Tag: metaverse

  • Metaverse Sudah Eksis, Kripto Jadikan Lebih Baik

    Pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, berkata kripto akan membuat metaverse menjadi lebih baik dan berpeluang mengalahkan model bisnis iklan internet yang bobrok. Dan juga, kripto dapat menjadikan metaverse lebih baik di bidang penggunaan data oleh perusahaan.

    Kripto Menjadikan Metaverse Lebih Baik

    Metaverse kian digandrungi investor yang ramai-ramai memburu lahan virtual dan benda digital mewah. Pekan lalu, empat proyek metaverse menjual lahan dengan nilai total US$106 juta.

    Evolusi internet tersebut tampak baru saja mulai, tetapi Yakovenko berkata metaverse sudah jadi realita yang dapat diperbaiki dengan integrasi kripto.

    Metaverse sudah ada disini tetapi dalam keadaan resolusi rendah dan belum terlalu jernih,” jelas Yakovenko dalam wawancara dengan Business Insider.

    Yakovenko mendirikan Solana bersama Raj Gokal pada bulan Maret 2020. Protokol ini mirip dengan Ethereum, yaitu sama-sama memiliki kapabilitas keuangan desentralistik (DeFi).

    Baca juga :Mantan Bos Google Bergabung di Chainlink (LINK)

    Selain itu, Solana juga dapat menjalankan non-fungible token (NFT) dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya lebih hemat dibanding pesaingnya.

    Pengembang di sektor kripto mencari metaverse sebagai tempat membangun bisnis. Dua metaverse besar, Sandbox dan Decentraland, berjalan pada blockchain Ethereum.

    Yakovenko berkata pengembang yang memahami mekanisme metaverse akan membangun perangkat bagi pencipta konten membuat pengalaman virtual mandiri.

    Menurutnya, setelah itu tercapai, metaverse tidak akan bersifat tunggal seperti Sandbox, melainkan serangkaian metaverse kecil yang saling terhubung dan berbagi pengalaman.

    Yakovenko meyakini keuntungan besar aktivitas di metaverse adalah dunia virtual itu tidak akan memiliki tantangan sama soal penanganan data dan privasi pengguna layaknya media sosial dan mesin penelusuran saat ini.

    Metaverse menawarkan kripto peluang untuk mendobrak kuasa perusahaan teknologi raksasa di bidang pemanfaatan data pengguna.

    “Saya pikir peluang bagi kripto adalah menjadikan metaverse lebih baik, sebab model bisnis yang marak di internet saat ini cenderung bobrok,” tambah Yakovenko.

     Baca jugaDEX akan Diluncurkan, Cardano Targetkan All Time High!

    Ia menjelaskan, perusahaan yang mengendalikan pasar dan mencuri data lalu menjualnya ke pembeli serta mencekoki pengguna dengan informasi yang tidak diinginkan adalah model yang buruk.

    Sandbox, Decentraland dan platform play-to-earn Axie Infinity masing-masing memiliki token yang tahun ini melambung tinggi. Token Decentraland (MANA) meningkat 16 ribu persen, sedangkan Sandbox (SAND) naik 5.400 persen. Axie Infinity (AXS) meroket 25 ribu persen.

    Sebab itu, banyak investor dan pengelola aset digital percaya metaverse adalah peluang bernilai trilyunan dolar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

    Saat ini Metaverse menjadi semakin populer. Meskipun, Metaverse atau dunia virtual ini tidak dapat dikunjungi secara fisik, ternyata tidak membuat daya tariknya menurun. 

    Properti berbentuk virtual di dunia Metaverse, memiliki sertifikat khusus yang tidak dapat dipalsukan. Sertifikat ini akan disimpan dan menjadi aset di blockchain. Tren Metaverse ini cukup menarik perhatian investor yang mencoba cara baru untuk menginvestasikan uangnya. 

    Tidak jarang investor-investor tersebut berani menghabiskan hingga 6 digit angka untuk bertaruh, bahwa mereka akan mendapatkan banyak uang. Namun, kira-kira token apa yang saat ini menarik yang bisa digunakan untuk membeli tanah di Metaverse? Berikut rekomendasinya.

    Token Paling Populer untuk Transaksi Metaverse

    Pada dasarnya, pemilihan token Metaverse mana yang ingin kamu beli akan bergantung pada platform exchange mana yang digunakan. Pasalnya, setiap dunia virtual memiliki token yang unik. Namun, akhir-akhir ini ada beberapa token yang paling banyak diminati diantaranya sebagai berikut.

    Axie Infinity

    Game Berbasis NFT, Axie Infinity Indonesia

    Ilustrasi Axie Infinity.

    Axie infinity merupakan salah satu mata uang kripto yang memiliki riwayat kinerja terbaik pada tahun 2021 lalu. Token ini bahkan mendapat keuntungan melebihi 24.000% sepanjang tahun kemarin dan menjadi pelopor dalam game serupa.

    Dalam game tersebut, pemain harus mengembangkan monster Axies yang memiliki keunikannya masing-masing. Nantinya, monster tersebut bisa dijual oleh pemain dalam bentuk kripto atau AXS.

