Tag: pola makan

  • 10 Camilan Rendah Kalori yang Lezat untuk Diet, Nggak Perlu Takut Gemuk

    Jakarta

    Menjaga pola makan saat seringnya menantang, apalagi saat keinginan untuk ngemil itu muncul. Siapa bilang camilan tidak bisa sehat dan tetap nikmat?

    Ternyata ada lho, beberapa cemilan yang rendah kalori sehingga cocok dimakan saat diet. Simak berbagai pilihan snack rendah kalori berikut ini.

    Camilan Rendah Kalori untuk Diet

    Beberapa camilan-camilan di bawah ini, bisa detikers nikmati untuk mendukung mendukung tujuan diet kalian. Berikut daftarnya:


    1. Apel dan Selai Kacang

    Apel termasuk buah yang masih jadi camilan paling sehat. Kamu bisa menikmati camilan rendah kalori ini dengan selai kacang alami.

    Selai kacang memiliki kandungan protein yang tinggi, dan termasuk salah satu dari tiga makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) yang paling bisa mengenyangkan.

    Faktanya, dalam riset tahun 2016 oleh Alicia L Carreiro, dkk, dari Purdue University yang dimuat National Library of Medicine, menunjukan bahwa menambahkan protein ke dalam makanan bisa membantu mengurangi rasa lapar serta mempertahankan berat badan yang moderat.

    Jangan lupa, pilih selai kacang alami yang hanya mengandung kacang tanah dan garam pada daftar bahannya ya. Gunakan takaran porsi yang disarankan yakni sekitar 2 sendok makan (32 gram) untuk menghindari konsumsi kalori tinggi.

    Apel kecil yang disajikan dengan 32 gram selai kacang , hanya memiliki sekitar 267 kalori.

    2. Apel Panggang

    Selain bisa dikonsumsi langsung, ada banyak cara untuk menikmatinya. Camilan ini juga mengandung serat yang tinggi.

    Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Joan Salge Blake, RD, merekomendasikan untuk menikmati apel dengan dipanggang (apple baked).

    “Rasanya (apel panggang) seperti makanan penutup, namun memberikan vitamin dan serat yang sama dengan apel segar. Kamu bahkan bisa menaburkan kayu manis di atasnya tanpa menambah kalori,” kata Blake seperti dikutip detikHealth dari laman WebMD.

    3. Telur Rebus

    Telur rebus sering disebut juga multivitamin alami. Alasannya, karena dalam satu telur rebus ukuran besar mengandung 78 kalori dan kaya akan vitamin A, vitamin B12, fosfor, lemak sehat, selenium, dan lebih dari 6 g protein.

    Selain itu, telur rebus bisa jadi pilihan camilan rendah kalori yang praktis dan mudah untuk dipadukan dengan makanan bergizi lainnya. Mulai dari sayur-sayuran, kacang-kacangan, hingga keju.

    4. Pistachios

    Meskipun punya kandungan lemak yang tinggi, kamu nggak perlu terlalu takut buat makan pistachio. Pasalnya, sebagian besar lemaknya adalah lemak baik atau lemak jenuh.

    Kamu bisa makan 20 pistachio yang sama dengan mengkonsumsi 80 kalori dan kurang dari satu gram lemak jenuh. Ditambah lagi, camilan satu ini juga kaya akan protein, serat, dan beberapa vitamin serta mineral penting.

    Guna menghindari dosis natrium yang tidak sehat, pilihlah yang mentah atau dipanggang kering tanpa garam.

    5. Popcorn

    Popcorn adalah pilihan camilan yang mungkin bisa kamu malam jumlah cukup banyak, karena jumlah kalorinya sedikit. Camilan satu ini Ini juga tinggi serat, yang bisa membantu kenyang lebih lama.

    6. Blueberry Smoothie

    Smoothie adalah cara lain untuk menikmati buah. Smoothie blueberry jadi pilihan camilan rendah kalori yang cocok saat diet.

    Kamu bisa mencampurkan 1/3 cangkir yogurt tanpa lemak dengan 2/3 cangkir blueberry beku dan es. Rasanya sangat menyegarkan dan dingin nikmat.

    7. Edamame

    Kedelai muda atau disebut juga edamame adalah salah satu camilan sehat rendah kalori. Setengah cangkirnya bisa mengandung lebih dari 8 g protein dan 4 g serat, yang membantu detikers tetap kenyang.

    8. Sereal Oat Kering

    Kalau kamu suka sereal, kamu bisa memakan sereal saat diet tapi dengan catatan jangan menggunakan susu. Hal ini guna menjadikannya camilan yang nyaman dan rendah kalori.

