Tag Archives: jakarta

5 Bangunan Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Jakbar



Jakarta

Jejak penyebaran Islam di Jakarta Barat terekam melalui deretan masjid ini. Apa saja?

Bersama Sudin Parekraf Jakbar (30/3/24) detikTravel berkesempatan mengunjungi sejumlah masjid untuk menelusuri sejarah penyebaran agama islam di Jakbar.

1. Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

Banyak orang mengira bahwa Masjid Istiqlal merupakan masjid raya pertama di Jakarta, namun nyatanya Masjid Istiqlal merupakan milik negara. Adalah Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari yang menjadi masjid raya pertama di Jakarta.


Masjid itu berada di Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Dibangun pada lahan seluar 2,4 hektar, masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Ahok itu memiliki daya tampung hingga 12.500 jamaah.

Diresmikan pada 15 April 2017, Adhi Moersid selaku arsitek merancang masjid itu dengan nuansa budaya budaya Betawi yang kental, terlihat bangunan atap limas runcing tanpa kubah, ornamen gigi balang pada bangunan, dan pagar langkan juga menghiasi masjid ini.

Berada di lokasi yang luas membuat masjid ini juga kerap digunakan untuk berbagai kegiatan ekonomi dan menjadi salah satu tempat isolasi para pasien Covid pada masa pandemi.

2. Masjid Jami An-Nawier

Masjid ini menjadi bukti bahwa komunitas Arab pernah berjaya di Batavia. Meskipun berada di kawasan Pekojan, masjid itu tak hanya berarsitektur Arab, namun juga memiliki perpaduan gaya Timur Tengah, Tionghoa, Eropa, dan Jawa pada bangunannya.

Didirikan pada tahun 1760 Masehi, masjid itu mulanya memiliki luas 500 meter persegi. Kini, masjid itu diperluas hingga hampir 2000 meter persegi.

Menurut Ketua Pengurus Masjid Jami An-Nawier Ustaz Dikky di masjid itu juga masih menjaga tempat wudu yang orisinil berbentuk kolam dengan sebagai saksi sejarah umat muslim zaman dahulu.

“Ada juga tempat wudu yang menjadi satu saksi sejarah peninggalan yang sudah langka di berbagai wilayah,” kata dia.

Tak hanya sebagai masjid, terdapat bangunan 400 meter persegi yang digunakan sebagai rumah wakaf untuk berdagang yang hasilnya digunakan untuk kesejahteraan masjid.

3. Masjid Langgar Tinggi

Masjid itu merupakan bangunan musala tua yang masih terlestarikan sebagai cagar budaya hingga saat ini. Populer dengan nama Langgar Tinggi karena memiliki 2 lantai yang dijadikan tempat untuk beribadah.

Masjid itu dibangun oleh Syekh Said bin Naum selaku Kapiten Arab pertama di Batavia pada tahun 1829. Masjid itu menjadi asal-usul kampung sekitarnya diberi nama Pekojan. Masjid itu lama-lama dikepung permukiman warga setelah didatangi oleh orang-orang India saat itu.

Bangunan masjid itu juga menyerap berbagai nilai kebudayaan dari berbagai suku dan etnis. Pilar-pilar pada masjid ini mencerminkan kebudayaan Eropa, penyangga bagian luar diserap dari kebudayaan China, dan penggunaan balok-balok rangka payung yang mencerminkan kebudayaan Jawa.

4. Masjid Jami Angke

Berada di Kampung Angke sebagai pusat transit para pedagang dan pendakwah dari mancanegara membuat bangunan masjid ini juga memiliki arsitektur yang unik.

Dibangun pada tahun 1761 Masehi, pada masa pemerintahan Pangeran Jayakarta II, itu menunjukkan perpaduan budaya Bali, Belanda, Maroko, China, dan Jawa. Itu menunjukkan filosofi masjid itu, yakni pada masa lampau hidup berdampingan berbagai suku dan etnis di Kampung Angke.

Muhammad Abyan, Ketua Sarpras dan Sejarah Masjid Jami Angke, mengatakan bahwa toleransi keberagaman yang ada di lingkungan sekitar masjid pun terlihat sangat erat hingga saat ini.

“Dari dulu sudah ditanamkan nilai kerukunan dan kesatuan, yang tionghoa tidak merasa minoritas kami yang muslim juga tidak merasa mayoritas,” kata dia.

Pada bagian barat dan timur masjid terdapat beberapa makam tokoh-tokoh terkait sejarah Kampung Angke. Di antaranya, Syekh Jafar, Syekh Syarif Hamid Al-Qadri dari Kesultanan Pontianak.

5. Makam Pangeran Wijaya Kusuma

Makam ini menjadi cikal bakal terbentuknya nama Wijaya Kusuma sebagai salah satu nama kelurahan di Grogol, Jakarta Barat.

Pangeran Wijaya Kusuma adalah seorang penasehat sekaligus panglima perang pada masa kejayaan Pangeran Jayakarta. Pangeran Jayakarta berasal dari Banten dan sangat menentang Belanda pada abad ke-17.

