Tag: ripple

  • XRP Tinggal 3% Lagi Sebelum Ambruk? Sinyal dari Whale Mulai Muncul

    Aset kripto XRP berada di titik krusial. Harganya kini hanya berjarak sekitar 3% dari level support penting di kisaran US$1,94 yang, jika jebol, berpotensi memicu koreksi lebih dalam. Namun di tengah struktur teknikal yang cenderung bearish, sebuah sinyal on-chain langka dari pemegang jangka panjang (long-term holders) mulai memberi harapan akan kemungkinan pantulan harga.

    Dalam sepekan terakhir, XRP tercatat sebagai salah satu aset berkapitalisasi besar (large cap) dengan kinerja terlemah. Harga XRP turun sekitar 1,1% dibanding kemarin dan sudah melemah hampir 11% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan ini terjadi ketika grafik harga membentuk pola breakdown yang berat, meski satu indikator on-chain justru berbalik menguat dan kini menjadi penahan penting sebelum terjadi penurunan lanjutan.

    XRP Bergerak di Bawah Tren Turun, Support US$1,94 Jadi Penentu

    Secara teknikal, XRP masih bergerak di bawah garis tren menurun (descending trend line) yang membentuk batas atas dari struktur mirip segitiga melebar. Di sisi bawah, area sekitar US$1,94 bertindak sebagai “lantai” atau base dari pola tersebut. Kombinasi ini secara umum dipandang sebagai pola yang cenderung bearish.

    Apabila harga menembus dan ditutup di bawah US$1,94, maka pola tersebut akan terkonfirmasi sebagai breakdown lanjutan dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Saat ini, XRP hanya berjarak sekitar 3% dari pengujian ulang level penting tersebut.

    Dari sisi teknikal lainnya, XRP juga telah menembus beberapa level Fibonacci penting. Breakdown pertama terjadi di sekitar level 0,5 Fibonacci di US$2,19, disusul penurunan di bawah area US$2,10. Zona penyangga berikutnya berada di kisaran US$1,99 hingga US$1,94 yang saat ini sedang diuji pasar.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Cluster 1,79 Miliar XRP Jadi “Tembok” Terakhir Sebelum Jatuh Lebih Dalam

    Data on-chain memperkuat pentingnya area ini. Peta biaya perolehan (cost-basis heatmap) menunjukkan di mana sebagian besar XRP awalnya dibeli, yang umumnya membentuk zona support atau resistance kuat.

    Saat ini, cluster terbesar berada di rentang harga US$1,96–US$1,97. Di kisaran ini, terdapat sekitar 1,79 miliar XRP yang sebelumnya dibeli oleh para investor. Selama harga masih bertahan di atas area tersebut, cluster ini dapat berfungsi sebagai support on-chain yang kuat.

    Namun, jika XRP turun di bawah US$1,96 dan terutama menembus US$1,94, maka hampir seluruh cluster tersebut akan berada dalam kondisi “merugi” (underwater). Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual bisa meningkat dan mempercepat penurunan harga menuju zona dukungan besar berikutnya, yang diproyeksikan berada di sekitar US$1,81.

    Baca juga: Harga XRP Bisa Meledak ke $2,60 di Desember 2025? Ini Skenario Bull

    Sinyal Langka: Pemegang Jangka Panjang Kembali Akumulasi XRP

    Di tengah tekanan teknikal tersebut, satu indikator on-chain justru memberikan sinyal berbeda. Data Holder Net Position Change, yang memantau pergerakan token dari dompet pemegang jangka panjang, menunjukkan perubahan drastis dalam dua hari terakhir.

    Selama 29 hari berturut-turut, indikator ini mencatat bar merah, menandakan pemegang jangka panjang terus mendistribusikan (menjual atau memindahkan) XRP mereka. Namun pada 1 Desember, metrik ini berbalik hijau untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan.

    Posisi bersih pemegang jangka panjang berubah dari –83,9 juta XRP pada 30 November menjadi +42,05 juta XRP. Pergeseran sekitar 150% dari arus keluar (net outflow) menjadi arus masuk (net inflow) ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai kembali menambah kepemilikan XRP mereka.

    Perubahan ini menjadi sinyal awal bahwa sebagian pemegang besar (whale dan long-term holders) mulai menguji kekuatan zona support saat ini dan berpotensi bersiap terhadap skenario pantulan harga (rebound) dari area tersebut.

    Skenario Lanjutan: Rebound atau Koreksi Lebih Dalam?

    Dilaporkan BeInCrypto, arah pergerakan XRP dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh nasib level US$1,94–US$1,97. Ada dua skenario utama yang kini diperhatikan pelaku pasar:

    1. Skenario Bearish – Breakdown Terkonfirmasi
      • Jika harga XRP ditutup di bawah US$1,94, struktur breakdown akan terkonfirmasi.
      • Tekanan jual dari cluster 1,79 miliar XRP yang “terjebak” di atas harga bisa meningkat.
      • Target penurunan berikutnya mengarah ke sekitar US$1,81 sebagai zona support besar selanjutnya.
    2. Skenario Bullish Terbatas – Rebound dari Support
      • Jika zona US$1,94–US$1,97 bertahan dan pemegang jangka panjang terus menambah posisi, XRP berpeluang melakukan rebound jangka pendek.
      • Level US$1,99 menjadi rintangan pemulihan (recovery barrier) pertama yang perlu ditembus dan dipertahankan. Menjaga harga di atas level ini penting untuk menghindari koreksi yang lebih dalam.
      • Untuk membentuk rebound yang lebih kuat dan mengurangi tekanan jual jangka menengah, XRP perlu menembus area sekitar US$2,28. Di level ini, harga akan keluar dari garis tren menurun dan mengurangi dominasi tekanan jual yang selama ini menahan kenaikan.

