Pasar kripto sedang mengalami fase yang sulit. Untuk itu perlu adanya strategi untuk menghadapi bear market di saat terjadinya penurunan nilai Bitcoin dan altcoin yang populer. Harga Bitcoin telah turun 70% dari harga tertinggi sepanjang masa di $ 69.044 menjadi sekitar $ 20.348 pada saat artikel ini ditulis.
Begitu juga dengan nasib aset kripto lainnya, seperti harga Ethereum yang turun lebih dari 75%, Tron turun 76% dan SOL dan AVAX yang keduanya turun hingga 88%. Sementara itu, nilai kapitalisasi market kripto sempat anjok $ 1 triliun. Untuk menghadapi bear market diperlukan strategi yang kuat untuk melewati fase sulit ini.
VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan industri aset kripto global kini memasuki kontraksi yang mereka labeli dengan istilah “crypto winter.” Kekacauan makroekonomi dan geopolitik saat ini sebagai katalis untuk masalah tersebut.
“Sentimen pasar kripto global kini memasuki masa yang tertekan ditandai dengan ketakutan yang ekstrem, dan gejolak ekonomi global baru-baru ini menambah perubahan secara menyeluruh di industri. Investor harus melakukan penyesuaian dengan kondisi market untuk tetap mendapatkan profit dalam jangka pendek maupun panjang,” kata Adytia.
Di tengah kondisi suku bunga yang tinggi, banyak investor yang ragu untuk masuk ke investasi aset berisiko seperti kripto. Bahkan tidak sedikit investor yang menjual aset kripto mereka dengan kerugian. Jadi apa tindakan terbaik yang harus diambil oleh investor kripto?
Strategi Tepat Investasi Kripto di Tengah Tren Bear Market
Menurut Adytia, hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa apa yang disebut “crypto winter” bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya adalah, setidaknya secara historis, musim dingin kripto selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai proyek altcoin mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.
Strategi Menghadapi Bear Market
1. Tetap Tenang
Bagi investor, strategi terbaik yang harus dilakuka untuk menghadapi bear market adalah mencoba dan menilai situasi secara objektif. Terlalu mudah untuk membuat keputusan berdasarkan emosi ketika nilai portofolio hancur sangat tidak bijak. Mengelola emosi selama bear market terjadi tidaklah mudah. Oleh karena itu, harus tetap tenang dan mengingat kembali tujuan investasi di kripto sejak awal,” jelasnya.
2. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging dan Buy Dip
Strategi untuk menghadapi bear marketselanjutnyaadalahdengan mengamati pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan.
Ilustrasi market aset kripto.
“Strategi ini sendiri dapat menjadi peluang yang menguntungkan, ketika market kembali bull run. Sampai saat ini, DCA telah terbukti bisa meningkatkan nilai investasi dalam perdagangan kripto, jika melihat historis sacara market bearish beberapa waktu lalu,” ucap Adytia.
Lebih lanjut, strategi short selling saat harga aset kripto turun bisa diterapkan. Short positioning ini akan menguntungkan saat nilai aset tertentu mengalami penurunan. “Namun, perlu diingat pelajari dahulu teknis short selling, karena dibutuhkan prediksi yang tepat atas pergerakan harga kripto.”
Saat bear market dan aktivitas transaksi menurun, investor bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.
“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja,” pungkas Adytia.
Investor kripto kini tengah dihadapkan dengan bear market. Indikasi besarnya harga Bitcoin telah turun 70% dari pencapaian All Time High (ATH) US$ 68.789 di November 2021.
Tidak hanya itu, market cap kripto secara keseluruhan kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market. Melihat kondisi market bearish ini, investor bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini agar tetap profit atau untung.
Berikut5 tips tetap profit saat bear market untuk investor kripto:
1. Lakukan Strategi Buy the Dip dan Dollar Cost Averaging
Market aset kripto memang terkenal sangat fluktuatif, tetapi itu tidak berarti investor harus diam saja melihat portofolio anjlok di saat bear market. Sudah saatnya menerapkan strategi Buy the Dip yang mengacu pada praktik membeli sejumlah kripto setiap kali ada koreksi bearish yang signifikan di pasar.
“Idenya adalah, jika harga kripto yang dibeli sebelumnya kembali ke level tertinggi, investor akan mendapatkan keuntungan yang bagus. Meskipun membeli kripto di saat harga turun dapat dilakukan dalam satu perdagangan, strategi yang paling direkomendasikan adalah menerapkan Dollar Cost Averaging (DCA),” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.
DCA ini melibatkan pembelian kripto menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan melakukan beberapa perdagangan dari waktu ke waktu. Misalnya, kamu punya cadangan dana sebesar Rp 1 juta. Strategi DCA yang baik adalah memecah jumlah tersebut menjadi lima tahap senilai Rp 200 ribu atau bahkan 10 tahap sebesar Rp 100 ribu dan menempatkan perdagangan menggunakan jumlah yang lebih kecil tersebut.
Biasanya lebih baik membeli kripto dengan nominal kecil dan menunggu untuk melihat apakah aset jatuh harga lebih lanjut. Jika ya, belilah sedikit lagi, dan seterusnya. Melakukan hal ini biasanya akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada kamu telah menginvestasikan semua modal dalam satu perdagangan.
Mungkin bagi sebagian orang investasi aset kripto punya tujuan yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti orang lain dengan faktor risiko yang berbeda tingkatannya.
Jadi, tetapkan batas berapa banyak kamu berinvestasi dalam aset kripto tertentu dan jangan tergoda untuk berinvestasi dengan lebih banyak uang daripada yang bisa ditanggung, jika mengalami kerugian.
“Investasi kripto adalah instrumen berisiko tinggi, terlebih saat bear market seperti ini, investor dituntut untuk lebih ketat dalam mengelola risiko dan dana yang bisa diinvestasikan. Pastikan pengelolaan finasial berjalan baik,” saran Adytia.
Ilustrasi perempuan semakin tertarik investasi aset kripto.
3. Gunakan Indikator untuk Temukan Titik Masuk Terbaik
Untuk investor yang memiliki pemahaman dasar atau lebih tinggi tentang analisis teknis, yaitu praktik memprediksi pergerakan harga aset berdasarkan tren, indikator dan pola grafik dimungkinkan untuk menggunakan indikator tertentu untuk mengukur kapan aset telah mencapai titik terendah atau bottom.
Tentu saja, tidak ada indikator yang benar secara mutlak, tetapi sering kali dapat memberi sinyal yang kuat saat harus membeli di saat harga kripto mengalami penurunan. Salah satu, metode yang populer adalah dengan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI), yang bisa menandakan di mana titik oversold dan overbought kripto untuk sinyal bullish dan bearish.
4. Diversifikasi Portofolio Kripto
Investor juga wajib melakukan diversifikasi aset kripto yang dimiliki. Mungkin saat bear market ini, altcoin lebih menguntungkan dibanding Bitcoin. Jadi mengakumulasi dan trading altcoin cenderung lebih untung, karena ada banyak sentimen yang menggerakannya.
Tidak ada gunanya berinvestasi terlalu banyak dalam satu aset kripto tunggal. Seperti halnya saham, sebarkan dana di antara berbagai aset kripto. Ini berarti investor tidak mengambil risiko yang tinggi, jika salah satu dari mereka jatuh nilainya terutama karena harga pasar dari investasi ini sangat fluktuatif.
Ini mungkin tampak sederhana, tapi sulit dilakukan. Mengelola emosi selama bear market tidak semudah kedengarannya. Faktanya, ini sering digambarkan sebagai hal yang paling sulit untuk dikuasai ketika mempelajari cara berinvestasi kripto secara profesional.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Langkah penting adalah menyadari bahwa ketakutan dan keserakahan adalah motivator yang kuat dan sering kali dapat menyebabkan pengambilan keputusan cepat yang berakhir dengan kehilangan keuntungan. Memiliki rencana konkret, sebelum melakukan investasi dapat menghasilkan keuntungan.
Pergerakan market kripto sangat fluktuatif, sehingga investor mungkin frustasi, jika melewatkan kesempatan untuk membeli di saat harga penurunan kali ini. Pastikan untuk memilih strategi berinvestasi dengan tepat, kemudian menyimpan sejumlah modal sebagai cadangan untuk tetap tenang saat bear market yang berkepanjangan.
6. Ikut Promo dari Tokocrypto
Untuk tetap untung saat bear market, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairingfiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.
Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022.
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.
Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.
Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.
Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di linkini dan TKO Trading Fee di linkini.
Pergerakan market aset kripto di tengah pekan ini, terlihat sumringah ada sedikit reli menimbulkan kenaikkan harga. Sejak awal pekan, market terus berjuang untuk tidak anjlok lebih dalam di tengah penguatan sinyal resesi.
Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) melambung 1,08% ke $ 20.505 per keping dalam sehari terakhir.
Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) lebih baik, naik 3,28% ke $ 1.184 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) juga mengalami peningkatan masing-masing 3,28%, 1,69% dan 1%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan market kripto yang mengalami kenaikan singkat ini disebabkan karena investor yang mulai bersemangat, setelah melihat dinamika yang terjadi di indeks pasar saham AS. Investor melacak pasar ekuitas utama seperti, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average semuanya naik, meskipun sedikit.
“Investor kripto ternyata sedikit bergairah melihat market saham AS yang juga mengalami kenaikan. Hal ini wajar saja, mereka selalu berkaca pada stock market AS, untuk melihat ketertarikan market secara keseluruhan terhadap aset berisiko secara umum,” kata Afid.
