Tag: kopi

  • 3 Cara Bikin Ruangan Wangi Pakai Bahan Alami, Bye-bye Bau Tak Sedap



    Jakarta

    Rumah yang harum membuat suasana di rumah lebih nyaman dan menenangkan. Tak jarang pemilik memasang pengharum ruangan agar rumahnya wangi sekaligus menghilangkan bau tak sedap.

    Namun, pengharum ruangan yang tersedia di pasaran mengandung senyawa kimia. Jika ingin alternatif yang lebih alami, ada bahan-bahan yang bisa digunakan.

    Lalu, bahan apa yang bisa digunakan sebagai pengharum ruangan? Simak ulasannya berikut ini.


    Bahan Alami Sebagai Pengharum Ruangan

    Inilah pengharum ruangan alami yang dapat menghilangkan bau tak sedap di rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Kopi

    bubuk kopiKopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Pemilik rumah bisa mengharumkan ruangan menggunakan kopi. Bahan ini punya aroma yang khas sehingga dapat menghilangkan bau. Cara pakainya dengan meletakkan bubuk kopi yang sudah dipanggang di dalam oven pada ruangan yang bau.

    Selain yang berupa bubuk, pemilik juga bisa merebus biji kopi. Lalu, cairannya dimasukkan ke dalam diffuser.

    2. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu Manis Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kayu manis dapat mengharumkan ruangan dengan aromanya yang kuat. Bahan ini mengeluarkan wangi yang manis dan hangat sehingga membuat suasana ruangan lebih rileks.

    Pemilik bisa memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum ruangan dengan cara direbus, lalu dimasukkan ke dalam diffuser. Cara lain bisa dengan mencampurkan kayu manis, air, dan minyak esensial.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukLavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender memiliki aroma yang lembut dan menenangkan. Pemilik dapat meletakkan bunga lavender ke dalam mangkuk atau vas berisi air dingin untuk menjadikannya pengharum ruangan.

    Kalau tidak punya bunga lavender, minyak esensial bunga lavender bisa jadi alternatif. Campurkan minyak tersebut dengan air.

    Itulah bahan-bahan alami untuk menghilangkan bau di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Craftofe, Kopi Durian dan Galeri Seni Jadi Satu



    Jakarta

    Usaha kedai kopi menjadi tren belakangan ini. Kalau yang lain berakhir di pandemi, kedai kopi ini malah tenar.

    Adalah Craftote, sebuah galeri yang menjadi satu dengan kedai kopi di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Menariknya, Craftote tidak hanya memberikan suasana nyaman dan unik untuk nongkrong. Thio Siujinata (50) dan Rika Chistina membangun usaha pada 2020 itu untuk membuka lapangan kerja.


    “Sekitar 2019, menjelang pandemi awal-awal itu, kita suka bantu panti asuhan di Bintaro, namanya Abimata,” kata Thio pada Selasa (4/2).

    Setiap hari, Thio menjual barang secara online, mulai dari mainan sampai frozen food. Koneksinya dengan panti asuhan juga semakin erat karena kerap memberikan bantuan di sana.

    Suatu ketika, pemilik panti asuhan bertanya apakah Thio dan Rika memiliki koneksi untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan yang sudah lulus sekolah. Thio mengakui bahwa anak-anak tersebut memiliki nilai dan bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    “Istri kepikiran, ‘eh kita bikin usaha yuk, karyawannya anak panti asuhan’. Saya bilang that’s a good idea gitu,” dia menambahkan.

    Ide itu betul-betul diwujudkan. Thio dan Rika dibantu dengan salah seorang keluarga membuka jalan bagi anak-anak panti asuhan itu.

    Thio menggabungkan kepiawaiannya dengan tempat berkumpul. Thio seorang lulusan seni rupa dari Institut Kesenian Jakarta memadukan seni kriya dengan kedai kopi. Soal namanya, Thio tidak bisa melupakan pesan saudaranya yang meminta agar dia memakai brand sendiri.

    Hingga kemudian, perpaduan kecintaannya akan seni kriya, kopi, dan pesan agar memiliki brand sendiri, serta upaya untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi penghuni panti asuhan itu terwujud dalam Craftote.

    Craft artinya kerajinan tangan dan tote artinya dijinjing, sehingga Craftote berarti bisnis kesenian yang bisa dibeli langsung oleh konsumen. Crafttote berdiri pada Mei 2021.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Bagi pebisnis, permulaan adalah yang terberat. Itu pula yang dirasakan Thio. Ia memulai usaha dengan pendanaan pribadi dengan jumlah yang tentu saja terbatas.

    Craftote menjual produk-produk rumah tangga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti pelepah pisang, bambu sampai eceng gondok. Ia dibantu oleh perajin-perajin di banyak desa, ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Putar otak, Thio akhirnya menemukan solusi dengan sumber dana tambahan, kedai kopi. Craftote kemudian menjadi sebuah kedai kopi yang berada di dalam galeri, ini mengapa suasana tempat itu terasa nyeni dan memanjakan mata.

    “Kita bikin kopi untuk uang cepat, sementara galeri untuk uang besar,” kata dia.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Craftote yang berada di pinggir jalan itu, mulai ramai oleh pengunjung. Popularitas Craftote bahkan tersiar sampai ke Direktur UMKM Bank Bri saat itu. Thio tentu saja kaget, ia bahkan masih ingat dengan jelas hari itu adalah Kamis.

    “Besoknya (Jumat) beliau datang lagi bersama tim, foto-foto. Saya pikir ‘enggak papalah kan namanya kostumer’,” ujar Thio sambil mengekspresikan kebingungannya saat itu.

    Sebelum pulang, ia mendapat tantangan dari Bank BRI berupa konsistensi dalam usaha. Jika Craftote dapat mempertahankan produk yang dihasilkan maka Bank BRI akan menghadiahkan kedai kedua di Rumah BUMN Jakarta.

    Tantangan itu membuatnya termotivasi, ia menyebut kata ‘nothing to lose‘ untuk menggambarkan perasaannya yang campur aduk saat itu.

    Waktu berlalu, tanggal pengumuman pemenang dari Bank BRI sudah tiba yaitu 1 Desember 2021. Kebahagiaan masih terlihat di wajahnya setiap kali teringat momen kemenangan itu. Namun sesaat mimiknya berganti serius selaras dengan perubahan perasaan.

