Tag: penerima

  • Naikkan Gaji Alumni LPDP atau Alihkan Dana Beasiswa buat Gaji Peneliti


    Jakarta

    Pengamat pendidikan Ina Liem menilai adanya penerima beasiswa LPDP yang enggan pulang ke Tanah Air merupakan tamparan bagi Indonesia. Ia menilai alasannya antara lain karena masalah finansial usai sepulangnya dari studi di luar negeri.

    “Saya rasa juga ini tamparan buat kita karena kalau mereka kembali itu juga kita kadang kurang menghargai juga dalam hal finansial. Kita tahu lah ya, kalau scientist, peneliti di luar negeri itu mapan. Tapi, kalau di Indonesia (tidak) karena ekonomi kita belum berbasis inovasi,” ucap Ina, dikutip dari 20detik, Kamis (7/11/2024).

    Ia mencontohkan, inovasi pengobatan dari ilmuwan di luar negeri yang kemudian diproduksi massal dapat mendatangkan pemasukan besar ke negaranya. Atas capaiannya tersebut, negara kemudian dapat memberikan penghargaan finansial yang layak bagi talenta dalam negerinya.


    “Misalnya negara maju menemukan obat, dijual ke seluruh dunia. Uang masuk ke negaranya sehingga negaranya mampu bayarin si penelitinya lebih gede karena berkat satu orang ini negara mendapatkan pemasukan,” terangnya.

    “Karena kita belum, jadi dampaknya juga ke gaji peneliti juga di Indonesia. Nggak bisa dibandingin sama yang di luar negeri. Akhirnya itu, nggak menarik buat lulusan luar untuk kembali ke Indonesia nah ini kan jadi kayak bola salju nih,” ucapnya.

    Opsi Gaji Setara Luar Negeri

    Ia menilai negara perlu berani menghargai lulusan luar negeri dengan layak sehingga mau kembali ke Tanah Air.

    “Kalau memang ada pendanaan, ya kita harus berani juga menggaji para lulusan luar negeri, (besarnya) harus juga cukup setara dibandingkan dengan mereka tinggal di sana (luar negeri),” ucapnya.

    Opsi Alih Dana Beasiswa ke Gaji Peneliti Dalam Negeri

    Di sisi lain, Ina sepakat atas adanya evaluasi beasiswa LPDP untuk memastikan kinerja program berlangsung efektif sesuai tujuan awal pembentukannya.

    Menyikapi sejumlah keluhan terkait beasiswa LPDP, termasuk keengganan penerima beasiswa untuk berkontribusi bagi negara, ia menilai anggaran beasiswa LPDP juga dapat dialihkan untuk meningkatkan gaji peneliti dalam negeri.

    “Bisa saja tadi kalau dirasa manfaatnya enggak ada, jadi dananya bisa dialihkan untuk mungkin gaji peneliti, supaya kita bisa berinovasi yang dampaknya itu tadi, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dibanding dengan risiko-risiko tadi kalau mereka nggak kembali (ke Tanah Air),” ucapnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa SMA BATI 2025 Yasbil, Siswa SMP dan MTs Cek Ya!


    Jakarta – Beasiswa Anak Teladan Indonesia (BATI) 2025 dibuka Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasbil) sampai 1 Desember 2024. Siswa kelas 9 SMP dan MTs bisa mendaftar.

    BATI 2025 adalah beasiswa pendidikan menengah untuk melanjutkan studi di SMA mitra Yasbil selama 3 tahun. Beasiswa ini diperuntukkan untuk siswa laki-laki dengan keterbatasan ekonomi yang bersekolah di Aceh, Lampung, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung Yogyakarta, dan Semarang.

    Komponen Beasiswa Yasbil BATI 2025

    • Sekolah gratis di SMA negeri/swasta, dan kesempatan belajar di sekolah bertaraf Cambridge School/yang setara.
    • Akomodasi/tempat tinggal selama 3 tahun.
    • Uang saku per bulan.
    • Program pengembangan diri, karakter, dan soft skills.

