Tag: ripple

  • XRP Tertekan di US$2,00, Akankah Harga Ripple Ambles ke US$1,77?

    Harga aset kripto Ripple (XRP) berada dalam tekanan dan kembali menguji level support krusial di tengah melemahnya sentimen investor ritel, meskipun minat dari kalangan institusi mulai menunjukkan tanda pemulihan.

    Pada perdagangan Jumat (1/9), XRP bergerak di kisaran US$2,00–US$2,10, bertumpu pada support Exponential Moving Average (EMA) 50-hari. Tekanan jual masih mendominasi seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko di pasar kripto global.

    Kondisi pasar secara umum mencerminkan ketidakpastian yang tinggi. Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) Kripto tercatat di level 27, mengindikasikan dominasi sentimen “fear” di kalangan investor. Padahal, indeks sempat naik ke level 55 pada awal pekan, namun gagal mendorong reli lanjutan dan justru berujung koreksi harga.

    Jika sentimen pasar tidak segera membaik, XRP berpotensi melanjutkan pelemahan menuju US$2,00, bahkan membuka peluang turun ke level terendah Desember di US$1,77.

    Permintaan Ritel Melemah, Derivatif XRP Kehilangan Daya Dorong

    Dilaporkan FXStreet, tekanan pada harga XRP sejalan dengan melemahnya aktivitas investor ritel di pasar derivatif. Data CoinGlass menunjukkan Open Interest (OI) berjangka XRP turun menjadi US$4,15 miliar, dari puncaknya US$4,55 miliar pada Selasa lalu.

    Penurunan OI secara bertahap ini mengindikasikan berkurangnya kepercayaan trader ritel terhadap pergerakan harga XRP dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membuat XRP lebih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

    ETF XRP Kirim Sinyal Positif dari Investor Institusi

    Di tengah lesunya minat ritel, investor institusi justru mulai kembali masuk. ETF XRP tercatat membukukan arus masuk hampir US$9 juta pada Kamis, menandai kebangkitan minat institusional setelah sebelumnya mengalami arus keluar signifikan.

    Menurut data SoSoValue, ETF XRP sempat mencatat arus keluar hingga US$41 juta pada Rabu. Namun, kembalinya arus dana masuk dinilai sebagai sinyal optimisme bahwa minat institusi terhadap produk XRP yang terdaftar di Amerika Serikat masih terjaga.

    Analisis Teknikal: XRP Bertahan di Support, Tapi Risiko Masih Ada

    Secara teknikal, XRP masih menghadapi hambatan kuat di sisi atas. EMA 100-hari di US$2,22 dan EMA 200-hari di US$2,34 menjadi resistance utama, sejalan dengan garis tren menurun yang telah menahan laju harga sejak rekor tertinggi US$3,66 pada Juli lalu.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 54 dan terus menurun dari area jenuh beli, menandakan momentum bullish mulai melemah. Meski demikian, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih mempertahankan sinyal beli sejak awal Januari, yang berpotensi menahan penurunan lebih dalam di bawah EMA 50-hari di US$2,07.

    Apabila XRP mampu menembus dan bertahan di atas area resistance US$2,22–US$2,34, peluang penguatan menuju US$3,00 kembali terbuka. Namun untuk saat ini, pergerakan XRP masih sangat bergantung pada pemulihan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP atau Solana? Aset Kripto Ini Diprediksi Lebih Unggul di Januari 2026

    XRP dan Solana kembali menjadi sorotan investor kripto menjelang Januari 2026, seiring keduanya menunjukkan pemulihan harga setelah melewati fase koreksi panjang. Meski sama-sama bangkit, struktur pergerakan harga dan faktor pendukung di balik kenaikan kedua aset ini menunjukkan arah yang berbeda, memunculkan pertanyaan aset mana yang berpotensi mencatat kinerja lebih unggul.

    Harga XRP Tunjukan Pemulihan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Harga XRP menunjukkan pemulihan yang relatif stabil setelah berhasil mempertahankan level support jangka panjang di area USD 1,80. Pertahanan ini menghentikan pola lower low sebelumnya dan mendorong harga keluar dari kanal penurunan yang menekan pergerakan XRP sepanjang periode koreksi.

    Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di kisaran USD 2,02, dengan area USD 2,00 kini berfungsi sebagai support utama. Konsolidasi yang terjadi cenderung mengarah ke kompresi harga, bukan penurunan agresif, mengindikasikan perubahan struktur yang lebih berkelanjutan dibanding sekadar pantulan teknikal.

