Tag: ripple

  • Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

    Aktivitas perdagangan XRP menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar. Data order flow terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar atau whale kemungkinan sedang mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan ketika harga bergerak lemah.

    Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Meskipun harga masih bergerak stabil dalam jangka pendek, struktur pasar menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

    Tekanan Jual Masih Mendominasi

    Dilaporkan Crypto Quant, data rasio order menunjukkan angka sekitar 0,912, yang berarti jumlah order jual agresif lebih besar dibandingkan order beli.

    Dalam kondisi ini, pihak yang mengambil likuiditas di pasar adalah para penjual yang menggunakan market order. Hal tersebut menandakan adanya agresivitas dari sisi penjualan.

    Sementara itu, pembeli lebih banyak bertindak pasif dengan menempatkan limit order. Artinya, pembeli masih ada di pasar, tetapi tidak memberikan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga naik.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

    “Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” analisanya.

    Baca juga: XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

    Harga XRP Bergerak Lemah

    Dengan rasio di bawah angka 1, pasar saat ini menunjukkan bahwa order jual lebih dominan dalam pergerakan harga.

    Akibatnya, pergerakan XRP terlihat relatif lemah karena tidak didukung oleh pembelian agresif dari investor.

    Struktur pasar seperti ini biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar besar sedang memanfaatkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mengambil posisi lebih besar.

    Potensi Tekanan Harga Berlanjut

    Jika rasio order tetap berada di bawah 1 dan harga terus bergerak lemah, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa struktur pasar masih didominasi oleh tekanan jual.

    Hubungan antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga menunjukkan korelasi yang cukup jelas.

    Karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi bertahan dalam waktu dekat jika tidak muncul permintaan beli yang lebih kuat.

    Pergerakan Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data pasar menunjukkan XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35 dengan volume transaksi 24 jam sekitar US$2,17 miliar.

    Dalam 30 hari terakhir harga XRP tercatat turun sekitar 4,3%. Penurunan lebih tajam terjadi dalam jangka dua hingga tiga bulan, di mana harga turun lebih dari 34%.

    Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Ke depan, arah harga XRP akan sangat bergantung pada perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya permintaan beli yang lebih agresif di pasar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

    Harga XRP masih berada dalam tren penurunan sepanjang 2026 dan belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Dalam beberapa minggu terakhir, aset kripto ini bergerak dalam fase konsolidasi di antara level harga penting.

    Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35, terjebak dalam rentang antara support US$1,34 dan resistance US$1,47. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat dan membuat pergerakan harga relatif terbatas.

    Indikator MVRV Tunjukkan Tekanan Pasar

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Extreme Ratio, yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi aset.

    Data menunjukkan rasio MVRV XRP berada di bawah level 1,0 sekitar 15% dari hari perdagangan. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa aset berada dalam kondisi undervalued, tetapi juga mencerminkan lemahnya momentum pasar.

    Dalam beberapa kasus sebelumnya, kondisi ini dapat memicu pemulihan jangka pendek. Namun dalam situasi pasar yang lemah, rasio MVRV rendah juga dapat diikuti penurunan harga lebih lanjut.

    Baca juga: XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

    Sentimen Pasar Masih Lemah

    Selain indikator valuasi, tekanan juga terlihat dari perubahan momentum pasar secara keseluruhan.

    Data Exchange Net Position Change menunjukkan peningkatan arus masuk XRP ke bursa. Kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal meningkatnya potensi penjualan karena investor memindahkan aset ke bursa untuk diperdagangkan.

    Ketika arus masuk ke bursa meningkat sementara permintaan melemah, tekanan jual di pasar biasanya ikut meningkat.

    Kombinasi antara rendahnya momentum beli dan meningkatnya aktivitas penjualan membuat prospek jangka pendek XRP masih terlihat terbatas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa menjadi bantalan, tapi jika mereka mulai distribusi, penurunan bisa tajam karena pasokan efektif terpusat.