    Saat ini, harga XRP terjepit antara support on-chain terkuat dalam jangka pendek dan garis tren turun yang menjadi resistance. Apakah akumulasi baru dari pemegang jangka panjang cukup kuat untuk menahan potensi breakdown di bawah US$1,94 akan menjadi faktor penentu arah pergerakan XRP selanjutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Bisa Meledak ke $2,60 di Desember 2025? Ini Skenario Bull

    XRP memasuki bulan Desember 2025 dalam posisi serba tanggung: aliran dana masuk ke ETF kian kuat, tetapi tekanan jual dari pemegang jangka panjang dan zona resistensi tebal di sekitar $2,46 masih menahan reli harga koin ini.

    Per 30 November 2025, harga XRP diperdagangkan di kisaran $2,196, bangkit dari pelemahan hampir 13% sepanjang November. Meski Desember selama ini kerap dianggap bulan yang “ramah” bagi XRP, data historis dan kondisi pasar saat ini menunjukkan gambaran yang jauh lebih kompleks.

    Desember Biasanya Kuat, Tapi Data Nyata Tak Semanis Itu

    Secara rata-rata jangka panjang, Desember terlihat sangat bullish bagi XRP dengan kenaikan rata-rata sekitar 69,6%. Namun, angka ini sangat terdorong oleh reli besar +818% pada 2017, sehingga tidak mencerminkan pola normal.

    Jika hanya melihat beberapa tahun terakhir, performa Desember jauh lebih jinak:

    • 2024: +6,94%
    • 2023: +1,62%

    Koreksi hampir 13% pada November 2025 membuat banyak trader meragukan apakah “magis Desember” masih relevan untuk tahun ini, terutama ketika pasar kripto yang lebih luas juga bergerak tidak terlalu agresif.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    ETF Jadi Mesin Uang Baru, Tapi Bukan Jaminan Tanpa Risiko

    Di tengah keraguan itu, permintaan institusional via ETF muncul sebagai faktor baru yang bisa mengubah pola pergerakan harga XRP di Desember.

    Ray Youssef, CEO platform NoOnes, menilai Desember 2025 berpotensi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena adanya aliran dana institusional tersebut.

    “Desember kemungkinan besar akan terlihat sangat berbeda untuk XRP tahun ini, terutama karena permintaan institusional kini sudah hadir… XRP memasuki bulan ini dengan momentum dari hype ETF, yang sejak awal langsung menarik minat dan modal institusional dalam jumlah besar,” ujarnya.

    Youssef mencatat XRP tengah menikmati rangkaian arus masuk ETF selama beberapa hari berturut-turut dengan total lebih dari $640 juta. Menurutnya:

    “Keberlanjutan inflow ETF kini kemungkinan akan menjadi tailwind utama bagi pergerakan harga XRP di Desember.”

    Meski demikian, Youssef menegaskan risiko tetap besar. Jika sentimen pasar kripto melunak dan aliran dana ETF berbalik:

    “Jika kondisi pasar yang lebih luas melemah dan arus ETF berbalik, XRP kemungkinan akan mengikuti pergerakan BTC dan ETH dan kembali menguji $2,” tambahnya.

    Dengan demikian, hubungan antara ETF dan XRP di Desember dapat digambarkan sebagai peluang sekaligus ancaman: kuat selama inflow bertahan, rapuh jika sentimen institusional berbalik arah.

    On-Chain: Pemegang Lama Justru Jualan, Bukan Akumulasi

    Dari sisi on-chain, sinyal yang muncul belum sepenuhnya mendukung skenario Desember yang sangat bullish. Data HODL Waves menunjukkan pemegang jangka panjang justru mengurangi kepemilikannya.

    Dalam sebulan terakhir:

    • Kelompok 1–2 tahun turun dari 9,72% menjadi 8,516% dari suplai beredar.
    • Kelompok 2–3 tahun turun dari 14,80% menjadi 14,251%.

    Perubahan ini tampak kecil secara persentase, tetapi penting karena kedua kelompok ini memegang porsi besar suplai XRP. Tekanan jual dari mereka cenderung melemahkan setiap upaya kenaikan harga.

    Youssef juga menyoroti hal ini:

    “Pemegang jangka panjang masih mengendalikan bagian suplai yang tidak proporsional… XRP baru bisa mencatat kenaikan signifikan di Desember jika permintaan institusional cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual dari pemegang jangka panjang,” tegasnya.

    Tembok Jual di $2,46 Jadi Kunci: Menembus atau Terbanting Turun

    Dilaporkan BeInCrypto, secara teknikal, XRP menghadapi zona resistensi berat di sekitar $2,445–$2,460, yang merupakan area dengan konsentrasi harga pokok (cost basis) terbesar, sekitar 1,749 miliar XRP. Area ini sebelumnya juga sudah beberapa kali berperan sebagai resistensi.