    Syarat Beasiswa BATI 2025

    • Warga Negara Indonesia.
    • Laki-laki.
    • Kelas 9 SMP/MTs.
    • Berperilaku jujur.
    • Rata-rata nilai rapor 9.0.
    • Berprestasi akademik atau nonakademik.
    • Surat rekomendasi guru atau kepala sekolah.
    • Karakter dan akhlak mulia.
    • Bercita-cita menjadi seorang guru.
    • Bersedia ditempatkan di sekolah yang ditunjuk oleh penyedia beasiswa.

    Jadwal Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025

    • Pendaftaran beasiswa: Diperpanjang hingga 1 Desember 2024
    • Pengumuman seleksi berkas: 2 Desember 2024
    • Ujian tertulis: 3 Desember 2024
    • Pengumuman hasil ujian tertulis: 4 Desember 2024
    • Wawancara calon penerima beasiswa: 5-8 Desember 2024
    • Pengumuman hasil wawancara: 10 Desember 2024
    • Kamp seleksi pembinaan: 12 Desember 2024-2 Januari 2025

    Pendaftaran Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025 Yasbil dibuka di https://bit.ly/BATI2025. Informasi lebih lanjut bisa diakses di akun Instagram @yasbil.id dan kontak administrator Yasbil 0878-8492-6874 atau 0882-2342-0531 (Ihsan).

    (twu/nwk)





    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cek PIP Kemendikbud Sudah Cair atau Belum



    Jakarta

    Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikbud 2024 telah disalurkan mulai Oktober lalu. Lantas, bagaimana cara cek dana PIP Kemendikbud sudah cair atau belum?

    Seperti diketahui, pencairan dana PIP dilakukan dalam tiga termin. Pada termin ketiga, pencairan akan berlangsung pada Oktober sampai Desember.

    Siswa bisa mengecek saldonya di rekening masing-masing. Namun sebelum itu, siswa harus memastikan terlebih dahulu apakah merupakan penerima atau bukan. Pengecekan bisa dilakukan secara online. Bagaimana caranya?


    Cara Cek Dana PIP Kemdikbud Sudah Cair atau Belum

    1. Lewat Situs Resmi PIP

    Cara cek dana PIP Kemdikbud yang pertama bisa lewat situs resminya di https://pip.kemdikbud.go.id/. Berikut langkahnya:

    1. Buka situs https://pip.kemdikbud.go.id/.
    2. Lalu pilih kolom “Cari Penerima PIP”.
    3. Setelah kolom muncul, ketikkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
    4. Masukkan juga Nomor Induk Kependudukan (NIK).
    5. Masukkan kode captcha sesuai yang tertera di layar.
    6. Klik “Cek Penerima PIP”.
    7. Jika siswa tercatat sebagai penerima PIP, maka namanya akan keluar. Jika tidak muncul, artinya siswa belum berstatus sebagai penerima bantuan PIP.

    2. Lewat Aplikasi PIP

    Selain lewat website, siswa juga bisa mengecek status penerima di aplikasi PIP. Aplikasi bisa diunduh pada Google Play Store. Begini langkah ceknya:

    1. Unduh aplikasi PIP Kemdikbud lewat Google Play Store.
    2. Setelah aplikasi terpasang, klik “Masuk”.
    3. Masuk menggunakan NISN dan data diri yang diminta.
    4. Jika siswa adalah penerima, maka akan tampil akun beserta informasi saldo. Jika tidak, maka siswa bukan penerima PIP Kemdikbud.

    Besaran Saldo Dana PIP Kemdikbud 2024

    Saldo PIP Kemdikbud 2024 akan berbeda untuk tiap jenjang SD, SMP dan SMA. Hal ini dikarenakan tiap jenjang mempunyai kebutuhan yang berbeda terutama antara siswa kelas baru dan siswa kelas akhir. Berikut masing-masing besarannya:

    SD/SDLB/Paket A
    Kelas 1-5: Rp 450.000
    Kelas 6: Rp 225.000

    SMP/SMPLB/Paket B
    Kelas 7 dan 8: Rp 750.000
    Kelas 9: Rp 375.000

    SMA/SMK/SMALB/Paket C
    Kelas 10 dan 11: Rp 1.800.000
    Kelas 12: Rp 900.000

    Dana PIP Kemdikbud Bisa Dibelikan Apa Saja?

