Tag: ripple

  • Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

    Harga Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan jual yang kuat hingga akhir Desember 2025. Pergerakan harga terbaru menunjukkan upaya pemulihan yang terbatas, sementara pasar masih menerima harga di level yang lebih rendah. Secara struktur, XRP belum menunjukkan tanda-tanda masuk fase akumulasi dan masih berada dalam tren korektif.

    Berdasarkan analisis pasar yang dipublikasikan Shayan Markets pada 28 Desember 2025, struktur harga XRP tetap bearish selama belum mampu merebut kembali level kunci tertentu.

    Tekanan Bearish di Timeframe Harian

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Awal 2025 XRP di US$2,08, Akhir Tahun Anjlok 11 Persen: Salah Masuk?

    Pada grafik harian, XRP masih bergerak di dalam descending channel yang sudah terbentuk sejak terjadinya penembusan besar pada tren sebelumnya. Saat ini, harga XRP berada sedikit di atas zona permintaan penting di kisaran US$1,80, yang sejauh ini masih mampu menahan tekanan jual.

    Meski zona tersebut masih dipertahankan oleh pembeli, struktur pasar secara keseluruhan tetap lemah. XRP masih bergerak di bawah garis tren menurun serta berada di bawah moving average 100 hari dan 200 hari, yang memperkuat bias bearish.

    Dilaporkan Crypto Potato, kegagalan berulang XRP untuk menembus kembali area US$2,40–US$2,50, yang kini berfungsi sebagai resistance, menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual masih mendominasi. Selama harga belum mampu menembus struktur penurunan dan kembali berada di atas area resistance tersebut, potensi kenaikan dinilai hanya bersifat korektif, bukan perubahan tren utama. Selama harga bertahan di bawah garis tengah kanal, prospek harian masih mengarah pada konsolidasi atau pergerakan turun menuju zona permintaan yang lebih rendah.

    Konsolidasi Ketat di Grafik 4 Jam

    Sementara itu, grafik 4 jam menunjukkan XRP sedang mengalami konsolidasi ketat setelah kembali ditolak dari resistance kanal menurun. Harga kini bergerak mendekati batas bawah kanal, dengan tekanan jual muncul setiap kali terjadi reli kecil.

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun momentum bearish mulai melambat, dominasi penjual belum sepenuhnya hilang. Pembeli memang terlihat mempertahankan area US$1,80, namun tidak adanya dorongan bullish yang kuat menunjukkan lemahnya permintaan lanjutan.

    Tanpa penembusan yang jelas di atas garis tren turun jangka pendek, XRP masih rentan mengalami penurunan lanjutan menuju zona permintaan yang lebih dalam. Pergeseran bias jangka pendek baru akan terjadi jika harga mampu menembus resistance kanal secara meyakinkan. Hingga saat itu, pergerakan XRP diperkirakan masih range-bound dengan risiko penurunan yang tetap terbuka.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Awal 2025 XRP di US$2,08, Akhir Tahun Anjlok 11 Persen: Salah Masuk?

    Investasi besar pada aset kripto XRP di awal 2025 hingga kini belum memberikan hasil manis bagi investor. Meski sepanjang tahun ini dipenuhi berbagai perkembangan fundamental penting, harga XRP justru bergerak melemah secara tahunan.

    Hingga 27 Desember 2025, XRP diperdagangkan di kisaran US$ 1,85. Angka tersebut mencerminkan penurunan sekitar 11 persen sejak awal tahun. Dengan estimasi harga awal 2025 berada di level US$ 2,08, investasi sebesar US$ 1.000 pada Januari kini bernilai sekitar US$ 809. Artinya, investor mengalami penurunan nilai sekitar US$ 110, belum termasuk biaya transaksi dan pajak.

    Kinerja XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Tertahan di US$1,84 Meski ETF Tembus US$1 Miliar, Ada Apa?

    Dilaporkan Crypto Harian, kinerja ini menempatkan XRP sebagai salah satu aset kripto berkapitalisasi besar yang gagal mengonversi momentum fundamental menjadi kenaikan harga yang berkelanjutan sepanjang 2025.

    Ironisnya, pelemahan harga terjadi di tahun yang secara struktural dipandang sebagai periode krusial bagi XRP. Salah satu katalis utama adalah berakhirnya sengketa hukum panjang antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Penyelesaian kasus ini memberikan kejelasan regulasi yang selama bertahun-tahun dinantikan oleh pasar.

