Tag Archives: rasulullah saw

Bolehkah Berdoa saat Sujud Terakhir dalam Salat?


Jakarta

Sujud merupakan momen di mana hamba berada sangat dekat dengan Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam buku Pengobatan dan Doa Mustajab oleh Muhammad Hasan Husen. Bolehkah berdoa saat sujud terakhir dalam salat?

Saat sujud adalah waktu yang sangat mulia. Sebab Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa di saat-saat seperti ini adalah waktu seorang hamba lebih dekat dengan Tuhannya dengan bermunajat kepada-Nya dengan serendah-rendahnya dan hina. Rasulullah SAW bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا مِنَ الدُّعَاءِ


Artinya: “Kondisi terdekat seorang hamba dari Allah adalah ketika sujud, maka berdoalah kalian yang banyak.” (HR Muslim)

Terdapat juga sebuah hadits pendukung sebagai berikut, “Adapun (di waktu) sujud maka bersungguh-sungguhlah untuk berdoa padanya, karena pantas untuk dikabulkan doamu (pada waktu itu).” (HR Muslim)

Bolehkah Berdoa saat Sujud Terakhir dalam Salat?

Syaikh Abdullah Al-Jabreen dalam Fatwa Islamiyyah mengatakan, tidak ada dalil anjuran memperpanjang sujud terakhir dalam salat. Namun ia berpendapat, ada kemungkinan imam melakukan hal itu sebagai penanda gerakan sujud terakhir dalam salat yang setelahnya dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir.

Meski demikian, tidak ada salahnya bagi muslim untuk melafalkan doa saat sujud terakhir, baik doa itu menyangkut kebahagiaan ukhrawi maupun kebahagiaan duniawi.

Dalam buku Rahasia agar Doa Mustajab yang ditulis oleh Ustaz Cinta menyebutkan, Rasulullah SAW berdoa pada sujud terakhirnya. Sebagai umatnya yang taat, kita hanya perlu mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh beliau.

Salah satu doa yang sering beliau panjatkan tertulis dalam buku Sifat Salat Rasulullah SAW yang Terabaikan karya Iwan Muliawan. Doa tersebut berbunyi,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجَلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ.

Arab-latin: Allâhummaghfirlî dzambî kullahu diqqahu wa jallahu wa awwalahu wa âkhirahu wa alâ niyatahu wa sirrahu

Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, dosaku seluruhnya, yang kecil dan yang besar, yang awal dan yang akhir, yang ter- sembunyi dan terang-terangan.” (HR Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah RA).

Di samping itu, di sumber yang lain menyebutkan bahwa berdoa tidak hanya dapat dilakukan saat sujud terakhir. Hal ini dijelaskan dalam buku Fiqih Kontroversi Jilid 1: Beribadah antara Sunnah dan Bid’ah yang ditulis oleh H. M. Anshary.

Pernyataan tersebut didasarkan pada hadits yang sudah disebutkan di atas. Di mana hadits tersebut tidak menyebutkan kata terakhir melainkan hanya sujud saja.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa ketika Panas Terik yang Dibaca Rasulullah SAW, Yuk Amalkan Hari Ini



Jakarta

Cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika kita sedang menjalankan puasa sunnah. Tidak hanya di Arab Saudi, cuaca Indonesia akhir-akhir ini juga panas, suhunya mencapai 40 derajat celcius.

Dalam menghadapi cuaca yang panas, ada beberapa doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW agar dapat beraktifitas dengan normal. Berikut doa-doa yang dapat dipanjatkan ketika cuaca sedang panas dan matahari terik.

Cuaca dan panas terik matahari juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Kala itu, beliau berdoa kepada Allah SWT agar selalu dilindungi oleh-Nya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar bumi kembali dingin adalah meminta hujan yang bermanfaat kepada Tuhan.


Rasulullah SAW mengajari umatnya untuk meminta diturunkan hujan dengan salat istisqa. Selain itu, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan agar Allah SWT mau mencurahkan nikmat-Nya kepada kita.

Doa ketika Panas Terik sehingga Meminta Diturunkan Hujan

Dilansir dari buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi, berikut doa meminta hujan tersebut.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِينَّا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرِ ضَاءٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

Arab-latin: Allâhummas qinâ ghaitsam mughîtsam mari`am nâfi’an ghaira dhârrin, ‘âjilan ghaira âjilin.

Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan dengan segera, tidak ditunda-tunda.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Doa ketika panas terik lalu meminta hujan selanjutnya adalah:

اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ

Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR Bukhari dan Muslim).

Doa ketika Panas Terik saat Khotbah Salat Istisqa

Dinukil dari arsip detikhikmah, berikut lafal doa yang bisa dipanjatkan ketika panas terik melanda sebuah wilayah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

Doa ketika Panas Terik

Doa ketika panas terik melanda yang terakhir dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf.

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ مَا أَشَدَّ حَرُّ هَذَ الْيَوْمِ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ خَهَنَّمَ.

Arab-latin: laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirni min harri jahannama.

Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka.”

Demikianlah doa ketika panas terik yang bisa diamalkan hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

8 Hadits tentang Tetangga, Anjuran Berbuat Baik dengan Orang Terdekat


Jakarta

Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang pentingnya berbuat baik dan menjalin hubungan kekeluargaan dengan tetangga. Tetangga adalah orang-orang terdekat yang tinggal di sekitar kita, Islam mengajarkan untuk berhubungan baik dengan tetangga.

Perintah untuk berbuat dan bersikap baik diturunkan langsung oleh Allah SWT dalam surat Al Isra ayat 7. Allah SWT berfirman:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرً


Artinya: Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.

Hadits Tentang Tetangga

Rasulullah SAW dalam beberapa hadits menjelaskan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga. Berikut hadits tentang tetangga yang wajib diketahui oleh muslim.

1. Larangan mengganggu tetangga

Dikutip dari Syarah Bulughul Maram karya Abdullah bin Abdurrahman Al Bassam, berikut merupakan hadits tentang tetangga,

Rasulullah SAW bersabda,

لَا يَمْنَعْ حَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ حَشَبَةٌ فِي حِدَارِهِ، ثُمَّ يَقُولُ أَبو هُرَيْرَةَ : مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ وَاللَّهِ لِأَرْمِينَ بِهَا بَيْنَ أَكْتَافِكُمْ

“Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya yang lain untuk menancapkan kayu di tembokknya.” Lalu Abu Hurairah berkata, “Mengapa aku melihat kalian berpaling? Demi Allah aku akan melemparkan kayu tersebut pada panggung-panggung mereka.”” (HR Muttafaq ‘Alaih)

2. Anjuran berbuat baik pada tetangga

Dikutip dari buku Shahih Bukhari Muslim karya Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, hadits tentang tetangga yaitu:

Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَا زَالَ يُوصِيني جِبْرِيلُ بِالجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّتُهُ

“Jibril selalu berpesan padaku supaya berbuat baik pada tetangga, sehingga aku menyangka kemungkinan akan diberi hak waris.”” (HR Bukhari)

Dalam hadits lain, Ibnu Umar RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُورثه

“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berlaku baik pada tetangga sehingga aku kira kemungkinan akan diberi hak waris.” (HR Bukhari)

3. Kebaikan yang diganjar surga

Dikutip dari buku Fiqih Bertetangga karya Fathiy Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy, hadits tentang tetangga yaitu:

Rasulullah SAW bersabda,

لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بِوَائِقِهِ

“Tidak akan masuk ke dalam surga siapa saja yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR Imam Bukhari)

4. Memuliakan tetangga

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ واليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا ، أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya; dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berbicara yang baik atau lebih baik diam.” (HR Imam Bukhari)

5. Selalu berbagi dengan tetangga

Rasulullah SAW bersabda,

وَإِذَا صَنَعْتَ مَرَقَةٌ فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهُ بِمَعْرُوفٍ

“Jika engkau memasak, perbanyaklah kuahnya, lalu perhatikan penghuni rumah dari tetanggamu, dan berikanlah kepadanya dengan cara yang baik.” (HR Imam Bukhari)

6. Tanda beriman kepada Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda,

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

“Sungguh tidak beriman kepada Allah (3X).” Para shahabat bertanya, “Siapakah orang tersebut ya Rasulullah? Rasulullah SAW. menjawab, “Orang yang tetangganya tidak pernah selamat dari gangguannya.” (HR. Imam Bukhari)

7. Saling menjaga dengan tetangga

الرابعة قوله تعالى: (وَالْجارِ ذِي الْقُرْبى وَالْجارِ الْجُنُبِ أما الحجار فقد أمر الله تعالى بحفظه والقيام بحقه والوصاة برعي ذمته في كتابه وعلى لسان نبيه.

“Keempat; Firman Allah SWT. [wa al-jâr dziy al-qurbay wa al-jâr al- junub]. Adapun tetangga, Allah SWT. telah memerintahkan untuk menjaganya, menunaikan haknya, dan Dia juga telah berwasiat untuk memelihara dzimmahnya di dalam KitabNya dan di atas lisan NabiNya”. (Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, Surat An Nisaa: 36)

8. Menghargai tetangga

Rasulullah SAW pernah bersabda:

عن أبي هُرَيْرَةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قالَ: كَانَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقُوْلُ: يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ. رواه البخاري ومسلم

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, Rasulullah Saw pernah bersabda, “Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya meskipun berupa ujung kaki kambing.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Pakaian yang Paling Disukai Rasulullah Menurut Hadits



Jakarta

Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai hal tak terkecuali dalam berpakaian. Menurut sejumlah hadits, ada satu jenis pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW.

Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW adalah gamis. Hal ini diterangkan dalam hadits yang dihimpun Imam at-Tirmidzi dalam kitab As-Syamail Al-Muhammadiyyah.

Ummu Salamah berkata,


كَانَ أَحَبُّ (أَحَبَّ ) القِيَابِ إِلَى رَسُولِ اللهِ الْقَمِيصَ (الْقَمِيصُ)

Artinya: “Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah gamis.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib)

Gamis adalah baju berlengan panjang. Baju ini memiliki panjang labuh hingga betis.

Menurut hadits yang berasal dari Asma’ binti Yazid, panjang lengan baju gamis Rasulullah SAW sampai pergelangan tangan. Dikatakan,

كَانَ كُمُّ قَمِيصِ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِلَى الرُّسْغِ

Artinya: “Lengan baju gamis Rasulullah SAW sehingga pergelangan tangan.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini statusnya hasan gharib)

Ada juga hadits yang menyebut bahwa Rasulullah SAW paling suka mengenakan hibarah. Hibarah adalah kain buatan Yaman berbahan kapas dan memiliki hiasan dan jalur-jalur merah–kadang juga hijau.

Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ أَحَبُّ القِيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ يَلْبَسُهُ الْحِبَرَةَ

Artinya: “Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW untuk dipakai adalah hibarah.” (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi menyebut hadits ini hasan shahih gharib)

Jenis pakaian berwarna merah tersebut turut diriwayatkan Abu Juhaifah. Ia berkata,

رَأَيْتُ النَّبِيِّ ﷺ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَرِيقِ سَاقَيْهِ. قَالَ سُفْيَانُ: أَرَاهَا حِبَرَةً

Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW memakai pakaian berwarna merah. Aku seolah-olah melihat kilauan cahaya memancar dari kedua betis Baginda.”

Menurut Sufian As-Tsauri, maksud pakaian berwarna merah dalam hadits tersebut adalah hibarah.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Mahmud bin Ghailan, dari Abdul Razaq, dari Sufian As-Tsauri, dari Aun bin Abu Juhaifah yang berasal dari Abu Juhaifah. At-Tirmidzi mengatakan, status hadits ini hasan shahih.

Al-Bara’ bin ‘Azib mengaku tidak pernah melihat seorang pun yang berpakaian lebih indah daripada Rasulullah SAW saat mengenakan pakaian berwarna merah. Ia juga mengatakan, rambut Rasulullah SAW hampir menyentuh kedua bahu beliau. Keterangan ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan An-Nasa’i.

Anjuran Rasulullah Kenakan Pakaian Putih

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengenakan pakaian berwarna putih. Beliau menyebut, pakaian dengan warna ini merupakan sebaik-baik pakaian bagi seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالْبَيَاضِ مِنَ القِيَاب، لِيَلْبَسُهَا أَحْيَاؤُكُمْ، وَكَفَنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرٍ (خِيَارِ) ثِيَابِكُمْ

Artinya: “Hendaklah kalian berpakaian putih. Kalian yang masih hidup, hendaklah memakai pakaian berwarna putih. Pakaikan kain kafan berwarna putih juga bagi mereka yang meninggal dunia dalam kalangan kalian. Sebab, pakaian berwarna putih adalah sebaik-baik pakaian bagi kalian.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

At-Tirmidzi mengatakan hadits anjuran mengenakan pakaian putih tersebut bertaraf shahih. Hadits tersebut diriwayatkan Qutaibah bin Said dari Basyar bin Al-Mufadhal, dari Abdullah bin Utsman Ibnu Khaitsam, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas.

Sunnah Berdoa saat Mengenakan Pakaian

Rasulullah SAW senantiasa berdoa ketika memakai pakaian baru. Menurut hadits yang berasal dari Abu Said Al-Khudri, apabila Rasulullah SAW memakai pakaian baru seperti serban, gamis, atau selendang, beliau berdoa:

اللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِ مَا صُنِعَ لَهُ

Artinya: “Ya Allah, seluruh pujian hanya untuk-Mu, sebagaimana Engkau memberikan aku pakaian, aku mohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini, juga kebaikan sesuatu yang diciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang diciptakan untuknya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan ia menilainya hasan shahih gharib)

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

4 Doa Memohon Pertolongan Allah Saat Terdesak yang Dicontohkan para Nabi



Jakarta

Doa memohon pertolongan Allah saat terdesak ada beberapa macam. Doa-doa ini bisa dipanjatkan sekarang dengan sepenuh hati dan ikhlas agar Allah SWT mencurahkan pertolongan-Nya.

Tertulis dalam buku Al-Wafi: Syarah Hadis Arba’im Imam an-Nawawi karya Musthafa Dieb El-Bugha dan Muhyiddin Mistu, Rasulullah SAW menasihati Ibnu Abbas RA dan mukminin untuk selalu memohon hanya kepada Allah Yang Mahamulia dan Mahakuasa.

Orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT hanya diperkenankan untuk meminta permohonan, bantuan, pertolongan, dan pertolongan kepada-Nya seorang.


“Apabila kamu meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah.”

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, Allah SWT berfirman, ‘Apakah ada orang yang berdoa, maka Aku akan mengabulkan doanya. Apakah ada orang yang meminta, maka Aku akan memberinya. Dan apakah ada orang yang memohon ampunan, maka Aku akan mengampuninya.'” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa doa memohon pertolongan Allah saat terdesak sesuai dengan contoh nabi dan rasul.

Doa Memohon Pertolongan Allah saat Terdesak Nabi Nuh AS

Dinukil dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun yang ditulis oleh Adi Tri Eka, doa Nabi Nuh AS ketika meminta pertolongan Allah SWT terdapat pada surah Al-Qamar ayat 10 yang berbunyi,

اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

Arab-latin: annii maghluubun fantashiir

Terjemahan: “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

Doa Memohon Pertolongan Allah SWT saat Terdesak Nabi Hud AS

Doa memohon pertolongan Allah saat terdesak juga pernah dipanjatkan oleh Nabi Hud AS sebagaimana tertera dalam ayat suci Al-Qur’an, yaitu surah Al-Mu’minun ayat 39 yang berbunyi,

رَبِّ انْصُرْنِيْ بِمَا كَذَّبُوْنِ

Arab-latin: Rabbin surnii bimaa kadzabuun

Terjemahan: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka telah mendustakanku.”

Doa Memohon Pertolongan Allah SWT saat Terdesak Nabi Luth AS

Doa ini adalah doa Nabi Luth AS untuk keluar dari kota yang penuh dengan kezaliman dan ketidakadilan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Hasan Husen dalam bukunya yang berjudul Pengobatan dan Doa Mustajab.

“Doa ini mengajarkan mengajarkan kita untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah ketika kita berada dalam situasi atau lingkungan yang tidak adil atau penuh dengan kezaliman,” tulis buku tersebut.

Doa tersebut berbunyi,

رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا

Arab-latin: Robbanaa akhrijnaa min haadzihil qoryatidz dzoolimi ahluhaa waj’al lanaa min ladunka waliyyan waj’al lanaa min ladunka nashiiroo

Terjemahan: “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS. An-Nisa ayat 75)

Doa Memohon Pertolongan Allah SWT saat Terdesak Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari buku Berdoa dengan Ayat Al-Qur’an: Indahnya Memanjatkan Permohonan dengan Bahasa Tuhan oleh M. Mas’udi Fathurrohman, doa Rasulullah SAW tersebut berbunyi,

رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

Arab-Latin: Robbihkum bilhaqqi warobbunarrohmanul musta’anu ‘ala ma tashifun

Terjemahan: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (dan) yang dimintai segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.” (QS. Al-Anbiya ayat 112)

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Baca Al Fatihah Lengkap dengan Artinya



Jakarta

Selepas membaca surah Al Fatihah, seorang muslim dianjurkan untuk membaca sebuah doa.

Surah Al Fatihah adalah surah pertama dalam kitab suci Al-Qur’an. Disebut Al-Fatihah artinya pembukaan kitab secara tertulis dan dengan surah ini dibuka bacaan dalam salat.

Sebagaimana disebutkan dalam buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir, Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu Al-‘Aliyah menyebutkan bahwa surah Al Fatihah diturunkan ketika Rasulullah SAW masih menetap di Makkah. Sehingga surah ini digolongkan sebagai surah Makkiyah.


Surah Al Fatihah terdiri dari tujuh ayat, 25 kata, dan 113 huruf. Al Bukhari mengatakan surah ini disebut sebagai Ummul Kitab, yang berarti permulaan Al-Qur’an dan permulaan salat.

Selain itu, Al Fatihah juga disebut Ar-Ruqyah. Berdasarkan hadits Abu Sa’id, yaitu ketika meruqyah seseorang yang terkena sengatan, maka Rasulullah SAW bersabda, “Dari mana engkau tahu bahwa Al Fatihah itu adalah ruqyah.”

Terpisah, buku Kamus Doa yang ditulis oleh Luqman Junaedi menjelaskan bahwa kejadian itu adalah saat seorang sahabat melaporkan dirinya kepada Rasulullah SAW saat ia berhasil menyembuhkan seorang pemimpin kabilah dari sengatan kalajengking dengan membaca Al Fatihah.

Sementara itu, Imam Al Ghazali mengatakan bahwa orang yang membaca surah Al Fatihah sebanyak 100 kali, maka ia akan memperoleh segala sesuatu yang diinginkan dengan segera. Muslim tersebut juga akan terlindung dari segala perkara yang ditakuti dan terpelihara dari kezaliman.

Setelah membaca surat Al-Fatihah, muslim disunnahkan untuk membaca sebuah doa.

Doa Setelah Baca Al Fatihah Beserta Artinya

Masih diambil dari sumber yang sama, doa setelah membaca surah Al Fatihah adalah sebagaimana berikut.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يَفُوقُ كُلَّ حَمْدِ الْحَامِدِينَ. حَمْدًا يَكُوْنُ رِضًا وَمَرْضِيًّا عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الَّذِي دَحَى الْأَرْضَ وَالْأَقَالِيمَ، وَاخْتَصَّ مُوْسَى الْكَلِيْمَ، وَأَحْيَ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ، وَسَمَّى نَفْسَهُ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، فَهُمَا إِسْمَانِ جَلِيْلَانِ فِيْهِمَا شِفَاءٌ لِكُلِّ سَقِيْمٍ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ الَّذِي لَيْسَ لَهُ مُنَازِعٌ فِي الْمُلْكِ وَلَا شَرِيكٌ وَلَا قَرِيْنٌ وَلَا وَزِيرٌ وَلا وَلَا مُشِيْرٌ وَلَا مُعِيْنٌ، بَلْ كَانَ قَبْلَ الْعَوَالِمِ أَجْمَعِيْنَ. أَنْتَ الْمُحِيْطُ بِجَمِيعِ السَّلَاطِيْنِ وَالشَّيَاطِيْنِ، وَعَوْنِيْ عَلَى الْأَبْعَدِينَ وَالْأَقْرَبِيْنَ، وَوَجْهِي عَلَى الْأَجْنَاسِ الْمُخْتَلَفَةِ.

وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ بِالْإِقْرَارِ، وَنَعْتَرِفُ بِالتَّقْصِيْرِ ، وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ. وَنَشْهَدُ أَنْْ لٓا إِلَهَ إِلَا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ عَلَى كُلِّ حَاجَةٍ مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. يَاهَادِيَ الْمُضَلِّيْنَ، لَا هَادِيَ غَيْرَكَ.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. اَللَّهُمَّ يَا مَالِكَ رِقَابِ الْغَوَالِمِ كُلَّهَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْغَمِّ يَامُنْجِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ. فَرْجِ الْكُرَبِ عَنِّي يَا مُفَرِّجَ الْمَكْرُوبِيْنَ. يَا رَبِّ يَا غِيَاثَ الْكُرَبِ عَنِّي، يَا مُفَرِّجَ الْمَكْرُونِينَ، يَارَبِّ يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِيْنَ، إِكْفِنِي وَنَجِّنِي مِمَّا أَخَافُ، وَأَحْذَرُ، وَسَخَّرْ لِي مَنْ أَحْوَجْتَنِيْ إِلَيْهِ، يَا مُعَيْتُ أَعْتَنِيْ.

وَذَا النُّوْن إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. فَاسْتَجَابَ لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ منَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ.

وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ الطَّاهِرِينَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Terjemahan: Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa alam semesta, pujian yang mengungguli setiap pujian orang-orang yang memuji, pujian yang diridai oleh Tuhan penguasa alam semesta. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang menghamparkan bumi beserta seluruh penjurunya. Mengkhususkan Musa sebagai nabi yang diajak bicara secara langsung. Menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur. Menyebut diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, sebuah nama agung yang mengandung obat bagi segala macam penyakit.

Penguasa hari Pembalasan yang tak ada penentang, sekutu, teman, menteri, penasihat, atau penolong. Bahkan, Dia telah ada sebelum alam semesta ada. Engkaulah yang menguasai semua penguasa dan setan. Engkaulah penolongku terhadap musuh yang jauh dan yang dekat. Dan Engkaulah wajahku dalam menghadapi berbagai jenis manusia.

Kepada-Mu aku menyembah dengan penuh pengakuan. Mengakui kekurangan, memohon ampun atas semua dosa, dan bertobat kepada-Mu. Kami bersaksi tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa lagi tidak memiliki sekutu dan Muhammad Saw. adalah hamba sekaligus utusan-Mu. Kepada-Mu kami memohon pertolongan atas setiap kebutuhan dunia dan agama. Wahai Zat yang memberikan petunjuk bagi orang-orang yang sesat, tak ada pemberi petunjuk selain diri-Mu.

Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Ya Allah, penguasa seluruh alam, tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh, kami termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, hindarkan aku dari kesedihan, wahai Zat yang menyelamatkan kaum Mukminin. Hilangkan kesusahanku, wahai Zat yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah. Ya Allah, Tuhan yang menghilangkan kesedihanku, wahai Tuhan yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah. Ya Allah, Tuhan yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan. Cukupilah aku, selamatkan aku dari sesuatu yang kutakutkan dan kukhawatirkan. Tundukkan kepadaku orang yang kubutuhkan. Wahai Tuhan Yang Maha Penolong, tolonglah aku.

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami takkan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Semoga kesejahteraan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya yang suci, dan juga kepada segenap sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa alam semesta.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Hadits Membantu Sesama Muslim dan Perintah Tolong Menolong


Jakarta

Hadits membantu sesama menjelaskan tentang perintah setiap muslim untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan agar mendapat ridha dan pahala dari Allah SWT.

Membantu sesama muslim sudahlah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang beriman. Perintah untuk tolong menolong dalam hal kebaikan difirmankan oleh Allah SWT secara langsung dalam surah Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ٢


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah) jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram) jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda) dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitul Haram sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya!) Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

Menurut buku 333 Mutiara Kebaikan karya Syaikh Abu Hamzah Abdul Hamid, sesungguhnya tolong menolong antar sesama muslim sudah sejatinya harus dilakukan sebab umat Islam itu bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan. Apabila salah satu bagian dari bangunan itu tidak kuat maka seluruh bangunan mudah roboh.

Dari Abu Musa RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagai sebuah bangunan yang sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain.” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW juga mengumpamakan bahwa sesama muslim itu bagaikan satu tubuh yang bisa merasakan satu sama lain, apalagi ketika salah satunya ada yang merasa kesulitan.

Dari An-Nu’man bin Basyir RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan kaum mukmin dalam saling cinta, saling mengasihani, dan belas kasih mereka bagaikan satu jasad. Apabila satu anggotanya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR Muslim)

Hadits Membantu Sesama Muslim

Tolong menolong kepada sesama manusia, terutama sesama muslim tidak hanya diperintahkan oleh Allah SWT saja, namun Nabi Muhammad SAW juga turut menekan umatnya untuk berbuat demikian.

Dalam sebuah hadits yang dinukil dari buku Sunan At-Tirmidzi Jilid 2 oleh Muhammad bin Isa bin Saurah (Imam at-Tirmidzi) dituliskan, dari Qutaibah, dari Abu Awanah, dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia mengutip perkataan Rasulullah SAW yang bersabda,

١٤٢٥ – (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا فَتَيَبةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: ((مَنْ نَفْسَ عَنْ مُؤْمِن كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَهُ اللهُ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَة وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ)).

Artinya: “Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang mukmin ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi keburukan seorang muslim, Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim)

Faqihuddin Abdul Kodir dalam buku Relasi Mubadalah Muslim dengan Umat Berbeda Agama turut menjelaskan bahwa membantu sesama manusia dan sesama muslim harus dilakukan agar tidak ada yang dizalimi dan tidak juga yang menzalimi.

Sebuah hadis membantu sesama juga disabdakan oleh Rasulullah SAW. Beliau berkata,

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ تَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ (صحيح البخاري ، رقم: ٦٤٨٤).

Artinya: Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tolonglah saudaramu, yang berbuat zalim maupun yang dizalimi.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, ini (kami paham) menolong orang yang dizalimi. Tetapi, bagaimana menolong orang yang justru menzalimi?” Rasulullah SAW menjawab, “Ambil tangannya (agar tidak berbuat zalim lagi).” (HR Bukhari)

Hadits di atas menganjurkan setiap muslim untuk saling menolong sesama saudara muslim yang lainnya dan tidak menzaliminya. Bahkan, jika melihat saudaranya berbuat zalim, seorang muslim wajib untuk menghentikan saudaranya agar tidak berlaku demikian dan kembali ke jalan yang benar.

Sebaliknya, apabila seorang muslim tidak mau menolong sesama padahal dirinya mampu untuk membantunya, maka Allah SWT akan membalasnya dengan balasan yang setimpal. Pernyataan di atas sebagaimana dikutip dari buku 1100 Hadits Terpilih yang ditulis oleh Dr. Muh Faiz Almath.

Riwayat lainnya berbunyi,

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعْمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِ مِنْهُ. (رواه أبو داود)

Artinya: “Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi mereka tidak mencegahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap mereka semua.” (HR Abu Dawud)

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Ciri dan Sifat Muslim Beriman, Dijelaskan Melalui Hadits



Jakarta

Islam telah memberikan pedoman jelas mengenai ciri dan sifat seorang muslim beriman melalui hadits Nabi Muhammad SAW. Memiliki rasa takut kepada Allah SWT merupakan salah satu ciri dan sifat seorang muslimin.

Termaktub dalam surah Al Anfal ayat 2 Allah SWT berfirman,

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ ٢


Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal,”

Selain itu, terdapat beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang ciri & sifat seorang muslimin.

Hadits Tentang Ciri dan Sifat Seorang Muslim

Dilansir dari laman NU Online dan buku Iltizam: Membangun Komitmen Seorang Muslim karya Ali Muhammad Khalil ash-Shafti, berikut beberapa hadits tentang ciri & sifat seorang muslimin.

1. Mampu menjaga lisan

Rasulullah SAW bersabda,

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

Artinya: “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Muttafaq Alaih)

2. Mencintai saudaranya

Rasulullah SAW bersabda,

المؤمن يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Artinya: “Orang yang beriman mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Memuliakan tamu

Rasulullah SAW bersabda,

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه

Artinya: “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya,” (HR Muttafaq alaihi)

4. Bersifat jujur

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sifat jujur membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa kepada surga, maka seseorang yang selalu jujur niscaya akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Sesungguhnya dusta itu membawa kepada dosa dan dosa membawa kepada neraka, seseorang yang selalu berdusta niscaya akan dicatat sebagai pendusta pada sisi Allah.” (HR Muttafaq alaihi)

5. Tidak curang dan khianat

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ حَمَّلَ عَلَيْنَا السَّلاحَ فَلَيْسَ مِنَّا وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

Artinya: “Barangsiapa yang datang kepada kami dengan membawa senjata, maka dia tidak termasuk golongan kami dan barangsiapa yang berbuat curang kepada kami maka dia tidak termasuk golongan kami.” (HR Muslim)

6. Menghindari iri dengki

Rasulullah SAW bersabda,

لَايَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَالَمْ يَتَحَاسَدُوا

Artinya: “Umat manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka tidak saling iri hati.” (HR Thabrani)

7. Tidak mencampuri urusan yang tidak bermanfaat

Rasulullah SAW bersabda,

مِنْ حُسْنِ اِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Artinya: “Sebaik-baik keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR Tirmidzi dan lainnya)

8. Tidak mencela dan berkata keji

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah termasuk golongan orang mukmin, siapa yang suka menebar fitnah, melaknat, berbuat dan berkata keji.” (HR Bukhari)

Dalam sebuah hadits Anas RA berkata, “Rasulullah tidak pernah sama sekali berkata dan berbuat keji, melaknat ataupun mencaci-maki, tetapi beliau mencela orang yang tidak ada bekas sujud di dahinya sama sekali.”

9. Merasa senang ketika berbuat baik dan merasa sedih ketika berbuat jahat

Rasulullah SAW bersabda,

من سرته حسنته وساءته سيئته فهو مؤمن

Artinya: “Siapa saja yang perbuatan baiknya membuat dirinya senang dan perbuatan jahatnya membuat dirinya sedih dan sakit, maka ia adalah orang beriman,” (HR Ahmad, At-Thabarani, dan Al-Hakim).

10. Tidak membuka rahasia orang lain

Rasulullah SAW bersabda,

إنما يتجالس المتجالسان بأمانة الله عز وجل فلا يحل لأحدهما أن يفشي على أخيه ما يكرهه

Artinya: “Dua orang dapat duduk berkumpul dengan menanggung amanat dari Allah, salah seorang di antara keduanya tidak halal untuk menyebarkan rahasia saudaranya yang ia tidak sukai (untuk diketahui publik).”

Itulah deretan hadits Rasulullah SAW tentang ciri dan sifat seorang muslim yang beriman. Semoga kita termasuk di dalamnya ya, detikers!

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

5 Doa untuk Bayi Baru Lahir agar Anak Tumbuh Saleh-Salihah


Jakarta

Ketika bayi baru lahir, pada umumnya sanak keluarga, kerabat, dan tetangga akan datang untuk menjenguk dan mendoakannya. Bagaimana sebaiknnya doa dan dzikir untuk bayi tersebut?

Melahirkan anak dengan selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat merupakan impian dan harapan semua orang tua yang di dunia ini. Tentunya, mereka sangat bersyukur atas karunia Allah SWT apabila anak yang lahir sesuai dengan harapan.

Rasa syukur ini tak jarang diungkapkan dengan curahan doa dan harapan kepada bayi yang baru lahir tersebut. Orang tua, kakek nenek, keluarga, dan lainnya banyak yang memberikan harapan terbaiknya dengan cara bersholawat atau doa kepada bayi itu. Lantas, bagaimana doa dan dzikir untuk bayi baru lahir tersebut?


5 Pilihan Doa untuk Bayi Baru Lahir

1. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Pertama

Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang pertama diambil dari buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil karya Syaifurrahman El-Fati. Doa itu berbunyi,

اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

2. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kedua

Doa ini dapat dibacakan untuk bayi yang sudah diazankan. Berikut bacaannya,

أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

Arab-latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

Apabila bayi yang didoakan adalah laki-laki, maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sedangkan untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “haa”.

3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

أُعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةِ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laam- maah

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” (HR Bukhari)

4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

Dinukil dari buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB karya PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren, ketika itu, Rasulullah SAW pernah mendoakan kedua cucunya dengan sebuah doa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW berdoa,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

5. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kelima

Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang terakhir khusus dilakukan ketika bayi terus menerus menangis di malam hari. Orang tua bisa membacakan doa kemudian ditiupkan ke ubun-ubun sang bayi.

بسم الله الرحمن الرحيم

بسم الله الشافي

بسم الله الكافي

بسم الله المعافي

بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

Arab-latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
Bismillahisy syafi
Bismillahil kaafi
Bismillahil mu’afi
Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

Apabila bayi menangis keras karena demam, maka bacalah lima macam basmalah ini 19 kali kemudian ditiupkan ke air. Lalu, air itu digunakan untuk memberi kompres pada bayi demam tersebut.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Kebaikan Dunia Akhirat untuk Raih Kebahagiaan Hakiki


Jakarta

Untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, manusia diwajibkan untuk berusaha semaksimalnya. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk mengamalkan doa kebaikan dunia-akhirat.

Doa kebaikan dunia akhirat sering disebut dengan doa sapu jagat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor.

Doa tersebut juga termasuk bacaan yang sering diamalkan Rasulullah SAW. Hal ini dijelaskan dalam keterangan hadits dari Anas bin Malik yang berkata,


عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Doa yang paling banya dibaca oleh Nabi SAW, yaitu ‘Allaahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar’ (doa kebaikan dunia-akhirat).” (HR Muttafaq Alaih)

Meneladani kebiasaan Rasulullah SAW tersebut, dalam riwayat Muslim juga ditambahkan, “Anas sendiri jika hendak berdoa, dia berdoa dengan doa ini.”

Menurut Abduh Zulfidar Akaha dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW, Rasulullah SAW menyukai bacaan doa kebaikan dunia-akhirat karena dianggap ringkas namun kaya akan keutamaan di dalamnya. Rasulullah SAW tidak ingin menyulitkan umatnya dengan bacaan doa-doa yang panjang, terutama ditujukan bagi mereka yang kesulitan menghafal. Berikut bacaannya.

Doa Kebaikan Dunia-Akhirat dalam Arab, Latin, dan Artinya

Berdasarkan keterangan hadits, bacaan doa kebaikan dunia-akhirat seperti yang dinukil dari Buku Saku Muslim 3 in One oleh Tim Mutiara Media adalah sebagai berikut.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab-latin: Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar.

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka.

Sementara itu, ada versi lain dari doa kebaikan dunia-akhirat yang tercantum dalam Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan. Doa tersebut berbunyi,

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لي آخِرَتِي الَّتِي فِيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةٌ لِي مِنْ كُلِّ شَرٍ

Arab-latin: Alloohumma ashlih lii diinil ladzii huwa ‘ishmatu amriiwaashlih liidun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ashlih lii aakhirotiil latii fiihaa ma’aadii waj-‘alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin waj-‘alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.

Artinya: Artinya: “Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan bagi setiap urusanku. Perbaikilah duniaku yang menjadi urusan kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali. Jadikanlah hidupku ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan dan jadikanlah kematianku sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.” (HR Muslim)

Keutamaan Doa Kebaikan Dunia-Akhirat

Keutamaan bagi yang mengamalkan doa kebaikan dunia-akhirat adalah tercapainya kebahagiaan hakiki seorang muslim.

1. Kebaikan Agama

Orang yang berpegang teguh pada ajaran agama dijamin termasuk orang yang baik karena agama merupakan sumber dari segala kebaikan.

2. Kebaikan Dunia

Orang yang memiliki kecukupan dalam masalah dunia tentu akan lebih baik dari hanya sekadar baik agamanya. Dengan meningkatnya kebaikan dunia maka mutu ibadah dan amal saleh juga akan semakin meningkat.

Contoh kegiatan penuh kebaikan adalah dengan berbagi dan memberi. Rasulullah SAW bersabda,

اليدُ الْعُلْيَا خَيْرُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى . (رواه البخاري)

Artinya: Dari Hakim bin Hizam RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.” (HR Bukhari dari Hakim bin Hizam dalam kitab shahihnya, 2/518)

3. Kebaikan Akhirat

Cara mendapatkan kebaikan yang hakiki ketiga adalah dengan mengusahakan kebaikan akhirat. Kebaikan akhirat adalah hasil akumulasi dari kebaikan agama dan kebaikan dunia. Bila keduanya digunakan untuk meraih rida Allah SWT, maka kebaikan akhiratnya juga pasti akan tercapai.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com