Tag: metaverse

  • Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

    Perkembangan metaverse di Indonesia memasuki babak baru. Sebuah tanah atau lahan di Ranverse, metaverse buatan VCGamers, startup blockchian asal Indonesia berhasil laku terjual sekitar Rp 150 juta.

    Dikutip dari situs resmi VCGamers, cluster atau 4×4 bidang tanah (land) di metaverse pertama Indonesia, RansVerse terjual dengan harga sebesar 100.088 $VCG atau setara Rp 150.000.000. Penjualan itu terjadi saat event Flash Bid RansVerse Land pertama pada Rabu 12 Mei 2022.

    Acara Flash Bid Land tersebut berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam mulai sejak pukul 21.30 WIB sampai 23.00 WIB. Peserta yang hadir dalam Flash Bid Land itu mencapai sebanyak 130 orang.

    Open bid dibuka sebesar 1 $VCG. Seluruh peserta dibebaskan untuk mengajukan penawaran. Seluruh peserta yang ikut dalam Flash Bid RansVerse Land itu dikabarkan sangat antusias untuk mengikuti pelelangan tanah di metaverse.

    VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse.
    VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

    Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Pemenang Lelang Dapat Tanah Metaverse Dekat Raffi Ahmad

    Proses lelang berlangsung sengit. Pada detik-detik akhir, terjadi bidwar dari 5 penawar. Semula ada peserta yang mengajukan penawaran 72.500 $VCG untuk satu cluster RansVerse di dekat land Raffi Ahmad.

    Kemudian, disusul yang lainnya dengan penawaran sebesar 73.000 $VCG. Belum menyerah, ada lagi peserta yang mengajukan harga sebesar 75.000 $VCG. Tidak sampai di situ, setelah beberapa waktu muncul lagi penawaran sebesar 80.000 $VCG.

    Saat detik-detik akhir, kemudian ada peserta lainnya yang mengeluarkan penawaran sebesar 100.000 $VCG atau setara Rp 150 juta. Sehingga, penjualan cluster RansVerse itu pun ditutup dengan 100.000 $VCG.

    Setelah ditemukan pemenang, tim developer VCGamers pun langsung melakukan pengiriman cluster metaverse pertama di Indonesia itu, RansVerse. Pemenang dalam Flash Bid Land itu pun kini memiliki lahan yang berlokasi di dekat land Raffi Ahmad.

    Pemenang lelang tanah di metaverse pertama Indonesia, RansVerse.
    Pemenang lelang tanah di metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

    Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

    Indonesia Punya Peluang Besar dalam Pengembangan Metaverse

    Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia karena memiliki keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal. Pembangunan metaverse dianggap sebagai suatu langkah solid dalam upaya kolaboratif untuk memajukan Indonesia di panggung dunia.

    Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

    “Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, Smart Contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

    VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse.
    VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

    Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

    Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.

    VCGamers sendiri adalah lulusan dari program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 hasil kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia.

    VCGamers salah satu dari 12 startup blockchain terpilih yang telah merampungkan proses pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industrinya. Mereka yang berhasil lulus telah mendapatkan akses pendanaan dan total telah meraih lebih dari US$ 40 Juta.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Ape Coin (APE) dan Metaverse Otherside

    Cukup menarik membaca sejumlah fakta-fakta tentang Ape Coin (APE) pasca kucuran dana Rp6,5 triliun dari perusahaan ventura Andreesen Horowitz (a16z) ke YugaLabs. Pencinta APE juga menanti datangnya metaverse “Otherside” pada April 2022 ini. Menarikkah metaverse yang akan dihuni oleh “kera-kera sakti” ini?

    Selama sepekan terakhir, harga kripto Ape Coin (APE) tumbuh lebih dari 46 persen. Ketika artikel ini ditulis, Sabtu (23/4/2022) pukul 22.43 WIB, harga APE membuncah di kisaran US$16,87 per APE, tumbuh 18,17 persen dalam 24 jam terakhir. Ketika itu, APE memimpin di 100 besar versi Coinmarketcap.

    Menguatnya harga APE di tengah-tengahnya lesunya pasar kripto mengarahkan publik pada spekulasi, bahwa pecinta APE sedang menantikan metaverse “Otherside” yang segera diluncurkan pada bulan ini. Spekulator benar-benar memanfaatkan “event” ini sebagai hype demi meraih keuntungan pendek.

