Tag Archives: quran

Doa Khatam Quran 30 Juz, Bisa Dibaca saat Selesai Membaca Al-Qur’an


Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca ketika seorang muslim selesai membaca 30 juz dalam Al-Qur’an. Doa ini mengandung makna ungkapan syukur sekaligus memohon agar dapat mengamalkan isi Al-Qur’an dengan baik.

An-Nawawi berpendapat bahwa cara membaca Al-Qur’an yang utama adalah membaca dengan urutan mushaf yang ada. Dimulai dari surat Al-Fatihah (surat pertama), kemudian dilanjutkan surat Al-Baqarah (surat kedua), surat Ali Imran (surat ketiga) dan seterusnya hingga surat terakhir yakni surat An-Naas surat ke-114.

Mengutip buku Mendidik Anak: Membaca, Menulis dan Mencintai Al-Quran oleh Ahmad Syarifuddin, dijelaskan bahwa para sahabat Rasulullah SAW dengan keimanan dan keikhlasan hati berlomba-lomba membaca Al-Qur’an sampai khatam. Ada yang khatam dalam sehari semalam saja, bahkan ada yang khatam dua kali dalam sehari semalam.


Imam asy-Syafi’i diceritakan beliau membiasakan khatam Al-Quran sepanjang bulan Ramadan dua kali dalam sehari. Sementara para sahabat rata-rata khatam Al-Qur’an sekali dalam seminggu. Seperti Abdullah bin Umar, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud dan Ubai bin Ka’ab. Semua biasanya khatam Al-Qur’an di hari Jumat.

Doa Khatam Al-Qur’an

Dilansir laman NU Online (11/8/2023), membaca doa khatam Quran memiliki keistimewaan.

اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ

Artinya: “Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al Quran, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al Quran tersebut.” (HR ad-Dailamy)

Bacaan Doa Khatam Quran 1

Terdapat beberapa bacaan doa khatam quran yang bisa dibaca saat selesai mengkhatamkan 30 Juz. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai doa khotmil (khatam) quran adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Arab latin: Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

Doa Khatam Quran 2

Selain doa di atas, ada berbagai doa khatam Quran lainnya yang juga sering dibaca. Salah satunya sebagaimana yang disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ۞ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ۞

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا وَأَزِلْ عُيُوْبَنَا وَتَوَّلَنَا بِالْحُسْنَى وَزَيِنَّا بِالتَّقْوَى وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَ الآخِرَةِ وَالْأُوْلَى وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا ۞ اَللَّهُمَّ يَسِّرْنَا لِلْيُسْرَى وَجَنِّبْنَا الْعُسْرَى وَأَعِذْنَا مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا وَأَعِذْنَا مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ ۞

اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقْوَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى ۞ اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَبْدَانَنَا وَخَوَاتِيْمِ أَعْمَالِنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلِيْنَا وَأَحْبَابَنَا وَسَائِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَجَمِيْعَ مَا أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ مِنْ أُمُوْرِ الآخِرَةِ وَالدُّنْيَا ۞

اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاجْمَعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ أَحْبَابِنَا فِي دَارِ كَرَامَتِكَ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ۞ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِي رِعَايَاهُمْ وَالْاِحْسَانِ إِلَيْهِمْ وَالشَّفَقَةِ عَلَيْهِمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالْإِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةِ إِلَيْهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَالْعَمَلِ بِوَظَائِفِ دِيْنِكَ الْقَوِيْمِ ۞

اللَّهُمَّ الْطُفْ بِعَبْدِكَ سُلْطَانَنَا وَوَفِّقْهُ لِمَصَالِحِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَحَبِّبْهُ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةَ إِلَيْهِ ۞ اللّهُمَّ ارْحَمْ نَفْسَهُ وَبِلَادَهُ وَصُنْ أَتْبَاعَهُ وَأَجْنَادَهُ وَانْصُرْهُ عَلَى أَعْدَاءِ الدّيْنِ وَسَائِرِ الْمُخَالِفِيْنَ وَوَفِّقْهُ لِإِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَحَاسِنِ وَأَنْوَاعِ الْخَيْرَاتِ وَزِدِ الْاِسْلَامَ بِسَبَبِهِ ظُهُوْرًا وَأَعِزَّهُ وَرَعِيَّتَهُ إِعْزَازًا بَاهِرًا ۞

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِي أَوْطَانِهِمْ وَاقْضِ دِيْوَنَهُمْ وَعَافِ مَرْضَاهُمْ وَانْصُرْ جُيُوْشَهُمْ وَسَلِّمْ غُيَّابَهُمْ وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ وَاشْفِ صُدُوْرَهُمْ وَأَذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، إِلهَ الْحَقِّ، وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ ۞

اللّهُمَّ اجْعَلْهُمْ آمِرِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ فَاعِلِيْنَ بِهِ نَاهِيْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ مُجْتَنِبِيْنَ لَهُ مُحَافِظِيْنَ عَلَى حُدُوْدِكَ قَائِمِيْنَ عَلىَ طَاعَتِكَ مُتَنَاصِفِيْنَ مُتَنَاصِحِيْنَ ۞ اللَّهُمَّ صُنْهُمْ فِي أَقْوَالِهِمْ وَأَفْعَالِهِمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِي جَمِيْعِ أَحْوَالِهِمْ الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده ۞

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ۞ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ۞

Artinya:

“Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya

۞ Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

۞ Ya Allah, perbaikilah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketaqwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami.

۞ Ya Allah, mudahkanlah kami ke jalan kemudahan dan jauhkanlah kami dari kesukaran, lindungilah kami dari keburukan diri kami dan amal-amal kami yang buruk, lindungilah kami dari siksa neraka dan siksa kubur, fitnah semasa hidup dan sesudah mati serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal

۞ Ya Allah, kami mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan

۞ Ya Allah, Kami titipkan pada-Mu agama, jiwaraga dan penghabisan amal-amal kami, keluarga dan orang-orang yang kami cintai, kaum muslimin lainnya dan segala urusan akhirat dan dunia yang Engkau anugerahkan kepada kami dan mereka

۞ Ya Allah, kami mohon kepadaMu maaf dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kumpulkanlah antara kami dan orang-orang yang kami cintai di negeri kemuliaanMu dengan anugerah dan rahmatMu

۞ Ya Allah, perbaikilah para pemimpin muslimin dan jadikanlah mereka berlaku adil terhadap rakyat mereka, berbuat baik kepada mereka, menunjukkan kasih sayang dan bersikap lemah-lembut kepada mereka serta memperhatikan kemaslahatan mereka. Jadikanlah mereka mencintai rakyat dan mereka dicintai rakyat. Jadikanlah mereka menempuh jalanMu dan mengamalkan tugas-tugas agamaMu yang lurus

۞ Ya Allah, berlembutlah kepada hambaMu, penguasa kami dan jadikanlah dia memperhatikan maslahat-maslahat dunia dan akhirat. Jadikanlah dia mencintai rakyatnya dan jadikanlah dia dicintai rakyat

۞ Ya Allah, rahmatilah diri dan negerinya, jagalah para pengikut dan tentaranya, tolonglah dia untuk menghadapi musuh-musuh agama dan para penantang lainnya. Jadikanlah dia bertindak menghilangkan berbagai kemungkaran dan menunjukkan kebaikan-kebaikan serta berbagai bentuk kebajikan. Jadikanlah Islam semakin tersebar dengan sebabnya, muliakanlah dia dan rakyatnya dengan kemuliaan yang cemerlang

۞ Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan murahkanlah harga-harga mereka, amankanlah mereka di negeri-negeri mereka, lunasilah hutang-hutang mereka, sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara mereka, bebaskanlah mereka yang ditawan, sembuhkanlah penyakit hati mereka, hilangkanlah kemarahan hati mereka dan persatukanlah diantara mereka. Jadikanlah iman dan hikmah dalam hati mereka, tetapkanlah mereka di atas agama Rasul SAW. Ilhamilah mereka agar memenuhi janjiMu yang Engkau berikan kepada mereka, tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Tuhan Yang Maha Besar dan jadikanlah kami dari golongan mereka

۞ Ya Allah, jadikanlah mereka menyuruh berbuat kebaikan dan mengamalkannya, mencegah dari kemungkaran dan menjauhinya, memelihara batas-batasMu, melakukan ketaatan kepadaMu, saling berbuat baik dan menasehati

۞ Ya Allah, jagalah dalam pendapat dan perbuatan mereka, berkatilah mereka dalam semua keadaan mereka

۞ Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya

۞ Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam ke atas Muhammad dan keluarga Penghulu Kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah Penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, Dar el-Minhaj, halaman 184-186)

Doa Khatam Quran 3

Doa Khatam Quran Lengkap dengan Tawassul

Dalam penjelasan lain, tata cara membaca doa Khatam Quran juga dapat dimulai dengan membawa tawasul kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Juga kepada para nabi terdahulu, para ulama dan para ahli kubur.

