Tag: ripple

  • XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Pergerakan harga XRP saat ini menunjukkan kondisi yang relatif stabil di kisaran 1,43 dolar AS. Namun di balik ketenangan tersebut, data terbaru justru mengindikasikan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

    Berdasarkan indikator Realized Volatility (30D) dari Binance, volatilitas XRP kini berada di level terendah sepanjang 2026, yang sering kali menjadi sinyal awal sebelum terjadinya lonjakan harga signifikan.

    Volatilitas Turun ke Level Terendah 2026

    Data menunjukkan bahwa volatilitas 30 hari XRP berada di sekitar 0,5266, jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya saat harga mengalami lonjakan. Selain itu, Volatility Z-Score tercatat di -0,9048, yang menandakan volatilitas saat ini berada di bawah rata-rata historis.

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang memasuki fase konsolidasi, di mana pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang sempit.

    Fenomena ini dikenal sebagai volatility compression, yang secara historis sering menjadi fase sebelum terjadinya pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

    Pasar Masuk Fase Konsolidasi

    Stabilnya harga di sekitar level 1,43 dolar AS menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan beli dan jual. Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya sedang “mengumpulkan energi” sebelum menentukan arah berikutnya.

    Selama volatilitas tetap rendah, potensi terjadinya breakout akan semakin besar, terutama jika indikator mulai menunjukkan perubahan arah.

    Baca juga: Nasib XRP di Tangan SEC, Harga Siap Volatil

    Arah Pergerakan Masih Terbuka

    Jika Volatility Z-Score mulai kembali bergerak ke zona positif, hal ini dapat menjadi sinyal awal meningkatnya aktivitas pasar. Kondisi tersebut sering kali diikuti dengan tren harga yang lebih kuat.

    Namun, arah pergerakan belum dapat dipastikan, karena fase kompresi volatilitas dapat berakhir dengan kenaikan maupun penurunan harga, tergantung pada sentimen dan katalis pasar yang muncul.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan volatilitas XRP saat ini merupakan sinyal penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar, terutama trader jangka pendek.

    Menurut mereka, fase volatility compression sering kali menjadi titik awal pergerakan besar, sehingga investor perlu bersiap menghadapi potensi lonjakan volatilitas dalam waktu dekat.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa arah breakout tidak dapat diprediksi hanya dari satu indikator. Faktor lain seperti sentimen pasar, aliran dana, dan perkembangan regulasi tetap menjadi penentu utama.

    Mereka menyarankan agar investor memperhatikan level support dan resistance terdekat serta menggunakan manajemen risiko yang disiplin dalam menghadapi kondisi pasar seperti ini.

    Pasar Menunggu Momentum

    Dengan volatilitas yang berada di titik rendah dan harga yang stabil, XRP kini berada dalam fase krusial yang berpotensi menentukan arah tren berikutnya.

    Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga, baik dari faktor teknikal maupun fundamental, sebelum tren besar berikutnya terbentuk.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

    Perusahaan blockchain Ripple kembali menunjukkan langkah ekspansi agresif dengan menargetkan perolehan lisensi keuangan di Australia pada April mendatang.

    Menariknya, strategi yang digunakan bukan melalui pengajuan izin dari nol, melainkan lewat jalur akuisisi entitas yang telah memiliki lisensi.

    Langkah ini mencerminkan tren baru di industri kripto, di mana perusahaan tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga secara aktif memburu pijakan regulasi di yurisdiksi strategis.

    Baca Juga: Ripple Tambahkan Custody dan Liquidity Management Segmen Enterprise

    Jalan Pintas Menuju Kepatuhan Regulasi

    Alih-alih melalui proses panjang pengajuan lisensi, Ripple memilih pendekatan yang lebih cepat dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah memiliki izin operasional.

    Strategi ini menawarkan beberapa keuntungan utama, misalnya saja proses yang lebih cepat dibandingkan pengajuan lisensi baru.

    Tak hanya itu saja, rencana akuisisi ini diklaim dapat mengurangi ketidakpastian regulasi dan langsung mendapatkan akses ke pasar lokal dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.

