Tag: kopi

  • Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Duduk Terlalu Lama


    Jakarta

    Sebuah penelitian menemukan bahwa rutin minum kopi dapat mengurangi risiko kematian yang diakibatkan karena duduk terlalu lama. Ini kata peneliti!

    Duduk dapat mengistirahatkan tubuh sejenak. Namun, jika keseringan duduk terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko kematian. Ini menjadi hal yang harus diwaspadai karyawan kantor.

    Risiko tersebut terjadi, karena dalam posisi duduk yang terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Aliran darah pun melambat sehingga otot tak bisa membakar kalori.


    Namun, risiko kematian akibat duduk terlalu lama itu dapat diturunkan dengan minum kopi. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian di Universitas Soochow di China.

    Dikutip dari Science Alert (24/06/24) berikut penjelasannya:

    1. Hasil penelitian

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungKopi dapat menurunkan risiko kematian akibat terlalu lama duduk. Foto: Ilustrasi iStock

    Sebuah penelitian terhadap lebih dari 10.000 orang di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang minum kopi setiap hari mungkin terlindungi dari dampak negatif duduk selama 6 jam lebih dalam sehari.

    Dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi dan terlalu banyak duduk, peminum kopi yang tidak banyak duduk memiliki kemungkinan 1,58 kali lebih kecil untuk meninggal dunia.

    Peneliti menemukan bahwa peserta yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian akibat segala sebab sebesar 46% lebih tinggi.

    Juga risiko mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai 79% dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari empat jam per hari.

    2. Tujuan penelitian

    Para peneliti di Universitas Soochow mengatakan bahwa studi ini adalah yang pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi manfaat kopi dalam mengatasi risiko kematian akibat duduk terlalu lama.

    Peneliti menemukan bahwa minum kopi pada dasarnya menghilangkan hubungan antara gaya hidup, kematian akibat kardiovaskular, dan penyebab kematian dini lainnya.

    Temuan itu dilakukan dengan menganalisis data kesehatan jangka panjang yang representatif secara nasional di Amerika Serikat.

    Ini membuktikan bahwa dengan olahraga saja mungkin tidak sepenuhnya melindungi dari dampak buruk kesehatan jangka panjang akibat duduk terlalu lama.

    Manfaat kopi untuk kesehatan ada di halaman selanjutnya.

    3. Manfaat kopi untuk kesehatan jantung

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi bermanfaat untuk kesehatan jantung. Foto: Ilustrasi iStock

    Para peneliti juga menyoroti manfaat kopi untuk kesehatan jantung. Dikutip dari Medical News Today, rutin minum kopi memang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Selain itu, juga kematian karena sebab lain jika dibandingkan dengan orang yang jarang minum kopi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut disarankan minum 2-3 cangkir kopi per hari.

    Minum kopi dengan porsi tersebut juga terbukti dapat menurunkan risiko aritmia. Aritmia adalah kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur.

    Ini karena peran kafein yang dapat menghambat reseptor adenosin di dalam sel jantung, sehingga akan membuat jantung semakin sehat.

    4. Manfaat kopi pada metabolisme tubuh

    Duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh. Sementara itu, minum kopi dapat memperlancar metabolisme tubuh, karena kandungan antioksidan pada kopi.

    Antioksidan itu berperan membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi peradangan. Senyawa tertentu dalam secangkir kopi juga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif, seperti Parkinson.

    Namun, porsi minum kopi harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Penelitian yang sama menyarankan untuk minum 3-5 cangkir kopi per hari untuk menurunkan risiko kematian.

    “Mengingat kopi merupakan senyawa yang kompleks, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi senyawa ajaib ini,” peneliti di Soochow menyimpulkan,” tutup peneliti.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Bolehkah Penderita Diabetes Minum Kopi? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Diminum saat sarapan atau sore hari. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes, apakah boleh minum kopi?

    Banyak orang memulai harinya dengan minum secangkir kopi. Minuman berkafein ini digemari karena efeknya yang dapat membangkitkan energi hingga membuat otak lebih konsentrasi.

    Meskipun kopi tidak masalah diminum oleh orang dengan kondisi kesehatan normal, tetapi apakah minuman ini bisa dikonsumsi penderita diabetes?


    Mereka yang berjuang melawan kadar gula darah mungkin akan bertanya-tanya tentang hal ini. Jawabannya terletak pada fakta bahwa kopi mengandung bahan kimia tertentu selain kafein, yang mungkin bisa menimbulkan efek samping menguntungkan bagi penderita diabetes.

    Untuk memahami apakah kopi bisa dikonsumsi penderita diabetes, simak penjelasannya seperti dilansir dari healthshots.com (08/08/2024).

    1. Efek kandungan kopi terhadap diabetes

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungKandungan di dalam kopi seperti polifenol ternyata bermanfaat bagi penderita diabetes. Foto: Ilustrasi iStock

    Di dalam kopi sebenarnya tidak hanya ada kafein, tetapi banyak juga zat kimia lainnya, termasuk polifenol. Polifenol memengaruhi tubuh seseorang dengan cara berbeda.

    Polifenol merupakan molekul yang dapat meningkatkan sifat antioksidan. Antioksidan ini diketahui dapat melawan radikal bebas hasil dari stres oksidatif dalam tubuh.