    Kepastian hukum tersebut diharapkan membuka pintu lebih lebar bagi partisipasi institusional dan memperbaiki persepsi terhadap XRP, khususnya di pasar Amerika Serikat. Namun, ekspektasi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan harga.

    Sepanjang 2025, Ripple juga mempercepat ekspansi ke sektor keuangan institusional. Perusahaan memperluas layanan prime brokerage dan likuiditas, serta meningkatkan eksposur XRP melalui produk investasi teregulasi. Beberapa yurisdiksi bahkan telah meluncurkan dan menyetujui ETF spot XRP, yang secara teori menurunkan hambatan masuk bagi investor profesional maupun ritel.

    Potensi Harga XRP

    Di sisi lain, Ripple turut meluncurkan dan memperluas integrasi RLUSD, stablecoin berbasis dolar AS milik perusahaan. Meski RLUSD bukan XRP, kehadirannya dinilai mendukung utilitas jangka panjang ekosistem Ripple, khususnya melalui biaya transaksi dan likuiditas jaringan.

    Namun, berbagai kemajuan tersebut belum mampu menopang harga XRP secara konsisten. Sepanjang tahun, XRP berulang kali gagal bertahan di atas level psikologis US$ 2. Volatilitas pasar kripto global, pelepasan token dari mekanisme escrow Ripple, serta sikap investor yang cenderung defensif menjadi faktor penekan utama.

    Menjelang akhir tahun, XRP kembali berada di zona negatif secara tahunan, menghapus reli yang sempat terjadi pada paruh awal 2025. Kondisi ini menegaskan masih lebarnya jarak antara kemajuan fundamental dan kepercayaan pasar, sekaligus menunjukkan bahwa kejelasan regulasi dan adopsi institusional tidak selalu berdampak langsung pada kenaikan harga aset kripto.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Bertahan di US$1,84, Analis: Potensi Gerak Tajam 10%

    Pergerakan harga aset kripto XRP tengah menjadi sorotan setelah seorang analis teknikal mengungkap potensi pergerakan signifikan dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis teknikal pada grafik 15 menit, XRP diperkirakan berpeluang mengalami pergerakan harga hingga 10 persen, meski arah pergerakannya masih belum dapat dipastikan.

    Dilaporkan Trading View, analis kripto Ali Martinez melalui platform X menyebutkan bahwa XRP saat ini bergerak di dalam pola Symmetrical Triangle atau segitiga simetris. Pola ini terbentuk ketika harga aset berkonsolidasi di antara dua garis tren yang saling mendekat, masing-masing berfungsi sebagai area resistensi dan support.

    Pola Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

    Dalam pola segitiga simetris, kedua garis tren memiliki kemiringan yang relatif seimbang dan berlawanan arah. Kondisi ini menandakan penyempitan volatilitas harga, yang umumnya diikuti oleh pergerakan besar saat harga berhasil menembus salah satu sisi pola tersebut.

    Martinez menjelaskan bahwa pada Hari Natal lalu, harga XRP sempat menguji batas bawah pola segitiga tersebut dan berhasil bertahan, menandakan area support masih cukup kuat untuk sementara waktu. Namun, ia menegaskan bahwa penembusan ke atas maupun ke bawah dari pola ini tetap sama-sama berpeluang terjadi.

    “Jika harga menembus ke atas, itu bisa menjadi sinyal bullish. Sebaliknya, jika jatuh ke bawah, maka tekanan bearish kemungkinan akan berlanjut,” tulis Martinez.

    Potensi Harga XRP

    Berbeda dengan pola Ascending Triangle atau Descending Triangle yang cenderung memiliki bias arah tertentu, pola segitiga simetris tidak memberikan indikasi arah yang jelas. Oleh karena itu, peluang breakout ke atas maupun ke bawah dinilai relatif seimbang.

    Terkait besaran pergerakan, Martinez memperkirakan bahwa breakout dari pola konsolidasi ini dapat memicu pergerakan harga sekitar 10 persen. Proyeksi tersebut didasarkan pada prinsip analisis teknikal yang menyebutkan bahwa pergerakan pasca-breakout biasanya sebanding dengan lebar pola konsolidasi sebelumnya.

    Saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,84, mencatatkan penurunan sekitar 3,3 persen dalam sepekan terakhir. Investor dan pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan selanjutnya, seiring XRP mendekati titik penentuan dari pola segitiga tersebut.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

    Tekanan jual kembali membayangi XRP menjelang akhir 2025. Aset kripto ini gagal bertahan di atas level psikologis US$2, memicu perubahan sentimen pasar ke arah yang lebih defensif. Penurunan minat pada perdagangan derivatif, meningkatnya kehati-hatian investor ritel, serta isu token unlock yang akan datang menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga.

    Di tengah sentimen negatif tersebut, muncul pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah kondisi ini menandai berakhirnya peluang XRP, atau justru menjadi fase transisi sebelum pasar menemukan momentum baru?

    Minat Derivatif Menurun, Trader Spekulatif Mundur

    Data terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas investor XRP, terutama di pasar derivatif. Open interest XRP futures di Binance tercatat turun ke kisaran US$453 juta, level terendah sejak akhir 2024. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal 2025, ketika open interest sempat melampaui US$1 miliar seiring reli harga dan meningkatnya aktivitas spekulatif.

    Penurunan tersebut mencerminkan keluarnya trader jangka pendek yang sebelumnya mengandalkan leverage tinggi. Berkurangnya leverage membuat pasar kehilangan dorongan agresif, sehingga pergerakan harga menjadi lebih lambat dan cenderung tidak stabil. Namun di sisi lain, kondisi ini juga mengurangi risiko likuidasi besar yang kerap terjadi saat pasar terlalu padat oleh posisi spekulatif.

    Secara historis, fase open interest rendah pada XRP kerap menjadi periode peralihan, di mana aktivitas perdagangan mulai bergeser dari derivatif ke pasar spot. Meski demikian, peralihan ini biasanya membutuhkan waktu sebelum pasar menemukan arah yang lebih jelas.

    Baca juga: XRP Jaga Support $1,77, Jalan Menuju $2 Terbuka Jelang Akhir Tahun

    Investor Ritel Tertekan, Likuiditas Jadi Sorotan

    Dilaporkan Crypto Harian, tekanan terhadap investor ritel juga semakin terasa. Sejumlah analis menilai pelemahan harga XRP saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika likuiditas dibandingkan penurunan fundamental. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa institusi besar cenderung menarik likuiditas dari pasar ritel untuk memperbaiki posisi keuangan mereka setelah kinerja kuartalan yang kurang memuaskan.

    Kondisi ini membuat investor ritel berada dalam posisi rentan, terutama ketika keputusan diambil berdasarkan emosi dan ekspektasi jangka pendek. Situasi tersebut diperburuk oleh kegagalan berbagai prediksi harga optimistis sebelumnya, yang kemudian digantikan narasi penenang tanpa evaluasi risiko yang memadai.

    Token Unlock Jadi Faktor Sentimen Negatif

    Sentimen negatif pasar semakin kuat dengan adanya jadwal token unlock XRP pada awal Januari 2026. Meski Ripple secara historis mengembalikan sebagian besar token yang dibuka ke escrow, pasar tetap merespons isu ini dengan kewaspadaan tinggi.

    Potensi tambahan likuiditas, meski relatif terbatas, dinilai dapat memicu tekanan jual baru di tengah sentimen pasar yang sudah rapuh. Akibatnya, banyak pelaku pasar memilih bersikap menunggu hingga terdapat kepastian lebih lanjut.

    Harga XRP di Fase Kritis

    Dari sisi teknikal, XRP berada dalam kondisi yang menantang. Harga saat ini bergerak di sekitar US$1,87 setelah turun di bawah area penting US$2,00 dan US$1,90. Struktur pergerakan harga masih menunjukkan kecenderungan negatif dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.

    Level US$1,80 menjadi batas bawah krusial. Jika area ini ditembus secara tegas, koreksi berpotensi berlanjut hingga awal 2026. Sebaliknya, untuk mengubah struktur harga menjadi lebih konstruktif, XRP perlu menembus area resistensi awal di US$2,22. Tanpa penembusan level tersebut, setiap kenaikan harga dinilai masih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

    Indikator teknikal seperti EMA menunjukkan harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama, sementara RSI mencerminkan dominasi tekanan jual. Kombinasi ini menegaskan bahwa momentum negatif masih mendominasi pasar.