    “Setelah diumumkan menang, kita diberitahu bahwa opening kedai itu tanggal 15 Desember, tapi baru masuk ke sana tanggal 13. Wah, cepet banget, dalam dua hari bikin coffee shop, itu dewa banget tuh ,” katanya.

    Singkat cerita, Craftote laris manis. Dari dua kedai beranak menjadi empat, lokasinya di Post Blok dan Rumah Sakit Pelni. Thio sendiri tak menyangka bahwa kedai kopinya akan laku keras di masa-masa pandemi, bahkan ia menyebut bahwa usahanya itu ‘kebablasan’.

    CraftoteBianca, pengunjung Craftote (Bonauli/detikcom)

    Bianca (38), ibu dua anak, menjadi salah satu pelanggan setia Craftote. Ia bercerita bahwa dirinya kerap nongkrong selagi menunggu anaknya pulang sekolah.

    “Rumah saya kebetulan di seberang sini, enak di sini suasananya tenang dan unik,” Bianca melontarkan pujian.

    Bayangkan saja, kedai kopi itu lebih mirip galeri seni daripada tempat nongkrong. Lampu-lampunya estetik dari bahan ramah lingkungan yang didesain sendiri oleh Thio, mejanya dari bekas kaki mesin jahit. Tak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada Craftote.

    Menu andalannya berupa kopi durian. Thio ingin agar konsumennya tetap sehat, ia pun menggunakan resep yang terbilang unik. Bukan cuma durian, kopi-kopi lainnya juga diracik dengan buah-buahan lain seperti buah naga dan stroberi. Rasanya di luar dugaan, sangat nikmat dan ringan. Harganya Rp 45 per gelas.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Peran BRI untuk Craftote

    Selama ikut dan aktif di Rumah BUMN, Thio mengaku mendapat banyak sekali manfaat. Ia mendapat berbagai pelatihan yang menunjang usahanya. Mulai dari pelatihan manajemen sampai digitalisasi.

    “Bermanfaat sekali ikut Rumah BUMN,” senyum merekah di wajahnya.

    Tiap kali mengingat perjalanan bersama BRI, Thio menunjukkan ekspresi yang bahagia. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada BRI.

    “Sangat, sangat berterima kasih kepada BRI,” kata dia.

    Thio juga mengajukan pinjaman KUR kepada BRI dengan jumlah Rp 100 juta. Saat ini Craftote memiliki omzet Rp 50 juta per bulan.

    Jajang Rohmana (23), fasilitator dari Rumah BUMN Jakarta, menyebut bahwa Craftote adalah UMKM Best Seller, artinya badan usaha ini memiliki produk yang diminati oleh masyarakat.

    Kalau dulu Thio menjadi peserta pelatihan UMKM, kini ia kerap diundang sebagai narasumber untuk pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Jajang berkata bahwa kehadiran Thio menjadi penyemangat bagi UMKM yang sedang berjuang untuk maju.

    “Harapannya dengan menghadirkan Craftote sebagai narasumber mereka biar jadi termotivasi buat belajar dan ikut pelatihan,” ujar dia.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Craftofe, dari Grogol Melanglang Buana ke Dunia



    Jakarta

    Tempat nongkrong dengan konsep unik menjamur di Jakarta. Tapi yang satu ini beda banget, bukan cuma jualan kopi tapi juga produk ramah lingkungan yang nyen.

    Selasa (4/2) siang, saya mampir ke sebuah kedai kopi yang populer di bilangan Grogol, tepatnya di di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang. Dahan pepohonan menyeruak dari balik pagar, langit yang mendung menambah suasana semakin teduh.

    Craftote, itulah nama dari kedai kopi yang sekaligus jadi galeri. Thio Siujinata dan Rika Chistina mendirikan kriya ini pada tahun 2021 dengan bantuan dari Rumah BUMN (RB) Jakarta yang adalah program CSR dari BRI.


    Lulusan dari jurusan seni rupa IKJ, Thio (50) mengembangkan produk dari abaka, eceng gondok, pelepah pisang, mendong dan bambu. Memakai jasa dari perajin-perajin desa, ia menyulap bahan-bahan itu menjadi produk rumah tangga yang ramah lingkungan.

    CraftoteCraftote Foto: (Bonauli/detikcom)

    Dalam perjalanannya, tentu saja tidak semua berjalan mulus. Thio mengaku pernah kedatangan warga Jepang, yang adalah desainer, di kedai kopinya. Selagi ngopi mencari inspirasi, ia bertanya pada Thio apakah bisa memesan lampu dengan desain yang ia gambar.

    Pesanan itu diterima dan dikirim ke Jepang, totalnya sekitar 10 unit. Tak berapa lama, orang Jepang itu komplain karena barang yang dikirim rusak dan dikembalikan kepadanya.

    “Saya mencoba mencari perajin bambu, ternyata ada yang salah dari proses pengerjaan,” ungkapnya.

    Setelah mendapatkan ilmu baru, ia mempertanggungjawabkan kesalahannya dan mengirimkan barang baru. Berkat dedikasinya, pelanggan itu menjadi langganannya meski beda negara.

    CraftoteCraftote Foto: (bonauli/detikcom)

    Sejak masuk RB, Thio rajin ikut serta dalam kegiatan pameran. Dari sana banyak ekspatriat yang melirik hasil karyanya dan memesan dalam jumlah yang tidak sedikit. Kini produknya diekspor ke Kanada, Eropa dan Asia.

    Setelah perjuangan panjang, Craftote mendapat kesempatan untuk berpartisipasi di Inacraft 2024, sebuah pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara yang dihadiri oleh Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC).

    Rika Chistina, istri Thio, menceritakan dengan sumringah bagaimana bahagia itu tumpah saat Jokowi mampir ke boothnya. Secepat kilat ia menyambar kesempatan itu agar dapat berfoto dengan Jokowi.

    “Seneng banget rasanya,” ucap Rika tak henti sembari berterima kasih pada BRI yang terus-menerus mendukung usahanya.

    “Terima kasih banget kepada BRI, terima kasih,” ujarnya.

    CraftoteIbu Sandra dan kawan-kawan nongkrong di Craftote Foto: (bonauli/detikcom)

    Ibu Sandra dan teman-temannya menjadi salah satu langganan di Craftote. Ia mengaku suka nongkrong karena suasana kedai yang nyeni. Apalagi bisa sambil belanja.