    Baca juga: XRP Meledak Tembus $2,13! Benarkah ATH Baru Tinggal Selangkah Lagi?

    Pemulihan XRP turut diperkuat oleh meningkatnya visibilitas institusional. CNBC mencatat XRP sebagai salah satu aset dengan performa terbaik menjelang 2026. Selain itu, akuisisi Solvexia oleh GTreasury yang didukung Ripple memperkuat infrastruktur treasury dan tooling institusional untuk XRP dan RLUSD.

    Dengan struktur ini, XRP berpotensi menguji area USD 2,35 hingga USD 2,60 selama level USD 2,00 tetap terjaga. Sebaliknya, penurunan di bawah USD 2,00 berisiko membuka kembali pelemahan menuju USD 1,80.

    Solana Catat Breakout

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi lain, Solana telah mencatatkan breakout dari kanal penurunan yang membatasi pergerakan harga hingga akhir 2025, menandakan berakhirnya dominasi penjual dalam tren utama. Namun, reli tersebut tertahan setelah harga ditolak di area resistensi USD 143. Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 135 dan berpotensi melakukan pullback ke zona USD 127–130, yang sebelumnya merupakan batas atas kanal penurunan.

    Dilaporkan Coingape, zona tersebut menjadi area krusial untuk menguji validitas breakout. Pullback yang terkendali ke area ini dipandang sebagai proses konfirmasi support, bukan sinyal kelemahan. Sentimen positif juga datang dari pengelolaan treasury Solana yang mulai diarahkan ke on-chain, termasuk strategi yield oleh DeFi Dev Corp yang mendorong akumulasi SOL.

    Jika area support berhasil dipertahankan, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju USD 167 hingga USD 200. Namun, kegagalan menjaga level USD 127 dapat membatalkan struktur breakout dan membuka risiko penurunan ke area USD 120.

    Secara keseluruhan, XRP dinilai memiliki struktur pemulihan yang lebih bersih dan stabil menjelang Januari 2026, ditopang oleh dukungan institusional dan pemulihan support yang jelas.

    Sementara itu, Solana menawarkan potensi kenaikan yang lebih agresif, tetapi bergantung pada keberhasilan mempertahankan area support pasca-breakout. Selama XRP mampu bertahan di atas USD 2,00, aset ini dinilai memiliki profil outperform yang lebih konsisten dibanding Solana, kecuali SOL mampu membuktikan konversi resistance menjadi support secara berkelanjutan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Meledak Tembus $2,13! Benarkah ATH Baru Tinggal Selangkah Lagi?

    Harga XRP mencatat lonjakan signifikan setelah berhasil menembus level psikologis USD 2,13. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan institusional melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF), yang memicu optimisme baru di pasar kripto global. Sejumlah analis mulai merevisi proyeksi mereka dan menilai XRP berpotensi mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) dalam waktu dekat.

    Sentimen pasar terhadap XRP saat ini terpantau sangat bullish. Dukungan fundamental dari adopsi institusi membuat aset kripto besutan Ripple ini tampil lebih dominan dan tidak sekadar mengikuti pergerakan pasar secara umum. Jika tekanan beli tetap terjaga, XRP dinilai berada pada fase awal reli lanjutan.

    Volume Perdagangan Meroket, Short Seller Tertekan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Siap Lanjut Reli? Break US$2,41 Bisa Buka Jalan ke US$2,69

    Dalam 24 jam terakhir, XRP melonjak sekitar 10%, jauh melampaui kinerja sejumlah altcoin utama seperti Ethereum dan Solana yang hanya mencatatkan kenaikan di kisaran 1%. Penguatan tersebut dibarengi lonjakan volume perdagangan hingga 130% menjadi sekitar USD 7,8 miliar.

    Dilaporkan Crypto News, kondisi ini memicu short squeeze besar-besaran di pasar derivatif. Data CoinGlass mencatat likuidasi posisi short XRP mencapai USD 24 juta, salah satu angka tertinggi sejak November. Secara keseluruhan, kebangkitan pasar kripto turut mendorong total likuidasi lintas aset hingga ratusan juta dolar.

    Peningkatan minat institusi melalui ETF dan menguatnya dominasi pasar menempatkan XRP dalam posisi strategis untuk melanjutkan reli, sekaligus meninggalkan pesaingnya di jajaran 10 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Arus Dana ETF Dorong Optimisme Menuju Level $3

    XRP kini mencatatkan penguatan selama enam hari berturut-turut. Salah satu faktor utama di balik tren positif ini adalah derasnya arus dana masuk ke ETF berbasis XRP. Data dari SoSoValue menunjukkan total aset kelolaan ETF XRP melonjak dari USD 861 juta menjadi sekitar USD 1,2 miliar hanya dalam satu bulan.