    Kamu bisa makan 1/3 cangkir sereal oat kering ke dalam kantong atau wadah, untuk dibawa ke mana-mana. Setiap porsi memiliki kisaran 70 kalori dan hampir tidak ada lemak jenuhnya. Tapi ingat, jauhi varietas yang terlalu manis ya.

    9. Almond

    Orang yang sedang diet bisa makan 14 buah kacang almond tanpa mencapai angka 100 kalori lho. Hebatnya, almond juga kaya akan serat dan protein. Hal ini akan membantu kamu dalam mencegah rasa lapar.

    10. Buah Tin dan Keju Kambing

    Buah ara atau buah tin yang diisi dengan goat cheese bisa menjadi camilan diet yang pas. Rasa asin dan creamy dari keju kambing berpadu sempurna dengan rasa manis dan kenyal dari buah tin.

    Keju dari susu kambing adalah sumber protein yang sangat baik, sedangkan buah ara kaya akan serat sehingga menjadikannya kombinasi yang kuat.

    Dalam menyiapkan camilan ini, kamu bisa pasangkan buah tin segar yang sudah dibelah dua dengan sesendok keju kambing. Bisa juga ditambahkan taburan cuka balsamic. Satu buah tin besar yang diisi dengan 1 ons (28 gram) keju kambing mengandung 150 kalori.

    Itu tadi beberapa rekomendasi camilan yang rendah kalori untuk diet yang bisa kamu pilih. Dengan memilih camilan rendah kalori yang nikmat, kamu tetap bisa menjaga pola makan sehat.

    Detikers bisa menikmati makanan ringan tersebut tanpa rasa bersalah dan rasa takut bisa bikin badan melar. Selamat mencoba dan tetap sehat!

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Mati-matian Diet Tapi Berat Badan Nggak Turun? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Proses penurunan berat badan yang baik harus dimulai dengan pola makan yang tepat dan aktivitas fisik yang rutin. Namun, dalam beberapa kasus proses penurunan berat badan mungkin tidak berjalan dengan lancar dan menemui beberapa kendala.

    Berikut ini adalah beberapa kesalahan diet yang mungkin dilakukan sehingga berat badan susah turun dikutip dari Eat This:

    1. Kurang Makan Lemak

    Selama diet, lemak kerap menjadi zat makanan yang kerap dihindari. Banyak yang menganggap bahwa lemak dapat meningkatkan berat badan hingga berisiko menyebabkan obesitas. Padahal beberapa jenis lemak sebenarnya justru dapat membantu proses penurunan berat badan. Salah satu contoh sumber lemak sehat yang bisa dikonsumsi adalah buah alpukat.


    Lemak merupakan makronutrien yang membantu tubuh untuk merasa kenyang, memberi nutrisi yang sangat dibutuhkan, bahkan membantu menurunkan risiko kolesterol jahat. Selain pada alpukat, lemak tak jenuh tunggal yang sehat juga dapat ditemukan dari minyak zaitun, almond, dan selai kacang.

    2. Kurang Makan Karbo

    Sama seperti lemak, karbohidrat juga menjadi salah satu zat makanan yang paling sering dihindari ketika proses diet. Walaupun memang karbohidrat olahan seperti gula dan roti putih dapat meningkatkan perubahan berat badan, karbohidrat kompleks sebenarnya justru sangat dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan.

    Beberapa jenis makanan mengandung karbohidrat kompleks meliputi buncis, oat, kentang, ubi jalar, hingga kacang-kacangan. Menurut ahli kebugaran Jim White, RD, ACSM, mengurangi karbohidrat terlalu rendah justru mempersulit proses penurunan berat badan..

    “Mengurangi karbohidrat sangat memengaruhi tingkat energi dan mereka akhirnya menginginkan lebih banyak karbohidrat. Selain itu, mereka tidak punya banyak energi untuk berolahraga, sehingga sering kali mereka melewatkan latihan,” kata White.

    3. Terlalu Banyak Protein

    Protein memang sangat dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan. Protein dapat membantu pembangunan otot tanpa lemak yang membakar kalori saat istirahat dan dapat membantu penurunan berat badan, namun perlu diingat bahwa porsi yang sedang tetap diutamakan.

    “Makan terlalu banyak protein, orang tidak menyadarinya, masih mengandung kalori dan masih bisa berkontribusi terhadap lemak tubuh jika dikonsumsi berlebihan,” kata White.

    Jika rutin berolahraga, jumlah protein yang disarankan untuk dikonsumsi adalah 1,2-1,7 gram protein per kilogram berat badan.