    “Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning,” jelasnya.

    Level Harga Penting XRP

    Dari sisi teknikal, level US$1,34 menjadi support penting yang telah beberapa kali diuji. Jika level ini ditembus, harga XRP berpotensi turun ke sekitar US$1,21.

    Penurunan tersebut dapat memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

    Sebaliknya, jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, XRP berpeluang menembus resistance di US$1,47.

    Jika berhasil melewati level tersebut, harga dapat bergerak menuju US$1,58 dan bahkan membuka peluang menuju area US$1,70.

    Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta kekuatan permintaan dari investor.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

    Data cadangan XRP di bursa Binance menunjukkan penurunan tajam sejak puncaknya pada 2025. Nilai cadangan XRP yang sebelumnya sempat melampaui US$10 miliar kini turun menjadi sekitar US$3,9 miliar per 6 Maret, memunculkan spekulasi apakah pasar telah mendekati titik terendah harga.

    Cadangan bursa sering digunakan sebagai indikator untuk membaca perubahan dinamika suplai dan likuiditas di pasar kripto. Pergerakan besar aset masuk atau keluar dari bursa dapat mencerminkan perubahan perilaku investor serta potensi tekanan jual di pasar.

    Cadangan XRP di Binance Turun Tajam

    Data aliran harian XRP di Binance menunjukkan nilai cadangan aset tersebut kini berada di kisaran US$3,9 miliar. Metrik ini tidak hanya mencerminkan jumlah token XRP yang tersimpan di bursa, tetapi juga memperhitungkan harga pasar XRP saat itu.

    Dengan demikian, perubahan nilai cadangan dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni jumlah token XRP yang berada di Binance serta harga XRP di pasar.

    Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance sempat mencapai lebih dari US$10 miliar, menandai periode ketika likuiditas XRP di bursa berada pada level tertinggi.

    Namun setelah periode tersebut, harga XRP mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 60% dan sempat berada di bawah level US$1,35.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

    “Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” ungkapnya.

    Cadangan Bursa Jadi Indikator Tekanan Jual

    Dalam analisis pasar kripto, cadangan aset di bursa sering dianggap sebagai indikator potensi suplai yang siap diperdagangkan.

    Dilaporkan Crypto Quant, jika jumlah aset di bursa meningkat, kondisi ini dapat menandakan potensi tekanan jual yang lebih tinggi karena lebih banyak aset tersedia untuk dijual.

    Sebaliknya, penurunan cadangan dapat mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi atau cold storage, yang berarti jumlah aset yang tersedia untuk dijual di pasar menjadi lebih sedikit.

    Kondisi ini dapat mengurangi tekanan jual jika permintaan tetap stabil.

    Sinyal Potensi Perubahan Tren

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan cadangan XRP di Binance ke level US$3,9 miliar dapat menandakan perubahan struktur suplai di pasar. Jika tren penarikan aset dari bursa terus berlanjut, jumlah XRP yang tersedia untuk dijual bisa semakin terbatas.

    Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi mengalami penyesuaian jika permintaan pasar tetap terjaga.

    Meski demikian, analis menilai data cadangan bursa perlu dilihat bersama indikator pasar lain, termasuk sentimen investor, arus dana institusional, serta kondisi makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Siap Tembus US$1,95, Arus Dana ETF Masuk 5 Hari Berturut-turut

    Harga XRP menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut setelah mencatat penguatan 5,5% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 3% dalam sepekan. Aset kripto tersebut saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,40 dan mulai menunjukkan sinyal teknikal yang mengarah pada potensi breakout menuju US$1,95.

    Analis menilai momentum ini didukung oleh meningkatnya permintaan institusional, khususnya melalui produk investasi berbasis XRP seperti exchange-traded funds (ETF) dan exchange-traded products (ETP).

