Tag: makanan sehat

  • Sering Makan Gorengan? Ini 4 Penyakit yang Mengancam


    Jakarta

    Banyak orang sering makan gorengan untuk membatalkan puasa. Tak heran, bakwan, pisang goreng, tahu isi, risol, hingga tempe selalu laris di tukang gorengan.

    Sebenarnya, mengonsumsi gorengan untuk berbuka puasa atau sahur tak ada salahnya. Namun, porsi dan kebiasaan makan gorengan saat bulan puasa harus dikendalikan. Sebab, mengonsumsi terlalu banyak gorengan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

    Berikut risiko kesehatan yang mengintai bila terlalu banyak dan sering makan gorengan untuk berbuka puasa.


    1. Obesitas

    Pola makan mencegah obesitasGorengan yang mengandung kalori dan lemak tinggi bisa sebabkan obesitas. Foto: iStock

    Makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Sebab, makanan yang digoreng akan kehilangan kadar air yang terkandung di dalamnya dan menyerap lemak berlebih. Akibatnya, makanan tersebut akan memiliki kadar lemak yang tinggi.

    “Sebagai contoh, 100 gram kentang yang dipanggang akan mengandung 93 kalori dan 0.13 gram lemak, sedangkan pada 100 gram kentang yang digoreng akan mengandung 312 kalori dan 15 gram lemak,” papar dokter spesialis gizi klinik dari Eka Hospital Cibubur, dr. Imelda Goretti melalui keterangannya.

    Imelda mengatakan, makanan yang memiliki kalori serta lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas. Obesitas adalah kondisi ketika lemak yang menumpuk di dalam tubuh sangat banyak. Bila tidak segera ditangani, obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, hingga diabetes.

    2. Kanker

    Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambalKonsumsi gorengan ini juga bisa menimbulkan risiko kanker. Foto: Getty Images/ary pranggawan

    Imelda mengatakan, makanan yang digoreng berpotensi tinggi menghasilkan zat akrilamida. Akrilamida adalah senyawa berbahaya yang timbul jika makanan digoreng terlalu lama dalam minyak.

    “Diketahui, [zat akrilamida] merupakan zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng,” jelas dr. Imelda.

    Ia menjelaskan, zat akrilamida adalah reaksi kimia dari gula dan asam amino yang disebut asparagine. Zat ini terbentuk di dalam beberapa makanan, seperti kentang, daging merah, dan makanan bertepung yang diproses dengan suhu tinggi, salah satunya dengan digoreng.

    3. Penyakit Jantung

    penyakit jantungGorengan juga berpengaruh pada riisko tekanan darah dan penyakit jantung. Foto: iStockphoto

    Gorengan berpengaruh besar pada risiko meningkatnya tekanan darah, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hal ini karena gorengan memiliki kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

    Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

    4. Diabetes Tipe 2

    Menurut studi oleh Shenzhen University Health Science Center, mengonsumsi gorengan secara terus-menerus berkaitan erat dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2.

    Berdasarkan penelitian tersebut, risiko diabetes tipe 2 seseorang yang makan gorengan empat hingga enam kali per minggu dapat meningkat hingga 39 persen. Sementara itu, jika gorengan dimakan lebih dari tujuh kali dalam seminggu, peningkatannya menjadi 55%.

    “Penelitian menemukan orang yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko mengalami resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2,” kata dr. Imelda.

    Sebagai alternatif, dr. Imelda menyarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti kurma, jus buah, dan air mineral sebagai menu berbuka puasa. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup dengan menggunakan metode masak selain goreng, yakni rebus, kukus, atau panggang.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 5 Makanan Tinggi Kalori Ini Justru Disarankan Ahli Gizi


    Jakarta

    Makanan tinggi kalori kerap dicap buruk untuk kesehatan. Namun, ahli gizi justru menyarankan beberapa jenisnya dikonsumsi karena bisa menambah nilai gizi.

    Tanpa disadari makanan berkalori tinggi mungkin seringkali dikonsumsi. Sayangnya, makanan ini kerap memiliki reputasi buruk.

    Makanan tinggi kalori biasanya mengandung gula dan lemak dalam jumlah banyak. Alhasil makanan ini tidak bisa menjadi bagian dari diet gizi seimbang.


    Terlebih ketika dikonsumsi berlebih, bisa meningkatkan berat badan dan risiko terkena penyakit jantung. Meskipun begitu, tidak semua makanan berkalori tinggi bahaya untuk kesehatan.

    Menurut para ahli ada beberapa makanan tinggi kalori yang layak dikonsumsi sehari-hari. Melansir EatingWell, berikut daftar makanannya!

    1. Kacang-kacangan

    kacang almondKacang almond termasuk salah satu jenis kacang-kacangan yang bisa dikonsumsi. Foto: iStock

    Di balik ukurannya yang kecil, kacang-kacangan punya kalori tinggi. Dalam 100 gramnya mengandung 576 kalori.

    Namun, kacang bagus dikonsumsi karena mengandung lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

    Kandungan lemak tersebut penting untuk fungsi otak dan kesehatan jantung.

    Selain kalori, kacang-kacangan juga kaya akan serat, protein, dan berbagai vitamin, serta mineral. Salah satu kacang yang direkomendasikan yaitu kacang almond.

    Menurut ahli gizi Melissa Rifkin, MS, RDN, CDN, kacang almond bisa menyehatkan jantung dan dapat mengurangi peradangan, serta stres oksidatif bagi penderita diabetes tipe-2.

    Kacang almond juga memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan lemak sehat, serat, dan magnesium tinggi untuk meningkatkan kontrol gula darah.