Hingga kini makam Pangeran Wijaya Kusumarutin dikunjungi oleh para peziarah untuk melakukan tahlilan atau pengajian yang biasanya dilaksanakan pada malam Jumat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rute Cibis Park dengan KRL, Busway, MRT, Tempat Healing Gratis di Jakarta


Jakarta

Lagi butuh healing sejenak dari hiruk-pikuk Jakarta? Cibis Park bisa banget jadi pilihan tempat healing yang cocok untuk kawula muda. Taman terbuka hijau seluas 12 hektar ini berlokasi strategis di tengah kawasan perkantoran TB Simatupang, Jakarta Selatan dan sangat mudah diakses masyarakat umum.

Sebagai taman terbuka yang luas dan asri, Cibis Park merupakan spot yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas seru. Mulai dari nongkrong, bersepeda, jogging, skating, yoga, hingga menonton pertunjukan live music. Selain itu, tersedia pula berbagai tenant makanan hits buat kulineran.

Bagi Detikers yang tertarik mengunjungi Cibis Park, yuk simak lebih lanjut informasinya di bawah ini.


Jam Buka, Lokasi, dan Harga Tiket Cibis Park

Mengutip dari laman Instagram resmi Cibis Park, berikut informasi terkait jam buka, lokasi, dan harga tiket masuk Cibis Park yang perlu diketahui pengunjung:

  • Jam buka: 08.00-20.00 WIB
  • Lokasi: Jl. TB Simatupang No. 2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
  • Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk masuk ke Cibis Park alias gratis.

Lokasi Cibis Park cukup strategis, sehingga bisa diakses dengan mudah via transportasi umum seperti KRL, MRT, dan Transjakarta. Berikut rincian rutenya:

Akses Cibis Park via KRL

Jika ingin berkunjung ke Cibis Park via KRL, kamu bisa turun di stasiun Tanjung Barat yang berjarak sejauh 3,5 km saja dari Cibis Park. Setelah itu, bisa dilanjut menggunakan transportasi ojek online dengan ongkos sekitar Rp 16.000 dan waktu tempuh 9 menit tergantung kondisi lalu lintas.

Akses Cibis Park via Transjakarta

Alternatif selanjutnya untuk menjangkau Cibis Park yaitu menggunakan bus Transjakarta dengan halte pemberhentian terdekat di Halte Ampera 2. Setelah turun di halte Ampera 2, pengunjung cukup berjalan kaki sekitar 100 Meter hingga akhirnya sampai di Cibis Park.

Melihat dari aplikasi Moovit, beberapa pilihan rute Transjakarta yang melewati halte Ampera 2 diantaranya ada rute D21 (Universitas Indonesia – Lebak Bulus), 7A (Kampung Rambutan – Lebak Bulus ), dan 6H (Pasar Senen – Lebak Bulus).

Akses Cibis Park via MRT

Stasiun MRT terdekat yang disarankan jika ingin mengunjungi Cibis Park via MRT adalah Stasiun MRT Fatmawati, stasiun Cipete Raya, stasiun MRT Lebak Bulus, dan Stasiun MRT Haji Nawi. Apabila dilanjut dengan transportasi ojek online, stasiun-stasiun MRT tersebut diperkirakan hanya berjarak 10-14 menit saja dari Cibis Park.

Itu dia sekilas ulasan mengenai taman terbuka Cibis Park yang bisa dijadikan referensi tempat healing bersama teman dan keluarga di akhir pekan. Kalau detikers ingin sekalian menikmati suasana senja, disarankan untuk datang di waktu sore hari.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Kembang, Sejarah, Lokasi, dan Cara Menuju Pasar Bunga Rawa Belong



Jakarta

Pasar bunga Rawa belong menjadi salah satu pasar yang bukan hanya digandrungi oleh pembeli bunga, tetapi juga pemburu konten. Cek informasi terkini tentang pasar itu.

Dengan luas lahan mencapai 1,3 ha pasar bunga Rawa Belong, yang berada di Jakarta Barat, menjadi tempat berjualan 600 pedagang bunga. Pasar itu bahkan disebut-sebut sebagai pasar bunga terbesar se-Asia Tenggara lho!

Simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut informasi di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta.


Sejarah Pasar Bunga Rawa Belong

Sebelum menjadi pasar, daerah itu memiliki tanah yang subur dikarenakan lokasinya yang dekat dengan Kali Pesanggrahan. Daerah tersebut sangat cocok untuk digunakan bercocok tanam bunga anggrek sehingga banyak masyarakat yang menanam anggrek di sini lalu menjualnya.

Kegiatan jual beli anggrek di daerah tersebut pun sukses dan kian ramai pembeli hingga membuat ruas jalan sangat padat. Akhirnya, para pedagang direlokasikan ke suatu tempat, namun penjualan cenderung menurun dan pedagang kembali berjualan di tepi jalan lagi.

Penjualan bunga anggrek kian ramai hingga Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin menyorotnya. Kemudian, dibangun los pasar untuk para pedagang berjualan. Namun seiring berjalannya waktu lahan yang semula digunakan untuk bercocok tanam anggrek semakin berkurang karena tergusur oleh pembangunan yang pesat terjadi di Jakarta.

Akhirnya para pedagang anggrek banting setir dan menjual bunga-bunga utuh. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan dari petani berbagai daerah seperti Bogor, Bandung, Malang, dan sebagainya.