    Kopi yang kaya antioksidan dapat membantu melawan peradangan dan stress oksidatif tersebut. Menurut ahli gizi Avni Kaul, kedua kondisi itu telah dikaitkan dengan diabetes dan komplikasinya. Sehingga secara tidak langsung, kopi dapat memberi efek baik bagi penderita diabetes.

    Selain itu, antioksidan juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Orang dengan kondisi diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

    2. Kopi dapat menekan risiko terkena diabetes

    minum kopiMinum kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes. Foto: Getty Images/Pheelings Media

    Selain membantu mengurangi risiko penyakit komplikasi akibat diabetes, kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes.

    Kopi mengandung mineral, seperti magnesium dan kromium. Meningkatkan asupan magnesium dapat membantu menekan risiko terkenal diabetes tipe-2.

    Namun, kopi hanya mengandung sejumlah mineral jika dibandingkan makanan lain. Sehingga, jangan hanya mengandalkan kopi untuk asupan vitamin atau mineral harian.

    Menurut penelitian yang disebut Health Shots, minum 3 hingga 4 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menekan risiko seseorang terkena diabetes tipe-2.

    Dalam penelitian tahun 2014, orang yang menambah asupan kopi lebih dari 1 cangkir per hari selama 4 tahun, memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2 daripada mereka yang mengonsumsi kopi seperti biasa.

    Jika ingin tahu efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin, bisa lihat pada halaman selanjutnya!

    3. Efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi hitam tawar tanpa pemanis tidak menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga aman bagi penderita diabetes. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi hitam tawar tidak menyebabkan lonjakan gula darah atau kadar glukosa darah. Hal ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes yang suka minum kopi hitam.

    Namun, menurut penelitian, kafein dalam kopi dapat menghambat sensitivitas insulin, yang akhirnya membuat kopi menjadi pilihan tidak ideal.

    Meski demikian, kopi mengandung senyawa bioaktif tertentu, seperti asam klorogenat, polifenol, kromium, atau magnesium yang dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Sehingga, senyawa bioaktif lainnya ini dapat mengimbangi efek dari kafein.

    4. Kopi yang paling pas untuk penderita diabetes

    Penderita diabetes bisa mengonsumsi kopi tawar tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Selain memengaruhi lonjakan gula darah, minum kopi dengan pemanis juga akan menghilangkan manfaat kopi.

    Zat tambahan ini dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak negatif pada kontrol gula darah. Ahli gizi Avni Kaul menekankan kepada penderita diabetes untuk memantau respon mereka terhadap kopi dan menghindari zat tambahan yang mengandung kopi.

    Penderita diabetes juga lebih disarankan minum kopi rendah kafein atau tanpa kafein supaya mendapatkan manfaat maksimal. Mereka pun dapat mengandalkan kopi sebelum berolahraga, untuk menurunkan risiko lonjakan gula darah.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Saat Menikmati Kopi, Bagusnya Cepat atau Pelan-pelan?


    Jakarta

    Penikmat kopi biasanya punya cara tersendiri untuk menikmati secangkir kafein mereka. Ada yang diminum cepat, tapi ada pula yang diseruput perlahan. Mana yang lebih baik?

    Minum kopi sudah jadi bagian rutinitas banyak orang. Mulai dari pagi hari sebelum beraktivitas hingga sore hari setelah lelah beraktivitas seharian.

    Tak sekadar minuman, kopi sering diandalkan untuk meningkatkan energi dan fokus. Mengingat kafein pada kandungan kopi dapat memberikan manfaat tersebut.


    Namun, cara menikmati kopi masih sering menjadi perdebatan. Khususnya dalam durasi menikmati kopi, ada yang cepat-cepat dan ada pula yang diseruput perlahan.

    Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, seperti yang dikutip dari Black Insomnia (30/03/22), berikut penjelasannya:

    1. Minum kopi cepat-cepat

    Saat Menikmati Kopi, Bagusnya Cepat atau Pelan-pelan?Minum kopi cepat-cepat bisa memungkinkan kamu mendapatkan rasa dan suhu terbaik Foto: iStock

    Minum kopi cepat-cepat bisa memungkinkan kamu mendapatkan rasa dan suhu terbaik saat menikmati kopi, khususnya pada kopi yang diseduh panas.

    Mengingat, jika diminum lebih lama, maka suhu kopi akan menurun. Dan tak ada yang suka menikmati kopi bersuhu ruangan dari cangkir yang dibuat satu jam yang lalu.

    Namun, minum kopi cepat-cepat bisa berisiko menyebabkan sakit perut, karena tegukan yang cepat itu akan mengganggu pencernaan. Kondisi ini disebut juga aerophagia.

    2. Minum kopi secara perlahan

    Jika kamu minum kopi secara perlahan, memungkinkan kafein akan dilepas ke dalam sistem tubuh lebih lambat. Ini dapat memperkecil kemungkinan terjadi ‘kecelakaan’ kafein yang tidak diinginkan.

    Cara minum kopi seperti ini juga dapat membuat tubuh meluangkan waktu untuk memproses kafein. Kamu pun bisa merasakan tingkat energi perlahan meningkat dengan lembut.

    Menurut ahli gizi Maddie Pasquariello, minum kopi secara perlahan selama satu jam akan menghasilkan efek yang bertahap. Paling tidak kopi dinikmati dalam waktu 15-30 menit.