    Arus Dana ETF Terus Mengalir

    Dilaporkan Cointelegraph, data dari CoinShares menunjukkan produk investasi XRP mencatat arus masuk sebesar US$106,8 juta sepanjang Februari dan tambahan US$1,9 juta pada pekan yang berakhir 27 Februari.

    Secara keseluruhan, produk investasi XRP telah mencatat arus masuk bersih sekitar US$153 juta sepanjang 2026 dengan total aset kelolaan (AUM) mencapai sekitar US$2,4 miliar.

    Sementara itu, ETF XRP spot mencatat arus masuk selama lima hari berturut-turut. Pada Selasa saja, dana masuk mencapai US$7,53 juta, mendorong total inflow kumulatif hampir mencapai US$1,25 miliar dengan AUM sekitar US$1 miliar.

    Kondisi ini menunjukkan minat investor institusi terhadap XRP masih kuat meskipun harga aset tersebut sempat turun sekitar 25% sepanjang tahun ini.

    Analis kripto Xaif Crypto menyebut arus masuk dana tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan institusional terhadap XRP belum menunjukkan tanda-tanda melemah.

    Baca juga: Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

    Sinyal Breakout Menuju US$1,95

    Dari sisi teknikal, grafik harian XRP menunjukkan pola symmetrical triangle yang biasanya mengindikasikan potensi pergerakan harga signifikan setelah fase konsolidasi.

    Untuk menjaga momentum bullish, harga XRP perlu menutup perdagangan di atas garis tren atas pola tersebut di area US$1,40 yang juga bertepatan dengan exponential moving average (EMA) 200 minggu.

    Jika penutupan mingguan mampu bertahan di atas level US$1,55, momentum kenaikan dinilai akan semakin kuat.

    Target harga dari pola ini diperkirakan berada di sekitar US$1,95, atau sekitar 38% lebih tinggi dari level harga saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi minat institusional yang tetap stabil meskipun harga terkoreksi 25% tahun ini menandakan akumulasi strategis di level bawah.

    “Penutupan mingguan di atas EMA 200 ($1,40) akan menjadi kunci pergeseran momentum jangka panjang,” analisanya.

    Level Kunci yang Dipantau

    Dalam jangka pendek, level resistance terdekat berada di sekitar US$1,43. Jika level ini berhasil ditembus, harga XRP berpotensi naik menuju US$1,50.

    Selain itu, penutupan harian di atas EMA 20 hari di kisaran US$1,42 akan memperkuat sinyal perubahan struktur harga dan membuka peluang kenaikan menuju simple moving average (SMA) 50 hari di sekitar US$1,63.

    Dengan kombinasi arus dana institusional yang kuat dan sinyal teknikal yang mendukung, pelaku pasar kini memantau apakah XRP mampu mempertahankan momentum untuk melanjutkan reli menuju target berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Tambahkan Custody dan Liquidity Management Segmen Enterprise

    Perusahaan blockchain asal AS, Ripple, kembali memperkuat posisinya di sektor pembayaran global dengan memperluas kapabilitas platformnya.

    Dalam pembaruan terbaru, Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, serta automated payout capabilities guna meningkatkan efisiensi pengelolaan aset kripto bagi klien enterprise.

    Langkah ini menandai transformasi strategis Ripple dari sekadar penyedia solusi remitansi lintas negara menjadi penyedia ekosistem keuangan terpadu berbasis blockchain.

    Baca Juga: Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

    Dari Remittance ke Infrastruktur Keuangan Terpadu

    Selama bertahun-tahun, Ripple dikenal luas melalui solusi pembayaran lintas batas yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi internasional.

    Namun, dengan ekspansi terbaru ini, perusahaan mulai merambah layanan yang lebih komprehensif.

    Menurut laporan Cryptobriefing, integrasi custody memungkinkan institusi menyimpan aset kripto secara aman dalam infrastruktur terkelola.

    Sementara itu, fitur liquidity management membantu perusahaan mengoptimalkan ketersediaan dana di berbagai yurisdiksi dan mata uang digital.

