Tag Archives: hikmah

Doa Sholat Taubat dan Tata Caranya Lengkap Sesuai Sunnah


Jakarta

Sholat taubat merupakan amalan yang dilakukan seseorang setelah menyesali akan dosa yang diperbuat. Dalam pelaksanaannya, sholat taubat dikerjakan dengan 2 rakaat seperti sholat sunnah pada umumnya.

Dalil terkait sholat taubat didasarkan pada hadits dari Abu Bakar RA, Nabi SAW bersabda:

“Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)


Setelahnya, Rasulullah SAW membacakan surah Ali Imran ayat 135 yang berbunyi,

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ١٣٥

Artinya: “Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).” (QS Ali ‘Imran: 135)

Ketika melakukan sholat taubat, ada sebuah doa yang dapat dipanjatkan. Seperti apa? Berikut bacaannya yang dirangkum dari arsip detikHikmah.

Doa Sholat Taubat: Arab, Latin dan Arti

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab latin: Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih

Artinya: “Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya.”

Kemudian, dianjurkan juga membaca doa setelah sholat taubat yang berbunyi:

اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

Arab latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana’abduka wa ana’alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu. abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat.”

Tata Cara Sholat Taubat

Mengutip buku Panduan Shalat untuk Wanita: Panduan Bersuci Untuk Sholat tulisan Ria Khoirunnisa, berikut tata cara sholat taubat.

  1. Mengucapkan niat sholat taubat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surah Al Fatihah
  5. Membaca surah pendek dalam Al-Qur’an
  6. Rukuk
  7. Iktidal
  8. Sujud
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud
  11. Bangun dari sujud dan melanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama
  12. Tasyahud akhir
  13. Salam
  14. Membaca doa sholat taubat

(aeb/aeb)



Sumber : www.detik.com

Hadits tentang Iman dan Ihsan, Saat Jibril Mendatangi Rasulullah SAW


Jakarta

Secara bahasa, iman artinya membenarkan. Dalam Islam, iman dikatakan sebagai satu dasar kepercayaan kaum muslimin.

Setidaknya ada 6 rukun iman yang wajib diyakini seperti dikatakan dalam surah An Nisa ayat 136,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada kitab (Al Quran) yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”

Mengutip dari buku Islamologi: Arti Iman susunan Maulana Muhammad Ali, iman juga diartikan sebagai percaya. Akar katanya berasal dari amana yang berarti percaya.

Pengertian Iman juga disebutkan dalam hadits dari Umar bin Khatthab, ia berkata pada suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril, Jibril bertanya pada Rasulullah,

“Beritahukanlah kepadaku apa itu iman.” Rasulullah menjawab, “Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR Muslim)

Selain iman, ada juga yang dinamakan ihsan. Ihsan diartikan sebagai kebaikan secara bahasa, sebagaimana dikutip dari buku Aqidah Akhlak oleh Taofik Yusmansyah.

Ilmuwan abad pertengahan, Al-Raghib al-Ashfahani mengatakan bahwa ihsan lebih tinggi dari keadilan (keseimbangan antara memberi dan mengambil). Ihsan dikatakan sebagai sifat yang menjadikan pemiliknya memperlakukan orang lain dengan baik meskipun orang tersebut memperlakukannya dengan buruk.

Terkait iman dan ihsan ini juga tersemat dalam sebuah hadits. Seperti apa? Simak bahasannya berikut ini yang dirangkum dari arsip detikHikmah.

Hadits tentang Iman dan Ihsan

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata:

“Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, maka datanglah malaikat Jibril (dalam rupa seorang laki-laki) dan bertanya, apa iman itu? Nabi menjawab: engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya, dan hari kebangkitan. Kemudian ia bertanya lagi, apa Islam itu? Nabi menjawab: engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, saum di bulan Ramadan dan menunaikan ibadah haji. Kemudian ia bertanya lagi, apa ihsan itu? Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya sesungguhnya Allah melihatmu,” (HR Bukhari).

Hadits serupa dengan redaksi yang berbeda juga terdapat dalam riwayat Muslim. Dari Umar RA, ia berkata:

“Ketika kami berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak di hadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya.

Lalu, dia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya di atas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata, ‘Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam!’

Rasulullah menjawab, ‘Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan salat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.’

Orang itu berkata, ‘Engkau benar.’ Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang iman!’