    Patut dicatat di sini di tengah penguatan hebat ini, dari 100 besar pemegang APE, mereka mengendalikan sekitar 52 persen dari total pasokan beredar APE (284.843.750 APE dari 1 miliar APE). Hodler APE (berdasarkan address) ketika artikel ini ditulis mencapai 48.570.

    Ancang-ancang metaverse itu sebenarnya sudah digaungkan pada 19 Maret 2022 lalu di Twitter YugaLabs dan disusul pengumuman investasi US$450 juta (Rp4,5 triliun) dari Andreesen Horowitz (a16z). Metaverse Otherside juga diterakan di situs YugaLabs sebagai bagian dari produk unggulan mereka, termasuk penyebutan “The Yugaverse runs on ApeCoin”.

    Baca juga: Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

    APE Coin, YugaLabs dan Metaverse Otherside

    Pangkal metaverse Otherside tidak bisa dilepaskan dari popularitas NFT Bored Ape Yacht Club dan Mutant Ape Yacht Club. Kedua proyek NFT itu memang digarap sangat serius oleh YugaLabs, mengantongi nilai milyaran rupiah di OpenSea dan mendapatkan dukungan dari sejumlah sejumlah selebritas papan atas.

    Lantas, pada 17 Maret 2022 muncullah ApeCoin (APE), token biasa yang diterbitkan di blockchain Ethereum. Hingga detik ini YugaLabs enggan dikaitkan sebagai si empunya proyek APE itu, karena publik menafsirkannya sebagai bagian erat dengan dua NFT popular mereka.

    Mudah bagi publik menafsirkan itu, karena puluhan bursa kripto bersedia memperdagangkannya, seperti raksasa Binance, Coinbase, Huobi dan lain sebagainya.

    Ketika artikel ini ditulis, APE yang bersimbol tengkorak kera itu berada di peringkat ke-32 versi Coinmarketcap, cukup mencerminkan tingkat likuditas yang baik dengan nilai pasar mencapai US$5 juta.

    Ditambah lagi, di Twitter, YugaLabs kerap menggunggah sejumlah konten terkait proyeknya dan APE, termasuk soal metaverse Otherside disematkan di akun mereka.

    Dugaan bahwa YugaLabs adalah benar di balik ApeCoin diperkuat dengan “bocornya” slide presentasi yang memaparkan tentang proyek YugaLabs dan sejumlah rencananya. Di slide itu, secara gamblang dituliskan bahwa metaverse menjadi bagian rencana utama di masa depan yang akan memadukan proyek NFT mereka. Bernada gimmick pemasaran, disebutkan bahwa mereka tidak membuat metaverse, melainkan “metaRGP”, sejenis game daring. YugaLabs tidak mengakui bahwa slide itu dibuat oleh pihaknya.

    Di atas itu semua, “metaverse” saat ini jadi mantra sekaligus “madu” bagi proyek-proyek terkait NFT, gaming, kripto, DeFi dan segala macam turunannya.

    Baca juga: Twitter Akan Pakai USDC dan Teknologi Polygon (MATIC), Bermitra dengan Perusahaan Dukungan Elon Musk

    Persaingan yang semakin ketat adalah kata kunci lain di sini, termasuk oleh metaverse Shiba Inu, Pavia di Cardano, termasuk besutan Zilliqa, yakni Metapolis. Semuanya itu ingin mendapatkan sedikit kue cuan yang sudah mantap dirasakan oleh metaverse Decentraland (MANA), termasuk TheSandbox yang digunakan sebagai medium promosi oleh perusahan ternama seperti HSBC.

    Pada ujungnya, dana untuk promosi dan pemasaran amat penting untuk mendorong metaverse Otherside dan harga APECoin naik lebih tinggi.

    Investasi si raksasa Andreesen Horowitz mungkin memegang peranan penting di sini, berkontribusi menambahkan nilai perusahaan YugaLabs menjadi US$4 miliar.

    Asal tahu saja ada puluhan proyek kripto yang didukung oleh Andreesen Horowitz ini, di antaranya adalah Near, Maker, OpenSea, UniSwap, Dapper hingga Chia (milik mantan pendiri BitTorrent).

    Lantas, apakah metaverse Otherside benar-benar menawarkan “dunia lain” yang menarik setelah dihuni oleh karakter kera-kera sakti? [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Metaverse, menjadi topik hangat yang menarik perhatian khalayak dalam beberapa waktu belakangan ini. Teknologi dunia virtual tersebut digadang-gadang punya banyak manfaat tak terbatas, sehingga menjadi tujuan pengembangan banyak pihak, salah satunya pemerintah Indonesia.

    Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri membuat layanan bernama Konsultasi Virtual Otonomi Daerah (Kovi Otda) berbasis metaverse guna menekan potensi korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Dengan layanan itu, pemerintah daerah bisa berkonsultasi dengan pemerintah pusat melalui dunia.

    “Kita launching sebuah inovasi untuk melayani Pemda seputar konsultasi otonomi daerah berbasis virtual dengan teknologi metaverse atau 3D animasi. Jadi nanti Pemda akan bertemu saya dan pejabat lainnya untuk konsultasi dalam bentuk animasi 3 dimensi. Jadi kami akan bawa pemda dalam ruang animasi,” kata Dirjen Otonomi Daerah, Kemendagri Akmal Malik dalam keterangannya dikutip Rabu (28/4).

    Layanan Kemendagri berbasis metaverse itu bisa diakses melalui www.kovi.otda.kemendagri.go.id. Kemendagri juga akan memberikan akun khusus kepada pemda untuk mengakses layanan tersebut. Nantinya, pemda berkonsultasi dengan pemerintah pusat melalui tampilan tiga dimensi. Pemda bisa berkonsultasi tanpa harus datang ke Jakarta.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 April 2022: Pasar kripto Babak Belur di Zona Merah

    Indonesia Punya Peluang Besar dalam Pengembangan Metaverse Dunia

    Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate, menyakini Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia karena memiliki keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal. Pembangunan metaverse dianggap sebagai suatu langkah solid dalam upaya kolaboratif untuk memajukan Indonesia di panggung dunia.

    “Metaverse Indonesia telah mulai terbentuk dari sektor yang ekosistem user-nya paling adaptif untuk mengadopsi inovasi digital. Hal ini pun akan terus berevolusi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” kata Johnny dalam siaran pers Kominfo.

    Lebih lanjut, Johnny meyakini diperkirakan pembangunan metaverse ini membutuhkan waktu cukup lama dan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024. Kaitannya dengan hal tersebut, WIR Group didaulat menjadi pelaksana tugas untuk mengembangkan platform tersebut.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

    WIR Group sebagai salah satu perusahaan teknologi perangkat lunak metaverse asal Indonesia akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia pada perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022 ini. Dalam kolaborasi ini WIR Group akan mengajak perusahaan global Meta dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.

    Chief Executive Officer (CEO) WIR Group, Michael Budi, menjelaskan rencana kolaborasi pemerintah-swasta dan antar perusahaan ini diharapkan dapat merintis metaverse versi Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

    “Sebab, adanya dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara masif akan sangat berpengaruh terhadap pengembang berbagai sektor kehidupan. Dalam waktu yang relatif cepat, visi pengembangan sektor teknologi metaverse secara pesat di Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

    Metaverse dan Kaitannya dengan Aset Kripto, NFT serta Blockchain

    Bicara metaverse, tak bisa lepas dari peranan penting blockchain, aset kripto hingga NFT. Pengembangan metaverse dengan teknologi blockchain diyakini akan konsep dunia virtual yang sebenarnya.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

    Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

    Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

    “Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, Smart Contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

    Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Band Asal Indonesia Mocca Gelar Konser di Metaverse

    Band asal Indonesia Mocca, mencoba pengalaman baru di teknologi blockchain dengan menggelar konser perdananya di metaverse.

    Konser bertajuk ‘Mocca Love Fest’ tersebut akan di gelar pada Sabtu, 23 April 2022, pukul 16.00 WIB. Pihak managemen telah bekerja sama dengan Paras dan Reality Chain untuk melangsungkan konser digital tersebut.

    “Aku sebagai vokalis Mocca, jujur sudah sangat tidak sabar untuk tampil di konser metaverse Sabtu ini. Ini akan jadi pengalaman pertama aku dan tim setelah hampir 23 tahun memulai perjalanan di dunia musik,” ujar Arina Ephipania saat jumpa pers virtual belum lama ini.

    Baca juga: Webinar: Kiat Jitu Investasi Kripto untuk Pemula Dapatkan Untung

    Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.
    Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.

    Pada sesi wawancara yang sama, Toma Pratama selaku bassist mengaku jika band mereka memang sejak lama menyukai suatu hal yang baru dan unik. Ia merasa sangat bersyukur dengan kesempatan ini.