    Sejak diluncurkan di Amerika Serikat, ETF XRP juga belum pernah mencatatkan arus keluar bersih (net outflow), yang mencerminkan tingkat kepercayaan institusi yang masih solid.

    Dari sisi teknikal, grafik harian XRP menunjukkan harga berhasil keluar dari pola bullish falling wedge, yang kerap menjadi sinyal awal penguatan lanjutan. Meski indikator Relative Strength Index (RSI) mulai memasuki area jenuh beli (overbought), momentum bullish dinilai masih bertahan.

    Selama harga mampu bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, sejumlah analis memproyeksikan target jangka pendek XRP berada di level psikologis USD 3.

    Di tengah sentimen positif ini, reli XRP juga dinilai berpotensi membawa dampak lanjutan bagi pasar altcoin secara keseluruhan, seiring kemungkinan aliran likuiditas yang semakin meluas ke berbagai proyek kripto lainnya pada awal tahun ini.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Siap Lanjut Reli? Break US$2,41 Bisa Buka Jalan ke US$2,69

    Prediksi XRP 2026 kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto setelah aset digital ini mencatatkan reli kuat di awal tahun. Harga XRP tercatat melonjak hampir 33% dari level terendah 31 Desember 2025 dan naik sekitar 11% hanya dalam 24 jam terakhir, menjadikannya salah satu rebound jangka pendek terkuat dalam beberapa bulan terakhir.

    Dilaporkan BeInCrypto, penguatan tersebut terjadi usai fase konsolidasi yang cukup panjang dan mulai memperbaiki prospek teknikal XRP. Meski demikian, analis menilai reli ini masih berada pada fase krusial karena harga kini berhadapan dengan satu level resistance utama di kisaran US$2,41.

    Analisis Teknikal XRP

    Dari sisi teknikal, reli XRP dipicu oleh pola triple bottom di area US$1,77 yang berulang kali bertahan sebagai support. Indikator momentum juga menunjukkan perbaikan, ditandai dengan Exponential Moving Average (EMA) 20 hari yang mendekati EMA 50 hari. Kondisi ini kerap dipandang sebagai sinyal awal pergeseran tren ke arah bullish apabila terjadi bullish crossover yang terkonfirmasi.

    Volume perdagangan turut mendukung penguatan harga. Indikator on-balance volume (OBV) tercatat menembus garis tren turun, mengindikasikan adanya partisipasi pembeli saat terjadi breakout. Namun, analis mencatat OBV belum membentuk puncak baru yang signifikan, sehingga tekanan beli dinilai masih membaik tetapi belum sepenuhnya agresif.

    Sementara itu, data on-chain menunjukkan dinamika yang lebih kompleks. Holder jangka panjang masih melakukan akumulasi XRP. Sejak 30 Desember, kepemilikan bersih kelompok ini meningkat dari sekitar 9 juta XRP per hari menjadi sekitar 47 juta XRP per hari, atau melonjak lebih dari 420%. Kondisi tersebut mencerminkan keyakinan jangka panjang yang masih kuat terhadap XRP.

    Di sisi lain, metrik Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) untuk holder jangka panjang juga mengalami kenaikan ke area 0,48–0,49, level yang secara historis kerap diikuti aksi ambil untung. Pada periode awal Desember lalu, level NUPL serupa sempat diikuti koreksi harga sekitar 14% dalam sembilan hari. Meski tidak menjamin pola yang sama akan terulang, situasi ini menandakan tekanan profit mulai meningkat.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 6 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 6 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Melejit ke US$2! Ripple Siap Balik Arah dan Lanjut Terbang di 2026?

    Potensi XRP

    Seluruh sinyal teknikal dan on-chain tersebut kini bertemu di zona US$2,41. Data distribusi cost-basis menunjukkan area US$2,39–US$2,41 sebagai klaster suplai besar, dengan sekitar 1,56 miliar XRP sebelumnya dibeli di rentang harga tersebut. Kondisi ini membuat banyak holder berpotensi menjual untuk keluar di titik impas, sehingga menciptakan resistance yang kuat.

    Analis menilai penutupan harga harian yang bersih di atas US$2,41 menjadi kunci kelanjutan reli. Jika level ini berhasil ditembus dan berubah menjadi support, XRP berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area US$2,69, atau sekitar 13% lebih tinggi dari harga saat ini. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance tersebut berisiko memicu koreksi terbatas ke area support US$2,26 hingga US$1,90. Struktur tren jangka menengah dinilai masih relatif aman selama harga bertahan di atas US$1,77.