    Dana PIP Kemdikbud bisa dibelikan untuk keperluan sekolah. Namun, Kemdikbud sudah memberikan ketentuan tentang pemanfaatan dana PIP, berikut selengkapnya:

    1. Dana PIP digunakan untuk membeli alat kebutuhan sekolah seperti:
    – Buku dan alat tulis
    – Pakaian seragam sekolah/praktik
    – Perlengkapan sekolah (sepatu, tas, atau sejenisnya)

    2. Dana PIP bisa untuk membiayai transportasi siswa ke sekolah

    3. Dana PIP bisa untuk uang saku siswa

    4. Dana PIP bisa digunakan untuk biaya kursus/les tambahan bagi siswa

    5. Dana PIP bisa untuk biaya praktik tambahan dan biaya magang/penempatan kerja

    Demikian cara mengecek dana PIP Kemendikbud sudah cair atau belum. Semoga membantu, ya!

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa S1-S3 di Hungaria Deadline 20 Februari, Cus Daftar!



    Jakarta

    Tempus Public Foundation membuka beasiswa bernama Bilateral State Scholarships Tahun Ajaran 2025-2026. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S1, S2, S3 dan program non-gelar.

    Penerima akan mendapat bantuan pendidikan dan tunjangan selama studi. Adapun pendaftaran dibuka secara gratis melalui https://scholarship.hu.

    Jenis Beasiswa yang Dibuka

    Ada empat jenis beasiswa yang bisa detikers ikuti, yakni:


    • Studi semester/parsial sarjana, magister, atau doktoral (3-10 bulan)
    • Studi sarjana, magister, atau doktoral penuh (masing-masing 36/24/36 bulan)
    • Kunjungan studi jangka pendek atau panjang (3 hari – 6 bulan)
    • Kursus musim panas (2-4 minggu)

    Cakupan Beasiswa Bilateral State Scholarships

    Pelamar yang diterima berhak mengikuti studi tanpa dipungut biaya apapun. Tunjangan bagi penerima beasiswa mencakup akomodasi, dan lain-lain, tergantung pada jenis beasiswa.

    Tunjangan dibayarkan oleh lembaga penerima, Tempus Public Foundation, atau oleh negara pengirim, juga tergantung pada jenis beasiswa.

    Deadline Pendaftaran Bilateral State Scholarships

    Studi semester/parsial sarjana, magister, atau doktoral (3-10 bulan): 20 February 2025

    Studi sarjana, magister, atau doktoral penuh (masing-masing 36/24/36 bulan): 20 February 2025

    Kunjungan studi jangka pendek atau panjang (3 hari – 6 bulan): 20 Februari 2025

    Kursus musim panas (2-4 minggu): 28 Maret 2024

    Syarat Dokumen Bilateral State Scholarships

    1. Formulir Pendaftaran
    2. Salinan Paspor dan Kartu Identitas
    3. Motivation Letter
    4. Salinan Transkrip Akademik
    5. Sertifikat Kemahiran Bahasa
    6. Surat Penerimaan dari Universitas Terkait
    7. Rencana Karier
    8. Surat Rekomendasi

    Informasi lebih lanjut mengenai Bilateral State Scholarships dapat detikers cek di laman https://studyinhungary.hu/study-in-hungary/menu/scholarships/bilateral-state-scholarships.html atau https://tka.hu/international-programmes/4127/bilateral-state-scholarships. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa KJP Plus dan KJMU Tahap II 2024 Cair Hari Ini, Cek Rekening Sekarang!


    Jakarta

    Bantuan dana pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dari pemerintah provinsi DKI Jakarta resmi dicairkan secara bertahap mulai Jumat, 6 Desember 2024. Hal ini diumumkan langsung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jakarta.

    “Pencairan dana KJP Plus Tahap II 2024 bulan November dan Desember akan dilaksanakan secara bertahap mulai 6 Desember 2024,” tulis UPT P40P Disdik Jakarta dalam postingan Instagramnya dikutip Jumat (6/12/2024).

    Pengumuman serupa juga disampaikan untuk KJMU Tahap II Tahun 2024 di mana dananya akan dicairkan secara bertahap mulai 6 Desember 2024. Lalu berapa besaran dana yang akan didapatkan siswa dan mahasiswa? Cek informasinya di sini!