    Decentraland

    Ilustrasi Decentraland.

    Ilustrasi Decentraland.

    Decentraland merupakan sebuah platform realitas dalam bentuk virtual 3D yang bisa dikunjungi oleh siapa saja. Cukup memiliki koneksi internet, kamu bisa mengunjungi dunia virtual ini dengan gratis. Di sana, kamu juga akan menemukan berbagai platform bangunan atau lahan.

    Jika dalam Axie pemain harus merawat monster, dalam game ini pemain akan mengembangkan sebidang tanah. Tanah ini dapat dibayar menggunakan MANA. Decentraland juga menyediakan alat untuk pemain membangun ruang dan karya seni.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Sandbox

    Ilustrasi Sandbox.

    Ilustrasi Sandbox.

    Sandbox memiliki kemiripan dengan Decentraland, yaitu pemain dapat membeli tanah sebagai tempat mereka bermain dan berbagi pengalaman dengan pemain lainnya. Namun, dalam Sandbox terdapat lebih banyak penyesuaian dan lebih berfokus pada NFT.

    Dalam Sandbox, pengguna dapat merancang sebuah game dan NFT milik mereka sendiri. Nantinya, game dan NFT ini dapat diperjualbelikan. Menurut kabar yang beredar, baru-baru ini Sandbox telah berhasil menutup penggalangan dana hingga $93 juta dolar AS.

    Enjin Coin

    Ilustrasi Enjin coin.

    Ilustrasi Enjin coin.

    Enjin coin merupakan sebuah aset digital yang hidup dalam blockchain. Aset digital ini merupakan alasan terbesar penyebab kenaikannya popularitas game, seperti Axie, Sandbox dan Decentraland.

    Enjin merupakan sebuah platform yang membuat orang mungkin untuk mengelola dan membuat NFT mereka sendiri. Token Enjin Coin telah terintegrasi dengan beberapa platform game, sehingga memungkinkan pemain menggunakan item ini. Pemain juga bisa menjualnya di pasaran dengan harga yang fantastis.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Render Token

    Ilustrasi Render Token.

    Ilustrasi Render Token.

    Render Token merupakan sebuah perusahaan yang akan membantu pemain dalam pembuatan visual 3D dan augmented reality dalam game. Render token memiliki infrastruktus yang terdesentralisasi dengan bantuan kekuatan komputer dalam me-render konten digital.

    Dengan demikian, setiap pemain yang ingin menciptakan aset tidak harus mengeluarkan uang dengan jumlah besar untuk mengumpulkan peralatan komputasi yang mahal. Selain itu, pemain juga bisa mendapatkan hadiah.

    Itulah beberapa token kripto Metaverse yang baru-baru ini menjadi banyak sorotan publik. Di antara token-token tersebut manakah yang menjadi favorit kamu?

    Disclaimer

    Artikel ini bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Perdagangan aset kripto memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Pastikan kamu menggunakan pertimbangan yang matang dalam membuat keputusan jual dan beli aset. Semua keputusan transaksi jual-beli adalah keputusan sendiri dan tidak dipengaruhi oleh pihak manapun. Risiko ditanggung masing-masing.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandbox adalah Game Berbasis Blockchain, Ketahui Cara Kerjanya

    Apa Itu SandBox (SAND)?

    Sandbox adalah perangkat lunak yang berjalan di Ethereum yang mengoperasikan dunia game virtual terdesentralisasi.

    Diluncurkan pada tahun 2011 oleh Pixowl, Sandbox pada awalnya adalah platform game seluler yang ditujukan untuk menyaingi Minecraft.

    Kemudian, itu menjadi hit dan menghasilkan lebih dari 40 juta unduhan di seluruh dunia. Tetapi pada tahun 2018, salah satu pendiri Arthur Madrid dan Sebastien Borget memutuskan untuk mengeksplorasi potensi menciptakan metaverse 3D di blockchain.

    Tujuan mereka adalah membuat pengguna benar-benar memiliki kreasi mereka sebagai NFT dan mendapatkan hadiah saat berpartisipasi dalam ekosistem. Proyek Sandbox baru dirilis pada tahun 2020 dan menjadi salah satu game dengan pertumbuhan tercepat di dunia crypto, bersama dengan Axie Infinity dan Decentraland.

    Pada November 2021, Sandbox mengumpulkan dana $93 juta dari investor yang dipimpin oleh raksasa seluler Jepang SoftBank. Game ini juga menarik lebih dari 50 kemitraan, termasuk Atari, perusahaan gim terkenal, CryptoKitties, The Walking Dead, dan bintang hip-hop Snoop Dogg.

    Pada intinya, Sandbox adalah game, di mana pemain dapat membeli sebidang tanah digital, yang disebut LAND, dan menciptakan pengalaman di atasnya untuk dibagikan kepada pengguna lain.

    Selain token LAND yang berjenis NFT, Sandbox memiliki dua token asli lainnya yang mengatur operasi dalam metaverse-nya:

    Baca jugaAnalisa Teknikal 14 Januari DOGE, AXS dan ADA

    Token SAND

    Token Sandbox (SAND) adalah token asli dari game Sandbox. Ini adalah token ERC-20 dengan total pasokan 3 miliar SAND.