    Dengan momentum yang masih terjaga namun tekanan resistance yang kuat, pergerakan XRP dalam waktu dekat akan menjadi penentu utama apakah prediksi XRP 2026 benar-benar mengarah pada reli lanjutan atau justru memasuki fase konsolidasi baru.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Senat AS Bergerak, XRP Berpeluang Tembus US$3 dalam Waktu Dekat?

    Harga XRP menunjukkan sinyal penguatan seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat. Sentimen positif muncul setelah Senat AS menjadwalkan pembahasan Market Structure Bill, sebuah rancangan undang-undang yang dinilai kripto-friendly dan berpotensi membuka arus modal institusional lebih besar ke pasar aset digital, termasuk XRP.

    Pada akhir pekan, XRP mencatatkan kenaikan dan berpeluang membukukan empat hari berturut-turut di zona hijau. Penguatan ini terjadi di tengah spekulasi bahwa Senat AS akan meloloskan Market Structure Bill, menyusul pengumuman Komite Perbankan Senat yang menetapkan 15 Januari sebagai tanggal markup RUU tersebut.

    Perkembangan Penting XRP

    Baca juga: XRP Naik 10%, Salip BNB dan Resmi Jadi Kripto Terbesar ke-4 Dunia

    Perkembangan legislasi ini menjadi katalis penting bagi XRP, terutama setelah prosesnya sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintah AS (government shutdown). Penundaan tersebut sebelumnya menekan harga XRP, yang turun dari level tertinggi Oktober di US$2,96 ke titik terendah Desember di US$1,77.

    Selain faktor regulasi, arus dana yang kuat ke ETF spot XRP turut memperkuat sentimen bullish. Sejak diluncurkan, ETF spot XRP mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$1,18 miliar. Angka ini bahkan melampaui kinerja ETF spot Bitcoin dan Ethereum, yang justru mengalami arus keluar sepanjang Desember.

    Secara khusus, ETF spot XRP mencatatkan inflow hampir US$500 juta pada Desember, sementara ETF spot Bitcoin dan Ethereum masing-masing mengalami outflow lebih dari US$1 miliar dan US$600 juta. Perbedaan arus dana ini memicu spekulasi bahwa XRP mulai “terlepas” dari pergerakan Bitcoin dan pasar kripto secara umum.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan FXEmpire, CEO Canary Funds, Steven McClurg, menyebut XRP berpotensi menjadi aset yang bergerak berbeda dibanding altcoin lain. Menurutnya, kinerja XRP yang tetap kuat di tengah pelemahan pasar kripto menunjukkan peluang terjadinya puncak harga baru pada 2026.

    Dari sisi regulasi, status hukum XRP juga semakin jelas setelah Pengadilan Banding AS menyetujui pencabutan banding antara Ripple dan SEC pada Agustus lalu. Putusan tersebut memperkuat posisi XRP sebagai aset non-sekuritas, sekaligus membuka jalan bagi berkembangnya pasar ETF spot XRP di AS.

    Kombinasi Pendorong Harga XRP

    Dengan kombinasi arus masuk institusional dan momentum regulasi, prospek XRP dinilai tetap positif. Dalam jangka menengah 4–8 minggu, XRP diproyeksikan berpotensi menguji level US$3, sementara target jangka lebih panjang 8–12 minggu berada di kisaran US$3,66.

    Meski demikian, sejumlah risiko masih membayangi. Di antaranya adalah potensi pengetatan kebijakan moneter global, berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, hingga kemungkinan penolakan politik terhadap Market Structure Bill. Jika risiko-risiko tersebut terwujud, XRP berpeluang kembali tertekan menuju area US$1,75.

    Secara teknikal, XRP masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, menandakan struktur jangka pendek yang masih berhati-hati. Namun, para analis menilai fundamental yang menguat dapat menjadi penyeimbang tekanan teknikal.

    Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada arah kebijakan The Fed, sikap Bank of Japan, data ekonomi AS, serta kelanjutan pembahasan regulasi kripto di Washington. Jika sentimen tetap mendukung, XRP dinilai memiliki peluang besar untuk melanjutkan reli dan mendekati level US$3 dalam beberapa pekan ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Melejit ke US$2! Ripple Siap Balik Arah dan Lanjut Terbang di 2026?