    “Setahun lalu beli tudung saji di sini banyak buat Imlek,” ucapnya.

    Ia berkata harga dan kualitas dari produk Craftote patut diacungi jempol. Setiap kali ia suka dengan produk Craftote, ia tak segan-segan untuk langsung memborongnya.

    Harga produk-produk di Craftote mulai dari Rp 300 ribuan. Produknya berupa tas tangan dari bahan eceng gondok, kursi, lampion, hingga home decor.

    Thio berharap agar ke depannya, ia dapat membuka Po-Up store di Jerman dalam pameran crafting dunia. Ia yakin, mimpi itu akan segera jadi nyata.

    Peran Rumah BUMN

    Sejak menjadi anggota di RB, Thio tak hanya ikut dalam kelas pelatihan yang disediakan. Thio juga kerap diundang sebagai pembicara agar dapat membakar semangat UMKM lainnya.

    Aktivitas di Rumah BUMN JakartaFasilitator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana Foto: Melissa Bonauli/detikcom

    “Iya, Craftote jadi salah satu UMKM paling unik ya karena produknya ramah lingkungan dan tahan lama,” ungkap Jajang Rohmana (23), fasilitator dari RB Jakarta.

    Jajang berharap UMKM-UMKM lainnya dapat mengikuti langkah Thio yang tak menyerah dalam menjemput bola.

    (bnl/bnl)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 7 Tempat Nongkrong Asik di Bogor, View Bagus & Ada Live Music!


    Jakarta

    Selain tempat wisata, di Bogor juga banyak tempat dan kafe yang asik untuk nongkrong. Tempat-tempatnya pun aesthetic, homey, dan punya view yang bagus. Cocok pula untuk WFC.

    Sambil nongkrong bisa sing along karena ada live music yang menemani. Beberapa tempat juga pet friendly, jadi boleh bawa peliharaan tersayang ke sini. So, di mana saja sih tempat nongkrong yang asik di Bogor ini? Cek di bawah.

    Rekomendasi Tempat Nongkrong Asik di Bogor

    Berikut beberapa tempat nongkrong asik di Bogor dengan rating tinggi dan banyak review di Google.


    1. Roofpark Cafe & Restaurant

    Lokasi dan Jam Buka:

    • RAJA FO Bogor, Jl. Raya Pajajaran No. 3 Minggu-Jumat (10.00-22.00), Sabtu (10.00-23.00)
    • RAJA FO Puncak, Jl. Raya Cimacan Senin-Rabu (10.00-22.00), Kamis-Jumat & Minggu (10.00-23.00), Sabtu (10.00-00.00).
    Roofpark Cafe & RestaurantRoofpark Cafe & Restaurant Foto: Instagram @roofpark

    Roofpark Cafe & Restaurant memiliki konsep taman cantik yang dipenuhi pohon rindang, tanaman, serta bunga warna-warni. Kafe ini bisa dibilang tempat nongkrong cukup populer di Kota Bogor dan di Puncak.

    Menu di sini banyak dan komplet, mulai dari hidangan utama, camilan, dan dessert. Ada makanan tradisional, western, hingga Eropa. Di sini ada juga live music untuk sing along dan temani waktu nongkrong bersama teman-teman.

    2. POPOLO Coffee

    Lokasi:

    • Jl. Loader No. 9, Baranangsiang
    • Jl. Rena Wijaya, Baranangsiang
    • Jl. Rasamala, Curugmekar
    • Sumur Batu, Sentul.

    Jam Buka: Senin-Sabtu (09.00-20.00).

    POPOLO CoffeePOPOLO Coffee Foto: Instagram @popolocoffee

    Kalau ingin nongkrong di tempat dengan suasana homey, teduh, dan dikelilingi kehijauan, bisa ke POPOLO Coffee. Kafe aesthetic ini juga pet friendly, jadi kamu bisa bawa hewan peliharaan tersayang ke sana.

    Di sini tersedia banyak minuman kopi dan non kopi. Ada juga menu pasta, rice bowl, dan aneka fries untuk mengganjal perut.

    3. Warung Kopi Nako

    Lokasi:

    • Jl. Pajajaran Indah V No. 7, Baranangsiang
    • Taman Yasmin, Jl. KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh
    • Taman Budaya, Jl. Siliwangi No. 1, Babakan Madang,
    • Sentul City, Cijayanti.

    Jam Buka: Minggu-Jumat (08.00-23.00), Sabtu (08.00-00.00).

    Warung Kopi NakoWarung Kopi Nako Foto: Instagram @kopinako.sentul

    Kopi Nako jadi tempat nongkrong pilihan banyak orang, terutama anak muda. Kedai kopi kontemporer ini punya ciri khas bangunan tinggi, tempat luas, dan tempat duduknya yang tribun.

    Menu yang disajikan bervariasi. Mulai dari aneka kopi tentunya, minuman non kopi, camilan, sampai hidangan berat. Ada juga es krim kalau sekadar ingin yang simpel.

    4. Raindear Coffee & Kitchen

    Lokasi:

    • Jl. Bina Marga No. 7, Baranangsiang
    • Taman Budaya, Jl. Siliwangi No. 1, Sentul City.

    Jam Buka:

    • Setiap hari (10.00-22.00)
    • Minggu-Jumat (08.00-22.00), Sabtu (08.00-23.00).
    Raindear Coffee & KitchenRaindear Coffee & Kitchen Foto: Instagram @raindearcoffee

    Kafe aesthetic untuk nongkrong lainnya yaitu Raindear Coffee & Kitchen. Tempatnya luas, seat banyak, dan ada live music yang bakal menemanimu.

    Makanan dan minuman di sini sudah tersertifikasi halal. Menunya pun beragam, ada hidangan utama hingga camilan dan dessert yang lezat. Seperti sop buntut, steak, spaghetti, pizza, nachi, hingga waffle. Minumannya ada kopi dan non kopi.

    5. Third Wave Coffee & Roastery

    • Lokasi: Jl. Prof. Dr. H. Andi Hakim Nasoetion, Tegallega
    • Jam Buka: Setiap hari (08.00-23.00).
    Third Wave Coffee & RoasteryThird Wave Coffee & Roastery Foto: Instagram @thirdwavecoffeeco

    Third Wave Coffee & Roastery punya ambience yang nyaman sehingga cocok buat nongkrong maupun WFC. Interior dan dekorasinya unik, bagus banget untuk foto Instagramable.