Penjualan bunga utuh kian melesat dan semakin banyak penjual yg akhirnya menjual berbagai jenis bunga batang. Akhirnya pada tahun 1989-1990 Pemprov DKI membangun kembali pasar yang kini menjadi Pasar Bunga Rawa Belong. Pada tahun 2007 Pasar Bunga Rawa Belong memiliki dua bangunan. Pembangunan dan pengembangan bangunan terus berlanjut seiring berjalannya waktu hingga akhirnya Pasar Bunga Rawa Belong menyabet gelar sebagai Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara.

Lokasi Pasar Rawa Belong

Pasar Bunga Rawa Belong berada di Jalan Sulaiman No.56, Kebon Jeruk, kota Jakarta Barat.

Pasar itu memiliki dua bangunan yang terbagi atas 3 blok yakni blok A, B, dan C. Pada bangunan bagian Utara terdapat blok A dan B. Pada bagian ini traveler bisa menemukan penjual berbagai jenis bunga, buket bunga, dan papan ucapan.

Adapun, pada bangunan bagian selatan ditemukan berbagai penjual kebutuhan dekorasi seperti pot bunga, lampu hias, janur kuning, hingga ronce melati. Pada bagian selatan juga ditemukan beberapa penjual bunga tabur, air bunga, dan kendi tanah liat yang kerap digunakan dalam prosesi adat dan pemakaman.

Jam Buka

Pasar ini bisa dikatakan tidak pernah tidur, hal ini dikarenakan pasar ini buka 24 jam. Namun dapat dicatat, waktu tepat mengunjungi pasar ini ialah dini hari atau sepagi mungkin dikarenakan banyak bunga baru yang berdatangan di Pasar ini pada tengah malam terutama pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Jika mengunjungi pasar ini pada waktu yang tepat bunga yang tersedia jauh lebih segar dan beragam.

Akses Transportasi Umum di Pasar Rawa Belong

Untuk menuju Pasar Rawa Belong, traveler bisa menggunakan kendaraan umum dengan cara berikut.

1. TransJakarta

Terdapat dua halte terdekat di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong. Jika traveler berasal dari arah Kebon Jeruk traveler bisa turun di Halte Kelapa Dua Sasak dan berjalan sekitar 1.1km.

Adapun, jika datang dari arah Palmerah traveler bisa turun di Bus Stop Simpang Palmerah Barat Rawa Belong dan berjalan sekitar 1.9km.

Traveler bisa melakukan cek rute terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan dengan menggunakan aplikasi yang ada agar bisa mendapatkan rute terbaik.

2. KRL

Jika berasal dari daerah yang cukup jauh dan memilih naik commuter line, traveler bisa turun di Stasiun Palmerah. Setelah itu traveler harus menyambung perjalanan sejauh sekitar 2.8 dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek online untuk menuju Pasar Bunga Rawa Belong.

3. Jak Lingko

Selain TransJakarta traveler juga bisa menggunakan Jak Lingko untuk menuju pasar ini. Traveler bisa naik JAK56 (Terminal Grogol – Hutan Kota Srengseng) dan turun di depan Jalan Sulaiman. Selain itu traveler juga bisa naik JAK14 (Tanah Abang-Meruya) dan turun di Jalan Rawa Belong 2A. Dari sana traveler cukup berjalan 500m untuk menuju Pasar Bunga Rawa Belong.

4. Angkot/Mikrolet

Jika belum memiliki kartu elektronik, traveler bisa memilih opsi Angkot. Pilihan kode angkot yang bisa dipilih diantaranya M11(Tanah Abang – Meruya Ilir), M09 (Tanah Abang – Kebayoran Lama), dan M24 (Grogol – Srengseng).

Harga dan Jenis bunga-bunga di Pasar Rawa Belong

Harga bunga yang ada di pasar ini dapat dikatakan berbeda-beda setiap pedagangnya. Hal ini berkaitan dengan kualitas bunga, panjang tangkai, hingga jumlah batang perikat.

Ya, kebanyakan bunga di pasar ini tak dijual perbatang, melainkan per ikat. Jumlah batang bunga yang ada di sana juga beragam Contohnya bunga sedap malam berisi 10 batang/ikat, bunga mawar 20 batang/ikat, bunga matahari 5 batang/ikat, dan sebagainya. Harga yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari Rp 15 ribu/ikat hingga Rp 60 ribu/ikat. Beberapa bunga langka dan cantik bahkan bisa dibanderol hingga ratusan ribu perikatnya.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu terutama saat kebutuhan bunga melonjak seperti saat Lebaran, Valentine, dan Hari Ibu harga bunga bisa naik hingga empat kali lipat.

Selain membeli bunga, traveler juga bisa merangkai bunga untuk dijadikan buket bunga. Kebanyakan pedagang bunga juga akan menawarkan jasa merangkai buket bunga ketika seorang pembeli membeli banyak bunga, harga jasa yang ditawarkan juga beragam berdasarkan kesulitan dan bahan yang digunakan. Biasanya jasa rangkai bunga ini mulai dari Rp 20 ribu saja.