    Fitur automated payout capabilities melengkapi sistem dengan kemampuan distribusi dana secara otomatis, yang dapat mengurangi proses manual dan meningkatkan efisiensi operasional.

    Fokus pada Kebutuhan Enterprise

    Ekspansi ini secara jelas menyasar pasar institusional dan korporasi besar yang membutuhkan solusi terpadu untuk mengelola aset kripto secara aman dan efisien.

    Bagi perusahaan multinasional, pengelolaan likuiditas lintas negara menjadi tantangan besar.

    Dengan adanya sistem manajemen likuiditas terintegrasi, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional sekaligus memanfaatkan kecepatan transaksi blockchain.

    Layanan custody juga menjadi faktor krusial, mengingat keamanan aset digital merupakan prioritas utama bagi institusi.

    Dengan menyediakan solusi penyimpanan yang sesuai standar enterprise, Ripple berupaya meningkatkan kepercayaan institusional terhadap adopsi aset kripto.

    Potensi Dampak terhadap XRP

    Ekspansi platform ini juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap utilisasi XRP.

    Sebagai aset digital yang digunakan dalam ekosistem Ripple untuk likuiditas dan penyelesaian transaksi, peningkatan penggunaan platform dapat mendorong permintaan XRP secara tidak langsung.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan arah strategis Ripple yang semakin luas.

    “Ekspansi platform ini menunjukkan bahwa Ripple bergerak melampaui sekadar remittance menuju ekosistem keuangan terpadu. Jika berhasil, ini bisa meningkatkan utilisasi XRP dan menarik lebih banyak institusi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, keberhasilan integrasi layanan baru ini dapat memperluas basis klien sekaligus meningkatkan aktivitas dalam jaringan Ripple.

    Tantangan dan Peluang

    Meski prospeknya positif, Ripple tetap menghadapi sejumlah tantangan.

    Persaingan di sektor infrastruktur blockchain untuk enterprise semakin ketat, dengan banyak perusahaan lain menawarkan solusi serupa dalam hal custody dan manajemen likuiditas.

    Selain itu, adopsi institusional masih sangat bergantung pada kepastian regulasi dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

    Namun, jika Ripple mampu memanfaatkan reputasi dan jaringan globalnya untuk mendorong integrasi lebih luas, perusahaan berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.

    Indikator yang Perlu Dipantau

    Untuk menilai dampak nyata ekspansi ini, pelaku pasar dapat memantau beberapa indikator utama.

    Dimulai dengan peningkatan jumlah klien enterprise yang menggunakan platform Ripple, juga dengan memantau lonjakan volume transaksi dan penyelesaian lintas negara.

    Pertumbuhan utilisasi XRP dalam proses likuiditas dan settlement pun tak luput dari pantauan, serta memperhatikan integrasi tambahan dengan institusi keuangan global.

    Jika metrik-metrik tersebut menunjukkan tren positif, ekspansi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.

    Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

    Langkah Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, dan automated payout menandai evolusi penting dalam strategi bisnisnya.

    Perusahaan kini tidak hanya fokus pada remitansi, tetapi membangun ekosistem keuangan digital yang lebih komprehensif untuk kebutuhan enterprise.

    Apabila implementasi berjalan optimal dan adopsi institusional meningkat, ekspansi ini berpotensi mendorong utilisasi XRP sekaligus memperkuat posisi Ripple di industri blockchain global.

    Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada seberapa cepat layanan baru ini diadopsi serta dampaknya terhadap pertumbuhan volume dan aktivitas jaringan Ripple secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

    Likuiditas XRP di bursa kripto Binance dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari XRP Binance 30-Day Liquidity Index menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan relatif terhadap suplai yang tersedia di platform tersebut.

    Indeks likuiditas saat ini berada di sekitar 0,097, sementara tingkat turnover 30 hari tercatat sekitar 7,02 miliar XRP. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, menandakan perlambatan aktivitas perdagangan XRP di salah satu bursa terbesar dunia.