Tawasul:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

١- الْفَاتِحَةَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ عَلَى أٰلِهِ وَ أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَّاتِهِ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. شَيْءٌ لِهِ۫حَ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ.

۲- ثُمَّ إِلَى حَضَرَاتِ جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْمُجْتَهِدِيْنَ وَ مُقَلِّدِيْهِمِ فِى الدِّيْنِ وَ الْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ المُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ جَمِيْعِ أَوْلِيَاءِ اللهِ الْكِرَامِ خُصُوْصًا سُلْطَانَ الْأَوْلِيَاءِ سَيِّدَنَا الشَّيْخَ عَبْدَ الْقَادِرِ اَلْجَيْلاَنِيِّ قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ الْعَزِيْزَ.شَيْءٌ لِهَِ۫ا لَهُمُ الْفَاتِحَةْ. ۳-

ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وإِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَ بَحْرِهَا خُصُوْصًا ا۫بَاءَنَا وَ أُمَّهَاتِنَا وَ أَجْدَادِنَا وَ جَدَّاتِنَا وَ أَعْمَامِنَا وَ عَمَّاتِنَا وَ أَخْوَالِنَا وَ خَالَاتِنَا وَ نَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاه۫هُنَا بِسَبَبِهِ وَ لِأَجْلِهِ …. (sebutkan ahli kubur dimaksud) لَهُمُ الْفَاتِحَةْ.

٤- ثُمَّ الْفَاتِحَةَ بِنِيَّةِ الْقَبُوْلِ وَالْوُصُوْلِ وَ حُصُوْلِ تَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَ مَاْمُوْلٍ وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأۤخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِأَوْلَادِنَا وَلِأَحْبَابِنَا وَمَشَايِخِنَا فِى الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَ عَلَى نِيَّةٍ اَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَ قَوَالِبَنَا مَعَ التُّقَى وَالْهُدَى وَالْعَفَافِ وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ الْٳِسْلاَمِ بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ امْتِحَانٍ بِجَاهِ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانٍ جَامِعَةً لِكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَزِيَادَةً وَمَحَبَّةً فِيْ شَرَفِ الْحَبِيْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ اٰلِهِ وَسَلَّمَ. الْفَاتِحَةْ.

Artinya:

1. Al-Fatihah untuk hadrat Nabi Mustofa, Rasulullah SAW, beserta keluarga, keturunan, dan para sahabatnya yang mulia. Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

2. Kemudian kepada seluruh saudara-saudara dari para nabi, rasul, para sahabat, para pengikut, para shiddiqin, para syuhada, orang-orang shaleh, ulama yang gigih berusaha, para pengikut mereka dalam agama, para penulis yang ikhlas, dan para mujahidin di jalan Allah serta semua wali-wali Allah yang mulia, terutama sultan dari para wali, Sayyidina Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah menyucikan rahasianya. Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

3. Kemudian kepada seluruh orang Muslim dan Muslimah yang berada dalam kubur, di Timur dan Barat, darat dan laut, terutama kepada ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dan khususnya kepada mereka yang kita kumpulkan di sini karena alasan tertentu, (sebutkan orang-orang di kubur yang dimaksud). Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

4. Kemudian Al-Fatihah dengan niat untuk diterima, untuk mencapai kedekatan dengan Allah, untuk meraih segala kebutuhan, kesuksesan dalam urusan dunia dan agama, dan lain-lain.

(dvs/nwk)



Sumber : www.detik.com

Daftar Ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu



Jakarta

Pendidikan adalah pondasi penting untuk memajukan peradaban. Bahkan dalam Al-Qur’an dan hadits dijelaskan soal kewajiban menuntut ilmu.

Menuntut ilmu juga menjadi kewajiban setiap muslim. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan ilmu adalah pengetahuan tentang bidang yang disusun secara sistematis dengan metode tertentu untuk menjelaskan suatu gejala di bidang pengetahuan.

Ilmu yang dimaksud dalam Islam tentu tidak terbatas pada ilmu agama saja, bisa juga pengetahuan umum seperti sains, budaya, dan teknologi.


Ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu

Berikut ini ayat Al-Qur’an dan hadits kewajiban menuntut ilmu yang ditulis oleh Bukhari Umar dalam bukunya berjudul Hadis Tarbawi: Pendidikan Dalam Perspektif Hadis.

1. Hadits Kewajiban Menuntut Ilmu

Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل َّمَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ

وَعَلِّمُوهُ النَّاسَ تَعَلَّمُوا الْفَرَائِضَ وَ عَلِّمُوْهُ النَّاسَ تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَعَلِّمُوْهُ

النَّاسَ فَإِنِّ ي امْرُؤٌ مَقْبُوضٌ وَالْعِلْمُ سَيُنْتَقَصُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ حَتَّى يَخْتَلِفَ

اثْنَانِ فِي فَرِيضَةٍ لَا يَجِدَانِ أَحَداً يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا

Ibnu Mas’ud meriwayatkan, “Rasulullah bersabda, ‘Tuntutlah ilmu pengetahuan dan ajarkanlah kepada orang lain. Tuntutlah ilmu kewarisan dan ajarkanlah kepada orang lain. Pelajarilah Al-Qur’an dan ajarkanlah kepada orang lain. Saya ini akan mati. Ilmu pengetahuan akan berkurang dan cobaan akan semakin banyak, sehingga terjadi perbedaan pendapat antara dua orang tentang suatu kewajiban, mereka tidak menemukan seorangpun yang dapat menyelesaikannya.” (HR. Ad-Darimi, Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi)

Hadis di atas mempunyai tiga perintah belajar yaitu: Perintah mempelajari al-‘alm, al-fara’id, dan Al-Qur’an.

Ibnu Mas’ud berpendapat ilmu yang dimaksud adalah ilmu syariat dan segala jenisnya, al-fara’id adalah ketentuan-ketentuan. Ketentuan Islam secara umum, maupun ketentuan perihal harta warisan, serta mempelajari Al-Qur’an termasuk menghafalnya.

Rasulullah SAW pernah khawatir bilamana beliau wafat, sedangkan umatnya tidak peduli terhadap ilmu pengetahuan, maka tidak akan ada lagi orang yang mengerti agama, sehingga akan kebingungan.

Berikut ini hadis lainnya sesuai sabda Nabi Muhammad SAW:

عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِّي قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْ هِ وَسَلَّمَ طَلَبُ

الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Husain bin Alwi Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Menunut ilmu wajib bagi setiap orang Islam.” (HR Baihaqi, Ath-Thabrani, Abu Ya’la, Al-Qudha’i, dan Abu Nu’aim Al-Ashbahani).

2. Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Al-Qur’an

Ketika Allah menyuruh manusia menuntut ilmu, Allah menggunakan bermacam kata, terkadang menggunakan kata perintah supaya manusia membaca. Dalam surah Al-Alaq Ayat 1-5 Allah memakai perintah mengamati alam semesta. Ada juga Allah menggunakan kata motivasi seperti Surah Al-Mujadilah Ayat 11.