Perlu diingat harga-harga di atas merupakan harga sebelum ditawar dan traveler harus menyiapkan uang cash untuk melakukan transaksi di sini karena kebanyakan pedagang belum memiliki QRIS.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Pesan Tiket SKORZ, Wisata Sportainment Paling Populer di Jakarta 2024



Jakarta

SKORZ, arena sportainment terbaru yang sangat dinantikan, resmi dibuka untuk umum sejak tanggal 10 Desember 2023. Terletak di FX Sudirman Level 3, SKORZ menawarkan kesempatan olahraga sambil bermain dalam bangunan dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi.

Tempat ini memiliki 15 wahana yang seru dan menantang, kafe yang nyaman, serta ruang pesta eksklusif. Cukup membayar mulai dari Rp 200.000, kamu bisa mencoba seluruh wahana yang ada di SKORZ.

SKORZ menjadi destinasi one-stop untuk berolahraga dan rekreasi yang sangat lengkap. SKORZ dirancang sebagai arena bermain remaja dan dewasa dengan tinggi badan minimal 120 cm.


Sebagai destinasi favorit bagi para penggemar olahraga dan petualang, SKORZ menawarkan fasilitas olahraga mutakhir seperti lapangan basket, lapangan futsal, pickle ball, dan snooker ball. Selain itu, zona petualangan dengan jalur rintangan menantang seperti Ninja Flame, Wall Climbing, dan Trampoline akan meningkatkan tingkat adrenalin kamu.

Bahkan, kamu juga bisa mencoba berbagai permainan virtual dan arena baru laser tag yang menarik. Selain itu, kamu juga dapat mencoba keseruan di area hiburan khusus yang meliputi mini golf, karaoke, dan dance challenge yang menghibur segala usia.

Merasa lapar di tengah serunya bermain? SKORZ Cafe menyediakan berbagai pilihan lezat mulai dari masakan gourmet hingga camilan klasik untuk memuaskan selera kamu.

Dengan 14 permainan seru mulai dari yang penuh tantangan seperti Ninja Flame dan climbing hingga yang cocok untuk keluarga seperti mini golf, serta berbagai lapangan olahraga lainnya seperti futsal, basket ball, dan snooker football, SKORZ mendorong gaya hidup aktif dengan lebih menyenangkan.

Cara Pemesanan Tiket

Tertarik untuk bermain di SKORZ? Berikut cara pemesanan tiket SKORZ melalui detikEvent:

  • Kunjungi laman detikEvent atau klik di sini.
  • Klik “Pesan Tiket”.
  • Pilih jumlah tiket yang ingin dibeli.
  • Log in menggunakan akun MPC. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu.
  • Selesaikan pemesanan dan lakukan pembayaran.

Segera pesan tiket kamu melalui detikEvent sekarang juga!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ayo Merapat! Yang Kepo Budaya Betawi, ke Setu Babakan Saja



Jakarta

Pengetahuan tentang asal muasal suatu harus diketahui, terlebih tentang identitas diri, suku, budaya, dan bangsa. Upaya untuk menjelaskan silsilah itu salah satunya melalui media hiburan dan objek wisata sebagai pengantarnya, contohnya di Perkampungan Budaya Betawi yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Berada di kawasan Setu Babakan, area ini menjadi kawasan yang sejak lama dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Agar kelestarian budaya Betawi tetap terjaga, tempat ini sekaligus menjadi sarana edukasi terkait kesejarahan Betawi.

Objek wisata Setu Babakan ditetapkan menjadi tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Dari situs resmi Setu Babakan, objek wisata ini terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dengan luas sekitar 289 hektar dan batas fisik sebelah utara berada di Jl. Mochammad Kahfi II dengan Jl. Desa Putra (Jl. H.Pangkat).


Kemudian, untuk batas timur berada di Jl. Desa Putra (Jl. H. Pangkat), Jl. Pratama (Mangga Bolong Timur), dan Jl. Lapangan Merah. Untuk batas bagian selatannya berada di batas wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Depok serta untuk batas barat ada di Jl. Mochammad Kahfi II.

Setu Babakan diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2004, revitalisasi kawasan Setu Babakan menjadi Kampung Betawi diprakarsai oleh Pemprov DKI Jakarta dan dikelola bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Untuk memudahkan pengunjung dalam memahami budaya dan sejarah Betawi, kawasan objek wisata ini dibagi menjadi lima zona. Pertama Zona Embrio, ini merupakan tempat penjelasan tentang cikal bakal PBB dan sebagai area latihan seni dan budaya.

Lalu, Zona A yang merupakan area pelestarian dan pengembangan serta tempat pagelaran seni Budaya Betawi. Zona B sebagai tempat untuk menjajal kuliner khas Betawi, Zona C merupakan area di mana terdapat replika perkampungan Betawi, dan Zona pengembangan sarana dan prasarana.

Untuk lebih jelas dan lebih mengenal sejarah dan budaya Betawi, kamu tinggal datang ke area ini dan langsung arahkan tujuan ke area museum yang terletak tidak jauh dari gerbang utama (baru). Di sana kamu nggak perlu bayar, hanya cukup registrasi.

Setelah itu, traveler bisa bertanya-tanya kepada petugas yang berada di sana atau bisa bergabung dengan kelompok atau komunitas jalan-jalan, seperti Jakarta Good Guide.

Di Setu Babakan, ada pemandu yang bertugas untuk mendampingi pengunjung mengenai keseluruhan rangkaian dan dijelaskan satu per satu terkait sejarah dan budaya Betawi. Dalam kesempatan ini, detikTravel dipandu oleh guide bernama Pampam.