    Token ini dapat digunakan untuk memfasilitasi berbagai transaksi yang merupakan bagian dari gameplay-nya, termasuk membeli LAND, berinteraksi dengan konten yang dibuat pengguna dan mempertaruhkannya untuk berpartisipasi dalam tata kelola organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).

    Token ASSET

    Token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) yang mewakili item dalam game seperti peralatan untuk avatar dan kreasi yang digunakan untuk mengisi LAND. Mereka dapat diperdagangkan di pasar Sandbox.

    Cara Kerja Sandbox

    Perangkat lunak Sandbox memanfaatkan blockchain Ethereum untuk melacak kepemilikan ASSET, LAND dan NFT digital pada aplikasinya. Pengguna lebih jauh terlibat dengan ekosistemnya menggunakan dompet Ethereum yang menyimpan token SAND mereka.

    Pengembang juga bebas berinovasi dalam platform Sandbox dengan merancang animasi dan interaksi yang dialami di real estat virtual mereka menggunakan beberapa alat:

    Baca jugaLagi Tren Naik, Polygon Berpotensi Reli 30%

    Editor Voxel 

    Pengguna dapat membuat voxel, unit terkecil dari desain tiga dimensi. Untuk mendesain dan menghidupkan kreasi seperti flora, fauna, dan peralatan berorientasi avatar (seperti pakaian atau senjata).

    Game Maker 

    Alat yang memungkinkan pengguna membuat game 3D di LAND mereka, menggunakan ASSET yang mereka buat atau beli di pasar.

    Pengguna dapat mengunggah kreasi mereka ke pasar Sandbox , di mana pertama mereka terdaftar sebagai token ERC1155 (ASSET) di blockchain Ethereum. ASSET ini kemudian dapat dibeli dan dijual menggunakan SAND.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

    Tren metaverse yang semakin tinggi, tampaknya memberikan efek yang baik untuk perdagangan aset kripto. Sebuah laporan terbaru menemukan token kripto yang masuk dalam kategori metaverse terlihat mengalami peningkatan harga signifikan hanya dalam setahun terakhir. 

    Laporan dari Kraken Intelligence mengungkap meski dalam kondisi market kripto yang negatif sejak awal tahun 2022, token kategori metaverse berhasil naik hampir 400% dibanding tahun lalu. Lalu, apa penyebabnya?

    Pertumbuhan harga token kategori metaverse didorong oleh peningkatan minat investor dalam Non-fungible Token (NFT) dan dunia virtual metaverse. Dalam laporan Kraken, dua hal tersebut menjadi pengaruh terbesar mengapa harga mayoritas token metaverse naik, walau dalam bear market. 

    Dalam laporan itu, token kripto metaverse yang terlihat memimpin pergerakan positif ini adalah Decentraland (MANA) sebesar 41%, Sandbox (SAND) 470%, Axie Infinity (AXS) 511% semua melonjak hanya dalam satu tahun terakhir. 

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi dunia metaverse.

    Baca juga: Aset Kripto Cardano (ADA) Berkembang Berkat Ribuan Proyek Kripto Ini

    Token Metaverse Didorong Pertumbuhan NFT

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander Agus, melihat kenaikan ini bukan hal yang mengejutkan. Token kategori metaverse memang sudah mulai naik secara signifikan sejak akhir tahun 2021 lalu, pasca tren metaverse marak diberitakan. Dengan banyaknya perusahaan dan pemerintah yang mulai mengembangkan metaversenya sendiri, kesadaran tentang keberadaan metaverse menjadi semakin luas di masyarakat umum.  

    “Pertumbuhan NFT dan kejayaan proyek play-to-earn memang mendorong meningkatkan transaksi token kripto yang masuk dalam kategori metaverse. Potensi masih cukup besar, meski market sedang bearish dan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan,” kata Nathan.

    Lebih lanjut, Nathan menjelaskan metaverse diyakini memiliki prospek menjanjikan mengingat belakangan ini semakin banyak orang menghabiskan waktunya di dunia virtual, baik game atau media sosial.

    “Namun, perlu diingat saat ini, kenaikan harga aset metaverse masih berbasis hype semata. Pasalnya, secara adopsi teknologi masih tidak begitu tinggi walaupun tingkat transaksi yang cukup besar telah terjadi,” jelasnya. 

    Ilustrasi token kripto metaverse
    Ilustrasi token kripto metaverse.

    Baca juga: Bitcoin Akan Melonjak ke Titik Tertinggi, Jika Momen Ini Terjadi

    Investor Harus Tetap Riset

    Nathan menambahkan untuk investor alangkah lebih baik untuk berhati-hati atas hype yang telah dibangun mengingat aset berhubungan dengan metaverse saat ini. Investor sebaiknya lebih baik menunggu direalisasikan proyeknya, serta menunggu konsep tokenomics yang lebih jelas dahulu. 