    Ada banyak opsi kopi, camilan, serta makanan berat di sini. Kopinya ada varian manual brew sampai black coffee. Makanannya ada sop buntut, carbonara, hingga croffle.

    6. Awal Mula Coffee

    • Lokasi: Jl. Binamarga II No. 5A, Baranangsiang
    • Jam Buka: Minggu-Jumat (09.00-21.00), Sabtu (09.00-22.00).
    Awal Mula CoffeeAwal Mula Coffee Foto: Instagram @awalmulacoffee

    Awal Mula Coffee punya ambience serba putih yang aesthetic. Kafe ini luas, punya tempat duduk indoor outdoor, dan bisa untuk WFC.

    Tersedia menu seperti sandwich, burger, caesar salad, churros, risoles, singkong keju, pastry, cookies, kue, hingga rice bowl dan nasi goreng untuk mengisi perut. Tentu saja ada kopi serta minuman non kopi seperti hot choco dan lychee ice tea di sini.

    7. Pasir Angin Pas

    • Lokasi: Jl. Raya Pasir Angin, Megamendung
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00-21.00.
    Pasir Angin PasPasir Angin Pas Foto: Instagram @pasiranginpas.official

    Kalau ingin nongkrong di tengah-tengah hutan pinus, bisa datangi Pasir Angin Pas. Suasana alamnya yang sejuk dan view yang indah cocok banget untuk healing tipis-tipis. Di sini juga pet friendly lho.

    Menunya banyak dan lengkap. Ada kopi, minuman non kopi, makanan berat Indonesia, Asia, hingga western. Ada pula aneka camilan dan hidangan penutup yang enak-enak.

    Nah, itu tadi sederet tempat nongkrong asik dan aesthetic di Bogor. So, kamu tertarik ke tempat-tempat di atas nggak nih?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



    Jakarta

    Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

    Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

    Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


    Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

    Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

    Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

    Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

    Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

    Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

    Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

    Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

    Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

    Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

    Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

    Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

    Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

    “(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

    “Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan, Secangkir Kopi dan Gorengan di Taman Ayodya



    Jakarta

    Sore hari selepas beraktivitas seharian, duduk santai menatap pepohonan nan hijau menjadi nikmat tersendiri. Tidak perlu pergi jauh, nyamannya duduk-duduk di Taman Ayodya.

    Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito berada di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk memasukinya, traveler tak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Cukup Rp 2.000 untuk bayar parkir dan membeli jajanan yang dijual di pinggiran taman.

    Petugas keamanan Taman Ayodya, Burhanudin, mengatakan tak perlu uang besar untuk nongkrong dan bersantai-santai di taman ini. Traveler hanya cukup dengan gorengan dan segelas kopi atau minuman segar sebagai pendampingnya.


    “Nongkrong di sini mah nggak perlu mahal-mahal, cukup kopi sama gorengan aja udah pas,” kata dia saat dijumpai detikTravel, Selasa (23/7/2024).

    Taman yang kurang lebih luasnya 8.000 meter persegi ini di tengahnya terdapat kolam dengan air mancur yang beroperasi setiap dua jam sekali, mulai dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Di pinggiran kolam juga kerap dijadikan spot untuk anak-anak memberi makan ikan.

    Burhanudin juga menyampaikan perbedaan Taman Ayodia dan taman lainnya di Jakarta, jika taman yang lain ramai pengunjung saat pagi dan sore, maka Taman Ayodia akan ramai ketika sore dan malam. Walaupun sebetulnya jam operasional taman ini mulai dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi biasanya pengunjung nongkrong hingga jam 21.00 WIB.

    Hal tersebut salah satunya karena dekat dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Burhanudin pun beberapa waktu ke belakang kerap memberitahu bahwa waktu berkunjung ke taman sudah usai, namun pemberitahuan itu tidak mempan.

    Pada akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung yang ingin menikmati Taman Ayodia ini untuk tertib dan tidak melanggar aturan yang sudah tertera. Dan untungnya selama ia berjaga di sini, pengunjung yang datang ke taman hingga malam hari selalu mematuhi peraturan taman.

    “Jadi pengunjung-pengunjung lama kita juga udah saling memahami gitu tertib,” ujarnya.

    Banyaknya bangku-bangku juga membuat taman ini cocok dinikmati untuk bersantai-santai, adapun pengunjung yang duduk di rerumputan atau beton pinggir kolam. Cuaca sore hari yang terik mataharinya sudah redup membuat nongkrong di Taman Ayodia semakin sejuk.

    Selain pengunjung anak muda, keluarga yang mengajak anaknya bermain ke Taman Ayodia pun cukup banyak. Di antaranya Puput, ia bersama suami dan anaknya memilih menikmati sore di taman ini karena suasana yang asri.

    “Sering juga ke sini tapi sekarang kebetulan lagi ngajak anak main, kayak lebih seru aja buat ke taman dibanding ke tempat-tempat lain dan suasananya juga asri masih banyak pohon,” kata dia.

    “Mungkin harus ditambah lagi kaya tempat bermain anak karena sekarang anak-anak yang nyari tempat bermain ke taman, bisa buat edukasi juga,” dia menambahkan.

    Memang di Taman Ayodia ini tak ada wahana bermain untuk anak-anak, fasilitas yang ada di taman ini yakni beberapa alat kebugaran. Taman Ayodia juga cocok untuk olahraga sore ataupun pagi karena selain terdapat beberapa alat kebugaran juga ada track untuk jogging atau jalan santai.

    Jika perut keroncongan pun tak perlu khawatir untuk mencari cemilan atau makanan berat sekaligus karena sekitaran Jalan Barito ini terkenal dengan sentra kuliner hits, ada ketan susu, nasi telur hingga sate taichan bisa jadi pilihannya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngopi di Lebak Bulus Bisa Sambil Main Futsal-Lihat Hewan di Mini Zoo



    Jakarta

    Melipir dari hiruk pikuk kota yang semrawut, traveler bisa ke Lebak Bulus. Ada kafe dengan kopi enak, sambil main futsal, bahkan kasih makan hewan di Mini Zoo.