    Ahli diet Rifkin juga menyoroti hubungan asupan kacang almond dengan kesehatan usus.

    “Almond mengandung serat, polifenol, dan lemak tak jenuh yang semuanya berperan dalam mendukung kesehatan usus,” ujarnya.

    Namun, tetap asupannya perlu diperhatikan. Para ahli merekomendasikan konsumsi 28 gram (segenggam kecil) atau sekitar 23 butir kacang almond per hari.

    Disarankan juga untuk mengonsumsi kacang almond tanpa garam tambahan atau pemanis buatan supaya mendapat kesehatan maksimal.

    2. Telur

    tips masak telur rebus yang mudah dipraktekkanTelru juga padat kalori tetapi mengandung banyak nutrisi lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Telur termasuk makanan yang padat kalori. Dalam satu butir telur terkandung 71 kalori. Sedangkan di dalam 100 gramnya terkandung 155 kalori.

    Meskipun begitu, kalori di dalam telur mengandung nutrisi yang kuat.

    Ahli gizi Megan Huff, RD, LD mengungkap kalau telur penuh dengan mikronutrien penting, seperti kolin, vitamin B12, vitamin D, dan selenium. Telur juga merupakan sumber protein yang baik.

    Banyak yang beranggapan kandungan kolesterol telur menyebabkan kadar kolesterol darah meningkat. Namun, sebagian besar studi epidemiologi yang disebut situs Eating Well menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara mengonsumsi satu telur setiap hari dengan kadar kolesterol darah dan risiko kardiovaskular.

    Daftar makanan berkalori tinggi lainnya dan disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Produk susu

    Alternatif Susu Pengganti Susu SapiMinum susu sapi juga tidak sepenuhnya buruk karena kandungan lemaknya tidak sebanyak yang dikira. Foto: Getty Images

    Menurut ahli gizi Sarah Hester, MS, RD, tidak semua susu mengandung banyak lemak.

    Meskipun memang dalam 250 ml susu sapi mengandung 100-150 kalori, tetapi menurutnya, susu murni di rak-rak toko hanya mengandung 3,25% lemak.

    Sekalipun mengandung lemak, tetapi di dalamnya juga terdapat nutrisi penting.

    Selain itu, produk olahan susu berlemak tinggi juga bisa membuat seseorang kenyang lebih lama.

    Data yang dipublikasikan dalam Nutrition Research menyoroti bahwa makanan olahan susu, terlepas dari kandungan lemaknya, tidak berdampak negatif pada kesehatan kardiometabolik (sekelompok kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kardiovaskular dan metabolisme), dan justru mampu meringankan faktor risiko kardiometabolik tertentu.

    4. Keju

    Keju CheddarKeju juga padat kalori tetapi sebenarnya bernutrisi. Foto: Shutterstock/

    Keju juga mendapat reputasi buruk karena kandungan lemaknya. Di dalam 100 gram keju, khususnya keju cheddar terkandung 402 kalori.

    Namun, menurut ahli gizi Patricia Kolesa, beberapa keju sebenarnya bermanfaat untuk diet.

    Keju merupakan sumber protein yang baik. Dalam setiap onsnya mengandung sekitar 7 gram protein yang dapat membantu memperbaiki otot, mendukung transportasi sel, dan meningkatkan rasa kenyang.

    Di dalam keju juga terkandung mikronutrien yang merupakan sumber kalsium baik untuk kesehatan otot dan menjaga tulang tetap kuat.

    5. Kentang

    Reputasi buruk juga didapat oleh kentang karena tinggi kalori. Dalam satu kentang rebus berdiameter 6,5 cm mengandung sekitar 118 kalori.

    Meskipun begitu, kentang juga kaya akan nutrisi penting, seperti kalium, vitamin C, dan serat. Nutrisi ini membantu mendukung kesehatan jantung, kekebalan tubuh, kesehatan usus, dan masih banyak lagi.

    Meskipun makanan yang disebutkan di atas dianggap buruk karena kalorinya, tetapi kalori bukan satu-satunya penentu nilai gizi makanan.

    Makanan yang disebutkan di atas juga menawarkan banyak manfaat gizi, mulai dari vitamin dan mineral esensial berkualitas tinggi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Makanan Ini Punya Asam Lemak Omega-3 Lebih Tinggi dari Salmon


    Jakarta

    Punya kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi dibandingkan ikan salmon, beberapa makanan ini bermanfaat untuk kesehatan otak jantung.

    Ikan salmon dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 terbaik. Asam lemak omega-3 adalah jenis lemak esensial yang memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

    Ikan salmon kerap dipilih untuk memenuhi asupan minyak esensial tersebut. Dalam 100 gramnya, terdapat 2,1 gram yang terdiri dari EPA dan DHA.


    Namun, ada beberapa makanan lain yang kandungan asam lemak omega-3nya lebih tinggi dari ikan salmon. Manfaatnya dapat meningkatkan kesehatan otak dan jantung.

    Dikutip dari Eating Well (05/03/25) berikut 4 makanan tersebut:

    1. Biji Chia

    Kopi dicampur biji chiaBiji chia kaya akan asam lemak omega-3. Foto: iStock

    Biji chia merupakan jenis biji-bijian yang berasal dari Meksiko dan Guatemala. Biji-bijian berwarna hitam ini merupakan sumber asam lemak omega-3 berbasis nabati.

    Dalam 100 gram biji chia mengandung sekitar 12.8 gram asam lemak omega-3 khususnya jenis ALA (Alpha-Linelenic Acid). Manfaatnya dapat mencerdaskan otak hingga mengontrol kolesterol dan lemak darah.