Rasulullah menjawab, ‘Engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan-Nya, kepada hari kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

Orang tadi berkata, ‘Engkau benar.’ Orang itu berkata lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang ihsan!’

Rasulullah menjawab, ‘Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.’

Orang itu berkata lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang kiamat!’

Rasulullah menjawab, ‘Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Selanjutnya orang itu berkata lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!’

Rasulullah menjawab, ‘Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan putrinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lombalah mendirikan bangunan.’

Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?’ Saya menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’

Rasulullah berkata, ‘Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu,” (HR Muslim)

Apa Hubungan Iman dan Ihsan?

Selain iman dan ihsan, ada juga Islam. H Masan dalam buku Pendidikan Agama Islam mengatakan hubungan antara iman, Islam dan ihsan layaknya segitiga sama sisi.

Antara sisi satu dan lainnya memiliki hubungan yang sangat erat. Ia mengibaratkan takwa sebagai segitiga sama sisi, yang masing-masing sisinya terdiri dari iman, Islam, dan ihsan.

Demikian pembahasan mengenai hadits iman dan ihsan. Semoga bermanfaat.

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

4 Hadits Ini Jelaskan Keutamaan Sholat Jumat


Jakarta

Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat Jumat. Sholat sunnah di hari Jumat ini mendatang pahala dan berkah jika dikerjakan dengan niat tulus semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.

Bagi umat muslim, Jumat merupakan hari yang istimewa. Banyak amalan yang mendatangkan pahala berlimpah ketika dikerjakan di hari Jumat.

Mengutip buku Superberkah Shalat Jumat: Menggali dan Meraih Keutamaan dan Keberkahan di Hari Paling Istimewa karya Firdaus Wajdi dan Luthfi Arif dijelaskan bahwa Jumat menjadi simbol hari berkumpul dalam sosialisasi umat Islam.


Hal ini sesuai dengan makna “Jumat” itu sendiri yang secara etimologis berasal dari kata jama’a – yajmau- jama’ah yang berarti “berkumpul”. Dalam Al-Mu’jam Al-Wasith, kata al-jum’atu berarti al-majmu’atu yang bermakna “kumpulan”.

Menurut Ibnu Sirin, yang pertama kali menyebut ‘Jumat’ adalah kaum Anshar. Ketika itu, penduduk Madinah (Anshar) berkumpul di hari ‘Arubah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yatsrib (Madinah). Mereka berkata, “Dalam satu minggu umat Yahudi memiliki satu hari khusus untuk berkumpul, yaitu hari Sabtu. Umat Nasrani juga memiliki hari khusus, yakni hari Ahad. Mari kita berkumpul untuk menciptakan satu hari khusus, yang pada hari itu kita berzikir dan berdoa kepada Allah.”

Mereka berkata, “Sabtu adalah harinya umat Yahudi. Ahad adalah harinya umat Nasrani. Maka, mari jadikan ‘Arubah hari khusus bagi kita’. Mereka lalu berkumpul untuk menemui As’ad bin Zurarah atau yang dikenal dengan sebutan Abu Umamah. Mereka shalat dua rakaat dengan As’ad bin Zurarah sebagai imam.

Dalam pertemuan itu, Asad juga menyembelih seekor kambing untuk hidangan makan siang setelah shalat. Sejak saat itulah ‘Arubah dinamakan Jumat, yang secara harafiah berarti ‘hari berkumpul’.

Hadits tentang Keutamaan Sholat Jumat

Buku Rahasia Kedahsyatan Hari Jumat Berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah karya Nur Aisyah Albantany menjelaskan sholat Jumat memiliki banyak keutamaan. Sebut saja mulai dari cara bersuci yang sangat dianjurkan untuk mandi besar sebagaimana mandi janabat, cara berpakaian yang dianjurkan memakai pakaian terbagus dan menggunakan wewangian.

Berikut ini beberapa dalil hadits Rasulullah SAW yang menunjukkan keutamaan sholat Jum’at.

1. Pahala besar bagi yang datang awal ke masjid

Diriwayatkan dari Aus bin Aus r.a, berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa mandi pada hari Jumat, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585).