    Kami senang sekali bisa bikin konsep konser metaverse bersama Paras dan Reality Chain yang di dalamnya seru dibuat seperti event offline.”

    Tidak hanya menonton konser, para penonton juga berkesempatan menghadiri pameran NFT bersama Mocca dan artis lain yang mengeluti sektor ini.

    Sementara untuk konsep konsernya nanti, Mocca akan tampil live di studio dengan penonton yang mengakses konser dengan mengklik mocca.paras.city. 

    Arina kemudian menegaskan jika konser di metaverse yang mereka langsungkan nanti akan berupa live streaming, bukan tapping. Arina cs akan tampil di studio seperti biasa.

    Sementara itu, ini bukan pertama kalinya band asal Bandung tersebut terlibat dengan dunia virtual. Sebelumnya, Mocca telah merilis 5 karya NFT untuk membuka langkah mereka di sektor crypto.

    Metaverse sendiri memang sudah ramai menjadi wadah acara virtual berlangsung. Sebelumnya, Australia Open hingga peluncuran seri Samsung yang baru juga digelar di sana.

    Baca juga: Gandeng Decentraland, Australia Open Digelar Virtual di Metaverse

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menakar Keunggulan Metaverse Zilliqa (ZIL), Metapolis

    Metapolis, metaverse pada blockchain Zilliqa (ZIL), disebut sebagai salah satu proyek metaverse paling ambisius menurut CoinSpeaker.com. Pasalnya, proyek ini adalah platform metaverse-as-a-service (MaaS) pertama di industri kripto.

    ZIL mengalami reli harga melampaui 100 persen berkat Metapolis yang sedang naik daun. Hal ini mengakibatkan komunitas kripto kembali memerhatikan ZIL yang telah lama ditelantarkan.

    Metaverse bukan sekedar properti baru, melainkan kanvas baru untuk individu. Metaverse seperti menemukan sistem tata surya atau galaksi baru,” kata Matthew Ball, pemodal ventura.

    Metaverse membantu pekerja seni untuk menunjukkan karya mereka ke pasar yang lebih luas. Pencipta konten memiliki lebih banyak opsi untuk memonetisasi konten dan memberi insentif bagi setiap interaksi.

    Baca juga: Kenal Lebih Dekat dengan Pelanggan Tokocrypto di Tokonauts Day 2022

    Kendati menghadirkan inovasi besar, metaverse belum mudah diakses masyarakat awam. Sebab itulah, Metapolis menghadirkan MaaS agar siapapun dapat membangun di dunia virtual.

    Metapolis merupakan platform MaaS yang ditenagai Zilliqa. Zilliqa merupakan blockchain layer 1 berfokus kepada keamanan dan skalabilitas yang menjadi pondasi bagi masa depan digital.

    Berbeda dengan metaverse pada umumnya, Metapolis merupakan lapisan interaksi mendalam yang dibangun untuk fleksibilitas dan pengalaman pengguna.

    Model MaaS Metapolis menyingkat waktu yang dibutuhkan untuk mengubah ide menjadi kenyataan dengan cara memberikan individu dan badan usaha infrastruktur yang siap dan terintegrasi dengan blockchain Zilliqa.

    Infrastruktur tersebut memberikan akses instan kepada ekosistem dApps, DeFi dan marketplace serta basis pengguna yang kuat. Hal ini merupakan dorongan besar bagi pengembang yang ingin menciptakan game P2E sebab semua mekanisme inti sudah tersedia sejak awal.

    Baca juga: Monkey War Tawarkan NFT: Bertema Tokoh Politik dan Bertenaga Solana (SOL)

    Metaverse semakin terintegrasi di semua vertikal, mulai dari gaming hingga brand mewah, ritel, keuangan dan lainnya,” jelas Max Kantelia, co-founder Zilliqa.

    Ia menambahkan, metaverse memicu inovasi digital dan membuka saluran interaksi baru serta pangsa pasar baru bagi brand besar dan raksasa industri sehingga semua pihak diuntungkan.

    Dengan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk membangun dan uji coba penerapan, Metapolis membuat proses pembangunan metaverse menjadi mudah dengan cara mengeliminasi pengetahuan teknis dan tanggung jawab operasional.

    Melalui model MaaS, setiap individu dan organisasi memiliki peluang mewujudkan kreatifitas untuk memberdayakan komunitas dan menjelajahi model baru interaksi digital. 