    Harapan Jangka Menengah Masih Ada

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Di luar tekanan jangka pendek, wacana regulasi yang lebih jelas pada 2026, termasuk pembahasan kerangka CLARITY, memberikan secercah harapan bagi XRP dalam jangka menengah hingga panjang. Regulasi yang konsisten dinilai berpotensi menciptakan keseimbangan baru antara institusi dan investor ritel.

    Namun hingga kepastian tersebut benar-benar terwujud, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam bayang-bayang sentimen negatif.

    Kesimpulan

    XRP saat ini berada dalam fase penuh tekanan dan ketidakpastian. Penurunan minat spekulatif, dinamika likuiditas, serta isu token unlock membentuk sentimen pasar yang cenderung negatif. Dalam kondisi ini, manajemen risiko menjadi faktor kunci bagi investor.

    Analis menilai keputusan berbasis emosi dan euforia berpotensi memperbesar kerugian. Pendekatan yang lebih disiplin, dengan fokus pada konfirmasi pergerakan harga dan kesadaran risiko, dinilai penting agar pelaku pasar dapat bertahan tanpa terjebak kepanikan maupun optimisme berlebihan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Jaga Support $1,77, Jalan Menuju $2 Terbuka Jelang Akhir Tahun

    Harga Ripple (XRP) masih bergerak datar dalam 24 jam terakhir dan tercatat melemah sekitar 16,8% dalam 30 hari terakhir. Secara teknikal, tren jangka pendek masih terasa bearish. Namun, memasuki musim Natal 2025, muncul tiga sinyal yang dinilai berpotensi membuka peluang pembalikan arah harga.

    Meski belum bisa disebut reli, kondisi ini dianggap sebagai fase awal pembentukan (setup) jika pembeli mampu melanjutkan tekanan beli.

    Momentum dan Arus Dana Mulai Berubah

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak awal November hingga 24 Desember, harga XRP membentuk lower low atau penurunan bertahap. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) justru mencatat higher low pada periode yang sama. Kondisi ini dikenal sebagai bullish divergence, yaitu situasi ketika harga turun tetapi momentum mulai menguat, yang kerap muncul sebelum upaya pembalikan tren.

    Dilaporkan BeInCrypto, sinyal serupa juga terlihat pada Money Flow Index (MFI), indikator yang mengukur arus dana dan volume. Antara 21 November hingga 18 Desember, harga XRP terus melemah, sementara MFI justru bergerak naik. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan beli di area penurunan harga (dip-buying).

    Setelah 18 Desember, XRP sempat memantul seiring MFI yang keluar dari zona jenuh jual. Hingga saat ini, MFI masih mempertahankan struktur higher low, menandakan arus dana belum sepenuhnya keluar dari pasar.

    Kombinasi RSI dan MFI tersebut mengisyaratkan bahwa tekanan jual mulai berkurang, meski belum menjadi konfirmasi tren bullish.

    Baca juga: Harga XRP US$1,85, Arus Dana ETF Jadi Sinyal Mengejutkan Pasar

    Pergerakan Whale Masih Hati-Hati

    Data on-chain menunjukkan investor besar (whale) kembali menambah kepemilikan XRP secara terbatas. Kelompok whale yang memegang 100 juta hingga 1 miliar XRP meningkatkan saldo dari 8,11 miliar menjadi 8,23 miliar XRP sejak 22 Desember. Dengan harga saat ini, peningkatan tersebut setara sekitar 150 juta dolar AS.

    Sementara itu, kelompok whale dengan kepemilikan 10 juta hingga 100 juta XRP juga menambah saldo dari 10,88 miliar menjadi 10,9 miliar XRP pada 23 Desember, atau sekitar 50 juta dolar AS.

    Akumulasi ini tergolong moderat dan tidak seagresif lonjakan pembelian di pertengahan Desember. Namun, langkah hati-hati ini menunjukkan bahwa investor besar belum sepenuhnya meninggalkan pasar di level harga saat ini.

    Level Kunci Penentu Arah XRP

    Agar sinyal teknikal dan data on-chain tersebut berubah menjadi pergerakan nyata, XRP perlu menembus level resistance utama di sekitar 1,98 dolar AS. Area ini telah menahan kenaikan harga sejak 15 Desember. Jika berhasil dilewati, peluang kenaikan menuju 2,12 dolar AS terbuka, dengan target lanjutan di 2,23 dolar AS sebagai konfirmasi kekuatan pembeli.

    Di sisi bawah, level 1,77 dolar AS menjadi penopang penting. Level ini telah berfungsi sebagai support struktural sejak Oktober. Penutupan harian di bawah 1,77 dolar AS akan menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih mendominasi.