Surah Al-Alaq ayat 1-5:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,”

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢

Artinya: “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣

Artinya: “Bacalah, dan Tuhanmu Lah Yang Mahamulia,”

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤

Artinya: “Yang mengajar (manusia) dengan pena”

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥

Artinya: “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat-ayat diatas menjadi jawaban kenapa ilmu pengetahuan begitu penting dalam kehidupan manusia, Allah memerintahkan sebelum melakukan pekerjaan dan ibadah lainnya, sebaiknya belajar membaca dulu.

Surah Al-Mujadilah Ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Manfaat Menuntut Ilmu

Manfaat menuntut Ilmu berdasarkan hadits yang dilansir oleh Muhaemin dalam buku berjudul Quran Hadist yaitu:

1. Pahala Seperti Jihad

Orang yang menuntut ilmu akan mendapatkan pahala seperti jihad di jalan Allah SWT, sesuai hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu:

عَنْ أَنَسِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص : مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ

كَانَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Dari Anas ra ia berkata, “Rasulullah saw. berkata, ‘Orang yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia kembali ke rumahnya.'” (H.R. at-Tirmidzi)

2. Dilipatgandakan Kebaikannya

Orang yang menuntut ilmu mendapat dua hal, dilipatgandakan kebaikannya, dan diumpamakan derajatnya lebih baik daripada orang yang melakukan shalat 100 rakaat.

يَا أَبَا ذَر لَا نَتَعْدُ وَ فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ

تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ

Hai Abu Żar, keluarmu dari rumah di pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik daripada kamu mengerjakan shalat seratus rakaat. (HR. Ibnu Majah)

Demikianlah pembahasan ayat Al-Qur’an dan hadits soal kewajiban menuntut ilmu, sudah jelas menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Nurbuat Arab, Latin dan Artinya Lengkap


Jakarta

Usaha saja tidak cukup tanpa disertai doa. Salah satu doa yang dikenal dapat memenuhi hajat adalah doa nurbuat.

Doa nurbuat memiliki banyak manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Doa ini mengandung harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh muslim yang mengamalkannya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai manfaat dari doa nurbuat, simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Doa Nurbuat?

Dilansir dari buku berjudul Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya Hamdan Hamedan, doa yang sering disebut sebagai doa nurbuat ini memiliki makna “cahaya kenabian”.


Doa Nurbuat sangat baik untuk diamalkan dan dibaca kapan saja, karena memiliki makna yang baik untuk menjauhkan kita dari kesesatan dan memberikan perlindungan dari Allah SWT.

Doa nurbuat berasal dari bahasa Arab yakni, nurun nubuwwah. Doa ini bersumber dari riwayat Imam Abul Qaim Ali Ibn Asakir dalam Tarikh Dimasyq.

Doa Nurbuat Arab, Latin dan Artinya

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah oleh KH. Ustadz Sholechul Azis, berikut ini adalah bacaan doa nurbuat lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ

وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ

طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

Allaahumma dzis-sultaanil ‘adziimi wadzil-mannil qadiimi wadzil-wajhil-kariimi wawaliyyil-kalimaatit taammati wadda’awaatil mustajaabaati ‘aaqilil hasani wal-husaini minanfusil haqqi ‘ainil qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil jinni wal insi wasy-syayaatiin.

Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii’udz-dzikra wayaquuluuna innahuu lamajnuunuw wamaa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wamustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wawaritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimassalaam, al-wuduudu dzul ‘arsyil-majiid.

Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wahabbibnii linnaasi ajma ‘iina watabaa ‘adil ‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu mang kaana hayyaw wayahiqqal-qaulu ‘alal kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wasalaamun ‘alal-mursaliina walhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah yang Maha Kuat, yang memiliki anugerah, yang merupakan zat yang Maha Mulia, yang menguasai banyak kalimat sempurna dan doa yang mustajab, penjamin Al Hasan dan Al Husain dari jiwa yang hak, pandangan yang penuh kuasa, serta orang-orang yang melihat dari pandangan para jin, manusia dan juga setan.

Sesungguhnya orang yang kafir itu adalah orang yang menjerumuskan kamu dengan pandangan dari mereka, ketika mendengar Alquran dan mereka pun berkata; sesungguhnya Muhammad adalah orang yang gila. Al Quran hanyalah peringatan untuk setiap umat. Wahai Dia yang memperkenankan melalui Al Quran yang sangat agung. Sulaiman dan juga Daud dan Dia yang Maha Pengasih,sebagai Pemilik Arasy yang Mulia.

Maka panjangkanlah umurku, sehatkanlah tubuhku, tunaikanlah segala yang kuperlukan, dan perbanyakanlah harta dan anakku, jandikanlah aku orang yang terhindar dari segala permusuhan dari anak-anak adam yang masih hidup. Pastikan ketetapan atau azab untuk orang-orang yang kafir karena sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Kuasa akan segala sesuatu.

Maha suci Tuhanmu, yaitu Maha yang memiliki kebesaran, dari apapun yang (mereka) gambarkan yaitu orang-orang kafir dan melimpahlah kesejahteraan pada para Rasul, segala puji Bagi Allah pemilik Alam Semesta.”

Keutamaan Doa Nurbuat

Setiap doa memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri. Begitu pula dengan doa nurbuat yang memiliki keistimewaan jika kita amalkan dengan sungguh-sungguh.

Berikut adalah beberapa keistimewaan doa nurbuat yang diuraikan dalam buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB oleh Pustaka Ilmu Suni Salafiyah – KTB.

1. Dapat mengabulkan segala hajat jika dibaca secara rutin setelah selesai sholat fardhu

2. Dosa akan terampuni jika doa ini dibaca saat matahari terbenam

3. Menjaga rumah dari segala gangguan gaib seperti sihir, santet, gangguan jin dan lain sebagainya

4. Menjauhkan dari perbuatan maksiat dan kekufuran

5. Mendapat kesejahteraan dalam dunia dan akhirat

6. Dapat menghindarkan manusia dari segala perbuatan jahat dan munkar

7. Selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan keselamatan dari Allah SWT

8. Dapat dimudahkan segala jalannya

(hnh/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa setelah Baca Al-Qur’an Sesuai Hadits Nabi SAW


Jakarta

Doa setelah membaca Al-Qur’an dapat diamalkan oleh muslim. Doa ini termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang berasal dari Aisyah RA.

Sebagaimana diketahui, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam sekaligus mukjizat terbesar yang diturunkan melalui perantara Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita membaca, mempelajari dan mengamalkan isi dari Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam surah Al A’raf ayat 204,


وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

Setelah membaca Al-Qur’an, terdapat doa yang bisa dibaca. Seperti apa? Berikut bunyi doanya yang dinukil dari buku Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan susunan Ammi Nur Baits.

Doa setelah Membaca Al-Qur’an: Arab, Latin dan Arti

Doa setelah membaca Al-Qur’an bisa diamalkan karena termasuk sunnah Rasulullah SAW. Doa tercantum dalam hadits dari Aisyah RA,

“Tidaklah Rasulullah duduk di suatu tempat atau membaca Al-Qur’an ataupun melaksanakan sholat kecuali beliau akhiri dengan membaca beberapa kalimat,”

Aisyah kemudian bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, tidaklah Anda duduk di suatu tempat, membaca Al-Qur’an ataupun mengerjakan sholat melainkan Anda akhiri dengan beberapa kalimat?”

Lalu beliau menjawab, “Betul, barang siapa yang mengucapkan kebaikan maka dengan kalimat tersebut amal tadi akan dipatri dengan kebaikan. Barang siapa yang mengucapkan kejelekan maka kalimat tersebut berfungsi untuk menghapus dosa. Itulah ucapan:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Arab latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR Nasa’i)

Doa sebelum Membaca Al-Qur’an

Masih dari sumber yang sama, ada juga doa yang diamalkan sebelum membaca Al-Qur’an. Berikut bunyinya,

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ # وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Arab latin: Robbi audzu bika min hamazatis syayathin wa audzubika Robi an yahduruun

Artinya: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Adab Membaca Al-Qur’an

Selain mengamalkan doa setelah membaca Al-Qur’an, ada juga adab-adab yang harus diperhatikan muslim. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Kitabul-Aadab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub terjemahan Azhar Khalid Seff dan Muh Hidayat.

