Tag Archives: jakarta

Museum Fatahillah Terletak di Mana? Ketahui Lokasi dan Sejarahnya


Jakarta

Ada banyak sekali museum yang terletak di Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Museum Fatahillah. Bangunan bersejarah ini juga disebut sebagai Museum Sejarah Jakarta.

Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, tentu sudah tak asing dengan nama museum tersebut. Di Museum Fatahillah, detikers dapat melihat sejarah panjang dari masa penjajahan Hindia Belanda hingga akhirnya Indonesia merdeka.

Lantas, di manakah letak Museum Fatahillah? Lalu ada koleksi benda bersejarah apa saja di sana? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Di Manakah Letak Museum Fatahillah?

Museum Fatahillah terletak di Kawasan Kota Tua. Untuk alamat lengkapnya berada di Taman Fatahillah Nomor 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Untuk bisa sampai ke Museum Fatahillah, travelers bisa menggunakan moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau TransJakarta. Kedua moda transportasi itu yang paling murah dan dekat dengan lokasi museum.

Jika menggunakan KRL Commuter Line, detikers bisa turun di Stasiun Jakarta Kota. Apabila menggunakan TransJakarta, kamu bisa turun di Halte Museum Sejarah Jakarta.

Serba-serbi Museum Fatahillah

Dilansir situs Enjoy Jakarta, di masa pemerintahan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) bangunan ini awalnya difungsikan sebagai gedung balai kota. Maka dari itu, Museum Fatahillah punya arsitektur bangunan bergaya neo klasik yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam, Belanda.

Museum Fatahillah dibangun setinggi tiga lantai dengan cat bagian luarnya berwarna kuning tanah. Sementara kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu jati diwarnai hijau tua.

Para wisatawan lokal menikmati suasana kota tua di Kawasan Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (3/4/2021). Menurut data BPS yang dirilis Kamis (1/4/2021) jumlah kunjungan wisman turun 86,59% ketimbang Februari tahun lalu. Salah satu alasannya karena masa pandemi Covid-19.Foto: Ari Saputra

Gedung ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Kemudian terdapat bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada bagian pekarangannya terbuat dari susunan konblok, lalu terdapat sebuah kolam dengan desain berkubah yang unik di halaman depan. Jika melihat ke bagian atap utama museum, kamu dapat melihat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Perjalanan Museum Fatahillah dari Tahun ke Tahun

Mengutip situs Belajar Kemdikbud, Museum Fatahillah sempat digunakan sebagai gedung Balai Kota Jakarta. Dalam sejarahnya, pembangunan gedung ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Biar nggak penasaran, simak perjalanan Museum Fatahillah dari tahun ke tahun di bawah ini:

1. Tahun 1620

Pembangunan gedung pertama dilakukan oleh Jan Pieterszoon Coen, namun hanya bertahan selama enam tahun.

2. Tahun 1627-1707

Akhirnya dilakukan pembangunan gedung untuk yang kedua kalinya pada sisi selatan halaman utama kota Batavia, tepatnya di lokasi sekarang ini.

3. Tahun 1629

Gedung Balai Kota sempat dibakar oleh pasukan Sultan Agung.

4. Tahun 1649

Dibangun lima buah sel di bawah gedung untuk menahan para tahanan.

5. Tahun 1665

Gedung utama akhirnya diperlebar dengan menambah masing-masing satu ruangan di bagian Barat dan Timur.

6. 25 Januari 1707

Gubernur Jenderal Joan van Hoorn membangun gedung baru.

7. 10 Juli 1907

Pembangunan selesai dan gedung diresmikan oleh Gubernur Batavia saat itu, yakni Jenderal Abraham van Riebeeck.

8. Tahun 1925-1942

Sempat digunakan sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

9. Tahun 1942-1945

Gedung ini kemudian dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon.

10. Tahun 1952

Setelah merdeka, gedung difungsikan sebagai markas Komando Militer Kota (KMK) I, lalu diubah kembali menjadi KODIM 0503 Jakarta Barat.

11. Tahun 1968

Gedung Balai Kota diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta.

12. 30 Maret 1974

Diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Koleksi Benda Bersejarah di Museum Fatahillah

Selain melihat keindahan arsitekturnya, di dalam Museum Fatahillah juga terdapat berbagai koleksi benda bersejarah. Kebanyakan koleksi tersebut merupakan peninggalan masyarakat Belanda yang tinggal di Batavia sejak abad ke-16.

Sejumlah koleksi yang ada di dalam museum meliputi mebel, perabot rumah tangga, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya ditambahkan lagi berbagai koleksi sejarah lainnya untuk menambah wawasan para pengunjung.

Beberapa koleksi sejarah yang ditambahkan seperti replika perjalanan sejarah kota Jakarta dari masa Batavia, peninggalan masa kerajaan Tarumanegara dan Padjajaran, serta penggalian arkeologi di Jakarta dan berbagai batu prasasti. Kurang lebih ada sekitar 23.500 koleksi barang di dalam museum, baik dalam bentuk asli maupun replika.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Harga tiket masuk (HTM) Museum Fatahillah berbeda-beda tergantung dari kategori pengunjung. Simak rinciannya di bawah ini:

Pribadi

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Rombongan (minimal 30 orang)

  • Rombongan Dewasa: Rp 3.750 per orang
  • Rombongan Mahasiswa: Rp 2.250 per orang
  • Rombongan Anak-anak/Pelajar: Rp 1.500 per orang

Jam operasional Museum Fatahillah yakni setiap Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan setiap Senin dan hari libur nasional museum tidak beroperasi alias tutup.

Demikian penjelasan mengenai di manakah letak Museum Fatahillah beserta sejarah dan asal-usulnya. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket Masuk Sea World Ancol 2024, Cara Membelinya, dan Jam Buka


Jakarta

Sea World Ancol merupakan kawasan rekreasi edukasi dan juga hiburan. Di sini, wisatawan bisa melihat berbagai jenis hewan laut di dalam akuarium raksasa.