    4. Diet Terlalu Ketat

    Sebagian orang berasumsi adalah membatasi kalori sebanyak mungkin dapat menjadi senjata utama dalam proses penurunan berat badan yang lebih cepat. Nyatanya, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine menemukan orang yang melakukan diet rendah kalori secara ketat tidak mengalami penurunan berat badan secara jangka panjang.

    Kondisi tersebut rupanya disebabkan oleh produksi hormon stres kortisol yang berlebihan. Ketika tubuh melepaskan terlalu banyak kortisol, kondisi tersebut akan memberikan sinyal pada tubuh untuk menimbun lemak lebih, terutama di perut.

    “Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup kalori, metabolisme Anda akan melambat, Anda tidak memiliki cukup energi untuk berolahraga, dan Anda cenderung makan berlebihan,” kata White.

    5. Makan Banyak Usai Olahraga

    Olahraga memang membantu proses penurunan berat badan, namun perlu diingat bukan berarti usai olahraga bisa sembarangan makan, lho. Olahraga memang membakar kalori, namun tak jarang orang terlalu melebih-lebihkan jumlah kalori yang dibakar dalam sesi berolahraga.

    Karena itu, mereka akhirnya memberikan ‘hadiah’ pada diri sendiri untuk bisa makan secara lebih bebas. Jika ingin mengisi ‘bahan bakar’ usai berolahraga, ada baiknya untuk tetap memperhatikan kalori dan kandungan dari makanan atau camilan yang dikonsumsi.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Dokter Gizi Beberkan Kesalahan saat Diet Ketat, Bisa Berujung Masuk IGD


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi mimpi banyak orang. Sejumlah cara bahkan dilakukan demi diet agar memiliki bentuk tubuh impian.

    Hanya saja diet tak melulu soal mengurangi porsi makan. Pada orang dengan kondisi tertentu, terlalu mengatur pola makan dengan ketat bisa berujung fatal.

    “Ada juga yang beranggapan kalau niat kurangin makan, pasti bisa turun berat badannya. Lalu apa dampak dari stigma kalo makan pasti turun? Ada yang puasa, nggak makan,” kata spesialis gizi klinik dr Gaga Irawan Nugraha, SpGK(K) kepada media di Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).


    “Intermittent fasting sampai masuk emergency karena maag-nya kambuh,” sambungnya.

    Dia menambahkan masalah obesitas tak bisa ditangani hanya dengan diet dan olahraga. Beberapa hal yang juga penting dilakukan pengidap obesitas adalah memperhatikan faktor pemicu mereka mengalami kegemukan.

    Obesitas menurutnya juga dipengaruhi faktor lingkungan. Jika seseorang berada di lingkungan yang gemar menyantap makanan cepat saji, misalnya, maka akan sulit untuk mengatur dan menetapkan pola makan yang baik.

    Di sisi lain, otak juga memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme tubuh. Kemampuan untuk mengeksekusi keinginan makan atau tidak, keinginan untuk olahraga atau tidak merupakan salah satu peran otak bagi tubuh manusia.

    “Kan yang membuat seseorang menolak tawaran makan atau minum itu otak. Yang menyebutkan ‘nggak’ itu kan yang nyuruh otak. Termasuk ketersediaan bahwa saya ingin bangun pagi untuk berolahraga walau semalam bedagang, itu semua kan ada peran dari otak,” tandasnya.

    (Haifa Nur Raidah/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Cerita Diet Tya Ariestya, Sempat Obesitas Tingkat 1 kini Sukses Turun 26 Kg


    Jakarta

    Aktris Tya Ariestya sempat mencuri perhatian usai melakukan program diet yang membuatnya berhasil memangkas 26 kg. Perjalanan dietnya itu dimulai setelah dia disebut mengalami obesitas tingkat 1.

    “Memutuskan diet karena aku sudah obesitas tingkat satu, terus memang aku harus turunin BB (berat badan) karena waktu itu rencananya mau program hamil lagi,” kata Tya saat dijumpai detikcom di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, ditulis Sabtu (10/2/2024).

    Pesinetron berusia 37 tahun ini mulai menjalani diet di tahun 2021 dengan bantuan ahli gizi untuk mengatur asupan makannya. Saat itu berat badannya berada di angka 75 kg setelah melahirkan anak keduanya.


    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penentuan obesitas ditegakkan berdasanan anamnesis dan pemeriksaan antropometri. Penentuan obesitas biasanya melihat body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT).

    Klasifikasi obesitas tingkat 1 untuk orang Asia menurut WHO yakni jika IMT berada di angka 25-29,9. Namun perlu dicatat bahwa IMT untuk mengukur derajat obesitas tidak dapat dilakukan pada wanita hamil dan binaragawan.