    Saat ini harga bergerak di sekitar $2,196, tepat di atas pola double bottom dengan dua pantulan di area $1,772 (satu di Oktober dan satu di akhir November). Pola ini memberi dasar bagi potensi pemulihan jangka pendek, tetapi beberapa level krusial harus ditembus:

    • Resistensi awal: $2,307
    • Level breakout utama: $2,459–$2,460

    Penutupan harian yang bersih di atas $2,459 dinilai membuka jalan ke zona berikutnya di sekitar $2,60–$2,61, yang bertepatan dengan:

    • Level Fibonacci 0,618,
    • Cluster cost basis,
    • Target yang disebutkan Youssef sendiri.

    “Target yang lebih realistis untuk Desember adalah $2,60. Breakout yang jelas di atas $2,60 akan menjadi indikasi kuat pertama adanya pergeseran bullish,” katanya.

    Dua Skenario Besar Harga XRP di Desember 2025

    Pada titik ini, pergerakan harga XRP di Desember 2025 mengerucut pada dua skenario utama:

    1. Skenario Bullish – ETF Terus Deras, Resistensi Jebol
      • Inflow ETF tetap kuat dan stabil.
      • Harga menembus $2,307, lalu $2,459, dan mengarah ke $2,60–$2,61.
      • Breakout di atas $2,60 menjadi sinyal awal pergeseran tren bullish yang lebih meyakinkan.
    2. Skenario Bearish – ETF Melemah, Ikut Terseret BTC & ETH
      • Inflow ETF melambat atau berbalik arah.
      • Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi lanjutan di Desember, dan XRP ikut tertekan.
      • Level yang perlu diawasi adalah $2,119; penutupan di bawahnya berpotensi membuka jalan kembali ke support $1,772.

    Bagi pelaku pasar, Desember 2025 menjadi bulan penentuan: apakah XRP akhirnya mampu menembus “tembok” $2,46 dan mengonfirmasi target $2,60–$2,61, atau justru kembali terkunci pada pola lama, mengikuti arus besar Bitcoin dan Ethereum ke kisaran harga yang lebih rendah.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Stagnan di $2,2, Ternyata Ada Permainan Besar di Balik Layar

    Pasar kripto sedang ramai membicarakan XRP. Meski harganya bertahan di kisaran $2,2, minat institusional justru terus melonjak seiring masuknya dana baru ke Spot XRP ETF dari berbagai penerbit. Namun, di balik ramainya arus modal ini, pergerakan harga XRP justru terlihat tidak biasa, terlalu tenang.

    Seorang analis komunitas XRP, Pumpius, mencoba mengurai kejanggalan tersebut melalui sebuah thread panjang di X. Menurutnya, apa yang terlihat di grafik saat ini belum mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

    ETF Tak Bisa Beli XRP Langsung, Pasar Terpaksa Jadi Ajang Rebutan

    Pumpius menyoroti satu aturan yang jarang dibahas: manajer ETF dilarang membeli XRP langsung dari Ripple atau escrow yang menyimpan cadangan besar token tersebut.

    Dengan kata lain, semua ETF wajib membeli XRP langsung dari pasar terbuka—bersaing dengan trader ritel, investor besar, dan spekulan.

    Konsekuensinya, likuiditas di pasar menjadi rebutan.

    Data terbaru menunjukkan pasokan XRP di bursa mulai menurun. CryptoQuant melaporkan cadangan XRP di Binance turun ke level terendah dalam beberapa bulan, yakni hanya 2,7 miliar token minggu ini.

    Artinya, tekanan pada likuiditas bukan teori, melainkan sudah terjadi saat ini.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 30 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 30 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sinyal Supply Squeeze: Ripple Menahan Pasokan

    Di saat ETF menyerap XRP dari pasar terbuka, Ripple justru memperketat suplai.

    Setiap bulan memang dibuka 1 miliar XRP dari escrow, namun Ripple hampir selalu mengembalikan 700–800 juta token kembali ke escrow.

    Ripple hanya melepas jumlah yang dianggap perlu untuk menjaga likuiditas. Sejak ETF disetujui, perusahaan ini tidak menambah tekanan jual ke pasar.

    Menurut Pumpius, kondisi ini menciptakan pola unik:

    • ETF menyerap pasokan beredar
    • Ripple menahan suplai baru
    • Exchange terus kehilangan stok

    Hasil akhirnya adalah pengetatan suplai yang pelan namun stabil, dan efeknya belum terlihat di harga.

    Pumpius menyebut fase ini sebagai structural supply shock in progress, sebuah guncangan suplai yang suatu saat dapat memicu lonjakan harga signifikan.

    Baca juga: XRP ETF Raup Dana Segar $643 Juta di Bulan Pertama, Permintaan Naik

    Ripple Terus Ekspansi di Balik Layar

    Dilaporkan Trading View, Ripple juga memperkuat fondasi jangka panjang XRP. Contoh terbaru adalah regulator keuangan Abu Dhabi yang secara resmi mengakui RLUSD sebagai token yang direferensikan fiat. Langkah ini memperluas legitimasi ekosistem Ripple.

    Kesimpulan: Pasar Tenang, Mesin XRP Sedang Dipanaskan

    Dari aturan ETF yang memaksa pembelian di pasar terbuka, penurunan stok XRP di bursa, hingga konservatifnya pelepasan suplai oleh Ripple, seluruh sinyal mengarah pada pasokan yang makin ketat di tengah permintaan yang meningkat.