Destinasi wisata Sea World memiliki sekitar 7.300 ekor biota air tawar dan 11.500 ekor biota perairan laut. Hewan-hewan ini ditampilkan di berbagai akuarium dan 4 kolam terbuka. Berapa harga tiketnya?

Tiket Masuk Sea World Ancol 2024

Terdapat harga tiket untuk weekday, weekend, bundling dengan berbagai kawasan wisata Ancol lainnya dan Annual Pass. Harga tiket berikut ini belum termasuk tiket masuk Ancol dan juga parkir kendaraan. Berikut informasi mengenai harga tiketnya mengutip laman Ancol:


  • Weekday: Rp 85.000
  • Weekend: Rp 105.000
  • Weekday Sea World + Samudra + Jakarta Bird Land: Rp 170.000
  • Weekday Sea World + Samudra: Rp 140.000
  • Reguler Weekday Sea World (Bonus Jakarta Bird Land): Rp 130.000
  • Weekend Sea World + Samudra + Jakarta Bird Land: Rp 200.000
  • Reguler Weekend Sea World (Bonus Jakarta Bird Land): Rp 165.000
  • Annual Pass Sea World (Ecard): Rp 200.000
  • Annual Pass Bundling Sea Wordl + Samudra (Ecard): Rp 310.000.

Cara Membeli Tiket Sea World

Tiket Sea World mulai dikenakan untuk anak dengan tinggi 80 cm. Berikut cara pembeliannya:

  1. Buka Ancol.com
  2. Pilih tiket Sea World yang diinginkan, klik “Beli Tiket”
  3. Pilih tanggal kunjungan
  4. Tambah pembelian tiket masuk Ancol dan tiket kendaraan jika kamu membawa mobil atau motor
  5. Isi data diri, pastikan email aktif dan bisa dibuka, sebab tiket akan dikirim ke email
  6. Review kembali pembelian tiket
  7. Scroll ke bawah untuk memilih metode pembayaran
  8. Klik “Bayar” dan ikuti petunjuk pembayaran
  9. Pilih pembayaran yang diinginkan
  10. Pastikan melakukan pembayaran dengan waktu yang disediakan
  11. Jika sudah membayar, e-ticket akan dikirim ke email dan Whatsapp berdasarkan data yang telah diisi.

Jam Operasional Sea World Ancol

Sebelum mengunjungi Sea World Ancol, wisatawan perlu mengetahui jam operasionalnya. Berikut informasinya:

  • Weekday: 09.00-16.30 WIB.
  • Weekend: 09.00-17.00 WIB.

Ada Wahana Menarik Apa Saja di Sea World Ancol?

  • Antasena Tunnel: Akuarium raksasa yang menampung hingga lima juta liter air laut dan ratusan jenis biota.
  • Shark Aquarium: Akuarium berisi ikan hiu, di antaranya yaitu hiu sirip hitam, hiu pari barongsai, dan hiu kepala martil. Wisatawan juga bisa menyaksikan live feeding shark atau pertunjukkan pemberian makan hiu.
  • Interactive Aquarium: Akuarium di mana wisatawan bisa berinteraksi dengan ikan-ikan lucu.
  • Jellyfish Sphere: Kawasan akuarium berisi lima jenis ubur-ubur, yaitu sea nettle, blubber jellyfish, upside-down jellyfish, moon jellyfish, dan spotted jellyfish.
  • Main Aquarium: Akuarium utama yang menyajikan pertunjukan pemberian makan ribuan ikan di lorong Antasena.
  • Touchpool: Selain di interactive aquarium, wisatawan bisa mengenal hewan laut lebih dekat di kolam sentuh. Ada penyu sisik, hiu tokek, dan Bintang Laut.

Itulah informasi mengenai harga tiket ancol, jam operasional, cara membeli, dan wahana menarik di Sea World Ancol. Bagaimana? Kamu tertarik untuk mengunjungi destinasi ini saat liburan?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Long Weekend, Saatnya Bersantai Sembari Dipijat Teman Tunanetra



Jakarta

Traveler yang mengisi long weekend dengan cara santai, bisa nih mencoba wisata pijat. Nah, tempat pijat di sini mempekerjakan teman-teman tunanetra hingga mendapat penghargaan lho.

Tempatnya bernama Kokuo Reflexology. Sudah cukup banyak gerainya yang tersebar di Indonesia bila traveler ingin bertandang. Tempat pijat ini menawarkan paduan teknik pijat refleksi Cina dan Jepang dengan teknik tradisional Indonesia.

Bagi traveler yang berada di wilayah Jabodetabek, tempat pijat ini bisa kok ditemukan di beberapa tempat di Jakarta, Tangerang, dan Tangerang Selatan.


Mengisi momen long weekend, pas banget nih memulihkan badan dengan pijat dan spa. Terdapat beberapa pilihan spa menarik seperti foot and body reflexology untuk menghilangkan pegal-pegal setelah melakukan aktivitas berat, athletic massage sebagai pijat yang mampu mengurangi kekakuan dan nyeri otot, hingga seitai massage yang merupakan kombinasi dari pijatan dan stretching. Adapun durasinya mulai dari 60-120 menit.

Eh, traveler tidak hanya dipijat sambil rebahan ditemani aroma terapi saja. Di sini, kamu dipijat juga bisa sembari menonton lho.

Salah satu lokasinya di Kokuo Signature at Bumi Pakubuwono. Tak hanya merasakan perawatan yang relaks, traveler dibikin nyaman melalui ambience Jepang yang dihadirkan, nuansa alam lewat kehadiran giant aquascape dengan aromaterapi dan fasilitas kamar premium. Traveler juga bisa menikmati relax yang maksimal lewat kehadiran theater room yang memungkinkan mereka dapat melakukan pijat sambil menonton Netflix. Santuy banget!

Memperkerjakan terapis tunantera

Selain memberikan kenyamanan untuk para tamunya, Kokuo Reflexology juga memperkerjakan terapis tunantera lho. Saat ini, sudah ada 40 terapis tunanetra yang sudah bergabung dalam Kokuo.