Laporan terbaru Coin Metrics menunjukkan, korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II 2022 sejak Maret 2020. Bisa dibilang Bitcoin dan ekuitas AS bergerak hampir sejajar.
Meski demikian, reli singkat ini kemungkinan diprediksi hanya sementara. Menurut Afid, sentimen utama market kripto belum kondusif. Investor masih mencermati dinamika makroekonomi dan efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Kemudian, kegagalan platform kripto, Three Arrows Capital (3AC) dan Voyager.
“Kondisi market kripto saat ini yang belum kondisi. Masih ada banyak pukulan yang bisa menghantam lebih jauh, mulai dari ketidakpastian makroekonomi, agresivitas The Fed hingga kegagalan sistem ekosistem kripto itu sendiri. Investor menyakini tidak melihat harga naik dalam waktu dekat, kecuali perubahan tak terduga terjadi,” jelasnya.
Afid melihat investor sangat menanti data inflasi AS yang sedianya bakal dirilis pekan depan. Data tersebut mungkin menunjukkan kebijakan moneter The Fed efektif atau tidak. Jika inflasi turun dan indikator ekonomi lainnya juga melanjutkan penurunan, investor mungkin merasa lebih yakin masuk ke market kripto.
Khusus untuk pergerakan Bitcoin sendiri, Afid melihat saat ini masih cenderung konsolidasi dan ada potensi penurunan harga di kisaran US$ 18.000-US$ 20.000. Bitcoin telah ‘beristirahat’ di atas US$20.000 untuk hari ketiga berturut-turut.
Adapun altcoin yang meningkat pesat adalah Storj (STORJ) yang nilainya melonjak 16,52% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, ada THORChain (RUNE) dan Sandbox (SAND) yang masing-masing tumbuh 8,14% dan 7,62%.
Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
API3, membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. API3 sendiri adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat digunakan untukstaking dan menerima reward, serta berfungsi sebagai jaminan untuk keberlangsungan keamanan dalam jaringan.
Afid menilai API3 dalam pekan ini bisa dibilang sebagai token keuangan terdesentralisasi (DeFi) terbaik untuk berpotensi bullish. Pemicu sentimen positifnya adalah API3 mengadakan panggilan komunitas Livestream, di mana mereka memperkenalkan Communications Lead baru mereka.
“Token API3 memiliki sentimen positif untuk masuk fase bullish. Meski akan sedikit alami penurunan terlebih dahulu diperkirakan capai harga US$ 8,4, tapi ada kemungkinan melonjak ke US$ 10,18 atau naik sekitar 18%,” kata Afid.
Peringkat API3 di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #278, dengan kapitalisasi pasar US$ 76.505.405. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Basic Attention Token (BAT)
Analisis teknikal Basic Attention Token (BAT).
Basic Attention Token (BAT) adalah token yang menggerakkan platform periklanan digital berbasis blockchain. Project kripto ini menarik karena dirancang untuk memberi reward yang adil kepada pengguna yang melihat iklan dan memberikan pengembalian yang lebih baik kepada pengiklan atas pembelanjaan iklan mereka.
Afid menilai selama 30 hari terakhir BAT telah naik lebih dari 12,1%, sementrara dalam seminggu terakhir telah naik lebih dari 15,5%. Reli BAT sebagian besar tampaknya didukung oleh berita Komunitas BAT yang memperpanjang batas waktu pengiriman untuk BAT Meme Contest untukairdrop Solana BAT NFT Brave yang akan datang di platform MagicEden.
“Ini menghasilkan minat besar dalam protokol, sehingga membawa RSI (Relative Strength Index) ke 57,53 selama sesi perdagangan intra-hari pada hari Rabu (6/7). Harga BAT bisa mencapai US$ 0,4904 dari titik support-nya US$ 0,4157 atau naik 18%,” jelas Afid.
Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #64, dengan kapitalisasi pasar US$ 642.315.114. Pasokan yang beredar 1.497.691.558 koin BAT dan maksimal pasokan 1.500.000.000 koin BAT.
3. iExec RLC (RLC)
Analisis teknikal iExec RLC (RLC).
iExec adalah platform terkemuka komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka, serta aplikasi dan bahkan kumpulan data.
Afid menilai dari pergerakan harga RLC selama 7 hari terakhir perdagangan mengarah ke peringkat risiko rendah. Alasannya pergerakan harga baru-baru ini relatif terhadap volume perdagangan memberi alasan kepada investor untuk percaya diri pada manipulasi token.
“Analisis teknikalnya memperlihatkan kenaikan secara bertahap. Titik support RLC saat ini ada di harga US$ 0,985. Lalu akan ada kemungkinan naik hingga harga US$ 1,273 dari US$ 1,046 atau melonjak 29%,” terangnya.
Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #273, dengan kapitalisasi pasar US$ 80.834.709. Pasokan yang beredar 80.999.785 koin RLC dan maksimal pasokan 86.999.785 koin RLC.
Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang, berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Afid melihat ATOM telah menembus dari garis support naik jangka panjang dan dari indikator RSI harian memiliki sinyal bullish.
“Cosmos (ATOM) telah memulai sinyal pembalikan tren, menjadikannya salah satu token tren teratas. Melampaui penolakan sebelumnya di dekat EMA 50 bisa menjadi titik balik dalam proyeksi harga token ATOM. Harga ATOM berpotensi bisa menembus US$ 10,18 atau naik 18% dari level US$ 8,54,” kata Afid.
Afid menjelaskan Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan software Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.
Peringkat ATOM di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.548.724.516. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
5. Loopring (LRC)
Analisis teknikal Loopring (LRC).
LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.
Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. “Dengan indikator RSI bergerak menuju wilayah overbought dan AO berkedip hijau, LRC mungkin dapat ditutup di atas US$ 0,47 pada akhir minggu ini mengingat posisinya saat ini di US$ 0,41,” tutur Afid.
Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #70, dengan kapitalisasi pasar US$ 536.222.079. Jumlah koin yang beredar 1.330.088.530 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Convex Finance (CVX)
Analisis teknikal Convex Finance (CVX).
Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.
Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.
“CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga token saat ini berada di US$ 5,64 setelah kenaikan harga 11,96% selama sehari terakhir. CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga CVX potensi turun ke US$ 4,33 dari US$ 5,90 atau anjlok 25%,” ungkapnya.
Peringkat CVX di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #86, dengan kapitalisasi pasar US$ 362.694.639. Pasokan yang beredar 64.673.029 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.
Pekan ini Harmony (ONE) tampaknya masih terjebak di fase bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Bridge Horizon yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.
“Investor harus menaikkan harga lebih dari US$ 0,019 untuk mencegah ONE turun di bawah US$ 0,014 sebagai tanggapan terhadap berita negatif. Penurunan tidak valid jika titik support US$ 0,023 dilanggar. Untuk menjadi bullish dalam waktu dekat, candle harga harian atau mingguan ONE harus ditutup di atas US$ 0,023,” tutur Afid.
Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #119, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 220.590.910. Pasokan yang beredar 12.295.022.547 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. Lido DAO (LDO)
Analisis teknikal Lido DAO (LDO).
Lido DAO (LDO) bernasib sama dengan Harmony (ONE) yang masih “nyaman” duduk di dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Penurunan nilai LDO lalgi masih dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema tata kelola baru.
“Kripto LDO masih tertekan dengan kesepakatan token tata kelola jaringan yang tak kunjung usai, membuat nilainya semakin anjlok. Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 37% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,680. Sementara level resistance-nya berada di angka US$ 0,947,” kata Afid.
Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #139, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 177.261.211. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.
4. Kyber Network Crystal v2 (KNC)
Analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).
Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, salah satu penyebabnya adalah karena exchange, Crypto.com pada 27 Juni lalu menghapus 15 altcoin termasuk KNC dari program Crypto Earn-nya.
“Crypto.com tidak menawarkan klarifikasi apa pun tentang mengapa ia menghapus 15 koin ini dari program hadiah Crypto Earn, tapi membuat harga KNC anjlok. Harga KNC bisa turun hingga US$ 1,207 dari US$ 1,402 atau anjlok 14%,” tutur Afid.
Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #113, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 240.851.999. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Curve (CRV) merupakan token native dari Curve DAO, pertukaran terdesentralisasi untuk stablecoin. Tujuan CRV adalah untuk berfungsi sebagai media tata kelola, struktur insentif dan metode pembayaran biaya, serta metode pendapatan jangka panjang untuk penyedia likuiditas.
Afid melihat CRV telah menembus dari garis resistensi yang menurun, sehingga sudah ada sinyal bearish. CRV telah jatuh sejak mencapai tertinggi US$ 6,40 pada Januari. Pergerakan ke bawah sejauh ini telah menyebabkan rendahnya US$ 0,535 pada 18 Juni lalu.
“Dari analisis teknikalnya, nilai CRV bisa turun 20% ke harga US$ 0,839 dari US$ 1,880,” pungkas Afid.
Peringkat CRV di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 522.037.730. Pasokan yang beredar 537.372.111 koin CRV dan maksimal pasokan 3.303.030.299 koin CRV.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Untuk pertama kalinya sejak Januari 2021, kapitalisasi pasar kripto global turun di bawah $1 triliun ke kisaran US$ 977 miliar sejak 13 Juni 2022. Merujuk CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global saat artikel ini ditulis mencapai US$ 854,63 milyar.