    Pendekatan ini semakin populer di kalangan perusahaan kripto global yang ingin memperluas jangkauan tanpa terhambat birokrasi panjang.

    Australia Jadi Target Strategis

    Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan kerangka regulasi keuangan yang relatif jelas dan mapan.

    Hal ini menjadikannya pasar yang menarik bagi perusahaan kripto yang ingin beroperasi secara legal dan terstruktur.

    Dengan mendapatkan lisensi di Australia, Ripple berpotensi memperluas layanan ke pasar lokal, menarik mitra institusional, meningkatkan kepercayaan pengguna, dan memperkuat posisi di kawasan Asia-Pasifik.

    Langkah ini juga menunjukkan bahwa perusahaan kripto semakin selektif dalam memilih yurisdiksi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

    Tren Industri: Berburu Lisensi Global

    Upaya Ripple ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana perusahaan berlomba-lomba mendapatkan lisensi di berbagai negara.

    Hal ini didorong oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya pengawasan regulator, kebutuhan akan legitimasi operasional, persaingan global antar platform, hingga dorongan untuk menarik investor institusional.

    Dalam konteks ini, lisensi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan aset strategis.

    Regulasi Jadi Kunci Ekspansi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, pendekatan Ripple melalui akuisisi memiliki nilai strategis yang signifikan.

    “Dari sisi regulasi, pendekatan melalui akuisisi ini penting karena memberi jalan yang lebih cepat untuk memperoleh pijakan hukum dibanding membangun izin dari nol. Jika berhasil, Ripple bisa memperkuat posisinya di kawasan Asia-Pasifik dan menambah legitimasi operasionalnya di tengah kompetisi global untuk mendapatkan lisensi di pasar utama,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi kini menjadi salah satu faktor penentu dalam ekspansi bisnis kripto.

    Dampak bagi Ripple dan Industri

    Jika strategi ini berhasil, Ripple berpotensi mendapatkan beberapa keuntungan:

    1. Akses Pasar yang Lebih Luas

    Lisensi memungkinkan perusahaan menawarkan layanan secara legal di Australia.

    2. Peningkatan Kepercayaan

    Regulasi memberikan jaminan keamanan bagi pengguna dan mitra.

    3. Keunggulan Kompetitif

    Memiliki lisensi di yurisdiksi utama dapat menjadi pembeda di tengah persaingan.

    Tantangan yang Tetap Ada

    Meski strategi akuisisi menawarkan banyak keuntungan, Cointelegraph mencatat terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

    • Proses integrasi perusahaan yang diakuisisi
    • Penyesuaian dengan regulasi lokal
    • Pengawasan ketat dari regulator
    • Potensi perubahan kebijakan di masa depan

    Namun, dengan pengalaman globalnya, Ripple dinilai memiliki kapasitas untuk mengatasi tantangan tersebut.

    Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

    Langkah Ripple mengincar lisensi keuangan di Australia melalui akuisisi mencerminkan perubahan strategi dalam industri kripto.

    Perusahaan kini tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kepatuhan dan legitimasi regulasi.

    Di tengah persaingan global yang semakin ketat, akses terhadap lisensi di yurisdiksi strategis menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang.

    Jika berhasil, langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ripple di Asia-Pasifik, tetapi juga menegaskan bahwa masa depan industri kripto akan semakin terintegrasi dengan sistem keuangan formal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib XRP di Tangan SEC, Harga Siap Volatil

    Harga XRP mengalami tekanan menjelang keputusan penting dari Securities and Exchange Commission (SEC) terkait ETF spot yang dijadwalkan pada 27 Maret. Dalam perdagangan terbaru, XRP turun sekitar 3,52% ke level 1,40 dolar AS, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah kondisi pasar kripto yang melemah.

    Dilaporkan Coingape, secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global juga turun sekitar 2% menjadi 2,36 triliun dolar AS, dengan tekanan jual dipicu oleh sentimen negatif dan likuidasi di berbagai aset utama.