    Jika lebih dari itu, memungkinkan rasa kopi sudah tidak enak. Selain itu, juga paparan yang terlalu lama ke permukaan gigi bisa menyebabkan gigi berlubang.

    Mana yang lebih bagus, minum kopi cepat atau pelan-pelan? Penjelasannya ada di halaman selanjutnya.

    3. Mana yang lebih bagus?

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungMinum kopi Foto: Ilustrasi iStock

    Minum kopi cepat atau perlahan sebenarnya tergantung selera dan tergantung dengan kebutuhan kafein pribadi. Idealnya, kopi dinikmati dalam kecepatan standar, tidak terlalu cepat atau pun lambat.

    Namun, jika kamu memiliki kebutuhan khusus tentang bagaimana kafein seharusnya memengaruhi untuk memberikan manfaat maksimal, hanya tubuh kamu yang mengetahuinya.

    Jadi, kamu dapat memilihnya dengan segala pertimbangan kelebihan dan kekurangan seperti yang sudah dijabarkan di atas.

    (raf/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan Jantung


    Jakarta

    Dikenal sehat untuk tubuh, konsumsi kopi ternyata bagus untuk melindungi kesehatan jantung. Hal ini ditemukan dalam penelitian terbaru.

    Selama ini kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang berfungsi tak hanya menambah energi untuk tubuh, tapi juga bagus untuk kesehatan jantung. Klaim ini sudah ada sejak dulu dan berdasarkan banyak penelitian yang mengkaitkan antara jantung dan konsumsi kopi.

    Dilansir dari Science Alert (19/09), ada lagi satu penelitian baru yang mengkonfirmasi bahwa asupan kafein dalam kopi bisa melindungi kesehatan jantung jika diminum sesuai aturan per harinya.


    Penelitian ini mengambil data lebih dari 300,000 peserta di UK Biobank, yang diteliti oleh para penelitia dari China hingga Swedia. Penelitian ini berlangsung selama 11 tahun, dengan para peneliti menganalisa hubungan konsumsi kopi dan teh dengan kesehatan jantung.

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungPenelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan Jantung Foto: Ilustrasi iStock

    Mereka memperhatikan antara asupan kafein dengan kaitan menurunnya risiko gangguan yang berkaitan dengan kardiometabolik. Ini termasuk kondisi seperti hipertensi, stroke, diabetes, atau penyakit jantung koroner.

    Peserta dalam penelitian yang mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang setiap hari, kira-kira tiga cangkir kopi atau lebih atau lima cangkir teh atau lebih, memiliki risiko relatif lebih rendah 40% untuk mengidap penyakit yang berkaitan dengan kondisi kardiometabolik.

    “Temuan ini menyoroti bahwa rutin konsumsi kopi atau kafein dalam jumlah sedang setiap hari bisa memiliki manfaat kesehatan yang lebih luas, termasuk untuk mencegah masalah kesehatan yang berkaitan denga kardiometabolik pada tubuh,” tulis para peneliti, yang dipimpin oleh ahli epidemiologi Xujia Lu dari Universitas Soochow di China.

    Banyak penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan hasil kesehatan kardiovaskular dan neurologis yang lebih baik. Orang yang minum sekitar 3,5 cangkir sehari tampaknya memperoleh manfaat paling banyak.

    Selain itu dikutip dari News Medical, minum satu cangkir kopi sehari dapat membantu penyintas serangan jantung dengan menurunkan risiko kematian setelah serangan jantung. Selain itu, dapat mencegah serangan jantung atau stroke pada individu yang sehat.

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungPenelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan Jantung Foto: Ilustrasi iStock

    dr. Vito Damay, selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah mengungkapkan juga manfaat minum kopi untuk kesehatan jantung lewat video di YouTube DRV Channel. Ia menyebutkan kalau akan baik dan bermanfaat jika dikonsumsi dalam porsi yang cukup, tidak berlebihan.

    “Kopi merupakan bagian dari diet yang sehat untuk jantung,” kata dr. Vito Damay.

    Selain itu dari penelitian terbaru ini ditemukan juga bahwa konsumsi sekitar 5 cangkir teh sehari dikaitkan dengan risiko diabetes tipe dua yang lebih rendah. Diabetes tipe dua ini dikenal bisa memicu masalah penyakit lain seperti stroke.

    Di akhir penelitian, para peneliti menjelaskan bahwa perlunya penelitian lebih lanjut untuk verifikasi temuan ini yang menunjukkan bahwa asupan kafein dalam ukuran sedang, bisa memiliki manfaat untuk melindungi kesehatan jantung.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Kopi Bisa Mencerahkan ‘Mata Panda’, Ikuti Cara Ini!


    Jakarta

    Tak hanya enak diminum, kopijuga bisa dijadikan racikan masker mata. Masker mata ini bisa mencerahkan lingkaran hitam di bawah mata atau ‘mata panda’.

    Kopi dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hal yang bermanfaat. Di antaranya untuk kesehatan kulit wajah, termasuk mencerahkan area bawah mata yang menghitam atau mata panda.

    ‘Mata panda’ ini kerap dialami oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan faktor kelelahan yang diakibatkan terlalu lama di depan laptop, kurang tidur, dan lainnya.