    Saat ini, XRP masih bertahan di atas 1,77 dolar AS dengan momentum yang perlahan membaik, arus dana yang mulai stabil, serta partisipasi whale yang kembali muncul. Meski belum cukup untuk mengubah tren menjadi bullish, kombinasi ketiga faktor tersebut dinilai cukup untuk membuka peluang perubahan arah jika harga mampu menembus resistance kunci.

    Jika XRP berhasil bergerak kuat di atas 1,98 dolar AS, sentimen Natal yang positif bisa mulai terasa. Namun sebelum itu terjadi, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pergerakan harga.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP US$1,85, Arus Dana ETF Jadi Sinyal Mengejutkan Pasar

    Harga XRP yang tertekan selama hampir enam bulan terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Data on-chain terbaru serta arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) XRP mengindikasikan bahwa tekanan jual yang masif berpotensi mereda, meski secara teknikal tren harga masih berada dalam fase menurun.

    Sejak peluncurannya bulan lalu, ETF XRP Spot yang terdaftar di Amerika Serikat belum mencatat satu pun arus keluar dana. Total arus masuk bersih telah mencapai US$1,13 miliar, dengan total aset kelolaan (AUM) menyentuh US$1,25 miliar. Pada Selasa (waktu setempat), ETF XRP mencatat arus masuk sebesar US$8,19 juta, menandai hari ke-28 berturut-turut dengan inflow positif.

    Arus Masuk Dana ETF XRP

    Berdasarkan data SoSoValue, hanya ETF XRP milik Franklin Templeton (XRPZ) yang mencatat inflow pada hari tersebut, sementara ETF lainnya stagnan akibat rendahnya aktivitas perdagangan selama musim liburan. Hingga kini, Spot XRP ETF milik Canary Capital (XRPC) memimpin dengan total inflow US$384 juta, disusul oleh ETF dari Bitwise dan Grayscale.

    Selain itu, data aliran dana CoinShares menunjukkan adanya rotasi investor institusional dari ETF Bitcoin dan Ethereum ke ETF XRP. Perpindahan ini dipicu oleh perkembangan positif seputar XRP serta membaiknya sentimen komunitas.

    Dilaporkan Coingape, dari sisi on-chain, indikator Exchange Reserve XRP di Binance menunjukkan penurunan tajam hingga 2,6 miliar XRP. Angka ini menjadi level terendah sejak Juli 2024 di bursa kripto terbesar dunia tersebut. Penurunan cadangan di bursa biasanya mengindikasikan investor dan whale memindahkan aset ke dompet pribadi, yang berpotensi mengurangi tekanan jual dan menciptakan efek kelangkaan pasokan.

    Sementara itu, metrik XRP Whale Flows 30-DMA juga menunjukkan pelemahan tekanan jual dari para whale, meski masih berada di zona negatif. Hal ini memperkuat sinyal bahwa aksi distribusi besar-besaran mulai mereda.

    Baca juga: XRP Terancam Anjlok 50%? Harga Bertahan di Support Kritis

    Analisis Teknikal XRP

    Pergerakan harga Dar XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, secara teknikal, tantangan masih membayangi. XRP perlu bertahan di zona permintaan krusial antara US$1,80 hingga US$1,90 untuk menjaga struktur bullish jangka menengah. Indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di area bawah dan belum mengonfirmasi pembalikan tren secara jelas.

    Trader veteran Peter Brandt sebelumnya menyebut bahwa potensi pola double top bearish pada grafik mingguan bisa gagal jika harga XRP memantul dari kondisi RSI yang oversold. Sebaliknya, jika level US$1,80 gagal dipertahankan, narasi bullish dari data on-chain dan teknikal berisiko runtuh dan membuka peluang penurunan harga hingga US$1.

    Pada saat penulisan, harga XRP berada di level US$1,85, turun lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Harga tertinggi harian tercatat di US$1,90 dan terendah di US$1,84. Volume perdagangan juga turun sekitar 19% dalam periode yang sama.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Terancam Anjlok 50%? Harga Bertahan di Support Kritis

    Harga XRP diperdagangkan di dekat level support krusial pada pekan ini di tengah upaya pemulihan dari koreksi pasar terbaru, berdasarkan data perdagangan terbaru.