    Pencairan Dana KJP Plus Tahap II 2024

    Seperti yang diketahui KJP Plus merupakan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah DKI Jakarta kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Pada pencairan dana kali ini, jumlah penerima KJP Plus Tahap II 2024 sebanyak 523.622 peserta didik yang tersebar di jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

    Pencairan dana dilakukan secara langsung ke rekening Bank DKI masing-masing peserta didik. Dengan catatan seluruh proses pembukaan rekening sudah diselesaikan.

    Besaran dana KJP Plus berbeda setiap jenjang sekolahnya, yakni:

    1. SD/MI

    • Jumlah penerima: 242.919 siswa
    • Biaya rutin: Rp 135 ribu/bulan
    • Biaya berkala: Rp 115 ribu/bulan
    • Total besaran dana: Rp 250 ribu/bulan
    • Tambahan SPP untuk SD/MI swasta 6 bulan: Rp 130 bulan

    2. SMP/MTs

    • Jumlah penerima: 147.341 siswa
    • Biaya rutin: Rp 185 ribu/bulan
    • Biaya berkala: Rp 115 ribu/bulan
    • Total besaran dana: Rp 300 ribu/bulan
    • Tambahan SPP untuk SMP/MTs swasta 6 bulan: Rp 170 ribu/bulan

    3. SMA/MA

    • Jumlah penerima: 48.876 siswa
    • Biaya rutin: Rp 235 ribu/bulan
    • Biaya berkala: Rp 185 ribu/bulan
    • Total besaran dana: Rp 420 ribu/bulan
    • Tambahan SPP untuk SD/MI swasta 6 bulan: Rp 290 ribu/bulan

    4. SMK

    • Jumlah penerima: 83.403 siswa
    • Biaya rutin: Rp 235 ribu/bulan
    • Biaya berkala: Rp 215 ribu/bulan
    • Total besaran dana: Rp 450 ribu/bulan
    • Tambahan SPP untuk SD/MI swasta 6 bulan: Rp 240 ribu/bulan

    5. PKBM

    • Jumlah penerima: 1.083 siswa
    • Biaya rutin: 185 ribu/bulan
    • Biaya berkala: Rp 115 ribu/bulan
    • Total besaran dana: RP 300 ribu/bulan

    Sebagai informasi, penggunaan biaya rutin maksimal yang dapat digunakan secara tunai ialah Rp 100 ribu setiap bulannya. Sisa biaya rutin dan biaya berkala dapat digunakan secara nontunai untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik.

    Pencairan Dana KJMU Tahap II 2024

    Bila KJP diberikan kepada anak sekolah, KJMU dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan berdomisili serta lahir di Jakarta yang tengah menempuh pendidikan tinggi. Penerima beasiswa merupakan mahasiswa jenjang pendidikan D3, D4, dan S1.

    Sama seperti KJP, KJMU juga dicairkan ke rekening bank DKI masing-masing penerima sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester dengan jumlah 15.648 penerima. Pencairan dana juga bisa diterima bila mahasiswa sudah menyelesaikan rangkaian pembukaan rekening.

    Bagi penerima baru, rangkaian proses pembukaan rekening yang harus dilalui yakni:

    • Datang ke Bank DKI untuk membuka rekening
    • Cetak buku tabungan dan ATM
    • Penyerahan buku tabungan dan ATM
    • Pemindahbukuan dana ke rekening penerima.

    Dari besaran dana Rp 9 juta per semester yang akan diterima nantinya, mahasiswa bisa menggunakannya untuk:

    • Biaya penyelenggaraan pendidikan, dikelola oleh PTN atau PTS mahasiswa bersangkutan
    • Biaya pendukung personal sebagai bantuan biaya hidup, melingkupi:
    • Biaya buku
    • Makanan bergizi
    • Transportasi
    • Perlengkapan atau peralatan dan biaya pendukung personal lainnya.

    Demikianlah informasi terkait pencairan dana KJP Plus tahap II dan KJMU tahap II 2024. Sesuai informasi yang disampaikan, pencairan dana akan dilakukan secara bertahap. Sehingga, ada kemungkinan peserta tidak menerima dana secara langsung pada 6 Desember 2024.