    Selain itu, biji chia juga kaya akan serat, magnesium, dan fosfor yang berperan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan kesehatan mental.

    2. Makarel

    Makarel merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik dan bahkan jumlahnya lebih tinggi dibandingkan ikan salmon. Dalam 100 gram ikan makarel terdapat sekitar 4.58 gram asam lemak omega-3.

    JUmlah tersebut terdiri dari EPA dan DHA. Menariknya lagi, harga ikan makarel juga jauh lebih terjangkau dari ikan salmon. Hal ini membuat ikan makarel dapat jadi pilihan terbaik.

    Apalagi jenis ikan ini memiliki rasa yang kaya dan bisa dinikmati dengan cara dipanggang atau diasap. Mengonsumsi ikan makarel dapat meningkatkan kesehatan jantung, otak, dan sistem saraf.

    Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 lebih dari salmon ada di halaman selanjutnya.

    3. Ikan Herring

    Fish dishIkan herring ilustrasi. Foto: ilustrasi/thinkstock

    Ikan yang umum ditemukan di Samudra Atlantik dan Pasifik ini juga kaya akan asam lemak omega-3. Ikan ini mungkin tidak sepopuler salmon, tetapi kandungan asam lemak omega-3nya lebih tinggi.

    Dalam 100 gram ikan herring mengandung asam lemak omega-3 sebanyak 1,7 gram yang terdiri dari EPA dan DHA. Selain itu, ikan ini juga dikemas dengan antioksidan seperti vitamin E.

    Vitamin tersebut berperan melindungi sel dari kerusakan oksidatif, meningkatkan kesehatan otak, jantung, dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

    4. Walnut

    Selain biji chia, kacang walnut juga menjadi pilihan asam lemak omega-3 berbasis nabati terbaik. Dalam 100 gramnya mengandung sekitar 2,6 gram asam lemak omega-3 jenis ALA.

    Tak hanya bagus untuk kesehatan otak dan jantung, kandungan minyak esensial pada walnut tersebut juga berperan dalam pembentukan sel tubuh.

    Dengan nutrisi yang terkandung pada walnut, membuat kacang ini juga bermanfaat membantu menurunkan berat badan dan menurunkan risiko diabetes.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Jika Dikonsumsi Rutin 5 Makanan Ini Bisa Cegah Kerusakan Ginjal


    Jakarta

    Pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan ginjal. Pilihlah makanan yang kaya akan antioksidan karena dapat mencegah kerusakan ginjal.

    Ginjal adalah salah satu organ tubuh penting. Organ ini berperan menghilangkan kotoran dan racun di dalam tubuh. Selain itu, juga untuk mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan kadar elektrolit.

    Jika fungsi ginjal rusak, maka bisa kondisinya akan fatal karena akan menyebabkan penyakit mematikan. Mulai dari kanker, penyakit jantung, diabetes, dan lainnya.


    Cara mencegah kerusakan ginjal bisa dengan mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa penting dan memiliki sifat antioksidan.

    Dikutip dari Times of India (11/02/25) berikut 5 makanan untuk mencegah kerusakan ginjal.

    1. Bit

    buah bitbuah bit kaya akan antioksidan. Foto: iStock

    Kaya akan antioksidan dan nitrat, buah bit bisa mengurangi tekanan darah dan memperbaiki alirah darah. Buah bit juga tinggi akan serat yang bisa membantu mencerna makanan.

    Jika saluran pencernaan lancar, maka manfaatnya bisa membantu mendetoksifikasi ginjal. Selain itu, buah bit juga dikemas dengan betanin dalam jumlah tinggi.

    Betanin merupakan zat fitokimia yang dapat membantu membersihkan akumulasi struvite dan kalsium fosfat dalam ginjal. Dengan begitu meningkatkan fungsi ginjal.

    2. Tahu

    Tahu bisa menjadi pilihan makanan nabati yang dapat mencegah kerusakan ginjal karena kandungan proteinnya. Menurut ahli gizi Ruz, protein hewani memiliki kandungan asam lebih tinggi.

    Hal ini bisa membebani ginjal, karena ginjal berperan menyeimbangkan pH tubuh dan menghilangkan asam. Tahu merupakan salah satu makanan yang mendukung proses ini.

    “Tidak seperti protein hewani, protein nabati dapat membantu meningkatkan pH tubuh dan menghindari lingkungan asam yang berpotensi berbahaya di dalam tubuh,” ujar Ruz.

    Makanan untuk mencegah kerusakan ginjal ada di halaman selanjutnya.

    3. Blueberry

    BlueberryBlueberry dikemas dengan anthocyanin. Foto: iStock

    Sebuah penelitian menemukan bahwa buah blueberry dapat mencegah kerusakan ginjal. Blueberry dikemas dengan antioksidan dalam jumlah tinggi.

    Penelitian berjudul Health Benefits of Anthocyanins and Their Encapsulation for Potential Use in Food Systems: A Review menemukan bahwa kandungan antioksidan tersebut bernama anthocyanin.

    Anthocyanin akan berperan melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas yang dapat menurunkan fungsi ginjal. Selain itu, dapat melindungi tubuh dari penyakit kronis, seperti kanker, diabetes hingga penyakit jantung.

    4. Bawang Putih

    Tak hanya digunakan untuk penyedap masakan, bawang putih juga bermanfaat untuk kesehatan ginjal. Bawang putih merupakan sumber mangan, vitamin B6, dan vitamin C.