  • Bersuci sebelum menyentuh dan membaca Al-Qur’an
  • Membaca basmalah
  • Memanjangkan bacaan Al-Qur’an sesuai tajwidnya
  • Ikhlas ketika mempelajari dan membaca Al-Qur’an
  • Mengindahkan suara dalam membaca Al-Qur’an bukan dengan nada yang berliuk atau menyerupai lagu serta nyanyian

Itulah doa setelah membaca Al-Qur’an dan adabnya. Semoga bermanfaat.

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

15 Golongan Orang yang Doanya Mustajab dan Tidak Akan Ditolak, Siapa Saja?


Jakarta

Doa yang mustajab sesungguhnya adalah doa yang dipanjatkan dengan tulus, penuh harapan, dan disertai keyakinan akan kekuasaan Allah SWT.

Selain terdapat waktu, dan tempat yang mustajab dalam berdoa, ada hal lain yang perlu diperhatikan agar doa seseorang diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT, yaitu kekuatan dari golongan orang yang doanya mustajab. Siapakah golongan orang-orang itu?

15 Golongan Orang yang Doanya Mustajab

Inilah 15 orang istimewa yang doanya mustajab, dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan yang ditulis oleh Deni Lesmana.


1. Doa Orang yang Sedang Berpuasa

Doa dari orang yang berpuasa, yang melakukannya dengan ikhlas karena Allah SWT lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, serta menjaga seluruh anggota tubuhnya dari yang terlarang, sangat istimewa di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

“Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan oleh Allah, yaitu doa imam yang adil, doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang teraniaya.” (HR. Ahmad, Tarmudzi, dan Ibnu Majah)

2. Doa Pemimpin yang Adil

Memiliki pemimpin yang adil adalah impian setiap rakyat, karena ia menjadi pelindung di tengah kesulitan dalam negaranya. Ia merupakan teladan yang baik, mendukung yang lemah, serta memperbaiki keadaan yang buruk.

Pemimpin seperti ini akan senantiasa dirahmati oleh Allah SWT dan didoakan oleh rakyatnya karena keadilan dan kebijaksanaannya. Bahkan menurut riwayat, pemimpin yang adil akan ditempatkan di surga bersama dengan para nabi dan orang-orang saleh.

3. Doa Orang yang Dianiaya atau Dizalimi

Orang yang zalim akan mendapatkan balasan dari Allah SWT di dunia maupun di akhirat. Sementara itu, mereka yang dizalimi memiliki posisi yang istimewa di hadapan Allah SWT, dan doa mereka dianggap sangat mustajab di sisi-Nya.

Hal ini berdasarkan salah satu pesan Nabi SAW kepada sahabatnya, Mu’adz bin Jabal RA saat diutus untuk berdakwah ke Yaman, beliau bersabda,

“Dan waspadalah terhadap doa orang yang terzalimi. Karena tidak ada hijab/penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari)

4. Doa Orang yang Sedang Ditimpa Sakit

Saat mengunjungi orang yang sakit, seringkali orang yang menjenguk berdoa agar mereka cepat sembuh. Di samping itu, orang sakit juga istimewa di sisi Allah SWT, dan doa mereka sangat mustajab.

Maka saat menjenguk orang sakit, selain mendoakannya, jangan sungkan untuk minta didoakan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW,

“Jika engkau menjenguk orang sakit, mintalah kepadanya agar ia berkenan mendoakanmu, karena doanya seperti doa malaikat.” (HR. Ibnu Majah)

5. Doa Orang Tua kepada Anaknya

Doa dari orang tua, terutama ibu, untuk anaknya adalah sesuatu yang sangat mustajab. Dalam suatu riwayat pun disebutkan, bahwa rida Allah SWT kepada anak bergantung pada rida kedua orang tuanya.

Sehingga, doa yang satu ini diyakini tidak ada tandingannya di sisi Allah SWT. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ada tiga doa yang diterima oleh Allah secara langsung, yaitu doa orang yang dianiaya, doa seorang musafir, dan doa orangtua kepada anaknya.” (HR. Turmudzi, Ahmad, dan Abu Daud)

6. Doa Anak Saleh untuk Orang Tuanya

Seorang anak yang saleh selalu mendoakan orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Selain berdoa saat orang tuanya telah wafat, ia pun senantiasa bersedekah, membuat amal kebajikan, dan mendoakan keduanya.

Oleh karena itu, doa anak yang saleh ini mustajab di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seseorang meninggal, maka terputuslah (pahala) amalnya, kecuali tiga amal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

7. Doa Anak Yatim

Anak yatim memiliki posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Seorang muslim pun dianjurkan untuk menghormati dan menyayangi mereka.

Sebab, doa anak yatim merupakan salah satu doa yang mustajab. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah SAW dan mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya, ‘Sukakah kamu jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah wajahnya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Ath-Thabrani)

8. Doa yang Dilakukan secara Berjamaah

Ibadah yang dilakukan secara bersama-sama memiliki keutamaan yang tinggi. Sebagaimana salat yang dilaksanakan berjamaah akan mendapatkan pahala 27 derajat.

Oleh karena itu, doa yang dipanjatkan secara berjamaah, sudah pasti akan mustajab. Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang (muslim) kemudian sebagian dari mereka berdoa dan diamini oleh sebagian yang lain kecuali Allah mengabulkannya.” (HR. Hakim)

9. Doa Orang yang Berhaji dan Umrah

Doa yang dipanjatkan oleh orang yang berhaji atau umrah termasuk doa yang istimewa. Karena, keistimewaan orang yang berhaji dan umrah juga setara dengan orang yang sedang berperang di jalan Allah SWT.

Di antara keistimewaan itu adalah mustajabnya doa yang dipanjatkan. Rasulullah SAW bersabda,

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah, mereka adalah tamu Allah SWT. Allah telah menyeru mereka, dan mereka pun menyambutnya. Jika mereka meminta kepada Allah, Allah SWT pun akan memperkenankan permohonannya.” (HR. Ibnu Majah)

10. Doa Penghafal Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar bagi umat Islam. Dan mereka yang belajar, mengajar, dan penghafalnya memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, seperti halnya dengan hafidzul Qur’an yaitu orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an.

Maka tidak diragukan lagi doa dari seorang penghafal Al-Qur’an termasuk doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda,

“Penghafal Al-Qur’an mempunyai doa yang ketika dibaca akan dikabulkan.” (HR. Baihaqi)

11. Doa Orang yang Banyak Berzikir

Dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunah karya Amirulloh Syarbini, Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang sering berzikir dengan menyebut nama-Nya. Oleh karena itu, doa mereka tidak akan ditolak. Rasulullah SAW bersabda,

“Ada tiga orang yang tidak ditolak doanya oleh Allah SWT, yaitu (1) Orang yang banyak berdzikir kepada Allah, (2) Doa orang yang dianiaya, dan (3) Doa pemimpin yang adil.” (HR. Baihaqi)

12. Doa Orang yang dalam Perjalanan

Allah SWT mengasihi orang yang sedang dalam perjalanan dengan mengijabah doa-doanya. Sesuai sabda Rasulullah SAW,

“Ada tiga doa yang mustajab tanpa diragukan lagi, yaitu (1) Doa orang yang dianiaya, (2) Doa orang yang dalam perjalanan, dan (3) Doa kedua orang tua kepada anak-anaknya.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

13. Doa Saudara dari Tempat yang Jauh

Meskipun jarak sering kali menghalangi pertemuan keluarga, mereka tetap dapat saling mendoakan satu sama lain, karena doa seorang saudara yang jauh sangat mustajab. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Sesungguhnya doa orang Islam bagi saudaranya di tempat yang jauh adalah mustajab, di dekat kepalanya terdapat malaikat yang bertugas, setiap saat ia berdoa yang baik untuk saudaranya, malaikat membaca amin (semoga terkabulkan apa yang engkau ucapkan) dan bagimu seperti apa yang engkau ucapkan.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

14. Doa Orang yang Tertimpa Cobaan

Orang yang tertimpa musibah atau cobaan sesungguhnya adalah orang yang diberi keuntungan oleh Allah SWT. Salah satu keuntungan tersebut adalah mustajabnya doa yang mereka panjatkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Ambillah keuntungan dari doa orang yang menderita karena mendapat cobaan.” (HR. Sai’id ibn Mansur)

15. Doa Orang yang Sering Memberikan Pertolongan

Seseorang yang memiliki sikap peduli yang tinggi dan sering memberi pertolongan kepada orang lain, doanya juga akan mustajab di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang berkehendak doanya mustajab, dan kesedihannya terhapus, maka hendaklah membantu orang yang sedang dalam kesukaran.” (HR. Ahmad)

Itulah 15 golongan orang yang doanya mustajab dan tidak akan ditolak di sisi Allah SWT. Jika bertemu 15 golongan orang-orang ini, jangan lupa minta didoakan ya!