Berdasarkan Crypto Fear dan Greed Index, sentimen investor sekarang berada dalam zona “ketakutan yang ekstrem”. Meski demikian, masih banyak pelaku industri kripto yang optimis pasar bearish ini akan berlalu dan kembali menghangat.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mendorong investor kripto baru untuk bersabar di tengah pasar bearish yang memburuk.
Dia mencatat bahwa situasi pasar seperti ini bukanlah hal baru dan akan segera berlalu dan pulih. Hal itu berdasarkan pengalaman dan keyakinannya setelah melihat banyak pergerakan bullish di tahun-tahun sebelumnya.
Garlinghouse mencatat pasar mungkin menyusut dalam waktu dekat tetapi kripto akan berhasil di masa depan. “Saya dan banyak lainnya memiliki keyakinan bahwa kripto akan berhasil di masa depan sebagai bagian integral dari sistem keuangan global,” jelas dia.
Rasa optimis yang sama disampaikan oleh miliader dan investor kripto, Mark Cuban, beberapa waktu lalu.
Dia percaya pasar akan bangkit dengan syarat pelaku industrinya dapat mengembangkan aplikasi atau platform dengan utilitas yang benar-benar berguna sehingga dapat menarik kripto dari keterpurukannya.
Terkait dengan utilitas proyek, Founder Kuncicoin, Joko Crypto, menjelaskan pihaknya concern dan memiliki fundamental dengan use case project-project menarik yang tengah dibangun dan terus dikembangkan ke depannya yang menjadikannya utilitas bagi pemanfaatan Kunci.
“Kunci ingin menunjukkan kepada publik dan global, bahwa Kunci serius dalam membangun ekosistem kripto yang jelas dan berfundamental di Indonesia,” katanya kepada portalkripto.com.
Dia juga menjelaskan potensi industri kripto di Indonesia sangat besar, karena pemanfaatan kripto dapat menjadi alternatif penyelesaian beberapa masalah yang terjadi di industri kripto.
Contohnya, kripto dapat menjadi alternatif instrumen investasi dan NFT dapat menjadi cara untuk menjaga originalitas suatu karya, menambah nilai karya seni, dan memberikan royalti yang lebih baik bagi para artis sebagai pelaku industri kreatif.
Joko optimis pasar kripto, khususnya di Tanah Air, akan pulih dan berkembang terutama karena regulasi pemerintah yang mendukung.
“Regulasi aset kripto di Indonesia sudah baik dan pemerintah juga menyambut kehadiran teknologi yang masih terhitung baru seperti tidak hanya kripto tetapi juga blockchain,” kata dia.
Seperti diketahui tidak semua negara memiliki regulasi untuk mengatur kripto, apalagi mendukungnya. Setidaknya ada 12 negara yang secara terbuka menyampaikan menentang industri kripto, di antaranya Mesir, Irak, Qatar, Oman, Moroko, Algeria, Tunisia, Bangladesh, dan yang terbesar China.
Saat sebagian pelaku industri kripto optimis pasar yang sedang turun ini akan pulih, pelaku industri lainnya merasa pesimis.
Investor dan manajer hedge fund terkemuka asal AS, John Alfred Paulson, menganggap kripto adalah bubble yang akan terbukti “tidak berharga.”
Dia menyatakan bahwa kripto memiliki “limited supply of nothing” dan tidak memiliki nilai intrinsik karena volatilitas yang tinggi dibandingkan dengan yang pasar tradisional yang relatif stabil
Paulson menyimpulkan pemikirannya tentang kripto dengan dengan pernyataan tegas.
“Kripto entah dari mana mereka diperdagangkan pada akhirnya akan terbukti tidak berharga. Setelah kegembiraan habis atau likuiditas mengering, mereka akan menjadi nol. Saya tidak akan merekomendasikan siapa pun untuk berinvestasi dalam mata uang kripto,” tandasnya.
Terlepas dari optimisme dan pesimisme, teknologi blockchain dan kripto akan terus berkembang dan menawarkan fitur, fungsionalitas, dan kemampuan baru. Adopsi arus utama diprediksi semakin mungkin terjadi di tahun-tahun yang akan datang.
Industri NFT dikhawatirkan akan mengalami penurunan pertumbuhan di saat market aset kripto diketahui sedang lesu. Namun sebuah laporan riset terbaru, menyebutkan sektor NFT masih dapat tumbuh, meski industri kripto sedang bear market.
Laporan terbaru dari perusahaan akutan publik, Deloitte bersama Credit Suisse Research Insititute menjelaskan industri NFT masih akan terus tumbuh ke depannya, terlepas dari penurunan pasar yang terjadi saat ini. Namun, dari data saat ini, pasar NFT sedang mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan loncatan drastis yang terjadi di tahun 2021.
Total volume transaksi di kuartal pertama 2022 menurun menjadi hampir US$ 17 miliar, tapi masih jauh di atas volume pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi NFT juga turun cukup drastis sejak mencapai puncaknya di kuartal ketiga 2021.
Menurut laporan itu, ada banyak faktor yang memengaruhi fluktuasi pasar NFT. Salah satunya sentimen investor yang melemah akibat guncangan situasi geopolitik global yang sedang terjadi.
Meski begitu, Deloitte memprediksi sektor NFT akan terus berkembang dalam hal popularitas dan keberagaman, dan yang lebih penting, di atas basis fundamental ketimbang sebatas pertumbuhan spekulatif seperti yang terjadi tahun lalu. Di sisi lain, ekosistem metaverseplay-to-earn (P2E) menciptakan peluang bagi kripto asli untuk menghasilkan uang terlepas dari kondisi pasar.
Seperti yang telah kita lihat dari siklus pasar sebelumnya, ekosistem kripto selalu kembali. Mengikuti tren saat ini, NFT dan metaverse tampaknya menjadi DApps yang paling disukai di era ini. Tahun lalu, NFT mencatat penjualan lebih dari US$ 25 juta sementara penilaian metaverse meroket hingga lebih dari US$ 1 Miliar.
Kategori NFT
Laporan Deloitte membagi NFT menjadi lima kategori: Crypto art, Collectible, Gaming, Metaverse dan Utility. Pertama, NFT Collectible mengacu pada aset-aset NFT berupa avatar yang umumnya dikoleksi untuk membentuk suatu komunitas atau digunakan dalam video game dan olahraga merupakan salah satu segmen yang populer di kategori ini.
Di posisi kedua ada NFT Gaming dengan volume transaksi sebesar US$ 5,17 miliar. Contoh NFT yang masuk kategori ini adalah senjata atau equipment di game RPG, maupun skin eksklusif buat karakter. Kategori ketiga, NFT Crypto art, dengan proyek-proyek artistik yang terjual dengan harga fantastis, semisal NFT bikinan Beeple yang laku US$ 69 juta pada bulan Maret 2021.
Posisi keempat dan kelima ditempati oleh kategori NFT Metaverse dan Utility, masing-masing dengan volume transaksi di kisaran setengah miliar dolar AS. Kategori metaverse umumnya tak hanya mengacu aset NFT yang merepresentasikan lahan virtual, melainkan juga pakaian dan aksesori untuk mendandani avatar di dunia virtual.
Kategori NFT utility mengacu pada aset yang berfungsi sebagai nama domain, tiket konser, maupun kode akses ke konten eksklusif. Data dari NonFungible.com, tercatat kategori collectible adalah yang terbesar volume transaksinya, dengan angka mencapai US$ 8,47 miliar per akhir 2021 lalu.
Dari kelima kategori tersebut, NFT Gaming adalah yang paling likuid, jika ditinjau dari segi jumlah pemilik, wallet, dan jumlah transaksi. Harga rata-rata NFT Gaming berada di kisaran US$ 200, sementara harga rata-rata NFT Metaverse dan Crypto art bisa mahal menembus angka US$ 3.500.
Melihat fundamental ini, beberapa analis memperkirakan bahwa NFT dan metaverse tidak hanya akan bertahan di bear market, tetapi juga berkembang setelah pembalikan terjadi. Bagaimanapun, seni secara historis merupakan lindung nilai inflasi yang baik. Pergerakan crypto bull berikutnya kemungkinan akan didominasi oleh NFT dan dunia metaverse P2E yang menawarkan insentif yang besar.
Memasuki akhir bulan Januari 2022, kondisi pasar aset kripto kembali mengalami koreksi. Sejumlah aset kripto mengalami tren penurunan nilai. Banyak faktor penyebabnya, mulai dari isu pengetatan moneter oleh The Fed hingga Bank Sentral Rusia yang melarang penggunaan dan penambangan kripto.
Di kala pasar kripto sedang lesu, banyak investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi, sehingga harus paham risiko investasi aset kripto. Oleh karena itu pahami pasar kripto pekan ini di Tokocrypto Market Signal.
Harmony (ONE), membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, menjelaskan di awal bulan Februari, Harmony akan meluncurkan Bitcoin bridge dan Ethereum bridge yang akan meningkatkan nilainya.
“Harmony (ONE) akan ada Bitcoin bridge di tanggal 7 Februari 2022. Di kripto ada istilah buy on rumor, sell on news. Jadi dengan ada berita tersebut, biasanya tiga hari atau seminggu sebelumnya sudah ada sentimen positif di market,” kata Afid.
Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.
Peringkat ONE di CoinMarketCap saat ini adalah #48, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.200.526.345. Pasokan yang beredar 11.596.656.956 koin ONE dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
Reef (REEF)
Ilustrasi REEF (REEF).