    Setelah satu tahun mengatur pola makan dan olahraga, Tya berhasil turun 26 kg. Menurutnya, kunci agar diet berhasil adalah defisit kalori dan konsisten melakukan aktivitas fisik.

    “Jadi sekarang posisinya sudah mempertahankan. Agar berat badannya nggak balik, olahraga pasti ya. Sekarang harus di maintenance olahraga. Makan tidak boleh terlalu banyak manis-manis,” tandasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Wanita Ini Terapkan Metode Diet 90-30-50 yang Bikin Langsing


    Jakarta

    Cara menurunkan berat badan beragam metodenya. Wanita ini mengungkapkan metode diet 90-50-30 yang menjaga tubuhnya tetap langsing ideal. Seperti apa metodenya?

    Tubuh langsing memang idaman semua wanita. Untuk mendapatkannya, banyak wanita melakukan diet dengan beragam metode yang sehat hingga ekstrem.

    Salah satu metode diet diungkapkan oleh seorang wanita dengan akun TikTok @dietitianwithtwins. Wanita itu mengungkapkan kalau metode diet tersebut membantunya dalam menjaga berat badan sehingga tetap langsing.


    Dilansir dari The Sun (29/11), wanita bernama Courtney Kassis memiliki metode diet yang ampuh. Ia merupakan seorang ahli diet berusia 29 tahun yang menyebut metodenya itu sebagai diet 90-30-50.

    Metode diet 90-30-50Metode diet 90-30-50 Foto: TikTok @dietitianwithtwins

    Wanita asal Pennsylvania, Amerika Serikat ini menjelaskan dalam beberapa video seperti apa metode diet yang dijalaninya itu. Diet 90-30-50 adalah metode yang melibatkan pola makan.

    Pola makan itu terdiri atas mengonsumsi 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak sehat. Courtney menjalani pola makan ini setiap hari.

    Courtney mengklaim, “Nutrisi ini bekerja untuk meningkatkan metabolisme, mendukung proses pembakaran lemak, meningkatkan rasa kenyang, menyeimbangkan gula darah dan massa otot, semuanya mendukung kesehatan optimal dan tujuan penurunan berat badan.”

    Selama menjalani metode 90-30-50 ini, berat badan Courtney turun sebanyak 15 lbs atau 6,8 kilogram. Penurunan berat badan itu dirasakannya selama 2 bulan.

    Sebelum menjalani diet 90-30-50, Courtney sempat diet ketat selama bertahun-tahun dan merasakan tidak ada kemajuan. “Saya sangat frustasi karena tidak ada kemajuan,” ungkapnya.

    Dalam video yang dibagikan Courtney, wanita ini mengungkapkan menu dietnya. Di antaranya ada nasi kembang kol, selada, dan olahan daging ayam.

    Courtney juga banyak menyetok blueberry beku dan yogurt untuk dibuat menjadi smoothies. Untuk stok protein, Courtney menyimpan telur, sosis ayam, daging dada ayam, keju cottage, hingga salmon.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Jadwal Jam Makan untuk Diet saat Makan Pagi, Siang, Malam, dan Camilan


    Jakarta

    Diet bukan berarti tidak mengonsumsi makanan saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Jadwal makan berlangsung seperti biasa namun diatur, sehingga tubuh tidak terlalu lapar atau kenyang.

    Dikutip dari Healthline, jam makan ditentukan banyak faktor misal jam kerja, tingkat kelaparan, obat yang kita minum. Nah, buat kamu yang sedang diet berikut aturan jam makan yang bisa dipraktikkan.

    Jam Makan Terbaik Untuk Program Diet

    Makan di waktu yang tepat mencegah tubuh mengalami lapar mata, sehingga makan apa saja tanpa ada kendali. Makan saat perut tidak terlalu lapar atau kenyang, memungkinkan pemilihan menu dengan porsi secukupnya.


    1. Sarapan

    Dikutip dari situs Parade, waktu yang terbaik atau jam sarapan untuk diet adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau sekitar 12 jam setelah makan terakhir.

    Apabila kamu menunggu terlalu lama untuk sarapan, mungkin kamu akan merasa sangat lapar ketika sarapan atau jam makan berikutnya. Oleh karena itu, sarapan dua jam setelah bangun tidur merupakan waktu yang terbaik.

    Menu terbaik untuk sarapan adalah telur, yogurt, oatmeal, kacang-kacangan, teh hijau, dan sebagainya. Sarapan yang baik biasanya yang mengandung protein, serat, dan berbagai nutrisi. Hal tersebut akan membuatmu merasa kenyang.