    Terletak di Jalan Taman Sari 1 Nomor 77, Jakarta Selatan, kafe Bandarkopi ini cukup asri dan tenang, sehingga membuat pengunjung yang datang betah untuk berlama-lama.

    detikTravel berkunjung ke kafe yang posisinya sedikit masuk ke wilayah pemukiman ini pada Rabu (31/7) siang hari. Walaupun panas menyengat ubun-ubun, ketika sampai di Bandarkopi suasana langsung berubah 180 derajat.


    Teduh pepohonan yang ada di sana membuat kesejukan menemani siang ini. Biasanya coffee shop akan ramai saat sore hari. Namun di Bandarkopi, sekitar pukul 11.00 WIB, pengunjung sudah mulai ramai.

    Banyak spot yang bisa dijajal pengunjung untuk berfoto di sini, baik di area dalam kafe maupun area luarnya.

    Bandarkopi Lebak BulusBandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    detikTravel memilih untuk berdiam di area luar, duduk di bawah pohon-pohon jati membuat kesan seperti tengah berada di kebun dengan ditemani segelas Green Apple Yakult yang segar dengan harga Rp 35.000.

    “Di sini lumayan menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang biasa ada di Jakarta, jadi intinya lumayan menghibur karena di Jakarta penuh sesak sama tempat yang lebih konsumtif gitu ta minim ruang terbuka,” kata Sindia dari Bandarkopi kepada detikTravel.

    “Kalau di sini karena emang banyak aktivitasnya, jadi mau AC-AC tetap ada kalau panas, tapi jam-jam yang udah menuju ke sore gini kan nggak terlalu panas jadi bisa di sini (area piknik),” tambah Sindia.

    Berikut Beberapa spot yang bisa dinikmati di Bandarkopi:

    1. Mini Zoo

    Di tempat ini juga memiliki mini zoo yang bisa didatangi oleh pengunjung, terdapat beberapa jenis unggas hingga rusa-rusa yang lucu. Untuk bisa memberi makan rusa, pengunjung akan dikenakan biaya minimum di Bandarkopi seharga Rp. 150.000.

    Bandarkopi Lebak BulusLihat rusa di Mini Zoo Bandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    2. Galeri

    Semesta Gallery merupakan satu di antara yang lain fasilitas di kawasan Bandarkopi. Galeri ini juga memamerkan berbagai karya yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

    3. Memanah

    Untuk bisa mencoba memanah di Bandarkopi ini pengunjung hanya bisa menjajalnya di hari Jumat hingga Minggu, dengan harga yang dibanderol sebesar Rp 35.000.

    Bandarkopi Lebak BulusBisa piknik di Bandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    4. Area Piknik

    Bagi pengunjung yang datang ke Bandarkopi bersama keluarga dan teman-teman, ingin merasakan situasi yang berbeda. Bisa menikmati suasana sejuk dengan piknik di area hijau nan sejuk ini.

    “Iya ini ada minimum spent-nya tadi juga baru tahu sih Rp 200.000 minimum spent-nya terus dapat free set up (untuk piknik),” jelas Sindia.

    5. Lapangan Futsal

    Ada pula lapangan futsal di kawasan ini yang bisa dinikmati oleh pengunjung, tak hanya digunakan untuk bermain bola. Lapangan ini juga bisa dinikmati oleh si kecil untuk bereksplorasi atau sekadar bermain.

    Bandarkopi tak hanya menyuguhkan kesegaran dari minuman-minumannya, terdapat beberapa camilan hingga makanan berat yang bisa dicoba oleh pengunjung.

    Jam Buka dan Harga

    Bandarkopi buka dari hari Senin-Kamis mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat-Minggu, kafe ini buka dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

    Rata-rata harga makanan dan minuman di Bandarkopi dibanderol mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 65.000. Traveler bisa mampir ke sini untuk menghabiskan akhir pekan.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kopi Tubing, Tempat Asyik untuk Ngopi Sambil Bersantai di Bogor


    Jakarta

    Bogor menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta. Selain jaraknya dekat, ada banyak tempat wisata hingga coffee shop kekinian di Bogor, salah satunya adalah Kopi Tubing.

    Daya tarik dari Kopi Tubing adalah pemandangannya yang indah. Tak hanya sekadar menghirup secangkir kopi dan mencicipi berbagai menu makanan lezat, travelers juga bisa melakukan berbagai aktivitas seru selama di Kopi Tubing.

    Lantas, apa daya tarik dari Kopi Tubing? Lalu bagaimana cara menuju ke sana? Simak ulasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Daya Tarik Kopi Tubing

    Kopi Tubing bisa menjadi pilihan terbaik bagi travelers yang ingin liburan namun tak mau jauh-jauh dari Jakarta. Sebab, ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan selama di sana.

    Tentu, daya tarik utama dari Kopi Tubing adalah pemandangan alamnya yang indah. Wajar saja, karena lokasinya berdekatan dengan Gunung Salak. Jadi, detikers bisa menyeruput secangkir kopi panas sambil merasakan udara sejuk pegunungan.

    Coffee shop ini juga menjadi “pelarian” bagi sebagian warga Jakarta yang ingin healing sejenak dari rutinitas sehari-hari. Ditambah lagi ada banyak pilihan menu makanan dan minuman yang lezat serta porsinya mengenyangkan.

    Eits, Kopi Tubing tak hanya sekadar coffee shop dengan pemandangan cantik, lho. Soalnya, ada berbagai aktivitas seru dan menantang yang bisa kamu coba di sini, yakni river tubing dan trekking.

    Bagi kamu yang suka olahraga ekstrem, river tubing wajib dicoba. Namun jika travelers lebih ingin menikmati suasana alam pegunungan yang tenang, cobalah untuk trekking.

    Di Kopi Tubing juga terdapat area playground, mini zoo, dan kolam renang yang ramah anak-anak. So, travelers nggak perlu khawatir jika membawa si kecil ke Kopi Tubing karena pasti akan betah berlama-lama.

    Hewan-hewan yang ada di mini zoo Kopi Tubing juga beragam, mulai dari kelinci, domba, hingga aneka burung. Selain melihat dari dekat, si kecil juga bisa memberi makan secara langsung kepada hewan. Seru banget bukan?

    Suasananya terjaga alami. Sawah, bukit, gemericik sungai, hijau daun, angin dan sejuknya udara di ketinggian 600 mdpl. Super lengkap sambari pesan kopi hangat dan kriyuk barbeque chiken wings.View Kopi Tubing (Ari Saputra/detikcom)

    Suasana alam di Kopi Tubing memang bikin sejumlah pengunjung merasa betah berlama-lama. Nah, pihak Kopi Tubing telah menyediakan villa dan glamping untuk para pengunjung yang ingin menginap.