    Jika benar apa yang disampaikan Pumpius, ketenangan harga XRP saat ini bisa jadi merupakan fase sebelum pergerakan besar terjadi. Waktu yang akan menentukan seberapa besar dampaknya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP ETF Raup Dana Segar $643 Juta di Bulan Pertama, Permintaan Naik

    Produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP mencatat debut sensasional. Dalam satu bulan pertama sejak diluncurkan, ETF tersebut sukses mengumpulkan $643,92 juta atau sekitar Rp10 triliun (kurs Rp16.000) dalam bentuk net inflow, berdasarkan data SoSoValue.

    Total aset ETF XRP kini mencapai $676,49 juta, setara 0,50% kapitalisasi pasar XRP, menunjukkan masuknya arus dana institusional secara agresif meski kondisi pasar kripto tengah bergejolak.

    Inflow Harian Stabil, Dua Hari Cetak Rekor Besar

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 29 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 29 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Arus dana masuk tercatat positif hampir setiap hari, dengan dua sesi penguatan tertinggi:

    • 14 November: $243,05 juta
    • 24 November: $164,04 juta

    Lonjakan ini menunjukkan minat kuat investor besar yang terus menambah eksposur pada XRP melalui instrumen ETF yang lebih terregulasi.

    Volume Perdagangan Tetap Tinggi di Tengah Volatilitas XRP

    Dilaporkan BeInCrypto, empat manajer aset besar—Grayscale, Franklin Templeton, Bitwise, dan Canary, menjadi motor utama tingginya aktivitas perdagangan ETF XRP di bursa AS. Bersama-sama, mereka mendorong total kepemilikan ETF mencapai lebih dari 0,5% suplai beredar XRP.

    Pada 26 November, nilai transaksi ETF XRP mencapai $38,12 juta hanya dalam satu hari.
    Namun, di pasar spot, harga XRP tetap berfluktuasi dan bergerak sekitar $2,23.

    Baca juga: ETF Masuk Hampir $800 Juta, Tapi XRP Masih Diam Aja

    Institusi Masih Akumulasi: 9 dari 10 Hari Inflow Naik

    Dalam sepuluh sesi terakhir, sembilan hari di antaranya mencatat inflow positif, termasuk $21,81 juta pada 26 November.
    Tren ini mengisyaratkan institusi masih aktif membangun posisi, sekaligus mengurangi suplai likuid di pasar karena aset ETF dipindahkan ke penyimpanan regulasi.

    Franklin Templeton melaporkan telah memegang 32,04 juta XRP hingga 25 November, menegaskan akumulasi yang terus berjalan.

    Persaingan ETF XRP Semakin Ketat

    Di tengah lonjakan permintaan, manajer aset lain mulai memasuki arena.
    21Shares dikabarkan akan meluncurkan ETF XRP spot pada Senin mendatang, sementara aplikasi WisdomTree masih menunggu persetujuan regulator.

    Di sisi lain, beberapa altcoin lain yang juga mendapatkan persetujuan ETF, seperti Dogecoin, HBAR, dan Litecoin, tidak menunjukkan minat serupa.

    ETF Dogecoin besutan Bitwise dan Grayscale hanya menarik sekitar $2 juta dalam 48 jam pertama, jauh di bawah performa XRP.

    Bulan pertama peluncuran ETF XRP menampilkan sinyal kuat bahwa minat institusional terhadap aset kripto ini makin menguat, meski pasar global masih bergejolak. Dengan masuknya pemain baru dan inflow yang terus berlanjut, XRP tampaknya memasuki fase baru sebagai salah satu aset kripto dengan adopsi institusional paling cepat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Masuk Hampir $800 Juta, Tapi XRP Masih Diam Aja

    Meskipun institusi besar sedang agresif membeli XRP melalui ETF baru, harga XRP justru tetap datar. Kini semakin banyak trader mulai mempertanyakan apakah ada masalah besar yang sedang menahan Ripple.

    Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari enam ETF berbasis XRP resmi diluncurkan, dengan total aset hampir 800 juta dolar. Secara teori, ini adalah momentum bullish yang kuat. Namun kenyataannya berbeda.

    XRP hanya mengalami kenaikan tipis sekitar 3% dalam seminggu. Antusiasme Wall Street tidak diikuti oleh investor ritel, dan inilah yang membuat banyak pihak mulai gelisah: mengapa XRP tidak bereaksi seperti aset kripto lain saat menerima dorongan sebesar ini?

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 28 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 28 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Cryptonews, salah satu alasan utama mengapa XRP bergerak lambat adalah minimnya partisipasi investor ritel. Sebagian besar permintaan belakangan ini tampaknya berasal dari institusi, bukan trader kecil.

    Yang menarik, open interest di futures XRP kini mencapai 4 miliar dolar, sama seperti level yang terlihat pada bulan Juni, tepat sebelum XRP melesat ke harga tertinggi 2025 di sekitar 3,65 dolar.

    Kesamaan pola ini memicu spekulasi bahwa XRP bisa kembali mengalami lonjakan besar jika trader ritel akhirnya ikut masuk ke pasar.

    Baca juga: Terbongkar! Inilah Alasan XRP Mustahil Tembus $100 di 2025

    Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan bahwa XRP hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk menembus area breakout penting.

    Untuk membalikkan tren, XRP perlu menembus level 2,40 dolar, yaitu batas atas descending price channel. Jika itu tercapai, target pertama berada di EMA 200 hari di 2,60 dolar. Dengan momentum yang kuat, XRP berpotensi bergerak menuju 3,10 dolar.