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

10 Bacaan Doa Tolak Bala dari Bencana: Arab, Latin & Artinya


Jakarta

Membaca doa tolak bala adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan umat Islam. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk menghindarkan diri dari musibah atau bencana.

Dikutip dari buku Doa-Doa Pilihan karya Ahmadi Isa, doa tolak bala adalah doa yang bisa diamalkan agar kita dapat terhindar atau dijauhkan dari musibah, bala dan bencana.

Doa ini kerap dibacakan baik secara individu maupun bersama-sama ketika ada tanda-tanda bencana atau dalam momen-momen kritis. Mengingat bencana alam dan kejadian tak terduga bisa datang kapan saja, memanjatkan doa merupakan wujud penghambaan kepada Sang Pencipta agar senantiasa diberikan perlindungan. Disunnahkan sebelum membaca do aini agar membaca surah Al-Fatihah terlebih dahulu agar lebih afdhal.


Kumpulan Doa Tolak Bala

Berikut ini kumpulan bacaan doa tolak bala dirangkum dari sumber sebelumnya, buku Doa-doa Mustajabah tulisan Abu Qalbina, buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit tulisan Hamdan Hamedan, buku Misteri Kedua Belah Tangan Dalam Shalat, Zikir, dan Doa karya Badruddin Hasyim Subky, dan buku Hiasi diri dengan doa karya Wan Shuhairi Wan Mohamad.

1. Doa Tolak Bala Versi Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

Arab latin: Alhamdulillahilladzi aafani mimmabtalaka bihi wafadhdhollani ‘ala katsirin mimman kholaqa tafdhila.

Artinya:”Segala puji-pujian bagimu, ya Allah. Dikau yang menyelamatkan aku daripada segala cubaan dan dugaan yang dikau jadikan, dan dikau memberi keutamaan kepadaku daripada semua hamba- Mu yang lain.”

2. Doa Tolak Bala Versi Kedua

اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika min jahdil bala’i wa darakis syaqai wa su’il qadha’i wa syamatahil a’da’i.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari bala di luar batas kemampuan, semisal bertemu dengan kecelakaan, ketentuan yang tidak baik, dan musuh yang senang pada kehancuran.”

3. Doa Tolak Bala Versi Ketiga

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةٌ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Arab latin: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

4. Doa Tolak Bala Versi Keempat

مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Arab latin: Mâsya`a-Allâh lâ quwwata illâ billâhi.

Artinya: “Allah telah berkehendak, tiada kekuatan kecuali atas izin-Nya.”

5. Doa Tolak Bala Versi Kelima

اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ، يَا مَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، يَا دَافِعَ البلاء يا الله وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحْمَنُ وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحِيمُ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءِ وَالْوَبَاءِ وَالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمَحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. (يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ارْحَمْنَا (۳) وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ.

Arab latin: Allahumma bihaqqil Fatihati wa sirril Fatihati ya farijal hammi wa ya kashifal ghummi, ya man li’ibadihi yaghfiru wayarhamu, ya dafi’al bala’ ya Allah, wa ya dafi’al bala’ ya Rahmanu wa ya dafi’al bala’ ya Rahim, idfa’ ‘anna al-ghala’a wal-waba’a wal-fahsha’a wal-munkara was-suyufa al-mukhtalifah was-shada’ida wal-mihana ma zhahara minha wa ma bathana ‘an baladina hadha khassatan wa ‘an sa’iri buldani al-muslimina ‘ammatan innaka ‘ala kulli shay’in qadir. (Ya arhamar rahimin irhamna (3x), wa ‘afina wa’fu ‘anna, Rabbana taqabbal minna innaka anta as-sami’ul ‘alim, wa tub ‘alayna innaka anta at-tawwabur rahim. Allahumma inna nas’aluka husnal khatimah, wa na’udhu bika min su’il khatimah).

Artinya: “Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah, dan rahasia Al-Fatihah, bukakan/lepaskan kami dari pekerjaan yang menyusahkan, hindarkan dari duka cita. Hai Yang Maha Pengampun dan Pengasih terhadap hamba-Mu. Hai yang menolak bala, ya Allah. Hai yang menolak bala, hai Yang Pengasih. Hai yang menolak bala, hai Yang Penyayang. Tolaklah dari kami kepanasan, penyakit menular, kekejian, kemunkaran, pedang perpecahan, kekerasan, dan cobaan, baik yang jelas maupun yang tersembunyi, khususnya di negara kami, maupun di negara Muslim umumnya, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (Wahai Yang Maha Pengasih, kasihi kami 3 X). Maafkan dan ampuni kami. Tuhan kami, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimah tobat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kiranya kami bisa mengakhiri hayat kami dengan baik, dan kami berlindung pada-Mu dari akhir hayat yang jelek.”

6. Doa Tolak Bala Versi Keenam

اللَّهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ مَالَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ. اللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ مَالًا يَصْرِفُهُ غَيْرُكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ مَالَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اللَّهُ يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحْمَنُ يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيمُ، ادْفَعْ عَنَّا كُلَّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَبَلاء الآخِرَةِ، وَشَرَّ الدُّنْيَا وَشَرَّ الْآخِرَةِ، وَمِنَ الْعَدُوِّ مِنَ الْإِنْسَانِ وَالْجِنِّ وَمِنَ الشَّيْطَانِ وَالإِبْلِيسِ، وَمَا يَطِيرُ مِنَ الْهَوَاءِ وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَائَةِ الْأَعْدَاءِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab latin: Allahumma ikshif ‘anna minal bala’i wal waba’i ma la yakshifuhu ghairuka. Allahumma isrif ‘anna minal bala’i wal waba’i ma la yasrifuhu ghairuka. Allahumma idfa’ ‘anna minal bala’i wal waba’i ma la yadfa’uhu ghairuka, ya dafi’al bala’i ya Allahu ya dafi’al bala’i ya Rahmanu ya dafi’al bala’i ya Rahim, idfa’ ‘anna kulla bala’id dunya wa bala’il akhirah, wa sharra dunya wa sharra al-akhirah, wa min al-‘aduwi min al-insani wal-jinni wa min ash-shaytani wal-iblisi, wa ma yatiru minal hawa’i wa ma yanzilu minas-sama’i wa ma yakhruju minal ard. Allahumma inna na’udhu bika min jahdi al-bala’i wa darki ash-shaqa’i wa su’i al-qadha’i wa shamata al-a’da’i, birahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya: “Ya Allah hindarkanlah kami dari bala, penyakit menular, tidak ada yang bisa menghindarkannya, selain hanya Engkau. Ya Allah, hilangkan dari kami bala dan penyakit menular, tidak ada yang bisa menghilangkannya selain Engkau. Ya Allah, tolak dari kami bala dan penyakit menular, tidak ada yang mampu menolaknya selain Engkau. Wahai Penolak bala, Hai Allah. Wahai Penolak bala, Hai Yang Maha Pengasih. Wahai Penolak bala, Hai Yang Maha Penyayang. Tolaklah bala dari kami, baik bala dunia maupun bala akhirat, kejahatan dunia maupun kejahatan akhirat. Tolak bala yang datang dari musuh, manusia, jin, setan, iblis, apa yang terbang di angkasa, apa yang turun dari langit, dan apa yang keluar dari bumi. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari bala yang bersangatan, kesedihan yang mendalam, ketentuan yang jelek, dan intimidasi musuh, dengan rahmat-Mu hai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