Ia menjelaskan mulai dari sejarah penamaan Betawi hingga ada tanaman dan pepohonan apa saja yang berada di kawasan Setu Babakan ini.

‘Saya Anak Betawi’

Untuk sejarah penamaan Betawi pun ia menerangkan dari berbagai versi, mulai dari versi yang menyebut kalau penamaan Betawi berasal dari tanam bunga yakni Guling Betawi (Cassia glauca) dan juga versi yang menyebut asalnya imbas dari Tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740.

Pampam juga menerangkan siapa orang pertama yang pertama kali mempopulerkan kata Betawi, orang tersebut adalah Muhammad Husni Thamrin.

“Dan yang pertama kali mengatakan Betawi (dengan kalimat) ‘saya anak Betawi’ adalah M.H Thamrin ketika dalam sebuah sidang Volksraad di (gedung) Dewan Kota Hindia-Belanda yang sekarang tempatnya menjadi Gedung Pancasila,” kata Pampam.

Setelah asyik dengan penjelasan terkait sejarah Betawi, sesekali ia memberikan pertanyaan tentang pepohonan yang ada di area taman. Di kawasan tersebut terdapat beberapa pohon yang sudah asing terlihat, seperti pohon kemang, jamblang putih, dan pohon buah kecapi.

Di area dalam museum juga dipadati oleh anak-anak sekolah yang tengah berkunjung ke sini. Sehabis diajak mengenal sejarah, budaya, dan rumah adat Betawi, Pampam mengajak peserta walking tour untuk menuju area kuliner khas Betawi.

Di sana terdapat beberapa makanan seperti es selendang mayang, gado-gado, laksa, hingga kerak telor. Untuk harga yang ditawarkan oleh pedagangnya pun masih ramah di kantong. Satu es selendang mayang hanya dihargai Rp 10.000, cukup pas untuk meredakan panas Jakarta di siang hari.

Dilanjut dengan berjalan di perkampungan belakang kawasan ini, masih terdapat banyak rumah-rumah yang tidak melupakan ciri khas Rumah Betawi. Di perkampungan ini juga terdapat sentra pembuatan ondel-ondel, dan juga makanan Dodol Betawi.

Salah satu Dodol Betawi yang sudah kesohor adalah Dodol Betawi Nyak Mai, yang telah berdiri sejak lama. Kini usaha Dodol Betawi ini diteruskan oleh anak bungsu Nyak Mai yaitu Ibu Juwani. Dan, untuk penghujung rute Setu Babakan ini tentunya adalah danau.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Bunker di Stasiun KA Tanjung Priok, Konon Tembus ke Pelabuhan



Jakarta

Tak hanya berfungsi sebagai stasiun kereta api, Stasiun Tanjung Priok juga bunker untuk berlindung. Konon, bunker itu tembus hingga Pelabuhan Tanjung Priok.

Bersama Pamela Zaelani sebagai guide dari Wisata Kreatif Jakarta, detikTravel berkesempatan untuk menelusuri lebih lanjut sejarah yang ada di bunker yang ada di Stasiun Kereta Api Tanjung Priok itu.

Stasiun KA Tanjung Priok berada di Jalan Taman Stasiun No 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stasiun itu merupakan bangunan cagar budaya dan dikelola oleh Daops 1 KAI. Berdasarkan catatan sejarah, stasiun itu dibangun tahun 1885. Pada zaman dulu, bangunan Stasiun Priok merupakan pintu gerbang Hindia-Belanda.


Kawasan Stasiun Priok memiliki luas lahan 46.930 meter persegi, dengan luas bangunan 3.768 meter persegi. Stasiun Tanjung Priok mengusung arsitektur dengan lagam bangunan art deco. Di balik bangunan megah dan mewah itu, tersembunyi bunker peninggalan zaman Belanda. Tidak hanya satu, tetapi ada tiga bunker.

Pamela menjelaskan bahwa tak sembarang orang memiliki akses untuk memasuki bunker itu, karena penelusuran yang belum maksimal dan akses yang dinilai cukup berbahaya bagi banyak orang. Salah satu bunker memiliki pintu masuk di daerah kursi tunggu di dalam stasiun.

“Ini adalah pintu menuju ruang bunkernya Belanda, dan memang ruangan itu tidak dibuka untuk umum karena cukup berjurang dan berbahaya. Dulu bunker ini untuk nyimpan barang-barang, tempat berlindung, dan banyak pipa-pipa air,” kata Pamela sambil menunjukkan sebuah video penjelasan lebih lanjut dari bunker tersebut.

bunker stasiun tanjung priokBunker di Stasiun Tanjung Priok (Syanti Mustika/detikcom)

Bunker itu cukup luas dengan tinggi sekitar 2 meter dengan lebar 4 meter. Di dalam bunker tersebut terdapat lorong terowongan yang diperkirakan bisa tembus hingga ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai pintu masuk menuju Batavia, bunker tersebut digunakan sebagai tempat penyelundupan hasil bumi tanpa diketahui oleh warga pribumi yang bisa menghalangi proses tersebut.