    Pada Senin (17/12), harga XRP sempat turun sekitar 6% dan menembus batas bawah rentang pergerakan satu tahunnya. Penurunan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar sebelum harga akhirnya stabil di zona support yang telah beberapa kali memicu rebound sejak breakout pada November 2024.

    Area Support Penting XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 23 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 23 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Data menunjukkan XRP kembali menguji area support yang sama setiap kali terjadi koreksi besar dalam setahun terakhir, dan sejauh ini selalu mampu bertahan serta kembali naik ke atas level support sebelumnya. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa kegagalan mempertahankan level ini dapat berdampak signifikan.

    Dilaporkan Crypto News, analis pasar Ali Martinez menyatakan bahwa XRP telah jatuh di bawah rentang harga satu tahun, yang berpotensi membuka jalan bagi penurunan hingga 50% jika level support saat ini jebol. Menurutnya, XRP perlu mencatatkan penutupan harian di atas batas bawah rentang tersebut untuk menghindari penurunan menuju level support utama yang terakhir terlihat lebih dari satu tahun lalu.

    Peringatan serupa disampaikan analis Cheds Trading. Ia menilai XRP tengah mendekati breakdown pada kerangka waktu tinggi (high timeframe). Cheds menyebutkan adanya potensi pola rounding top atau double top. Jika pola double top terkonfirmasi dengan hilangnya neckline, harga XRP berisiko turun mengikuti pergerakan terukur menuju rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) dan area harga yang jauh lebih rendah.

    Baca juga: Nyaris Tembus $2, XRP Mendadak Mandek, Apakah Ini Bull Trap?

    Peluang Harga XRP

    Di sisi lain, tidak semua analis bersikap pesimistis. Trader Niels melihat peluang bullish pada level harga saat ini. Ia menyoroti adanya bullish divergence pada timeframe harian ketika XRP menguji zona support. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang pergerakan naik, dengan potensi kenaikan lanjutan jika harga mampu menembus area resistance dalam beberapa pekan ke depan.

    Secara harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran 1,91–1,93 dolar AS di bursa utama. Data Binance menunjukkan harga sekitar 1,93 dolar AS per token dengan kenaikan harian sekitar 3–4%, sementara CoinGecko mencatat harga komposit di sekitar 1,91 dolar AS dengan volume perdagangan harian mendekati 2,8 miliar dolar AS.

    Secara year-to-date, XRP masih berada di bawah level awal Desember di sekitar 2,20 dolar AS, mencerminkan koreksi sekitar 10–15% menuju area 1,9 dolar AS. Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas level terendah pertengahan 2024 di sekitar 0,32 dolar AS. Secara struktural, XRP juga masih sekitar 45% di bawah rekor tertingginya di 3,65 dolar AS, menandakan bahwa pergerakan naik terbaru masih berada dalam fase konsolidasi yang lebih luas setelah reli kuat sepanjang 2024–2025.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nyaris Tembus $2, XRP Mendadak Mandek, Apakah Ini Bull Trap?

    Harga XRP nyaris menyentuh level psikologis US$2,00 pada 21 Desember 2025, namun momentum kenaikan kembali tertahan. Aset kripto ini diperdagangkan di kisaran US$1,91, menunjukkan pelemahan reli setelah beberapa pekan membentuk puncak yang lebih rendah dan dasar harga yang naik perlahan.

    Data teknikal menunjukkan sinyal campuran. Osilator berada di zona netral, sementara mayoritas indikator tren belum memberikan konfirmasi pembalikan arah. Kondisi ini membuat pergerakan jangka pendek XRP sangat bergantung pada kemampuannya menembus level resistensi kunci.

    Analisa Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    Pada grafik 1 jam, XRP terjebak dalam rentang sempit US$1,89–US$1,96. Penolakan kuat di area US$1,94–US$1,96 memicu pembentukan candlestick merah besar, mengindikasikan aksi jual cepat setelah euforia jangka pendek. Indikator momentum seperti Momentum Oscillator (-0,13) dan MACD (-0,07) masih mengarah ke bias bearish, memunculkan kekhawatiran terjadinya bull trap.

    Sementara itu, grafik 4 jam memberikan gambaran yang sedikit lebih positif. Harga memantul tajam dari US$1,77 ke hampir US$1,96, didukung lonjakan volume yang signifikan. Zona US$1,88–US$1,90 kini menjadi area krusial yang harus dipertahankan agar struktur higher low dapat terbentuk. Namun, tanpa penembusan bersih di atas US$1,96, reli ini berisiko kehilangan tenaga.