    Keputusan SEC Jadi Penentu Arah XRP

    Tanggal 27 Maret menjadi momen krusial bagi XRP karena SEC akan memberikan keputusan akhir terkait sejumlah pengajuan ETF spot. Keputusan ini dinilai dapat menjadi titik balik yang menentukan arah pergerakan harga ke depan.

    Beberapa manajer aset besar seperti Grayscale, 21Shares, Bitwise, WisdomTree, dan Franklin Templeton tengah menunggu persetujuan. Grayscale bahkan berencana mengonversi produk trust XRP senilai 2,1 miliar dolar AS menjadi ETF spot.

    Jika disetujui, potensi arus dana institusional diperkirakan bisa mencapai hingga 8 miliar dolar AS, yang sebagian besar berasal dari dana pensiun dan akun investasi jangka panjang.

    Baca juga: Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

    Partisipasi Retail Terus Meningkat

    Di tengah volatilitas pasar, data menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP terus bertumbuh. Alamat dengan kepemilikan kecil di bawah 100 XRP telah mencapai rekor baru sebanyak 5,66 juta wallet.

    Selain itu, terdapat sekitar 2,01 juta wallet dengan kepemilikan antara 100 hingga 100.000 XRP, serta lebih dari 32.000 wallet besar dengan saldo di atas 100.000 XRP. Data ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi investor ritel secara global.

    Tekanan Harga Masih Terlihat

    Secara teknikal, XRP masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan level resistensi di 1,45 dolar AS. Harga saat ini bergerak di bawah area support 1,40 dolar AS, yang mengindikasikan dominasi penjual dalam jangka pendek.

    Indikator MACD juga menunjukkan sinyal bearish, dengan garis sinyal bergerak di bawah garis utama, memperkuat tren penurunan yang sedang berlangsung.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam waktu dekat, level support di sekitar 1,38 dolar AS menjadi area penting untuk dipantau. Jika level ini ditembus, harga berpotensi turun lebih lanjut ke kisaran 1,35 dolar AS.

    Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen positif, XRP perlu kembali menembus level 1,45 dolar AS. Jika mampu bertahan di atas 1,50 dolar AS, peluang kenaikan menuju 1,55 dolar AS akan semakin terbuka.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keputusan SEC terkait ETF XRP akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut mereka, saat ini pasar berada dalam fase wait and see, di mana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian regulasi.

    Dari sisi fundamental, peningkatan jumlah wallet menunjukkan bahwa minat terhadap XRP masih terjaga, terutama dari investor ritel. Namun, dalam jangka pendek, tekanan harga masih akan dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus likuiditas global.

    Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk mencermati level support dan resistance utama serta perkembangan regulasi sebagai faktor utama dalam menentukan arah pergerakan XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

    Aktivitas jaringan XRP Ledger mengalami lonjakan signifikan dalam satu tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah transaksi harian kini mendekati 3 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sekitar 1 juta transaksi per hari pada pertengahan 2025.

    Peningkatan ini menjadikan periode saat ini sebagai salah satu fase paling aktif dalam sejarah jaringan XRP, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara aktivitas jaringan dan pergerakan harga.

    • Aktivitas Jaringan Capai Level Tertinggi

    Dilaporkan News BTC, data yang dipublikasikan Evernorth menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas mulai terlihat sejak awal 2026. Pada Februari 2026, rata-rata transaksi harian mencapai sekitar 1,3 juta, naik dari sekitar 800.000 transaksi pada Mei 2025.

    Memasuki Maret 2026, jumlah transaksi harian bahkan sempat menyentuh angka 3 juta. Angka ini jauh melampaui puncak sebelumnya di pertengahan 2025 yang berada di sekitar 1 juta transaksi per hari.

    Meski demikian, perjalanan pertumbuhan ini tidak terjadi secara linear. Sepanjang 2025, aktivitas transaksi sempat mengalami fluktuasi, bahkan turun hingga di bawah 700.000 transaksi harian sebelum kembali pulih.