    Kenaikan token kripto metaverse memang seperti oase di tengah kategori aset kripto laing justru mengalami penurunan drastis. Laporan dari Kraken Intelligence meihat pada periode yang sama, nilai jual Bitcoin (BTC) anjlok hingga mencapai 13%, sementara Ethereum ambles 25% dan Token DeFi atau Decentralized Finance turun 72%, penurunan tersebut dialami ketiganya hanya dalam kurun waktu satu tahun.

    DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

    Baca juga: Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Game NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

    Beriringan dengan ramai dan panasnya sektor metaverse saat ini, game NFT baru kembali hadir untuk para pecinta permainan berkonsep Play-to-Earn (P2E), yaitu Guild of Guardians (GOG).

    Diketahui, game NFT terbatu ini telah berhasil melakukan dua tahap penjualan token aslinya, GEMS, dengan total $5,3 juta.

    Penjualan token yang diadakan di Coinlist pada 30 November lalu tersebut mengalami kelebihan permintaan sebanyak 82 kali, dengan sekitar 808.000 pengguna yang mendaftar.

    Baca juga$IDDX Berpotensi Naik 400%?! 

    Sudah ada lebih dari 10.700 pemegang token GEMS baru dari lebih dari 100 negara yang membeli token senilai maksimum $500. Namun pengguna dari Australia, AS, Kanada, dan China dilarang membeli token di tengah meningkatnya masalah peraturan di negara tersebut.

    GOG telah mengalokasikan 6% dari total 1 miliar total token untuk penjualan di CoinList. Sementara 63% dari pasokan akan didistribusikan melalui acara, aktivitas dan gameplay inti berbasis komunitas.

    Soft launching game P2E ini direncanakan untuk dilakukan pada kuartal pertama (Q1) tahun 2022, dengan sudah ada 400.000 pengguna yang melakukan pra-registrasi.

    Permainan ini berasal dari pengembang game asal ukraina Ukraina, Stepico, dalam kemitraan dengan Solusi NFT Skala 2 asal Australia, Immutable X.

    Kepala Pemasaran Immutable Nicholas Kelland mengatakan GOG diluncurkan di ponsel sehingga dapat diakses oleh kebanyakan orang.

    “Tidak semua orang memiliki rig gaming dan PC yang benar-benar kuat, dan seterusnya. Jadi ponsel adalah pilihan yang mudah bagi kami.”

    Keberhasilan penawaran DEX awal (IDO) dari GOG yang sukses hadir saat game play-to-earn menjadi semakin populer. Di GOG, setiap aset dalam game yang dimiliki pengguna adalah NFT yang dapat diperdagangkan dan ditukar dengan pemain lainnya.

    Baca jugaBudweiser Luncurkan NFT, Marketplace Sempat Macet

    “Saya pikir konsep kepemilikan aset dalam game adalah kesimpulan yang sudah pasti. Dan ini masalah kapan, bukan jika,” kata Kelland, menambahkan bahwa “itu kembali ke konsep ekonomi pembuat konten dan orang-orang. Orang pada dasarnya memiliki barang-barang ini yang pantas mereka miliki.”

    Ini terjadi setelah penjualan NFT Pendiri pertama pada bulan Juni, yang mengumpulkan $3 juta dalam 24 jam. Gelombang kedua mengumpulkan $5 juta, dan gelombang ketiga dan terakhir mengumpulkan lebih dari $4 juta.

    Ini barulah awal dari era game NFT dan metaverse. Karena semua sedang menuju ke suatu proyek yang jauh lebih besar di masa mendatang. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

    Perusahaan konsultan global McKinsey & Company meramal nilai pasar metaverse dapat mencapai US$5 triliun pada tahun 2030. Selain itu, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse.

    Nilai Pasar Metaverse 

    News.Bitcoin.com melansir, pekan lalu McKinsey menerbitkan laporan bertajuk “Penciptaan Nilai di Metaverse”. Laporan tersebut adalah hasil survei terhadap lebih dari 3.400 konsumen dan eksekutif terkait adopsi dan potensi metaverse serta peluang perubahan perilaku.

    “Kami mewawancara 13 pemimpin senior dan pakar metaverse. Pada tahun 2030, sangat mungkin lebih dari 50 persen acara live digelar melalui metaverse,” jelas McKinsey.

    McKinsey menambahkan, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse. Sebagian besar pembelajaran, pengembangan dan kolaborasi juga dapat terjadi di dunia virtual.

    Selain itu, McKinsey memprediksi pengguna internet normal akan menghabiskan hingga enam jam per hari dalam kegiatan metaverse pada tahun 2030.

    Baca juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

    Pada tahun 2022, sektor metaverse menerima investasi sebesar US$120 milyar, dua kali lipat nilai investasi pada tahun 2021 sebesar US$57 milyar.

    Kendati data metaverse beraneka ragam, McKinsey menyatakan metaverse dapat bernilai hingga US$ 5 triliun pada tahun 2030. Perkiraan potensi dampak metaverse pada tahun 2030 didasarkan kajian terhadap kegunaan bagi konsumen dan usaha.

