Tag: regulasi

  • Trump Dorong Kongres Sahkan RUU Stablecoin untuk Dominasi Dolar AS

    Presiden Donald Trump menyerukan Kongres AS untuk segera mengesahkan RUU stablecoin guna mempertahankan dominasi dolar di pasar global.

    Cryptopolitan pada Jumat (21/3) mengabarkan bahwa RUU ini bertujuan untuk mengatur stablecoin yang didukung dolar dan meningkatkan adopsi aset digital dalam transaksi keuangan.

    Trump dan Peran Stablecoin dalam Dominasi Dolar

    Trump menegaskan bahwa regulasi stablecoin akan mendukung pertumbuhan ekonomi besar-besaran.

    Dalam pidatonya di Blockworks Crypto Conference di New York, ia menyatakan bahwa stablecoin berbasis dolar akan membantu memperluas pengaruh mata uang AS secara global.

    “Dengan stablecoin yang didukung dolar, Anda akan membantu memperkuat dominasi dolar AS,” ujar Trump.

    RUU stablecoin ini sendiri telah mendapat persetujuan dari Komite Perbankan Senat dan dipandang sebagai langkah besar bagi industri kripto.

    Perintah Eksekutif Trump untuk Cadangan Bitcoin

    Selain mendorong regulasi stablecoin, Trump juga menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Cadangan Bitcoin Strategis.

    Langkah ini merupakan janji kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi aset kripto oleh pemerintah AS.

    Namun, banyak pihak dalam industri kripto merasa bahwa kebijakan ini masih kurang jelas dalam implementasinya.

    Pengaruh Industri Kripto di Washington

    Dukungan Trump terhadap stablecoin menunjukkan meningkatnya pengaruh industri kripto dalam politik AS.

    Senator Demokrat Kirsten Gillibrand, yang dikenal sebagai pendukung kripto, telah berperan dalam mendorong reformasi pajak kripto dan regulasi stablecoin.

    Sementara itu, Ketua Komite Perbankan dari Partai Republik, Tim Scott, juga mendukung kebijakan pro-kripto.

    Dana Besar dari PAC Kripto untuk Pemilu

    Pemain besar di industri kripto telah menginvestasikan dana besar dalam politik AS.

    Fairshake PAC, komite aksi politik yang didanai industri kripto, telah mengumpulkan lebih dari $116 juta untuk mendukung kandidat pro-kripto dalam pemilu 2025.

    Dukungan finansial ini menunjukkan bahwa industri kripto semakin kuat dalam memengaruhi kebijakan pemerintah. Dengan meningkatnya dukungan politik dan finansial untuk regulasi stablecoin, masa depan industri kripto di AS tampak semakin cerah.

    Jika RUU stablecoin disahkan, ini bisa menjadi langkah besar dalam mendorong inovasi keuangan digital di bawah kepemimpinan Trump.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Tahan Suku Bunga: Sinyal Bullish Bagi Pasar Kripto

    Federal Reserve (The Fed) kembali membuat keputusan penting yang menjadi sorotan dunia, yaitu mempertahankan suku bunga tidak berubah.

    Keputusan ini, yang mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 5,25% hingga 5,5%, mengirimkan sinyal kuat tentang kehati-hatian The Fed dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global saat ini.

    Mengapa The Fed Bertindak Hati-hati?

    Keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Setelah serangkaian kenaikan suku bunga yang agresif untuk menjinakkan inflasi, The Fed kini berada di persimpangan jalan.

    Mereka melihat adanya tanda-tanda positif yang dapat dilihat dari aktivitas ekonomi yang terus berkembang, pasar tenaga kerja yang stabil, dan inflasi yang mulai mereda.

    Namun di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa tantangan masih ada, yaitu tingkat inflasi yang masih tetap tinggi.

    Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya, angkanya masih jauh dari target 2% yang diinginkan The Fed.

    Hal ini membuat mereka tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga di masa depan, sehingga berakhir dengan tidak menurunkan suku bunga.

    Ketidakpastian Ekonomi Global

    Faktor-faktor seperti konflik geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar menciptakan ketidakpastian yang signifikan.

    Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (20/3), The Fed ingin memastikan bahwa mereka tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk situasi.

    Dampak pada Pasar Kripto

    Keputusan The Fed ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pasar kripto, terutama Bitcoin.

    Secara historis, suku bunga yang rendah cenderung menguntungkan aset berisiko seperti kripto. Akibat putusan The Fed ini, investor akan mencari imbal hasil yang lebih tinggi.

    Dalam lingkungan suku bunga rendah, investor mencari peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh aset tradisional seperti obligasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan minat pada kripto.

    Karena The Fed urung menurunkan suku bunga, ini berarti biaya pinjaman akan menjadi lebih rendah.

    Suku bunga yang rendah juga mengurangi biaya pinjaman, yang dapat mendorong investasi dalam aset berisiko. Hanya saja, pasar kripto juga sensitif terhadap sentimen investor.

    Jika investor khawatir tentang prospek ekonomi, mereka mungkin menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.

    Apa yang Akan Selanjutnya Terjadi?

    The Fed akan terus memantau data ekonomi dengan cermat dan siap untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.

    Fokus mereka adalah untuk mencapai keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

    Bagi para investor, keputusan The Fed ini mengingatkan akan pentingnya untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

    Secara keseluruhan, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga mencerminkan pendekatan yang seimbang dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

    Meskipun ada tanda-tanda positif, The Fed tetap waspada terhadap risiko dan akan terus memantau situasi dengan cermat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gugatan Ripple vs SEC Berakhir: Apa Dampaknya ke Harga XRP?

    Setelah hampir tiga tahun dalam pertarungan hukum, gugatan antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhirnya mencapai resolusi signifikan.

    Kasus ini, yang menjadi sorotan global, dianggap sebagai momen kritis bagi masa depan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.

    Latar Belakang Gugatan

    Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple Labs dan dua eksekutifnya, yaitu Brad Garlinghouse dan Chris Larsen, atas tuduhan penjualan XRP sebagai “sekuritas tidak terdaftar” senilai $1,3 miliar.

    SEC berargumen bahwa XRP memenuhi definisi Howey Test (kriteria untuk menentukan aset sebagai sekuritas) karena investor membelinya dengan harapan keuntungan dari upaya Ripple.

    Meski begitu, Ripple membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa XRP adalah aset kripto utilitas yang digunakan untuk transaksi lintas batas, bukan investasi.

    Bahkan, perusahaan juga menuduh balik SEC karena gagal memberikan kejelasan dan batasan-batasan dari regulasi sebelumnya.

    Putusan Pengadilan yang Mengguncang

    Pada Juli 2023, Hakim Analisa Torres dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York mengeluarkan putusan summary judgment (keputusan tanpa persidangan lengkap) yang membagi kemenangan antara kedua belah pihak.

    Poin pertama, penjualan XRP ke investor institusional diklasifikasikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar, sehingga Ripple melanggar hukum.

    Poin kedua, penjualan XRP di bursa kripto tidak dianggap sebagai sekuritas karena pembeli ritel tidak berinvestasi langsung dalam Ripple.

    Putusan ini dirayakan komunitas kripto sebagai preseden penting yang membedakan antara penjualan aset ke institusi vs publik.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak pada Ripple dan XRP

    Setelah putusan tersebut diumumkan, harga XRP naik lebih dari 70% dalam 24 jam. Selain itu, Ripple kembali ke bursa AS.

    Bahkan, platform seperti Coinbase dan Kraken kembali mencantumkan XRP setelah sebelumnya delisting.

    Tak hanya dari bursa kripto, dukungan juga datang dari ekosistem di industri ini. Perusahaan seperti Coinbase dan Blockchain Association mendukung Ripple dalam pernyataan amicus brief.

    Reaksi SEC

    Di kubu lawan, SEC dikabarkan tidak puas dengan putusan tersebut dan berencana mengajukan banding.

    Ketua SEC Gary Gensler menyatakan bahwa keputusan ini “mengecewakan” tetapi tidak mewakili kekalahan total.

    Implikasi untuk Industri Kripto

    Dari kasus gugatan Ripple vs SEC tersebut, terdapat beberapa hal yang memerlukan perhatian khusus, terutama masalah kejelasan regulasi.

    Pasalnya, putusan ini memberi panduan terbatas tentang bagaimana aset kripto dinilai sebagai sekuritas atau komoditas.

    Perseteruan tersebut juga memberikan tekanan pada kongres AS. Banyak pihak mendorong legislasi jelas untuk mengatur kripto agar mengurangi ketergantungan pada gugatan SEC.

    Meski begitu, kasus Ripple vs SEC juga membuka peluang untuk perusahaan lain yang mengalami hal serupa dengan platform besutan Brad Garlinghouse tersebut.

    Jadi, perusahaan dengan token utilitas bisa saja menggunakan argumen yang serupa dengan Ripple untuk membela diri.

    Langkah Selanjutnya?

    Meski hakim telah menjatuhkan putusan, baik SEC maupun Ripple sama-sama berpeluang mengajukan banding, yang bisa memperpanjang ketidakpastian.

    Hanya saja, Brad Gingerhouse dalam wawancara kepada Bloomberg menegaskan bahwa Ripple akan fokus pada ekspansi di pasar seperti Eropa dan Asia, di mana regulasi lebih progresif.

    Menariknya, meski kasus tersebut hanya mengikat pada Ripple, namun putusan ini mungkin akan mempercepat persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Susun Kebijakan Moneter, The Fed Pertahankan Suku Bunga 4,5%?

    Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5% dalam pertemuan kebijakan moneter pekan ini.

    Mengutip laman Heisenbergreport pada Senin (17/3), keputusan ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan pada Januari lalu.

    Para analis memperkirakan The Fed akan tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Dampak Kebijakan Trump terhadap Ekonomi

    Para pejabat The Fed memilih pendekatan “wait-and-see” sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

    Kebijakan tarif yang mungkin diterapkan oleh Trump menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

    Jika tarif baru memicu perlambatan ekonomi, The Fed kemungkinan akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga untuk menjaga pasar tenaga kerja tetap stabil.

    Sejarah Suku Bunga The Fed

    Sejak 2022, The Fed menaikkan suku bunga secara agresif guna mengendalikan lonjakan inflasi pascapandemi.

    Setelah inflasi mulai mereda mendekati target 2%, bank sentral AS ini sempat memangkas suku bunga pada akhir tahun lalu.

    Namun, meningkatnya kembali tekanan inflasi dan ketidakpastian kebijakan pemerintah membuat The Fed enggan melakukan perubahan lebih lanjut dalam waktu dekat.

    Prediksi Langkah Selanjutnya

    The Fed kemungkinan akan memberikan sedikit petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga di masa depan dalam pernyataan resminya maupun konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell.

    Para ekonom Deutsche Bank memperkirakan bahwa dalam proyeksi ekonomi terbaru, The Fed hanya akan merencanakan satu kali pemotongan suku bunga tahun ini.

    Jumlah ini sebenarnya lebih sedikit dibandingkan dua kali yang diperkirakan pada Desember tahun lalu.

    Kemungkinan Resesi dan Pengaruhnya

    Meskipun peluang resesi masih tergolong rendah, beberapa indikator ekonomi menunjukkan tanda peringatan.

    Penurunan kepercayaan konsumen dan pengurangan belanja rumah tangga menjadi perhatian utama.

    Namun, pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan inflasi yang lebih terkendali pada Februari memberikan sedikit optimisme.

    Goldman Sachs meningkatkan peluang resesi dalam satu tahun ke depan dari 15% menjadi 20%.

    Di tengah ketidakpastian ekonomi, keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tampaknya menjadi langkah yang paling masuk akal saat ini.

    Jika kondisi ekonomi memburuk, pemangkasan suku bunga mungkin diperlukan untuk menjaga stabilitas.

    Namun, jika inflasi terus meningkat akibat kebijakan tarif, The Fed bisa tetap mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Eropa Tolak Euro Digital: Apakah Perjuangan ECB Sia-Sia?

    Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi tantangan besar dalam meyakinkan masyarakat Eropa untuk mengadopsi euro digital.

    Berdasarkan studi terbaru yang dilaporkan oleh Cryptopolitan yang melibatkan 19.000 responden di 11 negara zona euro, ditemukan bahwa masyarakat masih sangat skeptis terhadap penggunaan mata uang digital bank sentral (CBDC).

    Ketika diminta untuk mendistribusikan €10.000 (USD 10.844 / Rp 177 juta) secara hipotetis di berbagai aset, sebagian besar responden lebih memilih uang tunai, rekening bank, dan tabungan dibandingkan euro digital.

    Kurangnya daya tarik euro digital menunjukkan bahwa ECB perlu mengembangkan strategi distribusi yang kuat untuk meningkatkan adopsi.

    Studi ini juga menyoroti bahwa kesadaran masyarakat terhadap euro digital masih rendah.

    ECB menyatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana meyakinkan masyarakat akan nilai tambah dari euro digital.

    Tawarkan Solusi untuk Masalah yang Tidak Ada

    ECB berargumen bahwa euro digital diperlukan untuk mendigitalkan infrastruktur keuangan Eropa dan memastikan kedaulatan moneter. Namun, masyarakat Eropa tampaknya tidak merasakan urgensi ini.

    Berbeda dengan Tiongkok, di mana pembayaran digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, atau negara-negara dengan ketidakstabilan keuangan yang tinggi, sistem pembayaran di zona euro sudah berjalan dengan baik melalui kombinasi uang tunai dan metode digital.

    Penelitian menunjukkan bahwa ketika masyarakat diberikan informasi lebih lanjut mengenai euro digital melalui video edukatif, respons mereka cenderung lebih positif.

    Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan: jika euro digital benar-benar memberikan manfaat lebih, mengapa adopsinya tidak terjadi secara alami?

    Meningkatnya Penolakan terhadap CBDC

    Skeptisisme terhadap euro digital mencerminkan tren global dalam menolak CBDC. Di Amerika Serikat (AS), penolakan terhadap mata uang digital bank sentral semakin meningkat.

    Anggota Kongres AS, Tom Emmer, menyebut CBDC sebagai ancaman terhadap kebebasan finansial karena dapat membuka peluang bagi pengawasan pemerintah yang berlebihan.

    Bahkan, AS telah memperkenalkan Undang-Undang Anti-Surveilans CBDC yang bertujuan untuk melarang pemerintah menerbitkan mata uang digital.

    Gelombang skeptisisme ini berpotensi mempengaruhi sentimen masyarakat Eropa, yang semakin ragu dengan inisiatif ECB.

    Apakah Argumen untuk Euro Digital Semakin Melemah?

    Meskipun mendapat banyak penolakan, beberapa pejabat keuangan tetap mendukung euro digital.

    Stephan Leithner, CEO Deutsche Börse, menyatakan bahwa euro digital diperlukan untuk memperkuat otonomi ekonomi Eropa di masa depan.

    Namun, argumen ini lebih menarik bagi pembuat kebijakan dibandingkan masyarakat umum.

    Tanpa insentif nyata bagi konsumen, sulit bagi ECB untuk mengubah preferensi masyarakat yang sudah nyaman dengan sistem pembayaran yang ada saat ini.

    Bisakah ECB Membalikkan Keadaan?

    Indikasi saat ini menunjukkan bahwa masyarakat Eropa masih enggan mengadopsi euro digital.

    Dengan meningkatnya penolakan terhadap CBDC secara global, ECB menghadapi dilema besar.

    Jika ECB ingin menghindari kegagalan, mereka harus lebih dulu menjawab pertanyaan mendasar: apakah Eropa benar-benar membutuhkan euro digital?

    Tanpa jawaban yang meyakinkan, euro digital bisa saja menjadi inovasi yang gagal karena tidak memiliki solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Sentral Rusia Pertimbangkan Pembelian Kripto

    Bank Sentral Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan pembelian aset kripto bagi sekelompok investor terkualifikasi dalam kerangka hukum eksperimental.

    Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pasar sekaligus mengelola risiko yang melekat pada aset digital.

    Hanya untuk Investor Terkualifikasi

    Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (13/3), hanya investor yang memenuhi kriteria tertentu yang dapat berpartisipasi dalam program ini.

    Individu dengan lebih dari 100 juta rubel dalam sekuritas dan deposito atau pendapatan tahunan lebih dari 50 juta rubel akan memenuhi syarat.

    Selain itu, investor korporasi dan institusi keuangan yang terkualifikasi juga dapat berpartisipasi.

    Eksperimen Regulasi Selama Tiga Tahun

    Kerangka hukum eksperimental ini akan berlangsung selama tiga tahun sebagai langkah uji coba.

    Bank Sentral Rusia akan mengawasi dan mengelola regulasi ini guna memastikan bahwa investasi kripto tetap berada dalam batas yang aman dan transparan bagi para investor.

    Standarisasi Layanan dan Pengelolaan Risiko

    Sebagai bagian dari regulasi ini, institusi keuangan yang ingin berinvestasi dalam kripto harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan tingkat risikonya.

    Bank Sentral Rusia juga berupaya menetapkan standar layanan yang lebih baik untuk melindungi investor.

    Kripto Tetap Bukan Alat Pembayaran Resmi

    Meskipun regulasi investasi kripto sedang dikembangkan, Bank Sentral Rusia tetap mempertahankan posisinya bahwa kripto tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran sah di dalam negeri.

    Namun, Rusia telah melegalkan penggunaan mata uang kripto untuk transaksi lintas negara guna menghindari sanksi dari Barat.

    Dengan kebijakan ini, Rusia berupaya memperluas peluang investasi sambil tetap mempertahankan kendali terhadap risiko yang ditimbulkan oleh aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank AS Kini Dapat Menangani Kripto dan Stablecoin Secara Legal

    Regulator perbankan di Amerika Serikat, Office of the Comptroller of Currency (OCC), telah memberikan izin bagi bank untuk menangani aset kripto dan stablecoin.

    Keputusan ini memungkinkan bank AS untuk menawarkan layanan kustodian aset digital, pemrosesan pembayaran stablecoin, serta menjalankan node blockchain.

    Dampak Besar Bagi Sektor Keuangan

    Ambcrypto melaporkan pada Minggu (9/3) bahwa banyak pengamat pasar percaya bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi industri keuangan digital.

    Dengan keterlibatan bank dalam kripto, adopsi blockchain dalam sistem keuangan tradisional semakin luas.

    Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah peralihan pemerintahan yang semakin pro-kripto.

    OCC Menghapus Larangan Sebelumnya

    Sebelumnya, regulator keuangan sempat memberlakukan kebijakan yang membatasi keterlibatan bank dalam aset kripto, yang dikenal sebagai ‘Operation ChokePoint 2.0’.

    Namun, dengan dicabutnya kebijakan tersebut, bank kini memiliki kebebasan lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor kripto tanpa menghadapi kendala regulasi yang ketat.

    Respons Pelaku Pasar

    Jeremy Allaire, pendiri Circle (penerbit stablecoin USDC), menyambut baik keputusan ini dan mengatakan bahwa bank segera akan mulai menggunakan USDC dalam transaksi blockchain.

    Selain itu, Alexander Grieve dari Paradigm menekankan bahwa kebijakan baru ini menandai akhir dari pembatasan bank terhadap aset kripto.

    Potensi Persaingan di Pasar Kustodian Kripto

    Keputusan ini juga membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.

    Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.

    Masa Depan Kripto dalam Sistem Perbankan

    Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional.

    Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.

    Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Texas Sahkan Cadangan Bitcoin, Langkah Bersejarah Keuangan Digital

    Texas telah mencetak sejarah dengan mengesahkan Bitcoin Reserve Bill SB21, yang memungkinkan negara bagian Amerika Serikat (AS) ini untuk memiliki Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan resminya.

    Mengutip laman Coinpaprika pada Jumat (7/3), langkah ini mendapat dukungan kuat dari para legislator pro-kripto dan menandai era baru dalam integrasi aset digital ke dalam manajemen keuangan negara.

    Apa Itu Bitcoin Reserve Bill SB21?

    Undang-undang ini memberi kewenangan kepada Departemen Keuangan Texas untuk membeli, menyimpan, dan mengelola Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi negara.

    Selain itu, SB21 menetapkan regulasi keamanan yang memastikan kepemilikan Bitcoin ini dikelola secara transparan dan sesuai hukum.

    Manfaat Bitcoin Reserve bagi Texas

    Keputusan ini diharapkan membantu Texas mendiversifikasi cadangan keuangannya, mengurangi dampak inflasi, dan memperkuat statusnya sebagai pusat inovasi blockchain.

    Senator Bryan Hughes, salah satu pendukung utama SB21, menyatakan bahwa Bitcoin dapat berperan sebagai “emas digital” yang melindungi ekonomi negara dalam jangka panjang.

    Dampak Ekonomi dan Politik

    SB21 diyakini akan menarik lebih banyak investasi ke sektor kripto dan blockchain di Texas.

    Negara bagian ini telah dikenal sebagai pusat penambangan Bitcoin berkat regulasi yang ramah dan ketersediaan energi yang melimpah.

    Dengan keputusan ini, Texas semakin memperkuat posisinya sebagai yurisdiksi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kripto.

    Texas Ikuti Jejak Wyoming dan El Salvador

    Dengan pengesahan SB21, Texas kini resmi bergabung dengan Wyoming dan El Salvador dalam mengakui Bitcoin sebagai aset cadangan.

    Langkah ini memicu perdebatan tentang regulasi mata uang digital di tingkat negara bagian maupun nasional.

    Meski banyak yang mendukung, ada juga kritik yang menyoroti risiko volatilitas harga Bitcoin dan perlunya pengelolaan dana publik yang lebih hati-hati.

    Langkah Selanjutnya

    Setelah SB21 disahkan, pemerintah Texas akan mulai membangun infrastruktur untuk membeli dan menyimpan Bitcoin.

    Para ahli memperkirakan negara bagian lain yang pro-Bitcoin akan mengikuti langkah ini, membuka jalan bagi adopsi lebih luas terhadap aset digital di sektor keuangan pemerintah.

    Dengan langkah ini, Texas telah menempatkan dirinya sebagai pelopor dalam revolusi Bitcoin di tingkat negara bagian AS. Apakah keputusan ini akan memicu adopsi Bitcoin lebih luas di tingkat nasional? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis AS, Apa Itu?

    Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve atau Cadangan Bitcoin Strategis.

    Pengumuman ini disampaikan oleh David Sacks, yang ditunjuk Gedung Putih sebagai ‘Crypto Czar’, melalui platform X.

    Bitcoin dari Sitaan, Bukan Pembelian

    Berbeda dengan langkah El Salvador yang aktif membeli Bitcoin (BTC), Amerika Serikat tidak akan melakukan pembelian Bitcoin untuk menambah cadangannya.

    Sebaliknya, cadangan ini akan terdiri dari Bitcoin yang telah disita atau diserahkan dalam proses hukum, baik perdata maupun pidana.

    Dengan begitu, kebijakan ini tidak akan membebani pembayar pajak. Sacks menjelaskan bahwa pemerintah telah kehilangan lebih dari $17 miliar akibat penjualan Bitcoin yang terlalu dini.

    Dengan adanya strategi baru ini, pemerintah bertujuan untuk memaksimalkan nilai aset digital yang dimilikinya.

    Tidak Ada Altcoin dalam Cadangan Bitcoin Strategis

    Sementara itu, Ambcrypto melaporkan pada Jumat (7/3) bahwa perintah eksekutif ini juga memberikan kewenangan kepada Departemen Keuangan untuk merancang strategi pengadaan Bitcoin tambahan tanpa biaya tambahan bagi pembayar pajak.

    Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi altcoin seperti Ethereum (ETH), XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL).

    Sebelumnya, pemerintah telah memiliki U.S Digital Asset Stockpile, yang mencakup berbagai altcoin yang diperoleh dari proses hukum.

    Meski begitu, pemerintah tidak akan membeli altcoin tambahan untuk menambah cadangan ini.

    Dampak Pasar: Bitcoin dan Altcoin Mengalami Penurunan

    Pengumuman ini menimbulkan sentimen bearish di pasar kripto. Harga Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 4% dalam satu jam, dengan nilai perdagangan sekitar $86.185 dan kapitalisasi pasar mencapai $1,7 triliun.

    Altcoin seperti XRP dan Cardano (ADA) juga mengalami penurunan masing-masing 6,20% dan 6,57% dalam waktu satu jam setelah pengumuman.

    Meskipun grafik mingguan masih menunjukkan kenaikan, belum diketahui apakah tren ini akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

    Kebijakan baru ini menunjukkan pendekatan berbeda AS terhadap aset kripto dibandingkan dengan negara lain.

    Keputusan untuk hanya mempertahankan Bitcoin dari hasil sitaan dan tidak melakukan pembelian aktif mencerminkan strategi konservatif pemerintah dalam mengelola aset digitalnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Anjlok, Ini Dampaknya Terdahap Pasar

    Harga Ethereum (ETH) mengalami penurunan tajam, melewati batas kritis $2.000 akibat volatilitas pasar kripto yang meningkat.

    Data dari Coinglass yang dilansir pada Jumat (7/3) mencatat bahwa total likuidasi mencapai $47,87 juta dalam 24 jam terakhir, dengan pembeli melikuidasi $28,1 juta dan penjual menutup posisi pendek sebesar $19,7 juta.

    Meskipun begitu, beberapa investor besar memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi sebelum pertemuan White House Crypto Summit mendatang.

    Whale Ethereum Jual 40.000 ETH, Volume Perdagangan Turun 14%

    Akibatnya, aktivitas whale di pasar Ethereum menunjukkan penurunan signifikan. Berdasarkan data IntoTheBlock, jumlah transaksi whale berkurang drastis dari 13.400 menjadi 6.460 transaksi.

    Volume transaksi besar juga turun dari $11 miliar menjadi $5,5 miliar. Coinpedia menyebutkan bahwa penurunan tekanan whale ini terjadi setelah pergeseran keuntungan belum terealisasi menjadi negatif bagi pemegang besar ETH, terutama mereka yang memiliki antara 1.000 hingga 100.000 ETH.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 7 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 7 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Akumulasi Ethereum oleh Investor Besar

    Di tengah tren bearish, beberapa investor besar justru meningkatkan kepemilikan ETH mereka. Arkham Intel melaporkan bahwa dompet milik World Liberty Financial (WLF), yang didukung oleh Donald Trump, telah meningkatkan kepemilikan Ether-nya dari 2.500 menjadi 7.100 token dalam satu hari.

    Dengan nilai lebih dari $80 juta, langkah ini menandakan strategi akumulasi yang kuat menjelang White House Crypto Summit.

    Prediksi Harga ETH Selanjutnya

    Harga Ethereum sempat pulih ke $2.300 akibat tekanan beli, namun gagal menembus level resistensi utama di $2.530.

    Apabila harga terus bertahan di bawah garis EMA20 pada grafik 1 jam, kemungkinan besar ETH akan kembali turun ke $2.000.

    Namun, jika pembeli berhasil mendorong harga di atas $2.530, potensi kenaikan ke $2.935 terbuka lebar. Dengan level RSI yang berada di sekitar 45, ETH masih memiliki peluang untuk menguji ulang saluran resistensi.

    Pergerakan harga Ethereum ke depan sangat bergantung pada sentimen pasar dan minat beli dari investor besar di tengah ketidakpastian regulasi kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com