    Pada grafik harian, tren turun masih mendominasi. XRP tercatat telah turun dari puncak US$2,31 ke US$1,77, dan upaya pemulihan sejauh ini belum mampu menembus zona resistensi US$2,00–US$2,05. Indikator seperti RSI (40,73), Stochastic (35,31), dan ADX (22,89) berada di wilayah netral, mencerminkan ketidakpastian arah pasar.

    Grafik XRP

    Dilaporkan News Bitcoin, tekanan semakin terasa dari sisi rata-rata pergerakan. Seluruh EMA dan SMA utama, mulai dari periode 10 hingga 200, masih menunjukkan sinyal bearish. SMA 200 harian berada jauh di atas harga saat ini, di sekitar US$2,58, menegaskan bahwa tren jangka panjang XRP belum berubah.

    Secara keseluruhan, XRP berada di persimpangan antara pemulihan jangka pendek dan kelanjutan tren turun. Penutupan harga yang meyakinkan di atas US$1,96 dan US$2,00 dengan volume kuat berpotensi membuka jalan menuju US$2,15–US$2,25. Namun, kegagalan mempertahankan area US$1,88 dapat menyeret harga kembali menguji US$1,77 atau lebih rendah.

    Hingga konfirmasi arah muncul, pasar tampaknya masih memilih bersikap waspada, sementara level US$2,00 tetap menjadi tembok besar yang belum berhasil ditembus XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Diramal Melejit Tajam di 2026, Target Harga Tembus $8?

    Aset kripto XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memprediksi lonjakan harga signifikan pada 2026. Optimisme ini muncul seiring membaiknya iklim regulasi di Amerika Serikat, berakhirnya sengketa hukum Ripple dengan regulator, serta hadirnya produk ETF berbasis XRP.

    Analis Standard Chartered Bank, Geoffrey Kendrick, memperkirakan harga XRP dapat mencapai US$8 pada 2026, atau melonjak sekitar 315% dari level saat ini di kisaran US$1,9 per koin. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya kepastian regulasi dan persetujuan beberapa spot XRP ETF di pasar AS.

    Namun, tidak semua pihak sepakat dengan proyeksi agresif tersebut. Sejumlah analis menilai target yang lebih realistis untuk XRP pada 2026 berada di kisaran US$3, atau naik sekitar 58% dari harga saat ini.

    Sengketa Hukum Mereda, Regulasi Lebih Ramah

    Dilaporkan The Montle Fool, salah satu sentimen positif utama datang dari keputusan Securities and Exchange Commission (SEC) yang resmi menghentikan upaya banding terhadap Ripple. Sebelumnya, SEC menggugat Ripple pada 2020 atas dugaan penjualan XRP sebagai sekuritas ilegal.

    Pada 2023, pengadilan AS mengeluarkan putusan terbelah: penjualan XRP ke investor institusi dinilai melanggar hukum, sementara penjualan melalui bursa ke investor ritel dinyatakan tidak melanggar aturan. Dengan dihentikannya banding, hambatan hukum utama XRP dinilai telah berakhir.

    Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang lebih pro-kripto, termasuk pembentukan cadangan aset digital nasional serta penunjukan figur pendukung kripto sebagai pimpinan SEC.

    Baca juga: Bukan Bitcoin! XRP Disebut Bisa Jadi Kuda Hitam Kripto 2026

    Ambisi Ripple Tantang Dominasi SWIFT

    XRP merupakan aset digital utama di jaringan XRP Ledger, yang dirancang untuk mendukung transaksi lintas negara dengan biaya murah dan waktu settlement cepat. Ripple, perusahaan di balik ekosistem ini, menggunakan XRP sebagai aset perantara dalam layanan pembayaran globalnya.

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan, XRP Ledger dapat menangani sekitar 14% volume transaksi global yang saat ini diproses oleh sistem SWIFT, setara lebih dari US$20 triliun.

    Meski demikian, klaim tersebut dinilai terlalu optimistis oleh sebagian pengamat. Pasalnya, penggunaan aset kripto yang volatil sebagai alat transfer dana masih kalah bersaing dengan stablecoin yang nilainya lebih stabil. Bahkan, volume transaksi bulanan XRP tercatat mengalami tren penurunan dalam dua tahun terakhir.