    2. Makan Siang

    Dikutip dari situs Northwestern Medicine, makan siang sebaiknya berjarak sekitar empat hingga lima jam setelah sarapan. Misalnya, jika kamu sarapan pada jam 7 pagi, kamu dapat makan siang sekitar jam 11 hingga 12 siang.

    Namun jadwal ini bisa berbeda pada setiap orang. Seperti dikutip dari situs Nutrisense, waktu terbaik untuk makan siang antara jam 12 siang hingga jam 2 siang untuk hasil yang lebih optimal.

    3. Makan Malam

    Banyak orang yang cenderung makan berlebihan ketika makan malam karena mereka belum cukup makan sepanjang hari. Jam makan malam harus mengikuti jadwal yang sama dengan waktu makan sebelumnya. Apabila kamu makan siang jam 12.00 siang, kamu dapat makan malam jam 17.00.

    Pastikan tidak lebih dari empat hingga lima jam antara makan siang dan makan malam. Beberapa orang juga memerlukan makan camilan diantara jam makan siang dan makan malam karena sedikit orang yang makan malam pada pukul 16.00 atau 17.00.

    Jadwal Ngemil saat Diet

    Kamu dapat mengonsumsi camilan apabila kamu merasa memerlukannya. Tujuannya adalah untuk mencegah rasa lapar yang berlebihan di antara waktu makan. Berikut ini beberapa contoh camilan yang dapat kamu konsumsi ketika diet:

    • Yogurt
    • Buah-buahan
    • Smoothie protein.

    Pentingnya Mengatur Jam Makan saat Diet

    Dikutip dari situs Yaletown Nutrition, makan secara teratur dapat memberikan tubuh kita energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi secara optimal.

    Selain itu, waktu makan yang teratur juga membantu melancarkan pencernaan. Melewatkan waktu makan dalam waktu yang lama dapat meningkatkan kemungkinan kita untuk makan lebih cepat atau lebih banyak dari yang kita butuhkan. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada pencernaan

    Ketika melakukan diet, kita perlu untuk mengatur jam makan. Namun, mengatur kalori yang masuk dan aktivitas fisik juga merupakan hal penting yang perlu dilakukan ketika diet.

    Itulah tadi penjelasan tentang jam makan untuk diet. Semoga bermanfaat ya detikers.

    (row/row)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Tak Perlu Obat! 5 Pola Makan Ini Bisa Bantu Hilangkan Lemak Perut


    Jakarta

    Lemak visceral yang mengumpul di perut seringkali membuat seseorang tidak percaya diri. Untungnya lemak ini bisa dihempas dengan pola makan seperti ini.

    Lemak visceral adalah istilah lemak yang ditemukan di daerah perut. Banyak orang ingin mengurangi jenis lemak ini karena bisa membuat tidak percaya diri dan berisiko bahaya jika menumpuk terlalu banyak.

    Menurut ahli gizi Mandy Enright, RD, lemak visceral sebenarnya normal dan bisa bermanfaat untuk melindungi organ. Namun dia mencatat idealnya seseorang hanya boleh punya lemak visceral paling banyak 10% dari total lemak tubuh.


    Memiliki lemak visceral terlalu banyak dikaitkan dengan risiko penyakit kronis lebih tinggi, seperti penyakit jantung, kanker, hingga diabetes tipe 2.

    Ahli gizi ini menyebut lemak visceral sebenarnya lebih mudah dibakar untuk energi. Oleh karena itu, sedikit perubahan gaya hidup dapat membantu menghilangkan lemak perut ini dan mendukung tubuh lebih sehat.

    Dilansir dari eatingwell.com pada Rabu, (3/9/2025), berikut 5 cara mudah menghempaskan lemak visceral di perut.

    1. Konsumsi makanan anti inflamasi

    Ilustrasi buah beri/Foto: Freepik.com/topntp26Buah beri menjadi salah satu makanan anti inflamasi yang bisa rutin dikonsumsi. Foto: Ade Irma Suryani

    Menurut ahli gizi Enright, tingginya jumlah lemak tubuh telah dikaitkan dengan jumlah peradangan yang juga lebih tinggi. Sebab, sel-sel lemak melepaskan hormon pro inflamasi disebut adipokin.

    Untuk itu, mengonsumsi makanan tinggi inflamasi merupakan pilihan tepat. Misalnya makan buah-buahan beri, brokoli, atau kacang-kacangan, seperti kacang kenari. Jangan lupa diimbangi dengan protein tanpa lemak, seperti daging ayam tanpa kulit atau daging sapi tanpa lemak.

    2. Perbanyak asupan protein

    Dada ayam tanpa tulangTetap disarankan memperbanyak asupan protein, khususnya protein tanpa lemak. Foto: Vecteezy/Ps_ Studio21

    Protein dikenal memiliki peran dalam membangun otot dan meningkatkan rasa kenyang.