    Baca juga: XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

    Harga Belum Ikuti Lonjakan Aktivitas

    Di tengah lonjakan aktivitas jaringan, harga XRP justru masih bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar 1,4 dolar AS. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara peningkatan utilitas jaringan dan valuasi pasar.

    Namun, beberapa analis menilai bahwa kesenjangan ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang. Peningkatan penggunaan jaringan biasanya menjadi salah satu indikator fundamental yang dapat memengaruhi harga di masa depan.

    Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, divergensi antara aktivitas jaringan yang meledak dan harga yang masih stagnan biasanya menarik karena menandakan utilitas naik lebih cepat daripada repricing pasar.

    “Tapi untuk XRP, lonjakan transaksi saja belum otomatis bullish kalau tidak diikuti arus modal, penggunaan yang berkualitas, dan katalis regulasi yang benar-benar memperkuat demand investor jangka panjang,” tuturnya.

    Faktor Regulasi dan Institusi Jadi Penentu

    Head of Research Grayscale Investments, Zach Pandl, menyatakan bahwa kejelasan regulasi di Amerika Serikat dapat menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi XRP ke depan. Ia menyoroti bahwa produk investasi berbasis XRP telah menarik minat besar dari investor.

    Menurutnya, jika regulasi seperti CLARITY Act disahkan, hal tersebut dapat memicu penyesuaian harga yang signifikan tidak hanya untuk XRP, tetapi juga aset kripto lainnya.

    Peran Institusi Mulai Terlihat

    Minat institusi terhadap XRP juga mulai terlihat melalui langkah Evernorth, yang pada Oktober 2025 mencapai valuasi 1 miliar dolar AS untuk mengembangkan strategi treasury berbasis XRP.

    Berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya menyimpan aset, Evernorth juga berupaya meningkatkan nilai XRP per saham melalui aktivitas seperti lending institusional dan keterlibatan dalam ekosistem DeFi.

    Arah Selanjutnya Masih Ditentukan Pasar

    Lonjakan aktivitas jaringan XRP menunjukkan adanya peningkatan penggunaan yang signifikan. Namun, tanpa dukungan faktor eksternal seperti regulasi dan arus dana institusional yang berkelanjutan, dampaknya terhadap harga masih belum sepenuhnya terealisasi.

    Pelaku pasar kini mencermati apakah peningkatan utilitas ini akan diikuti oleh pergerakan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan dalam fase konsolidasi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

    Harga XRP kembali mencatatkan kenaikan signifikan setelah sempat melonjak sekitar 10%, menjadikannya aset dengan performa terbaik di antara 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dua sinyal yang berlawanan: kembalinya aktivitas whale dan meningkatnya cadangan XRP di exchange Binance.

    Kombinasi dua faktor ini memunculkan pertanyaan baru di pasar terkait arah pergerakan harga XRP ke depan.

    Cadangan XRP di Binance Capai Level Tertinggi

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa cadangan XRP di Binance telah naik hingga sekitar 2,78 miliar token, mencapai level tertinggi sejak November 2025. Sebelumnya, cadangan sempat turun dari lebih dari 2,8 miliar XRP menjadi sekitar 2,55 miliar pada Februari, yang mengindikasikan berkurangnya suplai yang siap diperdagangkan.

    Kenaikan cadangan di exchange umumnya diartikan sebagai peningkatan suplai likuid di pasar spot. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti akan terjadi tekanan jual secara langsung, karena juga bisa mencerminkan meningkatnya aktivitas trading atau persiapan investor menghadapi pergerakan pasar.

    Paus Kembali Masuk, Aliran Modal Berbalik Positif

    Di sisi lain, indikator Whale Flow untuk XRP menunjukkan perubahan signifikan. Rata-rata pergerakan 30 hari (30DMA) berbalik menjadi positif pada Maret 2026, setelah sebelumnya berada di zona negatif selama empat bulan sejak November 2025.

    Perubahan ini menandakan bahwa investor besar telah beralih dari fase distribusi menjadi akumulasi. Jika tren ini berlanjut, tekanan beli dari whale berpotensi menyerap suplai tambahan yang masuk ke exchange tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap harga.