2. Amalan yang dicatat malaikat

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda:
“Jika tiba hari Jumat, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jumat adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 10164)

3. Diampuni dosa di antara dua Jumat

Diriwayatkan dari Salman r.a, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyaknya atau mengoleskan minyak wangi yang di rumahnya, kemucian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan khutbah dengan seksama ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dalam Shahih-nya, no. 859)

4. Pahala mendengarkan khutbah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:

“Jika engkau berkata pada temanmu pada hari Jum’at, “diamlah!” sewaktu imam berkhutbah, berarti kamu telah berbuat sia-sia.” (Muttafaq ‘Alaih, lafadz milik Al-Bukhari dalam Shahihnya no. 859)

Dalam riwayat Ahmad, dari lbnu ‘Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang berbicara pada hari Jumat, padahal imam sedang berkhutbah, maka dia seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Dan orang berkata kepada (saudara)-nya, “diamlah!”, tidak ada Jumat baginya.” (HR. Ahmad).

Hadits-hadits tersebut menjelaskan bahwa sholat Jumat memiliki pahala besar. Barangsiapa melaksanakannya sesuai dengan syarat-syaratnya, tata tertibnya, sunnah-sunnahnya, maka dia akan memperoleh banyak pahala dan keutamaan sebagai berikut:

– Setiap langkah dari rumahnya menuju ke masjid mendapatkan pahala seperti pahala puasa dan pahala sholat malam setahun penuh.

– Mendapatkan pahala seperti orang yang berqurban unta, atau sapi, atau kambing, atau ayam, atau telur, sesuai seberapa awal ia berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat.

– Mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah ia lakukan hingga tiba shalat Jumat berikutnya dan tambahan tiga hari menurut sebagian riwayat.

– Malaikat mencatat pahala shalat Jumatnya di dalam catatan mereka, selain catatan malaikat yang bertugas menuliskan amal.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Pulang dari Bepergian, Muslim Amalkan Yuk!


Jakarta

Kaum muslimin dianjurkan untuk berdoa dalam segala kondisi. Begitu pula ketika hendak memulai aktivitas maupun mengakhirinya.

Manusia sebagai makhluk sosial tentu memiliki kegiatan sehari-hari yang mengharuskan mereka untuk bepergian keluar rumah. Ketika hendak pergi ada doa yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam, begitu pun setelah pulang dari bepergian.

Selekas pulang dari bepergian, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa dan memperhatikan beberapa adab. Salah satunya adalah dengan membaca doa masuk rumah ketika pulang dari bepergian.


Lantas, seperti apa bunyi doa pulang dari bepergian yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin?

Doa Pulang dari Bepergian: Arab, Latin dan Arti

Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul oleh Dra Neni Nuraeni M Ag, berikut doa pulang bepergian yang dapat dibaca.

آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَاحَامِدُوْنَ

Arab latin: Aaibuuna taaibuuna ‘aabiduuna lirobbina haamiduun

Artinya: “Kami adalah orang-orang yang kembali, orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang beribadah kepada Rabb kami, kami memanjatkan segala puji.” (HR Muslim)

Selain doa di atas, ada juga doa yang dinukil dari kitab Al-Adzkar min Kalam Sayyid Al-Abrar karya Imam An-Nawawi, bahwa dalam Kitab Ibnu As-Sunni dari Ibnu Abbas beliau mengatakan saat Rasulullah SAW pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya, beliau membaca doa:

تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حَوْبًا

Arab latin: Tauban, tauban, li rabbinâ, lâ yughâdiru hauban

Artinya : “Aku bertaubat kepada Tuhan kami, dan kepada-Nya aku kembali.”

Kemudian, ada sebuah doa versi panjang yang dapat dipanjatkan selain dua doa di atas. Berikut bunyinya sebagaimana dikutip dari buku Doa Dzikir Muslimah tulisan Abu Ayyub El-Faruqi.

لاَاِلٰهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. آيِبُوْنَا, تَاءِبُوْنَا عَابِدُوْنَالِرَبِّنَاحَامِدُوْنَ, صَدَقَ اللّٰهُ وَعْدَهُ, وَنَصَرَعَبْدَهُ وَهَزَمَ الْاَ حْزَابَ وَحْدَهُ

Arab latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai in qadiirun. Aayibuunaa, taaibuuna ‘aabiduunaa lirabbinaa haamiduuna, shadaqallaahu wa’dahu, wanashara ‘abdahu wahazamal ahzaba wahdahu

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertobat, beribadah dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad) dan mencerai beraikan golongan musuh dengan sendirian.”

Merujuk pada buku tersebut, setelah bepergian kaum muslimin dapat bertakbir tiga kali, di atas tempat yang tinggi kemudian membaca doa di atas.