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ANKR Coin, Aset Kripto Yang Dilirik Para Trader

    Kepopuleran altcoin semakin merajalela di kalangan trader dan juga investor aset kripto, salah satunya adalah ANKR coin dari protokol Ankr. Aset yang satu ini berhasil menarik banyak pembeli akibat sebuah tweet dan juga kerja sama Ankr dengan DEX, yang membuat harganya melambung tinggi. Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Apa itu ANKR Coin?

    Seperti halnya Ethereum dengan aset kriptonya yaitu ETH, protokol Ankr juga memiliki native token tersendiri yang dikenal dengan ANKR coin. Kegunaan dari ANKR tentunya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dari protokol Ankr, utamanya untuk membayar sumber daya dari aktivitas cloud computing antar platform.

    Selain itu, ANKR juga banyak digunakan oleh para investor sebagai aset kripto yang diinvestasikan. Tidak hanya karena harganya yang cenderung murah, ANKR juga dianggap berpengaruh dalam perubahan teknologi. Hal ini dikarenakan protokol yang menaungi ANKR, yaitu protokol Ankr, bergerak menggunakan sistem Web3. Oleh karena itu, ANKR merupakan aset yang berperan penting dalam inovasi yang diciptakan dalam penggunaan internet di masa depan. 

    Nah, agar bisa lebih memahami ANKR, alangkah baiknya untuk kita berkenalan dengan protokol yang menaunginya yaitu Ankr, yuk!

    Serba-Serbi Protokol Ankr

    Ankr merupakan sebuah protokol yang memungkinkan penggunanya untuk mewadahi peluncuran node dalam blockchain dengan biaya yang cenderung rendah. Kehadiran Ankr mempermudah para developer yang ingin membangun sebuah proyek kripto, khususnya dalam penyediaan data dan kode yang diperlukan. Developer hanya perlu memilih rantai mana yang mereka inginkan dan dapat langsung mengolahnya.

    Protokol Ankr menggunakan sistem Web3 yang memaksimalkan kinerja internet untuk memindahkan suatu web ke dalam blockchain, sehingga membuat data dan jaringan menjadi tersedia dan terbuka. Sistem Web3 ini selaras dengan tujuan dari Ankr sendiri, yaitu untuk mendesentralisasikan web.

    Dengan Ankr, memungkinkan para pengguna untuk menyebarkan node di lebih dari 40 blockchain Proof of Stake (PoS), melakukan staking, dan mengakses aplikasi DeFi. Hal inilah yang membuat membuat partisipasi pengguna dalam pengembangan blockchain menjadi lebih mudah.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

    Hingga kini, sudah ada beberapa proyek kripto yang mengadopsi protokol Ankr tersebut dan memungkinkan node-nya tersedia di Ankr. Di antaranya adalah Eth2, Binance, Polkadot, Avalanche, hingga Tezos. Selain itu, sudah terdapat lebih dari 8.000 nodes yang diluncurkan berkat teknologi yang dimiliki Ankr.

    Mengapa Harga ANKR Coin Naik Baru-Baru Ini?

    Keputusan Facebook untuk rebranding menjadi Meta ternyata memberikan pengaruh besar dalam segala bidang, salah satunya adalah aset kripto. Hal ini terbukti dengan harga ANKR coin yang mengalami kenaikan pesat setelah sang founder, Chandler Song, membagikan tweet yang berbunyi, “Crypto needs its own meta.” pada 30 Oktober 2021 lalu. 

    Ankr Coin

    Tentunya, founder dari Ankr ini mengacu pada rebranding yang dilakukan oleh Facebook beserta metaverse yang akan diluncurkannya. Chandler Song mengimplikasikan bahwa peristiwa tersebut bisa dimanfaatkan oleh blockchain dengan menciptakan sebuah inovasi berupa produk baru, yang mungkin akan dilakukan oleh Ankr. Hal inilah yang membuat banyak investor melirik Ankr dan mulai membelanjakan native token-nya, yaitu ANKR.

    Seusai tweet tersebut tersebar luas, harga ANKR langsung naik sebesar 82 persen. Di tanggal 31 Oktober, harganya berhasil menyentuh angka 0.1586 USD dengan volume perdagangan mencapai 2.74 miliar USD. Hal tersebut juga mendorong aset kripto satu ini hingga menjadi buah bibir di kalangan crypto geek.

    Selain karena sebuah tweet, harga ANKR juga mengalami apresiasi berkat kerjasama yang dijalin antara protokol Ankr dan Portal, sebuah DEX yang memungkinkan pertukaran antara BTC dan aset lainnya secara cepat, terlindungi, dan privat. Tujuan dari kemitraan ini adalah tentunya untuk meningkatkan adopsi DeFi. Tercatat pada 2 November 2021 lalu, ANKR menyentuh 0.1514 USD.

    Bagaimana Perkembangan ANKR Coin Saat Ini?

    Selain untuk biaya antar platform, banyak partisipan yang hold ANKR dalam wallet kripto miliknya sebagai investasi. Terbukti dengan apresiasi harga yang dialaminya hingga 700% pada awal tahun 2021. ANKR juga berhasil mencatat harga tertinggi sepanjang masa pada Maret 2021 di angka 0.2252 USD, disebabkan karena keberhasilannya sebagai top validator di Binance Smart Chain.

    Setelah sempat koreksi, harga ANKR kembali melonjak dengan kenaikan sebesar 82% dengan volume mencapai lebih dari 2 miliar USD yang disebabkan oleh cuitan milik sang founder, Chandler Song, pada 31 Oktober lalu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Diikuti dengan kenaikan harga selanjutnya pada 2 November yang disebabkan oleh kemitraan antara Ankr dan Portal.

    ANKR memiliki maksimal supply sebanyak 10 miliar ANKR coin, dan saat ini sudah terdapat lebih dari 8.1 miliar ANKR yang tersebar di pasaran. Dilansir dari CoinMarketCap per tanggal 11 November 2021, harga ANKR sedang menurun dan berada di angka 0.1194 USD dengan volume sebesar 168,129,672 USD.

    Lalu, Bagaimana Potensi ANKR Coin di Masa Depan?

    Tidak bisa dipungkiri, ANKR disebut sebagai altcoin yang punya potensi jangka panjang, lho, meskipun kini harganya memang masih fluktuatif. Dikutip dari InvestorPlace, hal ini disebabkan oleh platform Ankr yang memanfaatkan konsep DeFi yang masih akan terus mengalami perkembangan sebagai alternatif dari bank konvensional. 

    Masih berhubungan dengan teknologi pada platform yang menaungi ANKR, sistem Web3 milik Ankr juga diprediksi bisa membawa perubahan besar dalam penggunaan internet di masa depan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, ANKR dianggap bermanfaat sebagai aset untuk investasi jangka panjang dan cocok bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam inovasi yang tercipta dalam blockchain juga internet. Ditambah lagi dengan harganya yang kini masih cenderung terjangkau.

    Para trader pemula bisa, nih, menjadikan ANKR coin menjadi pilihan untuk di-hold dalam wallet mengingat harganya yang masih rendah, tetapi punya masa depan yang amat cerah. 

    Yuk, daftar, tuntaskan KYC Anda dan langsung investasi ANKR di Tokocrypto. Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Kamu juga bisa dapat informasi paling update hingga edukasi mengenai dunia kripto lainnya di website Tokonews.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tidak Hanya Mastercard dan Adidas, Zara Juga Ke Metaverse

    Metaverse semakin ramai dengan hadirnya brand fashion ternama, Zara, yang telah meluncurkan koleksi terbarunya di dunia virtual.

    Koleksi yang disebut Lime Glam tersebut adalah produk pakaian dan aksesoris yagn bisa digunakan oleh para pengguna di platform Metaverse, Zepeto. Ini juga dijual di toko fisik mereka.

    Memang, Metaverse sudah cukup terbukti mampu menjadi cara baru para brand fashion untuk memperkenalkan produk mereka, dengan cara yang benar-benar berbeda dan lebih kaya akan pengalaman. Inilah yang membuat Zara tertarik untuk memasukinya.

    Sebelumnya, platform Metaverse dari Decentraland juga sudah akrab dengan penggunaan bisnis fashion, yang bahkan telah mengadakan pameran busana virtual dengan lancar dalam skala yang bisa dibilang besar. Ini sangat meriah dan panen pujian.

    Baca juga: Mastercard Ajukan Belasan Merek Dagang untuk Metaverse dan Crypto

    Dengan adanya Metaverse, mencoba sebuah fashion dari rumah saja pun dimungkinkan, sebelum benar-benar datang ke toko fisik dan memilikinya secara nyata. Konsep hebat ini memang bukan hal yang benar-benar baru, tetapi telah dicoba dan hasilnya luar biasa.

    Di situs resmi Zara, juga menampilkan avatar yang menggunakan koleksi Lime Glam. Ini tentu bisa menjadi referensi awal bagi pengunjung situs sebelum benar-benar mencoba dan membelinya.

    Selain untuk hal tersebut, aplikasi Zepeto juga menawarkan booth foto, dinding digital dan lantai untuk koleksi khusus semacam itu.

    Baca juga: Volume Perdagangan Kripto di India Runtuh Setelah Pajak Baru Berlaku

    Dengan tampilan yang berkonsep tiga dimensi, ini tentu mempermudah pelanggan mendapatkan gambaran yang lebih baik di awal secara digital, mengenai suatu produk yang ditawarkan.

    Tentu saja, ini sejalan dengan ramalan para pakar tentang nilai pasar metaverse yang akan membesar, benar-benar besar, karena fungsi dan minat yang luas. Ini masihlah awal, metaverse akan benar-benar melewati imajinasi. Kita lihat saja!

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard Siap Terjun Eksplorasi Bisnis ke Metaverse dan NFT

    Mastercard menambah daftar panjang perusahaan yang siap mengeksplorasi bisnis untuk beroperasi di Metaverse dan ranah NFT. Mastercard bergabung dengan Visa dan American Express untuk “pindah” ke Metaverse, karena berupaya meningkatkan aliran pendapatan dan tetap kompetitif dalam ekonomi virtual.

    Menurut laporan Cointelegraph, ada 15 aplikasi hak panten yang diajukan oleh Mastercard, meliputi presentasi produk, marketplace, menyelenggarakan acara live streaming, kartu kredit dan debit, serta membuat komunitas terkait NFT di Metaverse.

    Paten tersebut diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO). Informasi ini diketahui dari sebuah cuitan Twitter seorang pengacara perizinan merek bernama Mike Kondoudis.

    “Mastercard telah mengajukan 15 aplikasi merek dagang untuk Mastercard, Priceless, Circle Logo miliknya. Mengindikasikan rencana untuk media yang didukung NFT, pemrosesan pembayaran di Metaverse, marketplace untuk barang digital + NFT, transaksi e-commerce di Metaverse,” tulis Kondoudis.

    Baca juga: Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari, Apa Penyebabnya?

    Mastercard Terbuka Soal Aset Kripto

    Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph, Mastercard menambahkan 500 karyawan baru pada bulan Februari untuk berkonsultasi dengan bank dan pedagang tentang mengadopsi teknologi dan NFT yang mendukung aset kripto.

    Mastercard bukan satu-satunya perusahaan fintech besar yang mengajukan merek dagang NFT atau Metaverse. Visa dan American Express telah mengajukan pengajuan USPTO terkait kripto mereka sendiri.

    Kembali pada tahun 2020, Visa pertama kali mengajukan aplikasi paten untuk membuat mata uang digital yang sedang dalam pengembangan di jaringan kartunya. Beincrypto melaporkan, Coinbase akan menerima pembayaran NFT melalui Mastercard. Tujuannya agar mempermudah orang-orang yang masih awam terhadap aset kripto.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

    Baca juga: Visa Kembangkan Konsep Transfer Mata Uang Digital Aman

    Aset Kripto Bisnis Masa Depan

    Dalam kasus American Express, ada tujuh aplikasi yang terkait dengan branding kartu pembayaran virtual, layanan concierge di Metaverse dan menggunakan kartu kredit dan debit mereka di pasar NFT.

    Selain itu, perusahaan kartu kredit ini telah mengambil beberapa inisiatif untuk tetap kompetitif dalam ekonomi virtual. Sementara, Mastercard membuat program tiga bulan, yang disebut Start Path Crypto, untuk membantu blockchain dan startup crypto meningkatkan skala bisnis mereka, Visa juga meluncurkan Creator Program, untuk membimbing pengusaha tentang NFT untuk mengembangkan bisnis kecil mereka.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DC Comics Jual NFT Topeng Batman, Tahun 2023 Masuk Metaverse

    DC Comics resmi mengumumkan penjualan 200 ribu unit NFT “Bat Cowls” Batman. Penjualan dimulai 25 April 2022 mendatang di toko NFT Palm Studio besutan Consensys, termasuk di situs resmi NFT DC Comics.

    Road map NFT ini adalah selama 2 tahun dengan penambahan utility setiap 52 hari. Harga per unit NFT adalah US$300,” tertera di laman DCUniverse.com, situs resmi DC Comics terkait NFT itu.

    DCComics menerangkan, kombinasi NFT yang tersedia lebih dari 8 miliar, yang dipadu dengan 20 latar belakang, 128 material dan beberapa variabel lainnya.

    Diterangkan pula, bahwa pada tahun 2023 mendatang, setelah disematkan sejumlah fitur tambahan dan utilitasnya, NFT Topeng Batman ini siap masuk metaverse.

    Baca Juga: Simak Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT yang Mudah Berikut!

    Penjualan NFT ini sempat tertunda, setelah diumumkan pada Maret 2021 lalu. Kala itu Dalam surat yang diterbitkan Senior Vice President DC Comics, Jay Kogan, perusahaan itu sedang memelajari peluang untuk masuk ke pasar NFT.

    Kogan menyatakan token unik tersebut adalah tren terbaru di bidang collectible asset dan telah menuai minat tinggi dari masyarakat serta media massa.

    “DC sedang memelajari peluang memasuki pasar untuk distribusi dan penjualan seni digital original DC melalui NFT, baik karya baru khusus diciptakan untuk pasar NFT maupun karya digital original untuk penerbitan buku komik DC,” jelas Kogan

    Pada Oktober 2021 hasrat masuk NFT ditegaskan lagi. Ketika itu DC telah bermitra dengan Palm NFT Studio untuk secara resmi memasuki dunia teknologi blockchain dengan koleksi NFT pertama kami.

    Jim Lee, Penerbit dan Chief Creative Officer DC Comics, akan memilih sendiri koleksi digitalnya, karena akan mencakup karakter seperti Batman, Superman, Wonder Woman, Green Lantern, dan Harley Quinn.

    Inisiatif ini juga akan memberikan kesempatan untuk mengumpulkan tiga sampul untuk setiap karakter dalam tiga tingkat kelangkaan.

    Baca Juga: Metaverse Shiba Inu Resmi Diluncurkan, Pembelian Tanah Virtual Tidak Pakai SHIB

    NFT Batman Akan Masuk Metaverse

    NFT Batman ini direncanakan akan disematkan ke metaverse, dunia virtual 3 dimensi seperti Decentraland.

    Kelak di metaverse itu, NFT Batman akan menjadi bagian sentral, di mana semua pemilik NFT bisa memperjualbelikannya secara interaktif. Tahapan ini Anda perlu menunggu cukup lama, yakni pada tahun 2023 mendatang. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengintip Gaming & Metaverse di Ekosistem Kripto Cardano (ADA)

    Gaming merupakan salah satu kategori aplikasi desentralistik yang sukses besar berkat sumbangan pengembang dan komunitas. Cardano menciptakan ekosistem gaming dengan kolektibel serta marketplace digital dan perangkat bagi pengembang game.

    Pertama, Dracards yang merupakan permainan kartu berdasarkan dunia fantasi. Tujuan utama Dracard adalah membangun ekosistem ekonomi dan komunitas kolektor, pemain serta investor.

    Token Dracards adalah FIRE dapat diperoleh melalui permainan atau di-staking untuk imbalan tambahan. Total suplai FIRE adalah 100 juta dengan 60 persen ditujukan bagi imbalan dalam ekosistem game tersebut.

    Baca Juga: Begini Tips Menghindari Investasi Berkedok Skema Ponzi

    Kedua, Drunken Dragon yaitu permainan pengelolaan tempat makan dengan kolektibel yang dapat diperjualbelikan. Setiap pemain dapat memperoleh kolektibel yang sama dengan yang dapat dibeli secara langsung.

    Tujuan game ini adalah mentokenisasi pengalaman gaming untuk bersenang-senang dimana pemain dapat bekerjasama atau bersaing satu sama lain. Drunken Dragon tidak memiliki token seperti game blockchain pada umumnya.

    Baca Juga: Dompet Kripto BitKeep V7.0 Hadir dengan Pasar NFT Baru dan Fitur Menarik Lainnya

    Ketiga, Cardano Warriors terinspirasi pada era game RPG yang dibuat berdasarkan teknologi 8-bit dan 16-bit. Pemain berawal dengan karakter yang dilengkapi senjata, perisai dan atribut lain berdasarkan NFT yang dimilikinya.

    Setiap NFT terkait dengan berbagai aset, termasuk karakter, pulau, senjata dan perlengkapan lain.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com