    Menurut penelitian Clinical Nutrition, dikemas dengan senyawa sulfur yang bersifat antiradang dan antioksidan, sehingga dapat meningkatkan fungsi ginjal.

    5. Kembang Kol

    Kembang Kol Warna WarniKembang Kol mengandung vitamin C. Foto: iStock

    Kembali kol merupakan sayuran yang penuh dengan nutrisi. Mulai dari vitamin B atau asam folat, vitamin C, dan vitamin K. Vitamin itu berperan untuk menjaga kesehatan ginjal.

    Selain itu, vitamin tersebut juga dapat menetralisir zat beracun di dalam tubuh. Rutin mengonsumsi kembang kol akan terhindari penyakit ginjal.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi


    Jakarta

    Kulit ikan salmon populer diolah menjadi keripik hingga camilan. Selain rasanya yang enak, makanan ini juga bermanfaat untuk kesehatan.

    Meski tidak sepopuler seperti kulit ayam, konsumsi kulit ikan salmon memang bukan hal yang baru lagi. Bahkan di Asia, kulit ikan salmon sering dibuat keripik dan populer di berbagai restoran hingga produk camilan karena rasanya yang enak.

    Menu kulit ikan salmon di restoran sushi, sampai produk keripik kulit salmon juga sangat populer di Singapura hngga Malaysia.


    Dilansir dari Fox News (03/04), menurut banyak ahli gizi, konsumsi kulit ikan salmon bisa menambah nutrisi yang tak kalah sehat dari daging ikan salmon.

    “Kulit salmon kaya akan asam lemak omega-3, yang berperan penting dalam melawan peradangan serta menjaga kesehatan otak dan jantung,” ujar Laura Feldman, ahli gizi terdaftar di, New York, Amerika.

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan NutrisiTak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi Foto: Ilustrasi iStock

    Di beberapa negara, konsumsi ikan salmon memang belum populer seperti di Asia. Banyak orang mengira bahwa kulit salmon tidak layak dikonsumsi, padahal sebenarnya bisa dimakan dan justru bermanfaat untuk kesehata.

    “Kulit salmon mengandung omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan dagingnya, sementara asupan omega-3 dalam pola makan kita sering kali masih kurang,” jelas ahli gizi Deborah Salvatore.

    Meskipun mengonsumsi kulit salmon berarti menambah asupan lemak, tapi manfaatnya jauh lebih besar, mengingat omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan NutrisiTak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi Foto: Ilustrasi iStock

    Kandungan omega-3 dikenal dapat membantu kesehatan mata dan fungsi penglihatan serta memiliki sifat antiinflamasi yang baik bagi tubuh.

    Kulit salmon juga mengandung protein dan kolagen yang bermanfaat untuk kesehatan sendi serta menjaga elastisitas kulit.

    “Selain itu, kulit salmon menyediakan vitamin D yang penting untuk kekuatan tulang, vitamin B untuk metabolisme energi, serta selenium, antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan,” ungkap Jamie Mok, selaku ahli gizi terdaftar yang berbasis di Los Angeles, sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

    Meski umumnya aman untuk dikonsumsi, kulit salmon tetap memiliki beberapa potensi risiko, menurut Mok. Karena kulit ikan dapat mengandung mikroplastik hingga merkuri.

    Karena itu untuk meminimalisir risiko paparan zat yang berbahaya, Mok menyarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis ikan, terutama yang rendah merkuri seperti ikan salmon, makarel sampai sarden.

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan NutrisiTak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi Foto: Ilustrasi iStock

    Hal ini selaras dengan penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika (FDA), bahwa salmon masuk ke dalam kategori ikan dengan kadar merkuri rendah.

    Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi setidaknya 240 gram ikan per minggu. Terutama ikan berlemak seperti salmon untuk menjaga kesehatan jantung.

    Anak-anak serta ibu hamil atau menyusui disarankan memilih ikan dengan kadar merkuri rendah. Kulit salmon bisa dinikmati bersama dengan daging ikannya. Bisa juga digoreng hingga renyah sebagai tambahan yang gurih dan bernutrisi dalam salad.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Selain Teh Hijau, 5 Makanan Kaya Antioksidan Ini Bantu Turunkan BB


    Jakarta

    Mengonsumsi makanan kaya antioksidan bisa membantu menurunkan berat badan. Selain teh hijau, 5 makanan kaya antioksidan ini juga bisa jadi pilihan tak kalah sehat.

    Antioksidan merupakan salah satu senyawa yang bisa membantu penurunan berat badan.

    Hal ini karena antioksidan berperan meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang semuanya mendukung proses penurunan berat badan.


    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers In Nutrition, pola makan kaya antioksidan dikaitkan dengan risiko obesitas lebih rendah, khususnya pada bagian lemak perut.

    Berbicara tentang antioksidan, mungkin makanan yang ada di pikiran hanya teh hijau. Teh hijau memang kaya akan antioksidan dan terkenal bisa menurunkan berat badan.

    Namun, teh hijau bukan satu-satunya minuman atau makanan yang dapat membantu proses ini. Banyak juga makanan dan minuman alami lainnya yang menawarkan manfaat antioksidan serupa.

    Melansir Health Shots (20/03/2025), berikut daftar makanan kaya antioksidan lainnya yang bisa dikonsumsi.

    1. Buah jeruk

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliBuah jeruk kaya akan antioksidan berupa vitamin C yang dapat membantu penurunan berat badan, Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Buah citrus, termasuk jeruk merupakan salah satu yang bisa dikonsumsi.