Adab Pulang dari Bepergian

Ibnu Watiniyah melalui bukunya Tuntutan Lengkap 99 Salat Sunnah Superkomplet menjabarkan sejumlah adab yang perlu diperhatikan kaum muslimin setelah pulang dari bepergian. Pertama, ketika hendak memasuki rumah, dianjurkan mendahulukan kaki kanan seraya mengucapkan, “Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahish shalihin.”

Kedua, saat tiba di rumah, selanjutnya membaca doa yang disebutkan oleh Imam An Nawawi dengan bunyi berikut, “Tauban, tauban, lirabbina, auban la yughadiru hauban”

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Bangun Tidur dan Adabnya yang Perlu Diperhatikan


Jakarta

Islam mengajarkan umatnya untuk mengawali dan mengakhiri segala aktivitas dengan berdoa, termasuk setelah bangun tidur. Hal ini menjadi ibadah dan adab yang dimaksudkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Tidur adalah nikmat yang Allah SWT berikan agar manusia dapat beristirahat setelah seharian beraktivitas. Dalam surah Ar Rum ayat 23, Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ


Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”

Doa Bangun Tidur: Arab, Latin dan Arti

Dijelaskan dalam buku Penuntun Doa, Yuk! oleh Abu Ihsan, berikut doa bangun tidur yang dapat dipanjatkan ketika pagi.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Arab latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.”

Mengutip NU Online, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengutip hadits Rasulullah SAW yang berisi doa bangun tidur riwayat dua kitab shahih melalui karyanya Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib (Kairo, Darur Rayyan lit Turats: 1987 M/1408 H, halaman: 132).

الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِي جَسَدِيْ وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Arab latin: Alhamdulillāhil ladzī ‘āfānī fī jasadī, wa radda ‘alayya rūhī, wa adzina lī bi dzikrihī.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menjaga kesehat ragaku, mengembalikan nyawaku, dan mengizinkanku menyebut nama-Nya. (HR Bukhari dan Muslim)

Adab ketika Bangun Tidur

Selain membaca doa, ada juga sejumlah adab lainnya yang dapat dipraktikkan ketika bangun tidur. Seperti apa? Berikut bahsannya yang dinukil dari sumber yang sama.

  • Membaca istighfar 3 kali
  • Membaca syahadat
  • Membaca doa bangun tidur
  • Jangan mengusap tangan ke mata, dikhawatirkan tangan kurang bersih dan menjadikan mata gatal atau sakit
  • Lekas bangun dan jangan bermalas-malasan
  • Sholat Subuh tepat waktu
  • Merapikan tempat tidur dan kamar

Doa Sebelum Tidur

Sebelum tidur pun seorang muslim dianjurkan untuk berdoa. Simak bacaannya yang dikutip dari buku 100 Doa Harian Untuk Anak tulisan Nurul Ihsan,

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Arab latin: Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.

Artinya: “Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

Ada pula doa sebelum tidur versi panjang. Berikut bacaannya:

للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Arab latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepadaMu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancamanMu kecuali hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabiMu yang Kau utus.” (HR, Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Menabur Bunga di Makam, Bisa Diamalkan saat Ziarah



Jakarta

Ziarah makam adalah salah satu sunnah yang bisa dikerjakan seorang muslim. Selain mendoakan ahli kubur, biasanya ziarah juga disertai dengan menabur bunga di atas makam.

Memanjatkan banyak doa untuk jenazah di dalam makam bertujuan agar mereka mendapat rahmat dari Allah SWT.

Menaburkan bunga di makam sebenarnya bukanlah sebuah anjuran. Melansir laman NU Online, tabur bunga dalam Islam didasarkan pada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meletakkan dahan yang masih basah di atas kuburan. Tindakan Rasulullah ini dimaknai sebagai cara untuk meringankan siksa kubur penghuni makam.


Secara khusus, tidak ada dalil yang menganjurkan untuk menabur bunga di makam namun tidak ada juga ulama yang melarang hal ini. Ketika menaburkan bunga di makam, seorang muslim bisa membaca doa ziarah.

Bacaan Doa Ziarah Makam

Ketika hendak memasuki area pemakaman, seorang muslim dituntunkan untuk membaca salam kepada penghuni kubur terlebih dahulu, jelas Buku Pintar 50 Adab oleh Arfiani.

