun mengikuti petunjuk tersebut.”

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

4 Versi Doa Meraih Kematian Husnul Khatimah, Yuk Amalkan!


Jakarta

Husnul khatimah dimaknai sebagai akhir yang baik. Artinya, ketika seseorang wafat dalam keadaan husnul khatimah maka ia meninggal dalam kondisi yang baik.

Menurut buku Cermin Muslim: Petikan Hikmah Bekal Pribadi Muslim susunan Dr Muhammad Irfan Helmy Lc MA, secara Islam orang yang meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah saat-saat terakhir kehidupannya diwarnai dengan amal saleh hingga ajal menjemput.

Berkaitan dengan husnul khatimah, ada doa yang dapat diamalkan kaum muslimin agar meninggal dalam kondisi baik. Apa saja?


4 Versi Doa Memohon Husnul Khatimah

1. Doa Meraih Kematian Husnul Khatimah Versi Pertama

Dikutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa susunan Ahmad Zacky El-Syafa, berikut doa agar husnul khatimah,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ

Arab latin: Allahummaj’al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira amalii khwaatimahu wa kharra ayyamii yauma lawaaika fiih

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghujungnya dan sebaik-baik amalku (juga) pada penghujungnya dan sebaik-baik hari-hariku adalah dari pertemuan dengan-Mu.”

2. Doa Meraih Kematian Husnul Khatimah Versi Kedua

Doa selanjutnya diambil dari surat Ali Imran ayat 193 yang berbunyi,

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ

Arab latin: Rabbanā innanā sami’nā munādiyay yunādī lil-īmāni an āminụ birabbikum fa āmannā rabbanā fagfir lanā żunụbanā wa kaffir ‘annā sayyi`ātinā wa tawaffanā ma’al-abrār

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.”

3. Doa Meraih Kematian Husnul Khatimah Versi Ketiga

Selanjutnya, doa meraih kematian husnul khatimah terdapat dalam surat Al A’raf ayat 126,

رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ ࣖ ١٢٦ …

Arab latin: … Rabbana afrigh ‘alayna shabran wa tawaffana muslimin.

Artinya: “… Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)”

4. Doa Meraih Kematian Husnul Khatimah

اللَّهمَّ أحسِنْ عاقبتَنا في الأمورِ كلِّها ، وأجِرْنا من خِزيِ الدُّنيا وعذابِ الآخرةِ

Arab latin: Allahumma ahsin ‘aaqibatana fil umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid dun-yaa wa ‘adzaabil aakhirah.

Artinya: “Ya Allah, baguskanlah akhir dari segala urusan kami dan hindarkanlah kami dari kehinaan godaan dunia dan siksa di akhirat nanti.”

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Hadits Larangan Ghibah, Perilaku yang Dilarang dalam Islam



Jakarta

Bergunjing atau ghibah termasuk ke dalam perilaku buruk dan dilarang dalam Islam. Ghibah juga diartikan membicarakan aib orang lain.

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Saiful Hadi El Sutha dan Hamdan Rasyid, dijelaskan bahwa ghibah adalah membicarakan aib atau kekurangan seseorang ketika orang tersebut tidak ada. Jika orang tersebut mendengar aib atau kekurangannya dibicarakan, pasti ia tidak akan menyukainya. Walaupun kemungkinan aib dan kekurangan tersebut benar adanya.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda terkait ghibah:


“Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Kemudian Beliau bersabda, “(Ghibah yaitu) kamu membicarakan (menyebut-nyebut) saudaramu atas hal-hal yang tidak disukainya (dibencinya).”

Ditanyakan kepada Rasulullah, “Lalu bagaimana jika apa yang aku bicarakan itu memang benar ada pada diri saudaraku?” Rasulullah SAW berkata, “Jika apa yang kamu bicarakan itu memang ada pada diri saudaramu, maka kamu telah menggunjingnya. Dan jika yang kamu bicarakan itu tidak ada pada diri saudaramu, maka kamu telah berbuat kedustaan (kebohongan) terhadapnya.” (HR Muslim)

Adapun, terkait larangan ghibah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi. “Barang siapa menahan ghibah terhadap saudaranya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari api neraka kelak pada hari kiamat.” (HR Tirmidzi)

Kemudian, dalam hadits lainnya Nabi SAW juga melarang perilaku ghibah sekaligus menyebut konsekuensi yang akan diganjar pada hari kiamat kelak.