    Penurunan Aktivitas Sejak 2025

    Dilaporkan BeInCrypto, indeks ini mengukur rasio antara volume perputaran token selama 30 hari dengan total suplai yang tersedia di platform. Dengan metode tersebut, indikator mampu menggambarkan tingkat aktivitas perdagangan relatif terhadap cadangan aset di bursa.

    Pada periode 2022 hingga 2024, indeks likuiditas XRP sempat menunjukkan lonjakan kuat dengan nilai yang melampaui angka 3. Saat itu, volume turnover bahkan mendekati 180 hingga 240 miliar XRP.

    Fase tersebut mencerminkan lingkungan perdagangan yang sangat aktif dengan spekulasi tinggi dan likuiditas yang kuat di pasar.

    Namun kondisi mulai berubah sepanjang 2025. Aktivitas perdagangan mengalami penurunan bertahap, membuat indeks likuiditas turun di bawah 1 dan akhirnya mencapai level sangat rendah seperti saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, likuiditas yang rendah bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

    “Jika holder mulai distribusi, harga bisa mengalami tekanan jual signifikan,” katanya.

    Baca juga: 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

    Sensitivitas Harga Bisa Meningkat

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan likuiditas tidak selalu berarti harga akan langsung melemah. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan perputaran suplai di bursa sedang menurun.

    Dalam lingkungan likuiditas rendah, pergerakan harga cenderung menjadi lebih sensitif terhadap arus masuk atau keluar dana dalam jumlah besar. Artinya, transaksi berskala besar dapat memicu perubahan harga yang lebih tajam dibandingkan kondisi pasar yang sangat likuid.

    Dengan indeks likuiditas yang kini berada di level terendah dalam beberapa tahun, pasar XRP dinilai berada dalam fase menunggu. Jika aktivitas perdagangan kembali meningkat dan turnover melonjak, perubahan tersebut dapat dengan cepat memengaruhi dinamika harga di pasar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

    Konsentrasi kepemilikan XRP semakin terpusat di tangan investor besar. Data on-chain terbaru menunjukkan alamat yang memegang lebih dari 100.000 XRP kini menguasai 83,7% dari total suplai beredar. Di tengah tren turun yang masih membayangi harga, langkah akumulasi ini memunculkan pertanyaan: apakah reli berikutnya sedang dipersiapkan, atau justru distribusi besar akan terjadi?

    Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,34 dan masih bergerak di bawah tekanan tren menurun yang membatasi kenaikan sejak awal 2026.

    Whales Terus Akumulasi

    Dilaporkan BeInCrypto, sepanjang Februari, dompet besar tercatat meningkatkan kepemilikan mereka. Konsentrasi suplai yang semakin tinggi ini menunjukkan keyakinan kuat dari pelaku bermodal besar.

    Secara historis, whales cenderung mengakumulasi aset saat fase konsolidasi untuk mempersiapkan potensi kenaikan harga di masa depan. Akumulasi berkelanjutan juga dapat mengurangi suplai yang beredar di pasar dan membantu menstabilkan volatilitas.

    Namun, konsentrasi tinggi juga meningkatkan sensitivitas harga terhadap keputusan kelompok ini. Jika arah berubah dari akumulasi menjadi distribusi, dampaknya bisa signifikan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa jadi bantalan, tapi kalau mereka distribusi, drop bisa tajam karena supply efektif terpusat.

    “Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning sebelum level teknikal jebol,” jelasnya.

    Baca juga: Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

    Profit Taking Muncul

    Di sisi lain, data menunjukkan lonjakan aktivitas realisasi keuntungan. Dalam 24 jam terakhir, metrik realized profit and loss melonjak hingga US$207 juta, menjadi gelombang profit-taking terbesar dalam hampir satu bulan.

    Realisasi keuntungan dalam jumlah moderat biasanya dianggap sehat. Namun jika tren ini berlanjut dan berubah menjadi distribusi luas, potensi pemulihan harga bisa terhambat.