Berikut bacaan doa salam di makam yang bisa diamalkan.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدَّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَنْتُمْ لَن فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ الله الْعَافِيةَ لَنَا وَلَكُمْ

Arab-latin: assalaamu ‘alaikum ahlad-diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa-allahu bikum laa hikuun, antum lana farat, wa nahnu lakum taba’un asalullaahal ‘afyata lanaa wa lakum

Artinya: Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaAllah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua (HR Muslim)

Untuk mendoakan jenazah yang di dalam kubur agar diampuni oleh Allah SWT, doa sahih yang bisa dipanjatkan adalah sebagaimana diambil dari arsip detikhikmah berikut ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Arab-latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

Hukum Menabur Bunga di Makam

Menabur bunga di makam seolah sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan masyarakat di Indonesia. Sebenarnya yang menjadi sunnah adalah meletakkan dahan atau pohon yang masih dapat bertumbuh.

“Dalilnya adalah riwayat dalam hadis sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah meletakkan dahan hijau yang segar setelah membelahnya menjadi dua bagian di atas dua makam yang ahli kuburnya sedang disiksa. Tujuan peletakan dahan basah ini adalah meringankan siksa keduanya, selagi kedua dahan itu belum kering, yaitu diringankan keduanya dengan berkah tasbih kedua dahan tersebut. Pasalnya, tasbih dahan basah lebih sempurna daripada tasbih dahan kering karena hijau segar mengandung daya hidup.” (Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, [Beirut, Darul Fikr: tt], cetakan keempat, juz II, halaman 672).

Atas dasar riwayat sahih ini, maka para ulama fikih menyebutkan bahwa:

يُسنّ وضْع الْجريد الاخضَر علَى القبْر وكَذا الرّيْحان ونحْوه مِن الشّيء الرّطب

“Disunahkan meletakkan dahan pohon yang masih hijau segar di atas kuburan. Demikian pula hal-hal yang mengandung aroma yang sedap atau serupa dari zat yang basah segar.” (As-Syarbini, Al-Iqna’ pada Hamisy Tuhfatul Habib, (Beirut, Darul Kutub al Islamiyah: 1996 M/1417 H).

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Keselamatan, Bisa Diamalkan Tiap Hari



Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca untuk mengharapkan keselamatan dan memohon perlindungan Allah SWT. Doa ini dapat diamalkan setiap hari setelah sholat fardhu.

Doa memiliki peran utama dalam Islam. Allah telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa.

Allah SWT berfirman dalam surah Ghafir ayat 60,


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kepada umat muslim untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin agar Allah mengabulkan permohonannya pada saat dalam kondisi yang berat dan dalam keadaan terjepit, hendaknya ia memperbanyak berdoa di kala lapang (senang).” (HR Tirmidzi)

Salah satu jenis doa yang memiliki makna yang dalam dalam Islam adalah doa keselamatan.

Doa keselamatan adalah cara untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dan menjaga diri kita dari segala macam bahaya. Seorang muslim dapat mengharap keselamatan kepada Allah SWT dengan membaca doa keselamatan.

Doa Keselamatan

1. Doa keselamatan keluarga

Dikutip dari buku Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai dengan Al-Qur’an & Assunah, bacaan doa agar diberi keselamatan keluarga yaitu:

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

Bacaan latin: Rabbi najjini wa ahli mimma ya maluna

Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa- apa (kejahatan) yang mereka perbuat.”

2. Doa mohon keselamatan dunia dan akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنيا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Bacaan latin: Rabbanâ âtinâ fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanatan waqinâ adzaban nar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

3. Doa mohon keselamatan dari penganiayaan orang zhalim

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ القَوْمِ الظَّالِمِينَ

Bacaan latin: Rabbi najjini minal qaumizh zhâlimina

Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim.”

4. Doa agar selamat dari hutang yang menumpuk

Dikutip dari Buku Pegangan Doa dan Zikir Keselamatan Ratibul Haddad: Kumpulan Doa dan Zikir yang Sering Diwiridkan oleh Para Santri di Pondok Pesantren, doa agar selamat dari hutang yang menumpuk yaitu:

اللَّهُمَّ اِنّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Bacaan latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal ha- zani wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaali

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesusahan dan duka cita. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari lemas dan malas. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari takut dan kikir. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari hutang menumpuk dan paksaan orang banyak.” (Dibaca satu kali atau yang lebih utama tiga kali).

5. Zikir dengan Ayat Kursi

Dengan membaca Ayat Kursi atau surah Al Baqarah ayat 255, maka Allah SWT akan memberikan keselamatan untuk hamba-Nya.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Bacaan latin: Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha. Walaa ya-uuduhuu hifdzuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

Demikian beberapa doa keselamatan yang bisa diamalkan oleh muslim. Doa ini dapat dibaca kapanpun, terutama saat setelah sholat fardhu.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

3 Doa agar Hujan Berhenti, Amalkan Yuk!


Jakarta

Hujan merupakan rahmat sekaligus anugerah dari Allah SWT. Berkat hujan, makhluk hidup di muka bumi dapat memenuhi kebutuhannya.

Menukil buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, turunnya hujan menjadi salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Sebab, hujan penuh dengan rezeki dan rahmat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,


“Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

Apabila hujan tak kunjung turun, maka kondisi tanah akan kering dan tandus. Hal tersebut berakibat buruk bagi lingkungan.

Begitu pula jika hujan terus menerus mengguyur. Jika sudah seperti itu, hujan dapat membawa bencana seperti banjir, angin kencang, tumbangnya pohon, dan lain sebagainya.

Ketika hal itu terjadi, kaum muslimin bisa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar hujan berhenti. Doa agar hujan berhenti ini diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Doa agar Hujan Berhenti

1. Doa Memohon Hujan Berhenti dan Langit Cerah

Dikutip dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, berikut doa yang bisa dibaca oleh kaum muslimin agar hujan berhenti.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

2. Doa agar Terhindar dari Bahaya Hujan Deras

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

3. Doa setelah Hujan Berhenti dan Reda

Jika hujan sudah reda, ada baiknya bagi kaum muslim untuk membaca doa pula. Ini doa setelah hujan yang dilansir dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M. Khalilurrahman Al-Mahfani:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Hadits Tentang Cuaca Panas, Benarkah Embusan Neraka Jahanam?



Jakarta

Cuaca panas adalah salah satu fenomena alam yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Di bawah sinar matahari yang terik, suhu udara meningkat, dan orang-orang mencari cara untuk mengatasi dampak panas tersebut.

Dalam Islam, cuaca panas dijelaskan dalam beberapa dalil Al-Qur’an dan hadits. Musim panas atau kemarau yang berkepanjangan merupakan tanda kekuasaan Allah SWT.

Termaktub dalam Al-Qur’an surat Al A’raf ayat 130, Allah SWT berfirman,


وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

Dengan adanya cuaca panas ini, umat muslim hendaknya semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hadits Tentang Cuaca Panas

Dirangkum dari buku Shahih Bukhari Muslim karya Muhammad Fu’ad Abdul Baqi dan buku Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’: Volume 2 karya Muhammad Nasir al-Din Albani, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang cuaca panas.

1. Cuaca panas berasal dari embusan neraka Jahanam

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اشْتَدُ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

Abu Hurairah RA berkata, “Nabi SAW bersabda: ‘Jika cuaca sangat panas maka tunggulah sampai (agak) dingin untuk sholat zuhur,sebab panas yang sangat itu berasal dari hembusan neraka jahannam.'”

Maksud dari hadits ini adalah “Tundalah sementara sampai udara agak dingin, tetapi tidak sampai waktu Ashar.”

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

حَدِيثُ أبي هُرَيْرَةَ عَن النَّبي صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اشْتَكَتِ النَّارُ إلى رَبِّهَا فَقَالَتْ: يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشَّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزُّمْهَرِيرِ

Abu Hurairah RA berkata: “Nabi SAW bersabda: ‘Neraka pernah mengeluh kepada Tuhan: ‘Ya Rabbi, sebagian diriku telah makan sebagian lainnya.’ Maka Allah mengizinkan padanya untuk bernafas dua kali; yaitu satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas. Maka nafas api neraka itu lebih dahsyat dari panas yang dapat kamu rasakan dan lebih hebat dari dingin yang kamu rasakan.'”

2. Menunda sholat Dzuhur saat cuaca panas

حَدِيثُ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: أَذَّنَ مُؤَذِّنُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ فَقَالَ : أَبْرِدْ أَبْرِدْ أَوْ قَالَ: انْتَظِرُ انْتَظِرُ وَقَالَ: شِدَّةُ الْخَرُ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى رَأَيْنَا فَيْ التَّلُولِ

Artinya: Abu Dzar RA berkata: “Pada suatu hari mu’adzdzin Nabi SAW adzan, maka Nabi SAW bersabda kepadanya: ‘Dinginkanlah dinginkanlah!’ Atau beliau bersabda: ‘Tunggulah sampai kami bisa melihat bayangan bukit-bukit itu.'”

3. Menyiram air saat berpuasa

Dalam kitab Muntaqal Akhbar min Ahaditsi Sayyidil Akhyar, Ibnu Taimiyah menukil hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud.

عن أبي بكر بن عبد الرحمن عن رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قال “رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يصب الماء على رأسه من الحر وهو صائم” رواه أحمد وأبو داود.

Artinya: Dari Abu Bakar bin Abdurrahman dari seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia berkata, “Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menuang air di atas kepalanya lantaran panas. Sementara beliau sedang berpuasa.”

4. Wudhu saat cuaca panas

مَنْ أَسْبَغَ الْوُضُوءَ فِي الْبَرْدِ الشَّدِيدِ كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ كفْلانِ، وَمَنْ أَسْبَغَ الْوُضُوءَ فِي الْحَرِّ الشَّدِيدِ كَانَ لَهُ مِنَ الأخر كفل

Barangsiapa membaguskan (menyempurnakan) wudhunya pada waktu cuaca sangat dingin, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan barangsiapa yang membaguskan wudhunya pada waktu cuaca sangat panas, maka baginya satu pahala.

Doa saat Cuaca Panas

Ketika cuaca terasa panas, hendaknya seorang muslim membaca doa untuk memohon perlindungan Allah SWT. Doa ini seperti yang tertera dalam buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Amrin Ali Al-Kasyaf:

لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ، مَا أَشَدَّ حَرُّ هَذَ الْيَوْمِ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

Bacaan latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirnii min harri jahannam.

Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka.” (HR Ibnu As-Sunni)

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Hadits Keutamaan Membaca Al-Qur’an, Salah Satunya Dikelilingi Oleh Malaikat


Jakarta

Sebagai kaum muslimin, sudah sepatutnya kita membaca kitab suci Al-Qur’an dan memaknainya. Dengan begitu, banyak keutamaan yang terkandung dan bermanfaat bagi kehidupan di dunia maupun akhirat kelak.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Nu’man bin Basyir mengatakan,

“Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR Baihaqi)


Abdul Hamid, Lc., M.A melalui karyanya yang bertajuk Pengantar Studi Al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi undang-undang bagi umat manusia. Selain itu, Al-Qur’an juga dijadikan sebagai petunjuk, tanda atas kebesaran Rasul, serta penjelasan atas kenabian dan kerasulannya.

Pun, dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW menerangkan terkait keutamaan yang terkandung dari membaca Al-Qur’an. Apa saja? Simak bahasannya berikut ini yang dinukil dari arsip detikHikmah dan buku Kunci Praktis Membaca Al-Qur’an Baik dan Benar terbitan Metode Insani.

Hadits yang Membahas Keutamaan Membaca Al-Qur’an

1. Sebagai Syafaat pada Hari Kiamat Kelak

Keutamaan dari membaca Al-Qur’an yang pertama ialah dapat menjadi syafaat atau penolong di hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah olehmu sekalian Al-Qur’an karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR Muslim)

2. Mendapat Kebaikan Berlipat Ganda

Siapapun yang membaca Al-Qur’an maka akan diganjar pahala dan kebaikan yang berlipat ganda, sebagaimana bunyi sabda Nabi Muhammad,

“Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.” (HR At-Tirmidzi)

3. Sebagai Ibadah yang Paling Utama

Membaca Al-Qur’an disebut sebagai ibadah yang paling utama. Diriwayatkan oleh an-Nu’man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR Al-Baihaqi)

4. Dikelilingi oleh Para Malaikat

Kelebihan yang dimiliki oleh orang yang gemar membaca Al-Qur’an adalah dikelilingi para malaikat. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad bersabda:

Dari Aisyah RA ia berkata,

“Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala.”

5. Mendapat Balasan Terbaik

Diriwayatkan Abu Sa’id dari Rasulullah SAW, Allah berfirman:

“Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR Al-Baihaqi)

6. Diibaratkan Seperti Orang yang Bersedekah

Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah SAW berkata:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras seperti orang yang bersedekah secara terbuka, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan perlahan seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com