Reef (REEF) merupakan platform DeFi berbasis Polkadot yang mempunyai tujuan untuk menawarkan perdagangan lintas blockchain. Menurut Afid, Reef Finance yang akan meluncurkan debit card pada akhir Januari nanti meningkatkan sentimen positif pada nilainya.
“Reef ini akan launching untuk debit card di akhir bulan Januari ini. tanggalnya belum bisa dipastikan, tapi estimasinya 31 Januari 2022 dan ini bisa menjadi sentimen positif di market,” ungkap Afid.
Setelah diluncurkan, ini akan menjadi kartu debit di ruang DeFi. Reef Finance bekerja untuk membuat proses DeFi lebih efisien dan sederhana. Dengan cara ini, mereka percaya bahwa rata-rata pengguna akan dapat mengakses berbagai layanan DeFi tanpa harus mempelajari proses fintech yang rumit.
Peringkat REEF di CoinMarketCap saat ini adalah #188, dengan kapitalisasi pasar US$ 169.133.595. Pasokan yang beredar 17.530.705.935 koin REEF dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
Axie Infinity (AXS)
Ilustrasi Axie Infinity (AXS).
Axie Infinity (AXS) adalah token yang digunakan di dalam game dengan judul yang sama. Axie Infinity sendiri merupakan game NFT (Non-Fungible Token) yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum (ETH).
“Axie Infinity ini akan mengalami sentimen positif karena game play-to-earn mereka akan rilis di IOS dan Android. Tanggalnya belum bisa dipastikan, namun rumornya akan hadir di awal Februari nanti,” jelas Afid.
Game Axie Infinity saat ini baru tersedia di PC. Per Oktober 2021, game dikembangkan oleh startup asal Vietnam bernama Sky Mavis ini, memiliki 2 juta pengguna aktif harian.
Peringkat AXS di CoinMarketCap saat ini adalah #39, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.103.056.049. Pasokan yang beredar 60.907.500 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
Cosmos (ATOM)
Ilustrasi Cosmos (ATOM).
Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Rilisnya Cosmos SDK v0.45 akan membuat kripto ini akan memiliki sentimen positif dan meningkatkan harganya.
“Cosmos (ATOM) akan merilis Cosmos SDK v0.45 yang akan meningkatkan kemampuan tata kelola jaringannya. Ini diperkirakan akan meluncur pada awal bulan Februari mendatang,” tutur Afid.
Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan perangkat lunak Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.
Peringkat ATOM di CoinMarketCap saat ini adalah #17, dengan kapitalisasi pasar US$ 10.368.617.177. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
Ethereum Classic (ETC)
Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).
Ethereum Classic (ETC) diperkirakan akan mengalami peningkatan nilai dalam waktu dekat. Afid menjelaskan ETC akan merilis mainnet baru bernama Mystique di awal Februari, sehingga mendorong kripto ini menjadi banyak peminat.
“Mystique akan melihat ETC melakukan berbagai peningkatan kinerja yang telah digunakan pada blockchain Ethereum,” kata Afid.
Ethereum Classic (ETC) adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.
Peringkat ETC di CoinMarketCap saat ini adalah #38, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.178.376.014. Pasokan yang beredar 132.517.400 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.
Masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish, Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, mengatakan BTCUP akan diproyeksikan mengalami penurunan. Menurutnya kondisi market kripto yang alami koreksi sekarang turut mempengaruhi BTCUP.
“Penurunan market yang terkoreksi akhir-akhir ini menyebabkan BTCUP berpotensi bearish dan akan alami penurunan, berbanding terbalik dengan BTCDOWN,” kata Afid.
BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.
Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2923, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.178.376.014. Pasokan yang beredar 132.517.400 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.
ETHUP (ETHUP)
Ilustrasi ETHUP (ETHUP).
Sama seperti BTCUP, ETHUP juga berdampak pada kondisi market kripto yang lesu. Afid mengatakan ETHUP berpotensi bearish karena mengikuti kondisi Ethereum (ETC) yang juga tengah menurun.
“Tidak ada sentimen positif di ETHUP membuatnya aset kripto ini masuk ke daftar bearish,” kata Afid.
Peringkat ETHUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2895, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak tersedia. Pasokan yang bersirkulasi tidak tersedia.
BNB adalah aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi.
Afid menjelaskan BNB berpotensi bearish karena altcoin terkonsolidasi, meskipun pasar telah mencapai wilayah oversold. “Binance Coin berada dalam koreksi ke bawah karena altcoin terkonsolidasi. BNB telah mencapai wilayah pasar oversold. Artinya downtrend kemungkinan akan mereda,” katanya.
Peringkat BNB di CoinMarketCap saat ini adalah #4, dengan kapitalisasi pasar US$ 63.133.388.042. Pasokan yang beredar 165.116.761 koin BNB dan maksimal pasokan 165.116.760 koin BNB.
Synthetix (SNX)
Ilustrasi Synthetix (SNX).
Synthetix adalah protokol likuiditas derivatif pada Ethereum yang memungkinkan penerbitan dan perdagangan aset synthetic. Afid mengatakan untuk tren pasar Synthetix, prospek pembeli berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan sejak pertengahan September tahun 2021 lalu.
“Permintaan harga untuk token Synthetix telah lama berada di bawah harga pasar. potensi bearish terus mendorong harga lebih rendah,” ungkapnya.
Peringkat SNX di CoinMarketCap saat ini adalah #114, dengan kapitalisasi pasar US$ 493.407.749. Pasokan yang beredar 114.841.533 koin SNX dan maksimal pasokan 212.424.133 koin SNX.
UMA (UMA)
Ilustrasi UMA (UMA).
UMA atau Universal Market Access adalah protokol untuk pembuatan aset synthetic berdasarkan blockchain Ethereum. UMA secara khusus memungkinkan penggunanya untuk merancang dan membuat kontrak keuangan yang dijalankan sendiri dan ditegakkan sendiri yang dijamin dengan insentif ekonomi dan menjalankannya di blockchain Ethereum.
Menurut Afid, UMA dapat tenggelam di bawah dukungan utamanya untuk mendekati titik rendah sepanjang masa, memungkinkan penurunan lebih lanjut di bawah level support yang kuat. “Seiring dengan penurunan kripto global, UMA juga mengalami penurunan pasar yang intens sejak mencapai level tertinggi 6 bulan pada 15 November tahun lalu,” katanya.
Peringkat UMA di CoinMarketCap saat ini adalah #133, dengan kapitalisasi pasar US$ 377.794.965. Pasokan yang beredar 65.109.549 koin UMA dan maksimal pasokan 101.172.570 koin UMA.
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya, karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Pekan terakhir bulan Maret 2022, menjadi momen krusial bagi market kripto. Setelah reli panjang sejak pekan lalu, sejumlah aset kripto tampaknya mulai menjauh dari zona hijau.
Terpantau dari CoinMarketCap, Rabu (30/3) pukul 08.00 WIB, hanya ada lima dari 10 aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap yang masih bertahan di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Ethereum (ETH), masih tumbuh 0,28%, Solana (SOL) naik 1,25% dan Avalanche (AVAX) meninggi dengan 0,34% dalam sehari terakhir. Sementara, Bitcoin harus meninggalkan zona nyaman dengan penurunan 0,47%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat saat ini para pelaku pasar sudah mulai beralih ke aset lain di akhir kuartal I 2022 ini. Pasar modal khususnya di Amerika Serikat sedang tumbuh, sehingga investor kripto di Negeri Paman Sam itu mulai beralih untuk dapat keuntungan lebih.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
“Selain itu anjloknya harga minyak dunia akibat ketegangan Rusia-Ukraina membuat pelaku pasar mulai kembali berani mendiversifikasikan aset berisikonya ke saham. Kemudian, banyak swing trader yang beberapa hari terakhir mengambil untung dengan menjual aset kriptonya, sehingga aksi beli berkurang dan mempengaruhi sentimen pasar,” kata Afid.
Untuk prospek mendatang, Afid menyakini bahwa market kripto akan kembali tancap gas di bulan April mendatang. Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh awal kuartal II 2022, akan banyak perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangannya dan kemungkinan besar turut mempengaruhi market.
“Dari pattern yang ada biasanya perusahaan-perusahaan besar itu, akan mengeluarkan laporan keuangan dan akan taking profit dari investasi yang dilakukan oleh mereka. Kemudian, April itu kan awal kuartal, banyak orang akan lebih agresif untuk investasi di instrumen apa pun itu, termasuk kripto,” jelas Afid.
Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang, berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Trader Tokocrypto, Afid Tokocrypto, melihat dengan pembaruan jaringan ATOM yang bernama Theta pada akhir Maret ini, bisa meningkatkan harganya.
“Cosmos (ATOM) akan meng-upgrade jaringan mereka ke Theta yang akan meningkatkan kemampuan tata kelola jaringannya. Ini diperkirakan akan meluncur pada akhir Maret ini. Dari analisis teknikalnya, sentimen positif ini sudah bisa meningkatkan harga ATOM hingga 11%,” kata Afid.
Afid menjelaskan Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan software Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.
Peringkat ATOM di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar $ 8.548.724.516. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
2. Axie Infinity (AXS)
Ilustrasi analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Axie Infinity (AXS) adalah token yang digunakan di dalam game dengan judul yang sama. Axie Infinity sendiri merupakan game NFT (Non-Fungible Token) yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum (ETH).
Game Axie Infinity saat ini baru tersedia di PC. Namun, pada 31 Maret nanti, pengembang Axie Infinity akan merilis aplikasi game untuk smartphone Android dan iOS. Kabar ini turut membuat harga AXS melonjak tinggi.