“Barang siapa yang menutup aib saudara muslimnya, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa yang mengumbar aib saudara muslimnya, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.” (HR Ibnu Majah 2536)

Allah SWT bahkan melarang hamba-Nya untuk bergunjing. Hal ini tertuang dalam surat Al Hujurat ayat 12,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Menghindari perilaku ghibah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mengutip buku Akhlak Keagamaan Kelas XII tulisan Rofa’ah, salah satu cara menghindari ghibah ialah dengan berpikir positif.

Pikiran yang negatif akan memicu ghibah. Karenanya, penting untuk selalu berpikir positif antar sesama, baik dalam lingkungan keluarga, teman, dan lain sebagianya.

Selain itu, bergaul dengan orang baik juga dapat menghindari diri dari ghibah. Lingkungan yang baik akan berpengaruh pada sikap dan perilaku.

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Dua Perkara yang Paling Disukai Nabi Muhammad



Jakarta

Ada sejumlah perkara yang disukai Nabi Muhammad SAW. Perkara ini termasuk amalan yang dilakukan setiap harinya.

Dalam Maadza Yuhibbu an Nabi Muhammad SAW wa Maadza Yukrihu karya Adnan Tharsyah, terdapat sebuah hadits yang menyebut dua perkara yang paling disukai Nabi Muhammad SAW. Diceritakan dari Hamnah binti Jahsyin bahwasanya dia mengalami istihadhah pada masa Rasulullah SAW.

Dia pun mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Sesungguhnya aku mengalami istihadhah dengan keluar darah sangat banyak sekali. Beliau berkata, “Balutlah dengan kapas.” Dia berkata, “Masih saja keluar dengan banyak sekali, bagaikan mengalirnya air.” Beliau bersabda,


“Balutlah dengan kain dan haidlah di setiap bulan dalam Ilmu Allah selama enam atau tujuh hari, setelah itu mandilah (hadas). Dan, kamu bisa salat dan puasa selama dua puluh tiga hari atau dua puluh empat hari. Kerjakanlah salat Zuhur di akhir waktu dan salat Ashar di awal waktu dengan sekali mandi. Kerjakanlah salat Maghrib di akhir waktu dan salat Isya di awal dengan satu kali mandi. Dan, ini adalah dua perkara yang lebih aku cintai.” (HR Ibnu Majah)

Dalam Syarh Syama’il An-Nabi li Abi Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi yang disyarah oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr juga terdapat perkara yang paling disukai Rasulullah SAW. Perkara ini berkaitan dengan amal kebaikan.

Dari Abu Shalih, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, ‘Amal apakah yang paling disukai Rasulullah SAW?’ Keduanya menjawab, ‘Amal yang dilakukan secara kontinu meskipun sedikit.'” (HR At-Tirmidzi dalam Jami’-nya)

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Rasulullah datang ke rumahnya saat ada seorang wanita di rumahnya. Beliau bertanya, “Siapa orang ini?” Ia menjawab, “Fulanah (seraya menceritakan salat orang tersebut).”

Beliau bersabda, “Kamu harus mengerjakan sesuatu yang kamu anggap sanggup. Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan bosan sampai kamu sendiri yang bosan.”

Dan amal saleh yang paling beliau sukai adalah yang selalu dikerjakan oleh pelakunya secara kontinu atau berkesinambungan. Amal perbuatan yang paling disukai Rasulullah SAW tersebut juga adalah yang paling disukai Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda,

أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Sesungguhnya amall kebajikan yang paling disukai oleh Allah adalah yang dilakukan secara kontinu meskipun sedikit.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Aisyah RA pernah ditanya tentang amal perbuatan yang disukai Rasulullah SAW, ia pun menjawab,

أَيُّ الْعَمَلِ كَانَ أَحَبَّ إِلَى النَّبِيد ؟ قَالَتْ : الدَّائم

Artinya: “Amal kebajikan yang dilakukan secara kontinu.” (HR Bukhari)

Aisyah RA juga mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا عَمِلَ عَمَلاً أَثْبَتَهُ

Artinya: “Rasulullah SAW apabila melakukan suatu perbuatan, beliau selalu tetap mengerjakannya secara kontinu.” (HR Muslim)

(kri/nwk)



Sumber : www.detik.com