    Selain itu, pertumbuhan alamat baru memberikan gambaran yang lebih berhati-hati. Sejak Desember 2025, pertumbuhan alamat baru bulanan XRP berada di bawah rata-rata tahunan. Kondisi ini mencerminkan perlambatan aktivitas jaringan dan berkurangnya partisipasi pengguna baru.

    Minimnya ekspansi pengguna dapat membatasi arus modal segar, sehingga reli harga lebih bergantung pada pemegang lama dibandingkan permintaan baru.

    Level Kritis di US$1,34

    Secara teknikal, XRP masih tertahan di bawah resistance US$1,47 dengan garis tren menurun yang membatasi pergerakan naik. Level US$1,34 menjadi support kunci yang sedang diuji.

    Jika tekanan jual meningkat dan support ini ditembus, harga berpotensi turun ke US$1,28 dan bahkan US$1,21, memperkuat struktur downtrend.

    Sebaliknya, stabilisasi realisasi keuntungan dan kemampuan bertahan di atas US$1,34 dapat membuka peluang konsolidasi sehat. Penembusan tegas di atas US$1,47 akan membatalkan skenario bearish dan membuka jalan menuju US$1,58.

    Dengan whales memegang mayoritas suplai dan sinyal on-chain yang saling bertolak belakang, arah harga XRP dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada apakah akumulasi berlanjut atau berubah menjadi distribusi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

    XRP menghadapi potensi tekanan jual besar setelah lebih dari 472 juta token senilai sekitar US$652 juta dipindahkan ke Binance dalam sepekan terakhir. Lonjakan arus masuk ke bursa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu aksi jual di pasar kripto.

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan perpindahan dana tersebut menjadi periode inflow terbesar sepanjang Februari. Masuknya token dalam jumlah besar ke bursa kerap diartikan sebagai sinyal potensi tekanan jual, karena aset biasanya harus berada di platform perdagangan sebelum dapat dilepas ke pasar.

    Ketegangan Geopolitik Picu Aksi Defensif

    Eskalasi konflik di Timur Tengah disebut menjadi pemicu perubahan posisi investor. Laporan menyebut serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran terjadi tak lama setelah penutupan pasar keuangan tradisional, memperbesar ketidakpastian di aset berisiko termasuk kripto.

    Situasi memanas setelah muncul laporan mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang diikuti peningkatan serangan balasan Iran ke Israel dan sejumlah negara Teluk. Kondisi ini menekan sentimen investor global.

    Pasar kripto bergerak melemah seiring aset berisiko lainnya, sementara emas menguat sebagai aset lindung nilai. XRP turut terdampak dan tercatat turun lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran US$1,37 saat artikel ini ditulis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, arus masuk masif ke bursa biasanya menandakan kesiapan untuk likuidasi.

    “Di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah, whale lebih milih posisi likuid. Waspada tekanan jual jika tensi nggak mereda,” ucapnya.

    Baca juga: ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

    Sinyal Distribusi atau Sekadar Reposisi?

    Analis on-chain Darkfost menyebut arus masuk besar ke Binance mencerminkan sikap defensif pemegang XRP. “Ketika token dalam jumlah besar masuk ke bursa, itu sering kali mengindikasikan kesiapan untuk menjual atau setidaknya memposisikan likuiditas lebih dekat ke pasar,” ujarnya.

    Meski demikian, inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Perpindahan dana juga bisa mencerminkan reposisi likuiditas, strategi arbitrase, pengelolaan jaminan, atau langkah antisipatif di tengah volatilitas tinggi.

    Data CryptoQuant menunjukkan cadangan XRP di bursa sebenarnya telah menurun secara umum sejak Oktober 2025. Arus masuk terbaru ini menjadi pembalikan moderat dari tren penurunan tersebut.