    Banyak produk kecantikan wajah yang menawarkan khasiat mencerahkan area mata panda. Namun, kamu bisa juga mencerahkannya dengan cara alami, salah satunya menggunakan kopi.

    Kopi Untuk Perawatan Kulit

    masker kopi untuk cerahkan mata pandamasker kopi untuk cerahkan mata panda Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dilansir dari Health Shots (19/7/2024), kopi diketahui dapat merawat kesehatan kulit. Mulai dari mengatasi bibir pecah-pecah hingga mengubah kulit yang kusam menjadi lebih cerah.

    Kopi bertindak sebagai eksfoliator alami dan membantu menghilangkan sel kulit mati. Kafein yang terdapat dalam kopi juga dapat mengencangkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah saat dioleskan. Kopi juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit.

    Kopi Baik untuk Cerahkan ‘Mata Panda’

    Sirkulasi yang buruk adalah penyebab utama dari munculnya lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata. Dr. Amit Bangia, seorang dokter kulit menjelaskan kalau kopi mungkin bermanfaat dalam menghilangkan lingkaran hitam karena meningkatkan sirkulasi darah.

    Kopi juga bersifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan, yang berarti mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kurang tidur pada kulit di sekitar mata. Selain itu, kafein dalam kopi memiliki kemampuan untuk menyerap air yang terkumpul dan sangat efektif dalam mengurangi bengkak dan bengkak di sekitar mata.

    Penelitian lain yang mendukung fakta ini terdapat dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. Penelitian ini menyatakan bahwa aplikasi kafein topikal dapat efektif dalam mengatasi lingkaran hitam.

    Cara Menggunakan Kopi untuk ‘Mata Panda’

    masker kopi untuk cerahkan mata pandamasker kopi untuk cerahkan mata panda Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dalam mengatasi ‘mata panda’, kopi tidak diracik jadi minuman, melainkan diracik menjadi masker. Masker untuk mata ini dapat membantu mata panda lebih cerah.

    Racikan masker mata ini terdiri dari berbagai jenis. Campuran maskernya juga berbeda-beda, ada yang menambahkan vitamin E, minyak almond, dan minyak kelapa.

    masker kopi untuk cerahkan mata pandamasker kopi untuk cerahkan mata panda Foto: Getty Images/iStockphoto

    1. Racikan Kopi dan Vitamin E

    Untuk membuat racikan masker kopi satu ini, kamu memerlukan 1 sendok makan bubuk kopi, 1 sendok makan madu, dan 1 kapsul vitamin E. Kemudian, campur semua bahan menjadi satu hingga kental membentuk pasta,

    Lalu, oleskan masker secara merata pada area bawah mata. Biarkan mengering 10 menit, baru setelah itu digosokkan agar sel kulit mati terangkat. Kemudian, bilas muka dengan air dingin.

    2. Racikan Kopi dan Minyak Almond atau Minyak Kelapa

    Cara membuat pasta dari kopi ini bisa ditambahkan minyak almond atau minyak kelapa. Siapkan 1 sendok makan bubuk kopi dan 10-15 tetes minyak almond atau minyak kelapa. Campur semua bahan dalam mangkuk hingga menjadi pasta yang halus.

    Pasta kopi dan minyak esensial ini harus didiamkan terlebih dahulu dalam kulkas selama 30 menit. Setelah dingin, oleskan di bawah mata yang menghitam dan diamkan 10 menit.

    Setelah itu, bilas wajah dengan air dingin. Lakukan hal ini setidaknya selama 3 kali seminggu agar terasa maksimal.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Apakah Minum Kopi Picu Peradangan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Beberapa kabar beredar jika minum kopi dapat menyebabkan peradangan atau memperburuk kondisi peradangan. Namun, apakah pernyataan ini benar? Ini kata ahli!

    Minuman berkafein seperti kopi telah menjadi minuman sehari-hari yang dikonsumsi karena khasiatnya. Selain karena manfaatnya, pencinta kopi juga mungkin sangat menyukai profil rasa dan kenikmatan dari minuman tersebut.

    Meskipun banyak orang suka minum kopi, tetapi ada beberapa dari mereka yang menghindarinya. Jika tidak menghindari, mungkin mereka merasa bersalah setelah minum kopi.


    Terlepas dari manfaatnya, kopi juga disebut-sebut dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Salah satunya yaitu dapat menyebabkan peradangan, atau setidaknya memperburuk gejala kondisi peradangan, seperti nyeri sendi dan masalah gastrointestinal.

    Namun, apakah efek minum kopi benar demikian? Simak penjelasan dari ahli gizi, seperti dilansir dari eatingwell.com (05/07/2024).

    1. Hubungan kopi dengan peradangan

    7 Tips Pola Makan Sehat dari Ahli Gizi untuk Atasi Peradangan TubuhKopi sering dikaitkan dengan peradangan, mulai dari menghindari peradangan maupun justru memicu peradangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/amenic181

    Menurut riset yang disebut Eating Well, kopi tidak menyebabkan peradangan pada kebanyakan orang. Bahkan, dengan mereka yang biasa minum lebih dari satu atau dua cangkir kopi sehari.