    Penelitian yang disebut situs Eating Well menemukan konsumsi makanan tinggi protein dapat berkontribusi pada massa otot lebih tinggi dan mengurangi lemak tubuh. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan termogenesis atau tingkat pembakaran kalori tubuh.

    Konsumsi protein juga mampu mengatur hormon untuk mengontrol rasa lapar atau nafsu makan.

    Protein yang bisa dikonsumsi mulai dari daging dada ayam, ikan berlemak, seperti salmon atau tuna, telur, atau brokoli dan bayam yang juga mengandung protein dan nutrisi bermanfaat lainnya.

    3. Fokus pada serat

    Healthy of sweet papaya slices on plate and wooden background. Healthy food and close up.Bisa mengonsumsi pepaya, buah yang kaya serat. Foto: Getty Images/Chatiyanon

    Serat tetap dibutuhkan oleh tubuh untuk mengurangi lemak perut. Ada cukup banyak penelitian yang menghubungkan antara konsumsi serat dan pengurangan lemak.

    Serat berlimpah bisa ditemukan pada makanan nabati, seperti buah-buahan pepaya, ubi jalar, sayuran, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Serat juga bisa dipasangkan dengan protein tanpa lemak. Jangan lupa untuk minum air putih dalam jumlah banyak untuk mencegah sembelit.

    4. Makan teratur

    Agar Diet Berhasil, Perhatikan Jam Makan yang TepatJam makan teratur bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/spaxiax

    Pola makan teratur membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, makan siang, dan makan malam pada waktu yang sama setiap hari, mampu meningkatkan penurunan berat badan.

    Sebuah penelitian juga menyimpulkan mengonsumsi jumlah kalori yang sama pada waktu sama bisa membantu menurunkan berat badan yang sejalan dengan pengurangan lemak perut.

    Oleh karena itu disarankan untuk makan secara teratur setiap harinya. Hal ini juga dapat mencegah rasa lapar atau makan berlebihan.

    5. Olahraga teratur

    Olahraga juga sangat penting untuk mengurangi lemak perut. Jika ingin hasilnya maksimal, kamu bisa melakukan kombinasi kardio dan latihan kekuatan fisik lainnya.

    Ahli Enright menyarankan targetkan setidaknya 30 menit waktu olahraga setiap hari. Salah satu yang bisa mengatasi lemak perut yaitu dengan berjalan atau berlari di tanjakan.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • 5 Makanan Sehat untuk Wanita di Atas 50 Tahun, Ini Daftarnya!


    Jakarta

    Ada beberapa makanan dan buah-buahan yang direkomendasikan bagi wanita yang sudah berusia 50 tahun ke atas. Makanan-makanan ini bisa meningkatkan kesehatan.

    Memasuki usia 50 tahun, banyak perempuan mulai menghadapi fase menuju atau sudah berada dalam masa menopause. Perubahan ini sering diiringi masalah pencernaan, rasa panas mendadak (hot flashes), hingga melemahnya tulang dan otot.

    Kondisi tersebut juga kerap memicu peradangan kronis dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu kunci penting untuk menyehatkan tubuh dan otak di masa ini.


    Dilansir dari Eating Well (29/08/2025), ahli gizi merekomendasikan lima jenis makanan kaya antioksidan, serat, kalsium, lemak sehat, serta protein yang dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus melindungi kesehatan.

    Berikut daftarnya:

    1. Buah Beri

    Fresh fruits. Healthy food. Mixed fruit, apricots and peaches. Blueberry. various fruits on an old wooden table. Organic healthy assorted fruits. place for textBuah beri. Foto: Getty Images/Dziuba Volodymyr

    Blueberry, blackberry, stroberi, dan raspberry adalah sumber antioksidan tinggi yang mampu melawan peradangan serta mendukung proses penuaan sehat.

    “Saya merekomendasikan buah beri karena mudah ditambahkan ke makanan yang sudah biasa dikonsumsi, seperti yogurt di pagi hari atau camilan sore,” ujar ahli gizi Zariel Grullón, RDN, CDN.

    Buah beri juga bagian penting dari pola makan MIND diet, sebuah pola makan yang dirancang untuk membantu mencegah demensia dan penurunan fungsi kognitif. Mengingat dua dari tiga orang berusia di atas 50 tahun mengalami penurunan daya ingat, konsumsi makanan yang mendukung kesehatan otak sangatlah berharga.