    Baca juga: XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

    Struktur Pasar Mulai Berubah

    Kombinasi meningkatnya cadangan di exchange dan kembalinya akumulasi whale mengindikasikan adanya potensi perubahan struktur pasar XRP. Likuiditas yang tersedia di exchange dapat memberikan ruang bagi aktivitas perdagangan yang lebih tinggi, sementara permintaan dari investor besar dapat menjaga stabilitas harga.

    Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran 1,58 dolar AS, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Februari. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara suplai di exchange dan kekuatan akumulasi dari whale.

    Arah Selanjutnya Masih Menjadi Tanda Tanya

    Pelaku pasar kini mencermati apakah kembalinya whale dapat mempertahankan harga di level tinggi, atau justru peningkatan suplai di exchange akan menjadi tekanan tambahan dalam jangka pendek. Dinamika ini diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan XRP dalam beberapa waktu ke depan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, buat struktur pasar XRP, ini bukan sinyal yang sebersih akumulasi karena bertambahnya cadangan di exchange biasanya meningkatkan potensi tekanan jual atau minimal kesiapan trader untuk rotasi cepat.

    “Memang ini tidak otomatis berarti dump langsung, tapi jelas mengurangi kesan supply squeeze yang sebelumnya sempat mendukung narasi bullish XRP,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

    Jumlah pemegang XRP mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi menembus level krusial US$1,60 dalam waktu dekat. Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan dan akumulasi oleh investor.

    Meski harga sempat tertahan di area resistance, tren adopsi yang terus meningkat dinilai dapat menjadi katalis untuk pergerakan berikutnya.

    Jumlah Holder XRP Capai Rekor Baru

    Dikutip Cointelegraph, data dari Santiment menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP yang aktif dan tidak kosong kini telah mencapai 7,7 juta alamat, level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun sejarah XRP.

    Selain itu, jumlah alamat aktif harian juga meningkat ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir, mencapai sekitar 46.767 alamat.

    Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan penggunaan jaringan meskipun kondisi pasar masih fluktuatif.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain yang lebih sehat daripada sekadar pompa harga, karena pertumbuhan holder, aktivitas alamat, dan akumulasi whale bergerak searah.

    “Masalahnya tetap sama: kalau XRP gagal mengubah area US$1,60 jadi support, semua data bagus ini bisa mentok jadi bahan exit liquidity jangka pendek buat trader yang sudah duduk di resistance,” tuturnya.

    Baca juga: XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

    Akumulasi Investor Dorong Sentimen Positif

    Peningkatan jumlah holder juga sejalan dengan aktivitas akumulasi oleh investor jangka panjang.

    Data menunjukkan lonjakan signifikan pada 1 Maret, dengan akumulasi lebih dari 351 juta XRP dalam satu hari, menjadi yang terbesar sejak Februari.

    Selain itu, aktivitas whale juga kembali meningkat. Indikator Whale Flow berubah positif pada Maret untuk pertama kalinya sejak November 2025, mengindikasikan berakhirnya tekanan jual yang berlangsung selama beberapa bulan.

    Pasokan di Bursa Menurun

    Di sisi lain, saldo XRP di bursa juga terus menurun dan kini berada di level terendah sejak Mei 2021.

    Penurunan ini biasanya menunjukkan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang, yang dapat mengurangi tekanan jual di pasar.

    Kondisi tersebut berpotensi mendukung kenaikan harga jika permintaan terus meningkat.

    Level $1.60 Jadi Kunci Pergerakan Harga

    Secara teknikal, XRP saat ini berada di kisaran US$1,45 hingga US$1,50 dan tengah berupaya menembus resistance di area US$1,50–US$1,60.

    Analis menilai bahwa level US$1,60 menjadi titik krusial yang harus ditembus dan dipertahankan sebagai support untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Jika berhasil melewati area ini, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$1,95 hingga US$2,00, bahkan lebih tinggi dalam skenario bullish.