    Selain itu, McKinsey berdiskusi dengan 20 pakar internal dan eksternal terkait metaverse. McKinsey berkata, mereka memberikan prediksi terbaik kendati ketidakjelasan teknis, regulasi dan sosial terhadap metaverse.

    Laporan tersebut menyatakan, metaverse akan memiliki dampak besar terhadap kehidupan individu dan perdagangan. Dengan potensi nilai US$5 triliun pada tahun 2030, McKinsey memandang metaverse sebagai potensi yang sangat besar dan tidak dapat diabaikan.

    Baca juga: Elon Musk: Saya Tak Pernah Katakan Orang Harus Berinvestasi Bitcoin dan Dogecoin

    Sejumlah bank besar dan perusahaan investasi memasuki sektor metaverse, termasuk JPMorgan, HSBC, Standard Chartered dan Fidelity Investments.

    Survei yang dilakukan pada bulan April lalu mengungkap metaverse akan menjadi lokasi paling populer bagi komunitas kripto. 70 persen responden setuju kemajuan kripto dan teknologi blockchain penting bagi pengembangan metaverse di masa depan.

    Selain McKinsey, beragam perusahaan lain memberikan prediksi ukuran metaverse. Citigroup meramal metaverse adalah peluang senilai US$13 triliun dengan lima milyar pengguna pada 2030.

    Goldman Sachs melihat metaverse sebagai peluang senilai US$8 triliun.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Metabank Bangun Bank Terdesentralisasi Pertama di Metaverse

    Mengikuti perkembangan dunia yang serba digital, Metabank telah bangun bank terdesentralisasi pertama di metaverse, guna meningkatkan pelayanan dan pengalaman pada para pelanggan.

    Sektor metaverse memang tengah menjadi salah satu sektor terpanas di industri kripto yang masih berkembang dengan baik, di tengah koreksi pasar yang melanda pasar kripto sejak November 2021.

    Sektor ini adalah penghubung antara dunia digital dan dunia nyata, dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih. Ini diawali dengan ramainya peminat pada platform metaverse terdesentralisasi dari Decentraland dan The SandBox.

    Sektor ini dalam waktu singkat telah berkembang pesat dan menarik banyak peminat, dari kalangan investor ritel, perusahaan, jaringan bisnis, fesyen, hingga artis dan seniman papan atas. Aliran dana ke sektor ini pun menggembung dengan cepat.

    Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

    Bank Terdesentralisasi Pertama di Metaverse dari Metabank 

    Bak permata yang tersembunti, Metabank telah melihat peluang keuntungan di metaverse, dengan menghadirkan bank terdentralisasi pertama di dunia virtual. Ini adalah penawaran investasi metaverse yang unik, berbeda dan menguntungkan.

    Ini akan dihadirkan dalam bentuk franchise, sehingga para investor, selaku franchisee, dapat membuka kantor cabang Metabank di setiap metaverse.

    Investor akan menjadi agen nasabah avatar di setiap kantor cabang yang dibuka, yang tugasnya adalah menjawab pertanyaan setiap calon nasabah.

    Keuntungan yang akan didapatkan oleh Franchisee berasal dari setiap biaya transaksi dan biaya komisi yang menarik.

    Baca juga: Tegas! Penambang Bitcoin Menjual BTC, Karena Pasar Belum Kondusif

    Private sale dari penawaran ini telah dimulai pada 4 Juni 2022, yang dapat diakses langsung di situs resminya.

    Dan untuk mendapatkan diskon sebesar 25 persen, pengguna dapat menggunakan kode promo: TGM252, pada harga token asli Metabank, METAX, di US$0,99.

    Metabank

    Dan skema usahanya, pelanggan hanya perlu menggunakan aplikasi mobile Metabank, yang dapat diunduh di smartphone android (iOS akan segera tersedia), untuk menghubungkan rekening bank dan dompet kripto mereka yang sudah ada.

    Selain itu, pengguna juga akan mendapatkan kartu kredit virtual dengan Visa dan MasterCard.

    Kartu tersebut dapat ditambahkan oleh pengguna ke Apple Pay atau Google Pay untuk melakukan pembayaran di mana saja menggunakan smartphone.

    Setelah aplikasi mobile Metabank terhubung, pengguna akan dapat menggunakan Metabank di semua metaverse maupun dunia nyata. Tidak ada batasan lagi antar dua dunia ini.

    Selain itu, Metabank juga menghadirkan fitur kredit P2P (peer-to-peer), dengan pelanggan yang memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman di metaverse dan menggunakan dananya di mana saja, termasuk di dunia nyata.

    Untuk mengakses fitur tersebut, peminjam dapat menggunakan token METAX sebagai jaminan untuk pinjaman. Ini secara langsung akan memberikan utilitas yang kuat bagi token tersebut.

    Dan nantinya, tanah virtual pun akan dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit Metabank, yang tentu menjadi opsi menarik bagi para investor di sektor metaverse. [st]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melihat Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

    Potensi perkembangan teknologi metaverse di Indonesia kembali menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Teknologi baru yang mulai populer sejak akhir tahun 2021 ini, mulai menarik perhatian semua pihak.