Selain bunker itu, di Stasiun Tanjung Priok itu juga ditemukan terowongan yang diprediksi bisa tembus hingga Pulau Onrust (Kepulauan Seribu), Museum Fatahillah, dan berbagai tempat lainnya. Namun, informasi ini belum bisa dipastikan benar karena belum ditemukan bukti-bukti lanjutan dari prediksi tersebut.

Tak hanya itu, di dalam bunker tersebut juga ditemukan beberapa ruangan yang disekat. Ruangan itu diprediksi digunakan sebagai kamar yang dapat menampung tiga hingga empat kamar tidur.

Bunker itu sempat ditelusuri oleh pemerintah pada tahun 2009. Dalam penelusuran itu tak ditemukan barang-barang berharga di dalam bunker itu, hanya sisa-sisa bangunan.

Kini kondisi bunker digenangi oleh air setinggi lutut orang dewasa. Karena itu, berapa pipa yang ada di dalamnya pun mulai berkarat, bahkan beberapa lorong tertutup oleh tanah.

Serangkaian info detail terkait bunker ini masih menjadi misteri pasalnya akses yang sulit membuat penelusuran membutuhkan banyak waktu dan biaya besar.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nuansa Baru Gedung Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara



Jakarta

Terletak di seberang Pos Bloc, tepatnya di sebelah barat pintu masuk selatan Pasar Baru, ada gedung putih bersejarah yang jadi saksi disiarkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia, lho!

Itu adalah Kompleks Antara Heritage Center (AHC), termasuk Gedung Museum dan Galeri Foto Jurnalistik. Gedung itu baru saja berbenah selama tujuh bulan dan kini siap tampil kembali menjadi destinasi wisata sejarah dan jurnalistik di Jakarta.

Peresmian gedung itu dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir Selasa (14/5/24).


Kompleks AHC adalah bangunan cagar budaya kelas A yang menjadi salah satu bagian dari Weltevreden (kawasan tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia, Hindia Belanda).

Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. Yuk intip suasananya.Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. Yuk intip suasananya. (Pradita Utama/detikcom)

Gedung berumur 107 tahun itu menjadi salah satu gedung bersejarah karena kawasan gedung ini merupakan saksi terjadinya peristiwa penting di Indonesia. Di tempat ini lah pertama kali proklamasi kemerdekaan digaungkan ke seluruh penjuru dunia.

Kompleks AHC terdiri dari Griya Aneta dan Graha Antara.

Griya Aneta dibangun oleh seorang raja media asal Hindia Belanda, Dominique Willem Berretty pada 1917. Gedung itu kemudian menjadi Kantor Berita Belanda Aneta.

Barulah kemudian beralih kepemilikan ke Kantor Berita Antara pada 1962. Yakni, saat Presiden Sukarno menguatkan posisi dan memastikan kantor berita Aneta dan kantor berita Jepang Domei di Pasar Baru menjadi milik Kantor Berita Antara.

Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. Yuk intip suasananya.Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. (Pradita Utama/detikcom)

Kini, pengunjung umum dapat menikmati pameran foto sejarah Indonesia dan sejarah pers yang diambil oleh para jurnalis Antara sejak zaman dahulu hingga masa kini. Selain itu beberapa peninggalan benda-benda bersejarah salah satunya sepeda motor wakil presiden RI ke-3, H. Adam Malik ada di gedung ini.

Gedung itu terdiri dari dua lantai. Lantai 1 berfokus pada galeri foto yang dipotret oleh para jurnalis dan lantai 2 berisikan pajangan alat pendukung kegiatan jurnalistik dari masa pra-kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan Indonesia, seperti mesin tik dan alat cetak arsip.

Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara berada di Jl. Antara No.59, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 10.00 – 20.00 WIB. Untuk informasi terkini terkait museum dan pameran, traveler bisa pantau melalui instagram resminya @gfja.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum BI Punya Koleksi Uang Kuno, Kepoin Yuk!



Jakarta

Jika traveler sedang berlibur ke Jakarta, Kota Tua jadi salah satu destinasi primadona wisatawan. Di antara barisan bangunan tinggalan kolonial, ada satu bangunan estetik, bernama Museum Bank Indonesia. Yuk simak ada apa sih di Museum Bank Indonesia!

Jakarta memiliki sederet museum dengan berbagai macam barang bersejarah yang dipamerkan. Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak museum ciamik.

Di Kota Tua Jakarta, tersembunyi sebuah peninggalan bersejarah yang tak boleh dilewatkan. Bernama Museum Bank Indonesia. Bangunan kuno nan megah ini terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3.

Tak hanya menyimpan kisah panjang perjalanan Bank Indonesia, museum yang satu ini juga memiliki desain interior yang terbilang menarik. Menggunakan teknologi modern untuk memberikan pengalaman berbeda yang memanjakan pengunjung.

Museum Bank IndonesiaMuseum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Masuk ke museum ini hanya perlu membayar mulai dari Rp 5.000/orang, namun jika membawa kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa, traveler tak dipungut biaya alias gratis. Sip untuk traveler pemburu destinasi wisata ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia adalah sebuah destinasi yang didirikan dengan tiga tujuan utama, sebagai ruang untuk menyampaikan kebijakan Bank Indonesia, tempat penyimpanan dan pemeliharaan benda-benda numismatik serta dokumen-dokumen bersejarah, pusat rekreasi literasi yang menggabungkan hiburan dengan pendidikan.