    Indikator RSI juga baru mengirim sinyal beli setelah menembus rata-rata 14 harinya, menandakan awal pergerakan positif.

    Kesimpulannya, XRP tampak mulai bergerak, meskipun masih tertahan oleh kurangnya tekanan beli dari pasar ritel.

    Saat XRP masih bergerak lambat, beberapa trader mulai melirik proyek baru yang menunjukkan dinamika lebih agresif. Salah satunya adalah Maxi Doge (MAXI), sebuah meme coin bertema Dogecoin.

    Proyek ini telah mengumpulkan lebih dari 4 juta dolar dalam tahap presale dan mulai menarik perhatian komunitas kripto karena peluang awal yang ditawarkannya sebelum token dirilis ke pasar.

    Dengan masuknya dana ETF hampir 800 juta dolar, seharusnya XRP menunjukkan pergerakan harga yang jauh lebih kuat. Namun kenyataan bahwa XRP masih stagnan membuka dua kemungkinan:

    1. XRP sedang menyiapkan momentum besar sebelum breakout, yang bisa terjadi ketika pasar ritel kembali aktif.
    2. Ada faktor besar yang belum terlihat secara jelas, yang membuat sebagian investor enggan kembali ke XRP.

    Dengan sinyal teknikal yang mulai membaik dan open interest berada pada level historis penting, beberapa minggu ke depan akan menjadi periode penentu bagi pergerakan XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terbongkar! Inilah Alasan XRP Mustahil Tembus $100 di 2025

    Di tengah euforia pasar kripto yang semakin meningkat, XRP kembali menjadi pusat perhatian. Setelah mengalami kenaikan dan kini diperdagangkan di sekitar $2,24, komunitas XRP dipenuhi antusiasme, terutama dengan hadirnya beberapa XRP ETF baru yang menarik aliran dana jutaan dolar. Namun, bersama dengan meningkatnya optimisme, muncul lagi prediksi lama bahwa XRP akan melesat ke $100 dalam waktu dekat.

    Menurut para analis, klaim tersebut sangat jauh dari kenyataan.

    Mengapa Prediksi XRP ke $100 Tidak Masuk Akal?

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 27 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 27 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Trading View, analis kripto Zach Humphries menyampaikan pandangan yang cukup tegas. Ia mengakui bahwa ia menyukai XRP, tetapi menyebut narasi bahwa XRP akan mencapai $100 bulan depan sebagai sesuatu yang “delusional”.

    Alasannya sangat sederhana dan berdasarkan matematika:

    • Untuk mencapai $100, XRP membutuhkan kapitalisasi pasar sekitar $6 triliun.
    • Angka tersebut lebih dari dua kali lipat kapitalisasi seluruh pasar kripto saat ini.
    • Sementara itu, tahun 2025 hanya tersisa sekitar 35 hari.

    Dengan kondisi ini, prediksi XRP ke $100 dalam waktu dekat bukan hanya tidak realistis, tetapi hampir mustahil. Namun, Zach tetap menegaskan bahwa prospek jangka panjang XRP masih solid.

    XRP Masih di Area Kritis, Namun Masih Menunjukkan Kekuatan

    Dalam 24 jam terakhir, pergerakan XRP cenderung stabil. Meski sempat muncul tekanan bearish ringan pada timeframe kecil, pergerakan jangka panjangnya masih terlihat sehat.

    Analis memperkirakan:

    • Koreksi ringan menuju area $2.14–$2.12 masih sangat mungkin terjadi.
    • Bahkan penurunan cepat ke $2.06 masih dalam batas wajar.
    • Dari zona tersebut, pemulihan diprediksi akan kembali terjadi.

    Selama kondisi pasar kripto secara keseluruhan tidak mengalami gejolak besar, struktur harga XRP tetap berada di jalur yang positif.

    Baca juga: Prediksi Gila XRP: Analis Yakin Harga Bisa Tembus $100

    Pergerakan XRP Setelah Koreksi

    Jika pasar tetap stabil, XRP masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi. Target kenaikan yang menjadi fokus trader saat ini adalah:

    • Level $2.41 sebagai resistance terdekat.
    • Level $2.51 jika momentum bullish kembali menguat.

    Meskipun target $100 masih sangat jauh, XRP tetap memiliki potensi pertumbuhan harga yang realistis dalam jangka pendek.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa XRP akan mencapai $100 pada tahun 2025 terdengar menarik, tetapi tidak didukung oleh data maupun logika pasar. Namun demikian, XRP tetap menunjukkan perkembangan positif berkat:

    • Kehadiran ETF baru
    • Aliran dana institusional
    • Struktur teknikal yang tetap kuat

    Investor disarankan untuk tetap fokus pada analisis realistis dan tidak mudah terpengaruh oleh prediksi berlebihan yang tidak berdasar. XRP tetap memiliki prospek yang baik, tetapi tidak dengan kenaikan yang tidak masuk akal.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Gila XRP: Analis Yakin Harga Bisa Tembus $100

    Pasar kripto kembali memanas setelah pernyataan mengejutkan dari analis ternama 24HrsCrypto yang menegaskan bahwa XRP menuju harga 3 digit—ya, $100 per koin—bukanlah fantasi, melainkan hasil matematika, likuiditas global, dan kesabaran investor.