    Buah-buahan ini kaya akan vitamin C, berupa antioksidan yang kuat. Vitamin tersebut dapat membantu tubuh memecah lemak dan meningkatkan metabolisme.

    Buah citrus juga rendah kalori dan tinggi akan kandungan air. Jeruk menjadi camilan sehat yang membantu tubuh tetap kenyang dan terhidrasi sapanjang hari.

    Jika tertarik, coba makan buah jeruk utuh atau minum air lemon di pagi hari.

    2. Buah beri

    Penistaan! Nasi Biryani Ini Diberi Topping Buah StrawberryStrawberry dan jenis buah beri lainnya juga bisa jadi pilihan tak kalah sehat. Foto: Twitter @SaadGH/iStock

    Berbagai jenis beri, seperti blueberry, strawberry, sampai blackberry merupakan makanan kaya antioksidan yang baik untuk menurunkan berat badan.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Functional Foods menunjukkan blueberry dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI), kadar insulin, dan kolesterol jahat yang sangat berpengaruh terhadap berat badan.

    Buah manis segar ini juga membantu menahan keinginan konsumsi gula sekaligus menjaga kalori tetap terkendali.

    Daftar makanan lain yang kaya akan antioksidan bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Jahe dan bawang putih

    Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10%Konsumsi bawang putih atau jahe juga bisa membantu penurunan BB. Foto: Ilustrasi iStock

    Beberapa jenis rempah atau herbal tidak hanya menambah cita rasa makanan, tetapi juga mengandung banyak manfaat antioksidan.

    Misalnya jahe dan kunyit yang telah terbukti dapat meningkatkan metabolisme dan mampu membantu mengendalikan berat badan.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Alternative Therapies in Health and Medicine menemukan bahwa jahe dapat berperan mencegah obesitas dan meningkatkan metabolisme.

    Selain itu, bawang putih juga termasuk herbal kaya antioksidan yang bisa menurunkan berat badan.

    Hal ini disebabkan oleh kandungan allicin, serat, dan sifatnya yang bisa meningkatkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    4. Sayuran hijau

    BayamBayam bisa dikonsusi karena sayuran hijau ini tinggi antioksidan Foto: Getty Images/PoppyB

    Konsumsi sayuran hijau memang direkomendasikan untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Namun, secara khusus sayuran ini juga dapat membantu menurunkan berat badan.

    Sayuran, seperti bayam atau kale kaya akan antioksidan yang mampu membantu melawan stress oksidatif dan mendukung fungsi metabolisme.

    Sayuran hijau juga rendah kalori dan tinggi serat yang dapat membuat perut kenyang lebih lama.

    5. Tuna dan salmon

    Konsumsi ikan berlemak, seperti tuna atau salmon juga direkomendasikan.

    Jenis ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 dan antioksidan berupa astaxanthin yang dapat mengurangi peradangan, meningkatkan metabolisme, dan mendukung kesehatan jantung.

    Ikan berlemak juga merupakan sumber protein baik dan mengandung lemak dalam jumlah rendah sehingga bisa meningkatkan rasa kenyang dan membantu menurunkan berat badan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bapak-bapak! Ini 5 Makanan Untuk Tingkatkan Hormon Testosteron


    Jakarta

    Hormon testosteron pada pria berperan dalam memberikan gairah seksual. Untuk menjaga kadar testosteron tetap stabil, makanan bernutrisi perlu dikonsumsi rutin.

    Testosteron adalah hormon seksual utama pada pria. Hormon ini penting untuk memberikan dorongan seks, pertumbuhan dan kekuatan otot, serta kepadatan tulang.

    Menurut ahli gizi Madison Reeder, testosteron yang rendah atau disebut juga hipogonadisme terjadi ketika testis tidak memproduksi testosteron dalam jumlah yang cukup.


    Diperkirakan 35% pria berusia di atas 45 tahun mengalami hipogonadisme. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan magnesium dan bakteri baik.

    Dikutip dari Cnet.com (05/04/25) berikut 5 makanan untuk meningkatkan kadar testosteron.

    1. Sayuran hijau

    sayuran hijausayuran hijau dikemas dengan magnesium. Foto: Getty Images/Xsandra

    Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kangkung, dan sawi dikemas dengan magnesium yang dapat mengatur dan meningkatkan hormon testosteron pada pria.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang kekurangan magnesium umumnya tidak dapat memproduksi hormon testosteron. Nutrisi tersebut berperan mengurangi stres oksidatif.

    Mengurangi stres oksidatif bermanfaat bagi bioaktivitas testosteron, karena peradangan dan stres oksidatif dapat menurunkan kadar testosteron.

    2. Telur

    Telur dapat membantu dan menjaga kadar testosteron yang sehat. Itu karena telur dikemas dengan vitamin C dan lemak sehat.

    Selain itu, telur juga mengandung antioksidan yang disebut sebagai selenium. Menurut peneliti, selenium dapat berperan meningkatkan produksi testosteron.

    Lebih lanjut, penelitian tersebut juga menemukan bahwa mengonsumsi kuning utuh akan jauh lebih ampuh untuk memproduksi testosteron daripada putih telur.

    Makanan untuk meningkatkan testosteron ada di halaman berikutnya.

    3. Alpukat

    AlpukatAlpukat merupakan sumber lemak sehat. Foto: Getty Images/ASMR

    Alpukat merupakan makanan dengan segudang manfaat. Salah satunya dapat memproduksi hormon testosteron yang ampuh, karena kandungan lemak sehatnya.

    Selain itu, alpukat juga mengandung magnesium dalam jumlah yang tinggi serta ada kandungan boron, elemen yang terkait dengan produksi hormon testosteron.

    Menurut peneliti, rutin mengonsumsi boron maka akan meningkatkan kadar testosteron pada pria hingga 32%.

    4. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

    Selain itu, minyak zaitun juga dikenal dengan manfaatnya yang dapat meningkatkan kadar testosteron pada pria. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research menjelaskan bahwa asupan seseorang yang mengonsumsi minyak zaitun sekitar 5 sendok teh per hari bisa meningkatkan testosteron hingga 17%.

    5. Makanan fermentasi

    Ilustrasi KimchiIlustrasi Kimchi Foto: iStockphoto/Getty Images/Zania Studio

    Kesehatan usus telah dikaitkan dengan produksi hormon testosteron yang baik. Hal ini bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang difermentasi. Seperti yogurt, acar, kimchi atau kombucha.

    Makanan fermentasi mengandung bakteri baik yang mendukung kadar testosteron. Usus yang sehat berperan dalam peradangan dan metabolisme hormon.

    “Meskipun mengonsumsi makanan ini tidak akan meningkatkan testosteron secara artifisial melebihi kapasitas alami tubuh Anda, makanan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang tepat untuk stabilitas hormon,” ujar ahli gizi Reeder.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Magnesium Buat Atasi Kelelahan


    Jakarta

    Asupan makanan memang bisa membuat tubuh lebih berenergi. Namun, jika masalahnya lemas akibat lelah fisik, lebih baik konsumsi makanan kaya magnesium ini.

    Magnesium merupakan mineral yang berperan dalam ratusan reaksi biokimia tubuh, termasuk fungsi otot dan saraf, menjaga irama jantung, mengatur tekanan darah, dan menguatkan tulang.

    Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadarnya agar tetap cukup. Sebab, kekurangan magnesium seringkali menimbulkan masalah kesehatan.


    Salah satunya ketika seseorang merasa lelah secara fisik. Terlebih ketika merasa lelah padahal sudah cukup tidur. Hal ini menandakan kalau tubuh kekurangan magnesium.

    Tentu mengatur pola makan bisa menjadi salah satu solusi tepat. Khususnya dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung magnesium dalam jumlah tinggi.

    Lantas, makanan apa saja yang dimaksud? Melansir onlymyhealth.com (20/03/2025), berikut daftarnya!

    1. Sayuran berdaun hijau

    Sayur Bobor Bayam or Spinach coconut milk soup is made from spinach. Indonesian homemade foodSayuran berdaun hijau seperti bayam tinggi magnesum dan baik untuk mencegah lelah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Shofat Iqdam Ali Riza

    Sayuran berdaun hijau merupakan sumber magnesium yang sangat baik.

    Dalam satu cangkir bayam matang yang memiliki berat 186 gram menyediakan sekitar 157 mg magnesium, hampir 40% dari asupan harian yang direkomendasikan.

    Kandungan magnesium di dalam sayuran ini berperan dalam mendukung kesehatan tulang, otot, saraf, serta jantung.

    Sayuran ini juga kaya akan zat besi dan nutrisi lain yang mampu mencegah kelelahan.

    2. Kacang-kacangan

    kacang almondKonsumsi kacang almond juga dianjurkan karena tinggi magnesium yang bisa mencegah kelelahan. Foto: iStock

    Kacang-kacangan juga menjadi sumber magnesium yang sangat baik. Salah satu yang bisa dikonsumsi, almond. Dalam 30 gram kacang almond mengandung sekitar 80 mg magnesium.

    Kandungan magnesium pada kacang almond tentu bisa mencegah kelelahan dengan mendukung fungsi otot dan saraf, serta menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

    Selain itu kandungan magnesiumnya juga bisa membantu mengatur kadar gula darah dan tekanan darah.

    3. Dark chocolate

    Ini Perbedaan Dark Chocolate, Milk Chocolate dan White ChocolateKabar baiknya dark chocolate tinggi magnesium yang bisa mendukung produksi energi. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kabar baik bagi para pencinta cokelat, khususnya dark chocolate. Makanan ini kaya akan magnesium. Dalam 28 gram atau satu batang kecil dark chocolate menyediakan 64 mg magnesium beserta antioksidan yang dapat mendukung kesehatan otak dan mengurangi stress.

    Magnesium di dalamnya juga bisa mencegah kelelahan dengan mendukung produksi energi, fungsi saraf dan otot, serta meningkatkan aliran darah ke otak.

    Daftar makanan kaya magnesium lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Alpukat

    Ilustrasi buah alpukat segarBuah alpukat juga mengandung magnesium yang baik untuk tingkatkan energi dan mendukung kesehatan jantung, Foto: Thinkstock

    Alpukat juga menjadi asupan magnesium yang tepat. Dalam satu buah berukuran sedang terkandung sekitar 58 mg magnesium.

    Selain lembut dan lezat, alpukat juga kaya akan lemak sehat dan kalium yang dapat mendukung kesehatan jantung dan tingkat energi.

    5. Pisang

    Konsumsi pisang juga dianjurkan jika tubuh merasa lelah. Selain kandungan kalium, pisang juga menyediakan dosis magnesium yang baik. Dalam satu pisang berukuran sedang terkandung magnesium sampai 37 mg.

    Magnesium dalam pisang juga mampu mencegah rasa lelah karena berperan dalam relaksasi otot dan saraf, serta mendukung produksi energi tubuh yang penting untuk stamina dan mencegah kram otot saat berolahraga.

    6. Ikan salmon

    Fakta tentang ikan salmonIkan salmon atau ikan berlemak lainnya bisa dikonsumsi karena tinggi magnesium untuk cegah lelah. Foto: iStock

    Ikan berlemak, seperti salmon dan makarel kaya akan magnesium, asam lemak omega-3, dan vitamin D. Dalam ikan seberat 100 gram menyediakan sekitar 53 gram magnesium.

    Kandungan nutrisi tersebut mendukung fungsi otak, metabolisme energi. fungsi otot dan saraf, serta membantu tubuh menyerap nutrisi lain.

    7. Biji-bijian utuh

    Karbohidrat dari biji-bijian utuh juga bisa membantu mencegah kelelahan. Misalnya gandum utuh yang dalam 100 gramnya mengandung sekitar 117-136 mg magnesium.

    Sedangkan quinoa dalam satu cangkirnya mengandung 118 mg magnesium. Biji-bijian utuh ini tidak hanya baik untuk pencernaan karena konsumsinya juga memberikan pelepasan energi yang stabil.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rajin Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Cegah Kanker Payudara


    Jakarta

    Kanker payudara yang menyerang banyak wanita bisa diminimalisir risikonya. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat berikut secara rutin.

    Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Kondisi ini terjadi karena mutasi atau perubahan pada gen yang mengakibatkan sel-sel tubuh membelah secara abnormal dan tidak terkendali.

    Meskipun sering diasumsikan sebagai penyakit bawaan genetik, tetapi kanker juga bisa menyerang seseorang karena faktor lingkungan dan gaya hidup.


    Menerapkan gaya hidup sehat merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari risikonya. Selain olahraga dan tidak merokok, konsumsi makanan sehat juga perlu diperhatikan. Beberapa makanan diketahui mengandung nutrisi untuk mengurangi risiko kanker payudara.

    Melansir getsurrey.co.uk (11/03/2025), berikut 5 makanan yang menurunkan risiko kanker payudara.

    1. Sayuran berdaun hijau

    Sayuran hijauSayuran hijau ini menawarkan banyak asupan nutrisi yang baik untuk menghindari risiko kanker. Foto: Getty Images/Ivan Pantic

    Setiap orang disarankan makan sayuran setiap hari. Namun, untuk menghindari kanker, kamu bisa fokus terhadap jenis sayuran berdaun hijau.

    Bayam, selada, sawi hijau, sampai kangkung diketahui bermanfaat karena kandungan antioksidan karotenoid, seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin.

    Kadar antioksidan tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.

    Kandungan antioksidan dan glukosinolat di dalam beberapa sayuran hijau ini juga dapat melindungi sel dalam tubuh dari kerusakan DNA. Senyawa tersebut juga bisa membunuh sel kanker dengan menghambat pembentukan pembuluh darah tumor, sehingga penyebaran sel kanker juga dapat dicegah.

    Menurut situs Healthline, sebuah studi besar tahun 2015 mengaitkan kadar karotenoid total dalam darah yang lebih tinggi dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 18-28% serta penurunan risiko kekambuhan dan kematian pada mereka yang sudah menderita kanker payudara.

    Sayuran berdaun hijau juga kaya akan serat yang menyehatkan pencernaan. Kandungan zat gizi mikro di dalamnya juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

    2. Bawang putih

    Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10%Bawang putih juga bisa dikonsumsi untuk menghindari kanker karena kandungan allicinnya. Foto: Ilustrasi iStock

    Kabar gembira bagi pencinta bawang putih karena bumbu dapur ini termasuk salah satu yang bisa mengurangi risiko kanker payudara.

    Senyawa allicin yang kaya antioksidan pada bawang putih menurunkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker lambung, hingga kanker paru.

    Menurut laporan situs Healthline, sebuah studi tahun 2020 yang melibatkan 660 wanita di Puerto Rico mengaitkan asupan bawang putih dan bawang bombai tinggi terhadap penurunan risiko kanker payudara.

    Makanan ini juga mengandung vitamin C, antioksidan flavonoid, dan senyawa organosulfur yang semuanya memiliki sifat antikanker.

    Makanan lain yang bisa mencegah risiko kanker bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Buah jeruk

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliBuah jeruk juga mengandung antioksidan untuk melindungi kanker. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Berbagai jenis buah citrus, seperti jeruk, lemon, atau jeruk nipis sekaligus bisa mencegah risiko terkena kanker.

    Di dalam buah tersebut terkandung senyawa flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari serangan kanker. Flavonoid merupakan sejenis antioksidan yang berperang mencegah pertumbuhan sel kanker.

    Selain itu, buah citrus juga kaya akan vitamin C, folat, karotenoid, yang memiliki efek antioksidan, antikanker, dan anti-inflamasi untuk mencegah berbagai jenis penyakit.

    4. Ikan kaya omega-3

    stripe-bellied Tuna. Euthynnus pelamis. Scomberomoridae. Bay of Biscay.Ikan tuna yang kaya omega-3 ini juga bisa dikonsumsi untuk mencegah kanker. Foto: iStock

    Selain buah dan sayuran, ikan berlemak, seperti salmon sampai tuna juga bisa dikonsumsi untuk melindungi diri dari kanker.

    Kandungan lemak omega-3, selenium, dan antioksidan, seperti astaxanthin dapat melindungi diri dari kanker.

    Beberapa penelitian yang disebut Healthline juga menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan berlemak dapat secara khusus mengurangi risiko kanker payudara.

    Selain kandungan asam lemak omega-3, ikan berlemak ini juga mengandung vitamin D yang dipercaya bisa menghambat perkembangan sel-sel kanker.