    Studi tahun 2021 di Nutrients menemukan jika kopi mungkin memiliki efek anti peradangan pada tubuh. Efek ini dianggap sebagai alasan utama mengapa penelitian telah menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan risiko lebih rendah terhadap peradangan, termasuk Alzheimer, Parkinson, diabetes tipe-2. asam urat, hingga beberapa jenis kanker.

    Menurut ulasan tahun 2023 di Food Science & Nutrition, manfaat anti peradangan kopi berasal dari banyaknya senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Minuman ini mengandung senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan.

    Polifenol dalam kopi, seperti asam klorogenat, diterpene, dan trigonelline, dapat menghentikan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan kemudian menimbulkan peradangan.

    Beberapa polifenol juga ditemukan menghalangi produksi senyawa inflamasi dengan menghambat ekspresi gen dan enzim terkait dengan perkembangannya.

    Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dapat menurunkan satu atau lebih penanda inflamasi atau peradangan dalam darah. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena ada juga bukti yang bertentangan dengan hal ini.

    2. Bagaimana jika minum kopi dengan topping pemanis?

    Manis Pahit, Eiskaffee Khas Jerman yang Memadukan Kopi dan Es KrimKopi yang ditambah krim, gula, atau pemanis lainnya sebaiknya dihindari. Foto: VoltageCoffee

    Beberapa orang menyukai kopi yang ditambah dengan gula atau pemanis buatan. Sayangnya, kopi yang dicampur dengan bahan ini telah dikaitkan dengan peradangan.

    Ketika melihat potensi anti peradangan kopi, sebagian besar melakukan penelitian dengan melihat efek kopi hitam berkafein tanpa tambahan, seperti gula, pemanis, atau krim.

    Bahan-bahan tambahan itu sebenarnya mengandung gula tambahan, bahan kimia, dan lemak jenuh yang dapat memicu peradangan jika dikonsumsi berlebihan.

    Namun, penelitian sebelumnya pada tahun 2015 di American Journal of Epidemiology menunjukkan kopi tetap bermanfaat meskipun mengandung krim dan gula. Dalam hal peradangan, kemungkinan dampaknya akan kecil jika memang ditambah dalam jumlah sedikit.

    Penggemar kopi decaf atau tanpa kafein juga perlu berbahagia karena ada bukti menunjukkan bahwa kopi ini menawarkan manfaat sebanding dengan kopi biasa. Meskipun beberapa temuan menunjukkan penurunan penanda inflamasi mungkin sedikit berkurang daripada jika minum kopi berkafein.

    Jumlah kafein yang disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Jumlah kafein yang disarankan

    ilustrasi minum kopiBatasi asupan kafein hanya 400 mg per hari atau sekitar 4 sampai 5 gelas kopi. Foto: thinkstock

    Efek stimulan kafein adalah alasan mengapa banyak orang memilih minum kopi. Namun, perlu diingat terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan kegelisahan dan jantung yang berdebar kencang.

    Penelitian yang disebut Eating Well menggunakan subjek yang memiliki asupan kafein lebih tinggi, sekitar 3 sampai 7 cangkir. Hasilnya mereka memperoleh manfaat yang sangat mirip dengan subjek yang konsumsi lebih sedikit kafein.

    Namun, bukan berarti harus mengonsumsi kopi sebanyak itu. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA), batas kafein yang diminum setiap hari yaitu 400 miligram atau setara dengan 4 sampai 5 cangkir kopi berukuran kecil.

    Kopi memang sumber utama polifenol yang memberikan efek anti peradangan pada kebanyakan orang. Namun, tetap awasi asupannya secara keseluruhan. Pertimbangkan juga untuk beralih ke kopi tanpa krim gula, atau pemanis tambahan lainnya.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Minum Kopi Berbahaya Saat Cuaca Panas, Matcha Bisa Jadi Solusi


    Jakarta

    Konsumsi es kopi saat cuaca panas menjadi pilihan sebagian besar penikmat kopi. Ternyata, ahli justru menilai kopi tak aman untuk dikonsumsi saat cuaca panas.

    Bukan hanya Indonesia, beberapa negara di dunia juga sedang mengalami panas ekstrem beberapa waktu terakhir. Sengatan matahari yang terasa menembus kulit bagi sebagian orang dirasa mengganggu dan membuat malas beraktivitas.

    Rasa haus karena tenggorokan yang kering butuh penawar berupa minuman segar. Bagi penikmat kopi, menyeruput es kopi yang manis dan dingin dapat menjadi solusi.


    Ternyata ahli kesehatan menilai konsumsi kopi justru tidak dianjurkan ketika terjadinya gelombang panas ekstrem. Dilansir dari Food and Wine, Jumat (18/7), alasan kopi tak dianjurkan untuk dikonsumsi saat panas ialah karena kandungan kafeinnya.

    Baca juga: Ngeri! 5 Makanan Ekstrem dari Jawa Tengah Berbahan Darah hingga Ular

    Aerocano Kembali Populer, Kopi Hitam Creamy yang Bikin MelekKonsumsi es kopi yang menyegarkan ternyata tak disarankan ketika cuaca panas terik. Foto: Istimewa

    Pada penelitian yang dipublikasi melalui Journal of Science and Medicine in Sport (2015), kafein dapat menyebabkan efek diuretik minor yang sebenarnya dapat dihindari dengan berolahraga. Tetapi kekhawatiran akan kehilangan cairan tubuh yang justru lebih banyak disoroti ahli.