“Axie Infinity ini akan mengalami sentimen positif karena game play-to-earn mereka akan rilis di IOS dan Android. Jika dilihat dari roadmap-nya ini sudah sesuai dengan timeline yang ada. Analisis teknikal melihat nilai AXS bisa meroket hingga 21% dari harga $ 66,” jelas Afid.
Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #42, dengan kapitalisasi pasar $ 3.912.514.485. Pasokan yang beredar 60.907.500 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
3. VeChain (VET)
Ilustrasi analisis teknikal VeChain (VET).
VeChain (VET) adalah platform smart contract L1 yang serbaguna. VeChain bertujuan untuk menggunakan tata kelola terdistribusi dan teknologi Internet of Things (IoT) guna menciptakan ekosistem yang memecahkan rintangan data utama di berbagai industri global mulai dari medis, energi, makanan & minuman hingga sustainability.
VET masuk dalam daftar kripto yang bakal bullish pekan ini. Afid mengatakan VeUSD, stablecoin asli pertama VeChain akan segera rilis di mainnet dan mengantarkan era baru bagi VeChainThor.
“Dengan stablecoin, VeChainThor sekarang dapat menyediakan fungsionalitas DeFi yang serupa dengan jaringan seperti Ethereum, tetapi dengan arsitektur yang jauh lebih unggul. Setiap VeUSD yang dicetak akan sepenuhnya didukung oleh cadangan fisik uang fiat Dolar AS yang dapat ditukarkan dengan rasio 1:1 kapan saja,” katanya.
Afid menambahkan dari segi analisis teknikalnya VET sudah mengalami koreksi harga dan kini sedang bergerak naik. Kemungkinan besar peningkatan harganya bisa mencapai 24% dari harga $ 0,07.
Peringkat VET di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar $ 4.639.083.524. Pasokan yang beredar 64.315.576.989 koin VET dan maksimal pasokan 86.712.634.466 koin VET.
Chiliz (CHZ) adalah token ERC-20 yang berjalan pada blockchain Chiliz yang berbasis Ethereum. Token CHZ berfungsi sebagai mata uang yang memungkinkan pengguna untuk membeli NFT di pasar token penggemar (fan token market) Socios Chiliz.
Pada pekan ini, CHZ berpotensi bullish karena ada perilisan pembaruan jaringan Chiliz 2.0, sehingga minat investor pada token ini tumbuh secara keseluruhan. Afid melihat sejak awal pekan lalu Chiliz naik hampir 12% dari segi analisis teknikal.
“Chiliz telah menarik perhatian untuk peningkatan signifikan pada blockchain-nya. Pengembang menjanjikan bahwa jaringan yang disempurnakan akan memungkinkan perdagangan NFT dan aset digital lainnya bisa lebih murah dibanding Ethereum,” terang Afid.
Afid menambahkan dari analisis teknikalnya nilai CHZ bisa melonjak hingga 24%. Namun, ia melihat akan ada sedikit koreksi sebentar, lalu akan rebound dari harga $ 0,28 bisa mencapai $ 0,35.
Peringkat CHZ di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #64, dengan kapitalisasi pasar $ 1.757.330.030. Pasokan yang beredar 6.000.316.458 koin CHZ dan maksimal pasokan 8.888.888.888 koin CHZ.
5. Elrond (EGLD)
Ilustrasi analisis teknikal Elrond (EGLD).
Koin EGLD kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini, karena sentimen positif dari pemberitaan MEXC Global bermitra dengan Elrond Network untuk meningkatkan adopsi Web3. MEXC Global sendiri adalah platform perdagangan aset kripto global terkemuka yang mendukung pengembangan Elrond Network.
Kemitraan ini akan membuat token asli dari Elrond (EGLD) yang digunakan untuk membayar transaksi, menjalankan smart contract, dan mengamankan jaringan melalui staking, akan terdaftar di MEXC Global.
“Berita kemitraan EXC Global dan Elrond Network sukses meningkatkan harga EGLD. Dari segi analisis teknikal, nilai EGLD terus melonjak tinggi sejak awal pekan. Pada minggu ini diperkirakan akan ada lonjakan nilai hingga 20% dari harga $ 204 mencapai $ 234,” kata Afid.
Elrond sendiri adalah platform berbasis blockchain yang dibangun untuk menawarkan kecepatan transaksi yang sangat cepat dengan menggunakan sharding. Proyek ini menggambarkan dirinya sebagai ekosistem teknologi untuk internet baru, yang mencakup fintech, keuangan terdesentralisasi, dan Internet of Things (IoT).
Peringkat EGLD di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #38, dengan kapitalisasi pasar $ 4.280.736.747. Pasokan yang beredar 21.717.669 koin EGLD dan maksimal pasokan 31.415.926 koin EGLD.
Sejauh ini, Waves (WAVES) telah menjadi salah satu token dengan kinerja terbaik pada tahun 2022. Namun, pada pekan ini WAVES diperkirakan akan alami penurunan nilai.
Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, penyebabnya adalah WAVES sudah mengalami lonjakan nilai yang sangat tinggi bahkan 240% Monthly Gain. Menurutnya untuk menjaga stabilitas Waves akan mengalami koreksi karena sudah overbought.
“WAVES juga sudah alami overbought. Investor sudah mulai jenuh dan pola reverse cup and handle sudah terbentuk. Dari analisis teknikalnya juga terlihat potensi penurunan sekitar 17 persen,” ujar Afid.
Waves adalah sebuah platform blockchain dengan banyak kegunaan yang mendukung berbagai use case, termasuk decentralized application (DApp) dan juga smart contract. Selain itu, token ini juga dirancang untuk memudahkan para pengguna dalam membuat dan meluncurkan token kripto sesuai yang diinginkan pengguna.
Peringkat WAVES di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #32, dengan kapitalisasi pasar $ 5.409.884.218. Jumlah koin yang beredar 107.866.006 koin WAVES dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Conflux (CFX)
Ilustrasi analisis teknikal Conflux (CFX).
Conflux adalah blockchain konsensus layer-1 yang menggunakan algoritma konsensus Tree-Graph yang unik, memungkinkan pemrosesan blok dan transaksi paralel untuk meningkatkan throughput dan skalabilitas. Conflux memberikan keuntungan unik untuk proyek yang dibangun dan diperluas ke Asia, menghubungkan ekonomi yang terdesentralisasi untuk memperkuat ekosistem DeFi global.
Afid melihat CFX akan bearish pada pekan ini. Alasannya koin ini juga sudah overbought dengan lonjakan yang terlalu tinggi dengan cepat.
“Dari segi analisis teknikalnya, CFX akan mengalami sedikit rebound, tapi akan tetap turun karena tidak bisa melewati level resistennya. Penurunan bisa terjadi hingga 17% dari harga $ 0,18 ke $ 0,15,” katanya.
Peringkat CFX di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #187, dengan kapitalisasi pasar $ 270.812.803. Jumlah koin yang beredar 1.563.253.077 koin CFX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Anchor Protocol (ANC) masih terus terjebak dalam fase bearish yang kemungkinan akan berkelanjutan pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC terus menekan harganya.
“ANC sulit untuk naik. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC akan terus turun bahkan bisa mencapai 24 persen. Penurunan harganya terjadi dari $ 2,8 hingga mencapai $ 1,9,” kata Afid.
Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.
Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 782.627.278. Pasokan yang beredar 270.462.648 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.
Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin DOWN (BTCDOWN).
Bitcoin DOWN (BTCDOWN) berpeluang mengalami penurunan pada pekan terakhir Maret 2022 ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCDOWN karena Bitcoin sedang bullish yang saat ini sudah melewati harga $ 46.000.
“Pergerakan BTCDOWN sudah menunjukan pattern bearish. Grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Dari analisis teknikalnya, BTCDOWN memang akan rebound dulu, lalu kemungkinan besar akan terus turun hingga 19%,” kata Afid.
BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.
Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #2905, dengan kapitalisasi pasar $ 6.707.385. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
5. Loopring (LRC)
Ilustrasi analisis teknikal Loopring (LRC).
LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.
Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bearish pada pekan ini. Alasannya LRC tidak memiliki sentimen yang kuat untuk bangkit.
“Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami penurunan hingga 18%. Sebelum longsor, harga LRC akan terkoreksi dulu, lalu akan terus turun. Penurunan harga bisa dari $ 1,2 hingga $ 1,” tutur Afid.
Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #67, dengan kapitalisasi pasar $ 1.701.406.017. Jumlah koin yang beredar 1.329.675.414 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Kondisi market aset kripto sedikit kembali mengalami tekanan memasuki pertengahan pekan keempat Juni 2022. Walaupun, beberapa hari terakhir sebagian aset kripto kompak melaju ke zona positif dengan kenaikan yang sedikit menguntungkan
Melansir CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB, sejumlah aset kripto kompak mengalami sedikit penurunan dalam perdagangan 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC) turun 1,26% menjadi $ 20.513, sementara Ethereum (ETH) berada di posisi $ 1.103 atau turun 2,93%.
Altcoin lainnya juga mengalami nasib yang sama, seperti Cardano (ADA), BNB, XRP yang masing-masing sedikit menurun sekitar 4%. Bahkan, Polkadot (DOT) anjlok dengan angka signifikan di atas 6%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto cenderung sideways atau datar ini sudah diprediksi sebelumnya. Kenaikan atau reli singkat pada awal pekan lalu, bukanlah pertanda reversals.