“Sebagai perusahaan yang fokus pada pemijatan refleksi, Kokuo berkomitmen untuk menggandeng komunitas netra dengan melatih dan memberikan keterampilan, juga mempekerjakan mereka. Kami ingin mereka terus memiliki daya saing tinggi, sama seperti orang normal pada umumnya. Karena itu, kami terus menyusun prosedur training yang inklusif. Hingga kini, sudah ada 40 terapis tunanetra yang sudah bergabung dalam Kokuo. Ke depan, kami akan terus membuka ruang bagi para kaum difabel,” kata Muhammad Nurrohim, Direktur Utama Kokuo Reflexology dalam keterangannya.

Menjadi salah satu jenis disabilitas terbanyak di Indonesia, penyandang tunanetra kian mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Meski demikian, keterbatasan penglihatan mereka nyatanya mampu memberikan mereka kelebihan berupa indra peraba yang lebih tajam. Hal ini yang mampu memberi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Salah satu terapis tunanetra, Andri Prayogo, bercerita mengenai perubahan hidupnya setelah kehilangan penglihatan. Dengan mendapatkan pelatihan dan bekerja, ada harapan dari rasa putus asanya setelah kecelakaan.

“Sejak mengalami kecelakaan di tahun 2009, saya sudah divonis tidak bisa melihat lagi. Tentu saya sempat berputus asa. Lalu, saya diajak untuk mengikuti pembinaan pijat. Kini, saya bisa bekerja di salah satu tempat pijat prestige seperti Kokuo. Saya
mampu mendapatkan penghasilan layak. Semua ini tentunya didapat karena adanya niat dan usaha,” cerita Andri.

Atas komitmennya tersebut, Kokuo Reflexology berhasil menerima penghargaan prestisius dari Kementerian Sosial RI dalam program Graduasi Program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengakui dan merayakan kontribusi signifikan para pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal dan nasional. Diberikan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, senantiasa memberi pengakuan resmi atas upaya dan pencapaian Kokuo Reflexology sebagai salah satu pemberdaya komunitas netra.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Pemanasan Mudik, Mampir ke Angkringan-Kopi di Belakang Blok M Square



Jakarta

Blok M adalah salah satu pusat muda-mudi Jakarta menghabiskan waktu untuk hangout. Ingin nongkrong merasakan suasana Jawa yang kental? Bisa mampir ke Kedai Hasrat.

Blok M terkenal dengan deretan tempat hangout yang estetik dan asik. Misalnya M Bloc yang kekinian, yang kerap mengadakan gigs hingga acara kesenian, ada juga Taman Literasi yang kerap menggelar event baca buku hingga acara musik, lalu tak ketinggalan pula deretan kafe hingga tempat karaoke di sekitarnya.

Little Tokyo, sebutan itu juga disematkan di area Blok M, yang menjadi ‘tempat berkumpulnya’ restoran, kafe, hingga bar bergaya Jepang. Tempat ini juga sedari dulu disinggahi para ekspatriat Jepang yang tinggal di Jakarta.


Selain itu, ada satu spot menarik yang mesti traveler singgahi, yakni kawasan Blok M Square. Kawasan ini selain terkenal sebagai salah satu surganya pencinta kaset jadul dan buku bekas, juga merupakan kawasan kuliner yang telah berdiri lama.

Tepatnya di belakang Blok M Square, yakni area Lesehan Blok M Square Melawai 4, terdapat deretan makanan yang menarik. Berkunjung ke sini seakan traveler dibawa ke suasana Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebab menu di sana didominasi oleh penyetan, pecel lele, gudeg, hingga angkringan. Satu yang menarik perhatian kami, namanya Kedai Hasrat.

Kedai ini merupakan kedai minum yang menyuguhkan menu menarik. Mereka memadukan konsep angkringan-kopi dari tempat hingga ke menunya. Jangan heran jika traveler menemui menu matcha jahe dan coklat jahe yang dapat dinikmati panas maupun dingin.

Hidangan berbasis jahe tersebut karena tempat ini berawal dari angkringan, lalu menjelma juga menjadi kedai kopi. Itu berangkat dari keinginan pemilik yang telah lama ingin membuka kedai kopi.

“Hasrat itu keinginan, jadi gua dulu pengen banget punya tempat kopi, pengen banget punya tapi nggak punya-punya, bertahun-tahun baru bisa buka, makanya namanya Kedai Hasrat. Dulu cuman punya tiga menu, susu jahe, madu jahe, stmj bakar,” kata sang pemilik, Vio Alventino, seraya menjelaskan asal muasal nama kedainya, Rabu (28/2/2024).

Menurut Vio, upayanya memadukan menu tradisional dan modern sukses mengundang kustomer.

“2018 baru ada menu kopi red velvet, dan lain-lain, kita ngikutin perkembangan zaman aja. Responsnya malah makin bagus. Yang biasanya ke sini cuman nyobain minum jahe dia nyobain minuman lain, tapi kadang tetap ada yang balik ke jahe lagi,” kata dia.

Kedai Hasrat Blok M SquareSTMJ Bakar di Kedai Hasrat Blok M Square yang wangi juga creamy. (Weka Kanaka/detikcom)

Menu andalannya adalah STMJ (susu telur madu jahe) bakar. Ini yang membuatnya berbeda dari tempat lain. Tertarik mencicipinya, detikTravel memesan menu tersebut.

Bagi yang tidak terlalu menyukai jahe yang pekat, tenang saja, karena cairan jahe diletakkan di tempat terpisah dan dapat diatur seberapa banyak menuangkannya.

Alih-alih seperti STMJ biasa, menu ini malah memiliki rupa mirip creme brulee dengan tambahan beberapa rempah yang wangi di atasnya. Begitu menyeruput, rasa hangat mengalir ke badan. Selain itu, kendati dibuat dari telur mentah, tetapi rasa amis sama sekali tidak terasa. Justru tekstur creamy yang manis, gurih, dan harum berhasil diciptakan.

Tak heran mengapa hidangan ini selain unik, juga nikmat sekali. Karena ini adalah salah satu hidangan andalan Kedai Hasrat.