    Apalagi ketika tubuh manusia terpapar suhu panas, berkeringat menjadi salah satu bentuk reaksi yang terjadi. Keluarnya keringat merupakan salah satu bentuk berkurangnya cairan tubuh.

    Hal ini disetujui oleh Linda Lin, ahli gizi dan kesehatan, yang justru menyarankan asupan lain selain kopi. “Jika kamu ingin menikmati minuman berkafein (saat cuaca panas), matcha akan menjadi pilihan yang lebih lembut daripada kopi,” ujar Lin.

    Satu cangkir matcha dengan campuran bubuk matcha 2-4 gram mengandung 38-176 miligram kafein berdasarkan jenis dan kualitasnya. Sementara pada kopi secangkir kopi terdapat 95-200 miligram kafein.

    5 Komponen Penting Meracik Kopi Agar Rasanya Lebih MaksimalAlasannya mengacu pada efek diuretik kafein yang dapat memicu dehidrasi. Foto: Getty Images/VadimZakirov

    Kadar kafein yang tinggi masuk ke dalam tubuh tidak hanya akan dicerna sebagai dorongan energi. Tetapi ada juga efek sampingnya seperti diuretik.

    Ketika diterpa suhu panas tinggi yang intens hingga berkeringat dibarengi dengan buang air kecil yang lebih sering, maka tubuh manusia akan lebih berisiko tinggi mengalami dehidrasi.

    Selain itu, alasan matcha lebih disarankan juga karena adanya kandungan L-theanin yang tidak ada di dalam kopi. Perpaduan kafein dan L-theanin memberikan fokus yang lebih tajam dengan durasi yang lebih lama.

    Ahli kesehatan juga menyarankan beberapa asupan alternatif lain pengganti es kopi saat panas terik. Misalnya seperti air kelapa, minuman elektrolit, atau es teh seduhan herbal yang berkhasiat nan menyegarkan.

    (dfl/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih ‘Greng’


    Jakarta

    Tak hanya rasanya yang enak, kopi punya manfaat lain. Seperti kafein dalam kopi disebut bisa bantu tingkatkan stamina hingga gairah seksual pada pria.

    Minum kopi di pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun selain membantu tubuh lebih segar dan fokus, ternyata kafein dalam kopi juga disebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan seksual pria.

    Sejumlah penelitian mengungkap konsumsi kopi dalam jumlah yang tepat bisa membantu meningkatkan stamina seksual, meredakan kecemasan performa, dan berpotensi memperbaiki disfungsi ereksi.


    Salah satu alasan kopi dianggap bermanfaat untuk fungsi seksual adalah karena efek kafein terhadap aliran darah dan hormon. Kafein dapat membantu melemaskan otot halus dan memperlancar peredaran darah, termasuk ke area genital.

    Tak hanya itu, ada pula studi yang menunjukkan kafein dalam dosis rendah hingga sedang dapat meningkatkan kadar testosteron sementara, terutama jika dikonsumsi sebelum berolahraga.

    Dilansir dari Very Well Health, Jumat (04/07/2025), berikut hasil empat penelitian yang mengkaitkan antara kopi dan manfaatnya pada kehidupan seksual:

    1. Bantu Ereksi Lebih Kuat

    Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih 'Greng'Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih ‘Greng’ Foto: Getty Images/iStockphoto

    Beberapa penelitian menunjukkan kafein membantu merelaksasi otot halus pada pembuluh darah, termasuk di sekitar area vital pria. Efek ini diyakini dapat memperlancar aliran darah ke penis dan membantu ereksi jadi lebih maksimal.

    Dalam sebuah studi pada 2015 yang melibatkan 3.700 pria dewasa, konsumen kopi 1-2 cangkir per hari punya risiko 42% lebih rendah mengalami disfungsi ereksi dibanding yang tidak minum kopi sama sekali.

    Namun penelitian lanjutan pada pria usia 40 tahun ke atas menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian ini menyebut tidak ditemukan kaitan jelas antara konsumsi kopi jangka panjang dan performa ereksi.

    Perlu diingat, kopi bukan obat disfungsi ereksi. Konsumsi kafein berlebihan, apalagi sampai 1.200 mg per hari (setara 12 cangkir kopi) malah bisa menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah naik, hingga memperparah gangguan ereksi.

    2. Meningkatkan Testosteron

    Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih 'Greng'Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih ‘Greng’ Foto: Getty Images/iStockphoto

    Testosteron berperan besar dalam dorongan seksual pria. Nah, sejumlah studi menyebut kafein dalam dosis rendah bisa menaikkan kadar hormon ini.

    Pada atlet, misalnya, konsumsi kafein sebelum olahraga terbukti bisa meningkatkan testosteron usai latihan. Tetapi untuk pria biasa yang tak sedang berolahraga dampaknya tidak sekuat itu.

    Dosis juga menjadi kuncian dalam hal ini. Kandungan kafein di bawah 400 miligram per hari (sekitar 3-4 cangkir kopi) mungkin membantu kenaikan testosteron, tetapi kalau berlebihan bisa menurunkan testosteron. Artinya kopi bisa memiliki efek kesehatan yang positif selama dikonsumsi dalam batas wajar.