    2. Biji-bijian

    Biji-bijian mengandung peptida, polifenol, dan saponin yang memiliki sifat anti-inflamasi. “Mengonsumsi beragam jenis kacang-kacangan membuat tubuh lebih lama merasa kenyang sekaligus membantu melawan peradangan berlebih,” ungkap Grullón.

    Selain itu, biji-bijian kaya akan serat yang baik untuk kesehatan usus, terutama membantu mengatasi masalah pencernaan terkait menopause. Satu cangkir kacang hitam yang termasuk biji-bijian saja sudah memenuhi sekitar setengah kebutuhan serat harian.

    Biji-bijian juga merupakan sumber protein nabati yang bermanfaat mencegah kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia.

    “Seperti halnya buah beri, kacang dan biji-bijian mudah ditambahkan dalam menu harian, entah sebagai lauk di pagi hari, sup, atau salad padat untuk makan siang,” tambah Grullón.

    3. Sayuran Hijau

    Resep sayur bening bayam campur wortel sayur bening bayam campur wortel Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    Bayam, kale, selada air, hingga bok choy kaya akan vitamin A, C, E, K, serta polifenol yang mampu menekan peradangan dan mengurangi stres oksidatif.

    “Beberapa sayuran hijau berdaun juga mengandung senyawa nabati seperti sulforaphane dan indole-3-carbinol yang menghambat jalur peradangan dalam tubuh,” jelas ahli gizi Seema Shah, M.P.H., M.S., RD.

    Sayuran hijau ini juga menjadi sumber serat yang mendukung sistem imun, mengontrol gula darah, dan menurunkan proses inflamasi. Pada masa menopause, penurunan kadar estrogen sering merusak kesehatan tulang. Itu sebabnya, konsumsi kalsium menjadi sangat penting.

    “Sayuran hijau gelap kaya akan kalsium, magnesium, dan kalium yang membantu menjaga kepadatan tulang,” ujar Shah.

    Bila bosan menyantap sayuran sebagai salad, ahli gizi Jamie Baham, M.S., RDN, LD, menyarankan untuk mencoba smoothie berbahan dasar buah yang dipadukan dengan sayuran hijau.

    4. Salmon

    Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang terkenal dengan khasiat anti-inflamasi.

    “Mengonsumsi satu hingga dua porsi ikan berlemak per minggu dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi kaku sendi akibat artritis, dan menjaga fungsi otak. Bagi perempuan usia 50 tahun ke atas, salmon juga menjadi sumber protein berkualitas tinggi serta vitamin D yang penting untuk otot dan tulang,” kata ahli gizi Lizzie O’Connor, M.S., RD.

    Baham menambahkan salah satu cara lezat menyantap salmon adalah dengan membuat poke bowl buatan sendiri.

    “Saya suka membuat hidangan poke bowl dengan salmon, nasi cokelat, alpukat, timun, dan sedikit saus kedelai. Rasanya seperti sushi dalam mangkuk dan sudah menjadi menu favorit di rumah,” ujarnya.


    5. Kacang-Kacangan

    kacang almondkacang almond. Foto: iStock

    Segenggam kacang bisa menjadi camilan praktis yang kaya antioksidan dan nutrisi penunjang jantung, seperti selenium, magnesium, lemak tak jenuh, polifenol, hingga serat. Konsumsi kacang juga terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

    Kacang seperti almond dan walnut dikenal efektif mengurangi peradangan, sementara kacang Brazil dapat membantu melawan stres oksidatif. Bagi yang tidak mengonsumsi ikan, kenari sangat disarankan karena mengandung omega-3 nabati yang bermanfaat melawan peradangan.

    6. Tips untuk Penuaan yang Sehat

    Selain mengatur pola makan, ada beberapa kebiasaan penting lain yang sebaiknya dijaga. Salah satunya tetap rutin melakukan olahraga kardio, latihan kekuatan, keseimbangan, dan peregangan.

    Kemudian menjaga kualitas tidur, karena tidur yang baik berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit dan menjaga fungsi fisik maupun mental. Selain itu setiap orang wajib rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi, untuk mendeteksi dini serta mengendalikan penyakit yang mungkin muncul.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Waspada! Kebiasaan Telat Sarapan Bisa Picu Risiko Kematian Dini


    Jakarta

    Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara waktu sarapan, dengan risiko kematian dini pada orang lanjut usia.

    Sarapan dipercaya sebagai waktu makan yang paling penting sepanjang hari. Selain untuk menambah energi, sarapan bisa membuat tubuh lebih segar, tidak gampang mengantuk sampai membuat orang lebih fokus.

    Selain itu banyak juga manfaat kesehatan dari sarapan, seperti penelitian yang menyorot kaitan antara waktu sarapan dan risiko kematian dini.