    Dalam ajang Asia Tech Singapore (ATxSG) 2022 di Singapura, Selasa (31/5), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan potensi metaverse di Indonesia sangat besar. Menurut Sandiaga, metaverse harus dioptimalkan untuk kepentingan pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

    Metaverse bisa mendorong ekonomi digital di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dengan 600.000 talenta digital per tahun. Dan ada potensi 30 juta UMKM serta kontribusi ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada 2025.

    “Indonesia memiliki potensi luar biasa dan ini jadi peluang usaha kita untuk bisa meningkatkan aktivitas pembiayaan dan usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan salah satunya di space metaverse ini,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi dunia metaverse. Foto: Tokocrypto

    Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Mulai Stabil, Akankah Reli Kencang?

    Senada dengan Sandiaga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan metaverse adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya cepat atau lambat perkembangan metaverse akan begitu masif seiring dengan adopsi aset kripto dan blockchian yang bisa menjadi bagian dunia virtual yang dibangun nantinya.

    “Adopsi kripto dan blockchain akan mempercepat pengembangan metaverse yang memiliki potensi besar di Indonesia. Bayangkan akan banyak inovasi yang muncul saat ini akan lari ke arah metaverse di masa depan. Apa yang kita rasakan di dunia nyata, semua akan bisa terjadi juga di metaverse,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Tantangan Metaverse di Indonesia

    Lebih lanjut, Manda mengungkap metaverse bisa melahirkan inovasi yang membantu menciptakan pasar baru dari segala aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Indonesia bisa beradaptasi dan menggali potensi metaverse dengan baik, jika infrastrukturnya didukung sudah optimal dan literasi masyarakat soal metaverse sudah inklusif.

    “Infrastruktur dan literasi masyarakat menjadi tantangan perkembangan metaverse ke depan. Metaverse akan optimal jika dapat dikombinasikan dengan adopsi kripto, blockchain, NFT hingga DeFi berjalan dengan baik. Misalnya, Web3 akan jadi bagian penting metaverse sebagai gambaran terbaru dari internet ciptakan ruang terdesentralisasi di mana pengguna memiliki lebih banyak otonomi, kontrol, dan peluang koneksi tanpa otoritas pusat,” jelasnya.

    Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

    Sementara itu, pekerjaan rumah lainnya yang harus diselesaikan adalah pengembang dalam teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Riset PwC mengungkap teknologi VR dan AR untuk metaverse meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. 

    Selain kontribusi ke PDB global, perangkat VR dan AR, serta serta menggaet konten kreator untuk membuat program di metaverse bisa memberikan dampak ke pekerjaan baru di masa depan. Pengembangan teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya 23,3 juta pekerjaan baru pada 2030.

    Riset dari The Analysis Group, metaverse pada 2031 akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian global mencapai US$ 3,01 triliun. Kajian yang bertajuk “The Potential Global Economic Impact of Metaverse” ini menyebut angka itu setara dengan 2,8 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia.

    Menurut Manda, metaverse nantinya bukan hanya akan menjadi tren baru dalam dunia virtual untuk media sosial dan lainnya, tapi juga memunculkan solusi-solusi baru atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.

    Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemerintah Korea Selatan Gelontorkan Rp 1,6 Triliun Bangun Metaverse

    Pemerintah Korea Selatan tampaknya serius untuk memasuki dunia virtual atau metaverse. Kabar terbaru, mereka mengalokasikan dana sebesar 223,7 miliar won (Rp 1,6 triliun) untuk mewujudkan metaverse sebagai benua digital yang belum dipetakan dengan potensi tidak terbatas.

    Dilaporkan oleh CNBC, Menteri Sains dan ICT Korea Selatan, Lim Hyesook, mengatakan negaranya berencana untuk memulai industri metaverse dengan mendukung perusahaan teknologi yang ingin berpartisipasi mengembangkannya dan menciptakan lapangan kerja.

    Investasi Korea Selatan sekitar Rp 1,6 triliun adalah salah satu investasi pertama dalam industri metaverse yang dibuat oleh pemerintah nasional dan merupakan langkah pertama dibanding negara lainnya.

    Sampai saat ini, belum ada pemerintahan manapun yang secara resmi mengalokasikan dana untuk membangun dunia metaverse. Seiring berjalannya waktu, pmerintah Korea Selatan yakin metaverse dapat mendukung sektor usaha yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

    Di tingkat kota, pemerintah kota Seoul sedang membangun platform metaverse senilai 3,9 miliar won untuk memungkinkan warga mengakses layanan publik secara virtual. Itu semua cocok dengan konsep Web3, virtual reality (VR), augmented reality (AR) dan teknologi blockchain, serta aset digital seperti aset kripto dan non-fungible token (NFT).

    ilustrasi metaverse
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Ketika NFT Masuk ke Ranah Politik di Korea Selatan

    Masa Depan Metaverse di Asia

    Langkah pemerintah Korea Selatan menandakan minat pada teknologi metaverse yang dapat menjadi pusat perhatian di tahun-tahun mendatang. Dan itu dapat memberikan cetak biru untuk diikuti oleh negara lain.