    Harga Ripple (XRP) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan memasuki awal 2026 setelah sempat tertekan dalam tren turun berkepanjangan. XRP tercatat melonjak dan kembali ke area US$2, memicu perhatian pelaku pasar yang mulai berspekulasi soal arah pergerakan selanjutnya.

    Berdasarkan analisis terbaru yang dipublikasikan Shayan Markets pada Jumat (3/1/2026), penguatan XRP terjadi setelah harga memantul dari zona support penting di sekitar US$1,80. Meski demikian, secara teknikal XRP masih berada di bawah sejumlah indikator kunci yang membuat potensi pembalikan tren belum sepenuhnya terkonfirmasi.

    XRPUSDT Uji Area Kritis

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Crypto Potato, pada grafik harian pasangan XRP/USDT, harga saat ini bergerak di kisaran US$2,00 dan masih berada di dalam descending channel atau kanal turun. Candle harian terbaru terlihat sedang menguji garis atas kanal tersebut, yang menjadi area krusial untuk menentukan kelanjutan tren.

    Sementara itu, rata-rata pergerakan 100 hari dan 200 hari masih berada di atas harga dan berfungsi sebagai resistance dinamis di area US$2,30. Apabila XRP mampu menembus kanal turun sekaligus mengubah zona resistance tersebut menjadi support, target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$2,50 atau lebih tinggi.

    Dari sisi momentum, indikator Relative Strength Index (RSI) telah menembus level 60, mengindikasikan penguatan tekanan beli. Namun, RSI juga mulai mendekati area jenuh beli (overbought), yang berpotensi memicu fase konsolidasi dalam jangka pendek.

    Baca juga: Senat AS Bergerak, XRP Berpeluang Tembus US$3 dalam Waktu Dekat?

    XRP/BTC Mulai Bangkit, Tapi Tantangan Masih Ada

    Pada pasangan XRP/BTC, harga tercatat melonjak ke area 2.230 satoshi setelah bertahan di atas level kunci 2.000 satoshi. Saat ini, XRPBTC mengincar zona suplai penting di sekitar 2.500 satoshi.

    Meski begitu, struktur teknikal masih cenderung lemah. Pada Desember lalu, moving average 100 hari menembus ke bawah moving average 200 hari, membentuk sinyal bearish. Kini, MA 100 hari justru menjadi resistance terdekat.

    Namun, RSI pada grafik ini menunjukkan percepatan ke atas seiring dorongan harga yang agresif. Jika momentum ini mampu dipertahankan, XRP berpeluang menguji area resistance atas dalam waktu dekat.

    Secara keseluruhan, reli XRP ke level US$2 menjadi sinyal awal perbaikan sentimen pasar. Meski peluang kenaikan terbuka, para analis menilai konfirmasi pembalikan tren masih sangat bergantung pada kemampuan XRP menembus resistance-resistance utama dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Naik 10%, Salip BNB dan Resmi Jadi Kripto Terbesar ke-4 Dunia

    Harga XRP melonjak tajam hampir 10% dalam 24 jam terakhir dan berhasil menyalip Binance Coin (BNB) sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di dunia. Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar XRP kini mendekati US$124 miliar, dengan harga bergerak di kisaran US$2,05.

    Kenaikan mendadak ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat XRP sebelumnya bergerak relatif tenang selama beberapa pekan terakhir.

    Arus Dana ETF Jadi Pendorong Utama

    Dilaporkan Trading VIew, lonjakan harga XRP didorong oleh arus masuk dana yang konsisten ke produk spot XRP ETF. Di tengah kondisi pasar yang sempat melemah, ETF XRP justru terus mencatatkan aliran dana positif.

    Pada 2 Januari 2026, ETF XRP membukukan inflow baru sebesar US$13,59 juta, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung selama beberapa minggu. Sejak diluncurkan pada November 2025, total arus dana bersih ke ETF XRP telah mencapai sekitar US$1,18 miliar, dengan total aset kelolaan (AUM) mendekati US$1,37 miliar.

    Data ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor jangka panjang terhadap XRP.

    Volume Perdagangan Melejit

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Regulasi Kripto AS Makin Jelas, XRP Berpotensi Tembus US$6 pada 2026

    Selain ETF, aktivitas perdagangan XRP juga melonjak signifikan. Volume perdagangan 24 jam XRP naik hampir 180%, mendekati US$4 miliar. Lonjakan volume ini menunjukkan kuatnya partisipasi pasar, baik dari investor ritel maupun pelaku institusi.