    Jika dalam jangka waktu lama dana juga belum cair, detikers bisa menghubungi pihak terkait melalui call center atau media sosial Instagram yakni @disdikdki, @upt.p4op, dan @jakone.mobile.

    Jangan lupa cek rekening kamu ya detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Nasib KJP saat Sekolah Swasta Gratis Bergulir? Ini Jawaban Ketua DPRD



    Jakarta

    Sekolah swasta gratis di DKI Jakarta akan segera dimulai pada tahun ajaran mendatang. Lantas, bagaimana nasib program KJP?

    Seperti diketahui, Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program bantuan yang didanai APBD Jakarta untuk siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Bantuan ini berupa bantuan tunjangan pendidikan dan SPP sekolah swasta.

    Mengenai hal ini, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin memastikan jika program KJP Plus akan tetap berlanjut. Hanya saja, komponen yang ada hanya mengakomodir tambahan biaya sekolah, seperti seragam sekolah, sepatu, topi, dan peralatan sekolah lainnya.


    “Sebenarnya komponen KJP itu untuk biaya sekolah. Sekarang sekolahnya udah gratis. Jadi KJP ada hanya untuk beli sepatu, kaos kaki, celana, baju, topi, dasi dan perlengkapan sekolah lainnya,” ujar Khoirudin dalam laman DPRD DKI Jakarta dikutip Rabu (4/12/2024).

    Masih Perlu Regulasi yang Kuat

    Lebih lanjut, Khoirudin mengatakan jika pihaknya telah menganggarkan Rp2,3 Triliun untuk Program Sekolah Swasta Gratis. Saat ini, masih diperlukan sebuah regulasi yang pasti mengenai pelaksanaan sekolah gratis.

    “Yang perlu waktu adalah persiapan regulasinya. Dananya sudah siap, dan kita sudah sepakat sesama eksekutif juga nggak ada masalah,” ujar Khoirudin.

    Ia mendorong agar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan segera direvisi agar aturan mengenai Program Sekolah Swasta Gratis memiliki dasar hukum yang kuat. Tujuannya agar kualitas pendidikan di DKI Jakarta memiliki kualitas yang sama, baik negeri maupun swasta.

    “Mudah mudahan regulasinya bisa cepat selesai, sehingga Juli besok bisa dilaksanakan,” harap Khoirudin.

    Alasan akan Ada Sekolah Swasta Gratis

    Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menjelaskan jika program ini diusulkan karena banyak siswa yang gagal masuk sekolah negeri lantaran zonasi hingga batasan usia. Akhirnya, mereka masuk ke sekolah swasta yang berbayar dan tidak menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

    Banyak dari siswa tidak mampu itu akhirnya kesulitan melunasi biaya sekolah sehingga beberapa dari mereka putus sekolah atau ijazahnya tertahan karena menunggak.

    “Yang seperti ini yang harus kita ubah. Dan banyak juga penerima KJP yang tidak tepat sasaran, antara lain justru mereka pakai KJP bukan untuk sekolah, untuk hal yang lain sebagainya. Maka itu kita harus tarik ke belakang dulu kenapa kita mau mengusulkan sekolah gratis,” jelasnya dalam laman DPRD Provinsi DKI Jakarta Selasa (12/11/2024) dikutip Rabu (4/12/2024)

    Sekolah Swasta Gratis di Kawasan Padat Penduduk

    Terkait penerapan kebijakan ini, Ima mengatakan sekolah swasta gratis akan berada di kawasan padat penduduk.

    “Yang pasti pertama, sekolah tersebut memang wilayah sekolah swasta di padat penduduk, yang kondisi wilayahnya banyak orang susahnya,” kata Ima pada Kamis (7/12/2024) lalu dalam detikNews dikutip Rabu (4/12/2024).

    “Dan yang kedua itu, tidak ada orang mampu yang sekolah di tempat tersebut itu yang jadi prioritas,” lanjutnya.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Bansos Rp6 Juta buat Mahasiswa dari Pemkot Tangerang, Ayo Daftar!



    Jakarta

    Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial membuka pendaftaran bantuan sosial (bansos) bagi mahasiswa. Bantuan berupa biaya pendidikan jenjang perguruan tinggi.

    Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani mengatakan bansos ini mempunyai besaran Rp6 juta per mahasiswa. Kuota penerima bansos ini sebanyak 300 mahasiswa.

    “Bansos diperuntukkan untuk 300 mahasiswa dengan besaran bantuan Rp6 juta yang diberikan satu kali dalam satu tahun dan sifatnya tidak secara terus menerus,” ujarnya dilansir dari laman Pemkot Tangerang, Minggu (12/1/2025).


    Penerima bansos ini adalah mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Pendaftaran penerima bansos dibuka mulai 13 Januari hingga 27 Januari 2025.

    Apa saja syarat daftarnya? Dan bagaimana cara mendaftar bansos ini? Berikut informasi selengkapnya:

    Syarat Daftar Bansos Pemkot Tangerang

    • Mempunyai kondisi ekonomi kurang mampu
    • Mahasiswa aktif dibuktikan surat keterangan mahasiswa aktif
    • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
    • Berdomisili di Kota Tangerang dibuktikan lewat KTP
    • Tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan lain dari pihak lain
    • Mempunyai Kartu Keluarga (KK)
    • Memiliki transkrip nilai terakhir
    • Membuat surat pernyataan bermaterai tidak sedang menerima bantuan biaya pendidikan dari pihak lain
    • Mempunyai nomor rekening yang masih aktif

    Cara Daftar Bansos Pemkot Tangerang

    Mulyani mengimbau mahasiswa yang ingin daftar untuk segera menyiapkan berkas pendaftaran. Kemudian bisa mengunggahnya di aplikasi Tangerang LIVE.

    “Mahasiswa Kota Tangerang dapat menjangkau program ini dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Tangerang LIVE, melalui layanan Kesra dan menu Bansos Mahasiswa,” katanya.

    Ia berharap lewat bantuan ini lebih banyak mahasiswa yang terbantu. Selain itu, lebih banyak anak muda di Tangerang yang termotivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    “Kita berharap, adik-adik yang mendapat kesempatan ini, bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan menjadi orang-orang sukses yang mampu memajukan Kota Tangerang,” harapnya.

    Bagi yang masih penasaran dengan bantuan bansos mahasiswa ini, bisa menanyakan informasi lengkapnya ke nomor 0895608722422. Selamat mencoba, detikers!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2025 Dibuka Mulai 17 Januari, Siap-siap!


    Jakarta – Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan tahap 1 2025 akan dibuka mulai Jumat, 17 Januari. Periode seleksinya berlangsung pada Januari hingga Juni 2025.

    Program beasiswa yang dibuka di antaranya beasiswa umum, afirmasi, dan targeted. Pada saat ini, informasi lengkap mengenai pendaftaran LPDP tahap 1 2025 masih belum diperlihatkan dalam situs resmi LPDP, tetapi detikers yang ingin mendaftar bisa melihat informasi tahun lalu sebagai referensi.

    Jenis-jenis Beasiswa LPDP

    1. Program Beasiswa Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    • Beasiswa prioritas kerja sama LPDP dengan institusi luar negeri.

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

    • Warga Negara Indonesia
    • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan.
    • Pendaftar yang sudah lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3.
    • Pendaftar beasiswa doktor yang merupakan lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK.
    • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Menulis profil diri
    • Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia (berdasarkan pendaftaran beasiswa LPDP 2024), rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
    • Apabila memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar.
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, boleh mendaftar pada jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program, yang diterbitkan maksimal 1 tahun pada bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri.
    • Pendaftar yang tengah menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yakni mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, kemudian wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus. Pendaftar yang memperoleh gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa.
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP.

    Cara Daftar Beasiswa LPDP

    • Mendaftar melalui link https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    • Lengkapi dan unggah semua dokumen syarat pada aplikasi pendaftaran
    • Pastikan melakukan submit di aplikasi pendaftaran agar dapat memperoleh kode registrasi/pendaftaran.
    • Pastikan berbagai dokumen pendukung seperti surat rekomendasi, surat keterangan, atau yang sejenisnya masih berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

    Itulah informasi sementara mengenai beasiswa LPDP tahap 1 2025. Persiapkan diri kalian dan semoga berhasil!