    Satu lagi yang menarik dari Kopi Tubing adalah terdapat area pasir putih di tepi sungai. Jadi, travelers bisa menikmati pemandangan gunung sambil duduk santai di pasir putih.

    Jika berencana ingin berkunjung ke Kopi Tubing, disarankan datang saat weekday atau sejak pagi hari ketika weekend. Sebab, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan terlebih akhir pekan. Kalau travelers ingin menikmati suasana alam yang sejuk dengan tenang, maka sebaiknya datang saat hari kerja.

    Harga Tiket Masuk ke Kopi Tubing

    Pengunjung yang datang ke Kopi Tubing tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Namun, travelers akan dikenakan biaya tambahan jika ingin bermain di sejumlah wahana.

    Dilansir akun Instagram resminya @kopitubing, berikut daftar harga tiket ke sejumlah wahana dan tarif menginap di Kopi Tubing:

    A Frame Villa (4 orang)

    • Hari biasa Rp 2.300.000/malam.
    • Akhir pekan Rp 2.850.000/malam.

    Glamping (2 orang)

    • Hari biasa Rp 750.000/malam.
    • Akhir pekan Rp 950.000/malam.

    River tubing

    1. Adventure

    • Hari biasa Rp 97.000.
    • Akhir pekan Rp 107.000.

    2. Fun Ride

    • Hari biasa Rp 45.000.
    • Akhir pekan Rp 45.000.

    Trekking

    • Hari biasa Rp 265.000.
    • Akhir pekan Rp 275.000.

    Sebagai catatan, harga river tubing dan trekking di atas hanya berlaku per orang khusus tamu yang menginap di Kopi Tubing. Pengunjung yang tidak menginap juga bisa merasakan serunya river tubing, berikut harga tiketnya:

    River Tubing

    • Fun Ride: Rp 55.000/orang.
    • Adventure: Rp 127.000/orang.
    • Adventure Ride: Rp 157.000/orang.

    Trekking

    • Half day package (durasi 3-4 jam): Rp 295.000/orang.
    • Full day package (durasi 3-4 jam): Rp 325.000/orang.
    • Full adventure day package (durasi 4-6 jam): Rp 395.000/orang.

    Sementara itu, ada berbagai aktivitas seru lainnya di Kopi Tubing yang juga dikenakan tiket masuk. Berikut daftarnya:

    • Berenang: Rp 25.000/orang
    • Playground: Rp 35.000/orang
    • Mini zoo: gratis, tapi jika ingin memberi makan wortel dikenakan biaya Rp 10.000/cup.
    Suasananya terjaga alami. Sawah, bukit, gemericik sungai, hijau daun, angin dan sejuknya udara di ketinggian 600 mdpl. Super lengkap sambari pesan kopi hangat dan kriyuk barbeque chiken wings.Kopi dan makanan di Kopi Tubing (Ari Saputra/detikcom)

    Kopi Tubing menyediakan berbagai menu makanan dan minuman dengan harga mulai dari Rp 15 ribuan saja. Penasaran? Simak daftar menunya di bawah ini:

    Kids Meal

    1. Fish and Chip Tartar Sauce: Rp 65.000
    2. Sausage with French Fries: Rp 40.000
    3. Crunchy Chicken Burger: Rp 65.000
    4. Mini Beef Burger: Rp 40.000
    5. Dory Susi Burger: Rp 25.000

    Appetizer

    1. Tahu Gejrot: Rp 30.000
    2. Load Potato: Rp 55.000
    3. Chicken Wings with BBQ Sauce: Rp 40.000
    4. Tahu Slawi: Rp 30.000
    5. Chicken Quesadillas: Rp 45.000
    6. Dimsum: Rp 30.000
    7. Nachos: Rp 30.000
    8. Roti Bakar: Rp 40.000
    9. Lumpia Curug Hordeng: Rp 40.000

    Main Courses Rice & Noodle

    1. Nasi Liwet Komplit (empal): Rp 75.000
    2. Nasi Liwet Komplit (ayam): Rp 65.000
    3. Nasi Goreng Komplit: Rp 65.000
    4. Nasi Bakar Ayam: Rp 65.000
    5. Nasi Goreng Seafood: Rp 45.000
    6. Nasi Goreng Tom Yum: Rp 45.000
    7. Nasi Goreng Ayam: Rp 45.000
    8. Pecel Ayam: Rp 65.000
    9. Mie Godog: Rp 50.000
    10. Pad Thai: Rp 50.000

    Main Courses Meat & Fish

    1. Sapi dalam Kelapa: Rp 85.000
    2. Ayam dalam Nanas: Rp 65.000
    3. Gurame Salad Mangga/Asam Manis/Saus Padang: Rp 85.000
    4. Sapi Lada Hitam: Rp 65.000
    5. Ayam Pandan: Rp 60.000

    Seafood & Soup

    1. Baby Kailan: Rp 45.000
    2. Udang Mayonaise: Rp 60.000
    3. Cumi Mayonaise: Rp 50.000
    4. Brokoli Saus Tiram: Rp 45.000
    5. Seafood Thermidor: Rp 60.000
    6. Curry Green: Rp 50.000
    7. Tom Khai Gai: Rp 50.000
    8. Tom Yum Gung: Rp 50.000
    9. Dumpling Soup: Rp 50.000

    Main Courses Aneka Soto

    1. Soto Ayam: Rp 23.000
    2. Soto Bening: Rp 37.000
    3. Soto Bogor: Rp 35.000
    4. Soto Betawi: Rp 35.000
    5. Soto Oseng Sapi: Rp 37.000
    6. Nasi Putih: Rp 5.000

    Western Food

    1. Chicken Sandwich Carbonara: Rp 65.000
    2. Potato With Melted Cheese: Rp 35.000
    3. Crunchy Beef Burger Cikuluwung: Rp 50.000
    4. Tubing Sampler: Rp 45.000
    5. Spaghetti Carbonara: Rp 45.000
    6. Triple Decker: Rp 45.000
    7. Chicken Cordon Bleu: Rp 55.000
    8. Spaghetti Bolognaise: Rp 45.000
    9. Salad Tubing: Rp 45.000
    10. Double Beef Cheese Burger: Rp 65.000
    11. Grilled Chicken with Black Pepper Sauce/BBQ Sauce: Rp 55.000