    Dengan mengonsumsi setidaknya 2 porsi ikan kaya asam lemak sehat setiap minggunya, kamu bisa mendapat asupan asam lemak omega-3 dan vitamin D yang cukup untuk mencegah kanker.

    5. Tomat

    Tomat juga bagus dikonsumsi sehari-hari karena nutrisinya bisa mencegah kanker. Di dalam tomat terkandung karotenoid, berupa pigmen pemberi warna merah yang tinggi antioksidan dan dapat membantu tubuh melawan radikal bebas pemicu kanker payudara.

    Studi dari Ohio State University juga menemukan bahwa makan tomat bisa mengurangi risiko penyakit kanker sebanyak 50 persen. Nutrisi di dalamnya juga dapat mengurangi risiko kanker kulit.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Bahan Makanan dengan Manfaat Anti-inflamasi yang Hebat


    Jakarta

    Bahan makanan yang kerap ditemui di dapur menawarkan manfaat sehat, khususnya mengatasi peradangan atau inflamasi. Berikut 5 jenis makanannya.

    Inflamasi atau peradangan merupakan mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri dan jamur. Ketika proses tersebut berlangsung, sel darah putih dan zat yang dihasilkannya sedang melakukan perlawanan membentuk perlindungan.

    Faktor terjadinya inflamasi pun beragam, mulai dari kehadiran benda asing yang menyerbu sistem kekebalan tubuh, cedera fisik, dan bahan iritan (bahan yang menyebabkan iritasi) bisa memunculkan respon inflamasi tubuh.


    Meskipun proses inflamasi diperlukan tubuh, tetapi inflamasi kronik dapat menyebabkan kondisi atau penyakit serius lainnya yang justru membahayakan tubuh.

    Oleh karenanya, mengurangi atau mencegah peradangan merupakan hal penting. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki nutrisi untuk melawan inflamasi.

    Tidak perlu mencari makanan super yang mahal, karena bahan makanan di dapur sebenarnya memiliki kemampuan untuk melawan peradangan tersebut.

    Melansir Timssofindia.com (17/04/2025), berikut rekomendasinya.

    1. Jahe

    5 Khasiat Minum Air Jahe Setelah Makan, Banyak Manfaatnya!Kandungan giingerol dan shogaol di dalam jahe mampu mengatasi peradangan. Foto: Times of India

    Makanan beraroma tajam yang memiliki sensasi pedas hangat ini selalu bisa dimanfaatkan sebagai obat alami.

    Jahe mengandung senyawa aktif gingerol dan shogaol yang bersifat anti-inflamasi sehingga efektif dalam meredakan peradangan pada tubuh.

    Senyawa ini membantu mengurangi respon peradangan yang disebabkan oleh alergi, nyeri sendi, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

    Menambah asupan jahe juga merupakan cara baik untuk memberikan sedikit dukungan ekstra bagi sistem kekebalan tubuh.

    Jahe bisa dijadikan teh hangat, ditambahkan ke dalam makanan tumisan, hingga sup.

    2. Kunyit

    kunyitKunyit juga mengandung senyawa kurkumin yang bisa mengatasi peradangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/SilviaJansen

    Jika punya kunyit utuh atau bubuk, kamu bisa memanfaatkannya sebagai ‘obat’ mengatasi peradangan.

    Kunyit mengandung kurkumin yang membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Kurkumin dapat menghambat enzim dan molekul yang terlibat dalam proses peradangan.

    Selain itu, kurkumin juga dapat mengurang nyeri dan rasa tidak nyaman akibat peradangan.

    Kunyit bisa ditaburkan sedikit ke dalam sup, teh, atau susu hangat. Supaya lebih efektif, bisa dicampur dengan lada hitam.

    Daftar makanan di dapur lain yang bisa atasi peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Bawang putih

    Bawang putih sebelum jadi golden garlicDi dalam bawang puth ada zat-zat untuk mengatasi peradangan. Foto: freepik/Freepik

    Bawang putih mengandung banyak senyawa yang dapat mengurangi peradangan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Makanan ini dikenal mampu menurunkan produksi zat kimia dalam darah yang meningkatkan peradangan. Quercetin, flavonoid dalam bawang putih juga berperan dalam menghambat agen penyebab peradangan.

    Antioksidan alami di dalamnya dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya.

    Namun, untuk mendapat manfaat maksimal sebaiknya konsumsi bawang putih dalam keadaan mentah.

    4. Sayuran hijau

    Sayuran hijauKonsumsi sayuran hijau juga baik sebagai anti-inflamasi. Foto: Getty Images/Ivan Pantic

    Konsumsi sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, atau selada tidak hanya membantu melancarkan pencernaan atau meningkatkan imunitas tubuh karena bisa juga menjadi bantuan untuk atasi peradangan.

    Sayuran hijau kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan senyawa seperti sulforaphane di dalamnya juga membantu menekan peradangan dengan berbagai cara, termasuk menangkal radikal bebas dan mengurangi kadar sitokin.

    Sayuran ini lebih bagus dimakan dalam keadaan mentah atau dimasak sebentar saja.

    5. Buah beri

    Berbagai jenis buah beri baik untuk mengatasi peradangan. Di dalamnya terkandung antioksidan, terutama antosianin dan flavonoid yang dapat mengurangi peradangan.

    Senyawa-senyawa ini melindungi sel dari kerusakan dan meminimalkan risiko berbagai penyakit terkait peradangan.

    Buah beri juga rendah kalori, sehingga cocok untuk diet sehat. Buah ini bisa dimakan begitu saja atau dijadikan topping pada yogurt atau oatmeal.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com