    Dilansir dari Unilad (19/09/2025), penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh tim peneliti internasional ini menyoroti bahwa semakin siang seseorang sarapan, semakin tinggi pula risiko kesehatannya di masa tua.

    Closeup of a cheerful young couple picking some fruit and veggies from the fridge to make some healthy breakfast on Sunday morning. Shot from inside the working fridge.Pola sarapan. Foto: iStock

    Temuan ini memang tidak serta-merta menunjukkan efek jika sarapan di siang hari akan memperpendek usia, namun data yang dihimpun selama beberapa dekade menunjukkan adanya pola yang konsisten.

    Data penelitian berasal dari hampir 3.000 orang dewasa di Newcastle dan Manchester, Inggris, yang diamati sejak 1983 hingga 2017. Dengan rentang usia peserta dari 42 hingga 94 tahun. Ketika semua peserta bergabung, mereka diminta mengisi kuesioner mengenai kesehatan, gaya hidup serta pola makan.

    Hasilnya menunjukkan seiring bertambahnya usia, orang akan cenderung makan lebih siang atau telat makan. Baik saat sarapan maupun makan malam. Pergeseran waktu makan tersebut ternyata berkaitan dengan menurunnya kondisi fisik dan mental.

    Peneliti menemukan, semakin siang seseorang makan pertama kali di hari itu maka akan meningkatkan risiko kematian selama periode studi sebesar 8% hingga 11%. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hubungan ini tidak serta-merta berarti sebab-akibat.

    closeup of fresh eggs breakfastSarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto/DimaSobko

    Kebiasaan makan lebih siang bisa menjadi cerminan adanya gangguan kesehatan, seperti sulit bangun, menurunnya nafsu makan, atau kondisi mental yang membuat persiapan seseorang untuk makan terasa lebih berat.

    Ahli gizi dari Harvard Medical School, Hassan Dashti, yang terlibat dalam studi ini menjelaskan bahwa waktu sarapan bisa menjadi indikator sederhana status kesehatan seseorang terutama pada kelompok lansia.

    Menurutnya penelitian ini membantu memahami bagaimana pergeseran waktu makan seiring bertambahnya usia terkait erat dengan kesehatan dan harapan hidup.

    Dengan demikian, waktu sarapan bukan hanya soal rutinitas, melainkan juga bisa menjadi petunjuk penting untuk memantau kondisi tubuh di usia lanjut.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Wow! Tetap Makan Junk Food, Pria Ini Berhasil Turun BB 31 Kg


    Jakarta

    Pria ini membagikan kisahnya berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Ia mampu menurunkan berat badan hingga 31 kg, tetapi tetap makan junk food.

    Bagi mereka yang mendambakan tubuh langsing ideal, pola makan sehat dan berbagai metode diet pasti dilakukan. Biasanya dengan menghindari konsumsi makanan berlemak dan manis, termasuk junk food.

    Dilansir dari Food NDTV (10/12), seorang pria di situs Reddit membagikan foto transformasi penurunan berat badannya yang menginspirasi. Pria itu mengaku dulunya memiliki berat badan 129 kilogram, kemudian turun drastis menjadi 89 kilogram.


    Pria itu juga mengklaim bahwa dirinya tetap menikmati junk food (makanan cepat saji). Tentu saja unggahannya ini mencuri perhatian dan viral di media sosial.

    makan junk food bisa turun berat badan sampai 31 kilogrammakan junk food bisa turun berat badan sampai 31 kilogram Foto: site news/istock

    Penurunan berat badan ini berlangsung selama 1,5 tahun saja. Ia mengungkapkan strateginya dalam menurunkan berat badan.

    Pria itu menjalani diet ketat selama hari kerja. Jadi, ia benar-benar membatasi asupan makannya. Namun, akan memanjakan dirinya ketika akhir pekan dengan mengonsumsi makanan cepat saji (junk food).

    “Butuh waktu 1,5 tahun untuk mencapai berat badan ini. Saya juga tetap makan junk food di akhir pekan, karena saya seorang pencinta kuliner dan tak bisa hidup tanpanya,” ungkap pria tersebut.

    “Namun, pada hari kerja saya menjalani diet ketat dengan asupan kalori di bawah 2.000 kcal per hari dengan asupan protein setidaknya 120 gram, saya juga mencoba vegetarian,” lanjutnya.

    Perjalanan turunnya berat badan ini mengundang pertanyaan banyak netizen, apakah cara ini sehat untuk dilakukan? Menurut ahli gizi, Rupali Datta, tak ada salahnya menurunkan berat badan dengan cara tersebut. Bahkan, sebagai ahli gizi justru menganjurkan untuk tetap menjalani gaya hidup normal.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold