Tag: regulasi

  • Donald Trump Pimpin White House Crypto Summit, Kapan?

    Pada Jumat, 7 Maret 2025 mendatang, Gedung Putih akan menjadi tuan rumah untuk White House Crypto Summit pertama.

    Acara ini menjadi momentum penting dalam membentuk kebijakan masa depan terkait aset digital di Amerika Serikat (AS), termasuk industri kripto.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Coinpedia pada Senin (3/3), pertemuan ini menggantikan Crypto Advisory Council yang sebelumnya diusulkan, sekaligus membuka peluang bagi Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital dalam berkolaborasi langsung dengan industri kripto terkait isu-isu utama.

    Libatkan 25 Pemimpin Industri Kripto

    Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan memimpin diskusi serta memberikan pidato dalam acara ini.

    Para peserta yang diundang mencakup para pendiri, CEO, serta investor terkemuka dari industri kripto. Selain itu, anggota dari Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital juga akan turut serta dalam diskusi ini.

    Meskipun daftar tamu belum diungkap secara resmi, diperkirakan sekitar 25 tokoh utama dalam ekosistem kripto akan hadir.

    Tokoh-Tokoh Kunci dalam Diskusi

    Beberapa nama besar yang diperkirakan hadir termasuk David Sacks, yang dikenal sebagai “czar kripto” di Gedung Putih, serta Bo Hines, yang telah lama mendukung perkembangan regulasi kripto yang lebih jelas.

    Kehadiran mereka menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mendukung adopsi dan perkembangan aset digital di Amerika Serikat.

    Pendekatan Baru dalam Regulasi Kripto

    Alih-alih membentuk dewan penasihat tetap, Gedung Putih memilih untuk menggelar serangkaian pertemuan yang lebih fleksibel seperti ini.

    Strategi ini memberikan ruang lebih besar bagi interaksi langsung antara pemerintah dan para pemimpin industri.

    Selain itu, pendekatan ini dipandang sebagai langkah yang lebih adaptif dalam membentuk regulasi yang lebih relevan dan sesuai dengan dinamika industri kripto yang berkembang pesat.

    Dampak Besar bagi Industri Kripto

    White House Crypto Summit 2025 diharapkan dapat memunculkan diskusi mendalam yang berpotensi memengaruhi kebijakan di masa depan.

    Dengan meningkatnya adopsi kripto dalam arus utama ekonomi global, pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah AS berkomitmen untuk memberikan kepastian regulasi bagi para pelaku industri.

    Jika pertemuan ini membuahkan hasil positif, maka masa depan kripto di AS bisa lebih cerah dengan dukungan kebijakan yang lebih jelas dan terstruktur.

    White House Crypto Summit menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Dengan keterlibatan langsung Presiden Trump dan para pemimpin industri, diskusi ini dapat membawa dampak besar terhadap kebijakan masa depan serta peran aset digital dalam perekonomian AS.

    Sedangkan bagi para pelaku industri kripto, hasil dari pertemuan ini akan sangat menentukan arah perkembangan aset digital di tahun-tahun mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Kebijakan Trump: Pasar Kripto Anjlok $1 Triliun

    Pada awal Februari 2025, pasar mata uang kripto mengalami guncangan hebat akibat kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Langkah ini memicu aksi jual besar-besaran. Sehingga menyebabkan kapitalisasi pasar kripto menyusut hingga $1 triliun.

    Latar Belakang Kebijakan Tarif

    Benzinga menyebutkan bahwa pada 1 Februari 2025, Trump menandatangani perintah yang mengenakan tarif 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada, serta tarif 10% untuk barang-barang dari China.

    Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 4 Februari 2025, mencakup transaksi perdagangan senilai sekitar $1,6 triliun dari ketiga negara tersebut.

    Dampak Langsung pada Pasar Kripto

    Pengumuman tarif tersebut segera mempengaruhi pasar kripto. Bitcoin, mata uang kripto terbesar, mengalami penurunan rharga signifikan.

    Pada 2 Februari 2025 lalu, harga Bitcoin turun 7% menjadi $93.768 (Rp1,5 miliar), menurut data dari Coin Metrics.

    Sementara Ethereum, yang merupakan mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, ikut merosot 20% ke level terendah sejak November 2024.

    Reaksi Investor dan Analisis

    Jeff Park, Kepala Strategi di Bitwise Asset Management, menyatakan bahwa perang tarif yang berkelanjutan dapat berdampak positif bagi Bitcoin dalam jangka panjang karena potensi pelemahan dolar AS.

    Namun, dalam jangka pendek, Bitcoin cenderung diperdagangkan seperti aset berisiko dan merespons negatif terhadap ketidakpastian ekonomi.

    Pertanyaan tentang Masa Depan ‘Presiden Kripto’

    Kebijakan tarif Trump menimbulkan pertanyaan tentang masa depan era ‘Presiden Kripto’.

    Meskipun sebelumnya dianggap pro-kripto, langkah terbaru ini memicu ketidakpastian di kalangan investor.

    Beberapa analis menilai bahwa volatilitas pasar kripto akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan kebijakan perdagangan AS.

    Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Trump pada awal Februari 2025 memiliki dampak signifikan terhadap pasar mata uang kripto.

    Penurunan harga yang tajam mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kebijakan perdagangan global.

    Masa depan pasar kripto akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kebijakan ini berkembang dan respons investor terhadap ketidakpastian ekonomi yang ditimbulkannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Gelar White House Crypto Summit Perdana pada 7 Maret

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengadakan White House Crypto Summit pertama pada 7 Maret 2025 mendatang.

    Biberitakan oleh Cryptobriefing pada Minggu (2/3), acara ini bertujuan untuk menetapkan kerangka regulasi yang jelas bagi sektor aset digital sekaligus mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

    Regulasi dan Inovasi di Sektor Kripto

    Summit ini akan menghadirkan para pemimpin industri, CEO, investor, serta anggota Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital.

    David Sacks, yang menjabat sebagai AI & Crypto Czar di Gedung Putih, mengonfirmasi hal ini dalam pernyataan di platform X pada Jumat lalu.

    Langkah ini merupakan kelanjutan dari perintah eksekutif yang telah ditandatangani Trump untuk membentuk kelompok kerja internal guna menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam dunia kripto.

    Di bawah kepemimpinan Sacks, kelompok ini akan mengeksplorasi penciptaan serta regulasi cadangan aset kripto nasional dan kerangka kerja stablecoin.

    trump or biden
    Ilustrasi Bitcoin dan bendera Amerika Serikat. Sumber:

    Membatalkan Kebijakan Sebelumnya

    Selain itu, kebijakan baru ini juga sekaligus mencabut perintah eksekutif sebelumnya yang ditetapkan oleh mantan Presiden AS, Joe Biden.

    Kebijakan lama tersebut bertujuan untuk membangun kerangka regulasi kripto yang lebih ketat serta melarang pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) di Amerika Serikat.

    Dukungan terhadap Kebebasan Ekonomi Dalam siaran pers terbaru, Gedung Putih menekankan pentingnya mendukung inovasi serta kebebasan ekonomi melalui regulasi yang lebih jelas bagi sektor kripto.

    Pemerintahan Trump juga mengkritik kebijakan sebelumnya yang dianggap telah “mengadili secara tidak adil” industri aset digital.

    Dengan adanya White House Crypto Summit ini, diharapkan Amerika dapat memimpin perkembangan industri kripto secara global dengan pendekatan yang lebih pro-inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank-Bank Besar AS Bentuk Konsorsium Stablecoin Pembayaran

    Empat bank terbesar Amerika Serikat yang melibatkan JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo, dilaporkan tengah menjajaki proyek stablecoin bersama.

    Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk bersaing dengan platform aset digital yang semakin berkembang.

    Inisiatif ini bertujuan untuk memodernisasi sistem pembayaran dan memperkuat adopsi aset digital dalam infrastruktur perbankan tradisional.

    Baca Juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

    Kolaborasi Strategis dalam Dunia Keuangan Digital

    Menurut laporan dari The Wall Street Journal, pembicaraan awal melibatkan entitas seperti Early Warning Services (EWS), yang mengoperasikan jaringan pembayaran peer-to-peer Zelle, dan The Clearing House (TCH), yang menangani pembayaran real-time antarbank.

    EWS dimiliki bersama oleh tujuh bank besar AS, termasuk JPMorgan Chase, Bank of America, dan Wells Fargo, sementara TCH dimiliki oleh dua lusin bank terbesar dunia.

    Proyek stablecoin ini masih dalam tahap eksplorasi awal dan belum ada keputusan final.

    Namun, langkah ini mencerminkan keseriusan bank-bank besar dalam merespons pertumbuhan pesat aset digital dan kebutuhan akan sistem pembayaran yang lebih efisien dan modern.

    Tujuan dan Manfaat Proyek Stablecoin

    Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai tetap, biasanya dipatok pada mata uang fiat seperti dolar AS.

    Mereka digunakan secara luas oleh para pedagang kripto untuk memindahkan dana antar token. Dengan meluncurkan stablecoin bersama, bank-bank ini berharap dapat:

    • Meningkatkan Efisiensi Pembayaran: Mempercepat transaksi lintas batas dan rutin dengan biaya lebih rendah.
    • Memperluas Akses Keuangan: Memberikan alternatif pembayaran digital yang aman dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
    • Mempertahankan Daya Saing: Bersaing dengan platform aset digital dan teknologi keuangan baru yang menawarkan layanan serupa.

    Tantangan Regulasi dan Dukungan Politik

    Meskipun proyek ini menjanjikan, tantangan regulasi tetap menjadi perhatian utama. Saat ini, RUU Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins Act (GENIUS Act) sedang dibahas di Senat AS.

    RUU ini bertujuan untuk menetapkan kerangka kerja bagi penerbitan stablecoin oleh bank dan nonbank.

    Jika disahkan, undang-undang ini dapat memberikan kejelasan hukum yang dibutuhkan untuk meluncurkan stablecoin secara resmi.

    Selain itu, dukungan politik terhadap aset digital semakin meningkat. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyatakan dukungannya terhadap kripto, dengan tujuan mempromosikan adopsi arus utama dan meningkatkan dominasi dolar AS secara global.

    Langkah-Langkah Awal oleh Bank-Bank Besar

    Beberapa bank telah mengambil langkah awal dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital:

    • JPMorgan Chase: Meluncurkan JPM Coin, yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi antar klien institusional dalam jaringan internal bank.
    • Wells Fargo: Mengembangkan dan menguji coba Wells Fargo Digital Cash, stablecoin yang dirancang untuk penyelesaian internal dan pembayaran lintas batas dalam jaringan global bank.

    Langkah-langkah ini menunjukkan kesiapan bank-bank besar untuk mengintegrasikan teknologi baru demi meningkatkan layanan dan efisiensi operasional.

    Baca Juga: Société Générale Rilis Stablecoin Dolar Pertama di Ethereum

    Kolaborasi antara bank-bank besar AS dalam merancang stablecoin bersama menandai langkah signifikan dalam evolusi sistem keuangan digital.

    Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, mereka berupaya menciptakan sistem pembayaran yang lebih cepat, efisien, dan inklusif.

    Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan dukungan politik yang memadai.

    Jika berhasil, inisiatif ini dapat memperkuat posisi bank-bank tradisional dalam era digital dan memberikan alternatif yang kompetitif terhadap platform aset digital yang sudah ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Momen Langka! The Fed Pangkas Suku Bunga, Pesta Cuan Dimulai?

    The Federal Reserve (The Fed) baru saja membuat langkah besar pada 17 September 2025: pertama kalinya memangkas suku bunga acuan sejak Desember tahun lalu.

    Menurut laporan Bankless pada Kamis (18/9), pemangkasan ini sebesar 25 basis poin, membawa suku bunga kredit ke level 4,00%–4,25%.

    Meskipun kecil, keputusan ini mencerminkan perubahan signifikasi dari kebijakan moneter, dari tekanan atas inflasi menuju perhatian lebih besar pada pasar tenaga kerja yang melemah.

    Baca Juga: The Fed Revisi Strategi: Powell Buka Opsi Penurunan Suku Bunga

    Alasan “Risk Management Cut”

    Dalam konferensi pers setelah rapat kebijakan, Ketua Fed, Jerome Powell, menyebut bahwa pemangkasan ini adalah langkah “risk management“, sebuah upaya untuk menjaga risiko agar tidak berkembang menjadi krisis.

    Pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan: pertumbuhan pekerjaan melambat, pengangguran meningkat, dan upah stagnan.

    Fed menilai bahwa kondisi seperti ini cukup untuk mulai mengendurkan pengetatan moneter.

    Dua Pemangkasan Lagi Telah Diantisipasi

    Selain pemangkasan hari ini, Fed memproyeksikan akan ada dua pemotongan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

    Proyeksi ini muncul dalam “dot plot” mereka, grafik internal yang menunjukkan prediksi suku bunga di masa depan oleh anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

    Dampak untuk Pasar Finansial dan Crypto

    Langkah ini memberi sinyal bahwa Fed mulai beralih ke mode pelonggaran (easing). Beberapa efek langsung yang diamati:

    • Likuiditas ke aset risiko meningkat: Dengan suku bunga turun, instrumen seperti obligasi atau deposito kurang menarik, membuat investor lebih mencari laba di aset yang lebih berisiko—termasuk saham dan kripto.
    • Reaksi pasar: Saham dan aset teknologi menunjukkan respons positif sesaat. Namun, investor juga menjaga optimismenya, sambil memperhatikan proyeksi dan data tenaga kerja yang akan datang.
    • Politik & Sentimen Publik: Tekanan dari Gedung Putih, serta suara dissent dari anggota baru Fed, mencerminkan bahwa keputusan ini tidak lepas dari pengaruh politik. Meski demikian, Fed mencoba menegaskan bahwa keputusan bersifat independen dan berbasis data.

    Risiko dan Catatan Penting

    Inflasi masih berada di atas target 2%. Fed memperingatkan bahwa meski suku bunga akan dikurangi, mereka tetap mengawasi tekanan harga agar tidak kembali melonjak.

    Pasar tenaga kerja yang terlalu cepat melemah juga bisa memicu ekses pengangguran atau resesi ringan jika penurunan suku bunga dilakukan terlalu agresif.

    Dissent kecil dalam keputusan tersebut (oleh Stephen Miran) menunjukkan masih ada perbedaan pandangan dalam internal Fed, khususnya mengenai kecepatan dan besaran pemotongan selanjutnya.

    Implikasi untuk Investor Kripto

    Bagi pasar kripto, pemangkasan suku bunga biasanya dianggap “angin segar”.

    Dengan biaya pinjaman rendah, likuiditas bertambah, yang dapat memicu gelombang investasi ke dalam aset yang lebih berisiko, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya. Strategi “store of value” dan “risk-on” bisa muncul sebagai tema utama hingga akhir tahun.

    Baca Juga: Santiment: Aksi The Fed Bisa Jadi Alarm Bahaya Bagi Pasar Kripto

    Pemangkasan bunga 25 bps oleh Fed adalah titik balik penting di 2025.

    Tidak hanya menandai perubahan arah kebijakan moneter, tapi juga menandakan bahwa Fed kini lebih khawatir terhadap kondisi pasar tenaga kerja dibandingkan tekanan inflasi semata.

    Dengan dua pemotongan tambahan yang diproyeksikan, pasar global dan kripto bisa mendapatkan dukungan likuiditas yang lebih besar menuju akhir tahun.

    Langkah ini kemungkinan akan memperkuat aset berisiko dan memicu optimisme tinggi, tetapi investor tetap harus memantau data inflasi dan tenaga kerja dengan ketat—karena jika salah langkah, konsekuensinya bisa signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Menyerah? Regulasi Kripto Tak Lagi Keras

    Langkah baru tengah diambil oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat.

    Di bawah kepemimpinan Paul S. Atkins, SEC memperkenalkan agenda regulasi kripto ambisius yang siap merevolusi sistem keuangan: dari klarifikasi hukum hingga kerangka akses yang lebih luas bagi inovator digital.

    Baca Juga: Menanti Upaya SEC Membuka Pintu Besar untuk Revolusi Kripto

    Fase Baru: Regulasi yang Mendukung, Bukan Membatasi

    Dalam Regulatory Flex Agenda musim semi 2025, SEC menegaskan perubahan khusus: meninggalkan pendekatan keras era sebelumnya untuk lebih mendukung inovasi finansial, pembentukan modal, efisiensi pasar, dan perlindungan investor.

    Fokus utama kini adalah menghasilkan “jalan yang jelas” untuk issuance, custody, dan perdagangan aset kripto, sekaligus menyisihkan aturan baku yang memberatkan tanpa arah jelas.

    Agenda ini mencakup proposal penting seperti safe harbors bagi penawaran aset kripto, integrasi token digital ke dalam bursa efek nasional dan sistem perdagangan alternatif, serta penyederhanaan aturan broker-dealer agar ruang investasi digital bisa lebih mudah diakses.

    Project Crypto: SEC Bawa Pasar ke Era On-Chain

    Lebih jauh, SEC memperkenalkan Project Crypto, rencana strategis yang menyasar integrasi blockchain ke dunia modal tradisional.

    Langkah ini mencakup klasifikasi aset digital secara jelas antara security dan non-security, serta mendorong pengembangan “super-app”: platform terpadu yang menggabungkan trading, staking, dan lending dalam satu izin legal.

    Tujuannya pun sangat jelas, yakni untuk memudahkan tokenisasi aset tradisional dan mempercepat adopsi teknologi on-chain.

    Harmonisasi Regulasi: SEC dan CFTC Bersatu

    SEC juga bersinergi dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk menyelaraskan regulasi di pasar digital.

    Rencana diskusi bersama pada akhir September akan membahas pengaturan trading 24 jam, pasar prediksi (event betting), DeFi peer-to-peer, hingga margin portofolio dan derivatif kripto.

    Ini bisa menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai membentuk ekosistem regulasi terintegrasi untuk inovasi fintech.

    Ringkasan Agenda Penting SEC

    1. Safe harbor dan pengecualian untuk penawaran token—memudahkan startup kripto masuk pasar.
    2. Integrasi bursa: kripto bisa diperdagangkan di bursa saham nasional dan ATS.
    3. Broker-dealer modernisasi: aturan baru agar lembaga keuangan lebih mudah memfasilitasi aset digital.
    4. Simplifikasi proses pengumpulan modal: termasuk modal ventura dan perusahaan swasta.
    5. Kolaborasi lintas-regulator: CFTC dan SEC menyinkronkan kebijakan.
    6. Project Crypto: memformalkan ekosistem blockchain dalam hukum keuangan AS.

    Potensi Dampak dan Tantangan

    Agenda ini berpotensi mengubah lanskap kripto—dengan menciptakan kepastian hukum, menumbuhkan partisipasi institusional, dan memperkuat likuiditas pasar.

    Investor kini dapat mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari portofolio formal, bukan hanya aset spekulatif.

    Namun, tantangan tetap ada. Konsistensi dalam implementasi, kesiapan industri menghadapi regulasi baru, serta pengawasan risiko seperti pencucian uang dan manipulasi pasar tetap menjadi sorotan penting.

    Jadi, meski momentum positif terasa, jalan ke depan memerlukan kewaspadaan dan dialog berkelanjutan antar pemangku kepentingan.

    Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Petisi Bersama untuk Revisi Putusan XRP

    Dengan agenda ini, SEC tampak siap membuka era baru di mana kripto tidak lagi dianggap ancaman, melainkan mitra inovasi keuangan.

    Proposal seperti Project Crypto dan safe harbors menunjukkan bahwa regulasi pro-inovasi bukan sekadar retorika.

    SEC kini memasuki babak baru: bukan sebagai polisi yang mengurung, tetapi sebagai fasilitator yang membuka potensi keuangan digital—dengan aturan yang lebih cerdas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menanti Upaya SEC Membuka Pintu Besar untuk Revolusi Kripto

    Pada awal September 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menancapkan tonggak sejarah baru dalam regulasi aset digital.

    Dalam agenda regulasi terbaru mereka, SEC memperkenalkan serangkaian inisiatif yang tidak hanya akan menyederhanakan aturan, tapi juga membuka jalan bagi masuknya kripto ke perdagangan arus utama.

    Dari Penindakan ke Inovasi

    Ketua SEC, Paul Atkins, menegaskan bahwa ini adalah “hari baru” bagi lembaga tersebut, dengan fokus yang diperbarui pada mendukung inovasi, pembentukan modal, efisiensi pasar, dan perlindungan investor.

    Agenda musim semi 2025 ini menyoroti peraturan yang sedang dipertimbangkan terkait penawaran dan penjualan aset kripto, termasuk pemberian “safe harbors” dan pengecualian tertentu yang bertujuan memberikan kepastian hukum kepada pasar yang sebelumnya abu-abu.

    Baca Juga: Selamat! SEC Setujui ETF Kripto Multi‑Aset Untuk XRP, SOL, ADA

    Safe Harbor dan Deregulasi Broker-Dealer

    Salah satu perubahan radikal adalah usulan kerangka “safe harbor” yang mampu mengurangi beban regulasi bagi perusahaan kripto.

    Langkah ini memungkinkan startup kripto beroperasi dengan lebih leluasa: apakah dalam penawaran token seperti ICO, airdrop, atau reward jaringan—dengan kepastian hukum yang lebih besar.

    Selain itu, aturan broker-dealer dikaji ulang agar prosedur pelaporan dan kepatuhan tidak lagi membebani lembaga keuangan dalam domain kripto.

    Kripto di Bursa Terkurasi: ATS dan National Exchanges

    SEC tengah merancang perubahan terhadap Exchange Act, memungkinkan perdagangan aset kripto di sistem perdagangan alternatif (ATS) maupun bursa saham nasional.

    Ini akan menjadi perubahan fundamental: kripto tidak lagi hanya diperdagangkan di platform non-regulasi, tetapi bisa hadir di jalur resmi Wall Street.

    Reuters juga melaporkan bahwa agenda ini mencakup definisi baru penawaran digital aset serta potensi pengecualian atau safe harbor bagi perdagangan di bursa saham.

    Kolaborasi SEC dan CFTC: Klarifikasi di Zona Abu-Abu

    Pada 2 September 2025, SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengumumkan inisiatif bersama: memperjelas aturan bagi transaksi kripto spot ritel yang memanfaatkan leverage, margin, atau pembiayaan.

    Tujuannya adalah kolaborasi lintas-regulator agar risiko pasar dapat dikelola dengan lebih baik dan melindungi investor dari praktik-perikatan yang tidak jelas.

    Project Crypto: Transformasi Besar Menuju Integrasi On-Chain

    Sebelumnya, pada 31 Juli 2025, melalui inisiatif “Project Crypto,” SEC di bawah pimpinan Atkins memperkenalkan visi futuristik: menjadikan pasar AS bergerak on-chain.

    Rencana ini mencakup klasifikasi aset kripto, menuju kecocokan regulasi untuk DeFi, ekosistem all-in-one (trading, staking, lending), serta tokenisasi aset tradisional seperti saham dan reksa dana.

    Pendekatan ini jelas menunjukkan dorongan kuat ke arah integrasi digital finance dan teknologi blockchain.

    Mendorong Inovasi, Mengurangi Beban

    Keseluruhan agenda ini mencakup upaya mengurangi beban kepatuhan, menyederhanakan jalur pengumpulan modal (capital formation), serta memperbarui mekanisme pengungkapan dan audit yang selama ini dirasa berlebihan.

    Reforma ini dapat mendorong arus masuk modal institusional dan mendorong lahirnya inovasi tanpa hambatan regulasi tak jelas.

    Kenapa Ini Begitu Vital?

    Kepastian hukum bagi startup dan investor menjadi krusial, safe harbor, menjawab itu. Akses ke bursa arus utama memberi likuiditas dan legitimasi baru untuk aset digital.

    Selain itu, sinergi SEC–CFTC menunjukkan bahwa pemerintah bergerak menuju koordinasi yang efektif dalam zona abu-abu.

    Adanya Project Crypto menandakan era baru di mana sistem keuangan tradisional dan blockchain semakin terintegrasi.

    Baca Juga: Bitcoin Ungguli Wall Street: $86 Miliar Cadangan Kripto Korporasi

    Risiko dan Tantangan

    Meski penuh harapan, ada tantangan nyata. Apakah institusi keuangan global siap menerima perdagangan kripto di bursa?

    Apakah keamanan dan perlindungan investor tetap menjadi prioritas? Masa transisi ini juga akan diuji kemampuan legislasi dan implementasi di level federal maupun negara bagian.

    Dengan agenda ini, SEC sedang menuntun kripto dari zona “divisi pengejaran hukum” ke “zona kolaborasi dan inovasi.”

    Jika ketentuan ini terealisasi, era baru integrasi kripto ke Wall Street kemungkinan besar akan terbuka lebar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Revisi Strategi: Powell Buka Opsi Penurunan Suku Bunga

    Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, kembali mencuri perhatian dalam pidatonya di Symposium Ekonomi Tahunan Jackson Hole, Wyoming.

    Dalam sorotan utama, ia membuka peluang untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, sambil memperkenalkan kerangka kebijakan baru yang mencerminkan perubahan konteks ekonomi pasca-pandemi.

    Powell menyampaikan bahwa ia melihat pergeseran risiko dalam perekonomian AS: sisi inflasi tetap mengganas, sementara pasar kerja menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang signifikan.

    Ia menyebut kondisi ini sebagai “situasi menantang” yang memerlukan penyesuaian kebijakan. Meskipun belum berlaku, Powell mengatakan bahwa suku bunga yang saat ini berada di zona restriktif bisa saja turun dengan hati-hati ke depan.

    Pernyataan ini langsung direspons positif oleh pasar: saham melesat, obligasi reli, dan dolar melemah. Pasar kini memperkirakan kemungkinan sekitar 85–90% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan penting mereka pada 16–17 September.

    Baca Juga: The Fed Ingatkan Bank: Tolak Blockchain, Takluk di Era Digital

    Sebagai respons, pasar obligasi Amerika menanggapi nada dovish Powell dengan performa kuat:Yield obligasi AS tenor 2 tahun merosot ke 3,689%, level terendah sejak 13 Agustus. Harmonisasi pasar luar biasa, sementara imbal hasil pasar saham melesat.

    Kerangka Kebijakan Baru: Menggeser Fokus dan Bahasa

    Dalam pidatonya, Powell juga memperkenalkan revisi besar terhadap kerangka kebijakan moneter The Fed. Kerangka baru ini meninggalkan pendekatan sebelumnya yang mengedepankan strategi “makeup”.

    Ini merupakan kondisi di mana inflasi di atas target dimaklumi untuk mengompensasi periode inflasi rendah, dan bahasa mengenai “shortfalls” (ketidakcukupan).

    Kerangka sekarang menekankan target fleksibel, dan mengutamakan stabilitas harga serta lapangan kerja tanpa jargon yang membingungkan.

    Perubahan ini mencerminkan pelajaran dari era pandemi: tingkat suku bunga yang rendah tak selalu menjadi jawaban.

    Krisis inflasi yang terjadi pasca-pandemi memaksa The Fed memperingatkan bahwa era suku bunga hampir nol bisa menjadi hal yang usang.

    Model baru bertujuan menjaga ekspektasi inflasi tetap terjaga, sembari tetap fokus pada mandat ganda: stabilitas harga dan penuhnya lapangan kerja.

    Tarif dan Upah: Gejolak yang Perlu Diantisipasi

    Powell menyoroti dampak kenaikan tarif impor terhadap harga konsumen mencatat bahwa kenaikan tarif mulai terlihat di kategori barang, mendorong tekanan inflasi jangka pendek.

    Meskipun ia berharap dampak ini hanya “sekali saja” (one-time shift), durasinya masih sulit diprediksi dan bisa mempengaruhi ekspektasi inflasi dan upah.

    Namun, karena pasar tenaga kerja memiliki margin yang belum terlalu longgar, Powell menilai risiko dinamika upah-harga tidak besar.

    Politik dan Kebebasan The Fed

    Pidato Powell juga terjadi di tengah tekanan politik, terutama dari Presiden Trump yang mengkritik The Fed dan bahkan menuntut pengunduran diri Gubernur Lisa Cook.

    Powell menegaskan bahwa kebijakan The Fed tetap akan berdasarkan data, bukan tekanan politik.

    Dampak bagi Konsumen dan Publik

    Dampak dari sinyal penurunan suku bunga tidak hanya terasa di pasar finansial. Sektor perbankan dan konsumen juga bakal mendapat ringannya biaya pinjaman: bunga kartu kredit, KPR, dan pinjaman pribadi berpotensi turun.

    Hal ini bisa mendorong belanja dan investasi, sekaligus membantu pekerja berpendapatan rendah dalam mengatasi beban ekonomi.

    Baca Juga: Bitcoin Bergerak Stabil Menjelang Keputusan The Fed

    Pidato Powell di Jackson Hole menandai titik balik kebijakan The Fed: dari menahan laju inflasi dengan keras, kini membuka kemungkinan penurunan suku bunga.

    Meski penuh tantangan dari tarif yang memicu inflasi hingga kondisi pasar kerja yang tak biasa, The Fed tampil lebih fleksibel dengan kerangka strategi baru.

    Apabila data ekonomi mendukung, kebijakan longgar dapat segera dijalankan, memberi harapan bahwa perekonomian AS segera berangsur stabil tanpa mengabaikan stabilitas harga.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Ingatkan Bank: Tolak Blockchain, Takluk di Era Digital

    Federal Reserve alias The Fed melalui Michelle Bowman selaku Wakil Ketua Pengawas, menegaskan dalam Wyoming Blockchain Symposium (19 Agustus 2025) bahwa bank-bank tradisional harus segera mengadopsi blockchain atau berisiko menjadi tidak relevan.

    Bowman menyampaikan bahwa kini bukan saatnya lagi para regulator dan institusi keuangan mengedepankan skeptisisme berlebihan.

    Dunia bergerak cepat, dan teknologi seperti blockchain bukan hanya tren, melainkan peluang yang mesti dirangkul agar bank tetap berada di jantung sistem keuangan.

    Baca Juga: The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

    Tokenisasi: Praktik Segera dengan Manfaat Nyata

    Menurut laporan Crypyoslate pada Jumat (22/8), satu aplikasi paling mendesak dari blockchain adalah tokenisasi aset.

    Melalui teknologi ini, aset dapat ditransfer secara digital tanpa perantara tradisional untuk meniadakan proses manual yang memicu latensi dan meningkatkan risiko operasional.

    Bowman mendorong kebijakan regulasi yang mendukung masalah ini agar tokenisasi bisa lepas dari lintasan pilot project dan menjadi arus utama di sektor keuangan.

    cara transfer crypto di jaringan blockchain

    Blockchain: Kunci Anti-Kecurangan

    Bowman mengatakan, blockchain juga menyimpan potensi untuk mereduksi tindakan fraud, seperti pencurian identitas dan scam, karena sifatnya yang transparan

    Menurut Bowman, jika teknologi ini terbukti mencegah kejahatan finansial, regulator wajib mendukung implementasinya, bukan justru menghambat.

    Siapa Cepat, Dia yang Bertahan

    Selain itu, Bowman memperingatkan bahwa pilihan tidak lagi bersifat opsional.

    “Jika bank tidak bergerak, mereka bisa bypassed oleh teknologi baru dan kehilangan signifikansi di ekosistem keuangan,” tutur Bowman.

    Dengan dukungan terhadap tokenisasi, kebijakan antiperspektif kripto, dan penghilangan hambatan reputasional terhadap bank yang melayani industri digital asset, The Fed memperlihatkan arah baru: dari penanganan konservatif menuju adaptasi proaktif.

    Kebijakan Kunci

    Fokus Konten Singkat
    Mindset Regulator Dari skeptis menjadi kolaboratif terhadap teknologi baru.
    Tokenisasi Transfer aset digital lebih efisien tanpa perantara tradisional.
    Pencegahan Fraud Blockchain sebagai mekanisme proteksi finansial yang efektif.
    Regulasi Reputasi Reputational risk tidak lagi menjadi hambatan layanan bank ke industri kripto.

    Baca Juga: Ketua The Fed Dukung Keterlibatan Bank AS dalam Aktivitas Kripto

    Dengan demikian, apa yang dimulai sebagai sinyal samar di dalam pidato Bowman kini berubah menjadi dorongan formal untuk membuka jalan blockchain dan tokenisasi sebagai bagian penting masa depan institusi keuangan.

    Jika bank gagal adaptasi, kata Bowman, mereka berisiko digeser inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menatap Masa Depan Stablecoin: Partisipasi Publik Dalam GENIUS Act

    Departemen Keuangan AS baru saja membuka ruang partisipasi publik dalam merancang regulasi stablecoin melalui undangan komentar atas GENIUS Act.

    Menurut laporan Cointelegraph pada Selasa (19/8), Upaya pemerintah AS ini dinilai sebagai sebuah langkah penting dalam konsolidasi aset digital.

    Panggilan Publik untuk Mengimplementasikan GENIUS Act

    Pada 18 Agustus 2025, Departemen Keuangan AS resmi mengumumkan permintaan komentar publik terkait pelaksanaan Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act, yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Trump pada 18 Juli.

    Komentar publik dapat diajukan hingga 17 Oktober 2025 melalui situs resmi pemerintahan, sebagai bagian dari kewajiban regulasi aktif.

    Tujuan utama pengumpulan masukan ini adalah menemukan metode inovatif, seperti API, AI, digital ID, atau pengawasan blockchain untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas keuangan ilegal yang melibatkan aset digital, sesuai ketentuan UU.

    Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Digital ID, AI, dan Smart Contracts: Masa Depan Kepatuhan

    Salah satu skema menarik adalah integrasi digital identity verification dalam smart contract DeFi, yang memungkinkan protokol otomatis memverifikasi identitas pengguna sebelum transaksi dilakukan.

    Sekadar informasi, ini adalah representasi nyata integrasi KYC dan AML langsung dalam layer blockchain.

    Langkah ini disebut-sebut dapat menekan biaya kepatuhan sambil menjaga privasi dan keamanan data, meski masih menyisakan tantangan etis dan teknis.

    Genius Act

    Kerangka Regulasi Baru: Genangan Stabilitas dan Kekhawatiran Dominasi

    GENIUS Act adalah regulasi federal pertama yang secara khusus mengatur stablecoin (token kripto yang dipatok dengan dolar AS) dan memberikan jalur legal bagi lembaga keuangan untuk mengeluarkannya.

    Rangkaian UU pelengkap yang sudah disahkan mencakup Stablecoin Transparency and Accountability (STABLE) Act, serta pembatasan CBDC (Central Bank Digital Currency), menunjukkan bahwa Kongres membentuk fondasi hukum baru di industri kripto.

    Dampak Makro: Mendorong Adopsi atau Melembagakan Risiko?

    UU ini dianggap jadi tonggak baru dalam elevasi stablecoin menuju mainstream.

    Sektor keuangan tradisional seperti Bank of America, JP Morgan, dan Citi telah menunjukkan keseriusan untuk terlibat—apakah sebagai penerbit stablecoin atau infrastruktur pendukung.

    Meski demikian, pengawas konsumen menyuarakan kekhawatiran soal potensi konflik kepentingan, terutama jika produk stablecoin diluncurkan oleh entitas besar atau tokoh politisi aktif.

    Selain itu, perbedaan aturan antara penerbit swasta dan lembaga terdaftar masih jadi titik kelemahan regulasi.

    Baca Juga: Larangan Imbal Hasil Stablecoin: UU GENIUS, Alternatif Tokenisasi TradFi

    Antara Inovasi dan Kontrol

    Pendekatan “komentari dulu, undangkan belakangan” memperlihatkan karakter legislatif inovatif: bukan hanya memberi kepastian hukum, tapi juga mengundang kolaborasi.

    Pembaruan ini memungkinkan masyarakat sipil dan pelaku industri menyuarakan pandangan tentang efektivitas teknologi deteksi kejahatan digital.

    Setelah periode komentar berakhir, Departemen Keuangan akan merangkum rekomendasi dan menyampaikannya ke Senate Banking Committee dan House Financial Services Committee

    Kenapa Ini Berarti untuk Publik dan Industri?

    1. Stabilitas Pasar Stablecoin – Regulasi jelas bakal meningkatkan kepercayaan, memperlancar adopsi stablecoin dalam transaksi sehari-hari.
    2. Integrasi Teknologi dalam Kepatuhan – AI, blockchain monitoring, dan verifikasi digital menjadi tumpuan utama menuju sistem finansial digital yang lebih aman.
    3. Model Kolaborasi Pemerintah-Khusus – Pendekatan ini bisa menjadi blueprint pembuatan kebijakan kripto di masa depan yang lebih transformatif dan responsif.

    Dengan membuka peluang kontribusi publik, AS memperkuat arah menuju sistem keuangan digital yang inklusif dan diasah teknologi.

    Namun keberhasilan GENIUS Act tidak hanya tergantung pada teks hukum, tapi juga komitmen kolektif dalam memastikan stablecoin menjadi alat intermediasi yang aman, transparan, dan inovatif.

    Jika Anda atau organisasi Anda tertarik dalam digital assets, ini adalah kesempatan untuk ikut merancang masa depan regulasi keuangan digital. Mari manfaatkan momentum ini untuk menciptakan ekosistem stablecoin yang kuat dan terpercaya!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com