    Snack Tradisional Indonesia

    1. Mendoan: Rp 18.000
    2. Perkedel: Rp 5.000 (1 pcs)
    3. Lumpia: Rp 18.000
    4. Pisang Goreng: Rp 18.000
    5. Tahu Isi: Rp 18.000

    Dessert

    1. Tropical Smoothies: Rp 65.000
    2. Chocolate Lava with Ice Cream: Rp 40.000
    3. Brownies with Vanilla Ice Cream: Rp 35.000
    4. Roti Korea (Garlic Bread): Rp 20.000
    5. Ice Cream Lovers (Vanilla/Chocolate/Strawberry): Rp 25.000
    6. Banana Split: Rp 35.000

    Beverage

    1. Infused Water: Rp 32.000
    2. Leci Mojito: Rp 33.000
    3. Strawberry Mojito: Rp 33.000
    4. Mojito Mint: Rp 30.000
    5. Lemon Squash: Rp 30.000
    6. Leci Squash: Rp 30.000
    7. Strawberry Squash: Rp 30.000
    8. Peach Lemonade: Rp 30.000
    9. Strawberry Smoothies: Rp 35.000
    10. Banana Smoothies: Rp 35.000
    11. Milkshake (Chocolate/Vanilla/Oreo/Strawberry): Rp 32.000
    12. Juice (Orange/Avocado/Strawberry): Rp 27.000
    13. Mojito Mint Tea: Rp 30.000
    14. Lemon Grass Tea: Rp 25.000
    15. Lemon Tea: Rp 25.000
    16. Strawberry Tea: Rp 28.000
    17. Leci Tea: Rp 28.000
    18. Peach Tea: Rp 28.000
    19. Teh Manis: Rp 15.000
    20. Teh Tawar: Rp 12.000
    21. Citrus Mocktail: Rp 32.000
    22. Lychee Mocktail: Rp 32.000
    23. Coffee Latte/Hazelnut/Vanilla/Caramel: Rp 31.000
    24. Cappuccino: Rp 31.000
    25. Es Kopi Susu Tubing: Rp 32.000
    26. Kopi Tubing 500 ml: Rp 60.000
    27. Kopi Tubing 1l: Rp 105.000
    28. Americano: Rp 24.000
    29. Long Black: Rp 31.000
    30. Cube Coffee: Rp 33.000
    31. V60: Rp 30.000
    32. Vietnam Drip: Rp 28.000
    33. Cokelat: Rp 31.000
    34. Es Susu Green Tea: Rp 31.000
    35. Red Velvet: Rp 31.000

    Jam Buka Kopi Tubing

    Kopi Tubing buka mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB pada Senin-Jumat. Sedangkan saat weekend, tempat ini buka pukul 08.00 sampai 21.00 WIB.

    Disarankan datang saat pagi hari agar travelers bisa menikmati suasana sejuk alam pegunungan. Jika sudah siang dan terutama saat weekend, pengunjung yang datang sudah ramai.

    Kopi Tubing berlokasi di Jalan Gunung Menir, Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Karena lokasinya dekat dengan Gunung Salak, jaraknya cukup jauh dari pusat kota Bogor.

    Dari pantauan Google Maps, jarak dari kota Bogor menuju Kopi Tubing sekitar 35 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mengendarai mobil. Jika berangkat dari Jakarta, waktu tempuhnya sekitar 2-3 jam perjalanan.

    Demikian ulasan mengenai Kopi Tubing, salah satu destinasi wisata favorit di Bogor. Tertarik berkunjung ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Oleh-oleh Bali Utara: Arak dan Gula Lontar



    Jakarta

    Traveler pecinta minuman beralkohol, bisa nih merasakan arak lokal di Bali Utara, tepatnya di Desa Les. Desa yang masuk ke dalam nominasi ADWI 2024 ini punya rumah penyulingan arak yang bisa kita datangi.

    Dapoer Bali Moela di Desa Les bisa jadi pilihan traveler bila berkeliling Bali Utara. Tak hanya menyajikan masakan khas Bali nan otentik, namun di sini juga ada penyulingan arak Bali lho.

    Beberapa waktu lalu detikcom bersama Kemenparekraf datang ke Desa Les dan melihat langsung bagaimana proses pembuatan arak dari buah lontar.


    “Selamat datang di Dapoer Moela. Kami adalah restoran tradisional Bali yang menyajikan masakan Bali, terutama khas Desa Les. Di sini konsepnya rumahan dan apa yang didapat nelayan, itulah yang kami masak,” Sri, salah satu staf di Dapoer Molea, menyapa rombongan kami.

    Sri pun mengajak kami menuju dapur pembuatan arak Bali. Terlihat beberapa tungku menyala mendidihkan arak-arak yang berada di dalam kuali besar. Kami juga melihat panci-panci besar yang tertutup rapat tersambung dengan bambu.

    Penyulingan arak di Desa LesAir nira yang sudah difermentasi dididihkan Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

    Sri menjelaskan bahwa mereka memproduksi arak dari lontar.

    “Pohon lontar ada dua, jantan dan betinanya. Nah keduanya sama-sama boleh diproses menjadi tuak manis maupun tuak wayah. Namun yang membedakan adalah prosesnya. Yang lontar jantan itu sudah enak rasanya, namun yang lontar betina itu lebih enak lagi rasanya. Tapi kami di sini pakai lontar jantan,” kata Sri.

    Setelah air nira didapatkan, dilanjutkan dengan fermentasi dengan kayu kesambi dan cuka. Setelah seharian, air nira pun diangkat lalu dimasak hingga menjadi kental. Nah, ini adalah proses pembuat gula lontar.

    “Bila ingin membuat arak, air niranya difermentasi dengan sabuk kelapa, lalu diletakkan di dalam bambu. Air nira didiamkan selama 24 jam, setelah itu barulah dimasak hingga mendidih,” kata Sri.

    “Setelah buih-buihnya hilang, air niranya ditutup rapat sekali. Nah, dalam proses ini, uap nya inilah yang menjadi tetesan arak yang kita tampung di dalam botol,” ujar Sri kemudian menunjukkan botol kaca yang menampung arak dari bambu yang terhubung dengan panci.

    Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

    Untuk memenuhi arak sebotol, butuh waktu sekitar satu jam. Serta kadar alkohol dalam tiap botol ternyata bisa berbeda-beda lho.

    “Dalam 30 liter air nira yang menjadi arak hanya 4 botol saja, atau sekitar 3 liter. Nah, dalam botol pertama (sulingan awal) kadar alkoholnya yang paling tinggi, yaitu 45%-55%. Di botol kedua kadarnya akan turun 40%-45%. Hingga nanti botol keempat kadar alkoholnya Rp 20%. Nah, setelah itu kita setop,” dia menambahkan.

    Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

    Sri mengatakan api dari tungku juga harus dijaga demi menjaga rasa dari arak. Butuh kesabaran dalam membuat arak yang berkualitas.

    “Untuk mengetahui kadar alkohol, kita menggunakan alkohol meter. Masih manual,” ujarnya.

    Bisakah arak Bali ini dibawa pulang?

    Sri memaparkan bahwa arak produksi mereka juga dijual kepada tamu-tamu yang datang. Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience.

    Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal.

    Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

    “Untuk nikmatnya, arak semakin lama di simpan, semakin enak. Simpan saja disuhu ruang. Juga bisa tambahkan es batu bila ingin minum dingin. Bila kamu tambahkan garam, rasanya nanti mirip tequila. Coba juga dicampur gula lontar, makin enak lagi,” kata Sri.

    Bagi traveler yang tak minum alkohol, gula lontar bisa juga nih jadi pilihan dibawa pulang. Gula lontar bisa digunakan untuk masak dan juga pengganti gula pasir.

    “Gula lontar bisa digunakan banyak hal, salah satunya bisa pengganti gula pasir. Bisa dicampur teh, kopi dan lainnya. Juga, bisa digunakan untuk pengganti MSG. Kami di sini menggunakan garam dan gula lontar saja sebagai penyedap, tak pakai MSG,” ujar Sri.

    “Gula lontar itu tak hanya manis saja, namun juga ada rasa asam dan pahitnya. Jadi cocok bila dijadikan penyedap masakan,” dia menegaskan.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kapitoo, Tempat Ngopi With a View di Toraja



    Rantepao

    Kopi Toraja sudah terkenal di seantero Indonesia. Kalau kamu mau menikmati kopi Toraja dengan pemandangan yang spektakuler, maka tempat ini wajib dikunjungi.

    Kapitoo, begitu nama kafe ini. Lokasinya berada di kampung Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara. Untuk menuju ke sini, traveler bisa naik mobil atau motor dari Rantepao, ibu kota Toraja Utara.

    Namun sebelum ke sini, pastikan kondisi mesin dan rem mobil atau motor yang traveler gunakan dalam keadaan ‘sehat’. Itu karena jalan menuju ke kafe ini berkelak-kelok dan terdiri dari tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem.


    Wajar, karena Kapitoo berdiri di atas lahan perbukitan. Dari kafe ini, traveler bisa melihat pemandangan sawah dan pepohonan nan hijau sejauh mata memandang. Dijamin mata jadi segar!

    detikTravel berkunjung ke Kapitoo pada Sabtu (10/8) akhir pekan lalu. Saat berkunjung di sore hari, suasana kafe terlihat cukup lengang. Namun justru itu waktu terbaik untuk berkunjung ke sini.

    Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaKafe dan Glamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Traveler bisa menghabiskan sore hari berteman angin sepoi-sepoi sambil menyesap kopi Toraja yang nikmat langsung di tanah tempat dia tumbuh.

    Kapitoo Glamping & Cafe sendiri berdiri dari tahun 2017. Pendirinya adalah Disyon Toba, orang yang sama di balik Consina, brand perlengkapan outdoor.

    Berawal dari kegemarannya naik gunung, Disyon akhirnya mendirikan brand perlengkapan outdoor Consina dan juga kedai kopi sekaligus glamping bernama Kapitoo.

    “Foundernya pak Disyon Toba yang juga pendiri perlengkapan outdoor, Consina. Foundernya hobi naik gunung, kebetulan sesuai dengan hobi beliau. Kapitoo konsepnya ini Glamping. Coffee and glamping. Kebetulan pak Disyon sendiri orang Toraja,” ungkap Taufan, Manajer Operasional Kapitoo kepada detikTravel.

    Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaPemandangan dari kafe dan glamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Jadi tidak heran jika Kapitoo bisa berdiri di lokasi yang sangat strategis dengan pemandangan yang sangat ‘mewah’ berupa sawah dan perbukitan nan hijau yang sedap dipandang.

    Untuk menu andalannya, traveler wajib coba es kopi Solata dan juga es kopi susu gula aren. Semua menu kopi di sini terbuat dari bahan-bahan lokal.

    “Kebetulan Toraja adalah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Jadi kita pakai beberapa jenis kopi terbaik sesuai dengan daerahnya. Kopi Solata, kopi Awan sama Sesehan. Nah itu semua nama-nama daerah di Toraja. Daerah tersebut adalah produsen kopi terbaik di Toraja,” terang Tantan, sapaan akrabnya.

    Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaEs kopi Solata di Kapitoo Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Masalah harga, segelas kopi di Kapitoo dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan saja. Soal rasa, wah jangan ditanya, kopi Toraja sangat sedap. Kafeinnya cukup strong dan bisa bikin mata langsung ‘melek’.

    “Kita pakai kopi Arabica. Kalau karakteristiknya, kalau dari segi tekstur agak kuat, dari kafeinnya. Terus sama dia ada sedikit rasa kacang-kacangan. Para penikmat kopi pasti tahu itu,” ujar Tantan.

    Wisatawan Bisa Menginap di Glamping

    Selain menjual kopi, Kapitoo juga punya glamping alias Glamour Camping yang bisa disewa oleh wisatawan untuk menginap. Harga sewanya berbeda antara weekend dan weekdays.

    “Kalau glamping di weekday Rp 900 ribu, untuk weekend Rp 1.200.000. Untuk kapasitas dua orang, maksimal empat orang,” kata Tantan.

    Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaGlamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Sedangkan untuk fasilitas, Kapitoo Glamping ini cukup lengkap. Namanya saja ‘kemping mewah’, di setiap tenda glamping dilengkapi dengan jacuzzi alias bak mandi air panas.

    “Ada jacuzzi atau bathtube air panasnya. Itu sudah include breakfast untuk dua orang,” tutup Tantan.

    —-

    Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com