Museum Bank Indonesia menghadirkan ragam koleksi yang memukau. Mulai dari uang-uang kuno zaman kerajaan Hindu-Buddha, masa kejayaan Islam, hingga zaman kolonial, serta koleksi uang Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.

Traveler juga akan diajak menelusuri evolusi logo Bank Indonesia serta melihat keindahan emas dalam bentuk mata uang. Tak hanya itu, museum ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang dunia perbankan Indonesia.


Museum Bank IndonesiaKoleksi uang dari masa ke masa di Museum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Dari peran sentral Bank Indonesia sejak masa pra-kolonial hingga pendiriannya pada tahun 1953, serta kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan, hingga aktivitas perbankan pada masa penjajahan.

Tak hanya menarik dari segi koleksinya, penyajian di Museum Bank Indonesia juga dikemas dengan modern dan interaktif. Menggunakan teknologi canggih seperti layar elektronik, panel interaktif, dan televisi plasma, museum ini memberikan pengalaman yang mengesankan bagi setiap pengunjung.

Bagi traveler yang ingin berkunjung, Museum Bank Indonesia buka setiap hari, kecuali Senin dan hari libur nasional. Museum ini buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Lagi di Kota Tua dan bingung mau berlibur kemana? Museum Bank Indonesia jadi destinasi wajib bagi traveler pecinta sejarah dengan penyajian yang kekinian. Ramah di kantong pula!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Ciputat, Perpustakaan Kerucut Seperti Rumah Adat Wae Rebo



Ciputat

Bagi traveler yang sudah bosan dengan wisata sekitar Jakarta yang begitu-begitu saja, perpustakaan ini bisa jadi pilihan. Bukan perpustakaan biasa, perpustakaan ini mempunyai fasad bangunan yang unik dan koleksi bukunya beragam.

Perpustakaan itu bernama Pustaka Pahala. Dirancang langsung oleh sang pemilik yang merupakan pensiunan guru besar Arsitektur UI, Prof. Gunawan Tjahjono.

Perpustakaan itu memiliki bangunan berbentuk kerucut seperti rumah masyarakat adat di Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunawan menyebut memang rumah adat itu yang menjadi inspirasinya untuk membangun perpustakaan tersebut.


Awalnya perpustakaan itu untuk menampung buku-buku yang dibacanya. Gunawan dan keluarga memang hobi membaca buku dan mengoleksi buku.

Hingga kemudian, pada 3 September 2023 diputuskan perpustakaan itu dibuka untuk umum dengan waktu operasional setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Gunawan menjelaskan bahwa waktu operasional itu dipilih agar anak-anak, yang menjadi salah satu target utama perpustakaan itu, dapat memanfaatkan waktu libur untuk diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca buku.

“Diputuskan bukanya hanya pada hari Sabtu dan Minggu pertimbangannya adalah bahwa anak-anak yang sebagai sasaran utama itu kan sudah banyak PR di sekolah (saat hari kerja) jadi biar mereka pada hari Sabtu dan Minggu bisa mengisi waktu dengan baca buku dan masih bisa diantar orang tuanya,” kata Gunawan.

Tak perlu khawatir, terdapat lebih dari 5000 koleksi buku yang bervariasi baik fiksi dan non-fiksi sehingga semua kalangan dapat membaca buku di sini. Lantai 1 untuk menyimpan koleksi buku fiksi, buku anak-anak, dan novel. Kemudian, lantai 2 merupakan tempat koleksi buku non-fiksi, seperti buku filsafat, arsitektur, psikologi, seni, dan ekonomi.

Setelah mengisi buku kunjungan, pengunjung akan disambut ramah oleh pustakawan yang sedang bertugas. Masing-masing pengunjung akan dijelaskan terkait tata letak koleksi buku dan tata cara mengembalikan buku yang selesai dibaca.

Pengunjung juga diminta untuk mengganti alas kakinya dengan sandal khusus yang telah disediakan. Menurut Prof. Gunawan ini merupakan bagian dari pendidikan kedisiplinan dan keselamatan para pengunjung.

“Itu ada tangga (menuju lantai 2) yang pakai kawat, kalau nggak pakai sandal kakinya bisa terluka kalau tidak terbiasa. Ganti sepatu juga ada unsur pendidikannya, kalau anak-anak diajarin cuci tangan, ganti sepatu, dia akan mulai menjadi kebiasaan baik,” kata dia.

Satu kali dalam sebulan, Pustaka Pahala juga mengadakan kegiatan mendongeng bersama khusus anak-anak. Tempatnya yang unik membuat perpustakaan ini tak pernah sepi diburu pengunjung. Tak hanya pecinta buku, beberapa kreator konten juga terlihat mampir sambil mengabadikan sudut-sudut perpustakaan yang estetik ini.

Ilmi, salah satu pengunjung asal Sulawesi Selatan, sembari mendatangi acara di Jakarta ia sempatkan untuk mampir ke Pustaka Pahala. Ia merasa kagum dengan arsitektur perpustakaan yang tak seperti perpustakaan umumnya,

“Kebetulan lagi ada acara di Jakarta terus sekalian mau cari-cari perpus dan kebetulan saya lihat perpus ini desainnya unik kan, suka banget sih sama arsitekturnya, koleksinya juga lumayan lengkap,” kata Ilmi.