    Namun, jika gagal menembus resistance tersebut, harga berisiko kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, akumulasi investor besar, serta berkurangnya pasokan di bursa, XRP saat ini berada dalam fase penting yang dapat menentukan arah tren berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

    Pasokan XRP di bursa kripto Binance menunjukkan tanda-tanda penurunan moderat, berdasarkan indikator terbaru yang mengukur keseimbangan antara suplai dan permintaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar terkait potensi pergerakan harga ke depan.

    Data menunjukkan bahwa meskipun belum masuk fase kelangkaan ekstrem, ketersediaan XRP di pasar saat ini relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.

    Indeks Kelangkaan XRP Tunjukkan Nilai Positif

    Berdasarkan data terbaru, XRP diperdagangkan di sekitar level US$1,41 dengan nilai scarcity index berada di kisaran 0,48.

    Dilaporkan Crypto Quant, nilai positif pada indikator ini menunjukkan bahwa jumlah XRP yang tersedia untuk diperdagangkan di Binance lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya.

    Secara umum, kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan pasokan yang tersedia di pasar, meskipun belum mencapai tingkat kelangkaan yang tinggi.

    Penarikan ke Wallet Pribadi Kurangi Pasokan

    Secara historis, peningkatan nilai scarcity index sering dikaitkan dengan berkurangnya suplai di bursa.

    Hal ini biasanya terjadi ketika investor memindahkan aset mereka ke wallet pribadi atau ketika aliran deposit ke bursa menurun.

    Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan baru. Ketika permintaan meningkat, harga cenderung bergerak lebih cepat karena jumlah aset yang tersedia untuk dijual terbatas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cenderung konstruktif karena tekanan jual langsung di exchange tidak sedang besar, tapi belum cukup ketat untuk dibaca sebagai sinyal squeeze ekstrem.

    “Kalau demand baru masuk, XRP bisa bereaksi lebih cepat; tanpa katalis tambahan, kondisinya masih lebih mirip supply sehat ketimbang setup ledakan harga.,” jelasnya.

    Baca juga: XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

    Fluktuasi Indeks Cerminkan Dinamika Pasar

    Meski saat ini menunjukkan kelangkaan moderat, data historis juga mencatat bahwa indeks ini sering mengalami fluktuasi tajam.

    Pada beberapa periode sebelumnya, nilai indeks sempat turun ke wilayah negatif yang dalam, menandakan peningkatan pasokan di bursa akibat arus masuk aset yang lebih besar.

    Kondisi tersebut biasanya beriringan dengan meningkatnya tekanan jual atau kecenderungan investor untuk melepas aset mereka.

    Pasar Masih Dalam Kondisi Seimbang

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini, nilai indeks menunjukkan bahwa pasar XRP berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

    Pasokan memang terbatas, namun belum berada pada tingkat yang sangat rendah seperti yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.

    Situasi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar tidak terlalu kuat, tetapi juga belum ada tanda-tanda kekurangan likuiditas yang signifikan.

    Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga XRP dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh perubahan permintaan baru di pasar, terutama jika terjadi peningkatan minat beli dari investor.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

    Harga XRP mencatat kenaikan sekitar 3% dan menembus level US$1,47 setelah berhasil melewati zona resistensi penting yang sebelumnya menahan pergerakan harga selama beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang dipimpin oleh Bitcoin.

    Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan volume perdagangan yang signifikan, dengan aktivitas transaksi melonjak lebih dari 250% selama pergerakan harga berlangsung.

    XRP Tembus Resistensi Penting

    XRP sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa bulan dan berulang kali gagal mempertahankan kenaikan di atas area pertengahan US$1,40.

    Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa token tersebut berhasil menembus level resistensi utama di sekitar US$1,426. Setelah menembus level tersebut dengan volume tinggi, harga XRP dengan cepat naik dari sekitar US$1,41 hingga mencapai US$1,47.

    Breakout ini menjadi pergerakan signifikan pertama di atas level tersebut sejak awal 2026, sekaligus menggeser momentum jangka pendek ke arah pembeli.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, breakout ini konstruktif karena untuk pertama kalinya sejak awal 2026 XRP berhasil keluar dari range konsolidasi berbulan-bulan dengan volume yang meyakinkan.

    “Tapi level kuncinya sekarang jelas: kalau area US$1,43-US$1,44 berhasil jadi support baru, momentum bisa lanjut ke US$1,50-US$1,55; kalau gagal, harga berisiko balik lagi ke range lama dekat US$1,39-US$1,40,” analisanya.

    Baca juga: Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

    Volume Perdagangan Melonjak

    Dilaporkan Coindesk, selama breakout tersebut, volume perdagangan XRP meningkat tajam hingga sekitar 170 juta token.

    Lonjakan volume ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar saat harga melewati level resistensi utama.

    Dalam periode 24 jam terakhir, XRP juga tercatat bergerak dalam kisaran intraday sekitar 5%, mencerminkan tingginya volatilitas selama fase kenaikan.

    Aktivitas XRP Ledger Terus Meningkat

    Meski tidak ada katalis khusus yang secara langsung memicu kenaikan harga XRP, aktivitas di jaringan XRP Ledger dilaporkan terus meningkat.

    Salah satu faktor yang diperhatikan pasar adalah pertumbuhan aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan tersebut.

    Nilai komoditas yang ditokenisasi di XRP Ledger dilaporkan mendekati US$1,14 miliar selama kuartal pertama tahun ini, menandakan meningkatnya penggunaan jaringan tersebut.

    Level Support Baru Jadi Perhatian Trader

    Setelah breakout terjadi, pelaku pasar kini mengamati apakah zona resistensi lama dapat berubah menjadi level support baru.

    Trader saat ini fokus pada area US$1,43 hingga US$1,44 sebagai zona support utama.

    Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$1,50 hingga US$1,55.

    Namun jika harga kembali turun di bawah US$1,43, breakout tersebut dapat melemah dan membuka kemungkinan penurunan kembali menuju kisaran konsolidasi sebelumnya di sekitar US$1,39 hingga US$1,40.

    Dengan momentum yang masih positif, pergerakan XRP dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level support barunya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

    Aktivitas pasar derivatif XRP menunjukkan tanda-tanda pelemahan minat risiko di kalangan trader. Sejumlah indikator utama di Binance memperlihatkan penurunan posisi terbuka, meningkatnya tekanan jual, serta funding rate yang bergerak ke wilayah negatif dalam waktu yang hampir bersamaan.

    Kondisi ini menandakan bahwa banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap XRP di tengah ketidakpastian pasar kripto secara keseluruhan.

    Open Interest XRP di Binance Menurun

    Salah satu indikator utama yang diamati adalah Open Interest (OI) di Binance, yang merepresentasikan total nilai kontrak derivatif XRP yang masih aktif di pasar.

    Data terbaru menunjukkan bahwa nilai OI mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini biasanya menandakan bahwa trader menutup posisi mereka, bukan membuka posisi baru.

    Ketika Open Interest turun, aktivitas spekulatif di pasar derivatif biasanya ikut melemah karena jumlah kontrak yang diperdagangkan berkurang.

    Tekanan Jual Terlihat di Pasar Derivatif

    Selain Open Interest, indikator Perpetual Cumulative Volume Delta (CVD) di Binance juga menunjukkan penurunan.

    CVD digunakan untuk mengukur akumulasi tekanan beli dan jual dalam kontrak futures perpetual. Penurunan indikator ini menunjukkan bahwa aktivitas jual saat ini lebih dominan dibandingkan aktivitas beli.

    Kondisi tersebut menandakan bahwa pelaku pasar derivatif lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan menambah posisi bullish.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.

    “Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” katanya.

    Baca juga: Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

    Pasar Spot Juga Tunjukkan Sentimen Negatif

    Dilaporkan Crypto Quant, sinyal pelemahan tidak hanya terjadi di pasar derivatif. Data Spot CVD Binance juga mengalami penurunan.

    Indikator ini mengukur perbedaan kumulatif antara volume beli dan jual di pasar spot. Penurunan Spot CVD menunjukkan bahwa tekanan jual juga terjadi di pasar perdagangan langsung.