    Pelaku pasar kini menanti apakah perpindahan US$652 juta XRP ini merupakan respons sementara terhadap krisis geopolitik atau awal dari fase distribusi yang lebih panjang. Dalam kondisi risiko global yang meningkat, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan harga XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Mulai Pulih Setelah Tekanan Jual Rebound dari $1.82

    Harga XRP mulai pulih setelah mengalami penurunan di bawah level $2.00. Aksi beli muncul di area $1.820, mendorong harga kembali menguat ke atas angka psikologis $2.00.

    XRP sebelumnya sempat turun hingga $1.8177, sebelum pembeli masuk dan menahan tekanan turun yang sejalan dengan pelemahan Bitcoin dan Ethereum. Rebound ini menandai upaya pemulihan setelah penurunan yang cukup dalam.

    Menembus Garis Tren Bearish

    Pemulihan harga XRP terjadi setelah adanya pergerakan naik melewati level $1.88 dan $1.95. Harga juga berhasil menembus 50% Fibonacci retracement dari penurunan $2.140 menuju $1.817, serta menembus garis tren bearish di sekitar $2.00 pada grafik per jam.

    Saat ini, XRP diperdagangkan di atas $2.00 dan bergerak stabil di atas 100-hourly Simple Moving Average (SMA). Harga juga berada di atas 76.4% Fibonacci retracement, menunjukkan melemahnya tekanan jual dalam jangka pendek.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Kenaikan Jika Menembus $2.150

    Jika tekanan beli berlanjut, XRP diperkirakan akan menghadapi resistensi awal di sekitar $2.120. Level $2.150 menjadi resistensi utama yang menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Penutupan harga di atas $2.150 diperkirakan dapat membawa XRP menuju target berikut:

    • $2.20
    • $2.250
    • $2.320
    • $2.350, bahkan
    • $2.40 sebagai resistensi lebih tinggi

    Level-level tersebut diperkirakan menjadi tantangan bagi pembeli dalam melanjutkan tren pemulihan.

    Risiko Penurunan Jika Gagal Bertahan

    Sebaliknya, apabila XRP gagal menembus $2.150, tekanan jual dapat kembali muncul. Support terdekat berada di level $2.00, sementara support utama berada di $1.980.

    Penurunan di bawah $1.980 dapat memperpanjang koreksi ke:

    • $1.880
    • $1.845
    • Hingga $1.80 sebagai level support kritis

    Indikator Teknis Mulai Menguat

    Dilaporkan Trading View, indikator teknikal menunjukkan tanda-tanda pemulihan:

    • MACD (per jam) mulai bergerak di zona bullish
    • RSI (per jam) berada di atas level 50, menandakan momentum penguatan

    Level-Level Penting XRP

    Support: $1.980, $1.880
    Resistance: $2.150, $2.250

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Target Baru XRP $3–$10: Apakah Realistis atau Terlalu Berani?

    XRP kembali menjadi pusat perhatian dunia aset digital. Dengan hadirnya ETF baru, dukungan institusi yang semakin kuat, dan peningkatan teknologi signifikan, banyak analis menilai tahun 2026 bisa menjadi tahun terbaik bagi XRP. Namun pertanyaannya: apakah lonjakan harga ini benar-benar bisa bertahan, atau hanya akan menjadi gelombang hype yang cepat mereda?

    Berikut ulasan lengkapnya.

    Mengapa XRP Diprediksi Akan Melejit dalam 12 Bulan ke Depan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 22 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 22 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    1. ETF XRP Pertama di AS Langsung Menarik Dana Ratusan Juta

    Canary XRP ETF (NASDAQ: XRPC) mulai diperdagangkan pada 13 November dan langsung mengumpulkan dana sekitar 250 juta dolar dalam hitungan hari. Ini menjadi debut ETF kripto terkuat tahun 2025.

    Arus dana besar seperti ini berpotensi membawa pembeli baru secara konsisten, yang kemudian mendorong harga XRP lebih tinggi selama tren berlangsung.