Pengunjung dapat datang ke Pustaka Pahala secara gratis tanpa perlu registrasi terlebih dahulu. Lokasinya berada Villa Gunung Lestari, Blok E3, Jl, Merbabu VI No.13, Ciputat, Tangsel. Untuk informasi terkini traveler bisa pantau Instagram resminya @pustakapahala.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional Museum Bank Indonesia



Jakarta

Museum Bank Indonesia menyuguhkan perpaduan bangunan megah, masa lalu, dan teknologi interaktif. Harga tiket masuknya ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia, yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, melainkan juga sebuah jendela yang membuka wawasan traveler tentang perjalanan panjang sistem keuangan dan perbankan di Indonesia.

Dibuka untuk umum sejak 2006, museum ini menawarkan pengalaman edukatif sekaligus interaktif bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Penasaran dengan sejarah pendirian museum ini dan daya tariknya? Yuk simak serba-serbi tentang Museum Bank Indonesia berikut.

Sejarah Berdirinya Museum Bank Indonesia

Gedung yang kini menjadi Museum Bank Indonesia awalnya dibangun pada tahun 1828 sebagai kantor cabang De Javasche Bank, sebuah bank sentral Hindia Belanda. Bangunan dengan gaya arsitektur neo-klasik dipadukan dengan gaya arsitektur lokal karya Ed. Cuypers.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun 1953 bangunan ini kemudian menjadi kantor Bank Indonesia Kota. Nilai sejarah dan budaya yang tinggi membuat gedung ini akhirnya ditetapkan menjadi cagar budaya menurut SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah peresmian awal dan pembukaan untuk masyarakat (soft opening) yang berlangsung pada tanggal 15 Desember 2006, diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah. Tahap kedua adalah peresmian utama (grand opening) yang dilaksanakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009.

Daya Tarik Museum Bank Indonesia

Bagi traveler yang berkunjung ke Museum Bank Indonesia, setibanya di lokasi akan disambut dengan bangunan megah berwarna putih. Menyimpan berbagai koleksi numismatik, atau benda-benda terkait uang. Berikut beberapa daya tarik Museum Bank Indonesia.


1. Koleksi Numismatik yang Kaya

Museum Bank Indonesia memiliki koleksi numismatik yang sangat banyak. Mulai dari mata uang kuno dari zaman kerajaan Nusantara hingga uang Jepang. Koleksi ini memberikan gambaran tentang evolusi sistem moneter di Indonesia.

“Keren banget sih, konsep museumnya memang menyajikan berbagai perkembangan Bank Indonesia dan koleksi numismatik. Ada juga ruang emas dan berbagai miniatur tentang Bank Indonesia. Edukatif banget,” ujar Dita Yoga, pengunjung Museum Bank Indonesia.

2. Ruang Pamer Interaktif

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah ruang pamer interaktifnya. Dengan menggunakan teknologi multimedia, museum ini menyajikan informasi secara menarik dan mudah dipahami. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah ekonomi Indonesia, kebijakan moneter, dan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Cukup kaget dengan konsep interaktifnya, pengunjung nggak cuma bisa liat koleksi, tapi bisa berinteraksi atau mendengarkan berbagai cerita dari ruang pamernya, jadi nggak membosankan,” Dita menambahkan.

3. Arsitektur Bersejarah

Gedung Museum Bank Indonesia sendiri merupakan salah satu daya tarik utama. Dengan arsitektur kolonial yang megah bergaya neo-klasik, bangunan ini menyimpan nilai historis yang tinggi. Interiornya yang elegan dan detail arsitektur yang menawan membuatnya menjadi salah satu gedung bersejarah paling indah di Jakarta. Sip banget jadi spot foto estetik.

4. Spot Foto Anti Mainstream

Tak hanya estetik jika dilihat dari segi arsitektur, interior Museum Bank Indonesia juga masih terbilang megah dengan tetap menggunakan gaya neo-klasik. Membuat bangunan ini menyimpan banyak spot foto yang anti mainstream. Traveler dapat menemukan beberapa spot foto estetik, seperti mdi metamorfosis logo Bank Indonesia, ruang emas moneter, dan ruang numismatik.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No.3, RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tempat wisata edukatif ini menarik banyak pengunjung dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang dan gratis jika traveler membawa kartu pelajar/kartu tanda mahasiswa.

Bagi traveler yang datang bersama rombongan dengan jumlah maksimal 100 orang, museum ini menawarkan akses gratis, asalkan permohonan kunjungan diajukan terlebih dahulu kepada pengelola museum.

Saat hendak masuk ke dalam museum, traveler diwajibkan menitipkan tas di tempat penitipan yang telah disediakan. Pastikan untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya. Namun, pengunjung diperbolehkan membawa ponsel, kamera, dompet, dan barang-barang kecil sejenis ke dalam gedung.

Museum ini buka dari Selasa hingga Minggu dan tutup saat Senin dan libur nasional. Museum Bank Indonesia buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Sedang berlibur di Jakarta dan cari destinasi edukatif bonus murah meriah. Museum Bank Indonesia jadi salah satu destinasi yang wajib traveler kunjungi. Jangan lupa siapkan ponsel dan outfit terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com