    Meski mengalami reli kuat, harga XRP masih berada jauh di bawah puncaknya pada Juli 2025 di level US$3,68. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan saat ini lebih bersifat pemulihan, bukan puncak siklus.

    Sentimen Pasar Kripto Menguat

    Reli XRP juga didukung oleh sentimen positif di pasar kripto secara keseluruhan. Bitcoin kembali menembus level US$90.000, mendorong optimisme investor.

    Ethereum naik ke atas US$3.110, Solana mendekati US$133, dan BNB mencatat kenaikan sekitar 2%. Sejumlah altcoin lain seperti Cardano, Dogecoin, dan Sui juga menguat di kisaran 10%–15%, menandakan meningkatnya selera risiko investor.

    Pasokan XRP di Bursa Turun ke Level Terendah 8 Tahun

    Dari sisi on-chain, pasokan XRP di bursa kripto kini turun ke level terendah dalam delapan tahun terakhir. Sejak Oktober 2025, lebih dari 50% pasokan XRP telah dipindahkan dari bursa ke dompet penyimpanan jangka panjang (cold storage).

    Penurunan pasokan di bursa membuat likuiditas semakin tipis, sehingga harga menjadi lebih sensitif terhadap permintaan. Level US$2,00 hingga US$2,17 kini menjadi area krusial, setelah beberapa kali gagal ditembus sejak November.

    Jika XRP mampu menembus secara meyakinkan di atas US$2,17, harga berpotensi bergerak menuju US$2,20–US$2,80, dengan target psikologis berikutnya di level US$3,00.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulasi Kripto AS Makin Jelas, XRP Berpotensi Tembus US$6 pada 2026

    Aset kripto XRP kembali menjadi sorotan global seiring meningkatnya perhatian terhadap strategi akumulasi kekayaan melalui aset digital, termasuk yang dikaitkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Di tengah dorongan regulasi kripto dan legalisasi stablecoin di AS, XRP dinilai sebagai salah satu aset kripto paling menjanjikan pada 2026.

    Dilaporkan Crypto News, tim Trump diketahui mendorong perbaikan kerangka regulasi aset kripto serta mempercepat adopsi stablecoin. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa aset digital mulai diposisikan dalam strategi keuangan jangka panjang tingkat tinggi. Seiring membaiknya iklim regulasi, fokus pasar pun bergeser dari aset spekulatif berisiko tinggi ke kripto arus utama dengan ekosistem matang dan kegunaan nyata.

    XRP Jadi Paling Diuntungkan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Terjebak Konsolidasi, ETF Tetap Dilirik, Harga Reli di 2026?

    XRP menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan dari tren ini. Dengan keunggulan di sektor pembayaran lintas negara dan jaringan mitra institusional yang terus berkembang, XRP diproyeksikan memiliki peluang pertumbuhan struktural dalam beberapa tahun ke depan. Integrasi teknologi blockchain ke dalam infrastruktur keuangan global juga diperkirakan akan meningkatkan likuiditas pasar dan adopsi institusional secara bersamaan.

    Di tengah tren tersebut, platform BI DeFi menawarkan cara alternatif bagi investor untuk berpartisipasi dalam ekosistem XRP melalui skema cloud mining berbasis energi hijau. Skema ini memungkinkan investor memperoleh imbal hasil harian yang stabil tanpa harus memiliki perangkat penambangan atau keahlian teknis khusus.

    Regulasi Pendukung Kripto

    BI DeFi mengklaim menjalankan operasionalnya sesuai standar kepatuhan Uni Eropa dan internasional. Berbasis di Inggris, platform ini tunduk pada regulasi MiCA dan MiFID II, serta didukung audit dan sistem keamanan berlapis. Perlindungan aset digital disebut mencakup asuransi kustodian dari Lloyd’s of London, audit tahunan oleh PwC, serta sistem keamanan Cloudflare dan McAfee.

    Melalui mekanisme cloud mining, pengguna cukup memilih kontrak daya komputasi untuk memperoleh pendapatan pasif yang dialokasikan secara otomatis setiap hari. Imbal hasil dapat ditarik kapan saja atau diinvestasikan kembali untuk memaksimalkan efek bunga majemuk, bahkan saat pasar kripto mengalami volatilitas.

    Saat ini, BI DeFi mendukung berbagai aset kripto utama seperti BTC, ETH, XRP, USDT, USDC, DOGE, dan SOL. Platform tersebut juga merinci beberapa contoh kontrak penambangan dengan nilai investasi dan potensi keuntungan yang bervariasi, mulai dari ratusan hingga puluhan ribu dolar AS.