Banyak investor justru berpandangan bahwa bear market sejatinya belum usai, sehingga reli aset kripto kali ini kemungkinan berumur singkat. Investor diprediksi akan melancarkan aksi jual, ketika sentimen buruk makroekonomi kembali meningkat.
“Reli saat ini bisa jadi hanya bersifat jangka pendek. kenaikan kemarin mungkin terkait dengan investor besar atau whales yang membeli saat penurunan harga kripto akibat kebijakan The Fed, termasuk turbulensi ekonomi global dan tekanan resesi yang telah menjangkiti market kripto untuk masa depan,” kata Afid.
Situasi reli singkat ini dimanfaatkan oleh beberapa trader yang menganggap shorting aset kripto terlihat menggiurkan selama bear market kali ini. Sementara, investor jangka panjang cenderung takut masuk ke market, meskipun lonjakan terjadi sesekali. Mereka memilih mengambil posisi bertahan sampai bukti kuat muncul bahwa ekonomi telah kembali stabil.
“Banyak yang menyakini bearmarket tidak akan berakhir sampai resesi tiba. Maka dari itu, mungkin perjalanannya akan panjang untuk sampai ke sana, sehingga perdagangan kripto akan cenderung sideways,” jelas Afid.
Perdagangan Bitcoin (BTC) masih “melayang” di sekitar US$ 20.000, setelah sempat naik di level US$ 21.000. Aset kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar itu kini nilainya 20% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi terendah 2022 sekitar $ 17.000 yang dicapai selama akhir pekan lalu.
Afid menjelaskan pergerakan ke bawah kali ini dipicu oleh likuidasi dan beberapa minners yang menjual BTC saat posisinya mencapai sekitar US$ 20.000 untuk masuk kembali dengan harga yang lebih rendah.
Ilustrasi Bitcoin.
“Level support BTC masih berada di US$ 19.000. Untuk bull run, Bitcoin harus menembus resistensi di US$ 23.000. Namun, melihat sentimen saat ini hal tersebut sulit dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.
Investor tampaknya lebih fokus menjaga harga aset kripto di atas titik support-nya sebelum badai lainnya benar-benar menghantam market. Di BTC, misalnya, kini fokus perdagangan adalah mempertahankan level di atas US$ 20.000 di jangka pendek.
Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Cardano (ADA)
Analisis teknikal Cardano (ADA).
Membuka daftar aset kripto yang bullish pada pekan ini adalah Cardano (ADA). Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan rumor Hard fork atau peningkatan baru pada jaringan mereka yang kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat sekitar Juni-Juli.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat Vasil hard fork adalah update besar lainnya dalam jaringan Cardano yang akan berdampak pada stabilitas dan konektivitas jaringan secara keseluruhan. Hal tersebut akan meningkatkan sentimen positif pada pergerakan ADA.
“Hard fork Vasil adalah pembaruan paling signifikan Cardano sejak hardfork Alonzo diluncurkan September tahun lalu. Peningkatan ini diharapkan akan memberikan peningkatan kinerja besar-besaran untuk Cardano dan platformsmart contract-nya, Plutus,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,4655 masih terjaga, ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,5158 atau naik 15% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 15.813.271.656. Jumlah koin yang beredar 33.739.028.516 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.
2. Axie Infinity (AXS)
Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Aset kripto kategori metaverse, Axie Infinity (AXS) kembali masuk dalam daftar bullish pekan ini. Afid melihat nilai AXS memiliki peluang besar untuk bergerak naik. Hal ini disebabkan oleh hype terbaru tentang Lunacia Land Gameplay, yang akan segera diluncurkan oleh Axie Infinity.
Secara singkat, Land Gameplay baru dari Axie Infinity ini memungkinkan pemain untuk mengambil kepemilikan sebidang tanah dan menggunakannya guna mengembangkan sumber daya yang dapat ditingkatkan nanti dalam game. Sebenarnya, Gameplay Land ini direncanakan untuk meluncur pada akhir Juni 2022.
“Inisiasi Axie Infinity untuk Land Gameplay baru ini diantisipasi untuk memikat lebih banyak pemain ke dalam ekosistem. Ini menunjukkan betapa dapat dipercayanya Axie Infinity dalam mengembangkan ekosistemnya. Harga AXS pun berpeluang untuk naik,” jelas Afid.
Dari analisis teknikalnya, pergerakan AXS akan perlahan naik, namun nanti sedikit koreksi, lalu melonjak kembali. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 17,77 atau naik 23% dari US $ 14,34.
Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.177.667.722. Pasokan yang beredar 81.535.771 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
3. Harmony (ONE)
Analisis teknikal Harmony (ONE).
Harmony (ONE) berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan sentimen positif ONE dampak dari kabar peluncuran Mainnet Release 4.3.10 pada akhir Juni mendatang. Mainnet ini akan memperbaiki bugs dan tracer crash untuk memperuat ekosistem Harmony.
“Mainnet Release 4.3.10 di jaringan Harmony sudah dinantikan untuk memperbaiki bugs yang muncul di ekosistem. Langkah pengembang Harmony ini memberikan sentimen positif untuk pergerakan harga ONE dalam beberapa hari mendatang,” tutur Afid.
Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.
Analisis teknikal menyebutkan harga ONE bisa mencapai US$ 0,03188 atau naik 26% dari US$ 0,02634. Sementara level support-nya ada di US$ 0,02283 dan level resistance di US$ 0,03610.
Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #91, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 325.655.709. Pasokan yang beredar 12.193.193.319 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
SXP adalah native crypto dari Solar network yang merupakan proyek blockchain berbasis komunitas terdesentralisasi yang berfokus pada penciptaan ekosistem. SXP menjadi entitasnya sendiri ketika Binance mengakuisisi sisa saham Swipe yang beredar Desember 2021 lalu. SXP kemudian diganti namanya menjadi Solar, sebuah ekosistem dengan pengembang sumber terbuka dan keterlibatan komunitas.
Afid melihat nilai SXP bisa naik dengan sentimen dari eventWallet Update yang kemungkinan besar akan diselenggarakan pada akhir Juni mendatang. Dalam Wallet Update itu SXP akan merilis perkembang Mobile Wallet, NFT Marketplace Beta, Solar in Space, Deploy SLP on Mainnet, Solar Metaverse Alpha hingga Whitepaper Update.
“Sentimen SXP membaik menjelang akhir Juni ini karena akan ada event Wallet Update. Namun, pergerakan harga SXP akan sedikit koreksi terlebih dahulu, lalu bisa melonjak capai US$ 0,46 atau naik 25% dari US$ 0,370,” katanya.
Peringkat SXP di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #121, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 197.238.878. Pasokan yang beredar 488.376.083 koin SXP dan maksimal pasokan tidak tersedia.
5. COTI (COTI)
Analisis teknikal COTI (COTI).
COTI kembali masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish minggu ini. Afid menjelaskan COTI memiliki peluang untuk bergerak ke arah positif, karena peluncuran Djed Mainnet yang kemungkinan akan dilaksanakan pada akhir Juni nanti.
“Seperti yang kita ketahui Cardano dan COTI telah bekerja sama untuk merilis Djed pada akhir Q2. Bertepatan dengan peluncuran Djed, COTI juga akan merilis koin cadangan algoritmik Djed, yaitu Shen,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid menjelaskan, momen ini akan digunakan para investor untuk meningkatkan kepemilikan aset COTI. Harga COTI bisa naik 17% dari US$ 0,0999 ke US$ 0,0846.
Peringkat COTI di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #188, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 93.390.782. Pasokan yang beredar 1.048.141.495 koin COTI dan maksimal pasokan 2.000.000.000 koin COTI.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. TRON (TRX)
Analisis teknikal TRON (TRX).
TRON masih terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Afid melihat penurunan nilai TRX dampak dari USDD,stablecoin algoritmik milik Tron yang masih di bawah rasio 1:1 dengan dolar AS. Menurut data CoinMarketCap, USDD mulai kehilangan pasaknya sejak 13 Juni 2022 lalu.
Menurut pendiri Tron, Justin Sun, USDD mengalami depegging karena para short seller banyak mengincar token asli Tron, TRX, di bursa kripto Binance. Meski, Sun telah berkomitmen untuk menggunakan US$ 2 miliar dari Tron DAO Reserve guna melawan para short seller, USDD tetap berada di bawah US$ 1.
“Dari analisis teknikal, penurunan TRX bisa mencapai 14% dari harga $ 0,06469 menuju $ 0,05447 dalam beberapa hari ke depan. Penurunan harga ini sudah tidak dihindarkan lagi, selama nilai USSD belum stabil,” ungkapnya.
Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB adalah #60, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 704.714.918. Pasokan yang beredar 723.321.765 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Lido DAO adalah organisasi otonom terdesentralisasi (decentralized autonomous organization) yang diatur oleh pemegang LDO, token tata kelola DAO. Afid melihat penurunan nilai LDO dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema ‘Tata Kelola Ganda’ untuk mengatasi ketakutan sentralisasi Ethereum.
Proposal yang diusulkan tersebut akan memperkenalkan mekanisme perselisihan dan penyelesaian untuk insentif yang tidak selaras antara pemangku kepentingan dan pemegang LDO. Pada akhirnya memicu kekhawatiran membuat token LDO hampir tidak berharga.
“Beberapa komentator di forum tata kelola dan Twitter menyuarakan keprihatinan nilai/fungsi LDO. Proposal yang baru tersebut akan membatasi kekuatan yang dimiliki pemegang LDO atas protokol,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 25% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,515. Sementara level resistance-nya berada di angka US$ 0,947.
Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB adalah #141, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 161.949.538. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.
3. Reserve Rights (RSR)
Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).
Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV).
Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.
Afid melihat pergerakan RSR akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, RSR sudah overbought dan membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. “Penurunan RSR bisa sampai $ 0,00650 atau sekitar 18% dari harga $ 0,00805.”
Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #156, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 120.138.384. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.
4. Synthetix (SNX)
Analisis teknikal Synthetix (SNX).
Synthetix adalah protokol likuiditas derivatif pada Ethereum yang memungkinkan penerbitan dan perdagangan aset synthetic. Afid mengatakan untuk tren pasar Synthetix, prospek pembeli berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan sejak awal tahun 2022.
“Permintaan harga untuk token Synthetix telah lama berada di bawah harga pasar. Potensi bearish terus mendorong harga lebih rendah. Nilai SNX diprediksi bisa anjlok menuju sekitar US$ 2,267 atau turun 27% dari harga US$ 3,243,” ungkapnya.
Peringkat SNX di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #80, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 382.552.078. Pasokan yang beredar 114.841.533 koin SNX dan maksimal pasokan 212.424.133 koin SNX.
Reef (REEF) merupakan platform DeFi berbasis Polkadot yang mempunyai tujuan untuk menawarkan perdagangan lintas blockchain. Menurut Afid, Reef akan berpotensi mengalami penurunan harga pada pekan ini.
“Dari analisis teknikalnya, Reef akan mengalami penurunan dengan grafik yang cukup tajam. Nilai REEF bisa anjlok dari $ 0,00380 atau turun 22% ke harga US$ 0,00297,” ungkap Afid.
Peringkat REEF di CoinMarketCap pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB adalah #293, dengan kapitalisasi pasar US$ 67.630.911. Pasokan yang beredar 19.626.597.518 koin REEF dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
Disclaimer:
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Pergerakan market aset kripto memasuki tengah pekan ini, masih terlihat stagnan, namun cenderung menurun. Sejak awal pekan, tidak banyak pergerakan market yang mengejutkan, baik naik maupun turun.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak turun sedikit ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) merosot 2,13% ke US$ 20.284 per keping dalam sehari terakhir.
Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda turun 3,05% ke US$ 1.145 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) juga mengalami penurunan lebih dari 4%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, memprediksi pergerakan market kripto pada pekan ini masih terus bergerak sideways. Hal ini terjadi di bawah tekanan mengenai inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global ke depan. Di samping itu, volume trading market juga bergerak tipis sejak akhir pekan lalu.
“Dari pergerakkan market kripto masih datar saja. Ini diperkirakan akan terus berlangsung lama. Salah satu penyebab market terus sideways di antaranya, investor khawatir mengenai inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global ke depan,” kata Afid.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Selera risiko investor kripto tengah lesu mengikuti kondisi yang terjadi di pasar saham. Sekarang dalam menentukan aksi jual-beli di market kripto, investor terkadang sering melihat kinerja indeks Wall Street sebagai acuan. Makanya, tak heran jika kini pergerakan pasar kripto berkorelasi dengan pasar saham AS.
Selain itu, pelaku pasar juga mencerna data-data ekonomi terbaru dan komentar dari petinggi The Fed. Terakhir, pemegang kebijakan The Fed pada Selasa (28/6) kemarin berjanji segera menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menekan inflasi, sembari mencegah kekhawatiran biaya pinjaman yang lebih tinggi yang akan memicu penurunan tajam.
“Investor bisa mencerna rentetan komentar pejabat The Fed tersebut sebagai sinyal bahwa The Fed masih bakal menaikkan suku bunga acuannya dengan agresif dan mengabaikan dampak negatifnya ke pasar saham dan kripto,” ungkap Afid.
Afid berkeyakinan dalam beberapa waktu ke depan belum ada momentum yang baik untuk market bergerak bullish. Apalagi ekonom Wall Street meramalkan bahwa resesi ekonomi bisa terjadi dalam kurung waktu 12 bulan mendatang. Ramalan ini memberikan sinyal antisipasi bagi pelaku pasar, mengantisipasi efek samping kebijakan moneter agresif The Fed.
Pergerakkan Bitcoin pun rupanya diramalkan belum bergerak bagus. Pasar kripto belum bisa menguat signifikan pekan ini, karena tidak ada momentum yang bisa mendorong BTC meninggalkan kisaran US$ 20.000 per keping.
“Bitcoin akan menuju test support berkali-kali, di mana harganya bisa jadi akan berada di level US$ 19.800 hingga US$ 17.000 dalam beberapa waktu ke depan. Dari analis teknikal, prospek bullish belum bisa terihat. Untuk bergerak bullish, BTC harus melewati level resistance di titik US$ 23.000,” jelas Afid.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Jika dilihat dari sisi teknikal, BTC sendiri memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya sampai ke area US$ 22.000 dalam waktu dekat ini. Tanda kekuatan pertama adalah penembusan dan penutupan di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari di level US$ 22.890. Kenaikan harga kripto yang terjadi nantinya hanya bersifat prematur, karena belum ada sentimen positif yang kuat.
Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish danbearish di pekan terakhir bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Axie Infinity (AXS)
Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Axie Infinity (AXS) membuka daftar aset kripto potensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat nilai AXS masih memiliki peluang besar untuk bergerak naik. Hal ini disebabkan oleh dibukanya Ronin Bridge dan peluncuran Land Staking pada minggu ini, yang merupakan skema lain untuk membantu menghasilkan hadiah bagi pemain yang telah menginvestasikan uang dalam permainan.
Ronin Bridge, “jembatan” yang memungkinkan pengguna untuk mentransfer dana ke dan dari akun di game Axie Infinity, akhirnya telah dibuka kembali pada 28 Juni lalu, setelah insiden pencurian sebesar US$ 625 juta yang terjadi Maret lalu.
“Harga AXS masih berpotensi untuk naik pada pekan ini. Sentimen positif datang dari dibuka kembali transaksi Ronin Bridge. Sky Mavis, grup pengembang di belakang Axie Infinity tampaknya telah menepati janjinya untuk memberi kompensasi kepada pemain yang terkena dampak pencurian,” jelas Afid.
Dari analisis teknikalnya, pergerakan AXS akan perlahan naik, namun nanti sedikit koreksi, lalu melonjak kembali. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 17,77 atau naik 25% dari US $ 14,20.
Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.263.171.869. Pasokan yang beredar 82.118.077 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
2. MyNeighborAlice (ALICE)
Analisis teknikal MyNeighborAlice (ALICE).
MyNeighborAlice (ALICE) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto potensi bullish pada pekan ini. Pada dasarnya, My Neighbor Alice adalah salah satu gameblockchain multipemain paling populer saat ini. Setiap pemain dapat membeli pulau virtual dan mulai bertani, mengumpulkan item dalam game dan bersosialisasi dengan pemain lain.
Untuk memperdagangkan item dalam game, pemain menggunakan token ALICE. Aset kripto ini dapat digunakan untuk staking, buyback, dan menggunakan produk DeFi. Afid melihat rumor perilisan konten terbaru Alpha Season 1 pada 30 Juni nanti menjadi sentimen positif untuk token ALICE.
“Mulai 30 Juni nanti, pemilik tanah virtual di My Neighbor Alice akhirnya dapat menikmati Alpha Season 1 yang telah lama dinanti-nantikan. Sebelum waktu peluncuran pengguna mungkin akan mengakumulasi ALICE, sehingga harganya bergerak naik,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ALICE masih dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 3,263 atau naik 29% dari harga saat ini US$ 2,568 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ALICE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #269, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 83.891.144. Jumlah koin yang beredar 30.600.000 koin ALICE dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ALICE.
Selanjutnya, ada Binance Coin (BNB) yang merupakan aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi.
Afid menjelaskan BNB berpotensi bullish dampak dari sentimen positif kerja sama eksklusif antara Binance dengan pesepak bola, Cristiano Ronaldo. Melalui kemitraan ini, Binance akan meluncurkan promosi global yang bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada penggemar Ronaldo ke Web3 dengan titik masuk yang menarik ke dunia NFT.
“Pergerakkan harga BNB seketika mengalami kenaikan pasca pengumuman kerja sama Binance dan Cristiano Ronaldo. Tampaknya investor mulai mengakumulasi BNB untuk menantikan koleksi NFT Cristiano Ronaldo akan tersedia secara eksklusif di Binance NFT. Namun, Binance harus menjaga momentum ini, jika terlalu lama perilisannya, maka harga BNB bisa berbalik arah,” jelas Afid.
Dari analisis teknikalnya, Afid menjelaskan BNB masih akan koreksi terlebih dahulu, lalu dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 236,1 atau naik 11% dari harga saat ini US$ 211,3 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #4, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 37.348.668.947. Pasokan yang beredar 163.276.975 koin BNB dan maksimal pasokan 165.116.760 koin BNB.
Selain BNB, token kripto DAR juga kemungkinan besar akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Player Tournament yang kemungkinan besar terjadi pada 30 Juni mendatang. Keunikan dari additional content tersebut adalah adanya gameplay tambahan dengan storyline baru dan fitur in-game chat.
“Mines of Dalarnia masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari rumor peluncuran Player Tournament pada 30 Juni mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 13% dari harga sekarang di kisaran US$ 0,30571 ke US$ 0,34184,” ungkap Afid.
Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.
Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #309, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 63.882.600. Jumlah koin yang beredar 208.484.058 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.
5. Mina (MINA)
Analisis teknikal Mina Protocol (MINA).
Mina Protocol (MINA) adalah salah satu platform yang paling canggih di blockchain, karena dibangun di atas pondas teknologi blockchain yang kuat dan cocok untuk investasi jangka panjang. MINA mirip dengan Bitcoin, selain dari cara menangani transaksi, karena berfungsi sebagai koin utilitas dan alat tukar.
Afid mengatakan kripto MINA berpotensi bullish pada pekan ini. Terhitung 25 Juni 2022, pergerakan nilai MINA sudah naik sekitar 19 persen. “Untuk MINA masih akan ada potensi kenaikan minggu ini ya, karena sentimen positif dari peluncuran Package crypto library yang dirilis 30 Juni nanti untuk meningkatkan kemampuan Mina Protocol,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, Afid mengatakan MINA masih akan koreksi terlebih dahulu, lalu dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 0,600 atau naik 16% dari harga saat ini US$ 0,701 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat MINA di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #85, dengan kapitalisasi pasar US$ 372.163.161. Pasokan yang beredar 565.399.895 koin MINA dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Harmony (ONE)
Analisis teknikal Harmony (ONE).
Pekan lalu, Harmony (ONE) masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish, namun pada pekan ini tampaknya akan berbalik arah. Afid menjelaskan sentimen positif ONE sudah berakhir dampak dari kabar Horizon Bridge yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan, dengan nilai kerugian sekitar US$ 100 juta atau lebih dari Rp 1 triliun.
“Sentimen negatif yang menerpa Harmony Protocol membuat sebagian investor khawatir. Alhasil pergerakan harga ONE dalam beberapa hari mendatang kemungkinan besar akan terus turun, sehingga menimbulkan aksi jual yang lebih besar,” tutur Afid.
Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.
Analisis teknikal menyebutkan harga ONE bisa mencapai US$ 0,01765 atau turun 13% dari US$ 0,02042. Sementara, level resistance di US$ 0,02708.
Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #114, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 247.772.502. Pasokan yang beredar 12.201.111.376 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Lido DAO (LDO)
Analisis teknikal Lido DAO (LDO).
LDO, token tata kelola di jaringan Lido DAO masih “nyaman” duduk di dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Penurunan nilai LDO kali ini masih dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema tata kelola baru.
Setelah empat hari pemungutan suara, komunitas Lido tampaknya siap untuk menolak panggilan untuk membatasi pertumbuhannya sendiri. 99% suara yang diberikan mendukung Lido membatasi kepemilikannya di Ethereum. “Kekisruhan dalam penggunaan kripto LDO sebagai token tata kelola jaringan yang tak kunjung usai, membuat nilainya semakin anjlok,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 39% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,680. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 0,947.
Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #142, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 167.792.578. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.
SuperRare adalah platfrom NFT yang menghubungkan karya seni digital dengan sebuah token. Setelah NFT berada di SuperRare, karya digital itu dapat dibeli, dijual atau bahkan bisa digunakan sebagai investasi jangka panjang. Token RARE digunakan sebagai utilitas di platform SuperRare.
Afid melihat pergerakan RARE dari analisis teknikalnya kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga pada pekan ini. “Analisis teknikal melihat akan ada penurunan 21% dari harga sekarang di kisaran US$ 0,240 ke US$ 0,189,” ungkap Afid.
Peringkat RARE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #541, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 22.842.357. Pasokan yang beredar 101.756.228 koin RARE dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin RARE.
4. Hive (HIVE)
Analisis teknikal Hive (HIVE).
Sama seperti RARE, HIVE juga kembali masuk ke daftar bearish pekan ini. Afid melihat berpotensi masih terus turun. Bahkan melebih penurunan minggu lalu yang berada disekitar 10 persen.
“HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 35 persen ke harga US$ 0,4471 dari US$ 0,6718,” ungkap Afid.
Hive adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.
Peringkat HIVE di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #98, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 295.733.505. Pasokan yang beredar 445.435.787 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
5. Stratis (STRAX)
Analisis teknikal Stratis (STRAX).
Stratis adalah platform blockchain-as-a-service yang menawarkan beberapa produk dan layanan untuk perusahaan, termasuk meluncurkan private sidechains, running full nodes, developing dan deploying smart contracts, platform penawaran koin awal, dan aplikasi bukti identitas. Perusahaan juga menyediakan dompet kripto dan layanan konsultasi blockchain.
STRAX menjadi token yang digunakan untuk membeli dan mengoperasikan layanan seperti mengeksekusi smart contracts, membayar sidechain dan lainnya. Afid menjelaskan nilai STRAX bisa mengalami penurunan hingga 28%. “STRAX akan konsolidasi dahulu ke harga US$ 1,190, lalu akan turun menuju US$ 0,850.”
Peringkat STRAX di CoinMarketCap pada Rabu (29/6) pukul 12.00 WIB adalah #153, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 144.417.008. Pasokan yang beredar 138.379.149 koin STRAX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Bear market tiba harga aset crypto turun dengan persentase hingga dua digit, Bitcoin telah berada di level $ 21.000, kehilangan nilai lebih dari 60% dari harga tertingginya di $ 68.000.
Fase Bear Market 2022
Mengutip dari tweet, Jason Yanowitz dari Blockwork, saat ini bear market sedang masuk ke fase dua. Fase di mana harga crypto akan turun sangat jauh dan membuat investor frustasi.
Di fase ini pula banyak investor dari berbagai tingkatan memilih untuk keluar dari market crypto karena volatilitas dan kehabisan bahan bakar untuk bisa bertahan.
Fase bear market kedua ini tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan segera berakhir, yang jelas setelah fase ini selesai masih akan ada fase ketiga.
Ini merupakan sebuah fase di mana harga berada dalam titik terendah dan cenderung stagnan.
Di fase ini kemungkinan tidak banyak investor yang tersisa dan proyek yang bertahan. Hanya investor yang kuat dan proyek yang berkualitas yang bertahan, bisa disebut bear market ini adalah seleksi alam. Hal ini pun turut disampaikan Bertrand Perez, CEO WEB3 Foundation.
“Kami berada di bear market, dan saya pikir itu bagus, karena akan membersihkan orang-orang yang ada di sana (market crypto) karena alasan yang buruk, proyek yang buruk pun akan hilang dan yang bertahan adalah yang fokus pada pengembangan proyek bukan hanya sekadang harga token.”
Bertrand Perez, CEO Web3 Foundation
Nolan Bauerle, direktur riset di CoinDesk, mengatakan 90% cryptocurrency hari ini tidak akan bertahan dari kehancuran di pasar. Mereka yang bertahan akan mendominasi permainan dan meningkatkan pengembalian bagi investor awal.
Nah, pertanyaannya kapan seluruh fase ini akan selesai. Kita sudah menyaksikan fase satu di awal tahun hingga Mei awal. Fase dua telah dimulai saat LUNA dan UST hancur dan berlangsung hingga sekarang.
Investor makro, Raoul Pal yakin bahwa pasar crypto bear saat ini akan berakhir hanya setelah The Fed melonggarkan kebijakan moneter hawkish dengan menghentikan kenaikan suku bunga. Itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan, menurut prediksi Pal.
“The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga sejauh dan secepat yang diharapkan orang. Dugaan saya adalah mereka mungkin berhenti menaikkan suku bunga di musim panas dan hanya itu.”
Investor makro, Raoul Pal
Pal melihat kombinasi suku bunga tinggi dan ketakutan akan resesi yang akan datang sebagai faktor makro utama yang menyebabkan pasar penurunan crypto saat ini.
Pal berpikir bahwa dasar pasar belum tercapai dan fase likuidasi massal yang melibatkan aset kripto akan segera hadir.
“[Crypto] bisa melihat lonjakan likuidasi di beberapa titik jika kita melihatnya di ekuitas dan pada akhirnya itu akan menjadi kapitulasi terakhir dari pasar.”
nvestor makro, Raoul Pal
Pada saat itu, menurut Pal, The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, memungkinkan beberapa likuiditas mengalir ke pasar keuangan, sehingga memicu reli crypto berikutnya.
“Kita akan melihat reli obligasi, reli crypto, mungkin beberapa saham teknologi reli.”
nvestor makro, Raoul Pal
Selain gambaran makro, faktor lain yang dapat memfasilitasi kenaikan berikutnya adalah persetujuan ETF spot Bitcoin dan peralihan Ethereum ke sistem bukti kepemilikan, yang diharapkan untuk Q3.
Histori bear market. Sumber: Coinmetrics.io
Sedangkan jika melihat histori bear market atau crypto winter pada 2018, butuh waktu kurang lebih dua tahun bear market selesai dan harga mulai kembali naik.
Hal ini juga berkaitan dengan halving, di mana setelah halving 2016, satu tahun kemudian harga Bitcoin sentuh ATH pertamanya di kisaran $ 20.000 dan kemudian setelah meraih harga tertinggi Bitcoin pun berangsur turun hingga 2020.
Kemudian, 2021 satu tahun setelah halving Bitcoin raih harga tertinggi sepanjang masa yang mengesankan di $ 68.000. Setelah itu harga pun turun di 2022 dan kini masuk ke bear market.
Jika pola ini berulang ada kemungkinan para investor yang bertahan di kondisi pasar saat ini baru akan mendapatkan imbal hasil tinggi di 2025, satu tahun setelah halving di 2024.
Jadi kurang lebih dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bull market datang kembali.