    Sementara sebagian besar altcoin masih berjuang menghadapi tekanan bearish, XRP selama beberapa bulan terakhir berkutat di area $2, bahkan baru-baru ini turun menjadi $1,92. Dengan jarak lebih dari 5.100% menuju target $100, banyak pelaku pasar menganggap ini mustahil. Namun, tidak bagi para analis yang percaya bahwa fase besar XRP baru saja mulai terbentuk.

    “$100 XRP Bukan Mimpi” — Analis Ingatkan Dasarnya: Matematikanya Masuk Akal

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam postingannya di X, 24HrsCrypto menyatakan:

    “Rest assured, $100 XRP is not a dream. It’s math, liquidity, and patience.”

    Pernyataan ini bukan sekadar motivasi. Ia menegaskan bahwa kalkulasi pasar, arus likuiditas global, dan utilitas XRP adalah fondasi yang membuat target fantastis ini tetap realistis.

    Prediksi agresif terhadap XRP bukan hal baru. Sejak September, pendiri Black Swan Capitalist, Versan Aljarrah, mengatakan bahwa reli menuju $100 bisa dimulai dari akumulasi besar-besaran oleh institusi. Meski saat ini harga turun, keyakinan itu tidak padam.

    Baca juga: XRP Bangkit dari Abu! ETF Spot Bikin Harga Langsung Melonjak 9%

    Jika Bitcoin Bisa $1,5 Juta, Mengapa XRP Tak Bisa $100?

    Dilaporkan The Crypto Basic, sebagai pembanding, 24HrsCrypto menyinggung prediksi berani Cathie Wood dari Ark Invest yang memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai $1,5 juta pada 2030. Jika BTC bisa naik dari harga di bawah $85.000 ke level jutaan dolar, menurutnya XRP pun memiliki probabilitas naik ke $100.

    Ia memberikan ilustrasi investasi sederhana:

    • Investasi $5.000 pada Bitcoin → potensi hasil sekitar $89.000
    • Investasi $5.000 pada XRP → potensi hasil sekitar $259.000

    Menurutnya, perbedaan hasil ini terjadi karena sumber pertumbuhan nilai kedua aset tersebut berbeda.

    XRP: Pertumbuhan dari Utility, Bukan Sekadar Hype

    Menurut analis ini, Bitcoin bertumbuh terutama karena spekulasi investor. Sementara itu, XRP bertumbuh karena utility, permintaan settlement, likuiditas lintas negara, dan penggunaan di dunia nyata.

    Ia menegaskan bahwa XRP adalah aset yang dibangun untuk penyelesaian transaksi global, bukan semata instrumen spekulatif. Karena itu, nilai XRP ke depan sangat dipengaruhi oleh adopsi utility, bukan hanya sentimen pasar.

    Prediksi Lain dari 24HrsCrypto

    24HrsCrypto dikenal sebagai salah satu analis yang konsisten mendorong narasi XRP menuju $100.
    Pada Oktober, ia menyatakan bahwa “sesuatu yang besar” sedang menuju XRP.
    Di awal bulan yang sama, ia kembali memprediksi bahwa XRP bisa mencapai $100 sebelum 2030, bahkan menambahkan bahwa timeline itu bisa saja terjadi lebih cepat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Bangkit dari Abu! ETF Spot Bikin Harga Langsung Melonjak 9%

    XRP kembali mencuri panggung pasar kripto. Harga token melonjak lebih dari 9% ke level $2.27 pada Senin (24/11) malam setelah dua raksasa keuangan global, Franklin Templeton dan Grayscale, resmi meluncurkan produk Spot ETF XRP. Langkah ini menandai babak baru bagi XRP, yang sebelumnya terhambat oleh ketidakpastian regulasi.

    Kabar ini membuat XRP kembali menjadi pusat perhatian investor institusional dan ritel, sekaligus menandai momen penting pasca penyelesaian sengketa Ripple dengan SEC pada awal 2025.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Gelombang Spot ETF Menandai Kematangan Pasar XRP

    Franklin Templeton, pengelola aset senilai 1.69 triliun dolar, resmi merilis Franklin XRP ETF (XRPZ) di NYSE Arca. ETF ini menawarkan eksposur XRP berbasis grantor trust yang mengikuti CME CF XRP-Dollar Reference Rate. Coinbase Custody ditunjuk sebagai kustodian sementara BNY Mellon sebagai administrator produk.

    Diluncurkannya produk ini memberi investor cara yang lebih mudah dan transparan untuk mengikuti performa XRP tanpa harus membeli kriptonya secara langsung. David Mann, direktur ETF Franklin Templeton, menyebut XRP sebagai aset fundamental untuk infrastruktur penyelesaian global.

    Tak mau ketinggalan, Grayscale juga merilis GXRP dengan periode nol biaya untuk menarik investor. Sementara itu Bitwise sebelumnya melaporkan inflow awal mencapai 100 juta dolar untuk ETF XRP mereka. Serangkaian peluncuran ETF dalam waktu berdekatan ini menunjukkan bahwa manajer aset telah menunggu regulasi yang jelas, yang akhirnya datang dari SEC pada 2025.

    Akhir Drama Regulasi: Wall Street Resmi Masuk

    Dilaporkan BeInCrypto, Ripple menyelesaikan kasusnya dengan SEC pada Mei 2025 lewat pembayaran 125 juta dolar. Tanpa pengakuan bersalah, Ripple sepakat membayar 50 juta dolar langsung kepada SEC dan sisanya berasal dari escrow. Penyelesaian ini mengakhiri ketidakpastian yang selama bertahun-tahun membayangi XRP.

    Keikutsertaan Franklin Templeton menjadi sinyal kepercayaan besar bagi pasar, menegaskan narasi bahwa XRP bukan sekadar aset spekulatif tetapi memiliki utilitas kuat dalam pembayaran global.

    Meski begitu, prospektus ETF tetap mencantumkan sejumlah risiko seperti volatilitas tinggi, minimnya diversifikasi, dan ketidakpastian regulasi di luar Amerika Serikat.

    Teknologi XRP yang Makin Dilirik Institusi

    XRP berjalan di atas XRP Ledger (XRPL), jaringan terdesentralisasi yang dirancang khusus untuk penyelesaian pembayaran cepat. Dengan waktu transaksi 3–5 detik dan biaya sangat rendah, XRPL telah memproses lebih dari 3.3 miliar transaksi.

    Efisiensi energi, kecepatan, serta skalabilitas membuat banyak institusi mempertimbangkan XRP sebagai alternatif masa depan untuk menggantikan SWIFT dan sistem pembayaran lintas negara konvensional.

    Grayscale dan Franklin Templeton dalam dokumen mereka menekankan peran XRP sebagai jembatan mata uang dan solusi pembayaran yang dapat diskalakan. Hal ini membedakan XRP dari Bitcoin, yang lebih dikenal sebagai penyimpan nilai.

    Peningkatan open interest di pasar futures XRP juga menunjukkan partisipasi aktif dari trader institusional dan ritel, memperkuat momentum bullish saat ini.

    Dimensi Geopolitik dan Spekulasi Keterlibatan China

    Sejumlah analis memperkirakan XRP dapat memainkan peran kunci pada jaringan pembayaran lintas negara yang sedang dibangun di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Black Swan Capitalist bahkan mengaitkan paparan tidak langsung China terhadap XRP melalui BRICS New Development Bank dan raksasa fintech Jepang, SBI Holdings.

    Meski begitu, adopsi langsung dari China masih terbatas akibat kebijakan negeri tersebut yang ketat terhadap aset digital.

    BRICS Business Council dalam rekomendasi April 2025 mendorong pengembangan sistem pembayaran digital lintas batas, selaras dengan desain XRPL meski tidak menyebutkan XRP secara spesifik. Sementara itu, bank sentral Eropa turut membahas infrastruktur pembayaran lintas wilayah melalui Project Nexus, yang dirancang untuk menghubungkan sistem pembayaran Asia dan Eropa.

    Semua ini menggarisbawahi relevansi global dari teknologi XRP dalam lanskap pembayaran modern.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Open Interest XRP Anjlok, Tanda Trader Mulai Menyerah?

    Aktivitas spekulatif pada pasar derivatif XRP terlihat mulai menurun setelah sebelumnya melonjak saat harga aset tersebut mendekati puncaknya pada Juli 2025. Data terbaru menunjukkan penurunan tajam pada open interest di berbagai bursa kripto besar, disertai gelombang likuidasi yang menekan trader berleverage.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai mengurangi eksposur risiko dan lebih berhati-hati dalam membuka posisi baru di tengah ketidakpastian pasar kripto.

    Open Interest XRP Turun di Berbagai Bursa

    DIlaporkan Crypto Quant, open interest merupakan indikator yang mengukur total nilai kontrak futures yang masih terbuka di pasar. Metrik ini sering digunakan untuk melihat seberapa besar minat trader dalam melakukan perdagangan derivatif.

    Data terbaru menunjukkan bahwa open interest XRP turun signifikan di hampir seluruh platform derivatif utama. Meski demikian, Binance masih menjadi bursa dengan open interest terbesar sekitar US$222 juta.

    Di posisi kedua terdapat Bybit dengan sekitar US$195 juta. Walaupun angka ini masih lebih tinggi dibandingkan level terendah pada 2024, nilainya jauh di bawah puncak yang tercapai pada pertengahan 2025 ketika harga XRP mencapai level tertinggi dalam siklus pasar tersebut.

    Penurunan open interest biasanya menandakan bahwa banyak trader menutup posisi mereka dan mulai menghindari penggunaan leverage yang tinggi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, data pada gambar juga menunjukkan dominasi likuidasi long, baik dari sisi jumlah maupun ukuran, yang berarti trader bullish dipaksa keluar lebih agresif dibanding short.

    “Secara onchain dan derivatif, kombinasi penurunan open interest dan dominasi long liquidations ini menandakan XRP sedang bergeser ke lingkungan leverage yang lebih rendah dan sentimen pasar yang lebih hati-hati,” tuturnya.

    Baca juga: $50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

    Likuidasi Long Mendominasi Pasar

    Selain penurunan open interest, data juga menunjukkan terjadinya gelombang likuidasi pada pasar derivatif XRP.

    Likuidasi terjadi ketika posisi trader yang menggunakan leverage kehilangan jaminan akibat pergerakan harga yang cepat, sehingga posisi tersebut ditutup secara otomatis oleh bursa.

    Dalam periode terbaru, likuidasi posisi long terlihat lebih dominan dibandingkan posisi short, baik dari sisi jumlah maupun nilai.

    Dominasi likuidasi long sering kali mendorong funding rate turun ke level netral atau bahkan negatif, yang mencerminkan meningkatnya sentimen bearish di pasar derivatif.

    Trader Mulai Kurangi Leverage

    Kombinasi antara penurunan open interest dan dominasi likuidasi long menunjukkan bahwa pasar derivatif XRP sedang bergerak menuju lingkungan dengan leverage yang lebih rendah.

    Kondisi ini menandakan bahwa trader semakin berhati-hati dan mengurangi posisi spekulatif agresif setelah periode volatilitas tinggi sebelumnya.

    Dengan berkurangnya penggunaan leverage, pergerakan harga XRP dalam jangka pendek kemungkinan akan lebih dipengaruhi oleh permintaan di pasar spot dibandingkan aktivitas spekulatif di pasar derivatif.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

    XRP kembali berada di bawah tekanan setelah data on-chain menunjukkan sebagian besar pemegang token tersebut masih berada dalam posisi rugi. Kondisi ini membuat reli harga sulit berlanjut karena banyak investor cenderung menjual saat harga mendekati titik impas mereka.

    Data terbaru menunjukkan sekitar 60% dari total pasokan XRP saat ini berada di posisi rugi secara tidak terealisasi, menandakan tekanan jual yang masih cukup besar di pasar.

    Sebagian Besar Pasokan XRP Masih Rugi

    Menurut data Glassnode, sekitar 36,8 miliar XRP saat ini berada dalam kondisi rugi berdasarkan harga pasar terbaru. Jika dihitung dalam nilai dolar, kerugian tidak terealisasi tersebut mencapai sekitar US$50,8 miliar.

    Situasi ini membuat banyak pemegang aset berada “di bawah air” atau membeli pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Ketika harga mencoba naik, sebagian investor cenderung menjual untuk mengurangi kerugian atau keluar mendekati titik impas.

    Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa XRP kesulitan mempertahankan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

    Sepanjang tahun ini, harga XRP telah turun sekitar 26% dan merosot sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Pada perdagangan terbaru, XRP sempat turun dari sekitar US$1,37 ke US$1,33 sebelum kembali stabil di kisaran US$1,35.

    Baca juga: Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

    Level $1,44 Jadi Batas Penting Pasar

    Dilaporkan Crypto Slate, salah satu level yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$1,44, yang merupakan realized price XRP atau rata-rata harga beli agregat para pemegang token berdasarkan data on-chain.

    Ketika harga pasar berada di bawah level tersebut, secara rata-rata investor masih berada dalam posisi rugi.

    Dengan harga XRP saat ini di sekitar US$1,35, jarak terhadap realized price tersebut membuat area US$1,44 berpotensi menjadi zona tekanan jual karena banyak investor mungkin ingin keluar di level tersebut.

    Indikator lain juga menunjukkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase kerugian. Rasio Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP masih berada di bawah angka 1, yang berarti koin yang berpindah tangan rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

    Selain itu, indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) juga masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa secara agregat pasar XRP masih berada dalam fase kerugian.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, besarnya unrealized losses ini penting karena dapat meningkatkan risiko capitulation jika harga terus melemah dan holder mulai menyerah.

    “Namun di sisi lain, fase ketika sebagian besar suplai berada di bawah harga beli juga sering menjadi area stres ekstrem yang mendekati titik kelelahan jual, sehingga XRP kini berada di zona yang sensitif baik untuk breakdown lanjutan maupun relief rebound,” jelasnya.

    Tekanan Jual Masih Dominan

    Di sisi aliran dana, produk investasi berbasis XRP juga mulai mencatat arus keluar dalam beberapa minggu terakhir.

    Data SoSoValue menunjukkan produk ETF XRP mencatat arus keluar sekitar US$5 juta pada pekan yang berakhir 6 Maret. Secara keseluruhan, produk investasi XRP juga mencatat lebih dari US$30 juta arus keluar sepanjang bulan ini menurut CoinShares.

    Sementara itu, aktivitas spekulatif di pasar derivatif juga menurun. Open interest XRP turun menjadi sekitar US$2,25 miliar, level terendah sejak Januari 2025.

    Penurunan open interest biasanya menandakan trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur terhadap aset tersebut.

    Data order flow juga memperlihatkan dominasi tekanan jual. Rasio taker buy-sell XRP di Binance berada di sekitar 0,912, yang berarti order jual agresif lebih banyak dibandingkan order beli agresif.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual saat ini lebih aktif mendorong pergerakan pasar dibandingkan pembeli.

    Volume dan Aktivitas Pasar Menurun

    Selain tekanan jual, aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda melambat.

    Data CryptoQuant menunjukkan volume perdagangan XRP di Binance berada di bawah rata-rata dalam 30 hari terakhir, dengan z-score sekitar -1,16. Volume harian tercatat sekitar 27 juta XRP.

    Di saat yang sama, jumlah wallet yang aktif melakukan deposit dan penarikan XRP di bursa juga turun ke level terendah sejak awal 2025.

    Penurunan aktivitas ini dapat membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi tersebut, pergerakan harga bisa menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana yang masuk atau keluar.

    Dengan kombinasi pasokan yang masih banyak berada dalam posisi rugi, tekanan jual yang dominan, serta aktivitas pasar yang menurun, XRP saat ini berada dalam fase yang menantang.

    Meski demikian, reli harga tetap memungkinkan terjadi jika permintaan baru mampu menyerap tekanan jual dari pemegang lama yang menunggu kesempatan untuk keluar di harga yang lebih baik.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com