    “Ini menarik, ini didominasi oleh sektor swasta dan inisiatif serta tren yang didorong oleh Big Tech. Pemerintah di luar Korea Selatan belum melakukan banyak hal,” Yugal Joshi, salah seorang mitra di firma riset Everest Group, mengatakan kepada CNBC.

    Joshi yakin langkah pemerintah Korea Selatan akan membuat negara lain mulai menganggap ini lebih serius karena metaverse bisa menjadi platform tempat orang berkumpul. “Apa pun yang membuat orang berkumpul, itu membuat pemerintah tertarik.”

    Joshi mengatakan bahwa di China, raksasa teknologi seperti Tencent dan Alibaba telah menunjukkan minat yang besar untuk mengembangkan produk metaverse, dengan yang terakhir baru-baru ini berinvestasi dalam startup pengembang kacamata AR.

    gambaran bermain di metaverse
    Ilustrasi Metaverse.

    Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Dia menambahkan bahwa aktivitas metaverse di Asia, sama seperti bagian dunia lainnya, masih dalam tahap awal, karena perusahaan menginvestasikan waktu dan uang untuk menemukan aplikasi yang bisa berjalan dengan baik dan menguntungkan.

    Di samping itu soal regulasi juga menjadi penting, bagaimana teknologi metaverse akan menyatu dengan peraturan yang ada. Itu adalah di antara banyak pertanyaan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan pembuat kebijakan di tahun-tahun mendatang.

    Misalnya, NFT, komponen penting dari banyak perkembangan metaverse, tetap berada di wilayah abu-abu hukum di Korea Selatan dan tidak tunduk pada aturan yang sama dengan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Decentraland dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Belakangan ini, kata ‘metaverse’ semakin sering terdengar di berbagai platform, mulai dari digital hingga yang nondigital sekalipun. Sudahkah Anda paham tentang apa itu metaverse? Jika belum, metaverse adalah dunia realitas virtual yang dihuni oleh banyak orang dalam bentuk avatar. Di metaverse, Anda bisa melakukan berbagai macam aktivitas seperti halnya dalam dunia nyata, misalnya rapat rutin dengan kolega perusahaan, membeli baju, berinvestasi, dan sebagainya. Salah satu proyek metaverse yang saat ini cukup santer terdengar yaitu Decentraland. 

    Lantas, mengapa proyek ini istimewa dibandingkan proyek metaverse lainnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

    Apa itu Decentraland?

    getting startend in decentraland

    Source: https://www.coindesk.com/learn/getting-started-in-decentraland/

    Decentraland adalah platform 3D VR yang berjalan di dalam jaringan blockchain Ethereum. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Sebagai salah satu proyek metaverse yang memungkinkan para penggunanya untuk melangsungkan berbagai kegiatan dalam dunia nyata, seperti membeli lahan, menciptakan identitas virtual, dan sebagainya.

    Platform yang mengedepankan konsep desentralisasi ini diluncurkan pada tahun 2015 oleh Esteban Ordano dan Ariel Meilich di bawah naungan The Decentraland Foundation. Seiring perkembangannya, tim di balik proyek ini juga meluncurkan Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang memungkinkan para penggunanya untuk ikut serta dalam “mengatur” proyek metaverse satu ini.

    Apa Yang Membuat Decentraland Istimewa?

    Sebagai salah satu realisasi proyek metaverse, Decentraland punya tempat istimewa di hati para penggunanya. Selain karena perkembangannya yang semula hanya berupa perdagangan aset real estate virtual dan kini semakin interaktif lewat berbagai fitur yang tersedia bagi pengguna, Menjadikan salah satu platform yang punya track record pertumbuhan cukup mengagumkan.

    Mengutip Capital.com, per 6 Desember 2021 lalu, kapitalisasi pasar yang telah mencapai angka 6,8 USD. Pertumbuhan penjualan NFT (Non-fungible Token) selama 30 hari terakhir juga disampaikan berhasil naik sebesar 417 persen menjadi 41,5 juta USD. Jumlah yang mengagumkan, bukan?

    Selain pertumbuhan angka transaksi, perkembangan platform ini juga bisa menjadikannya semakin spesial. Pasalnya, proyek ini merupakan platform 3D VR pertama yang memungkinkan para pemilik lahan untuk menjalin komunikasi dengan calon pembeli atau pemilik lahan berikutnya yang menjadikan proyek metaverse ini semakin interaktif.

    Bagaimana cara kerja Decentraland?

    Sebagai pengguna, Anda bisa mulai dengan membuat identitas virtual lewat avatar, membeli pakaian yang sesuai, sebelum akhirnya berwisata di dunia virtual ini. Anda bisa membeli sepetak lahan (LAND) sebagai permulaan dan mendapatkan hak sepenuhnya atas tanah tersebut. Sama seperti di kehidupan sebenarnya, lahan yang sudah Anda beli pun bisa didirikan bangunan. Anda pun bisa lho memiliki beberapa LAND yang disebut dengan ESTATE.

    pembuatan avatar

    Source: https://www.coindesk.com/learn/getting-started-in-decentraland/

    Dari sana, Anda bisa mengadakan konser musik atau pameran kesenian dengan menjual tiketnya dalam platform yang sama. Umumnya, para pengguna berlomba-lomba mempercantik LAND miliknya agar bisa mengundang banyak pengunjung. 

    Namun, jika Anda ingin menjual atau menyewakan LAND kepemain lain, juga bisa kok! Dengan demikian, Anda dapat menghasilkan uang seperti ketika Anda bekerja di dunia nyata. Bedanya, alat jual-belinya menggunakan aset kripto yang lebih dikenal dengan sebutan “MANA”. 

    Baca juga: 5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

    Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas, Decentraland pun dibagi ke dalam beberapa wilayah, yaitu: 

    1. LAND

    Pertama, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas di LAND. LAND adalah tempat Anda melakukan berbagai macam aktivitas. Anda bisa membeli lahan, berkomunikasi dengan para pemilik lahan, mengadakan konser musik, dan sebagainya. LAND yang tersedia  pun terbatas jumlahnya, yaitu hanya 90.601 saja. Mengutip Business Insider, harga LAND termurah saat ini senilai 11000 USD.

    1. Distrik

    Sementara itu, terdapat pula wilayah yang disebut distrik. Distrik adalah wilayah yang menggandeng para seniman dari berbagai bidang, untuk membangun toko baju, acara peragaan busana, dan sebagainya. Mudahnya, distrik adalah beberapa LAND yang bergerak sesuai dengan industri dan temanya masing-masing, mulai dari Vegas City, Dragon City, hingga Fashion Street. Fashion Street menjadi salah satu distrik terlaris.

    1. Plaza

    Selain itu, Decentraland juga memiliki sebuah tempat berupa LAND yang tidak diperjualbelikan dan dijadikan tempat bagi para pemain untuk berkumpul yang dikenal dengan sebutan Plaza. Dikarenakan berperan sebagai main lobby, Plaza memang ada bukan untuk dijual, dibeli, hingga dihilangkan dari platform.

    1. DAO

    Terakhir, ada DAO, manajemen yang memungkinkan pengguna untuk memiliki hak suara guna mengembangkan platform ini. Menariknya, DAO telah dipersenjatai dengan teknologi smart contract, sama seperti berbagai items yang dijual dalam jaringan blockchain. Syarat yang harus Anda penuhi adalah Anda mengantongi sejumlah koin wMANA untuk satu hak suara, atau memiliki LAND dan ESTATE untuk 2.000 unit hak suara.

    Lalu, bagaimana cara jual-beli aset Decentraland?

    Bagaimana Cara Jual-Beli Aset di Decentraland?

    Jangan khawatir, karena Anda bisa menjual dan membeli aset dalam game dengan mengunjungi marketplace resmi Decentraland. Selayaknya marketplace NFT pada umumnya, di marketplace ini Anda bisa menjual, membeli, hingga bertukar aset. Mulai dari LAND, kostum untuk avatar, username, hingga peralatan serta perabotan yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik LAND yang Anda punya. Perlu diingat, setiap aset yang Anda miliki merupakan NFT, ya, jadi Anda adalah pemilik aset tersebut seutuhnya.

    decentraland marketplace

    Source: https://market.decentraland.org/

    Baca juga: Apa itu The Sandbox Game? Simak Selengkapnya Disini

    Manfaat token MANA

    token mana

    Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Decentraland dijalankan dengan menggunakan koin MANA atau yang juga dikenal dengan sebutan utility token. Jadi, jika Anda tertarik bergabung, pastikan Anda memiliki sejumlah token MANA terlebih dahulu di wallet Anda, ya. Sebab, Anda hanya bisa melakukan transaksi jual beli dalam dunia realitas virtual Decentraland ini menggunakan MANA. 

    Selain menjadi koin yang dipakai untuk bertransaksi disini, koin MANA juga bisa menjadi salah satu aset investasi Anda. Pasalnya, harga koin ini juga pernah mengalami kenaikan hingga 500 persen beberapa saat setelah Facebook mulai mengganti nama perusahaannya menjadi Meta.

    Per tanggal 13 Mei 2022, tercatat harga MANA per kepingnya adalah 1.11 USD atau sekitar Rp16.255,95. Volume perdagangan yang dicatat oleh MANA dalam 24 jam terakhir sebesar 1,139,199,575. Angka ini menunjukkan tren positif setelah seminggu ke belakang MANA sedang kembali bangkit dari keterpurukannya.

    Jadi, itulah penjelasan mengenai Decentraland, proyek Metaverse yang menarik dan sangat potensial. Anda bisa mulai mencoba bergabung di dunia realitas virtual ini dengan membeli koin MANA di Tokocrypto, ya. Jika Anda masih ingin menyelami seluk-beluk dunia NFT, Anda bisa langsung gabung di TokoMall. Ikuti juga informasi selengkapnya seputar NFT di komunitas TokoMall di Discord dan Telegram!



    Sumber : news.tokocrypto.com