    Ketika pasar spot dan derivatif sama-sama menunjukkan dominasi penjual, hal ini biasanya mencerminkan sentimen pasar yang lebih defensif.

    Funding Rate Berubah Negatif

    Indikator lain yang memperkuat gambaran tersebut adalah funding rate pada kontrak futures perpetual.

    Funding rate merupakan mekanisme pembayaran antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak futures tetap mendekati harga pasar spot.

    Dalam beberapa waktu terakhir, funding rate XRP di berbagai bursa kripto bergerak ke wilayah negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi short kini lebih dominan dibandingkan posisi long.

    Sebagian besar platform mencatat funding rate negatif, sementara bursa OKX tercatat masih berada di sekitar level netral.

    Pasar Bisa Lebih Stabil Setelah Leverage Turun

    Meski data ini menunjukkan sikap hati-hati dari pelaku pasar, penurunan leverage spekulatif terkadang dapat memberikan dampak positif dalam jangka menengah.

    Ketika posisi berisiko tinggi mulai berkurang, struktur pasar dapat menjadi lebih sehat dan stabil. Dalam kondisi seperti ini, harga aset kripto sering kali memiliki peluang untuk membangun fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Dengan berkurangnya tekanan dari posisi spekulatif, analis menilai pasar XRP berpotensi menemukan keseimbangan baru jika permintaan kembali meningkat dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

    Harga XRP saat ini mendekati salah satu sinyal teknikal yang secara historis sering menandai titik dasar pasar. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa aset kripto tersebut berada dalam kondisi undervalued, memunculkan spekulasi bahwa fase pemulihan harga dapat segera terjadi.

    Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,36 dan bergerak dalam pola teknikal descending wedge, formasi grafik yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren ke arah bullish.

    Indikator MVRV Tunjukkan Kondisi Undervalued

    Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Z-Score, metrik yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi dari aset kripto.

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa XRP saat ini berada di bawah ambang nilai wajar menurut indikator tersebut. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa harga aset berada dalam fase undervaluation.

    Secara historis, situasi serupa pada sejumlah aset kripto sering diikuti oleh pemulihan harga setelah tekanan jual mereda.

    Meski demikian, analis mencatat bahwa sinyal dari MVRV tidak selalu langsung diikuti oleh kenaikan harga dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan teknikal, narasi seperti ini biasanya menarik karena menggabungkan kondisi sentimen yang tertekan dengan kemungkinan terbentuknya support yang lebih kuat.

    “Namun level yang dipantau pasar akan jadi penentu: jika XRP gagal bertahan di area tersebut, sinyal bottom bisa batal total; sebaliknya jika bertahan, potensi relief rally akan terlihat jauh lebih meyakinkan,” analisanya.

    Baca juga: Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

    Rasio Profit dan Loss Mendekati Titik Kapitulasi

    Indikator lain yang diamati adalah realized profit/loss ratio, yang mengukur perbandingan antara transaksi yang menghasilkan keuntungan dan transaksi yang terjadi dalam kondisi rugi.

    Saat ini rasio tersebut mendekati level 1,0. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah transaksi yang direalisasikan dalam kerugian hampir sama dengan transaksi yang menghasilkan keuntungan.

    Kondisi tersebut sering dianggap sebagai tanda meningkatnya tekanan kapitulasi di pasar, yaitu fase ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi.

    Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase kapitulasi seperti ini sering menjadi titik awal bagi pemulihan harga.

    Level Penting Harga XRP

    Secara teknikal, XRP saat ini bergerak di antara area resistance sekitar US$1,39 dan support di sekitar US$1,33.

    Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, pola descending wedge berpotensi memicu kenaikan sekitar 11% menuju area US$1,43.

    Namun jika tekanan jual masih berlanjut, XRP kemungkinan tetap bergerak dalam rentang tersebut atau bahkan turun menuju level US$1,31.

    Penurunan ke area tersebut dapat menandai fase kapitulasi yang lebih dalam, yang dalam beberapa kasus sebelumnya justru menjadi titik awal bagi fase pemulihan harga berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com