    3. Meningkatkan Performa di Ranjang

    Ngopi sebelum aktivitas fisik sering dikaitkan dengan peningkatan stamina, termasuk dalam urusan seks. Kafein membantu melawan kelelahan pada tubuh dengan memblokir senyawa AMP, yang bisa bikin tubuh cepat lelah.

    Kopi bisa mulai bekerja sekitar 45 menit setelah diminum, tepat saat kadar kafein dalam darah mencapai puncak. Dalam dosis 40-300 miligram (setara1-3 cangkir kopi), kafein juga bisa bikin tubuh lebih fokus, sigap, dan tahan lebih lama.

    Maka tidak heran kalau sebagian orang merasa punya tenaga tambahan usai ngopi sebelum sesi bercinta.

    4. Kurangi Grogi di Momen Intim

    Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih 'Greng'Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih ‘Greng’ Foto: Getty Images/iStockphoto

    Cemas saat akan melakukan aktivitas seksual bisa bikin pria sulit tampil maksimal, bahkan saat kondisi tubuh sebenarnya sehat. Hal ini biasa disebut performance anxiety dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari rasa kurang percaya diri, takut tidak memuaskan pasangan, sampai khawatir ejakulasi terlalu cepat.

    Walaupun kopi bukan solusi untuk masalah ini, beberapa studi menyebut bahwa kafein bisa bantu meningkatkan rasa percaya diri, fokus, dan suasana hati, terutama pada pria. Tapi bagi wanita, konsumsi kafein berlebihan justru bisa memicu kecemasan. Jadi efeknya bisa berbeda tergantung pada jenis kelamin dan seberapa banyak kopi yang dikonsumsi.

    5. Risiko Overdosis

    Meski kopi punya banyak potensi manfaat, bukan berarti bisa dikonsumsi seenaknya. Asupan kafein yang dianjurkan maksimal 400 miligram per hari atau sekitar 4 cangkir kopi seduh.

    Kalau lewat dari batas itu, efek samping seperti jantung berdebar, susah tidur, gelisah, atau masalah pencernaan bisa muncul. Tentunya semua ini justru bisa berdampak negatif pada kehidupan seksual.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Minum Kopi Bisa Cegah ‘Mental Breakdown’, Ini 5 Alasannya


    Jakarta

    Minum kopi tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan memberi dorongan energi. Kopi juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan mental karena 5 alasan ini.

    Rasanya yang pahit asam dengan aroma menyegarkan membuat kopi digemari banyak orang. Kopi juga menjadi minuman serbaguna yang cocok dipadukan dengan bahan lain, seperti gula, susu, atau rempah.

    Terlepas dari rasanya, kopi banyak dicari karena manfaat kandungan kafeinnya. Kopi bisa mendorong energi sampai meningkatkan suasana hati. Secara khusus minum kopi juga bisa membantu meningkatkan Kesehatan otak dan mengurangi stress.


    Lantas, bagaimana cara kerja kopi yang bisa membantu otak lebih sehat, bahagia, dan cegah mental breakdown? Dilansir dari stokescoffee.com pada 2 Mei 2025, berikut penjelasannya.

    1. Kopi meningkatkan suasana hati

    Konsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak OptimalMinum kopi bisa meningkatkan suasana hati karnea kafeinnya bisa meningkatkan dopamin dan serotonin. Foto: Ilustrasi iStock

    Secangkir kopi di pagi hari tidak hanya meningkatkan energi fisik, tetapi memiliki manfaat signifikan pada kesehatan mental terutama dalam mengurangi risiko depresi.

    Kafein di dalam kopi merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan produksi neurotransmitter tertentu, seperti dopamine dan serotonin yang berfungsi memberikan rasa senang.

    Zat ini sama dengan yang ingin ditingkatkan oleh banyak obat antidepresan. Itu sebabnya minum kopi bisa meningkatkan suasana hati.

    Penelitian yang dilampirkan oleh situs Stokes Coffee menemukan minum 2 sampai 4 cangkir kopi per hari memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak konsumsi kafein.

    2. Kopi meningkatkan fungsi kognitif

    Rutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata AhliKafein pada kopi juga bertindak sebagai stimulan otak. Foto: Ilustrasi iStock

    Bahan aktif kafein dalam kopi juga mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein bertindak sebagai stimulan otak yang mampu meningkatkan perhatian, fokus, dan memori.

    Efek stimulan dari kafein bekerja dengan cara menghalangi adenosin, neurotransmitter yang meningkatkan relaksasi dan rasa kantuk. Pemblokiran ini menyebabkan peningkatan kadar dopamine dan norepinefrin pada otak untuk memproses informasi. Hasilnya, kopi bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih dan memproses informasi lebih cepat.

    Manfaat kopi lainnya untuk Kesehatan mental bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kopi mengurangi stress dan kecemasan

    minum kopiKandungan di dalam kopi bisa membantu kurangi stress hingga kecemasan asalkan kopi diminum dalam batas wajar. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver

    Minum kopi juga bisa meredakan tingkat stress pada situasi tertentu.

    Kemampuan kopi untuk meningkatkan kadar dopamine berperan penting dalam hal ini. Dopamin yang meningkat mampu membuat suasana hati lebih baik dan membantu meredam efek negatif stress.