    Analis menilai kombinasi antara potensi pertumbuhan XRP dan model imbal hasil yang relatif stabil dari cloud mining dapat menjadi alternatif strategi diversifikasi aset, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang.

    Ke depan, menjelang 2026, peluang investasi struktural pada XRP diperkirakan akan semakin terlihat seiring meningkatnya kejelasan regulasi dan adopsi institusional. Dengan pendekatan berbasis kepatuhan dan energi berkelanjutan, BI DeFi memosisikan diri sebagai salah satu kanal untuk mengakses potensi tersebut.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Terjebak Konsolidasi, ETF Tetap Dilirik, Harga Reli di 2026?

    Harga XRP masih berada di bawah tekanan menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Sejumlah upaya pemulihan harga gagal bertahan, membuat altcoin ini menutup tahun dengan kinerja tahunan yang sedikit negatif di tengah sentimen pasar yang cenderung bearish.

    Sepanjang beberapa pekan terakhir, lemahnya permintaan di pasar spot serta sikap hati-hati investor ritel menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga XRP. Meski demikian, minat investor institusional muncul sebagai penopang utama, membantu menahan penurunan harga yang lebih dalam di tengah tekanan jual yang berkelanjutan.

    Aliran Dana Institusi Jadi Penopang Utama

    Data CoinShares menunjukkan bahwa XRP menjadi salah satu aset kripto favorit investor institusi sepanjang 2025. Pada pekan yang berakhir 27 Desember, XRP mencatat arus masuk dana sebesar US$70 juta, mendorong total inflow bulanan menjadi US$424 juta.

    Capaian tersebut bahkan mengungguli aset kripto utama lainnya. Bitcoin tercatat mengalami arus keluar dana sebesar US$25 juta, sementara Ethereum mencatat outflow yang jauh lebih besar, mencapai US$241 juta dalam periode yang sama.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Secara tahunan, XRP berhasil menarik inflow hingga US$3,3 miliar. Angka ini mencerminkan kepercayaan institusional yang tetap kuat meski pasar kripto dibayangi volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi.

    ETF XRP Tunjukkan Konsistensi Permintaan

    Dukungan institusi juga terlihat dari performa ETF XRP yang diluncurkan pada 2025. Sejak debutnya, produk ETF tersebut belum mencatat satu hari pun dengan arus keluar dana bersih. Hanya satu sesi perdagangan yang berakhir netral tanpa inflow, menunjukkan konsistensi permintaan yang jarang terjadi.

    Dilaporkan BeInCrypto, CEO aplikasi kripto NoOnes, Ray Youssef, menilai bahwa akumulasi XRP pada awal Desember merupakan strategi jangka panjang investor institusi untuk memanfaatkan momentum ETF.

    Menurutnya, pola ini mirip dengan fase awal ETF Bitcoin dan Ethereum, di mana investor besar cenderung mengakumulasi aset sebelum harga sepenuhnya mencerminkan dampak peluncuran ETF. Ia juga menyebut XRP kini dipandang sebagai aset berisiko tinggi (high beta) dengan proposisi nilai yang semakin kuat seiring meningkatnya partisipasi institusi.

    Baca juga: XRP Mandek di Zona Bahaya? Level US$1,58 Jadi Penentu Arah Harga

    Long-Term Holder Mulai Melepas Kepemilikan

    Di sisi lain, perilaku pemegang jangka panjang (long-term holder) menjadi sumber kekhawatiran menjelang 2026. Sepanjang 2025, kelompok ini bergantian antara akumulasi dan distribusi, mencerminkan ketidakpastian terhadap prospek menengah XRP.

    Memasuki kuartal IV 2025, aktivitas jual dari long-term holder semakin dominan. Kondisi ini mengindikasikan menurunnya tingkat kepercayaan dari investor yang biasanya bertahan di tengah volatilitas. Jika tren distribusi ini berlanjut ke 2026, risiko penurunan harga XRP dinilai dapat meningkat.

    Awal 2026 Diprediksi Masih Datar

    Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di sekitar US$1,87, turun 38% sepanjang kuartal IV 2025 dan melemah 9,7% secara year-to-date. Bulan Desember gagal memberikan dorongan positif, memperkuat sentimen bearish di akhir tahun.

    Ray Youssef memprediksi pergerakan harga XRP pada Januari hingga kuartal I 2026 cenderung stagnan. Ia memperkirakan XRP akan berkonsolidasi di kisaran US$2 hingga US$2,50, kecuali muncul katalis makro yang signifikan.

    Menurutnya, volatilitas pasar global, ketegangan geopolitik, serta berbagai episode risk-off membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif. Pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat jika XRP mampu menembus level US$3,00 untuk kembali membangun struktur bullish menuju rekor tertinggi di US$3,66.

    Namun, skenario penurunan masih tetap terbuka. Jika tekanan jual meningkat dan permintaan melemah, penembusan di bawah level support US$1,79 berpotensi menyeret harga menuju area US$1,50. Kondisi tersebut akan memperkuat dominasi bearish dan membatalkan prospek netral-bullish.

    Faktor Musiman Masih Jadi Tantangan

    Secara historis, Januari mencatatkan rata-rata kenaikan harga XRP sebesar 3%. Namun, median return justru menunjukkan penurunan sekitar 7,8%, menandakan bahwa performa positif tidak selalu konsisten.

    Dengan likuiditas pasar yang masih terbatas dan sentimen risiko yang lemah, harga XRP diperkirakan menghadapi tantangan pada awal 2026. Arah pergerakan yang lebih jelas kemungkinan baru akan terbentuk setelah terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar dan perilaku investor.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Mandek di Zona Bahaya? Level US$1,58 Jadi Penentu Arah Harga

    Harga XRP, aset kripto yang digunakan dalam jaringan pembayaran Ripple, hingga akhir Desember 2025 masih bergerak dalam rentang perdagangan yang sama selama hampir dua tahun terakhir. Pergerakan harga yang berulang kali tertahan di area resistensi membuat XRP belum mampu keluar dari fase konsolidasi panjang, sementara perhatian pasar kini kembali tertuju pada level support krusial di US$1,58.

    Secara historis, XRP konsisten diperdagangkan dalam kisaran US$1,58 hingga US$3,50. Setiap upaya reli menuju batas atas rentang tersebut selalu diikuti tekanan jual yang kuat, sehingga mengonfirmasi pola pergerakan rotasional atau bolak-balik tanpa arah tren yang jelas.

    Pergerakan Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

    Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual, di mana tidak ada satu pihak pun yang mampu mendominasi pasar dalam jangka panjang. Meskipun volatilitas sempat meningkat pada beberapa periode, harga XRP tetap gagal mencetak penembusan (breakout) atau penurunan tajam (breakdown) yang valid.

    Dalam pergerakan terbaru, XRP kembali mengalami penolakan di area resistensi dan terdorong turun ke bagian tengah hingga bawah rentang perdagangan. Tekanan jual tersebut belum mengubah struktur pasar secara signifikan, namun mengarahkan harga mendekati zona US$1,58 yang selama ini dikenal sebagai area akumulasi likuiditas.

    Level US$1,58 dipandang sebagai fondasi utama pergerakan XRP. Secara teknikal, zona ini sering menjadi tujuan harga saat fase koreksi berlangsung, guna menyerap likuiditas sisa dan menyeimbangkan posisi pasar. Pengujian ulang ke level tersebut tidak serta-merta menandakan kelanjutan tren bearish, melainkan bagian dari dinamika normal dalam pasar yang bergerak sideways.

    Potensi XRP ke Depan

    Dilaporkan Crypto News, struktur pasar XRP hingga kini masih menunjukkan karakter rotasional, tanpa pembentukan level tertinggi baru (higher high) maupun terendah baru (lower low) di luar rentang yang ada. Situasi ini juga sejalan dengan kondisi pasar altcoin secara umum, termasuk BNB, SOL, dan ADA, yang tertekan akibat volume perdagangan Desember 2025 yang tercatat berada di level terendah sepanjang tahun.

    Selama harga masih bertahan di atas US$1,58, peluang pantulan ke arah resistensi tetap terbuka. Sebaliknya, konfirmasi breakout baru akan terjadi jika XRP mampu ditutup dengan volume tinggi di atas US$3,50. Adapun penurunan yang bertahan di bawah US$1,58 akan menjadi sinyal perubahan struktur pasar yang lebih signifikan.

    Meski pergerakan jangka pendek masih terbatas, prospek jangka panjang XRP tetap mendapat sorotan positif. Analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, memproyeksikan harga XRP berpotensi mencapai US$8 pada 2026, didukung oleh meningkatnya kejelasan regulasi serta perkembangan produk ETF berbasis XRP.

    Sepanjang tahun berjalan, XRP tercatat turun lebih dari 9% secara year-to-date (YTD), mencerminkan tekanan yang masih membayangi aset kripto tersebut di tengah pasar yang belum menemukan arah jelas.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com