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Beasiswa Prioritas LPDP yang Bisa Dipilih, Pahami Sebelum Daftar!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2025 tahap 1 akan dibuka pada 17 Januari 2025. Sebelum daftar, detikers harus tahu dulu nih jenis-jenis beasiswa yang tersedia.

    Beasiswa ini disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beasiswa LPDP difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Beasiswa LPDP dibuka setiap tahun untuk studi jenjang magister/S2 dan doktoral/S3. Awardee bisa memilih melanjutkan studi di luar negeri maupun dalam negeri.


    Salah satu hal yang menarik dari beasiswa LPDP dibanding beasiswa lain adalah ragam jenisnya. Salah satunya adalah beasiswa prioritas.

    Apa Itu Beasiswa Prioritas LPDP?

    Pelamar beasiswa prioritas dapat mendaftar pada dua jenis beasiswa sekaligus. Selain mendaftar beasiswa prioritas, pelamar juga bisa mendaftar beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD).

    Ada enam PTUD yang bisa dipilih dalam beasiswa prioritas yakni Nanyang Technology University (NTU), National University of Singapore (NUS), Campus France, University of California Davis (UC Davis), University of New South Wales (UNSW), dan The Orange Knowledge Program (OKP).

    Fasilitas Penerima Beasiswa Prioritas LPDP

    Beberapa keuntungan memperoleh beasiswa prioritas LPDP antara lain:

    • Dana pendidikan untuk kebutuhan pendaftaran
    • Dana SPP (tuition fee)
    • Tunjangan buku
    • Penelitian tesis
    • Seminar internasional
    • Publikasi jurnal internasional
    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya hidup bulanan
    • Dana untuk mengikuti lomba internasional
    • Dana darurat jika dibutuhkan

    Jenis-jenis Beasiswa Prioritas LPDP

    1. Beasiswa Prioritas S2 OKP-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi-LPDP

    Beasiswa ini adalah hasil kerja sama ketiga lembaga bersama Nuffic Neso Indonesia. Tujuannya untuk mengoptimalkan sumber daya dan berfokus pada bidang yang relevan dan penting bagi pembangunan Indonesia.

    2. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-NTU

    Beasiswa ini diberikan bagi masyarakat termasuk PNS dan TNI atau Polri. Namun, beasiswa ini hanya berlaku untuk jenjang S2.

    Lulusan dari NTU pada beasiswa ini nantinya akan bergelar MBA. Selain menempuh pendudukan, para awardee juga akan dididik sebagai calon pemimpin dan profesional.

    3. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-NUS Bidang Kewirausahaan

    Beasiswa prioritas LPDP selanjutnya bekerja sama dengan NUS. Sasaran beasiswa ini adalah masyarakat Indonesia kecuali PNS, TNI dan Polri.

    Sebagaimana namanya, beasiswa ini bertujuan mendidik para calon pengusaha yang ingin memiliki usaha baru. Mereka akan dibimbing dan dapat memanfaatkan fasilitas pengembangan bisnis di NUS Enterprise.

    4. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-Campus France

    Beasiswa ini disediakan langsung oleh pemerintah Prancis. Pengadaan beasiswa bertujuan untuk membantu meningkatkan pembangunan di Indonesia.

    Para mahasiswa akan diberi pengetahuan oleh kampus. Mereka akan disiapkan juga sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

    5. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-UNSW

    UNSW bersama LPDP menawarkan beasiswa S3 bagi masyarakat Indonesia. Beasiswa ini bisa dicoba bagi yang tertarik dalam bidang energi terbarukan dan inovasi.

    6. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-NTU

    Beasiswa ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan ke jenjang doktor. Jenis beasiswa ini pun bisa diikuti bagi mahasiswa yang tertarik di bidang STEM maupun non-STEM.

    7. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-UC Davis

    Bagi yang berminat melanjutkan pendidikan S3 di bidang pertanian, lingkungan, teknik atau pendidikan maka beasiswa ini dapat menjadi pilihan yang tepat. Durasi pembiayaan beasiswa ini maksimal selama 5 tahun.

    Itulah beberapa jenis beasiswa prioritas LPDP yang bisa dicoba. Semoga informasinya bermanfaat ya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com