7. Doa Tolak Bala Versi Ketujuh

اللَّهُمَّ يَا وَالِيَ الْوَلَاءِ وَيَا كَاشِفَ الضَّرَّاءِ وَالْبَلَاءِ، اصْرِفْ عَنَّا الْقَحْطَ وَالطَّعُوْنَ وَجَمِيعَ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ ادْفَعْ عَنَّا شَرَّ الْأَعْدَاءِ بِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَبِحُرْمَةِ خَدِيجَةَ الْكُبْرَى وَبِحُرْمَةِ عَائِشَةَ الْبُشْرَى وَبِحُرْمَةِ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَبِحُرْمَةِ عَلِيُّ الْمُرْتَضَى وَبِحُرْمَةِ حُسَيْنُ الشَّهِيدُ بِكَرْبَلاءِ وَبِحُرْمَةِ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى وَبِحُرْمَةِ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءٌ حَسَنًا وَبِحُرْمَةِ فَاللَّهُ خَيْرُ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ وَبِحُرْمَةِ دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَنَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab latin: Allahumma ya waliyyal wala’i wa yakashifad dharra’i wal bala’i, isrif ‘anna al-qahtha wat-ta’un wa jami’a anwa’il bala’. Idfa’ ‘anna syarra al-a’da’i bihurmati sayyidina Muhammadin al-Musthafa wa bihurmati Khadijatil Kubra wa bihurmati ‘Aisyatil Busyra wa bihurmati Fatimataz Zahra’ wa bihurmati ‘Aliyyil Murtadha wa bihurmati Husayn asy-Syahid bi Karbala’ wa bihurmati wa ma ramayta idz ramayta walakinnallaha rama wa bihurmati wa liyubliya al-mu’minina minhu bala’an hasanan wa bihurmati fallahu khayru hafizhan wahuwa arhamur rahimin wa bihurmati da’wahum fiha subhanaka Allahumma wa tahiyyatuhum fiha salamun wa akhiru da’wahum anil hamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Ya Allah, wali dari segala wali, wahai Yang Menghindarkan dari kemudaratan dan bala, hindarkan kami dari kekeringan (tidak turun hujan), penyakit menular (tha’un), dan berbagai macam bala. Tolak dari kami kejahatan musuh dengan kehormatan penghulu kami, yakni Nabi Muhammad Al- Musthafa, dengan kehormatan Khadijah Al-Kubra, dengan kehormatan A’isyah Al-Busyra, dengan kehormatan Fatimah Az-Zahra, dengan kehormatan ‘Ali Al-Murtadha, dengan kehormatan Husain, syahid di Karbala, dengan kehormatan bukan kamu yang melempar di kala kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar, dengan kehormatan untuk mengganti bala yang menimpa orang mukmin dengan kebaikan, dengan kehormatan hanya Allah sebaik-baik penjaga dan Dia Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kehormatan Doa mereka terhadap semua itu. Mahasuci Engkau ya Allah, tercurah untuk mereka keselamatan, sebagai penutup doa mereka, segala puji dan puja hanya teruntuk Allah, Tuhan Pencipta alam semesta.”

8. Doa Tolak Bala Versi Kedelapan

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Arab latin: Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah. Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah. Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil; izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Al Qur’an yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.”

9. Doa Tolak Bala Versi Kesembilan

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fissamaa-i, wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

10. Doa Tolak Bala Versi Kesepuluh

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja-‘altahu sahlaa, wa anta taj-‘alul hazna idza syi-ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan). Jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah.”

Doa adalah salah satu cara umat Islam berkomunikasi dengan Allah SWT untuk memohon pertolongan, termasuk ketika menghadapi bencana atau bala. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa dengan sungguh-sungguh, seperti yang tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 186,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

4 Golongan yang Dirindukan Surga, Apakah Kamu Salah Satunya?


Jakarta

Menjadi golongan yang dirindukan surga adalah harapan bagi setiap muslim yang ingin mendapatkan tempat mulia di akhirat. Disebutkan dalam sebuah hadits, surga merindukan empat golongan manusia.

Surga disebut-sebut merindukan orang-orang dengan amalan tertentu, yang membuat mereka menjadi golongan istimewa di mata Allah SWT. Lantas, siapa saja yang termasuk dalam empat golongan yang dirindukan surga?

Hadits tentang 4 Golongan yang Dirindukan Surga

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa surga memiliki rasa rindu kepada orang-orang istimewa. Ada empat golongan yang dirindukan surga karena amal dan kebaikan mereka. Berikut adalah haditsnya yang dikutip dari buku Risalah Ramadhan (Risalah dari Perjalanan Malam Ramadhan) tulisan Furqon Al-Kalam.


Rasulullah SAW bersabda,

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِي الْقُرْآنِ, وَحَافِظِ النِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Surga itu merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Penjelasan Hadits 4 Golongan yang Dirindukan Surga

Hadits tersebut menjelaskan tentang empat golongan yang dirindukan surga dan memberikan penjelasan yang mendalam tentang karakteristik orang-orang yang memperoleh keistimewaan tersebut. Berikut adalah penjelasan dari hadits mengacu pada sumber sebelumnya.

1. Orang yang Membaca Al-Qur’an dengan Tekun (Taalil Qur’an)

Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah mereka yang senantiasa mentilawahkan Al-Qur’an dengan tekun. Tidak hanya membaca, namun juga memahami dan mengamalkan ajaran di dalamnya. Pada hadits tersebut menggunakan kata talil Qur’an, yang berarti lebih dari sekadar pembaca biasa. Orang yang masuk golongan ini adalah mereka yang melibatkan hati dan pikiran dalam setiap tilawahnya, menjadikan Al-Qur’an pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga surga pun merindukan mereka.

Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dan alasan mengapa umat Islam harus melakukannya. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya membaca Al-Qur’an seperti dikutip dari buku Jika Surga Neraka (tak Pernah) Ada tulisan Wawan Susetya:

  • Petunjuk hidup. Al-Qur’an adalah kalimat Allah SWT yang terakhir, menjadi pedoman dan tuntunan bagi umat manusia.
  • Relevan sepanjang masa. Ajaran Al-Qur’an tidak akan bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
  • Mudah dipahami. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa yang mudah dimengerti.

2. Orang yang Menjaga Lisan (Wa Haafidzii Lisan)

Orang yang menjaga ucapannya agar tidak berkata kasar, mencaci, atau menghina termasuk salah satu golongan yang dirindukan surga. Allah SWT mengaruniakan manusia dengan kemampuan berbicara, dan itu adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan baik. Dalam surah Al-Mu’minun ayat 3, disebutkan bahwa orang yang menjauhkan diri dari perkataan yang sia-sia dan tidak berguna adalah salah satu syarat untuk masuk Surga Firdaus.

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ

Artinya: “Orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,”

Mengontrol lisan memiliki makna yang dalam karena seseorang yang tidak mampu menjaga ucapannya bisa terjebak dalam perbuatan dosa seperti dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), atau hasud (dengki). Pepatah “diam itu emas” menegaskan betapa pentingnya berbicara hanya untuk kebaikan.

Jika tidak mampu menjaga ucapan, seseorang bisa jatuh ke dalam sikap buruk yang merusak hati dan amalan, sehingga menjauhkan mereka dari rahmat Allah SWT dan surga.

3. Orang yang Memberi Makan Mereka yang Kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an)

Mereka yang senantiasa berbagi makanan kepada orang yang kelaparan termasuk dalam golongan yang dirindukan surga. Amal ini jika dilakukan dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT, dijanjikan akan dibalas dengan pahala yang melimpah di akhirat. Bahkan, memberi makanan kepada mereka yang berbuka puasa memiliki pahala setara dengan orang yang menjalankan puasa tersebut.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk peduli terhadap mereka yang kelaparan dan kurang mampu, karena perhatian ini menjadi salah satu ibadah yang mendatangkan pahala besar. Di akhirat kelak, mereka yang menjalankan amal ini dengan penuh keikhlasan akan mendapat tempat istimewa di sisi Allah SWT, yakni surga.