    2. Ripple Membangun Aliansi dengan Lebih dari 300 Bank Global

    Dilaporkan Nasdaq, Ripple kini bekerja sama dengan lebih dari 300 lembaga keuangan dalam sistem pembayaran lintas negara. Target besar perusahaan ini adalah memasukkan XRP langsung ke inti operasi para mitra tersebut.

    Dampaknya cukup signifikan:

    • Lebih banyak transaksi berjalan di XRP Ledger (XRPL)
    • Lebih banyak lembaga keuangan memegang XRP sebagai modal kerja
    • Lebih banyak program uji coba penggunaan XRP

    Semua ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap XRP secara berkelanjutan.

    3. Teknologi XRPL Meningkat Tajam

    Ledger XRP kini hadir dengan fitur-fitur baru yang memperkuat ekosistem:

    • Automated Market Maker (AMM) bawaan
    • DEX yang lebih terintegrasi
    • Dukungan tokenisasi aset dunia nyata seperti obligasi dan reksa dana
    • Fitur yang memudahkan konektivitas lintas rantai

    Perkembangan ini membuat XRPL semakin menarik bagi manajer aset institusi dan pelaku keuangan global.

    Baca juga: Harga XRP Jatuh di Bawah $2 Setelah Whale Jual $400 Juta XRP

    4. Munculnya Perusahaan Treasury Khusus XRP

    Perusahaan seperti Evernorth, yang didukung Ripple, sedang menuju proses IPO dan menargetkan penggalangan dana lebih dari 1 miliar dolar untuk membeli XRP dalam jumlah besar.

    Jika model seperti ini berhasil, kemungkinan muncul lebih banyak perusahaan serupa yang akan mengakumulasi XRP, sehingga memperketat pasokan dan mendukung kenaikan harga.

    Apakah Lonjakan Harga XRP Bisa Bertahan?

    Tidak sepenuhnya. Ada beberapa faktor yang perlu dicermati agar investor tidak terjebak euforia sesaat.

    1. Arus Masuk ETF Bersifat Dua Arah

    Masuknya dana ke ETF memang dapat memicu kenaikan harga. Namun arus ini bisa berbalik kapan saja. Ketika sentimen berubah, investor dapat menarik dana secara cepat sehingga berdampak negatif pada harga XRP.

    2. Perusahaan Treasury Bisa Menjual Saat Harga Terlalu Tinggi

    Perusahaan treasury atau DAT (Digital Asset Treasury) sangat bergantung pada apresiasi harga XRP. Jika harga naik terlalu tinggi hingga dianggap tidak wajar, mereka dapat tertekan untuk mengambil keuntungan. Hal ini justru bisa memicu aksi jual besar-besaran.

    3. Kompetisi yang Semakin Ketat

    XRP tidak beroperasi sendirian. Ia bersaing dengan jaringan seperti Ethereum, Solana, Stellar, Chainlink, dan berbagai blockchain lain yang juga mengincar sektor pembayaran dan tokenisasi aset.

    Jika pesaing bergerak lebih cepat, XRP bisa kehilangan momentum.

    Kenaikan yang Paling Mungkin Bertahan untuk Jangka Panjang

    Kenaikan harga yang didukung oleh penggunaan nyata di ledger adalah yang paling berpotensi bertahan, seperti:

    • Tokenisasi aset
    • Aktivitas stablecoin
    • Pembayaran berbasis regulasi
    • Pengelolaan aset institusional

    Pertumbuhan ini bersifat fundamental dan berakar pada utilitas, bukan hype jangka pendek.

    XRP berpotensi mengalami tahun terbaiknya dalam 12 bulan ke depan. Namun tidak semua kenaikan harga yang muncul akan bersifat permanen. Kenaikan yang bertahan adalah yang berasal dari penggunaan nyata dalam ekosistem XRPL, sementara kenaikan yang dipicu ETF dan euforia pasar lebih rentan kehilangan momentum.

    Tetap optimis, tetapi tetap realistis.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com