“Kayak creme brulee atau karamel ya. Bahannya madu, krimer, susu, telor, sama rempah, nah rempah ini yang bisa ngilangin amisnya sih telor itu. Dan bisa nurunin kolesterol sih telur itu dengan cara dibakar tiga kali,” kata dia.

Kedai Hasrat Blok M SquareSuasana di pusat kuliner di belakang Blok M Square. (Weka Kanaka/detikcom)

Ia menyebut, kedainya kerap kali disinggahi muda-mudi hingga bapak-bapak untuk nongkrong dan bercengkrama. Waktu paling ramai ada di Sabtu malam. Itu karena selain malam minggu merupakan waktu muda-mudi hangout, Blok M Square yang memiliki Masjid Nurul Iman di atasnya kerap kali mengadakan pengajian yang banyak menarik masyarakat pada hari Sabtu.

Saat kami berkunjung, pengunjung juga terlihat hilir mudik mendatangi tempat ini. Untuk menikmatinya, traveler bisa datang setiap hari pukul 18.00-24.00 WIB. Harga menunya Rp 15k – Rp 25k.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Historis di Menteng, dari Taman Suropati sampai Sekolah Obama



Jakarta

Menteng menjadi tempat tinggal para pejabat penting, baik dalam hingga luar negeri sejak zaman dulu. Berikut tujuh jejaknya.

Karena itu pula hingga kini kawasan Menteng sering disebut sebagai kawasan elit. Terletak di jantung Jakarta, kini Menteng menjadi tempat tinggal para petinggi perusahaan di Indonesia, kedutaan luar negeri, hingga para artis.

Cindy, pemandu dari Jakarta Good Guide, menyebut dulu kawasan Menteng adalah sebuah hutan yang dikelilingi oleh perbukitan cantik. Tanah yang subur membuat banyak pepohonan tumbuh di sana.


Salah satu pohon yang banyak tumbuh di kawasan ini adalah Pohon Buah Menteng. Pohon itulah yang menjadi asal-muasal nama daerah tersebut. Sayangnya, saat ini buah mirip duku itu semakin langka.

Hanya dalam musim tertentu buah menteng bisa ditemukan di sekitar Stasiun Bogor dengan harga Rp 25 ribu per kilo.

Pembangunan di Jakarta semakin masif dijalankan, namun tidak membuat Menteng kehilangan banyak sejaha yang menarik untuk ditelusuri.

Mulai dari Sukarno hingga Barack Obama pernah mengukir cerita di kawasan ini. Bersama Jakarta Good Guide, detikTravel menjelajahi Menteng pada Rabu (13/3/24) petang.

Berikut tempat-tempat bersejarah di Menteng:

1. Taman Suropati

Sejak diambil alih oleh Belanda pada 1912, Belanda banyak membangun rumah-rumah yang dikhususkan untuk menjadi tempat tinggal pegawai pemerintahan Belanda di Menteng.

Saat itu, Netherlanders selalu membuat satu taman besar di bagian tengah-tengah suatu cluster untuk bersosialisasi dan melakukan piknik. Akhirnya pada masa pemerintahan GJ Bisschop terciptalah taman yang saat itu bernama Burgemeester Bisschopplein.

Setelah Indonesia merdeka, taman tersebut berganti nama menjadi Taman Suropati yang diambil dari nama seorang pahlawan yang berjasa menentang VOC, Untung Suropati.

Kini, taman tersebut telah direvitalisasi menjadi semakin cantik dan asri lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. Taman Suropati juga terpilih menjadi tempat peletakan 6 monumen persahabatan ASEAN. Taman ini masih menjadi taman kota favorit warga Jakarta untuk beraktivitas di akhir pekan.

2. Taman Diponegoro

Tepat di depan Taman Suropati, terdapat sebuah taman warna warni yang mencuri perhatian. Taman ini dirancang sebagai penghias Jalan Diponegoro, sehingga tidak ditemukan tempat duduk untuk bersantai di sana.

Meskipun begitu, tak sedikit orang yang mampir untuk memotret beberapa gambar disana. Taman tematik dengan tumbuhan warna-warni yang disusun berpola ini memiliki ciri khas Patung Diponegoro dan kudanya yang dikelilingi air mancur.

Patung tersebut merupakan karya seniman ternama Edhi Sunarso yang dipesan langsung oleh Duta Besar Italia. Ia memberikan patung tersebut sebagai hadiah sebelum kembali ke Italia pada tahun 1960-an.

3. Gedung Bappenas

Gedung ini dulu digunakan sebagai tempat pertemuan Freemasonry. Freemasonry adalah suatu asosiasi perkumpulan orang kaya yang sangat tertutup.

Sangat sulit mencari info pasti terkait asosiasi tersebut, hingga banyak orang menganggap asosiasi tersebut sangat misterius. Konon saat pertama berdiri asosiasi tersebut beranggotakan para pekerja di bidang developer, hal tersebut yang membuat adanya unsur Jangka dan Busur pada logo Freemasonry.

Saint Jonathan merupakan pelindung dari Freemasonry. Pengucapannya yang menyerupai kata syaitan dan keanggotaannya yang misterius membuat asosiasi ini sering disebut sebagai ‘Loji Setan’. Meskipun begitu, freemasonry memiliki banyak kegiatan sosial yang bertujuan menyejahterakan sesama.

Menurut informasi yang didapatkan, Raden Saleh dan Suwiryo adalah orang Indonesia yang pernah tergabung dalam asosiasi tersebut. Freemasonry akhirnya dibubarkan oleh Sukarno saat masa pemerintahannya. Akhirnya gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Gedung Bappenas.

4. GPIB Jemaat Paulus

Dulu gereja ini adalah salah satu gereja yang melayani umat-umat Belanda dengan Bahasa Belanda.

Bangunan gereja ini cukup unik dengan atap tinggi dan satu buah menara lengkap dengan simbol ayam pada bagian atasnya. Itu menceritakan salah satu kisah di Alkitab, yang bermakna bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, dan tidak ada manusia yang sempurna.

5. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Sebelum difungsikan menjadi museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal dari Laksamana Maeda salah satu personel militer Jepang yang meminjamkan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi. Hal itu bisa terjadi berkat negosiasi Ahmad Subarjo yang merupakan translator Laksamana Maeda sekaligus Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Pada museum ini lengkap tersimpan bukti sejarah dilengkapi diorama proses perumusan naskah proklamasi yang dapat traveler kunjungi secara gratis.

6. SDN Menteng 01

Sekilas tak ada yang spesial dari sekolah negeri ini. Bangunannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah negeri lainnya. Namun ternyata sekolah dasar negeri ini merupakan tempat Barry Soetoro atau biasa dikenal dengan Barack Obama menuntut ilmu.

Presiden ke-44 Amerika Serikat ini pernah menetap selama 4 tahun di Indonesia saat Endunham sang Ibu menikah dengan Lolo Soetoro seorang topograf yang merupakan warga negara Indonesia.

7. Taman Menteng

Taman ini merupakan tempat cikal bakal terbentuknya klub bola Jakarta, Persija. Saat zaman penjajahan Belanda, terdapat suatu stadion yang kerap digunakan untuk olahraga sepak bola. Namun saat itu pribumi tidak diperkenankan bergabung di lapangan tersebut.

Melihat kejadian itu M.H Thamrin tergerak dan akhirnya Taman Menteng ini diubah menjadi Stadion Menteng sebagai tempat pelatihan sepak bola khusus pribumi hingga akhirnya pindah ke Lapangan Petojo yang saat ini dikenal dengan Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

Pada tahun 2004 terciptalah rencana untuk mengubah Stadion Menteng menjadi sebuah taman karena kurangnya lahan terbuka hijau. Hingga kini Taman Menteng masih menjadi sarana berolahraga masyarakat Jakarta.

Di taman ini juga disimpan Monumen Tugu 66. Tugu itu direlokasi pada 5 Oktober 1922 karena visual tugu itu terhalang setelah proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said selesai dibangun. Proses pemindahan sendiri dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sesuai prosedur berlaku.

Pada pengamatan detikTravel Rabu (13/3) pukul 16.00 WIB terlihat beberapa anak-anak bermain basket dan sepatu roda di sana. Bahkan, ada beberapa bule dan anaknya sedang beraktivitas di Taman Menteng sore itu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

11 Tempat Wisata di Jakarta Ini Buka Saat Libur Lebaran, Apa Saja?


Jakarta

Libur Lebaran sering dijadikan waktu yang tepat untuk mudik ke kampung halaman dan bertemu dengan kerabat. Tetapi, tidak semua orang memilih untuk mudik. Ada juga yang memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk pergi ke tempat wisata.

Meski libur Lebaran, berbagai tempat wisata masih beroperasi, lho. Apa saja? Simak di artikel berikut.

Tempat Wisata Jakarta yang Buka Saat Libur Lebaran

Berikut daftar tempat wisata di Jakarta yang tetap beroperasi selama libur Lebaran. Perlu diingat, waktu operasional mungkin saja berubah sewaktu-waktu.


1. Monumen Nasional

Monumen Nasional (Monas)Foto: Getty Images/iStockphoto/dennisvdw

Monumen Nasional atau Monas yang terletak di Jakarta Pusat bisa menjadi salah satu tujuan wisata selama Lebaran.

Menurut akun Instagram resminya, kawasan Monas dibuka dari hari Selasa hingga Minggu dari pukul 06:00 sampai 16:00. Sementara tugu Monas dibuka dari pukul 08:00 sampai 16:00. Perlu diingat, loket tiket ditutup jam 15:00.

Monas tetap beroperasi selama libur Lebaran, akan tetapi tutup setiap hari Senin.

Di Museum Nasional, detikers bisa menikmati keindahan kota Jakarta dari puncak tugu Monas, atau mengelilingi museum di dalamnya.

2. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya AncolFoto: Rumondang/detikcom

Jika ingin berwisata pantai, detikers bisa pergi ke Ancol di Jakarta Utara. Menurut akun Instagramnya, Ancol buka setiap hari dari pukul 06:00 sampai 24:00. Sementara pintu gerbangnya ditutup pukul 23:00.

Tak hanya itu, Ancol juga menyediakan berbagai promo bagi pengunjung selama Lebaran, jadi pastikan detikers mengecek promo-promo yang tersedia sebelum memesan tiket.

Ancol juga kerap mengadakan berbagai acara untuk menghibur pengunjung. Misalnya, Ancol akan mengadakan Festival Keajaiban Ramadan dari tanggal 9 hingga 14 April, cocok untuk detikers yang berkunjung selama libur Lebaran.

3. Dunia Fantasi

Sejumlah warga berwisata di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta,  Sabtu (1/1/2022). Libur tahun baru 2022 banyak dimanfaatkan warga ibukota dengan mendatangi beberapa lokasi wisata bersama keluarga.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.Foto: ANTARA/RENO ESNIR

Masih di kawasan Ancol, Jakarta Utara, detikers juga bisa menikmati wahana-wahana yang ada di Dufan.

Menurut akun Instagram resminya, Dufan beroperasi dari pukul 10:00 sampai 17:00 pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, Dufan dibuka dari pukul 10:00 sampai 19:00.

4. Sea World Ancol

Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (8/2/2024). Libur panjang dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Jika tertarik dengan keindahan dunia laut, detikers bisa berwisata ke Sea World Ancol. Tempat wisata ini memberikan hiburan sekaligus pendidikan.

Mneurut akun Instagram resminya, Sea World Ancol beroperasi setiap hari dari pukul 09:00 sampai 16:30.

5. Taman Mini Indonesia Indah

Di kawasan Jakarta Timur, detikers bisa berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ada berbagai museum dan anjungan daerah yang bisa dinikmati pengunjung.

Menurut akun Instagram resminya, TMII beroperasi setiap hari dari pukul 06:00 sampai 17:00 WIB.

6. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan Diserbu WargaFoto: Andhika Prasetia

Taman Margasatwa Ragunan adalah kebun binatang yang berlokasi di Jakarta Selatan. Cocok buat peminat hewan, tempat wisata ini beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu.

Menurut akun Instagram resminya, selama bulan Ramadan, Taman Margasatwa Ragunan dibuka dari pukul 07:00 sampai 15:00.

7. Jakarta Aquarium & Safari

Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) menyajikan banyak keseruan bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka puasa. Yuk lihat.Foto: Grandyos Zafna

Jakarta Aquarium & Safari adalah akuarium indoor yang terletak di dalam Neo Soho Mall, Jakarta Barat.

Menurut akun Instagram resminya, waktu operasional Jakarta Aquarium & Safari adalah setiap hari dari pukul 10:00 hingga 21:00.

8. Kota Tua

Kota Tua terletak di Jakarta Barat dan bisa detikers kunjungi selama libur Lebaran.

Detikers bisa menikmati pemandangan bangunan bergaya kolonial, berwisata kuliner, sampai mengunjungi museum.

9. Museum Macan

Museum MACANFoto: Chelsea Olivia/detikcom

Museum Macan berlokasi di Jakarta Barat. Di sini, detikers bisa mengapresiasi karya seni kontemporer.

Menurut situs resminya, selama bulan Ramadan, Museum Macan beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 10:00 sampai 17:30.

10. Pecinan Glodok

Pecinan GlodokFoto: Weka Kanaka/detikcom

Detikers juga bisa menghabiskan libur Lebaran dengan mengelilingi kawasan pecinan atau Chinatown di Glodok, Jakarta Barat.

Pecinan Glodok merupakan tempat yang bisa dipilih apabila detikers ingin berwisata kuliner hingga budaya.

11. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk

mangroveFoto: Wahyu/detikTravel

Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Tak hanya berperan sebagai tempat wisata alam, TWA Angke Kapuk bertujuan melestarikan mangrove sebagai penyangga kehidupan alam.

Menurut situs resminya, TWA Angke Kapuk beroperasi dari pukul 09:00 sampai 17:00 selama hari kerja, dan dari pukul 08:00 sampai 17:00 selama akhir pekan.

Nah, itu dia beberapa tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers yang sedang merencanakan wisata saat libur Lebaran.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

Tidak Sekadar Megah, Ini Makna di Setiap Arsitektur Istiqlal



Jakarta

Arsitek Frederich Silaban mendesain Masjid Istiqlal di Jakarta dengan sangat matang. Ada makna tersembunyi di setiap detail bangunan megah itu.

Berasal dari bahasa Arab yang bermakna kemerdekaan, Istiqlal memiliki sejarah yang kental akan Islam dan kebangsaan. Dari kegiatan City Tour Disparekraf pada Minggu (24/4/24), berikut detikTravel rangkum makna-makna tersembunyi dari bangunan yang ada di Masjid Istiqlal,

1. Kubah dengan diameter 45 meter

Sebuah masjid tentu identik dengan kubah. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal memiliki kubah yang sangat besar dengan diameter sepanjang 45 meter. Pemilihan angka 45 ini bukan tanpa maksud.


Angka 45 pada diameter kubah Masjid Istiqlal mengisyaratkan tahun kemerdekaan Indonesia yaitu tahun 1945. Bagian dalam Kubah tertulis kaligrafi Surah Al Fatihah, Surah Thaha ayat 14, Ayat Kursi, dan Surah Al Ikhlas.

2. 12 tiang penyangga melingkar

Selain kubah, pada bagian dalam masjid, traveler akan melihat 12 tiang penyangga berbahan dasar stainless steel yang melingkar. Jumlah tiang penyangga itu melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni 12 Rabiul Awal.

3. Punya 5 Lantai

Jika melihat ke atas atau bagian samping, traveler akan melihat tingkatan lantai yang ada di Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal memiliki lima lantai yang menggambarkan lima dasar Islam yang menjadi syarat kesempurnaan umat muslim atau Rukun Islam sekaligus jumlah waktu salat dalam sehari dan jumlah sila dalam Pancasila.

4. Memiliki 1 Menara

Jika biasanya suatu bangunan memiliki dua menara, tidak dengan Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara yang melambangkan keesaaan Allah SWT. Tingginya tidak main-main, mencapai 66,66 meter atau 6.666 cm yang melambangkan jumlah ayat yang ada dalam kitab suci Al Quran.

Mulanya menara itu berfungsi sebagai tempat mengumandangkan Azan, namun saat ini menara tersebut difungsikan sebagai tempat pengeras suara Azan.

5. Memiliki 7 Pintu

Tujuh pintu yang dimiliki Masjid Istiqlal melambangkan delapan jumlah surga dengan tujug lapisan surga seperti yang tercantum di dalam Al Quran. Pintu-pintu tersebut memiliki nama yang diambil dari Asmaul Husna diantaranya As-Salam, Al-Fattah, Ar-Razzaq, Al-Quddus, Al-Ghaffar, Al-Malik, dan Ar-Rahman.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Monumen Tanda Persahabatan ASEAN di Taman Suropati



Jakarta

Taman Suropati merupakan salah satu wilayah yang terlestarikan Jakarta. Ada enam monumen bersejarah di sini.

Taman ini dibangun pada masa wali kota pertama Batavia GJ Bisschop di tahun 1916. Pohon-pohon yang berada di taman ini sudah ada sejak jaman Belanda maka tidak mengherankan jika memiliki diameter batang yang sangat besar.

Taman itu menjadi tempat berdirinya enam monumen dari enam negara pendiri ASEAN. Monumen itu menjadi simbol persahabatan negara-negara ASEAN.


Monumen-monumen tersebut awalnya direncanakan untuk diletakkan secara acak di Jakarta, tetapi kemudian muncul usulan untuk menempatkannya pada satu tempat, dan dipilihlah Taman Suropati.