4. Orang yang Puasa Ramadan Penuh Keimanan (Wa Shooimiina Fi Syahri Ramadhan)

Terakhir, golongan yang dirindukan surga adalah orang-orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan. Ramadan adalah bulan yang istimewa, seluruh kebaikan terkumpul, doa dikabulkan, dan dosa diampuni.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa jika umatnya mengetahui keutamaan Ramadan, mereka akan berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadan, “Kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadan, niscaya mereka menginginkan agar sepanjang tahun bulan Ramadan.”

Ketaatan dan keikhlasan dalam menjalani puasa selama bulan Ramadan membuat surga merindukan mereka, karena di bulan ini kebaikan, pengampunan, dan rahmat Allah SWT begitu melimpah. Doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, dosa yang dilakukan akan diampuni, dan ketaatan kepada Allah SWT bisa diterima.

Wallahu a’lam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Surat Al-Waqiah untuk Rezeki Lengkap Latin dan Artinya


Jakarta

Surat Al-Waqiah biasa diamalkan untuk kekayaan. Umat Islam yang membacanya bisa menutup dengan doa surat Al-Waqiah untuk rezeki.

Surat Al-Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 96 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah.

Al-Waqiah terletak pada juz ke-27. Nama “Al-Waqiah” diambil dari lafaz dalam ayat pertama surat ini, yang berarti “hari kiamat.”


Meski memiliki tema tentang akhir zaman, surat Al-Waqiah tidak hanya berbicara kejadian-kejadian di hari akhir. Surat ini mengandung penjelasan tentang pahala yang akan diterima oleh orang-orang beriman yang taat serta ancaman bagi mereka yang ingkar.

Selain itu, surat Al-Waqiah juga menguraikan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam penciptaan manusia, alam, tumbuhan, api, dan berbagai sumber rezeki lainnya.

Mengutip buku Agar Rizki Berlimpah dan Hidup Berkah tulisan Muhammad Fadlun, Rasulullah SAW menyebut surat Al-Waqiah sebagai “Surat Kekayaan” atau Surat Ghina, yang berarti surat kaya sehingga surat ini dapat membuka pintu rezeki bagi siapa pun yang membacanya.

Untuk memperoleh keutamaan tersebut, ada bacaan doa setelah membaca surat Al-Waqiah yang bisa diamalkan. Mengutip kitab Khulashoh Nabawiy, berikut bacaan doa surat Al-Waqiah untuk rezeki.

Doa Surat Al-Waqiah untuk Rezeki

اَللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِاْليَسَارِ,وَلاَتُوهِنَّابِاْلاِقْتَارِ , فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَاوَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ . اَللَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجْوُ هَنَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثاء) اَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab latin: Allahumma shun wujuhana bil yasar wala tuhinna bil iqtar fanastarziqa tholibi rizqika wa nasta’thifa syiroro kholqika wa nasytaghila bihamdi man a’tho na wa nubtala bi zammi man man ana wa anta min wara-i zalika ahlul ‘atho-i wal man-‘i. Allahumma kama shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fa shunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wa karomika wa fadhlika ya arhamarrohimin aghninii bifadhlika ‘amman siwaak. wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi.

Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang. Cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari siapapun selain Engkau. Semoga Allah merahmati junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya, juga semoga Allah memberi keselamatan.”

Usai membaca doa tersebut, dapat melanjutkan dengan doa berikut:

الّلهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِحَقِّ سُوْرَةِ الْوَاقِعَةِ وَأَسْرَارِهَا أنْ تُيَسِّرَلِيْ رِزْقِي كَمَا يَسَّرْتَهُ لِكَثِيْرٍ مِن خَلْقِكَ يَا ألله يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Arab latin: Allahumma inni as aluka bihaqqi suuratil waaqi’ah wa asroorihaa antu yassiroli rizki kamaa yassartahu li katsiirin min kholqika yaa Alloh yaa robbal ‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran surat Waqiah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezeki ku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan makhluk-Mu, ya Allah, ya robbal ‘alamin.”

Waktu Sunnah Membaca Surat Al-Waqiah

Membaca surat Al-Waqiah tidak hanya mendatangkan manfaat besar, tetapi juga dianjurkan untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang dipercaya lebih afdhal. Berikut adalah beberapa waktu yang disunnahkan untuk membaca surat Al-Waqiah.

1. Malam Hari

Malam hari menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk membaca surat Al-Waqiah. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka orang tersebut tidak akan tertimpa kemiskinan. Surat Al-Waqiah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anakmu.”

Senada dengan hadits tersebut, ada pula riwayat lain yang menyatakan, “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah di setiap malam, niscaya ia tidak akan tertimpa oleh kemiskinan selamanya.”

Dengan membaca surat Al-Waqiah setiap malam, seorang muslim diharapkan dapat memperoleh perlindungan dari kesulitan ekonomi dan ketenangan dalam kehidupannya.

2. Pagi dan Sore Hari

Dalam kitab Khazinatul Asrar, Imam Ja’far menjelaskan, membaca surat Al-Waqiah di pagi hari sebelum memulai aktivitas, seperti berangkat bekerja atau mencari rezeki, Allah SWT akan melapangkan jalan rezekinya dan memenuhi kebutuhannya.

Tak hanya itu, bagi yang melafalkan surat Al-Waqiah di pagi dan sore hari, Allah SWT akan melindunginya dari kelaparan dan dahaga. Selain itu, ia akan diberi keteguhan hati, sehingga tidak perlu khawatir terhadap orang-orang yang hendak mencelakainya atau menyebarkan fitnah. Bahkan, setiap fitnah yang dilancarkan padanya akan berbalik kepada pihak yang memfitnah.

3. Membaca 41 Kali Setiap Hari

Dalam Khawashul Quran disebutkan bahwa membaca surat Al-Waqiah sebanyak 41 kali dalam satu majlis diyakini dapat mendatangkan berbagai kemudahan, terutama dalam urusan rezeki. Bagi siapa pun yang mengamalkan bacaan ini sebanyak 41 kali usai salat Ashar dalam satu majelis, Allah SWT akan memudahkan tercapainya kebutuhan dan keinginan, terutama yang berkaitan dengan kelapangan rezeki.

Selain itu, bagi yang menginginkan rezeki yang datangnya tak terduga, dianjurkan untuk membaca surat Al-Waqiah sebanyak 40 kali setiap hari selama 40 hari berturut-turut tanpa terputus. Amalan ini dipercaya dapat membuka pintu rezeki secara berkesinambungan dan memberi berkah pada kehidupan sehari-hari.

4. Membacanya Setiap Waktu

Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammad SAW memberikan motivasi kepada umatnya untuk membiasakan membaca surat Al-Waqiah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang (membiasakan) membaca surat Al-Waqiah, maka dia tidak akan miskin selamanya.”

Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah

Selain disebutkan dalam hadits di atas, ada banyak keutamaan lain yang terkandung dalam surat Al-Waqiah. Dirangkum dari buku Rahasia Dahsyat Al-Fatihah, Ayat Kursi dan Al-Waqiah untuk Kesuksesan Karier dan Bisnis karya Ramadhan AM berikut di antaranya:

1. Rezeki menjadi lebih lancar dan dimudahkan oleh Allah SWT.

2. Terhindar dari kemiskinan dan segala bentuk kesulitan ekonomi.

3. Dijauhkan dari kesulitan serta kesengsaraan dalam hidup.

4. Diberi kelancaran dalam berbagai urusan karier.

5. Bagi pedagang atau pebisnis, usaha mereka akan dilapangkan dan berkembang pesat.

6. Hati mereka dipenuhi dengan cahaya keimanan dan ketenangan.

7. Menjadi pribadi yang beruntung di dunia dan akhirat.

8. Bagi pemimpin, mereka akan diberkahi dengan wibawa dan karisma yang kuat.

9. Semua harapan dan doa mereka diijabah oleh Allah SWT.

10. Mendapatkan derajat tinggi di hadapan Allah SWT.

11. Kehidupan keluarga mereka dipenuhi ketenteraman dan kedamaian.

12. Hati menjadi lapang dan tenang, dengan manfaat dan keberkahan lainnya yang masih banyak terdapat dalam surat Al-Waqiah.

Wallahu a’lam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Urutan Cara Mengirim Yasin untuk Orang Sakit


Jakarta

Mengirim Surah Yasin untuk orang sakit menjadi salah satu cara memberikan doa dan dukungan spiritual yang diharapkan dapat membawa ketenangan, perlindungan, dan kemudahan bagi yang sedang diuji oleh penyakit.

Cara mengirim Yasin untuk orang sakit sering kali dilakukan dengan berbagai metode, baik dibacakan secara langsung di dekatnya atau dibacakan dari jauh. Mengutip dari buku Fadhilah & Keutamaan Al-Isrâ’, Al-Kahfi, Yâsîn yang diterbitkan oleh Shaf Electronic Publishing, dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca surah Yasin untuk Allah, maka Dia akan mengampuninya dan memberinya pahala sebanyak 12 kali orang membaca seluruh Al-Qur’an. Bila orang sakit dibacakan surah Yasin, maka Allah akan menurunkan untuk setiap huruf yang terdapat dalam surah ini seribu malaikat yang berdiri berbaris di hadapannya sambil memintakan ampunan, menyaksikan pencabutan nyawanya, mengusung janazahnya, melaksanakan shalat untuknya, dan menyaksikan penguburannya. Bila orang sakit yang berada dalam sakaratul maut membaca atau dibacakan untuknya surah Yasin, maka Malaikat Ridhwan, penjaga surga, akan mendatanginya di ranjangnya dengan seteguk minuman surga yang akan membuatnya puas dan meninggal dalam keadaan puas (tidak dahaga), dibangkitkan dalam keadaan puas, dan tidak membutuhkan lagi (untuk minum) di telaga para nabi hingga ia akan masuk surga dalam keadaan puas.”


Hadits ini menunjukkan bahwa membaca surah Yasin di sisi orang yang sakit atau sedang menghadapi sakaratul maut memiliki nilai yang begitu mulia, hingga malaikat pun turun untuk menyertainya.

Cara Mengirim Yasin untuk Orang Sakit

Berikut adalah urutan cara-cara mengirim surah Yasin untuk orang sakit Menurut artikel berjudul Tradisi Pembacaan Yasin 41 Studi Living Qur’an karya Tia Subu Simamora dkk yang terbit di Jurnal GARUDA Kemdikbud:

1. Menjelaskan Niat

Pembaca dapat menentukan niat awal untuk mengirim bacaan Yasin sebagai bentuk ikhtiar memohon kesembuhan untuk orang yang sakit atau kelancaran sakaratul maut bagi yang sakit.

2. Pembacaan Istighfar dan Tawasul

Sebelum mulai membaca surah Yasin, pembaca dapat mengucapkan istighfar tiga kali diikuti dengan doa tawasul. Tawasul dilakukan untuk memohon perantaraan kebaikan para nabi dan orang-orang saleh agar doa lebih mudah dikabulkan.

Berikut adalah bacaan tawasul dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.

إلى حَضْرَةِ النَّبِيِّ المُصْطَفَى مُحَمَّدٍ رَّسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وعلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذُرِّيَاتِهِ وَأَزْوَاجِه وَأَهْلِ بَيْتِهِ أَجْمَعِينَ وَلِكَافَّةِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ شَيْءٌ اللَّهُ لَهُ وَلَهُمُ الْفَاتِحَة

ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ آبَاءِنَا وَأُمَّهَا تِنَا وَإِلَى أَرْوَاحِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنَيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ لْأَرْضِ إِلى مَعَا رِهَا خصوصا احمد الديربي الفا تحة

3. Menyebut Nama Orang Sakit dalam Doa

Setelah bertawasul, selanjutnya adalah membaca doa khusus untuk orang sakit diucapkan dengan menyebutkan nama lengkapnya.

Tujuan doa ini adalah agar bacaan Yasin disampaikan khusus kepada orang sakit dengan harapan diberikan kemudahan dalam kesembuhan dari sakitnya atau sakaratul maut.

4. Membaca Surah Al-Fatihah

Sebelum memulai Yasin, pembaca dapat membaca surah Al-Fatihah terlebih dahulu.

5. Membaca Ta’awudz

Setelah itu, pembacaan ta’awudz dilakukan untuk mengawali bacaan Yasin.

6. Membaca Surah Yasin

Surah Yasin dapat dibaca secara bersama-sama atau sendiri.

7. Mengucapkan Shalawat

Setelah selesai membaca Yasin, selanjutnya adalah membaca shalawat sebagai penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

8. Berdoa untuk Orang Sakit

Doa setelah membaca surah Yasin dipanjatkan dengan harapan agar Allah SWT memberikan ketenangan, kesembuhan, atau mempermudah sakaratul maut jika sudah waktunya.

Doa Setelah Membaca Surah Yasin

Berikut adalah doa yang biasa dibaca setelah Surah Yasin seperti yang dikutip dari arsip DetikHikmah.

اللّٰهُمَّ اِنّٓا نَسْتَحْفِظُكَ وَ نَسْتَوْدِعُكَ اَدْيَانَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وَاَمْوَالَنَا وَكُلِّ شَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِن كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى شَرٍّ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقنَا بِالتَّقْوٰى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْناَ مِنْ مُوجِبَاتِ النَّدَامَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِاَوْلَادِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا ِفِى الدِّينِ وَلِاَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ اَحَبَّنَا فِيكَ وَلِمَنْ اَحْسَنَ اِلَيْنَا وَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ العَالَمِيْنَ. وَصَلِّ اَللّٰهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ وَظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab-latin: Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi’uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a’thaitanaa.

Allahummaj’alnaa wa iyyaa hum fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin’ aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Allahumma jamilnaa bil’aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a’idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud du’aa’i.

Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal ‘aalamiin.

Wasalallahumma ala abdika warasulika saiyadinaa wamaulanaa muhammadin wa ala lihi wasabihi wasallam. war zuqna kamalal mutaba’ati lahu dhohiron wa bathinan fi ‘afiyatin wa salamatin birohmatika ya arhamar rohimina.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami mohon pemeliharaan-Mu dan kami menyerahkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami dan segala yang telah Engkau berikan kepada kami.

Ya Allah, jadikanlah kami dan juga mereka berada di dalam pemeliharaan-Mu, keamanan-Mu dan perlindungan-Mu dari setiap gangguan syetan pendurhaka, orang-orang takabur yang keras kepala, orang yang mempunyai pandangan jahat, kedhaliman dan dari pada kejahatan setiap orang yang mempunyai kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah, perindahkanlah kami dengan keselamatan dan kesejahteraan. Karuniakanlah kepada kami ketakwaan dan istiqomah. Lindungilah kami dari perkara-perkara yang menyebabkan kami mendapat penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar sesuatu doa.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang mengatur alam semesta.

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba-Mu dan utusan-Mu, junjungan kami dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya. Karuniakanlah kepada kami kesempurnaan mengikuti ajarannya, secara dhahir dan batin, di dalam kesejahteraan dan keselamatan dengan kasih sayang.”

Manfaat Membaca Surah Yasin

Selain bermanfaat untuk orang sakit, surah Yasin juga memiliki banyak keutamaan lain yang luar biasa. Berikut adalah beberapa manfaat membaca surah Yasin:

  1. Pahala setara membaca Al-Qur’an 10 kali
  2. Sebagai jantungnya Al-Qur’an
  3. Dijamin ampunan dosa
  4. Mengurangi siksa kubur
  5. Pendamping di saat sakaratul maut
  6. Memberikan keutamaan mati syahid

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com