    ETF XRP Jadi Katalis Baru

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sentimen positif lainnya datang dari peluncuran spot XRP ETF di Amerika Serikat sejak November lalu. Beberapa produk ETF tersebut dikelola oleh manajer aset besar, termasuk Franklin Templeton, yang masuk dalam jajaran 25 pengelola dana terbesar dunia.

    Keberadaan ETF dinilai dapat mendorong adopsi XRP, terutama di kalangan investor institusi dan ritel, karena menghilangkan hambatan teknis seperti penggunaan bursa kripto dan pengelolaan dompet digital. Sebagai perbandingan, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 90% sejak ETF Bitcoin spot disetujui pada awal 2024.

    Prospek Masih Diperdebatkan

    Meski memiliki sejumlah katalis positif, analis menilai XRP tetap memiliki risiko. Dibandingkan Bitcoin, kepercayaan jangka panjang terhadap XRP dinilai masih lebih rendah, sehingga investor disarankan bersikap selektif dan membatasi porsi investasi.

    Saat ini, XRP berada di peringkat lima kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar US$117 miliar. Pergerakan harganya ke depan akan sangat bergantung pada realisasi adopsi institusional dan perkembangan regulasi global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Bitcoin! XRP Disebut Bisa Jadi Kuda Hitam Kripto 2026

    Pasar kripto memasuki tahun 2026 dalam fase transisi setelah melalui periode volatilitas tinggi, rekor harga baru, serta aksi ambil untung sepanjang 2025. Di tengah dominasi Bitcoin sebagai aset institusional, XRP justru mulai mencuri perhatian sebagai salah satu aset yang berpotensi mencatatkan kinerja menonjol pada 2026.

    Dilaporkan BeInCrypto, Ripple menutup 2025 dengan modal penting berupa kejelasan regulasi, menyusul hasil positif dalam sengketa hukumnya dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Kepastian ini menghidupkan kembali minat institusi terhadap XRP, sekaligus membuka kembali wacana peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis XRP.

    Perkembangan XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

    Secara fundamental, perkembangan tersebut memperkuat posisi XRP di mata pasar keuangan tradisional, terutama dalam konteks adopsi perbankan dan sistem pembayaran lintas negara. Sejumlah analis menilai, jika adopsi institusional meningkat secara signifikan, XRP berpotensi mengalami lonjakan permintaan yang mendorong harga ke level tertinggi baru.

    Dari sisi teknikal, XRP saat ini berada dalam fase koreksi setelah reli kuat yang membawa harga mendekati US$3,60 pada pertengahan 2025. Setelah itu, harga terkoreksi ke zona permintaan utama, sementara beberapa area suplai masih membatasi pemulihan jangka pendek. Pola ini dinilai sebagai fase konsolidasi atau regresi tren yang lazim terjadi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Dalam skenario bullish, XRP berpeluang menguat ke kisaran US$3,83 hingga US$4,53 pada 2026. Namun, prasyarat utamanya adalah keberhasilan harga merebut kembali level US$2,40 dengan dukungan volume beli yang kuat, serta kelanjutan sentimen positif dari sisi regulasi dan adopsi institusi.

    Sementara itu, jika ketidakpastian masih membayangi, XRP diperkirakan bergerak mendatar di rentang US$1,60 hingga US$3,00. Konsolidasi ini dipandang sebagai fase sehat, yang memungkinkan pasar membangun fondasi sebelum memasuki siklus berikutnya.

    Skenario Harga XRP di 2026

    Adapun dalam skenario bearish, pelemahan di bawah level support krusial dapat menekan XRP ke area US$1,20 bahkan US$0,90. Penurunan tersebut akan mencerminkan melemahnya minat spekulatif serta tertundanya adopsi berskala besar.

    Secara keseluruhan, 2026 diproyeksikan sebagai tahun penyeimbang bagi pasar kripto. Bitcoin masih memegang struktur terkuat berkat dukungan institusional dan ETF, sementara Ethereum dan XRP, termasuk Ripple, sangat bergantung pada katalis spesifik seperti adopsi jaringan, produk ETF, dan kepastian regulasi.

    Jika kondisi makro global membaik dan likuiditas kembali mengalir ke aset digital, XRP berpotensi muncul sebagai salah satu aset kripto dengan performa paling menarik. Tahun 2026 pun dinilai bukan sekadar periode stagnasi, melainkan fondasi awal menuju fase bullish berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com