Berikut 6 monumen ASEAN di Taman Suropati:

1. Peace, harmony, and one (Damai, Harmonis, dan Satu)

Monumen ini dibuat oleh Lee Kian Seng representatif Malaysia. Dikutip dari leekianseng.com monumen ini berukuran 5,1m x 3,1m x 3,1. Monumen persembahan Malaysia ini terbuat dari baja ringan dan terinspirasi dari kaligrafi Lee Kian Seng yang mencerminkan akar budaya Tionghoa.

2. Rebirth (Kelahiran Kembali)

Monumen ini merupakan karya Luis E. Yee Jr seorang seniman asal Filipina. Monumen yang terbuat dari susunan kayu jati yang tersusun dalam empat baris mengisyaratkan tangkai padi yang bergoyang tertiup angin.

3. Harmony (Keharmonisan)

Monumen ini merupakan karya dari Awang HJ Latirf Aspar dari Brunei Darussalam. Berbentuk 6 padi layaknya logo ASEAN pertama sebelum tahun 1997. Pada bagian atasnya terdapat gambar peta dan lambang bulan sabit Brunei Darussalam yang juga terdapat pada Bendera Negaranya.

4. The Spirit of ASEAN (Semangat ASEAN)

Wee Beng Chong adalah seniman yang menciptakan karya The Spirit of ASEAN dari Singapura. Monumen ini menjadi simbol dari persatuan dan kerja sama dari negara-negara ASEAN.

5. Peace (Perdamaian)

Monumen ini dibuat oleh Sunaryo pemahat patung terkenal dari Indonesia. Monumen ini bermakna perdamaian dengan bentuk tubuh manusia yang sudah melalui proses distorsi sedemikian rupa hingga menghilangkan bentuk manusianya.

6. Fraternity (Persaudaraan)

Monumen berbentuk dua manusia yang saling merangkul ini merupakan karya Nonthivathn Chandanaphalin seorang dosen dan seniman terkenal dari Thailand. Monumen Fraternity memiliki makna persaudaraan antar negara ASEAN.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Sekadar Ngabuburit di Taman Suropati



Jakarta

Taman Suropati berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Di sini, traveler enggak cuma bersantai, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

Terletak di jantung kota Jakarta dan mudah dijangkau dengan transportasi umum, Taman Suropati menjadi destinasi favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Sudah begitu, taman ini berdekatan dengan Masjid Agung Sunda Kelapa.

Taman ini dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, gazebo, bangku taman, dan jogging track.


Berikut 8 kegiatan saat ngabuburit di Taman Suropati:

1. Olahraga ringan

Salah satu kegiatan favorit yang dilakukan pengunjung Taman Suropati adalah berolahraga. Selain memiliki lahan yang cukup luas, Taman Suropati juga dilengkapi dengan jogging track.

Berbagai olahraga lain seperti jalan santai, senam, ataupun yoga bisa dilakukan di Taman Suropati. Memiliki tanaman-tanaman asri dan selalu terawat membuat siapapun akan merasa betah berolahraga di sini.

Nah, saat bulan Ramadan, pengunjung bisa jalan santai atau jogging.

2. Kumpul Komunitas

Banyaknya spot untuk bersantai menjadikan Taman Suropati tempat berkumpul banyak komunitas. Beberapa di antaranya melakukan perkumpulan rutin. Salah satunya Taman Suropati Chamber, komunitas musik biola yang rutin melakukan latihan setiap hari Minggu di sana.

3. Piknik

Taman Suropati memiliki lahan terbuka dengan udara yang sejuk meskipun siang hari. Traveler bisa membawa alas duduk dan bekal untuk berbuka seolah piknik kecil-kecilan di Taman Suropati. Namun, tetap pastikan tidak mengganggu aktivitas pengunjung lainnya dan membuang sampah pada tempatnya ya.

4. Membaca Buku

Tempat yang tenang dan sejuk selalu menjadi pilihan untuk beristirahat sambil membaca buku. Tak perlu khawatir jika sudah bosan dengan buku yang traveler miliki, di Taman Suropati terdapat perpustakaan mini milik bersama.

Di sana traveler bisa meminjam ataupun mendonasikan buku secara gratis. Perpustakaan yang dibangun oleh Jakarta Bookhive ini juga memiliki koleksi buku yang cukup lengkap mulai dari novel, majalah, hingga komik. Jika sudah selesai membaca harap mengembalikan buku pinjaman ke tempat semula ya Traveller.

5. Foto-Foto

Di zaman sekarang tak afdol rasanya jika pergi ke suatu tempat tanpa mengabadikannya dalam jepretan foto. Tenang saja meskipun rindang dengan pepohonan dan tanaman, Taman Suropati memiliki banyak spot estetik mulai dari air mancur, bagian tengah taman, hingga monumen persahabatan ASEAN, yang bisa menjadi opsi Traveller untuk berpose.

6. Bermain bersama Satwa

Taman Suropati kerap menjadi pilihan para pecinta hewan untuk mengajak peliharaan kesayangannya berjalan-jalan. Beberapa catlovers juga terlihat melakukan street feeding kepada kucing-kucing yang ada di Taman Suropati.

Tenang saja, meskipun liar kucing-kucing tersebut sudah di steril dan ramah dengan para pengunjung. Selain itu, traveler juga bisa memberi makan burung-burung merpati yang terbang bebas di kawasan Taman Suropati.

Kendati banyak hewan menyinggahi, taman ini selalu terjaga kebersihannya berkat jasa para petugas kebersihan yang setiap harinya membersihkan kawasan Taman Suropati.

7. Bersantai sambil menghirup udara segar

Jika tidak ingin melakukan aktivitas yang terlalu berat, opsi bersantai sambil menghirup udara segar di Taman Suropati bisa menjadi pilihan. Tersebar banyak tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai ditemani angin sepoi-sepoi dan pemandangan asri taman.

8. Menjadi pilihan lokasi Work From Anywhere

Selain memiliki udara segar dan pemandangan asri, Taman Suropati juga memiliki fasilitas free WiFi dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Tak heran hal ini membuat banyak pengunjung semakin betah berlama-lama di Taman Suropati. Dengan kecepatan WiFi tersebut, Taman Suropati bisa menjadi pilihan jika Traveller penat bekerja dalam kantor.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Akses Menuju Jakarta International Stadium (JIS), Sejarah, dan Fasilitasnya


Jakarta

Jakarta International Stadium (JIS) adalah salah satu fasilitas umum yang banyak dikenal publik. Stadion ini telah banyak digunakan untuk pertandingan hingga konser pasca diresmikan tahun 2022.

Dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jakarta, JIS mengusung tema modern dengan memprioritaskan akses transportasi publik untuk acara nasional hingga internasional. Beberapa transportasi umum yang dapat diakses kesana yaitu.

1. TransJakarta

  • Rute JIS 3 (JIS – Harmoni)
  • Rute 14 (JIS – Senen)
  • Rute 10K (Tanjung Priok – Senen via Taman BMW).

2. KRL Commuter Line Jabodetabek

  • Stasiun Ancol (3,5 km dari JIS)
  • Stasiun Tanjung Priok (4 km dari JIS)
  • Stasiun Bekasi-Stasiun Manggarai-Stasiun Ancol
  • Stasiun Tangerang-Stasiun Duri-Stasiun Kampung Badan-Stasiun Ancol.

3. Mikrotrans

  • Jak 77 (Tanjuk Priok-Jembatan Item)
  • Jak 88 (Tanjung Priok-Ancol Barat).

Sejarah Pembangunan JIS

Jakarta International Stadium (JIS) diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan pada tahun 2022. Awalnya stadion ini akan dinamakan Stadion BMW sesuai nama lahan awalnya yaitu Taman Bersih Manusia Wibawa (BMW).


Latar belakang didirikannya stadion atap buka tutup pertama di Indonesia ini adalah kebutuhan stadion bertaraf Internasional di Indonesia yang masih terbatas. Dengan menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pemerintah Kota Jakarta membangun pengganti stadion Lebak Bulus dan mewadahi klub sepak bola lokal di Jakarta.

Namun ternyata proyek ini telah digagas terlebih dahulu oleh Fauzi Bowo (Foker) sejak tahun 2008 ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan melakukan penggusuran tepat pada 24 Agustus.

Sengketa yang pelik antara masyarakat di wilayah Taman BMW seluas 66,6 hektar atas bangunan liar yang ada akhirnya mandek dan dilanjutkan kembali di masa pemerintahan Joko Widodo. Klaim 2 sertifikat yang dimiliki Pemprov DKI ternyata belum cukup memenangkan gugatan dan akhirnya dilanjutkan kembali oleh Djarot Saiful Hidayat di tahun 2017.

Meskipun Djarot telah meletakkan batu pertama dan sertifikat hak pakai pada tanggal 18 Agustus 2017, pembangunan JIS belum bisa dilakukan. Anies Baswedan sebagai pimpinan berikutnya memperkenalkan JIS pada 14 Maret 2019 dengan menggandeng Jakpro hingga akhirnya selesai dibangun 2022.

JIS pertama kali diluncurkan pada tanggal 19 April 2022 dan resmi dibuka pada 24 Juli 2022 sebagai bukti bahwa kebesaran dan kekuasaan bangsa Indonesia.

Fasilitas Mewah dan Lengkap JIS

Lisensi internasional pada stadion modern ini tentu ditunjang dengan fasilitas yang apik. Berlokasi di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, berikut beberapa fasilitas menarik JIS yang menghabiskan dana sekitar Rp 4,08 Triliun.

1. Ruang Ganti Pemain+Bak Mandi Air Panas

Tidak seperti ruang ganti pada umumnya, khusus tim yang bertanding di stadion ini akan dimanjakan dengan fasilitas ruang ganti yang mewah. Pasalnya di area ruang ganti pemain terdapat bak mandi air panas dan area pemanasan yang mampu membuat pemain relaks sebelum bertanding.

2. Bilik Korporasi

Bilik ini terdapat di lantai 5 dan 6 sisi tribun barat dan timur yang berguna untuk rapat dan bekerja. Ruang ini memberikan pemandangan langsung ke tribun stadion sehingga dapat bekerja sekaligus menonton pertandingan sepak bola yang ada.

3. Media Room

Selain menyediakan ruang untuk rapat, JIS juga memberikan ruangan bagi media untuk melakukan konferensi pers. Terdapat parkir khusus bagi media untuk mempermudah akses dan peliputan informasi terkini dari kegiatan di Jakarta International Stadium (JIS).

4. Jogging Track

Terdapat dua area jogging yang ada di JIS yaitu di ring luar dan rangka bangunan atas. Disini detikers dapat merasakan olahraga dengan nuansa berbeda pemandangan Jakarta di atas ketinggian 72 meter.

5. Sistem Audio dan Internet

Karena juga digunakan untuk konser tingkat internasional, JIS dilengkapi oleh Speech Transmission Index (STI) Pro Sound dengan tekanan suara lebih dari 100dBA-105dBA. Seluruh ruangan juga terkoneksi dengan Wi-Fi yang memudahkan komunikasi di stadion internasional tersebut.

6. Atap Stadion Buka Tutup

Hal yang membuat stadion ini bak di Eropa adalah teknologi buka tutup yang ada di bagian atapnya. Fasilitas unggulan ini sangat fleksibel dan mempermudah kinerja acara hingga tercatat oleh MURI sebagai teknologi stadion tercanggih pertama di Indonesia.

7. Kursi Premium dan Perawatan Eksklusif

Tribun penonton di JIS dapat menampung sekitar 82 ribu penonton dengan sistem kursi tunggal dengan bahan plastik tebal berwarna jingga. Kursi VIP juga dibuat dari jok busa layaknya kursi bus premium yang selalu dibersihkan setiap hari oleh petugas yang ada.

Jakarta International Stadium (JIS) menjadi saksi perhelatan penghargaan bergengsi Golden Disc Award (GDA) ke-38 pada 6 Januari 2024. JIS juga menjadi lokasi konser girlgroup populer dari Korea, Twice, pada 23 Desember 2023.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com