    Kopi juga meningkatkan norepinefrin, hormon yang meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Meskipun begitu, kopi tetap bisa membantu mengurangi stress. Hal terpenting yaitu mengonsumsinya secara moderat, tidak berlebihan. Minum kopi berlebihan hanya akan memperburuk kecemasan.

    4. Meningkatkan produktivitas dan fokus

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaMereka yang ingin meningkatkan produktivitas bisa mengonsumsi kopi. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi menjadi teman terbaik dalam meningkatkan produktivitas. Kafein di dalamnya mampu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Pekerjaan pun terasa lebih ringan usai minum kopi.

    Kafein juga mentsimulasi otak dan meningkatkan kadar dopamine dan noradrenalin yang mampu meningkatkan daya ingat, fungsi kognitif, dan pengambilan keputusan.

    Minum kopi juga bisa mencegah kelelahan. Alasannya karena kopi memiliki kemampuan untuk merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kejernihan mental.

    5. Atasi sakit kepala akibat stress

    Kopi juga bisa meredakan nyeri fisik tertentu, termasuk sakit kepala dan ketegangan otot. Efek stimulasi yang datang dari kafein bisa mengendurkan otot tegang dan meningkatkan sirkulasi.

    Beberapa penelitian yang disebut oleh situs Stokes Coffee juga menemukan kopi bisa mengurangi migrain, terutama bila dikonsumsi di awal siklus. Semua manfaat ini bisa didapat jika kopi dikonsumsi secukupnya.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Duh! Ngopi Salah ‘Timing’ Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola Tidur


    Jakarta

    Kopi bisa jadi minuman yang sehat untuk tubuh. Tapi jika diminum di waktu yang salah, justru berdampak buruk bagi tubuh. Sebaiknya hindari ngopi di jam ini.

    Minum kopi memang jadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan bagi banyak orang. Aroma dan rasanya yang khas sering dijadikan semangat untuk mengawali hari, bahkan beberapa orang bisa menikmati kopi berkali-kali dalam sehari.

    Namun meski kopi memiliki rasa yang nikmat, konsumsi kopi di waktu yang tidak tepat berdampak buruk bagi kesehatan. Terutama untuk sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi di tubuh.


    Melansir Food NDTV (24/06), berikut ini adalah panduan dari para ahli kesehatan mengenai waktu-waktu yang sebaiknya dihindari untuk menikmati secangkir kopi:

    1. Jangan Berlebihan

    Duh! Ngopi Salah 'Timing' Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola TidurDuh! Ngopi Salah ‘Timing’ Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola Tidur Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Kopi mengandung kafein yang berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat. Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), asupan kafein yang disarankan per hari tidak boleh lebih dari 300 miligram atau setara dengan 3 cangkir berukuran sedang.

    Sebagai gambaran, satu cangkir kopi seduh (150 ml) mengandung sekitar 80-120 mg kafein. Sedangkan kopi instan mengandung 50-65 mg kafein. Sehingga Jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan tidur, serta meningkatkan kecemasan.

    2. Hindari Saat Perut Masih Kosong

    Meskipun banyak orang terbiasa minum kopi sebagai ritual atau rutinitas di pagi hari, tapi menurut ahli ayurveda Dr. Dixa Bhavsar Savaliya menyarankan agar kebiasaan ini dihentikan. Tentunya ada alasan khusus mengapa banyak ahli kesehatan tidak merekomendasikan minum kopi saat baru bangun tidur di pagi hari.

    Minum kopi dalam keadaan perut kosong dapat mengganggu produksi hormon kortisol yang berperan mengatur stres. Jika kadar kortisol terganggu, tubuh bisa merespons dengan perasaan gelisah, lelah, atau tidak stabil secara emosional sejak awal hari.

    3. Jangan Bersamaan dengan Makanan

    Duh! Ngopi Salah 'Timing' Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola TidurDuh! Ngopi Salah ‘Timing’ Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola Tidur Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Kebiasaan menyeruput kopi sambil makan atau setelah makan juga patut dikoreksi. Kopi bersifat asam dan dapat memperlambat proses pencernaan. Bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan berprotein, keasaman kopi dapat menyebabkan protein menjadi lebih sulit dicerna.

    Selain itu, kafein dalam kopi juga dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Para ahli menyarankan untuk memberi jeda setidaknya satu jam sebelum dan sesudah makan jika ingin minum kopi.

    Cek Penjelasan Lain di Halaman Berikutnya!

    4. Perhatikan Waktunya

    Duh! Ngopi Salah 'Timing' Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola TidurDuh! Ngopi Salah ‘Timing’ Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola Tidur Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Bagi yang senang ngopi di sore atau malam hari, penting untuk memperhatikan waktu terakhir mengonsumsi kopi. Dr. Savaliya menganjurkan agar kafein dihindari setidaknya 6-10 jam sebelum waktu tidur.

    Artinya sebaiknya hentikan konsumsi kopi setelah pukul 16.00. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas tidur, mendukung detoksifikasi hati, menurunkan kadar kortisol, serta memperlancar fungsi pencernaan di malam hari.

    Meskipun kopi bisa memberi manfaat seperti meningkatkan fokus dan energi, penting untuk tetap bijak dalam mengonsumsinya. Memerhatikan waktu dan jumlah asupan kopi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh tanpa harus menghilangkan kenikmatan minum kopi dari rutinitas harian.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective